<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Superjunior Fanfiction 2010</title>
	<atom:link href="http://superjuniorff2010.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://superjuniorff2010.wordpress.com</link>
	<description>Super Fanfiction SuperJunior</description>
	<lastBuildDate>Fri, 27 Jan 2012 20:33:13 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='superjuniorff2010.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://1.gravatar.com/blavatar/77aa8f765784ff0aefd59c0aafba13f8?s=96&#038;d=http%3A%2F%2Fs2.wp.com%2Fi%2Fbuttonw-com.png</url>
		<title>Superjunior Fanfiction 2010</title>
		<link>http://superjuniorff2010.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://superjuniorff2010.wordpress.com/osd.xml" title="Superjunior Fanfiction 2010" />
	<atom:link rel='hub' href='http://superjuniorff2010.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Roses Along the War 1</title>
		<link>http://superjuniorff2010.wordpress.com/2012/01/27/roses-along-the-war-1/</link>
		<comments>http://superjuniorff2010.wordpress.com/2012/01/27/roses-along-the-war-1/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 27 Jan 2012 13:27:39 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ELF4SUJU</dc:creator>
				<category><![CDATA[로맨스 ♥ Romance]]></category>
		<category><![CDATA[계속 ♥ continue]]></category>
		<category><![CDATA[fanfiction]]></category>
		<category><![CDATA[액션 ♥ Action]]></category>
		<category><![CDATA[우정 ♥ Friendship]]></category>
		<category><![CDATA[Cho Kyuhyun]]></category>
		<category><![CDATA[Lee Donghae]]></category>
		<category><![CDATA[Lee Sungmin]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://superjuniorff2010.wordpress.com/?p=32486</guid>
		<description><![CDATA[Title                     : Roses Along the War 1 Author                : Specialshn featuring. Ifasehitte Length/Genre    : Chaptered/Action, Romance, Friendship Tags/Casts          : Lee Donghae, Lee Sungmin, Cho Kyuhyun, OC’s Disclaimer          : rightfully ours, do not plagiarize. Also published on our blog, specialshin.wordpress.com and ifasheitte.wordpress.com Specialshin and Ifasheitte Proudly Present. Chapter 1 written by Specialshin Sungmin membidik target yang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=superjuniorff2010.wordpress.com&amp;blog=11405649&amp;post=32486&amp;subd=superjuniorff2010&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://superjuniorff2010.files.wordpress.com/2012/01/roses-along-the-war-2.png"><img class="aligncenter size-full wp-image-32488" title="roses-along-the-war-2" src="http://superjuniorff2010.files.wordpress.com/2012/01/roses-along-the-war-2.png?w=538&#038;h=576" alt="" width="538" height="576" /></a></p>
<p>Title                     : Roses Along the War 1</p>
<p>Author                : Specialshn featuring. Ifasehitte</p>
<p>Length/Genre    : Chaptered/Action, Romance, Friendship</p>
<p>Tags/Casts          : Lee Donghae, Lee Sungmin, Cho Kyuhyun, OC’s</p>
<p>Disclaimer          : rightfully ours, do not plagiarize. Also published on our blog, specialshin.wordpress.com and ifasheitte.wordpress.com</p>
<p><a href="https://specialshin.wordpress.com/">Specialshin</a> and <a href="http://ifasheitte.wordpress.com/">Ifasheitte</a> Proudly Present.</p>
<p>Chapter 1 written by Specialshin</p>
<p>Sungmin membidik target yang berada jauh 100 meter dihadapannya dan peluru itu mendesing cepat menembus lingkaran hitam kecil di tengah papan tersebut. Sungmin tersenyum puas dan melakukan tembakan keduanya, dan hasilnya tidak kalah spektakuler dari itu.<br />
<span id="more-32486"></span></p>
<p>Seseorang menepuk  bahunya dari belakang. Sungmin menoleh lalu membungkuk dengan hormat. “Master,<!--more-->” ucapnya sementara pria tua yang dipanggil master tersebut hanya tersenyum bangga. “Kau adalah asset besar organisasi kita. Sungmin-ah. Kau dan Donghae.” Katanya. Sungmin hanya tersenyum tipis mendengarnya.</p>
<p>Crazioneer, suatu organisasi besar semacam mata mata dari FBI yang ada di korea. Dengan para special agent tangguh yang dilatih super ketat mulai dari mereka berusia balita. Lee Sungmin dan Lee Donghae adalah dua dari yang terbaik di antara mereka dengan skill menembak dan bela diri paling menonjol bahkan semenjak mereka berusia 5 tahun.</p>
<p>Organisasi itu benar benar terkemuka diantara mereka mereka yang mengetahuinya. Tidak banyak yang pernah mendengar nama Crazioneer karena itu adalah badan bawah tanah buatan FBI, yang diletakkan di benua asia untuk membentuk sumber daya yang tangguh tanpa tercium oleh musuh dan mata mata di luar sana.</p>
<p>Kang Junghwan, pria separuh baya namun tangguh pemimpin nomor satu Crazioneer, mantan special agent FBI namun ditugaskan kembali ke Negara asalnya untuk merintis organisasi yang merupakan proyek besar dan ada di urutan ke 4 dalam skala prioritas FBI. Pria itu sudah menganak emaskan Sungmin dan Donghae semenjak mereka berdua menjadi partner mematikan bagi teman temannya di usia balita.</p>
<p>Tiba tiba pandangan teduh pria itu mengeras. Sungmin menatapnya waspada dan benar saja, ia menarik sebilah pedang lurus dari pinggangnya dan menghunuskannya tepat kearah bahu Sungmin membuat pria itu terpaksa mengelak ke kanan.</p>
<p>Junghwan memutar mutar pedangnya lihai dan kembali mengarahkan benda tajam itu pada murid kesayangannya tersebut memaksanya untuk berkelit dan melakukan salto ke belakang guna menghindari mata pedang yang mengincar jantungnya itu.</p>
<p>Saat pria itu lengah, Sungmin menarik pistol M5 lengkap dengan peredam yang diselipkan di pinggangnya tadi. Ia membidik pedang gurunya itu tetapi terlambat, pedang itu bergerak sehingga Sungmin tidak sempat menembaknya.</p>
<p>Sungmin melompat salto dua kali ke belakang untuk menciptakan jarak diantara mereka berdua. Junghwan menatapnya dengan mata dipicingkan dan meluruskan pedangnya dengan ujung yang mengarah tepat ke jantung Sungmin.</p>
<p>Ia berlari cepat ke arahnya sementara Sungmin yang awalnya ragu menarik pelatuk pistolnya lalu menembakkan dengan jitu, tepat di mata pisau membuat pedang itu melayang ke belakang terlepas dari tangan pemiliknya.</p>
<p>Junghwan menatap tangan kosongnya dan suasana hening diantara mereka. Sungmin dengan nafas terengah memandang gurunya tersebut heran akan apa yang baru saja dilakukannya.</p>
<p>“DAEBAK!” Junghwan bertepuk tangan keras memuji Sungmin yang sekarang salah tingkah tetapi tetap waspada. Tetapi Junghwan dengan cekatan merebut M5 dari tangan Sungmin, menarik pelatuknya dan dalam sepersekian detik benda itu sudah mengacung di pelipis kanan Sungmin yang membatu.</p>
<p>“Kau hebat, Lee Sungmin. Hanya satu yang perlu kusampaikan…” katanya dalam suasana mencekam tersebut. Sungmin hanya menelan ludahnya membatu di tempat.</p>
<p>“Siapapun lawanmu…. Dalam sebuah pertarungan jangan ragu ragu untuk menyingkirkannya. Termasuk gurumu sendiri,” ucapnya lalu menurunkan pistolnya dan mengembalikan ke tangan Sungmin. “Oh ya, jangan menaruh pistol di jeansmu, banyak yang impotensi karena itu,” candanya renyah. Ia menepuk pundak  murid kesayangannya itu berwibawa, dan meninggalkannya sendirian.</p>
<p>Sungmin menghembuskan nafas panjangnya. Inilah yang paling ia benci dari seorang Kang Junghwan. Suka sekali mengetes tiba tiba dan ia kan paling tahu kalau Sungmin tidak akan mungkin membahayakannya. Hutang budi yang ditanggung Sungmin padanya jauh lebih besar dari naluri menyerang yang harus dimilikinya.</p>
<p>Sungmin baru saja mau menyelipkan mulut pistolnya ke jeans ketika mengingat peringatan Masternya itu tentang ‘impotensi’. Ia tertawa kecil lalu meraih jaket hitamnya dan menyelipkan pistol tersebut di kantung bagian dalamnya. Ia meraih ponselnya dan menekan nomor gadis specialnya.</p>
<p>“Yoboseyo?”</p>
<p>Sungmin tersenyum lembut mendengar suara itu. Benar benar suara yang diinginkannya. Shin Yoonji, gadis yang selalu jadi orang special untuknya. Sungmin benar benar  menelepon hanya untuk mendengarkan suara damainya.</p>
<p>Sebenarnya Sungmin ingin gadis itu mengatakan lebih dari sekedar ‘halo’. Sebenarnya Sungmin ingin gadis itu menanyakan kabarnya atau menceritakan harinya sepagian ini. Ia ingin gadisnya itu memarahinya karena meninggalkan rumah tanpa sarapan. Sebenarnya Sungmin tidak terlalu peduli apapun yang dikatakan gadis itu. Ia hanya ingin mendengar Yoonji berbicara.</p>
<p>“Apa kabar?” tanya Yoonji lembut membuat Sungmin tersenyum senang. Gadis ini memang paling mengerti keinginannya. “Apa saja yang kau lakukan hari ini?” Sungmin bertanya balik.</p>
<p>Yoonji diam, seperti berpikir. Sungmin tahu gadis ini pasti sedang memikirkan urutan kronologis cerita, seperti yang dilakukannya setiap malam saat mereka menghabikan waktu berdua di balkon rumahnya, atau Sungmin datang malam hari untuk sekedar menggenggam tangannya.</p>
<p>Sungmin hanya diam menunggu jawaban dari gadis itu, tidak sabar dengan jawaban panjang yang akan di terimanya. “Aku bangun jam tujuh, lalu pergi kuliah. Saat sampai di kampus aku baru ingat kalau hari ini aku tidak ada kelas pagi. Bodoh ya? Setelah itu aku ingat kalau apartemenmu dan Donghae sangat dekat dengan kampusku. Aku langsung pergi kesana dan disana hanya ada Donghae, jadi sambil menunggu kelasku selanjutnya aku menghabiskan waktu bersama dia,” cerocosnya panjang.</p>
<p>Sungmin hanya tertawa kecil karena kecerobohan gadis ini. Gadis ini ceroboh, banyak bergerak, suka berbicara, kalau berjalan suka menandak nandak. Tidak pernah memperhatikan jalan dan mungkin akan segera mati jadi korban tabrak lari kalau dibiarkan berjalan kaki sendirian.</p>
<p>Tidak bisa memasak, cengeng dan segala macam ketidak sempurnaan lainnya tetapi satu hal penting yang membuat Sungmin sampai matipun tidak akan bisa melepaskannya adalah, bahwa gadis ini mencintainya.  Cinta sebesar itu mana mungkin dilepaskannya begitu saja.</p>
<p>Selama ia hidup, dua tahun dipanti asuhan dan dua puluh empat tahun di pelatihan Crazioneer, cinta yang diterimanya hanya dari seorang master hebat Kang Junghwan, sahabat sehidup matinya Lee Donghae, dan gadis-bukan-siapa-siapa ini. Dibesarkan bersama dengan pedang, senapan dan senjata lainnya, berbicara dengan Yoonji membuatnya normal dan merasakan bagaimana rasanya menjadi manusia yang bangun jam delapan pagi dan pergi kuliah atau bekerja.</p>
<p>“Jadi… kau dimana sekarang?” tanya Sungmin sambil melangkah keluar pekarangan gedung perusahaan besar <em>fake</em> yang dimata orang orang adalah kantor sebuah PT paling maju Korea, tetapi ternyata didalamnya terdapat ribuan system pengamanan canggih untuk memastikan kedok sebenarnya terlindungi dengan sempurna.</p>
<p>“Di apartemenmu, kubilang. Dengan Donghae,” katanya ceria. Sungmin hanya tersenyum senang mengetahui gadis itu senang mendengar suaranya juga. “Dan apa yang kau lakukan bersama Donghae?” tanya Sungmin lagi. Entahlah, memancing gadis ini berbicara memiliki sisi menyenangkan sendiri untuk Sungmin.</p>
<p>Yoonji diam, lagi lagi mengurutkan kronologis cerita dalam pikirannya. “Er… awalnya aku memintanya mengajariku memasak Macarons, mengingat dia koki terhebat sepanjang hidupmu—“</p>
<p>“satu satunya koki sepanjang hidupku Yoon, mungkin banyak yang lebih hebat tetapi hanya Donghae yang aku percaya tidak akan meracuniku,” canda Sungmin membuat Yoonji tergelak. “Lalu? Apakah Macaronsmu berhasil?” tanya Sungmin lagi, kali ini memasuki mobil dan menghubungkan ponselnya dengan headset agar bisa tetap mengobrol dengan gadis itu sepanjang perjalanan.</p>
<p>“Ya… aku masi pemula um… kau tahu kan? sedikit fail sih, tetapi Donghae bilang bentuknya bagus kok,” kata Yoonji mencari cari alasan dan Sungmin hafal betul ini artinya Macarons buatannya tadi itu gagal total.</p>
<p>Sungmin tersenyum sendiri membayangkan wajah kecewa Yoonji saat melihat Macaronss itu berbentuk abstrak dan  rasanya tidak kalah abstrak. Dan pria itu hampir melepaskan tawanya saat membayangkan ekspresi Donghae yang lebih lebih abstrak lagi melihat gadis itu memberantaki dapurnya.</p>
<p>“Jadi Donghae bilang Macaronsmu bagus?”</p>
<p>Yoonji hanya terdiam sebentar mendengar pertanyaan Sungmin. Sudah bisa dibayangkan wajahnya murung saat itu. “Iya dia bilang begitu tetapi aku tahu itu tidak benar. Pasti Macaronsku itu super fail tetapi karena aku kekasih sahabatnya jadi dia masih baik hati memuji bentuknya,” curhat Yoonji membuat Sungmin ingin segera mencium pipinya gemas.</p>
<p>“Baiklah, si cantik yang baru saja gagal membuat Macarons dan menerima pujian palsu dari sahabat pacarnya, aku akan kembali membawakanmu Macarons yang banyak. Mau rasa apa?” tanya Sungmin sambil menghentikan mobilnya di depan bakery terkenal yang tertangkap oleh matanya.</p>
<p>Yoonji memekik girang diujung sana membuat Sungmin lagi lagi tergelak. “Aku mau orange chocolate! Rose juga. Vanilla juga. Mango juga. Blackforest juga. Black Currant juga. Greentea juga,” paparnya nonstop.</p>
<p>“Er… Sungmin Oppa…” Sungmin tersenyum kecil mendengar Yoonji memanggilnya begitu. Walaupun usia mereka terpaut empat tahun, gadis itu tidak pernah memanggilnya Oppa kecuali ada kemauan tertentu yang harus dipenuhi.</p>
<p>“Hm?” balas Sungmin sambil mengatupkan bibirnya rapat takut akan mengeluarkan gelak tawa. “Tidak bisakah kau membawakan saja semua rasanya untukku? Aku sedih karena gagal  membuat Macarons,” katanya dengan suara yang dibuat buat murung.</p>
<p>Sungmin hampir saja tergelak karena itu. Gadis itu memang selalu punya trik trik payah untuk merayunya dan walaupun itu tidak pernah mempan pada Sungmin, pria itu tetap saja selalu pura pura tidak kuat melawan rayuannya untuk memenuhi apapun kemauan Yoonji.</p>
<p>Sungmin membuat suara sedih yang dibuat buat untuk menghibur gadisnya. “Ah.. jangan murung begitu sayang, baiklah aku bawakan semua Macarons untukmu, bagaimana?” katanya lembut sambil mengisyaratkan waiter di counter untuk membungkus semua rasa Macarons masing masing satu untuk dibawa pulang.</p>
<p>“Yay!” Yoonji berteriak sambil tertawa tawa girang, dan samar samar Sungmin mendengar suara Donghae di ujung sana, ‘jangan berlebihan bocah. Rapikan dulu dapurku,’</p>
<p>Yoonji terdengar menjauhkan handphone dari telinganya dan berteriak pada Donghae. “Ya! Jangan berteriak seperti itu atau kuadukan kau pada Sungmin, dia bisa membunuhmu,” katanya membuat  Sungmin tertawa di ujung sana. Gadis itu mengira Sungmin tidak bisa mendengar pembicaraannya.</p>
<p>“Masa bodoh. Mungkin pertarungan kami akan menjadi legenda Crazioneer. Sekarang rapikan dapurku,” omel Donghae persis seperti Ahjumma di pasar swalayan.</p>
<p>Yoonji dengan pasrah menempelkan lagi ponselnya di telinga, berniat menutup pembicaraannya dengan Sungmin. “Sungmin-ah. Nanti dulu ya, aku ada sedikit urusan menyenangkan dengan Donghae,”katanya membuat Sungmin untuk kesekian kalinya mengatupkan bibrnya rapat rapat menahan tawa. “Semenyenangkan apa sih, sampai tega menutup teleponku,” pancingnya.</p>
<p>“Er… sangat menyenangkan mungkin, apa lagi kalau kau pulang membawakanku selusin Macarons. Sudah dulu yaaa annyeong jagi,” ucapnya panjang lalu terdengar <em>tuut tuut</em> pelan yang menandakan Yoonji sudah menekan tombol merah ponselnya.</p>
<p>Waiter bakery itu terheran heran melihat Sungmin membayar Macaronsnya dengan tersenyum senyum sendiri. Ia menyerahkan paperbag penuh makanan bulat menggiurkan itu dan membungkuk hormat sebelum Sungmin melangkah gontai keluar dari pintu bakery tersebut.</p>
<p>Sungmin masih belum bisa menghilangkan senyum di wajahnya ketika menstarter mobil dan mengemudinya santai melintasi jalanan lenggang Seoul di hari selasa siang yang lumayan dingin ini. Benar kan, persepsinya selama ini, berbicara dengan Yoonji tidak pernah gagal membuatnya rilex.</p>
<p>Pria itu melihat jam tangannya, masih menunjukkan jam sepuluh lewat sekian menit. Ia memperhatikan jalan di sekelilingnya, dan mendapati jalan potong yang diambilnya benar benar sepi. Sungmin menginjak dalam dalam pedal gas membuat mobil itu melaju super cepat.</p>
<p>Skill menyetir seperti orang gila ini sudah diajarkan kepadanya semenjak usianya lima belas tahun, dimana dia dilatih untuk menyetir gila gilaan dan membidik sasaran dari dalam mobil. Donghae tidak pernah berhasil menggunakan cara ini karena dia pengemudi yang buruk, sampai detik ini. Tetapi Donghae mahir menggunakan motor besar dan bisa tiba tiba menukik tajam menghindari tembakan dan mengerem dengan kepala masih utuh.</p>
<p>Sungmin memutar balik mobilnya, membanting setir 360 derajat. Cara yang berlebihan untuk berbalik arah memang, tetapi cara menantang seperti ini kadang kadang menyenangkan. Ia kembali menginjak pedal gasnya dalam dalam, dan mengebut cepat melintasi jalan lenggang seakan itu adalah track balap.</p>
<p>Ia membelok tajam di sebuah tikungan besar dan menghentikannya tepat di depan apartemennya. Sungmin melepas seatbelt, meraih paperbag Macarons di kursi belakang dan berjalan gontai turun dari mobil sportnya memasuki gedung apartemen mewah tersebut.</p>
<p>Sungmin menekan tombol 15 pada lift dan dirasakannya benda itu membawanya naik. Terdengar bunyi <em>ting</em> pelan dan pintu elevator terbuka. Sungmin berjalan gontai menyusuri koridor dan menekan tombol keamanan apartemennya, terdengar jawaban mesin dari dalam dan pintu terbuka otomatis.</p>
<p>“YA! Kau wanita jadi jadian! Aku menyuruhmu mencuci piring bukan membanjiri dapur, pabo!” terdengar suara Donghae mengomel panjang lebar. “Kau itu pria atau bukan sih? Berani membentak wanita seenaknya. Air ini mengalir tanpa henti, keranmu rusak, Pabo” balas Yoonji sambil menengadah kea rah Donghae yang jauh lebih tinggi darinya.</p>
<p>“Itu keran otomatis, kalau kau menjauhkan tanganmu dari sensornya itu akan berhenti sendiri! Dan jangan lupa panggil aku Oppa. Aku ini lebih tua darimu,” cerocos Donghae lagi tidak terima dikatai bodoh oleh wanita yang bahkan tidak bisa mematikan keran otomatis.</p>
<p>“Shireo! Sungmin saja tidak kupanggil Oppa,” balas Yoonji membuat Donghae mengacak rambut frustasi. “Itu yang membuat aku bingung kenapa si genius itu mendadak tolol, mau diperbudak olehmu,” ucapnya pasrah membuat Sungmin hampir kelepasan gelak tawanya.</p>
<p>Sungmin berdeham membuat mereka berdua menoleh reflek kearahnya. “Ah… Op…pa,” kata Yoonji semanis kucing, karena siap menerima Macaronsnya. Bahkan semenjak Yoonji melafalkan kata ‘Oppa’, Sungmin sudah tahu gadis itu akan berlari kearahnya dan mengincar Macarons itu, bukan dirinya.</p>
<p>Pandangan Yoonji turun ke paperbag bertuliskan ‘Violetta Bakery’ dan memekik kencang ‘Yay! Macarons!”</p>
<p>Benar kan?</p>
<p>Yoonji berlari cepat kearahnya, membuat Sungmin menyembunyikan paperbag itu tepat di belakang punggungnya membuat Yoonji  melingkarkan kedua tangannya di pinggang pria itu dan menengadah memandang Sungmin tepat dimatanya, melempar pandangan memohon.</p>
<p>“Oppa, aku lapar…” rayunya membuat Sungmin terkekeh. “Cium aku dulu,” katanya membuat Yoonji nyengir lebar dan menjinjit mencium bibirnya sekali. Bukan syarat sulit. Yoonji menatapnya lagi tetapi Sungmin tidak kunjung menyerahkan Macarons yang sudah menjerit minta dimakan itu.</p>
<p>Yoonji menjinjit lagi dan memberikan sesuatu yang mereka namakan ‘kiss attack’. Ia mencium Sungmin sekali, dua kali, tiga kali, empat kali, sampai Sungmin tergelak dan di ciuman kelima menahan posisi mereka agak lama, membuat Donghae memasang wajah mual dan naik ke kamarnya di lantai dua.</p>
<p>“Arasseo… miss Skinship. ini yang kau cintai lebih dari aku kan?” kata Sungmin sambil menyodorkan Macarons dan membuat Yoonji kegirangan menerimanya, lalu melompat ke atas sofa empuk sebelum membuka kotak berharga itu pelan pelan.</p>
<p>Sungmin duduk di sofa, memperhatikan kekasihnya yang sedang makan dengan bangga dan bahagia tersebut. Pria itu meraih tissue di meja dan mengelap pipi gadis itu yang belepotan serpihan Macarons yang dalam waktu singkat sudah habis setengahnya.</p>
<p>Yoonji menengadah menurut saat Sungmin mengelap pipinya tersebut. Pria itu sepertinya sangat menikmati saat saat menjadi pria normal, dengan pacar seorang anak kuliahan pecinta Macarons.</p>
<p>“Kau itu ceroboh berlebihan Yoon.” Tegurnya membuat Yoonji hanya bisa memamerkan deretan giginya secara berlebihan. “Kalau aku tidak ceroboh, aku tidak bertemu denganmu kan?” katanya membuat Sungmin tersenyum tipis.</p>
<p>FLASHBACK: ON</p>
<p>Sungmin menarik kerah pria di kanan dan kirinya, dan mempertemukan mereka dalam satu benturan mematikan. Kedua pria kekar itu terlihat tidak berdaya sehingga Sungmin menjatuhkan mereka begitu saja ke tanah. Terlalu banyak orang untuk di tuntaskan di tempat ini sebelum dia sendiri yang terkena sabet pedang panjang yang sudah berkali kali mengincarnya tersebut.</p>
<p>Dilihatnya Donghae sendiri sedang sibuk dengan senapannya, menembaki tiga orang yang balas menyerangnya dengan senapan peredam dari balik mobil. Mungkin Donghae sudah dihadiahi dua atau tiga peluru di dadanya kalau saja ia tidak sedang mengenakan rompi antipeluru di balik long sleevenya.</p>
<p>Sungmin merasa kerahnya ditarik dan dengan gesit ia menghajar orang yang mendekatinya tersebut. Pria itu terpaksa menerima satu pukulan di kepalaya dan Sungmin menendangnya dengan kekuatan tidak biasa, membuatnya sukses membentur tembok.</p>
<p>Basement parker mall di malam hari rupanya adalah tempat bertarung paling tepat, karena tidak mengundang perhatian. Tetapi tidak semenyenangkan itu menemui fakta bahwa kau dalam posisi dua lawan dua puluh.</p>
<p>Lee Sungmin hendak mendekat pria itu untuk menghadiahi satu pukulan penutup ketika suatu suara menghentikannya.</p>
<p>“HENTIKAN!” suara menggelegar yang keluar dari pria kurus, namun tinggi. Pimpinan gangster yang menyerang mereka tersebut, entah siapapun yang menyuruhnya.</p>
<p>Pria itu menyandera seorang gadis bersamanya. Sungmin merutuk dalam hati gadis ceroboh mana yang bisa berada di dalam basement gelap ini sendirian hampir tengah malam. Ia mengenakan seragam sekolah dan Sungmin menangkap tas hitam di ujung basement ini. Mungkin tasnya ketinggalan, itulah yang membuatnya kembali.</p>
<p>“Kalau kau berani menyentuh anak buahku lagi, nyawa gadis ini bayarannya,” ujarnya murka melingkarkan tangan kanannya di leher gadis itu dengan tangan kiri memegang pisau lipat mengancam. Gadis itu terlihat terengah engah dan mencoba melepaskan diri.</p>
<p>Dan saat itulah, seorang Lee Sungmin entah mengapa merasa harus melindunginya. Sesulit apapun itu. Gadis itu terlihat berbeda, entah apa yang berbeda. Kalau ditanyakan pada Donghae mungkin pria itu akan menjawab bahwa gadis itu sama saja dengan gadis berseragam lainnya. Sayang, Donghae sedang sibuk melawan sekumpulan gangster sekarang.</p>
<p>Gadis berseragam dengan nametag ‘Shin Yoonji’ itu terlihat sudah menemukan nafasnya lagi, lalu memutar kepalanya memandang pria asing yang menyekapnya tersebut.</p>
<p>“Ya! Ahjussi! Dia menurutimu atau tidak kau tetap akan  membunuhku duluan. Kau borgol saja tanganku kan bisa, jangan mencekikku seperti ini.” Katanya emosi. Sungmin melongo mendengar cara unik gadis itu memarahi seseorang yang mungkin akan membunuhnya dalam hitungan menit.</p>
<p>Dan sepertinya ahjussi itu berpikiran sama karena ia menatap Yoonji heran sehingga tangannya merenggang. Kesempatan itu dipergunakan Yoonji untuk menginjak kakinya sekuat tenanga dan melesat kabur dari genggamannya.</p>
<p>Tetapi ia salah besar melakukan itu pada pimpinan gangster. Pria itu dengan gesit menemukan kesadarannya dan bergerak mendekati Yoonji. Dalam hitungan detik mungkin gadis itu sudah terhunus oleh pisau lipat yang sudah dengan dingin mengincar perutnya.</p>
<p>DOR!</p>
<p>Hening panjang setelah suara tembakan itu. Tembakan yang reflek dilepas Sungmin, tepat membidik kepala ketua gangster itu. Sungmin sendiri tidak bisa menjelaskan mengapa ia melakukan itu. Selama belasan tahun dalam pelatihan, pria itu tidak pernah sudi membunuh. Hanya melumpuhkan. Tetapi ini adalah kali pertama sebuah nyawa melayang di tangannya.</p>
<p>Yoonji terlihat terpaku memandang tubuh terkapar tak berdaya di hadapannya. Sungmin berjalan mendekatinya untuk memastikan gadis ini tidak menderita trauma mental akibat kejadian tadi.</p>
<p>Yoonji dengan terpakunya memandang tubuh tak bernyawa itu membuat Sungmin semakin takut saja gadis itu akan terkena yang namanya <em>mental disorder</em>. Tetapi Yoonji menatapnya dengan mata bulat takjubnya seolah tidak percaya.</p>
<p>“Kau tahu? Aku fans berat Ninja Hatori dan Spiderman. Sepertinya sekarang aku fans beratmu juga,”</p>
<p>FLASHBACK OFF</p>
<p>Sungmin dan Yoonji tertawa kecil ketika mengingat pertemuan pertama yang konyol tersebut ketika Sungmin menerima telepon dari ponselnya yang satu lagi, yang khusus menghubungkannya dengan Crazioneer.</p>
<p>Sungmin terlihat waspada ketika medengar suara cepat yang berbicara di ujung sana. Ia mematap Yoonji cepat. “Kau jaga diri saja di dalam sini, oke? Jangan kemana mana,” katanya meraih jacket hitamnya. Dalam waktu bersamaan Donghae dengan pakaian lengkap turun dari tangga seolah baru menerima telepon yang sama.</p>
<p>Mereka bertatapan dan bersama sama dengan gesit keluar pintu Apartemen, dan berlari menuju mobil Sungmin di bawah. Donghae sudah membuka pintu kanan dan Sungmin di pintu kiri ketika mereka tiba tiba bertatapan aneh.</p>
<p>“Aku tidak bisa menyetir, pabo!” katanya lalu dengan gesit bertukar pintu dengan Sungmin. Sungmin menginjak pedal dalam dalam dan melaju cepat sepersekian detik sebelum Donghae menutup pintu disebelahnya.</p>
<p>Mereka melesat cepat membelah kota Seoul yang lenggang di siang hari karena para pekerja sedang berada di kantor masing masing. Sungmin menginjak rem dalam dalam di depan gedung yang disinyalir sebagai kantor kedutaan Amerika.</p>
<p>Sungmin dan Donghae menarik pelatuk pistol mereka dan memasuki gedung itu cepat. Mereka menaiki tangga demi tangga sampai mencapai rooftop dan mendapati lima orang gangster menunggu mereka di sana, satu di antaranya menyandra Michael Stevens, duta besar Amerika yang sekarang tak berdaya dengan mulut tertutup lakban.</p>
<p>Tanpa babibu, Sungmin menerjang orang yang paling dekat dengannya, dan menggunakan senapannya bukan untuk menembak, tetapi menghadiahi pukulan keras di pelipisnya. Donghae sendiri sudah sibuk bertarung dengan dua orang dengan tangan kosong karena ia melemparkan senjata yang mengganggunya tersebut ke bawah.</p>
<p>Ia menghajar orang yang pertama tetapi karena lengah dihadiahi pukulan di ulu hati oleh gangster kudua. Donghae dengan gesit mendekat pada Sungmin, lalu menuntun tangan pria itu untuk menembakkan senapan itu ke kaki salah satu orang tersebut sehingga ia terjatuh kesakitan, setidaknya berkurang satu musuh.</p>
<p>Donghae kembali berkutat dengan lawan yang satunya sementara Sungmin masih harus menghadapi pria sipit berbadan besar yang sekarang menghujaninya dengan tendangan tendangan yang berusaha di tangkis Sungmin satu persatu.</p>
<p>Mereka sudah sampai di ujung perbatasan atap ketika orang itu sengaja mengumpani Sungmin dengan pukulan agar Sungmin mundur untuk menghindar dan jatuh, tetapi beruntung Sungmin menyadari umpan itu dan mencekal kaki si penyerang tersebut membuatnya terjun bebas ke bawah.</p>
<p>Tinggal tiga orang lagi. Donghae sibuk melawan musuhnya dari tadi sementara satu orang lagu maju untuk menyerang Sungmin. Donghae yang melihat itu berlari mendekati Sungmin untuk melawan dua orang itu bersama sama.</p>
<p>Mereka berdiri bertolak belakang ketika lawan mereka datang dari dua arah yang berbeda. Donghae dengan gesit menyambut musuhnya tersebut dan memitingnya. Ia meraih pistol dari kantung jaket Sungmin yang sibuk bergulat dengan musuhnya, dan menghadiahi penyerangnya tersebut dengan tembakan tepat di paha, membuatnya lumpuh.</p>
<p>Sementara Sungmin dengan gesit bergerak sehingga memposisikan dirinya tepat berada di belakang penyerangnya, dan menekan suatu titik sensitive di tengkuk musuhnya itu membuatnya kaku tak berdaya.</p>
<p>Donghae dan Sungmin bersama sama berdiri di satu sisi, memandang was was pada pria berkacamata yang menyandra Michael dan mengarahkan pelatuk pistol tepat di pelipisnya.</p>
<p>“Satu langkah saja, dia mati,” katanya dingin membuat Sungmin dan Donghae kaku tidak bergerak sama sekali. setiap gerakan yang mereka buat akan mengancam nyawa seorang duta besar Amerika. Tetapi dengan cerobohnya Donghae termakan emosi dan bergerak gesit mendekati pria tersebut.</p>
<p>DOR!</p>
<p>Suara tembakan memekakkan itu membekukan mereka. Donghae freeze dalam usahanya untuk menyerang pria berkacamata tersebut. Tetapi betapa terkejutnya mereka ketika justru pria itu ambruk dengan punggung berdarah darah.</p>
<p>Mata Sungmin dan Donghae mencari cari penembak misterius tersebut ketika mereka menemukan di atap gedung seberang berdirilah seorang gadis tangguh dengan rambut digelung keatas, kacamata hitam menutupi sebagian besar wajahnya. Tubuhnya terbalut pakaian serba hitam dan boots dengan heels 4 centimeter itu tidak menghalangi gerakan gesitnya.</p>
<p>Mungkin setengah wajahnya di cover oleh kacamata tetapi Donghae dan Sungmin tahu benar siapa dia. Dan Donghaelah yang pertama kali angkat suara.</p>
<p>“Cho… Hara?”</p>
<p>TBC</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/superjuniorff2010.wordpress.com/32486/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/superjuniorff2010.wordpress.com/32486/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/superjuniorff2010.wordpress.com/32486/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/superjuniorff2010.wordpress.com/32486/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/superjuniorff2010.wordpress.com/32486/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/superjuniorff2010.wordpress.com/32486/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/superjuniorff2010.wordpress.com/32486/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/superjuniorff2010.wordpress.com/32486/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/superjuniorff2010.wordpress.com/32486/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/superjuniorff2010.wordpress.com/32486/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/superjuniorff2010.wordpress.com/32486/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/superjuniorff2010.wordpress.com/32486/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/superjuniorff2010.wordpress.com/32486/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/superjuniorff2010.wordpress.com/32486/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=superjuniorff2010.wordpress.com&amp;blog=11405649&amp;post=32486&amp;subd=superjuniorff2010&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://superjuniorff2010.wordpress.com/2012/01/27/roses-along-the-war-1/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/089808d533df09426de8934b5d63dafd?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ELF4SUJU</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://superjuniorff2010.files.wordpress.com/2012/01/roses-along-the-war-2.png" medium="image">
			<media:title type="html">roses-along-the-war-2</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>E L F FOR EVERLASTING FRIEND {STORY 11}</title>
		<link>http://superjuniorff2010.wordpress.com/2012/01/27/e-l-f-for-everlasting-friend-story-11/</link>
