Title : Fair
Author : sclouds9
Casts : Lee Donghae
Lee Hyukjae
Park See Yoon (OC)
Genre : Romance,Angst
Songs : Super Junior – It’s You,Kyuhyun – The Way To Break Up & Late Autumn
Yesung – It Has To Be You & Love Really Hurts
Huh Gak – Hello,JYJ – In Heaven
Note : Gaje,Typo beterbaran di mana – mana,no complaining,no bashing,no co-pas.Ide cerita kayak gini emang udah banyak,tapi yang ini beda krn ada unsur ke-gaje-an dari ms.SC.FF ini direquest sama Park Seyoon.Ok,happy reading!!Hope u enjoy it!!^^
-FAIR-
Chapter 1
Di sudut ruangan Samwon Restauran,seorang pria tengah duduk sendiri sambil sesekali melirik ke arah jam tangan yang melingkar di pergelangan tangan kirinya berharap waktu bergerak dengan cepat sehingga ia bisa menemui orang yang ia tunggu sekarang.Tiba – tiba ponsel pria itu berbunyi.
“Yeoboseyo?Mr.Park?”
“Ne..mianhaeyo,Lee Donghae-ssi.Aku ingin menjemput anakku pulang dari kuliahnya.Kau tunggulah sebentar.Aku akan segera sampai beberapa menit lagi.”
“Arasseoyo..Mr.Park.Aku akan menunggu.Gwenchanayo…”
“OK.”
Klik!
Sambungan telepon pun terputus.Ia kembali melirik ke arah jamnya lalu menyeruput kopinya yang kini sudah mulai dingin.Tak berapa lama,orang yang dipanggil Mr.Park itu pun datang sambil menggandeng seorang gadis cantik berperawakan tinggi,berambut pendek dan berwarna coklat ditambah balutan blue jeans dan kaos berwarna biru.Layaknya seorang mahasiswa,ia membawa setumpuk map dan buku – buku lainnya.
“Oh,Annyeonghasseyo Mr.Park..”,sapa Donghae pada Mr.Park.”
“Ah..Annyeong..Donghae-ssi..,Seyoon-ah…beri salam pada dia..”
“Annyeonghasseyo..Lee Donghae-ssi..jeonun Park Seyoon imnida..”,kata gadis itu sambil membungkuk.
“Annyeong..Seyoon-ssi..Putrimu..sangat cantik,Mr.Park..”
“Ah..ne..ne..gomawoyo..dia sangat mirip ibunya..”
“Oh..iye..baiklah..ini kontrak dari perusahaan kami,silahkan dibaca jika anda menyetujui,silahkan tanda tangani di sebelah sini..”
“Ok..”,kata pria paruh baya itu sambil membaca kontrak – kontrak yang tertera pada kertas itu.Sementara Donghae sibuk mempehatikan gadis bermata coklat di depannya.
“Kau…masih kuliah..Seyoon-ssi?”
“Ne..aku memasuki semester 5.Kau bekerja di mana,Donghae-ssi?”
“Aku di L-Corp,milik ayahku.Aku menjadi salah satu manager di sana.”
“Oh..”
“Baiklah..Donghae-ssi.Aku menyetujui kontrak ini.Sudah kutandatangani semua berkasnya.”
“Oh,jeongmal kamsahaeyo…Mr.Park.Kalau begitu,pegawaiku akan mulai bekerja besok.”
“Hmm..ok.Kalau begitu kami pulang dulu..”
“Ne..hati – hati di jalan,Mr.Park..”
“Annyeong…Lee Donghae-ssi..”,sapa gadis itu lalu menggandeng lengan ayahnya dan berlalu.Sementara Donghae masih terpaku di tempatnya karena pesona gadis itu.Sepertinya Donghae mulai menyukainya.
-ms.SC-
“Oppa…Oppa…chakkaman…”
“Ne…jagi-ya…hari ini temani aku makan siang,ara?”
“Ne..Hyuk oppa..”
“Ah…Seyoon-ah..kau semakin cantik…”
“Jinjja…gomawo,oppa…saranghae..”
“Na do…tidak terasa,sudah hampir dua tahun kita berpacaran..”
“Ne..oppa..sudah banyak yang kita lalui ternyata..aku hampir tak percaya dengan semua ini..meskipun appa…”
“Sudahlah..jagi…jangan kau ingat,yang penting sekarang aku mencintaimu,ara?”
Lee Hyukjae.Seorang mahasiswa semester akhir jurusan musik yang telah dua tahun menjadi namjachingu dari gadis anak pemilik perusahaan Pasific Corp,Park Seyoon.Sudah lama sejak insiden perkenalan itu terjadi.Saat Seyoon membawa Hyukjae ke rumahnya untuk diperkenalkan pada ayahnya.Namun,ayah Seyoon justru mengusir Hyukjae dengan alasan Hyukjae belum memiliki pekerjaan dan ia bersekolah di jurusan musik yang tak tentu arahnya.Meskipun begitu,mereka tetap berpacaran,namun secara diam – diam dan mereka sangat tegar mengalami berbagai pertentangan dari keluarga Park yang terus menghalangi mereka.
-ms.SC-
“Abeoji…”,kata Donghae sambil memasuki ruang kerja ayahnya.
“Ne..Hae-ah..mwo?”
“Aku menyukai anak Mr.Park..”,kata Donghae secara tiba – tiba.
“Keure…”,ayah Donghae tak menanggapi banyak,merasa bahwa anaknya tak begitu dekat dengan banyak wanita,mana mungkin membuat perjodohan tanpa mengenalnya.
“Abeoji…”,Donghae mulai merajuk manja.
