<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Superjunior Fanfiction 2010</title>
	<atom:link href="http://superjuniorff2010.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://superjuniorff2010.wordpress.com</link>
	<description>All about fanfictions with Super Junior as the main characters!</description>
	<lastBuildDate>Thu, 23 May 2013 17:51:22 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='superjuniorff2010.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://1.gravatar.com/blavatar/77aa8f765784ff0aefd59c0aafba13f8?s=96&#038;d=http%3A%2F%2Fs2.wp.com%2Fi%2Fbuttonw-com.png</url>
		<title>Superjunior Fanfiction 2010</title>
		<link>http://superjuniorff2010.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://superjuniorff2010.wordpress.com/osd.xml" title="Superjunior Fanfiction 2010" />
	<atom:link rel='hub' href='http://superjuniorff2010.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>THE LAST APOLOGIZED</title>
		<link>http://superjuniorff2010.wordpress.com/2013/05/23/the-last-apologized/</link>
		<comments>http://superjuniorff2010.wordpress.com/2013/05/23/the-last-apologized/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 23 May 2013 13:00:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ELF4SUJU</dc:creator>
				<category><![CDATA[계속 ♥ continue]]></category>
		<category><![CDATA[불안감 ♥ angst]]></category>
		<category><![CDATA[fan fiction]]></category>
		<category><![CDATA[fanfiction]]></category>
		<category><![CDATA[Eunhyuk]]></category>
		<category><![CDATA[Lee Hyukjae]]></category>
		<category><![CDATA[Super Junior]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://superjuniorff2010.wordpress.com/?p=44371</guid>
		<description><![CDATA[Author : AllRisemoon Title : ~THE LAST APOLOGIZED~ Cast : Lee Hyuk Jae Song Yong Ra Lee Junho Yoon Chae Un Leght : 12,198 words PG : 13 Genre : Sad Romance Disclaimer : FF era Mr. Simple dan A-Cha dengan rambut Eunhyuk yang Blonde Okee It’s My Own Fanfiction Check this out ……. And [&#8230;]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=superjuniorff2010.wordpress.com&#038;blog=11405649&#038;post=44371&#038;subd=superjuniorff2010&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<div>
<div>Author : AllRisemoon</div>
</div>
<div>
<p>Title : ~THE LAST APOLOGIZED~</p>
<p>Cast :</p>
<p>Lee Hyuk Jae</p>
<p>Song Yong Ra</p>
<p>Lee Junho</p>
<p>Yoon Chae Un</p>
<p>Leght : 12,198 words</p>
<p>PG : 13</p>
<p>Genre : Sad Romance</p>
<p>Disclaimer : FF era Mr. Simple dan A-Cha dengan rambut Eunhyuk yang Blonde Okee It’s My Own Fanfiction</p>
<p>Check this out …….</p>
<p>And Don’t Co-Past Surely!^^</p>
<p><a href="http://superjuniorff2010.files.wordpress.com/2013/04/last-apo.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-44378" alt="last apo" src="http://superjuniorff2010.files.wordpress.com/2013/04/last-apo.jpg?w=600"   /></a></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>~THE LAST APOLOGIZED~</p>
<p>(Yong Ra POV)</p>
<p>“Yeobseyo … Chagi” kataku sembari membuka mata dengan malas</p>
<p>“Ya! Cepat bangun Chagiya!! Pasti kau belum mandi ya!!” suaranya tampak segar dan semangat</p>
<p>“Ne, aku bangun sekarang.. jangan meledekku begitu… kau akan menjemputku hari ini?”</p>
<p style="text-align:center;"><span id="more-44371"></span></p>
<p>“Ne chagi, cepat sedikit ya! Kalau tidak nanti aku akan minta imbalan”</p>
<p>“Mwo??” pekikku</p>
<p>“Rahasia”ujarnya sambil menutup telepon.</p>
<p>Akhirnya aku bangun juga,dengan malas segera ku ambil handuk dan menyalakan shower. Tak ada 10 menit aku sudah keluar dari kamar mandi dan berganti pakaian. Ku poles muka dengan bedak ringan dan sedikit lip ice ku ratakan di bibirku. Tak lupa juga aku menyisir rambutku yang sudah memanjang karena aku sudah hampir setahun tak pernah kupotong. Aku berlari tergesa-gesa sambil meminum susu di meja makan dan berpamitan dengan Appa dan Eomma yang sudah makan duluan.</p>
<p>“Appa, eomma, aku pergi dulu”</p>
<p>“kau tak makan Yong Ra?”</p>
<p>“Ani, junho sudah menjemputku sampai jumpa”</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>~xXx~</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>“Hai Chagi” suara itu terdengar manja dari dalam mobil sport berwarna merah yang menambah kesan machonya.</p>
<p>“Hai, kau datang tepat waktu” aku berkata sambil masuk mobil yang di parkir di depan rumahku.</p>
<p>“Tentu saja”</p>
<p>“I miss U Chagi” aku tak sadar bibirnya sudah menyentuh bibirku.</p>
<p>“Miss U too” aku membalas kata-katanya dan dia melepas ciumannya.</p>
<p>Mobil kami segera melaju menuju kampusku Paichai University, tempatku menuntut ilmu saat ini . Dan ini Namja Chinguku Lee Junho. Hampir setiap hari dia mengantarku kuliah tapi sayang sekali kami tidak sekampus dia belajar di Inha University. Kami sudah pacaran selama 2 tahun. Aku cinta dia, dan kurasa Junho juga punya rasa yang sama, kuharap begitu.</p>
<p>“Sampai Jumpa Chagi”</p>
<p>“Sampai jumpa …. Hati-hati ya!!” jawabku dengan senyum merekah</p>
<p>“Ne,  kita keluar nanti malam ya!”</p>
<p>“Kemana??”</p>
<p>“Seperti biasa…”</p>
<p>“Baiklah …….”</p>
<p>“Aku akan menjemputmu jam 8 malam”</p>
<p>“Aku tunggu Chagi”  jawabku santai sambil melambaikan tangan</p>
<p>Setelah 1 bulan liburan, kangen juga degan suasana kampus…….</p>
<p>~xXx~</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>“Hai ……” teriak seseorang padaku dari kejauhan</p>
<p>“Hai…..” aku membalas lambaian tangannya itu</p>
<p>“Yong Ra” panggilnya sambil memelukku</p>
<p>“Chae un” aku juga memeluknya tanda kangen.</p>
<p>“Ayo ke kantin”</p>
<p>“Ne, aku mau ayo!” jawabku singkat sambil mengambil langkah menuju kantin yang ada di kampus kami.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>****</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>“Hey, Yong Ra.. kau lihat namja itu??” Tanya Chae Un sambil mengarahkan bola matanya ke arah namja yang lewat di kantin ini.</p>
<p>“Ne.. aku lihat memangnya ada apa Chae Un?” timpalku sambil menyedot The Botol yang ku pesan.</p>
<p>“Yang itu Yong Ra yang memakai T-shirt warna kuning dan berambut blonde itu” ujar Chae Un mantab.</p>
<p>“Ne, Chae Un. Siapa dia ??”</p>
<p>“Dia itu Lee Hyuk Jae dia anggota boy band Super Junior!!!”</p>
<p>“Oh….. “ jawabku singkat dan melihat sekilas ekspresi wajah Chae Un yang benar-benar  melongo melihat tampang namja itu.</p>
<p>“Oh, dia tampan sekali !!!” lanjut Chae Un dengan mata berkedip-kedip tak jelas. Sedangkan aku hanya menggeleng-geleng kepala dan menghabiskan minumanku.</p>
<p>“Chae Un, ingat Namja Chingumu !!!” kataku tegas tapi santai</p>
<p>“Iya, aku tak mungkin menghianatinya yang sudah 3 tahun besamaku”</p>
<p>“Bagus itu”</p>
<p>“Yong Ra… Apa kau bisa mendapatkan Lee Hyuk Jae?” Aku terbelalak kaget.</p>
<p>“Kau ini bicara apa, Aku milik Lee Junho “ jawabku santai</p>
<p>“Sudahlah, aku tau Junho tidak akan melarangmu!” rayu Chae Un</p>
<p>“memangnya kenapa ?”</p>
<p>“Kalau kau berhasil mendapatkan Lee Hyuk Jae, aku akan membuatkan desain rumah untukmu dan Junho. Aku akan mentraktirmu selama 1 bulan penuh, apapun yang kau mau!! Baju, Aksesoris, apapun itu!!”</p>
<p>“Kau ini bicara apa Chae Un?? Aku hanya menginginkan Junho bukan dia!!”</p>
<p>“Ayolah ini hanya permainan, semua Yeoja di kampus ini tidak ada yang bisa mendekatinya!! Lagi pula ini sebuah tantangan kan?? Di kampus ini sangat membosankan!! Kau akan mendapat prestasi sebagai Yeoja pertama di kampus ini yang berhasil mendekati Lee Hyuk Jae !!”</p>
<p>“Jeongmal??? Jika aku gagal bagaimana??”</p>
<p>“kau yang akan melakukan semua yang kukatakan tadi”</p>
<p>“Aku harus minta izin pada Junho, aku tak mau dia marah padaku”</p>
<p>“Ne….Yong Ra, santai saja….tapi kau mau kan?”</p>
<p>“Baiklah.. aku akan mencobanya lagi pula aku juga bosan dengan keadaan di sini , aku akan membangkitkan tantangan ini Chae Un….aku pasti bisa!!” entah setan apa yang merasuki tubuhku hingga aku menyetujui ide gila sahabatku Yoon Chae Un.</p>
<p>(Yong Ra POV End)</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>~xXx~</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>(Junho POV)</p>
<p>“Chagiya …..” ujarku sambil memeluknya</p>
<p>“Hai, kita mau kemana???” Tanyanya dengan senyum tipisnya,</p>
<p>“Aku ingin besenang-senang bersamamu dan teman-teman kita”</p>
<p>“Maksudmu Chae Un dan Min Woo ikut ??”</p>
<p>“Tentu saja chagi, kita akan bersenang-senang”</p>
<p>“Baiklah Chagi ayo berangkat”</p>
<p>Ini tempat kami . Kami sering kesini ramai-ramai.. di bar ini pertama kalinya aku menyatakan perasaan Cintaku pada Yong Ra.</p>
<p>“Hai, Chae Un ,Minwoo!!” sapa Yong Ra</p>
<p>“Hai Yong Ra. Junho!! “ sapa Min Woo dengan suara keras yang hampir tak terdengar karena kerasnya music yang dimainkan.</p>
<p>“Ini memang tempat kami”</p>
<p>“Kau tak mau dansa???” ujarku pada Yong Ra</p>
<p>“tentu aku mau Chagiya” ujar Yong Ra sambil membelai rambutku.</p>
<p>“Chae Un, Min Woo kami dansa dulu ya!!” sahutku sambil memegang tangan Yong Ra</p>
<p>“Ne….” ujar mereka berdua bersamaan.</p>
<p>Aku sering kesini bersama Yeoja Chinguku Song Yong Ra. Kami berdua memang sedikit liar saat berpacaran. Berciuman, minum dan sebagianya sudah biasa kami lakukan. Tapi kami tidak akan melakukan hubungan yang lebih selain itu kecuali jika kami sudah menikah.</p>
<p>“Chagi saranghae” ucapku merayu. Seraya music di bar juga diputar keras.</p>
<p>“kau sudah mengatakaanya ratusan kali chagiya” jawabnya santai .</p>
<p>“tapi aku sangat mencintaimu!!” aku membulatkan mataku dalam.</p>
<p>“Aku tau itu…  “ dia menjawab sambil menekan hidungku yang mancung</p>
<p>(Junho POV End)</p>
<p>(Yong Ra POV)</p>
<p>Aku bermaksud meminta izin pada Junho untuk melakukan permainan yang aku rencakanakan bersama Chae Un tadi siang ….</p>
<p>“Chagi…..”</p>
<p>“Waeyo ….. ???” jawabnya sambil menciumku lembut.</p>
<p>“Apa aku boleh punya namja Lain??”</p>
<p>“Mwo??? Namja Lain??” Dia langsung melepas ciumannya dan memanyunkan bibir</p>
<p>“Aku tak akan menduakanmu Chagi, dia akan menjadi permainanku saja”</p>
<p>“Aku tidak rela Chagiya” jawabnya protes</p>
<p>“Chagi….. percayalah padaku. Apa aku pernah membohongimu??” pintaku memohon pada kekasihku ini.</p>
<p>“Ani… kau selalu jujur padaku chagi. Tapi siapa dia??”</p>
<p>“Lee Hyuk Jae”</p>
<p>“Mwo??? jadi dia yang akan jadi permainanmu”</p>
<p>“Ne Chagi….”</p>
<p>“apa kau yakin bisa mendapatkannya???”</p>
<p>“Kenapa berpikir begitu?”</p>
<p>“Aku tahu namja itu, dia anggota boy band Super Junior kan? Dia sangat sulit didekati chagi!” ujarnya lembut.</p>
<p>“Oh ini hanya permainan, tak bisa mendapatkannya juga tak apa! Aku tak kan menyesal! Aku lebih menyesal jika kehilanganmu”</p>
<p>“Tapi, kau harus janji, tak akan meninggalkanku !!!” jawabnya dengan mata puppy eyes sangat lucu.</p>
<p>“Tentu saja tidak I’m YOUR’S Chagiya”</p>
<p>“Jika kau sudah mendapatkan namja itu, cara terbaik untuk meninggalkannya adalah aku akan melamarmu. Lalu kau bisa meninggalkannya dan menyudahi permainan ini”</p>
<p>“Jeongmal?? Baiklah aku akan segera mendapatkannya dan segera meninggalkannya pula!”</p>
<p>“Sebaiknya emang begitu chagi” jawabnya dan kembali mencium. Dan kami enggelam dalam alunan music di bar ini.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>~xXx~</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>“Mianhae…” aku berjalan terburu-buru saat melewati lorong kampus. Ah aku memang terburu-buru. Apalagi Junho tidak menjemputku hari ini jadi aku harus naik taxi sendirian. Aku tak sengaja menabrak seorang namja dan akibatnya buku yang kubawa jadi berserakan di lantai.</p>
<p>“Ne. Gwenchana” dia berkata lembut dan melirikku. Aku kaget teryata itu….. Lee Hyuk Jae. Aku segera mengambil bukuku yang berserakan di lantai. Hyuk Jae juga membantuku. Tanpa kami sadari, tangannya memegang tanganku. Aku segera menjauhkan tanganku darinya.</p>
<p>“Mianhae, aku tak sengaja. Aku hanya ingin membantumu!” timpalnya sambil berdiri</p>
<p>“eh …Gwenchana” aku berkata tapi tak menatap wajahnya dan pergi meninggalkannya. Entah kenapa aku gugup sekali. Padahal, dia kan target permainanku sekarang.</p>
<p>(Yong Ra POV End)</p>
<p>(Eunhyuk POV)</p>
<p>“Ini…..” aku menemukan sesuatu di lantai tempat Yeoja yang menabrakku tadi. Ternyata dia lupa mengambil buku catatannya karena terburu-buru. Nanti juga pasti dia menemuiku saat dia membutuhkan ini.</p>
<p>(Eunhyuk POV END)</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>~xXx~</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>(Yong Ra POV)</p>
<p>“Chae Un, aku bertemu dengannya tadi” aku berkata sambil menahan rasa gugup</p>
<p>“Siapa ? Lee hyuk Jae?” Chae Un membulatkan matanya dan langsung menebak perkataanku.</p>
<p>“Ne….. aku tak tau tapi aku gugup sekali saat bertemu dengannya , apa kita menyudahi saja permainan ini!!?” kataku asal bicara</p>
<p>“Mwo?? Ini belum mulai Yong Ra!!! Kau sudah menyerah!!”</p>
<p>“Ani… tapi……” aku belum meneruskan kata-kataku tapi Chae Un sudah memotongnya duluan</p>
<p>“Sudah…. Jangan ada kata menyerah, kita sudah sepakat kemarin Yong Ra” dia mendengus kesal</p>
<p>“Baiklah……Chae Un!! Buku catatanku tidak ada……!!! Bagaimana ini, di buku itu ada tugasku yang harus dikumpulkan hari ini!!” aku mulai mongobrak-abrik isi tasku dengan panic.</p>
<p>“Coba kau cari lagi!!” ujar Chae Un santai</p>
<p>“Ya Tuhan …..”</p>
<p>“Waeyo Yong Ra, sudah ketemu ??”</p>
<p>“Ani…. Pasti tertinggal saat aku menabraknya tadi” aku mencoba mengingat-ingat</p>
<p>“Mwo?? Kau ini ceroboh sekali Yong Ra, tapi ini kesempatan bagus untukmu untuk mendekatinya”</p>
<p>Aku terdiam sejanak dan mulai mencerna kata-kata Chae Un</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>~xXx~</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>“Annyeong ….” Aku memberanikan diri menyapa namja yang sedari tadi terlihat menikmati keindahan taman di kampus ini.</p>
<p>“Kau rupanya “ dia menoleh dan memandangku</p>
<p>“Apa kau …….”</p>
<p>“Ini punyamu!!!” dia menyela bicaraku dan memberikan buku catatanku.</p>
<p>“Ehm.. Gomawo” aku meraih buku darinya.</p>
<p>“Ne. Cheoma “</p>
<p>“Kau Lee Hyuk Jae kan? Kau member Super Junior ?” aku terbata-bata mengatakan hal ini.. aneh sekali!!</p>
<p>“Semua orang di sini sudah tau siapa aku .. kenapa kau tidak Tanya mereka “ timpalnnya tanpa memandang ke arahku sedikitpun.</p>
<p>“Jujur saja, aku tidak tertarik dengan hal seperti itu”</p>
<p>“Mwo ??? kau tak tertarik dengan Super Junior? Bahkan Boy Band besar seperti kami kau tidak tertarik sedikitpun??”  matanya tajam menusuk dengan dagunya yang tegas itu.</p>
<p>“Bisa dibilang begitu…. “ timpalku santai dan duduk di sebelahnya.</p>
<p>“kau ini Yeoja yang aneh, setiap Yeoja hampir di seluruh Asia bahkan Eropa,  mengagumi kami, tapi kau tak tertarik sama sekali” ucapnya heran</p>
<p>“Setiap orang memiliki ciri yang berbeda, itu kekhasan mereka masing-masing”</p>
<p>“Mwo?? Tapi aku baru melihat Yeoja sepertimu!!”</p>
<p>“Aku lebih tertarik dengan desain dan semacamnya, memiliki seorang idola dan menggilai mereka !! aku pikir itu hal yang bodoh” kataku jujur padanya.</p>
<p>“Baru kali ini, aku tahu yeoja sepertimu, membuat penasaran saja!!” jawab Hyuk Jae</p>
<p>“Kalau kau bisa merubahku menjadi suka dengan Super Junior, atau apalah itu kau namja hebat!!”</p>
<p>“Membuatmu tertarik pada kami?? Itu hal yang mudah !!! kami sudah berpengalaman melakukannya”</p>
<p>“Silahkan saja kalau kau bisa Namja Tampan” aku berlalu dan meliriknya sekilas, sepertinya dia mulai mencerna kata-kataku.</p>
<p>“Tunggu…… !!!siapa namamu??”</p>
<p>“Aku Song Yong Ra mahasiswi Jurusan desain Interior “ aku menjawab sambil melangkahkan kaki meninggalkannya. Akhirnya langkah pertamaku berhasil juga. Aku tersenyum dan berjalan menyusuri lorong kampus.</p>
<p>(Yong Ra POV END)</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>(Eunhyuk POV)</p>
<p>Pertemuan singkat ini membuatku sedikit bingung, baru pertama kali aku bertemu dengan Yeoja seperti dia . sangat membuatku penasaran apalagi saat dia memberiku tantangan untuk membuatnya suka dengan Super Junior!!! Aku sangat ingin membuatnya tergila-gila pada kami semua. Ini hal yang mudah bagiku!!! Kami sudah sering melakukannya, dengan berdiri di atas panggung saja, membuat para E.L.F berdesis kencang, apalagi hanya yeoja seperti dia….. itu pasti mudah.</p>
<p>“Yeobseyo, Ne hyung aku datang sekarang”</p>
<p>“Cepatlah Hyuki-ah” suaranya terdengar terburu-buru</p>
<p>“Ne Hyung 10 menit lagi”</p>
<p>Jadwal latihan untuk perform A-Cha diajukan sore ini, kesempatan bagus untuk membuat yeoja itu tergila-gila padaku dan Super Junior.</p>
<p>(Eunhyuk POV END)</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>~xXx~</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>(Yong Ra POV)</p>
<p>“Aku akan comeback A-Cha nanti malam, jika kau mau datanglah !! dan pastikan kau terpesona melihat penampilan kami”</p>
<p>“Ne.. Namja populer … tunggu aku di sana” jawabku singkat</p>
<p>“Eh.. aku boleh minta nomor ponselmu??” dia berkata sambil membalikkan badan</p>
<p>“Nomor Ponsel? Ok ini “</p>
<p>“Jangan bilang siapa-siapa ini rahasia kita”</p>
<p>“Aku mengerti Tuan Artis” dia segera pergi dan memasang Gummy smile.</p>
<p>Tak menyangka aku bisa mengenalnya secepat ini… permainan ini sungguh menyenangkan. Mendapat nomor telepon dalam waktu 2 hari!! Prestasi baru.</p>
<p>“Yeobseyo My Chagi Lee Junho”</p>
<p>“Chagi  nanti kita pergi ya!!”</p>
<p>“Aku tidak bisa chagi, mianhae aku harus pergi melihat konser Lee Hyuk Jae”</p>
<p>“Sekarang kau sudah lupa denganku!!” nada bicaranya terlihat sedih</p>
<p>“oh chagiya, ayolah… permainan ini baru mulai”</p>
<p>“Baiklah aku mengizinkanmu, tapi kau jangan macam-macam dengannya aku akan marah padamu!”</p>
<p>“Ne Chagi… jangan cemaskan itu”</p>
<p>“Saranghae”</p>
<p>“Nado saranghae” jawabku sambil menutup telpon.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>~xXx~</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Aku sudah sampai di tempat konser, segera kuambil tempat duduk yang pas …….</p>
<p>“Mari kita sambut Super Junior…….” Tepuk tangan penonton sangat meriah, apalagi jeritan para E.L.F. mereka benar-benar heboh.</p>
<p>Mereka perform lagu A-Cha dan Superman … selama penampilan aku hanya memperhatikan Eunhyuk saja, jujur aku sangat tertarik dengan dancenya yang dinamis dan terlihat sexy itu. Padahal ini baru pertama aku melihat konser mereka. Tapi sudah membuatku merinding.</p>
<p>“Yeobseyo …. Bagaimana penampilanku”</p>
<p>“Yeobseyo  Tuan Artis , penampilanmu??? Ehm……”</p>
<p>“wae??? Aku sangat keren kan dengan teman-temanku”</p>
<p>“Aku masih belum puas dengan semuanya.. penampilan selanjutnya mungkin bisa membuatku tergila-gila pada kalian”</p>
<p>“Tunggu saja Yeoja Misterius”</p>
<p>“Selalu !!!” aku menutup telpon duluan .</p>
<p>(Yong Ra POV End)</p>
<p>(Eunhyuk POV)</p>
<p>Sepertinya Yeoja itu belum puas dengan penampilanku dan teman-temanku rekan Super Junior.</p>
<p>“Eunhyuk!! Kau menelepon siapa??” Tanya sahabatku Donghae</p>
<p>“Teman kuliahku… kau tau dia tak suka dengan kita” aku berbisik pelan.</p>
<p>“Mwo ?? ternyata ada juga ya yang tidak terpesona dengan kita” Donghae terbelalak heran</p>
<p>“aku juga kaget, tapi aku akan membuatnya suka pada kita semua!! Kita sudah sering melakukannya kan??”</p>
<p>“kau benar, itu hal yang mudah!! “</p>
<p>“kalian ini sedang apa?? Ayo kita pulang kedorm ini sudah malam!” Leeteuk Hyung menghampiri kami berdua.</p>
<p>“Ne Hyung” jawabku dan Donghae kompak.</p>
<p>(Eunhyuk POV END)</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>~xXx~</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>(Yong Ra POV)</p>
<p>“Yeobseyo. Kau tak bisa mengantarku?? Wae Chagi??”</p>
<p>“Mianhae Chagi.. aku ada urusan penting ini masalah kuliahku”</p>
<p>“Ne…. aku mengerti, sudahlah aku bisa berangkat sendiri”</p>
<p>Huh!! Namja Chinguku mulai bertingkah aneh. Dia jarang mengantarku kuliah akhir-akhir ini. Alasannya macam-macam. Tapi aku masih mempercayainya. Dia ta mungkin menghianatiku.</p>
<p>“Mobilnya sedang dipakai tuan Nona” Ahjussi menjelaskan sesuatu.</p>
<p>“lalu …..??? aku harus naik taxi??” ujarku gusar denga wajah menyedihkan.</p>
<p>“Apa tuan Junho tidak menjemput nona??”</p>
<p>“Tidak … dia ada urusan!!” aku menjawab sambil berlalu.</p>
<p>Hari ini aku memang sedikit sial, taxi saja tak kunjung kudapatkan .. aish!!!! Membuat kesal saja! aku hanya berdiri memtung seperti orang bodoh dan sesekali memandangi jam yang melingkar di pergelangan tanganku.</p>
<p>“Annyeong” deru mobil hitam mewah berhenti di hadapanku.</p>
<p>“Annyeong ….” Aku melongok ke kaca mobil</p>
<p>“Kau menunggu siapa ??” itu suara namja dan .. Omona!!! Itu Eunhyuk.</p>
<p>“menunggu taxi ….”</p>
<p>“Kau berangkat bersamaku saja, aku juga ingin kekampus” ajaknya riang.</p>
<p>“tidak terimakasih…” aku menolak tawaranya.</p>
<p>“Sudahlah.. aku dengar hari ini akan macet dan bisa kau tebak, kau tak akan sampai kuliah tepat waktu”</p>
<p>“Mwo ??? benarkah itu?? Eh….. baiklah aku masuk”</p>
<p>“begitu kan lebih baik”</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>“Gomawo Hyuk Jae” aku berkata dan segera turun dari mobil. Diapun juga ikut turun,</p>
<p>“kau masih memanggilku dengan sebutan Hyuk Jae?? Panggil saja aku Eunhyuk, itu nama panggilanku dan nama panggungku” sahutnya lirih tapi tegas.</p>
<p>“baiklah .. Gomawo Eunhyuk atas tumpanganya” aku berteriak.</p>
<p>Yeoja di sekelilingku mulai memasang tatapan sinis, sepertinya mereka iri padaku karena aku bisa satu mobil dengan seorang artis seperti Lee Hyuk Jae..</p>
<p>“Chae Un… kau tau aku sudah mendapatkan nomor telepon Lee Hyuk jae!!”</p>
<p>“Omona!! Kau hebat, bagaimna ceritanya???”</p>
<p>“begini …..”</p>
<p>Aku bercerita panjang lebar pada sahabtaku Chae Un. Dialah yang merencanakan semua ini. Tapi malah aku yang disuruh melakukannya. Tapi aku tak menyesalinya. Ini asyik sekali, melihat fansnya cemburu padaku. Aish!! Sempurna sekali.</p>
<p>1 minggu kemudian …………..</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>(Eunhyuk POV)</p>
<p>“Semuanya sudah siap Tuan”</p>
<p>“bagus…. Ulang tahunku harus meriah. Jangan lupa beri panggung untuk perform dari Super Junior”</p>
<p>“Ne .. Tuan sudah kami persiapkan”</p>
<p>Besok adalah hari bahagiaku, yah! Hari ulang tahunku……… aku akan memeriahkannya bersama sahabatku dan rekan-rekan artis serta keluargaku.</p>
<p>“Yeobseyo, maaf aku mengganggumu”</p>
<p>“Ani, sama sekali tidak wae?? Tuan artis??’</p>
<p>“Besok adalah ulang tahunku, aku bermaksud untuk mengundangmu”</p>
<p>“Mwo ?? kau tak salah .. kau mengundangku??”</p>
<p>“Ne.. seharusnya kau bersyukur bisa diundang olehku… “</p>
<p>“Tapi aku …….”</p>
<p>“Sudahlah, undangannya akan datang hari ini. Tunggu saja”</p>
<p>Aku langsung menutup telpon, ini juga kesempatanku. Dia pasti akan tergila-gila degan penampilanku dan Super Junior. Ini mudah!!!</p>
<p>(Eunhyuk POV END)</p>
<p>(Yong Ra POV)</p>
<p>“Yeobseyo chagi!!!” aku bicara manja</p>
<p>“Ne Chagi . Wae??”</p>
<p>“Aku ingin bertemu, kau tak menemuiku seminggu ini, I miss U chagiya”</p>
<p>“I miss U too, mianhae aku mau.. nanti aku menjemputmu ya”</p>
<p>“Ne Chagi…. “</p>
<p>Setengah jam  aku menunggu, akhirnya Lee Junho namja chinguku datang juga …..</p>
<p>“Hai Chagi” dia menyapaku sambil mencium bibirku.</p>
<p>“Hai ……” balasaku tak kalah darinya.</p>
<p>Tiba-tiba….</p>
<p>“Annyeong Nona. Ini untukmu”  aku terkejut, dan segera mengambil barang yang diberikan padaku. Ini undangan ulang tahun. Lalu pria itu segera pergi.</p>
<p>“Dari siapa chagi??” pertanyaan junho mulai menyeruak</p>
<p>“ini dari Eunhyuk” jawabku santai</p>
<p>“Mwo? Kau diundang di acara ulang tahunnya?” Junho terlihat kesal dan memalingkan pandangan.</p>
<p>“kau cemburu?”</p>
<p>“Ne.. aku cemburu!! “  wajahnya tampak kesal</p>
<p>“Ayolah chagi, ini hanya permainan!! Aku akan meninggalkanya setelah mendapatkannya, dan kau melamarku!!” aku mendekatkan wajahku dan menciumnya lembut.</p>
<p>“Ne…. aku tau. Cepat selesaikan chagi”</p>
<p>“Gomawo Chagiya”</p>
<p>Setelah itu kami pergi kebar dan seperti biasa, Minwoo dan Sahabatku Chae Un juga di sana, kami minum dan bersenang-senang. Dan aku menceritakan semuanya pada Chae Un soal undangan ulang tahun dari Eunhyuk.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>~xXx~</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>(Eunhyuk POV)</p>
<p>“Selamat bersenang-senang” ucapku dengan gummy smile andalanku. Mataku sedikit tercengang meihat seorang yeoja datang sendirian. Dia Song Yong Ra. Dia begitu anggun dengan perpaduan gaun merah jambu selutut. Rambutnya dibiarkan terurai dan sedikit bergelombang. Bibirnya tersapu oleh lipgloss tipis membuatnya semakin anggun.</p>
<p>“hai Eunhyuk”</p>
<p>“Eunhyuk!!!” sapanya 2 kali dan aku baru meyadarinya.</p>
<p>“Oh Hai” sahutku kaget.</p>
<p>“ kau kenapa?? Apa ada yag salah denganku??” Yeoja ini mulai melihat penampilannya sendiri.</p>
<p>“Ani.. kau justru terlihat anggun malam ini” tuturku memuji.</p>
<p>“Gomawo……”</p>
<p>Pesta berjalan meriah, tapi rekan-rekanku super junior tak kunjung hadir, tak ada satupun yang mengangkat telponku. Aku takut mereka tak datang.</p>
<p>(Eunhyuk POV END)</p>
<p>(Yong Ra POV)</p>
<p>Omona!! Aku tak percaya, aku datang kepesta seorang artis besar, aku sangat canggung di sini. Semua tamu di sini kebanyakan artis. Mungkin tak ada satupun yang mengenaliku. Aku berjalan menuju kursi dekat kolam renang dan duduk sendiri.</p>
<p>“Seharusnya aku tak datang ….” Aku menggerutu sambil memegangi gelas berisi Soft Drink.</p>
<p>“Hey Yeoja yang duduk di kursi, kau tak menikmati pesta ini” aku kaget dan menoleh kearah suara.</p>
<p>“Eunhyuk …. Sedang apa kau di sini??”</p>
<p>“Kau lupa siapa pemilik rumah ini??”</p>
<p>“Eh. Tentu saja tidak, tapi kau tak seharusnya di sini, kau yang berulang tahun!!”</p>
<p>“Aku cemas teman-temanku tak datang….. “</p>
<p>“Super Junior??”</p>
<p>“Ne.. tak ada satupun yang mengangkat telponku”</p>
<p>“Sudahlah jangan begitu, mereka sahabatmu!! Tak mungkin mereka mengecewakanmu!” dia mengahadap ke arahku, matanya tajam menusuk apalagi dagunya itu, benar-benar tegas.</p>
<p>“hey kau mau apa Tuan artis!!!” wajahnya sangat dekat, aku mulai kebingungan.</p>
<p>“Aku …….” Dia tak meneruskan kata-katanya.</p>
<p>Ya Tuhan!! Apa yang dia lakukan?? Wajahnya dekat sekali. Kenapa aku harus terjebak dalam keadaan seperti ini. OMONA!!!</p>
<p>“Aku ingin ……..” eunhyuk mulai merangkai kata tapi tidak menyelesaikannya……</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Cerita sebelumnya….</p>
<p>Ya Tuhan!! Apa yang dia lakukan?? Wajahnya dekat sekali. Kenapa aku harus terjebak dalam keadaan seperti ini. OMONA!!!</p>
<p>“Aku ingin ……..” Eunhyuk mulai merangkai kata tapi tidak menyelesaikannya. Bibirnya makin dekat dagunya yang tegas semakin terihat .</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>==Strory Begin==</p>
<p>“SURPRISE!!!!!!” suara banyak orang terdengar dari belakang kami ……. Sorot lampu terangpun menerpa wajahku dan Eunhyuk ……  Ternyata mereka Super Junior!! Ah!! Mereka menyelamatkanku dari keadaan mendesak ini.. Syukurlah</p>
<p>“Happy Birthday Eunhyuk-ssi” beberapa orang memeluk tubuh Eunhyuk yang kurus itu.</p>
<p>“Happy Birthday Hyuki-ah!” mereka juga mulai mencium pipi Eunhyuk. Ya! Mereka seperti anak kecil. Sangat lucu.</p>
<p>“Ya! Aku pikir kalian tak datang,  tak ada satupun yang menjawab telponku. Aku hampir saja menangis karena kalian!!” balas Eunhyuk dengan muka polos seperti anak kecil yang ingin diberi hadiah.</p>
<p>“Hey Hyuki-ah. Kami tak mungkin sejahat itu” seseorang mengacak rambut blonde Eunhyuk.</p>
<p>“Ne Hyung, meski aku evil begini, aku tak akan mungkin seperti itu padamu!!” tambah namja tinggi yang badannya lebih besar dari Eunhyuk tapi berumur lebih muda karena memanggil Eunhyuk dengan sebutan ‘HYUNG’. Dan mereka saling berpelukan….</p>
<p>“Ini siapa Hyuk-ah?? Apa dia yeoja chingumu sepertinya aku melihatmu hampir menciumnya tadi”</p>
<p>“Ani… aku bukan yeoja chingunya. Dan tadi tidak seperti yang kau pikirkan!” Aku yang sedari tadi diam mulai mengelak dan menggelengkan kepalaku .</p>
<p>“Oh ani Hyung, dia teman kuliahku. Kenalkan dia Song Yong Ra”</p>
<p>“Annyeong Namaku Song Yong Ra”</p>
<p>“Annyeong, aku Leeteuk Leader Super Junior” ternyata itu Leeteuk. Dia sangat manis seperti malaikat. Setelah Leeteuk oppa, member yang lain memperkenalkan diri. Ada Donghae yang menurutku sangat cute, Sungmin yang aegyo, Yesung dan Ryeowook yang memiliki suara Khas, Kyuhyun yang memang terlihat evil, Shindong yang berbadan sedikit subur dan Siwon yang benar-benar tampan.</p>
<p>Aku sepertinya mendadak suka dengan mereka. Pikiran tentang artis yang sombong dan sebagainya hilang dalam sekejap di pikiranku karena keramahan semua anggota Super Junior padaku. Aku tak menyangka mereka sebaik ini, padahal aku baru mengenal mereka.</p>
<p>“Ayo kita mulai pesta ini!!” Eunhyuk yang berulang tahun memecah percakapan para Hyung dan dongsaengnya.</p>
<p>“Ne. Ayo kita bersenang-senang” ujar mereka semua bebarengan.</p>
<p>“Ayo masuk!!” Eunhyuk mengapit tanganku.</p>
<p>“Eh… Ne!” aku kaget dia menggandengku. Tapi aku mengizinkan saja untuk mengusir rasa tak enak. Lagi pula ini kan ulang tahunnya.</p>
<p>Eunhyuk tampak memasang wajah sumringah ketika meniup lilin ulang tahun. Namja ini tampak bahagia.</p>
<p>“Saengil chukkai hamnida Eunhyuk-ssi” suara member Suju dan tamu-tamu yang lain makin pecah setelah Eunhyuk meniup lilin.</p>
<p>“Ok.. sekarang adalah waktu yang ditunggu-tunggu.. yah! Ini dia Super Junior” Mr. MC memanggil Super Junior ke atas panggung.</p>
<p>“Ini adalah lagu untuk seseorang yang akan menjadi fans baru kami. Bersiaplah!!” Eunhyuk berkata dengan gagah di panggung. Aku merasa seolah-olah orang yang dimaksud adalah aku!! Aish! Ternyata itu Sorry-sorry! Benar saja, lagu ini langsung menghentak hatiku. Ini keren sekali! Dancenya, vokalnya, semuanya! Membuatku kagum dalam sekejap. Dan membuyarkan pikiranku soal benci terhadap idola atau apalah itu. Ini nyata dan benar-benar DAEBAK!!</p>
<p>“Gamshamamnida.. selanjutnya giliran 3 maestro vocal kita sambut Super Junior K.R.Y… beri tepuk tangan yang meriah” tambah Mr. MC sambil mengembangkan senyumnya.</p>
<p>“Bagaimana…..?” Eunhyuk menghampiriku.</p>
<p>“Ehm… satu kata saja “ timpalku santai</p>
<p>“Apa itu ???” Eunhyuk mulai merasa penasaran.</p>
<p>“PERFECK”  kataku singkat dan tersenyum tipis.</p>
<p>“Hah… sudah kuduga, kau pasti suka dengan lagu ini, ini lagu penggebrak kami” jelas Eunhyuk</p>
<p>“Yah, sepertinya mulai besok aku akan menjadi E.L.F, kau tau E.L.F dadakan “ tambahku</p>
<p>“Hahahahaha kau ini !!” sahutnya dengan gummy smilenya yang khas.</p>
<p>“Yang ini pasti membuatmu terkejut juga” Eunhyuk berkata sambil membimbingku melihat ketiga rekannya berada di atas panggung yang mulai membuka suara.</p>
<p>“wow… mereka hebat..” aku langsung memuji suara ketiga namja tampan itu. Vocal mereka matang sekali .</p>
<p>“Mau dansa ??” ajak Eunhyuk sambil mengulurkan tangan. Aku baru menyadari tamu-tamu yang lain sudah berpasangan dengan namja masing-masing. Lagunya memang cocok untuk dansa.</p>
<p>“Mwo ?? aku tak ahli berdansa!!” aku bermaksud menolak ajakan eunhyuk</p>
<p>“Aku pengajar yang baik …..” dia merayuku lagi.</p>
<p>“karena ini hari-mu , aku mau!! “ jawabku sambil menerima uluran tangan Eunhyuk.</p>
<p>Malam ini aku merasa tenang. Aku tak pernah setenang ini meski itu bersama Junho namja Chinguku. Eunhyuk menuntunku berdansa mengikuti alur kakinya.</p>
<p>“oh, Mianhae Eunhyuk-ssi” aku tak sengaja menginjak kakinya.</p>
<p>“Ne, Gwencana .. itu wajar bagi pemula” balasnya sambil memamerkan gusinya.</p>
<p>Kami pun berdansa sampai pesta selesai ………</p>
<p>~xXx~</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Tok-tok-tok…….</p>
<p>Suara ketukan pintu membuyarkan lamunanku tentang Junho dan Eunhyuk di pinggir kolam renang rumahku. Segera aku berjalan menuju pintu dan membukanya .</p>
<p>“Chagi …….!!!” Ternyata itu Junho. Namja yang kurindukan, langsung saja dia memelukku sesaat setelah membuka pintu.</p>
<p>“Hai Chagi, kenapa tidak bilang akan kesini ?” aku membalas perkataannya yang masih berada dalam pelukannya.</p>
<p>“Aku memberimu kejutan kan ? I Miss U!” jawabnya sambil melepas pelukannya.</p>
<p>“Ne .. I miss U too” Aku memandangnya dalam. Dan dia mula mendekatkan bibirnya dengan bibirku. Kami berciuman lembut.</p>
<p>“Sudah. Ayo masuk”</p>
<p>“Ani, aku ingin mengajakmu keluar !!”</p>
<p>“Keluar …??”</p>
<p>“Ne. kita makan di café” balasnya manja dan membelai pipiku.</p>
<p>“Baiklah … aku ganti baju dulu ya! Tunggu aku!” aku segera masuk untuk berganti baju.</p>
<p>“Ayo … kita berangkat”</p>
<p>“Let’s go….” Deru mobil Junho segera melaju dan menuju tempat café yang biasa kami singgahi bersama.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>@Lemonscandy Café</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>“Chagi, besok kita jalan-jalan yuk …..”</p>
<p>“Kemana??” tanyaku sambil menyendok makanan pesananku.</p>
<p>“Kita ketaman dulu, lalu terserah yang kau mau!”</p>
<p>“Ok. Tapi besok aku ada kuliah sampai sore!”</p>
<p>“Jadi, bagaimana ??”</p>
<p>“Maybe, aku tak bisa….. chagiya”</p>
<p>“Kau jahat ….” Langsung saja dia memanyunkan bibirnya itu.</p>
<p>“Junho marah…..” ledekku.</p>
<p>“Ne, padahal aku ingin …”</p>
<p>“Sudah ya, aku akan usahkan semuanya… pergi denganmu itu pasti menyenangkan….” Jawabku sambil memegang tangannya.</p>
<p>“Gomawo ….. “ dia membalas dengan senyum dan mata sipitnya ia pamerkan padaku. Aku mencubit pipinya gemas. Dia namjachingu yang manja sekali.</p>
<p>(Yong Ra POV END)</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>~xXx~</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>(Eunhyuk POV)</p>
<p>Kemarin sangat menyenangkan. Song Yong Ra, yeoja yang baru saja aku kenal, aku mulai tertarik padanya. Apalagi sekarang dia akan menjadi  E.L.F, fans kami, Super Junior.Aku berhasil membuatnya takjub pada Super Junior.</p>
<p>“hai Eunhyuk My couple” teriak donghae yang menghampiri tempat dudukku.</p>
<p>“Kau tau, yeoja yang tidak suka dengan kita. Sekarang sudah mulai menjadi E.L.F”</p>
<p>“Jincha? Kita ini memang hebat!” dia mulai menepuk dada ….</p>
<p>“Hey, para Hyungku yang malas. Cepat !! kalian ditunggu rekan-rekan yang lain kita ada latihan”itu suara si evil Kyuhyun. Dia magnae kami, memang sih dia paling muda. Tapi jangan salah dia juga paling kurag ajar!!</p>
<p>“Ne.. kami datang Evil-Kyu” ejekku sambil beranjak dari tempat duduk, padahal biasanya dia yang paling malas karena berkencan dengan PSP-nya, sekarang malah menyuruh kami latihan…</p>
<p>(Eunhyuk POV END)</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>~xXx~</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>(Yong Ra POV)</p>
<p>“Chae Un. Chae Un. Chae Un!!” panggilku berkali-kali pada sahabatku Yoon Chae Un</p>
<p>“Ne. Song Yong Ra , cepat ceritakan bagaimana pesta itu?”</p>
<p>“Hah… PERFECK!! Chae Un, mereka benar-benar membuatku terpesona “</p>
<p>“Ya! Kau beruntung sekali Song Yong Ra!” Mata Chae Un membulat</p>
<p>“Kau tau apa yang lebih hebat??”</p>
<p>“Apa??” Chae Un mulai mengernyitkan alisnya.</p>
<p>“Dia mengajakku berdansa ……”</p>
<p>“Jincha?? Ah … aku jealous padamu Yong Ra ….. Tapi itu hebat “</p>
<p>“Ini berkat kau juga chae Un, kau yang mendandaniku kemarin, bahkan Eunhyuk sempat memujimu” timpalku.</p>
<p>“Huah… Jincha?? Aku juga dipuji artis “ Chae Un mulai mengedip-ngedipkan  matanya.</p>
<p>“Hah ku pasti bahagia. Oh iya, ayo kita ketoko buku” ajakku pada sambil beranjak dari dudukku.</p>
<p>“Aku harus pergi dengan Minwoo. Aku ada janji dengannya”Chae Un menolak ajakanku.</p>
<p>“Oh begitu.. ok aku pergi sendiri saja” jawabku sambil tersenyum</p>
<p>“Mianhae Yong Ra” Mukanya tampak sungkan padaku.</p>
<p>“Sudahlah! Aku mengerti! bersenang-senanglah dengan Minwoo, aku bisa sendiri” jawabku sambil menepuk pundak Chae Un.</p>
<p>“baiklah Gomawo… aku pergi dulu ya” jawab Chae Un dan pergi berlalu.</p>
<p>Akhirnya aku pergi sendiri ke Toko Buku langgananku. Aku mencari buku teknik membuat desain interior, dan menerapkannya. Ini untuk tugas akhir semester ini. Aku mulai mengotak-atik buku di sana-sini. Bola mataku tak sengaja menangkap tulisan ‘THE SECRET OF SUPER JUNIOR’. Dan aku langsung mendekati tempat yang tertera kata-kata tadi.</p>
<p>“The Secret of Super Junior” aku mulai membaca satu demi satu kata yang terpampang di buku ini.</p>
<p>Ternyata itu kisah perjalanan mereka dan hal-hal yang rahasia tentang mereka. Setelah membaca sekilas, aku ingin membelinya untuk lebih mengenal sosok Eunhyuk yang baru 1 minggu ini aku kenal.</p>
<p>Selesai menemukan buku Teknik Desain Interior, aku segera menuju kasir dan bergegas pergi. Aku menyusuri taman yang selalu kulewati saat menuju toko buku ini. Tapi ada pemandangan di taman ini yang membuatku terhenti sejenak. Segera aku turun dari mobilku dan memastikannya.</p>
<p>“Chagi .. aku mencintaimu..” ujar namja yag suaranya terdengar dari kejauhan. Tapi belum terlihat jelas siluet wajahnya karena hari mulai petang.</p>
<p>“Ne Chagi nado saranghae “ jawab yeoja yang sudah melingkarkan tangannya ke leher namja itu. Mereka tampak berciuman.</p>
<p>Langkahku mulai kupercepat tapi penuh kehati-hatian bisa dibilang mengendap-endap.  Mataku terus aku arahkan ke punggung namja yang sepertinya sangat kukenal perawakannya.</p>
<p>“Junho …….” Aku tersadar telah memanggilnya yang masih mendekatkan wajahnya dengan yeoja tadi.</p>
<p>“Lee Junho ….” Aku meninggikan suara dengan bibir bergetar dan badan panas dingin.aku khawatir itu benar dia!!</p>
<p>“Yong Ra ..!!!!” namja ini menoleh ke arahku dengan mata melotot kaget.</p>
<p>“Jadi …..Ini benar kau!! Kau Lee Junho namja Chinguku” tangisanku mulai pecah. Lututku terasa lemas melihat pemandangan ini. ini pasti tidak nyata.</p>
<p>“Yong Ra ini tidak seperti ….” Junho mulai menggapai tanganku tapi aku menepisnya.</p>
<p>“Cukup!!! Jangan berkata lagi aku sudah tau semuanya!” nadaku bicaraku berubah datar dan segera kutingalkan dia dan yeoja selingkuhannya itu.</p>
<p>(Yong Ra POV END)</p>
<p>(Lee Junho POV)</p>
<p>“Siapa dia chagi ??” Hyesan bertanya dan memegangi tanganku.</p>
<p>“Dia Yeoja Chinguku” aku segera melepaskan tanganku darinya dan mengejar Yong Ra</p>
<p>“Junho .. kau mau kemana ?? Lee Junho… aku juga Yeoja chingumu” Suara Hyesan mulai samar.</p>
<p>“Yong Ra ini tidak seperti yang kau pikirkan !! tolong dengarkan aku! Sebentar saja” segera kupegang tangannya dan memeluknya.</p>
<p>“Lepaskan Aku Lee Junho. Apa katamu?  heh?  Kau mau bilang kau bermain hati di belakangku! Kau mau bilang aku ‘Lee Junho sudah mengkhianatimu’, begitu! Apa ciumanmu tadi kurang membuktikannya! Mulai sekarang kita tak ada hubungan lagi!” nada bicaranya kembali meninggi dan sekarang tangisannya benar-benar pecah.</p>
<p>“chagi… Mianhae  Jeongmal mianhae “ kataku sambil kembali memegang tangannya. Dan dia menepisnya lagi! Dia segera meninggalkanku sendirian.  Aku mengejarnya kembali.</p>
<p>“Mianhae Yong Ra!!” aku berusaha mengejarnya yang sudah masuk dalam mobil.</p>
<p>Tok-tok-tok</p>
<p>aku mengetuk kaca mobilnya sesegera mungkin sebelum mobil melaju.</p>
<p>“Yong Ra beri aku kesempatan. Chagi !!“ tapi dia tak menghiraukan sama sekali dan langsung melaju dengan kecepatan tinggi. Melihat wajahku saja dia tak mau.</p>
<p>“Yong Ra, Yong Ra!!” Aku tak kuasa, lututku tertekuk di jalan. Menyesali perbuatanku yang tak mungkin dimaafkan olehnya. Air mataku mulai berlinang. Yong Ra Mianhae! Aku adalah namja paling bodoh, bagaimana bisa aku menyia-nyiakannya yang sudah menjadi yeoja-ku selama 2 tahun ini?? aku hanya kesal akhir-akhir ini dia jarang bersamaku, karena namja itu.</p>
<p>(Lee Junho POV END)</p>
<p>(Yong Ra POV)</p>
<p>Aku tak percaya ini. Dia yang sudah 2 tahun bersamaku, Lee Junho namja Chinguku sendiri mengkhianatiku. Air mataku merebak hebat dalam keadaan sedang menyetir. Aku tak pernah berbohong padanya apalagi berniat mempermainkannya, tak ada pikiran sedikitpun dibenakku .. Ya Tuhan! Kenapa dia sejahat ini, berselingkuh!!! Sejak kapan dia melakukan itu!!.</p>
<p>Hatiku yang seperti ditusuk sembilu, pikiran pun jadi semakin tak terkendali. Dan aku berhenti di sebuah bar yang biasanya aku dan Junho datangi. Aku masuk dengan tatapan kosong. Ingin sekali aku menghajar namja itu !</p>
<p>“Mau pesan nona cantik?” bartender  menghampiriku yang tengah duduk sendirian</p>
<p>“Ne. Aku minta yang banyak 5 gelas!!” aku memesan Minuman beralkohol yang biasa kuminum dengan namja kurang ajar itu.</p>
<p>“Seperti yang kau mau nona, tunggu sebentar ya” jawab bartender itu dan segera mengambil pesananku.</p>
<p>(Yong Ra POV END)</p>
<p>(Eunhyuk POV)</p>
<p>Hari ini capek sekali! Aku langsung saja aku menuju Supermarket untuk membeli Jus dan makanan ringan. Tapi mobilku terhenti di sebuah bar karena mataku yang menagkap seorang yeoja yang pernah kukenal.</p>
<p>“Song Yong Ra” aku menyebut sebuah nama yang mirip sekali dengan yeoja yang kulihat sekarang! Tanpa kusadari kakiku melangkah masuk ke bar untuk mengikutinya. Dan kulihat sekarang dia sedang duduk sendiri sambil minum. Omona! Itu benar dia!!</p>
<p>“Hey Song Yong Ra, apa yang kau lakukan di sini!!” aku menepuk pundaknya dan mengangkat wajahnya yang sedari tadi menunduk karena mabuk berat.</p>
<p>“Hey. Tuan Artis hehehehe … kau tau aku kecewa. Dia mengkhianatiku…. Semua namja di dunia ini sama saja!! Tak punya perasaan” dia menjawab pertanyaanku dengan suara berat dan mata setengah terpejam.</p>
<p>“Kau ini bicara apa! Ayo kita pulang saja!”</p>
<p>“Kau pergi saja duluan, aaa  aku ingin di sini …..” suaranya makin berat dan parau. Dia menolak ajakanku, tapi kepalanya sudah bersandar di pundakku dan matanya sudah terpejam. Dia sudah mabuk berat!</p>
<p>(Eunhyuk POV END)</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>~xXx~</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>(Yong Ra POV)</p>
<p>Mataku mulai terbuka, kepalakupun masih pening. Dan aku mulai menjamah pemandangan di ruangan ini yang asing bagiku. Ya! Ini bukan kamarku.</p>
<p>“Ini di mana ?” aku bertanya pada diri sendiri . Kupandangi semua sudut ruangan ini . dan bola mataku terhenti ada foto namja dan itu, foto Eunhyuk dan seorang yeoja.</p>
<p>Aku keluar dan masih berpakaian seperti yang kukenakan kemarin. Masih lengkap! Tak mungkin terjadi sesuatu semalam. Aku keluar untuk mencari tahu siapa pemilik rumah ini, walauun aku sebenarnya sudah memprediksinya.</p>
<p>“Eunhyuk-ssi!” panggilku pada namja yang duduk santai di pinngir kolam dan minum segelas susu stroberry segar</p>
<p>“Ya! Kau sudah bangun…” Dia menoleh kearahku yang mematung di depan pintu.</p>
<p>“Ne .. apa kau yang membawaku kesini ?” tanyaku yang masih berada di posisiku.</p>
<p>“Ne, ini rumahku kau kemarin mabuk berat jadi aku bawa kesini saja!” ujarnya santai</p>
<p>“Eh … Tak terjadi apa-apa kan semalam” tanyaku sungkan dan menghampirnya</p>
<p>“Mwoya ? tentu saja tidak! Kau tidur di tempat kakakku. Lagipula aku tak seperti itu!”</p>
<p>“oh Mianhae! Aku tak bermaksud begitu. Mianhae! Dan Gomawo atas semuanya”</p>
<p>“Cheonma. Kenapa kau mabuk semalam ?” Ya! Aku baru ingat aku kemarin mabuk karena ulah Namja brengsek itu. Aku tak mau menyebut namanya lagi.</p>
<p>“Itu Karena ……” aku berusaha menghela nafas tapi air mataku merebak tiba-tiba sebelum aku memulai percakapan.</p>
<p>“Wae ? Yong Ra ! kau tak apa-apa ?” dia sedikit cemas. Tapi aku tak bisa mengehentikan tangisanku. Aku kecewa! Sedih dan marah! Semunya beradu sekarang.</p>
<p>“Hiks Hiks …..” tangisanku membuat Eunhyuk bingung. Airmataku berhamburan dan menundukkan kepala.</p>
<p>(Yong Ra POV End)</p>
<p>(Eunhyuk POV)</p>
<p>Tiba-tiba saja di menangis dihadapanku . aku jadi kebingungan.</p>
<p>“Hiks-hiks….” Suara tangisannya memecah suasana hening. Aku tak tega melihatnya begini. Tanganku mulai meraih pundaknya dan menyadarkan kepalanya di pundakku agar dia lebih tenang.</p>
<p>“ee… sudahlah!!” kataku gugup dan  agak gemetar. Aish! Apa ini, aku memang pemalu dekat Yeoja tapi, hatiku tak tega melihatnya menangis.</p>
<p>Setelah tenang baru dia berpamitan pulang . . .</p>
<p>“Gomawo atas semuanya Tuan Artis” Ya! Dia selalu begitu.</p>
<p>“Ne, cheonma. Aku ini memang artis terkenal” jawabku menggoda</p>
<p>“Ya! Dan aku mulai menyukaimu” jawabnya membuatku harus menanyakannya kembali.</p>
<p>“Mwo ?” timpalku</p>
<p>“Ani … aku hanya bercanda”  dia menjawab dengan kerlingan senyum yang menurutku manis sekali.</p>
<p>(Eunhyuk POV END)</p>
<p>(Yong Ra POV)</p>
<p>“Yeobseyo Chae Un. Ne aku ingin bertemu, tentu saja seperti di tempat biasa”</p>
<p>Hari ini aku ingin menceritakan semuanya pada Chae Un tentang Junho dan Juga Eunhyuk. Aku berpikir untuk segera menyudahi permainan ini, ini tak ada gunanya, aku malah mendapat karma lebih dulu sebelum melangkah lebih jauh</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>@Lemosncandy café</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>“Yong Ra Waeyo”</p>
<p>“Aku …… “ setelah menghela nafas aku melanjutkan</p>
<p>“Aku sudah putus dengan Junho” aku mulai membuka percakapan</p>