		<comments>http://superjuniorff2010.wordpress.com/2012/01/27/e-l-f-for-everlasting-friend-story-11/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 27 Jan 2012 10:00:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ELF4SUJU</dc:creator>
				<category><![CDATA[fanfiction]]></category>
		<category><![CDATA[한방 ♥ One Shot]]></category>
		<category><![CDATA[Super Junior]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://superjuniorff2010.wordpress.com/?p=32371</guid>
		<description><![CDATA[“Aku berfikir lama dan mendalam selama beberapa hari terakhir. Dan kusadari apa artinya menjadi seorang Ying dan Yang. Apa arti dari gelar seorang Kapten Quinshi dan apa arti menjadi seorang ELF. Sudah menjadi takdirku untuk mencoba hal yang mustahil…termasuk mencintai bagi bangsaku.” Dan ketika kau dihadapkan dalam sebuah pilihan sulit tentang kedamaian banyak orang dan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=superjuniorff2010.wordpress.com&amp;blog=11405649&amp;post=32371&amp;subd=superjuniorff2010&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>“Aku berfikir lama dan mendalam selama beberapa hari terakhir. Dan kusadari apa artinya menjadi seorang Ying dan Yang. Apa arti dari gelar seorang Kapten Quinshi dan apa arti menjadi seorang ELF. Sudah menjadi takdirku untuk mencoba hal yang mustahil…termasuk mencintai bagi bangsaku.”</p>
<p>Dan ketika kau dihadapkan dalam sebuah pilihan sulit tentang kedamaian banyak orang dan kebahagiaan cinta…hanya sebuah jawaban yang kau miliki “kenangan”</p>
<p>Dan ketika kau dihadapkan pada sebuah kematian, hanya sebuah jawaban yang kau miliki “nasib”</p>
<p>Dan ketika kau dihadapkan pada masalah, hanya sebuah jawaban yang kau miliki “pikiran”<span id="more-32371"></span></p>
<p>{Balai Agung}</p>
<p>Ratu Dyne bergegas mengumpulkan Henry, sang alpha, menguasai elemen Api. Seorang Jordan asli. Sungmin, sang beta, ras manusia bersayap,penguasa elemen bumi. Sang Teta, Kibum, penguasa udara,saudara kembarku, half blood. Dan dia seorang manusia murni berdarah penyihir, Siwon, yang baru aku tahu bahwa dia seorang penguasa air. Terlahir dari seorang penyihir air. 75% dari dirinya adalah penyihir. Tidak seperti donghae.</p>
<p>“Aku senang melihatmu tersenyum”ucap Henry</p>
<p>“Aku senang meklihatmu lagi.” Kusiku pelan lengannya.</p>
<p>“Yah…Setidaknya ada AVATAR air disini. Begitu kan? Seperti dulu?”</p>
<p>“Keadaan tidak akan pernah sama” desahku.</p>
<p>“Tapi hampir…”lanjut Sungmin yang diam-diam menguping pembicaraan kami.</p>
<p>“Jadi apa yang harus kita lakukan sekarang? Aku suka melihat Ratuku dan saudara kembarku kembali bersemangat kembali” ucap Kibum sumringah.</p>
<p>“Aku juga. Rasanya aku berguna kembali untuk negara ini” sahut Sungmin sembari melonggarkan otot-ototnya.</p>
<p>“Jadi siapa yang akan bercerita?” ucap Henry</p>
<p>“Bagaimana kalau Siwon?”usul Sungmin</p>
<p>“Ide bagus! Untuk mencairkan ketegangan yang sedikit terlihat antara Ying Yang.” Ucap Henry meilirik kearahku dan Siwon. Tapi kulihat Siwon tidak begitu memperdulikan apa yang Henry ucapkan.</p>
<p>Siwon mulai bertutur kejadian sejak aku pingsan setelah membaca memori Siwon. Satu yang menenangkanku, dia tidak menceritakan bagian aku bertemu Donghae dan pembicaraan kami beberapa waktu yang lalu. Dia tahu dimana letak privasi dengan baik. Sungguh baik budi Raja Heechul mengajarkan itu padanya.</p>
<p>“Kalian berdua yang harus menemukan Yang. Kapten Henry dan Kapten Sungmin”ucapku pada akhir cerita Siwon</p>
<p>“Yah kalian mah enak. Kibum, Ying, dan Yang nya adalah Ratu Dyne. Saling mencintai. Sepasang merpati. Dan kau, Kapten Sinetha dan Pangeran Siwon, sebenarnya sepasang merpati juga, namun sepertinya masih membutuhkan sarang” ucap Henry menYingdir.</p>
<p>“Kau tahu aku suka bereksperimen dengan bahasa kuno” ucapku menegaskan.</p>
<p>“Aku sudah pernah mencoba menjadi kupu-kupu aneh karena kau…” sahut Sungmin.</p>
<p>“Lalu bagaimana dengan kita berempat sementara Henry dan Sungmin melakukan pencariannya masing-masing?”</p>
<p>“Aku rasa Ratu Dyne tidak boleh meninggalkan tahta.” Ucap Siwon memberi pendapat</p>
<p>“Aku setuju. Oppa, kau harus menemaninya disini. Membantunya. Aku sendiri yang akan mencari <em>wilwarin cugu</em>. Pangeran Siwon membutuhkan pelatihan sihir dan belajar mengendalikan air.”</p>
<p>“Tidak! Aku bisa belajar dijalan. Aku akan menemanimu mencari.” bantah siwon</p>
<p>“Sepertinya memang harus begitu. Aku tidak mau kehilangan siapapun saat ini. kau hanya punya kecepatan sekarang. Dan sedikit sihir dasar. Aku membutuhkan seseorang untuk memastikanmu aman. Aku mengutus Pangeran Siwon untuk itu.” Tegas Ratu Dyne</p>
<p>“Ayolah Dyne, aku akan baik-baik saja.”</p>
<p>“Kali ini kau harus mematuhi Ratumu, Sinetha. Sekarang aku sebagai Ratu.” Tatap Ratu Dyne tajam. Meyakinkanku dengan tatapannya bahwa dengan adanya Siwon dalam perjalananku maka aku akan terus hidup.</p>
<p>“Heh…kau mulai menggunakan kekuasaan rupanya kepadaku.”</p>
<p>“jika itu harus. Bukankah aku harus begitu menghadapimu?”</p>
<p>Yang lain hanya mengangguk mengiyakan ucapan Ratu Dyne. Aku sudah pernah bersumpah setia padanya, jadi jika aku melanggar perintahnya, aku akan menerima hukuman, dan bukan itu yang harus terjadi saat ini.</p>
<p>“Sekarang, aku kira aku sudah menemukannya…”gumam Sungmin sembari menatap jendela yang menjulang tinggi menghadap ke arah taman dekat ruang Penasihat Cho Kyuhyun.</p>
<p>“Dasar Playboy!” pukul Henry</p>
<p align="center">9999999999999999999</p>
<p>Semua orang setuju untuk mengadakan ujian Ying Yang berikutnya untuk Sungmin dan Ell. Sungmin terlihat sumringah dengan keyakinan di hatinya bahwa Ell adalah Yang. Sementara Henry terlihat kurang menyukai kenyataan bahwa dia masih harus mencari Yang-nya sendirian. Aku akui, aku sedikit tidak menyukai Ell dengan wajah sengaknya seolah kamilah yang sangat membutuhkan dia disini. Harusnya dia mengerti kenapa dia harus ada disini. Bukan karena kami para Ying dan Yang, tapi demi Dunia Tengah yang diharapkan selalu hidup tanpa perang.</p>
<p>“Setidaknya Ellesmera sedikit lebih berwarna ketika dia datang kesini. Bersyukur ELF bunga seperti dia masih mau kembali.”ucap siwon tiba-tiba</p>
<p>“Apa maksudmu?”</p>
<p>“Aku belajar banyak hal darimu. Harusnya kau tahu apa maksudku. Bukankah begitu dunia para ELF?”</p>
<p>“Baiklah. Hanya jika dia mau mengubah jiwanya seperti dia menumbuhkan setiap bunga di langkah kakinya.”</p>
<p>“Kau tahu, aku sangat menyukaimu dengan wajah angkuhmu. Membuatku semakin bergairah untuk menaklukkan dirimu.”</p>
<p><strong>ZINKKKKKKKK!!!</strong></p>
<p>Tiba-tiba kepalaku sakit seperti ada seribu anak panah yang ditujukan kepadaku. Spontan aku hampir roboh jika siwon tidak menahan tubuhku jatuh ke tanah. Warna-warna aneh berputar di kepalaku. Membuatku memicingkan mata dan menahan kilatan pisau yang entah datang dari mana.</p>
<p>“Ini yang aku takutkan kalau kau pergi sendirian nanti. Setidaknya masih ada aku yang bisa menahan tubuhmu, sebelum bumi yang menangkapmu.” Ucap siwon masih mendekap tubuhku.</p>
<p>Kemudian warna itu kembali menghilang. Pisau dan anak panah itu pergi dengan sendirinya. Anehnya, setelah aku bisa berdiri sendiri, aku melihat wanita bergaun putih yang pernah datang di mimpiku beberapa waktu yang lalu. Sekarang wajahnya jelas. Dia tersenyum. Dia melambai kepadaku. Tangannya menggenggam setangkai bakung yang mengarahkan tangannya ke langit. Tepat saat itu, Ell dan Sungmin sedang mengitari kolam dimana Koi lambang Ying dan Yang berada. Kedua ikan itu berputar. Bulan menjadi gerhana dan bintang jatuh dalam waktu yang bersamaan. Ada semburan-semburan siluet kebiruan dilangit. Tepat ketika gerhana bulan mulai terbuka kembali, langit dipenuhi bintang. Membentuk rasi pemanah. Busur panah dengan ukiran lilitan akar dan bunga. Bunga? Seperti yang pernah aku dan siwon alami. Mereka pingsan. Dan wanita gaun putih itu pergi bersama menghilangnya rasi bintang pemanah.</p>
<p align="center">9999999999999999999</p>
<p>Seharusnya aku tidak dirisaukan oleh perkara siwon yang terus mengejar-ngejarku. Tapi nyatanya, baik, aku akui, aku sedikit memikirkannya. Kenapa dia tidak menyerah saja pada kenyataan bahwa aku sama sekali tidak mungkin jatuh cinta padanya. Belum pernah terjadi di Dunia Tengah ini, bahwa ada ELF yang jatuh cinta pada kedua kalinya. Menjadi yang kedua sangat jarang ada di kamus kehidupan kami. Ini sudah kelewat batas. Pikiran macam ini tidak boleh muncul apalagi saat ini banyak hal yang lebih penting daripada melanjutkan kisah cinta yang seperti debu.</p>
<p>Ku hela napasku panjang. Hari ini aku akan memulai mencari <em>wilwarin cugu.</em> Mereka semua setuju bahwa aku harus pergi dengan siwon. Fakta ada ketertarikan para DBSK padaku, hilangnya kekuatanku, mutiara yang aku telan, membuat semua orang menjadi paranoid jika aku sendirian. Siwon menunggani kuda hitamnya, Joas, dan aku dengan kuda putih kesayanganku, Mongli. Kami melakukan scrying *melihat sesuatu yang jauh dengan sihir* untuk melihat kemana tujuan langkah kaki selanjutnya. Walaupun hasilnya lumayan cukup tidak terlihat.</p>
<p>“Kau yakin harus kesana?”</p>
<p>“Sebenarnya tidak. Tapi aku berharap bisa menemukan sesuatu disana untuk dijadikan petunjuk. Seharusnya masih ada sisa-sisa petunjuk mengenai kehidupan para Calaquendi terdahulu”</p>
<p>“Baiklah. Tapi sebelum kita berangkat, kau harus berjanji padaku.”</p>
<p>“Janji? Untuk apa?”</p>
<p>“Sebagai syarat yang aku berikan padamu sampai perjalanan ini selesai.”</p>
<p>“Aku tidak memintamu menemaniku dalam perjalanan ini. Jadi tidak akan ada syarat ataupun perjanjian selama perjalanan ini.”</p>
<p>“Kau ini benar-benar orang yang sombong. Kau tidak memintaku memang. Tapi aku ingi kau berjanji dalam dua hal. Ini untuk kehidupan Dunia Tengah kalau kau memang tidak peduli padaku dan pada dirimu sendiri. Bagaimana?”</p>
<p>“Aku berharap ini bukan tipu muslihat manusia dalam meraih apa yang mereka inginkan.”</p>
<p>“Ini memang yang aku inginkan, tapi aku tidak akan menipumu. Justru aku ingin menghindari kau menipuku. Maksudku kau yang selalu berputar-putar dalam bicara.”</p>
<p>“Bukankah kau yang mengatakan bahwa ini memang tabiat kami?” jawabku dengan nada mengejek.</p>
<p>“Memang. Dan itulah yang membuatmu tidak menikmati setiap kehidupan yang berlalu. Bukankah Kangin berkata <em>‘Buatlah dirimu menjadi orang yang bisa merasakan keindahan dunia ini…’</em> hanya 2 hal”</p>
<p>“Baiklah&#8230;katakan segera sebelum aku berubah pikiran”</p>
<p>“Pertama apapun yang kau rasakan kau harus mengatakannya padaku.”</p>
<p>“Ditolak!”</p>
<p>“Tidak ada alasan untuk menolak”</p>
<p>“Apa disini sekarang aku tidak punya privasi? Lagipula siapa kau?” ucapku mulai meninggi. Orang satu ini benar-benar menyebalkan.</p>
<p>“Aku ralat. Semua yang kau rasakan yang berhubungan dengan perjalanan ini. Selebihnya mengenai nanti jika kau ternyata mencintaiku atau hal hal lain yang mendadak muncul di pikiranmu yang tidak berkaitan dengan perjalanan aku tidak peduli.”ucapnya cuek.</p>
<p>“Aku tidak yakin kau bisa, hahhaha&#8230;” terima kasih membuatku sedikit tertawa&#8230;.</p>
<p>“Yang kedua kau tidak boleh memutuskan sesuatu tanpa persetujuanku. Dalam hal apapun. Karena kau sangat potensial untuk menyulitkan dan membuat kesulitan.”</p>
<p>“Aku apa kau?”</p>
<p>“Kau! Tidak ingat ketika kau tiba-tiba kabur? Tidak ingat tiba-tiba kau pergi menuju lembah hitam dan menelan mutiara-mutiara itu? Aku tidak ingin pulang sendirian kesini. Apalagi pulang hanya membawa namamu saja. Resiko aku dibunuh oleh para ELF adalah kenyataan pahit yang tidak aku ingin hadapi. Dan juga aku tidak melihat air mata yang menyedihkan dari keluargamu dan seluruh penjuru Ellesmera”</p>
<p>“Baiklah&#8230;” ucapku sambil tersenyum.</p>
<p>Dan dia benar-benar manusia yang tidak terduga. Tiba-tiba saja memelukku.</p>
<p>“Gomayo&#8230; aku cukup senang kau bisa melihatmu tertawa dan tersenyum. Aku berjanji perjalanan kita akan seperti ini.”</p>
<p>Kudorong dia menjauh, “ Maksudmu kau akan membuat keadaan kita terus berdebat? Itu yang kau inginkan? Aku sama sekali tidak bisa membayangkan berdebat sepanjang hari bersamamu. Menyebalkan!” kutinggalkan dia dibelakang dan kupacu mongli sambil tertawa. Ada-ada saja.</p>
<p>“Hei tunggu&#8230;.”</p>
<p>“Kejar aku kalau bisa&#8230;” kularikan mongli lebih cepat.</p>
<p><em>‘sudah lama aku tidak melihatmu seperti ini&#8230;’</em> ucap mongli menyalurkan pikirannya padaku</p>
<p><em>‘jangan mulai! Larilah supaya dia tidak bisa mengejar. Apa kau mau kalah dengan Joas?</em></p>
<p>Mongli pun meringkik dan menambah kekuatannya. <em>‘sedikit bermain juga boleh’</em></p>
<p align="center">9999999999999999999</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>[Henry POV]</p>
<p>Benar-benar menyebalkan ya dunia ini. Kenapa hanya tinggal aku yang tidak menemukan Yang? Enak sekali mereka bisa menemukan Yang yang memang ada di sekitar mereka. And me? Dilihat dari wajah, aku tidak kalah ganteng dengan super junior yang lain. Dilihat dari kemampuan, aku salah satu kapten jordan dengan pangkat teratas sekaligus penguasa elemen api. Dan aku juga bukan orang yang terlalu dingin pada wanita. Hanya saja, aku agak sedikit sulit mengendalikan emosi. Ya wajarlah elemen api&#8230;. hey, tapi Cuma agak sedikit.</p>
<p>Kulangkahkan kakiku ke perkampungan manusia yang paling dekat dengan perbatasan Shappire. Aku frustasi melihat sungmin dan kibum yang sedang latihan bersama Ell dan Ratu Dyne. Sebenarnya ini kebiasaan lamaku dengan donghae. Ah jadi mellow tiap kali mengingatnya&#8230;</p>
<p>Dulu kami sering menyamar sebagai penduduk sana, dan mendengarkan dongeng tentang ELF dari tetua desa itu yang yakin bahwa ELF adalah malaikat. Selama ini yang sering kontak dengan ELF hanya pihak kerajaan Snow Fire saja. Sedangkan manusia biasa seperti mereka, hanya mendengar dongengnya saja. Dan sejak perang di kumandangkan, aku dan donghae tidak pernah menampakkan muka lagi di kampung terpencil itu. Kesibukan perang. Selain mendengarkan dongeng yang kadang benar kadang melantur itu, ada sebuah rumah tua yang di huni seorang nenek tua yang sendirian hidup di pertanian terjauh dari kampung itu. Itu juga yang selalu kami kunjungi, sekedar membantunya untuk kehidupannya dengan menabur tumbuhan-tumbuhan abadi yang berbuah dan dapat hidup dalam musim apapun. Itu istimewanya ELF. Tidak akan pernah kelaparan.</p>
<p>Ah&#8230; lebih baik kukunjungi nenek itu saja, semua dia masih hidup&#8230; rasanya perang itu terlalu lama untuk hidupnya&#8230;. sesampaiku di ujung kampung kecil ini, kubelokkan Legend, kuda hitamku, ke arah rumah nenek itu. Bentuknya masih sama&#8230; pertanian miliknya juga masih hidup, malah sekarang lebih rapi. Ku petik buah persik yang lumayan matang&#8230; hmmm&#8230; ini buah favoritku dari dunia manusia. Segar&#8230;</p>
<p>“Hey&#8230;.pencuriiiiiiiiiiiiiiii&#8230;.” teriak seorang wanita</p>
<p>Hah? Pencuri? Mana? Kutengok kanan kiri&#8230; tidak ada orang&#8230;</p>
<p><strong>BUK!!!! BUK?!!!! BUKKKK!!!</strong></p>
<p>“Dasar pencuri, kau rupanya yang suka mencuri buah-buahanku.” Ucapnya sambil memukuliku.</p>
<p>Sial! Aku dikira pencuri.</p>
<p>“Ya! HENTIKAN! AKU BUKAN PENCURI!”bentakku tidak kalah sengit sambil mengeluarkan sedikit angin panas supaya dia menjauh.</p>
<p>“Argh!” ucapnya terhempas.</p>
<p>Begitu kulihat dia&#8230;.</p>
<p>DEMI ALAM, BOLEHKAH AKU MEMINTA DIA ADALAH YANG KU? Langsung aku terpana melihat keelokan wajahnya yang penuh kelembutan, namun memasang wajah garang itu.</p>
<p>“Mi&#8230;mian&#8230;mianhae&#8230; aku tidak sengaja!” ucapku berusaha membantunya bangun, tapi dia menolak uluran tanganku.</p>
<p>“Siapa kau? Beraninya kau mengambil buah persikku dan sekarang kau membuatku terjatuh! Dasar brengsek!” umpatnya</p>
<p>Mwo? Dia bilang aku brengsek?</p>
<p>“Aku yang seharusnya tanya kau itu siapa? Mengaku-ngaku ini buah milikmu&#8230;.”</p>
<p>“Kau yang masuk ke kebun orang malah kau yang marah-marah? Apaan ini? Aku pemilik kebun ini!”</p>
<p>“Apa? kau pemiliknya? Pemilik tanah pertanian ini nenek Hyun Shi. Beraninya kau mengaku-ngaku!” ucapku tak kalah sadis. Sebenarnya aku kasian melihat wajah bingungnya.</p>
<p>“Kau? Kenal nenek Hyun shi? Siapa kau?” tanyanya dengan wajah kebingungan.</p>
<p>Ada yang tidak beres terjadi disini rupanya. Kucoba terobos pikirannnya. Tapi GAGAL. Siapa gadis ini? Kenapa aku tidak bisa membaca pikirannya.</p>
<p>“Aku yang harus tanya, siapa kau ini? Aku tidak pernah melihatmu disini. Yang aku tahu, nenek hidup sendiri di sini. Mana nenek?”tanyaku setelah gagal menembus benaknya.</p>
<p>“Nenek&#8230;dia&#8230; hiks&#8230;hiks..” yah&#8230; dia malah menangis, bagaimana ini, aku tidak pernah menghadapi gadis yang menangis sekalipun itu ibuku sendiri.</p>
<p>“Hey, kau kenapa malah menangis? ada apa dengan nenek katakan?”</p>
<p>“Nenek sudah meninggal&#8230;..”ucapnya pelan</p>
<p>“Meninggal? Lalu kau siapa?”</p>
<p>“Aku cucunya&#8230; aku tinggal di kota kerajaan. Waktu raja mengumumkan peperangan yang kami tidak tahu dengan siapa, ayah mengirimkan aku kesini demi keselamatanku. Katanya kota sekarang sudah tidak aman. Sedang ayah diwajibkan untuk ikut militer. Nenek menyambutku dengan bahagia mengetahui ayah dan aku masih hidup karena wabah penyakit 17 tahun yang lalu. Nenek kehilangan kontak dengan kami, dan kami terlalu miskin untuk mengirimkan kabar kepadanya. Nenek menyambutku dengan luar biasa. Beliau menunjukkan tanah pertanian ini. Katanya ada dua pemuda malaikat yang membantunya selama ini,. Tapi sudah beberapa minggu mereka tidak muncul dihadapan nenek&#8230;” ucapnya sambil mengambil napas panjang.</p>
<p>Pasti yang dimaksud pemuda malaikat itu kami. Jadi nenek sudah tahu kalau kami ini ELF. Oh nenek, terima kasih menjaga kami dengan merahasiakan ini.</p>
<p>“Malam setelah aku tiba disini, begitu banyak keributan. Orang-oranga aneh menyerbu rumah ini. Mereka mencari pemuda malaikat itu. Dan mereka membunuh nenek, karena mengenalnya, meski nenek tidak mengatakan pada mereka. Hanya nenek dan pendongeng tua itu yang mereka bunuh. Desas desusnya karena mengenal pemuda itu.”</p>
<p>Jadi? Karena aku dan donghae mereka terbunuh. Ini tidak bisa di biarkan. Ini pasti orang suruhan pangeran hangeng. Jika mereka tau, gadis ini pernah bertemu denganmu maka nyawanya akan sama.</p>
<p>“Hey&#8230; kenapa kau diam? Sekarang siapa kau?”</p>
<p>“Kalau aku mengatakan kebenaran siapa aku, kau harus ikut denganku sekarang” ucapku.</p>
<p>“Ikut denganmu? Memangnya siapa kau itu? Kenapa aku harus ikut denganmu?”</p>
<p>“Kau harus berjanji dulu, kau akan bernasib sama jika kau tidak ikut denganku.”</p>
<p>“Apa maksudmu?”</p>
<p>“BERJANJILAH KAU IKUT DENGANMU, AKU AKAN MENGATAKAN SIAPA AKU!” bentakku</p>
<p>“I&#8230;iya”</p>
<p>“Kita harus pergi sekarang.” Kutarik tangannya menuju Legend. Sial! Mereka pasti masih mengawasai tempat ini sekarang.</p>
<p><em>‘Legend, berlarilah sepenuh mungkin. Gadis ini harus kita selamatkan. Kau tahu kan apa maksudku’</em></p>
<p><em>‘Aku mengerti’</em></p>
<p>Dan Legend pun berlari secepat mungkin menuju Shappire. Sayangnya, dibelakang kami beberapa orang pasukan aneh sudah mengejar kami. Sial! Mereka cepat juga rupanya.</p>
<p>“Tutup matamu!” perintahku pada gadis itu.</p>
<p><em>‘Legend, bawa dia ke shappire secepat mungkin, aku akan menghadang mereka. Kita bertemu di Ellesmera.’</em></p>
<p>“Pegang kekang kudanya!” perintahku</p>
<p>“Tapi aku tidak bisa berkuda&#8230;”ucapnya masih memejamkan mata.</p>
<p>“Pegang saja! Dan jangan buka matamu sampai kuda ini meringkik. Kau baru boleh membuka mata. Dan kau harus diam di tempat kuda itu meringkik sampai aku datang. Mengerti?”</p>
<p>“Tapi&#8230;”</p>
<p>“INI DEMI KAU! LAKUKAN SAJA!” bentakku tidak sabar.</p>
<p>Kuberikan kekang Legend pada gadis itu dan Legend pun berlari secepat kilat meninggalkan tempat yang akan jadi tenmpat pertarunganku.</p>
<p>Kupasang sayapku. Baiklah&#8230;pasukan bodoh itu tidak akan kubiarkan menghirup dunia ini lagi.</p>
<p>Meski jumlah mereka hanya 10, tapi kemampuan yang mereka miliki rupanya hampir setara dengan kekuatan BEAST. Sial! Pisau-pisau dan pedang beracunku rupanya tidak membuat mereka roboh. Mereka malah terus merangsek maju dan mengepungku. Baik ini saatnya membuat mereka menjadi daging panggang. Kukeluarkan uap panas setara panas bumi, dan YES! Matilah kau daging panggang.</p>
<p>[HENRY POV END]</p>
<p>(Disisi Lain)</p>
<p>Legend yang terus berlari menuju Ellesmera. Membuat banyak orang terkejut. Jarang sekali Legend berlari seperti itu. Apalagi yang mengendarainya bukan Kapten Jordan Henry, tapi seorang gadis bangsa manusia. Kedatangan Legend di tempat latihan Yang dan Ying mengejutkan Ratu Dyne, Kibum, dan Sungmin.</p>
<p>“Legend, apa yang terjadi? Mana Henry?”tanya Kibum.</p>
<p><em>‘Dia akan segera datang. Biar dia yang menjelaskan’</em> dan Legend pun meringkik.</p>
<p>Nyaris saja gadis yang bernama Eun Hae itu pingsan melihat siapa orang-orang yang berdiri dihadapannya.</p>
<p>“Kau tidak perlu takut pada kami. Kami tidak akan menyakitimu.” Ujar ratu dyne melihat wajah ketakutan eun hae.</p>
<p>Tak berapa lama, henry pun datang lengkap dengan sayapnya, membuat eun hae makin terkejut dan bingung dengan apa yang terjadi.</p>
<p>[Eun Hae POV]</p>
<p>Aku dimana? Siapa mereka? Kenapa mereka begitu aneh? Terlalu cantik dan terlalu tampan&#8230; mana laki-laki aneh tadi. Belum hilang rasa kekagetanku, laki-laki aneh itu muncul dengan sayapnya di depanku. Membuatku makin ingin pingsan dan berharap ini mimpi.</p>
<p>“Henry&#8230; dari mana saja kau? Kenapa pulang-pulang membawa manusia?” tanya laki-laki yang akhirnya aku tahu namanya sungmin.</p>
<p>“Sungmin&#8230; aku tidak main-main sekarang. Siapa namamu?” tanya padaku</p>
<p>“Yoon&#8230; Yoon Eun hae&#8230;”</p>
<p>“Aku Henry lau. Mungkin kau terkejut. Kau ingat pemuda malaikat yang pernah nenekmu ceritakan? Itu Aku dan teman-temanku yang sekarang ada disini.”</p>
<p>“Jadi kalian malaikat? Jadi kau yang menyebabkan nenekku terbunuh? Kenapa kau membunuhnya?” ucapku marah. Tak terasa beberapa tetes air mata mengalir membasahi pipiku mengenang kepergiaan nenek yang menyedihkan.</p>
<p>“Itulah kenapa kau kubawa kemari. Kumohon dengarkan aku dulu. Dengarkan baik-baik.”</p>
<p>“ Tidak! Aku tidak mau, karena kau dan teman-temanmu yang aneh itu nenekku terbunuh. Aku tidak sudi mendengar apapun. Aku mau pulang sekarang!”</p>
<p>“Sayangnya kau tidak bisa kembali pulang sekarang. Mereka akan membunuhmu juga sekarang” sahut Kibum, aku tahu sesudahnya.</p>
<p>“Lebih baik mereka membunuhku daripada aku harus tinggal bersama orang yang membuat nenekku meninggal.” Bentakku.</p>
<p>“Kau? Benar-benar tidak punya sopan santun.” Ucap gadis sengak bernama Ell Cho</p>
<p>“Sudahlah&#8230; setelah kau mendengarkan aku, kau boleh pulang, aku berjanji mereka tidak akan sanggup membunuhmu.”</p>
<p>Kutatap wajah laki-laki yang bernama henry yang membawaku ke tempat yang asing bagiku. Aku takut dia berbohong.</p>
<p>“Baiklah&#8230;”ucapku.</p>
<p>“Kami memang pemuda malaikat yang banyak diceritakan di desamu. Tapi kami bukan malaikat. Kami ELF, kami bersahabat dengan Snow Fire. Tapi karena kesalahpahaman, kerajaanmu memusuhi kami dan bekerja sama dengan DBSK. Anak buah merekalah yang membunuh nenekmu. Sekiranya dengan membunuh nenek akan membuat kami muncul dalam keadaan terpisah. Kondisi itu membuat kami bisa terbunuh. Ini kesalahanku, karena seharusnya aku tidak muncul disana. Mereka tadi mengejar kita. Jumlahnya hanya sedikit dan aku bisa membunuh mereka. Jika kau tetap tinggal di dunia manusia maka dengan mudah mereka akan membunuhmu.” Jelas henry</p>
<p>“Hanya tempat ini yang mereka tidak bisa sentuh nona&#8230;” sahut Ratu Dyne.</p>
<p>Jadi&#8230; nenek&#8230; oh demi Tuhan yang membuat dunia ini&#8230; yang mereka katakan membuatku benar-benar bingung sekarang.</p>
<p>[Eun Hae POV end]</p>
<p>[Henry POV]</p>
<p>“Baiklah&#8230;”ucapnya dengan lemah</p>
<p>“Kami memang pemuda malaikat yang banyak diceritakan di desamu. Tapi kami bukan malaikat. Kami ELF, kami bersahabat dengan Snow Fire. Tapi karena kesalahpahaman, kerajaanmu memusuhi kami dan bekerja sama dengan DBSK. Anak buah merekalah yang membunuh nenekmu. Sekiranya dengan membunuh nenek akan membuat kami muncul dalam keadaan terpisah. Kondisi itu membuat kami bisa terbunuh. Ini kesalahanku, karena seharusnya aku tidak muncul disana. Mereka tadi mengejar kita. Jumlahnya hanya sedikit dan aku bisa membunuh mereka. Jika kau tetap tinggal di dunia manusia maka dengan mudah mereka akan membunuhmu.” Jelasku. Wajahnya menjadi bingung dan murung</p>
<p>“Hanya tempat ini yang mereka tidak bisa sentuh nona&#8230;” sahut ratu dyne mengatakan apa yang sebenarnya ingin aku katakan, tapi aku tidak ingin memaksanya.</p>
<p>“Itulah kenapa kau tidak bisa kembali ke tanah pertanianmu sekarang. Aku tidak mau kau terbunuh. Kalaupun kau ingin pergi dari sini, ada. Tapi tidak di tempat lamamu. Terlalu berbahaya untukmu.” Yakinku.</p>
<p>Dia terduduk dan menangis lagi sekarang&#8230;aish&#8230; kenapa dia hobi sekali menangis. ratu dyne memeluknya dan mengisyaratkan beberapa pelayan untuk menyiapkan kamar untuk eun hae. You’re really good Queen&#8230; makasih ratu&#8230;</p>
<p>“Untung saja sinetha sudah berangkat&#8230;”</p>
<p>“Memangnya kenapa?” tanyaku pada Kibum</p>
<p>“Dia tidak akan mentolerir kejadian ini. Kau tahu dia bagaimana&#8230;”ucap Kibum berlalu meninggalkan aku&#8230;</p>
<p align="center">9999999999999999999</p>
<p>tbc…to be continue</p>
<p>by:</p>
<p>SINE’s@mo~ng_Lye’Sinetha Mongli</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/superjuniorff2010.wordpress.com/32371/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/superjuniorff2010.wordpress.com/32371/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/superjuniorff2010.wordpress.com/32371/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/superjuniorff2010.wordpress.com/32371/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/superjuniorff2010.wordpress.com/32371/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/superjuniorff2010.wordpress.com/32371/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/superjuniorff2010.wordpress.com/32371/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/superjuniorff2010.wordpress.com/32371/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/superjuniorff2010.wordpress.com/32371/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/superjuniorff2010.wordpress.com/32371/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/superjuniorff2010.wordpress.com/32371/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/superjuniorff2010.wordpress.com/32371/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/superjuniorff2010.wordpress.com/32371/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/superjuniorff2010.wordpress.com/32371/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=superjuniorff2010.wordpress.com&amp;blog=11405649&amp;post=32371&amp;subd=superjuniorff2010&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://superjuniorff2010.wordpress.com/2012/01/27/e-l-f-for-everlasting-friend-story-11/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/089808d533df09426de8934b5d63dafd?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ELF4SUJU</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Hard To Say &#8220;I Love You&#8221; Chapter 2</title>
		<link>http://superjuniorff2010.wordpress.com/2012/01/27/hard-to-say-i-love-you-chapter-2/</link>
		<comments>http://superjuniorff2010.wordpress.com/2012/01/27/hard-to-say-i-love-you-chapter-2/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 27 Jan 2012 07:00:12 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ELF4SUJU</dc:creator>
				<category><![CDATA[로맨스 ♥ Romance]]></category>
		<category><![CDATA[계속 ♥ continue]]></category>
		<category><![CDATA[fanfiction]]></category>
		<category><![CDATA[Yesung]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://superjuniorff2010.wordpress.com/?p=32321</guid>
		<description><![CDATA[Author            : specialririn3424 (Taradiva Novia) Main Cast        :Yesung Choi Ri Rin Cameo             ark Jung soo Lee Donghae Length             : Chapter Genre              : Romance Rating             : PG-15 Annyeong haseo~ bertemu lagi dengan saya XD . ini adalah lanjutan dari fanfic chapter pertama saya . semoga menikmati *bow* XD (kalau mau tanya tanya bisa langsung [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=superjuniorff2010.wordpress.com&amp;blog=11405649&amp;post=32321&amp;subd=superjuniorff2010&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Author            : specialririn3424 (Taradiva Novia)</strong></p>
<p>Main Cast        :Yesung</p>
<p>Choi Ri Rin</p>
<p>Cameo             <img src='http://s2.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_razz.gif' alt=':P' class='wp-smiley' /> ark Jung soo</p>
<p>Lee Donghae</p>
<p>Length             : Chapter</p>
<p>Genre              : Romance</p>
<p>Rating             : PG-15</p>
<p>Annyeong haseo~ bertemu lagi dengan saya XD . ini adalah lanjutan dari fanfic chapter pertama saya . semoga menikmati *bow* XD (kalau mau tanya tanya bisa langsung mention ke @tarayakiniku) gamshahamnida XD</p>
<p>Flashback Chapter 1 –</p>
<p>“Eomma tidak bercanda sayang, Pernikahan kalian sudah dipersiapkan disini jauh jauh hari ketika kalian di pulau jeju. Dan jangan coba coba untuk melarikan diri” dan seketika juga eomma memutuskan hubungan teleponnya .</p>
<p>“aah otthoke?” ucapku pelan</p>
<p>&#8211;Flashback End—</p>
<p>Ri Rin POV</p>
<p>Setelah mendapat  sport jantung pagi pagi dari sekretarisku eunrim dan ucapan ajaib eommaku yang mengatakan pernikahan kami sudah dipersiapkan dan yang sudah dipastikan akan diadakan besok lusa , sepertinya cukup sukses membuatku terbengong bengong didepan meja makan karena masih shock karena hal itu . Lalu kudengar suara endapan tangga, sepertinya yesung menuruni tangga dan kemudian menghampiriku .<span id="more-32321"></span></p>
<p>“Wajahmu pucat , waeyo ?” tanyanya dingin seperti biasa . Tanpa banyak bicara kusodorkan saja surat yang ditulis eunrim. Kulihat dia sedang membacanya dengan seksama dan kulihat dahinya mengerut yang kutebak pasti kaget karena surat ajaib itu .</p>
<p>“Jadi , kita akan berdua di villa ini sampai besok malam begitu? Dan pernikahan kita lusa ? Ah sungguh. Orang tua kita memang benar benar ya” ucapnya sambil meletakkan surat itu di meja makan sambil mengambil roti bakar dan langsung duduk di sofa lalu menyalakan tv. Ketika aku mulai memakan roti bakarku , kudengar samar samar suara di tv yang menyebutkan nama donghae sebagai headlinesnya . Sontak aku segera menuju ruang tengah meninggalkan roti bakarku tergeletak di meja makan .</p>
<p>“Tolong keraskan suaranya yesung-ssi , aku ingin mendengarkan berita tersebut” ucapku lalu dia membesarkan suara televisinya.</p>
<p>“Selamat pagi para pecinta gossip , pagi ini kami akan membawakan news yang berasal dari aktor ternama , lee donghae yang dikabarkan sedang berhubungan diam diam dengan seorang gadis yang didengar berasal dari production termuka di Seoul” ucap presenter acara gossip tersebut. Kulihat acara gossip itu menampilkan cuplikan yang kulihat donghae sedang menggandeng seorang perempuan yang sangat ku kenal . eh sangat kukenal ? batinku.</p>