“Mwo?Lalu apa yang kau mau?”,kata ayah Donghae sambil melihat ke arah putra satu – satunya ini.
“Buatlah perjodohan dengan keluarga itu..”,kata Donghae langsung.Ya..memang ia lebih suka direct conversation.
“Kau yakin?Memang kau pernah bertemu dengan putri mereka?”,tanya ayah Donghae meremehkan.
“Ne…tadi siang,saat makan siang.Ah…gadis itu…neomu yeppeo…Dia sempurna.Abeoji…jeball…”
“Keure…aku akan menghubunginya.Tapi,kau setidaknya harus mengenalnya lebih jauh dulu..”
“Ara…ara…aku akan menghubunginya nanti..”,kata Donghae antusias sambil beranjak menuju pintu.
-ms.SC-
Seyoon baru saja pulang dari kuliahnya.Hyukjae hanya mengantarnya beberapa meter dari pintu gerbang rumahnya yang sangat mewah.
“Oppa…gomawo…”,kata Seyoon turun dari motor Hyukjae.
“Ne..jagi..Bye..”
“Ne..hati – hati oppa..”,kata Seyoon sambil melambaikan tangan pada Hyukjae dan menunggu Hyukjae sampai berlalu.
Seyoon memasuki rumahnya.Di ruang tengah sudah ada appanya yang sedang menikmati kopi hangat.
“Appa…”
“Oh…kau sudah pulang,Yoon-ah..”
“Ne..appa..Bagaimana pekerjaanmu hari ini?”
“Semuanya lancar.Kau?”
“Aku juga..”
“Oh,ya…appa ingin kau mengenal Donghae.Dia seorang manager handal di perusahaannya.Lagi pula sebentar lagi kau akan ikut bekerja di Pasific..”
“Ah..ne..jika itu mau appa..aku terserah saja.Sepertinya dia orang yang baik.”
“Ah…baiklah kalau begitu,appa akan menghubunginya agar besok ia bisa bertemu denganmu..”
“Ok..”
-ms.SC-
“Seyoon-ssi..”
“Mianhaeyo..sudah lama menunggu?”
“Mm..tidak juga..kau pasti sibuk dengan kuliahmu..”
“Aniyo…Kau pasti lebih sibuk dariku..Gomawoyo sudah meluangkan waktu untukku..”
“Cheonmaneyo..Baiklah…kau ingin bertanya – tanya tentang apa?”
“Ah…ini saja..managerial industry..”
“Ok..”
Hampir satu jam mereka larut dalam percakapan itu.Keduanya sama – sama menikmati suasana Samwon Restaurant sore itu.Mereka makan bersama,kemudian berbincang lagi dan seterusnya.
“Seyoon-ssi..bagaimana jika kau menggunakan banmal?Apakah itu nyaman?”
“Keure…”
“Ara..panggil aku oppa kalau begitu..”
“Ne..ara..Donghae oppa…”
“Sepertinya begitu lebih nyaman,Yoon-ah..”
“Oppa..ini sudah sangat sore sepertinya aku harus pulang..”
“Ara…kajja kuantar kau..”
Mereka berdua memasuki mobil Black Audy milik Donghae yang terpakir di pinggir jalan lalu mereka pulang ke rumah.
“Donghae oppa..gomawo..”
“Ne..cheonma..jallja..”,kata Donghae dari dalam mobil.Sejenak kemudian ia berlalu dan Seyoon masuk ke dalam rumah.
Seyoon melihat keadaan rumahnya yang sepi.Sepertinya ayahnya sudah tidur.Ia hanya melihat Han ahjumma sedang membersihkan beberapa piring.Seyoon kemudian masuk ke dalam kamarnya di lantai dua.Setelah mandi dan mengganti baju,Seyoon mengecek ponselnya.Ada 18 missed calldari Hyukjae,kekasihnya.
“Omo!Hyukjae oppa.Aigoo…aku lupa men-silent ponselku..”,Seyoon berbicara sendiri pada dirinya.Ia kemudian menekan nomor ponsel Hyukjae,namun ia sedang tidak beruntung.Baterai ponselnya habis.Ia lalu turun ke lantai satu untuk menelepon Hyukjae menggunakan telepon rumahnya.
“Yeoboseyo..?”,jawab suara serak dari seberang yang menandakan bahwa pemilik nomor itu sudah tidur.
“Oppa…ini aku,Seyoon.Mian…aku tadi..mm..mengerjakan tugas..ja..jadi tidak mendengar telepon darimu..”
“Ne..ara…gwenchana…tidurlah sekarang…kau pasti lelah..”
“Ne..oppa..sarang..-“
“Seeyoon!!!”,ayah Seyoon berteriak beberapa meter dari posisi Seyoon sekarang.
“Ah..ap..appa..”,kata Seyoon lirih.Appanya segera mengambil telepon itu.
“Sebaiknya kau segera menjauhi putriku,atau anak buahku yang harus menjauhkan kau dari putriku huh?”,kata appa Seyoon yang mengambil alih telepon itu.
“Eoh?Mr.Park?”,Hyukjae sangat kaget dengan suara yang barusaja ia dengar.
“Appa…jeball..biarkan aku berbicara dengan Hyukjae oppa dulu..”
“Andwe!!Kau dengarkan appa!!Apa yang kau harapkan dari pemuda seperti dia huh?”
“Appa..aku mencintainya…jeball..biarkan aku berbicara padanya…”,pinta Seyoon sampai ia menangis terisak.
“Andwe!!Kau harus menuruti appa!!”
Hyukjae hanya mendengar percakapan itu dari telepon yang tak ditutupnya sedari tadi.Ia bingung harus berkata apa.