<p>“uhuk-uhuk” Chae Un seperti sangat kaget mendengar hal ini, sampai dia batuk begitu.</p>
<p>“Chae un, kau tak apa?”</p>
<p>“Ne Yong Ra. Tapi kau ini kenapa ?? “ Chae Un mulai memarahiku</p>
<p>“Kau pasti tak percaya Chae Un. Junho… berselingkuh di belakangku” wajahku mulai tegang dan seketika kembali datar.</p>
<p>“jincha ?? Lee junho namja Chingumu melakukan semua itu?” Chae Un terbelalak</p>
<p>“Dia memang kurangajar” sambil berkata.Butiran itu muncul lagi dari mataku. Kilauan bening yang sedari tadi ku tahan akhirnya jatuh juga.</p>
<p>“Berani sekali namja itu padamu, kau ini sangat setia padanya.. aku tau kau tak pernah membohonginya”</p>
<p>“Aku juga tak mengerti ini semua, dia namja yang akan melamarku sebantar lagi, tapi kenapa jadi begini. Aku memang bodoh!” aku menyandarkan kepala di meja café ini.</p>
<p>“Yong Ra, aku tau kau Yeoja yang setia. Sudahlah!! Tak ada gunanya lagi menahan namja seperti itu” perkataan Chae Un menggema di pikiranku.</p>
<p>“cepat ayo kita makan “ seseorang waiter megantar pesanan kami. Dan aku menjawab dengan anggukan pelan dan mata yang masih lebam karena menangis.</p>
<p>“Kau masih ingin melanjutkan permainan ini?” Chae un berkata sambil melirikku.</p>
<p>“Aku tak tau, semuanya sudah begini. Tak ada yang harus kupertahankan!”</p>
<p>“Setidaknya ini untuk hiburanmu Yong Ra, bermain-main dengan namja seperti Lee Hyuk jae pasti mengasikkan!” aku mulai berpikir untuk menjadikannya pelarian. Atas kesalku pada Junho. Padahal sebelumnya aku ingin mengakhirinya, namun pikiran balas dendam lebih mendominasi otakku.</p>
<p>“Baiklah.. aku akan teruskan” jawabku tegas.</p>
<p>(Yong Ra POV End)</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>~xXx~</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>(Junho POV)</p>
<p>Hari ini adalah hari pertamaku putus dengan Yeoja chinguku Song Yong Ra, aku tak mengerti pada diri sendiri. Kenapa aku bisa bermain hati di belakang dia, padahal aku tahu dia setia dan tak pernah membohongiku.</p>
<p>“Aku tak mau putus dari Yong Ra, dia milikkku!!” gumamku pelan</p>
<p>Kreek….</p>
<p>Suara pintu mengagetkanku. Nampaknya seseorang membukanya</p>
<p>“Junho, ada yang ingin appa bicarakan!” ternyata itu appaku. Aish!! apa yang ingin dia bicarakan padaku jangan jangan ……</p>
<p>“Ne appa, katakana saja”</p>
<p>“Kau tahu perusahaan appa sedang  maju sangat pesat, perusahaan makanan korea di luar negeri mendapat sambutan baik karena Hallyu dan appa akan membuka Perusahaan baru di Perancis” appa menepuk bahuku</p>
<p>“Lalu ….”</p>
<p>“Kita semua akan pindah kesana!!” jawab appa mengagetkanku</p>
<p>“Mwoya!! Kenapa harus pindah!” aku menolak dan memalingkan muka.</p>
<p>“Junho, dengarkan Appa! Kau adalah anak satu-satunya dan penerus perusahaan Appa!! Araseo?” apa meninggikan nada bicaranya dan bergegas berlalu.</p>
<p>“Tapi appa…..!!!”  aku segera berteriak tanda tak setuju</p>
<p>“Sudah kemasi barang-barangmu kita akan pergi hari ini juga” appa segera menutup pintu kamarku.</p>
<p>Aish!! Sial! Aku tak ada kesempatan untuk menemui Yong Ra. Yeoja yang kucintai. Aku tak bisa membantah kemauan appaku yang keras dan tak bisa merubah keputusannya.</p>
<p>.</p>
<p>.</p>
<p>.</p>
<p>.</p>
<p>“Cepat junho pesawatnya akan lepas landas”</p>
<p>“Ne appa, sebentar lagi!”</p>
<p>Aku tak bisa menghubungi  Yong Ra padahal ini saat terakhirku bertemu dengannya  tapi lihat saja, Aku tak akan membiarkanmu bersama namja lain Song Yong Ra! Meskipun aku berada di Perancis. Kau tetap milikku. You Always Mine!</p>
<p>(Junho POV END)</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>~xXx~</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Tiga bulan kemudian……..</p>
<p>(Yong Ra POV)</p>
<p>“Yeobseyo. Eunhyuk-ssi. Ne aku tak sibuk wae?”</p>
<p>“Nanti malam datanglah kerestoran Jewels jam 8 malam”</p>
<p>“Mwo? Untuk apa aku kesana?”</p>
<p>“Kejutan!” langsung saja namja ini menutup telpon. Huh! Dasar dia selalu memaksa.</p>
<p>Sudah tiga bulan ini kami dekat. Dia sering mengirim pesan padaku kalau dia kecapean  sehabis latihan. Dan aku memberikan saranku padanya. Meski dia artis, aku selalu menganggapnya namja biasa.</p>
<p>(Yong Ra POV END)</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>@Jewel’s restaurant</p>
<p>(Eunhyuk POV)</p>
<p>Sudah beberapa bulan aku kenal dengan Yeoja itu. Aku ingin memberi kejutan padanya malam ini.</p>
<p>“Aish di mana dia. Lama sekali!!” aku memutar-mutar ponselku.</p>
<p>“Mianhae, aku terlambat…” seorang yeoja menghampiriku.</p>
<p>“Kau selalu saja ……..” aku tak meneruskan perkataanku. Karena mataku terbelalak melihat Yeoja di depanku. Dia kelihatan cantik dengan rambut kuncir kuda dan sedikit bergelombang. Ada hiasan manis di rambutnya yang menambah kesan anggunnya malam ini. Apalagi gaun yang berwarna putih tulang itu. Ya! Lengkap sekali.</p>
<p>“Aku apa ..?” ucapannya menyadarkanku.</p>
<p>“Aniya.. kau selalu terlambat”</p>
<p>“Mianhae Eunhyuk-ssi”</p>
<p>“Sudah cepat duduk”</p>
<p>“Ne . Gomawo ….”</p>
<p>“Pelayan ….” Eunhyuk mengambil pelayan dengan tepukan tangan dan pelayan langsung menghampirinya. Dan mencatat pesanan Eunhyuk.</p>
<p>“Kenapa café ini sepi sekali. Hanya ada kita berdua”</p>
<p>“tentu saja, memang ini untuk kita”</p>
<p>“Jincha? Err kau ini paling bisa Tuan Artis”</p>
<p>“Hem….memang “</p>
<p>“Eunhyuk-ssi. Kau bilang mau memberiku kejutan? Mana? Apa ini kejutannya?”</p>
<p>“Aniya. Tentu saja tidak.”</p>
<p>“Lalu apa?” tanyaku sambil melihat sekeliling. Penuh lampu-lampu kecil yang indah dan warna-warni.</p>
<p>“Kau tau, aku sekarang sedang merasakan sensasi”</p>
<p>“Sensasi?”</p>
<p>“Ne. oh iya. Apa sekarang kau sudah menjadi fansku?”</p>
<p>“Mwo? Aku sudah mengenalmu selama 3 bulan. Dan seharusnya itu akan menjadi evaluasi untukku” senyumnya mulai  merekah.</p>
<p>“Jadi bagaimana menurutmu? Apa aku idola seperti yang kau pikirkan? Sombong !”</p>
<p>“Kau tau selama aku mengenalmu. Meski itu hanya 3 bulan, aku tak pernah menganggapmu artis. Aku anggap kau namja biasa yang butuh kebebasan. Semua perkataanku padamu itu sama seperti perkataan yang biasa aku katakan pada teman-temanku. Aku tahu kau berbeda dengan mereka para artis yang hanya suka dengan popularitas dan kesombongan. Tapi aku kira dirimu berbeda. Aku suka perhatianmu pada fans, sifatmu yang polos dan kau tahu. Rambutmu juga menarik” pujian itu terlontar dari bibirnya yang sedikit mengkilat karena polesan lipstick pink tipis.</p>
<p>“Jadi ini pujian … “ Gummy smileku terlihat .</p>
<p>“Ne. sepertinya aku sudah menjadi fansmu sekarang!”</p>
<p>“Jincha ? Ehm.. apa aku salah jika aku mencintai fans?”</p>
<p>“Apa maksudnya ?”</p>
<p>“Tunggu sebentar”</p>
<p>Aku pergi menuju panggung kecil yang sudah kusiapkan sebelumnya. Di sana ada gitar yang kuletakkan untuk kejutan untuk Yeoja ini.</p>
<p>(Eunhyuk POV END)</p>
<p>(Yong Ra POV)</p>
<p>Apa ini? Hatiku berdebar kencang. Aku yang sekarang sudah sendiri, berusaha melupakan Junho yang masih membekas di hatiku. Tapi aku masih belum mengerti apa yang akan Eunhyuk lakukan? Gitar yang sedari tadi tersandar di kursi panggung kecil mulai diambilnya. Dan duduk di kursi yang sebelumnya sudah disiapkan sebelumnya.</p>
<p>Jreng… ……</p>
<p>Petikan pertama mulai terdengar</p>
<p>“Well you done done me and you bet I felt it<br />
I tried to be chill but you’re so hot that I melted<br />
I fell right through the cracks<br />
and now I’m trying to get back<br />
Before the cool done run out<br />
I’ll be giving it my bestest<br />
Nothing’s going to stop me but divine intervention<br />
I reckon its again my turn to win some or learn some<br />
*courtesy of LirikLaguIndonesia.net<br />
I won’t hesitate no more, no more<br />
It cannot wait, I’m yours</p>
<p>Well open up your mind and see like me<br />
Open up your plans and damn you’re free<br />
Look into your heart and you’ll find love love love<br />
Listen to the music of the moment maybe sing with me<br />
Ah, la peaceful melodys<br />
It’s your God-forsaken right to be loved love loved love love</p>
<p>So I won’t hesitate no more, no more<br />
It cannot wait I’m sure<br />
There’s no need to complicate<br />
Our time is short<br />
This is our fate, I’m yours</p>
<p>I’ve been spending way too long checking my tongue in the mirror<br />
And bending over backwards just to try to see it clearer<br />
But my breath fogged up the glass<br />
And so I drew a new face and laughed<br />
I guess what I’m saying is there ain’t no better reason<br />
To rid yourself of vanity and just go with the seasons<br />
It’s what we aim to do<br />
Our name is our virtue</p>
<p>I won’t hesitate no more, no more<br />
It cannot wait I’m sure<br />
There’s no need to complicate<br />
Our time is short<br />
This is our fate, I’m yours”</p>
<p>lagu selesai dinyanyikan, dan Eunhyuk mengakhiri dengan gummy smile yang selalu kusukai itu. Segera saja dia turun dari panggung dan menghampiriku yang masih berdiri mematung menyaksikan kejutannya itu.</p>
<p>“Nah, bagaimana ?” Timpal Eunhyuk</p>
<p>“Apanya ?” Tiba-tiba dia berlutut sambil memegang tanganku.</p>
<p>“Maukah kau jadi Yeoja chinguku . Song Yong Ra?” Deg! Jantungku terasa dipukul. Apa benar ini?</p>
<p>“Eh .. jangan seperti ini. Aku malu Eunhyuk” aku melihat sana-sini takut ada yang melihat kami.</p>
<p>“Tidak akan, aku memesan tempat ini untuk kita berdua” tambah Eunhyuk yang masih berlutut.</p>
<p>Apa ini benar? Tapi aku dan Chae Un akan meneruskan permainan ini. Dan ini kesempatan yang bagus. Dan peluang untuk melupakan Junho lebih cepat.</p>
<p>“Aku ……..”</p>
<p>“Apapun itu, aku akan terima” pasrah sekali jawabannya. Omona !!</p>
<p>“Mianhae. Aku tak bisa …..!!”</p>
<p>“Yah. Itu pasti jawaban terbaik” mukanya tampak lesu.</p>
<p>“Mianhae Eunhyuk-ssi. Aku tak bisa MENOLAKMU” aku menyelesaikan perkataanku dengan rekahan senyum</p>
<p>“Mwo? Katakan sekali lagi”</p>
<p>“Aku Tak bisa menolakmu” sontak dia langsung berdiri dan memelukku.</p>
<p>“Gomawo Yong Ra” Jawabnya bahagia. Ya Tuhan! Apa aku sangat berdosa, aku mempermainkan hati namja seperti Eunhyuk , Mianhae.</p>
<p>“Ne … Aku mencintaimu” aku mengatakan hal yang tak terduga.</p>
<p>“Aku juga mencintaimu. Kau tahu. Lagu yang kunyanyikan tadi cocok sekali kan? Dan sekarang I’M YOUR’S !! aku benar-benar milikmu dan kau benar-benar milikku. Araseo?”</p>
<p>“Ne .. Araseo!” pelukannya semakin erat dan kepalanya bersandar di pundakku.aku juga melingkarkan tanganku pada punggungnya.</p>
<p>“Sekarang panggil aku Chagi ya?”</p>
<p>“Secepat itu??” timpalku sambil melepas pelukannya.</p>
<p>“Ne. Aku mau kau memanggilku dengan sebutan itu.” Matanya menatapku lembut.</p>
<p>“Ok&#8230; Chagi” aku memenuhi permintaannya.</p>
<p>“Kau tahu resiko mempunyai namja seorang Artis?”</p>
<p>“Yah .. aku tahu tadi aku sudah bilang, aku tak pernah menganggapmu artis. Aku bisa memaklumi semuanya. Itu pekerjaanmu Eunhyuk-ssi! Kita jalani saja apa adanya ya?”</p>
<p>“Gomawoyo Chagi. Kau baik “ lagi-lagi dia memamerkan gummy smilenya.</p>
<p>“Ne.. Seharusnya harus begitu”</p>
<p>Hari ini kita berdua resmi jadian. Hal yang tak pernah terpikir olehku sebenarnya. Hari ini hari baruku bersamanya ….</p>
<p>(Yong Ra POV End)</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Dua tahun kemudian ……….</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>*Paris 2012*</p>
<p>(Junho POV)</p>
<p>“Yeobseyo. Aku akan kembali ke korea. Ne … sabar saja besok aku akan berangkat Minwoo. Araseo! Bye!”</p>
<p>Besok aku akan kembali ke korea. Mengejar ambisi appa untuk menjadikanku pewaris tunggal perusahannya. Aku sudah berusaha 2 tahun ini. Meninggalkan teman-temaku dan semuanya. Dan ini saat yang tepat untuk kembali. Dan mengejar kembali cintaku, memperbaiki semuanya! Song Yong Ra! Aku mencintaimu.</p>
<p>(Junho POV)</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>~xXx~</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>(Eunhyuk POV)</p>
<p>Hari ini hari bahagiaku dan Yeoja chinguku. Sudah 2 tahun kita bersama, aku bahagia bersamanya. Meski dalam 2 tahun ini, jarang sekali aku bertemu dengannya karena kesibukanku dengan Super Junior. Tapi dia mengerti keadaanku dan selalu mendukung aktivitas yang aku lakukan. Aku benar-benar mencintainya.</p>
<p>“Chagi kau siap?”</p>
<p>“ Sebentar lagi. Tunggu aku”</p>
<p>Aku akan mengajaknya melihat matahari terbenam hari ini. Melewatkan sepanjang sore dan menikmati makanan di pinggiran pantai.</p>
<p>(Eunhyuk POV END)</p>
<p>(Yong Ra POV)</p>
<p>Dua tahun sudah aku bersama Eunhyuk. Dan aku tak pernah jujur dengan permainanku ini. Aku sudah berbicara pada Chae Un. Aku sudah meyudahinya. Aku jatuh cinta dengan Eunhyuk.  Namja yang jarang kutemui 2 tahun ini karena kesibukannya dengan Super Junior . Dan aku merindukannya, ingin bertemu!! Aku takut jika aku jujur, aku akan kehilangan dia. Aku tak mau itu. Sekarang yang ada di hatiku hanya Eunhyuk..</p>
<p>.</p>
<p>.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>“Jangan lari chagi”  teriak Eunhyuk</p>
<p>“Cepat kejar aku kalau kau bisa Chagi” sahutku dan berlari menjauh. Kami berdua bercanda di pinngir pantai sambil menunggu sunset datang. Hidupku seperti tanpa beban. Hanya dia yang bisa melakukannya. Senyumku semakin lebar saat dia berhasil menangkapku.</p>
<p>“Aish … kena kau !” dia berhasil menangkapku. Dan memelukku. Meletakkanku di pasir pantai yang lembut.</p>
<p>“Ya! Ayo duduk saja. kita berfoto”  Ajak Eunhyuk sambil memegang kamera yang mengalung di lehernya.</p>
<p>“Baiklah …. Ayo!” jawabku semangat</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Jepret…………..</p>
<p>Beberapa foto sudah terambil dan kami melihatnya sambil menunggu datangnya sunset. Dan bisa ditebak, fotonya dengan berbagai pose itu membuatku tertawa.</p>
<p>“Lihat. Mukamu jelek sekali pipimu besar” ejeknya</p>
<p>“Fotomu juga, lihat Gusimu itu, terlihat jelas!” timpalku sambil menatapnya.</p>
<p>“Yong Ra. Apa itu di hidungmu? Ada darah!!”</p>
<p>“Jincha??” aku segera menutupinya dan mengelapnya dengan tisu yang kubawa.</p>
<p>“kau tidak apa-apa? Apa kau sakit ?” dia membelai rambutku dan ada beberapa yang rontok.</p>
<p>“Aniya. Ini hanya mimisan. Jangan khawatir!” kataku meyakinkan.</p>
<p>“Sudah tak ada kan” tambahku sambil terseyum merekah.</p>
<p>“Apa kita pulang saja?” ajak Eunhyuk mengangetkanku dia tampak khawatir</p>
<p>“Mwoya? Aku tak mau. Ini hari bahagia kita. Dan kau tahu aku sangat rindu padamu. Jarang sekali kita bisa seperti ini!” jawabku jujur</p>
<p>“Jincha? Aku juga merindukanmu chagi. Saranghae” tatapannya lembut dan hangat. Sangat dalam. Perlahan mukanya mendekat dan kami berciuman…….</p>
<p>Cahaya di sekitar kami perlahan berubah. Sunset sudah muncul dan Eunhyuk melepas ciumannya.</p>
<p>“Indah sekali” aku melontarkan kata-kata manis</p>
<p>“Ne .. ini indah. Kau takkan meninggalkaku kan?“ tangan Eunhyuk menarikku agar bersandar di pundaknya. Aku megikutinya.</p>
<p>“Aniya. . hanya gadis bodoh yang akan meninggalkan namja sepertimu” Pujiku sambil melihat Sunset di depan kami.</p>
<p>“Aku punya sesuatu” Eunhyuk menegeluarkan sesuatu dari sakunya. Sebuah kotak yang berisi kalung cantik berinisial ‘Y.E’ itu inisialku dan namanyaEunhyuk -Yong Ra. Berbentuk stroberry dengan  titik dari permata .</p>
<p>“Untukku??” mataku mulai berkaca-kaca dan terbelalak.</p>
<p>“Ne ini hadiah untukmu untuk hari jadi kita yang kedua Chagi” Segera Eunhyuk melingkarkan kalung itu di leherku.</p>
<p>“Kau tak boleh melepaskan kalung ini, karena jika kalung ini kau lepas, maka akan terjadi sesuatu di antara kita!” bisik Eunhyuk di telingaku</p>
<p>“Tak akan Eunhyuk, Ini terlalu indah untuk dilepaskan” senyumku mengumbar di matanya yang sipit itu.</p>
<p>“Saranghae Song Yong Ra” Eunhyuk kembali memelukku dan kini pelukannya semakin erat.</p>
<p>“Nado Saranghae Lee Hyuk Jae” jawabku senang dan mengeluarkan butiran bening. Aku menangis bahagia.</p>
<p>Hari ini indah dan benar-benar membuatku bahagia. Bahagia yang sesungguhnya. Gomawo Eunhyuk!!</p>
<p>(Yong Ra POV END)</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>~xXx~</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>(Junho POV)</p>
<p>“Hah! sampai juga di korea” Aku berteriak senang dan merebahkan tubuhku di kasur empuk yang 2 tahun ini sudah kutinggalkan.</p>
<p>Hari ini aku ingin jalan-jalan keliling kota Seoul . aku rindu kota ini. Aku ingin menyusuri tempat-tempat yang pernah kusinggahi bersama Yong Ra kekasihku. Yang akan kurebut kembali hatinya.</p>
<p>Mobilku terhenti di taman yang sering kukunjungi bersama Yong Ra. Dan taman ini juga yang membuatku terpisah darinya. Aku turun dari mobil yang kuparkir tepat di depan pagar taman ini. Memandangi semua kenangan yang pernah terjadi di sini.</p>
<p>“Yong Ra. Kau di mana? Aku merinduknmu!” rintihku sendirian di taman yang selalu penuh dengan pasangan yang bahagia itu.</p>
<p>Sudah setengah hari aku jalan-jalan dan aku merasa lapar sekali! Segera aku mengalihkan setir mobilku menuju restoran terdekat di sini.</p>
<p>“pelayan” Aku menjetikkan jari</p>
<p>“Ne tuan. Mau pesan apa?” aku mengatakan pesananku dan dengan sigap pelayan ini mencatatnya. Dan segera pergi .</p>
<p>Mataku membulat ketika kudapati yeoja yang kukenal sedang makan bersama seorang namja di meja kanan pojok café ini. Café ini memang sepi dan hanya ada beberapa orang. Langkah kakiku mulai mendekatinya.</p>
<p>“Song Yong Ra?” teriakku kecil. Yeoja itu menoleh kearahku sambil mengamati wajahku yang sudah 2 tahun ini tak dilihatnya.</p>
<p>“Junho…..apa itu kau?” jawabnya menebak-nebak kaget</p>
<p>“Ne aku Junho. Namja Chingumu!!” tatapanku terarah padanya yang masih tertunduk. Dan menghela nafas .</p>
<p>“Namja Chingu?? Ya! Apa maksudmu?” namja di sampingnya segera berdiri dan menatapku tajam, seperti ingin memukulku.</p>
<p>“Aku namja Chingunya sekarang!!!” tambahnya dan menarik tangan Yong Ra</p>
<p>“Oh .. begitu rupanya. mianhae aku juga pernah mencintaiya” tambahku santai sambil terus menatap Yong Ra. Yeoja yang kurindukan.</p>
<p>“Aish!! Tapi sekarang tak ada kesempatan lagi bagimu untuk mendekatinya!! Dia milikku!!” ujar namja ini dan menarik Yong Ra keluar dari café ini. Aku baru menyadari dia adalah Eunhyuk Super Junior . namja yang dulu nyaris menjadi permainan yeoja-ku. Dan sekarang, mereka benar-benar sudah menjadi pasangan kekasih.</p>
<p>“Yong Ra sudah jadian dengan Eunhyuk??” aku tersenyum menyesal .dan kembali ke mejaku semula.</p>
<p>(Junho POV END)</p>
<p>(Eunhyuk POV)</p>
<p>Aku segera menarik tangan Yong Ra dan keluar dari sini. Kalau saja tak ada Yong Ra, mungkin aku sudah memukulnya.</p>
<p>“Siapa dia, kenapa dia bilang dia namja chingumu, kau kenal dengan namja kurangajar itu?”</p>
<p>“dia…..” Yong Ra tak melanjutkan kata-katanya</p>
<p>“Sudahlah Eunhyuk,  aku tak mau membahas ini, lagi pula aku tak ada hubungan degannya” dustaku sambil beranjak pergi dan muka yang kusut.</p>
<p>“Yong Ra….. Ya!” Dia selalu saja begitu.  Sulit ditebak, apa aku salah jika cemburu !!</p>
<p>Aku ikuti langkahnya yang menuju mobilku.</p>
<p>“Yong Ra, Ya! Yong Ra” teriakku dari kejauhan yang tidak digubris sama sekali olehnya.</p>
<p>Blak ….. dia membanting pintu mobil dan segera masuk tanpa memperdulikanku.</p>
<p>“Ya! Yong Ra, harusnya aku yang marah padamu, kau tahu aku cemburu saat dia bilang dia namja chingumu. Sedangkan kau tak jujur padaku tentang dia!” nadaku meninggi sambil menatap wajahnya yang tertunduk.</p>
<p>“Sekarang kau diam!! Jadi benar apa yang dikatakanya?”</p>
<p>“Ya! Eunhyuk kau tak percaya padaku, sudah kubilang aku tak ada hubungan dengannya”</p>
<p>“Tapi kenapa dia menyebut bahwa dia namja chingumu?? Apa kau pernah ada hubungan denganya? Jawab aku?”</p>
<p>“Sudahlah, jika kau tak mau pulang, aku akan pulang sendiri” Yong Ra beranjak keluar dari mobilku dan memanggil taksi.</p>
<p>“Yong Ra!! Yong Ra!! Tolonglah jangan begini! Ya!” teriakanku tak digubrisnya. Dia malah pulang, meinggalkanku sendirian. Aish! Kenapa sih dia, membuat kesal saja.</p>
<p>(Eunhyuk POV END)</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>~xXx~</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>(Yong Ra POV)</p>
<p>Tak kusangka aku bertemu dengan Junho Namja Chinguku terdahulu yang pernah menyakitiku. Kurebahkan badanku di kasur kamarku. Air mataku mulai mengalir, tenggorokanku tercekat. Kepalaku penuh dengan kenangan bersamannya 2 tahun yang lalu begitu manis dan sebenarnya aku ingin kulupakan, Ya Tuhan! Kepalaku pusing!!! Kupandangi foto Eunhyuk yang kuletakkan di meja kamarku. Dia begitu manis dengan Gummy Smilenya, aku tak sanggup jika kehilangan dia. Tapi kenapa Junho datang saat aku sudah punya namja Chingu, saat aku bahagia dengan cintaku yang baru, hidupku yang baru. Aku juga terlalu jahat dengan pangeran Anchovyku itu, dia tak salah tapi mengapa aku bersikap begitu padanya tadi ? Aku memang bodoh!!</p>
<p>Tok-tok-tok…………..</p>
<p>“Ne, sebentar” jawabku sambil mengusap dan memperbaiki wajaku yang penuh air mata.</p>
<p>“Nona, ada tamu untuk anda” tambah Pak Lee</p>
<p>“Siapa?” tanyaku menggusar</p>
<p>“Namja nona” jawab pak Lee</p>
<p>“Bilang padanya aku aku akan turun sebentar lagi”</p>
<p>“Ne nona”</p>
<p>Huh! Kenapa di saat seperti ini, ada tamu segala. Segera kurapikan diriku yang acak-acakan dan turun kelantai bawah.</p>
<p>“Siapa?” teriakku sambil menuruni tangga.</p>
<p>“Chagi” Ternyata itu Junho, untuk apa dia kesini, aku muak dengan dia. Aku langsung berbalik menaiki tangga yang sudah setengah aku turuni. Tapi dia malah mengajarku</p>
<p>“Yong Ra!! Kenapa kau tak mau menemuiku” ujar Junho menarik tanganku.</p>
<p>“Apa-apaan kau ini, lepaskan aku!!” berontakku sambil melepaskan genggaman tangannya. Mukaku berubah sinis.</p>
<p>“Kau tahu, aku rindu sekali padamu, 2 tahun aku tak bertemu denganmu!!” jelas Junho</p>
<p>“Mwo? Rindu padaku? Heh!! Apa yank au bicarakan!! Setelah penghianatanmu padaku 2 tahun yang lalu sekarang kau bilang kau rindu padaku. Manis sekali kata-katamu” ku arahkan bola mata kesudut mataku.</p>
<p>“Mianhae Yong Ra. Jeongmal mianhae!! Aku …. Aku tak tak bermaksud begitu.. aku menyesal, bahkan 2 tahun ini aku tidak pernah menjalin hubungan lebih dengan sorang yeoja. Karena aku masih mencintamu!! Aku ingin bersamamu lagi seperti dulu!” jelasnya panjang lebar.</p>
<p>“Tapi aku sekarang tidak mencintaimu!! Aku sudah mencintai Eunhyuk, namja chinguku” jawabku sambil mengepalkan tanganku dan berusaha menahan tangis yang hampir pecah.</p>
<p>“Mwo? Kau yang bilang padaku kau akan mempermainkannya?”</p>
<p>“Itu dulu!! Saat kau masih bersamaku dan sekarang semuanya berbeda. Aku hanya mencintai Eunhyuk, bukan oang lain. Kuharap kau tidak menggangguku!!” Air mata yang kutahan mulai menetes membasahi pipiku.</p>
<p>“Yong Ra. Aku tahu kau benci padaku tapi, aku mau kau pergi denganku hari ini, dan aku berjanji tidak akan menganggumu lagi. Kau mau kan?”</p>
<p>“Mwoya? Apa kau sudah gila! ” kataku kesal dan menoleh kearahnya dalam keadaan masih terisak</p>
<p>“Ku mohon jangan menangis!!” tatapannya lembut menerpa mataku.</p>
<p>“Aku ingin kita pergi malam ini! Aku harap kau mau dan aku janji aku takkan mengaggumu lagi” Junho bergerak keluar dan menjauhiku yang masih berdiri mematung.</p>
<p>(Yong Ra POV END)</p>
<p>(Eunhyuk POV)</p>
<p>“Hyung kau kenapa cemberut begitu?” ucap  Kyuhyun sambil memainkan belahan jiwanya PSP.</p>
<p>“jangan pikiran aku” aku berlalu menjauhinya dan pergi kekamarku</p>
<p>“Ya! Kau merasa hebat sekarang hyung? Gini-gini aku juga Laed Dancer tau!” magnae ini benar-benar evil</p>
<p>“Terserah apa katamu magnae nakal!!” kataku santai sambil memasang muka duka.</p>
<p>(Eunhyuk POV END)</p>
<p>(Junho POV)</p>
<p>“Kau cantik sekali chagi” ujarku kagum. Yeoja ini semakin dewasa sekarang, dia makin anggun.</p>
<p>“Kau mau pergi atau tidak!” jawabya sinis</p>
<p>“Ne, tentu saja, silahkan masuk” aku membukakan pintu mobil untuknya. Meski tidak memasang senyum sama sekali aku bahagia bisa pergi degannya. Ini kesempatanku untuk mendapatkan yeoja-ku kembali. Aku tersenyum nakal dan segera menjalankan mobilku.</p>
<p>“Ya! Kenapa kita harus kesini?” tukasnya kesal ketika aku berhenti di salah satu club malam. Tempat aku dan Yong Ra bersenang-senang.</p>
<p>“Yong Ra , bukannya ini tempat favorit kita dulu” jawabku lembut dan memandang wajanya dari samping.</p>
<p>“Aku sudah tak minum alcohol”</p>
<p>“Jincha? Kau hebat Yong Ra. Aku takkan mengajakmu minum hari ini, aku akan mengajakmu bernostalgia saja!” ajakku sambil turun dari mobil dan membukakan pintu untuknya. Tapi dia hanya terdiam. Aku tarik tangannya pelan.</p>
<p>Alunan music disco menyambut kedatangan kami. Yong Ra tetap diam dan tanpa menebar senyum sama sekali.</p>
<p>“Mau pesan apa ?” bartender mulai bertanya pada kami</p>
<p>“satu gelas Soju”</p>
<p>“dan kau nona??”</p>
<p>“Aku jus jeruk, gulanya sedikit saja dan tanpa alcohol!!” jelasnya dengan nada mengancam.</p>
<p>“Ne aku segera kembali”</p>
<p>“Yong Ra, aku permisi dulu ya. Mau ke toilet”</p>
<p>“Terserah apa maumu” jawab Yong Ra singkat</p>
<p>Sebenarnya aku tidak ingin ke toilet, aku ingin memberikan sesuatu pada bartender yang akan memberikan minuman pada kami.</p>
<p>“Pak.. kemari sebentar..” aku berbisik pada bartender ini.</p>
<p>“Ne .. ok. Aku mengerti” jawabnya tanggap.</p>
<p>***</p>
<p>“Ini minuman anda para pasangan muda”</p>
<p>“Gomawo” jawabku semangat</p>
<p>Kami mulai meminum minuman yan kami pesan. Aku mengoreksi wajah Yong Ra yang mulai merasakan efek dari minumannya.</p>
<p>“kenapa aku pusing sekali”</p>
<p>“Yong Ra kau kenapa?”</p>
<p>“Aniya, aku pusing sekali!! Kepalaku pening” jawabnya tak karuan sambil memegangi kepalanya.</p>
<p>“Kita pulang saja ya?” ajakku</p>
<p>“Ne terserah kau saja” matanya sudah setengah terpejam. Aku segera memapahnya kemobil. Dan mengajaknya pulang.</p>
<p>Tok-tok-tok…….</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>aku mulai mengetuk pintu rumahku dan ahjumma segera membukanya.</p>
<p>“Siapa dia Tuan muda…?” Tanya Ahjumma sambil membantuku memapah yeoja ini</p>
<p>“Dia Yeoja-ku ahjumma, tolong bawa dia kekamar”</p>
<p>“Ne tuan” ujarnya tanggap.</p>
<p>Aku sengaja tidak memulangkanya dulu. Aku ingin melakukan sesi pemotretan, ini caraku untuk mendapatkan  yeoja-ku kembali dan merebutnya dari tangan Si rambut blonde itu! Karena Yong Ra haya milikku!</p>
<p>Kurebahkan tubuh Yong Ra di kamarku. Aku memandanginya sejenak dan mengelus pipinya.</p>
<p>“Tuan, tuan tidak akan macam-macam kan dengan Yeoja ini?” Ahjumma meandangiku dengan raut muka keheranan</p>
<p>“Ya! Ahjumma, aku tidak mungkin setega itu. Aku tak mau melakukannya kecuali kami sudah menikah. Dia ini adalah Yeoja yang kucintai aku tak ingin menyakitinya lagi” Ahjumma merasa lega dengan jawabanku dan mengehela nafas.</p>
<p>“Ahjumma lega tuan!” aku hanya tersenyum dan membuat mataku semakin sipit. Dan menyuruh ahjumma mengambil kamera ku yang terletak di atas meja lampu tidur di sudut kanan kamar ni.</p>
<p>“Ne tuan”</p>
<p>“Foto aku bersama Yeoja-ku!” suruhku pada ahjumma yang sudah bekerja pada kami selama puluhan tahun. Yah , sejak aku kecil.</p>
<p>“Baik tuan” jawabnya singkat. Aku segera memapah Kepala Yong Ra agar bersandar di pundakku. Dia masih tertidur.</p>
<p>Jepret .. jepret.. jepret.</p>
<p>Beberapa foto telah terambil foto dengan pose-pose mesra. Hasilnya juga bagus seperti pasangan yang baru saja menikah.</p>
<p>“Gomawo Ahjumma, sekarang kau bantu aku untuk membawanya ke mobil, aku akan mengantarnya pulang” ahjumma menjawab dengan anggukan dan segera membantuku memapah kembali yeoja yang masih tak sadarkan diri dari tidurnya.</p>
<p>(Junho POV END)</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>~xXx~</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>(Yong Ra POV)</p>
<p>Aku mulai membuka mataku. Dan melihat sekeliling, kepalaku pusing sekali!!</p>
<p>“Yong Ra? Kau sudah bangun!!”</p>
<p>“Eomma!!” aku langsung bangun dan membuka mataku lebar-lebar</p>
<p>“kenapa kau sekaget itu?”</p>
<p>“kapan eomma datang?”</p>
<p>“Baru saja, eomma menelponmu tapi tidak kau angkat, jadi eomma terkesan memberi kejutan kan?”</p>
<p>“Ne eomma” aku menyunggingkan senyum manisku.</p>
<p>“Appa mana?” tanyaku sambil celingukan</p>
<p>“Appa tidak pulang sayang, dia banyak pekerjaan di Jepang, appamu akan membuka cabang baru di Taiwan!”</p>
<p>“Oh begitu, itu bagus” ucapku tanpa semangat</p>
<p>Drrttttt… drrrtttttt……….</p>
<p>Ponselku bergetar hebat</p>
<p>‘Incoming call My Eunhyuk’</p>
<p>Aku mengangkatnya dengan segera. Senyumku merekah . Eomma kelihatan senang juga melihatku begini.</p>
<p>“Yeobseyo, Chagi …..”</p>
<p>“kau tak marah padaku” ucap Eunhyuk lirih</p>
<p>“aniya, mianhae aku kemarin marah padamu, aku tak ingin kau membahas tentang dia lagi, dia tak akan menganggu kita lagi Araseo?”</p>
<p>“Ne araseo…. Aku yakin kau setia padaku Chagiya, aku ingin mengajakmu ke taman Clouds nanti malam. Jangan sampai terlambat ya? Aku tunggu kau di sana!”</p>
<p>“Ne Mr. Anchovy” jawabku sambil terkekeh. Dan menutup telpon</p>
<p>“Kau sudah punya namja chingu baru?” ujar eomma yang dari tadi menyunggingkan senyum melihat tingkahku.</p>
<p>“Ne eomma,  aku sudah 2 tahun berpacaran dengannya! Setelah putus dengan Lee junho”</p>
<p>“kenapa kau tak pernah cerita pada eomma?”</p>
<p>“Aku sudah dewasa eomma, lagi pula eomma dan appa selalu sibuk dengan pekerjaan, jadi aku tak mau mengganggu” jawabku seadanya</p>
<p>“Mianhae Yong Ra, eomma dan appa hanya ingin kau bahagia”</p>
<p>“Ne eomma. Tak apa-apa! Aku sayang eomma dan appa. Apapun yang terjadi, bahkan aku rela mati lebih dulu demi kalian” aku menghamburkan senyum.</p>
<p>“kau ini bicara apa sayang, oh iya kau mau kencan dengan namja-mu, kalau begitu kita belanja dulu, eomma akan membelikan gaun utukmmu khusus untuk kencan spesialmu”</p>
<p>“jincha? Gomawo eomma” aku memeluk eommaku erat.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>~xXx~</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Hari sudah menunjuk pukul 7 malam dan aku bersiap berangkat menuju taman Cloud’s yang terkenal Romantis itu. Di sana sudah ada Eunhyuk yang duduk di kursi panjang warna putih dan penuh lampu-lampu kecil warna-warni di sekitarnya.</p>
<p>“Eunhyuk” aku memeluknya dari belakang</p>
<p>“Jangan sentuh aku” jawabnya brutal dan melepaskan tanganku</p>
<p>“Wae Chagi, apa yang terjadi. Kau tak pernah sekasar ini?” aku menatapnya sendu. Ada apa ini? Batinku bingung. Kali ini dia menatapku tajam dan ada beberapa lembar kertas di tangannya.</p>
<p>“Ya! kau lihat ini!!! ” Eunhyuk melemparkan semua kertas yang ada di tangannya tepat di mukaku. Aku mematung dan sesegera mungkin kupungut serpihan foto yang membuat Eunhyuk murka padaku.</p>
<p>“Ternyata seperti itu kelakuanmu!! Sama sekali tak punya perasaan! Kau bahkan LEBIH BURUK dari semua yeoja yang pernah aku kenal!! ” Eunhyuk beteriak kencang kearahku. Sedangkan aku masih bingung dengan foto yang ada dalam genggamanku saat ini.</p>
<p>“Ini tidak mungkin aku!” aku terheran dengan semua foto yang ada di sana. Aku berada dalam satu ranjang bersama Junho!! Dan kami sangat mesra seperti pasangan suami istri. Kapan foto ini diambil?? Hatiku terasa ditusuk sembilu, melihat Eunhyuk semarah ini hatiku sesak! Benar-benar sesak!</p>
<p>“Apa kau bilang, itu bukan kau!! Jangan berbohong padaku, aku tidak buta Song Yong Ra!! Aku sudah tahu semua tentangmu!!” Eunhyuk meletakkan tangan di sakunya dan memandangku dengan raut wajah sedih seram dan … aku tak bisa menjelaskannya.</p>
<p>“Eunhyuk ku mohon percaya padaku, ini tidak seperti yang kau kira. Aku tak mungkin mengkhianatimu. Aku mencintaimu!!”  jelasku panjang lebar dan air mata yang merebak sejak dari tadi, aku tak ingin kehilangan Eunhyuk.</p>
<p>“Cinta??? Apa ini yang namanya Cinta?? Apa menjadikanku bahan taruhan dan permainamu itu, kau masih menganggapnya Cinta?? HEH!!!” Kemarahan Eunhyuk semakin menjadi –jadi</p>
<p>“Mwoya?? Dari mana kau tahu semua itu My Anchovy?” aku mendekatinya . dan memeluknya</p>
<p>“Lepaskan aku!! Jangan menyiksaku seperti ini, aku terlalu mencintaimu!!” tambah Eunhyuk lirih. Namja ini juga perlahan menangis dan mengepalkan tangannya mencoba menahan air mata yang sudah membasahi pipinya. Air mataku berhambur di punggungnya yang saat ini kupeluk erat. Kami menangis bersama.</p>
<p>“Katakan padaku kalau kau tidak pernah ada niat mempermainkanku? Cepat katakan!” suaranya mulai merendah.</p>
<p>Aku terdiam sejenak. Apa aku harus jujur sekarang? Aku sudah membohonginya selama 2 tahun.</p>
<p>“Aku memang pernah ada niatan seperti itu ……” belum selesai aku menjelaskan,  dia segera melepas pelukanku dan mendorongku menjauh darinya.</p>
<p>“Jadi selama ini kau membohongiku? Kau menjadikanku mainanmu dan taruhanmu saja, yah! Ini saat yang tepat untuk meninggalkanmu!!” Eunhyuk berjalan dengan tempo cepat menuju mobilnya yang terpakir tak jauh dri tempat kita berdebat.</p>
<p>“Eunhyuk-ssi, Mianhae … aku tak bermaksud begitu ….. Eunhyuk-ssi!! Dengarkan aku!!” aku berusaha megejarnya yang sudah menghempaskan mobil hitamnya itu. Sedangkan aku masih terus mengejarnya dengan muka yang berantakan air mataku merebak hebat, tak bisa kutahan. Ya Tuhan, aku terlalu mencintainya.</p>
<p>“Eunhyuk!!!  Hiks-hiks“ aku berlutut di tengan jalan sepi di taman ini. Aku terperangah menyesali semua yang aku lakukan . aku seharusnya tak membohonginya yang jelas-jelas mencintaiku. Air mataku  kembali membanjiri pipiku.  Hatiku ciut. Kecewa, meyesal dan emosi semua bergabung menjadi satu.  Tak bisa kulukiskan lagi.</p>
<p>“Mianhae Eunhyuk-ssi” suara itulah yang muncul berkali-kali dalam batinku.  Menyesal akan permainan yang membuatku benar-benar mencintainya.</p>
<p>(Yong Ra POV END)</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>~xXx~</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>~Flashback~ Eunhyuk POV</p>
<p>Hari ini aku akan melamar Yong Ra, Yeoja Chinguku cincinpun sudah siap di saku bajuku. Memang, kemarin kami bertengkar tapi sekarang aku akan memperbaiki semuanya. Meski kami jarang bertemu tapi itulah yang membuat kami semakin kuat. Adanya rasa Rindu. Semua member suju memberiku semangat.</p>
<p>“Hwaiting Eunhyuk” ujar Donghae di depan pintu memberiku semangat.</p>
<p>“Ne Hyung, jangan pemalu lagi ya” Kyuhyun menambahkan dengan senyum evilnya.</p>
<p>“Ok aku akan berusaha!! Semangat!” jawabku riang dan menuju mobil.</p>
<p>“hati-hati” Sahut para Hyungku dan Dongsaengku.</p>
<p>Aku melaju dengan santai dan kurasakan poselku bergetar hebat di sakuku. Aku kira itu telpon dari Yong  Ra ternyata itu telpon dari seorang namja yang ingin bertemu dengankum aku tidak mengenalnya. dia bilang mengetahui seuatu tentang Yong Ra yang belum aku ketahui. Apa yang dia bicarakan?? Aku yang dua tahu bersamanya! Siapa sebenarnya namja ini?? Aku bertanya-tanya dalam hati.</p>
<p>“Jika kau ingin tahu temui aku sekarang di Taman Cloud’s” dia segera menutup telpon.</p>
<p>“Ya!! Kau ini siapa!” aku berteriak dalam mobilku dan berpikir sejenak. Aku langsung melaju kencang menuju taman Cloud’s yang menjadi tujuanku dari awal.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>~xXx~</p>
<p>“Kau datang juga” Ujar namja yang memakai mantel putih tebal dan rambut dicat merah.</p>
<p>“Bukankah kau yang menemui Yong Ra di café kemarin?”</p>
<p>“Ne .. aku hanya ingin memberikan ini?” dia memberiku beberapa foto yang membuat aku Shock!! Itu foto Yong Ra dan dia dalam satu ranjang bersama namja ini. Badanku lemas tak percaya dengan ini semua.</p>
<p>“Asal kau tahu saja Mr. Artis, kau ini hanya dijadikan permainan dan bahan taruhan oleh Yong Ra, kau tahu! aku adalah namja chingunya terdahulu sebelum kau, tapi asal kau tahu dia masih sangat mencintaiku dan begitupun aku, sangat mencintainya!!”</p>
<p>“Apa yang kau bicarakan?” Emosiku memuncak.</p>
<p>“Apa foto itu kurang membuktikan?? Aku akan merebutnya kembali darimu!!” kuarahkan tangan kananku di kerah bajunya dan tangan kiriku memukul wajahya keras.</p>
<p>“jangan bicara lagi!! Atau mukamu akan babak belur” jawabku dengan nafas terengah</p>
<p>“kau boleh memukulku sepuasmu, tapi yang jelas aku yang akan mendapatkan cinta Yong Ra” dia memberontak dan membenarkan kerah bajunya . dan pergi meninggalkanku sendiri yang masih dalam keadaan emosi.</p>
<p>Aku terduduk lemas di kursi panjang ini. Kupandangi cincin yang kubawa bertabur permata putih di tengahnya. Harapanku sekarang sia-sia!!!</p>
<p>~Flashback~ END</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>~xXx~</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>(Author POV)</p>
<p>Sudah seminggu pertengkaran mereka berlalu. Eunhyuk jarang sekali tersenyum dan bercanda dengan member lain di Super Junior. Apalagi di Sukira, Eunhyuk yang biasanya tertawa lebar, sangat berbeda. Senyumnya semu dan kelihatan tidak bahagia. Melihat hal itu Leeteuk dan member lain  sangat khawatir. Apalagi Donghae yang merupakan orang yang terdekat dengan Eunhyuk. Mereka semua mengerti tentang masalah yang menimpa Eunhyuk.</p>
<p>“Eunhyuk,  jangan bersedih terus !!” Ujar Donghae disaksikan oleh Leeteuk dan member lain.</p>
<p>“Aniya, Hae!! Aku hanya ingin sendiri” ujar Eunhyuk lesu yang membuat Donghae semakin khawatir.</p>
<p>“Hyuki-ah kami tahu kau sedang sedih, tapi jangan berlarut-larut ya!” tambah sang Leader Leeteuk dengan senyum tipis dan menepuk bahu Eunhyuk pelan.</p>
<p>“Ne Hyung  Araseo!! Aku akan baik-baik saja!” Balas Eunhyuk cuek dengan wajah yang masih kusut. Dia beranjak dari tempat duduknya.</p>
<p>“Eunhyuk, Kau mau kemana?” Tanya Donghae</p>
<p>“Aku keluar sebentar…. Jangan khawatir!!” dia menggelar Gummy Smilenya yang terlihat memaksa dan pergi meninggalkan member yang masih berkutat di sekitar tempat duduknya tadi.</p>
<p>(Author POV END)</p>
<p>(Yong Ra POV)</p>
<p>Sudah genap 1 minggu Eunhyuk tidak menghubungiku. akhir-akhir ini aku sering menyendiri. Kurasa pikiranku mulai kacau. Aku tak ingin kehilangan Eunhyuk, My Prince Ancovy. Kepalaku perlahan pusing. Lagi-lagi darah segar mengalir dari hidungku. Aku menyekanya berkali-kali sampai akhirnya darah ini berhenti. Aku berusaha sendiri dalam sedihku yang terpaut batas normal. Terdengar Di bawah ada suara berisik. Aku segera keluar dan melihat apa yang terjadi.</p>
<p>“Yong Ra, aku Junho.. pelayan kurang ajar ini melarangku masuk!!!”</p>
<p>“Usir dia Ahjussi” perintahku</p>
<p>“Tolong degarkan aku Yong Ra, aku inin bicara denganmu, ini tentang Eunhyuk!!” jawab namja itu sambil memberontak. Kupingku menangkap semua perkataanya ku ubah pikranku untuk mengusirnya .</p>
<p>“Tolong lepaskan dia Ahjussi”</p>
<p>“Ne Nona” ucap Ahjussi tanggap.</p>
<p>“Kau mau apa??? “</p>
<p>“Apa kau sedang bertengkar dengan Eunhyuk?” Tanya Junho</p>
<p>“Aku tahu kau yang mengirim foto itu pada Eunhyuk!! Mengapa kau melakukannya? Kenapa kau selalu menyakitiku? Apa yang kau mau dariku Lee Junho?” tangisanku pecah seketika. Aku memegangi kepalaku yang sedari tadi pusing</p>
<p>“Yong Ra, mianhae!! Aku hanya ingin mendapatkanmu kembali, aku masih mencintaimu!! ” Junho berusaha menyeka pipiku yang masih terisak.</p>
<p>“jangan coba-coba menyentuhku…….” Kataku sambail menahan rasa sakit yang ada dalam kepalaku. Dan menepis tangannya dari wajahku.</p>
<p>“Yong Ra aku hanya ….”</p>
<p>“Arghhhhhh…… Arrgghh….. sakit!!!” teriakku menahan rasa sakit yang benar-benar membuatku tak tahan. Aku menangis kesakitan.</p>
<p>“Yong Ra kau kenapa??” Junho terlihat panic dan memgangi badanku cepat.</p>
<p>“Arggggghhhhh .. aku tak tahan, sakit!!” isakan ku makin kencang , aku sudah tak tahan. Ini sangat menyiksaku. Dan beberapa menit kemudian mataku terpejam.</p>
<p>(Yong Ra POV END)</p>
<p>(Junho POV)</p>
<p>Yong Ra berteriak tiba-tiba. Dia tampak kesakitan, aku tak mengerti . Apa dia sakit?? Perlahan butiran bening keluar dari sudut mataku aku tak tega meihatnya seperti ini.</p>
<p>“Ahjussi ……” panggilku sambil memapah Yong ra yang sudah dalam keadaan pingsan</p>
<p>“Nona .. ada apa ini??” Ahjussi tampak heran dengan keadaan majikannya itu.</p>
<p>“Cepat bantu aku membawanya ke mobil, aku akan bawa dia kerumah sakit”</p>
<p>“Ne Tuan junho”</p>
<p>Segera kusetir mobilku dan membelah jalan kota Seoul yang lumayan ramai menuju Rumah Sakit. Perawat segera memasukkan Yong Ra kedalam ruang periksa. Ahjussi tampak menelpon appa dan eomma Yong Ra, sedangkan aku hanya berjalan kesana kemari menunggu doakter keluar.</p>
<p>Ceklek…………</p>
<p>“Wae dokter? Apa yang terjadi pada Yong Ra?” aku angsung menginterogasinya</p>
<p>“Nona Song ………” dokter itu tak melanjutkan perkataannya karena ada telpon masuk. Aish!!! Siapa sih telpon pada saat seperti ini!!</p>
<p>“Yeobseyo tuan Junho, Appa tuan kena serangan jantung, tuan harus kembai ke Perancis!!”</p>
<p>“Mwo? Appa kena serangan jantung?? Ne aku akan urus paspornya!!”</p>
<p>Ya! Aku harus meninggalkan Yong Ra dalam keadaan seperti ini. Ini pilihan sulit ,Tapi apa boleh buat, Appa juga sakit. Dan aku harus memprioritaskan Appaku dulu. Wajahku ciut seketika. Dua orang yang aku sayangi sekarang dalam keadaan sakit. Aku segera keluar dari tempat ini dan berpesan pada dokter untuk mengusahakan yang terbaik bagi Yong Ra, meski aku tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi padanya.</p>
<p>(Junho POV END)</p>
<p>(Eunhyuk POV END)</p>
<p>“Bukannya kau sahabat Yong Ra?” ujarku menyipitkan mata</p>
<p>“Ah … ne aku Yoon Chae Un!” dia tampak gugup</p>
<p>“Silahkan masuk” aku membukakan pintu dan menyuruhnya masuk di dorm Suju</p>
<p>“Eh .. aku hanya ingin menjelaskan sesuatu ……”</p>
<p>Chae Un menceritakan padaku apa yang sebenarnya terjadi, tentang foto itu dan permasalahan terkait denganku dan Yong Ra.</p>
<p>“Sekarang Yong Ra di rumah sakit! sudah 3 hari dia belum sadarkan diri!” ujar Chae Un mengagetkanku.</p>
<p>“Jincha?? Ada apa dengan dia??”</p>
<p>“Aku tak bisa mengatakannya. Sebaiknya oppa pergi saja kesana Yong Ra pasti sangat rindu padamu!”</p>
<p>“Ne .. Ne , antar aku kesana!!” ajakku sambil menyambar kunci mobil ang terletak tak jauh dari tempatku duduk.</p>
<p>“Baik oppa ..”</p>
<p>Aku berpamitan pada Leeteuk Hyung dan member lain. Aku melaju kencang dan mulai berpikir yang tidak-tidak. Apa yang sebenarnya terjadi pada Yeoja itu!! Apa sakitnya parah??? Hatiku sedih , pikiranku gelisah. Setelah 25 menit perjalanan akhirnya sampai juga, segera kuparkirkan mobil dan masuk rumah sakit menuju ruangan Yong Ra dirawat.</p>
<p>“Yong Ra.!! Dia tidak ada!! Kemana dia”</p>
<p>“Nona Song tidak ada.. dia berada di taman sekarang” aku bertolak pinggang dan melihat dokter berdiri di depan pintu masuk ruangan ini.</p>
<p>“ Oh ne dok, aku segera kesana. Gomawo”</p>
<p>“Ne Cheonma”</p>
<p>Chae Un berpamitan untuk menghubungi orang tua Yong Ra tentang kabar baik ini, sedangkan aku berlari menuju taman. Langkahku terhenti melihat sosok yeoja yang sebenarnya sangat kurindukan. Dia duduk di kursi panjang dan masih berpakaian rumah sakit. Dia tampak cantik meski mukanya pucat dan pandangannya kosong. Aku menghampirinya.</p>
<p>“Yong Ra ….” Kepalanya mendongak keatas dan tersenyum melihatku</p>
<p>“Eunhyuk-ssi, My Prince Anchovy!! Apa itu kau??” senyumnya makin lebar dan menutupi raut wajahnya yang masih pucat karena belum sembuh benar.</p>
<p>“Ne Yong Ra.. ini aku “ Aku duduk di sebelahnya dan memandang nanar Yeoja chingku yang tampak lebih kurus.</p>
<p>“Apa kau tak marah padaku??’ ujarnya pelan</p>
<p>“Aku ……..”</p>
<p>“Ya! Aku tahu kau masih marah Eunhyuk-ssi, aku mengerti itu” jawabnya sambil tersenyum simpul. Aku sebenarnya tak ingin marah lagi padanya, tapi aku ingin sekali dengar permintaan maafnya.</p>
<p>“Boleh aku memelukmu?? Aku rindu sekali padamu?” tukasnya sambil memandangiku penuh harap. Dan aku membelai pipinya.</p>
<p>“Ne Yong Ra…. “ dia mulai menyekap punggungku dengan tangannya</p>
<p>“Apa kau akan memaafkanku?”</p>
<p>“Jika kau minta maaf, kenapa tidak???” jawabku sambil mengelus rambutnya.</p>
<p>“Huh … Mianhae Eunhyuk-ssi”</p>
<p>“Mianhae My Prince Anchovy, My Handsome monkey, My Boy” ucapya lagi menyebut nama panggilannya yang diberikan padaku. Aku tersenyum</p>
<p>“Mianhae My Chagi Lee Hyuk Jae” pelukannya semakin erat. Dan ini memang sangat erat, tapi perlahan tangannya turun dari punggunggku dan kurasa kepalanya sudah bersandar di kepalaku.</p>
<p>“Yong Ra, Yong Ra, Yong Ra!!” teriakku sambil membalikkan tubuhnya. Aku terkejut dia sudah terpejam lagi. bibirnya mulai membiru, ini semakin membuatku ketakutan.  Aku segera menggendongnya. Dan berteriak mencari dokter dengan segera. Alat pacu jantung segera di pasang dan tidak ada reaksi dari Yong Ra. Dokter mencobanya berkali-kali dan tetap saja tidak ada reaksi, jantung Yong Ra tidak terangsang.</p>
<p>Orang tua Yong Ra menangis terisak. Apalagi Eommanya sudah tak bisa menahan lagi. aku duduk bersandar di tembok rumah sakit. mencoba tak berpikir macam-macam, tangisanku terisak di sana.</p>
<p>“Eunhyuk” aku melihat Leeteuk Hyung dan Donghae menghampiriku dan diikuti dengan member lain.</p>
<p>“Hyung, Donghae … kalian semua…!!’ teriakku pelan sambil terisak</p>
<p>“Eunhyuk sabar, tidak akan terjadi apa-apa” aku memeluk Hyungku erat</p>
<p>“Ne , jangan begitu, kita berdoa saja untuk Yong Ra” tambah Donghae dan melukku juga.</p>