<p>“Itu ituu kan eunrim” Ucapku terbata bata .</p>
<p>Pantas saja dia senang sekali ketika mengetahui aku akan menikah dan juga donghae ketika kuhubungi dia selalu menghindar dengan berbagai alas an yang kupikir cukup tidak masuk akal ternyata begini . batinku . Tak terasa air mata pun sukses mengalir begitu saja . Aku terduduk didepan tv sambil membenamkan wajahku di lututku untuk menyembunyikan mukaku yang penuh air mata karena aku tidak ingin ada yang melihat mukaku dalam keadaan seperti ini.</p>
<p>“Sudah jangan menangis, ayo berdiri dulu” ucap yesung dan tak terasa tangannya membawaku untuk membenamkan kepalaku di bahunya.</p>
<p>“Menangislah menangislah, keluarkan semuanya” ucap yesung dingin tapi aku merasakan ada kehangatan dari ucapannya .</p>
<p>“Gomawo oppa” tak sadar aku mengucapkan bahasa seinformal itu dan aku menyebutnya apa ? oppa ? ah sudahlah biarkan semua ini mengalir begitu saja . batinku lagi . Secara tak sadar aku makin mengeratkan pelukanku ke yesung dan terasa air mataku sudah berhenti mengalir .</p>
<p>“Sudah menangisnya?” Tanyanya sambil mendekapkan kedua tangannya ke pipiku .Aku hanya bisa menganggukan kepalaku .</p>
<p>“Baguslah , ayo kita manfaatkan waktu ini untuk berjalan jalan mengelilingi pulau jeju sambil menjernihkan pikiran. Kajja!” ucapnya sambil menarik tanganku keluar villa . Kami pun berjalan berdua.</p>
<p>“Ah indah sekali disini , sungguh . Disuruh berlibur disini selama setahun penuh pun rasanya aku tak keberatan” Ucapku sambil sedikit berteriak, juga untuk mengalihkan pikiranku yang sedang galau saat ini karena berita tadi pagi .</p>
<p>“Memang disini sangat indah sekali, makanya daridulu ketika keluargaku akan mengadakan wisata ke luar kota aku selalu meminta mereka untuk pergi ke pulau jeju karena pulau ini memiliki keindahannya yang bisa menjadi candu yang membuat orang ingin selalu kembali ke pulau ini karena terpikat oleh keindahannya” cerita singkat yesung kepadaku .</p>
<p>“Aku juga pernah bermimpi pada masa aku masih kecil , aku selalu mengatakan pada eommaku , bahwa aku akan membawa istriku untuk berlibur ke pulau jeju , dan ketika aku bercerita begitu eomma selalu tertawa hahaha” ceritanya sambil diakhiri tertawa yang kulihat sangat lucu sekali.</p>
<p>Lalu kami pun seharian menghabiskan waktu bersama sambil makan di restoran seafood , dan bercanda satu sama lain dan tak terasa pikiranku terhadap donghae sudah mulai teralihkan . Karena waktu sudah menunjukkan pukul 2 siang kamipun memutuskan untuk kembali ke villa dan beristirahat. Ketika kami berjalan menuju ke villa , kami bertemu seorang nenek yang sedang membawa bawaan yang banyak sekali . Kulihat yesung pun menghampiri nenek tersebut .</p>
<p>“Nek , apa ada yang bisa saya bantu ?” kudengar yesung bertanya begitu sambil membantu membawakan barang bawaannya .</p>
<p>“Nak apakah bisa membantu bawakan barang ini sampai ke rumah ?” ujar nenek tersebut kepada yesung.</p>
<p>“Tentu saja, rumah nenek dimana?”</p>
<p>“Didepan ada gang terus saja nak dekat kok” ucap nenek itu lagi . Akupun langsung menghampiri yesung yang sedang membawa bawaan nenek itu.</p>
<p>“Ayo kubantu” ucapku .</p>
<p>“Tidak usah, kamu temani nenek itu jalan saja” jawab yesung lagi. Akhirnya aku berjalan dibelakang yesung yang sedang membawakan bawaan nenek tersebut dan aku menggandeng nenek itu.</p>
<p>“Apakah nenek sendirian tinggal dirumah?” tanyaku pelan takutnya nanti nenek tersebut tersinggung .</p>
<p>“Iya nak” jawab nenek singkat. Aku hanya mengangguk. Akhirnya sampai dirumah nenek itu. Rumahnya cukup bagus dan tidak terlalu kecil mengingat nenek ini tinggal sendirian.</p>
<p>“Ah ini nek barangnya sudah saya letakkan di depan pintu rumah nek” ucap yesung sambil tersenyum.</p>
<p>“Masuklah dulu nak , akan kupersiapkan minuman untuk kalian berdua pasti kalian haus karena daritadi berjalan” ucap nenek itu.</p>
<p>“Tidak usah repot repot nek” jawabku tidak enak , karena takut merepotkan nenek ini.</p>
<p>\”Ah tidak papa ayo masuk hitung hitung sambil membalas hutang budi karena kebaikan kali berdua. ayo” ujar nenek sambil mendorongku dan yesung untuk masuk”</p>
<p>“Ah ne” ucapku pelan. Aku pun duduk berhadapan dengan yesung di ruang makan rumah tersebut. Lalu nenek pun membawakan kami 2 gelas es jeruk untuk kami dan segelas the hangat yang kutebak pasti untuk dirinya.</p>
<p>“Gamshahamnida nek, jadi merepotkan” ucap yesung sambil meminum jeruk tersebut.</p>
<p>“Ayo gadis cantik minum juga” ucap nenek tersebut kepadaku sambil tersenyum misterius yang aku rasa ada sesuatu dibalik itu.</p>
<p>“Ah ne” jawabku sambil meminumnya.</p>
<p>Setelah minumanku dan minuman yesung habis . Nenek pun bercerita .</p>
<p>“Kalian tahu setelah kalian berdua meminum minuman itu kalian tidak akan bisa berpisah meskipun maut pun berusaha memisahkan kalian” ucap nenek itu sambil tersenyum.</p>
<p>“Permisi, sebenarnya apa maksud cerita nenek kami tidak mengerti” ucapku sambil menoleh ke yesung dan kudapati yesung mengangkat bahunya tanda tak mengerti.</p>
<p>“Sepertinya aku harus menceritakannya kepada kalian, pada jaman dahulu di pulau jeju ini ada seorang ibu paruh baya . Dia menciptakan sebuah ramuan yang katanya bisa mempersatukan dua insan meskipun maut berusaha memisahkan, dulu orang orang menganggap ibu itu adalah orang gila karena ide juganya yang termasuk gila . Tidak ada yang mendengarkannya. Sampai ketika ibu itu memberikan ramuan tersebut kepada anak gadisnya yang akan menikah. Lalu ketika anaknya meminumnya. Sebulan setelah pernikahan anaknya beserta suaminya mengalami kecelakaan kapal yang mereka tumpangi tenggelam dan diberitakan korban meninggalnya hanya mereka berdua karena seluruh penumpang selamat. Selain cerita tersebut, Lalu ada cerita lagi , pasangan yang setelah meminum ramuan ini , diceritakan bahwa sang suami meninggal karena serangan jantung , lalu sesaat setelah suaminya meninggal istrinya pun juga meninggal karena kecelakaan mobil. Intinya ramuan ini dapat membuat pasangan itu sehidup semati” Cerita nenek tersebut . Aku pun melongo begitu juga dengan yesung ketika mendengar cerita tersebut.</p>
<p>“Tapi nek kami berdua sebenarnya tidak saling mencintai , tapi kami sudah meminumnya bagaimana kalau suatu saat kami berpisah mengingat pernikahan kami sama sekali tidak dilandasi rasa cinta” ucapku lemas karena cerita nenek itu cukup membuatku kaget.</p>
<p>“Kalian harus saling belajar untuk mencintai satu sama lain, itu saja” ucap nenek itu sambil tersenyum , senyum misterius itu lagi aku benci melihatnya.</p>
<p>“Sepertinya kami harus segera kembali nek setelah mendengar cerita khayalan nenek , maaf kalau saya kurang sopan tapi saya pikir nenek sangat keterlaluan membuat cerita dongeng seperti itu, kami pamit dulu, sebelumnya gamashahmnida untuk es jeruknya enak sekali” ucap yesung kesal sambil menarik tanganku keluar rumah.</p>
<p>“Hati hati dijalan nak , semoga bahagia tetap menyertai kalian berdua” ucap nenek itu sambil tertawa yang terdengar cukup mengerikan dikupingku entahlah dikuping yesung.</p>
<p>“Ah kalau tau jadinya begini seharusnya kita tak usah membantu nenek itu, kalau jadinya kita malah diberi dongeng macam begitu” ucap yesung sambil menggelengkan kepalanya dan berjalan didepanku .</p>
<p>“Tapi dipikir pikir ceritanya cukup membuatku merinding, kalau memang cerita itu benar adanya bagaimana ya?” ucapku pelan. Sepertinya yesung mendengar ucapanku barusan.</p>
<p>“Cerita itu nyata? Yaaa Ri rin-ah kamu seperti anak kecil berumur 5 tahun saja yang diberi cerita khayalan begitu langsung percaya, ckckc” ucap yesung sambil mengibaskan tangannya di depanku.</p>
<p>“Tapi aku takutnya kalau beneran gimana? Mengingat pernikahan ini tidak dilandasi  rasa cinta. Takutnya nanti ketika ketika memutuskan untuk berpisah setelah kita menikah akan terjadi sesuatu hal yang out of prediction dari kita” ucapku sambil berfikir.</p>
<p>\”Ah sudahlah berhenti memikirkan bualan itu, ayo kita segera kembali ke villa, cuacanya mendung” ujar yesung sambil mempercepat langkahnya. Aku pun berusaha menyamakan langkahku dengan langkahnya.</p>
<p>Tess tess , tak terasa air hujanpun berjatuhan diatas kepalaku .</p>
<p>“Ayo kita mencari tempat berteduh yesung-ssi” ucapku sambil memegang bahunya.</p>
<p>“Disitu ada gubuk yang sepertinya tidak dipakai ayo kesitu saja”</p>
<p>“Kajja” ucapku sambil berlari keaarah gubuk tersebut.</p>
<p>&#8212;&#8212;</p>
<p>“Dingin, kenapa hujannya semakin deras, bagaimana bisa kita kembali ke villa dalam keadaan hujan begini” ucapku sambil menggesekkan kedua tanganku berharap mendapatka kehangatan sedikit.</p>
<p>“Pakai jaketku” ucap yesung</p>
<p>Yesung POV</p>
<p>“Pakai jaketku” ucapku sambil menyodorkan jaketku kepadanya .</p>
<p>“Bagaimana denganmu?” tanyanya ragu ragu .</p>
<p>“Gwaenchana , nanti kalau kau ada apa apa denganmu, bisa bisa aku dimarahin eommamu hahaha” ucapku sambil tertawa memecah kecanggungan dianatara kami.</p>
<p>“Gomawo” ucapnya sambil ragu ragu mengambil jaket yang kusodorkan. Aku pun menganggukan kepala. Tak terasa hujan semakin deras , benar kata ri rin udara semakin dingin. Untung kaosku ini lengan panjang , aku tidak membayangkan kalau aku pakai lengan pendek mungkin aku sudah jadi es batu disini , hahaha gak sampai segitulah . batinku sambil tertawa lirih . Kurasakan ada kepala yang menyender di bahuku. Kulihat ri rin tertidur , lucu sekali wajahnya . kulingkarkan lenganku untuk mempererat pelukanku. Entahlah aku merasa makin lama aku makin tidak bisa jauh dari gadis ini . dan secara tidak sadar aku mengatakan suatu kata sambil mengelus pipinya.</p>
<p>“Saranghae”</p>
<p>Ri rin POV</p>
<p>“Ri rin-ah bangun , sudah selesai hujannya” aku merasa ada yang mengguncang badanku . Kubuka mataku dan kurasakan yesung melingkarkan lengannya di badanku . Jadi daritadi aku tertidur di pelukan yesung, omo omo . batinku .</p>
<p>“Ah ne” ucapku sambil duduk.</p>
<p>“Ini sudah jam 7 malam, ayo kita segera kembali ke villa” ucap yesung sambil menunjukkan jam tangannya dan berdiri.</p>
<p>“Ah ne” jawabku lagi. Kami pun berjalan beriringan menuju villa. Selama berjalan tidak ada yang berbicara karena memang tidak ada topik yang harus dibahas oleh kami. Ketika sampai di villa kulihat ada sosok dua orang yang sedang menunggu di depan villa .</p>
<p>“Itu eunrim dan donghae kan?” bisik yesung kepadaku.</p>
<p>“Ne, sedang apa disitu mereka?” ucapku pelan.Kulihat yesung menghampiri eunrim dan donghae.</p>
<p>“Ada apa kalian malam malam kesini?” Tanya yesung dingin . Akupun bersembunyi di balik badan yesung.</p>
<p>“Mana ri rin ? aku ingin menjelaskan sesuatu kepadanya” ucap donghae sambil menarik tanganku dari belakang yesung . Yesungpun menahan tangan donghae .</p>
<p>“ Kamu masih mau menyakitinya haaa? Masih kurang penderitaan yang kamu berikan kepada ri rin haa? Kamu juga sekretaris macam apa bermain dibelakang sajangnimmu sendiri” ucapnya sambil menunjuk eunrim.</p>
<p>“Sajangnim , ada yang harus kami jelaskan” ucap eunrim lirih.</p>
<p>“Jelaskan saja aku sudah tidak apa apa kok” ucapku sambil menahan tangan yesung yang sepertinya ingin menghantam muka donghae.</p>
<p>“Begini tentang hubungan kami berdua , sebenarnya kami sudah berpacaran cukup lama sebelum donghae oppa mengenal sajangnim” ucap eunrim kepadaku.</p>
<p>“Lalu kenapa kamu sudah punya eunrim masih mengejar ngejar aku dulu?” tanyaku santai kepada donghae</p>
<p>“Itu hanya untuk menutupi statusku saja agar tidak diketahui oleh public, mianhe jeongmal mianhe ri rin-ah” ucap donghae lagi.</p>
<p>BUKK . Tangan yesung pun menghantam wajah donghae .</p>
<p>“Appo , auw” rintih donghae sambil memegang pipinya.</p>
<p>“Itu balasannya karena sudah menyakiti calon istriku, sana minggir” bentaknya sambil menarik tanganku .</p>
<p>“Awas minggir” bentaknya lagi . Kulihat eunrim memapah donghae untuk jalan kembali ke mobil mereka.</p>
<p>“Yak! Yesung-ssi apa apaan kau memukul donghae tadi seperti itu ? lalu tadi kau mengatakan apa ? aku calon istrimu? Ciih” ucapku walau sebenarnya entah mengapa pada saat yesung mengatakan aku ada adalah calon istrinya rasanya seperti memiliki suatu kemanangan atau bisa dibilang rasa bahagia entahlah.</p>
<p>“Kau tau, aku membelamu seperti itu karena aku tidak tega melihatmu seperti itu , dicampakkan oleh pria macam begitu” jawabnya .</p>
<p>“Ceritanya jadi kau hanya kasian sama aku? Cih aku ga butuh ya” jawabku ketus sambil berjalan menuju kamar.</p>
<p>“Sebentar , kamu tunggu disini, aku mau ambil sesuatu, diam disini” ucap yesung sambil berlari ke kamar . Beberapa saat dia pun turun dan menghampiriku .</p>
<p>“Kamu tahu kenapa aku bisa semarah tadi ketika tahu bahwa donghae hanya membuat sebagai mainan ?” tanyanya.</p>
<p>“Apa?” tanyaku menantang.</p>
<p>“Aku mencintaimu.”</p>
<p>“Ne , kau sedang demam ya ? sudaah ayo cepat tidurlah” jawabku sambil mendorong badannya untuk ke kamar.</p>
<p>“Sungguh , aku mencintaimu , entahlah memang ini tidak masuk akal karena kita baru kenal satu sama lain sekitar 3 hari , tapi semakin lama aku merasa bahwa aku tidak bisa jauh darimu, aku merasa bahwa putri yang diturunkan dari langit untukku . Tingkahmu yang kekananak kanakan , suaramu yang cempreng itu , bahkan aku tidak bisa membayangkan sehari tanpamu bagaimana”</p>
<p>“Would you be marry me?” kulihat dia berlutut sambil menyodorkan sebuah kotak berwarna biru yang berisi sebuah cincin berlian yang indah sekali .</p>
<p>“Aku selalu membawa cincin ini kemanapun pergi karena aku percaya akan menemukan pasanganku di tempat yang tak terduga dan ternyata benar aku menemukanmu disini dan di pulau jeju , pulau impianku juga di waktu yang tak terduga . bagaimana?”</p>
<p>“Woud you be marry me ?” ucapnya lagi sambil tersenyum, sebuah senyuman yang tak pernah aku lihat dari dia sebelumnya,senyuman yang penuh cinta kupikir atau aku juga sedang sakit karena bisa berpikir seperti itu .</p>
<p>TBC</p>
<p>Gamshahamnida (bungkuk bungkuk) seperti biasa diharapkan commentnya ya . GAMSHA XD *bow*~~</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/superjuniorff2010.wordpress.com/32321/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/superjuniorff2010.wordpress.com/32321/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/superjuniorff2010.wordpress.com/32321/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/superjuniorff2010.wordpress.com/32321/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/superjuniorff2010.wordpress.com/32321/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/superjuniorff2010.wordpress.com/32321/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/superjuniorff2010.wordpress.com/32321/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/superjuniorff2010.wordpress.com/32321/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/superjuniorff2010.wordpress.com/32321/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/superjuniorff2010.wordpress.com/32321/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/superjuniorff2010.wordpress.com/32321/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/superjuniorff2010.wordpress.com/32321/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/superjuniorff2010.wordpress.com/32321/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/superjuniorff2010.wordpress.com/32321/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=superjuniorff2010.wordpress.com&amp;blog=11405649&amp;post=32321&amp;subd=superjuniorff2010&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://superjuniorff2010.wordpress.com/2012/01/27/hard-to-say-i-love-you-chapter-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>10</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/089808d533df09426de8934b5d63dafd?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ELF4SUJU</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>GWENCHANA, CHAGIYA!  [STORY 4]</title>
		<link>http://superjuniorff2010.wordpress.com/2012/01/27/gwenchana-chagiya-story-4/</link>
		<comments>http://superjuniorff2010.wordpress.com/2012/01/27/gwenchana-chagiya-story-4/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 27 Jan 2012 03:00:38 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ELF4SUJU</dc:creator>
				<category><![CDATA[계속 ♥ continue]]></category>
		<category><![CDATA[fanfiction]]></category>
		<category><![CDATA[Donghae]]></category>
		<category><![CDATA[hyuk jae]]></category>
		<category><![CDATA[Kyuhyun]]></category>
		<category><![CDATA[Siwon]]></category>
		<category><![CDATA[Sungmin]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://superjuniorff2010.wordpress.com/?p=32366</guid>
		<description><![CDATA[Kalau hidup ini bisa di buat sederhana kenapa tidak? Kalau hidup bisa penuh dengan cinta kenapa tidak? Kalau permusuhan hanya bagian dari kedukaan, kenapa tidak dihapuskan saja? 8888888888888888888888888 1 message received Cepat datang atau appa marah padamu&#8230; Sender: 085735889xxx Baru juga mau berangkat sudah diancam&#8230; Ok ajjushi dengan kecepatan penuh melarikan jaguar appa ke Ocean. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=superjuniorff2010.wordpress.com&amp;blog=11405649&amp;post=32366&amp;subd=superjuniorff2010&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Kalau hidup ini bisa di buat sederhana kenapa tidak?</p>
<p>Kalau hidup bisa penuh dengan cinta kenapa tidak?</p>
<p>Kalau permusuhan hanya bagian dari kedukaan, kenapa tidak dihapuskan saja?</p>
<p align="center">8888888888888888888888888</p>
<p>1 message received</p>
<p>Cepat datang atau appa marah padamu&#8230;</p>
<p>Sender: 085735889xxx</p>
<p>Baru juga mau berangkat sudah diancam&#8230; Ok ajjushi dengan kecepatan penuh melarikan jaguar appa ke Ocean. Katanya kalo sampai aku dimarahi gara-gara tidak segera datang, Ok ajjushi, sopir keluarga, akan merasa sangat bersalah. Aigoo..bapak satu ini&#8230; dan mendadak perasaanku tidak enak.<span id="more-32366"></span></p>
<p>“ini dia Joong, anak perempuanku. Bagaimana cantikkan?” ucap appa pada temannya, namanya Lee ajjushi. Tapi aku tidak melihat ada anaknya.</p>
<p>“itu karena dia meniru ibunya yang cantik. Kalau seperti kau pasti jelek.hahhaha” olok Lee ajjushi.</p>
<p>“cih&#8230; kau selalu saja begitu. Sekali-kali kau hiburlah temanmu ini. Puji sedikit saja.” Ucap appa merajuk</p>
<p>“mana putra kalian? Kenapa belum datang?” tanya oemma</p>
<p>“dia akan segera kesini. Masih ada di parkiran. Dia ada latihan tadi di sekolahnya. Jadi agak terlambat.”</p>
<p>“sekolah dimana dia?”</p>
<p>“di SM IHS.”</p>
<p>“apa? SM? Aku juga bersekolah disana om.” kataku menimpali.</p>
<p>“benarkah? Ah itu dia putra ku satu-satunya&#8230;” ucapnya sambil menunjuk pintu masuk</p>
<p>JDERRRRRR!!!!!</p>
<p>Jadi ini yang membuat perasaanku menjadi tidak enak? Tuhan, kenapa dunia ini kau buat sempit sekali? Aish!</p>
<p>“mananya Lee Donghae, kau pasti kenal dia kan? Dia anak band di sekolah” kata Lee Ajjuma, istri Lee ajjushi.</p>
<p>Ku toleh Hyun Joon Oppa. Dia hanya tersenyum cengar-cengir. ‘aku juga baru tahu. Mungkin ini akan jadi neraka bagi kalian, bukankah dia musuh besarmu?’ ucapnya dari matanya. Karena dia lulusan SM juga, jadi dia tahu apa yang terjadi di sekolah.</p>
<p>“ya aku kenal&#8230;”ucapku sedikit memaksakan suara ini keluar.</p>
<p>“ini akan benar-benar menjadi cerita paling menyebalkan. Kak, kau harus merahasiakan ini. Aku tidak mau semua orang di sekolah tahu. Mengerti?” bisikku padanya.</p>
<p>“kalau dia yang membocorkan?”balasnya</p>
<p>“aku akan membuat dia diam. Kalau semua orang tahu, ini juga akan menjadi kerugian buat dia.”bisikku. kemudian Hyun Joon Oppa Oppamembalasnya dengan isyarat tangannya.</p>
<p>Waktu dia melihatku, dia juga tidak kalan terkejut.</p>
<p>“kau? Apa yang kau lakukan disini?”tanyanya.</p>
<p>“wah ini benar-benar sudah saling mengenal ya kalian kebetulan.” kata oemma dengan antusiasnya.</p>
<p>“Donghae, bersikaplah sopan sedikit. Dia, Shin Yoora, putra Shin ajjushi. Sahabat kecil appa. Yoora, ini dia anak ajjushi&#8230;”</p>
<p>Si Donghae curut itu pun duduk dengan pandangan seolah berkata, ‘ini benar-benar musibah!’ kubalas dengan tatapan, ‘kau pikir aku senang! Aku rasanya ingin muntah melihatmu’. Tapi kalau diperhatikan, dia agak tampan malam ini. Hey, AGAK! Jangan berpikir macam-macam. Dia memakai jas putih yang di gulung lengannya sampai siku. Dalemnya ada kaos warna krem dengan leher segitiga, dan celana warna senada dengan kaos yang dikenakannya. Eh eh&#8230; kenapa temanya jadi putih-putih begini??? Tidak tidak tidak! Hanya kebetulan saja!</p>
<p>“wah&#8230; ini kebetulan apa memang jodoh ya, kalian bahkan satu kelas. Duduknya sebelahan pula. Ah rasanya akan bagus jika kita besanan saja, bagaimana Jang? Kau suka ideku?”ucap Lee ajjushi.</p>
<p>MWO??? Besanan? Sama Curut satu itu? DUNIA PASTI KIAMAT!</p>
<p>“appa&#8230;”rajukku mendelik.</p>
<p>“aku sih suka saja dengan itu. Bagaimana dengan kalian?” tanya appa melihatku dan Donghae bergantian.</p>
<p>“aku tidak setuju!” ucap Donghae</p>
<p>“aku juga tidak! Appa kau berjanji bahwa aku bebas memilih jodohku sendiri? Kau ingat perjanjian itu waktu aku ulang tahun ke17 bulan lalu?”</p>
<p>“wah sepertinya mereka tidak saling suka ya&#8230;ya sudahlah. Anak sekarang ini benar-benar berbeda dengan jaman kita.” Ucap Lee Ajjuma.</p>
<p>Syukurlah&#8230;</p>
<p>Dan mereka pun melanjutkan acara pertemuan itu dengan foto-foto. Satu kali jepret rasanya sudah cukup berfoto dengan kampret itu. Aku tidak mau lagi. Alergi jadinya!</p>
<p>“hey kau! Aku ingin bicara! Ini penting! Ikut aku!” ucapnya sengak.</p>
<p>“dasar menyebalkan!” ucapku lirih</p>
<p>“aku dengar!”</p>
<p>Sampai di taman belakang Ocean&#8230;</p>
<p>“katakan cepat!” ucapku</p>
<p>“kau harus merahasiakan ini.”</p>
<p>“aku tadi juga berniat mengatakan hal yang sama padamu. Aku tidak mau semua orang tahu appa kita bersahabat. Mereka pasti akan mengira yang tidak-tidak.”</p>
<p>“awas kalau kau ember!”</p>
<p>“hya! Kau pikir aku perempuan tukang gosip?”</p>
<p>“kebanyakan kan perempuan seperti itu. Tidak bisa menjaga rahasia! Kau yang harusnya hati-hati, kau kan cereboh!”ucapku</p>
<p>“jadi selama ini kau memperhatikanku? Hhahha&#8230;”</p>
<p>“jangan keGeeran! Siapa yang memperhatikanmu. Enak saja!”</p>
<p>“apa susahnya kau mengaku saja&#8230;” katanya menggodaku</p>
<p>“jangan goda aku!”</p>
<p>“ahahahhaa&#8230;. tunggu saja, suatu saat kau akan jatuh cinta padaku.”</p>
<p>“hey dengar ya, itu tidak akan pernah terjadi! Kau yang akan kena tulah omonganmu sendiri!” kutukku sepenuh hati.</p>
<p>Dan malam itu berlalu dengan penuh kekesalan. Lee ajjushi berkali-kali mengatakan bahwa dia akan sangat beruntung jika aku menjadi menantunya nanti dan bisa berbesanan dnegan keluarga Shin. 20x ada ngomong kayak gitu.</p>
<p><strong>(pemilihan ketua ekstrakulikuler SM)</strong></p>
<p>Dan hari ini, secara resmi semua ketua ekstra terpilih. Sekaligus secara resmi juga permusuhan antara SUPER JUNIOR dan FLOFI. Donghae terpilih menjadi ketua ekstra band, dan aku terpilih menjadi ketua cheer.</p>
<p>“oh my dear! Gue pengen pindah kelas”ucap salah satu anak di kelas.</p>
<p>“memangnya kenapa?”</p>
<p>“loe masih tanya kenapa? Gimana aku bisa belajar di kelas, kalo ketua band dan ketua cheer yang ditakdirkan musuhan ada dikelas yang sama? Lalu SUPER JUNIOR dan FLOFI juga satu kelas. Aku akan mati bosan mendengar mereka berantem setiap hari selama pelajaran berlangsung!</p>
<p>“terlambat untuk pindah kelas!” ucap temannya yang lain.</p>
<p>“kita harus bertahan!”</p>
<p>“ya kita harus bertahan!”</p>
<p>“anggap saja mereka hanya anak biasa, dan tidak digariskan untuk bermusuhan. Kalau mereka bikin rusuh dikelas. Kita tinggal memarahi mereka saja!”</p>
<p>“oke!”</p>
<p>Kasian anak-anak. Dan mulai hari ini, karena nggak tega liat anak dikelas, SUPER JUNIOR sama FLOFI bikin perjanjian bahwa di kelas nggak akan ribut. Boleh ribut hanya di luar kelas. Demi kesejahteraan anak dikelas. Perjanjian itupun disambut antusias oleh anak-anak di IPA 2. Tapi dengan syarat SUPER JUNIOR sama FLOFI nggak akan pernah dalam satu kelompok tugas. Kami benar-benar harus dipisah untuk menghindari permusuhan lebih lanjut.</p>
<p><strong>(PRADIKLAT OSIS – pengumuman kelompok)</strong></p>
<p>Semua ketua ekstra secara wajib tergabung dalam osis sekolah, jadi selain diklat ekstra, masih harus ikut diklat OSIS. Dan itu benar-benar hal yang tidak menyenangkan. Apalagi kalau bukan harus bertemu Donghae.</p>
<p>“kelompok sudah saya bagi. Dan keputusan nggak bisa diganggu gugat. Jadi jangan harap protes kalian di dengar! Nanti selain kelompok besar, dalam malam ujian kalian akan dipecah lagi dua-dua.”ucap mantan ketua osis.</p>
<p>Nah lho, gue tahu sekarang kenapa keputusan nggak bisa diganggu gugat. Shin Yoora masuk kelompok 1 dan nama paling atas ada Lee Donghae. Sialan ini senior! Udah tahu ini musuhan sejak jaman ababil, masih saja ditaruh satu kelompok. Waktu ngadu sama Ah Ri unnie,begini jawabannya&#8230;</p>
<p>“nah itu mi yang bikin acara Diklat OSIS selalu seru dan dinantikan. Di satu sisi, semua pengen tahu bisa nggak sie kedua orang itu bekerja sama dalam tim, tujuannya apa, meski ada permusuhan profesional nggak sie dalam menghadapi kerjaan. Di sisi lain pasti seru liat kalian ribut terus. Dan kejadian satu kelompok itu memang juga sudah turun temurun. Tahun lalu sie kita nggak menang, malah berantem terus, hahhahha” kata Ah Ri unnie bangga.</p>
<p>=,=” ini kayaknya sekolah satu ini semuanya serba turun temurun. Hadeh&#8230; kalah kog bangga. 1 takdir turun temurun yang nggak mau aku lestarikan di sekolah ini adalah kalo ketua cheer itu pasti pacaran sama kapten basket. Ealah, sama playboy satu itu aku nggak mau dan nggak bakal doyan.</p>
<p><strong>(DIKLAT OSIS – dimana semua kegalauan akan segera dimulai)</strong></p>
<p>Siang ini&#8230; panasnya kota Seoul menyertai keberangkatanku Diklat OSIS yang penuh dengan aroma kemalasan. Sumpah! Bayangin sehari semalem sekelompok sama Donghae udah bikin mules plus males akut yang nggak ketulungan sama dokter manapun. Mana tadi emaknya Donghae nongol di rumah, tanya-tanya, dengan hebohnya beliau senang sekali kalau aku juga ikut acara itu. Katanya beliau merasa tenang kalo ada apa-apa. eh, seharusnya yang bilang begitu bukannya pihak perempuan ya. Ini malah kebalik. Berasa aku yang cowok dan dia yang cewek dech! Coba mereka tahu apa yang terjadi di sekolah, semua pasti tidak akan terjadi seperti ini, haha #lebay</p>
<p>Setelah upacara pembukaan yang nggak ada istimewa-istimewanya sama sekali gara-gara Donghae jadi pemimpin upacaranya. Dan yang lebih nyebelin adalah waktu milih ketua kelompok sama wakilnya.</p>
<p>“gimana kalo ketuanya Donghae , trus wakilnya Yoora?” ucap Yesung, ketua padus dengan tampang tak berdosa</p>
<p>HEK! Ini anak kagak sadar apa yang terjadi selama ini di sekolah?</p>
<p>“wah ide bagus tu&#8230;.” sahut yang lain</p>
<p>“gimana yang lain setuju?” tanya Yesung. Tau respon yang lain? Manggut-manggut kayak boneka india baterainya baru.</p>
<p>“nggak tanya yang bersangkutan?”tanyaku sinis</p>
<p>“ah Yoora&#8230;ayolah, ini sekali seumur hidup”</p>
<p>“meski sekali seumur hidupku, gue sama sekali nggak mau kerjasama sama cewek aneh satu itu. Bahkan kalo dunia ini kiamat dan buat nyelametin diri harus kerjasama sama dia, mending gue mati aja.”katanya sambil menunjuk mukaku</p>
<p>“hya! Siapa juga yang mau kerjasama sama orang model kayak elo. Kek nggak ada manusia lain yang lebih beradab aja.”</p>
<p>“karena kalian menolak&#8230;kalian jadi ketua sama wakilnya, gimana?”ucap Yesung menyela pertengkaran kecil itu</p>
<p>“NGGAK MAU!”ucapku nggak sengaja barengan sama Donghae</p>
<p>“tu kan&#8230; lama-lama kalian jodoh lho&#8230; coba nie ya, apa alasan kalian saling membenci? Nggak ada kan? Benci sama cinta itu bedanya tipis banget.” Kutuk salah seorang ketua ekstra.</p>
<p>“loe&#8230;ngomong sama tangan aja!” ucap Donghae.</p>
<p>Karena nggak ada satu orangpun yang menolak usulan Yesung dan dia nggak pake bilang-bilang langsung ngumpulin nama ketua sama wakilnya, walhasil aku sama Donghae nggak bisa berkelit waktu panggilan kumpul. Dan tatapan senior begitu bahagia melihat muka suntuk dan bad mood dari aku dan Donghae. Seakan melihat wajah kita yang seperti ini, mereka kayak ketemu surga&#8230;.</p>
<p>Dan wajah bahagia itu nggak Cuma ditunjukkan sama senior tapi juga anak kelompokku. Kata mereka, Diklat nggak bakalan jadi bosenin karena ada aku sama Donghae. Emang dipikir kita ini badut! Hiburan gratis! Enak aja&#8230;bayar! #pelit mode on</p>
<p>Sayangnya diklat ini nggak ada waktu buat keluar sebentar dari sekolah. Coba ada kesempatan. Aku bakal kabur! Nggak kuat sama mood yang bener-bener jelek ini!</p>
<p>“hash&#8230;acara ini seperti neraka saja!” ucap seseorang yang mendadak nongol di sebelahku.</p>
<p>“loe? Ngapain loe disini?”</p>
<p>“terserah gue dong, emang ini balkon punya loe?”</p>
<p>“&#8230;” ampun dech! Donghae lagi Donghae lagi</p>
<p>“kenapa loe diem?”</p>
<p>“terserah gue dong, emang apa peduli loe kalo gue diem? Mulut-mulut gue” 1-1 dech!</p>
<p>“kalo loe diem, gue jadi nggak dengerin suara bidadari&#8230;’ucapnya sambil berlalu</p>
<p>JDAR! Barusan dia ngomong apa? aku nggak salah denger? Dasar! Dan gara-gara dia ngomong kayak gitu. Efeknya kita jadi diem-diemnnya di acaranya selanjutnya. Biang kerok satu itu bikin suasana makin nggak nyaman.</p>
<p>“Semuanya perhatian sebentar. Sekarang kalian bisa istirahat. Nanti akan ada kegiatan malam yang lebih seru. Jadi manfaatkan waktu yang ada. Oh ya, nanti akan ada pembagian kelompok kecil, isinya dua orang. Sekarang sudah ditempel di papan pengumuman. Kalian bisa lihat. Take care guys&#8230;” ucap mantan ketua OSIS.</p>
<p>YA ALLAH, JANGAN LAGI SEKELOMPOK SAMA DONGHAE!</p>
<p>Lemas sudah di depan papan pengumuman. Senior ini bener-bener nggak ngasih kesempatan buat bernapas tanpa musuhan sama Donghae. Sekarang malah satu kelompok sama dia. 1 kelompok isinya Cuma 2 orang. Berarti tengah malam nanti sampai pagi akan menghabiskan waktu berdua doang sama curut jelek itu&#8230; aduh&#8230;</p>
<p>1 message send</p>
<p>Girls, ada yang mau gantiin diklat? Gue kagak dikasih napas buat nggak tarung sama Donghae&#8230; bener-bener neraka disini L”</p>
<p>Receiver: AgiHae_Flofi 085735164xxx, Eun Hae_Flofi 089777788xxx, Young Ra_Flofi 085678987xxx, Yoon Hee_Flofi 085645345xxx</p>
<p><em>bwara Mr. Simple, Simple, geudaeneun geudaeneun geudaero meotjyeo</em><em></em></p>
<p>1 message received</p>
<p>Ahahhaa&#8230; semangat Mi! Loe jangan mau kalah tarung sama dia! FIGHTING!</p>
<p>Sender: AgiHae_Flofi 085735164xxx</p>
<p><em>bwara Mr. Simple, Simple, geudaeneun geudaeneun geudaero meotjyeo</em><em></em></p>
<p>1 message received</p>
<p>LOE KALAH TARUNG SAMA DONGHAE=NGAJAK MUSUHAN!</p>
<p>Sender: Young Ra_Flofi 085678987xxx</p>
<p><em>bwara Mr. Simple, Simple, geudaeneun geudaeneun geudaero meotjyeo</em><em></em></p>
<p>1 message received</p>
<p>Nggak ada kesempatan lebih bagus dari ini buat ngalahin dia! SEMANGAT BEB!</p>
<p>Sender: Eun Hae_Flofi 089777788xxx</p>
<p><em>bwara Mr. Simple, Simple, geudaeneun geudaeneun geudaero meotjyeo</em><em></em></p>
<p>1 message received</p>
<p>DIA HARUS LEBIH NGGAK BISA NAPAS!</p>
<p>Sender: Yoon Hee_Flofi 085645345xxx</p>
<p>~_~ anak-anak ini&#8230;. aigoo&#8230; mood ku benar-benar buruk!</p>
<p>“wah Yoora satu kelompok sama Donghae?seru seru seru!”ucap Yesung.</p>