“Mr.Park..jeball..biarkan aku berbicara dengan Seyoon..”
“Sudahlah..Jauhi putriku!!Bagaimana pun caranya!!”,bentak Mr.Park dengan lantang.
CKLEK!!
Telepon berakhir dengan bantingan keras dari Mr.Park.Seyoon hanya menangis,terduduk lemah di atas lantai sambil menutup mukanya dengan kedua telapak tangannya.Ia bingung harus berbuat apa.Jika sampai ia menentang appanya,ia tak akan bisa bertemu dengan Hyukjae,bahkan mungkin tak bisa bertemu untuk selamanya.
-ms.SC-
“Lee Hyukjae-ssi..kau dipanggil Kepala Fakultas..”,kata seorang pemuda padanya.
“Gomawoyo Lee Hyunseok-ssi..”,Hyukjae pun berlalu menuju ruangan yang dimaksud temannya tadi.Ia mengetuk pintu dan mendengar jawaban dari dalam.
“Masuk…”
“Songsaenim..kau memanggilku?”
“Ne..duduklah..”
“Mm..ada apa?”
“Karena prestasimu akhir – akhir ini meningkat,kami memutuskan untuk memberikan beasiswa kuliah ke Amerika ini untukmu..Bersama 5 orang lain yang terpilih dalam seleksi.”
“Mwo?Tapi aku merasa tidak pernah mendaftar beasiswa itu..dan aku juga tidak ikut seleksi.”
“Tapi di sini ada namamu,tandatanganmu juga nilai perolehan pada seleksimu.Bahkan,nilaimu yang paling tinggi di sini..”
“Ah..kau bercanda songsaenim..”
“Aniyo…Jeongmal..”
“Baiklah jika begitu aku tidak akan ikut beasiswa itu.Semuanya selesai.Ada lagi yang ingin kau bicarakan?”
“Kau tetap tidak bisa meninggalkan beasiswa ini begitu saja.Sekolah sudah membayar asuransimu di sana.Jika kau mundur,kau harus mengganti biyanya..”
“Ara..Berapa?”
“60.000 $”
“MWOHANEUNGOYA?!!!”
“Jika kau sanggup itu tak masalah..”
“Bb…baiklah…aku..aku akan berangkat ke Amerika..”
-ms.SC-
“Oppa!!Hyuk Oppa!!Chakkaman!!Hosh…hosh..”,Seyoon setengah berteriak memanggil Hyukjae yang berjarak cukup jauh darinya saat berjalan di koridor kampus.
“Mwohae?”
“Oppa..wae?”
“Wae?Tanyakan pada ayahmu..”,jawab Hyuk datar.
“Oppa…chakkaman..ini semua gila.Oppa…jeball…jangan berangkat ke Amerika.”
“Kita memang tidak ditakdirkan bersama.”
“Oppa…jeball..jangan ambil beasiswa itu.Aku akan mengganti semua uangnya.Oppa…jeball..aku tidak bisa hidup jika harus jauh denganmu..”
“Aku pasti akan kembali ke Korea..”
“Oppa…kenapa bisa seenteng itu kau berbicara huH?Kau sudah tidak mencintaiku?Kau sudah tidak sayang lagi padaku eoh?Atau kau punya yeojachingu baru?Marhebwa…”,kata Seyoon dengan menaikkan nada bicaranya satu oktaf.Hyuk tidak bergeming.Namun,sedetik kemudian,wajahnya sudah mendekat ke wajah Seyoon dan..
CUP~
Hyukjae mencium Seyoon tepat di bibirnya.Ciuman hangat yang menandakan ketulusan bahwa Hyukjae sangat menyayangi Seyoon.
“Kau merasakannya kan?Bagaimana mungkin aku memiliki yeojachingu lain jika Tuhan sudah mengirimkan malaikatnya untukku?Aku terlalu bodoh untuk melepaskanmu.”
“Lalu kenapa oppa mengambil beasiswa itu?Setahuku oppa sudah akan bekerja di sebuah label musik?”
“Ayahmu yang melakukannya.Aku sama sekali tidak mendaftar atau pun mengikuti tes seleksi beasiswa itu.Bagaimana mungkin aku bisa terdaftar dan masuk sebagai mahasiswa dengan nilai terbaik.Semua ini yang melakukannya adalah ayahmu.Aku tidak menyalahkan Mr.Park hanya saja…”
“Mwo?Hanya apa?”
“Aku akan tetap mengambil beasiswa ini jika aku masih ingin melihatmu.Aku benar – benar tidak mau kehilanganmu.Jika aku terus dekat – dekat denganmu,aku khawatir jika aku tak akan bisa melihatmu untuk selamanya.”
“Oppa!!Apa yang kau katakana huh?”
“Lebih baik aku masih bisa melihatmu dari jauh dari pada aku tidak dapat melihatmu sama sekali,kan?Kau adalah oksigenku,Yoon.Kau segalanya untukku..”
“Oppa…”,Seyoon hanyut dalam tangis.Sejenak,Hyuk memeluknya erat seolah itu adalah pelukan terakhir mereka yang enggan untuk dilepaskan.
“Dengar Yoon,suatu saat aku pasti akan kembali padamu,aku akan menikahimu.Kita akan memilik keluarga yang bahagia.Aku akan membuktikan pada Mr.Park jika aku bisa.Aku berjanji..”
“Yaksokkhae?”
“Ne..yaksok..”,kata Hyukjae yakin.Ia mencium sekilas puncak kepala Seyoon lalu meninggalkan Yoon yang masih menghapus air matanya.
“Oppa!!”,teriak Seyoon lagi.
“Ne?”
“Kapan kau berangkat?”
“Bulan depan..”