<p>Aku sedikit tenang sekarang,</p>
<p>“Dokter bagaimana keadaan purti saya dokter? Dia sakit apa dok??”</p>
<p>“Ne dokter bagaimana keadaannya??’ tambahku tiba-tiba</p>
<p>“Nona Song mengidap penyakit kanker otak, keadaanya diperparah karena dia sering mengkonsumsi alcohol “</p>
<p>“Lalu bagaimana dokter katakana padaku”</p>
<p>“kami sudah berusaha. Tapi Tuhan berkehendak lain “ dokter itu memasang wajah sedih. Orang tua Yong Ra langsung berhambur menagis mendengar berita itu.</p>
<p>“Mwo?? Ini tidak mungkin, tidak mungkin. Ini tidak mungkin Yeoja-ku tidak mungkin mati………..” aku menggoyang-goyangkan bahu dokter itu, tangisanku pecah seketika. Membanjiri pipiku saat ini. Kuacak-acak rambutku sendiri. Hatiku tercekat, pikiranku kacau , tak percaya apa yang dikatakan Dokter. Aku berteriak kencang sekali menyerupai orang Gila, dan aku mungkin sudah benar-benar gila karena Yeoja itu. Song Yong Ra Yeoja Chinguku telah meninggalkanku. Aku benar-benar mencitainya di saat terakhirnya. Dan tak kusangka itu KATA MAAF TERAKHIR darinya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>To : My Lovely Chagi Lee Hyuk Jae</p>
<p>Di sini aku akan memanggilmu Chagi, kau selalu ingin dipanggil begitu kan?? Huh! Chagi, saat kau membaca surat ini, aku mungkin sudah berada di tempat lain. Kau pasti sudah tau itu!^^ . Aku masih mengingat saat aku bertemu denganmu untuk pertama kalinya. Aku benci mengakui ini tapi kau benar-benar mempesona . Aku menjadi yeoja paling beruntung di kampus karena bisa menjadi Yeoja Chingumu dan membuat para fansmu iri padaku. Mungkin aku ini Yeoja bodoh yang sebenarnya ingin menjadikamu pelarian, permainan dan taruhan. Tapi pada akhirnya, aku mencitamu. Benar-benar mencintaimu dan  mungkin lebih dari diriku. Maafkan aku karena aku tak jujur padamu soal penyakitku ini, aku sudah mengidapnya saat aku 1 bulan resmi berpacaran dengamu Chagi. Aku hanya tak ingin membuatmu khawatir.</p>
<p>Jadilah Eunhyuk yang bisa membuat Fans bahagia tanpa, mereka kau hanya LEE HUK JAE bukan EUNHYUK, seperti kau yang bisa membuatku senang dan tertawa lepas. Jagalah kesehatanmu Chagi. Dan jangan menjadi namja Cengeng , araseo??</p>
<p>Akan kubawa pergi Cintaku ini. Saranghae , saranghae, saranghae!! Aku tetap milikmu dan kekasihmu. I’m Yours!!!</p>
<p>Yeoja Chingu-mu</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Song Yong Ra^_^</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Itu adalah sepucuk surat darinya yang dititipkan pada Chae Un untukku. Aku benar-benar terpukul dengan meninggalnya Yeoja Chnguku itu. Tapi larut dalam kesedihan tak akan membuatnya kembali lagi. Aku akan ingat pesannya yaitu Mencintai fans. Karena tanpa mereka aku tak akan jadi seperti ini. Sampai jumpa Song Yong Ra…….semoga aku bisa menemukan Yeoja sepertimu dan mencintaku apa adanya …………………….</p>
<p>~THE END~</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Yah! Akhirnya selesai juga FF saya ^^</p>
<p>Meski Sad Ending tapi semoga bsa membuat kalian menjadi Happy reading</p>
<p>Good Bye at the Next FF</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>~TamaSJ~</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
</div>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/superjuniorff2010.wordpress.com/44371/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/superjuniorff2010.wordpress.com/44371/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=superjuniorff2010.wordpress.com&#038;blog=11405649&#038;post=44371&#038;subd=superjuniorff2010&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://superjuniorff2010.wordpress.com/2013/05/23/the-last-apologized/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/089808d533df09426de8934b5d63dafd?s=96&#38;d=monsterid&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ELF4SUJU</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://superjuniorff2010.files.wordpress.com/2013/04/last-apo.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">last apo</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Like the First Time Feeling [5-END]</title>
		<link>http://superjuniorff2010.wordpress.com/2013/05/23/like-the-first-time-feeling-5-end/</link>
		<comments>http://superjuniorff2010.wordpress.com/2013/05/23/like-the-first-time-feeling-5-end/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 23 May 2013 12:00:14 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ELF4SUJU</dc:creator>
				<category><![CDATA[로맨스 ♥ Romance]]></category>
		<category><![CDATA[계속 ♥ continue]]></category>
		<category><![CDATA[fan fiction]]></category>
		<category><![CDATA[fanfiction]]></category>
		<category><![CDATA[Choi Siwon]]></category>
		<category><![CDATA[Lee Sungmin]]></category>
		<category><![CDATA[Super Junior]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://superjuniorff2010.wordpress.com/?p=45204</guid>
		<description><![CDATA[Judul                 : Like the First Time Feeling __ Part.5 Author              : Ririn_Setyo Cast                   : Lee Sungmin, Choi Siwon, Song Jiyeon. Genre                : Romance Rating                : PG-15   *************************************** *Mindong University*   Jiyeon tampak ragu-ragu saat dirinya sudah berdiri di ambang pintu ruang latihan beladiri ini, nafas gadis itu terlihat naik turun menahan gugup dan takut [&#8230;]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=superjuniorff2010.wordpress.com&#038;blog=11405649&#038;post=45204&#038;subd=superjuniorff2010&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:center;"><a href="http://superjuniorff2010.files.wordpress.com/2013/05/poster-ff.jpg"><img class="aligncenter  wp-image-45195" alt="Poster-FF" src="http://superjuniorff2010.files.wordpress.com/2013/05/poster-ff.jpg?w=320&#038;h=301" width="320" height="301" /></a></p>
<p><b>Judul                 : Like the First Time Feeling __ Part.5</b></p>
<p><b>Author              : Ririn_Setyo</b></p>
<p><b>Cast                   : Lee Sungmin, Choi Siwon, Song Jiyeon.</b></p>
<p><b>Genre                : Romance</b></p>
<p><b>Rating                : PG-15</b></p>
<p><b> </b></p>
<p><b>***************************************</b></p>
<p><b>*Mindong University*</b></p>
<p><b> </b></p>
<p>Jiyeon tampak ragu-ragu saat dirinya sudah berdiri di ambang pintu ruang latihan beladiri ini, nafas gadis itu terlihat naik turun menahan gugup dan takut yang sungguh sudah melumpuhkan syaraf otaknya.</p>
<p><i>&#8211;Clekk!!—</i></p>
<p>Jiyeon langsung terkejut saat ternyata Sungmin sudah berdiri di depan pintu tepat sedetik setelah dia mendonggakkan kepalanya.<br />
<span id="more-45204"></span><br />
“Sungmin.ssi,” laki-laki yang di sapa Jiyeon itu tidak menjawab dia bahkan berlalu begitu saja dan sedikit menabrak bahu Jiyeon saat hendak keluar dari ruangan itu.</p>
<p>“Sungmin.ssi,&#8211;“ Jiyeon berusaha mengejar Sungmin yang mulai melangkah menjauh. “Lee Sungmin!” Jiyeon berdiri tepat di hadapan Sungmin membuat langkah Sungmin terhenti.</p>
<p>“Aku mohon dengarkan aku dulu, aku benar-benar menyesal, maafkan aku,” Sungmin menatap Jiyeon dengan tajam. “Apa kau sudah selesai bicara?” tanya Sungmin dengan nada yang dingin.</p>
<p>“Sungmin.ssi,”</p>
<p>“Kalau begitu minggirlah, aku tidak mau berbicara banyak dengan pembohong seperti mu!” Sungmin mendorong bahu Jiyeon sebelum dirinya melanjutkan langkahnya, membuat gadis itu terhuyung.</p>
<p>Jiyeon menahan lengan Sungmin. “Aku memang berbohong pada mu, tapi aku benar-benar menyesal,”</p>
<p>“Jadi kau benar-benar membuat janji pergi dengannya?” Jiyeon hanya menundukkan kepalanya, matanya memanas menahan desakan airmata yang sudah ingin meronta keluar.  “Mulai hari ini, kau tidak perlu lagi menemui ku, dan kejarlah laki-laki yang kau cintai itu!”</p>
<p>Jiyeon menatap Sungmin dengan butiran bening yang mulai membasahi pipi pucatnya.  “Maafkan aku,” ucap Jiyeon lirih dengan isak yang tertahan.</p>
<p>“Aku melepaskan mu!” Ucap Sungmin lirih sebelum melanjutkan langkahnya meninggalkan Jiyeon yang termangu dengan isak yang terdengar pilu.</p>
<p>*****</p>
<p>Sudah seminggu ini Jiyeon belum juga bisa bicara banyak dengan Sungmin bahkan sudah 3 hari ini Sungmin tidak terlihat di kampus, membuat gadis itu semakin gelisah dan takut, karna sungguh Jiyeon benar-benar tidak bisa membayangkan dengan kelanjutan hidupnya jika Sungmin benar-benar melepaskan dirinya. Gadis itu pun mulai mencoba berbagai cara untuk mendapatkan kata maaf dari Sungmin tapi hasilnya nihil.</p>
<p>“Jiyeon-aa,” Jiyeon mendongakkan kepalanya dan tersenyum samar saat melihat Siwon sudah berdiri di hadapannya.</p>
<p>“Kau pucat, apa kau baik-baik saja?” Siwon duduk di hadapan Jiyeon dan meraba kening gadis itu.</p>
<p>“Aku baik-baik saja, hanya kurang istirahat.” Siwon menatap sedih Jiyeon yang terlihat pucat dan berantakan, mata gadis itu bengkak dengan lingkaran hitam yang menghiasi kedua kantung matanya.</p>
<p>“Apa karna Sungmin?” Gadis itu menatap Siwon dengan tatapan kosongnya dan selanjutnya airmatanya sudah terjun bebas membasahi wajah pucatnya.</p>
<p>“Dia tidak mau memaafkan ku, dia membenci ku <i>oppa.</i>” Gadis itu mulai menangis dan terisak, Siwon  hanya diam, saat ini dia ingin sekali memeluk Jiyeon dan mengatakan pada gadis itu bahwa semuanya akan baik-baik saja, tapi kenyataannya dialah yang membuat gadis ini menangis, dialah yang membuat gadis ini terpuruk karna keegoisannya untuk memiliki gadis ini yang jelas-jelas sudah tak lagi menatap ke arahnya.</p>
<p>“Maafkan aku,” ucap Siwon lirih yang membuat Jiyeon semakin menangis dan entah mendapat dorongan dari mana tiba-tiba Siwon menarik Jiyeon ke dalam pelukannya. Siwon memeluk Jiyeon dengan sangat erat dan membuat rasa sakit itu hadir lagi di hati Siwon saat ini.</p>
<p>*****</p>
<p><b>*Sungmin Home*</b></p>
<p>Donghae menatap kesal ke arah Sungmin yang sedang menerawang tak jelas di serambi rumahnya ini. “Mau sampai kapan kau bersikeras untuk tidak menyelesaikan masalah mu dengan Jiyeon?” Sungmin memandang Donghae sekilas dan kembali menerawang ke arah kolam renang yang tenang.</p>
<p>“Apa kau benar-benar sudah tidak menginginkannya lagi? Benar-benar ingin lepas darinya?” Lagi-lagi Sungmin tak bergeming. “Apa kau tahu apa yang terjadi dengan gadis itu? Dia terlihat seperti mayat hidup, aku hanya tidak ingin kau menyesal nantinya.” Donghae menatap Sungmin yang masih tak mau menanggapinya.</p>
<p>“Apa kau memang mau menyerahkan gadis itu kepada rival mu Choi Siwon, Sungmin?” sontak Sungmin langsung menatap Donghae saat mendengar kata terakhir Donghae.</p>
<p>“Hari ini aku melihat Siwon memeluk Jiyeon yang sedang menangis, aku harap kau tidak menyesali keputusan mu yang ingin melepaskan gadis itu.” Donghae pun berlalu begitu saja meninggalkan Sungmin yang masih tak bergeming di tempatnya.</p>
<p>Tiba-tiba Donghae menghentikan langkahnya, dan menolehkan wajahnya. “Apa kau tahu kenapa Siwon kehilangan Jiyeon? Itu karna dia hanya diam saat Jiyeon mulai dekat dengan mu.” Donghae kembali melanjutkan langkahnya.</p>
<p>Sungmin kembali terdiam mencerna semua kata-kata Donghae dan sesaat kemudian dia sudah menyambar jaket dan kunci mobilnya dan berlari secepat yang ia bisa menuju mobilnya.</p>
<p>*****</p>
<p><b>*Jalanan Kota Seoul*</b></p>
<p><b> </b></p>
<p>Sungmin memacu mobilnya dengan kecepatan tinggi, dia pun mulai merutuki dirinya yang tidak mau memberi maaf kepada Jiyeon saat gadis itu meminta maaf padanya. Dia juga menyesal karna sudah mengabaikan semua usaha Jiyeon untuk meminta maaf padanya.</p>
<p>Tiba-tiba saja Sungmin menangkap sosok yang sangat di kenalnnya sedang berjalan lunglai di pinggir trotoar dan dia adalah, Jiyeon. Dengan cepat Sungmin turun dari mobilnya dan menghampiri gadis itu.</p>
<p>“Jiyeon-aa.” Sungmin menarik tangan Jiyeon hingga membuat gadis itu berdiri di depannya.</p>
<p>“Sungmin-ssi,” ucap Jiyeon lirih gadis itu tampak terkejut dengan kehadiran Sungmin yang tiba-tiba ini.</p>
<p>“Benarkah ini kau?” Sungmin kembali merutuki dirinya saat melihat keadaan Jiyeon saat ini, gadis itu terlihat sangat kacau dengan airmata yang sudah membuat wajah pucat gadis itu berantakan.</p>
<p>“Sungmin-ssi, maafkan aku,&#8212;“ Sungmin langsung menarik Jiyeon ke dalam pelukannya. “Akulah yang seharusnya meminta maaf pada mu.” Ucap Sungmin lirih dan mengeratkan pelukannya, membuat Jiyeon menangis seketika.</p>
<p>Gadis itu menangis dengan keras membuat Sungmin semakin mengeratkan pelukannya, Sungmin benar-benar menyesal sudah membuat Jiyeon sampai seperti ini. Sungmin melonggarkan pelukannya saat Jiyeon sudah mulai berhenti menangis, tangan Sungmin bergerak menghapus airmata yang masih saja mengalir dari bola mata bening milik Jiyeon.</p>
<p>“Maafkan aku, Jiyeon-aa.” Gadis itu masih sedikit terisak.</p>
<p>“Bukankah aku yang melakukan kesalahan? Kenapa kau yang minta maaf?” Sungmin hanya tersenyum, kali ini wajah dan tangannya bergerak ke belakang kepala gadis itu. “Seharusnya aku memberi mu kesempatan, seharusnya sejak awal aku memberikan maaf pada mu.” Ucap Sungmin pelan tepat di telinga Jiyeon, gadis itu hanya terpaku saat dia merasakan tangan Sungmin yang bergerak merapikan ikatan rambutnya yang terlihat sangat tidak beraturan.</p>
<p>Sungmin menarik wajahnya hingga matanya kembali menatap mata gadis yang sudah benar-benar membuatnya gila hanya dengan menatapnya. “Aku mau kita mengulangnya dari awal, kau mau kan?” ucap Sungmin dengan nada yang sangat lembut membuat gadis itu menganguk kecil di hitungan ke tiga.</p>
<p>Lagi-lagi Sungmin tersenyum menatap Jiyeon yang terdiam dengan expresi yang menurut Sungmin sangat menawan. “Aku mohon jangan menangis lagi,” lagi-lagi gadis itu hanya diam dan menatap Sungmin tanpa berkedip.</p>
<p>“Apa kau tahu kalau sekarang ini kau benar-benar terlihat aneh,” ucap Sungmin sambil sedikit terkekeh. “kau terlihat seperti Zombi.” Sungmin sudah tertawa, membuat Jiyeon menatap kesal ke arah Sungmin.</p>
<p>“Kenapa kau selalu saja menyebalkan!” ucap Jiyeon sambil memukul pelan dada Sungmin.</p>
<p>Sungmin menghentikan tawanya dan kembali menatap Jiyeon dengan dalam. “Sarangae,___”  dan tiba-tiba saja Sungmin sudah mencium bibir Jiyeon dengan lembut dan mengecupnya selama beberapa detik, membuat gadis itu kembali mematung.</p>
<p>“Aku tidak peduli jika kau tidak mencintai ku, tapi yang pasti aku mencintai mu, sangat mencintai mu. Dan aku akan melakukan apapun untuk membuat mu selalu berada di sisi ku.” Jiyeon tetap diam sambil mengerjapkan matanya, gadis itu masih sangat syok dengan pengakuan cinta Sungmin kepada dirinya.</p>
<p>“<i>Heyy</i> jika ada laki-laki yang mengungkapkan rasa cintanya kau jangan diam saja Jiyeon, setidaknya ucapkan sesuatu,” ucap Sungmin dengan nada sedikit kesal saat melihat Jiyeon yang hanya diam.</p>
<p>Sungmin melepaskan pelukannya dan berdecak kesal. “YAK!!!” teriakkan kesal dari Sungmin membuat Jiyeon tersadar, gadis itu mulai kembali ke dunia nyata dan memutar bola matanya sesaat.</p>
<p>“Apa kau bilang? Ungkapan rasa cinta?” gadis itu tampak meniup poninya. “Itu bukan ungkapan cinta, tapi itu pemaksaan, Lee Sungmin.” Sungmin sedikit terkekeh saat melihat Jiyeon yang sudah bersikap seperti biasa.</p>
<p>“Ya memang sedikit memaksa, tapi apa boleh buat salahkan diri mu yang sudah membuat ku menyukai mu sejak pertama kali aku melihat mu tersungkur waktu itu. Wajah takut mu itu benar-benar sudah mengalihkan perhatian ku.” Ucap Sungmin panjang lebar, dia bahkan mengabaikan jika gadis di hadapannya ini sudah sangat gugup dengan wajah yang merona sempurna.</p>
<p>Sungmin mulai melangkah menuju mobilnya. “Aku mau pulang, kau mau ikut tidak? Atau kau mau menginap di jalanan?” Jiyeon menatap Sungmin yang sudah memasang senyum jenakanya, membuat gadis itu menghembuskan nafasnya kesal dan mulai berjalan mendahului Sungmin.</p>
<p><i>“Aigoo</i> bagaimana bisa aku jatuh cinta dengan laki-laki yang super menyebalkan seperti mu, Lee Sungmin!” ucap Jiyeon lirih sesaat sebelum dia membuka pintu mobil Sungmin, membuat Sungmin tersenyum dan bergegas masuk ke dalam mobilnya.</p>
<p>*****</p>
<p><b>*2 Minggu kemudian – Mindong University*</b></p>
<p><b> </b></p>
<p>Jiyeon terlihat melambaikan tangannya saat melihat Siwon yang bersiap keluar dari gedung perpustakaan kampus.</p>
<p><i>“Sunbae</i>,” sapa Jiyeon dengan senyum manisnya.</p>
<p>“Kau terlihat sehat,” Jiyeon hanya melebarkan senyumnya. “Akhir-akhir ini aku jarang sekali melihat mu di kampus? Apa sekarang <i>sunbae</i> ku ini sangat sibuk.” Jiyeon mengedipkan sebelah matanya dan kembali terseyum membuat Siwon tertawa dan memukul pelan kepala Jiyeon. Jiyeon hanya memajukan bibirnya dan mengelus kepalanya sekilas.</p>
<p>“Aku sedang mempersiapkan kepindahan ku.” Jiyeon tampak terkejut. “Pindah?” Siwon hanya menganggukkan kepalanya.</p>
<p>“Aku memutuskan untuk pindah ke Jepang minggu depan.”</p>
<p><i>“Sunbae,”</i></p>
<p>“Maaf aku merahasiakan ini dari mu, dan maaf lagi karna mulai minggu depan kau akan kehilangan <i>sunbae</i> mu yang tampan ini.” Siwon kembali tersenyum kali ini dia sudah mengacak-acak rambut hitam Jiyeon.</p>
<p>“Apa hubungan mu dengan Sungmin sudah membaik?”</p>
<p>“<i>Heemm…</i>” Jiyeon mengangukkan kepalanya, raut wajah gadis itu terlihat sedih. “Kenapa <i>oppa</i> harus pindah ke Jepang? Lalu siapa yang akan menjaga ku di sini?” Siwon mendekatkan dirinya ke arah Jiyeon.</p>
<p>“Sungmin pasti akan selalu menjaga mu dengan baik, Jiyeon.”  Jiyeon menatap Siwon sebelum akhirnya dia tersenyum.</p>
<p>“<i>Oppa</i>, tidak akan melupakan ku kan?” lagi-lagi Siwon membelai kepala Jiyeon dengan lembut.</p>
<p>“Tentu saja, aku tidak akan pernah melupakan mu.”</p>
<p>*****</p>
<p><b>*1 Minggu kemudian -</b> <b>Jiyeon Home*</b></p>
<p><b> </b></p>
<p>Sungmin menatap Jiyeon yang terlihat murung, gadis itu bahkan tidak menjawab saat Sungmin menanyakan sesuatu padanya.</p>
<p>“Jiyeon-aa, apa kau mau menemani ku ke <i>Airport</i>?” gadis itu tampak terkejut.</p>
<p>“<i>Nde?</i> Untuk apa?” tanya Jiyeon sedikit binggung.</p>
<p>“Hari ini teman ku akan berangkat ke Jepang.” Sungmin bangkit dari duduknya dan menarik tangan Jiyeon pelan.</p>
<p>“<i>Kajja</i>, 2 jam lagi pesawatnya akan segera berangkat.”</p>
<p>*****</p>
<p><b>*Incheon Internasional Airport*</b></p>
<p><b> </b></p>
<p>Sungmin tampak tersenyum saat melihat Jiyeon yang memandangnya binggung. “Kau sudah tahu kan kalau hari ini dia berangkat ke Jepang?” Jiyeon menatap Sungmin terkejut.</p>
<p>“Temuilah dia, Jiyeon.” Sungmin kembali tersenyum.</p>
<p>“Sungmin-ssi.”</p>
<p>“Tapi ada satu syarat yang harus kau penuhi, mulai hari ini kau tidak boleh memanggil ku dengan embel-embel <i>ssi</i>  lagi. Dan sekarang aku mengizinkan mu menemuinya, <i>ka.” </i>Gadis itu menatap Sungmin tidak percaya tapi di detik berikutnya dia sudah tersenyum lalu mendekatkan tubuhnya ke Sungmin dan sedikit berjinjit.</p>
<p><i>&#8212;Chup&#8212;</i></p>
<p><i> </i></p>
<p>Jiyeon mencium pipi Sungmin sekilas dan sukses membuat Sungmin terkejut dengan wajah yang merona. “<i>Gomawo.</i>” ucap Jiyeon sebelum dia berlari menjauh dari Sungmin yang sudah tersenyum.</p>
<p><i>“Sungmin-ssi, besok aku akan pindah ke Jepang dan melanjutkan study ku di sana. Aku juga sudah memutuskan untuk melepaskannya dan merelakannya untuk mu. Berjanjilah untuk selalu menjaganya.” </i></p>
<p><i> </i></p>
<p>Sungmin menatap Jiyeon yang sudah menghilang di balik kerumunan orang-orang yang berlalu lalang di dalam <i>Incheon Internasional Airport</i> ini, dan sesaat kemudian Sungmin sudah tersenyum lebar hingga memperlihatkan gigi kelincinya yang lucu.</p>
<p>“Aku pasti akan selalu menjaganya, Choi Siwon.”</p>
<p>*****</p>
<p><b>*5 Tahun Kemudian*</b></p>
<p><b> </b></p>
<p>Song Jiyeon wanita yang sejak  1 tahun lalu sudah menganti namanya menjadi Lee Jiyeon, terlihat melambaikan tangannya ke arah 2 laki-laki tampan yang baru saja turun dari mobil mewah mereka. Hari ini Jiyeon ingin menghabiskan sorenya dengan segelas es cream coklat ukuran jumbo di taman kota yang menjadi tempat dia mendapatkan ciuman pertamanya.</p>
<p>“<i>Yeobo,</i>&#8211;“ ucap Jiyeon saat dua lelaki tampan itu sudah berdiri di hadapannya.</p>
<p><i>“Aaiiss</i> berhenti memanggil ku seperti itu, aku tidak suka.” Jiyeon hanya memajukan bibirnya selanjutnya dia sudah meranggul lengan laki-laki yang di sapanya tadi dengan erat.</p>
<p><i>“Ne</i>, <i>Sungmin oppa</i>.” Jiyeon kembali tersenyum saat Sungmin masih saja terlihat kesal.</p>
<p>“Tenang saja Jiyeon jika dia tidak mau di panggil <i>Yeobo</i> dan selalu kesal tiap kali kau memanggilnya <i>oppa</i>, kau masih punya aku yang bisa kau panggil sesuka mu.” Sungmin sudah menatap dingin ke arah laki-laki yang berdiri di sebelahnya itu.</p>
<p><i>“Aigoo</i> Donghae <i>oppa</i>, kau ini tidak pernah berubah. Selalu saja bisa membuat ku semakin hari semakin jatuh cinta pada mu.” Ucap Jiyeon sambil tersenyum, Sungmin hanya memalingkan wajahnya.</p>
<p>“Tentu saja, aku ini adalah laki-laki yang paling mengerti dengan seluk beluk wanita.” Kini Donghae sudah memasang senyum sombongnya.</p>
<p>“<i>Cciihhh</i> aku benar-benar menyesal punya sepupu seperti mu, Lee Donghae.” Donghae maupun Jiyeon sudah terkekeh, selanjutnya mereka pun memilih untuk duduk di salah satu bangku di taman ini.</p>
<p><i>“Jagiya,</i> tunggu sebentar di sini aku akan membelikan <i>es cream</i> kesukaan mu.” Jiyeon hanya tersenyum.</p>
<p><i>“Yak!</i> Siapa yang kau panggil <i>Jagiya,</i> Donghae?” Sungmin terlihat semakin kesal dengan <i>couple</i> Donghae-Jiyeon ini, karna sejak beberapa tahun lalu Donghae mulai akrab dengan Jiyeon dan semakin menjadi setelah Sungmin dan Jiyeon menikah.</p>
<p>“Tentu saja istri mu sepupu ku, memangnya ada wanita lain di sini?” Donghae tersenyum, selanjutnya dia sudah berlari menjauh saat di lihatnya raut wajah Sungmin yang semakin kesal.</p>
<p>Jiyeon tertawa dengan keras melihat Sungmin yang selalu saja kesal dengan sikap Donghae. “Berhenti tertawa!” ucap Sungmin sambil menatap Jiyeon yang masih tertawa.</p>
<p>“<i>Arra..arra</i>…” ucap Jiyeon cepat saat Sungmin sudah berdecak kesal.</p>
<p><i>“Oppa,&#8212;“</i></p>
<p><i>“Heemmm…”</i></p>
<p>“Minggu depan Siwon <i>oppa</i> mengundang kita ke pernikahannya, kita akan datang kan?” Jiyeon sedikit memiringkan wajahnya, Sungmin tersenyum dan mengacak pelan rambut Jiyeon. “Tentu saja. ” Jawab Sungmin dengan masih tersenyum membuat Jiyeon ikut tersenyum dan menyadarkan kepalanya di bahu Sungmin.</p>
<p>Jiyeon terlihat sedikit mengerutkan dahinya saat melihat Donghae di kejauhan yang sedang berbicara dengan seorang wanita dan menunjuk-nunjuk ke arah tempatnya dan Sungmin saat ini.</p>
<p>“Apa kau merayu gadis itu?” tanya Sungmin saat Donghae sudah berdiri di depannya.</p>
<p>“Awalnya begitu, tapi sial ternyata dia sudah menikah.” Jawab Donghae sambil menyerahkan <i>es cream</i> yang di belinya ke Jiyeon yang sudah tertawa.</p>
<p>“<i>Aigoo</i> kasian sekali sepupu ku ini.” Sungmin tampak tersenyum mengejek, membuat Donghae cemberut dan duduk di sebelah Jiyeon.</p>
<p>“<i>Jagiya, </i> lihatlah suami mu menertawakan ku.” Ucap Donghae manja sambil menyadarkan kepalanya di bahu Jiyeon.</p>
<p>“<i>YAK!</i> menjauhlah dari istri ku, Donghae-aa.” Ucap Sungmin sambil mendorong kepala Donghae dan merangkul Jiyeon dengan erat, membuat Jiyeon lagi-lagi tertawa dengan keras.</p>
<p><i>“Oppa</i>, jangan sedih begitu. Minggu depan ikutlah bersama kami ke Jepang, gadis Jepang terkenal dengan kecantikannya.” Kini Jiyeon sudah mengedipkan satu matanya ke arah Donghae.</p>
<p>“Jepang?”</p>
<p><i>“Ne</i>, minggu depan Siwon <i>oppa</i> akan menikah dan dia mengundang kami berdua.” Donghae terlihat sedih.</p>
<p>“Bahkan Siwon saja sudah mendapatkan pengganti mu, kenapa aku belum juga mendapatkan wanita yang benar-benar aku cintai.”</p>
<p>“Bertobatlah, mungkin dengan begitu Tuhan akan mengirimkan wanita yang baik untuk kau nikahi.” Ucap Sungmin sambil mencium pipi Jiyeon dengan lembut.</p>
<p><i>“Aaiiss</i> jangan membuat drama romantic di depan ku, menjijikkan.” Sungmin hanya tersenyum dan kembali mencium pipi Jiyeon, kali ini dengan tersenyum mengejek ke arah Donghae.</p>
<p>“Yak!! Berhenti Lee Sungmin! <i>Jagiya…</i> kenapa suami sangat jahat pada ku.” Donghae menarik-narik tangan Jiyeon, dan kali ini membuat Jiyeon maupun Sungmin kembali tertawa dengan keras.</p>
<p align="center"><b>~ THE END ~</b></p>
<p align="center"><b> </b></p>
<p><b>Annyeong , maaf yak klo part terakhir ini kurang bagus, dan rada gak jelas karna di bagian akhir mas ikan exsis. Itu semua terjadi karna Donghae yang ngerengek minta di bikinin dialog dia yang agak banyakkan, dan jadilah akhir cerita yang aneh .-.  Terakhir saiiya ucapkan tengKYU banget-banget buat yang masih setia baca+ksh koment ^__^</b></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/superjuniorff2010.wordpress.com/45204/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/superjuniorff2010.wordpress.com/45204/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=superjuniorff2010.wordpress.com&#038;blog=11405649&#038;post=45204&#038;subd=superjuniorff2010&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://superjuniorff2010.wordpress.com/2013/05/23/like-the-first-time-feeling-5-end/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>6</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/089808d533df09426de8934b5d63dafd?s=96&#38;d=monsterid&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ELF4SUJU</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://superjuniorff2010.files.wordpress.com/2013/05/poster-ff.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Poster-FF</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>COMPLICATED LOVE OF KYU-LINE [5/?]</title>
		<link>http://superjuniorff2010.wordpress.com/2013/05/23/complicated-love-of-kyu-line-5/</link>
		<comments>http://superjuniorff2010.wordpress.com/2013/05/23/complicated-love-of-kyu-line-5/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 23 May 2013 11:00:11 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ELF4SUJU</dc:creator>
				<category><![CDATA[로맨스 ♥ Romance]]></category>
		<category><![CDATA[가족 ♥ Family]]></category>
		<category><![CDATA[계속 ♥ continue]]></category>
		<category><![CDATA[fan fiction]]></category>
		<category><![CDATA[fanfiction]]></category>
		<category><![CDATA[유머 ♥ Humor]]></category>
		<category><![CDATA[Cho Kyuhyun]]></category>
		<category><![CDATA[CN Blue]]></category>
		<category><![CDATA[Kyuhyun]]></category>
		<category><![CDATA[SHINee]]></category>
		<category><![CDATA[Super Junior]]></category>
		<category><![CDATA[TVXQ]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://superjuniorff2010.wordpress.com/?p=44372</guid>
		<description><![CDATA[JUDUL : COMPLICATED LOVE OF KYU-LINE !! PART 5 NAMJA CAST :  CHO KYUHYUN (SJ ) as CHO KYUHYUN  , SHIM CHANGMIN (TVXQ ) as SHIM CHANGMIN ,  LEE JONGHYUN (CN BLUE ) as LEE JONGHYUN , CHOI MINHO(SHINEE ) as CHOI MINHO YEOJA CAST : PARK SHIN HYE as PARK SHIN HYE , YOON [&#8230;]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=superjuniorff2010.wordpress.com&#038;blog=11405649&#038;post=44372&#038;subd=superjuniorff2010&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<div>
<div><span style="vertical-align:super;">JUDUL : COMPLICATED LOVE OF KYU-LINE !! PART 5</span></div>
</div>
<div>
<p><sup>NAMJA CAST :  CHO KYUHYUN (SJ ) as CHO KYUHYUN  , SHIM CHANGMIN (TVXQ ) as SHIM CHANGMIN ,  LEE JONGHYUN (CN BLUE ) as LEE JONGHYUN , CHOI MINHO(SHINEE ) as CHOI MINHO</sup></p>
<p><sup>YEOJA CAST : PARK SHIN HYE as PARK SHIN HYE , YOON JI NI as YOON JI NI , CHOI SULLI (FX) as LEE SULLI ( JONGHYUN ‘S FOSTER SISTER ) , BAE SUZY (MISS A) as CHO SUZY ( KYUHYUN’S SISTER ) .</sup></p>
<p><sup>GENRE : ROMANTIC , COMEDY , FAMILY .</sup></p>
<p><sup>LENGHT : CHAPTER</sup></p>
<p><sup>RATING : TENTUIN SENDIRI</sup></p>
<p>CATATAN : Annyeong , Author kembali dengan part 5 . Semoga semakin menambah minat readers ya untuk membaca ,Mian jika thypo masih bertebaran . Selamat membaca J</p>
<p><a href="http://superjuniorff2010.files.wordpress.com/2013/04/ff-complicated-love-of-kyu-line.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-44270" alt="FF COMPLICATED LOVE OF KYU-LINE" src="http://superjuniorff2010.files.wordpress.com/2013/04/ff-complicated-love-of-kyu-line.jpg?w=600"   /></a></p>
<p>ONE WEEK LETTERS. .</p>
<p>AUTHOR POV (AT KYU-LINE CLASS )</p>
<p>Terlihat kyu-line sedang mengemasi barang mereka masing masing . Baru saja pelajaran kuliah mereka selesai .</p>
<p>“ Yak , apakah kalian hari ini sibuk ? “ Tanya changmin . “ Memang nya kenapa hyung ? “ Tanya minho sambil memasukkan buku referansi belajarnya ke dalam tas .</p>
<p>“ Aku mau minta tolong , di temani ke myeongdeong .. Ada sesuatu yang ingin ku beli “ Ujar changmin lagi pada teman teman nya .</p>
<p style="text-align:center;"><span id="more-44372"></span></p>
<p>“ Miane , aku tidak bisa menemani mu hari ini . Aku harus segera pulang “ Ujar kyuhyun lagi memang terlihat buru buru .</p>
<p>“ Aku juga , aku tidak bisa hari ini . Aku mau ke club judo “ Ujar Jonghyun lagi dengan wajah dingin . Namja itu semakin aneh beberapa hari terkahir ini .</p>
<p>“ Mwo ? Sudah lama tak ke sana ,kau tiba tiba ingin ke club judo “ Ujar changmin lagi sedikit terkejut.</p>
<p>“ Aku duluan “ Ujar jonghyun lagi berlalu tanpa menjawab obrolan changmin . Minho melempar tatapan penuh arti pada hyung nya yang baru saja berlalu itu .</p>
<p>“ Ada apa dengan namja itu . sudah lama ini dia selalu begitu “ Ujar changmin lagi bingung .</p>
<p>“ Baiklah , aku juga duluan “ Ujar kyuhyun terlihat sudah ingin pergi . “ Yak ,kau kenapa sih buru buru pulang ? “ Tanya changmin .</p>
<p>“Adik ku akan les privat hari ini ! “ Jawab kyuhyun sambil berlari keluar . Changmin mengerutkan kening nya bingung .</p>
<p>“ Adik nya yang mau les ,kenapa dia yang buru buru pulang ? Dasar dua orang yang aneh “ Ujar changmin lagi sedikit bingung dengan dua teman nya .</p>
<p>“ Sudah lah hyung . Khajja .. biar aku yang temani kau “ Ujar minho lagi tersenyum . “ Oke ! “ Ujar changmin senang .</p>
<p>PARK SHIN HYE POV (AT HONGDAE  DISTRICT)</p>
<p>Aku sedang melihat lihat bentuk cokelat yang lucu di sebuah toko cokelat . Ya , aku sengaja mampir ke daerah hongdae bersama kang ssi untuk membeli hadiah kecil . Hadiah kecil untuk calon murid privat ku, yang tidak lain dan tidak bukan adalah puteri nyonya cho , adiknya kyuhyun .</p>
<p>Aku bingung saat eomma meminta ku untuk mengajari puteri nyonya cho , untuk mempersiapkan ujian kelulusan sekolah menengah atas . Aku sebenarnya bisa bisa saja , bahkan tidak masalah bagiku . Hanya saja , aku bingung , bagaimana cara mengajar yang baik , secara aku belum pernah menjadi guru ajar selama ini .</p>
<p>“ Mau cokelat yang mana ahgassi ? “ Tanya pelayan toko kecil , tempat aku membeli cokelat.</p>
<p>“ Eoh , yang itu saja “ Ujar ku menunjuk cokelat berbentuk boneka beruang yang lucu .</p>
<p>“ Baiklah , tunggu sebentar , akan ku bungkus kan “ Ujar pelayan toko lagi . Aku pun mengangguk tersenyum . Sambil menunggu aku pun melihat lihat cokelat yang lain .</p>
<p>BRUKK! Tiba tiba tubuhku terdorong ke depan .Aku merasakan seseorang telah menabrak ku .</p>
<p>“ Akh.. “ Rintih ku pelan . Aku menoleh ke belakang . “ Miane . Jeongmal “ Ujar nya padaku . Aku melihat seorang yeoja dengan seragam sekolah berdiri panik di belakangku .  Aku terdiam menatap yeoja yang terlihat sedang gugup itu . Nafasnya terlihat naik turun . Seperti habis berlari .</p>
<p>Yeoja itu langsung masuk ke delam toko cokelat ,dan langsung bersembunyi di balik tirai jendela panjang toko kecil itu . Aku mengeryitkan kening ku memperhatikan tingkah yeoja itu .</p>
<p>“ Kemana dia ! “ Tiba tiba dua orang wanita berseragam hitam dengan alat komunikasi di telinga nya mengedar kan pandangan nya ke segala arah dan berdiri tepat di depan ku .</p>
<p>Sekarang aku mengerti , seperti nya yeoja itu sedang bersembunyi dari dua orang wanita berpakaian hitam ini . Tapi , kenapa ?</p>
<p>“ Permisi ahgassi “ Ujar salah seorang wanita itu padaku . Aku terkejut karena tiba tiba wanita itu memanggil ku .</p>
<p>“ y,ye ? “ Jawab ku gugup . “ Apa nona melihat seorang yeoja berpakaian seragam sekolah lari ke arah sini ? “ Tanya nya padaku . Aku melebar kan mataku , sambil meneguk ludah ku gugup .</p>
<p>“ A,aniyo .. aku tidak lihat siapapun lewat sini .. “ Ujar ku lagi . Ya , aku memang tidak tahu apa masalah nya wanita ini mencari yeoja berseragam itu . Hanya saja , ntah kenapa aku pikir aku lebih memilih membantu yeoja itu daripada dua orang wanita di depan ku ini .</p>
<p>“ Eoh begitu , baiklah , terimakasih “ Ujar wanita itu padaku . Lalu segera berlalu mencari ke arah lain . Aku menghela nafas ku lega .</p>
<p>“ Astaga .. jantung ku .. “ Ujar ku mengelus dada . “ Apakah mereka sudah pergi ?  “ Tiba tiba yeoja  itu keluar dari persembunyian nya sambil berjinjit . memastikan kalau keadaan sudah aman .</p>
<p>“ Ye , mereka sudah pergi “ jawab ku padanya . Yeoja itu pun menghela nafas nya lega .</p>
<p>“ Eoh ,, jinja .. “ Ujar nya lagi . Aku hanya diam memperhatikan nya . Kemudian yeoja  itu mendekat ke arahku .</p>
<p>“ Eonni , gomawo , sudah membantu ku “ Ujar nya lagi tersenyum . “ Eung .. Chemanneyo .. “ Ujar ku tersenyum .</p>
<p>“ Mereka selalu saja melakukan itu setiap harinya . Aku benar benar bosan dan lelah terus terusan melarikan diri “ Ujar nya lagi .</p>
<p>“ Memang nya mereka siapa ? “ Tanya ku pada yeoja itu . “ Mereka bodyguard suruhan eomma . Mereka setiap hari selalu mengawalku . Aku jadi tidak bisa bebas “ Ujar nya lagi . Aku pun mengangguk mengerti ,seperti nya yeoja ini puteri orang kaya .  Terlihat dari seragam nya yang begitu rapi, dan beberapa aksesoris yang di kenakannya .</p>
<p>“ Ah eonni , perkenal kan , nama ku suzy .. “ Ujar nya lagi mengulurkan tangan nya . Aku pun tersenyum dan menyambut tangan nya . “ Shin hye imnida .. “ Ujar ku lagi padanya .</p>
<p>“ Eoh ? Shin hye ? “ Tanya nya sedikit terkejut . Aku mengeryitkan dahi ku . “ Sepertinya aku tahu nama itu “ Ujar nya lagi menggaruk kepala nya . Yeoja ini lucu sekali .</p>
<p>“ Eoh eonni , bagaimana kalau ku traktir makan siang ? Hitung hitung karena eonni sudah membantu ku “ Ujar nya lagi padaku . Aku menaik kan alis ku terkejut .</p>
<p>“Aku ? “ Ujar ku lagi . Yeoja itu mengangguk . “ Eung .. bagaimana ya ? “ Ujar ku lagi berpikir .</p>
<p>KRINGG~ Tiba tiba ponsel ku berdering . Aku buru buru mengambil ponsel ku didalam tas. Ternyata nyonya cho . Ya , aku sudah memiliki nomor ponsel nyonya cho dari eomma . Kata eomma ,agar aku lebih mudah berhubungan dengan nyonya cho .</p>
<p>“ Ye yoboseo nyonya ? “ Jawab ku . Yeoja yang bernama suzy itu masih menunggu ku .</p>
<p>“ Ye ? Tidak jadi hari ini ? Eoh .. Ye , saya mengerti . Baiklah .. tidak apa apa .. Ye . . “ Ujar ku lagi . Baru saja nyonya cho mengabarkan kalau hari ini les nya di batalkan ,karena puteri nya belum juga pulang ke rumah . Karena itu , les nya di tunda minggu depan .</p>
<p>Aku pun kembali memasuk kan ponsel ku kembali ke dalam tas . Suzy masih setia berdiri untuk mendengar jawaban ku tentang ajakan nya .</p>
<p>“ Eonni , ada masalah ? “ Ujar nya lagi . “ Ani . Kau jadi mengajak ku makan siang ? “ Ujar ku padanya .</p>
<p>“ Ye ! Tentu saja “ Jawab nya senang . “ Baiklah , khajja .. “ Ujar ku tersenyum lebar .</p>
<p>SHIM CHANGMIN POV ( AT MYEONGDEONG MALL )</p>
<p>“ Yak, mana yang bagus menurutmu , Teddy bear atau keroro ? “ Tanya ku pada minho membawa dua boneka di tangan ku .</p>
<p>“ Hyung , ku pikir kau mau beli apa . Ternyata beli boneka ? hah jinja , Kali ini untuk yeoja mana lagi eoh ? “ Ujar minho padaku mengeluh .</p>
<p>“ Eiii .. ayolah , yang mana yang lucu ? “ Tanya ku lagi . Minho pun menunjuk boneka teddy bear berwarna merah muda dengan tanda love di tangan nya .</p>
<p>“ Ahh . sudah ku duga pasti yang ini “ Ujar ku tersenyum . “ Khajja , kita bungkus .. “ Ujar ku lagi minho . Minho terlihat pasrah mengikuti ku .</p>
<p>“ Kau tahu , boneka ini akan ku berikan pada siapa ? “ Ujar ku pada minho . “ Pada siapa memangnya “ Jawab minho malas .</p>
<p>“ Kau ingat , yeoja yang ku ajak nonton movie waktu itu ? “ Ujar ku lagi . Minho melihat ke atas mencoba mengingat sesuatu .</p>
<p>“ Ah ye , Ji ni ssi maksud hyung ? “ Ujar minho lagi . Aku mengangguk cepat . “ Mwo ? memangnya kau dalam hubungan apa dengan nya ? Kau sudah menjadi kan dia yeojachingu mu ? Lalu yang kemarin ? Apa sudah berakhir secepat itu ? “ Tanya minho panjang lebar .</p>
<p>“ Yak.. Yak .. kalau bertanya satu satu . Ish . Aku sama sekali belum memulai apa apa “ Ujar ku lagi pada minho .</p>
<p>“ Lalu ? Kau baru akan mulai ? “ Tanya minho lagi . Aku menghela nafas ku . “ Minho-ya , dengar . Aku tidak akan menyakiti yeoja yang satu ini . Bagi ku , dia tidak layak masuk daftar yeoja yang selama ini hanya mainan untuk ku “ Jawab ku lagi . Ya , bagi ku seperti itu . Ntah kenapa , sejak mendengar kata kata Ji ni tempo lalu , aku merasakan sesuatu yang berbeda . Ada perasaan nyaman , dan seolah ada seseorang yang mengerti perasaan yang ku rasakan selama ini . Seorang yeoja yang begitu tulus padaku .</p>
<p>“ Geroum , kau mau serius dengan nya ? “ Ujar minho lagi . “ Ish yak ! Kau ini banyak tanya sekali “ Ujar ku lagi mengomel padanya . Terlihat minho terkekeh .Bocah ini selalu saja seperti ini . Selalu suka mencari tahu apa yang terjadi pada para hyung nya , termasuk aku .</p>
<p>“ Tapi , aku benar benar berharap ,hyung bisa menemukan satu yeoja , dimana kau benar benar bisa setia pada yeoja itu . Aku menunggu hari itu tiba hyung . Tidak mungkin kan kau terus hidup seperti ini ? Suatu saat , kau harus punya pendamping yang juga setia menemani mu hingga akhir waktu “ Jawab minho padaku .</p>
<p>“ Aku tahu , hyung melakukan ini karena yeoja yang ada disekeliling kita hanya lah menyukai kita karena harta dan kepopuleran yang kita miliki . Karena itu , hyung takut , kalau seandainya hyung salah memilih seorang pendamping . Aku paham itu .. Tapi seperti yang ku katakan tadi , kita tak bisa selamanya bermain seperti sekarang ini .. kita harus mulai mencari seseorang yang pantas untuk mendampingi kita hyung .. “ Lanjut minho . Aku terdiam mendengar kata kata nya . Benar juga yang di katakan nya . Tidak mungkin aku hidup terus bermain main .</p>
<p>“ Arraso .. “ Jawab ku tersenyum sambil merangkul nya . Minho pun tersenyum lebar dan mengangguk . Ya , aku harus temukan seseorang itu . Pasti akan ku temukan .</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>LEE JONGHYUN POV</p>
<p>“ Yame ! “ Teriak Yonghwa hyung . Aku pun melepas kunci judo ku pada lawan ku yang baru saja berhasil ku tumbang kan . Ya , aku pemegang sabuk hitam beladiri judo . Hari ini aku sengaja pergi ke club judo untuk sekedar melepas stress yang ku rasakan .</p>
<p>“ Bagus jongie . Kehebatan mu sama sekali belum berkurang sejak dulu . Padahal lawan mu kali ini sering sekali latihan ,apa kau sering melatih beladiri mu di rumah ? “ Ujar yonghwa hyung merangkul ku yang baru saja berdiri . Ya ,dia adalah sunbae ku di club judo . Kami berdua lumayan dekat . Anggota kyu-line pun kenal dengan nya .</p>
<p>“ Ani . Aku baru sekali ini berlatih judo sejak 3 tahun yang lalu aku jarang berlatih kemari “ Ujar ku lagi pada yonghwa hyung . Yonghwa hyung tersenyum .</p>
<p>“ Tapi ngomong ngomong , kenapa kau tiba tiba datang kemari setelah sekian lama ? Bagaimana kabar teman teman mu ? “ Ujar yonghwa hyung .</p>
<p>“ Mereka baik baik saja “ Jawab ku sambil meneguk botol air putih milik ku . “ Baguslah , yak . Apa kau sekarang masih belum punya kekasih ?  “ Ujar yonghwa hyung lagi .</p>
<p>“ Eung.. “ Jawab ku padanya . “ Jinja ?! Yak ,Mana mungkin pria seperti mu tidak ada gadis yang suka ..pasti banyak , apa kau terlalu pemilih ? “ Ujar yonghwa hyung .</p>
<p>“ Aniyo . Aku memang sedang tidak ingin dekat dengan siapapun “ jawab ku pada yonghwa hyung .</p>
<p>“ Ahh .. sayang sekali “ Ujar yonghwa hyung . “ Yak , bagaimana kabar sulli ? Kemarin aku tidak sengaja melihat nya sedang berjalan dengan seorang namja di daerah myeongdeong saat aku sedang keluar bersama rekan club judo lainnya . Apakah dia sudah punya namjachingu ? “ tanya yonghwa hyung padaku .</p>
<p>DEG! Tiba tiba saja hatiku jadi tidak nyaman saat yonghwa hyung menyinggung masalah ini .</p>
<p>“ Eung “ Jawab ku singkat . “ Mwo ? Eoh .. jadi itu namjachingu nya . Arraso . yak ,bagaimana bisa kau kalah dari adikmu eoh ? cepat lah cari kekasih .. banyak yeoja cantik di luar sana “ Ujar yonghwa hyung . Aku terdiam dan malas menjawab nya .</p>
<p>“ Aku pulang hyung , terimakasih sudah menemani ku hari ini “ Ujar ku padanya . “ Yak ,kau sudah mau pulang ? “ Tanya nya . Aku berbalik lalu pergi meninggalkan nya . Ku rasa mood ku semakin tidak baik sekarang ini .</p>
<p>CHO KYUHYUN POV (AT CHO FAMILY HOUSE, 17.00 pm )</p>
<p>“ Mwo ?! Tidak jadi les ? “ Ujar ku pada eomma . “ Ye ,lihat , adik mu sampai jam segini belum juga pulang “ Ujar eomma lagi .</p>
<p>“ Ouch jinja ! Kenapa yeoja itu benar benar merepotkan ! memang nya dia kemana ? “ Ujar ku gusar . Aku sengaja pulang cepat cepat agar bisa melancarkan rencanaku pada shin hye . Tapi gara gara iblis kecil itu ,rencana ku jadi tertunda ! Pantas saja les nya tidak mulai mulai sejak tadi , ternyata memang di batalkan .</p>
<p>“ Bodyguard  bilang , suzy menghilang begitu saja saat minta di antar di daerah hongdae . Dia membohongi dua bodyguard itu dengan mengatakan ingin membeli sesuatu . tapi ternyata dia langsung hilang begitu saja “ Ujar eomma lagi memegang kepalanya pusing .</p>
<p>“ Eohh iblis kecil itu ! Awas dia kalau pulang ! “ Ujar ku meradang . Aku benar benar kesal pada gadis tengik itu . Tunggu saja sampai dia pulang , aku akan menghabisi nya !</p>
<p>KRING~ Ponselku berdering . Aku segera mengambil ponsel yang ada di saku ku , lalu melihat layar ponsel ku . “ Minho ? “ Gumam ku heran . Aku pun langsung mengangkat telepon dari minho .</p>
<p>“ Ye ? “ jawab ku malas . “ hyung , eodiga ? “ Ujar minho lagi . “ Aku ? Aku di rumah ,wae ? “ Ujar ku lagi .</p>
<p>“ Hyung ,bisakah kau jemput aku di myeongdeong mall ? Changmin hyung tadi buru buru pergi karena di telpon oleh eomma nya untuk segera pulang . Eomma nya bilang ada urusan penting “ Ujar minho lagi menelpon ku .</p>
<p>“ Mwo ? Kau di tinggalkan changmin di sana ? Jinja ! Namja satu itu tidak bertanggungjawab sekali ! Minta tolong , tapi tak mau mengantar pulang , dasar ! ya sudah , tunggu saja di sana ,aku akan segera jemput “ Ujar ku lagi pada minho .</p>
<p>“ Gomawo hyung “ Jawab minho . BIP ! Aku pun memutus sambungan ponsel ku .</p>
<p>“ Mau kemana ? “ Tanya eomma . “ menjemput minho “ Ujar ku lagi pada eomma .</p>
<p>“ Eoh kyu ,bisakah kau sekalian antar kan sesuatu ke rumah keluarga Park ? Ini sebagai permohonan maaf eomma karena membatalkan les seenak nya . Ini semua karna adik mu “ Ujar eomma lagi .</p>
<p>“ Mwo ? Kenapa aku yang mengantar nya ? Suruh supir saja “ Ujar ku lagi pada eomma .</p>
<p>“ Yak ,mana boleh begitu . Tidak sopan , kau wakili eomma dan suzy ,katakan pada shin hye kalau kita meminta maaf sudah membatalkan janji .. “ Ujar eomma lagi .</p>
<p>“ Eomma .. “</p>
<p>“ Yak ! Kau ini di mintai tolong susah sekali ! Kau mau kaset PSP mu itu ku jual sekarang juga eoh ? “ Ancam eomma padaku . Selalu ini senjata eomma untuk menakluk kan ku . Ish ! benar benar nenek sihir !</p>
<p>“ Arraso ! Mana ! “ Ujar ku dengan nada marah . Eomma tersenyum puas . “ Gidaryeo .. “Ujar eomma berbalik dan melangkah ke arah dapur untuk mengambil sesuatu . Cih ,aku ingin segera punya rumah sendiri dan hidup terpisah dari eomma ,agar semua kaset PSP ku aman , menyebalkan !</p>
<p>CHO SUZY POV</p>
<p>“ Ahh ..Gomawo eonni ,sudah menemani ku seharian ini “ Ujar ku lagi pada yeoja yang sedang bersama ku . Baru saja kami selesai makan dan menyantap ice cream bersama .</p>
<p>Setelah banyak mengobrol ,ternyata eonni ini begitu baik dan banyak mengajari ku . Banyak hal yang ku bicarakan padanya , dan di respon dengan baik olehnya . Membuat ku benar benar cocok dengan nya .</p>
<p>“ Harus nya aku yang berterimakasih ,karena sudah di traktir banyak makanan hari ini . Huwa..ku rasa perutku akan meledak sebentar lagi “ Ujar eonni yang menyebut nama nya shin hye itu .</p>
<p>“ Hahaha ,na do . Yak eonni , apa boleh kapan kapan kalau kita keluar bersama lagi ? “ Tanya ku padanya .</p>
<p>“ Mwo? Lagi ? “ Ujar nya terkejut . “ Wae ? apa eonni tidak suka keluar bersama ku ? “ Ujar ku padanya .</p>
<p>“ Aniyo . Bukan begitu . Aku hanya terkejut saja , kita kan baru saling mengenal , tapi kau sudah ingin mengajak ku untuk keluar lagi . Apa kau tidak curiga atau berpikir tentang hal lain padaku ? “ Ujar shin hye eonni .</p>
<p>“ Eonni ,aku ini punya feeling yang baik pada orang lain . Aku bisa mengerti kalau orang itu baik atau jahat , jadi , menurutku ,kau adalah wanita yang baik ,hihihi “ Ujar ku tertawa meringis . Shin hye eonni terlihat tersenyum lebar.</p>
<p>“ Arraso . baiklah , kalau ada waktu ,kita boleh keluar lagi . Ku rasa kau juga anak yang menyenangkan “ Ujar nya lagi tersenyum .</p>