<p>“LOE BISA DIEM NGGAK SIH?”bentakku sekuat tenaga. Nggak liat apa muka udah kayak mau bunuh orang??? Masih aja di ajak becanda?</p>
<p>Walhasil aku nggak bisa tidur sama sekali. Rasanya pengen teriak-teriak sepuasnya sekarang. Ini kalo udah bad mood akut gini, harus diluapkan. Lama-lama aku bisa nyekik orang kalo didiemin kayak begini. Tapi juga nggak mungkin sekarang hengkang dari ruangan ini. Nggak bisa balik kesini malah repot. Seberani-beraninya aku kalo malem-malem gini muter-muter di sekolah ya masih mikir-mikir seribu kali. Biar kata terang benderang, namanya sekolah tetep aja ada aura-aura seremnya. Apalagi bagian belakang sekolah. Kalo siang ok dech aku jabanin, kalo malam no way!</p>
<p>Saking sebelnya sama hari ini, sampai pada waktu dibangunkan kembali, aku sama sekali nggak bisa tidur barang semenitpun. Dan sekarang senior udah mulai bentak-bentak suruh bangun plus segera kumpul di halaman utama. Ah biar dech peduli amat mau diapain, kalo aku dibentak, bakal aku ganti bentak! #kumatgalak</p>
<p>“sekarang semua jongkok keliling lapangan! Sekarang!”</p>
<p>“ayo cepat cepat! Kalian lamban sekali! CEPAT!”</p>
<p>Dan adegan jongkok puter-puter lapangan langsung menjadi tontonan. Ini kaki sudah kesemutan, capek gila, mata pedes, masih juga para senior belum puas melakukan penyiksaan yang aduhai bohai bikin bete. You know what?</p>
<p>“&#8230;.Lee Donghae dan Shin Yoora tugas kalian menjaga obor yang dibawa Kak Destin. Kalian harus membawanya ke taman belakang sekolah. Di bawah pohon beringin&#8230;.” dan bla bla bla&#8230;.</p>
<p>Malaikatpun berkata, ‘innalillahi wa inna illaihi rojiun buat Yoora sama Donghae&#8230;”</p>
<p align="center">8888888888888888888888888</p>
<p align="center">TO BE CONTINUE&#8230;</p>
<p>by:</p>
<p>SINE’s@mo~ng_Lye’Sinetha Mongli’</p>
<p>Tag: donghae, kyuhyun, sungmin, siwon, hyuk jae</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/superjuniorff2010.wordpress.com/32366/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/superjuniorff2010.wordpress.com/32366/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/superjuniorff2010.wordpress.com/32366/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/superjuniorff2010.wordpress.com/32366/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/superjuniorff2010.wordpress.com/32366/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/superjuniorff2010.wordpress.com/32366/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/superjuniorff2010.wordpress.com/32366/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/superjuniorff2010.wordpress.com/32366/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/superjuniorff2010.wordpress.com/32366/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/superjuniorff2010.wordpress.com/32366/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/superjuniorff2010.wordpress.com/32366/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/superjuniorff2010.wordpress.com/32366/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/superjuniorff2010.wordpress.com/32366/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/superjuniorff2010.wordpress.com/32366/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=superjuniorff2010.wordpress.com&amp;blog=11405649&amp;post=32366&amp;subd=superjuniorff2010&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://superjuniorff2010.wordpress.com/2012/01/27/gwenchana-chagiya-story-4/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/089808d533df09426de8934b5d63dafd?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ELF4SUJU</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>LOVE AND IMPERFECTION</title>
		<link>http://superjuniorff2010.wordpress.com/2012/01/27/love-and-imperfection/</link>
		<comments>http://superjuniorff2010.wordpress.com/2012/01/27/love-and-imperfection/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 26 Jan 2012 23:00:01 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ELF4SUJU</dc:creator>
				<category><![CDATA[불안감 ♥ angst]]></category>
		<category><![CDATA[fanfiction]]></category>
		<category><![CDATA[한방 ♥ One Shot]]></category>
		<category><![CDATA[Park Jungsoo]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://superjuniorff2010.wordpress.com/?p=32347</guid>
		<description><![CDATA[Author  : v3viya Note: sumpah itu judul ngarang bgt, gak tau harus kasih judul apa. Cast : ·         PARK JUNGSOO ·         KIM SUJIN Gender :  Angst   Seorang wanita kira kira ber umur hampir 23 tahun sedang duduk sendirian di sebuah cafe yang tidak terlalu ramai oleh pengunjung, dia kemudian meraih capucino yang baru saja [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=superjuniorff2010.wordpress.com&amp;blog=11405649&amp;post=32347&amp;subd=superjuniorff2010&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div><span style="font-size:small;">Author  : v3viya</span></div>
<div><span style="font-size:small;">Note: sumpah itu judul ngarang bgt, gak tau harus kasih judul apa. </span></div>
<div><span style="font-size:small;">Cast :</span></div>
<div><span style="font-size:small;">·         PARK JUNGSOO</span></div>
<div><span style="font-size:small;">·         KIM SUJIN</span></div>
<div><span style="font-size:small;">Gender :  Angst</span></div>
<div><span style="font-size:small;"> </span></div>
<div></div>
<div><span style="font-size:small;">Seorang wanita kira kira ber umur hampir 23 tahun sedang duduk sendirian di sebuah cafe yang tidak terlalu ramai oleh pengunjung, dia kemudian meraih capucino yang baru saja di antarkan pelayan cafe tersebut dan menyesapnya secara perlahan lahan dengan meresapi tiap inci aroma capucino tersebut.</span></div>
<div><span style="font-size:small;">Dia kemudian meraih smart phone,  menyentuh layar sentunya, dengan nomor yang mungkin sudah di hafal di luar kepalanya. Dia menyunggingkan sebuah senyuman yang sulit di artikan.</span></div>
<div><span style="font-size:small;">wanita dengan tubuh propesional bak super model, rambut hitam ikal yang di biarkan tergerai, lesung pipit yang indah menghias setia senyuman yang di sunggingkannya, berbalut dress merah marun yang sangat pas di tubuh langsingnya. Membuat wanita yang ada di sampingnya iri dengan kesempurnaan yang ada padanya.</span></div>
<div><span style="font-size:small;">Wanita itu kemudian beranjak dari tempatnya duduk sekarang. Dia lalu menghampiri kasir dan membayar apa saja yang dia pesan tadi. Setelah itu dia keluar dari cafe, sesorang telah menunggunya di luar, wanita itu menghampri  pria tersebut dan menyunggingakn sebuah senyuman.<span id="more-32347"></span></span></div>
<div><span style="font-size:small;">“ sudah lama tidak berjumpa, park jungsoo ssi”</span></div>
<div><span style="font-size:small;">Wanita itu mengulurkan tangannya, dan menjabat tangan pria yang bernama park jungsoo itu, Kemudain mereka berdua masuk kedalam mobil ferrari kuning yang di bawa oleh jungsoo.</span></div>
<div><span style="font-size:small;">Di dalam mobil keheningan menghampiri mereka, ada sedikit kecangungan yang mucul saat mereka berdua bersama padahal dulu sebelum wanita itu memutuskan pergi meraka adalah sepasang kekasih yang sangat serasi.</span></div>
<div><span style="font-size:small;">“kau tidak merindukanku kim sujin.” </span></div>
<div><span style="font-size:small;">Wanita itu –kim sujin- menengokkan kepalanya kearah pria yang kini di sampingnya dengan mata bulatnya yang indah. Hatinya sungguh bahagia mendengar ucapan keluar dari bibir pria berlesung pipit itu.</span></div>
<div><span style="font-size:small;">“tentu saja.”</span></div>
<div><span style="font-size:small;">Wanita itu memperlihatkan senyuman terindahnya di khususkan buat kekasih yang lama di tinggalkannya itu. Senyuman yang sudah jarang iya perlihatkan pada pria manapun yang prnah ia temui, seorang kim sujin yang terkenal acuh terhadap pria manapun hanya pada pria yang ada di samping nya inilah, sujin bisa memperlihatkan senyuman yang paling indah.</span></div>
<div><span style="font-size:small;">Seandainya sujin tidak meninggalkan kekasinya, mungkin mereka sekarang sudah menjadi sepasang suami istri.</span></div>
<div><span style="font-size:small;">Mereka kini berada di tepi sungai han, tempat mereka beradu kasih dulu. Mereka sama-sama terdiam menikmati setiap alur yang tengah meraka rasakan, alur yang membuat mereka terpisah dan di pertemukan kembali. Mata meraka jelas tersirat akan kerinduan yang membuncah hampir mengisi setiap inci rongga paru-paru mereka.</span></div>
<div><span style="font-size:small;">“kau tidak menanyakan kabarku?”</span></div>
<div><span style="font-size:small;">Kini jungsoo membuka pembicaraan yang terkesan basabasi itu, menanyakan kabar yang jelas-jelas sujin tau keadaan jungsoo sekarang, dia tau jelas bagaimana jungsoo hidup saat dia tak di sisinya berada di belahan negara yang jauhnya berkilo-kilo meter dari tempat jungsoo berada, jungsoo tau itu karan dia hampir bahkan setiap 1 jam sekali mengabarkan kabarnya pada sujin.</span></div>
<div><span style="font-size:small;">“bagaimana rasanya menjalani pernikahan kontrak mu itu?”</span></div>
<div><span style="font-size:small;">Sujin balik bertanya, bukan pertanyaan yang mengabarkan keadaan jungsoo tapi melontarkan sebuah pertanyaan yang hampir atau enggan jungsoo bahas dalam pertemuan yang selama bertahun-tahun ia nantikan, bukan itu yang ia ingin dengar dari mulut indah sang mantan kekasih yang amat sangat ia cintai itu.</span></div>
<div><span style="font-size:small;">“  apakah tak ada pertanyan lain selain menayakan itu, aku tak suka kau menayakan pertanyaaan itu!”</span></div>
<div><span style="font-size:small;">Balas jungsoo terkesan marah, yang bertanyanya malah tertawa seolah perkataan jungsoo tadi adalah sebuah lelucon yang sering ditontonnya di acara tv setiap malam. Jungsoo mengeritkan alisnya, kentara sekali kalau dia tak mau sujin mentertawakannya.</span></div>
<div><span style="font-size:small;">“kenapa kau malah tertawa, apakah ada yang lucu dengan perkataan ku barusan”</span></div>
<div><span style="font-size:small;">“kenapa kau marah, aku Cuma menanyakan kabar pernikahan kontrak mu yang konyol itu”</span></div>
<div><span style="font-size:small;">Jawab sujin sarkastis. Sujin tau pertanyaannya akan menyulut percikan-percikan api yang akan membakar hatinya, mengingat kejadian yang sangat ingin dia lupakan.</span></div>
<div><span style="font-size:small;">“aku hanya ingin kau tak membahas masalah itu, di pertemuan pertama kita sejak kau kembali dari masa rehab mu sujian~ah”</span></div>
<div><span style="font-size:small;">Perkataan jungsoo melembut, dia tak mau di pertemuan pertamanya  ini berakhir dengan pertengkaran tapi dia tau masalah ini lama ke laman akan dia bahas juga.</span></div>
<div><span style="font-size:small;">Matanya kini beralih pada pandangan sungai han di malam hari, sorotan lampu dari jembatan sungai han yang bercampur dengan riak kecil di permukaan air terpadu dengan apik hingga menimbulkan seperti efek gelas-gelas kaca yang indah. </span></div>
<div><span style="font-size:small;">Sujin tau jungsoo tak mau memebahas masalah itu, terlalu sakit mengingat jungsoo di paksa menikah dengan wanita yang jelas-jelas jungsoo tak menyukinya, bagaimana bisa dia menikah dengan sahabat kekasihnya itu yang sudah dia anggap sebagai adiknya sendiri. </span></div>
<div><span style="font-size:small;">Bagi sujin, masalah itu juga akan menimbulkan luka lama yang amat sangat ingin ia lupakan, di mana dia harus merelakan kekasihnya menikah dengan sahabatnya sendiri, walapun hanya pernikahan kontrak dan itupun karna kekurangannya sendiri.</span></div>
<div><span style="font-size:small;">“sebenarnya mau mu apa, sujin~ah. Sudah cukup kau meninggalkan aku sendiri di sini, menjalani hidupku selama 3 tahun tanpa ada kau di sisiku rasanya seperti di neraka”</span></div>
<div><span style="font-size:small;">Tanpa mengalihkan pandangannya dari keindahan sungai han di malam hari, perkataan jungsoo terkesan sangat memilukan, bagai mana hari-hari yang di laluinya sangat berat baginya.</span></div>
<div><span style="font-size:small;">“aku hanya ingin kau menceraikanya dan kembali padaku”</span></div>
<div><span style="font-size:small;">Perkataan sujin sukses membuat kepala jungsoo menengok cepat kearahnya sementara yang di lihat menatap lurus kedepan, pandanganya mulai kabur akibat perih yang di rasakan hatinya menjalar  lurus kebola matanya, menimbulkan butiran butiran air yang siap terjun bebas kapan sajah dengan sekali kedipan matanya.</span></div>
<div><span style="font-size:small;">“ aku tak bisa sujin. Kontrak kami belum berakhir”</span></div>
<div><span style="font-size:small;">Sujin menutup matanya yang sukses mebuat butirn air terjun bebas dipelupuk matanya, tak ada isakkan, sujin mengeratkan genggaman tanganya pada tas yang sedari tadi selalu jadi pelampiasan rasa kecewanya.</span></div>
<div><span style="font-size:small;">“seandainya dulu aku, aku tak mengidap penyakit sialan ini dan aku lebih berani menghadapi orang tua mu, mugkin kita&#8230;”</span></div>
<div><span style="font-size:small;">“kita akan hidup bersama, selamanya”</span></div>
<div><span style="font-size:small;">Sambung jungsoo yang langsung mendapat tatapan sendu sujin, kata-kata yang menjadi impiannya, dulu hingga sekarang ‘hidup bersama, selamanya’.</span></div>
<div><span style="font-size:small;">Jungsoo mentap sujin sendu, tanpa di perintah tangannya kini sudah menyentuh jemari-jemari lentik milik sujin. Hangat, itu yang di rasakan jungsoo, masih sama sepeti  3 tahun lalu, tangan ini yang melepaskannya pergi untuk menikah dengan orang lain, walau hanya pernikahan kontrak.</span></div>
<div><span style="font-size:small;">“jangan menyesalinya, itu semua sudah takdir tuhan, toh kita masih bisa bersama setelah aku mengakhiri pernikahan kontrakku”</span></div>
<div><span style="font-size:small;">Tangan jungsoo kini beralih mebelai puncak kepala sujin. Di elusnya dengan penuh kasih sayang sementara yang dielus masih tidak bisa berbuat apa-apa, yang di pikirkanya hanya penyesalan dan merutuki diri sendiri dengan keadaannya yang menurutnya tidak cocok bersanding dengan laki-laki yang amat dicintainya ini.</span></div>
<div><span style="font-size:small;">“kau tau oppa, kadang aku berpikir, sebaikanya kau membatalkan pernikahan kontarakmu itu, menjalani hidup mu dengan wajar denganya, hidup bahagia karna aku tau pasti sora juga mencintaimu”</span></div>
<div><span style="font-size:small;">Tatapan sujin sudah pada tititk dimana kesakitan, perih, penyesalan seolah bercampur menjadi satu di setiap manik matanya. Air mata yang sedari tadi mengalirpun seolah mengering, karna sujin mencoba menahan semuanya agar pria yang di sampingnya ini bisa mengerti bahwa dia melepaskannya.</span></div>
<div><span style="font-size:small;">“apa yang kau katakan sujin, berhenti bersikap tegar seolah-olah ucapanmu itu tulus keluar dari hatimu”</span></div>
<div><span style="font-size:small;">Jungsoo  tau apa yang di katakan sujin, tak benar-benar keluar dari hatinya, mereka sama-sama terluka dengan keputusan ini. Tanpa sujin duga jungsoo kini sudah merengkuh tubuhnya kedalam pelukannya, sujin tak berontak, pelukan jungsoo seperti multivitamin baginya, rasa kesedihan, kesakitan, dan kepedihan sementara hilang dari dalam hatinya. Baginya ini sudah lebih dari cukup.</span></div>
<div><span style="font-size:small;">Angin, udara dan jembatan sungai han menjadi saksi, dimana dua insan manusia ini di permainkan oleh takdir, seandainya sujin tak mengidap penyakit yang  mengharuskannya membuang rahimnya, mungkin dia akan mendapatkan kebahagianya menikah dengan laki-laki yang sangat dia cintai.</span></div>
<div><span style="font-size:small;">“kalau pun kau bersamaku, kau tak akan bisa mendapatkan keturunana dariku oppa, aku ini wanita yang tidak sem&#8230;”</span></div>
<div><span style="font-size:small;">“CUKUP SUJIN, JANGAN LANJUTKAN KATA-KATAMU BARUSAN”</span></div>
<div><span style="font-size:small;">Jungsoo menbentak sujin, tapi sujin tak bergeming, dia tau kenyataan memang mengharuskannya bersikap seperti ini, dia sadar dirinya tidak sempurna. bagi wanita, tidak bisa melahirkan keterunaan sama saja dengan sampah. </span></div>
<div><span style="font-size:small;">Jungsoo mengeratkan pegangan tangannya, seolah menyakinkan bahwa keadan sujin tak mengurangi rasa cinta terhadapnya.</span></div>
<div><span style="font-size:small;">“kau bisa mengerti kadaanku oppa, tapi orang tua mu tidak. Mereka mengharapkan keturuanan dari anak laki-laki mereka satu-satunya. Dan kalau kau kembali padaku. Semua harapan mereka akan sirna oppa”</span></div>
<div><span style="font-size:small;">“berbahagilah oppa, aku yakin sora bisa membahagikan mu. Lepaskan aku oppa, takdir tak memihak kita, cerita kita cukup sampai disini”</span></div>
<div><span style="font-size:small;">Sujin keluar dari dalam mobil ferrari kuning itu, jungsoo hanya dia mematung mendengar perkataan sujin barusan, dia amat syok. Percuma semua pengorbanannya selama ini, dia rela menjalani pernikahan kontak dengan sora, menunggunya dan bahkan berharap bahwa dia akan kembali bersama lagi, seperti dulu sebelum penyakit itu menyerang tubuh sujin.</span></div>
<div><span style="font-size:small;">Sujin berjalan dengan tatapan kosong, rasanya hatinya telah mati, dulu dia bisa bertahan karna jungsoo menyakinkanya bahwa dia hanya menikah kontrak dengan sora, tapi kini sujin sadar bahwa semuanya tidak seindah dengan harapan-harapannya.</span></div>
<div><span style="font-size:small;">“JIKA KAU MASIH MENCINTAIKU DAN MASIH MENGINGINKANKU MAKA BERHENTI SEKARANG TAPI JIKA KAU TAK BERHENTI KU ANGGAP KAU HANYA MIMPI BAGIKU, AKU AKAN MELUPAKAN MU DAN MENJADIAKNMU HANYA SEBAGI ANGIN MASA LALUKU. AKU BERHARAP KAU BERHETI KIM SUJIN DAN BERBALIK PADAKU!!”</span></div>
<div><span style="font-size:small;">Sujin tak menghiraukan perkataan jungsoo, dia terus berjalan seiring dengan hembusan angin yang menerpa tubuhnya, dia tak merasakan apapun, yang di pikirkanya, hanya lari seperti 3 tahun lalu. Tapi sekarang berbeda dia harus bisa melupakan laki-laki yang menjadikannya tegar ini, menjadikan dia wanita paling beruntung di dunia karna bisa di cintai oleh seoarang park jungsoo. </span></div>
<div><span style="font-size:small;">Dia sadar dia tak bisa kembali lagi padanya, mereka telah di persatukan tuhan tak mungkin terceraikan walau hanya pernikahan kontrak, haram bagi dua insan yang sudah mengikat janji suci di hadapan Tuhan untuk bercerai karena menurut pernikahan agama yang mereka anut mereka tak bisa terceraikan, apalagi mereka sudah melakukan hubungan suami istri, walapun itu hanya ketidak sengajaan.</span></div>
<div><span style="font-size:small;">Sujin mempercepat langkahnya, setelah dia tak mendengar jeritan jungsoo tiba-tiba dia ambruk kakinya tak bisa menopang tubuhnya yang indah itu, merasakan ngilu di sekujur pergelangan kakinya. Bukan karana penyakit tapi mungkin rasa sakit sudah menjalar hampir di setiap organ tubuhnya.</span></div>
<div><span style="font-size:small;">Tuhan menciptakan manusia untuk lebih mencintai dirinya sendiri, mengenal lebih baik keadaan yang ada pada tubuhnya, walapun penuh dengan ketidaksempurnaan, Tuhan menciptakan manusia paling sempurna diantara mahluk ciptaanya. Tuhan juga memberi kita ujian bukan semata-mata untuk menjatuhkan kita, tapi membuat supaya kita lebih kuat menghadapi  masalah hidup walapun ujian paling berat dalam hidup kita.</span></div>
<div><span style="font-size:small;">FIN </span></div>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/superjuniorff2010.wordpress.com/32347/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/superjuniorff2010.wordpress.com/32347/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/superjuniorff2010.wordpress.com/32347/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/superjuniorff2010.wordpress.com/32347/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/superjuniorff2010.wordpress.com/32347/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/superjuniorff2010.wordpress.com/32347/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/superjuniorff2010.wordpress.com/32347/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/superjuniorff2010.wordpress.com/32347/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/superjuniorff2010.wordpress.com/32347/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/superjuniorff2010.wordpress.com/32347/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/superjuniorff2010.wordpress.com/32347/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/superjuniorff2010.wordpress.com/32347/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/superjuniorff2010.wordpress.com/32347/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/superjuniorff2010.wordpress.com/32347/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=superjuniorff2010.wordpress.com&amp;blog=11405649&amp;post=32347&amp;subd=superjuniorff2010&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://superjuniorff2010.wordpress.com/2012/01/27/love-and-imperfection/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>11</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/089808d533df09426de8934b5d63dafd?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ELF4SUJU</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Mrs. Choi, Saranghae….</title>
		<link>http://superjuniorff2010.wordpress.com/2012/01/26/mrs-choi-saranghae/</link>
		<comments>http://superjuniorff2010.wordpress.com/2012/01/26/mrs-choi-saranghae/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 26 Jan 2012 13:00:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ELF4SUJU</dc:creator>
				<category><![CDATA[fanfiction]]></category>
		<category><![CDATA[한방 ♥ One Shot]]></category>
		<category><![CDATA[Cho Kyuhyun]]></category>
		<category><![CDATA[Choi Siwon]]></category>
		<category><![CDATA[Super Junior]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://superjuniorff2010.wordpress.com/?p=32325</guid>
		<description><![CDATA[Author             : Dewii Tag                  : Cho Kyuhyun, Choi Mira, Choi Jiwon, Choi Siwon, All member  Super Junior. aneyon Haseyo Chingu&#8230;. ini FF oneshootku yang pertama. jadi Mianhe kalau ada banyak kekurangan. Komentarnya ditunggu yaa&#8230; Happy reading&#8230;..^^ Aku berlari memasuki kamarku sambil menutupi wajahku, berusaha menahan air mataku yang hampir tumpah dihadapannya. Aku terlalu naïf mengaggap [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=superjuniorff2010.wordpress.com&amp;blog=11405649&amp;post=32325&amp;subd=superjuniorff2010&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div>Author             : Dewii</div>
<div>Tag                  : Cho Kyuhyun, Choi Mira, Choi Jiwon, Choi Siwon, All member  Super Junior.</div>
<div></div>
<div>aneyon Haseyo Chingu&#8230;. ini FF oneshootku yang pertama. jadi Mianhe kalau ada banyak kekurangan. Komentarnya ditunggu yaa&#8230;</div>
<div>Happy reading&#8230;..^^</div>
<div align="center"></div>
<div></div>
<div>Aku berlari memasuki kamarku sambil menutupi wajahku, berusaha menahan air mataku yang hampir tumpah dihadapannya. Aku terlalu naïf mengaggap bahwa dia berbeda dengan namja lain, tapi ternyata aku salah. Dia tetap saja tidak bisa menolak pesona akan kecantikan kakakku Choi jiwon,</div>
<div></div>
<div>&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;- </div>
<div></div>
<div>Flashback</div>
<div>Namaku Choi Mira, aku adalah adik dari salah satu member Super Junior Choi Siwon. Aku dan Siwon oppa sangat dekat meskipun aku dan Jiwon Eonni tinggal di London. Aku kuliah sedangkan Eonniku menjadi model disana, tidak bisa dipungkiri kalau Jiwon Eonni itu sangat cantik.</div>
<div></div>
<div>Selama tinggal di London, aku selalu mengirimkan oppaku email meskipun kadang kadang dia tidak sempat membalasnya. Meskipun begitu, sudah menjadi rutinitasku untuk mengirimkan oppaku email. Sampai suatu hari Siwon Oppa membalas emailku. Aku sangat senang karena dia masih sangat perhatian padaku. Tapi aku harus menelan kekecwaan saat aku tahu bahwa yang selama ini selalu membalas emilku adalah temannya yaitu Cho Kyuhyun. Aku sempat marah padanya, tapi Kyuhyun selalu membujukku dan mengatakan bahwa dia sangat suka membaca email- emailku dan menawarkan agar dia saja yang kukirimkan email. Aku menyetujuinya dan sejak itu kami selalu saling kirim email.<span id="more-32325"></span></div>
<div></div>
<div>Disetiap email yang kukirim, aku selalu menceritakan pengalaman hidupku selama tinggal disini. Sebaliknya, dia juga selalu menceritakan pengalamannya menjadi maknae Super Junior. Aku dan Kyuhyun mempunyai banyak kesamaan , mungkin karena itulah kami menjadi sangat dekat. Aku sangat menyukai novel klasik, puisi kahlil Gibran , dan Christian Bautista……</div>
<div></div>
<div>Kyuhyun selalu menuliskan puisi Kahlil Gibran disetiap emailnya padaku. Karena itu, aku merasa dia sangat pehatian padaku. Tampa aku sadari, sebuah perasaan aneh tumbuh dihatiku. Aku selalu menantikan semail darinya dan selalu merasa rindu padanya. Entahlah, aku tidak pernah terlalu serius memikirkan perasaan ini.</div>
<div></div>
<div>Kyuhyun tidak pernah memanggil namaku disetiap emailnya, dia selalu menyebutku dengan nama My Mrs Choi dan aku juga tidak pernah mempermasalahkan hal itu.</div>
<div></div>
<div>To        : <a href="mailto:EvilKyu@xxxx.com" target="_blank">EvilKyu@xxxx.com</a></div>
<div>From   : <a href="mailto:Mrs.Choi@xxxx.com" target="_blank">Mrs.Choi@xxxx.com</a></div>
<div>Kyunnie, hari ini aku sangat senang……. Tahu kenapa???? Karena aku barusaja menyaksikan konser Christian Bautista di sini…  Waoooowww….. dia benar benar keren!!!! Apalagi saat dia bernyanyi……….. rasanya aku melayang saat dia menyanyika lagu favoritku “<em>The Way You look at Me”</em>……………</div>
<div>Aku bahkan sempat berfoto dan minta tanda tangannya. Dia benar benar keren!!!</div>
<div></div>
<div>To        : <a href="mailto:Mrs.Choi@xxxx.com" target="_blank">Mrs.Choi@xxxx.com</a></div>
<div>From   : <a href="mailto:EvilKyu@xxxx.com" target="_blank">EvilKyu@xxxx.com</a></div>
<div>Mrs. Choi..!!! kau lupa ya kalau aku juga penyanyi. Aku bahkan lebih keren dan suaraku lebih bagus darinya. Mau bukti???</div>
<div>Kalau begitu, saat kau kembali nanti, aku berjanji akan menyanyikan lagu favoritmu itu untukmu,,,,,,, dan akan kubuktikan kalau tidak ada yang bisa menandingi suara CHO KYUHYUN…..!!!</div>
<div></div>
<div>To        : <a href="mailto:EvilKyu@xxxx.com" target="_blank">EvilKyu@xxxx.com</a></div>
<div>From   : <a href="mailto:Mrs.Choi@xxxx.com" target="_blank">Mrs.Choi@xxxx.com</a></div>
<div>Jinjja Kyunnie??? Kalau begitu kau siap siap saja karena  2 minggu lagi aku akan kembali ke Seoul, jadi kau latihanlah yang keras…. Hwaiting CHO KYUHYUN!!!</div>
<div></div>
<div>Flashback End</div>
<div></div>
<div>&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;- </div>
<div></div>
<div>Kepedihan dan kekecewan kembali melanda hatiku ketika aku kembali ke korea. Saat di Bandara, Kyuhyun dengan entengnya berjalan melewatiku dan langsung memeluk Jiwon Eonni. Aku kaget sekaligus cemburu. Aku baru sadar kalau ternyata selama ini yang dia anggap selalu mengirmkannya email adalah Eonniku, bukan aku. Mereka semakin hari semakin mesra dan aku hanya bisa menatapnya cemburu, dan puncaknya hari ini ketika dia mengumumkan kalau dia dan Jiwon Eonni telah menjadi sepasang kekasih.</div>
<div></div>
<div>Aku hanya bisa menangisi kebodohanku. Bagaimana mungkin aku jatuh cinta padanya yang hanya menganggapku adik dari sahabatnya. Sungguh pedih jika kita mencintai orang yang tidak mempedulikan kita. Choi Mira bodoh…!!! Bodoh…!!!.</div>
<div></div>
<div>&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212; </div>
<div></div>
<div>Aku masih menangis di kamarku ketika sebuah ketukan kecil dipintu menyadarkanku. Segera kuhapus air mataku dan kuolesi sedikit bedak, aku tidak mau dianggap lemah apalgi dikasihani oleh orang lain.</div>
<div></div>
<div>“ Mira-ah…. Buka pintunya…..” kata sebuah suara dibalik pintu itu.</div>
<div>“ Ne Oppa…” aku segera membuka pintu yang kukunci itu dan menatap wajah Oppaku. Keningnya berkerut ketika melihatku.</div>
<div>“ Wae Oppa???” tanyaku bingung.</div>
<div>“kau menangis??? Apa karena Kyuhyun???” aku terlonjak kaget mendengar apa yang dikatakan Siwon Oppa.</div>
<div>“ Anii oppa… aku tidak menangis…” kataku berusaha mengelak.</div>
<div>“kau tidak usah berbohong. Aku ini Oppamu, jadi aku bisa mengetahuinya dari sikapmu…” Siwon Oppa lalu memelukku erat. Dia pasti bingung ingin memihak siapa, aku atau Jiwon Eonni.</div>
<div>“ Oppa, apa yang harus kulakukan??? Ini pertama kalinya aku menyukai seseorang, tapi malah jadi seperti ini…” aku kembali menangis dipelukan Oppaku.</div>
<div>“ Gwencana Mimi-ah, kau pasti bisa melewatinya….. Oppamu ini akan selalu mendukungmu, aku tahu kau yeoja yang kuat…” katanya sambil memegang wajahku.</div>
<div>“ Aku aka berusaha Oppa, aku tidak mungkin menyakiti Jiwon Eonni..”</div>
<div>“ Ne, yasudah… ayo kita makan malam… Eomma akan marah kalai kau tidak makan” Siwon oppa lalu menarik tanganku keluar kamar.</div>
<div></div>
<div>&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212; </div>
<div></div>
<div>Semenjak kembali ke Korea, aku sudah tidak pernah lagi membuka emailku. Rasanya pedih jika melihat inboxku dan membaca setiap email darinya dulu. Sudah kuputuskan akan melupakan namja itu, aku tidak berniat memberitahu Kyuhyun tentang email-email itu. tidak akan ada gunanya dan hanya akan menambah masalah.</div>
<div></div>
<div>Pagi ini Aku berjalan memasuki area parkir di sebuah apartemen tempat Siwon Oppa tinggal. Siwon Oppa menyuruhku membawankan Ipad miliknya yang ketinggalan di rumah tadi malam. Aku berusaha mengendalikan hatiku sebelum memasuki dorm ini. aku takut jika harus bertemu dengan kyuhyun lagi. Kutarik nafas dalam dan memncet bel, tidak lama kemudian seorang namja yang tidak lain adalah Donghae Oppa membuka pintu.</div>
<div></div>
<div>Donghae Oppa tampak kaget dan langsung berteriak “ Mira-ah..!!!!”</div>
<div></div>
<div>Seketika suasana dorm menjadi ribut ketika terdengar suara langkah kaki berlari. Aku tersenyum lembut, 3 tahun aku di London mereka masih tidak berubah. Donghae Oppa memelukku erat dan mengajakku masuk.  satu persatu  Oppaeulku lalu muncul. Mereka kembali memelukku erat. Hhhmmm, aku sanagt merindukan mereka.</div>
<div></div>
<div>“ Oppa, aku sesak!!!!” mereka lalu melepas pelukannya padaku.</div>
<div>“ Choi Mira…!!! Bogoshippo…!!!!” kata Eunhyuk Oppa dan mencoba kembali memelukku tapi ditahan oleh Siwon Oppa.</div>
<div>“ jangan terlalu sering memeluk dongsaengku, berbahaya…!!!!” Eunhyuk lalu melayangkan jitakan super ampuh pada Siwon Oppa.</div>
<div>“YA!!! Kau kira aku akan melukai Dongsaengku HA????” kata Eunhyuk, aku tersenyum. Mereka sangat kekanak-kanakan.</div>
<div>“Oppa, ini Ipadmu…..” aku lalu menyerahkan Ipad miliknya yang ketinggalan kemarin.</div>
<div>“ Habis ini kau mau kemana???” kata Siwon Oppa.</div>
<div>“aku ingin jalan-jalan sebentar Oppa, habis itu ke toko buku. Ada yang ingin kubeli…” kataku pada mereka.</div>