“Arasseo..jaga kesahatanmu,oppa!!Saranghae!!”
“Mm..nado..”,jawab Hyuk sambil menganggukkan kepalanya dan kemudian berlalu.
-ms.SC-
“IGE MWOYA??Appa…jeball..hiks…hiks…andwe..appa..”,Seyoon terduduk di lantai,di depan ayahnya yang sedang duduk di sofa besar di ruang tengah keluarga.Sedangkan ibunya hanya bisa menenangkan Seyoon.
“Yoon…tenanglah…sudah…sudah…”
“Kau tetap akan appa jodohkan agar kau jauh dari Lee Hyukjae!!”
“Andwe..appa…andwe..”
“Jika kau masih ingin melihat Lee Hyukjae,kau harus mematuhi appa!!”
“Mwoya??!!Appa!!Kenapa appa selalu egois eoh?WAE?!!”
“Ini semua demi kebaikanmu,Yoon.Appa tau yang terbaik untukmu..!”
“Tapi semua keputusan appa selalu bertolak belakang dengan keinginanku.Kenapa appa selalu begitu pada Hyukjae oppa?Aku sangat mencintainya,appa..”
“Jika kelak kau kelaparan,kau juga akan makan cintamu itu?Tidak kan?Cintamu pada Lee Hyukjae itu tak akan menjamin kehidupanmu di masa depan..”,kata ayah Seyoon dengan menurunkan suaranya.Ia sudah cukup lelah menghadapi putri tunggalnya itu.Sedangkan ibu Seyoon hanya mengelus punggung Seyoon sambil memeluknya.
“Lalu apa yang appa inginkan?”
“Appa ingin menjodohkanmu dengan..Lee Donghae..”,jawab ayah Seyoon santai.
“MWOYA?!!Appa…aku sudah menganggapnya sebagai oppaku sendiri.Aku tidak memiliki perasaan sama sekali padanya.Jeball appa…”
“Dia namja yang baik untukmu dan masa depanmu…Perasaan cinta akan muncul seiring kalian hidup bersama..”
“Appa..hiks..hikss..neo jinjja..arrgh!!”,Seyoon mengacak rambutnya frustasi lalu beranjak ke kamarnya.Ia merebahkan tubuhnya di kasur king size nya lalu mengambil ponselnya dan menekan nomor yang sudah di hafalnya.
“Hyuk oppa…hikss…hikss..”
“Wae,jagi?”
“Aku…aku akan dijodohkan dengan rekan bisnis appa..Ottokkhae,oppa?”,suara Seyoon mulai tercekat.
“M..Mwo?Kau dijodohkan?”
“Ne…oppa…ottokkhae?”
“Aku berjanji setelah aku menyelesaikan studyku di Amerika,aku akan menikahimu.Kau ceraikan saja dia.Lalu kita bisa memulai hidup baru kita di rumahku yang ada di Amerika.Otte?”
“Oppa…lalu apa yang harus kulakukan dengannya selama kau tidak ada?Aku takut oppa…aku takut..”
“Percayalah jagi…semua akan indah pada waktunya kelak.Aku yakin kita akan bersatu…jika takdir mengijinkan..”
“Oppa…hikss…hikss..”
“Jagi…uljima…uljima…Percayalah,aku selalu dekat denganmu.Aku selalu dekat di hatimu.Arasseo..?”
“Ne…oppa…gomawo…”
“Ne..jagi…Sudah malam.Sebaiknya kau tidur..”
“Ne..oppa..Jallja..”
“Mm…jallja…saranghae..”
“Na do,oppa..”
Cklek!
Sambungan telepon pun terputus.Seyoon melamun,memikirkan nasibnya bersama seseorang yang sudah ia anggap sebagai saudaranya sendiri,sebagai oppanya sendiri.Ia tak habis pikir jika ayahnya alan menjodohkannya dengan Lee Donghae.
-Ms.SC-
“Yoon-ah..kau sakit?”,kata Donghae sambil memperhatikan Seyoon yang tidak bernafsu untuk menelan makanan di depannya.Mereka kini sedang berada di sebuah restaurant Itali di dekat Passific Corp.
“Aniya..oppa..”
“Lalu…kenapa?Kau harus makan,Yoon..”,kata Donghae dengan sabar.
“Oppa!!”,Yoon menggertak.”Bagaimana bisa kau menelan makanan jika kau dipisahkan dari orang yang kau cintai selama ini hanya karena orang itu dianggap tidak bisa menjamin masa depanmu,eoh?”
DEG!!
Donghae tersentak dengan pernyataan Seyoon baru saja.Ia langsung menatap ke arah Seyoon yang terlihat berantakkan.
“Maksudmu apa Yoon?”
“Aku sudah memiliki namjachingu,oppa..Lee Hyukjae..”
Satu nama yang membuat Donghae merasa bersalah.Ternyata gadis yang ia cintai sebenarnya sudah memiliki kebahagiaan sendiri yang ia hancurkan hanya karena keegoisan perasaannya.
“Haha…sudahlah,oppa.Tidak usah merasa bersalah.Lagi pula,appa tidak pernah setuju jika aku berpacaran dengan Hyuk oppa.Dia hanya mahasiswa jurusan musik yang katanya tak tentu arah.Itu pendapat appa.Dan sekarang….appa telah mengirimnya kuliah di Amerika agar ia jauh dariku.Huh..bagaimana bisa aku hidup jauh tanpa oksigenku?Aigoo…”,kata Seyoon dengan tawa miris.
“Yoon..aku tau perasaanmu..”,kata Donghae lirih.Aku berjanji akan menjadi oksigenmu dan selalu membahagiankanmu,lebih dari Hyukjae,batin Donghae.