<p>“ Yak eonni ,bisa aku minta nomor ponsel mu ? “ Ujar ku padanya . “ Eung , gidardeuseyo .. “ Ujar nya lagi mengambil ponselnya , lalu memberikan nya padaku . Aku pun menekan nomor ponsel ku di handphone nya ,dan memiscall ke ponsel ku .</p>
<p>“ Oke . Ini eonni .. gomawo “ Ujar ku ,selesai nya aku meminta nomor ponselnya . “ Ini nomor mu ? “ Tanya nya .</p>
<p>“ Ye , simpan lah “ Ujar ku lagi tersenyum . “ Arraso .. “ Ujar nya lagi . “ Baiklah ,kalau begitu ,aku pulang dulu eonni . Sampai berjumpa lain waktu “ Ujar ku padanya .</p>
<p>“ Ye , hati hati .. “ Ujar nya lagi . Aku pun segera naik taksi yang terparkir tak jauh dari tempat ku dan shin hye eonni berpisah . Ya , hari ini sangat membuat ku senang . Tapi ..Bagaimana nanti setelah aku sampai di rumah ? Apa yang harus ku katakan pada eomma ? Ahh.. jinja ! Baru saja senang senang , kemudian harus bersiap menerima omelan !</p>
<p>SHIM CHANGMIN POV ( AT JI NI HOUSE)</p>
<p>“ mwo ?! “ Ji ni berteriak sambil menutup mulutnya terkejut . Ya , aku saat ini sedang berada di depan rumah ji ni . Sengaja mampir hanya untuk memberikan sesuatu untuk nya .</p>
<p>“ Ja,jadi , boneka ini untuk ku ? “ Ujar nya padaku . “ Eung , ini untuk mu . Eotte ? Kau suka ? “ Tanya ku padanya .</p>
<p>“ Joha jeongmal ! Uwaaaa&#8230; kyeopta.. “ Ujar nya senang memeluk boneka yang ku hadiahkan untuk nya . Aku tersenyum melihat nya senang seperti itu .</p>
<p>“ Tapi changmin ssi ,kenapa tiba tiba memberiku hadiah ? Apa sedang ada perayaan atau kau baru dapat hadiah karna mengikuti permainan di pasar malam ? “ Tanya nya lagi padaku bingung .</p>
<p>“ Eoh ? “ Ujar ku terkejut mendengar pertanyaan nya . Aku sendiri juga tidak tahu kenapa aku ingin memberikan yeoja ini hadiah . Rasanya ingin saja . Tapi , mana mungkin aku beralasan demikian , bisa bisa ji ni semakin bingung .</p>
<p>“ Eung , itu .. Hadiah untuk mu sebagai fans yang setia pada idola nya .. “ Jawab ku memberi alasan .</p>
<p>“ jinja ? Eoh .. arraso .. Berarti fans yang lain juga dapat ya ?“ Ujar nya lagi .</p>
<p>&#8221; Eoh ? Eung..ye .. &#8221; Jawabku bohong . Ji ni pun tersenyum lebar . Fiuh , syukurlah kalau dia percaya .</p>
<p>“ Lain kali ,aku akan memberikan sesuatu untuk changmin ssi sebagai hadiah dari fans kepada idola nya , oke ? “ Ujar nya lagi tersenyum senang . “ Oke .. “ Ujar ku lagi mengangguk senang . Entak kenapa rasanya ada suatu perasaan bahagia saat melihat yeoja ini tersenyum lebar .</p>
<p>CHOI MINHO POV (ON THE WAY . . )</p>
<p>“ Ahh .. menyebalkan ! “ Celetuk kyu hyung . Ya ,saat ini aku sedang berada di mobil kyuhyun hyung .</p>
<p>“ Wae ? “ Ujar ku padanya . “ Suzy “ Ujar nya lagi . “ Eoh ? Suzy ? kenapa lagi dengan nya ? “ Ujar ku bingung .</p>
<p>“ Gara gara dia tidak pulang hari ini , les nya di batalkan ! “ Ujar kyuhyun hyung lagi . Aku menatap bingung padanya .</p>
<p>“ Suzy yang tidak les, kenapa kau yang kesal hyung ? “ tanya ku lagi . “ Yak ,jelas saja aku marah ! Karna dia batal les hari ini ,semua rencana ku untuk balas dendam pada shin hye gagal ! “ Ujar kyu hyung lagi .</p>
<p>“ He ? Rencana balas dendam ? Yak hyung , apa hubungan nya rencana balas dendam mu dengan les privat suzy ? Aku jadi semakin tidak mengerti “ Ujar ku lagi menggaruk kepalaku yang tidak gatal .</p>
<p>“ Fiuh , aku memang belum cerita hal ini pada kalian . Aku sengaja meminta eomma untuk menjadikan shin hye sebagai guru ajar untuk suzy . Aku tidak menyangka ternyata eomma langsung setuju . Dengan begitu , aku jadi semakin mudah melancarkan aksi ku . Seharusnya hari ini hari pertama dia mengajar , tapi suzy mengacaukan semua nya ! “ Ujar kyuhyun hyung lagi mengomel .</p>
<p>Astaga .. ternyata kyuhyun hyung benar benar berniat membalas dendam pada yeoja itu , sampai sampai dia melakukan cara ini untuk melancarkan rencana nya . Ck , hyung ku yang satu ini ternyata memang keras kepala .</p>
<p>“ Jadi , kau benar serius ingin membuat perhitungan untuk yeoja itu hyung ? “Ujar ku .</p>
<p>“ Aku kan sudah bilang , kapan aku pernah bercanda jika ingin kan sesuatu “ Ujar nya lagi santai . Aku hanya menghela nafas ku pasrah .</p>
<p>“ Yak minho-ya “ Panggil kyuhyun hyung . Aku menoleh ke arah nya . “ Kau merasa tidak ,kalau jonghyun akhir akhir ini lebih banyak diam dan melamun . Seolah sedang memendam masalah . Aneh saja rasanya .. Apa dia mengatakan sesuatu padamu ?“ Ujar kyuhyun hyung . Aku terdiam .</p>
<p>Apa yang ku pikirkan akhirnya terjadi juga . Lambat laun anggota kyu-line yang lain pasti akan merasa aneh pada jongie hyung . Jongie hyung memang sedang memiliki masalah . Awalnya aku juga tidak tahu apa masalah nya ,sebelum akhirnya aku di undang makan malam di rumah mereka oleh sulli .</p>
<p>Malam itu jongie hyung benar benar terlihat terkejut . Aku pun demikian . Bagaimana tidak , sulli tiba tiba mengenalkan namjachingu nya pada ku dan jongie hyung . Keanehan pun muncul saat makan malam bersama , jongie hyung benar benar banyak diam dan terlihat tidak nyaman .</p>
<p>Aku menangkap semua itu dari sikap dan ekspresi wajahnya . Terlihat sekali jongie hyung tidak menyukai namjachingu sulli . Padahal saat mengobrol , ku lihat namja itu sepertinya namja yang sangat baik . Tidak ada sedikitpun menandakan kalau dia namja yang jahat . Terlebih saat dia menceritakan keluarga nya , dia ternyata anak seorang pengacara terkenal di Seoul . Kalau aku mejadi jongie hyung , tidak ada alasan bagiku menolak namja itu sebagai namjachingu yang baik untuk sulli . Tapi , apa masalahnya sampai jongie hyung tetap bersikap dingin pada namja itu ? Apa dia masih belum terima kalau sulli memiliki namjachingu ? Tapi kenapa ?</p>
<p>“ Yak ! “ Ujar kyuhyun hyung memanggil ku lagi . Aku tersentak dari lamunan ku dan melihatnya .</p>
<p>“ ye hyung ? “ Ujar ku gugup . “ Kau ini , di tanya malah diam saja “ Ujar kyuhyun hyung lagi .</p>
<p>“ He , mian hyung . Sepertinya aku lelah . Ku rasa setelah sampai di rumah aku ingin tidur dulu “ Ujar ku lagi menjawab kyuhyun hyung .  “ Arraso ..” Ujar kyuhyun hyung lagi .</p>
<p>“ Yak ,tapi aku boleh minta bantuan mu ? “ Tanya kyuhyun hyung lagi . “ Bantuan apa hyung ? “ Tanyaku .</p>
<p>“ Kau coba bujuk suzy agar mau les privat minggu depan . Aku dan eomma pasti tidak akan di dengarnya . Hanya kau yang bisa menaklukan iblis kecil itu . Hahh,dia memang membuat ku frustasi “ Ujar kyuhyun hyung . Aku terkekeh mendengar keluhan keputusasaan kyuhyun hyung .</p>
<p>“ Ye ,arraso . Akan ku coba .. “ Jawab ku .</p>
<p>LEE SULLI POV ( AT NAMDAEMUN DISTRICT )</p>
<p>Aku meneguk lemon tea milik ku , sekedar membasahi tenggorokan ku . “ Mau sampai kapan kita berakting seperti ini ? “ Tanya Seung hoo padaku . Ya , saat ini aku sedang bersama seung hoo berada di sebuah tempat makan .</p>
<p>“ Sampai oppa dapat kekasih .. “ Jawab ku polos . “ Yak , kita tidak tahu oppa mu kapan akan dapatkan yeojachingu . Kau lihat kan kemarin ? Oppa mu menatap ku dengan tatapan yang mengerikan . Ahh .. kalau bukan ingin membantu mu ,aku tidak akan mau melakukan hal beresiko seperti ini “ Ujar seung hoo lagi . Aku terkekeh mendengar nya . Ya , aku dan seung hoo adalah pasangan yang sekarang ini sedang berpura pura pacaran , Ini kulakukan semua hanya untuk jonghyun oppa . Sudah lama aku memikirkan cara ini . Aku ingin melihat oppa ku tidak repot lagi mengurusi ku , sampai sampai dia menjadi namja yang benar benar dingin pada siapapun . Dan itu cukup membuat ku merasa bersalah .</p>
<p>“ Yak , kau baru di tatap seperti itu saja oleh oppa sudah takut . bahkan kemarin kau tidak banyak berdialog kan dengan nya ? Kau malah banyak bicara dengan minho oppa “ Ujar ku lagi padanya .</p>
<p>“ Yak ,Kau tidak mengerti tatapan oppamu padaku benar benar sangat menakutkan . Ku rasa dia tidak menyukai ku . Jadi lebih baik kita hentikan saja permainan nya , Eotte ? “ Ujar seung hoo lagi padaku .</p>
<p>“ Ish , kau sudah janji akan membantu ku . Kalau kau tiba tiba menyerah , aku benar benar akan marah dan menangis sekarang juga di sini “ Ujar ku padanya .</p>
<p>“ Yak,yak . Ah jebal . Baiklah ,arraso . Aku ikuti mau mu . Ish , kenapa jadi aku yang repot .. “ Ujar nya mengacak rambutnya frustasi . Aku terkekeh melihat ke arahnya . Oppa .. cepatlah temukan yeoja yang bisa membuat mu bahagia ..</p>
<p>AUTHOR POV ( AT CHO FAMILY HOUSE )</p>
<p>“ Katakan dengan jujur ! Kau seharian ini kemana ! “ Marah nyonya cho pada suzy. Suzy hanya bisa diam sejak tadi .</p>
<p>“ Cho suzy ! Jawab pertanyaan eomma ! “ Ujar nyonya cho lagi pada anak gadis nya itu . Suzy menggaruk kepalanya yang tidak gatal . Saat ini ,otak nya benar benar buntu untuk memberikan alasan agar eomma nya tidak marah .</p>
<p>“ Aku .. aku .. “</p>
<p>“ Jawab yang benar ! “ Omel nyonya cho lagi emosi . “ Eomma ! Jangan berteriak terus . Ahh , membuat ku terkejut saja “ Ujar suzy lagi memegangi dadanya .</p>
<p>“ Kalau begitu jawab yang baik “ Ujar nyonya cho pada puterinya itu . “ Aku keluar jalan jalan ! “ Jawab suzy ikut emosi .</p>
<p>“ Mwo ? keluar jalan jalan ? Astaga cho suzy . Kau ini tahu tidak kalau kau hari ini ada jadwal les ! “ Ujar nyonya cho lagi pada suzy .</p>
<p>“ Aku tahu . Tapi aku sedang tidak ingin les hari ini “ Ujar suzy lagi menjawab . “ Mwo ?! Lalu kau mau nya bagaimana lagi eoh ? Kau tetap ingin eomma meminta minho yang mengajar mu ? Kau ini ,kenapa bebal sekali eoh ? Sudah berapa kali eomma bilang , kalau tidak mungkin meminta minho mengajari mu ! “ Ujar nyonya cho lagi berkacak pinggang .</p>
<p>“ Ya sudah kalau begitu jangan memaksa ku untuk les ! “ Ujar suzy lagi . “ Yak Cho suzy ! “ teriak nyonya cho garang . Membuat suzy terkejut dan akhirnya diam .</p>
<p>Nyonya cho menghela nafasnya mencoba mengatur emosi nya yang terus meledak saat berhadapan dengan puteri nya ini .</p>
<p>“ Dengar , minggu depan kau tetap harus les privat . Eomma tidak mau tahu alasan atau kau kabur seperti hari ini lagi . Kalau sampai kau melakukan keteledoran sekali lagi , lihat saja . Apa yang akan eomma lakukan padamu , sehingga kau akan menyesal karna sudah melanggar perintah eomma “ Ujar nyonya cho menatap tajam suzy . Suzy melihat kalau eomma nya benar benar serius dengan ucapan nya .</p>
<p>“ memang nya ,apa yang akan eomma lakukan ? “ Ujar suzy lagi mulai bergidik ngeri . Dia dan kyuhyun sama sama tahu ,kalau nyonya cho sudah bertindak ,maka itu akan benar benar menjadi malapetaka bagi mereka .</p>
<p>“ Eomma tidak akan memberitahu mu . Yang jelas , eomma akan membuat mu menyesali nya ! “ ujar nyonya cho ,kemudian berlalu dari hadapan suzy . Suzy hanya diam dan berpikir , kira kira apa yang akan di lakukan eomma nya padanya .</p>
<p>“ Jinja ! Kenapa jadi begini..” Ujar suzy melenguh pasrah.</p>
<p>YOON JI NI POV</p>
<p>Aku berguling guling senang di dalam kamarku . Bagaimana tidak senang , tadi changmin mampir ke rumah ku , lalu memberikan hadiah untuk ku .</p>
<p>“ Changmin ssi.. Kau memang baik sekali .. “ Ujar ku memeluk boneka beruang itu di pelukan ku .</p>
<p>“ Rasanya benar benar menjadi wanita spesial bagi nya . Walaupun sebenarnya wanita yang lain yang menjadi fans setia changmin juga pasti di perlakukan sama olehnya ..Tapi , dengan begini saja ,aku sudah sangat senang .. “ Ujar ku lagi tersenyum senyum sendiri .</p>
<p>TOK TOK . Pintu kamar ku tiba tiba di ketuk . “ Masuk “ Ujar ku mempersilahkan . Tiba tiba pintu terbuka lalu eomma masuk dari balik pintu .</p>
<p>“ Sayang , apa kau minggu depan ada acara ? “ Tanya eomma . “ Wae ? “ Ujar ku lagi pada eomma .</p>
<p>“ Begini ,kau masih ingat bukan , sahabat eomma yang mengundang eomma tempo lalu di ulang tahun pernikahannya  ? “ Tanya eomma padaku . “ Ye .. Wae ? “ Ujar ku santai sambil terus memainkan bonekaku .</p>
<p>“Baru saja mereka menelpon eomma . Mengatakan ingin mengadakan makan malam bersama . Teman eomma itu ingin sekali mengenalkan putera mereka padamu .. “ Ujar eomma lagi .</p>
<p>“ Mwo ? Aku ? kenapa harus aku ? “ tanya ku lagi bingung . “Yak .. sudahlah , tidak usah banyak tanya . Eomma hanya minta kau untuk bersedia ikut memenuhi undangan makan malam yang mereka adakan . Kau tahu , putera teman eomma itu benar benar tampan . Dia memang satu tahun lebih muda darimu . Tapi dari gaya bicara dan sikapnya , terlihat dia adalah namja yang sangat dewasa dan cerdas . Jadi , kau mau kan ikut eomma dan appa untuk memenuhi undangan makan malam itu ? “ Ujar eomma lagi .</p>
<p>“ Eung , baiklah . Aku mengerti .. “ Ujar ku tak ambil pusing . Lagi pula itu hanya acara makan malam biasa . Tak ada salahnya jika aku mengikuti kemauan eomma .</p>
<p>CHO KYUHYUN POV ( AT PARK FAMILY HOUSE )</p>
<p>Aku saat ini sedang berada di depan pintu rumah keluarga Park . Sebelum berangkat tadi eomma sudah memberikan alamat keluarga park padaku .</p>
<p>“ Benar ini tidak ya rumah nya ? “ Ujar ku melihat rumah yang lumayan sangat luas ini dan besar ini.</p>
<p>TING TONG . Ku tekan bel pintu rumahnya . Cukup lama aku menunggu ,sampai akhirnya pintu terbuka .</p>
<p>“ Annyeong .. “ Ujar ku mengucapkan salam . Seorang perempuan yang ku kenal membuka kan pintu rumahnya . “ Kyuhyun ssi ? “ Ujar nya terkejut . Ya , di depan ku saat ini berdiri nyonya park dengan wajah sedikit terkejut .</p>
<p>“ Ye , maaf tiba tiba datang “ Ujar ku tersenyum . “ Gwaenchana . masuk lah .. “ Ujar nya mempersilahkan ku masuk . Aku pun masuk ke dalam rumah nya . Rumah shin hye ternyata tidak kalah bagus dengan rumah ku .</p>
<p>“ Silahkan duduk “ Ujar nyonya park padaku . “ Ye , gamsahamnida “ Ujar ku pada nyonya park .</p>
<p>“ Shin hye ! “ Panggil nyonya park . Ya , aku tahu siapa yang sedang di panggil nya itu .</p>
<p>“ Ye ! “ Ujar seseorang keluar dari arah dapur . Aku melihat shin hye masih mengenakan celemek d tubuh nya . Apa yeoja ini sedang memasak ? Sebegitu hebat kah dia ?</p>
<p>“ Ini ada kyuhyun ssi  “ Ujar nyonya park . Shin hye melangkah ke arah ku dan nyonya park .</p>
<p>“ Kau ? Sedang apa di sini ? “ Ujar nya terkejut . Ya , pasti dia sangat terkejut , karena ini pertama kali nya aku ke rumahnya .</p>
<p>“Aku ke sini sebenarnya hanya ingin memberikan ini .. “ Ujar ku memberikan pada shin hye sekotak cake yang di titipkan eomma untuk nya .</p>
<p>“ ige mwoyeyeo ? “ Ujar shin hye lagi . “ Ini dari eomma ,kata eomma ini sebagai permintaan maaf karena sudah membatalkan les hari ini secara tiba tiba “ Ujar ku lagi pada yeoja ini .</p>
<p>“ Ya ampun .. kenapa sampai segitu nya .. “ Ujar nyonya park terkejut . Shin hye pun menerima cake itu ,kemudian memberikan nya pada eomma nya .</p>
<p>“ Baiklah ,kalau begitu aku menaruh kue ini ke dapur dulu . Kalian mengobrol lah .. “ Ujar nyonya park. Nyonya park pun pergi meninggalkan kami berdua .</p>
<p>“ Katakan pada eomma mu , aku tidak apa apa . Seharusnya tidak usah repot repot seperti ini “ Ujar shin hye lagi duduk di sofa . Aku pun ikut duduk di sofa .</p>
<p>“ Gwaenchana . . “ Ujar ku lagi tersenyum . “ Yak ,apa kau sedang memasak ? “ Tanya ku lagi .</p>
<p>“ Eung , aku sedang memasak untuk makan malam bersama eomma tadi “ Ujar nya lagi santai .</p>
<p>“ memangnya kalian tidak punya pembantu di rumah ini ? “ Ujar ku lagi . “ Ada .. hanya saja pembantu kan tidak berarti dia yang harus melakukan semua pekerjaan rumah bukan ? tugas pembantu adalah untuk membantu , jika kita sedang tidak bisa mengerjakan sesuatu . Kalau kita bisa melakukan nya , kenapa harus menyuruh pembantu “ Ujarnya lagi .</p>
<p>Ya , ya, ya . Selalu dengan pembicaraan yang membuat orang terkagum kagum . Kalau ada eomma atau appa mendengar kata kata nya barusan , aku yakin ,dia akan kembali merebut hati orang tua ku . Cih , menyebalkan sekali .</p>
<p>“ Geure ? Arraso ..” Ujar ku tersenyum terpaksa. Padahal di dalam hati ku rasanya ingin sekali ku katakan pada yeoja sok tahu ini kalau dia terlalu naif .</p>
<p>“ Baiklah ,kalau begitu aku langsung pulang saja “ Ujar ku lagi . Ya ,aku sedikit tidak betah terus terusan berdua dengan yeoja yang pembicaraan nya selalu saja terlihat sempurna .</p>
<p>“ Arraso . Katakan pada nyonya cho terimakasih ku “ Ujar shin hye padaku . “ Arraso .. “ Ujar ku lagi .</p>
<p>LEE JONGHYUN POV ( 18.00 pm )</p>
<p>Aku masuk melangkah kan kaki ku dengan malas . Rasanya sangat lelah sekali seharian ini di luar rumah . Tapi ,saat masuk ke rumah , rasa sesak di dadaku akan semakin bertambah .</p>
<p>“ Oppa ? sudah pulang ? “ Ujar sulli lagi . Aku hanya diam dan tersenyum singkat padanya . Kemudian berlalu pergi melewatinya .</p>
<p>“ Oppa ? “ Panggil sulli lagi . Aku tahu mungkin dia merasa aneh padaku . Tapi , mau bagaimana lagi ,aku masih butuh waktu untuk bisa menerima semua nya ini .</p>
<p>“ Oppa lelah sulli-ah . Oppa juga belum mandi . Nanti saja kalau ada yang ingin di bicarakan “ Ujar ku lagi padanya . Aku pun melangkah kan kaki ku masuk ke dalam kamar ku . Dan mengunci nya .</p>
<p>LEE SULLI POV</p>
<p>Aku melihat jonghyun oppa meninggalkan ku di ruang tengah . Rasanya ada yang berbeda dari nya akhir akhir ini . Dia lebih sering terlihat murung , dan jarang tertawa padaku . Sebenarnya rencana yang ku lakukan ini benar atau tidak ?</p>
<p>Melihat oppa yang bukannya bahagia , tapi justru terlihat murung , aku bingung , apakah yang kulakukan ini benar benar demi kebaikan nya ?</p>
<p>“ Oppa .. miane .. “</p>
<p>PARK SHIN HYE POV (19.00 pm )</p>
<p>“ Nyonya cho benar benar baik ya .. “ Ujar eomma padaku sepulang nya kyuhyun dari rumah ku .</p>
<p>“ Eung .. “ Jawabku sambil menyiapkan piring di meja makan . “ Putera nya juga baik .. “ Ujar eomma lagi padaku . “ Eung .. “ Kembali ku jawab singkat obrolan eomma .</p>
<p>“ Kau .. tidak tertarik pada kyuhyun ? “ Tanya eomma . Kontan kali ini membuat ku berhenti menatap meja , dan melempar tatapan heran pada eomma .</p>
<p>“ maksud eomma ? “ Ujar ku . “ Ya .. bukankah normalnya yeoja seperti mu tertarik pada namja seperti itu ? Dia begitu sopan . Pintar , dan tampan .. Tidak kah kau ada sedikit rasa tertarik padanya ? “ Ujar eomma lagi tersenyum menggoda .</p>
<p>“ Eomma .. eomma ini bicara apa “ Ujar ku lagi pada eomma . “ Aniyo . eomma hanya bertanya saja pada puteri eomma ini . Kau kan sudah besar , setidaknya punyalah seorang kekasih . Eomma ingin melihat namjachingu mu .. “ Ujar eomma lagi .</p>
<p>“ Eomma ,aku masih belum memikirkan hal seperti itu “ Ujar ku lagi . “ Heeii .. kau kan belum mencoba nya . Makanya kau belum memikirkan hal itu . Kyuhyun itu namja yang pas untuk mu shin hye-ah . Eomma yakin ,dia pasti namja yang baik.. “ Ujar eomma lagi .</p>
<p>Ya , memang dia sudah lebih baik sekarang padaku . Ku akui hal itu . Tapi sebelumnya kan aku dan kyuhyun itu seperti air dan api . Tidak pernah akur sedikitpun ,jadi kalau eomma bilang dia sangat cocok untuk ku , aku masih meragukan hal itu .</p>
<p>SHIM CHANGMIN POV (21.00 pm )</p>
<p>Aku merebahkan lelah tubuh ku . Baru saja aku menemani eomma untuk menghadiri pesta rekan bisnis nya . Ya ,aku sering melakukan hal itu . Kata eomma itu adalah cara latihan ku sebagai penerus perusahaan .</p>
<p>DRTTT. Tiba tiba ponsel ku bergetar . Aku segera merogoh saku celana ku untuk mengambil ponseku . Ku lihat di layar ponsel ada sebuah pesan yang masuk . Segera saja ku buka pesan itu .</p>
<p>From : Yoon Ji ni</p>
<p>“ Annyeong . Apakah sudah mau tidur ? Hanya ingin mengucapkan selamat beristirahat . Sekali lagi terimakasih untuk si beruang yang cantik . Malam ini aku tidak akan tidur sendiri lagi . Jalja ..  J“</p>
<p>Begitulah isi pesan singkat yang ternyata dari ji ni . Aku tersenyum spontan membaca pesan itu . Dengan buru buru ku balas pesan nya .</p>
<p>To : Yoon Ji ni</p>
<p>“ Ye , cheomanneyo . Aku baru saja pulang dari acara pesta dengan rekan bisnis eomma . Tidur lah yang nyenyak . Jalja .. J “</p>
<p>Ujar ku membalas pesan singkat Ji ni . Ku tekan tombol send di ponsel ku ,kemudian tersenyum kembali .</p>
<p>Rasanya lelah yang tadi ku rasakan seketika hilang . Ntah kenapa rasanya senang sekali mendapat pesan dari yeoja ini . Apakah ini pertanda baik untuk ku ? Pertanda kalau kata kata minho akan segera terwujud ?</p>
<p>“ Benarkah Ji ni orang nya ? “ gumam ku lagi sambil menerawang ke langit langit kamar ku .</p>
<p>AUTHOR POV ( AT CHO FAMILY HOUSE )</p>
<p>“ Kau dengar ya , awas kalau kau bolos lagi minggu depan ! “ Teriak kyuhyun pada adiknya dengan garang .</p>
<p>“ Oppa ini aneh sekali . Aku yang les kenapa oppa yang repot eoh ? Tadi siang aku sudah di marahi eomma , sekarang kau juga ikut mengomeli ku . Kenapa kau ini menyebalkan sekali !” Ujar suzy lagi menantang kyuhyun .</p>
<p>“ Yak , kau ini sudah besar . Kenapa kau ini sangat susah di beri tahu ! Apa susahnya sih hanya les sebentar ? Itu tidak akan membuat mu mati kan ? “ Ujar kyuhyun lagi menyerang suzy .</p>
<p>“ Itu akan membuat ku mati secara bertahap ! Aku sudah bilang hanya minho oppa yang bisa mengajari ku ! Kau dan eomma kenapa sama sekali tak mengerti mau ku ! “ Ujar suzy lagi berkacak pinggang menentang oppa nya itu .</p>
<p>“ Minho lagi minho lagi . Aku bosan mendengar kau selalu menyebut minho ! Minho itu juga punya kesibukan sendiri ! Kau ini , kenapa begitu bebal eoh ? “ Ujar kyuhyun lagi memarahi suzy .</p>
<p>“ Minho oppa kan cerdas ,walaupun dia sibuk ,dia pasti masih bisa mengajariku ! Kalian saja yang tidak mengijinkan ku belajar dengan nya ! “ Ujar suzy lagi .</p>
<p>“ Yak dengar .Kalau kau bersama minho, aku yakin kau tidak akan belajar . Kau hanya akan memperhatikan wajahnya sambil berkhayal yang tidak tidak . Pokoknya kau tidak usah banyak bicara . Minggu depan kau harus les . Awas kalau kau kabur lagi “ Ujar kyuhyun kesal . kemudian meninggalkan kamar adik nya itu .</p>
<p>“ Dasar oppa yang egois ! “ Teriak suzy pada kyuhyun yang pergi meninggalkan kamarnya .</p>
<p>CHOI MINHO POV</p>
<p>“ Adeul ? “ Panggil eomma dari luar pintu . “ Masuk saja .. pintu nya tak ku kunci “ Ujar ku pada eomma . Eomma pun masuk ke kamarku sambil tersenyum . Di tangan nya membawa segelas susu cokelat hangat .</p>
<p>“ Ini .. untukmu . Minumlah selagi hangat “ Ujar eomma meletak kan segelas susu di meja belajarku .</p>
<p>“ Ye , gomawo .. “ Ujar ku tersenyum sambil menutup buku yang belum selesai ku baca . Aku pun mengambil segelas susu itu ,dan meneguknya pelan .</p>
<p>“ Minho-ya , apa minggu depan kau ada acara ? “ Ujar eomma lagi bertanya padaku .</p>
<p>“ Aniyo “ Jawab ku santai . “ Bagus , eomma ingin mengadakan makan malam bersama dengan teman eomma . Eomma sengaja mengundang keluarga teman eomma untuk makan malam bersama di rumah kita . Eomma harap ,kau bisa meluangkan waktu &#8230; “ Ujar eomma lagi tersenyum .</p>
<p>“ Gwaenchana . Aku pasti bisa . Memang nya , teman eomma yang mana ? “ Ujar ku lagi sambil meneguk susu di gelas yang ku pegang .</p>
<p>“Kau ingatkan , saat eomma mengenalkan teman wanita eomma yang bernama eun hye padamu waktu perayaan ulang tahun pernikahan eomma dan appa..? “ Tanya eomma lagi padaku .</p>
<p>“ Eoh , yang itu . Ye ,aku ingat “ Ujar ku lagi . “ Nah , eomma sengaja mengundang nya lagi bersama keluarga nya . Karena eomma dengar , dia memiliki seorang puteri . Eomma ingin mengenalkan nya padamu . Eun hye itu sahabat eomma saat SMA dulu . Dan baru bertemu lagi saat acara ulang tahun pernikahan kemarin . jadi ,eomma ingin keluarga kita bisa menyambutnya dengan hangat .. “ Ujar eomma lagi padaku .</p>
<p>“ Eung , arraso . Aku paham maksud eomma “ Ujar ku mengerti . Ya , ku pikir tidak ada salahnya jika hanya menyambut tamu eomma . Lagipula aku sudah sering melakukan nya dengan rekan bisnis appa . Jadi , ini sudah biasa bagiku .</p>
<p>“  Gomawo minho-ya .. “ Ujar eomma mengelus rambut ku pelan . Aku pun tersenyum mengangguk pada eomma .</p>
<p>PARK SHIN HYE POV</p>
<p>Aku kembali melihat lukisan berharga milik ku . Lukisan yang di dalam nya ada seorang anak laki laki yang ada di masa lalu ku . Anak laki laki yang memberikan permen padaku ,saat aku menangis karna terpisah dengan orang tua ku di taman kota .</p>
<p>Saat melihat lukisan ini , rasanya benar benar senang . Laki laki kecil yang sangat baik .</p>
<p>“ Yak .. Lollypop namja , bagaimana tampang mu sekarang ? Apakah kau sekarang lebih tampan ? “ Ujar ku lagi mengajak bicara lukisan ku .</p>
<p>“ Kau tahu , aku bahkan belum tahu nama mu . Aku juga belum sempat berterimakasih padamu . Apakah , kau masih suka memberikan lollypop mu saat menemukan gadis yang menangis di dekat mu ? “ Ujar ku sambil tertawa kecil . Ku raba lukisan itu . Rasanya benar benar ingin sekali bertemu dengan namja ini . Semoga ada kesempatan di mana tuhan mempertemukan ku dengan namja ini .</p>
<p>LEE JONGHYUN POV</p>
<p>Aku menyandarkan tubuh ku di atas tempat tidur ku . Rasanya beban di pundak ku benar benar berat . Masalah sulli benar benar membuat ku seakan tak bersemangat .</p>
<p>Aku membuka laci meja kecil yang tak jauh dari tempat tidur ku . SREK ! Ku buka perlahan . Ku ambil sesuatu dari dalam laci itu . Ku pandangi benda berbungkus di tangan ku .</p>
<p>“ Lollypop.. “ Ujar ku lagi . Dulu , aku sering sekali membawa benda ini kemanapun aku pergi . Aku berpikir , kalau permen ini adalah sebuah benda ajaib , dimana bisa memberikan hidup yang indah dan manis sperti rasanya. Namun , saat appa dan eomma meninggal dalam sebuah kecelakaan , aku tidak pernah menganggap kalau benda ini adalah benda ajaib lagi bagi ku . Karena setelah kecelakaan itu , yang ku rasakan hanya kesedihan .</p>
<p>Tapi saat aku terpuruk ,aku tahu ,ada seseorang yang lebih terpuruk dari pada aku . Yaitu yeoja yang benar benar aku cintai , sulli . Dia yang lebih menderita di bandingkan aku . Karena itu , sejak saat itu , aku menganggap sulli menjadi sesuatu yang berharga bagi hidup ku . Hanya dia alasan ku untuk tetap bisa bertahan .</p>
<p>Aku tersenyum kecut memutar mutar lollypop di tangan ku . Ku buka bungkus nya pelan . Lalu ku masuk kan ke dalam mulutku tanpa ragu .</p>
<p>“ Manis .. “ Ujar ku tersenyum. Ternyata rasanya yang manis masih tetap bisa membuat ku sedikit tersenyum walau sesaat . Andai saja jalan cintaku semanis lollypop ini .</p>
<p>CHO KYUHYUN POV</p>
<p>Aku merebahkan tubuhku kasar di atas kasur ukuran double milik ku . Sambil menerawang ke langit langit kamar ,aku menghela nafasku pelan .</p>
<p>“ Shin hye , shin hye ,shin hye .. “ Gumamku tiba tiba . “ yeoja yang membuatku sampai melakukan hal sejauh ini . Apa kata dunia kalau sampai aku gagal menakluk kan yeoja itu “ Ujar ku lagi bergumam .  Ya , usaha ku memang baru di mulai . Tapi ,aku merasa rencana ku akan berjalan dengan lancar .</p>
<p>“ Cho kyuhyun tidak pernah ada kata gagal dalam kamus nya . Aku yakin,pasti yeoja itu akan ku buat jatuh cinta padaku “ Ujar ku lagi yakin .</p>
<p>“ Pertama , aku harus tahu ,apa yang di sukai nya , dan tipe namja yang bagaimana yang di sukai nya .. Aku harus tahu itu semua , baru aku bisa membuatnya jatuh cinta padaku “ Ujar ku lagi .</p>
<p>Tidak mudah memang . Terlebih gadis itu adalah yeoja sok tahu itu . Tapi ,kalau belum di coba , mana mungkin bisa , Batin ku lagi . Ya ,aku harus membuatnya bisa mengatakan semua itu padaku .</p>
<p>“ Kyu , fighting ! “</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>TO BE CONTINUE ~</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
</div>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/superjuniorff2010.wordpress.com/44372/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/superjuniorff2010.wordpress.com/44372/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=superjuniorff2010.wordpress.com&#038;blog=11405649&#038;post=44372&#038;subd=superjuniorff2010&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://superjuniorff2010.wordpress.com/2013/05/23/complicated-love-of-kyu-line-5/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/089808d533df09426de8934b5d63dafd?s=96&#38;d=monsterid&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ELF4SUJU</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://superjuniorff2010.files.wordpress.com/2013/04/ff-complicated-love-of-kyu-line.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">FF COMPLICATED LOVE OF KYU-LINE</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>[YESUNG ENLISTMENT] Spring Wind</title>
		<link>http://superjuniorff2010.wordpress.com/2013/05/23/yesung-enlistment-spring-wind/</link>
		<comments>http://superjuniorff2010.wordpress.com/2013/05/23/yesung-enlistment-spring-wind/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 23 May 2013 08:05:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ELF4SUJU</dc:creator>
				<category><![CDATA[로맨스 ♥ Romance]]></category>
		<category><![CDATA[fan fiction]]></category>
		<category><![CDATA[fanfiction]]></category>
		<category><![CDATA[한방 ♥ One Shot]]></category>
		<category><![CDATA[FFWC]]></category>
		<category><![CDATA[Kim Jongwoon]]></category>
		<category><![CDATA[Super Junior]]></category>
		<category><![CDATA[Superjunior]]></category>
		<category><![CDATA[Yesung]]></category>
		<category><![CDATA[YESUNG ENLISTMENT]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://superjuniorff2010.wordpress.com/?p=45138</guid>
		<description><![CDATA[Judul : Spring Wind Author : CIA Support Cast : Hana (OC) Genre : Romance Rating : PG-16 Author Notes / AN : Sedih juga rasanya melihat satu per satu member Super Junior melaksanakan wajib militernya, terutama melihat bias kita yang pergi /sobs/&#8230; Jujur aja, 2 tahun emang waktu yang nggak sebentar… Jadi bagi kalian-kalian [&#8230;]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=superjuniorff2010.wordpress.com&#038;blog=11405649&#038;post=45138&#038;subd=superjuniorff2010&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:left;" align="center"><b>Judul :</b> Spring Wind<br />
<b>Author :</b> CIA<br />
<b>Support Cast</b> : Hana (OC)<br />
<b>Genre :</b> Romance<br />
<b>Rating :</b> PG-16</p>
<p><b>Author Notes / AN :</b> Sedih juga rasanya melihat satu per satu member Super Junior melaksanakan wajib militernya, terutama melihat bias kita yang pergi /sobs/&#8230; Jujur aja, 2 tahun emang waktu yang nggak sebentar… Jadi bagi kalian-kalian yang masih galau, gimana kalau kita pikirin tentang seberapa keren Yesung dengan seragam militer dan rambut cepaknya, atau seberapa manly Yesung nantinya setelah ia menyelesaikan wamil ini. <i>(Just like Kangin he’s dmn manly now! &gt;&lt;) </i>Karena di Korea sudah masuk musim semi, jadi aku nggak mau bikin FF enlistment Yesung yang feeling nya sad banget, tapi sebaliknya. Btw promosi sedikit, kalian bisa kunjungin wpku  di <a href="http://yewookyu.wordpress.com/">yewookyu.wordpress.com</a>, bisa request FF &amp; poster. Comments are appreciated, enjoy! Gamsahamnida~</p>
<p>With ♥, Author J</p>
<p style="text-align:center;" align="center"><a href="http://superjuniorff2010.files.wordpress.com/2013/05/spring-wind.jpg"><img class="aligncenter  wp-image-45110" alt="Spring Wind" src="http://superjuniorff2010.files.wordpress.com/2013/05/spring-wind.jpg?w=321&#038;h=419" width="321" height="419" /></a></p>
<p align="center">…</p>
<p align="center"><i>Smile…<br />
We will meet again under this cherry blossom tree,<br />
so wait for me, love.</i></p>
<p><b><i>April 15<sup>th</sup> 2013</i></b></p>
<p><i>Tring!</i></p>
<p><b>Hana </b><b>♥</b></p>
<p><i>Aku ingin bicara denganmu, tentang sesuatu yang kau sembunyikan dariku. Temui aku setelah kau pulang dari mobit. </i></p>
<p>Yesung menatapi pesan yang baru saja ia terima dari Hana, perempuan yang sudah cukup lama mengisi hari-harinya. Sebuah senyuman mengembang di bibirnya.</p>
<p style="text-align:center;"><span id="more-45138"></span></p>
<p>“Ehem, hyung?”</p>
<p>Jong Jin menepuk pelan pundak Yesung. Tanpa Yesung sadari, ia sudah membuat seorang pelanggan di hadapannya menunggu kembalian yang tidak kunjung ia berikan. Yesung langsung meminta maaf pada pelanggan itu. Ia merasa sangat malu melakukan hal bodoh di depan para pelanggannya yang mayoritas adalah fansnya. Dengan jari-jarinya yang lincah, ia membalas pesan itu kemudian kembali melayani pelanggannya terakhirnya hari ini.</p>
<p>Yesung mengunci pintu depan mobit. Dari hari ke hari pelanggannya semakin banyak saja. Lelah memang, tapi ia merasa senang bisa melayani pelanggan maupun fansnya yang sering mengambil fotonya setiap ia datang ke Mouse &amp; Rabbit.</p>
<p>“Kau pulang kemana hari ini? Rumah atau dorm?” Tanya Jong Jin yang baru saja selesai merapihkan semua kursi dan meja.</p>
<p>“Aku ke rumah Hana.” Jawab Yesung singkat dengan senyuman yang mengembang di bibirnya.</p>
<p>“Eii, hyung… Appa dan eomma akan marah kalau mereka tau kau sering melakukan…”</p>
<p>“Melakukan apa?” Potong Yesung, “kau selalu saja berimajinasi terlalu jauh. Hana mengajakku berbicara dengannya, sepertinya ia marah.”</p>
<p>Jong Jin mengangguk mengerti, “Hyung, semoga berhasil ya!”  ia tersenyum canggung pada Yesung.</p>
<p>“Kau ini, sudah kubilang jangan berimajinasi terlalu jauh!”</p>
<p>“Maksudku semoga berhasil membuat Hana noona tidak marah lagi pada hyung. Sekarang hyung yang berimajinasi terlalu jauh!”</p>
<p>“Terserah kau saja lah…”</p>
<p align="center">…</p>
<p>Yesung menekan beberapa tombol untuk membuka password apartemen Hana. Selama ini apartemen Hana sudah menjadi rumah ketiga Yesung. Keluarga Hana semuanya bekerja di tempat yang jauh, sedangkan Hana menetap di Seoul sendiri karena pekerjaan dan kekasihnya berada disini.</p>
<p>Yesung masuk kedalam, melepas sepatunya kemudian menggantinya dengan sendal rumah.</p>
<p>“Hana?”</p>
<p>Ia mendapati Hana sedang menonton TV dengan semangkuk salad buah di tangannya. Yesung tahu bahwa Hana sedang marah, biasanya ia selalu bersemangat setiap ia datang kemari. Tapi sekarang Hana tidak tersenyum sama sekali, ia terus menatap TV nya yang sedang menayangkan drama korea terbaru tanpa menoleh sedikitpun.</p>
<p>Yesung duduk di sebelah Hana dan menaruh kepalanya di pundak Hana seperti anak kecil. Yesung tertawa, ia bisa merasakan tubuh Hana yang tidak nyaman dan canggung karenanya. Meskipun begitu Yesung tetap bersandar pada pundak Hana.</p>
<p>“Apa yang mau kau bicarakan?” Tanya Yesung dengan lembut.</p>
<p>Hana menghela nafasnya, ia sendiri tidak bisa marah terlalu lama. Ditambah lagi ia harus membicarakan hal ini dengan Yesung.</p>
<p>“Kau… Kenapa tidak memberi tahuku?”</p>
<p>“Eung?” Yesung tidak begitu mengerti dengan pertanyaan Hana. Yesung tidak menjawab pertanyaan Hana, ia malah menusuk sepotong buah dengan garpu di mangkuk Hana.</p>
<p>“Yesung, ini serius…”</p>
<p>Pada akhirnya Yesung menegakkan tubuhnya dan menatap Hana. “Baiklah.” Yesung tersenyum polos, sedangkan wajah Hana terlihat sangat serius.</p>
<p>“Bagaimana bisa fans-fans mu tahu sedangkan aku tidak tahu sama sekali?”</p>
<p>“Tahu apa?”</p>
<p>“Jangan pura-pura tidak tahu Yesung…”</p>
<p>Yesung terdiam mendengar perkataan Hana. Sebenarnya ia tahu apa yang di maksud Hana, wajib militer. Satu yang membuatnya bingung, kenapa para fansnya sudah tahu? Yesung merinding memikirkan sasaeng fans yang bisa melakukan apa saja dengan cara apapun. Itu benar-benar mengerikan.</p>
<p>“Ah, itu… Aku memang sudah mendapatkan surat panggilan, tapi aku masih mempertimbangkannya. Aku sendiri tidak tahu kenapa para fans itu sudah tahu duluan.”</p>
<p>“Rencananya kapan… kau pergi?”</p>
<p>“Kangin hyung menyarankanku untuk pergi… awal Mei ini.” Suara Yesung terdengar tidak yakin. Ia tahu bahwa Hana akan marah ketika mendengarnya. Masalahnya sekarang sudah pertengahan April, dan ia tahu ia tidak punya banyak waktu untuk menghabiskan waktunya bersama keluarganya juga Hana. Sedangkan ia sendiri masih sibuk dengan schedule Super Junior yang sedang mempersiapkan Super Show 5 mereka.</p>
<p>“A, apa? Awal Mei?! Kau jahat!” Hana memukul pundak Yesung, tapi Yesung malah tertawa karenanya. Hana merasa jengkel melihat Yesung yang merasa tenang-tenang saja seperti tidak peduli pada Hana.</p>
<p>“Kau lucu, Hana-ya~” Yesung tersenyum jahil, menatap Hana yang semakin jengkel padanya.</p>
<p>“Kau menyebalkan! Apa kau tidak peduli padaku?! Aku kaget setengah mati ketika mendengar berita itu  tersebar dimana-mana. Sedangkan aku tidak tahu sama sekali, padahal aku… aku itu…” Nafas Hana semakin tidak teratur, matanya terasa semakin panas. “Kamu seperti menganggap hal itu enteng… Tapi buatku hal itu benar-benar sulit! Kau akan pergi 2 tahun Yesung, 2 TAHUN!” Hana sudah tidak bisa menahan air mata yang menetes dari sudut matanya.</p>
<p>Melihat Hana menangis, Yesung berhenti bercanda. Ia memeluk Hana dengan erat, perlahan ia mengusap-usap punggungnya.</p>
<p>“Shh, shh… Uljima… Aku bukan menganggapnya enteng. Kau tidak tahu seberapa sering aku mempertimbangkan keputusanku ini. Meskipun hanya tinggal 2 minggu lagi, aku ingin bisa menghabiskan waktu denganmu. Maaf karena aku tidak memberitahumu sebelumnya, karena aku sendiri awalnya belum yakin.” Yesung merasakan tubuh Hana yang kembali tenang. Ia melepaskan pelukannya kemudian menggenggam kedua tangan Hana.</p>
<p>“Mianhae…” Yesung menatap kedua mata Hana dan tersenyum lembut.</p>
<p>“Tapi… Bagaimana kita bisa menghabiskan waktu kalau schedulemu sangat penuh akhir-akhir ini?” Tanya Hana.</p>
<p>Yesung terdiam, “Hmm… Bagaimana ya?”</p>
<p>“Kau belum memikirkannya? ISH!” Hana memukul pelan dada Yesung. Setiap mereka bertemu pasti ada saja yang membuat Hana kesal padanya, tapi karena pertengkaran-pertengkaran kecil seperti itu lah mereka sudah bersama cukup lama.</p>
<p>“Kau sudah makan?” Tanya Hana setelah selesai menghukum Yesung dengan pukulannya.</p>
<p>“Belum, pelanggan mobit tadi lebih banyak dari biasanya…”</p>
<p>“Kau mau apa?” Hana bangkit dari duduknya kemudian berjalan kearah dapur yang tidak jauh dari nya.</p>
<p>“Aku mau salad buah buatamu. Salad buah mu selalu enak.” Yesung meminta dengan nada seperti anak kecil yang sedang meminta permen. Hana hanya bisa tertawa kemudian mengambil beberapa buah dari kulkasnya.</p>
<p align="center">…</p>
<p><b>May 5<sup>th</sup> 2013</b></p>
<p>Hana terbangung ketika sinar matahari menyelip masuk dan menyinari wajahnya. Ia mengecek jam di sampingnya, pukul 7 pagi. Ia merasa ini masih terlalu pagi untuk bangun. Ia baru sadar bahwa tadi malam Yesung menginap di apartemennya. Semenjak Hana mengetahui Yesung akan wamil awal Mei waktu itu, Yesung belum juga punya waktu luang untuk Hana, tapi kemarin Yesung tiba-tiba datang mengejutkan Hana dengan menginap di apartemennya. Hana tersenyum lebar, sudah lama ia tidak membuatkan sarapan untuk Yesung. Hana menoleh ke sebelahnya untuk mengecek Yesung, tapi Hana kaget ketika ia tidak mendapati Yesung di sebelahnya. Hana bangkit dari kasurnya kemudian berjalan keluar kamarnya. Sayang, Hana tidak melihat Yesung dimanapun. Entah kenapa ia merasa sangat sedih, ia berharap untuk menghabiskan waktu dengan Yesung hari ini tapi sepertinya hal itu tidak memungkinkan. Padahal besok pagi Yesung harus segera pergi dan dulu ia berkata bahwa ia ingin menghabiskan waktu bersamanya.</p>
<p><i>Mungkin ia sudah pergi karena schedulenya sangat pagi dan tidak tega membangunkanku.</i></p>
<p>Batin Hana.</p>
<p>Hana hanya bisa menghela nafasnya kemudian berjalan ke arah dapur untuk mencari minuman. Ia melihat secarik kertas di samping gelas milik Yesung yang ia pakai tadi malam.</p>
<p><i>Segera bersiap pemalas! Aku tunggu di parkiran apartemenmu!<br />
- Yesung<b> </b></i><b><i>♥</i></b></p>
<p>Mata Hana terbelalak kaget.</p>
<p>“Bersiap? Kemana? Apa yang harus kupakai? AAAH YESUNG KAU MENYEBALKAN!”</p>
<p align="center">…</p>
<p>“Good morning!”</p>
<p>Hana terbelalak kaget melihat Yesung menunggunya di atas sepeda dengan baju yang… Tidak begitu cocok.</p>
<p>“Kau ini… Mau kemana sebenarnya?” Hana berusaha menahan tawanya melihat Yesung berpakaian sangat mencolok seperti yang ia biasa pakai.</p>
<p>“Han gang” Jawab Yesung singkat dengan senyum manis di bibirnya.</p>
<p>“Kau tahu betul kan di sekitar Han gang itu banyak orang?”</p>
<p>Yesung mengangguk.</p>
<p>“Kau berniat untuk membuat skandal sehari sebelum kau pergi wajib militer?”</p>
<p>Yesung terdiam. “Apa aku terlalu mencolok dengan baju seperti ini?”</p>
<p>Hana melipat tangannya di depan dada dan mengangguk yakin. Dengan jaket kulit mencolok, kemeja, jeans, topi, dan shades terlalu mencolok, sangat mencolok!</p>
<p>“Kau pakai kemeja untuk pergi bersepeda?”</p>
<p>Yesung terlalu unik, dia memang punya gayanya sendiri dan Hana menyukainya. Satu yang Hana khawatirkan adalah orang-orang bisa mengenalinya dalam sekejap dengan gaya uniknya itu.</p>
<p>“Ikut aku.” Hana menggenggam tangan Yesung kemudian menariknya masuk menuju apartemennya.</p>
<p>Sesampainya di atas, Hana meminta Yesung untuk duduk di sofanya sementara ia mencari pakaian yang memang tepat untuk Yesung. Ia menemukan kaos dan celana pendek selutut Yesung di tumpukan baju-bajunya.</p>
<p>“Pakai ini.” Hana tersenyum, kemudian memberikan pakaian itu.</p>
<p>Tanpa banyak bicara Yesung mengiyakan Hana kemudian mengganti pakaiannya dengan kaos dan celana selutut itu.</p>
<p>“Hanya ini?” Tanya Yesung ragu.</p>
<p>“Kau bisa menambahkan topimu.”</p>
<p>“Shades?”</p>
<p>“Baiklah, hanya itu saja ya.” Jawab Hana, ia memandang puas dengan pakaian yang Yesung kenakan. Sedangkan dirinya juga mengenakan pakaian yang nyaman untuk bersepeda.</p>
<p>“Kaja!” Yesung tersenyum lebar pada Hana. Jarak dari apartemen Hana menuju Han Gang tidak terlalu jauh sehingga hanya dengan menggunakan sepeda, mereka bisa mencapai bike track yang ada di pinggiran Han Gang.</p>
<p align="center">…</p>
<p>“Belikan aku es krim!” Sahut Hana pada Yesung yang berada tidak jauh darinya. Mereka sudah bersepeda cukup jauh. Dari apartemen Hana ke Han Gang memang tidak jauh, tapi mereka terus menggoseh sepedanya menyisiri Han Gang.</p>
<p>“Ayo istirahat sebentar.” Perlahan Yesung berhenti dan memarkir sepedanya di bawah pohon rindang. Di korea bulan Mei sudah masuk musim semi. Bunga-bunga mulai bermekaran dengan indah.</p>
<p>Hana terduduk di bawah pohon menjaga sepeda-sepeda mereka, sedangkan Yesung pergi membeli es krim yang tidak terlalu jauh darinya. Es krim di pinggir Han Gang memang sangat enak ditambah dengan harganya yang murah. Setelah selesai membeli es krim itu, Yesung duduk di samping Hana memberika es krim rasa coklat padanya.</p>
<p>“Gomawo~” Sahut Hana pada Yesung, ia tersenyum memandangi es krim nya yang terlihat sangat lezat. “Apa yang akan kita lakukan hari ini?” Tanyanya.</p>
<p>“Hmm, sesuatu yang tidak biasa.”</p>
<p>Hana terdiam sambil memandang Yesung dengan curiga. Ketika ia berniat untuk memakan es krimnya, Yesung tiba-tiba mendorong tangan Hana sehingga es krimnya mengotori seluruh mulutnya.</p>
<p>“YA! Kau ini benar-benar jahil!”</p>
<p>Yesung hanya tertawa melihat Hana yang marah-marah.“Kau lucu kalau sedang marah seperti ini!” Sahutnya sambil memberikan sapu tangan miliknya pada Hana.</p>
<p>“Dan kau sangat menyebalkan!” Hana mengelap mulutnya yang belepotan es krim dengan sapu tangan Yesung. Ia terdiam ketika ia mencium harum dari sapu tangan itu. Harum khas Yesung yang sangat Hana sukai. Parfum miliknya yang tidak terlalu menyengat bercampur dengan harum tubuhnya. Tentu ia akan sangat merindukannya. Hana masih tidak percaya bahwa besok adalah saatnya Yesung pergi. Sampai sekarang Yesung belum juga membahas topic itu.</p>
<p>“Kalau es krim mu sudah habis aku akan mengajakmu ke suatu tempat.” Yesung tersenyum lembut padanya, tapi Hana bisa melihat sekilas dari senyumannya bahwa ada sesuatu yang mengganjal  di hatinya. Segera Hana menghabiskan es krimnya kemudian mereka berdua kembali bersepeda. Yesung berada di depan, sedangkan Hana mengikutinya dari belakang.</p>
<p align="center">…</p>
<p>Mulut Hana menganga kaget ketika sepeda Yesung berhenti di sebuah salon yang juga berada tidak jauh dari Han Gang.</p>
<p>“K, kau mau apa?” Tanya Hana. Diam-diam Hana tahu maksud Yesung mengajaknya ke salon.</p>
<p>“Bukankah waktu itu kau pernah bilang bahwa kau penasaran bila rambutku di pangkas habis?”</p>
<p>“Kapan?” Tanya Hana tidak yakin.</p>
<p>“Kau tidak ingat?  Waktu Kangin memotong rambutnya kau berkata seperti itu padaku.”</p>
<p>“Aaah… Kau yakin mau memotong rambutmu sekarang?”</p>
<p>Dengan mantap Yesung mengangguk. Kemudian ia menggenggam tangan kanan Hana kemudian menariknya masuk kedalam salon. Bagi seorang artis salon adalah tempat yang biasa di datangi meskipun ia seorang laki-laki. Yesung masuk dengan senyuman di bibirnya yang menghiasi wajahnya. Hana merasa senang bisa melihat Yesung yang bertingkah seperti itu, sekaligus dengan rasa sedih karena ia akan kehilangan senyuman itu selama 2 tahun. Hana menghela nafasnya, mau bagaimanapun ia harus bisa menerima ini semua.</p>
<p>“Hana, rambutmu mau di potong juga?” Tanya Yesung jahil. Hana menggeleng. Satu-satunya yang ingin Hana lakukan sekarang adalah memperhatikan ekspresi Yesung ketika rambutnya dipotong. Hana yakin itu akan sangat lucu.</p>
<p>Perlahan rambut Yesung di potong bagian demi bagian. Beberapa kali Hana tertama melihat wajah Yesung yang meringis melihat banyaknya rambut yang dipotong. Meskipun Yesung sering gonta-ganti style rambut, tapi ia tidak pernah di potong sependek ini. Ia terlalu sayang pada rambutnya.</p>