<div>“kau ingin pergi sendiri???. Kenapa tidak minta Jiwon untuk menemanimu???” kata Siwon Oppa agak cemas. Wajar saja, karena dari dulu aku jarang sekali keluar sendiri, biasanya aku selalu ditemani Jiwon Eonni atau pengawal Appaku.</div>
<div>“Eonni ada kencan dengan Kyuhyun Oppa. Aku tidak mau mengganggu acara mereka.” Kataku dengan senyum getir. Kupandangi Siwon Oppa, dia hanya bisa menghela nafas panjang.</div>
<div>“kalau begitu aku yang akan menemanimu keluar.” Kata Siwon Oppa.</div>
<div>“Tidak perlu Oppa, aku tahu kau sedang sibuk. Aku pergi sendiri saja” kataku lembut, berusaha menyembunyikan kegetiran hatiku.</div>
<div>“Siwon-ah!! Biar aku saja yang menemaninya, aku juga tidak ada jadwal hari ini” Donghae Oppa menawarkan diri menemaniku, seketika senyum kelegaan langsung merekah dibibir Siwon Oppa.</div>
<div>“ Ne, tentu saja. Mira-ah, kau pergi dengan Donghae ya…….” Siwon Oppa membujukku, aku hanya mengangguk tidak ingin membuatnya khawatir. Lagipula aku butuh pemandu disini karena aku tidak terlalu mengenal kota Seoul.</div>
<div>“ kalau begitu kau tunggulah sebentar, aku ingin mandi dulu…” Donghae Oppa lalu memasuku kamarnya, sementara yang lain juga melanjutkan aktifitas mereka yang sempat tertunda.</div>
<div></div>
<div>Sambil menunggu Donghae Oppa, aku memutuskan untuk mengeluarkan salah satu novelku dan mulai membacanya. Keasyikanku terganggu saat kulihat Kyuhyun Oppa keluar kamar, tampaknya dia baru bangun tidur. Ketika melihatku, dia langsung menyapaku dengan senyumnya yang lembut.</div>
<div></div>
<div>“Aneyong Mira-ah….. kau mencari Oppamu???” katanya padaku.</div>
<div>“Anii Oppa, aku sudah bertemu dengannya, aku hanya sedang menunggu Donghae Oppa.” Aku berusaha menyembunyikan perasaannku. Dia hanya menganngguk kecil.</div>
<div>“kau akan kencan dengannya???”</div>
<div></div>
<div>Aku  tersentak, kenapa dia bisa berfikir seperti itu. “ Ani Oppa, Donghae hanya ingin menemaniku jalan-jalan saja…”</div>
<div>Sepertinya Tuhan masih sayang padaku. Donghae Oppa keluar kamar dengan penyamaran lengkap dan aku terselamatkan dari perbincangan yang ujungnya pasti akan membuatku menangis.</div>
<div></div>
<div>Donghae Oppa selalu setia menemaniku mengelilingi tempat tempat indah di kota Seoul. Dia menajakku ke Sungai Han, Namsan Tower, dan sekarang kami berada di salah satu toko buku yang katannya sanagat bagus di Seoul. Dan faktanya toko buku ini memang luar biasa. Koleksi buku yang dijualnya sangat lengkap mulai dari buku cerita anak-anak, Buku pelajaran, komik, sampai sastra klasik.</div>
<div></div>
<div>“Mira-ah, kau suka novel klasik???” Kata Donghae Oppa sambil menenteng 3 komik manga Jepang ditangannya.</div>
<div>Aku tersenyum lalu kuambil satu novel klasik favoritku karya Jane Austen ‘ Emma ‘, ’. “Ne Oppa, menurutku untaian kata-katanya sangat indah dan mempunyai nuansa yang bisa menyihirku untuk selalu ungin membacanya.”</div>
<div></div>
<div>Donghae Oppa tersenyum kecut dan merebut buku itu dari tanganku. “setebal ini???”</div>
<div>“Aku punya banyak yang lebih tebal di London” Donghae lalu mengangkat novel itu tinggi hingga aku tidak bisa mencapainya. Aku berusaha merebutnya tapi tidak bisa, Dia terlalu tinggi untukku.</div>
<div>“Oppa kembalikan!!!” aku masih berusaha menggapainya. Tiba tiba sebuah suara yang sangat kukenali memanggil namaku.</div>
<div>“Mira-ah!!!” aku mencari asal suara itu dan menemukan pemandangan yang membuat hatiku perih, Choi Jiwon dan Cho Kyuhyun….</div>
<div>“Eonni!!” mereka menghampiriku dan Donghae. Donghae Oppa langsung memberi salam dan menurunkan tangannya. Aku langsung merebut bukuku dan tersenyum puas sambil mengejeknya. <img src='http://s2.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_razz.gif' alt=':P' class='wp-smiley' /> </div>
<div>“ Eonni, apa yang kau lakukan disini??” tanyaku pada Jiwon Eonni sambil berusaha menenangkan hatiku.</div>
<div>“Kyuhyun mau beli buku. Kau sendiri sedang apa??”</div>
<div>“aku juga beli buku!! Tapi Donghae Oppa malah menggangguku…”</div>
<div>“ kau masih beli buku juga??? Bukankah Appa sudah memerintahkan anak buahnya untuk membawa pulang bukumu yang segudang itu  dari London.”</div>
<div>“ini beda Eonni, Ini dalam bahasa Korea kalau yang di London bahasa Inggris…!!”kuperlihatkan novel yang baru kubeli padanya dan Jiwon Eonni malah memasang wajah memelas. Bisa kulihat ekspresi kekagetan diwajah Kyuhyun. Omooo!!! Aku lupa, dia pasti akan tahu tentang email2 itu. Aish!!! Dasar Mira PAbo..!!</div>
<div>“ jane Austen lagi?? Bukankah kau sudah punya banyak??” Kata Eonniku sambil membolak-balik buku yang kubeli.</div>
<div>“Mira-ah, kau menyukai karya Jane Austen??” Kyuhyun bertanya padaku dan aku hanya bisa diam, aku tak tahu apa yang harus kukatakan. .</div>
<div>“Bukan suka lagi Kyuhyun-ah, tapi tergila-gila!!! Mulai dari Jane Austen, Kahlil Gibran, Pablo picasso sampai Christian Bautista. Dongsaengku ini sangat menyukai hala-hal yang berbau romantis” katanya yang diikuti anggukan tanda setuju dari Donghae.</div>
<div></div>
<div>Raut wajah Kyuhyun langsung berubah. Dia langsung menatapku tajam seolah ingin menelanku hidup-hidup. Dia pasti sudah menyadari bahwa yang selama ini selalu mengiriminya email bukanlah Jiwon eonni, tapi aku.</div>
<div></div>
<div>“Jiwon-ah, nanti kau pulang dengan Donghae ya… ada yang ingin kubicarakan dengan Mira.” Tampa menunggu persetujuan dariku, Kyuhyun langsung menarik tanganku keluar dari toko ini. Dia memasukkanku kedalam mobilnya dengan paksa lalu membawaku entah kemana.</div>
<div></div>
<div>&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212; </div>
<div></div>
<div>Kyuhyun memarkir mobilnya disebuah taman kecil yang jauh dari kota. Sebuah taman yang sangat sunyi. Dia membuka maskernya dan dapat kulihat tatapannya yang langsung menusuk ke ulu hatiku.</div>
<div></div>
<div>“ Mrs. Choi, kenapa kau menyembunyikannya dariku???” Tatapannya telah menembus hatiku hingga rasanya semakin perih. Aku berusaha mengendalikan hatiku.</div>
<div>“ aku tidak menyembunyikan apa-apa darimu…” kataku dengan suara datar.</div>
<div>“ MWO??? CHOI MIRA….!!! Kenapa kau tidak bilang padaku kalau kau adalah Mrs. Choi ku dan malah membiarkanku berfikir bahwa itu adalah Choi Jiwon…!!!” kataya lantang padaku. Aku menangis, pertahananku runtuh seketika.</div>
<div>“ lalu apa yang harus kuperbuat Kyunnie…. Kau bahkan tidak menganggapku ada ketika dibandara. Kau fikir bagaimana perasaanku ketika kau melewatiku dan langsung memeluk Eonniku…..” aku menghirup nafas dalam dan melanjutkan apa yang ingin kukatakan.</div>
<div>“kau telah dibutakan oleh kecantikan Eonniku. Kau ingin kalau Mrs. Choi mu itu adalah Jiwon Eonni, aku hanya mengabulkan harapanmu dengan tidak mengatakan apa-apa…” Kyuhyun menarikku kedalam pelukannya dan menenangkanku.</div>
<div>“kau tahu bahwa aku mencintai Mrs. Choi ku. Aku mencintai gadis yang selalu mengirimkanku email dan menceritakan hari-harinya padaku. Aku menginginkan yeoja itu…” kupejamkan mataku saat di mencium dahiku dengan lembut.</div>
<div></div>
<div>“Kyunnie……”</div>
<div></div>
<div>“ diam dan dengarkan perkataanku. Aku pernah bercerita padamu di email tentang cinta pertamaku…. Sekarang akan kuberitahu padamu siapa yeoja itu. 3 tahun lalu, aku berkunjung ke rumah sahabatku, disana aku melihat suatu pemandangan indah yang membuat jantungku berdetak kencang. Seorang Yeoja duduk di taman dihalaman rumah itu. dia duduk sambil membaca dan mendengarkan musik dari Ipodnya. Awalnya aku merasa aneh, kenapa ada orang yang bisa menikmati apa yang dia baca ketika disaat bersamaan dia mendengar musik. Semakin lama kupandagi yeoja itu, dia terlihat sangat menawan ketika seluruh perhatiannya tertuju pada apa yang ia baca, matanya menyihirku untuk tetap memandangnya, senyum dibibirnya ketika dia menemukan hal lucu dari apa yang ia baca…. Semburat merah dipipinya menambah keindahannya ketika seluruh perhatiannya tertuju pada buku itu…..” aku diam sementara Kyuhyun melanjutkan ceritanya.</div>
<div></div>
<div>“Yeoja itu terlihat sangat cantik dimataku. Penampilannya yang simple dan sederhana menambah eksotisme kecantikannya yang alami. Kau tahu, aku jatuh cinta pada pandangan pertama pada seorang yeoja yang sedang membaca.  nama sahabatku itu adalah Choi Siwon dan adiknya itu adalah Choi Mira…. Jadi, dari awal sampai sekarang aku mencintai yeoja bernama Choi Mira, tidak peduli dia cantik atau tidak. Yang kuinginkan sekarang adalah bersamaya…..”  air mataku kembali menggenangi pipiku mendengar penuturannya.</div>
<div></div>
<div>“sejak awal aku memang menyangka bahwa Mrs. Choi ku adalah Choi Jiwon, itu karena ketika kutanyakan pada Siwon Hyung dia bilang bahwa email itu dari Dongsaeng pertamanya, awalnya aku kecewa karena kufikir itu adalah kau. Tapi disetiap email2 mu aku menemukan kesamaan dengan kepribadian Choi Mira, makanya aku selalu membalasnya dan mengagumi Mrs. Choi….”</div>
<div></div>
<div>“ Siwon Oppa selalu menyebutku dengan Dongsaeng pertamanya dan Jiwon Onnie Dongsaeng kedua karena aku lebih mirip dengannya daripada Jiwon Onnie…..” aku menatap lurus matanya. Aku teringat Jiwon onnie, seketika kulepas pelukan Kyuhyun.</div>
<div>“Waeyo Mira-ah??? Apakah kau tidak mencintaiku seperti aku mencintaimu…” katanya dengan nada yang seakan akan bisa memporak-porandakan hatiku.</div>
<div>“ itu tidak penting sekarang Kyunnie… kau telah menjadi Namjachingu dari eonniku, aku tidak mungkin menghancurkan perasaan Eonniku sendiri….” Kyuhyun menggemgan tanganku erat seolah tidak ingin melepasnya.</div>
<div>“aku akan jujur pada Jiwon….. tapi kumohon, jangan pernah meninggalkanku….. tunggu aku Choi Mira….. kumohon…..” dia memelukku dan mencium keningku lembut. Air mataku terus saja mengalir tampa bisa kuhentikan.</div>
<div>“kumohon, jangan katakan pada Eonniku Kyunnie…”</div>
<div>“Mianhe…. Aku tidak bisa menahannya lagi”</div>
<div></div>
<div>&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;- </div>
<div></div>
<div>Sejak malam itu, aku selalu menghindar dari Kyuhyun. Tak kupedulikan setiap pesan ataupun telefon darinya. Aku belum siap berhadapan dengan Eonniku dan menerima fakta bahwa aku telah merebut orang yang dicintainya. Aku selalu mencoba meyakinkan Kyuhyun untuk mencoba mencintai Eonniku, tapi dia tidak pernah mau mendengarku.</div>
<div>Alhasil aku hanya bisa menghindar darinya…</div>
<div></div>
<div>Aku duduk di taman kecil di halaman rumahku sambil membaca novel karya Jane Austen yang baru kubeli kemarin. Sebenarnya aku sudah membacanya beberapa kali, tapi aku masih suka mengulangnya. Kegiatanku terganggu ketika tiba-tiba seseorang menutup mataku.</div>
<div></div>
<div>“Kyunnie!!!” aku berbalik dan kaget ketika menyadari bahwa ternyata yang menutup mataku adalah Donghae Oppa.</div>
<div>“Kyunnie??? Kyuhyun maksudmu??” aku gugup. Aku bukanlah orang yang bisa berbohong.</div>
<div></div>
<div>“sudahlah Oppa, tidak usah difikirkan…. Oppa, kau mau dengar lagu kesukaanku tidak??” kataku padanya. Donghae Oppa mengangguk dan aku langsung memutarkan lagu Christian Bautista <em>‘The Way You Look at Me’ </em>dari Ipodku. Donghae Oppa tersnyum karena menikmati lagu itu. sekali kali aku juga bernyanyi mengikuti liriknya. Sungguh indah…</div>
<div></div>
<div>Kami tertawa bersama sambil sesekali menyanyikan lagu itu. aku tercekat dan senyumku langsung menghilang ketika kulihats sesosok Namja menatap kami dengan tatapan tajam. Aku merinding melihat tatapan kyuhyun, tidak pernah kulihat dia semarah itu. Kyuhyun lalu menghampiriku dan Donghae Oppa.</div>
<div></div>
<div>“apa yang sedang kalian lakukan…. Tampaknya asyik sekali” katanya dengan nada yang ditekankan.</div>
<div>“aku sedang mendengarkan lagu favorit Mira-ah… Kyuhyun-ah, lagunya romantis sekali..” katanya pada kyuhyun. Donghae Oppa langsung menatapku.</div>
<div>“Mira-ah, aku akan menyanyikan lagu itu untukmu. Kau mau???”aku langsung kaget mendengar pertanyaan Donghae Oppa, kulirik Kyuhyun yang memandangku sama tajamnya.</div>
<div>“ tidak perlu Hyung, Mira pasti ingin kalau yang menyanyikan lagu itu adalah orang yang special dihatinya. Iyakan Mrs. Choi??” Kyuhyun oppa menekankan suaranya ketika memanggilku Mrs. Choi.</div>
<div>“ nnee Oppa..” kataku agak ragu.</div>
<div>“kalau begitu aku akan jadi orang special untykmu suatu saat nanti….” Donghae Oppa menatapku lembut. Omoo, rasanya suasana disini tegang sekali. Siwon Oppa datang dan menyelamatkan hidupku. “ Mira-ah, Eomma memanggilmu…” aku langsung masuk ke rumahku meninggalkan mereka bertiga. Aku sempat melihat mereka bertiga bersitegang.</div>
<div></div>
<div>&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8211; </div>
<div></div>
<div>Aku baru selesai mandi ketika sebuah ada sebuah ketukan dipintu kamarku. Aku langsung membukanya. Jiwon Eonni langsung masuk dan memelukku erat.</div>
<div></div>
<div>“ Maafkan Eonni Mira-ah…” Eonniku masih menangis dipelukanku. Aku hanya bisa menenangkannya.</div>
<div>“Wae Eonni??? Kenapa kau menangis??” kutatap Eonniku dan dia mulai bisa mengontrol air matanya.</div>
<div>“ Mianhe.. jeongmal Mianhe….. Eonni bersalah padamu dan Kyuhyun. Siwon Oppa sudah menceritakan semuanya padaku… semuanya tentang kau dan Kyuhyun, tentang cinta kalian yang terganggu karena kehadiran Eonni…” aku tercekat.</div>
<div>“apa yang dikatakan Siwon Oppa padamu Eonni??/”</div>
<div>“ seumuanya…. Eonni akan menebus kesalahan Eonni, aku sudah melepas Kyuhyun untukmu, kau bisa bahagia bersamanya..” Jiwon Eonni tersenyum dan kembali memelukku erat.</div>
<div>“tapi Eonni…”</div>
<div>“sudahlah…. Lagipula aku sepertinya sudah jatuh cinta pada namja lain…” wajah Jiwon Eonni langsung memerah, tak pernah kulihat Eonniku seperti ini.</div>
<div>“MWO??? Kok bisa?? Cintamu sama Kyuhyun bagaimana???”</div>
<div></div>
<div>“ aku hanya kagum dengannya, tidak lebih. Lagipula ketika dia mengatakan kalau Ia mencintai Mrs. Choi, aku langsung menerimanya. Tapi perasaanku terhadap namja ini berbeda Mira-ah, jantungku berdebar ketika melihatnya… aku selalu merindukannya meskipun kami barusaja bertemu…” aku terkejut setengah mati. Belum pernah Eonniku menyukai Namja  seperti ini. Jiwon Eonni pasti benar2 jatuh cinta sekarang.</div>
<div></div>
<div>Alisku berkerut memandang Eonni yang tidak henti hentinya tersenyum sementara matanya masih merah karena baru menangis. Cinta sungguh aneh.“Nuguseyo Eonni?? Siapa namja yang tidak beruntung itu???” seketika senyum Jiwon Eonni langsung hilang diganti dengan mulutnya yang manyun.</div>
<div></div>
<div>“ CHOI MIRA!!!”</div>
<div></div>
<div>“Ne..ne… mianhe, siapa namja itu Eonni???” tanyaku padanya. Jiwon Eonni tampak berfikir keras sebelum memulai berbicara.</div>
<div>“hhmm…. Namanya Kim Jung Woon, tapi dia biasa dipanggil Yesung..”</div>
<div>“MWO?????”</div>
<div></div>
<div>&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8211; </div>
<div></div>
<div>Beberapa bulan kemudian…</div>
<div>Sudah 2 bulan lebih aku tidak bertemu dengn Kyuhyun Oppa. Dia sangat sibuk dengan Super Show 4 super Junior dan beberapa penghargaan yang semuanya berlokasi di luar negeri. Aku sangat merindukannya, tapi aku lega karena kami sudah resmi menjadi sepasang kekasih……</div>
<div></div>
<div>Flashback…</div>
<div>“ Mira-ah, Kyuhyun datang mencarimu..” suara Jiwon Eonni mengagetkanku. Aku gugup sekali. Ini pertama kalinya kami bertemu sejak dia putus dengan Jiwon Eonni. Jiwon Eonni langsung mencubit lenganku. “ingat janjimu padaku Mira-ah…”</div>
<div>“ne…ne… akan kusampaikan pada YEsung Oppa..” kataku sambil beranjak keluar kamar.</div>
<div>Aku menuruni tangga rumahku dan bisa kulihat namja itu berdiri menghadap ke jendela. Jantungku berdetak kencag ketika dia berbalik dan mata kami bertemu.</div>
<div>“ Mira-ah, aku ingin mengajakmu kesuatu tempat…” aku mengangguk dan dia langsung menghampiriku dan menggemgam tanganku.</div>
<div>Kyuhyun mengajakku kesebuah taman kecil tempat dia pertama kali mengatakan bahwa dia mencintaiku. Kami duduk di bangku itu laklu dia berlutut dihadapanku.</div>
<div>“ Choi Mira, saranghae……” Air mataku tidak bisa terbendung lagi. Aku menangis….</div>
<div>“aku tidak ingin memberikan penyataan cinta yang romantic, karena aku tahu kau lebih indah dari segala hal di dunia ini” Kyuhyun menghela nafas panjang dan kembali mengemgan tanganku erat, aku hanya bisa memejamkan mataku.</div>
<div>“Aku ingin mencintaimu dengan sederhana… seperti kata yang tak sempat diucapkan kayu kepada api yang menjadikannya abu… Aku ingin mencintaimu dengan sederhana… seperti isyarat yang tak sempat dikirimkan awan kepada hujan yang menjadikannya tiada…” kata katanya te;ah membawaku menyusuru keindahan surga sebelum aku sempat menutup mataku.</div>
<div>Aku memeluknya erat, kehanngatan pelukannya bisa menghapuskan segala beban dihatiku. Entahlah, aku merasa Tuhan begitu sayang padaku. Dia mengirimkanku seorang malaikat ditengah dunia kecilku yang penuh dengan buku.</div>
<div>“ Nado Saranghae Cho Kyuhyun,,,,,” bibirnya menyunggingka senyum hangat setelah mendengar perkataanku.  Dia lalu berdiri dan menciumku yang masih duduk dibangku itu. dia menundukkan badannya dan mencium bibirku dengan lembut, seolah olah dia takut akan melukaiku. Aku membalas ciumannya yang lembut itu, tampa kusadari setetes cairan bening keluar dari mataku.. aku terlalu bahagia……</div>
<div>Flashback End</div>
<div></div>
<div>Aku berjalan memasuki gedung Singapore Indoor Stadium untuk menyaksikan SS4 Super Junior. Tidak ada yang tahu bahwa aku datang untuk menyaksikan konser ini kecuali Jiwo Eonni yang daang bersama rombongan SuJu, Dia sudah resmi menjadi kekasih Yesung Oppa, dan dia ingin menyaksikan konser dari Namjachingunya.</div>
<div></div>
<div>Aku sudah meminta Jiwon Eonni untuk tidak mengatakan tentang kedatanganku pada Siwon ataupun Kyuhyun oppa,. Aku tidak ingin mengganggu kegiatan mereka. Sekarang, disinilah aku, diantara ribuan gadis yang meneriakkan nama Oppadeulku.</div>
<div></div>
<div>Aku datang hanya untuk melihatnya langsung. Aku sangat merindukannya hingga rasanya aku kehilangan oksigenku. Setidaknya aku bisa bernafas lega setelah melihatnya bernyanyi secara langsung . Aku duduk di kursi penonton dan menyaksikan jalannya konser. Mereka benar2 hebat dalam bernyanyi dan menari. Aku sangat bangga menjadi Dongsaeng Super Junior.</div>
<div></div>
<div>Hingga diakhir acara, Kyuhyun oppa muncul dengan setelan jas lengkap. Oh Tuhan, Kyuhyun benar benar tampan dengan pakaian yang dikenakannya.</div>
<div></div>
<div>“hari ini aku ingin menyanyikan sebuah lagu untuk seseorang. Aku telah berjanji untu menyanyikna lagu favoritnya tapi karena kesibukan Super Junior, aku belum sempat melakukannya. Malam ini aku akan menepati janjiku padanya….” Seketika semua yeoja disampingku histeris memanggil namanya. Saat music berputar, semua orang terdiam sambil menikamti musiknya. Astaga lagu ini kan lagu davoritku….</div>
<div><em><br />
</em></div>
<div><em>“No one ever saw me like you do<br />
All the things that I could add up to<br />
I never knew just what a smile was worth<br />
But your eyes say everything without a single word</em></div>
<div><em><br />
</em></div>
<div><em>Cause there&#8217;s somethin&#8217; in the way you look at me<br />
It&#8217;s as if my heart knows you&#8217;re the missing piece<br />
You made me believe that there&#8217;s nothing in this world I can&#8217;t be<br />
I&#8217;d never know what you see<br />
</em></div>
<div><em>But there&#8217;s somethin&#8217; in the way you look at me</p>
<p>If I could freeze some moment in my mind<br />
Be the second that you touch your lips to mine<br />
I&#8217;d like to stop the clock, make time stand still<br />
&#8216;Cause, baby, this is just the way I always wanna feel</em></div>
<div><em><br />
</em></div>
<div><em>Cause there&#8217;s somethin&#8217; in the way you look at me<br />
It&#8217;s as if my heart knows you&#8217;re the missing piece<br />
You made me believe that there&#8217;s nothing in this world I can&#8217;t be<br />
I&#8217;d never know what you see<br />
But there&#8217;s somethin&#8217; in the way you look at me”</em></div>
<div><em>                                                            The way you look at Me by Christian Bautisata.</p>
<p></em></div>
<div></div>
<div>Semua orang bertepuk tangan setelah Kyuhyun selesi bernyanyi. Lagi lagi aku menangis mendengarnya, saat hendak meninggalkan bangku penonton, tiba tiba Kyuhyun berbicara….</div>
<div></div>
<div>“ Aku tahu bahwa kau ada disini. Aku hanya ingin bilag lagu itu hanya untukmu seorang…” aku berbalik dan mata kami bertemu…. Jadi dia sudah tahu aku disini. aku tersenyum kearahnya dan menggerakkan tnaganku membentk kata I LOVE YOU….</div>
<div></div>
<div>Aku keluar gedung dan berjalan menuju hotel tempatku menginap. Ponselku berbunyi dan kulihat nama Siwon oppa di layarnya. Dahiku berkerut, aku pasti akan dimarahi.</div>
<div></div>
<div>“ Yeobseyo” katak lembuta. Dan blab la bla bla…………. Aku diceramahi panjang lebar.</div>
<div>“ne Oppa,,,, Mianhe…. Ne..ne … aku tidak akan kemana-mana..”</div>
<div></div>
<div>Setelah sampai di hotel, aku langsung duduk dan menonoton TV. Semua channel di TV rata rata memberitakan tentang SS4 Super Junior. Beberapa saat kemudian, sebuah ketukan kecil di pintu kamar ini menyadarkanku dan setelah kubuka, Kyuhyun langsung memelukku erat.</div>
<div></div>
<div>“ Choi Mira, Bogoshippo…” katanya sambil terus memelukku. Dia lalu masuk dan mencium keningku.</div>
<div>“Nado Oppa, kau tidak menghadiri Konferensi Pers??” tanyaku padanya.</div>
<div>“kau tidak lihat di TV, KP baru saja selesai..” aku mengangguk dan bibirku lengsung membentuk huruf O.</div>
<div>“ Oppamu menyuruhku menjemputmu. Kajja, kita pergi..” aku lalu masuk dan mengambil beberapa barangku. Aku lalu mengikuti langkahnya yang cepat, aku tertawa melihat pakaiannya yang tergolong sangat aneh karena harus menyamar dari para ELF.</div>
<div>“Kita mau kemana…” tanyaku padanya.</div>
<div>“Kita akan jalan jalan sebentar. Aku sangat merindukanmu” kata Kyuhyun. Senyum tidak pernah lepas dari wajahnya.</div>
<div>“selarut ini??? kau tidak capek setelah konser tadi??” alisku berkerut memandangnya.</div>
<div>“ Anii, daripada aku harus menghabiskan waktu untuk tidur dan memimpikan memelukmu, lebih baik aku mencari yang nyata dan memeluknya…”</div>
<div>“aish!! Oppa kau ketularan yadong rupanya..”</div>
<div>Alhasil, kami berdua menghbiskan malam ini dengan menikmati indahnya Kota Singapura saat tengah malam. Aku sangat bahagia bisa bersamanya seperti ini.</div>
<div>“ Choi Mira, Saranghae…”</div>
<div>“Nado Saranghae Kyunnie.”</div>
<div></div>
<p>FIN</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/superjuniorff2010.wordpress.com/32325/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/superjuniorff2010.wordpress.com/32325/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/superjuniorff2010.wordpress.com/32325/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/superjuniorff2010.wordpress.com/32325/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/superjuniorff2010.wordpress.com/32325/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/superjuniorff2010.wordpress.com/32325/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/superjuniorff2010.wordpress.com/32325/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/superjuniorff2010.wordpress.com/32325/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/superjuniorff2010.wordpress.com/32325/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/superjuniorff2010.wordpress.com/32325/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/superjuniorff2010.wordpress.com/32325/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/superjuniorff2010.wordpress.com/32325/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/superjuniorff2010.wordpress.com/32325/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/superjuniorff2010.wordpress.com/32325/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=superjuniorff2010.wordpress.com&amp;blog=11405649&amp;post=32325&amp;subd=superjuniorff2010&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://superjuniorff2010.wordpress.com/2012/01/26/mrs-choi-saranghae/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>20</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/089808d533df09426de8934b5d63dafd?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ELF4SUJU</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>YOU’RE IN MY FICTION</title>
		<link>http://superjuniorff2010.wordpress.com/2012/01/26/youre-in-my-fiction/</link>
		<comments>http://superjuniorff2010.wordpress.com/2012/01/26/youre-in-my-fiction/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 26 Jan 2012 10:00:50 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ELF4SUJU</dc:creator>
				<category><![CDATA[로맨스 ♥ Romance]]></category>
		<category><![CDATA[공상 ♥ Fantasy]]></category>
		<category><![CDATA[fanfiction]]></category>
		<category><![CDATA[한방 ♥ One Shot]]></category>
		<category><![CDATA[Kyuhyun]]></category>
		<category><![CDATA[Siwon]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://superjuniorff2010.wordpress.com/?p=32332</guid>
		<description><![CDATA[YOU’RE IN MY FICTION CAST             : Girl,  Super Junior’S Kyuhyun , Siwon GENRE          : Fantasy, Romance TYPE             : OneShot AUTHOR      : Yen Yen Mariti ** “Ayolah, hanya hari ini saja&#8230;” rengek gadis itu pada pacarnya yang sibuk memainkan PSPnya. “Tidak mau ! lebih baik aku ke perpustakaan, aku ingin menyelesaikan skripsi ku&#8230;!” tolaknya kasar, gadis [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=superjuniorff2010.wordpress.com&amp;blog=11405649&amp;post=32332&amp;subd=superjuniorff2010&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div align="center"><a href="http://superjuniorff2010.files.wordpress.com/2012/01/flew.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-32335" title="FLEW" src="http://superjuniorff2010.files.wordpress.com/2012/01/flew.jpg?w=538&#038;h=717" alt="" width="538" height="717" /></a></div>
<div align="center"><strong>YOU’RE IN MY FICTION</strong></div>
<div align="center"><strong><br />
</strong></div>
<div align="center"></div>
<div><strong>CAST             : Girl,  Super Junior’S Kyuhyun , Siwon</strong></div>
<div><strong>GENRE          : Fantasy, Romance</strong></div>
<div><strong>TYPE             : OneShot</strong></div>
<div><strong>AUTHOR      : Yen Yen Mariti</strong></div>
<div>**</div>
<div>“Ayolah, hanya hari ini saja&#8230;” rengek gadis itu pada pacarnya yang sibuk memainkan PSPnya.</div>
<div>“Tidak mau ! lebih baik aku ke perpustakaan, aku ingin menyelesaikan skripsi ku&#8230;!” tolaknya kasar, gadis tadi cemberut.</div>
<div>“Kau tahu kan ini hari apa&#8230;?” Pacarnya menggeleng, tidak tahu. Gadis itu mendengus kesal, rasanya ubun-ubunnya sudah mendidih menghadapi laki-laki seperti dia. “Ini hari anniversary kita, kau lupa ? ini yang ke tiga tahun !” gadis itu menekankan kata-katanya, dia sungguh kesal pada pacarnya.</div>
<div>“Oh, aku kira hari apa. Untuk apa sih kita merayakannya, seperti anak kecil saja.” Ucap pacarnya santai tanpa menatap ke arah gadis itu, dia malah sibuk dengan PSP-nya.</div>
<div>“Kau jahat. Sampai kapan kau akan memperlakukan aku seperti ini ? aku lelah seperti ini, kau tidak pernah memandang ke arah ku sedikitpun, aku membencimu !!” gadis itu meluapkan emosinya, membiarkan suara kecilnya keluar dengan lantang di hadapan pacarnya. Dia berlari meninggalkan pacarnya, yang diinginkannya sekarang adalah menjauh dari laki-laki itu. Laki-laki yang selama tiga tahun selalu membuatnya menangis.</div>
<div>Tanpa disadarinya pacarnya mengejarnya, menarik lengannya. “Kau mau ke mana ?”<span id="more-32332"></span></div>
<div>“Bukan urusanmu, urus saja urusanmu sendiri.” Gadis itu menepis tangan pacarnya, dengan buru-buru dia menyebrang jalan raya yang sepi. Pacarnya ingin ikut menyebrang namun langkahnya terhenti saat bunyi decitan mobil itu memekakan telinganya, darahnya serasa berhenti. Tubuhnya kaku di antara orang-orang yang mulai berkumpul untuk menolong gadis yang tergeletak di jalan, berlumuran darah segar.</div>
<div>**</div>
<div>Aku dimana sekarang ?? akhh kepala ku terasa begitu berat.</div>
<div>“Kau sudah bangun ?” Kyuhyun membuka pintu kamar, ia membawa sebuah nampan kecil yang kemudian ia letakan di meja samping ranjang ini.</div>
<div>“aku di mana ?” tanya ku lagi.</div>
<div>“Ini kamarmu, kau ini kenapa ?” tanyanya sambil meletakan telapak tangannya di kening ku. Aku memperhatikan seluruh ruangan ini, ini benar kamar ku. Tapi ada yang aneh, rasanya tadi aku tidak di sini. Aku tadi bertengkar dengan Kyuhyun, lalu aku berlari menyebrang jalan dann&#8230;..</div>
<div>“Aku masih hidup &#8230;?” kuperiksa seluruh tubhku, tidak ada satupun goresan luka. Apa tadi hanya mimpi ??</div>
<div>“Kau bicara apa siih, tentu saja kau masih hidup. Memangnya kau kira kau sudah mati apa?” Kyuhyun menertawaiku. Tidak mungkin itu mimpi, aku benar-benar merasakannya dengan jelas, tangisan ku, peganganmu, dan tabrakan yang melempar tubuh ku tadi. “Cahhh makan buburmu, tadi kau pingsan di kampus. Aku kan sudah bilang jangan ke kampus hari ini, lihat kan kau jadi makin tambah sakit.” Kyuhyun menyuapkan sesendok bubur ke arah ku. Dengan rasa tidak percaya aku membuka mulut, menerimanya.</div>
<div>“Jangan lupa minum obatmu, aku harus ke kampus sekarang.” Pesan Kyuhyun setelah ia selesai menyuapkan bubur pada ku. Aku mengangguk iya, ia meraih jaket dan tas ranselnya. “Aku pergi dulu,” ia mengecup kening ku, “saranghae&#8230;.” bisiknya , lalu keluar dari kamar ku.</div>
<div>Apa yang terjadi ?? apa orang itu benar-benar kyuhyun yang kukenal ?? sejak kapan ia tahu bubur adalah makanan kesukaanku ?? sejak kapan ia mau mencium kening ku sebelum pergi?? Dan sejak kapan ia mau mengucapkan kata ‘aku mencintaimu’ padaku ?? sekarang aku bergelut dengan rasa bingung ku.</div>
<div>**</div>
<div>“Eomma meminta ku memberikan ini padamu,” kusodorkan kotak makan siang dari Ibu pada Kyuhyun.  Kami duduk di taman kampus yang rindang. Ia membuka kotak bekal itu, ASTAGA !! apa yang ibu-ku lakukan kenapa ia begitu banyak memasukan sayur. Apa yang akan Kyuhyun katakan pada ku ??! “aaaa Kyuhyun-a jangan makan !” cegah ku saat ia meraih sumpitnya.</div>
<div>“Wae?” tanyanya bingung, aku lebih bingung lagi. Apa Eomma tidak kenal Kyuhyun ? ia sangat benci sayur, aku saja tiap hari ia marahi karena memintanya untuk makan sayur-sayuran.</div>
<div>“Kau kan tidak suka sayur, nanti kau muntahkan lagi&#8230;.” Kyuhyun tertawa, kebingungan ku semkain bertambah. Apa-apaan ini ?? tanpa menghiraukan perkataanku ia mulai melahap sayuran hijau itu. Aku menelan ludah tidak percaya.</div>
<div>**</div>
<div>Di larut malam seperti ini aku masih bergelut dengan tugas kuliahku. Rasanya aku ingin menangis melihat angka-angka ini, aku benar-benar benci matematika !!</div>
<div>“Jagiyaaaaaa” pensil itu terlepas dari genggaman tanganku saat seseorang memelukku dari belakang.</div>
<div>“Kyuhyun&#8230;.?” aku tidak percaya orang itu adalah Kyuhyun, pacarku. “Kenapa malam-malam ke sini?” dan yang terlebih lagi ia memanggilku ‘jagiya’ ??? selama tiga tahun aku membujuknya agar ia memanggil ku seperti itu namun ia terus menolak, dan malam ini dengan mendadaknya ia memanggilku semesra tadi.</div>