“Oppa..aku hanya ingin meminta maaf…”
“Mwo?Untuk apa?”
“Jika hari pernikahan kita tiba,maksudku…bulan depan,jika aku masih mencintai Hyukjae oppa…apakah kau akan memafkanku?Aku tau…kau pasti sangat sakit hati.Tapi tak mudah bagiku untuk melupakan Hyukjae oppa yang telah mengisi hari – hariku selama tiga tahun ini.Aku tau kau sangat baik dan sayang padaku,namun..”
“Tenanglah..Yoon..Kau tak perlu minta maaf.Kau tidak salah sama sekali.Aku sangat mencintaimu dan aku menghargai perasaanmu jika kau masih mencintai Hyukjae..”
“Gomawo,oppa…kau yang terbaik…”,kata Seyoon sambil memeluk Donghae sekilas.
Aku berjanji akan membuatmu jatuh cinta padaku dan suatu hari nanti kau pasti akan mencintaiku.Saranghae,Yoon-ah…,batin Donghae yang hanya memandangi Yoon-nya yang cantik.
-Ms.SC-
Hari yang telah ditunggu tiba.Sudah 1 bulan semenjak peristiwa perjodohan itu terjadi,semenjak pemisahan Hyukjae dengan Seyoon.Akhirnya,hari pernikahan Donghae dan Seyoon tiba.Pada hari itu juga,Hyukjae harus berangkat ke Amerika.Hati Seyoon benar – benar sangat pilu menghadapi semua masalah yang menghadangnya.
“Hyukjae oppa… ”, panggilnya lirih melalui ponselnya.
“Yoon-ah…jeball… uljima…kau harus tenang..”,jawab Hyukjae yang sudah berada di Incheon Airport.
“Hyukjae oppa…”,panggilnya lagi.Seyoon sama sekali tak bisa berkata – kata lagi selain mengucap nama Hyukjae.
“Aku merelakanmu,Yoon..Kau harus bertahan,kau harus bersabar,ara?Kau hiduplah baik – baik dengannya.Mmm..dengan..??”
“Lee Donghae..Donghae,namanya..”
“Ah…ne…Lee Donghae.Suatu hari,jika takdir mengijinkan..kita pasti akan bersama.Arasseo?”
“Ne..oppa.Hyukjae oppa…jeongmal saranghae..”
“Nado…jagi..Na do saranghae..”
“Bye oppa…mereka sudah memanggilku..”
“Ne..Yoon-ah..hwaiting!!”
“Mmm…”
Acara pernikahan mereka yang diadakan di Palace Hotel berjalan dengan lancar.Mereka mengambil foto pernikahan dengan senyum bahagia walaupun terkesan senyum Seyoon terlalu dipaksakan.Mereka melayani tamu – tamu yang hadir hari itu.Suasana pernikahan yang megah sangat tergambar karena keduanya berasal dari perusahaan terbesar di Korea.Setelah pesta megah yang berlangsung beberapa jam itu berakhir,mereka akhirnya pulang menuju ke apartemen megah yang baru saja dibeli Donghae dua minggu sebelum pernikahan mereka.Mereka berjalan memasuki apartemn itu,Donghae menekan beberapa tombol kode apartemen mereka sambil menggandeng tangan Seyoon.Setelah itu mereka memasuki apartemen itu.Ini bukan yang pertama kalinya bagi Seyoon memasuki apartemen itu karena beberapa hari sebelumnya ia sudah pernah datang untuk menata bajunya di sana.
“Mm…oppa..bisakah aku meminta sesuatu?”
“Ne..katakan saja..akan kubelikan..”
“Aniya..oppa..bukan itu maksudku..”
“Lalu apa?”
“Mm…aku ingin kita tidak melakukannya sekarang..Aku masih belum bisa mencintaimu..oppa..Mianhae..”
“Ah..ne…ne…arasseo…Kau tenang saja.Aku tidak akan memaksamu..di apartemen ini ada dua kamar.Haruskah aku tidur di kamar sebelah?”
“Ah…aniya…oppa..tidurlah di kamar ini.Nan gwenchana..”
“OK,aku akan memegang kata – kataku tadi..”,kata Donghae tegas.
-Ms.SC-
Sudah sebulan sejak pernikahan mereka.Mereka jalani dengan perasaan yang biasa saja.Tepatnya Seyoon.Berbeda dengan Donghae yang selalu menunjukkan rasa sayangnya pada Seyoon.Hingga pada suatu hari,Donghae baru saja kalah tender.Ini bukan yang pertama kali.Sudah tiga kali ia kalah tender.Malam itu ia pulang larut.Tepatnya tengah malam,pukul 00.30.Seyoon masih menunggunya di sofa.Tak lama,terdengar seseorang memasukkan pin ke pengunci apartemen,namun selalu gagal.Seyoon melihat melalui intercom,ternyata itu adalah suaminya,Donghae.Seyoon cepat – cepat membuka pintu dan ia sangat terkejut dan tak menyangka jika orang yang ada di depannya ini adalah Lee Donghae.
“Seyoon-ah…uhk..”,panggilnya lirih.Donghae mabuk berat.Kemeja putihnyanya basah karena hujan yang benar- benar lebat malam itu.Bau alkohok menyeruak dari mulutnya.Seyoon dengan sigap memapahnya.
“Oppa…kau ini kenapa eoh?Kau mabuk..”
“Bi….uhk…biarkan saja..ak..aku benar – benar frustasi…uhk…aku ..kk..kalah tender..hh..hari ini…uhk..”