<p>Hana tidak mengerti dengan perasaan yang saat ini mendominasinya. Terkadang ia sangat senang hingga tertawa lebar, tapi setelah itu ia bisa merasa sangat sedih karena ia sadar bahwa sebentar lagi Yesung akan pergi. Hana kesal dengan perasaan dirinya sendiri yang benar-benar tidak menentu. Sejak tadi ketika Hana merasa sedih, Yesung pasti selalu mengalihkan perhatiannya dengan bercanda atau menjahilinya.</p>
<p><i>Apa Yesung bisa melihat kesedihan di wajahku?</i></p>
<p>Batin Hana. Ia tidak mau membuat Yesung merasa terbebani bila ia menangis, tapi semakin ia berusaha menahan perasaan sedihnya semakin terasa sakit di dadanya. Sejak tadi Hana terus tertawa karena candaan Yesung juga wajahnya yang meringis ketika kulit kepalanya semakin terlihat. Tapi sekarang perasaan senang itu tercampur aduk dengan perasaan sedih di dalam hati Hana. Entah kenapa air matanya menetes begitu saja ketika ia tertawa. Yesung melihat air mata Hana yang menetes, ia terdiam menatap Hana yang masih tertawa dengan matanya yang berkaca-kaca. Jujur saat ini hati Yesung terasa seperti tersayat-sayat melihat Hana yang memaksakan dirinya untuk tertawa meskipun di dalam hatinya ia merasa sangat sedih.</p>
<p>“Kenapa menangis?” Tanya Yesung dengan senyum getir di bibirnya.</p>
<p>Hana berusaha sekeras mungkin mengusap air matanya, tapi air matanya terus mengalir tanpa henti.</p>
<p>“A, aku… tidak… ap, apa-apa kok.” Nada suara Hana tidak karuan, nafasnya pun tidak teratur, tapi Hana masih berusaha tersenyum.</p>
<p>Yesung meminta orang yang memotong rambutnya untuk berhenti sebentar, kemudian ia memutar kursinya menghadap Hana. Kedua tangan Yesung menggenggam tangan Hana dengan erat.</p>
<p>“Hana, lihat aku… Kau boleh menangis, keluarkan saja sekarang. Kau tidak usah memaksakan diri untuk tersenyum, rasanya sangat sakit bila kau memaksakan dirimu. Jadi menangislah sepuasnya Hana…”</p>
<p>Yesung memeluk tubuh Hana dengan erat. Ia bisa merasakan getaran kecil pada tubuh Hana. Yesung membiarkan Hana menangis di pundaknya sepuasnya. Memang hatinya terasa sakit mendengar Hana menangis seperti ini, tapi hatinya akan lebih sakit kalau ia melihat Hana memaksakan diri untuk tersenyum. Yesung mengusap pelan punggung Hana, kemudian berbisik di telinganya.</p>
<p>“Pada awalnya mungkin akan terasa sulit, tapi aku tahu kau akan baik-baik saja, begitu pula denganku.”</p>
<p>Setelah tangisan Hana mereda Yesung melepaskan pelukannya. Mata Hana terlihat sembap dan pipinya memerah. Yesung tersenyum melihatnya.</p>
<p>“Aah, apa aku pergi dengan rambut seperti ini saja ya?”</p>
<p>Otomatis Hana tertawa melihat rambut Yesung yang baru terpotong sebagian. Yesung tersenyum lebar melihat Hana yang sekarang tertawa lepas, tidak seperti tadi. Ia menatapi wajahnya di cermin, kepalanya terasa aneh. Sebagian kepalanya yang sudah dipangkas terasa dingin. Mau bagaimanapun Yesung harus terbiasa dengan potongan rambutnya yang satu ini. Rambutnya di cat pink saja ia tidak apa-apa, iya kan?</p>
<p>Setelah mereka selesai, Yesung memakai topi nya kembali. Jujur, ia masih malu memperlihatkan potongan rambutnya.</p>
<p>“Sekarang kemana?” Tanya Hana.</p>
<p>Yesung tersenyum, ia menggenggam tangan Hana kemudian mengajaknya keluar salon.</p>
<p>“Ikut aku…”</p>
<p align="center">…</p>
<p>Seperti tadi Hana mengikuti sepeda Yesung dari belakang. Saat ini sudah jam 12 tepat, sudah jam makan siang dan perut Hana terasa lapar. Mereka kembali menyisiri Han Gang dengan pemandangan yang sangat indah. Dari kejauhan Hana melihat sebuah gedung yang menghadap ke Han Gang, <i>Sunset café.</i> Hana tahu bahwa gedung itu adalah cafe dengan view yang benar-benar indah. Sepeda mereka berdua semakin mendekat ke tempat itu, tanpa Hana sangka-sangka Yesung memarkir sepedanya di depan restoran itu. Di sampingnya terdapat beberapa mobil yang terparkir rapih. Entah kenapa Hana merasa familiar dengan mobil-mobil itu.</p>
<p>“Kita makan disini saja ya?” Tanya Yesung. Hana mengangguk kemudian mereka berdua masuk kedalamnya.</p>
<p>Satu hal yang membuat Hana heran adalah, café ini terlalu sepi, sangat sepi. Mereka berdua sampai di lantai teratas Sunset café. Lagi-lagi mata Hana terbelalak kaget melihat sekumpulan orang yang sudah duduk rapih mengelilingi meja makan dan menunggu kehadiran mereka berdua.</p>
<p>Hana melihat semua member Super Junior yang tersenyum lebar ketika ia datang, di tambah dengan beberapa anggota keluarga mereka yang bisa hadir, termasuk kedua orang tua Yesung juga Jong Jin. Jelas-jelas tempat ini mereka sewa demi Yesung.</p>
<p>“Naaah, bintang utama kita sudah datang dengan rambut militer stylenya!” Eunhyuk yang paling dekat dengan Yesung membuka topinya kemudian menyeret Yesung untuk duduk di kursi yang sepertinya sudah mereka siapkan. Begitu pula dengan Hana, ia di ajak masuk oleh Donghae kemudian di persilahkan duduk di samping Yesung seperti seorang putri.</p>
<p>“Lama sekali sih, kita sudah menunggu kalian dari tadi!” Protes Kyuhyun yang juga duduk tidak jauh Yesung.</p>
<p>Eommanya Yesung duduk tepat di sebelah Hana. Ia sudah sering bertemu dengan seluruh anggota keluarga Yesung dan ia benar-benar nyaman berada di sekitar mereka. Hana sudah menganggap keluarga Yesung seperti keluarganya sendiri, begitu pula sebaliknya. Terutama eommanya Yesung yang sangat ramah padanya.</p>
<p>Ketika semuanya sudah duduk, appanya Yesung berdiri dan mengucapkan beberapa kalimat penting yang berhubungan dengan kepergian Yesung besok. Sekarang giliran Yesung yang berdiri, ia menatap semua orang yang hadir satu persatu. Ia merasa sangat senang bisa di kelilingi orang-orang yang ia sayangi sebelum ia pergi.</p>
<p>“Terima kasih untuk semuanya yang sudah datang, aku sangat menghargai itu. Aku tidak akan mengecewakan kalian dan kembali menjadi orang yang lebih baik.”</p>
<p>Setelah Yesung selesai mereka semua mulai makan. Suasananya benar-benar hangat dan Yesung terlihat sangat senang. Ketika perut mereka sudah terisi mereka mulai berbincang-bincang satu sama lain, sedangkan Yesung berdiri di pinggir jendela, menatap pemandangan musim semi yang sangat indah. Hana melihat Yesung sendirian kemudian menghampirinya.</p>
<p>“Kau mau kesana?” Tanya Yesung, ia menunjuk sebuah pohon beotkeot, semacam pohon sakura yang ada di Korea. Pada akhirnya mereka berdua berjalan menuju pohon yang tidak begitu jauh dari café itu.</p>
<p>Yesung memetik sepucuk bunga yang bisa ia raih, kemudian memberikannya pada Hana.</p>
<p>“Kau tahu kan Hana itu berarti bunga?”</p>
<p>Hana mengangguk. Kemudian Yesung merogoh saku celananya dan mengeluarkan sebuah charm bracelet perak.</p>
<p>“Cukup sulit mencari kado yang tepat.” Yesung tertawa kecil, kemudian memakaikan charm bracelet itu pada tangan kanan Hana. Hana menatap gelang itu, gelangnya di hiasi beberapa pendant tapi yang paling mencolok adalah pendant berbentuk bunga cherry blossom dengan warna pink pastelnya. Hana sangat menyukainya.</p>
<p>“Hana… Kau tahu 2 tahun itu waktu yang tidak sebentar. Aku tidak mau kau sedih karena aku lagi, aku tidak mau kau merasa sendirian karena aku tidak ada di sampingmu…”</p>
<p>Senyuman di bibir Hana menghilang begitu saja, wajah Yesung pun terlihat sangat serius.</p>
<p>“Apa maksudmu?”</p>
<p>“Aku tidak akan memaksamu untuk menungguku selama 2 tahun.”</p>
<p>Hana menatap Yesung tidak percaya. “Kau bodoh Yesung&#8230; Kau tidak tahu seberapa pentingnya dirimu dalam hidupku.. Meskipun aku lelah menunggu tapi aku tidak bisa menghapus dirimu dari hidupku, kau terlalu penting bagiku. Aku sangat mencintaimu, selama apapun itu aku akan tetap menunggumu.”</p>
<p>Hana memeluk Yesung dengan erat. Tidak ada air mata yang meleleh dari matanya, justru ia bahagia. Sedangkan Yesung sudah tidak bisa membendung lagi seberapa bahagia dirinya bisa memiliki Hana, orang yang sangat mencintainya.</p>
<p>“Aku juga sangat sangat mencintaimu, Hana…”</p>
<p>Yesung mengecup dahi Hana selama beberapa saat. Ia benar-benar bersyukur memiliki banyak orang yang sangat menyayanginya, yang mau menunggunya apapun yang terjadi.</p>
<p align="center">…</p>
<p><b>THE END</b></p>
<h5><span style="color:#3366ff;">Spring Wind note :</span><br />
<span style="color:#3366ff;">Missfishyjazz&#8217;s : fuhh, akhirnya tibalah saya di ff terakhir yang harus saya juri.</span><br />
<span style="color:#3366ff;">FF ini memunculkan sisi romance, yang cukup manis. Pembawaan Hana dan Yesung cukup baik tersampaikan.</span><br />
<span style="color:#3366ff;">Hanya saja penceritaan yang dipakai seperti hanya &#8220;bercerita&#8221; tanpa menunjukkan kedalaman makna / perasaan / karakter tiap tokohnya.</span><br />
<span style="color:#3366ff;">Padahal jika kedalamannya digali saya mungkin akan mengatakan ff ini sebagai salah satu deep touching fanfiction diantara ff yang lain.</span><br />
<span style="color:#3366ff;">Mungkin jika lebih dipanjangkan dan dibuat dalam Long-shot akan menjadi lebih apik dan menarik lagi. Potensi rasa manis dan harunya perlu semakin diperkuat.</span><br />
<span style="color:#3366ff;">Keep writing.</span></h5>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/superjuniorff2010.wordpress.com/45138/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/superjuniorff2010.wordpress.com/45138/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=superjuniorff2010.wordpress.com&#038;blog=11405649&#038;post=45138&#038;subd=superjuniorff2010&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://superjuniorff2010.wordpress.com/2013/05/23/yesung-enlistment-spring-wind/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/089808d533df09426de8934b5d63dafd?s=96&#38;d=monsterid&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ELF4SUJU</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://superjuniorff2010.files.wordpress.com/2013/05/spring-wind.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Spring Wind</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>MARRIED BY ACCIDENT [6/?]</title>
		<link>http://superjuniorff2010.wordpress.com/2013/05/23/married-by-accident-6/</link>
		<comments>http://superjuniorff2010.wordpress.com/2013/05/23/married-by-accident-6/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 23 May 2013 08:00:47 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ELF4SUJU</dc:creator>
				<category><![CDATA[로맨스 ♥ Romance]]></category>
		<category><![CDATA[계속 ♥ continue]]></category>
		<category><![CDATA[fan fiction]]></category>
		<category><![CDATA[fanfiction]]></category>
		<category><![CDATA[유머 ♥ Humor]]></category>
		<category><![CDATA[Cho Kyuhyun]]></category>
		<category><![CDATA[Choi Siwon]]></category>
		<category><![CDATA[Kwon Yuri]]></category>
		<category><![CDATA[SNSD]]></category>
		<category><![CDATA[Super Junior]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://superjuniorff2010.wordpress.com/?p=44119</guid>
		<description><![CDATA[JUDUL : MARRIED BY ACCIDENT PART 6 CAST : CHO KYUHYUN , HAN CHAE SHIN , CHOI SIWON , KWON YURI GENRE : COMEDY , ROMANCE LENGHT : - RATING : - CATATAN :  Annyeong .. Mian jika banyak Thypo . Selamat membaca .. J CHO KYUHYUN POV “  Ah kau sudah mau berangkat ke kantor [&#8230;]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=superjuniorff2010.wordpress.com&#038;blog=11405649&#038;post=44119&#038;subd=superjuniorff2010&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<div>
<div><span style="vertical-align:super;">JUDUL : MARRIED BY ACCIDENT PART 6</span></div>
</div>
<div>
<p><sup>CAST : CHO KYUHYUN , HAN CHAE SHIN , CHOI SIWON , KWON YURI</sup></p>
<p><sup>GENRE : COMEDY , ROMANCE</sup></p>
<p><sup>LENGHT : -</sup></p>
<p><sup>RATING : -</sup></p>
<p>CATATAN :  Annyeong .. Mian jika banyak Thypo . Selamat membaca .. J</p>
<p><a href="http://superjuniorff2010.files.wordpress.com/2013/04/ff-mba.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-44122" alt="FF MBA" src="http://superjuniorff2010.files.wordpress.com/2013/04/ff-mba.jpg?w=600"   /></a></p>
<p>CHO KYUHYUN POV</p>
<p>“  Ah kau sudah mau berangkat ke kantor ? “ Tanya Chae Shin padaku .  “ Eung “ Jawab ku padanya sambil melangkah ke arah meja makan untuk sarapan .</p>
<p>“Itu sarapan untuk mu . Sudah kubuat kan . Song Ahjumma hari ini tidak datang . Baru saja tadi dia menelpon ,Katanya anak nya sedang sakit “ Ujar Chae Shin lagi menimpali . Ku lihat dia sedang sibuk</p>
<p style="text-align:center;"><span id="more-44119"></span></p>
<p>“ Eoh Geure .. “ Jawab ku santai sambil mengambil potongan roti panggang di piring . Aku melirik ke arah Chae Shin . Ku lihat dia sedang sibuk mengerjakan sesuatu .</p>
<p><sup>“ Kau sedang apa ? sibuk sekali ? “ Ujar ku menegurnya sambil memperhatikan nya dan mengunyah roti dalam mulutku .</sup></p>
<p><sup>“ Aku sedang membuat adonan kue .. “ Jawab nya masih sibuk . Aku mengerutkan kening ku .</sup></p>
<p><sup>“ Mwo ? Kue ? Untuk apa ? “ tanya ku padanya . “ Bukan kah hari ini kau bilang ulang tahun siwon ssi ? Aku sengaja membuatkan kue untuk nya . Karena aku tidak punya hadiah apa apa ,jadi aku berinisiatif untuk membuat kan nya kue .. “ jawab Yeoja itu lagi padaku .</sup></p>
<p><sup>“ Mwo ? Untuk apa kau repot repot . Kita hanya tinggal datang saja . Makan malam ,dan setelah itu pulang . Kalau roti ,aku yakin .. Yuri pasti sudah menyiapkan semuanya .. “ Jawab ku malas saat menyebutkan nama yuri .</sup></p>
<p><sup>“ Gwaenchana . Kalau siwon tidak memakan kue ku hari ini kan bisa di makan besoknya . Lagi pula ini kue kesukaan siwon ssi .. “ Jawab nya padaku . Darimana yeoja ini tahu kalau kue yang di buat siwon adalah kue yang di sukai siwon hyung ? Membuatku sedikit merasa aneh .</sup></p>
<p><sup>KRING KRING&#8211;</sup><sup>Ponsel ku berdering . Aku segera mengambil alat komunikasi itu dari saku celana ku .</sup></p>
<p><sup>“ Ne Yoboseo Hyung “ Jawab ku di telepon . Ya ,yang menelpon ini adalah Jungmin hyung .</sup></p>
<p><sup>“ Kyu .. aku sudah menunggu di depan. Khajja .. kita berangkat “ Ujar nya padaku .</sup></p>
<p><sup>“ Mwo ? Tumben kau tidak masuk dulu . baiklah ,Kidaryeo .. “ Jawabku . Aku pun segera memutus telepon dan kembali memasukkan ponsel ku ke dalam saku .</sup></p>
<p><sup>“ Wae ? Kau sudah mau berangkat ? “ Ujar Chae Shin padaku . Sejak kapan yeoja ini begitu banyak tanya seperti ini .</sup></p>
<p><sup>“ Ne . Manager park sudah menunggu di luar. Jaga rumah dengan baik . Awas kalau sampai satu barang di rumah ku ada yang hilang atau rusak ! “ Ujar ku padanya sambil menunjuk ke arahnya .</sup></p>
<p><sup>“ Ish menyebalkan ! Arraso ! Cepat sana pergi . Kau di sini hanya membuatku menjadi jengkel ! “ Sambarnya padaku . Terlihat dia menggerutu pelan .</sup></p>
<p><sup>“ Ya sudah ,aku pergi . Jangan lupa ,nanti jam 7 malam kau sudah harus siap . Kita akan langsung berangkat ke apartemen siwon hyung . Jangan membuat ku menunggu . Awas kalau kau lupa “ Ujar ku lagi padanya .</sup></p>
<p><sup>“ Aku tahu ! Sudah sana . Tidak usah banyak bicara ! “ Ujar nya lagi melihat ku kesal . Yeoja ini ,dia pikir ini rumah siapa ? Kenapa seenak nya menyuruh ku pergi . Aku pun melangkah pergi meninggalkan nya .</sup></p>
<p><sup>AUTHOR POV  (19.00 pm )</sup></p>
<p><sup>AT  SIWON APARTEMENT</sup></p>
<p><sup>Siwon menekan pelan pin pintu apartemen nya . Pekerjaan nya hari ini benar benar membuatnya sedikit lelah . </sup><sup>CKLEK !</sup><sup> Pintu apartemen terbuka . Siwon membuka gangang pintu pelan dan masuk ke dalam apartemen nya .</sup></p>
<p><sup>Gelap . Itu lah yang di lihatnya di dalam apartemen nya . Siwon pun meraba raba perlahan saklar lampu kamar apartemen nya . </sup><sup>KLIK ! </sup><sup>Lampu pun menyala .</sup></p>
<p><sup>“ Omo ! “ Siwon terkejut melihat keadaan apartemen nya yang penuh dengan hiasan dan balon . Terpampang tulisan ‘Saengil Chukkae ‘ di dinding apartemennya . Membuat namja itu terperangah dan mengedarkan pandangan aneh .</sup></p>
<p><sup>“ Saengil chukka hamnida .. Saengil Chukka hamnida .. Saranghaeyo Siwon Oppa .. saengil Chukka hamnida .. “ </sup></p>
<p><sup>Seseorang muncul dengan sebuah roti di tangan nya , dan topi ulang tahun di atas kepalanya .</sup></p>
<p><sup>“ Yuri ? “ Ujar Siwon terkejut . “ Saengil Chukkae Oppa .. !! “ seru Yuri pada Siwon yang masih menatapnya tekejut .</sup></p>
<p><sup>“ Apa kau yang melakukan semua ini ? “ Ujar Siwon pada Yuri . “ Sudah ,bicara nya nanti saja . Sekarang tiup dulu lilin nya ..Palli “ Ujar Yuri menyodorkan kue yang di atasnya berdiri lilin dengan angka 26 . Siwon pun dengan gugup mendekat kan wajahnya ,dan meniup pelan lilin itu .</sup></p>
<p><sup>“ Uwaaa .. Chukkae .. “ Ujar Yuri sekali lagi tersenyum lebar pada siwon . Siwon menggaruk pelan kepala nya . “ Gomawo .. “ Jawab nya tersenyum lebar .</sup></p>
<p><sup>TING TONG –</sup><sup> Bel pintu apartemen siwon berbunyi . siwon melihat ke arah pintu .</sup></p>
<p><sup>“ Oppa kau duduk saja di sofa , biar aku yang buka kan pintu . Itu pasti kyuhyun “ ujar yuri lagi senang . Siwon pun mengangguk mengeri kemudian melangkah masuk menuju sofa .</sup></p>
<p><sup>CKLEK !</sup><sup> yuri membuka pintu apartemen . “Kyu ! Kau ter .. “ Yuri menghentikan kalimatnya dan menatap sedikit terkejut pada seseorang yang ada di depannya .</sup></p>
<p><sup>“ Apa aku terlambat ? Apa acara kejutan nya sudah di mulai ? “ Tanya seorang namja tersenyum sambil menggandeng seorang yeoja di sampingnya  .</sup></p>
<p><sup>“ Eoh .. Eung . Baru saja aku memberi kejutan pada siwon Oppa kyu “ Jawab Yuri sedikit tidak enak pada seseorang yang ternyata kyuhyun .</sup></p>
<p><sup>“ Annyeong yuri ssi .. Mian jika membuat kyuhyun terlambat . Aku terlalu sibuk menyiapkan diri ,sehingga membuat nya datang terlambat .. “ Ujar Yeoja yang di gandeng oleh kyuhyun . siapa lagi kalau bukan Chae Shin .</sup></p>
<p><sup>“ Ne .. tidak apa apa . Masuk lah “ Ujar Yuri sedikit kaku . Kyuhyun dan Chae shin pun masuk ke apartemen siwon .</sup></p>
<p><sup>“ Eoh Kyu ! Kau datang ? “ Ujar Siwon yang melihat ke arah Kyuhyun ,langsung bangkit dari sofa dan melangkah mendekati kyuhyun dan chae shin .</sup></p>
<p><sup>“ Annyeong siwon ssi .. “ Ujar Chae Shin tersenyum lembut . “ Chae Shin ssi ,Annyeong .. “ Ujar Siwon membalas senyuman Chae Shin . Yuri masuk perlahan dan melangkah ke meja ruang tengah untuk meletak kan kue yang di pegang nya sejak tadi ,sambil menatap tidak enak pada Chae Shin .</sup></p>
<p><sup>“Saengil Chukkae hyung .. sukses untuk mu .. “ Ujar Kyuhyun pada siwon . “ Eoh Gomawo Kyu ,terimakasih atas ucapan mu “ Ujar siwon menepuk pelan pundak kyuhyun .</sup></p>
<p><sup>“ Saengil chukkae siwon ssi ..Mian aku tidak sempat membeli sesuatu untuk mu . Aku hanya membawakan ini untuk mu . Semoga kau menyukai nya “ Ujar Chae Shin memberikan bungkusan pada siwon . Siwon mengambil bungkusan itu .</sup></p>
<p><sup>“ Eoh gwaenchana . Aku sudah sangat senang kau mengucapkan nya untuk ku “ Ujar siwon lagi .</sup></p>
<p><sup>“ngomong ngomong apa ini sepertinya berat ? “ Ujar siwon mengangkat bungkusan dari Chae Shin .</sup></p>
<p><sup>“ Eoh igo .. “</sup></p>
<p><sup>“ Oppa ! Khajja .. aku sudah memotong kue untuk kalian . Mari kita nikmati bersama “ Ujar Yuri menyela . Chae Shin menghentikan kalimatnya .</sup></p>
<p><sup>“ Eoh ,Baiklah . Mari kyu ,kita duduk dan memakan kue . Mari Chae Shin ssi .. “ ajak siwon tersenyum ,kemudian melangkah ke arah sofa tengah .</sup></p>
<p><sup>Kyuhyun mengambil posisi duduk bersampingan dengan Chae Shin . Dan siwon duduk bersampingan dengan yuri .</sup></p>
<p><sup>“ Uwa .. ada Wine juga “ Ujar Kyuhyun tersenyum lebar . “ Ne ,aku sudah siapkan semuanya dengan baik . dua merk tyang berbeda .. yang satu kesukaan Siwon Oppa ,yang satu kesukan mu kyu “ Ujar Yuri tersenyum .</sup></p>
<p><sup>“Geure ? Ternyata kau benar benar berniat menyiapkan semuanya “ Jawab Kyuhyun sedikit sinis . Membuat suasana sedikit menjadi kaku . Yuri memandang kyuhyun dengan tidak enak hati . Begitu pula dengan siwon .</sup></p>
<p><sup>“ Eoh Ne ,kau belum jawab Chae Shin ssi . Apa yang ada di dalam kotak ini ?” Ujar siwon kembali bertanya pada chae shin .</sup></p>
<p><sup>“ Eoh ini .. “</sup></p>
<p><sup>“ Isteri ku membuat kan kue untuk mu hyung . Dia sengaja bangun pagi pagi hanya untuk menyiapkan untuk mu . Bagaimana ? isteri ku begitu baik kan ? “ Ujar Kyuhyun lagi merangkul tubuh Chae Shin . Chae Shin terkejut dan tertawa di paksakan .</sup></p>
<p><sup>Siwon menatap Kyuhyun yang begitu mesra merangkul Chae Shin . “ Eoh ,begitu . Gomawo Chae Shin ssi .. “Jawab siwon pelan . Yuri yang melihat kyuhyun merangkul chae shin pun sedikit tidak nyaman .</sup></p>
<p><sup>“ Yak Kyu , kalau mau bermesraan kau tidak boleh di sini . Nanti saja kalau kau sudah di rumah “ Ujar Yuri mencoba bercanda .</sup></p>
<p><sup>“ Wae ? Apa kau cemburu ? Kalau iya katakan saja “ Ujar Kyuhyun dengan wajah santai . Membuat Siwon yang mendengar nya merasa tidak enak pada Chae Shin . Yuri menatap kyuhyun gugup .</sup></p>
<p><sup>“ Yak ,bicara apa kau ini . Hehe ,Ya sudah ,mari kutuangkan Wine nya .. “ Ujar yuri mencoba mengalihkan pembicaraan . Chae Shin pun merasa sedikit terganggu dengan sikap kyuhyun yang menurutnya terlalu berlebihan ini .</sup></p>
<p><sup>“ Chae Shin ssi , boleh aku mencicipi kue mu ? Aku benar benar penasaran bagaimana rasanya “ Ujar siwon ikut mencoba mencairkan suasana .</sup></p>
<p><sup>“ Ne ,silahkan .. “ Ujar Chae Shin tersenyum . Siwon pun membuka kotak kue itu dengan semangat .</sup></p>
<p><sup>“ Uwa.. blueberry cake .. Ini pasti sangat enak “ Ujar Siwon senang membuka kotak kue itu .</sup></p>
<p><sup>“ Ah ,kau belum memakannya siwon ssi . Aku ragu apakah itu enak atau tidak “ Ujar Chae Shin tersenyum meringis .</sup></p>
<p><sup>“ Hadiah isteri ku belum ada apa apa nya dengan hadiah fari yuri hyung . Kau pasti akan sangat menyukainya . Dia begitu bersemangat mempersiapkan hadiah itu . Benarkan yuri ? “ Jawab Kyuhyun dengan nada menyindir . Yuri menghentikan menuang Wine ke dalam masing masing gelas .</sup></p>
<p><sup>“ Eoh . Itu ..Aku ..” Yuri menggantung kalimatnya gugup . “ Benarkah ? memang nya apa yang ingin kau berikan padaku ? “ Tanya siwon tersenyum pada yuri  .</sup></p>
<p><sup>“ Kau tidak boleh menolaknya hyung . Karena itu mewakili perasaan nya “ Jawab kyuhyun lagi . membuat yuri semakin gugup dan melempar tatapan tajam pada kyuhyun .</sup></p>
<p><sup>“Mwo ? jinja ? Apa itu ? “ Tanya Siwon lagi . “ Op,Oppa .. Eung ,bisakah nanti saja aku berikan ? setelah akhir acara ? “ Ujar yuri gugup .</sup></p>
<p><sup>“ Kenapa harus nanti ? Kenapa tidak sekarang saja ? Bukankah ada kami malah lebih bagus ? Kami juga ingin tahu “ Ujar Kyuhyun terus memojok kan yuri . Membuat yeoja itu semakin panik .</sup></p>
<p><sup>Yuri benar benar tidak mengerti apa tujuan kyuhyun membuat suasana menjadi seperti ini . Dia ingin menyatakan perasaan nya lewat hadiah yang di berikan nya pada siwon . hanya saja ,demi menjaga perasaan kyuhyun ,yuri sengaja ingin memberikan kado itu nanti . Namun ,melihat sikap kyuhyun yang seolah memojok kan nya ,yuri menjadi sedikit kesal .</sup></p>
<p><sup>“ Jinja ? Apa benar aku boleh memberikan nya sekarang ? “ Tanya yuri dengan menatap tajam dan menantang pada kyuhyun . membuat namja itu berbalik gugup .</sup></p>
<p><sup>“Geure . Ku rasa aku memang harus mengatakan sekarang “ Ujar yuri sambil mengeluarkan sesuatu dari tas nya . Chae Shin hanya memandang bingung . Dan siwon merasa suasana antara kyuhyun dan yuri sedikit tidak enak . Namun ,siwon hanya diam dan memperhatikan keduanya .</sup></p>
<p><sup>“ Ini ,Hadiah untuk Oppa .. “ Ujar yuri tersenyum pada siwon . “ Apa ini ? “ Tanya siwon .</sup></p>
<p><sup>“ Buka lah .. “ Ujar Yuri pada siwon . Siwon pun membuka perlahan kotak hitam di tangan nya . Kyuhyun hanya diam dan melihat sinis pada siwon . Sedang cahe shin tersenyum polos melihat ke arah siwon .</sup></p>
<p><sup>“ Jam tangan ? Ini bagus sekali yuri –ah . Gomawo “ Ujar Siwon mengacak pelan kepala yuri .</sup></p>
<p><sup>“ Ne ,Cheomanneyo .. Aku senang jika kau menyukai nya “ Ujar yuri lagi . “ uwa .. Jam tangan yang bagus siwon ssi ,Kau pantas mengena kan nya “ timpal Chae Shin tersenyum .</sup></p>
<p><sup>“ Jam tangan yang kau gunakan juga bagus . Apalagi yang membelikan mu aku sendiri .. “ Ujar Kyuhyun kesal menatap Chae Shin . Siwon mendelik ke arah tangan Chae Shin . Begitu pula yuri .</sup></p>
<p><sup>“ Eoh ,Ne . Ini Kyuhyun yang berikan kemarin .. “ Ujar Chae Shin terlihat malu malu .</sup></p>
<p><sup>“ Kau pantas memakai nya Chae Shin ssi . Sangat cantik di tangan mu “ Ujar Siwon balik memuji .</sup></p>
<p><sup>“ Ne . Gomawo .. “ Ujar Chae Shin menunduk malu . “ Eoh ,Bukan kah ada sesuatu yang ingin kau sampaikan yuri-ah ? “ Tanya Kyuhyun pada yuri menyela obrolan siwon dan Chae shin .</sup></p>
<p><sup>Terlihat yuri kembali terkejut dengan perkataan kyuhyun . “ M,Mwo ? “  Tanya yuri gugup .</sup></p>
<p><sup>“ Ne . Bukan kah kau bilang ada sesuatu yang ingin kau katakan pada siwon hyung ? “ Ujar Kyuhyun manatap tajam yuri .</sup></p>
<p><sup>HAN CHAE SHIN POV</sup></p>
<p><sup>Aku melihat aneh ke arah kyuhyun yang duduk di samping ku . Ntah kenapa aku merasa sikap kyuhyun sejak tadi aneh . Tidak biasanya dia seperti ini selama yang ku tahu .</sup></p>
<p><sup>“ M,Mwo ? “ Tanya Yeoja bernama yuri itu terlihat gugup . Aku memandang kyuhyun dan yuri bergantian .</sup></p>
<p><sup>“Ne . Bukan kah kau bilang ada sesuatu yang ingin kau katakan pada siwon hyung ? “ tanya kyuhyun lagi padanya . Aku dan siwon hanya memandang bergantian dua orang yang sejak tadi berbicara dan bersikap aneh itu .</sup></p>
<p><sup>“ Apa yang ingin kau bicarakan yuri-ah ? Bicarakan saja . Apa terjadi sesuatu ? “Ujar Siwon dengan lembut pada yuri . Ya ,namja satu ini memang sangat baik .</sup></p>
<p><sup>“ Eung ,Itu .. itu .. “ Yuri terlihat salah tingkah . Membuat ku mengerutkan kening .</sup></p>
<p><sup>“ Katakan saja . Anggap saja aku dan Chae Shin tidak ada di sini .. “ Ujar Kyuhyun lagi . Nada kyuhyun terdengar kesal.</sup></p>
<p><sup>“ Aku .. Oppa .. Aku .. “ Terdengar suara yuri lirih . Membuat ku heran sebenarnya apa yang ingin d katakan nya .</sup></p>
<p><sup>“ Dia menyukai mu hyung “ Tiba tiba kyuhyun mengucapkan sesuatu yang membuatku melihat terkejut ke arahnya . DEG !! Semua yang ada di ruang tengah serta merta melebarkan mata masing masing .</sup></p>
<p><sup>“ Mwo ? “ Siwon terlihat terkejut menatap kyuhyun . “ Kyu ! “ Yuri berseru ke arah kyuhyun .</sup></p>
<p><sup>“ Wae ? Memang benarkan kau menyukai nya ? Aku tidak salah kan memberitahu siwon hyung ?” Ujar kyuhyun santai .  Terlihat yuri menatap tajam namja yang duduk di samping ku ini . Aku meneguk ludah beberapa kali . Namja pabo ini ,apa yang sebenarnya dia lakukan ?</sup></p>
<p><sup>“ Yak . Kau lancang sekali kyu !! “ Yeoja itu menatap marah pada kyuhyun . Aku yang duduk di samping kyuhyun pun merasa takut dengan tatapannya saat ini.</sup></p>
<p><sup>“ Cukup  “ Ujar Siwon tampak kesal. Aku semakin salah tingkah berada di tengah tengah ketiga orang yang sebenarnya aku tidak tahu sama sekali apa yang sebenarnya terjadi di antara ketiganya .</sup></p>
<p><sup>“ Jangan bertengkar di sini . Ini bukan lah waktu yang tepat untuk membahas hal seperti ini “ Ujar Siwon terlihat tegas . Wajah lembut yang biasa ku lihat tiba tiba terlihat serius ,membuatku sedikit tegang .</sup></p>
<p><sup>“  Justru ini waktu yang tepat hyung . Kau sudah mebuat yuri terlalu lama menunggu mu . Kau jawab lah perasaan nya sebagai seorang laki laki . Bukan sebagai seorang pengecut “ Ujar kyuhyun lagi . Aku terperangah melihat kyuhyun mengucapkan hal itu pada siwon . Terlihat siwon menatap tajam kyuhyun .</sup></p>
<p><sup>“ Kyu , Ku bilang cukup . Jangan mengatakan hal ini lagi “ Ujar Siwon mulai menaik kan intonasi . Aku memegang lengan kyuhyun gemetar .</sup></p>
<p><sup>“ Yak Pabo , apa yang kau lakukan eoh ? hentikan . kau akan mengacaukan semua nya “ Bisik ku pelan pada kyuhyun mencoba menghentikan namja pabo ini walau aku tak tahu apa yang sebenarnya terjadi . Aku tersenyum tidak enak pada yuri dan siwon yang menatap tajam ke arah kyuhyun .</sup></p>
<p><sup>“ Wae ? mengapa harus ku hentikan ? Aku hanya penasaran,apa jawaban mu tentang perasaan yuri padamu “ Ujar kyuhyun lagi tak menggubris omongan ku .</sup></p>
<p><sup>“ Kyu . Kau sudah kelewatan ! “ Ujar yuri pada kyuhyun . membuat ku terkejut . Kyuhyun menatap tajam siwon yang diam dan balas menatap tajam kyuhyun . Kedua namja itu saling melempar tatapan intens .</sup></p>
<p><sup>“ Oppa .. Jebal . Tidak usah pikirkan ucapan kyuhyun , Aku tidak ap .. “</sup></p>
<p><sup>“ Aku sudah katakan padamu sebelum nya. Yuri pun sudah mengetahui jawaban ku sejak dulu “ jawab siwon pelan.</sup></p>
<p><sup>AUTHOR POV</sup></p>
<p><sup> “ Aku sudah katakan padamu sebelum nya. Yuri pun sudah mengetahui jawaban ku sejak dulu “ jawab siwon pelan. Kyuhyun hening mendengar jawaban Siwon. Begitu pula yuri yang berdebar mendengar jawaban dari siwon.</sup></p>
<p><sup> “Jawaban ku tidak berubah sedikit pun ,,dan masih sama seperti sebelum nya . Kalau aku .. Hanya mengangggap yuri .. sebagai yeodongsaeng ku . Tidak akan pernah lebih dari itu “ Sambung siwon tegas pada kyuhyun .</sup></p>
<p><sup>“ Op,Oppa .. “ terdengar suara yuri lirih . Kyuhyun menatap terkejut ke arah Siwon dan yuri. Begitu juga gadis polos yang duduk di samping kyuhyun, Han chae shin. Gadis itu hanya meneguk ludahnya berkali-kali.</sup></p>
<p><sup>“ Kau sudah dengar sendiri kan yuri-ah ? Kalau siwon hyung tidak pernah .. “</sup></p>
<p><sup>“ Cukup “ Yuri memotong kalimat kyuhyun .  Kyuhyun terpaku melihat ke arah yuri.</sup></p>
<p><sup>“ Hentikan kyu . hentikan “ Ujar Yuri terdengar gemetar . “ Yuri –ah .. “ Siwon menatap sendu pada yuri . Mata yuri berkaca kaca . benda cair di pastikan akan keluar sebentar lagi dari pelupuk matanya.</sup></p>
<p><sup>“ Yuri .. Aku .. “ Terlihat Kyuhyun merasa sedikit menyesal sudah membuat gadis di depan nya itu menampakkan mata yang berkaca kaca.</sup></p>
<p><sup>“ Mian sudah membuat acara malam ini berantakan . Aku rasa aku harus pulang .Permisi “ Ujar yuri mengambil tas nya dan berlari meninggalkan tuang tengah apartemen siwon .</sup></p>
<p><sup>“ yuri ! “ Kyuhyun dan siwon berdiri bersamaan meneriaki nama yeoja itu . Chae shin ikut berdiri. Dia bingung apa yang harus dilakukan nya.</sup></p>
<p><sup>“ yu,yuri ssi .. “ Lirih chae shin panik . “ Yuri ,Chamkam ! “ Kyuhyun bergegas berlari dari samping ku .</sup></p>
<p><sup>“ Kyu ! “ Seru chae shin melihat kyuhyun yang langsung berlari meninggal kan nya . Namun tak di hiraukan nya panggilan chae shin .  Dengan bingung chae shin menatap siwon yang berdiri di depan nya dan masih diam terpaku dengan wajah sedih.</sup></p>
<p><sup>CHOI SIWON POV</sup></p>
<p><sup>Aku terdiam menatap kepergian yuri . Aku tahu perkataan ku tadi pasti sangat menyakiti perasaan nya . Aku benar benar tidak bisa membohongi perasaan ku kalau aku memang tidak pernah menyukai nya . Bagiku yuri hanya lah adik ku , tidak akan pernah bisa lebih dari pada itu .</sup></p>
<p><sup>“ Si,siwon ssi .. “ Panggil yeoja yang masih berdiri di depan ku . Aku terkejut dan menatap ke arahnya.</sup></p>
<p><sup>“ Eoh , Chae Shin ssi . Eoh ,mian .. Aku , aku .. “ Aku bingung harus berbicara apa . Aku benar benar merasa tidak enak kejadian seperti ini harus terjadi di depannya .</sup></p>
<p><sup>“ Eoh .. Mian. Sepertinya aku pulang saja . Ku rasa kau butuh waktu istirahat “ Ujar nya lagi padaku . Aku benar benar salah tingkah dan merasa malu dengan nya .</sup></p>
<p><sup>“ Eoh ,Benarkah kau akan pulang ? Bahkan kita belum memulai makan malam bersama . Miane .. “ Ujar ku lagi padanya .</sup></p>
<p><sup>“ Eoh aniyo . Gwaenchana . Seharusnya aku yang meminta maaf . Jeongmalyeo Jeoseongheyo.. “ Ujar nya lagi membungkuk . Terlihat sekali wajahnya tidak enak .</sup></p>
<p><sup>“ Aniyo . Tidak usah di pikirkan “ Ujar ku meringis kaku . “ baik lah . Aku pamit pulang siwon ssi , Annyeong “ ujar nya membungkuk berpamitan .</sup></p>
<p><sup>“ Eoh Chamkam .. Kau pulang dengan siapa ? “ Tanya ku padanya. “ Eung ,aku bisa naik taksi.. “ Ujarnya tersenyum padaku .</sup></p>
<p><sup>“ Taksi ??“ tanyaku padanya. Chae shin mengangguk . Aku baru ingat ,kalau dia ke sini bersama kyuhyun, dan saat ini ,kyuhyun sedang mengejar yuri . Ah ,ini semua salahku ! batinku semakin tidak enak pada chae shin.</sup></p>
<p><sup>“ Chae shin ssi ,bagaimana kalau ku antar saja ? “ Tawarku padanya . “ Mwo ? “ Dia terlihat terkejut.</sup></p>
<p><sup>“ Ne ,biar ku antar kau pulang. Aku merasa tidak enak jika membiarkan kau pulang dengan taksi . Biar ku antarkan saja “ Ujar ku padanya.</sup></p>
<p><sup>“ A,aniyo .. Tidak usah siwon ssi . Itu merepotkan . Aku sudah biasa pulang naik taksi , tidak akan ada apa apa “ Ujarnya menolak . Aku tahu ,dia menolak pasti karena tidak nyaman dengan kekacauan tadi.</sup></p>
<p><sup>“ Ani . Aku tidak repot . Biar ku antar saja . Khajja “ Ujar ku padanya mendahuluinya . Bagaimanapun ,Chae shin adalah isteri sepupu ku . Tidak nyaman sekali membiarkan nya pulang sendiri.</sup></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><sup>KWON YURI POV</sup></p>
<p><sup>Aku diam dan terus menangis . saat ini aku sedang berada di mobil kyuhyun . Namja ini mengerjarku tadi ,dan memaksaku masuk ke dalam mobilnya.</sup></p>
<p><sup>“ Kau masih marah padaku ? “ Tanya nya membuka pembicaraan . Aku hanya diam dan malas menjawabnya . Hati ku kesal padanya . benar benar kesal . bagaimana tidak ,hari ini dia mengacaukan semuanya . Karena dia ,aku harus menerima kenyataan pahit secara gamblang untuk kedua kalianya dari siwon oppa .</sup></p>
<p><sup>“ Miane .. “ Lirih nya padaku . Aku tetap diam dan menatap keluar jendela.</sup></p>
<p><sup>“ Aku .. tahu kau masih sangat padaku. Tapi ,aku melakukan itu karena aku ingin..membnatu “ Ucapnya pelan. Aku menoleh ke arahnya .</sup></p>
<p><sup>“ Membantu ? “ Ulangku. Kyuhyun mengangguk ke arahku. “ Kau membantu dengan cara mempermalukan ku seperti tadi ? Kau keterlaulan kyu ! “Bentak ku padanya. Ku rasakan air mataku mengalir deras kembali.</sup></p>
<p><sup>“ baik . mungkin aku memang keterlaluan. Aku mengaku salah . Tapi aku melakukan itu karena aku ingin membuatmu sadar ,kalau siwon hyung tidak akan pernah merubah perasaan nya padamu .. jadi kau .. “</sup></p>
<p><sup>“ Cukup kyu ! “ Ujar ku menghentikan nya . Hatiku sakit saat kyuhyun kembali memperjelas kembali penolakan siwon Oppa padaku .</sup></p>
<p><sup>“ yuri-ah ,jebal . Kau harus bisa menerima ini semua. Aku hanya tidak ingin melihat mu terus terusan merasa sakit dengan penantianmu. Sadarlah .. “ Ujarnya lagi padaku.</sup></p>
<p><sup>“ Cukup ku bilang ! Kau ini bodoh atau bagaimana hah !! Aku benci padamu kyu ! “ teriak ku menangis . Aku menatapnya nanar. Aku benar benar menangis dengan penuh rasa sesak di dadaku. Aku membuang wajahku kembali keluar kaca mobil. Kyuhyun terdiam .</sup></p>
<p><sup>“ Mian .. “ Ujarnya pelan . Aku tetap menatap keluar ke arahnya .</sup></p>
<p><sup> </sup> <sup>HAN CHAE SHIN POV</sup></p>
<p><sup>“ Gamsahamnida siwon ssi sudah mengantarku .. “ Ujar ku membungkuk pada siwon . “ Ne ,cheomanneyeo..” Ujarnya tersenyum padaku . Ya ,baru saja aku sampai di depan rumah. Siwon memaksa untuk mengantarku pulang ke rumah . Padahal aku benar benar tidak enak jika harus merepotkan nya setelah kejadian tak terduga tadi di apartemennya.</sup></p>
<p><sup>“ Baiklah ,kalau begitu aku langsung pulang saja . Sekali lagi aku minta maaf padamu atas kejadian yang tidak mengenak kan hari ini “ Ujar siwon padaku kembali meminta maaf . Ntah ini sudah yang keberapa kali dia meminta maaf . Padahal menurutku seharusnya kyuhyun lah yang meminta maaf kepadanya.</sup></p>
<p><sup>“ Aniyo . Aku tidak apa apa .. “ jawab ku pelan . “ Baiklah ,kalau begitu aku langsung pulang saja .. Masuk lah “ ujar nya menyuruhku tetap tersenyum manis . Aku tahu ,saat ini pasti pria ini sedang dalam suasana hati yang tidak nyaman ,terbukti saat kami berdua di dalam mobil ,sepanjang perjalanan siwon tidak banyak bicara dan terus diam menyetir.</sup></p>
<p><sup>“ Ne ,gamsahamnida . Kalau begitu aku masuk dulu. Hati hati di jalan “ ujar ku . siwon mengangguk.</sup></p>
<p><sup>“ Annyeong .. “ ujar nya membungkuk . Aku pun membungkuk membalas salam nya . Ku lihat namja itu kembali masuk ke mobil dan tak berapa lama menjalan kan mobil dan meninggalkan ku yang masih berdiri di depan rumah .</sup></p>
<p><sup>Aku pun melangkah masuk menuju rumah . Sesampainya di depan pintu , aku mencari cari kunci pintu di dalam tas ku . Ku obrak abrik tas ku .</sup></p>
<p><sup>“ eoh ? mana kuncinya ? “ Ujar ku masih mencari cari kunci . “ eoh .. dimana kunci.. “DEG!! Aku tiba tiba teringat sesuatu .</sup></p>
<p><sup>“ Omo ! Kuncinya di kyuhyun kan ? Tadi dia yang mengunci pintu terakhir kali “ Ujar ku akhirnya ingat kalau yang mengunci terakhir kali adalah namja pabo itu.</sup></p>
<p><sup>“ yaish ! Jinja ! Kenapa aku bisa lupa begini . Aduh .. Bagaimana ini ? Mana aku belum sempat membuat kunci pegangan untuk ku . Ish ! Eotteokhe.. “ Ujar ku melenguh .</sup></p>
<p><sup>Aku segera mengambil ponsel di dalam tasku ,berniat untuk menghubungi kyuhyun .</sup></p>
<p><sup>TUTTT—</sup><sup>Ponsel ku mencoba mengubungi namja itu. Namun tak ada jawaban nya darinya . Aku mencoba menghubungi nya lagi, namun hanya nada sambungan yang terdengar tanpa suara jawaban dari namja pabo itu.</sup></p>
<p><sup>“ Ish ! Kenapa tidak di angkat ! Tidak mungkin kan aku tidur di luar malam ini ? “ Ujar ku melenguh kesal . Kalaupun aku menumpang tidur di tempat Eun Gi ,Hal itu akan membuat keluarga Eun Gi curiga.  Aku melangkah malas dan duduk di tangga di depan rumah. Ku tumpu wajah ku dengan tangan ku sambil melihat ke sana kemari .</sup></p>
<p><sup>“ Semoga dia pulang lebih awal .. “ Ujar ku bergumam berharap kyuhyun akan pulang cepat.</sup></p>
<p><sup>CHO KYUHYUN POV</sup></p>
<p><sup>Aku memarkir mobil ku di depan rumah yuri. Rasanya malam ini aku ingin semalaman menemani nya walaupun hanya melihat nya dari luar apartemen nya. Dia benar benar marah padaku . Ku rasa aku memang benar benar keterlaluan malam ini. Tapi ,kecemburuan ku membuatku tidak bisa berpikir jernih.</sup></p>
<p><sup>Mendengar rencana yuri yang akan mengungkapkan perasaan nya pada siwon hyung ,benar benar membuatku merasa gelisah. Hingga akhirnya membuat ku melakukan kekacauan di acara ulang tahun siwon hyung.</sup></p>
<p><sup>“Huft.. “ Ku  hela nafas ku perlahan. Ku sandarkan kepala ku di sandaran mobil ku . Ku pejamkan sebentar mata ini .</sup></p>
<p><sup>“ Yuri-ah .. Kenapa tidak mencintaiku saja eoh ? Kenapa bukan aku saja .. “ Desah ku dengan perasaan sedih. Rasanya ingin berteriak ,karena kekesalan di hatiku.</sup></p>
<p><sup>TOMORROW (09.00 a.m )</sup></p>
<p><sup>AUTHOR POV ( AT KYUHYUN HOUSE )</sup></p>
<p><sup>Pagi pagi seorang namja menuruni mobil nya dengan tergesa-gesa . Di main kan nya kunci mobil milik nya.</sup></p>
<p><sup>“ Eoh ?  Song Ahjumma ? “ gumam nya melihat orang yang berada di tangga depan rumah kyuhyun.  Dia pun melangkah mendekat ke arah wanita yang sedang berjongkok itu. Mata nya langsung terbelalak melihat sosok yang sedang terbaring di pangkuan nyonya Song.</sup></p>
<p><sup>“ Astaga ! Kenapa ini “ Ujar nya panik bergegas berjongkok di dekat nyonya song .</sup></p>
<p><sup>“ Ah manager park ! “ Panggil Nyonya Song pada pria yang berada di samping nya itu. “ Tolong ,tolong aku “ Pinta nya panik pada manager park . “ Apa yang terjadi ? kenapa dengan Chae shin ssi ?” Tanya manager park ikut cemas.</sup></p>
<p><sup>“ Saya tidak tahu Park ssi .. Saat saya datang ,tiba tiba Chae Shin ssi sudah terbaring di sini .. “ Jawab nyonya Song khawatir.</sup></p>
<p><sup>“ Chae shin ssi .. yak ,cahae shin ssi .. “ Panggil manager park . Namun tak ada jawaban dari yeoja yang di panggilnya.</sup></p>
<p><sup>“ Chae Shin ssi .. Ireona .. Palliwa ,kau dengar aku ? “ Ujarnya lagi membangunkan chae shin yang sama sekali belum menggubrisnya .</sup></p>
<p><sup>“ Panas sekali , Lebih baik kita bawa dia kerumah sakit “ Ujar manager park langsung memburu tubuh chae shin .</sup></p>
<p><sup>“ Ne . Saya pikir juga begitu . Saya takut chae shin ssi kenapa kenapa “ Jawab Nyonya song .</sup></p>
<p><sup>“ kemana Kyuhyun ? “ Tanya manager park . “ Molla.. Saya tidak tahu kemana kyuhyun ssi . Tapi saat saya cek, pintu rumah masi terkunci . Mungkin Kyuhyun ssi tidak ada di rumah “ Jawab nyonya song lagi .</sup></p>
<p><sup>“ Eoh anak itu . Selalu saja buat masalah . baiklah ,bantu aku bawa Chae shin ssi ke mobil “  Ujar manager park lagi .</sup></p>
<p><sup>“ Ne Park ssi “ Ujar Nyonya song membantu manager park membawa tubuh chae shin yang tak berdaya itu .</sup></p>
<p><sup>CHO KYUHYUN POV</sup></p>
<p><sup>Aku menyetir mobil ku dengan perlahan. Tengkuk ku rasanya sakit sekali . Semalaman aku tidur di mobil di depan apartemen yuri.</sup></p>
<p><sup>“ Huahhmm .. “ Aku menguap . Mataku masih sangat mengantuk . KRING KRING . Ponsel ku berdering . Aku merogoh rogoh ponsel ku perlahan di samping .</sup></p>
<p><sup>“ Ne yoboseo .. “ Jawab ku tanpa melihat terlebih dulu siapa yang menelpon ku .</sup></p>
<p><sup>“ Kyu .. “ Panggil seseorang dari seberang . Aku segera menepikan mobil ku secepat mungkin . Aku tahu suara siapa yang baru saja menelpon ku .</sup></p>
<p><sup>“ yuri-ah “ Panggil ku . “ Kyu .. “ Panggil nya lagi semakin melemah . Aku cemas mendengar suara nya yang seperti orang sakit itu .</sup></p>
<p><sup>“ Yuri-ah ,gwaenchana ? Ada apa denganmu ? “ Tanya ku khawatir . Terdengar suara isak tangis di seberang sana .</sup></p>
<p><sup>“ yuri-ah ,jawab aku ! Kau kenapa “ Ujar ku panik . tapi tak di jawabnya pertanyaan ku .</sup></p>
<p><sup>“ Tunggu aku ,aku akan segera ke sana “ ujarku pada yuri . Ku matikan cepat ponselku . Ku putar balik arah mobil ku . Yuri ,kenapa dengan nya ? Suara nya ,tangisan nya ,apa yang terjadi padanya ? Aku benar benar khawatir , Semoga tidak terjadi apa apa dengan nya .</sup></p>
<p><sup>CHOI SIWON POV</sup></p>
<p><sup>“ Mwo ? syuting hari ini di tunda ? Wae ? “ Tanya ku pada tae joon . “ Ne ,tadi manager yuri menelpon pada sutradara ,kalau hari ini dia tidak bisa syuting” Jawab tae joon.</sup></p>
<p><sup>“ Mwo ? yuri tidak bisa syuting ? “ Jawabku heran. “ Eung , Kata managernya dia sedang sakit ,jadi harus beristirahat “ jawab tae joon lagi . Aku terdiam . Ini pasti gara gara kejadian tadi malam.</sup></p>
<p><sup>“ Kau tidak menjenguk nya ? “ Ujar Tae Joon lagi menanyaku.  “ Eoh ? Eung .. itu.. “</sup></p>
<p><sup>“ Eoh baiklah . Hari ini jadwal mu tidak ada karena syuting di batal kan . jadi ,kau boleh beristirahat hari ini . Aku pulang dulu Won . “ Ujar Tae Joon lagi padaku tersenyum .</sup></p>
<p><sup>“ Eoh kau mau pulang ? Baiklah . Hati hati di jalan “ Ujar ku pada Tae Joon. Tae Joon pun mengangguk dan beranjak pergi meninggalkan apartemenku.</sup></p>
<p><sup>Aku terdiam sesaat . Yuri ? Apa benar dia sakit ? Parahkah ? Ku pikir aku harus ke apartemen nya . Aku benar benar khawatir .</sup></p>
<p><sup>CHO KYUHYUN POV</sup></p>
<p><sup>Aku dengan tergesa gesa menuju kamar apartemen yuri . Dengan tergesa gesa pula ku tekan bel pintu nya sesampai nya aku di depan kamarnya.</sup></p>
<p><sup>TING TONG</sup><sup>—ku tekan berkali kali bel pintunya . Tapi tak juga yuri kunjung membuka . membuatku semakin khawatir. Ku arahkan tangan ku ke ganggang pintu.</sup></p>
<p><sup>CKLEK! </sup><sup>Pintu terbuka . Ternyata pintu itu tidak di kunci . Tanpa aba aba ,akupun langsung masuk ke dalam.</sup></p>
<p><sup>“ Yuri ! Kwon yuri ! Kau dimana ? “ Ujar ku mengedarkan pandangan ke seluruh ruangan apartemen nya . Ku cari cari di dapur dan di gudang apartemen nya . Tapi tidak ada siapa siapa .</sup></p>
<p><sup>“ Apa dia di kamar ?“ Ujar ku menebak nebak. Aku pun langsung menuju kamar yuri. Ya ,aku sudah hapal letak ruangan di kamar yuri saat aku bertamu untuk makan malam bersama pertama kali yuri ke Seoul bersama siwon hyung. Yuri mengenalkan seluk beluk apartemennya .</sup></p>
<p><sup>“Yuri ! “ teriak ku panik . Ku lihat yuri duduk di lantai bersandar sambil memegangi lutut nya dan terisak . Aku langsung memburu ke arahnya denga perasaan penuh kekhawatiran.</sup></p>
<p><sup>“ Yuri ,gwaenchana ? “ Tanya ku padanya . Dia menatap ku dengan mata sembab . Wajahnya merah . Aku bertaruh dia pasti tidak tidur semalaman .Wajahnya terlihat sangat acak acakan.</sup></p>
<p><sup>“ Kyu .. Aku sakit .. “ Rintihnya padaku . Aku melihat sedih ke arahnya . “ Kau sakit ? Yang mana yang sakit ? “ Ujar ku cemas.</sup></p>
<p><sup>“ Sakit kyu .. “ Ujar nya menangis terisak membuatku semakin bingung . “ Yuri-ah , di sini ada aku eoh ? Kau bilang yang mana yang sakit “ Ujar ku padanya sekali lagi bertanya .</sup></p>
<p><sup>“ Di sini .. Di sini yang sakit .. “ Ujar nya pelan sambil terus menangis . Aku melihat yuri menunjuk dadanya . Di remasnya kerah baju nya dengan kuat . Aku melihat yuri memang merasa terpukul dengan penolakan siwon hyung . Benar benar membuatku sedih .</sup></p>