<div>“Tebakanku benar kan, kau pasti belum tidur dan malah sibuk mengerjakan tugas-tugas kuliahmu.” Ia masih memelukku, nafasnya menyentuh telingaku saat ia bicara, membuatku gelagapan.</div>
<div>“Lalu&#8230;?” Kyhyun memutar tubuhku , mmenghadapnya.</div>
<div>“Aku akan membantumu menyelesaikannya dengan cepat dan baik,” ia mengedipkan matanya.</div>
<div>“Tidak usah, ini hanya akan merepotkanmu, lebih baik kau main saja dengan PSP-mu&#8230;” tolak ku. Ini benar-benar di luar dugaan, ia datang menemuiku di malam-malam begini hanya untuk membantuku menyelesaikan tugas-tugasku. Biasanya walau aku merengek-rengek padanya ia tetap tidak mau membantuku dan lebih memilih untuk berkencan dengan PSP-nya.</div>
<div>“YA ! mana boleh aku begitu, pacar ku kan sedang kesusahan jadi aku harus membantu&#8230;” ia menarik hidungku, rasanya perih.. aku mendengus kesal.</div>
<div>Dan malam ini semua tugasku selesai dengan sempurna berkat bantuan Cho Kyuhyun. ia mengajari aku dengan sabarnya, tidak memarahiku saat aku bertanya berulang kali. Sebelum ia meninggalkan rumahku ia mencium keningku, dan berbisik “saranghae&#8230;.”</div>
<div>**</div>
<div>Deringan ponselku membuatku harus terbangun di tengah malam seperti ini..</div>
<div>“mmm.. yoboseyo ??”</div>
<div>“saeng-il chukkae hamnida, saeng-il chukkae hamnida, saranghaneun nae yeoja&#8230;&#8230;saeng-il chukkae hamnida&#8230;.” mataku terbelalak menatap jam di dinding kamarku, pukul 00.00 itu artinya sekarang aku tepat berumur 23 tahun. Dan Kyuhyun adalah orang pertama yang mengucapkan selamat ulang tahun padaku.</div>
<div>Aku terisak, aku bahagia. Ini untuk pertama kalinya Kyuhyun melakukannya padaku. Selama ini ia sering melupakan hari-hari penting kami, tahun lalu saja saat aku berulang tahun yang ke-22 ia hanya berkata, ‘ah iya ini kan hari ulang tahunmu, seng-il chukkae&#8230;’. tapi malam ini semuanya benar-benar berbeda. Cho Kyuhyun bukanlah orang yang dingin dan keras hati yang kukenal dulu, tapi Cho Kyuhyun adalah orang yang berhati hangat dan perhatian, seperti sekarang ini.</div>
<div>“saeng-il chukkae hamnida, saeng-il chukkae hamnida, saranghaneun nae yeoja&#8230;&#8230;saeng-il chukkae hamnida&#8230;.” pintu kamar ku terbuka, muncul wajah Kyuhyun. ia membawa sebuah tart kecil yang dipenuhi lilin. “Ayo tiup&#8230;” aku menurut, kutiup semua lilin itu. “Jangan lupa buatlah sebuah harapan,”</div>
<div>“aku tidak mau hanya satu harapan, aku ingin membuat banyakkkk sekali harapan. Boleh kan&#8230;?” tanyaku manja, ia tertawa lalu mengacak rambutku.</div>
<div>“Silahkan&#8230;” kututup mataku, aku berdoa. Untuk sekarang dan selanjutnya kumohon jangan ada yang berubah. Aku ingin tetap seperti ini bersama Kyuhyun yang sperti ini.</div>
<div>Kupeluk Kyuhyun sangatt erat. Aku tidak tahu apa sebenarnya yang terjadi di dalam hidup ku sekarang. Aku bingung, namun biarkan saja karena sekarang aku tidak peduli lagi di masa apa aku sekarang, karena aku bersama Kyuhyun yang benar-benar mencintaiku. Tetaplah seperti ini&#8230;</div>
<div>“Saranghae, Cho Kyuhyun&#8230;.” setetes demi setetes air mataku keluar, menunjukan rasa bahagiaku. Tiba-tiba aku merasa kosong, aku tidak memeluk apapun. Kubuka mataku perlahan, sekumpulan cahaya yang menyilaukan menerpa wajahku. “AAAhhhhh !!”</div>
<div>**</div>
<div>Aku dimana sekarang ?? ahh kepalaku rasanya begitu berat&#8230;</div>
<div>“Kau sudah sadar&#8230;?” sebuah suara datang, aku segera mecari sumber suara itu. Namun aku tidak menemukan siapapun di sini. Ini hanyalah ruangan putih yang tidak berujung.</div>
<div>“Aku di sini&#8230;” aku terpana, sesosok laki-laki tampan terbang ke arahku dengan sayap keperakan yang melekat di punggungnya. “Haii,” sapanya. Aku menyipitkan mataku, sekarang di mana lagi aku ???</div>
<div>“Ajushi&#8230; aku ada di mana ??” aku tidak tahu harus memanggil laki-laki ini apa.</div>
<div>“YA! Ajushi katamu ?? aku masih muda tahu, namaku Siwon !” protesnya keras.</div>
<div>“Ah mianhae Siwon, aku ada di mana sekarang?” ulangku padanya secara hati-hati.</div>
<div>“Kita ada di alam arwah sekarang,” jawabnya santai. Namun aku bergidik ngeri, seluruh bulu romaku hidup.</div>
<div>“Alam arwah, maksudmu?”</div>
<div>“Apa kau tidak ingat&#8230;?” aku menggeleng, ingat apa maksudnya ?? “Kau kecelakaan&#8230;” jadi benar, aku benar-benar kecelakaan saat itu ? tapi jika itu nyata bagaimana dengan Kyuhyun ?? aku memeluknya tadi, ia menyanyikan lagu ulang tahun untukku.</div>
<div>“Kau pasti sulit mempercayai ini. Biar aku jelaskan sekarang, hari itu kau kecelakaan, kau dilarikan ke rumah sakit dan kau mengalami koma, lalu&#8230;.”</div>
<div>“Tunggu dulu, jika benar aku koma lalu bagaimana bisa aku bersama Kyuhyun selama beberapa hari ini&#8230;?”</div>
<div>“Itu hanyalah ilusimu, karena kau kecelakaan tepat pada saat hatimu memikirkan orang yang kau sayangi, jadi kau tiba di sini dan langsung masuk ke dalam dunia ilusi buatanmu sendiri&#8230;” aku mencerna setiap ucapannya. Perasaanku rasanya dirobek-robek belati tajam. Jadi kebahagiaan ku tadi hanyalah sebuah ilusi ??</div>
<div>“Jadi semuanya tidak benar&#8230;.” aku terduduk lemas. Aku sudah terlalu bahagia dengan semua ilusi itu.</div>
<div>“Kau harus siap-siap&#8230;” pesan Siwon</div>
<div>“Maksudmu..?”</div>
<div>“Kau akan segera sadar dari koma-mu,  kau akan kembali ke alam asalmu.”</div>
<div>Aku menggeleng lemah. Lebih baik jangan, aku tidak mau kembali ke tempat asalku. Aku lebih ingin hidup dalam dunia ilusiku saja. Aku memohon pada Siwon agar aku bisa hidup kembali di dalam dunia ciptaanku, tapi ia menggeleng dan mengatakan ‘ini sudah ditakdirkan seperti ini’.</div>
<div>Untuk apa aku kembali ? aku hanya akan menemukan sosok Kyuhyun yang dingin, yang tidak pernah peduli padaku, yang selalu menolak permintaanku, yang selalu berlaku kasar padaku, yang selalu marah saat aku lamban mengerjakan matematika, yang selalu marah saat aku memintanya makan sayuran.</div>
<div>Aku ingin tetap di sini, hidup bersama Kyuhyun yang peduli padaku, yang selalu mengecupku, yang selalu mengkhawatirkanku, yang selalu memberi aku kejutan, yang selalu berkata ‘aku mencintaimu’ padaku.</div>
<div>Tapi ini sudah ditakdirkan seperti ini, benar apa yang dikatakan Siwon. Aku tidak bisa menolak, aku tidak dapat berpaling. Aku pasrah, kembali ke kehidupanku yang nyata.</div>
<div>**</div>
<div>Aku di mana sekarang ?? akhh kepalaku terasa begitu berat&#8230; ahh aroma di ruangan ini begitu menusuk penciumanku. Kurahkan pandanganku ke sekitar. Semua serba putih, selang infus tertancap di pergelangan tanganku. Apa ini rumah sakit ???</div>
<div>Pintu terbuka, muncullah sosok Kyuhyun. “k—kauu sadar&#8230;??” ia tampak terkejut, matanya terbelalak. Aku hanya diam, aku terlalu shock sekarang. “Aku takut kau akan meninggalkanku&#8230;” Kyuhyun memelukku, apa iya ??</div>
<div>“Tolong jangan pergi lagi. Aku hampir mati. Aku sangat takut, aku takut tidak bisa melihat wajah cantikmu, senyum indahmu, aku takut jika harus hidup tanpamu, aku mencintaimu&#8230;.”</div>
<div>DEG !! jantungku kembali berdetak, setelah rasanya sama sekali tidak berdetak sejak aku sadar tadi. Ini benar Kyuhyun ?? ini benar dunia nyataku ?? jangan buat aku merasa sia-sia lagi.</div>
<div>“Maafkan aku, aku tidak peduli padamu, aku tidak pernah menuruti keinginanmu, tapi kau harus tahu bahwa aku sangat mencintaimu&#8230;.” ia menangis sambil memelukku. Kurasa inilah kenyataan yang sebenarnya, inilah takdir yang sebenarnya.</div>
<div>“Aku juga, maafkan aku Kyuhyun-a. Saranghae&#8230;” aku menangis, takdir ini benar-benar sulit untuk diterka. Kyuhyun menghapus air mataku, dan&#8230;. ia mencium bibirku, dapat kurasakan ini semua nyata, bukanlah ilusi.</div>
<div></div>
<div><strong>_The End_</strong></div>
<div>Haiii..haiii&#8230;. ini ff fantasy ku yang pertama jadi harap maklum ya kalo jelek.. trus kalo banyak typo aku juga minta maaf, sebelumnya udah aku periksa siih tapi mungkin mataku kurang teliti. Buat admin pliss publish ff ku yaa,, jeballl &gt;.&lt; SOALNYA DULU AKU PERNAH NGIRIM FF KE SINI TAPI GA PERNAH DI PUBLISH. *POOR*</div>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/superjuniorff2010.wordpress.com/32332/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/superjuniorff2010.wordpress.com/32332/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/superjuniorff2010.wordpress.com/32332/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/superjuniorff2010.wordpress.com/32332/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/superjuniorff2010.wordpress.com/32332/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/superjuniorff2010.wordpress.com/32332/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/superjuniorff2010.wordpress.com/32332/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/superjuniorff2010.wordpress.com/32332/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/superjuniorff2010.wordpress.com/32332/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/superjuniorff2010.wordpress.com/32332/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/superjuniorff2010.wordpress.com/32332/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/superjuniorff2010.wordpress.com/32332/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/superjuniorff2010.wordpress.com/32332/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/superjuniorff2010.wordpress.com/32332/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=superjuniorff2010.wordpress.com&amp;blog=11405649&amp;post=32332&amp;subd=superjuniorff2010&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://superjuniorff2010.wordpress.com/2012/01/26/youre-in-my-fiction/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>20</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/089808d533df09426de8934b5d63dafd?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ELF4SUJU</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://superjuniorff2010.files.wordpress.com/2012/01/flew.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">FLEW</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Super Junior Lee Donghae Ideal Girlfriend</title>
		<link>http://superjuniorff2010.wordpress.com/2012/01/26/super-junior-lee-donghae-ideal-girlfriend/</link>
		<comments>http://superjuniorff2010.wordpress.com/2012/01/26/super-junior-lee-donghae-ideal-girlfriend/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 26 Jan 2012 07:00:50 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ELF4SUJU</dc:creator>
				<category><![CDATA[로맨스 ♥ Romance]]></category>
		<category><![CDATA[fanfiction]]></category>
		<category><![CDATA[한방 ♥ One Shot]]></category>
		<category><![CDATA[Cho Kyuhyun]]></category>
		<category><![CDATA[Lee Donghae]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://superjuniorff2010.wordpress.com/?p=32320</guid>
		<description><![CDATA[Author            : Mela Elfminoz aka @melaELFishy92 Tittle               : Super Junior Lee Donghae Ideal Girlfriend Genre              : Romance Tags                : 1. Lee Donghae of Super Junior                           2. Cho Kyuhyun of Super Junior                           3. Shin Hye Kyung (fiction)                           4. Kim Eun Hee (fiction) Rating             : PG Disclaimer      : FF ini sepenuhnya [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=superjuniorff2010.wordpress.com&amp;blog=11405649&amp;post=32320&amp;subd=superjuniorff2010&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Author            : Mela Elfminoz aka @melaELFishy92</strong></p>
<p><strong>Tittle               : Super Junior Lee Donghae Ideal Girlfriend</strong></p>
<p><strong>Genre              : Romance</strong></p>
<p><strong>Tags                : 1. Lee Donghae of Super Junior</strong></p>
<p><strong>                          2. Cho Kyuhyun of Super Junior</strong></p>
<p><strong>                          3. Shin Hye Kyung (fiction)</strong></p>
<p><strong>                          4. Kim Eun Hee (fiction)</strong></p>
<p><strong>Rating             : PG</strong></p>
<p><strong>Disclaimer      : FF ini sepenuhnya milik saya, no CopyPaste and no plagiatsm!! Donghae dan Kyuhyun sepenuhnya milik Tuhan, keluarga dan Sment. This is Just FanFiction!!</strong></p>
<p><strong>Warning         : Hanya meminta anda untuk meninggalkan komentar anda di comment box, agar saya mengetahui dimana letak kekurangan FF yang saya buat. Isn’t really easy guys?? Hehe ^^,,</strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p align="center"><strong>Super Junior Lee Donghae Ideal Girlfriend</strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><em>Tipe Pacar Super Junior Lee Donghae</em></p>
<ol>
<li><em>1.      </em><em>wanita yg charming + elegan</em><em></em></li>
<li><em>2.      </em><em>keibuan</em><em></em></li>
<li><em>3.      </em><em>lemah lembut</em><em></em></li>
<li><em>4.      </em><em>suka wanita yg menguncir rambutnya supaya terlihat tengkuk lehernya yg indah</em><em></em></li>
<li><em>5.      </em><em>wanita yg dekat dengan tipenya<span id="more-32320"></span> adalah SONG HYE KYO &amp; KIM HA NEUL</em><em></em></li>
</ol>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong>Hye Kyung POV</strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p>“Yobeseyo, Eun Hee ah&#8230;”</p>
<p>&#8230;</p>
<p>“Ah, ne.. kau harus membantuku, eoh? Jigeum neo eodiga?”</p>
<p>&#8230;</p>
<p>“Aishh jinjja&#8230;!! Jebal Eunhee ah, aku benci ke tempat itu kita bertemu di cafe biasa saja. Ok?”</p>
<p>&#8230;</p>
<p>“Arghh&#8230; okok, aku kesana sekarang!!”</p>
<p>Tut&#8230; tut&#8230; tut&#8230;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Ah, annyeonghaseyo *bowing&#8230; choneun Shin Hye Kyung imnida, 19 tahun, sedang kuliah di Seoul University semester 5. Tadi aku menelpon salah satu sahabatku, namanya Kim Eun Hee, dia berbeda jurusan denganku, sstzz.. sebenarnya aku menelponnya untuk meminta bantuannya untuk merubahku. Keke&#8220;&#8230; kalian pasti bertanya bukan, kenapa aku harus di make over olehnya?? Karena itu!! #tunjuk tipe pacar idaman Donghae.</p>
<p>Kalian tahu? Meskipun aku bersahabat dengan Eun Hee yang notabene adalah idola kampus dengan segala bentuk kefeminimannya itu, jangan harap aku akan sama dengannya. Aku sangat berbeda 180º dari Eun Hee, dia feminim sedangkan aku, err.. mungkin sedikit tomboy (?) mungkin. Haha&#8230; Lalu apa hubungannya dengan Tipe Pacar Donghae Super Junior?? Keurom&#8230; aku sangat mengaguminya, emm&#8230; mungkin bisa dikatakan aku mencintainya. Ahh&#8230; jinjja!! Aku bisa gila karena Super Junior Lee Donghae itu, ia hanya muncul di layar televisi saja bisa membuatku gila dan berteriak-teriak histeris. Ah sudahlah&#8230; aku harus menemui Eun Hee ke salon untuk me-make over penampilanku. Doakan aku semoga berhasil ya!! Haha&#8230; Annyeong!! ^^</p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong>Eun Hee POV</strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p>Aku sedang asik facial di Salon langgananku, tiba-tiba ponselku berdering dengan nyaringnya, ku lihat Hye Kyung menelponku. Ahaa.. pasti ia akan meminta bantuanku karena tipe pacar donghae oppa itu.  Ku tekan tombol hijau untuk menjawab panggilannya,</p>
<p>“Yobeseyo, Eun Hee ah&#8230;” terdengar suara sahabatku dari seberang sana</p>
<p>“Wae?? Kau mau minta bantuanku untuk merubah penampilanmu kan?? Karena tipe pacar idaman lee donghae mu itu. Kau kesini saja sekarang.” Kataku to the point.</p>
<p>“Ah, ne.. kau harus membantuku, eoh? Jigeum neo eodiga?” katanya lagi.</p>
<p>“Ya, aku akan membantumu hye kyung yang jelek!! Aku di salon langgananku sekarang, kita bertemu disini saja&#8230;”</p>
<p>“Aishh jinjja&#8230;!! Jebal Eunhee ah, aku benci ke tempat itu kita bertemu di cafe biasa saja. Ok?” terdengar protesnya dari seberang sana, asal tahu saja&#8230; Hye Kyung itu paling benci di ajak ke Salon.</p>
<p>“Hah&#8230; kau ini bagaimana? Katanya ingin meminta bantuanku. Cepat kesini sekarang, aku tidak mungkin menemui mu, aku sedang facial&#8230;” kataku tidak mau tahu.</p>
<p>“Arghh&#8230; okok, aku kesana sekarang!!” jawabnya pasrah.</p>
<p>Tut&#8230; tut&#8230; tut&#8230;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Oh iya, aku ini sepupu nya Donghae Oppa, dan aku juga yang memberi tahu Hye Kyung tentang tipe pacar idaman Donghae oppa itu, biar sahabatku itu sedikit berubah, dia itu sangat tidak feminim, padahal ia itu sangat cantik. Aku akan sedikit me-make over penampilannya agar ia terlihat lebih ‘perempuan’ dan menyadari kecantikannya itu. Aku memakai tipe pacar Donghae Oppa biar ia mau berubah, karena sahabatku itu –Hye Kyung- sangat addicted dengan sepupuku itu. Haha, bagus bukan? Kalau bisa, ia akan aku comblangkan saja dengan oppa ku itu, karena sampai saat ini Donghae Oppa itu masih jomblo, padahal dia itu ganteng sekali. Kalau aku belum pacaran dengan dongsaengnya si Kyuhyun itu dan notabene bukan sepupunya, mungkin aku akan menggaet Donghae oppa sebagai pacar!! Hehehe&#8230; Sstz.. jangan katakan padanya? Biar ini jadi kejutan untuknya. Ok?</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Ah iya, itu Hye Kyung sudah datang. “Hye Kyung ah, sini&#8230;” kataku sambil melambaikan tangan. Hye Kyung pun mendekat ke arahku.</p>
<p>“katanya kau sedang di facial tadi&#8230;” kata hye kyung.</p>
<p>“Ne, barusan saja aku selesai&#8230;” jawabku. Hye Kyung hanya mengangguk-angguk paham. Aku segera memanggil salah satu pegawai salon.</p>
<p>“Eonni, kau tahu maksudku kan??!!” kataku sambil mengedipkan mataku pada pegawai salon yang bername tag Yuri itu.</p>
<p>“Beres, kau tenang saja, serahkan semua padaku&#8230;” jawabnya sambil mengacungkan kedua jempolnya padaku, ia lalu menoleh pada Hye Kyung sejenak memperhatikan penampilan Hye Kyung sahabatku itu, Hye Kyung nampaknya sedikit tidak nyaman diperhatikan seperti itu&#8230;</p>
<p>“Kenapa memperhatikanku seperti itu? Apa ada yang salah denganku?” tanya Hye Kyung pada Yuri eonni yang sedang memperhatikannya itu.</p>
<p>“Hanya melihat saja, kau duduklah disini&#8230;” jawab Yuri eonni lalu beranjak mempersiapkan alat tempurnya (?), Hye Kyung bergidik ngeri melihat gunting rambut, hair dryer, dan lain sebagainya di troli itu&#8230; ia menoleh ke arahku dengan tatapan memohonnya&#8230;</p>
<p>“Eun Hee ya, bisa kita pergi saja. Aku sepertinya berubah pikiran?!” katanya memelas padaku. Sorry Hye Kyung ah, aku tidak akan tergoda dengan tatapan memelas mu itu.</p>
<p>“Shireo.. katanya kau mau seperti gadis idaman Donghae oppa, kalau kau seperti ini, aku yakin Donghae oppa melihatmu pun tidak, Hye Kyung sayang&#8230; sudahlah! Menurut saja padaku, aku sudah memilihkan orang salon kepercayaanku untuk sedikit mem-permak gayamu yang sedikit melenceng dari kodrat perempuanmu itu&#8230;” kataku panjang lebar, ia hanya mengangguk pasrah dan duduk di kursi.</p>
<p>“Tapi kau tunggu aku disini yaa? Jangan kemana-mana&#8230;” pintanya. Aku hanya mengangguk kemudian berjalan ke arah kursi tunggu tepat di belakang Hye Kyung dan mulai membaca majalah untuk menunggunya.</p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong>Author POV</strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p>Yuri memasang kain untuk menutupi leher dan baju Hye Kyung lalu mengambil botol spray, dan menyemprotkannya ke rambut Hye Kyung. Saat ia akan mengambil gunting dan mulai menggunting rambut Hye Kyung yang err&#8230; sedikit berantakan itu, tiba-tiba&#8230;</p>
<p>“Emm&#8230; eonni, bolehkah rambutku tetap panjang saja? Jangan di potong, eommaku bilang hanya dengan rambut panjang lah yang masih menunjukkan kalau aku ini perempuan&#8230;”</p>
<p>“Tentu saja&#8230; aku hanya akan memodifikasi sedikit model rambutmu, ini terlalu biasa!”</p>
<p>“Baiklah&#8230;” katanya pasrah.</p>
<p>Yuri melanjutkan pekerjaannya, ia memotong sedikit ujung rambut Hye Kyung kemudian di buat sedikit bergelombang di bawahnya, lalu membuat sedikit poni samping, tak lupa ia memblow dan mencuci rambut Hye Kyung. Saat menunggu rambutnya di keringkan, ia melihat ke arah Eun Hee dari kaca didepannya, dilihatnya sahabatnya itu sibuk membaca majalah fashion dan sesekali sibuk dengan handphone nya. “Sibuk sekali kau Eun Hee ah??” kata Hye Kyung pada Eun Hee, Eun Hee hanya tersenyum kecil.</p>
<p>Tak lama kemudian uap hangat dari kepala Hye Kyung di jauhkan, Hye Kyung beranjak, ia mengira prosesnya sudah selesai.</p>
<p>“Kau mau kemana?” tanya Yuri.</p>
<p>“Sudah selesai kan, aku mau pulang&#8230;” jawab Hye Kyung polos, Yuri hanya berdecak pelan.</p>
<p>“Belum, kau duduk lagi disini. Kita belum selesai dan memangnya kau mau pulang dengan handuk masih di kepalamu?” kata Yuri sarkatis.</p>
<p>“A-ani-o&#8230;”</p>
<p>“Bagus, kalau begitu duduk&#8230;” perintah Yuri pada Hye Kyung yang masih berdiri dan bingung sendiri itu.</p>
<p>Yuri mendorong pelan Hye Kyung menyuruhnya duduk. Lalu melepaskan handuk yang melekat di kepala Hye Kyung saat Hye Kyung sudah duduk manis lagi di kursi panas (?) nya. Sekarang ia sudah merapikan model rambut Hye Kyung, Hye Kyung sedikit terkejut melihat rambutnya. Cantik sekali, pikirnya.</p>
<p>“Bagaimana? Apa kau suka dengan rambut barumu?” tanya Yuri. Hye Kyung mengangguk. “Nah, sekarang pejamkan matamu&#8230;” perintahnya.</p>
<p>“Sekarang apalagi?” tanya Hye Kyung.</p>
<p>“Ikuti saja perintahku, pejamkan matamu, ppali!!” katanya.</p>
<p>Setelah Hye Kyung memejamkan matanya, Yuri segera mengambil peralatan make up nya, di poleskan bedak warna natural, lalu memberikan sedikit blush on dan sedikit eye shadow warna senada.. saat sedang asik dengan alat make up nya, Hye Kyung sedikit gelisah&#8230; ia terlihat tidak nyaman dengan make up nya..</p>
<p>“Eonni, kau sedang membubuhkan apa di wajahku? Kenapa rasanya risih dan gatal seperti ini?” tanya Hye Kyung sembari me-lap dandanan yang hampir setengah jadi di wajahnya tersebut.</p>
<p>“Hey&#8230;!! Kenapa kau hapus Hye Kyung ah? Tahan lah sebentar!!” Yuri menahan tangan Hye Kyung yang masih menghapus make upnya itu.</p>
<p>“Tapi ini gatal eonni&#8230; aku tidak tahan!!” jawab Hye Kyung.</p>
<p>“Aissh jinjja, kau ini!!” bentak Yuri tak sabar.</p>
<p>“Kau harus mengeluarkan ekstra sabarmu menghadapi wanita ababil seperti dia eonni&#8230;” sela Eun Hee.</p>
<p>“Eun Hee ah, jebal&#8230; tolong aku!!” pinta Hye Kyung. Eun Hee hanya menanggapinya dengan telunjuk di gerak ke kana dan ke kiri. No No No!! Hye Kyung kembali pasrah, terselip penyesalan dalam hatinya meminta bantuan sahabatnya yang <span style="text-decoration:line-through;">sadis </span>satu ini untuk berubah menjadi wanita feminim (?).</p>
<p>Yuri kembali memperbaiki riasan make up yang sedikit berantakan karena lap-an tangan Hye Kyung dan dengan cekatannya membubuhkan maskara dan sedikit eye liner. Saat dirasanya sudah cukup pas, ia menyuruh Hye Kyung membuka matanya untuk melihat bagaimana penampilannya sekarang.</p>
<p>“Apa itu aku?” tanya Hye Kyung polos, Yuri mengangguk, Eun Hee mendekat ke arah mereka.</p>
<p>“Hye Kyung ah, neomu yeppuda!! Aigoo&#8230;” kata Eun Hee melihat perubahan pada sahabatnya itu.</p>
<p>“Eonni ya, gomawo&#8230;” Eun Hee berterima kasih pada Yuri.</p>
<p>“Ne, cheonma&#8230; sebenarnya tidak terlalu sulit membuatnya menjadi cantik, ia memang sudah cantik dari asalnya. Hanya saja ia tidak bisa diam!!” jawab Yuri pada Eun Hee. Hye Kyung hanya cemberut sedikit mendengar perkataan Yuri.</p>
<p>“Jangan kau rusak dandananmu dengan memasang wajah yang seperti itu Hye Kyung ah&#8230;” sergah Eun Hee.</p>
<p>“Nde, kau cerewet sekali Eun Hee ya!! Persis seperti halmeoniku di rumah. Ah, Yuri eonni, jeongmal gomawoyo!!” Hye Kyung menundukkan sedikit badannya ke arah Yuri.</p>
<p>“Ya.. sama-sama Hye Kyung!! Maaf, aku sempat membentakmu tadi!!” jawab Yuri.</p>
<p>“Ne, gwenchana&#8230;” kata Hye Kyung.</p>
<p>“Ah.. kajja Hye Kyung ah, kita belum selesai, kita masih harus membelikan baju-baju untukmu!! Eonni, gomawo&#8230; annyeong&#8230;” kata Eun Hee sambil menarik paksa tangan Hye Kyung dan keluar dari salon.</p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong>Hye Kyung POV</strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p>Aku kira setelah dari salon maka penderitaanku akan segera berakhir, aku tak menyangka ternyata masih ada lagi. Uuh.. sekarang Eun hee menarik tanganku sadis, ia memaksaku masuk ke sebuah butik. Oh NO!!! Donghae Oppa, haruskah aku mengalami penyiksaan lahir batin seperti ini??!! Padahal belum tentu juga kau akan melihat ku kan? Aku hanya 1 diantara berjuta-juta fansmu!! Aah~~</p>
<p>“Hye Kyung ah, jangan melamun!! Ayo coba baju yang ini!!” teriak Eun hee sambil menyodorkan sebuah dress warna gading padaku. Omona&#8230; apa dia tidak malu berteriak seperti itu!!</p>
<p>“Yaa&#8230; Eun hee ah, jangan berteriak seperti itu! Kau tidak malu apa di tempat ramai begini!!” bisikku pelan, kulihat beberapa orang berbisik-bisik pelan, mungkin membicarakan kami berdua!</p>
<p>“Eh, kenapa aku harus malu!!?? Toh ini butik bibiku&#8230;” katanya santai. Kurang ajar!! Pantasan dia seenaknya disini!!</p>
<p>Aku melihat sebentar dress yang akan ku coba!! Astaga, apa-apaan ini!! Lihat bagaian punggungnya polos begini lalu belahan V nya.. astaga!!</p>
<p>“Yaaa&#8230; eun hee ya!! Kau tidak berniat menjualku kan, lihat ini!!” kataku sambil menyodorkan dress tadi padanya, ia melirik sebentar dengan tatapan apa-ada-yang-salah-dari-dress-ini&#8230; oh Tuhan, dosa apa aku mempunyai teman yang begini menyiksaku??!! Aku sedikit meragukan dia sahabatku atau bukan!!</p>
<p>“Kau tak suka?” katanya polos.</p>
<p>“Sangat sangat tidak suka!! Terlalu vulgar!!” kataku tegas. Ia mengangguk-anggukkan kepalanya.</p>
<p>“Jadi kau suka yang bagaimana?” tanyanya lagi.</p>
<p>“Aku suka yang simple saja seperti sekarang!! Aku tidak mau merubah gaya lagi!!” kataku.</p>
<p>“Aisshh kau ini, kalau begitu kau tidak sama sekali berubah Hye Kyung babo&#8230; Kau lihat gayamu sekarang, baju kaos, celana jeans butut, sepatu kets&#8230; aah.. sangat tidak cocok dengan make up mu sekarang!! Percaya padaku, kau pasti akan sangat cantik dengan sedikit sentuhan rok, bukan abal-abal seperti ini, arraseo??” jelasnya panjang lebar mengomentari style nyaman ku ini. “Pakai ini&#8230;” kali ini Eun hee menyodorkan sebuah dress warna  krem dengan renda di dalamnya dan leher bentuk V tapi tidak serendah tadi. Kali ini aku menurutinya lalu masuk ke fitting room.</p>
<p>5 menit kemudian aku keluar dan &#8230;</p>
<p>“Jinjja yeopudda&#8230;!!” Eun hee memujiku.</p>
<p>“Apakah ini cocok untukku?” tanyaku. Aku masih risih dengan baju seperti ini. Aku sangat anti memakai rok. Ia menganggukkan kepalanya.</p>
<p>“tetap pakai baju ini, aku akan memilihkan beberapa dress yang bagus untukmu dan tentu saja tidak terlalu vulgar seperti tadi.” Katanya sambil mengambil gaun secara acak, lalu menarikku lagi pergi ke bagian sepatu. Ahh.. jangan bilang ia akan memakaikan ku high heels kali ini!! Andweee!!!</p>
<p>Benar saja!!</p>
<p>Kali ini aku sudah di toko sepatu lagi, ya Tuhan&#8230; Eun hee main tunjuk saja high heels – high heels mengerikan itu!! Mungkin semuanya yang dipilihkannya itu berukuran lebih dari 7 cm. Terimakasih Eun Hee, aku benar-benar menyesal meminta bantuanmu!! Huhh&#8230;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>“Oh iya, kita kerumah mu sekarang, kita harus latihan!!” ujarnya setelah kami puas berbelanja. Hah salah, seharusnya setelah ia puas berbelanja.</p>
<p>“Latihan? Latihan apalagi?” tanyaku heran.</p>
<p>“Lihat saja nanti&#8230;!!” ia mengedipkan matanya genit padaku. Iihh&#8230; amit-amit dah nii anak!! &gt;,&lt;</p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong>At Hye Kyung’s home</strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p>“Aarghh lelah sekali&#8230;” kataku sambil menghempaskan badanku ke tempat tidur. Dan mulai memejamkan mataku, aku ingin tidur!!</p>
<p>“Heh&#8230; jangan tidur dulu, Shin Hye Kyung!!!” ujar Eun Hee sambil menarik-narik kakiku.</p>
<p>“Kenapa lagi sih??” tanyaku.</p>
<p>“Bangun cepat, lalu pakai ini!!” ia memerintahku sambil menyodorkan high heels yang tingginya mungkin 10 cm itu. Aku tak bergeming, “cepaatttt&#8230;. jangan lelet!!” sekarang ia malah menarik tanganku untuk degera duduk di pinggiran ranjang, lalu berlutut memakaikan ku secara <span style="text-decoration:line-through;">paksa</span> pelan high heels itu. “cantik sekali&#8230;” katanya lagi. “sekarang coba berjalan pelan-pelan&#8230;.” perintahnya.</p>
<p>“Kau gila, aku tidak bisa!!”</p>
<p>“Coba dulu&#8230;.” katanya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Aku mencoba berdiri, awalnya badanku masih oleng, tapi Eun Hee memegang sebelah tanganku dengan erat.</p>
<p>“Ayo.. langkahkan kakimu pelan-pelan!!”</p>
<p>&#8230;</p>
<p>“Nah.. seperti itu&#8230;. “</p>
<p>&#8230;</p>
<p>“Yaa bagus sekali&#8230;”</p>
<p>&#8230;</p>
<p>“Aigoo&#8230; tadi kau sudah bisa melakukannya Hye Kyung ah, coba lagi!!”</p>
<p>&#8230;</p>
<p>“Bagus, tapi kakinya jangan di tekuk begitu! Santai saja!!”</p>
<p>&#8230;</p>
<p>“Iyaaa&#8230; yang lurus kakinya, jangan bengkok&#8230;”</p>
<p>&#8230;</p>
<p>“Bagus&#8230; bagus&#8230; iya, iya&#8230; mudah bukan??”</p>
<p>&#8230;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Akhirnya dalam waktu yang cukup singkat, sekitar ± 2 jam aku sudah bisa sedikit-sedikit memakai sepatu hak 10 cm itu, kata Eun Hee aku harus terbiasa, agar aku bisa menjadi wanita feminim seperti keinginan Donghae oppa. Aah oppa, demi kau makanya aku seperti ini!! Dan masih kata Eun hee juga aku setiap ke kampus harus berpenampilan seperti ini, anggun dan feminim, tidak asal-asalan seperti yang sudah-sudah dan yang pasti agar aku terbiasa juga. Entahlah, apa cinta ku sebegitu besarkah pada Donghae oppa sampai aku rela-relanya di ‘siksa’ seperti ini oleh Kim Eun Hee.</p>
<p>Sekarang Eun Hee –sahabatku itu- sudah pulang, aku bisa beristirahat dengan tenang. Huh&#8230;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>2 week laters</p>
<p>Aku sudah 2 minggu seperti ini, berpenampilan anggun dan feminim, seperti kata Eun Hee. Hari pertama aku datang ke kampus seperti ini, aku benar-benar menjadi pusat perhatian, teman-temanku yang kebanyakan namja takjub dengan penampilanku sekarang, mereka bilang aku sangat cantik seperti ini, sudah tak ada lagi aura tomboy seperti biasanya, tapi setengah dari mereka juga protes, mereka bilang, mereka jadi tidak bisa mengajakku main basket seperti biasanya. Terang saja, aku kan tidak mungkin berlari panas-panas dilapangan seperti dulu sementara aku memakai hak tinggi dan rok. Ouugh&#8230; padahal aku rindu main basket dilapangan seperti dulu!! Aku jadi merasa menjadi orang yang sedikit berbeda dari keperibadianku sekarang.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Oh iya, aku harus bergegas ke kelas sekarang, Jung seosangnim masuk sebentar lagi, bisa gawat kalau aku sampai terlambat!! Aku berlari kecil menuju kelas, tepat saat aku berhasil duduk, Jung seosangnim pun masuk. Huffh.. syukurlah!! Baru saja, aku membuka buku catatanku, handphone ku bergetar, ahh.. ternyata Eun Hee yang mengirimiku pesan&#8230;</p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong><em>From : Eun Hee</em></strong></p>
<p><strong><em>Hye Kyung ah, nanti pulang kuliah kau temani aku ya, aku harus bertemu seseorang. Kau pulang jam 12 siang kan? Jadi sekalian kita makan siang&#8230; Ok?</em></strong></p>