Seyoon membawanya ke kamar mereka.Ia bingung apakah harus mengganti baju Donghae atau tidak.Jika tidak maka Donghae akan sakit,jika ia harus menggantinya,ia bingung harus brbuat apa.Sejenak,Seyoon telah membuat keputusannya.Ia menggantikan baju Donghae lalu mengeringkannya dengan handuk kemudian menyelimutinya.Namun,saat akan menyelimutinya,tiba – tiba Donghae menarik tangan Seyoon.
“Yoon-ah…”
“Oppa..wae?”
“Ah…neomu yeppeo..”
“Mwoya??!Oppa..sudahlah…kau itu mabuk.”
“Yoon-ah..”,kata Donghae semakin menarik tangan Yoon hingga terduduk di samping sofanya.
“Oppa..ige mwoya?!!Kau itu mabuk!!Lepaskan aku..”
“Kumohon…kali ini saja Yoon..”
“Oppa…It’s too much.Tidak seharusnya seperti ini!!Aku…aku belum mencintaimu,oppa..Geumanhae!!”,teriak Seyoon.
“Yoon-ah..aku benar- benar sangat mencintaimu..jeongmal..tidak bisakah kau membuka hatimu untukku??Setidaknya anggaplah aku ada..”
CHU~~
Tiba – tiba Donghae mencium bibir Seyoon dan merangkul pinggangnya.Ciuman mereka semakin lama hingga akhirnya…<<SKIP>>
-Ms.SC-
Cahaya matahari menembus gordyn kamar Seyoon dan Donghae.Seyoon mengerjapkan matanya beberapa kali,menyesuaikan dengan cahaya yang menerpa matanya.Ia bangun dan terduduk,bersandar pada pinggiran tempat tidurnya.Ia menutupi tubuhnya dengan selimut.Ia menangis terisak sambil menutupi mulutnya.
“Namja brengsek!!”,lirihnya pelan hampir tak terdengar.Ia kembali menangis,merasakan sakit di sekujur tubuhnya.Ia merangkak,turun dari tempat tidur,lalu mengambil bajunya yang berserakan.Ia sempat mengamati wajah Donghae yang masih tertidur pulas.Ia mengepalkan tangannya menahan emosinya mengingat kejadian semalam.
“Hyuk oppa…mianhae…”,lirihnya lagi.Ia berjalan ke kamar lain yang tak pernah ditempatinya.Ia meringkuk dan menangis di sana.Seyoon meraih ponselnya.Ia menekan nomor Jung ahjumma,salah satu pembantu di rumahnya.
“Ahjumma…siapkan tiket ke Pulau Jeju..sekarang.Aku ingin berlibur sebentar di sana.Jangan sampai ada yang tau,termasuk appa.aratchi?”
“Ne…agassi…”
Seyoon segera membereskan semua pakaiannya.Tanpa di ketahui Donghae,ia mengambil kunci mobilnya dan berlalu menuju ke basement.Tak butuh waktu lama,aksi kebut – kebutan Seyoon bisa mencapai Incheon Airport dengan waktu 3 jam. *mian,author ngarang*
Ia turun dari mobilnya,membawa kopernya dan menemui seseorang yang telah ia kenal lama.
“Ahjumma…”
“Agassi…kau…kenapa tampak pucat.Kau sakit?”
“Aniyo…ahjumma…aku hanya berat dengan tugas kuliahku.Jadi aku ingin berlibur.”
“Oh..arasseo..Mari kubawakan kopernya..”
Sesaat mereka menunggu,akhirnya pesawat yang akan ditumpangi Seyoon akan segera berangkat.
“Ahjumma…aku berangkat dulu.Oh,ya…tolong jangan sampai ada yang tau,terutama Donghae oppa.Kumohon.Apa pun yang terjadi,jangan beritau jika aku ada di Jeju.”
“Tapi…Ah..Arasseo..agassi.Hati – hati…”
Akhirnya pesawat Seyoon pun take off.Sepanjang perjalanan ia hanya memikirkan kejadian yang telah menimpanya.Bagaimana bisa ia kembali pada Hyukjae dengan keadaan seperti itu.Satu hal yang paling ia takutkan.Hamil.Jika itu sampai terjadi,Seyoon tak segan – segan akan menghabisi nyawanya sendiri.
Di sisi lain,Donghae baru saja bangun dari tidurnya.Ia mendapati Seyoon sudah tidak ada lagi di sebelahnya.Ia duduk dan mengusap wajahnya yang masih mengantuk.Tiba – tiba ia terkejut.Tubuhnya hanya tertutup oleh selimut putih.Ia menyadari ada sesuatu yang ganjal.Seyoon tidak ada di sebelahnya dan ada bercak darah di kasur itu.Donghae beranjak bangun,memakai bajunya dan mencari Seyoon.
“Yoon-ah…Seyoon-ah…”,teriaknya.Namun,pemilik nama itu tak kunjung datang.Ia mencari ke semua ruangan dan hasilnya nihil.Entah Seyoon kini ada di mana yang jelas Donghae sangat frustasi.Ia meraih ponselnya dan menelepon seseorang.
“Kyuhyun-ah..batalkan semua jadwal rapat hari ini.Letakkan dokumen kontrak atau apa pun di mejaku dan tolong hubungi semua anak buahku,perintahkan pada mereka untuk mencari Seyoon!!”,katanya datar.
“Arasseo..hyung.Memang ada apa dengan Seyoon noona?”,tanya Kyuhyun yang merupakan teman dekat sekaligus manager promotion di L-Corp.
“Entah…dia menghilang.Sepertinya ia mengajakku untuk perang dingin.”