<p><sup>“ Yuri-ah . Berhentilah seperti ini . Melihatmu seperti ini benar benar membuatku sedih yuri-ah. Aku benar benar tidak kuat melihat yeoja yang berarti bagi ku sedih dan menahan sakit seperti ini “ Ujar ku lirih menatapnya sendu . Yuri terisak . Aku memeluk tubuh yeoja itu perlahan .</sup></p>
<p><sup>“ Jebal . Jangan seperti ini . Kau pasti bisa menggantikan siwon hyung denga pria yang jauh lebih mencintai mu . Kau tidak boleh terpuruk dan lemah seperti ini . Aku akan melindungi mu .Aku tidak akan pernah meninggalkan mu . Uljima .. Eoh ? “ Ujar ku lagi memeluk erat dirinya .</sup></p>
<p><sup>“ Kyu .. Aku mencintai siwon Oppa .. Aku benar benar mencintai nya . Tapi kenapa yang ku dapatkan hanya seperti ini . Aku sudah menunggu nya bertahun tahun . Tapi ,sedikit pun dia tidak memperdulikan perasaan ku “ Ujar yuri menangis.</sup></p>
<p><sup>“ Ne .Arraso . Uljima .. Eoh ? Jangan sedih begini . Jangan sedih .. “ Ujar Ku mengelus pelan kepalanya . Yeoja itu menangis keras di pelukan ku . Hatiku ikut sakit melihatnya .</sup></p>
<p><sup>AUTHOR POV (AT HOSPITAL )</sup></p>
<p><sup>“ Bagaimana keadaan nya Uisangnim ? “ Tanya manager Park cemas saat dokter selesai mmeriksa Chae shin di ruangan rawat. Yeoja itu masih belum sadar .</sup></p>
<p><sup>“ Demam nya memang tinggi. Tapi tadi aku sudah berikan obat antipiretik untuk nya, jadi tunggu saja sampai panasnya turun “ Ujar Dokter itu lagi pada manager park.</sup></p>
<p><sup>“ Eoh begitu . Ne ,gamsahamnida usiangnim “ Ujar manager park membungkuk berterimakasih .</sup></p>
<p><sup>“ Ne ,sama sama “ Ujar dokter itu . Kemudian pergi meninggalkan ruangan rawat chae shin .</sup></p>
<p><sup>“ Ahh .. Untung lah Chae shin tidak apa apa .. “ Gumam manager park lega . Di keluarkan nya ponsel dari dalam saku nya .</sup></p>
<p><sup> “  Bocah itu ,kemana perginya dia ? Dia tidak tahu apa kalau chae shin sedang seperti ini ? “ Ujar manager park mengomel.</sup></p>
<p>&nbsp;</p>
<p><sup>AT YURI APARTEMENT</sup></p>
<p><sup>Kyuhyun menyelimuti tubuh yuri yang tertidur pulas . Di tatapnya dalam wajah polos gadis itu . Wajah yang benar benar sangat cantik di mata kyuhyun . Kyuhyun menghela nafas nya dan memutar pelan kepalanya yang terasa sangat tegang.</sup></p>
<p><sup>DRTT—DRRTTT—</sup><sup>Ponsel kyuhyun bergetar. Dengan cepat kyuhyun mengeluarkan alat komunikasi itu dari saku nya. Sebuah pesan baru saja masuk ke dalam ponselnya . Segera dia membuka pesan itu.</sup></p>
<p><sup>“ Kyu . Neo eodiga ? Cepat ke rumah sakit Seoul sekarang juga . Chae Shin sedang di rawat “ </sup></p>
<p><sup>Begitu lah isi pesan singkat dari jungmin pada kyuhyun . Kyuhyun terkejut bukan main membaca semua pesan itu.</sup></p>
<p><sup>“ Mwo ? Cha,chae shin ?? “ pekik nya tertahan . Dia takut suara nya membangunkan yuri yang sedang tidur. Segera kyuhyun bergegas meninggalkan apartemen yuri dengan perasaan ragu meninggalkan yeoja yang di cintainya itu.</sup></p>
<p><sup>KWON YURI POV (16.00 p.m )</sup></p>
<p><sup>TING TONG—</sup><sup>Terdengar suara bel pintu . Aku terbangun dari tidurku . Ku lihat ke arah samping, mencari cari sosok yang sejak tadi menemani ku hingga aku tertidur, kyuhyun.  Aku melihat ke sana kemari. Namun tidak ku temukan dia . Sepertinya dia sudah pergi, pikirku.</sup></p>
<p><sup>Dengan lemas aku bangun dari tempat tdiurku. Ku langkah kan kaki ku ke arah pintu ,untuk melihat siapa gerangan yang menekan bel pintu apartemenku .</sup></p>
<p><sup>CKLEK!</sup><sup> Ku buka pintu apartemen perlahan. Ku dongak kan wajahku dengan malas .</sup></p>
<p><sup>“ Yuri-ah .. “ Panggil seorang namja yang berdiri tepat didepanku. Aku melebarkan mataku.</sup></p>
<p><sup>“ Oppa.. “ Desahku terkejut. Ya ,yang sekarang berdiri di depan ku ini adalah orang yang membuatku patah hati semalam.</sup></p>
<p><sup>“ Yuri.. kata manager mu kau sakit ? Apa kau sudah baikan ? “ tanya siwon oppa padaku dengan nada terlihat cemas . Ya ,dia cemas ,aku tahu itu . Tapi ,rasa kecemasan nya ituhanyalah sebagai seorang kakak pada adik nya,tidak lebih .</sup></p>
<p><sup>“ Memangnya kenapa kalau aku sakit ? “ Tanya ku ketus . Aku masih belum bisa melupakan kekecewaan ku padanya sejak tadi malam.</sup></p>
<p><sup>“ Aku cemas mendengar kau sakit yuri-ah . Kalau kau memang belum baik ,mari ku antar kau ke rumah sakit ,eoh ? “ Tawar nya padaku . Aku melihat kesal padanya.</sup></p>
<p><sup>“ Tidak usah. Aku bisa mengurus diriku sendiri . Lebih baik oppa mengurusi urusan oppa saja. Tidak usah memperdulikan ku “ Jawab ku padanya .</sup></p>
<p><sup>“ Yuri.. “ Panggilnya dengan nada lemah. “ Aku ingin istirahat. Lebih baik oppa pulang saja. Kalaupun aku butuh ke rumah sakit ,aku bisa meminta tolong pada kyuhyun “ Jawabku lagi.</sup></p>
<p><sup>“ Yuri.. Jangan seperti ini .. “ Ujar siwon Oppa menatapku sendu.  “ Annyeong .. “ Ujar ku membungkuk ,lalu menutup pintu apartemenku.</sup></p>
<p><sup>“ Yuri !! “ Panggil siwon oppa dari luar pintu. Aku hanya menyandarkan tubuhku di balik pintu sambil kembali menangis . Rasa hati yang sudah mulai tenang kembali sakit setelah melihat siwon oppa . Rasanya sangat kesal padanya ,tapi di sisi lain menghindarinya seperti ini benar benar membuatku tersiksa.</sup></p>
<p><sup>AT KYUHYUN HOUSE</sup></p>
<p><sup>HAN CHAE SHIN POV</sup></p>
<p><sup>“ Pelan pelan ! “ Omel namja yang memegangi tubuh ku masuk ke dalam rumahnya. Aku mendelik kesal ke arahnya.</sup></p>
<p><sup>“ tidak usah berteriak ! “ Jawabku marah padanya. Ya ,siapa lagi kalau bukan kyuhyun , hanya dia namja yang sering membuatku berteriak.</sup></p>
<p><sup>“ Duduk dulu di sini sebentar “ Ujarnya menduduk kan ku di sofa ruang tengah. Aku pun duduk perlahan. Kyuhyun bergegas pergi . Ku sandarkan tubuh ku di sandaran sofa.</sup></p>
<p><sup>“ Ahh.. tubuhku .. “ Ujar ku. Tubuhku sudah mulai enakan. Kata kyuhyun dan manager park, tadi aku pingsan, dan di bawa ke rumah sakit. Kata manager park aku juga demam tinggi. Karena panas ku sudah turun, akupun di perbolehkan pulang oleh dokter dengan syarat harus meminum obat sampai demam ku benar benar sembuh.</sup></p>
<p><sup> “ Igo .. “ Ujar Kyuhyun yang sudah kembali menghampiriku, memberikan segelas air putih padaku. Aku melihat heran ke arahnya. Tumben sekali namja ini baik. Aku pun mengambil segelas air itu dari tangannya.</sup></p>
<p><sup>“ Kau ini, bisa bisa nya demam karena tidur di luar semalaman . Kau ini pabo sekali “ Ujarnya kembali mengomel sambil duduk di sofa.</sup></p>
<p><sup>“ Yak ! Mau bagaimana lagi. Bukankah kunci rumah ada padamu. Bagaimana aku bisa masuk “ Omelku balik.</sup></p>
<p><sup>“ Pabo ,kau kan bisa buat salinan kunci rumah. Kenapa kau tak gunakan kunci mu sendiri ? “ Tanya kyuhyun dengan wajah sengit. Aku terdiam dan menunduk .</sup></p>
<p><sup>“ Aku tidak sempat membuat salinan kunci nya.. “ Jawabku pelan . Ya ,aku yakin sebentar lagi namja itu pasti akan kembali mengataiku pabo lagi.</sup></p>
<p><sup>“ Mwo ?! Kau tidak sempat buat salinan kunci nya ? Sebulan kau tinggal di sini kau tidak buat satu pun ? “ Tanya nya tak percaya. Aku hanya diam tak bisa menjawab. “ Yak pabo ! Kau ini ,otak mu di taruh dimana eoh ? apa saja yang kau kerjakan sebulan ini sampai kau tidak sempat membuat sebuah kunci ! “ Ujar nya mengomeliku .</sup></p>
<p><sup>“ Ne ,aku tahu aku salah. Tapi sudahlah ,tidak usah di bahas lagi “ Ujar ku kesal pada nya. Namun juga kesal pada diriku yang teledor seperti ini.</sup></p>
<p><sup>“ Yak dengar , Bagaimanapun tidur di luar itu tidak aman. Kalau terjadi sesuatu padamu bagaimana ? Lihat ,sekarang saja kau sakit ,coba kalau jungmin hyung tidak membawamu ke rumah sakit, apa yang akan terjadi eoh ? eoh ! “ Ujarnya terus memarahiku . Aku hanya diam tanpa bisa melawan nya. Memang benar apa yang di katakan oleh namja ini. Ini memang kesalahanku.</sup></p>
<p><sup>“ Ck, Ya sudahlah. Marah dengan mu juga tidak ada guna nya. Semua sudah terjadi. Yang jelas lain kali ,awas kalau ini terjadi lagi. Untung saja tidak ada paparazi yang melihat hal ini. Coba kalau sampai ada yang melihat ,bisa bisa besok akan tersebar berita tentang ku yang memperlakukan isteri nya semena mena . Eoh ,karier ku bisa hancur ! “ Ujarnya padaku. Aku terdiam .</sup></p>
<p><sup>“ Mian.. “ Ujar ku lirih. Aku benar benar menyesal . “ Ya sudah , kau istirahat dulu di kamar. Biar ku buatkan makan untuk mu, setelah itu minum obat mu “ Ujarnya lagi padaku . Aku terkejut melihat ke arahnya.</sup></p>
<p><sup>“ Kau mau masak ? “ Tanya ku terkejut. “ Wae ? Kau pikir aku tidak bisa ? Sudahlah ,kau ke kamar saja . Nanti kalau aku sudah selesai masak ,ku bawa ke kamarmu “ Ujar nya santai padaku .</sup></p>
<p><sup>Aku melihat tak percaya padanya . Namja ini, memang terlihat kasar dan menjengkelkan , tapi aku benar benar tidak menyangka, di saat aku sedang dalam keadaan seperti ini ,dia bersikap baik padaku. Benar benar di luar dugaan . Kyuhyun pun beranjak meninggalkan ku yang masih terperangah. Dia berjalan ke arah dapur.</sup></p>
<p><sup>“ Ck, coba saja dia baik seperti ini setiap hari ,mungkin aku akan lebih baik juga padanya .. “ Gumam ku. Aku pun beranjak pergi ke dalam kamarku sesuai perintah namja kasar itu.</sup></p>
<p>&nbsp;</p>
<p><sup>TO BE CONTINUE~</sup></p>
</div>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/superjuniorff2010.wordpress.com/44119/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/superjuniorff2010.wordpress.com/44119/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=superjuniorff2010.wordpress.com&#038;blog=11405649&#038;post=44119&#038;subd=superjuniorff2010&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://superjuniorff2010.wordpress.com/2013/05/23/married-by-accident-6/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>17</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/089808d533df09426de8934b5d63dafd?s=96&#38;d=monsterid&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ELF4SUJU</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://superjuniorff2010.files.wordpress.com/2013/04/ff-mba.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">FF MBA</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Candy</title>
		<link>http://superjuniorff2010.wordpress.com/2013/05/23/candy/</link>
		<comments>http://superjuniorff2010.wordpress.com/2013/05/23/candy/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 23 May 2013 05:00:13 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ELF4SUJU</dc:creator>
				<category><![CDATA[로맨스 ♥ Romance]]></category>
		<category><![CDATA[fan fiction]]></category>
		<category><![CDATA[fanfiction]]></category>
		<category><![CDATA[한방 ♥ One Shot]]></category>
		<category><![CDATA[Kim Jongwoon]]></category>
		<category><![CDATA[Lee Sungmin]]></category>
		<category><![CDATA[Leeteuk]]></category>
		<category><![CDATA[Park Jungsoo]]></category>
		<category><![CDATA[Sungmin]]></category>
		<category><![CDATA[Super Junior]]></category>
		<category><![CDATA[Yesung]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://superjuniorff2010.wordpress.com/?p=44373</guid>
		<description><![CDATA[Song Hye Neul Title   : Candy Main Cast  : Candy &#38; Kim Jongwoon Other Cast : Lee Sungmin,,Park Jungsoo &#38; Choi Min Ah Genre   : Crazy Romance Rating  : G 15 Length  : Oneshot Disclaimer  : This story is mine .. mine .. MINE !!! “Kau akan kesana?” , “Tentu saja, aku harus kesana…” , “Kau [&#8230;]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=superjuniorff2010.wordpress.com&#038;blog=11405649&#038;post=44373&#038;subd=superjuniorff2010&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<div>
<div>Song Hye Neul</div>
</div>
<div>
<p>Title   : Candy<br />
Main Cast  : Candy &amp; Kim Jongwoon</p>
<p>Other Cast : Lee Sungmin,,Park Jungsoo &amp; Choi Min Ah<br />
Genre   : Crazy Romance<br />
Rating  : G 15<br />
Length  : Oneshot<br />
Disclaimer  : This story is mine .. mine .. MINE !!!</p>
<p><a name="0.2_graphic02"></a></p>
<p><a href="http://superjuniorff2010.files.wordpress.com/2013/04/hilight_women-aom_e589afe69cac.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-44379" alt="hilight_women-aom_副本" src="http://superjuniorff2010.files.wordpress.com/2013/04/hilight_women-aom_e589afe69cac.jpg?w=600"   /></a></p>
<p>“Kau akan kesana?” , “Tentu saja, aku harus kesana…” , “Kau yakin bisa bertemu dengannya hari ini? Dia itu seorang penyanyi solo terkenal, mana mungkin kau bisa menemuinya dengan mengunjungi café miliknya?” , “Aku yakin aku bisa bertemu dengannya!” , “Hanya demi ganti rugi sepedamu yang rusak?” , “Tentu saja, tanpa sepeda ini bagaimana bisa aku mengantar susu dan Koran di setiap rumah?” , “Kan sudah kubilang gunakan saja sepedaku!” , “Tidak mau! Sepedamu jelek!” , “Astaga…yeoja ini.” .</p>
<p>Perdebatan antara Lee Sungmin dan Candy berakhir saat Candy mulai melangkah menjauhi Sungmin menuju ke halte bus terdekat, ia langsung masuk ke dalam bus yang berhenti di hadapannya tak lama kemudian.</p>
<p style="text-align:center;"><span id="more-44373"></span></p>
<p>***</p>
<p>Setiba Candy di café milik orang yang ia cari, ia kemudian masuk dan melihat betapa banyak yeoja-yeoja seumuran bahkan lebih muda darinya memenuhi café tersebut, ia mengangguk kecil yakin dalam hati kalau ia sedang beruntung karena penyanyi dengan suara emas dan wajah mempesona itu sedang ada di cafénya membantu pegawai-pegawainya di meja kasir.</p>
<p>Gilirannya untuk memesan, ia memandang namja tersebut, sedikit tersenyum lalu mendadak senyumnya memudar saat namja itu memandangnya dan tersenyum manis padanya, issh… ini hanya acting dan siasatnya kan, gumam Candy dalam hati.</p>
<p>“Apa kau ada waktu?” , “Mwo?” , semua pengunjung café yang mengantri dan hendak duduk langsung memandang Candy dengan tatapan yang bermacam-macam, bingung, benci, sebal, aneh, dan lain-lain.</p>
<p>“Ini mengenai sepedaku yang kau tabrak seminggu yang lalu.” Tutur Candy santai, “Sepeda? Apa maksudmu?” tanya namja itu bingung, “Apaan sih dia?” , “Apakah dia fans gila?” , “Apa dia pemeras?” , “Ih, sok cantik di depan Yesung oppa.” , “Hih, apa sih maunya.” , “Dia pasti bohong.” Itulah beberapa komentar miring yang didengar oleh Candy.</p>
<p>“Kau lupa? Saat kau kembali dari Gangnam, kau menabrakku hingga lututku terluka dan kedua ban sepedaku pecah.” Jelasnya santai, pria bernama Kim Jongwoon yang akrab dipanggil Yesung itu mengernyitkan kening, disusul tatapan ingin membunuh  beberapa atau semua fansnya yang ada di dalam cafénya itu.</p>
<p>“Mungkin kau salah orang.” Celetuk salah satu fansnya dari belakangnya, disusul anggukan fans yang lain dan sedikit menyebabkan kegaduhan. “Mana mungkin aku salah orang? Dia saja yang lupa ingatan!” celetuk Candy sebal dan menunjuk tepat di hidung Yesung.</p>
<p>“Ya! Sopanlah sedikit pada Yesung oppa!” , “Ne, dasar yeoja gila!” , “Pergi sana, aku sudah lama menunggu untuk memesan!” disusul umpatan dan amarah fans Yesung, “Sudahlah, kalian tenanglah, baiklah nona manis, kau ingin memesan apa? Soal sepedamu itu kita bicarakan nanti saja, ya?” sarannya ramah namun Candy malah menggeleng dan berjalan keluar café disusul tatapan benci yeoja lainnya.</p>
<p>Dengan langkah gusar Candy kembali ke rumahnya, kali ini wajahnya tak seceria saat ia pergi menuju café tersebut, mentang-mentang dia seorang artis terkenal, jadi ia memperlakukanku seperti itu begitu? Cih, menyebalkan sekali, keterlaluan… bisa-bisanya ia melupakan janjinya untuk mengganti rugi atas kerusakan sepedaku, aku berharap tidak ada bertemu dengannya lagi besok bahkan kapanpun. Gerutunya dalam hati lalu masuk ke dalam rumahnya.</p>
<p>***</p>
<p>“Jadi, apa yang kau dapatkan setelah tiba di cafénya?” tanya Sungmin sambil melahap makan paginya, “Apakah kau harus tahu?” , “Hm…” Sungmin menghentikan kegiatan makannya dan mengangguk lalu melipat kedua tangannya di depan dada, “…ya tentu saja, apakah kau diberi uang yang cukup banyak? Mungkin kau bisa berbagi beberapa ribu won padaku.” Ia tersenyum manis, menjijikkan di mata Candy.</p>
<p>“Aku benci pada namja itu, sampai kapanpun!” , “Mwo? Membencinya? Apakah uang yang ia berikan kurang?” tanya Sungmin lalu kembali menghabiskanbulgogi di piringnya. “Jangankan kurang, satu wonpun tak ia berikan padaku! Ia benar-benar lupa seminggu yang lalu pernah menabrakku, menghancurkan sepedaku, menghancurkan pekerjaanku! Aku benci sekali padanya, wajahnya saja yang mempesona, otak dan hatinya benar-benar di luar kata mempesona!” gerutu Candy tiada habisnya.</p>
<p>Sungmin tak melanjutkan pertanyaannya lagi, ia tahu betul sahabatnya sejak sepuluh tahun yang lalu ini, jika ia sudah mulai meracau tidak jelas begini dan terus ditanyai mengenai orang yang tak ia sukai ia akan marah dan terkadang menjadi sedikit lebih berbeda dari Candy yang biasanya, mungkin yang biasanya ia tenang maka akan menjadi Candy yang suka mencubiti lengan sahabatnya sampai kebiruan karena saking gemasnya pada orang yang ia ceritakan.</p>
<p>“Lalu? Kapan kau akan melanjutkan pekerjaanmu?” Sungmin mulai mengalihkan topik, “Entahlah, mungkin aku akan menjadi pengangguran mulai besok.” Tutur Candy sedih, Sungmin mengulurkan tangannya dan membelai lembut kepala Candy, “Tenanglah, mungkin ini petanda kalau kau akan mendapat pekerjaan yang lebih baik daripada pengantar susu dan Koran.” Sungmin menyemangati dibalas seringai malas khas milik Candy.</p>
<p>***</p>
<p>“Oppa…” teriak seorang yeoja dari belakang saat Sungmin dan Candy sedang jalan kaki berdua mengitari Sungai Han, “Bukankah itu suara Min Ah?” Sungmin dan Candy berbalik dan tiba-tiba saja Choi Min Ah, anak dari pemilik kedai langganan Sungmin dan Candy memeluk erat Sungmin dari belakang, “Oppa, neomu bogoshipo!” tutur gadis itu manja disusul senyum manis Sungmin, lagi-lagi harus membuat Candy menahan rasa mualnya melihat senyuman itu.</p>
<p>“Ah kalian, berhentilah bermesraan di hadapanku!” pinta Candy sedikit berteriak, “Hahaha, ayo chagiah kita jalan-jalan, aku sudah menunggumu sejak tadi siang, bagaimana dengan kuliahmu di Incheon?” , “Menyenangkan oppa, aku satu universitas dengan salah satu personil SHINee, tapi aku lupa siapa namanya, kita satu kelas oppa…” keduanya asyik berbicara dan membuat Candy merasa kikuk diantara mereka berdua dan akhirnya Candy memutuskan untuk pergi duluan, berjalan sendiri mengitari Sungai Han dengan tampang linglung.</p>
<p>Tiba-tiba saja, “Hey!” seorang namja menyentuh pundak Candy dari belakang, Candy berbalik dan langsung membulatkan matanya saat menatap namja tersebut, “KAU?” , “Ah, tak salah orang kali ini, hehe… bisakah kita berbicara tidak disini? Ini mengenai sepedamu.” Tutur namja bernama Kim Jongwoon itu dengan tatapan ramah tanpa dosa, membuat Candy benar-benar muak melihatnya.</p>
<p>“Cih, untuk apa? Aku sudah tidak mebutuhkan uang gantinya.” Tutur Candy dingin dan berlalu meninggalkan Yesung, tak lama kemudian Yesung sudah menjejeri langkah Candy, “Mianhae soal waktu itu, aku sungguh sangat sibuk melayani tamu yang datang, apalagi mereka semua…” , “…adalah fansmu, kan? Sudahlah tidak apa-apa, lupakan soal sepedaku, pikirkan saja fansmu dan pamormu, aku sudah tak butuh uangnya.” Balas Candy semakin dingin dengan sorot mata yang tajam.</p>
<p>Yesung memegang pergelangan tangan Candy, menahannya agar tidak melangkah lebih jauh lagi darinya, langkah Candy juga terpaksa ia hentikan karena beberapa orang tengah menatapnya sekarang, mungkin dari kejauhan mereka tidak tahu kalau yang sedang memegang tangannya adalah pelantun lagu It has to be you yang terkenal itu, karena Yesung menggunakan sweeter tebal dan topi juga kacamata hitam untuk menutupi identitasnya.</p>
<p>“Ku mohon, aku sudah susah payah meluangkan waktuku hanya untuk menemuimu.” Tuturnya pelan, Candy tetap tidak peduli, ia masih saja memasang wajah dinginnya,”Masa bodoh! Aku juga tak memintamu meluangkan waktumu untukku kan? Bukankah kita tidak saling mengenal? Hnaya karena kejadian tabrakan itu, lagipula aku sudah menemuimu dan kau tidak menggubrisku, aku terima, jadi aku takkan minta ganti rugi atas uangnya, sekarang lepaskan tanganku atau aku akan berteriak!” ancam Candy dengan sorot mata seperti ingin membunuh.</p>
<p>Yesung merenggangkan pegangan tangannya, dari dalam kacamata hitamnya ia memandang tepat di manik mata yeoja tersebut dan secara tak sengaja bergumam dalam hati mengapa yeoja ini begitu manis? Aish, apa-apaan aku, fansku juga banyak yang manis, Seohyun SNSD dan IU juga cantik, malah lebih cantik darinya, aish… apa yang aku pikirkan.</p>
<p>Candy yang merasa canggung dipandang oleh Yesung langsung berbalik dan berjalan meninggalkan Yesung, semakin menjauh, sedangkan Yesung masih terpaku di tempat ia berdiri, awalnya ia benar-benar menyanggah semua perasaan itu, berkata kalau ini terlalu cepat dan tidak mungkin. Tapi sesaat kemudian ia mengeluarkan smirk khas miliknya lalu berjalan pergi, seperti merencakan sesuatu dan ya… ia tidak akan melepaskan yeoja itu begitu saja, dan ah Yesung-shii, kau lupa menanyakan siapa namanya, aish jeongmal pabboya. Rutuknya sebal lalu menuju ke tempat mobilnya diparkirkan.</p>
<p>***</p>
<p>Presenter : “Yesung-shii, kapan terakhir kau merasakan jatuh cinta? Mendengar banyak sekali lagu yang kau nyanyikan adalah lagu cinta.”</p>
<p>Yesung   : “Kapan ya, sepertinya tadi sore, terlalu cepat memang, aku sempat menolak pemikiran itu, aku sedang jatuh cinta, tapi mau bagaimana lagi, sepertinya iya aku jatuh cinta pada yeoja itu, padahal baru dua kali kami bertemu.”</p>
<p>Presenter : “Jinjjayo? Bolehkah aku dan clouds, para fansmu tahu siapakah yeoja beruntung tersebut? Yang berhasil menaklukkan hati seorang Kim Jongwoon?”</p>
<p>Yesung    : “Sayang sekali aku tak sempat menanyakan namanya, aku bahkan tak tahu dimana tempat tinggalnya, tapi…”</p>
<p>***</p>
<p>“Ah, apa-apaan ini, bahkan saat memutar radio saja malah dia yang sedang on air, benar-benar menyebalkan.” Gerutu Candy sesaat setelah mematikan radionya dan beralih ke televisinya. Pelantun lagu It Has To Be You Kim Jongwoon digosipkan tengah menjalin hubungan asmara dengan seorang yeoja yang belum diketahui namanya, hal ini diungkapkan oleh namja dengan panggilan Yesung ini di sebuah acara radio on air yang bertempat di daerah Gangnam, sampai detik ini paparazzi masih…</p>
<p>Candy mematikan televisi dan langsung kelaur rumah, berharap Sungmin sudah pulang dari kencannya bersama Min Ah dan mau mendengar keluh kesahnya hari ini, terlebihnya tentang pertemuan tak terduganya bersama Yesung yang membuatnya sebal seharian ini.</p>
<p>***</p>
<p>“Jinjja? Kau bertemu dengan namja itu?” Sungmin membelalakkan matanya kemudian duduk di samping Candy, “Aku benci hari ini Sungmin-shii…” tutur Candy malas lalu menghentakkan kakinya beberapa kali di lantai rumah Sungmin, “Lalu?” , “Lalu apa?” , “Kau menyukainya?” , “Apa maksudmu dengan kata aku menyukainya? Tentu saja tidak, melihatnya saja sudah membuatku benci sekali.” Tutur Candy sebal.</p>
<p>“Jangan terlalu membenci seseorang.” , “Mengapa? Karena itu akan membuahkan cinta? Tidak mungkin Sungmin-shii, aku bukan sedang di dunia drama.” Tegas Candy lalu duduk kembali, “Dulu juga Min Ah membenciku…” , “…ya baiklah, tapi itu hanya kebetulan saja!” tegasnya lagi, “Tidak ada kebetulan di dunia ini, Candy-shii… karena apapun yang ada di dunia ini,di lingkaran bumi ini, satu sama lain terhubung.” Jelas Sungmin sambil menatap Candy tepat di manik matanya.</p>
<p>“Mengapa hari ini kau sangat menyebalkan Sungmin-shii? Apakah kau bosan menjadi sahabatku? Jadi kau berpihak pada namja itu?” tanya Candy yang lagi-lagi berdiri dari kursi yang ia duduki, entah untuk yang keberapa kali, Sungmin tersenyum kecut, “Berhentilah membenci Yesung secara berlebihan, ingatlah… kalau kau mendapat karmanya, yaitu menyukainya, kau tidak akan pernah bisa lepas darinya.” Jelas Sungmin lalu ikut berdiri dan memegang pundak Candy.</p>
<p>***</p>
<p>Sungmin sedang mengantar Min Ah kembali ke Incheon, terpaksa Candy hari ini harus sendirian tanpa teman bicara dan sejak semalam yang ada di otaknya adalah senyum seorang Kim Jongwoon, entah sejak kapan ia mulai memikirkan Kim Jongwoon, bukan dari sisi menyebalkannya tapi dari sisi manisnya, Candy menggeleng, mencoba menepis semua hal yang berbau “jatuh cinta” di dalam hatinya pada Yesung.</p>
<p>“Ah, aku bosan…” Candy keluar dari kamarnya, membawa syal lalu mengenakan sepatu boot putihnya dan memakai kupluk berwarna senada dengan syalnya, cokelat muda dan keluar rumah sambil membawa kamera tua milik appa-nya, “Appa… aku pergi dulu, ya!” , “Mau kemana?” , “Namsan Tower.” , “Apakah bersama dengan kekasihmu?” , “Ya! Aku belum memikirkan itu appa…” , “Lalu untuk apa kau kesana, pabbo? Bukankah disana tempat sepasang kekasih bertemu? Kau harusnya ke Insadong dan menemani ahjummamu berjualan disana.” Pekik appa Candy yang sibuk merawat tanaman bonsainya, Candy langsung melangkah keluar tanpa berpamitan pada appanya.</p>
<p>***</p>
<p>“Kau?” tiba-tiba saja langkah Candy terhenti saat di hadapannya berdiri seorang namja yang ia benci sekaligus ia pikirkan akhir-akhir ini, “Senang bisa bertemu lagi agashii…” sapa Yesung ramah, Candy cuek saja lalu melanjutkan jalannya, “Kau sedang membuat janji dengan siapa? Namjachingu-mu?” , “Bukan urusanmu!” , “Seberapa besarkah bencimu padaku?” , “Menurutmu?” , “Sebesar kau akan mencintaiku kelak, mungkin…” Candy terpaku beberapa saat lalu berjalan lagi.</p>
<p>“Berhentilah mengikutiku!” , “Aku sedang ada syuting video klip disini.” , “Kau bohong!” , “Baiklah, ikut denganku…” tanpa menunggu persetujuan Candy, Yesung sudah menarik tangannya “Ya! Lepaskan! Apa-apaan kau! Ya! Yesung-shii!” Candy memukuli tangan Yesung beberapa kali namun tak digubris oleh Yesung, ia terus menarik tangan Candy hingga diperhatikan oleh orang-orang di sekitar mereka. “Kau gila! Semua orang melihatku sekarang!” gerutu Candy yang mulai menuruti kemana langkah Yesung akan pergi, Yesung hanya tersenyum singkat dan membawa Candy masuk ke dalam gondola yang berada di Namsan Tower.</p>
<p>“Ya! Kau membohongiku! Kau bilang kau ada syuting disini?” , “Memang benar, dua jam yang lalu.” , “Lalu? Untuk apa kau berlama-lama disini?” , “Menantimu…” , “Kau berbohong lagi?” , “Haha, lagipula setelah syuting tidak ada kegiatan lain, jadi aku meminta pada managerku untuk seharian ini aku berjalan disini, siapa tahu bisa bertemu dengan seseorang yang kukenal, dan ternyata…” , “Aku tak mengenalmu!” tandas Candy telak membuat Yesung tersenyum pahit.</p>
<p>***</p>
<p>“Aku harus pulang.” Tutur Candy setelah mereka cukup lama terdiam di dalam gondola tersebut dan hanya berdua, “Lagipula ini masih pukul tiga sore.” , “Kau tahu, reputasimu akan hancur setelah hari ini. Kau dilihat banyak orang menggandeng tanganku, dan setelah itu kau akan muncul di media massa, dengan gadis biasa sepertiku, bertampang artispun tidak…” tiba-tiba Yesung sudah mendekap Candy dalam pelukannya, menenangkan Candy yang mulai meracau tak jelas itu.</p>
<p>“Lepaskan Yesung-shii.” Ujar Candy lemah, seolah hatinya berat untuk meminta melepas pelukan itu, “Kau terlalu munafik pada dirimu sendiri, bisakah kau tak berpura-pura tak melihatku? Tak berpura-pura membenciku?” , “Aku benci padamu, tanpa kepura-puraan Yesung-shii, lepaskan pelukanmu!” tutur Candy sedikit mengeras.</p>
<p>“Tetaplah seperti ini, jebal!” , “Pabbo! Namja pabbo! Aku benci namja pabbo sepertimu! Pikirkan reputasimu sebagai penyanyi solo terkenal, pabbo!” , “Diamlah dan tetap seperti ini!” kali ini Yesung tak main-main, ia semakin mengeratkan pelukannya, membuat air mata Candy tak sengaja mengucur dengan pelan, namun tubuhnya tetap kaku, tak membalas pelukan Yesung sama sekali, membuat Yesung merasa kalau ia semakin jauh dari yeoja yang ia sukai selama ini, bukan hanya suka, melainkan cinta, ya Yesung sudah jatuh hati pada yeoja ini, sejak pertemuan mereka yang kedua, di café miliknya.</p>
<p>Perlahan Yesung melepaskan pelukannya, Candy menatapnya dengan tatapan sebal, “Hampir saja aku lupa, siapa namamu?”  mendadak suasana yang sedikit romantis di mata seorang Candy langsung lenyap begitu saja, musik yang sudah ia sediakan di otaknya agar terdengar romantic mendadak berhenti seperti kehabisan baterai untuk diputar lagi. “Kau tak perlu tahu!” , Begitukah?” , “Tentu saja!” tegas Candy.</p>
<p>Tibat-tiba saja Yesung mengecup bibir Candy singkat namun berhasil membuat Candy mengedipkan matanya beberapa kali hingga nyaris kehilangan kesadaran, apakah namja bernama Kim Jongwoon ini sedang gila? Apakah tidak salah? Apa maksudnya dengan ciuman tadi? Itulah kata hati Candy yang membuatnya bingung sendiri.</p>
<p>“Sekarang… aku tanya lagi, siapa namamu?” Candy masih shock dan hanya memandang dengan tatapan bodoh seolah bertanya kau-bilang-apa-barusanpada Yesung. Yesung mengecupnya lagi, singkat dan lagi-lagi Candy semakin terpaku tak berdaya, “Ayolah beritahu aku, siapa namamu?” Candy masih terdiam, “Sepertinya kau ketagihan oleh ciumanku ya? Jadi kau berpura-pura mematung begini? Baiklah…” Yesung menarik Candy dalam rangkulannya dan kali ini menciuminya lebih lama.</p>
<p>“Ya! Cukup!” Candy mulai bisa mengontrol dirinya lalu mendorong Yesung sejauh mungkin, gondolanya sedikit bergoyang membuat Candy reflek mendekati Yesung dan memeluknya erat, “Kyaaaaaa!” , “Dasar penakut!” , “Ini semua gara-gara kau!” , “Kau tak menjawab pertanyaanku.” , “Karena bibir sialanmu itu menempel di bibirku!” , “Dan kau menikmatinya kan meski hanya sekilas? Sampai mematung begitu.” Ledek Yesung.</p>
<p>Candy langsung melepas pelukannya dan mencubit kuat tangan Yesung hingga sang namja meringis kesakitan, tapi ia tak peduli, ia segera menjaga jarak dengan namja menyebalkan itu. “Aku mau pulang!” , “Iya, iya… sedikit lagi gondola ini akan sampai di tempatnya.” , “Lebih cepat lebih baik.” , “Apa kau tak berniat memberitahukan namamu?” Yesung memastikan dengan tatapan menyelidik dan hanya mendapat jawaban gelengan dari Candy, “Kau benar-benar menyebalkan dan keras kepala!” .</p>
<p>“Aku akan mengantarmu pulang.” , “Andwae!” Candy langsung berlari menuju lift terdekat saat keluar dari gondola, Yesung mengikutinya hingga masuk ke dalam lift, “Beritahu namamu dan kau akan ku lepaskan.” Bisik Yesung saat keduanya sudah berada di dalam lift menuju lantai bawah. Candy masih keras kepala dan memandang ke tempat lain.</p>
<p>“Aku serius!” , “Andwaeeeeeee!” pekik Candy yang kemudian reflek menutup mulutnya karena dilirik oleh orang lain yang berada di dalam lift, “Dasar! Keras kepala dan memalukan!” ledek Yesung, disusul cibiran sebal Candy.</p>
<p>***</p>
<p>Candy tiba di rumah dalam keadaan yang acak-acakan, ia mati-matian menolak ajakan Yesung mengantarnya pulang, akhirnya ia memilih berlari dari Namsan sampai ke rumahnya kurang lebih satu jam, padahal kalau naik bus umum atau ia menerima ajakan Yesung ia bisa tiba di rumah tiga puluh menit yang lalu.</p>
<p>“Ya! Candy-shii, ada apa denganmu?” Sungmin yang sedari tadi menunggunya di pekarangan rumah Candy langsung menghampiri Candy yang terduduk di tangga depan rumahnya, Candy menelungkupkan kedua tangan di wajahnya dan menangis sejadinya, “Ya! Ada apa denganmu? Katakanlah, jebal! Apakah ada yang menjahatimu?” Sungmin tampak khawatir.</p>
<p>Reflek Candy memeluk tubuh Sungmin dan melanjutkan isak tangisnya hingga membuat kaos yang digunakan Sungmin basah karena air matanya, “Jebal Candy-shii, katakan padaku, apa yang terjadi?” Sungmin yang tak tahan langsung memegang kedua pundak Candy dan mengguncang-guncang tubuh Candy yang masih menangis sesenggukan.</p>
<p>“Aku benci dengannya! Aku benci! Aku benci! Kau tahu? Karena aku membencinya kini aku jadi menyukainya, aku benci hal ini Sungmin-shii, aku benci! Bantu aku melupakannya! Karena sekalipun dia juga menyukaiku aku tak bisa memilikinya, ia tak akan memilikiku, aku benci itu!” gerutu Candy, berteriak dalam isak tangisnya.</p>
<p>“Apa maksudmu? Dia siapa? Siapa yang kau sukai?” Sungmin malah tampak kebingungan, “KIM JONGWOON! AKU MENYUKAINYA! AKU SUKA PADANYA!” pekik Candy lagi, kembali menangis hingga rasanya kehabisan air mata dan tak bisa meneteskan air matanya lagi sehingga ia memilih untuk mengacak-acak rambutnya.</p>
<p>“Jangan seperti ini Candy-shii, jebal… kau malah seperti orang gila sekarang, tenanglah.” Sungmin kembali menata rambut Candy, dielusnya lembut, “Mengapa aku tak menyukaimu saja? Padahal kau selalu ada di dekatku, ia… baru saja aku kenal, melalui pertemuan yang menyebalkan, bahkan aku mengenalnya tak selama aku mengenalmu, tapi mengapa? Mengapa aku malah menyukainya Sungmin-shii? Aku… argh, aku bisa gila!” pekik Candy lagi.</p>
<p>***</p>
<p>“Apa kau sudah menemukan alamat rumahnya?” , “Sudah tuan.” , “Apakah jadwalku hari ini padat?” , “Tidak tuan, anda masih bisa bepergian selama tiga jam ke depan.” , “Baiklah, siapkan aku mobil.” , “Apakah kau memerlukan sopir, tuan?” , “Tidak perlu, aku ingin pergi ke suatu tempat, berikan alamatnya…” , “Baiklah, ini tuan…” , “Baik, kau boleh pergi…” .</p>
<p>Yesung kini telah berdiri di sebuah rumah, tak begitu besar, namun siapapun yang melihat pasti ingin mengunjungi rumah tersebut, suasananya yang tenang, penuh pepohonan rindang dan tanaman bonsai dimana-mana, Yesung tersenyum kecil lalu melangkah masuk ke pekarangan rumah tersebut.</p>
<p>Tiba-tiba saja langkahnya terhenti, mendapati seorang yeoja sedang membantu seorang namja dengan usia yang tampaknya sudah tua, mungkin appanya, Yesung berjalan mendekat, menghampiri mereka yang tengah asyik menyiram taman bunga mereka. Tiba-tiba saja yeoja tersebut berbalik dan menjatuhkan pot bunga berisi tanah yang baru diisinya hingga pecah, ia terkejut.</p>
<p>“KAU?” , “Ah, annyeonghaseyo…” sapa Yesung, “SEDANG APA KAU DISINI? BAGAIMANA BISA KAU TAHU AKU TINGGAL DISINI?” tanya Candy dengan nada membentak, appa Candy langsung memegang pundak kiri Candy, menenangkan anaknya, “Hei, apakah appa dan eomma pernah mengajarkan anak kami yang manis ini bersikap tidak sopan pada tamu?” tanya appa Candy dengan tatapan lembut, “Tapi appa, dia…” , “Tak baik marah-marah pada tamu, kau tahu, itu akan mengurangi berkah yang masuk ke rumah kita, anak muda, ada keperluan apa datang kemari?” sapa appa Candy tak menggubris tatapan anaknya yang seorang berkata usir-dia-appa.</p>
<p>“Bolehkah saya menemui anak anda, tuan…” , “Aku Park Jungsoo.” , “Oh, iya, tuan Park, bolehkah aku berbicara dengan anak anda?” , “Tentu saja, nah sayang… cucilah tanganmu, biar appa yang membereskan kekacauan ini.” , “Tapi appa…” , “Candy-shii…” , “Baik appa.” Tutur Candy malas, berjalan menuju keran air dekat garasi mobil dan membersihkan tangannya.</p>
<p>“Kau mau bicara apa? Cepatlah katakan! Aku sibuk.” Tutur Candy singkat memaikan poninya untuk mengalihkan rasa gugup memandang penampilan Yesung yang tampak santai tapi tampan sekali hari ini.”Ya! Kau lupa kata appamu kalau…” , “Ah, diamlah! Aku tak mau membuang banyak waktuku bersama appa hanya karena bertemu denganmu, cepatlah katakan apa keperluanmu datang kesini?” , “Bahkan kau tak mengajakku masuk ke rumah dan duduk beberapa saat? Aku lelah sekali dari tadi berdiri Candy-shii.” .</p>
<p>“Kau tahu namaku? Dasar penguntit! Penyanyi yang tak ada kerjaan sehingga harus menguntit gadis biasa sepertiku.” Gerutunya sebal, padahal dari lubuk hati yang terdalam Candy menjerit kegirangan, akhirnya Yesung, orang yang ia sukai, tidak… cintai, ia mulai jatuh cinta pada Yesung sejak pertemuan ketiga mereka di Namsan Tower itu, membuatnya sering memikirkan namja ini.</p>
<p>“Tadi bukankah appamu menyebutkan namamu?” ujar Yesung malas disusul cengiran Candy, “Lalu, ada perlu apa kau datang ke rumahku?” , “Setidaknya bertanyalah pada tamu apakah ia kehausan atau tidak.” Sela Yesung membuat Candy menjadi gemas, ia menuju ke dapur dan menuangkan segelas air mineral dari dalam kulkas ke gelas lalu membawanya ke ruang tamu dan memberikan untuk Yesung, “Nah, sekarang katakanlah alasan kedatanganmu ke rumahku.” Tutur Candy malas.</p>
<p>“Ya! Tuan rumah macam apa kau? Hanya memberi segelas air putih untuk tamu seorang penyanyi solo terkenal sepertiku?” Yesung tak terima dengan perlakukan semena-mena Candy, “Ah, kau ini cerewet sekali, aku belum ke supermarket jadi minumlah saja yang ada di hadapanmu!” bentak Candy, “Aish, kau ini… aku tak bisa membayangkan jika aku memiliki yeojachingu sepertimu…” tiba-tiba saja appa Candy masuk ke dalam rumah dan tak sengaja menjatuhkan sekop kecil yang dipegangnya untuk mengambil tanah dari pekarangan rumah di belakang.</p>
<p>“Ap-appa…” tutur Candy gugup, “Sudah appa duga, ternyata kalian berpacaran, Candy-shii mengapa kau tak pernah bercerita pada appa?” Candy hanya membelalakkan matanya sambil menggigit bibirnya dan menatap Yesung yang sudah memasang wajah penuh kemenangan pada Candy, “Ah, maaf ahjussi, bukan maksud kami untuk…” , “Ya! Diamlah kau Yesung-shii!” Candy menghampiri Yesung dan memukul punggung Yesung, “Ya! Appo chagi!” , “MWO? APA YANG KAU KATAKAN BARUSAN?” .</p>
<p>Appa Candy hanya tertawa langsung duduk diantara Candy dan Yesung, “Duduklah anakku.” Tutur appa Candy lembut, “Ya! Appa, aku tak mau…” , “Duduklah, ada hal penting yang ingin appa utarakan pada kalian berdua…” , Yesung mengangguk lalu duduk di samping Tuan Park, Candy mendengus sebal lalu akhirnya menyerah dan duduk di samping appanya.</p>
<p>“Kau tahu kan, appa sudah tua, eommamu juga sudah pergi tiga tahun yang lalu…” Candy terdiam, menunduk sedih, mengingat kematian eommanya karena jatuh dari tangga rumah, “Mungkin saja suatu saat appa akan menyusul eommamu…” Candy mengangkat kepalanya, “Ya! Appa… jebal jangan berkata seperti itu…” , “Oleh karena itu, appa membutuhkan seseorang yang bisa menjagamu.” Lanjut appa Candy tanpa menggubris ucapan Candy.</p>
<p>“Aku punya Sungmin…” , “Dia takkan selalu bisa disisimu, kalian hanya bersahabat bukan?” , “Tapi appa…” , “Jadi, Yesung-shii…” , “Ah, ne ahjussi?” , “Kapan kau akan melamar anakku?” , “MWO?” keduanya sama-sama terkejut dan memandang tak percaya pada yang diucapkan Tuan Park barusan.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>^^END^^</p>
</div>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/superjuniorff2010.wordpress.com/44373/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/superjuniorff2010.wordpress.com/44373/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=superjuniorff2010.wordpress.com&#038;blog=11405649&#038;post=44373&#038;subd=superjuniorff2010&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://superjuniorff2010.wordpress.com/2013/05/23/candy/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>7</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/089808d533df09426de8934b5d63dafd?s=96&#38;d=monsterid&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ELF4SUJU</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://superjuniorff2010.files.wordpress.com/2013/04/hilight_women-aom_e589afe69cac.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">hilight_women-aom_副本</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>UNDERGROUND RELATIONSHIP [16/?]</title>
		<link>http://superjuniorff2010.wordpress.com/2013/05/23/underground-relationship-16/</link>
		<comments>http://superjuniorff2010.wordpress.com/2013/05/23/underground-relationship-16/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 23 May 2013 02:00:14 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ELF4SUJU</dc:creator>
				<category><![CDATA[로맨스 ♥ Romance]]></category>
		<category><![CDATA[계속 ♥ continue]]></category>
		<category><![CDATA[fan fiction]]></category>
		<category><![CDATA[fanfiction]]></category>
		<category><![CDATA[Cho Kyuhyun]]></category>
		<category><![CDATA[Super Junior]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://superjuniorff2010.wordpress.com/?p=44320</guid>
		<description><![CDATA[Title : UNDERGROUND RELATIONSHIP PART 16 Author : LuludKyu Length : 19 pages with continue page Genre : romantic Main cast : &#8211; Kim Seinna Cho kyuhyun Super Junior &#160; FF ini saya buat dalam beberapa part, so Happy reading chingu… ^-^ &#160; Author POV Kyuhyun memacu mobilnya dengan kecepatan normal, lalu lintas kota Seoul [&#8230;]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=superjuniorff2010.wordpress.com&#038;blog=11405649&#038;post=44320&#038;subd=superjuniorff2010&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<div>
<div>Title : UNDERGROUND RELATIONSHIP PART 16</div>
</div>
<div>
<p>Author : LuludKyu</p>
<p>Length : 19 pages with continue page</p>
<p>Genre : romantic</p>
<p>Main cast : &#8211; Kim Seinna</p>
<ul>
<li>Cho kyuhyun Super Junior</li>
</ul>
<p>&nbsp;</p>
<p>FF ini saya buat dalam beberapa part, so Happy reading chingu…</p>
<p>^-^</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Author POV</p>
<p>Kyuhyun memacu mobilnya dengan kecepatan normal, lalu lintas kota Seoul yang tidak terlalu padat membuat Kyuhyun terkadang mengalihkan pandangannya ke sebuah buket bunga lily cantik di sampingnya. Sebelum kembali ke Seoul beberapa jam yang lalu, Kyuhyun sengaja menghubungi manajernya untuk membeli sebuah rangkaian bunga lily putih favorit Seinna. Senyum bahagia menghiasi wajah tampan magnae Super Junior itu, membayangkan beberapa menit lagi akan bertemu dengan yoeja yang dicintainya. Sebenarnya bukan hanya sebuket bunga cantik yang disiapkan Kyuhyun untuk yoejanya, masih ada beberapa kejutan kecil yang telah disiapkan Kyuhyun untuk membayar rasa kecewanya karena tidak bisa menemui Seinna saat dia kembali dari Paris satu minggu yang lalu. Akhirnya mobil Kyuhyun sudah terparkir rapi di basement apartemen mewah Seinna, Kyuhyun bersiap turun sambil terlihat menghubungi seseorang.</p>
<p style="text-align:center;"><span id="more-44320"></span></p>
<p>“hyung…aku sudah sampai…”</p>
<p>“ne…Kyu…semua sudah beres…” suara seorang namja di seberang sana.</p>
<p>“jika Seinna sudah menerima seluruh paketnya, cepat hubungi aku hyung…”</p>
<p>Sementara itu di apartemen Seinna…</p>
<p>Ting…Tong…Ting…Tong</p>
<p>Bel apartemen Seinna berbunyi, sang empunya apartemen terlihat sedang bersantai di ruang utama lengkap dengan majalah fasion nya. Seinna berjalan menujuintercom yang ada di balik pintu untuk melihat siapa yang datang, seorang namja berseragam dan topi tampak di layar intercom.</p>
<p>“nuguseyo?”</p>
<p>“paket untuk nona Kim Seinna…” jawab namja itu sambil menunjukkan sebuah amplop ke layar intercom.</p>
<p>Segera Seinna menuju pintu apartemen untuk membuka pintu, seketika namja berseragam itu menyerahkan sebuah amplop berwarna merah hati kepada Seinna.</p>
<p>“apa ini ahjushi?” tanya Seinna pada namja yang ada di hadapannya.</p>
<p>“seseorang mengirim paket spesial ini untuk nona Kim Seinna…apa anda nona Kim Seinna?”</p>
<p>“ne…”</p>
<p>“tolong tanda tangannya nona…” ucap sang namja sambil menyerahkan sebuah kertas tanda terima untuk ditandatangani sang penerima.</p>
<p>“saya permisi nona Kim…annyonghaseo…oh iya nona Kim, pengirimnya berpesan agar nona tidak membuka amplop itu sebelum paket selanjutnya datang…” namja itu membungkuk dan memberi hormat.</p>
<p>“nde? Aah…ne…annyonghaseo…kamsahamnida ahjushi…” Seinna ikut membungkukkan badannya untuk memberi hormat.</p>
<p>Seinna masih membolak balikkan amplop berwarna merah hati itu, dia kembali duduk di sofa ruang tengah.</p>
<p>“ige mwoya? Paket spesial? Tidak boleh dibuka sebelum paket selanjutnya datang? Haiissshh…jinja…apa pengirimnya tidak memiliki pekerjaan selain mengirim paket aneh…kenapa aku harus menunggu paket selanjutnya! Aniyo…!” ucap Seinna.</p>
<p>Karena merasa kesal, akhirnya Seinna memutuskan untuk segera membuka amplop itu dan melihat isinya. Namun belum sempat Seinna membukanya, bel apartemen kembali berbunyi.</p>
<p>Ting…Tong…Ting…Tong</p>
<p>Seinna menuju intercom untuk melihat siapa yang datang, terlihat seorang namja berseragam dan topi berwarna sama dengan namja sebelumnya.</p>
<p>“nuguseyo?”</p>
<p>“ada paket untuk nona Kim Seinna…”</p>
<p>Seinna segera membuka pintu apartemen miliknya.</p>
<p>“ada paket untuk nona Kim Seinna…apa anda nona Kim Seinna?”</p>
<p>“ne…ahjushi…”</p>
<p>“tolong tanda tangannya nona…sebagai tanda terima…”</p>
<p>“ah…ne…”</p>
<p>“kamsahamnida nona…anda sudah boleh membuka paketnya…saya permisi…annyonghaseo…”</p>
<p>“chankammanyo ahjushi…siapa yang mengirim ini semua?”</p>
<p>“joesonghamnida agassi…saya tidak tahu…saya permisi…”</p>
<p>“aaa…ne ahjushi…kamsahamnida…”</p>
<p>Seinna kembali dibuat penasaran, setelah menutup pintu apartemen Seinna menuju ke ruang tengah. Dua buah amplop berwarna sama kini ada di hadapannnya, segera Seinna membuka amplop pertama. Sebuah surat dengan tulisan tangan ada di dalamnya tanpa ada nama pengirim.</p>
<p>Ketika jarak dan waktu memisahkan, perasaan ini sungguh menyiksaku. Membiarkan dirimu sendiri berjuang melawan rasa sakit, menambah luka dihatiku. Maafkan aku…I MISS U.</p>
<p>Dengan rasa semakin penasaran, Seinna segera membuka amplop kedua.</p>
<p>Dear My Seinna, hai nona manis…aku merindukanmu…apa kau tahu,di luar sangat dingin, bisakah kau membukakan pintu untukku… -GaemGyu-.</p>
<p>Senyum Seinna mengembang sempurna dan segera menuju pintu apartemen miliknya untuk membuka pintu. Seorang namja tampan berdiri dengan membawa sebuah buket bunga lily putih dengan senyum menawan miliknya. Senyum Seinna kembali mengembang, beberapa detik mereka hanya berdiri berpandangan.</p>
