
Title : Roses Along the War 14
Author : Specialshn featuring. Ifasehitte
Length/Genre : Chaptered/Action, Romance, Friendship
Tags/Casts : Lee Donghae, Lee Sungmin, Cho Kyuhyun, OC’s
Disclaimer : rightfully ours, do not plagiarize. Also published on our blog, specialShin.wordpress.com and ifasheitte.wordpress.com
SpecialShin and Ifasheitte Proudly Present.
Chapter 14 written by Ifasheitte.
—
Dengan langkah gontai Nana berjalan menuju kamarnya, lalu ia duduk dipinggir jendela dimana jendela itu mengarah langsung ke pemandangan kota Seoul yang cukup ramai dimalam hari. Ia memandang keluar dengan tatapan kosong, sedangkan pikirannya melayang jauh pada keputusan besar yang ia tetapkan tadi. Disaat Nana memilih untuk meninggalkan Kyuhyun dan melupakan tentang semuanya. Tentang cincin itu, juga tentang masa lalu mereka.
Kling~ kling~
Nana menunduk begitu mendengar deringan yang berasal dari handphonenya. Ia mengambil Samsung Anycall yang berada diatas pangkuannya itu, lalu menggigit bibirnya begitu melihat nama yang tertera di screen tersebut.
Cho Kyuhyun calling.
Nana membiarkan Anycallnya terus berdering, walaupun berisik tapi hal itu lebih baik daripada Nana memutuskan untuk mengangkat telepon.
Karena Nana tau, jika ia mengangkat telepon dari Kyuhyun mereka berdua akan berdebat dan pada akhirnya Nana juga yang kalah. Suatu keputusan yang sangat salah jika berdebat dengan Kyuhyun. Dan berujung pada fakta yang diputar balik oleh Kyuhyun atas perkataan Nana yang diucapkan padanya tadi.
Jadi Nana tetap membiarkan handphonenya berdering selama mungkin, sampai pria itu menyerah untuk meneleponnya.
Akhirnya deringan menyebalkan itu berhenti juga, tergantikan oleh getaran yang menandakan ada pesan masuk.
From: Cho Kyuhyun.
Aku akan ke apartemenmu sekarang juga.
“aish, bocah itu!” rutuk Nana kesal, seharusnya sudah ia perkirakan sebelumnya jika Kyuhyun pasti akan menemuinya kan? Itu pasti. Terkadang Nana benci dengan fakta bahwa Kyuhyun adalah hacker profesional, karena hal itu Kyuhyun harus meninggalkannya –itu dulu- dan karena hal itu Nana tidak memiliki kebebasan untuk melarikan diri. Karena Cho Kyuhyun pasti akan melacaknya. Sekali lagi, itu pasti.
Tapi cukup disayangkan, Nana sudah mengenal Kyuhyun dalam kurun waktu yang cukup lama. Ia tahu kebiasaan Kyuhyun jika sedang melacak seseorang.
Nana memandang Anycallnya, satu-satunya handphone miliknya yang sudah Nana miliki sejak lama itu dan harus Nana relakan. Relakan? Ya, dia harus membuangnya atau menghancurkannya kalau perlu. Satu-satunya objek andalan Kyuhyun untuk melacak seseorang adalah lewat handphone.
“Annyeong.” Ucap Nana lirih lalu menjatuhkan Anycallnya itu dari jendela.
Nana memandang sendu Anycall miliknya yang kini sudah jatuh tidak berbentuk dari lantai lima belas. Ia menghela nafasnya pelan. Nana sebenarnya rela –rela saja walaupun…… masih ada sedikit keinginan terpendamnya untuk menyuruh Kyuhyun menggantikan handphone kesayangannya itu.
Lupakan. Lupakan dan lupakan! Seru Nana dalam hati, ia akan melupakan semua tentang Kyuhyun
Nana beranjak dari posisinya, ia melepas jaket jeansnya dan melemparnya ke sembarang tempat. Nana juga tahu kalau Kyuhyun suka menempelkan alat pelacak di jaket, walaupun kenyataannya tidak tapi Nana tetap mewaspadai akan hal itu.
Ia mengambil jaket yang lain dari dalam lemari kemudian memakainya, lalu Nana membuka pintu dan segera berlari mengantisipasi jika saja Kyuhyun tiba-tiba datang.
***
“aish, dia pasti merusak handphonenya!” Kyuhyun memandang kesal GPS yang ada di genggamannya itu, yang seharusnya terhubung dengan samsung anycall milik Nana tapi beralih menjadi tidak berfungsi sama sekali karena handphone Nana sendiri sudah hancur.
“kemarin Hara dan sekarang giliran Nana, kenapa mereka rela menghancurkan handphone mereka sendiri sih? Hanya karena aku? Ah, jinjja! Bukankah lebih baik tertangkap oleh Cho Kyuhyun daripada harus memusnahkan handphone mahal ditangan mereka sendiri?! Apakah aku begitu menakutkan!”
Entah terlampau stress atau bagaimana, Kyuhyun terus mengoceh entah pada siapa. Pada dirinya sendiri mungkin. Terlalu banyak masalah yang datang kepadanya akhir-akhir ini. Sungguh memuakkan bagi Kyuhyun.
Kyuhyun berusaha menenangkan dirinya sendiri lalu tiba-tiba terdengar suara berisik dari lantai dua, Kyuhyun mengernyitkan dahinya bingung kemudian seperti menyadari akan sesuatu ia cepat-cepat naik tangga menuju ke lantai atas dimana Hara ia kurung disitu.
Kyuhyun mengerang kesal begitu mengetahui Cho Hara sudah tidak lagi disana.
Gadis itu kabur.
Tidak tahu yang mana yang harus Kyuhyun pentingkan kali ini. Hara atau Nana? Adiknya atau gadis yang ia cintai? Ia harus mencari Hara terlebih dahulu atau mencari Nana lebih dahulu? Otak cerdas Kyuhyun terasa tidak berfungsi kali ini, bahwa masalah ini bukanlah rumus yang bisa Kyuhyun selesaikan hanya dalam satu malam penuh. Bukan.
Kyuhyun mengacak rambutnya bingung, lalu matanya tidak sengaja tertumpu pada cincin ditangannya yang dikembalikan oleh Nana tadi. Kyuhyun memandangi cincin itu selama beberapa detik.
Persetan dengan Hara. Kyuhyun mencintai Nana dan saat ini hanya ada satu orang itu yang sangat ingin Kyuhyun temui.
***
Flashback-
Arround 4 years ago. Crazioneer, Seoul South Korea.
Peluru dari snipper berjeniskan MARK – 12 SPR itu meluncur keras, tepat mengenai lingkaran paling tengah pada permukaan replika manusia yang terbuat dari kayu itu. “nah begitu…” ucap Hara pada gadis disebelahnya yang masih bingung kenapa peluru itu bisa tepat sasaran sementara hal itu tidak terjadi jika ia sendiri yang melakukannya. Continue reading →