“Ara…ara…”
-Ms.SC- 2 weeks later…
Donghae sudah berusaha mencari Seyoon ke mana – mana.Seluruh anak buahnya ia perintahkan untuk mencarinya di seluruh Seoul bahkan sampai ke Hwangju,tempat kelahiran Seyoon.Nmaun,hasilnya tetap nihil.Ia sama seklai tak bisa menemukan keberadaan Seyoon.Ia sudah berusaha bertanya pada Mr.Park dan keluarganya namun tak ada yang tau.
“Jung ahjumma…apakah kau tidak tahu di mana Seyoon sekarang?”,tanya Donghae dengan tampang kusut dan berantakan.Akhir – akhir ini ia sering mabuk,2 tender kalah dalam waktu seminggu.Waajahnya pucat dan badannya terlihat sedikit kurus.”
“Aigoo..Tuan Lee..apakah kau sakit?Kau sudah makan?”
“Bagaimana aku bisa makan jika aku saja tidak bisa menemukan istriku di mana..”,jawabnya frustasi.”Sekarang,katakan padaku,di mana Seyoon?”,sambungnya lagi.
“Apakah Tuan sudah mengeceknya di Seoul atau Hwangju?”
“Hampir dua minggu ini kuhabiskan waktu untuk mencarinya di tempat – tempat itu..Ayolah…ahjumma…aku tau…kau itu pasti tau di manaSeyoon sekarang…”
Karena kasihan melihat kondisi Donghae yang tak karuan,Jung ahjumma akhirnya memberika saran pada Donghae.
“Kenapa anda tidak mengecek data di bandara?Mungkin saja ia pergi berlibur ke luar?”
“Ah…ara…ara..”,Donghae langsung pergi begitu saja dari dapur Jung ahjumma dan melesat mengambil kunci mobilnya.
“GOMAWO AHJUMMA…!!!”,teriaknya dari jauh.Jung ahjumma hanya menggelengkan kepalanya sambil menahan tawa.Beberapa saat kemudian,Jung ahjumma pergi ke suatu tempat.
Hampir setegah jam perjalanan,saat Donghae masih berada di mobil,ia menerima telepon dari ayahnya.
“Yeoboseyo?Appa…wae?”
“Donghae,kau harus mengecek cabang perusahaan kita yang ada di Jeju.”
“Mwo?Abeoji…kenapa sekarang?Dan lagi kenapa aku?Kenapa tidak Kyuhyun saja atau Jungsoo hyung?”
“Jungsoo sedang di Amerika.Kyuhyun sedang rapat di Busan untuk memenangkan tender berharga.Hanya kau yang sedang kosong.”
“Abeoji…kau tau..aku sedang dalam masalah.Istriku tak pulang dua minggu ini..”
“Aku tau…maka dari itu,pergilah ke Pulau Jeju.Anggap saja kau juga menenangkan pikiranmu.Aku sudah memesankan tiketnya.Sore ini kau berangkat.OK?”
“Ah…jinjja…OK…”,kata Donghae lesu sambil tetap focus menyetir.Akhirnya ia tidak jadi ke bandara,namun pergi ke apartemennya untuk membereskan barangnya.
Sementara itu,di L-corp,mereka – mereka yang berada di dekat ponsel Mr.Lee berteriak senang seperti memenangkan lotre.
“Yiay…!!!Ahjusshi…daebakk!!”,kata Kyuhyun sambil mengacungkan jempolnya.
“Begitu mudahnya membohongi Donghae…hahaha…”,sambung Jungsoo diiringi tawanya.
“Ini semua berkat bantuanmu.Neomu kamsahe..Yoora-ssi..”,kata Mr.Lee pada Jung Yoora yang tak lain adalah pembantu Seyoon yang sering ia panggil Jung ahjumma.”Kalau bukan karena informasimu,mungkin putraku ini sudah akan menjadi gila…”,sambung Mr.Lee.
“Ne..Tuan,kalau begitu saya pulang dulu tuan..”,kata Jung ahjumma sambil membungkukkan badan dan berlalu.Ternyata sepeninggal Donghae tadi,Jung ahjumma pergi menuju L-Corp untuk menghubungi ayah Donghae.
Malamnya,Donghae bersama Ryeowook -asistennya- ,sampai di Pulau Jeju.Mereka meletakkan barang mereka ke Hotel sejenak,lalu beranjak ke GwangWon Restauran di pusat kota Jeju *ini beneran ada*.
“Hyung…kau mau makan apa?”,tanya Ryeowook pelan.
“Sudahlah…Wookie-ah..aku sedang tidak nafsu makan.Aku hanya ingin bertemu istriku.Itu saja..”
“Hyung…Hyung…lihat yeoja yang di sebelah sana..Bukankah itu istrimu?Seyoon noona?”,kata Ryeowook sambil menunjuk ke bangku nomor 9.Donghae memperhatikan lekat – lekat yeoja yang duduk di bangku iu sambil mengaduk – aduk makanan yang sedari dipandanginya.Terlihat bahwa yeoja itu sama sekali tak ingin memakan hidangan yang ada di depannya.
“Se..Seyoon??Ya…itu benar Seyoon..Sedang apa ia di sini??”,Donghae beranjak dari tempat duduknya diikuti oleh Ryeowook.Namun,yeoja itu ternyata juga berdiri dan meninggalkan meja tersebut kemudian membayarnya tanpa memakannya.Yeoja itu berlari keluar restaurant sambil menutupi mulutnya.Ia berlari ke sebuah apotek yang tak jauh dari restaurant itu.Donghae masih menunggunya di luar untuk memastikan yeoja yang ia lihat sekarang adalah Seyoon yang sudah 2 minggu ini menghilang.Sejenak kemudian,Seyoon keluar dari apotek itu dan menuju ke mobilnya.Donghae yang belum sempat mengejar Seyoon langsung berlari ke arah mobil perusahaannya di Jeju dan berusaha mengikuti Seyoon.Hingga akhirnya,mobil Seyoon berhenti di salah satu penginapan yang tak begitu mewah,namun kesan naturalnya sangat terlihat.