<p>“apa aku tidak boleh masuk?” ucap Kyuhyun setelah beberapa detik mereka hanya diam saling memandang.</p>
<p>“masuklah tuan Cho…” ucap Seinna segera mempersilahkan Kyuhyun masuk ke apartemen nya.</p>
<p>“untukmu nona…spesial dari magnae tampan Super Junior…” Kyuhyun menyerahkan bunga Lily putih yang dibawanya pada Seinna. Mendengar ucapan Kyuhyun seketika Seinna tertawa ringan dan menerima bunga dari Kyuhyun.</p>
<p>“gomawo…Kyuhyun-ssi…”</p>
<p>“hanya itu?”</p>
<p>“nde?”</p>
<p>“tidak ada pelukan…atau…kisseu…”</p>
<p>“Ya! jangan meminta macam-macam tuan Cho…apa kau lupa kita sudah putus…” ucap Seinna lembut. Seketika wajah Kyuhyun berubah murung, Kyuhyun menahan lembut lengan Seinna saat yoeja itu akan melangkah menjauhinya.</p>
<p>“apa semuanya sudah berakhir?” tanya Kyuhyun dengan suara berat. Seinna tidak menatap Kyuhyun, bukan karena Seinna tidak ingin menatap namja yang masih sangat dicintainya itu, namun karena dia tidak sanggup. Seinna menarik nafasnya berat untuk menenangkan dirinya.</p>
<p>“duduklah oppa…aku akan membuatkan makanan untukmu…” ucap Seinna tanpa memandang Kyuhyun, dia menarik halus lengan kirinya yang masih berada di genggaman Kyuhyun.</p>
<p>Author POV END</p>
<p>Seinna POV</p>
<p>Kejutan kecil yang diberikan Kyuhyun oppa hari ini sanggup membuat senyumku mengembang, saat ini aku dan Kyuhyun oppa sedang menikmati seporsi pasta bulgogi buatanku. Acara makan siang kami berjalan dengan diam, aku dan Kyuhyun oppa sibuk dengan pikiran kami masing-masing. Setelah pasta di piring kami habis, aku bermaksud merapikan piring untuk dibawa ke wastafel.</p>
<p>“biar kurapikan…” ucapku dengan nada canggung saat hendak meraih piring di hadapan Kyuhyun oppa karena sedaritadi kami tidak mengeluarkan sepatah katapun. Namun tiba-tiba Kyuhyun oppa menahanku.</p>
<p>“chankamman…” ucap Kyuhyun oppa menahanku saat meraih piring nya.</p>
<p>“…”</p>
<p>“duduklah…”</p>
<p>“…” aku hanya diam dan menuruti permintaan namja yang ada di hadapanku saat ini. Jujur saja jantung ku mulai berdetak lebih cepat, namun aku berusaha mengendalikan diriku sekuat tenaga. Kualihkan pandanganku demi menghindari tatapan Kyuhyun oppa yang terus saja menatapku dengan tatapan lembut, kujamin tidak ada yoeja manapun yang mampu menolak pesona Cho Kyuhyun saat ini.</p>
<p>“kau tidak ingin memandang wajahku nona Kim?” pertanyaan Kyuhyun oppa membuat detak jantungku bekerja lebih tidak normal.</p>
<p>“nde?”</p>
<p>“lihat aku…” aku tahu saat ini Kyuhyun oppa menyadari jika aku sedang gugup dan berusaha menutupinya, aku juga semakin yakin jika saat ini dia memang sedang berusaha menggodaku. Bertekat untuk tidak tergoda oleh namja evil ini, sekuat tenaga ku normalkan kembali detak jantungku,kutarik nafas panjang.</p>
<p>“ne…waegeureyo Kyuhyun-ssi…” ucapku dengan tatapan menggoda yang sengaja kubuat-buat. Tiba-tiba Kyuhyun oppa menarik lembut kedua tanganku, kini tangan Kyuhyun oppa menggenggam erat kedua tanganku.</p>
<p>“nona Kim Seinna…aku sama sekali tidak menganggap apapun yang terjadi antara kau dan aku telah berakhir…hajiman…jika kau merasa semuanya telah berakhir…maka saat ini aku meminta dirimu untuk kembali padaku…”</p>
<p>“…” aku masih tetap diam.</p>
<p>“nona Kim Seinna…kembalilah padaku…”</p>
<p>“…”</p>
<p>“aku mengerti jika semua adalah kesalahanku…aku belum menjadi namja yang baik untukmu Seinna-ya…”</p>
<p>“aniyo…bukan hanya dirimu yang bersalah oppa…akupun bersalah…”</p>
<p>“aniyo…aniyo…jangan menyalahkan dirimu Seinna-ya…kau boleh menghukumku dengan cara apapun…jika perlu aku akan menghubungi Seohyun saat ini juga untuk menjelaskan semuanya padamu…”</p>
<p>“aniyo…oppa…jangan melibatkan Seohyun-ssi dalam masalah kita…”</p>
<p>“ne…mianne…”</p>
<p>“…”</p>
<p>“kembali padaku nona Kim…jebal…”</p>
<p>“beri aku waktu oppa…”</p>
<p>“nde?”</p>
<p>“berikan aku waktu untuk menjawabnya…” jawaban ku seketika membuat ekspresi kecewa terlihat jelas dari wajah magnae Super Junior itu. Jauh di dalam lubuk hatiku sungguh aku tidak tahan melihat ekspresi kecewanya, namun ini aku lakukan karena diriku membutuhkan ruang untuk sedikit memikirkan hubunganku dengan Kyuhyun oppa. Bukan karena aku tidak lagi mencintai namja ini, tapi aku merasa butuh waktu untuk menentukan nasib hubungan kami selanjutnya.</p>
<p>“kuharap ini bukan awal dari sebuah penolakan…” ucap Kyuhyun oppa tanpa melepas genggaman tangannya dariku. Seketika akupun hanya tersenyum dan tertawa kecil mendengar ucapannya. Langsung saja aku mendapat protes darinya.</p>
<p>“YAK! Nona Kim…oppa sedang bicara serius denganmu!”</p>
<p>“ne…ne…oppa…mianne…jika aku akan menolakmu, sejak awal aku tidak akan membiarkanmu masuk ke apartemenku Kyuhyun-ssi…”</p>
<p>“lalu…kenapa harus meminta waktu…kau bisa menjawabnya sekarang,eoh??” kini nada bicara Kyuhyun oppa seperti seorang anak yang sedang merayu sang ibu untuk membelikannya mainan.</p>
<p>“nde? Tentu saja itu dua hal yang berbeda…membiarkanmu masuk ke apartemenku bukan berarti semuanya kembali secepat itu oppa…tenang saja, cukup beri aku waktu satu minggu,ne?”</p>
<p>“ne…arra…arra…apapun keinginanmu nona Kim…” ucap Kyuhyun oppa sambil mengerlingkan satu matanya ke arahku.</p>
<p>“ciih…lihat caramu menggodaku tuan Cho…mengerikan…” segera kutarik kedua tanganku yang ada di genggamannya. Kulihat Kyuhyun oppa tersenyum, sungguh aku bahagia bisa melihat senyum manisnya saat ini.</p>
<p>Seinna POV END</p>
<p>Author POV</p>
<p>Setelah meminta Seinna untuk kembali padanya, Kyuhyun terlihat sedikit resah. Apalagi jika bukan karena sang gadis yang meminta waktu sebelum memberinya sebuah jawaban. Kyuhyun sedikit cemas menanti jawaban dari Seinna, pikirannya terus berusaha menebak apa jawaban yang akan diberikan gadis itu satu minggu lagi. Kyuhyun berusaha menyembunyikan kegelisahannya di hadapan para hyung nya, dia tidak ingin para hyung nya menghawatirkan dirinya, apalagi saat ini Super Junior sedang sibuk promo album Mr Simple dan persiapan SMTOWN paris yang akan diadakan satu bulan lagi.</p>
<p>Saat ini member Super Junior sedang berlatih untuk persiapan SMTown Paris, di gedung SM.</p>
<p>“baiklah…kalian boleh istirahat sebentar…” ucap pelatih kepada seluruh member Super Junior.</p>
<p>Beberapa member terlihat duduk santai di ruang latihan mereka, beberapa yang lain ada yang berpamitan pada sang leader untuk meninggalkan gedung SM.</p>
<p>“hyung…aku keluar sebentar,ne…” pamit Donghae pada leadernya.</p>
<p>“kau akan pergi kemana Donghae-ah?”</p>
<p>“ada urusan sebentar hyung…”</p>
<p>“urusan apa?”</p>
<p>“dia akan berkencan dengan…”</p>
<p>“YAK! Monkey…!” ucap Donghae pada couple nya Eunhyuk.</p>
<p>“aaa…arra…arra…pergilah…jangan lupa latihan kita belum selesai…”</p>
<p>“ne hyung…jangan cemas…annyong…” pamit Donghae kepada seluruh member dan langsung meninggalkan ruang latihan mereka.</p>
<p>“apa masalahnya dengan Yoona belum selesai, Eunhyuk-ah?” kini Shindong yang penasaran.</p>
<p>“seperti biasa hyung…wanita jika sudah cemburu sulit untuk diredakan…apalagi yoeja rusa itu…mengerikan…”</p>
<p>“jinja? Bersyukur uri Nari bukan yoeja pencemburu…” ucap Shindong membanggakan kekasihnya, Nari-ssi.</p>
<p>“tentu saja Nari-ssi tidak cemburu…tidak ada lagi yoeja lain yang melihatmu selain dia hyung…” suara Kyuhyun asal tanpa mengalihkan pandangan nya dari layar PSP. Ternyata sifat evil sang magnae terlalu pekat, bahkan disaat suasana hatinya sedang mendung pun, sikap evilnya masih keluar.</p>
<p>“YAK!! KAU!! CHO KYUHYUN!! JINJA!! KAU MAU MATI,EOH???”</p>
<p>“ahahahaha…” tingkah Kyuhyun membuat riuh suasana ruang latihan Super Junior, Shindong yang berusaha memukul kepala sang magnae karena kata-katanya yang tidak sopan, terus saja dihalangi oleh Sungmin, Ryeowook dan Siwon yang berusaha melindungi adik bungsu mereka.</p>
<p>Setelah kemarahan Shindong mereda, kini member Super Junior masih sibuk dengan candaan dan tingkah lucu mereka untuk melepas penat setelah beberapa jam latihan. Berbeda dengan para hyung nya yang terlihat tertawa lepas, Kyuhyun masih saja sibuk menenggelamkan dirinya bersama PSP ditangan. Melihat salah satu dongsaeng kesayangannya duduk menyendiri membuat Sungmin ingin tahu apa yang sedang terjadi pada Kyuhyun.</p>
<p>“Kyunnie…” panggilan kesayangan dari Sungmin yang kini sudah duduk tepat di samping sang adik.</p>
<p>“wae hyung?” jawab Kyuhyun tanpa mengalihkan pandangan nya.</p>
<p>“sesuatu terjadi padamu? Beberapa kali kau tidak fokus pada dance mu dan melakukan kesalahan…”</p>
<p>“ne…mianne…”</p>
<p>“Ya…waegeure? Bagaimana pertemuanmu dengan Seinna?” mendengar pertanyaan Sungmin, Kyuhyun segera menekan tombol pause di PSP putih miliknya. Kyuhyun menghembuskan nafasnya berat, kedua matanya terpejam saat Kyuhyun menyandarkan kepalanya di sofa.</p>
<p>“dia meminta waktu hyung…”</p>
<p>“…” Sungmin hanya diam tidak menanggapi ucapan Kyuhyun, seolah mengerti jika kalimat Kyuhyun masih menggantung.</p>
<p>“dia meminta waktu untuk menjawab apakah dia akan kembali padaku atau tidak…”</p>
<p>Mendengar jawaban sang adik, Sungmin kini mengerti mengapa Kyuhyun tidak terlalu bersemangat. Senyum manis Sungmin terlukis jelas di wajah imutnya, dia mengusap lembut kening Kyuhyun seperti seorang ibu, berusaha menenangkan hati dongsaengnya itu.</p>
<p>“tenanglah…aku yakin kalian masih saling mencintai…”</p>
<p>“tapi hyung…aku merasa ini adalah awal dari penolakan…” ucap Kyuhyun yang kini memandang lekat hyung nya, seolah membantah apa yang baru saja dikatakan Sungmin.</p>
<p>“cinta tidak harus saling memiliki Kyu…”</p>
<p>“aarrrrgghhh…andwe!”</p>
<p>“terkadang Tuhan memiliki rencana lebih indah untuk kita walaupun harus melewati sebuah cobaan yang sangat berat…bukan berarti kau dan Seinna berjodoh walaupun kalian terus saja bersama…sebaliknya, mungkin kalian memang berjodoh walaupun harus berpisah untuk sementara…”</p>
<p>“…” Kyuhyun kembali memejamkan kedua matanya sambil mendengarkan nasehat hyung nya, bayangan Seinna semakin memenuhi pikiran Kyuhyun. Bayangan senyum Seinna dan beberapa moment kebahagian mereka kini terlukis jelas dalam ingatan Kyuhyun, itu membuatnya semakin tersiksa.</p>
<p>“renungkan kata-kataku tadi Kyunnie…” ucap Sungmin mengakhiri penjelasannya.</p>
<p>“hyung…kau berkata seolah Seinna benar-benar akan menolak untuk kembali padaku…aaaiisshh…”</p>
<p>“bukankah kemungkinan itu bisa terjadi? Aku rasa kau harus menyiapkan dirimu untuk itu…”</p>
<p>Author POV END</p>
<p>Seinna POV</p>
<p>Malam ini presdir menghubungiku untuk segera menuju gedung YG, bersama Jung ahjushi yang masih setia menjadi supir pribadiku, kulangkahkan kaki menuju lantai tempat ruangan Presdir Hyun Suk berada. Sampai di depan pintu ruangan presdir, kuketuk perlahan dan memutar knop pintu.</p>
<p>“annyonghaseo…”</p>
<p>Ku ucapkan salam sesaat setelah kulihat presdir sedang duduk dibalik meja kerjanya yang mewah.</p>
<p>“eo…Seinna-ya…masuklah…”</p>
<p>“ne…”</p>
<p>“ayo duduk…akan kupesankan wine favorit mu…”</p>
<p>“ne presdir…kamsahamnida…”</p>
<p>Sambil menunggu staff YG yang segera datang membawa pesanan presdir, kami saling berbincang ringan. Beberapa menit kemudian seorang yoeja yang kukenal sebagai salah satu staff YG datang membawa sebotol wine dan dua buah gelas. Presdir membuka botol wine dan segera menuangkannya untuk kami berdua.</p>
<p>“ada hal yang harus kusampaikan padamu Seinna-ya…” ucap Presdir setelah menengguk segelas wine. Aku tidak menjawab pernyataan presdir, seolah tahu jika kalimatnya akan segera berlanjut.</p>
<p>“beberapa jam yang lalu, David Foster megirimkan sebuah email padaku…”</p>
<p>“nde?”</p>
<p>“ne…dia menawarkan sebuah kontrak eksklusif padamu…”</p>
<p>“kontrak?”</p>
<p>“hmm…sebuah kontrak internasional…”</p>
<p>“…”</p>
<p>“selain menjadi salah satu penyanyi dalam konsernya, David Foster juga akan menjadi produser album kedua milikmu…”</p>
<p>“…”</p>
<p>“dia akan membuatkanmu sebuah album Internasional, nantinya album itu akan di produksi menjadi dua versi…versi Eropa dan Asia…”</p>
<p>“…”</p>
<p>“YG akan berkerjasama dengan David Foster manajemen dalam proses pembuatan album itu…”</p>
<p>“…”</p>
<p>“apa pendapatmu Seinna-ya?”</p>
<p>“nde? Nan…mollasoyo presdir…”</p>
<p>“arra…kau pasti butuh waktu untuk memikirkannya…aku akan memberimu waktu satu minggu, kuharap jawabanmu tidak mengecewakan…ini kesempatan yang baik…”</p>
<p>“ne…kamsahamnida presdir…jongmal kamsahamnida…”</p>
<p>*skip</p>
<p>Drrrrtt…drrttt…</p>
<p>Ponselku bergetar tanda sebuah panggilan telpon masuk, kulihat sebuah nama yang tidak asing bagiku, Kyuhyun oppa.</p>
<p>“yoboseo…”</p>
<p>“…”</p>
<p>“ne oppa…”</p>
<p>“…”</p>
<p>“ne oppa…aku akan datang bersama Victoria eonni dan Cho ahjuma…”</p>
<p>“…”</p>
<p>“ne…arra…”</p>
<p>“…”</p>
<p>“ne…”</p>
<p>Seinna POV END</p>
<p>Kyuhyun POV</p>
<p>Malam ini adalah pementasan drama musikal, The Three Musketeers. Peranku sebagai D’Artagnan sekaligus sebagai pemeran utama, membuatku bersemangat sekaligus gugup. Ini adalah drama musikal pertamaku, kali ini aku akan melakukan adegan ciuman bersama seorang aktris, tentu saja adegan itu tidak sama dengan adegan ciuman Yesung hyung di drama musikalnya. Sutradara tidak ingin mendapat protes dari para SparKyu jika adegan ciuman itu benar-benar dilakukan, jadi sutradara mengganti adegan itu dengan menutupi wajahku dengan topi.</p>
<p>Hari ini aku lebih bahagia, tentu saja karena malam ini Seinna berencana akan melihat penampilanku bersama eomma dan Song Qian. Saat berada di dalam van menuju gedung pertunjukan, aku menghubungi Seinna untuk memastikan kedatangan nya malam ini.</p>
<p>“yoboseo…” terdengar suara indahnya di seberang sana.</p>
<p>“Seinna-ya…”</p>
<p>“ne oppa…”</p>
<p>“kau akan datang melihat drama musikal ku?”</p>
<p>“ne oppa…aku akan datang bersama Victoria eonni dan Cho ahjuma…” mendengar jawaban darinya senyumku mengembang sempurna.</p>
<p>“baguslah…aku menunggumu…”</p>
<p>“ne…arra…”</p>
<p>“baiklah…aku tutup telfon nya…”</p>
<p>“ne…”</p>
<p>KLIK</p>
<p>Ku akhiri panggilanku dengan Seinna, “YES!! AHAHAHA!!” seketika aku berteriak mengekspresikan kegembiraanku.</p>
<p>“YAK! Cho kyuhyun! Waegeure!” protes manajer hyung yang duduk disampingku.</p>
<p>“aku sedang bahagia hyung…” jawabku tanpa memandangnya, kusandarkan kepalaku pada kepala kursi penumpang dan memjamkan mata, seketika bayangan Seinna memenuhi pikiranku.</p>
<p>“arraso…arraso…putri dari samsung grup itu akan melihat penampilanmu nanti,ne?”</p>
<p>“hmm…” kujawab pertanyaan manajer ku itu dengan anggukan tanpa mengalihkan pandanganku padanya.</p>
<p>*skip</p>
<p>At backstage drama musical The Three Musketeers</p>
<p>30 menit sebelum pertunjukan dimulai, eomma datang menemuiku di belakang panggung. Aku sedikit kecewa karena eomma hanya datang seorang diri, bukan aku tidak senang dengan kedatangan eomma, tapi ada seseorang lagi yang kutunggu dan berharap menemuiku sebelum pertunjukan dimulai.</p>
<p>“dia sudah ada di kursi penonton bersama Victoria-ssi…eomma sengaja tidak mengijinkannya menemuimu sekarang…eomma yakin konsentrasimu akan hilang jika terlalu lama bertemu dengannya…” ucapan eomma sedikit membuatku terkejut, seolah eomma mengerti apa yang sedang kupikirkan.</p>
<p>“eomma…”</p>
<p>“aigoo…tenanglah…setelah pertunjukan selesai, eomma akan menemuimu bersamanya…” ucap eomma sambil mengusap lembut wajahku.</p>
<p>“Kyuhyun-ah…palli bersiap…pertunjukan akan segera dimulai…” suara manajer hyung mengakhiri kebersamaanku bersama eomma.</p>
<p>“ne hyung…” jawabku padanya.</p>
<p>“cha…palli…putra eomma yang terbaik!”</p>
<p>“kamsahamnida eomma…” ucapku sambil mencium kening eomma. Segera aku bersiap memulai pertunjukan musikal pertamaku itu, sekilas kulihat eomma kembali menuju kursi penonton.</p>
<p>*skip</p>
<p>At backstage The Three Musketeers musical after show</p>
<p>“kamsahamnida…kamsahamnida…” ku ucapkan terimakasih kepada seluruh lawan main dan beberapa kru serta sutradara drama musical ku yang baru saja selesai. Meskipun ini bukanlah akhir dari pertunjukan kami, karena masih ada beberapa pertunjukan lagi yang akan diadakan selanjutnya di hari yang berbeda, aku dan seluruh pendukung acara benar-benar merasa bahagia karena pertunjukan pertama kami berjalan sukses. Ditambah lagi dengan berita bahwa tiket penjualan drama musical kami ini laris manis diburu para penonton.</p>
<p>“Kyuhyun-ah…daebak…penampilanmu sungguh mengagumkan…” sutradara memberi pujian padaku.</p>
<p>“ah ne…kamsahamnida sutradara…anda juga sungguh bekerja keras…”</p>
<p>“ne…gomawo…jangan lupa kita masih ada beberapa pertunjukan lagi…”</p>
<p>“ne…sutradara…tentu saja aku sudah meminta manajer hyung untuk memberi tanda merah pada jadwal musical ku…” candaku pada sutradara berperut buncit ini.</p>
<p>“ahahaha…ne…ne…arra…baiklah Kyuhyun-ah…aku pergi dulu, masih ada sesuatu yang harus aku bereskan…”</p>
<p>“ne…hati-hati sutradara…annyonghaseo…” ucapku sambil membungkuk memberi hormat padanya.</p>
<p>Setelah memberi selamat dan berterimakasih kepada seluruh artis dan kru, aku segera menuju ruangan yang disiapkan khusus untukku. Ternyata manajer hyung belum ada di dalam ruangan, kurebahkan tubuh lelahku di sebuah sofa nyaman yang ada disana sambil memejamkan mata. Beberapa saat kemudian terdengar suara knop pintu yang terbuka, seketika eomma muncul dari balik pintu dengan senyum khas miliknya.</p>
<p>“eomma…”</p>
<p>“eomma sedang menepati janji eomma padamu Kyunnie…” ucap eomma lembut, terlihat tangan eomma menarik lembut tangan seseorang, beberapa detik kemudian seorang gadis muncul dari balik pintu.</p>
<p>“Seinna-ya…”</p>
<p>“annyonghaseo oppa…” ucapnya lembut sambil membungkuk memberi hormat padaku.</p>
<p>“ne…annyong…” jawabku canggung, jantungku berdegup kencang saat melihat gadis manis yang ada dihadapanku kini. Kenyataan jika aku masih menunggu jawaban atas pernyataan cintaku padanya kemarin, membuat hatiku terbagi menjadi dua. Di satu sisi aku sangat senang melihatnya datang dan ingin sekali memeluknya membagi kebahagiaanku yang telah sukses bermain dalam sebuah drama musical, namun satu sisi hatiku yang lain merasa seolah Seinna belum bisa kuraih saat ini.</p>
<p>“ehem…ahjuma…sepertinya kehadiran kita disini mengganggu…bagaimana jika kita menunggu Seinna di dalam van…” ucap leader f(x) Victoria Song yang entah sejak kapan dia berada di dalam ruangan.</p>
<p>“yak! Song Qian…sejak kapan kau berada di sini?” tanyaku padanya.</p>
<p>“waaah…Kyuhyun-ssi…apakah hari ini pikiranmu hanya ada Seinna,eoh?”</p>
<p>“mwo??! Haiisshh…”</p>
<p>“sudahlah…mari ahjuma, kita pergi dari sini…Seinna-ya, kami menunggumu di mobil,ne…” ucap Qianne sambil menggandeng lengan eomma.</p>
<p>“ya! eomma…kenapa menurut saja pada Qianne…sebenarnya anakmu itu aku atau dia…” ucapku protes hanya sekedar menutupi kecanggunganku.</p>
<p>“Seinna-ya…jika anakku ini macam-macam ku ijinkan kau untuk memukul kepalanya,ne…”</p>
<p>“nde?”</p>
<p>“YA! EOMMA!”</p>
<p>Kyuhyun POV END</p>
<p>Seinna POV</p>
<p>“annyonghaseo oppa…” kuberikan salamku pada Kyuhyun oppa saat aku dan Cho ahjuma masuk ke dalam ruang ganti yang khusus disediakan untuknya.</p>
<p>Sejak awal datang untuk melihat pertunjukan musical nya, jantungku bekerja tidak normal. Ditambah lagi dengan respon Cho ahjuma yang sedikit berlebihan saat tahu jika aku akan datang bersama Victoria eonni, perasaanku bahagia melihat Cho ahjuma yang memperlakukanku sangat manis. Namun kenyataan bahwa wanita paruh baya yang masih terlihat cantik itu mungkin belum mengetahui jika saat ini hubunganku dengan putranya sedang bermasalah, membuatku sedikit tertekan.</p>
<p>“ne…annyong…” jawaban Kyuhyun oppa begitu lirih, namun aku masih bisa mendengarnya. Tanpa butuh seorang penerjemah handal, aku bisa melihat ekspresi wajahnya yang canggung saat menatapku. Aku tahu dia pasti akan bersikap seperti ini, bagaimanapun saat ini status hubungan kami masih belum jelas.</p>
<p>“ehem…ahjuma…sepertinya kehadiran kita disini mengganggu…bagaimana jika kita menunggu Seinna di dalam van…” kali ini suara Victoria eonni membuyarkan kecanggungan yang terjadi antara aku dan Kyuhyun oppa. Seketika kualihkan pandanganku pada wanita cantik itu, kuberikan pandangan tak percaya dengan ide gilanya itu. Bagaimana mungkin dia tega meninggalkanku berdua dengan Kyuhyun oppa di saat seperti ini.</p>
<p>“aaarrrggg…eonniiiii…hajima…” ucapku dalam hati saat tatapanku mengarah pada leader f(x) itu. Tentu saja wanita cantik itu sengaja menggodaku saat ini.</p>
<p>“yak! Song Qian…sejak kapan kau berada di sini?” pertanyaan Kyuhyun oppa padanya, jujur saja akupun memiliki pertanyaan yang sama.</p>
<p>“waaah…Kyuhyun-ssi…apakah hari ini pikiranmu hanya ada Seinna,eoh?” jawaban Vic eonni seketika membuat wajahku menghangat.</p>
<p>“YAK! EONNII…apa kau lupa disini ada Cho ahjuma…Aiiisshhh…jinjaa…!” aku hanya bisa menggerutu dalam hati, aku sedikit menjaga sikapku di depan Cho ahjuma.</p>
<p>“mwo??! Haiisshh…” protes Kyuhyun oppa kepada sahabatnya itu.</p>
<p>“sudahlah…mari ahjuma, kita pergi dari sini…Seinna-ya, kami menunggumu di mobil,ne…” ucap Vic eonni sambil menggandeng lengan Cho ahjuma dan memandang ke arahku dengan tatapan menggoda, seolah sengaja melakukan itu untuk meninggalkan ku dan Kyuhyun oppa.</p>
<p>“ya! eomma…kenapa menurut saja pada Qianne…sebenarnya anakmu itu aku atau dia…” Kyuhyun oppa lagi-lagi menunjukkan protesnya pada sang eomma.</p>
<p>“Seinna-ya…jika anakku ini macam-macam ku ijinkan kau untuk memukul kepalanya,ne…” tidak menghiraukan protes putranya, Cho ahjuma malah mengatakan sesuatu yang membuatku benar-benar malu.</p>
<p>“nde?”</p>
<p>“YA! EOMMA!”</p>
<p>Lagi-lagi tanpa menghiraukan teriakan sang putra, Cho ahjuma dan Vic eonni meninggalkan ruangan yang berisi beberapa baju dan perlengkapan seorang Cho Kyuhyun. Kini hanya tinggal aku dan magnae Super Junior ini yang masih berada di dalamnya. Aku masih berdiri mematung, otak cerdasku seketika tidak berfungsi dengan baik, bahkan aku tidak memiliki keberanian untuk melakukan sesuatu. Deretan baju-baju yang tertata rapi dalam sebuah lemari kaca yang terletak tidak jauh dariku, seketika menjadi pemandangan yang terpaksa kunikmati hanya untuk mengalihkan rasa gugupku saat ini.</p>
<p>“eee…duduklah Seinna-ya…” tiba-tiba suara Kyuhyun oppa mengakhiri kebodohanku menghitung dan memandangi deretan baju-baju itu. Dan baru kusadari jika sejak tadi Kyuhyun oppa juga tidak merubah posisinya yang masih berdiri mematung.</p>
<p>“ne…”</p>
<p>“bagaimana penampilanku malam ini?”</p>
<p>“kau sungguh berbakat oppa…respon penonton sangat meriah…”</p>
<p>“ne…gomawo…kau sudah datang…”</p>
<p>“ne…”</p>
<p>Hening. Sebenarnya aku benci situasi seperti ini.</p>
<p>“lima hari lagi…” Kyuhyun oppa mengucapkan kata-kata itu, sebenarnya aku mengerti kemana arah pembicaraan kami nanti.</p>
<p>“nde?”</p>
<p>“masih tersisa lima hari lagi…aku harus sedikit bersabar…benarkan?” ucap Kyuhyun oppa padaku, kini pandangan nya tepat menusuk dihatiku. Melihatku gugup karena pandangan nya itu, Kyuhyun oppa cepat-cepat mengalihkan perhatianya ke arah lain dengan senyum khas miliknya.</p>
<p>Karena ucapan Kyuhyun oppa itu, ingatanku kembali pada beberapa jam yang lalu saat bertemu dengan presdir Hyun Suk. Tawaran David Foster untuk menjadi produser album internasionalku pun kembali terbayang, itu adalah kesempatan emas yang seharusnya tidak kusia-siakan. Masih banyak penyanyi korea lain yang berharap bisa membuat sebuah album internasional, bahkan di dukung penuh oleh musisi dunia sekelas David Foster. Jika tawaran itu aku terima, maka hubungan ku dengan Kyuhyun oppa tidak mungkin kembali seperti dulu. Kejadian beberapa bulan yang lalu pun kembali terputar dalam memoriku, bagaimana aku melihat sendiri kebahagiaan seorang Cho Kyuhyun berpindah bersama gadis lain karena aku terlalu sibuk dengan karir internasionalku sendiri. Sungguh aku tidak ingin hal menyakitkan itu terulang kembali, rasanya masih sangat egois bagiku, tapi keinginanku untuk go internasional masih terlalu kuat untuk dikalahkan.</p>
<p>“oppa…sebenarnya aku…”</p>
<p>“Kyuhyun-ah…eoh…Seinna-ssi…maaf aku tidak tahu jika sedang ada tamu special…” tiba-tiba seorang manajer Super Junior masuk ke dalam ruangan kami, dia terlihat terkejut saat melihatku bersama Kyuhyun oppa.</p>
<p>“gwencanayo manajer…annyonghaseo…” jawabku sambil sedikit membungkuk kearah nya untuk memberi hormat.</p>
<p>“aaa…ne…annyong Seinna-ssi…” jawab manajer oppa membalas salam dariku.</p>
<p>“Kyu-ah…sutradara dan pemain lain menunggumu untuk koordinasi tentang pertunjukan dua hari lagi…” kini pandangannya tertuju pada Kyuhyun oppa yang ada di sampingku.</p>
<p>“ne hyung…aku akan segera pergi…”</p>
<p>“ne…aku menunggumu di luar…Seinna-ssi, sekali lagi maafkan aku mengganggu kalian…”</p>
<p>“aniyo…gwencanayo manajer…” ucapku pada manajer oppa sesaat sebelum sosoknya hilang di balik pintu.</p>
<p>“kau tunggu aku sebentar Seinna-ya…aku akan mengantarmu pulang…”</p>
<p>“nde? Aniyo oppa…bukankah ahjuma dan Vic eonni masih menungguku…”</p>
<p>“aku sudah mengirim pesan pada Qianne untuk pulang bersama eomma, tidak perlu menunggumu…”</p>
<p>“nde?? Oppaaa…!” protesku seketika pada namja evil ini, bagaimana bisa dia mengambil keputusan sendiri seperti itu. Bahkan aku tidak melihat Kyuhyun oppa mengirimkan sebuah pesan dari ponsel nya…Aiiiissshhh…! Tanpa menghiraukan ekspresi kesalku akibat ulahnya, Kyuhyun oppa segera beranjak meninggalkanku. Sebelum menutup pintu ruangan, dia sempat berpesan sesuatu padaku.</p>
<p>“duduk manis dan tunggu aku nona Kim…” ucapnya dengan nada sedikit menggoda dan sedetik kemudian pintu ruangan tertutup.</p>
<p>“haiiisshh…namja itu! Selalu seperti ini…” ucapku frustasi. Tiba tiba pintu ruangan kembali terbuka. Namja evil itu kembali muncul.</p>
<p>“jangan coba-coba pergi tanpaku…arraso!”</p>
<p>BRAK!</p>
<p>“haiiissshh…jinja!” ucapku frustasi. Seketika kuambil ponsel android milikku dan mengetikkan sebuah pesan pada Vic eonni.</p>
<p>To : Vic umma</p>
<p>YAK! EONNI! KAU MENINGGALKANKU EOH?? HAIISSSHHH JINJA!!</p>
<p>Segera kukirim pesan berisi protes ku pada leader f(x) itu yang seenaknya saja meninggalkanku bersama Cho ahjuma. Tidak berselang lama, ponselku bergetar tanda sebuah pesan masuk.</p>
<p>From : Vic umma</p>
<p>Hahaha…mianne Seinna-ya…evil itu yang menyuruhku untuk segera pulang bersama Cho ahjuma…bahkan Cho ahjuma sama sekali tidak keberatan untuk meninggalkanmu bersama putra evilnya itu…mianne… ^_^</p>
<p>Baiklah…aku menyerah. Tentu saja tidak ada cara lain untuk menghindar dari rencana evil magnae itu. Namun seketika senyumku mengembang, entah karena apa tiba-tiba hatiku merasa senang dengan ulah namja evil yang berhasil merebut hatiku ini.</p>
<p>Seinna POV END</p>
<p>Tbc part 17…</p>
</div>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/superjuniorff2010.wordpress.com/44320/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/superjuniorff2010.wordpress.com/44320/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=superjuniorff2010.wordpress.com&#038;blog=11405649&#038;post=44320&#038;subd=superjuniorff2010&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://superjuniorff2010.wordpress.com/2013/05/23/underground-relationship-16/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/089808d533df09426de8934b5d63dafd?s=96&#38;d=monsterid&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ELF4SUJU</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>I Think, I Started To Loving You [1/?]</title>
		<link>http://superjuniorff2010.wordpress.com/2013/05/23/i-think-i-started-to-loving-you-1/</link>
		<comments>http://superjuniorff2010.wordpress.com/2013/05/23/i-think-i-started-to-loving-you-1/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 22 May 2013 23:00:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ELF4SUJU</dc:creator>
				<category><![CDATA[로맨스 ♥ Romance]]></category>
		<category><![CDATA[계속 ♥ continue]]></category>
		<category><![CDATA[fan fiction]]></category>
		<category><![CDATA[fanfiction]]></category>
		<category><![CDATA[유머 ♥ Humor]]></category>
		<category><![CDATA[Cho Kyuhyun]]></category>
		<category><![CDATA[Choi Siwon]]></category>
		<category><![CDATA[Super Junior]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://superjuniorff2010.wordpress.com/?p=44374</guid>
		<description><![CDATA[Nama   : Dinda Rifka (@DindaRifka ) Judul Cerita  : I Think, I Started To Loving You [ 1 / ? ] Tag ( Tokoh )  : Park Hyo Jin, Cho Kyuhyun, Choi Siwon Genre   : Romance, Comedy Rating   : PG 12(?) Length   : Continue Catatan Author : Hai, ini fanfiction pertama Author yang ber-type ‘continue’ ^^. Jadi, author minta kritik dan sarannya para [&#8230;]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=superjuniorff2010.wordpress.com&#038;blog=11405649&#038;post=44374&#038;subd=superjuniorff2010&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<div>
<div><a href="https://mail-attachment.googleusercontent.com/attachment/u/1/?view=att&amp;th=13d0b24d72ef64c6&amp;attid=0.1&amp;disp=attd&amp;zw"><span style="color:#333333;">Nama   : Dinda Rifka (@DindaRifka )</span></a></div>
</div>
<div>
<p>Judul Cerita  : I Think, I Started To Loving You [ 1 / ? ]</p>
<p>Tag ( Tokoh )  : Park Hyo Jin, Cho Kyuhyun, Choi Siwon</p>
<p>Genre   : Romance, Comedy</p>
<p>Rating   : PG 12(?)</p>
<p>Length   : Continue</p>
<p>Catatan Author :</p>
<p>Hai, ini fanfiction pertama Author yang ber-type ‘continue’ ^^. Jadi, author minta kritik dan sarannya para reader jika ceritanya kurang menarik. Fanfiction yang jauh dari kata sempurna ini merupakan hasil karya dari pemikiran author sendiri. So, please don’t be plagiat ne^-^v</p>
<p>Happy reading readers, xoxo&lt;3</p>
<p><a href="http://superjuniorff2010.files.wordpress.com/2013/04/edit1.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-44376" alt="edit1" src="http://superjuniorff2010.files.wordpress.com/2013/04/edit1.jpg?w=600"   /></a></p>
<p>***</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>“Putuskan hubunganmu dengan Choi Siwon, Jin-ah!” ucap appa Hyo Jin yang duduk tepat disebelahnya.</p>
<p>Mata bulat Hyo Jin semakin melebar, “Mwo? “</p>
<p>“Appa bilang, putuskan hubunganmu dengan Choi Siwon sekarang, Hyo Jin ah!!” ulang sang appa dengan penuh penekanan.</p>
<p style="text-align:center;"><span id="more-44374"></span></p>
<p>“Keundae, wae? Kenapa aku harus memutuskan hubungan dengannya? Appa tak punya alasan untuk menyuruhku berpisah dengan Siwon oppa” bantah yeoja mungil itu.</p>
<p>Tuan Park –ayah Hyo Jin- menghela nafas kasar sebelum menjawab pertanyaan putri semata wayangnya itu lagi, “Keluarga Choi telah mengingkari perjanjian antara perusahaan kita dengan perusahaannya! Mereka telah membuat perusahaan kita rugi besar Jin-ah! Dan appa, tak mau kau masih berhubungan dengannya lagi”</p>
<p>“Shirreo appa!! Masalah perusahaan kenapa harus menjalar ke hubungan kami? Pokoknya, aku tak mau hubunganku dengan Siwon oppa berakhir!”</p>
<p>“PARK HYO JIN!!” teriak tuan Park dengan kerasnya. Ruang keluarga yang luas dan tenang itu berubah menjadi suasana yang mencekam. Eomma tiri Hyo Jin hanya bisa melihat adu mulut antara sang suami dan sang anak.</p>
<p>Mata bulat nan indah milik Hyo Jin seketika menjadi berair, “Eomma… Hyo Jin masih boleh berhubungan dengan Siwon oppa kan, hm?”</p>
<p>Pertanyaan tersebut hanya dibalas dengan gelengan lembut dari kepala nyonya Park. Raut wajah sang eomma, terlihat ikut bersedih. Apa boleh buat? Keputusan tuan Park tidak ada yang bisa merubahnya. Sekalipun itu istrinya, ataupun anak kesayangannya.</p>
<p>“Appa dan Eomma, memang sama-sama egoisnya! Hanya mementingkan perusahaan, perusahaan dan PERUSAHAAN! Apa tidak bisa memkirkan perasaan anaknya sedikit saja? Kenapa membiarkan anaknya senang dengan namja pilihannya sendiri tidak boleh? Wae?” mulut mungilnya bergetar. Perlahan namun pasti, bulir-bulir air yang tak mampu dibendungnya lagi, kini sudah mengalir deras membasahi pipi mulusnya.</p>
<p>“Tenang saja Hyo Jin-ah, urusan namja biar appa carikan yang lebih baik dari Choi Siwon” ucap tuan Park setenang mungkin.</p>
<p>“Appa! Sungguh demi apapun! Aku tak mau dijodohkan!” jerit Hyo Jin seraya bangkit dari duduknya.</p>
<p>“Appa tak menerima penolakan Hyo Jin-ah!”</p>
<p>“Dan aku tak menerima jika dijodohkan! Tak kusangka, appa benar-benar egois! SANGAT EGOIS!” Hyo Jin berjalan meninggalkan appa dan eommanya yang masih duduk di ruang keluarga. Dengan langkah yang lebar, Hyo Jin berjalan menuju tangga, dan segera masuk kedalam kamarnya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>***</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>“Oppa besok sibuk tidak?” Tanya Hyo Jin yang sedang mengempit handphonenya dengan pundak dan telinganya. Suaranya parau karna belum sepenuhnya berhenti menangis.</p>
<p>“Hahaha~ waeyo? Kau rindu denganku sampai-sampai menangis seperti itu, hm?” terdengar suara Siwon di sebrang.</p>
<p>“Oppa! Aku serius ini! Jika oppa tidak sibuk, bisakah kita ketemuan di taman dekat kampusku?”</p>
<p>“Kekeke~ mian.. mian. Oke, oppa bisa. Jam berapa?”</p>
<p>“Jam 3 sore ya.. jangan sampai telat! Ini penting!” sahut Hyo Jin cepat.</p>
<p>“Ne.. memangnya ada apa? Kenapa tak langsung saja bilang sekarang?” Tanya Siwon penasaran.</p>
<p>“Tidak bisa. Lebih baik berbicara secara langsung daripada bicara lewat telfon seperti ini”</p>
<p>“Yasudah. Jangan tidur terlalu malam ya sayang… nangisnya juga di stop dulu. Jangan sampai, besok matanya kelihatan seperti panda. Kan nanti jadi jelek, haha&#8230; oppa tutup dulu telfonnya. Saranghae”</p>
<p>&nbsp;</p>
<ul>
<ul>
<li>Piip –</li>
</ul>
</ul>
<p>&nbsp;</p>
<p>Hyo Jin menghela nafas panjang. Handphonenya dilempar begitu saja ke atas kasur. Tangisnya semakin menjadi setelah mendengar kata ‘saranghae’ dari Siwon. Apa yang akan terjadi jika besok ia menceritakan semua tentang apa yang Appanya bilang hari ini? Hyo Jin tak bisa membayangkan bagaimana reaksi Siwon setelah mendengarnya. Apakah ia harus menuruti kemauan Appanya? Tapi…. Bagaimana jika ia tak bisa lagi mendengar gurauan dari Siwon yang selalu bisa jadimood boosternya? Bagaimana jika ia tak bisa lagi merasakan perhatian dari Siwon yang selalu bisa membuatnya merasa bahwa ia adalah satu-satunya yeoja beruntung yang ada di dunia ini karna bisa merasakan kasih sayang dari seorang Choi Siwon? Bagaimana jika ia tak bisa lagi mendengar kata ‘saranghae’ yang keluar langsung dari mulut namja itu? Bagaimana?</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>“Arrgghhh!!!” Jeritnya sekuat mungkin untuk mencoba meringankan beban yang ada dipikirannya saat ini, “Eomma…….. Hyo benci dengan Appa yang sekarang!! Hyo juga benci dengan Eomma baru Hyo yang sekarang! Hyo benci ada di sini!” tangis Hyo Jin meledak. Kali ini ia merasa, Eomma tirinya jauh dari kata baik daripada Eomma kandungnya –yang kini sudah tenang bersama Tuhan-. Dengan ragu, yeoja berpostur tubuh mungil itu bangkit dari kasur dan berjalan menuju meja belajarnya. Samar-samar, ia melihat Eomma kandungnya berdiri disitu sambil tersenyum, “E… eomma?” Tanya Hyo Jin. Tangannya hendak memegang pipi sang eomma. Namun, belum sempat menyentuh, bayangan itu hilang seiring hembusan angin yang membuatnya bergidik ngeri.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>***</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Seoul, 15.10 KST</p>
<p>Hyo Jin POV</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Aku sedang berada di bangku taman dekat kampusku. Lebih tepatnya, aku sedang menunggu Siwon oppa. Sudah lebih 10 menit aku menunggunya. Aish, dia sangat menyebalkan jika datang terlambat seperti ini.</p>
<p>“Yak! Hyo Jin yeoja satu-satunya yang Siwon miliki!” suara namja yang tak asing lagi di telingaku membuatku harus mengangkat wajah yang sedari tadi kutundukkan, “Tadaa..!! aku membawakan permen kapas kesukaanmu” lanjutnya lagi sambil mengangkat permen kapas berwarna pink itu ke depan. Mataku…. Kenapa menjadi terasa pedih dan berair? Oh ayolah Hyo Jin.. jangan menangis sekarang! Tanpa bicara, aku langsung menghambur kepelukan Siwon oppa.</p>
<p>“Oppa kenapa lama sekali?” tanyaku yang masih dalam pelukan Siwon.</p>
<p>“Y.. ya.. yak~ kenapa menangis, hm? Itu tadi antrian permen kapasnya panjang, jadinya oppa agak telat” jawabnya sambil mengelus pelan rambutku. Nyaman? Tentu saja! Siwon oppa selalu bisa membuatku nyaman dengan perlakuannya. Tangannya –yang tidak membawa permen kapas- mengangkat daguku agar menatap wajahnya, “jangan menangis terus. Oppa tak suka melihatnya” ucapnya lagi dengan ibu jarinya yang mengusap bulir-bulir air mataku yang jatuh.</p>
<p>Aku tersenyum tipis menanggapinya. Dan ia menarik tanganku agar duduk di bangku yang kududuki tadi.</p>
<p>“Jadi… Hyo Jin mau membicarakan tentang apa kepada oppa?”</p>
<p>Dengan ragu, aku membuka suara “Appa…….”</p>
<p>Siwon oppa tersenyum getir setelah mendengar satu kata yang keluar dari mulutku, “Maafkan Appaku Jin-ah…..”</p>
<p>“Eh? Aku tak bermaksud menyalahkan tuan Choi… hanya saja&#8212;“ ucapanku terpotong.</p>
<p>“Jika saja Appaku tak mengingkari perjanjian tentang perusahaan itu, pasti hubungan kita tidak akan terhambat”</p>
<p>“Trus… kita harus gimana oppa?” tanyaku dengan mulut yang bergetar.</p>
<p>Siwon oppa tersenyum lagi. Namun, kali ini senyumnya terlihat seperti senyum tulus, “Ikuti saja apa yang Appamu katakan. Oppa yakin, tuan Park menginginkan yang terbaik buat anaknya”</p>
<p>“Tapi oppa….. Appa menginginkan hubungan kita berakhir! Dan aku tak mau seperti itu!! Aku tak mau oppa!” tangisku pecah. Siwon oppa menempelkan kepalaku di dadanya. Kemejanya yang masih basah akibat air mataku tadi, kini bertambah basah.</p>
<p>Siwon menepuk-nepuk punggungku, “Oppa juga tak mau jika hubungan kita berakhir sayang… entah apa jadinya jika oppa tak bersamamu”</p>
<p>“Oppa berlebihan…” kataku seraya melepaskan pelukannya.</p>
<p>Siwon oppa terkekeh kecil, “kekeke~ oppa bicara apa adanya”</p>
<p>“Kalau Appa tetap bersih keras memisakan kita, bagaimana?”</p>
<p>“Jika tuan Park tetap bersih keras memisakan kita, maka oppa akan melepasmu”</p>
<p>Mataku melebar. Semudah itukah Siwon oppa menyerah?, “YAK OPPA! Dengan susah payah aku mempertahankan hubungan kita, tapi oppa malah dengan mudah menyerah seperti itu? Ck!”</p>
<p>“Jika tuan Park menginginkan hubungan kita berakhir dengan tujuan agar membuatmu lebih bahagia dengan orang lain, maka oppa akan menyerah dan melepaskanmu Hyo Jin-ah”</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>***</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Sungguh, aku tak habis pikir dengan Siwon oppa. Haish! Kenapa semua orang menjadi begitu sangat menyebalkan?</p>
<p>“Jin-ah, besok ada teman Appa dari perusahaan Yeung Hwan’s Corporation. Beliau ingin mengenalkan anaknya padamu. Jadi, Appa harap kamu bisa menjaga sikap dihadapan mereka besok” kata Appa yang tiba-tiba masuk kedalam kamarku.</p>
<p>“…” aku hanya diam sambil memejamkan mata erat-erat. Tak peduli apa yang barusan Appa bilang. Bukan maksudku untuk durhaka, tapi pada kenyataannya aku masih kesal padanya.</p>
<p>“Pukul 19.00, kita sudah harus sampai di France’s restaurant. Dan, kau tak usah berpura-pura sedang tertidur pulas seperti itu Jin-ah. Karena Appa tau, kau tidak sedang tertidur sekarang” lanjutnya lagi dan menutup pintu kamarku. Aku hanya bisa mengumpat kecil dalam hati.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>***</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Seoul, 18.00 KST</p>
<p>Author POV</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Tersisa satu jam sebelum pertemuan yang bisa dibilang perjodohan itu. Kini, yeoja mungil yang bernama Hyo Jin, masih bermalas-malasan di kasurnya. Ia sibuk memikirkan bagaimana caranya agar bisa kabur dan tidak jadi datang ke pertemuan tersebut.</p>
<p>Ia mengambil handphonenya, dan mengetik beberapa kalimat.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>To : Siwon Oppa</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Oppa, Eotteoke? Aku hendak di jodohkan dengan anak perusahaan Yeung Hwan’s Corporation. Bisakah kau datang menjemputku sekarang, hm? Jeball~</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>-Sent-</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Tak perlu menunggu lama untuk mendapat balasan sms dari Siwon, tiba-tiba handphone berwarna pink milik Hyo Jin bergetar.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>From : Siwon Oppa</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Sayang… oppa kan sudah pernah bilang. Jika Appamu tetap bersih keras memisahkan kita, maka oppa akan merelakan dan melepaskanmu. So, mianhe.. oppa tak bisa menjemput dan membantumu untuk kabur dari pertemuan itu. Jadilah Hyo Jin yang selalu oppa kenal. Yang selalu patuh kepada orang tuanya, yang tidak pernah kabur dari permasalahan, dan tidak pernah menjadi yeoja yang cengeng. Hyo Jin fighting^^)9</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Hyo Jin hanya menatap nanar layar handphonenya. Sungguh! Siwon benar-benar menyebalkan, batinnya. Yeoja itu bangkit dan membuka lemari pakaiannya.</p>
<p>“Ah! Pertemuan itu kan tak terlalu penting. Hmm.. pakai pakaian casual saja kalau begitu” katanya seraya mengambil celana jeans dan t-shirt putih.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>15 menit&#8230;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Hyo Jin berdiri menghadap kaca. Dilihat penampilannnya yang sangat simple dan jauh dari kata glamour.</p>
<p>“Tidak buruk. Tinggal diberi rompi jeans, sudah keren” ujarnya. Setelah mengambil rompi jeans yang digantung di lemari pakaiannya, ia segera memakainya dan turun menuju ruang tamu untuk menemui kedua orangtuanya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>***</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Tuan Park dan Nyonya Park menatap cengo atas penampilan putrinya.</p>
<p>“Kau urus dulu lah si Hyo Jin. Bisa pecah kepalaku lama-lama mengurusinya. Bagaimana bisa ia berpenampilan seperti itu disaat kita akan menemui salah satu keluarga terpandang di Korea? Ck!” kata tuan Park kepada nyonya Park dengan tangan yang memijit dahinya.</p>
<p>“Kajja, eomma akan mendandanimu menjadi yeoja yang cantik dan anggun” ucap Eomma Hyo Jin lembut dan menarik lengan Hyo Jin kembali ke kamarnya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>***</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Hyo Jin POV</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Demi Tuhan! Ini bukan style-ku sama sekali! Memakai dress merah maroon, rambut yang dibiarkan tergerai, memakai make-up, dan memakai high heels 15 cm. Catat!! 15 CM!! tak terbayang bagaimana caranya aku berjalan sekarang. Berjalan dengan cara dituntun eomma, dan menjadi tontonan gratis saat aku memasuki restaurant prancis ber-design klasik ini.</p>
<p>Tiba-tiba eomma dan appa menghentikan langkah mereka di depan meja yang terdapat 3 orang sedang duduk disitu.</p>
<p>“Oh! Annyeonghaseyo~” sapa Appaku seraya membungkukkan badan. Kulihat Eommaku juga melakukan hal yang sama. Dan aku? Aku tentu saja tidak melakukannya.</p>
<p>Ketiga orang yang tadinya duduk disitu akhirnya ikut berdiri dan melakukan hal yang sama dengan orangtuaku.</p>
<p>“Annyeonghaseyo Tuan dan Nyonya Park. Sudah lama sekali kita tidak bertemu. Silahkan duduk” ujar ahjussi paruh baya itu. Sudah ketahuan, pasti beliau adalah ayah dari anak yang sedang berdiri di samping eommanya. Aku, eomma, dan Appa akhirnya duduk di hadapan mereka bertiga.</p>
<p>“Wah.. jadi ini yang bernama Park Hyo Jin? Neomu yeppo~” kali ini istri dari ahjussi itu yang berbicara.</p>
<p>“Kamsahamnida” balasku dengan menyunggingkan sebuah senyum tipis.</p>
<p>“Nah, ayo perkenalkan dirimu” kata ahjumma tersebut sambil menyikut pelan lengan anaknya.</p>
<p>Namja tersebut berdiri, “Ehm, annyeonghaseyo.. Jeouneun Cho Kyuhyun imnida” ujarnya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>***</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Setelah makan malam bersama, aku ijin ke kamar mandi. Tapi sebenarnya, aku tidak benar-benar pergi ke kamar mandi. Melainkan malah duduk di bangku taman restaurant ini.</p>
<p>“Sudah kuduga, pasti semua yeoja yang hendak di jodohkan akan melakukan hal seperti ini” tiba-tiba ada suara berat yang berasal dari arah belakangku. Dengan cepat, aku memutarkan kepala untuk melihat siapa pemilik suara itu, “Go Kyuchun?”</p>
<p>Ia berjalan mendekatiku dengan alis yang berkerut, “Ck! Jangan seenaknya mengganti nama orang! Kenapa namaku yang keren berubah menjadi ‘Go Kyuchun’ hah?”</p>
<p>“Eh? Jadi namamu bukan Go Kyuchun? Kalau begitu siapa? Go Cyukhyun? Perasaan tadi kau menyebutkannya begitu. Atau… kupingku sedang bermasalah ya?” kataku sambil mengingat-ingat namanya.</p>
<p>“Yak! Berhenti memanggilku dengan nama yang menggelikan seperti itu! Ingat ya, margaku itu ‘Cho’ bukan ‘Go’. Dan setelah marga ‘Cho’ adalah ‘Kyuhyun’. K-Y-U-H-Y-U-N! bukan ‘Kyuchun’ ataupun ‘Cyukhyun’! Arra?” bentaknya. Cih! Dia terlalu berlebihan.</p>
<p>“Arra.. arra!” balasku juga dengan nada yang membentak, “Keundae, kau mau tidak membantuku membatalkan rencana perjodohan ini?” tanyaku setengah berbisik.</p>