<p><strong><em> </em></strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p>Aku membalas sms-nya, dan mulai mengetik.</p>
<p><strong><em> </em></strong></p>
<p><strong><em>To : Eun Hee</em></strong></p>
<p><strong><em>Baiklah, kau jemput aku ke kelasku saja.</em></strong></p>
<p><strong><em> </em></strong></p>
<p>Aku menekan tombol send dan pesanku terkirim padanya, sekarang saatnya berkonsentrasi pada materi kuliah Jung seosangnim di depan.</p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong>Author POV</strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p>Sekarang Hye Kyung dan Eun Hee sudah duduk di sebuah cafe.</p>
<p>“Eun Hee ya, bukan kah tadi kau bilang kita akan bertemu seseorang?”</p>
<p>“Memang benar&#8230;”</p>
<p>“Nuguya? Apa aku mengenalnya?”</p>
<p>“Keurom, kau tentu sangat mengenalnya. Kau jangan terkejut saja, ok?”</p>
<p>“Aku mengenalnya&#8230; siapa?”</p>
<p>“Lihat saja nanti&#8230;” jawab Eun Hee sambil menyantap makan siangnya.</p>
<p>Tapi, setelah 15 menit mereka menunggu orang yang ingin ditemui oleh Eun hee belum juga datang.</p>
<p>“Lama sekali sih&#8230;!!” kata Hye Kyung, ia nampaknya sudah bosan menunggu.</p>
<p>“Tunggu sebentar lagi, mereka bilang agak terlambat, jalanan sangat macet.” Jawab Eun Hee. Hye Kyung menatap meja sambil mengetuk-ngetukkan tangannya di meja, bosan -_-“</p>
<p>“Oh.. itu mereka, Oppa sini&#8230;!!!” Eun Hee berteriak pelan sambil melambaikan tangannya.</p>
<p>Hye Kyung mengangkat wajahnya dan membelalakkan melihat siapa yang datang. Oh Tuhan, apakah ini mimpi?? Itu&#8230; itu Super Junior Kyuhyun dan Donghae.</p>
<p>“Untuk apa mereka kemari??” Pikir Hye Kyung, ia sepertinya masih belum sadar kalau ternyata orang yang akan bertemu mereka itu, adalah Donghae dan Kyuhyun. Ia masih tidak percaya kalau idolanya ada di hadapannya sekarang.</p>
<p>“Oppa&#8230;!!” kata Eun Hee sambil memeluk Kyuhyun dan Donghae bergantian. “Duduk, Oppa&#8230;” katanya. Hye Kyung masih saja melamun, ia masih tidak percaya apa yang dilihatnya sekarang.</p>
<p>“Aku harus duduk dimana chagiya? Masa bersampingan dengan Donghae hyung sih?” tanya Kyuhyun.</p>
<p>“Kamu duduk disini donk, chagi&#8230;” Eun hee menunjuk kursi yag diduduki oleh Hye Kyung. “Hye Kyung kamu pindah, duduk di sebelah Donghae oppa sana&#8230;!!” Eun Hee mengibaskan tangannya, menyuruh Hye Kyung untuk bertukar posisi.</p>
<p>“Hee&#8230; apa katamu? Kenapa harus pindah??” protes Hye Kyung.</p>
<p>“Aish&#8230; kau ini!! Pindah sana&#8230; pacarku mau duduk disebelahku!! Ppalli..” Eun Hee mendorong-dorong bahu Hye Kyung.</p>
<p>“Mwo&#8230;? Pacar?” jerit Eun Hee, untung saja pengunjung cafe ini hanya mereka saja. Jadi tak ada yang menatap heran mereka, lagipula cafe ini memfasilitasi privasi pelanggannya.</p>
<p>“Emm&#8230;” Eun Hee manganggukkan kepalanya.  “kau sudah mengenal mereka bukan? Jadi aku tak perlu mengenalkan mereka padamu lagi&#8230;” lanjut Eun Hee santai, Kyuhyun dan Donghae tertawa kecil melihat kelakuan duo sahabat ini.</p>
<p>“Aah&#8230; Hye Kyung ssi, jadi boleh aku duduk di samping kekasihku kan?” pinta Kyuhyun.</p>
<p>“A-ah&#8230; y-ye, ten-tu sa-ja” Hye Kyung tergagap. Ia lalu duduk disamping Donghae. Sumpah, mimpi apa ia tadi malam? Tuhan&#8230; tolong&#8230; kalau ini mimpi jangan bangunkan aku dulu!! Pintanya dalam hati.</p>
<p>“Santai saja denganku, Hye Kyung ssi&#8230;” kata Kyuhyun lagi.</p>
<p>“Kau berhutang cerita padaku Eun hee ah&#8230;” bisik Hye Kyung pada Eun Hee. Eun Hee tersenyum kecil.</p>
<p>“Kau seharusnya berterima kasih padaku karena membawa idolamu tepat di sampingmu sekarang!!” Eun hee berkata dengan suara yang sangat jelas di depan Kyuhyun dan Donghae. “Donghae oppa, ini Shin Hye Kyung, dia hard die fans mu loh&#8230;!!” sekarang Eun Hee berbicara pada Donghae. Seketika wajah Hye Kyung memerah menahan malu.</p>
<p>“Jinjja?? Aah.. terimakasih karna sudah menjadi fans ku&#8230;” Donghae berkata sambil menundukkan sedikit badannya dan tersenyum manis pada Hye Kyung, terang saja itu membuat pipi Hye Kyung semakin bersemu merah.</p>
<p>“Lihat Hyung, pipinya memerah karenamu. Aigoo&#8230; pesonamu tak terkalahkan, hyung!” goda Kyuhyun. “Chagiya, apa dia sahabatmu yang sering aku ceritakan padaku?” tanya Kyuhyun pada Eun Hee, Eun Hee menangguk-anggukkan kepalanya.</p>
<p>“Aah.. kau beruntung Hyung, dia sangat cantik, walaupun masih kalah dengan kecantikan pacarku, haha&#8230;” Kyuhyun berkata pada Donghae.</p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong>Donghae POV</strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p>“Aah..kau beruntung Hyung, dia sangat cantik, walaupun masih kalah dengan kecantikan pacarku, haha&#8230;” sial&#8230; kyuhyun menggodaku lagi, aku pernah diberitahu oleh Eun Hee kalau gadis yang bernama Shin Hye Kyung ini sangat menyukaiku, bahkan menurut Eun Hee ia addicted sekali padaku, Hye Kyung juga bercerita kalau dia jadi anggun dan feminim seperti sekarang karena tipe pacar idamanku itu. Wow.. aku hebat juga bisa membuat orang sampai seperti ini!!??</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>“Oppa, lihat ia bersemu merah seperti itu, dia pasti sedang sangat malu sekarang&#8230; kau tahu oppa, di kamarnya penuh dengan banyak hal tentangmu, fotomu bahkan jadi wallpaper HP nya. Lihat saja&#8230;” kali ini Eun hee yang menggodanya sambil menunjukkan wallpaper handphone gadis ini yang memang fotoku. Ia merebut cepat HP nya itu, ia semakin menundukkan kepalanya, kasihan sekali&#8230;!! Omona&#8230; aku jadi ingin tahu seberapa besar gadis ini menyukaiku. Aku goda saja ia, benar kan?</p>
<p>“Wah&#8230; benar! Itu tadi fotoku&#8230;!! apakah kau begitu menyukaiku Shin Hye Kyung ssi??” tanyaku, bingo!! Ia terkejut mendengar pertanyaanku, dan sekarang ia malah membulatkan kedua bibirnya yang tipis dan merah itu. Omona&#8230; kyeopta!!</p>
<p>“A-a-aku&#8230; akh.. molla!!” katanya lirih, ia sepertinya pasrah saja digoda oleh kami bertiga, padahal kata Eun Hee, gadis ini tidak bisa diam. Asal tahu saja, aku sudah banyak diceritakan oleh Eun hee tentangnya, dan pertemuan siang ini aku yang meminta pada Eun hee, aku penasaran juga dengan cerita Eun hee tentang sahabatnya. Kesan pertamaku, ia menarik dan cantik.</p>
<p>Kami berempat melanjutkan makan siang kami kembali, ia dan aku makan dalam diam sementara Eun Hee dan Kyuhyun berbicara saja sejak tadi, apa saja mereka bicarakan. Setelah selesai, aku memutuskan mengajak Hye Kyung jalan-jalan saja, bosan juga kan melihat Kyuhyun dan Eun Hee berbicara tiada henti dan kurasa juga mereka mau menghabiskan waktu berdua saja. Baiklah&#8230;!!?</p>
<p>“Hye Kyung ssi, apa kau ada acara setelah ini??” tanyaku.</p>
<p>“Anio, oppa&#8230;” katanya pelan.</p>
<p>“Mau menemaniku jalan-jalan, aku bosan mendengar ocehan kedua makhluk ini” aku menunjuk kedua orang didepanku.</p>
<p>“Hyung, kenapa kami yang kau salahkan? Kau ajak bicara saja dia.” Protes Kyuhyun. Ish&#8230; dasar Evil!!</p>
<p>“Iya oppa, ajak saja dia jalan-jalan sana, tinggalkan kami berdua!! Kami juga ingin punya waktu berdua!!” kali ini Eun Hee yang berbicara.</p>
<p>“Tsk&#8230; dasar!! Kajja Hye Kyung, kita pergi saja dari sini&#8230;” aku menarik lengan Hye Kyung, dan beranjak dari duduknya dan berjalan mengikutiku&#8230;</p>
<p>“Baik-baik dengannya Oppa!! Jaga dia dengan baik, dia satu-satunya sahabatku!!” kata Eun hee padaku. Aku hanya mengangkat tangan kiriku.</p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong>Hye Kyung POV</strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p>Aku diajak jalan-jalan oleh Donghae oppa, lagi-lagi Tuhan&#8230; apa ini mimpi?!! Aku sedang berada didalam mobil dengannya sekarang, ia yang menyetir, karena ku dengar-dengar ia sudah cukup mahir mengendarai mobil. #author boong, keke~~</p>
<p>Aku memandang wajahnya yang sedang serius melihat jalan, dia sangat tampan!!</p>
<p>“Apa aku sangat tampan?” tanyanya. “Mengapa begitu serius memperhatikanku?” tanyanya lagi. Oh My God, apa aku begitu kentara memperhatikannya tadi?? Aku menghela napas pelan, jangan terlihat sangat gugup di hadapannya Hye Kyung ah, kuasai dirimu!!</p>
<p>“Anio, kau jelek Oppa!!” Bingo&#8230; kata-kata ini meluncur begitu saja dari mulutku, biarlah&#8230; sekali-sekali aku menggodanya kan?</p>
<p>“Jinjja??” ia terkejut mendengar kataku tadi. “Tapi kau menyukaiku kan??” katanya lagi.</p>
<p>Skak Mat!! Hye Kyung ah, kau berani-beraninya!! Aku diam saja&#8230;</p>
<p>“Kenapa diam saja?” tanyanya lagi. “Kau menyukaiku kan?”</p>
<p>“ah&#8230; molla, sudahlah oppa&#8230; perhatikan saja jalan didepan!!” kataku mengalihkan perhatiannya.</p>
<p>“ah&#8230; apa aku terlalu mempesonamu sampai kau juga tidak memperhatikan jalan dengan baik?? Kita bahkan sudah sampai di basement sebuah Mall, Hye Kyung ssi. Ah, apa boleh aku memanggilmu dengan Hye atau Hye Kyung saja, rasanya embel-embel ssi terllau formal, otte??” Ck&#8230; Hye Kyung ah, kau benar-benar mempermalukan diriu sendiri, bagaimana bisa kau tak memperhatikan jalan tadi. Tsk!!</p>
<p>“Hye Kyung, apa kau mendengarkanku??” Donghae oppa mengibaskan tangannya di depanku.</p>
<p>“Aku mendengarkanmu Oppa, panggil saja sesukamu.” Kataku sambil memandang wajah tampannya.</p>
<p>“Ok&#8230; ayo, kita masuk!” katanya.</p>
<p>“Tunggu dulu, apa kau yakin? Kurasa akan banyak ELF di sana, bagaimana kalau mereka melihat kita?” tanyaku.</p>
<p>“Gwenchana&#8230; aku akan memakai ini, ia menunjukkan alat penyamaran lengkapnya padaku. Aku tersenyum dan menganggukkan kepalaku.</p>
<p>Lalu kami masuk ke Mall dan ke fun station, kami berencana main sepuas-puasnya disini, tidak peduli walau permainan disini di dominasi oleh permainan anak-anak. Aku sungguh tak menyangka kalau ternyata Super Junior Lee Donghae sangat asik dan jauh lebih menyenangkan.</p>
<p>Kami main berjam-jam, lalu singgah di food court untuk sekedar mengganjal perut. Sepertinya aku sudah tak merasa canggung padanya lagi seperti di awal kami bertemu tadi siang.</p>
<p>“Oppa, gomawo&#8230;” kataku.</p>
<p>“Untuk apa?”</p>
<p>“Untuk hari yang menyenangkan ini, aku tak menyangka begitu asik denganmu, padahal kau kan seorang public figur.” Kataku tulus.</p>
<p>“Jinjja?! Aku juga sudah lama tak bermain sepuas ini, aku selalu sibuk dan tak punya waktu seperti ini. Terimakasih juga karena sudah menemaniku.” Ia berkata padaku sambil tersenyum. Tuhan, walaupun ia menyamar seperti ini dengan kacamata tebal, kumis tipis, dan topi ia masih bisa menyihirku dengan semua pesonanya. “Ayo.. makan lagi, kau pasti lapar.” Lanjutnya masih dengan senyum manisnya. Aku balas tersenyum.</p>
<p>“Oh iya, kalian hari ini sedang libur ya?” tanyaku sambil mengunyah spaggeti dalam mulutku.</p>
<p>“Emm&#8230; makanya aku dan kyuhyun bisa keluar hari ini&#8230;” katanya sambil melihat jam dipergelangan tangannya. “Masih jam 7 malam, apa kau masih mau menemanimu&#8230; aku ingin mengajakmu ke tempat rahasiaku?” pintanya.</p>
<p>“Tentu saja!!” jawabku.</p>
<p>“aihh&#8230; gomawo Hye Kyung ah!!” jawabnya sambil mencubit gemas pipiku, aku terdiam. “A-ah&#8230; mi-an” katanya sambil melepaskan tangannya dari pipiku.</p>
<p>“Ne, Gwenchana oppa&#8230;”  kataku. Rasanya suasana diantara kami menjadi sedikit awkward&#8230;</p>
<p>“Aah.. aku sudah selesai Oppa&#8230;” kataku tiba-tiba, sedikit mencairkan suasana.</p>
<p>“Aku juga” ia mendorong pelan piringnya ke tengah meja. “aku bayar ke kasir dulu ya, kau tunggu saja disini sebentar&#8230;” katanya lagi sembari melangkah ke arah kasir.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>Donghae POV</strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p>Apa yang kulakukan? aku tiba-tiba saja mencubit gemas pipinya tadi, aku benar-benar tidak tahan untuk tidak menyentuh pipi tembemnya yang bersemu merah tadi. Oh, ayolah Lee Donghae kau mengacaukan suasana tadi??!!</p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong>Author POV</strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p>Donghae mengajak Hye Kyung ke sebuah bukit kecil, di sekeliling bukit tersebut tumbuh ilalang dan juga bunga-bunga liar. Walaupun sudah malam, masih tetap nampak cantik, karena sinar bulan malam ini benar-benar terang.</p>
<p>“Oppa, cantik sekali&#8230;”</p>
<p>“Benar kan? Apa kau menyukainya?”</p>
<p>“Sangat&#8230; dari sini lampu-lampu di tengah kota Seoul keliahatan sangat jelas, benar-benar indah.” Hye Kyung masih takjub melihat pemandangan di depannya.</p>
<p>“Bagaimana kau bisa menemukan tempat yang indah ini, Oppa?” tanya Hye Kyung.</p>
<p>“Aku tidak sengaja menemukannya saat masih awal debut lalu, saat aku sedang sedih karena kematian ayahku, aku berjalan tak tentu arah, lalu menemukan tempat ini. Dulu saat Super Junior belum terlalu terkenal seperti sekarang, aku masih sering ke tempat ini, sekarang sudah jarang sekali. Kau tahu? Kau orang pertama yang aku bawa ke tempat rahasia ini.” Kata Donghae panjang lebar, entah mengapa ia merasa nyaman dengan gadis ini, walaupun ia baru bertemu dengannya beberapa jam yang lalu.</p>
<p>“Benarkah?” tanya Hye Kyung, ia menoleh ke arah Donghae, sedikit tidak percaya.</p>
<p>“Keurom&#8230; bahkan Eun hee dan anggota suju yang lain pun tak ada yang ku beri tahu tentang tempat ini&#8230;” jawab Donghae serius, ia masih  melihat ke depan, duduk lalu membaringkan tubuhnya di rerumputan.</p>
<p>Hye Kyung mengikuti Donghae duduk di rerumputan luas itu.</p>
<p>“Hye Kyung lihatlah&#8230;” ujar Donghae sambil menunjuk ke langit, Hye Kyung melihat arah telunjuk donghae. “Kau lihat bintang yang paling bersinar itu, bukankah ia sangat indah? aku menyebutnya itu bintang keberuntunganku&#8230;”</p>
<p>“Kenapa?” Hye Kyung bertanya pada Donghae, ia melihat bintang itu, memang di antara bintang-bintang yang lain, bintang itulah yang bersinar paling terang.</p>
<p>“Entahlah.. hanya saja aku merasa seperti itu saja.” Jawab Donghae sambil melihat ke arah gadis disampingnya itu , Hye Kyung menoleh ke arah Donghae.</p>
<p>“Hye Kyung ah, maukah mulai saat ini kau menjadi temanku??” Donghae menatap Hye Kyung tepat di manik matanya, menunggu jawaban. Hye Kyung mengangguk lalu tersenyum manis, mungkin menurutnya terlalu banyak kejutan padanya hari ini.</p>
<p>“Gomawo&#8230; “ donghae menyentuh pundak Hye Kyung. “Ayo.. kita pulang, ini sudah larut malam&#8230;” ajak Donghae. Hye Kyung menurut berjalan di sampingnya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p align="center">***</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>“Hye ah, sekali lagi terima kasih sudah menemaniku seharian ini&#8230;” kata Donghae saat mereka sudah sampai di depan rumah Hye Kyung.</p>
<p>“Sama-sama Oppa, terima kasih juga sudah membuatku banyak bermimpi hari ini!!” Hye Kyung menjawab pertanyaan, Donghae heran.</p>
<p>“Maksudmu?”</p>
<p>“Haha&#8230; sungguh selama ini aku hanya mengagumi mu dari bawah panggung atau layar televisi saja. Aku benar-benar tak menyangka bisa berada di dekatmu hari ini.”</p>
<p>Donghae menggaruk belakang kepalanya yang sama sekali tidak gatal.</p>
<p>“Kenapa Oppa?” Hye Kyung bertanya karena melihat ekspresi aneh Dinghae, tidak mungkinkan seorang Super Junior Donghae kutuan? Haha xDD</p>
<p>“Tidak apa-apa, masuklah&#8230; Jaljayo&#8230;” Donghae sudah berhasil menahan hatinya yang hampir meledak-ledak karena kata-kata Hye Kyung tadi.</p>
<p>“Nde, jaljayo oppa&#8230;” balas Hye Kyung.</p>
<p>Donghae masuk dan langsung melajukannya mobilnya pulang ke dorm suju, sebelum pulang ia mengirim pesan pada Hye Kyung.</p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong> <em>To : Shin Hye Kyung</em></strong></p>
<p><strong><em>Good Night and Sweet Dream&#8230; ^^</em></strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong>Hye Kyung POV</strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p>Aku baru saja meletakkan kepalaku ke bantal, setelah selesai mengganti pakaianku dengan baju tidur.</p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong><em>From : 082709861015</em></strong></p>
<p><strong><em>Good Night and Sweet Dream&#8230; ^^</em></strong></p>
<p><strong><em> </em></strong></p>
<p>Aku mengerutkan keningku. Siapa orang ini? Karena penasaran aku membalas juga pesan dari nomor baru tersebut.</p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong><em>To : 082709861015</em></strong></p>
<p><strong><em>Terimakasih, maaf nomormu baru di handphone ku. Apa aku mengenalmu?</em></strong></p>
<p><strong><em> </em></strong></p>
<p>Ddrtt&#8230; Ddrtt&#8230;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong><em>From : 082709861015</em></strong></p>
<p><strong><em>Ini Lee Donghae.</em></strong></p>
<p><strong><em> </em></strong></p>
<p>Aku terkejut saat membaca pesan dari nomor baru tadi, Donghae oppa. Saat aku akan mengetik balasan padanya, masuk lagi sebuah pesan baru.</p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong><em>From : 082709861015</em></strong></p>
<p><strong><em>Maaf mengganggumu, aku tahu nomor mu dari Eun Hee. Simpan nomorku dan cepat pergi tidur. Ok? Jalja&#8230; (0_0)</em></strong></p>
<p><strong><em> </em></strong></p>
<p>Aku tersenyum membaca pesan dari Donghae oppa tadi, lalu beranjak tidur. Aku lelah juga. “Jaljayo Oppa” kataku dalam hati.</p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong>Author POV</strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p>Semenjak pertemuan pertama mereka, sekarang Hye Kyung dan Donghae menjalin hubungan baik, saat tak ada jadwal terkadang Donghae mengajak Hye Kyung jalan-jalan, sekedar makan siang atau jalan-jalan saja di taman. Terkadang pula Donghae berkunjung ke rumah Hye Kyung atau Hye Kyung yang berkunjung ke dorm suju. Dan ini sudah berjalan sekitar ± 1 tahun belakangan. Baik Eun Hee, member Suju yang lain atau keluarga Hye Kyung mengira mereka sudah menjalin hubungan seperti pacaran, tapi tidak&#8230; saat ditanya keduanya hanya menjawab mereka berdua hanyalah teman dekat.</p>
<p>“Oppa, apa kau menyukai Hye Kyung?” tanya Eun Hee suatu hari pada donghae.</p>
<p>“Entahlah&#8230; tapi aku merasa nyaman dengannya, apa itu bisa disebut cinta??” Donghae balik bertanya pada sepupunya.</p>
<p>“Hanya nyaman saja atau ada perasaan lebih?!!” cecar Eun Hee lagi, ia benar-benar penasaran dengan perasaan sepupunya itu.</p>
<p>“Akh.. molla!!” Donghae mengangkat bahunya tanda ia tak mengerti sama sekali.</p>
<p>“Kau payah Oppa!! Padahal dari dulu, sebelum kau mengenalnya pun kau sudah tahu jelas perasaan sahabatku itu. Jika perasaanmu sudah mengalami perubahan, saranku langsung saja kau katakan padanya oppa, sebelum Hye Kyung di ambil oleh orang lain.” kata Eun Hee, ia merasa perlu sedikit memberi ‘pencerahan’ pada Donghae oppanya itu, bagaimana bisa ia hanya merasakan nyaman saja saat di dekat Hye Kyung selama satu tahun ini, sementara Hye Kyung tak sedikitpun berhenti menyukainya.</p>
<p>“Kau bilang tadi ia akan di ambil oleh orang lain Eun Hee ah? Nuguya? Setahuku dia sedang tidak dekat dengan orang lain?” tanya Donghae bertubi-tubi.</p>
<p>“Keuromyeon&#8230;” Eun Hee mengangguk-anggukkan kepalanya. “Oppa belum tahu ya, sejak ia berubah feminim begitu ia juga jadi idola kampus, aku saja hampir kalah dibuatnya&#8230; bahkan ada loh teman namja kami yang mengejar-ngejar Hye Kyung dari dulu, dan ia cukup dekat juga dengannya.” Eun Hee mulai memanas-manasi Donghae.</p>
<p>Donghae hanya terdiam mendengar perkataan sepupunya, Kim Eun Hee. Donghae menerawang, ia jadi teringat pertemuan demi pertemuan mereka selama ini. Ia merasa nyaman dalam hatinya ketika Hye Kyung bersamanya, itu saja!! Tapi tak ayal pula, tanpa ia sadari sebuah desiran halus muncul di hatinya.</p>
<p>Eun Hee memperhatikan ekspresi laki-laki di depannya itu, sudah ia duga seperti ini. Donghae hanya perlu seseorang untuk membantunya menyadari perasaannya. Yes, sebentar lagi pasti rencana ku berhasil? Pikir Eun Hee.</p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong>Flashback</strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><em>Eun Hee sedang berada di kamar Hye Kyung sekarang, ia sedang mendengarkan curhatan sahabatnya itu tentang Oppanya yang tak kunjung menyatakan perasaannya pada Hye Kyung, padahal mereka sudah dekat sejak setahun lalu.</em></p>
<p><em>“Eun Hee ya, apa sebaiknya aku menyerah saja?” Hye Kyung tertunduk lesu.</em></p>
<p><em>“Eh, wae?” Eun Hee kaget juga mendengar pertanyaan Hye Kyung.</em></p>
<p><em>Hye Kyung menghela napas panjang, Huh&#8230; </em></p>
<p><em>“Aku merasa sia-sia saja selama ini dekat dengannya, ia tak menyukaiku Eun Hee ya. Apa aku berpaling saja? Bagaimana kalau aku menerima Junho saja, dia sudah terang-terangan menyatakan perasaannya selama ini padaku? Betulkan?”</em></p>
<p><em>“Andweeee!!!” pekik Eun Hee, tidak bisa, ini tidak bisa.</em></p>
<p><em>“Wae? Kenapa tidak bisa?” </em></p>
<p><em>“Pokoknya tidak bisa, kau sudah susah-susah berubah dan dekat dengannya selama ini, masa kau lepaskan begitu saja. Ayolah, Hye Kyung ah&#8230; akan ku bantu kau mendapatkan Oppa ku itu. Otte?” Tawar Eun Hee.</em></p>
<p><em>“Caranya??” Hye Kyung memeluk erat bantal gulingnya.</em></p>
<p><em>“Aku akan memanas-manasi Donghae oppa, aku akan katakan padanya jika ia tak kunjung menyatakan perasaannya maka kau akan segera menjadi milik orang lain. Kau serahkan saja padaku, dan jangan menangis lagi, arrachi??” Eun Hee memberikan solusinya pada sahabatnya itu.</em></p>
<p><strong>Flashback End</strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong>Donghae POV</strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p>Eun Hee mengibas-ngibaskan tangannya tepat di depan wajahku, aku tergagap menyadari kelakuannya.</p>
<p>“Kau kenapa?” tanyaku heran.</p>
<p>“Oppa, aku memanggilmu daritadi, masa iya kau tak mendengarkanku?!” protesnya.</p>
<p>“Akh&#8230; molla Eun Hee ah&#8230;” aku mengabaikan perkataannya, aku melihat jam di dinding kamarku. Jam 20.30 KST, astaga&#8230; aku menepuk jidatku.</p>
<p>“Ada apa oppa?”</p>
<p>“aku lupa&#8230; aku ada janji dengan Hye Kyung malam ini, aku pergi dulu ya, annyeong&#8230;!!” aku bergegas menyambar kunci mobil di atas meja dan berlari meninggalkan Eun Hee, masa bodoh ia kutinggal sendiri, toh ada kyuhyun disini, pikirku.</p>
<p>Aku melajukan mobilku menuju rumah Hye Kyung, sebenarnya aku ada janji makan malam bersamanya. Sebenarnya 10 menit sudah cukup untuk ke rumahnya tapi aku singgah dulu di toko ice cream, aku membelikan ice cream vanilla strawberry untuknya, aku tahu ia pasti kesal menungguku cukup lama, semenjak berdekatan dengannya, aku sedikit tahu kebiasaannya, ia sedang kesal akan memakan ice cream. Dan bila kau bersalah padanya, belikan saja ia ice cream, ia pasti akan memaafkanmu. Hehe&#8230; mudah sekali bukan?</p>
<p>Aku sampai, Ku lihat ia masih menungguku, ia duduk di kursi taman depan rumahnya sambil memperhatikan bintang di langit, ia sedikit mengerucutkan bibir mungilnya itu. Imut sekali. Entah apa yang sedang dipikirkan gadis ini? Aku menghampirinya pelan dan langsung menyampirkan sweater yang ku pakai pada tubuhnya. Satu lagi yang aku tahu tentangnya, ia malas sekali memakai sweater atau cardigan. Aku sudah melihatnya berkali-kali seperti ini, disaat cuaca dingin seperti ini ia tidak memakai penghangat sedikitpun.</p>
<p>Ia menoleh padaku, “kau terlambat oppa&#8230;” katanya. Aku tersenyum kecil padanya.</p>
<p>“Mianhae&#8230;” sesalku “Ayo.. kita berangkat sekarang?” ajakku.</p>
<p>“Sudahlah oppa, aku sudah tidak mood makan malam lagi, ini sudah jam berapa? Bisa-bisa aku gendut lagi&#8230;” protesnya. Oh, yang ini juga aku tahu, ia takut gemuk dan sangat benci kalau dikatain gendut oleh orang lain.</p>
<p>“Kau ini&#8230;!!” aku menoyor pelan keningnya dengan telunjukku. Ia mengerucutkan bibirnya lagi.</p>
<p>“Hey&#8230; Hye Kyung ah, jangan terus mengerucutkan bibirmu seperti itu? Kau mau bibirmu maju 5 cm lagi&#8230;” gurauku.</p>
<p>“Kalau sampai begitu, aku akan menyalahkanmu oppa.. karena kau yang membuatku seperti ini!!” sahutnya kesal lalu membelakangiku.</p>
<p>Aku menarik bahunya, menghadapkan badannya ke arahku.</p>
<p>“Mian&#8230;” kataku. “Oh iya, ini untukmu&#8230;” aku menyerahkan ice cream kesukaannya.</p>
<p>“Ah&#8230; ice cream!! Kau baik sekali oppa&#8230; gomawo!!” ia senang sekali hanya karena sepotong ice cream. Gadis ini ^^</p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong>Hye Kyung POV</strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p>“Ah&#8230; ice cream!! Kau baik sekali oppa&#8230; gomawo!!” aku melonjak kegirangan mendapatkan ice cream darinya. Tak peduli lagi umurku sudah 19 tahun sekarang. Hehe *_0</p>
<p>Aku membuka bungkus ice  cream ku dan mulai memakannya.</p>
<p>“Kita tidak jadi pergi saja oppa, kita duduk disini aja yuk&#8230; sambil lihat bintang!!” ajakku. Aku masih menikmati ice cream ku sampai donghae oppa menanyakan sesuatu padaku.</p>
<p>“Hye Kyung ah, ku dengar kau sedang dekat dengan seseorang di kampusmu, nuguya?”</p>
<p>Aku berhenti sebentar, lalu menjawab pertanyaannya, “Kau benar oppa, dia teman kampusku, namanya Junho, ia satu kelas denganku dan kami sangat dekat.”</p>
<p>“Benarkah?? Apa kau menyukainya?” Donghae oppa bertanya lagi sambil melihat ke arahku.</p>
<p>“Suka? Tentu saja. Kalau tidak mana mau aku berdekatan dengannya oppa&#8230; hehe” aku mencoba tertawa menutupi perasaanku.</p>
<p>“Begitu. Lebih suka mana? Junho atau aku??” tanyanya lagi.</p>
<p>“Oh Tuhan, itu sudah jelas kau kan Lee Donghae oppa, kenapa kau tanyakan lagi?!!” seruku dalam hati. Bagaimana ini? Apa aku nyatakan saja perasaanku padanya.</p>
<p>“Kenapa diam saja? Lebih suka aku atau dia?” ia masih menuntut jawaban dariku.</p>
<p>Aku menghela napas pelan, “tentu saja, aku lebih menyukaimu oppa&#8230;” jawabku.</p>
<p>“Benarkah?” tanyanya lagi.</p>
<p>Aku mengangguk, “Aku memang lebih menyukaimu, tapi kau kan tak menyukaiku. Haha&#8230;” aku tertawa sarkatis. “Mungkin aku akan mencoba menyukai Junho juga, sebanyak ia menyukaiku. Aku tak mungkin terus mengharapkanmu kan, oppa?” kataku lalu memakan ice cream lagi.</p>
<p>“Andwe&#8230; tidak boleh!!” jawabnya. Aku terperangah.</p>
<p>“Kenapa tidak boleh?” tanyaku.</p>
<p>Donghae oppa merengkuh kedua pipiku dengan kedua tangannya, “Hye Kyung ah, dengarkan aku&#8230; saat ini mungkin aku belum merasakan perasaan yang terlalu dalam padamu, seperti kau menyukaiku. Tapi bolehkah kau mengajakku masuk dalam perasaan yang sama sepertimu sedikit demi sedikit??” katanya.</p>
<p>“Oppa, apa ini pernyataan cinta?”</p>
<p>“Menurutmu ini apa?” tanyanya lagi.</p>
<p>“Ini tidak romantis sama sekali&#8230;” kataku.</p>
<p>“Benarkah? Kalau begitu tunggu sebentar&#8230;” kulihat donghae oppa berlari ke arah mobilnya, lalu kembali lagi ke arahku.</p>
<p>Donghae oppa berlutut di hadapanku, lalu menyodorkan dua buah ice cream pada ku, “Hye Kyung ah, apa kau mau menjadi yeojachingu ku dan mengajariku banyak cinta dalam hidupmu?” katanya.</p>
<p>“Oppa&#8230; kau memintaku menjadi pacarmu dengan ice cream ini?” tanyaku takjub, jujur baru kali ini ada orang yang seperti ini.</p>
<p>“Cepatlah&#8230; kau mau ice cream ini mencair dulu, jawab saja&#8230;” katanya.</p>
<p>“Baiklah, aku mau oppa&#8230;” aku meraih kedua ice cream itu dari tangannya.ia lalu duduk disampingku.</p>
<p>“Gomawo&#8230;” kataku.</p>
<p>Ia tersenyum, lalu berkata “seharusnya aku yang berterimakasih padamu. Terimakasih sudah membuatku nyaman berada di dekatmu selama ini&#8230;” aku mengangguk dan membalas senyumannya.</p>
<p>“Oppa kau mau menemaniku makan ice cream ini?” aku memperlihatkan kedua ice cream ‘tanda cinta’ nya tadi. Sementara ice cream yang sedang ku makan tadi sudah jatuh ke tanah saat aku terkejut karena pernyataan cintanya tadi. Ia mengangguk meng-iya-kan permintaanku.</p>
<p>Sekarang aku dan Donghae oppa duduk di bangku taman sambil memakan ice cream dan melihat bintang-bintang dilangit lalu berbicara tentang banyak hal. Aku senang sekali, ini persis dengan impianku sejak dulu.</p>
<p>Donghae oppa tiba-tiba mengalihkan pandangannya ke arahku, “Apa ini sudah sama dengan impianmu?” tanya nya. Bagaimana bisa ia tahu? Padahal aku baru saja memikirkan hal itu.</p>
<p>Aku mengangguk, “Kau tahu darimana impianku yang seperti itu oppa? Aku bahkan tidak pernah memberitahukannya padamu?” tanyaku heran, dia bukan mind reader kan?</p>
<p>“Aku tahu dari Eun Hee&#8230;” jawabnya sambil memakan lagi ice creamnya. “Kau tidak tahu kan, jauh sebelum aku bertemu denganmu, aku sudah tahu banyak tentangmu, Eun Hee sering menceritakan apapun padaku, termasuk tentang kau!!” katanya.</p>
<p>“Hee&#8230; yang benar??” tanyaku.</p>
<p>“Keurom&#8230; dan kau juga pasti tidak tahu kan, aku yang meminta Eun Hee untuk mempertemukanku denganmu di hari itu? Kau ingat kan?? dan aku juga, yang meminta Eun Hee untuk memake over penampilanmu sampai seperti ini!!”katanya panjang lebar. Laki-laki ini &gt;,&lt; sebenarnya apa saja yang kau ketahui tentangku hah??</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong> </strong></p>
<p align="center"><strong>_FIN_</strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/superjuniorff2010.wordpress.com/32320/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/superjuniorff2010.wordpress.com/32320/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/superjuniorff2010.wordpress.com/32320/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/superjuniorff2010.wordpress.com/32320/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/superjuniorff2010.wordpress.com/32320/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/superjuniorff2010.wordpress.com/32320/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/superjuniorff2010.wordpress.com/32320/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/superjuniorff2010.wordpress.com/32320/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/superjuniorff2010.wordpress.com/32320/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/superjuniorff2010.wordpress.com/32320/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/superjuniorff2010.wordpress.com/32320/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/superjuniorff2010.wordpress.com/32320/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/superjuniorff2010.wordpress.com/32320/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/superjuniorff2010.wordpress.com/32320/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=superjuniorff2010.wordpress.com&amp;blog=11405649&amp;post=32320&amp;subd=superjuniorff2010&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://superjuniorff2010.wordpress.com/2012/01/26/super-junior-lee-donghae-ideal-girlfriend/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>34</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/089808d533df09426de8934b5d63dafd?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ELF4SUJU</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Harii Jadii…</title>
		<link>http://superjuniorff2010.wordpress.com/2012/01/26/harii-jadii/</link>
		<comments>http://superjuniorff2010.wordpress.com/2012/01/26/harii-jadii/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 26 Jan 2012 03:00:02 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ELF4SUJU</dc:creator>
				<category><![CDATA[Drabble]]></category>
		<category><![CDATA[로맨스 ♥ Romance]]></category>
		<category><![CDATA[fanfiction]]></category>