“Hyung…kau yakin mengikutinya sampai sejauh ini..?”,tanya Wookie khawatir.
“Ne…aku yakin,dia Seyoon-ku..”,katanya sambil mempertegas 2 kata terakhirnya.Donghae mengikuti yeoja itu hingga yeoja itu berhenti di suatu kamar.Beruntunglah tak ada password ataupun lock yang aneh – aneh di penginapan ini karena penginapan ini kental akan unsur tradisional Korea.Donghae ragu untuk mengetuk pintu itu.Ia memutuskan untuk menunggu sampai yeoja itu keluar.Namun,sepertinya,ia tidak bisa menunggu lagi setelah 10 menit berdiri di depan pintu,ia mendengar suara teriakan dari dalam kamar itu.
“Arrrgghhh…!!!Namja brengsek!!!Namja brengsekk!!!”Arrrghh…!!!”,teriak yeoja itu dari dalam.Sontak Donghae langsung masuk ke kamar itu.Beruntunglah kamar itu tidak dikunci.Donghae mengedarkan seluruh pandangannya ke semua ruangan.Lalu ia menemukan sumber suara itu berasal dari kamar mandi.
“Seyoon-ah?Seyoon-ah??!!”.teriak Donghae dari luar kamar mandi.Terdengar jelas isakan pilu dari yeoja itu.Namun,setelah mendengar suara Donghae itu,tiba – tiba yeoja itu terdiam.Tak ada suara lagi.
“Yoon-ah…bukakan pintunya!!Jeball…”,pinta Donghae dari luar.
“WAE?BUAT APA KAU KE SINI HUH?KAU BRENGSEK DONGHAE-AH!!”,teriak Seyoon dari dalam yang bahkan sudah membuang kata oppa dari otaknya.
“Jeball..Yoon-ah…maafkan aku..Mianhae…jeongmal mianhae…Aku sangat mencintaimu Yoon-ah…”
“Kau sudah menghancurkan hidupku!!Donghae-ah!!!Kau benar- benar brengsekk!!!”
Donghae benar- benar frustasi,ia kemudian mendobrak pintu kamar mandi itu.
BRAAAK!!
“Yoon-ah…”,lirih Donghae yang menemukan Seyoon terduduk di atas lantai kamar mandi.
“Jangan mendekat..!!!”,titah Seyoon pada Donghae.Seyoon mulai berdiri,ia menjauh dari Donghae.
“Yoon-ah…aku tau aku memang brengsek..aku minta maaf.Mianhae..jeongmal..kau boleh berbuat semaumu.Apa pun…akan kulakukan..”,Seyoon masih terisak.
“Apa kau masih bisa berkata seperti itu jika kau sudah menghancurkan semua masa depanku huh?Aku belum mencintaimu,Donghae-ah..Kenapa kau melakukannya padaku?Apa jika aku menamparmu,aku memukulmu apakah situasi akan berbalik menjadi seperti semula?Tidak kan??”
“Apa maksudmu,Yoon-ah..?Aku tidak mengerti…”
“Lihat ini…!!Kau benar- benar brengek!!Donghae-ah!!”,teriak Seyoon lagi.Donghae mengambil benda yang dilemparkan Seyoon padanya.Testpack.Ia mengambil benda itu dan tertera 2 garis merah pada benda itu.
“Kau…hamil??”,tanya Donghae ragu.Seyoon tak bergeming.Ia hanya terus menangis.Donghae pun mendekat kea rah Seyoon.
“Kau ..hamil..Yoon-ah?”
“JANGAN MENDEKAT!!KUBILANG KAU PERGI!!PERGI DARI SINI!!AAARRGGH!!!”,Seyoon terpeleset karena lantai kamar mandi yang licin.
“Ini semua gara – garamu!Kau adalah namja paling brengsek di dunia ini yang harus kumusnahkan eoh!!Neo jinjja!!!Arrghh!!!”,bentak Seyoon sambil terus memukuli perutnya yang masih rata.Kecurigaannya tergbukti karena sudah 5 restaurant di Jeju yang ia jelajahi namun ia selalu akan muntah ketika makan.Bercak – bercak darah terlihat di atas lantai kamar mandi yang putih.Donghae berjongkok menyesuaikan posisinya dengan Seyoon.
“Yoon-ah!!GEUMANHAE!!”,bentak Donghae sambil memegang tangan Seyoon yang terus berusaha memukukli perutnya yang masih rata.
“APA PEDULIMU PADAKU HAH?BIARKAN SAJA AKU MATI!!BIARKAN AKU MATIII!!DONGHAE-AH..!!!”
Bercak darah itu semakin banyak.Seyoon semakin melemas.Donghae mulai panik.Beberapa saat kemudian Seyoon sudah tak sadarkan diri.
“Seyoon!!Park Seyoon!!Ireona!!!Jeball…!!Yoon-ah!!!Ireona!!!”,teriak Donghae sambil mengguncang – guncangkan bahu Seyoon.
TBC
Jiakakakakak…gimana readers?Ancurkan?Oh pasti..Gaje kah?Bener banget.Yah…mau gimana lagi…itu secuil *?* karya saiia yang abal jadi mohon dimaklumi.Komennya jangan lupa ya…Kira – kira endingnya gimana ya?Penasaran kah?Hm…kayaknya enggak ya..yaudah..See u on Chapter 2.