		<category><![CDATA[Cho Kyuhyun]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://superjuniorff2010.wordpress.com/?p=32376</guid>
		<description><![CDATA[Harii Jadii… ^^ Nii ff yang ketigaa di Sujuff inii, -kaloo dipublish- XD Gak tau kenapa jadii ada sedikit affair ma Kyuhyun nii… mulai tanda tanda menyimpang dari Siwon Oppaa…*mianhae oppa :* Inii siyy cumin drabble, karena kalo aq bikinn biasanya kepanjangann akhirnyaa gakk jadi jadii… Okkeeyyy,,,, Happy reading ^^ Title       :: Hari jadi…^^ Cast       [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=superjuniorff2010.wordpress.com&amp;blog=11405649&amp;post=32376&amp;subd=superjuniorff2010&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p align="center"><a href="http://superjuniorff2010.files.wordpress.com/2012/01/sokyurys-lines.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-32377" title="sokyurys lines" src="http://superjuniorff2010.files.wordpress.com/2012/01/sokyurys-lines.jpg?w=538&#038;h=403" alt="" width="538" height="403" /></a></p>
<p align="center">Harii Jadii… ^^</p>
<p align="center">Nii ff yang ketigaa di Sujuff inii, -kaloo dipublish- XD</p>
<p align="center">Gak tau kenapa jadii ada sedikit affair ma Kyuhyun nii… mulai tanda tanda menyimpang dari Siwon Oppaa…*mianhae oppa :*</p>
<p align="center">Inii siyy cumin drabble, karena kalo aq bikinn biasanya kepanjangann akhirnyaa gakk jadi jadii…</p>
<p align="center">Okkeeyyy,,,,</p>
<p align="center">Happy reading ^^</p>
<p>Title       :: Hari jadi…^^</p>
<p>Cast       :: Cho Kyuhyun, han Sohyun</p>
<p>Genre   :: abal-abal (kalo ada ?), drabble, romance, jayus ._____.</p>
<p>Length  :: drabble with +/- 500 words</p>
<p>“Han Sohyun, kau mau kan jadi yeojachinguku ? jawabannya hanya ada dua pilihan yaitu mau dan ya…” kata Kyuhyun secara mengejutkan kepadaku. Kini kami tengah berada di pinggiran sungai Han menikmati akhir musim gugur yang mulai menghasilkan hawa dingin karena akan memasuki musim dingin.<span id="more-32376"></span></p>
<p>“Mwoooo ??? mana ada pilihan satu macam seperti itu ???” kataku sewot mendengar dua pilihan yang sangat menguntungkan baginya.</p>
<p>“Anii… dalam kamus hidupku itu adalah pilihan yang terbaik, cepattt jawabb mau atau ya ???” Tanya Kyuhyun mendesak.</p>
<p>“Yaaa~ jangan seenaknya sendiri (&gt;.&lt;’)… ya atau mau adalah satu arti, dimana mana pilihannya adalah mau atau tidak, bukan ya atau mau. Katanya kau pintar ? mana ? kau babo…” .____.’</p>
<p>“Kau yang babo. Aku tadi bilangkan, pada hidupku yang namanya pilihan hanya dua itu, mau atau ya, segeralah kau menjawab… kenapa kau lemot sekali menjadi yeoja ya ?”</p>
<p>“Aissshhh.. kau ini benar benar… bisakah kau menyatakan cinta dengan cara yang sedikit lebih romantis ?? kenapa hanya begini saja ?” tanyaku dengan raut wajah yang kuyakini mulai memerah itu.</p>
<p>“Yaa~ siapa yang menyatakan cinta ?”</p>
<p>“Mwo ???? kau tadiii ituu.. tadi…” kataku sedikit tergagap. Padahal tadi dia memintaku menjadi yeojachingunya kann ??? aaaiissshhh…. Membuatku malu saja mengatakan itu. Mengatakan jawaban yang sebenarnya akan keluar dari hatiku.</p>
<p>“Kenapa tergagap seperti itu ?? kau ini babo dan lemot, tadi aku bertanya mau kan kau jadi yeojachinguku ?? aku bukan menyatakan kallimat cinta padamu. Dan dalam hidupku tidak ada kata tidak..” katanya sambil memeletkan lidahnya padaku. Aku hanya bisa ternganga melihat tingkahnya yang begitu menyebalkan itu. Aku jadi malas untuk menjawab pernyataannya yang tadi sudah berada diujung bibirku.</p>
<p>“Yaa cepat jawab..” katanya padaku yang ,masih terdiam melihatnya. Mukanya menyebalkann.. rasanya aku inginn menggigitnya sajaa =3=.</p>
<p>“Hana..” ,“Dul”, “Set…. Jawabannyaa adalah kau jadi pacarku sekarang…”katanya dengan nada riang…</p>
<p>“Mwoooo ??? bagaimana bisa ??? aku kan belum menjawab apa apa….” Kataku sembari protes padanya.</p>
<p>“Aku sudah menghitung tadi, karena kau tak segera ,menjawabnya berarti iya. Karena bagiku, diam berarti kau mau menjadi pacarku tapi kau terlalu malu untuk mengatakannya..kekeke” jawabnya sembarii teruss tertawa evil.</p>
<p>“Yaaa~ jangann seenaknya mengambil keputusan seperti ituu.. kau tak berkata bahwa kalo aku diam berarti aku menyanggupinyaa..”</p>
<p>“Apa aku harus selalu bilang begitu dan begini ?? kau itu lemot dan terlalu banyak untuk berpikir, terlalu lama mengambil keputusann.. dan akhirnya aku saja yang mengambil keputusan, karena kau lamban.. mulai sekarang, Han Sohyun tidak boleh terlalu dekat dengan  namjan manapun, karena Han Sohyun adalah kekasih dari Super Junior Cho Kyuhyun..” kata Kyuhyun sambil tertawa senang. Aku hanya menatapnya dengan raut kesal meski hatiku tidak seperti itu. Aku lantas memanyunkan bibirku ketika Kyuhyun mengacak rambutku perlahan.</p>
<p>CUP.</p>
<p>Sebuah kecupan mendarat dibibirku. Bibir Kyuhyun. &gt;/////////&lt; mukaku terasa panas. Omona~ ini adalah ciuman pertama kami. Ciuman pertama dibibir. Aku hanya dapat membelalakkan mataku menatap Kyuhyun yang kini tersenyum evil.</p>
<p>“Yaa~ Cho Kyuhyuuuuuunnnnn…..” teriakku sambil memegang bibirku.</p>
<p>“Kenapa mukamu seperti itu ? mukamu seperti kepiting rebus ” kata Kyuhyun sambil tertawa lagi.</p>
<p>“Kau mengejutkankuu baboo~” kataku sambil memukul bahunya.</p>
<p>“Yaa~ kau pikir ada orang yang akan mencium pacarnya harus bertanya dahulu ? dasarr babooo~” kata Kyuhyun lagi lalu beranjak berdiri dari duduknya. Aku yang masih kesal tetap duduk ditempatku. Tiba-tiba, tangan Kyuhyun terulur didepan mukaku.</p>
<p>“Apalagi ?” tanyaku ketus.</p>
<p>“Pegang tanganku..” katanya dengan nada memerintah diiringi dengan cengiran jahil di mukanya. Aku mendengus pelan. Ia mengangkat satu alisnyaa… uwooo~~ dia begituu memesonaa &gt;//////&lt;. Dan akhirnya aku menggapai tangan kanannya yang terulur dihadapanku. Ia menarikku berdiri.</p>
<p>Kami berdiri berdampingan dipinggir sungai Han. Kyuhyun menggenggam tanganku erat, melihat cakrawala yang berwarna jingga indah. Bintang-bintang akan segera muncul mewarnai langit yang mulai menggelap. Ditemani keindahan ini, kami berdua memutuskan untuk bersama. Untuk saling melengkapi satu sama lain.</p>
<p align="center">CUTTT</p>
<p align="center">^^^^^</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/superjuniorff2010.wordpress.com/32376/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/superjuniorff2010.wordpress.com/32376/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/superjuniorff2010.wordpress.com/32376/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/superjuniorff2010.wordpress.com/32376/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/superjuniorff2010.wordpress.com/32376/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/superjuniorff2010.wordpress.com/32376/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/superjuniorff2010.wordpress.com/32376/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/superjuniorff2010.wordpress.com/32376/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/superjuniorff2010.wordpress.com/32376/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/superjuniorff2010.wordpress.com/32376/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/superjuniorff2010.wordpress.com/32376/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/superjuniorff2010.wordpress.com/32376/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/superjuniorff2010.wordpress.com/32376/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/superjuniorff2010.wordpress.com/32376/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=superjuniorff2010.wordpress.com&amp;blog=11405649&amp;post=32376&amp;subd=superjuniorff2010&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://superjuniorff2010.wordpress.com/2012/01/26/harii-jadii/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>13</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/089808d533df09426de8934b5d63dafd?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ELF4SUJU</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://superjuniorff2010.files.wordpress.com/2012/01/sokyurys-lines.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">sokyurys lines</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Can u be mine? Part.3</title>
		<link>http://superjuniorff2010.wordpress.com/2012/01/26/can-u-be-mine-part-3/</link>
		<comments>http://superjuniorff2010.wordpress.com/2012/01/26/can-u-be-mine-part-3/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 25 Jan 2012 23:00:14 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ELF4SUJU</dc:creator>
				<category><![CDATA[계속 ♥ continue]]></category>
		<category><![CDATA[fanfiction]]></category>
		<category><![CDATA[Super Junior]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://superjuniorff2010.wordpress.com/?p=32303</guid>
		<description><![CDATA[Tittle: Can u be mine? Part.3 Author: hyesungiie “mwooo?” hyorim nyaris teriak “hyorim-ah, kau tak apa?” “a..akku tak apa! donghae-Yaaa!! Aku tak pernah percaya dengan semua perkataanmu! So.. aku tak percaya, bahwa kamu dosen disini!” menunjuk jari telunjuknya tepat didepan mataku “aiiissshhh!!! Neoo-YAAAA!! Hati-hati dalam bertingkah! Aku bisa memberi nilaimu buruk! Arra!!!” “mwoo? Eoteokke? Ha! [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=superjuniorff2010.wordpress.com&amp;blog=11405649&amp;post=32303&amp;subd=superjuniorff2010&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p align="left">Tittle: Can u be mine? Part.3</p>
<p align="left">Author: hyesungiie</p>
<p align="left">
<p align="left">
<p align="left">“mwooo?” hyorim nyaris teriak</p>
<p align="left">“hyorim-ah, kau tak apa?”</p>
<p align="left">“a..akku tak apa! donghae-Yaaa!! Aku tak pernah percaya dengan semua perkataanmu! So.. aku tak percaya, bahwa kamu dosen disini!” menunjuk jari telunjuknya tepat didepan mataku</p>
<p align="left">“aiiissshhh!!! Neoo-YAAAA!! Hati-hati dalam bertingkah! Aku bisa memberi nilaimu buruk! Arra!!!”</p>
<p align="left">“mwoo? Eoteokke? Ha! Aku tak peduli” hyorim pergi, tak beberapa lama kemudian hyeri keluar dari kelas</p>
<p align="left">“ada apa? kenapa begitu berisik?” ucap hyeri kepadaku yg membuat hyorim berhenti berjalan, lalu menengok</p>
<p align="left">“hyerii-yaah!!” lagi-lagi hyorim teriak</p>
<p align="left">“hyorim? Donghae-ya? Sedang apa kalian disini?”</p>
<p align="left">“yaa! Aku mencarimu! Ayo pergi! Banyak orang sinting disini”</p>
<p align="left">“hyorim! Tunggu, aku ada urusan denganmu” donghae mengejar hyorim dan hyeri</p>
<p align="left">“aiiisshhh! YAAAA!!!” kesalku, terlihat donghae dan hyeri membungkuk sebelum melanjutkan berlari, lalu mereka masuk ke dalam lift.<span id="more-32303"></span></p>
<p align="left">
<p align="left">Author POV</p>
<p align="left">Sebelum donghae masuk ke dalam lift, hyorim menekan tanda close secepat mungkin tapi terlambat, karena tangan donghae sudah mencegahnya</p>
<p align="left">“hyorim-ah, tak bisakah kita bicara? Sebentar saja” hyorim terlihat sangat terpaksa berbicara dengan donghae. Hyorim melepas tombol close di lift, dan membiarkan donghae masuk. Donghae melirik hyeri</p>
<p align="left">“mwo? Ada yg aneh padaku?”</p>
<p align="left">“cepat katakan donghae-ya” ucap hyorim lembut,</p>
<p align="left">“ndee, aku ingin mengatakannya. Tapii…” melirik hyeri dengan tatapan mengusir</p>
<p align="left">“aaish…arrasheoo!! Kau ingin aku pergi. Benarkan? Nee..nee, aku pergi setelah berada di lantai 3!”</p>
<p align="left">“nde, kita bicara di lantai 5!”</p>
<p align="left">“mau apa? hyeri-ah, kau mw apa di lantai 3?”</p>
<p align="left">“aku ada kelas tambahan bersama rae” setelah lift berhenti di lantai 3, hyeri segera keluar dr lift</p>
<p align="left">“nah, hae-ya. Puas kau!” pintu lift tertutup</p>
<p align="left">“ada apa? cepat bicara” pintu lift kembali terbuka ketika dilantai 4</p>
<p align="left">“aiiisssh, mengganggu” terlihat rae dan kibum di depan lift</p>
<p align="left">“aiiggooooo” seru mereka berdua</p>
<p align="left">“jagiyaaa!! Kita tunggu lift berikutnya ya! Aku tak mau mengganggu mereka!” ucap rae</p>
<p align="left">“haha… apa mereka sedang berpacaran di dalam lift? Haha, aku salah perhitungan. Tadinya aku ingin memakai cara ini. Tapi sepertinya kita berpacaran di gudang saja, biar tak ada yg ganggu jagi!”</p>
<p align="left">“aiiish kau ini” rae memukul lengan kibum</p>
<p align="left">“YAAA!!! Ingin masuk tidak?” bentak donghae</p>
<p align="left">“ayo masuk jagi!” rae menarik tangan kibum</p>
<p align="left">“rae-yaa! Benar kau ada kelas tambahan dengan hyeri sekarang di lantai 3?” tanya hyorim</p>
<p align="left">“ne, waeyo? Kau tau dari mana?” jawab rae</p>
<p align="left">“tadi hyeri bersama kami, sebelum mr. Lee ini datang.” memicingkan mata ke donghae “Lalu kenapa kau naik lift? Ini lift naik” melanjutkan</p>
<p align="left">“aku ingin menemani kibum makan siang, baru kekelas” jawab rae</p>
<p align="left">“apa sekarang kita sedang menunggu pasangan lain agar kita bisa triple date di dalam lift” kata kibum sambil mengarahkan jarinya ke tombol close</p>
<p align="left">“Yaaaa!! Tungguu!!” namja berlari ke arah lift, tapi buku-buku yg dipegangnya jatuh</p>
<p align="left">“oops!! Apa kau tak punya tas profesor Lee?” kata kibum melihat ke arah sungmin yang sedang kesusahan</p>
<p align="left">“mwo? Aah, kibum. Tolong tahan liftnya, aku agak kesusahan disini”</p>
<p align="left">“andweee! Aku tak dibayar untuk menunggumu kan?” kibum ingin menekan tombol close lagi tapi ditahan oleh rae</p>
<p align="left">“apa kau tak dengar sungmin-ah sudah mengatakan tolong?”</p>
<p align="left">“mwo? Kau membela profesor kita ini jagiyaa?” ejek kibum. Sungmin mendongak ke arah kibum <em>mwo? Jagiya? Apa kibum namjachingu rae? </em>Ucap sungmin dalam hati</p>
<p align="left">“Yaaa!! Namja babo! Bisakah cepat sedikit. Apa kau pikir kami membayar uang kuliah untuk menunggumu membereskan buku-bukumu yang jatuh?” ejek donghae, kibum tertawa licik</p>
<p align="left">“Yaaaa!!! Apa kau pikir kau cerdas? Apa kau mampu lulus dengan hanya sekali test dengan Jungsoo seonsaengnim seperti sungmin-ah yang mendapat grade A dalam sekali test? Anieyo! Kalau begitu kau yang babo! Jangan pernah bilang orang lain babo, kalau kau sendiri lebih babo dari orang yang kau ejek dengan ucapan babo!! Arra Mr. Lee?” ucap rae sinis. Sungmin yang sedang membereskan buku begituu… senang rae membelanya</p>
<p align="left">“Yaaa! Ketika kau sedang membereskan buku, seharusnya matamu juga ke buku! Bukan ke rae-ku!” kibum memukul kepala sungmin dengan kertas lembaran musik rae yang digulung</p>
<p align="left">“tak bisakah kau sopan?” rae membela sungmin</p>
<p align="left">“rae-yaaaa!” kibum merengek</p>
<p align="left">“sungmin-ah, boleh ku bantu?”</p>
<p align="left">“andwee! Sudah selesai” sungmin berdiri, dengan buku-bukunya. Tapi sekarang lembaran kertasnya yang merosot dari atas tumpukan buku</p>
<p align="left">“aiiissshhh !!!!” kibum dan donghae kesal</p>
<p align="left">“omoo!! Apa kau tak tau bahwa sekarang sudah ada map di korea, sangat berguna untuk menampung lembaranmu” ucap hyorim lembut. Kibum dan donghae tertawa, rae membungkuk untuk mengambilnya</p>
<p align="left">“biar aku yang bereskan. Kibum-ah tolong tahan liftnya”</p>
<p align="left">“mwoo?” kesal kibum</p>
<p align="left">“ayolaaah, tahan liftnya untukku!”</p>
<p align="left">“aissshh! Lee Sungmin! Kau merepotkan. Ndeee, aku tahan liftnya untuk rae-ku!” rae membereskan lembaran sungmin, lalu masuk kembali kedalam lift</p>
<p align="left">“baik! Sudah selesai, ini sungmin-ah. Bagaimana biar aku yang bawa”</p>
<p align="left">“aaah, gomawoyoo rae-yaa. Kibum! Tolong tekan angka 6”</p>
<p align="left">“6? Haha? Apa kau kurang dengan buku-bukumu itu?”</p>
<p align="left">“andwe! Aku ingin mengembalikan buku, dan meminjam beberapa lagi”</p>
<p align="left">“mwoo? Kau sudah terlihat seperti perpustakaan!” ucap donghae, disusul tawa kibum. Lift berhenti dilantai 5</p>
<p align="left">“baikllaaah, ayo turun!” ajak hyorim disusul donghae dan kibum, kibum bingung karena rae tidak mengikutinya, tetapi malah menahan liftnya</p>
<p align="left">“jagiya?” kibum menengok ke belakang, rae masih di dalam lift “sedang apa? ayo turun, bukankah kau ingin aku makan? Lalu ke kelasmu?”</p>
<p align="left">“kau duluan, aku ingin membantu sungmin sampai perpustakaan. Lalu kembali kelantai 5. Aku janji”</p>
<p align="left">“mwooo? Kau meninggalkanku karena kertas dan namja ini?” kibum mengambil lembaran sungmin dr tangan rae</p>
<p align="left">“kibum! Aku tak meminta rae! Bisakah kau mengerti, rae hanya ingin membantu! Arra! Kalau kau tak suka, atau cemburu karena rae membantuku. Pergilah, dan bawa rae!” ucap sungmin kesal,</p>
<p align="left">“aiiissshhh! Yaaa!” kibum melempar lembaran musik dimuka sungmin</p>
<p align="left">“nde, gomawo! Ternyata seperti ini harta orangtuamu membesarkanmu!” ucapan sungmin membuat kibum panas dan ingin memukul sungmin, rae menahan</p>
<p align="left">“kibum-aaaah!!! Jangan lakukan! Nee..neee,aku pergi denganmu. Jangn bertengkar kumohon” ucap rea pada kibum, kibum menarik rae keluar dr lift “mianhaeyo, sungmin-ah” ucap rae pada sungmin, sambil sedikit membungkuk</p>
<p align="left">“nee, gwaencanha” senyum sungmin penuh pesona <em>aiiisshhh dia tersenyum! Itu yang aku suka darimu sungmin-ah, senyum itu </em>ucap rae dalam hati. Kibum dan rae akhirnya memasuki kawasan kantin dan memesan beberapa makanan, dilain sudut ruangan di kantin</p>
<p align="left">“kau mau makan rim-ah”</p>
<p align="left">“anieyo! Cepat katakan yg ingin kau katakan”</p>
<p align="left">“kuraeyo? Baiklah” donghae duduk didepan hyorim</p>
<p align="left">“cepat, aku ingin segera menemui Jungsoo seonsaengnim dan pulang”</p>
<p align="left">“ne. sebenarnya, aku hanya ingin mengatakan saranghaeyo hyorim-ah. Neomu saranghaeyo, walaupun kau pergi berbulan-bulan tanpa kabar untukku!” hyorim hanya diam “aku tau kesibukanmu hyorim-ah, aku bisa mengerti, dan akan terus mengerti. Tapi bisakah…”</p>
<p align="left">“molla!! Gomawo atas kemengertianmu terhadap kesibukanku, tapi donghae-ya…”</p>
<p align="left">“waee..”</p>
<p align="left">“sudah lama aku tak lagi menyayangimu. Berbulan-bulan aku di Amerika agar kau sadar, aku tak menyayangimu seperti dulu, agar kau melupakanku, agar aku tak menyakiti hatimu lebih parah lagi”</p>
<p align="left">“jika seperti itu, kenapa kau kembali ke seoul? Kau membuat hatiku terluka bahkan mengeluarkan banyak darah hyorim-ah! Aku hampir gila karena kau tinggal ke Amerika tanpa kabar, aku hampir mati karena kau menghilang berbulan-bulan hyorim-aaah!! Mengertilah”</p>
<p align="left">“mianhaeyo, jeongmal mianhae donghae-yaa! Ketika aku memutuskan untuk kembali ke seoul aku sudah berjanji akan serius dengan pendidikanku disini. Aku ingin bisa ‘hebat’ seperti hyeri tanpa adanya bantuan karena keluarga kami, keluarga penyantun terbesar disini! Aku tak mau haee-yaa. Jika kau ingin aku mengertimu, tolong mengerti apa yang ku maksud”</p>
<p align="left">“aku mengerti! Sungguh, tapi tak bisakah dengan kita terus bersama? Aku tak akan mengganggu studymu disini. Aku akan memastikan kau ‘hebat’ seperti hyeri. Tapi tolong, teruslah bersamaku”</p>
<p align="left">“justru karena terus bersamamu aku tak bisa seperti hyeri. Kau lihat nilai-nilaiku waktu aku masih menjadi yeojachingumu? Semua ‘D’. abeoji marah, abeoji bilang aku menganggap enteng study disini karena keluargaku penyantun dana terbesar disini. Abeoji terus mengatakan hyeri yang terbaik. Lalu aku diterbangkan ke Amerika untuk melihat beberapa unviersitas seni disana, agar aku keluar dari sini. Agar aku benar-benar belajar dan menyandang Baceloor degree karena kemampuanku”</p>
<p align="left">“jika begitu, kenapa kau tinggal di sana saja agar aku benar-benar melupakanmu! Agar aku tak lagi benar-benar menyayangimu”</p>
<p align="left">“donghae-yaa! Aku kembali ke seoul karenamu”</p>
<p align="left">“mwoo?” donghae kaget dan bingung</p>
<p align="left">“aku tak bisa menghapus namamu secepat itu donghae-ya. Aku ingin menghilangkanmu dengan sendirinya”</p>
<p align="left">“bagaimana bisa kau kembali ke seoul dan diterima kembali disini setelah hasil ujianmu yang D itu?”</p>
<p align="left">“tentu aku belajar babo! Aku benar-benar berusaha, lalu aku mencoba masuk lewat program beasiswa, dan berhasil. Aku senang bisa melanjutkan study disini dengan beasiswa penuh tanpa bantuan orangtuaku seperti tahun lalu. Stelah itu, abeoji membolehkan aku melanjutkan study disini dan agar aku tetap bisa melihatmu”</p>
<p align="left">“kuraeyo? Lalu kenapa kau pilih kita untuk berpisah?”</p>
<p align="left">“agar aku bisa serius dalam belajar ! arra?” hyorim mulai kesal, lalu ponselnya berbunyi</p>
<p align="left">“nugu?” tanya donghae</p>
<p align="left">“aku tak tau, ini bukan milikku”</p>
<p align="left">“mwo? Lalu milik siapa?”</p>
<p align="left">“aku tak tau! Dan..sepertinya sudah selesai, aku pergi” hyorim berdiri lalu berjalan</p>
<p align="left">“hyorim-ah” panggil donghae lembut, menarik hyorim ke pelukannya dan mengecup bibir hyorim, hyorim mengelak tapi tak bisa, lalu donghae berbisik mengatakan “saranghaeyo hyorim-ah” di telinga hyorim. Donghae melepaskan pelukannya</p>
<p align="left">“oppaaa!! Kau tau ini dimana? Aiissh!” hyorim pergi</p>
<p align="left">“baiklah, jika kau berubah. Aku juga..” donghae bergumam entah pada siapa.</p>
<p align="left">
<p align="left">Dilain posisi, setelah rae menemani kibum makan, kibum mengantar rae ke kelas…</p>
<p align="left">
<p>***</p>
<p align="left">
<p align="left">2 hari kemudian Yesung sudah keluar dari rumah sakit</p>
<p align="left">“kau ingin pulang langsung kerumah atau…?” tanya yoona</p>
<p align="left">“andwee! Aku ingin langsung ke kampus” jawab yesung sambil menatap langit yang agak gelap</p>
<p align="left">“mwo? Kau masih sakit sung-ah, lagipula kau lihat sendiri kan? Sebentar lagi juga akan hujan, kita pulang kerumah ya?” ucap yoona dengan lembut</p>
<p align="left">“andweee! Jika kau ingin ke rumahku, pergilah. Aku akan naik taxi ke kampus, arra?”</p>
<p align="left">“yesung-ah, kau belum sembuh benar. Pulanglah, ommamu akan merawatmu”</p>
<p align="left">“hei, jika aku belum sembuh dokter Hankyung tidak akan membiarkan aku keluar dari sini”</p>
<p align="left">“ndee, tappi…”</p>
<p align="left">“sudahlah, kau pulang. Ada beberapa urusan yang penting di kampus setelah beberapa hari tidak kesana”</p>
<p align="left">“oppaa” rengek yoona lembut</p>
<p align="left">“pulanglah, gunakan mobil. Aku akan naik taxi” yesung membukakan pintu mobil dan mengecup kening yoona lalu mendorong yoona agar masuk mobil</p>
<p align="left">“cepat selesaikan urusanmu, lalu pulang, arra!” ucap yoona dari kaca dalm mobil</p>
<p align="left">“ndee, jagiyaaa” senyum yesung, setelah mobil itu berlalu yesung memberhentikan taxi lalu segera naik. Beberapa menit kemudian yesung sampai di kampus, yesung melihat hyeri sedang duduk ditaman berkutat dengan buku dan banyak map terbuka. Yesung menghampirinya</p>
<p align="left">“annyeonghaseo yeppeo yeoja!!” ucap yesung sambil membungkuk</p>
<p align="left">“yesung-ah? Sedang apa kau? Kau sudah keluar dari rumah sakit? Kau sudah baikan?” lalu yesung duduk di depan hyeri</p>
<p align="left">“neee, aku sudah sembuh” jawab yesung singkat “apa ini? Apa kau menjadi produksi kertas? Haha..kenapa begitu banyak kertas disini”</p>
<p align="left">“haha..aaah, ini proposal, susunan acara, bassic acara, dan beberapa laporan lainnya”</p>
<p align="left">“waaah, kau sibuk sekali. Bisakah aku menjadi managermu?”</p>
<p align="left">“sudahlah yesung-ah jangan ganggu”</p>
<p align="left">“mian..bagaimana kalau pindah kedalam, sepertinya akan hujan”</p>
<p align="left">“anieyo, sebentar lagi selesai”</p>
<p align="left">“aiish kau ini, cepat masuk. Sudah berangin begini”</p>
<p align="left">“neee,yesung-ah”</p>
<p align="left">“baiklah, cepat masuk ya, aku masuk duluan. Ada urusan ke lantai2”</p>
<p align="left">“oke” yesung pergi. Berjalan menelusuri koridor kampus, lalu naik lift ke lantai 2 menuju ruangan temannya, Heechul. Sebelum masuk yesung masih bisa melihat hyeri sibuk dengan laptop dan kertas-kertas itu dari tembok lantai 2 yang transparan, Ketika membuka pintu yesung mendengar hujan deras turun</p>
<p align="left">“yesung-ah! Kau sudah sembuh?” ucap heechul dr dalam ruangan, lalu yesung menutup pintu dan berlari menjauh dari ruangan heechul “Yaaa!!! Yeesoooong!!!” teriak heechul, tapi dihiraukan yesung. Yesung terus berlari menuju tangga turun sambil sesekali menengok ke jendela melihat hyeri yang kesusahan membereskan brg-brgnya, yesung melompati 2-3 anak tangga turun. Lalu ketika sampai dibawah, yesung masih melihat hyeri membereskan map-mapnya yg banyak, yesung menghampiri yeoja “hai, boleh ku pinjam payungmu?” lalu tersenyum amat tampan, membuat yeoja itu memberikan payungnya secara sukarela. Yesung kembali lari menghampiri hyeri menembus derasnya hujan</p>
<p align="left">“aiiissshh!! Baboo!! Harusnya kubereskan daritadi! Oouch! Laptopkuu!!” hyeri bergumam, tiba-tiba hyeri berhenti membereskan brg-brgnya karena merasakan tubuhnya tak lagi diguyur hujan, hyeri mendongak. Dilihatnya yesung memayunginya sambil tersenyum</p>
<p align="left">“haha..kan sudah kubilang! Kau ini” memasang muka sombong</p>
<p align="left">“gomawo yesung-ah” hyeri terpaku oleh yesung</p>
<p align="left">“heeeiii!! Nee,aku tau aku tampan, tapi kau bereskan dulu barang-barangmu itu”</p>
<p align="left">“aaah…ndee” hyeri kembali merapihkan brg-brgnya, yesung membungkuk dan mengambil apa yg bisa dy ambil dengan 1 tangannya</p>
<p align="left">“gajja, hujannya benar-benar deras” hyeri bangun lalu mereka berlari masuk ke dalam kampus, yesung memayungi hyeri dan membiarkan dirinya basah kuyup</p>
<p align="left">“fiiuh! Yaaa! Yesung-ah, kenapa kau juga basah kuyup?”</p>
<p align="left">“haha..tak apa, kita sama kan sekarang? Gajja masuk ke lorong loker, ada sesuatu”</p>
<p align="left">Yesung menarik tangan hyeri dan mereka berjalan ke arah lorong loker</p>
<p align="left">“yesung-ah bisa kau lepas tanganku?” tanya hyeri</p>
<p align="left">“ah, ya..aku lupa” yesung berhenti</p>
<p align="left">“wae?” yesung menjauh dar hyeri dan menemui yeoja yang ia pinjami payung, hyeri melihat dari kejauhan dan yeoja itu menganggukan kepalanya sambil terpesona oleh yesung</p>
<p align="left">“nah, gajja”</p>
<p align="left">“mau kmn? Katanya kau punya urusan dilantai2”</p>
<p align="left">“haha, kalau dipikir-pikir kau yg penting untuk saat ini” ucap yesung sambil menatap hyeri <em>aiiisssh! Namja ini, aku seperti sedang bersama dengan jongwoon tapi mana mungkin, ahh…kalung itu</em> hyeri menunduk</p>
<p align="left">“waee?”</p>
<p align="left">“anieyo” hyeri terus menunduk sambil meraba lehernya, tiba-tiba yesung berhenti dan hyeri tertabrak karena yesung berhenti mendadak</p>
<p align="left">“aiisshhh yesung-aa! waeyooo” teriak hyeri sambil memegang keningnya</p>
<p align="left">“wae? Ini lokerku” ucap yesung sambil menunjuk ke lokernya</p>
<p align="left">“Yaaa!!! Keningku sakit tertabrak lenganmuu!” memukul lengan yesung</p>
<p align="left">“jinjayooo? Aaah mianhaeyoo hyeri-yaa” ucap yesung mengelus kening hyeri “masih sakit?”</p>
<p align="left">“Mulron (artinya tentu)!!” memegang keningnya, tiba-tiba yesung mengecup kening hyeri</p>
<p align="left">“apa sudah baikan dengan cara seperti itu” tanya yesung yg berhasil membuat wajah hyeri merah</p>
<p align="left">“Yesuuung-aaaa!!!! Hentikan !”</p>
<p align="left">“memangnya kenapa? Nah, benarkan cara itu ampuh menghilangkan rasa sakit”</p>
<p align="left">“mwooo! Kau bilang kenapa? Kau sudah memiliki yoona!”</p>
<p align="left"><em>Mwo? Benar, aku hampir melupakan dia. Knp ketika berada di dekat hyeri aku lupa apapun tentang yoona ya? </em>Ucap yesung dalam hati</p>
<p align="left">“kuraeyo? Aaa..nee, lagipula dia tak disini kan?”</p>
<p align="left">“iisshh! Neo-yaa!!” yesung membuka lokernya, dan mengeluarkan sweater berwarna merah. Hyeri menatap penuh curiga</p>
<p align="left">“kau suka merah?”</p>
<p align="left">“aku tak tau, tapi ketika aku melihat warna merah seakan aku ingin memilikinya. Apa itu bisa disebut suka?”</p>
<p align="left">“jinja?” hyeri diam dan kembali menunduk</p>
<p align="left">“aiiish, kau ini kenapa! Ada apa di sepatumu? Apa kau sedang mencari sesuatu di bawah sana? Kenapa kau suka sekali menunduk!”</p>
<p align="left">“mollaa, warna itu seperti Jongwoon..” ucap hyeri nyaris berbisik tapi sangat jelas di dengar yesung karena saat itu lorong loker sedang sepi tiba-tiba yesung memegang kepalanya</p>
<p align="left">“aaaaarrgghhh!!!” yesung meringkuk, menahan sakit.</p>
<p align="left">“yesung-aaa, apa penyakitmu kambuh lagi? Apa yg kau butuhkan?” kepala yesung kembali membaik</p>
<p align="left">“a..akku baik-baik saja”</p>
<p align="left">“yesung-aa, kau sakit apa sh?”</p>
<p align="left">“cepat ceritakan!”</p>
<p align="left">“mwo? Eoteokke? Maksudmu?”</p>
<p align="left">“siapa Jongwoon?”</p>
<p align="left">To be continue…</p>
<p align="left">
<p align="left">Huuaaa…mianhaeee, jeongmall mianhaee yaa readers nyadar diri deh, part ini aneh, aneh bangeeet. Ada beberapa scene(?) yg gaje bgt dn bkin bingung yaa? Jeongmal mianhaee yaaa *deepbow, dan ada beberapa cast baru yg keluar, mianhae juga untuk itu XD. Makllumllaaah author ini babo bgt haha. Jgn llupa comment itupun kallo ada yg mau baca loL.</p>
<p align="left">But, gomawooo sudah mw membuang-buang waktu u/ baca ff ini <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' />  *bowwithcast</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/superjuniorff2010.wordpress.com/32303/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/superjuniorff2010.wordpress.com/32303/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/superjuniorff2010.wordpress.com/32303/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/superjuniorff2010.wordpress.com/32303/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/superjuniorff2010.wordpress.com/32303/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/superjuniorff2010.wordpress.com/32303/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/superjuniorff2010.wordpress.com/32303/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/superjuniorff2010.wordpress.com/32303/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/superjuniorff2010.wordpress.com/32303/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/superjuniorff2010.wordpress.com/32303/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/superjuniorff2010.wordpress.com/32303/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/superjuniorff2010.wordpress.com/32303/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/superjuniorff2010.wordpress.com/32303/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/superjuniorff2010.wordpress.com/32303/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=superjuniorff2010.wordpress.com&amp;blog=11405649&amp;post=32303&amp;subd=superjuniorff2010&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://superjuniorff2010.wordpress.com/2012/01/26/can-u-be-mine-part-3/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/089808d533df09426de8934b5d63dafd?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ELF4SUJU</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