<p>Ia tersentak kaget, “Mwo? Yak! Yeoja kecil sepertimu ini bisa apa memangnya? Sok-sok’an mau lari dari perjodohan segala! Palingan di sentak sedikit dengan tuan Park sudah nangis di bawah pancuran shower”</p>
<p>“Sialan kau Go Kyuchun!!!!” jeritku sambil menjambak keras rambutnya. Dia ini sudah bosan hidup, atau apa? Kenapa dengan seenak upil ia meremehkanku hah? Benar-benar sialan!</p>
<p>“Appo!! Yak hentikan!!!” rintihnya kesakitan. Kedua tangannya memegang tanganku yang berada diatas kepalanya untuk menghentikan aksiku.</p>
<p>“Kau…….!!! Sekali lagi kau meremehkanku, sudah kupastikan kepalamu akan menjadi botak plontos!” ancamku, “Atau… akan kubuat kepalamu menjadi tak berambut sehelai pun!”</p>
<p>Tiba-tiba Kyuchun mendekatkan wajahnya ke wajahku. Sangat dekat, sampai-sampai hidung kami bersentuhan. Eommaaa!!!! Jantungku.. omo jantungku!!!</p>
<p>“Dan kau….!! Sekali lagi kau memanggilku dengan sebutan ‘Go Kyuchun’ ataupun ‘Go Cyukhyun’ maka bibir mungilmu ini akan menempel di bibirku!”</p>
<p>“YAK!!! DASAR NAMJA MESUM!!!!” teriakku yang dibalas dengan evil smirknya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>To be continued…….</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Author mengharapkan RCL dari para readers semua loh.. jadi, jangan lupa tinggalkan comment setelah membaca ya~ gomawo^^ *bow*</p>
</div>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/superjuniorff2010.wordpress.com/44374/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/superjuniorff2010.wordpress.com/44374/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=superjuniorff2010.wordpress.com&#038;blog=11405649&#038;post=44374&#038;subd=superjuniorff2010&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://superjuniorff2010.wordpress.com/2013/05/23/i-think-i-started-to-loving-you-1/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>24</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/089808d533df09426de8934b5d63dafd?s=96&#38;d=monsterid&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ELF4SUJU</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://superjuniorff2010.files.wordpress.com/2013/04/edit1.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">edit1</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>HEY MY COUSIN, SARANGHAE [8/12]</title>
		<link>http://superjuniorff2010.wordpress.com/2013/05/23/hey-my-cousin-saranghae-812-2/</link>
		<comments>http://superjuniorff2010.wordpress.com/2013/05/23/hey-my-cousin-saranghae-812-2/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 22 May 2013 22:29:47 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ELF4SUJU</dc:creator>
				<category><![CDATA[로맨스 ♥ Romance]]></category>
		<category><![CDATA[가족 ♥ Family]]></category>
		<category><![CDATA[계속 ♥ continue]]></category>
		<category><![CDATA[fan fiction]]></category>
		<category><![CDATA[fanfiction]]></category>
		<category><![CDATA[유머 ♥ Humor]]></category>
		<category><![CDATA[Kim Jong Woon]]></category>
		<category><![CDATA[Kim Jongwoon]]></category>
		<category><![CDATA[Super Junior]]></category>
		<category><![CDATA[Yesung]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://superjuniorff2010.wordpress.com/?p=45694</guid>
		<description><![CDATA[&#160; TITLE : HEY MY COUSIN,SARANGHAE PART 8/12 CAST : PARK EUN JI(OC) , KIM JUNG WOON (KIM YESUNG)  SUPPORT CAST ( MEMBER SUPER JUNIOR ) GENRE : FAMILY ,COMEDY, ROMANCE RATING :- LENGHT :- CATATAN : Mian Jika banyak Thypo .. Selamat membaca .. J IN APARTEMENT ( 20 .00 P.m ) KIM YESUNG [&#8230;]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=superjuniorff2010.wordpress.com&#038;blog=11405649&#038;post=45694&#038;subd=superjuniorff2010&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:center;"><a href="http://superjuniorff2010.files.wordpress.com/2013/04/ff-hey-my-cousinsaranghae.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-44400" alt="FF HEY MY COUSIN,SARANGHAE" src="http://superjuniorff2010.files.wordpress.com/2013/04/ff-hey-my-cousinsaranghae.jpg?w=600"   /></a></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>TITLE : HEY MY COUSIN,SARANGHAE PART 8/12</p>
<p>CAST : PARK EUN JI(OC) , KIM JUNG WOON (KIM YESUNG)  SUPPORT CAST ( MEMBER SUPER JUNIOR )</p>
<p>GENRE : FAMILY ,COMEDY, ROMANCE</p>
<p>RATING :-</p>
<p>LENGHT :-</p>
<p>CATATAN : Mian Jika banyak Thypo .. Selamat membaca .. J</p>
<p><b>IN APARTEMENT ( 20 .00 P.m )</b></p>
<p><b>KIM YESUNG POV </b></p>
<p>Ku rebahkan Tubuhku di atas Sofa . Rasa nya badan ku pegal sekali . sepulang Kuliah , Hyuna Noona langsung memintaku menemani nya berkeliling Seoul . Katanya dia benar benar Rindu Kota seoul dan tempat tempat yang dulu sering kami kunjungi berdua .</p>
<p>Benarkah Hyuna Noona ingin bersama dengan ku seperti yang di katakan nya malam itu ? Tapi , Masalahnya tidak segampang itu . Bukan masalah apakah kami bisa bersama atau tidak . Tapi , Kalau Eomma tahu aku dekat dengan wanita lain selain Eun Ji , Dan Mengetahui kalau aku menjalin hubungan dengan Hyuna noona , Aku tidak bisa bayangkan apa yang akan Eomma lakukan padaku . Belum lagi , Kalau Hyuna noona tahu ,kalau aku sudah menikah . Dan apakah dia masih bisa percaya ,kalau Aku dan Eun Ji hanya Pura pura menikah ?</p>
<p>“ Yaish ! Jinja , Masalah ini benar benar Membuat pusing ! “ rutuk ku . Ku Gosok gosok wajah ku .</p>
<p>Ku hidupkan televisi , Bermaksud menghilangkan sejenak rasa pusing ku . Tak sengaja mataku menatap Jam yang tergantung di dinding Ruang Tengah . Jam 8 malam . Aku baru sadar . Dari tadi Apartement terasa sepi . Kemana Yeoja itu ? Tidak biasanya setiap aku pulang tidak ada suara sedikitpun seperti ini  .<span id="more-45694"></span></p>
<p>Aku bangun dari sofa . Ku coba Cek ke dalam kamar . Apa dia sedang sudah tidur . Ku buka sedikit pintu kamarnya , Takut membangunkannya jika memang sudah tidur .</p>
<p>Kosong ! Tidak ada siapapun di dalam kamar . Ku masuki kamar Eun Ji . Mencoba mengecek apakah Yeoja itu sedang mandi . Tapi , Tidak terdengar sedikit pun suara Orang mandi . kemana sebenar nya Yeoja itu ? Tidak biasanya dia main dan belum pulang sampai jam segini .</p>
<p>“ Apa jangan jangan Dia pergi dari Apartemen karna aku sudah 3 hari ini mendiamkannya ? “ Ujar ku menebak nebak . Pikiran ku sudah panik . Aku takut kalau Gadis manja itu benar benar pergi .</p>
<p>Aku mendiamkannya bukan karna aku masih marah . Tapi hanya ingin memberi nya sedikit pelajaran ,Kalau lain kali ,dia tidak boleh sembarangan mencampuri urusan pribadi orang lain . Hanya itu . Tapi aku tidak menyangka gadis itu menganggap serius hal ini .</p>
<p>“ Jinja ! Kemana gadis itu ,, bagaimana kalau dia pulang kerumahnya ,lalu memberi tahu semuanya kalau aku memarahinya kemarin,, Lalu dia buka mulut tentang Hyuna noona, Ouch !” Ujar ku pusing sendiri .</p>
<p><b>TING TONG~ </b>Tiba tiba Suara bel pintu Apartemen berbunyi . Mataku langsung cepat memandang ke arah pintu .</p>
<p>“ Apakah itu Eun Ji ? Apa dia sudah pulang ? “ ujar ku masih panik . Aku langsung menghambur cepat ke arah pintu .</p>
<p><b>CKLEK !</b> Ku buka cepat pintu apartemen . “ Yak ! Kau ini ke,.,., “ tiba tiba suaraku tertahan . Mataku melebar melihat siapa yang ada di depanku sekarang .</p>
<p>“ Kau ,, ?! “ Ujar ku melihat tak percaya ke arah seseorang , Yang ternyata bukan Eun Ji itu .</p>
<p>“ Annyeong,, Lama Tidak bertemu,, kim Yesung,, “</p>
<p><b>AUTHOR POV (22 .00 P. M )</b></p>
<p>Eun Ji melepas sepatunya . Di luar benar benar dingin . Salju turun tiada henti . Untung saja Nyonya Lee bersedia mengantarnya pulang . Malam ini ,Pikirannya sedikit lebih terbuka karena Peran Nyonya Lee .</p>
<p>Dengan Hati hati Eun Ji melangkah kan kaki nya , Takut kalau membangunkan Yesung yang mungkin sudah tidur . sambil berjinjit Eun Ji masuk menuju kamar nya .</p>
<p><b>KLIK !</b> Tiba tiba Lampu Ruang tengah menyala terang . Membuat Langkah eun Ji berhenti dan terkejut .</p>
<p>“ Omo !! “ Ujar Eun Ji memegangi dadanya karena terkejut . Eun Ji melihat Sosok di dekat sakelar Lampu . seseorang yang melemparkan tatapan tajam ke arahnya .</p>
<p>“ N,Neo ? “ Ujar Eun Ji yang baru menyadari , ternyata Seseorang yang baru saja mengagetkannya adalah Yesung .</p>
<p>“ Kau baru pulang , Dari mana saja kau ? “ Tanya Yesung mendekat ke arah Eun Ji yang masih tersandar di dinding .</p>
<p>“ A,Aku,, ? Eoh,, Aku dari tempat seorang teman,, “ Ujar Eun Ji gugup . Yesung terus melemparkan tatapan tajam ke arah Eun Ji . Membuat Eun Ji sedikit merinding .</p>
<p>“ Ka,Kau belum Tidur ? “ Tanya Eun Ji lagi berusaha bersikap tenang . Setelah mengetahui perasaanya , Eun Ji sedikit bingung bagaimana cara bersikap jika bertemu Yesung .</p>
<p>“ Ajik,, Aku sengaja menunggu mu,, “ Jawab Yesung datar . “ Menunggu ku ? “ Tanya Eun Ji balik .</p>
<p>“ Eung,,” Jawab Yesung berdiri tegak di depan Eun Ji sambil memasuk kan kedua tangannya ke saku celana Olahraga yang di pakainya .</p>
<p>“ Wa,Wae ? “ Tanya Eun Ji lagi . eun Ji sedikit bingung . Seingatnya Yesung sedang marah padanya . Tapi kenapa Malam ini malah sengaja menunggu nya pulang ?</p>
<p>“ Neo,, “ Ujar Donghae semakin menatap Intens mata Eun Ji . “ Sejak kapan kembali berhubungan dengan Namja itu ? “ Lanjut Yesung bertanya serius pada Eun Ji .</p>
<p>“ Na,namja ? Nugu Namja ? “ Ujar eun Ji semakin tidak mengerti dengan Arah pembicaraan Yesung .</p>
<p>“ Ck, Masih bertanya, Tidak usah sungkan, Katakan saja, Sejak kapan Kau mulai kembali berhubungan dengan Namja itu “ Ujar Yesung kemudian Menaikkan Intonasi suaranya . Membuat eun Ji yang memang tidak mengerti dengan pembicaraan Yesung membusungkan dadanya .</p>
<p>“ Yak ! Aku tidak paham apa maksud mu . Namja Siapa ? Berhubungan apa ? Aku benar benar tidak mengerti ! “ Ujar eun Ji membalas dengan Suara yang tidak kalah tingginya . Yesung tersenyum kesal .</p>
<p>“Yak !Lalu buat apa Namja Bernama Lee donghae itu kemari dan ingin menemui mu Eoh ? “ Ujar Yesung lagi mengangkat dagunya .</p>
<p>“ Mwo ? Dong,Donghae ? Lee Donghae ? ! “ Ujar Eun Ji terkejut . Dia menatap Yesung tak percaya .</p>
<p>“ Nde ! Tadi ada Lee Donghae ke sini . Dia datang untuk mencarimu . Katanya ada sesuatu yang ingin di bicarakan nya . Namja Brengsek itu . Apalagi yang ingin di bicarakannya dengan mu “ Ujar Yesung mengomel sendiri .</p>
<p>Eun Ji hanya tertegun . Dia benar benar tak menyangka . Donghae ke Apartemen nya untuk menemuinya . Sudah lama mereka tidak berhubungan semenjak masalah perselingkuhan itu .</p>
<p>“ Yak ! mengapa kau hanya diam saja ? Apa yang kau sembunyi kan dari ku Eoh ? “ Tanya Yesung penuh tatapan curiga pada eun Ji .</p>
<p>“ A,Eob,Eobseo ,, Tidak ada yang ku sembunyikan . A,Aku masuk dulu ke kamar “ Ujar Eun Ji bergegas meninggalkan Yesung di ruang tengah .</p>
<p>“ Yak ! Kau belaum jawab pertanyaan ku ! Bagaimana Kalian bisa berhubungan kembali ! Yak ! “ Ujar Yesung menuntut Jawaban dari Eun Ji . Tapi Eun Ji tak menghiraukan teriakan Yesung .</p>
<p><b>PARK EUN JI POV </b></p>
<p>Kututup cepat pintu kamar ku . Aku bersandar di balik pintu . Ku pegang dadaku .</p>
<p>“ Mwo ? Donghae ? Benarkah donghae kembali mencariku ? Untuk apa ? “ Ujar ku bergumam sendiri . Darimana Donghae tahu kalau aku tinggal di Apartemen ini ? Bukankah sudah lama Aku Tidak berhubungan dengannya ? Aku berpikir keras .</p>
<p><b>KIM YESUNG POV </b></p>
<p>Yaish jinja ! Kenapa Yeoja itu masuk begitu saja ? Aku kan ingin tahu bagaimana hubungan nya dengan Donghae . Kenapa Namja itu kembali mencari Eun Ji . Apakah eun Ji sudah kembali berhubungan dengan Donghae secara Diam diam di belakang ku ?</p>
<p>“ Yeoja Pabo itu . sebenarnya dia benar benar Cerdas atau tidak sih ? Kenapa dia mau maunya kembali berhubungan dengan Namja yang sudah pernah menyakitinya ? ISH! Dasar Yeoja Idiot ! “ Ujar ku mengumpat kesal . Ku hempaskan tubuhku ke sofa dengan kasar .</p>
<p>Bagaimanapun , Aku tahu cerita Eun Ji yang pernah di sakiti oleh Donghae . Bahkan ,Aku sendiri yang pernah menghajar Donghae . Namja yang tidak bertanggung jawab itu , Berani berani nya mendekati Eun Ji . Awas kau Lee Donghae ,Tidak akan ku biarkan kau berbuat seenaknya lagi dengan Eun Ji !</p>
<p><b>IN DONGHAE’S APARTEMEN</b></p>
<p><b>AUTHOR POV </b></p>
<p>Donghae baru saja memasuki Apartmen nya . Di rebahkannya tubuhnya ke Sofa Ruang tengah . dan di tengadahkannya kepalanya di Ujung Sofa . Sambil memejamkan mata nya , lipatan di dahinya menandakan Namja itu sedang memikirkan sesuatu .</p>
<p>“ Baru pulang ? “ Tanya Seseorang yang baru saja keluar dari kamarnya . Membuat Donghae melirik ke arah suara .</p>
<p>“ Eoh,,Kau,, belum tidur,, “ Ujar Donghae lagi menegur seseorang yang ternyata Dokter Cho .</p>
<p>“ Nde,, Aku sedang mempelajari beberapa data yang kudapat dari Rumah sakit hari ini,, Kau sendiri , Baru pulang ,Bukan kah udara di luar sangat dingin ? “ Ujar Dokter Cho lagi duduk di sofa tepat di depan Donghae .</p>
<p>“ Eung,,Aku baru saja dari Tempat seseorang ,, “ Jawab donghae lagi sambil memutar lehernya yang terasa sedikit pegal .</p>
<p>“ Eoh,,Geure ?lalu , sudah bertemu kah ? “ Tanya Dokter Cho . Donghae menjawab dengan gelengan pelan kepalanya .</p>
<p>“ Ajik,, Dia , tidak ada di Apartemen nya . Dengan Susah payah aku mendapatkan Alamatnya dari pihak kampusnya , Tapi Aku malah bertemu dengan namja Aneh yang hampir membuat masalah denganku,, “ Jawab donghae lagi .</p>
<p>“ Masalah ? namja ? Wae ? “ Tanya Dokter Cho membentuk lipatan kebingungan di dahi nya .</p>
<p>“ Kim Yesung ,Namja yang dulu satu SMA dengan ku . Dia,, Sepupu dari Seorang Yeoja yang dulu pernah menjadi Yeojachinguku,, “ Jawab Donghae lagi .</p>
<p>“ Eoh,,Jadi Seseorang yang ingin kau temui itu adalah Yeoja yang dulu pernah menjadi Yeojachingu mu ? “ Ujar dokter Cho Tersenyum enteng sambil mengangguk mengerti dengan masalah yang di hadapi Pasien pribadi nya itu .</p>
<p>“ Wae, Kenapa kau tertawa seolah mengejek ku seperti itu , Ck , Aku tidak terlalu suka dengan senyum mu itu , Seolah sedang meremehkan masalah orang lain “ Ujar Donghae mendelik kesal ke arah dokter Cho .</p>
<p>“ Ani, Aku tidak bermaksud meremehkan Masalahmu . Aku hanya teringat masalah yang pernah ku alami saat aku masih seumur denganmu,Tapi bedanya , Masalahku tidak serumit kau “ Jawab Dokter Cho tersenyum . Donghae hanya mendelik seraya menghela nafas .</p>
<p>“ Memangnya , Ada tujuan apa kau kembali menemui mantan kekasih mu itu ? Apa kah ada sesuatu yang membuatmu harus menemuinya ? “ Tanya Dokter Cho lagi .</p>
<p>“ Nde, Aku harus menemuinya . Aku harus menjelaskan sesuatu . dan meminta maaf sepenuh nya padanya “ Ujar Donghae lagi .</p>
<p>“ Me,,Minta maaf ? “</p>
<p>“ Nde, Meminta maaf . Karena kebodohanku , Aku membuat nya pergi meninggalkanku . Aku melepaskan Seorang Yeoja yang dengan tulus mencintaiku,, “ Ujar Donghae lagi mengingat sesuatu sambil tertunduk .</p>
<p>“Kalau aku tidak salah menebak , Apa karena kau pernah mencampakkan nya ? “ Tanya Dokter Cho asal . Donghae dengan cepat menoleh ke arah Dokter Cho .</p>
<p>“ Yak , Darimana kau,, “</p>
<p>“ Cih , Masalah seperti ini . Sudah sering ku temui . Kau harus ingat , Aku ini lebih berpengalaman dari pada kau . Masalah seperti ini sangat gampang di tebak . Terlebih dengan sikap pemuda seperti kau ,, Membuat ku berpikir seperti itu “ Jawab Dokter Cho santai sambil menyilangkan kaki nya .</p>
<p>“Mwo ? sikap ? memang nya sikap ku kenapa !? “ Tanya Donghae dengan mata melotot ke arah dokter Cho .</p>
<p>“ Ck , Anak muda yang masih labil . Semoga kau berhasil mendapat kan kembali hati yeoja itu . Aku masuk ke kamar dulu . Ingat , besok kau menjalani pengobatan mu . Jangan terlambat “ Ujar Dokter Cho mengingatkan sambil berlalu pergi .</p>
<p>“ mw,mwo ? Dokter Sok tahu ! Berani nya dia berpikir seperti itu “ Ujar Donghae mengumpat kesal .</p>
<p><b>IN YESUNG, EUN JI APARTEMEN ( 09 .00 A.m )</b></p>
<p>Eun Ji sudah bersiap pergi ke kampus . Begitu pula dengan Yesung . “ Kau sudah mau berangkat ? “ tanya Yesung ragu pada Eun Ji . Sejak mereka bertengkar kemarin , eun Ji sudah tidak pernah membuat sarapan ataupun makan malam di Apartemen .</p>
<p>“ Eung “ Jawab Eun Ji singkat . Kemudian Hendak bergegas pergi . Yesung yang memperhatikan Eun Ji dengan tatapan resah mendekat ke arah Eun Ji . Kehadiran donghae tadi malam masih sangat mengganggu pikiran nya .</p>
<p>“ Yak ! Chamkam ..” Ujar Yesung menghentikan Langkah Eun Ji . Eun Ji berbalik menghadap Ke arah Yesung .</p>
<p>“ W, Wae ? “ Tanya eun Ji terbata bata . “ Ba,Bagimana , Kalau kejadian kemarin kita lupakan saja ? “ Ujar Yesung to The point . Membuat eun Ji menatap heran .</p>
<p>“ Ya itu , Masalah yang kau menguntit ku waktu itu,, “ Ujar Yesung menggaruk kepalanya . membuat Eun Ji akhirnya paham maksud Namja yang ada di depannya itu .</p>
<p>“ Aku ,, Sudah memaafkanmu,, Jadi , Tidak usah di pikirkan lagi,, Anggap kau tidak pernah melakukan apa pun ,,Eoh ? “ Ujar Yesung lagi . eun Ji menatap penuh Tanya ke arah Yesung .</p>
<p>“  Be,Benarkah kau sudah tidak marah lagi ? “ Tanya Eun Ji ragu . Yesung mengagguk cepat .</p>
<p>“ Kau tidak percaya ? Bagaimana kalau kita berangkat kuliah bersama ? “ Tawar Yesung pada Eun Ji .</p>
<p>“ Mwo ? Berangkat bersama ? “ Tanya Eun Ji tak percaya . “ Nde,, Otte ? “ Tanya Yesung lagi .</p>
<p>“ Eoh,, A,Aku,,Aku,, “ Eun Ji terlihat gugup menerima tawaran Yesung yang masih menunggu Responnya itu .</p>
<p><b>DRTTT~DRTTT~</b> Tiba tiba Handphone Yesung bergetar . Terlihat Ekpresi senang langsung muncul di wajahnya .</p>
<p>“ Nde, Yoboseo Noona? “ Ujar Yesung mengangkat Teleponnya . Eun Ji yang mendengar Yesung menyebutkan nama seseorang  yang sempet membuatnya Jengkel setengah mati itu langsung menunjukkan Ekpresi Kesal nya .</p>
<p>“ Mwo ? Kau mau menjemput ke Apartemen ? mengantarku kuliah ? Eoh,,Nde,, Arraso “ Ujar Yesung tersenyum lebar danlangsung menutup Handphone nya . Eun Ji yang masih berdiri di hadapan Yesung melipat kedua tangannya menatap kesal ke arah Yesung .</p>
<p>“ Ah,,eun Ji-ah,, Miane,, Bagaimana kalau berangkat kuliah nya di ganti hari saja ? Sekarang Hyuna noona sedang menunggu ku di luar,, Otte ? “ Ujar Yesung meminta maaf pada Eun Ji .</p>
<p>Eun Ji menatap penuh kekesalan pada Yesung . “ Lupakan saja , Jangan pernah berangkat kuliah bersama ku ! “ Ujar eun Ji berbalik dan pergi meninggalkan Yesung .</p>
<p>“ Yak , Yak ,, Kenapa kau marah ? Kan aku bilang berangkat nya di ganti hari saja,, “ Ujar Yesung berusaha mengejar Eun Ji yang sedang merajuk .</p>
<p><b>PARK EUN JI POV</b></p>
<p>“ Yak Park eun Ji ,, “ Ujar Yesung terus mengejar ku hingga ke luar . Aku bergegas handak pergi jauh jauh darinya . Namja pabo ini ! Benar benar merusak mood ku ! Kalau dia memang di jemput oleh Yeoja Genit itu . Untuk apa dia menawari ku berangkat kuliah bersama .</p>
<p>“ Yak ! Cahmkaman,, “ Ujar Yesung menarik tangan ku . Aku menoleh ke arahnya .</p>
<p>“ Wae “ Ujar ku datar . “ Yak , Kau ini kenapa . Kau marah gara gara aku membatalkan pergi bersama ke kampus ? Kau ini seperti anak kecil tahu tidak . Kan aku sudah bilang , Lain waktu kita berangkat bersama,, jadi apa masalahnya ? “ Ujar yesung masih belum tahu apa yang sebenar nya menjadi masalah ku .  Pabo ! Aku tidak suka kau berangkat dengan Yeoja itu ! Batinku .</p>
<p><b>TINN~TINNN~</b> Tiba tiba sebuah Mobil Sporty Porchein Metalik membunyikan Klakson nya di dekat kami . Aku dan yesung menghadap kearah Mobil . Seseorang baru saja menuruni Mobilnya .</p>
<p>“ Le,,Lee, Lee Donghae,, “ Ujar Ku menatap dengan mata melebar . Aku benar benar tak percaya , Namja bernama Lee Donghae itu berjalan lurus ke arah ku . Yesung melepaskan Genggamannya dari tangan ku .</p>
<p>“ Annyeong eun Ji-ah,, Lama sekali aku tidak melihatmu,, “ sapa nya sambil tersenyum . Aku ternganga , Tak tahu harus berkata apa . Marah ? Ataukah Tenang ? Aku benar benar tidak tahu .</p>
<p>“ Kau lagi ! Mau apa kau kemari ! Kami sudah mau pergi ke kampus, lebih baik kau pulang ! “ Ujar yesung dengan nada ketus pada Donghae .</p>
<p>“ Boleh aku mengantarmu Eun Ji-ah,, “ Ujar Donghae menawariku tanpa menghiraukan Ocehan Yesung . Aku bingung . Aku benar benar bingung . Namja ini , Gila atau Amnesia ? aku ini Yeoja yang dulu pernah di buatnya menangis ? Sekarang Dia dengan tenang nya ingin mengantar ku pergi .</p>
<p>“ Andwe ! Eun Ji berangkat bersama ku , Kau pergilah ! “ Jawab Yesung dengan yang sama ketus nya .</p>
<p><b>TINNN~TINNN </b>, Sebuah Mobil BMW merah mendekat ke arah kami . Tepat di samping Mobil yang d parkir Oleh Donghae .</p>
<p>“ Yesung-ah ! “ teriak seorang Yeoja melambai dari Arah kaca mobil yang sengaja Dibukanya . Aku dan Yesung menatap ke arah Mobil itu .</p>
<p>“ No,Noona,, “ Ujar Yesung melihat ke arah mobil . Kemudian melihat ke arahku . Aku menatap Tajam Ke arah Yeoja yang Ternyata Hyuna .</p>
<p>“ Palli wa,, Nanti kau terlambat “ Seru nya pada Yesung . Yesung terlihat bingung . Dia menatapku dan Hyuna secara bergantian .</p>
<p>“ Otte ? Mau ku antar ? “ Ulang Donghae lagi padaku . Melihat Yesung seperti nya benar benar akan berangkat bersama Yeoja Itu , Tanpa pikir panjang aku pun menerima Tawaran Donghae .</p>
<p>“Nde,, Kebetulan aku juga berangkat sendiri,, “ Ujar Ku lagi melengos ke arah Donghae . Terlihat wajah Yesung menatap ku tajam .</p>
<p>“ Khajja,,” Ujak ku ke pada Donghae . “ Ya,Yak ! “ Ujar Yesung meneriaki ku . Tapi tak kuhiraukan panggilannya . Mood ku benar benar buruk pagi ini . dasar Yesung Pabo !</p>
<p><b>ON THE WAY,,</b></p>
<p><b>KIM YESUNG POV</b></p>
<p>“ Menurutmu bagaimana Kalau kita pergi ke Komunitas Pembaca Komik sepulang kau kuliah ? “ Tanya Hyuna Noona padaku .</p>
<p>“ Eung,, “ Jawab ku singkat . “ Eung ? Kau setuju atau tidak ? “ Ulang Hyuna Noona .</p>
<p>“ Eoh,,? Ye,, Aku mau,, “ Ujar ku sedikit gugup . Hyuna Noona tersenyum padaku dan kemudian kembali fokus menyetir . Jujur saja , Pikiran ku saat ini sedang tidak karuan . Apa yang di lakukan Donghae dan Eun Ji saat ini ? Gadis bodoh itu , kenapa mau mau nya menerima tawaran Donghae . Apa dia lupa siapa yang pernah membuatnya menangis selama 3 jam saat di Italy ?</p>
<p>“ Yesung-ah,, Wae ? Kau dari tadi hanya diam , Dan menjawab pertanyaan ku setengah setengah .. ? “ Tanya Hyuna Noona melirik ke arah ku . Aku melihat gagap ke arah Hyuna Noona .</p>
<p>“ Ani,, Gwaenchana,, “ Ujar ku menjawab sambil tertawa terpaksa . “ Eoh Nde, Bukan Kah Yeoja yang bersama dengan mu tadi pagi adalah Yeoja yang tak sengaja bertemu dengan Kita saat di Hyundai Resto ? Dia ,,benar sepupu mu ? “ Tanya Hyuna Noona lagi .</p>
<p>“Eoh,,Nde,, Tentu saja , Dia itu sepupu ku . Seperti yang pernah ku jelaskan kemarin ,, “ Ujar Ku berbohong . Tapi ,bukankah memang Eun Ji awalnya adalah sepupu ku ? Hanya saja , Lebih tepatnya Mantan sepupu yang sekarang menjadi Isteri .</p>
<p>“ Kenapa dia bisa bersama mu ? Apa Kalian tinggal bersama ? “ Tanya Hyuna Noona lagi .</p>
<p>“ eoh ,, Itu . Iya kami tinggal bersama,, Tapi , Kami berbeda kamar Apartemen,, “ Ujar Ku terus berbohong .</p>
<p>“ Eoh,,Geure . Lalu , Namja yang tadi pagi itu , Apa itu Namjachingu sepupu mu ? “ Tanya Hyuna Noona lagi . Aku tersentak mendengar Hyuna Noona bertanya seperti itu .</p>
<p>“ Ani ! Tentu saja bukan ! “ Jawab ku cepat dengan nada meninggi . Hyuna Noona terkejut melihat ke arahku . Aku manjadi salah tingkah . Yesung-ah,, Apa yang kau lakukan ? Batinku .</p>
<p>“ A,,Mian,,Maksudku dia itu hanya Chingu,, Eun Ji Chingu,, “ Ujar ku mengembalikan nada dasar suaraku sambil meringis tersenyum .</p>
<p>“ Geroum,, Kenapa aku selama ini tidak pernah tahu kalau kau ternyata memiliki sepupu perempuan,, Aku sempat tak percaya Yeoja itu sepupumu,, Selama kita dekat ,kau tak pernah cerita apapun tentangnya,, “ Ujar Hyuna Noona melanjutkan .</p>
<p>“ Eoh,, Itu, karna aku memang tidak terlalu dekat dengannya,, Kami, Jarang Akur,, “ Ujar ku menjawab .</p>
<p>“ Eoh,, Geure ? Arraso,, Pantas saja , Cara dia menatap ku seperti sedang menatap musuh . Aku sedikit merinding di tatapnya,, Hehehe  “ Jawab Hyuna Noona masih fokus mengemudi .</p>
<p>“ Mwo ? Maksud Noona ? “</p>
<p>“ Nde,, Kemarin , saat di Hyundai Resto , Dia menatapku tajam . Membuat ku sedikit tidak nyaman . tadi pagi juga , Dia melemparkan tatapan seperti tidak suka kepadaku,, Aku merasa dia tidak suka kalau aku dekat dengan mu,, Apakah Memang seorang sepupu seperti itu  ? “ Ujar Hyuna Noona lagi . Aku hanya terdiam mendengar penuturannya . Tidak suka ? eun Ji tidak suka dengan Hyuna Noona ? Wae ?</p>
<p><b>ON THE WAY.. (PARK EUN JI POV )</b></p>
<p>Aku Hanya diam di dalam mobil . Begitu juga dengan Donghae . Selama perjalanan , tidak ada obrolan yang berarti di antara kami .</p>
<p>“ Eoh,, Bagaimana kabar mu ? “ Tanya donghae memulai pembicaraan .</p>
<p>“Baik “ Jawabku singkat tanpa melihat nya . Tatapan ku lurus ke depan .</p>
<p>“ Eoh,,Geure . Bagaimana Kuliah mu sekarang ? Apakah sudah mulai sibuk ? “ Tanya nya lagi .</p>
<p>“ begitulah “ Jawab ku kembali singkat . Jujur saja , Aku terpaksa ikut dengan namja ini . Karna Yesung , namja Pabo itu seenaknya membatalkan Untuk berangkat bersama . Dia lebih memilih ikut bersama dengan Yeoja Genit itu .</p>
<p>“ Di halte bus depan tolong turun kan aku . Aku ke kampus dengan bus saja “ Jawab ku padanya ketus .</p>
<p>“ Sepertinya , kau tidak suka ku antar ke kampus ? “ tanya Donghae lagi . Tentu saja aku tidak suka ! Aku kan ikut dengan nya hanya Karena terpaksa . Kalau tidak mana mau aku ikut dengannya ! Batinku . Aku diam tanpa menjawabnya .</p>
<p>“ Eung, Mian. Kalau kau  tidak nyaman . Aku hanya ingin mengantar mu saja . Sekalian ingin berbicara denganmu“ Ujar nya lagi . Aku menoleh ke arahnya dengan tatapan malas .</p>
<p>“ Mwo  ?Memang nya masih ada yang perlu di bicarakan di antara kita ? “ Ujar ku lagi sengit .</p>
<p>“ Eung, Mian Eun Ji-ah . Aku tahu kau masih marah dengan ku . Ya ,jika di ingat ,memang sangat tidak mungkin untuk kau memaafkan nya . Tapi ,kedatangan ku kembali menemui mu ,Hanya untuk meminta maaf  “ Ujar Donghae lagi melirik ku . Aku mengangkat kedua alis ku .</p>
<p>“ Mwo ? Minta Maaf ? “</p>
<p>“Nde . Walau ku bilang tadi sepertinya kau tidak akan memaafkan ku . Tapi ,Aku benar benar ingin minta maaf padamu . Karna aku sudah pernah menyakiti mu . Sejujurnya masih banyak yang ingin ku jelaskan .Hanya saja, menurutku tidak sekarang  “ Ujar Donghae lagi dengan gaya lembut yang dulu pernah membuatku benar benar terhipnotis dan jatuh cinta padanya .</p>
<p>“ Ck , Tidak perlu repot repot menjelaskan . Semuanya sudah jelas .Jadi ku harap kita tidak bertemu lagi setelah ini . Cepat turun kan aku di depan  “ Ujar ku ketus padanya .</p>
<p>“ Eun Ji –ah . Jebal , aku hanya ingin ..“</p>
<p>“ Palli wa palli “ Jawab ku meminta di turunkan di halte bus yang sudah terlihat di depanku . Donghae terlihat menghela nafas .</p>
<p>Donghae pun menepikan mobil nya . “ Gomawo . Mian merepotkan mu “ Jawab ku dan langsung turun dari mobil nya . Aku benar benar tidak peduli dengan Namja ini sekarang . bagi ku dia hanya lah masa lalu ,Yang tidak harus di ingat .</p>
<p><b>AUTHOR POV</b></p>
<p><b>IN FAMILY PARK HOUSE</b></p>
<p>“ kau jadi sering mampir ke Sini,, Apa kau benar benar kesepian di rumah ? “ Tanya Nyonya Park kepada Nyonya Kim .</p>
<p>“ Yak Eonni ,, Kau tahu sendiri , semenjak Pernikahan Eun Ji dan Yesung . mereka berdua tinggal terpisah dari kita berdua . Suami suami Kita masih saja sibuk dengan pekerjaan mereka,, Lalu apalagi yang bisa kulakukan untuk menghibur diriku selain menemui mu , Sekedar mengobrol,, “ Ujar Nyonya kim .</p>
<p>“ Nde,, Apalagi saat tiba tiba Tahu kalau Eun Ji Hamil waktu itu . Aku senang sekali . Aku berpikir , akan ada tawa dan tangis anak kecil mengisi kekosongan Rumah kita . Tapi ternyata , Kita hanya salah paham . Eun Ji ternyata memang benar sakit , Bukan Hamil,, “ Ujar Nyonya Park sedikit kecewa .</p>
<p>“ Sabar Eonni .. Mereka juga mungkin membutuhkan waktu untuk melakukan itu semua . Apalagi mereka memang masih terlalu muda kalau harus memiliki anak ,, Kasihan mereka kalau mengurus anak sambil kuliah,, Pasti sangat melelahkan,, “ Ujar Nyonya Kim lagi menimpali .</p>
<p>“ Nde,, Kau benar,, Biarlah kita tunggu dengan sabar . Kapan mereka siap untuk memberikan kita seorang Cucu Yang tampan dan cantik,, “ Ujar Nyonya Park menghirup Teh hangat yang ada di depannya .</p>
<p><b>KIM YESUNG POV </b></p>
<p>“ Yak ,Kenapa kita berdiri di sini ? “ Ujar Hyukjae padaku dengan wajah lelah . “ Diam lah ,aku sedang menunggu Eun Ji “ Ujar ku pada Hyukjae .</p>
<p>“Mwo ? Kau menunggu Eun Ji ? Yak ,sejak kapan kau mulai menunggu nya seperti ini . Eun Ji sudah besar ,untuk apa kau tunggu dia ,dia bisa ke kelas sendiri “ Ujar Hyukjae padaku .</p>
<p>“ Kalau kau ingin ke kelas kau duluan saja . Aku masih ingin menunggu nya “ Ujar ku pada Hyukjae .</p>
<p>“ Ish ! Kau ini semakin aneh saja . Semejak menikah kau jadi orang yang aneh Sungie . Kau terlihat benar benar memerankan peran sebagai seorang suami yang baik “ Ujar Hyukjae lagi .</p>
<p>“ yak . Ini bukan masalah menjalankan peran suami yang baik Hyuk . Ini lebih penting dari itu . Aku harus melihat apakah Eun Ji bisa sampai dengan selamat ke kampus hari ini “ Jawab ku masih melihat ke seluruh mahasiswa yang datang ke kampus . jujur saja ,membiarkannya berangkat bersama dengan Donghae benar benar membuatku tidak tenang .</p>
<p>“ Ish Ya sudah lah ! Teserah kau saja . Aku masuk ke kelas duluan “ Ujar Hyukjae mengomel .</p>
<p><b>PARK EUN JI POV </b></p>
<p>“ Eung ? Bukankah itu Namja pabo ? Kenapa dia berdiri seperti Security begitu di depan Gerbang ? “ Gumam ku heran . Aku pun melangkah ke arah nya .</p>
<p>“ kenapa kau berdiri di sini ? “ Tanya ku sesampai nya aku di depannya . Terlihat dia terkejut dan bertingkah aneh .</p>
<p>“ Ya tuhan ku pikir siapa . Yak jangan suka mengaget kan begitu !“ Ujar nya mengomeli ku .</p>
<p>“ Ck ,Siapa juga yang mengagetkan mu . Aku kan hanya bertanya . kenapa kau berdiri di sini ? Kenapa tidak masuk kelas ?” Tanya ku padanya santai .</p>
<p>“ Aku baru saja mau masuk kelas . tadi aku sedang membenar kan tali sepatu ku “ Ujar nya lagi terlihat gugup . Aku mengerutkan keningku .</p>
<p>“ Mwo ? membenar kan tali sepatu ? Tapi ku lihat tadi kau tidak membenarkan tali sepatu . Malah ku lihat kau melihat ke sana kemari ,seperti sedang menunggu seseorang “ Ujar ku polos .</p>
<p>“ Mwo ? Hah . Jangan sok tahu Pabo ! Ya sudah ,aku masuk ke kelas dulu “ Ujar nya meninggalkan ku . Namja aneh ini ,bukan hanya wajah nya yang aneh ,tapi sikap nya juga ! jangan jangan otak nya juga aneh . Pabo !</p>
<p><b>IN SEOUL HOSPITAL  ( 13 .00 P.m )</b></p>
<p>“ Baiklah, Pemeriksaan mu sudah selesai ,, “ Ujar Dokter Cho pada donghae . Donghae bangun dari tempat periksa Dokter Cho .</p>
<p>“ Bagaimana keadaanku ? “ Tanya</p>
<p>sebelum Kanker itu semakin ganas , Kau,, Harus melakukan cangkok hati,, “ Ujar Dokter Cho lagi . Donghae terperangah mendengarnya .</p>
<p>“Mwo ? Ca,Cangkok,,Hati ?”</p>
<p>“ Eung . Aku akan berusaha mencarikan pendonor yang tepat untuk mu . Aku akan menanyakan hal ini pada bagian Administrasi . Apakah ada pendonor yang suka rela melakukan ini . Ku harap , Kau mulai mengurangi Aktivitas mu .. Dan lebih mengutamakan istirahat . Bagimana kalau kau cuti untuk kuliah mu,, ? “ Ujar Dokter Cho Donghae lagi . Dokter Cho duduk di meja kerjanya .</p>
<p>“ Apa yang kau rasakan akhir akhir ini ? Apakah sakit perut mu semakin sering muncul ? “ tanya Dokter Cho serius pada Donghae .</p>
<p>“ Eung,,Aku merasa sakit di perutku semakin sering kambuh . Lalu, Aku merasa , Selera makan ku berkurang ,,Cepat sekali merasa lelah . Kulit ku juga terlihat sedikit kuning,, “ Ujar Donghae lagi memberikan keluhan .</p>
<p>“ Nde,, Itu gejala kanker hati yang mulai mengganas . Aku rasa penyakit mu tidak cukup hanya dengan meminum obat obatan dan terapi medis saja “ Ujar Dokter Cho menatap donghae tajam .</p>
<p>“ Lalu , Apa yang harus ku lakukan ? “ Ujar Donghae mulai panik . Dokter Cho pun terlihat sedang memikirkan sesuatu .</p>
<p>“  Ada satu cara yang harus di lakukan menyarankan . Donghae terdiam . Wajahnya pucat .</p>
<p>“ Sabar lah,, Aku pasti akan berusaha membantu mu samksimal mungkin,, Untuk sementara , Teruskan Terapi medis mu,, Itu bermanfaat untuk menghambat metastasis ( penyebaran ) Sel sel kanker dalam tubuh mu,, “ Ujar Dokter Cho seraya menghampiri Donghae . Dan menepuk pundak Donghae .</p>
<p>“ Eung,, Aku tahu pasti akan seperti ini . Tapi , Aku percaya padamu . Tolong jangan katakan hal ini pada Appa ku . Jangan sampai dia tahu keadaan ku .. “ Ujar Donghae sendu .</p>
<p>“ Wae ? Kenapa Tuan Lee So Man tidak boleh tahu ? “ Tanya Dokter Cho penasaran .</p>
<p>“ Aku , Tidak mau membuatnya Khawatir . Semenjak Berpisah dengan Eomma , Appa selalu mencoba berperan Ganda , Sebagai Appa , Juga sebagai Eomma bagi ku . Aku , benar benar tidak ingin membuatnya berpikiran tentang ku . Jadi , tolong rahasia kan ini,, “ Ujar Donghae lagi . Dokter Cho menghela nafas Panjang . Lalu mengangguk mengerti .</p>
<p>“ Gomawo Uisangnim ,, Kalau begitu , Aku pergi dulu ,, “ Ujar Donghae lagi .</p>
<p>“ Nde,, Kalau bisa segeralah pulang ke rumah , Jaga Kondisi mu,, “ Pesan Dokter Cho .</p>
<p><b> IN CAFE SEOUL UNIVERSITY ( 15. 00 P.m )</b></p>
<p>Kuliah telah selesai setengah jam yang lalu . Kedua Namja ,Yesung dan Hyukjae sedang mengisi perut mereka untuk makan siang di kantin Kampus . Yesung memainkan Sendok kecil di gelas Jus Lemon nya . Tatapannya kosong . Seperti sedang memikirkan sesuatu .</p>
<p>“ Yak,, Kenapa kau diam saja ? Ada masalah ? “ Tanya Hyukjae pada Yesung sambil melahap Burger ukuran Jumbo di tangannya .</p>
<p>“ Aku sedang pusing,, “ Jawab Yesung menghela nafas . “ Wae ? Kau pusing kenapa ? Apa ada masalah dengan Hyuna Noona ? Ku perhatikan kalian berdua semakin dekat . Apa,, Jangan jangan kau pacaran dengannya ? “ Ujar Hyukjae asal meenebak .</p>
<p>“ Yak ! Aniyo ,, Jangan bicara sembarangan,, “ Ujar Yesung mengomeli sahabatnya itu .</p>
<p>“ Yak , Aku tidak bicara sembarangan . Bukankah dia Dulu Yeoja Yang kau sukai . Jadi , Kenapa kau tidak coba mendekatinya lagi ? “ Ujar Hyukjae menyarankan .</p>
<p>“ Lalu aku harus bilang apa kalau sampai eomma tahu aku memiliki Yeojachingu , sementara aku sudah memiliki Isteri,, “Jawab Yesung dengan tatapan malas .</p>
<p>“ Yak ,Tidak akan ketahuan,, Kalau tidak ada yang buka mulut . Aku berjanji tidak akan membuka mulutku sedikitpun . Jadi, Kau tenang saja,, “ Ujar Hyukjae tersenyum lebar .</p>
<p>“ Ani, Tidak segampang itu ,, “ Ujar Yesung tetap menolak . “ Wae ? Apalagi masalahnya ? “ Ujar Hyukjae masih tidak mengerti .</p>
<p>“ Yakk,, Tidak segampang itu menjalin hubungan dengan seseorang . Bagaimanapun status ku sekarang adalah Pria Beristeri . Aku juga harus memikirkan perasaan Eun Ji,, “ Ujar Yesung lagi .</p>
<p>“ Mwo ? Perasaan ? Sejak kapan kau memikirkan perasaan Eun Ji ? Bukankah pernikahan kalian hanya Sandiwara ? Jadi , untuk apa kau memikirkan Eun Ji . Lagipula , Eun Ji juga tidak akan peduli dengan siapa kau dekat,, “ Ujar Hyukjae .</p>
<p>Yesung terdiam mendengar Kata kata Hyukjae . Benarkah Eun Ji tidak akan peduli jika Dia dekat dengan Yeoja lain ? Benarkah Eun Ji tidak akan marah ?</p>
<p>“ Yak Yak ! “ Tiba tiba Hyukjae menggoyang tubuh Yesung keras . Membuat Namja yang sedang melamun itu terkejut .</p>
<p>“ Yak wae ! Kenapa berteriak,,mengagetkanku saja ! “ Ujar Yesung memarahi Hyukjae .</p>
<p>“ Yak , Lihat di sana ? Bukan kah itu Lee Donghae ? Apa aku , Tidak salah liat ? “ Ujar Hyukjae menggosok gosok matanya .</p>
<p>Yesung dengan cepat melihat ke arah yang di tunjuk oleh Hyukjae . Mata nya tajam memastikan sosok yang ada lumayan jauh dari nya itu .</p>
<p>“ benarkan ? Itu ,Lee,Lee donghae kan ? Iya,,Itu Donghae,,” Ujar Hyukjae kembali menggoyangkan tubuh Yesung yang masih melemparkan tatapan jengah pada Donghae . Terlihat dari kejauhan , Donghae sedang berdiri tegak di bawah sebuah pohon sambil sesekali meniup kedua tangannya karna Hawa dingin . Donghae terlihat mengedarkan pandangannya ,seperti sedang menunggu seseorang .</p>
<p>Yesung pun bangun dari tempat duduk nya . Sesepat mungkin di langkahkannya kaki nya menuju Namja bernama Donghae itu . Hyukjae pun yang melihat sahabat nya pergi , Langsung pergi mengikuti di belakang Yesung .</p>
<p><b>KIM YESUNG POV</b></p>
<p>Aku melangkahkan cepat kaki ku memburu Laki Laki yang benar benar membuatku panas sejak kemarin . Apa yang di inginkan Namja ini ? Mau menggangu kehidupan Eun Ji Lagi ? Cih, Tak akan ku biarkan !</p>
<p>“ Yak ! Kau ! “ Seru ku pada Namja yang sedang memunggungi ku itu . Dia berbalik , dan kemudian melemparkan senyuman Sombong yang membuatku ingin sekali menamparnya .</p>
<p>“ Eoh,, Kim Yesung , Waeyo ? “ Tanya nya melangkah ke arahku . Aku mun melangkah mendekatinya . Hingga jarak kami hanya 1 Jengkal . Ku tatap matanya tajam ,begitupun dengannya .</p>
<p>“ Wae ? Cih, Harusnya aku yang bertanya ,mengapa kau bisa ada di sini ? belum puas kau mengganggu pmandanganku Eoh ? “ Ujar Ku menantangnya . Dia terkekeh mendengar ku .</p>
<p>“ Mengganggu pemandanganmu ? Hehehe, Yak Kim Yesung . Begitu besar Universitas ini . Kalau kau tidak mau melihat ku ,kau hanya tinggal pindah tempat saja . Bereskan ? Untuk apa kau paksakan melihatku , Apa karena aku terlalu tampan sehingga kau tidak bisa melepaskan pandanganmu dariku ? “ Ujar Donghae terkekeh . Namja Sialan ini . Berani nya dia mengejek ku seperti itu .</p>
<p>“ Ck , Memandang mu ? Hah, Percaya diri sekali kau ? “ Ujar ku membalas senyum ejekannya dengan cengiran meremehkannya .</p>
<p>“ Sepertinya Kau benar benar tidak menyukai ku Kim Yesung . Padahal seingatku, Kita tidak pernah ada masalah bukan ? Jadi , untuk apa kau selalu memancing permasalahan denganku ? “ Ujar Donghae lagi melipat kedua tangannya di depan dada .</p>
<p>“ Secara langsung kita memang tidak ada masalah Lee Donghae . Tapi , Karena kau pernah menjadi seseorang , yang membuat Eun Ji menangis , Sejak itu kau adalah masalah buatku,,Jadi , Berhentilah mengganggu kehidupan Eun Ji . Aku memang tidak tahu , Sebenarnya apa tujuanmu kembali mengusik ketenangan Eun Ji , Yang jelas , Jauhi dia,, Jangan pernah muncul dihadapannya ,Ataupun di hadapanku “ Ujar Ku menunjuk dada nya  . Donghae menepis telunjuk ku dan kembali tersenyum sinis .</p>
<p>“ Dengar , Kalau kau menyuruhku untuk tidak muncul di depanmu . Tanpa kau suruhpun , Aku juga tidak akan mau . Tapi, Kalau kau suruh aku untuk menjauhi Eun Ji , Mian , Aku tidak bisa melakukan itu . “ Ujar Donghae Lagi menatap menantangku .</p>
<p>“ sebenarnya apa yang kau Ingin kan Eoh ! “ Ujar ku mulai kesal dengan Namja ini .</p>
<p>“ Ada kah aturan di mana aku harus memberi tahu mu tentang semua yang ingin ku lakukan ? Haruskah ? “ Ujar donghae menatapku sinis .</p>
<p>“ Ternyata kau memang tidak bisa di ajak bicara baik baik ya ? “ Ujar Ku Emosi menarik kerah Mantel Donghae . Ingin segera ku layangkan Tinju ku yang pernah ku berikan padanya waktu dulu .</p>
<p>“ Yak ,Yak, Yesung-ah,, Apa yang kau lakukan,, Andwe,, “ Ujar Hyukjae menahan tanganku . Donghae hanya tersenyum mengejek . Yang semakin membuatku ingin menonjok wajahnya itu .</p>
<p>“ Lepaskan ! “ Ujar Ku berusaha memukul namja sialan yang sombong ini .</p>
<p>“ Geumanhae ! “ Tiba tiba Sebuah suara menahan ku untuk melemparkan pukulan ku .</p>
<p>Aku menoleh ke arah suara . Begitu pula donghae , yang masih ada di cengkeraman ku , Berusaha melepas kan tangan ku dari kerah mantel nya .</p>
<p>“ E, Eun Ji-ah,, “ Ujar Hyukjae masih memegang tanganku . Eun Ji berjalan mendekat ke arah ku dan Donghae .</p>
<p>“ Apa yang kalian lakukan Eoh ? ! Ini di kampus . Jangan berbuat seenak kalian ! Kalau ingin berkelahi , Jangan di tempat berpendidikan seperti ini , Karna kelakuan kalian sangat tidak berpendidikan ! “ Ujar Eun Ji melemparkan tatapan marah ke arah ku dan Donghae .</p>
<p>“ E, Eun Ji-ah,, A,Aku,, “ Ujar ku mencoba menjelaskan sesuatu .Tapi Eun Ji mengalihkan pandangannya dariku dan menatap donghae .</p>
<p>“ Kau ! Apa yang kau lakukan di sini Eoh ?! Bukan kah aku sudah bilang ,Jangan mucul lagi di hadapanku . Kau tidak mengerti kata kata ku Eoh ? “ Ujar Eun Ji memarahi Donghae .</p>
<p>“ Eun Ji-ah, Mian . Aku ,, “</p>
<p>“ Cukup ! Jangan banyak bicara lagi . Lebih baik kau pergi sekarang ! Aku tidak mau suasana menjadi tambah keruh karna kau di sini ! “ Ujar Eun Ji menyuruh Donghae pulang . Ck , Pulang lah ! Sudah ku pastikan kalau Eun Ji itu membenci mu , Batinku . Aku tersenyum sinis ke arah Donghae .</p>
<p>“ Baiklah , Kalau kau mau aku pergi sekarang aku akan pergi . Aku hanya berniat menjemputmu kuliah . Tapi , Baiklah , Aku akan pulang sekarang . Mian Eun Ji-ah ,Sudah membuat keributan . Aku tidak bermaksud melakukan apa apa ,, Aku,, Pergi dulu,, “ Ujar Donghae . Donghae melempar tatapan tajam ke arahku sesaat sebelum dia pergi meninggalkan aku , Eun Ji ,dan Eunhyuk .</p>
<p>“ E, Eun Ji,, “ Ujar ku terbata bata pada Eun Ji setelah kepergian Donghae . Eun Ji menatapku kesal . Kemudian, Eun Ji berlalu meninggalkan ku tanpa menjawab ku .</p>
<p>“ Eun Ji , Mau kemana ? Pulang bersama denganku ! “ Ujar ku mengejar Eun Ji .</p>
<p>“ Yak ,, Lalu aku bagaimana ?! “ Teriak Hyukjae padaku . Tapi tak sempat lagi ku hiraukan .Karena aku harus mengejar Eun Ji .</p>
<p><b>IN THE BUS (AUTHOR POV )</b></p>
<p>Yesung duduk di samping Eun Ji . Sejak tadi Eun Ji mendiamkannya . Beberapa kali Yesung melemparkan Liriikan ke arah Eun Ji .</p>
<p>“ Cuaca hari ini sangat dingin , benarkan ? Eoh,,Harus nya kita tidak naik bis, Kita naik taksi saja,, “ Ujar Yesung lagi berusaha membuka percakapan . Namun tak juga membuat Eun Ji menanggapi Obrolannya .</p>
<p>“ Eung ,Waah,,Lihat di luar sana ! salju tebal di pohon itu . Bukan kah itu indah ? Uwaa,,Daebak, “ Ujar Yesung lagi mengajak Eun Ji untuk merespon Obrolannya . Tapi tetap . Eun Ji hanya melempar pandangannya ke luar Kaca bus tanpa menghiraukan Obrolan Yesung .</p>
<p>“ Yak Park Eun Ji . Kau ini , Kau dengar aku berbicara tidak sih ? Aku sedang mengajak mu mengobrol . Kau sejak tadi hanya mendiamkan ku ! “ Ujar Yesung mulai kesal .</p>
<p>“ ISH ! Kau ini ! “ Ujar Eun Ji membentak Yesung tiba tiba . Membuat namja itu terperanjat .</p>
<p>“ Yak ! Kalau kau merasa dingin dan tidak nyaman naik Bus , Kau pergi saja naik taksi sendiri . Kenapa kau malah mengekorku ! “ Eun Ji menaikkan intonasi suara nya dan melempar tatapan kesal pada Yesung .</p>
<p>“ E, Eun Ji-ah,A,Aku,”</p>
<p>“ Dan kau bilang Salju tebal di atas pohon itu indah . Ck , Yang benar saja ! Kau tidak melihat apa , Salju tebal di atas pohon itu sangat berbahaya bagi pejalan kaki atau kendaran yang lewat di bawahnya . Kalau salju nya turun dan menimpa orang orang di bawahnya . Bukan kah itu berbahaya ?! Indah darimana nya ! “ Ujar Eun Ji akhirnya berbicara pada Yesung tanpa berhenti . Membuat Namja itu menguk ludah berkali kali melihat Eun Ji yang berbicara seperti kereta api itu .</p>
<p>“ Yak,,Yak,, Aku kan hanya,, “</p>
<p>“ Geunyang Mwo ?! Eoh !Hanya apa ! “ Tanya eun Ji mengangkat tinggi dagu nya ke arah Yesung .</p>
<p>Yesung menggaruk kepalanya yang tidak gatal . Dia bingung harus menjawab bagaimana Terhadap Eun Ji . Eun Ji melipat kedua tangannya di depan dada dan melemparkan tatapan nya kembali ke luar kaca Bus . Untuk beberapa Menit mereka terdiam .</p>
<p>Eun Ji menggosok gosok lengan atas nya . Sepertinya Yeoja itu merasa sedikit kedinginan . Yesung yang tak sengaja memperhatikannya , langsung melepas syal yang ada di lehernya . Kemudian dengan polosnya meleingkarkan Syal nya itu ke leher Eun Ji .</p>
<p>“ Yak , Apa yang kau lakukan “ Tegur Eun Ji lagi heran dengan apa yang di lakukan Yesung .</p>
<p>“ Pakailah,, Sepertinya kau sangat kedinginan “ Ujar Yesung pada Eun Ji .</p>
<p>“ Tidak usah , Aku sudah memakai syal ku ,, “ Ujar Eun Ji berusaha melepaskan Syal yang baru saja di pakai kan oleh Yesung .</p>
<p>“ Andwe,, Jangan di lepas “ Ujar Yesung menahan Tangan Eun Ji . “ Tidak apa apa , Pakailah,, Agar lebih tebal , , “ Ujar Yesung kembali membenarkan Syal nya di leher Eun Ji .</p>
<p>Eun Ji menatap Lembut ke arah Yesung . Sedang Yesung masih sibuk membenar kan syal merah itu di leher Eun Ji .</p>
<p>“ Ya,, begini lebih baik,, “ Ujar Yesung mengangkat wajahnya sembari tersenyum ke arah eun Ji .</p>
<p><b>DEG!</b> Tanpa sadar , wajah mereka sangat dekat . Mata Eun Ji bertemu dengan mata Yesung . Membuat Kedua nya saling menatap dalam .</p>
<p>“ Eung , nde, Gomawo, “ Ujar eun Ji gugup kembali menyadarkan dirinya . dan mengalihkan suasana yang sedetik romantis itu .</p>
<p>“ Eoh, , “ Jawab Yesung gugup sambil menegak kan tubuhnya .</p>
<p><b>IN YE EUN APARTEMEN  ( 20.00 P.m )</b></p>
<p>“Makan malam nya sudah siap,,Makanlah “ Ujar eun Ji pada yesung yang sedang mennton TV di Ruang tengah .</p>
<p>“ Eoh ? Kau kembali memasak ? Eoh,,Berarti kita resmi berbaikan .. “ Ujar Yesung tersenyum Lebar . Tapi hanya di tatap Eun Ji malas . Keduanya pun berjalan ke arah dapur .</p>
<p><b>TING TONG~</b> Bel Apartement Berbunyi . Yesung dan Eun Ji menghenti kan langkah mereka dan saling melemparkan tatapan tanda tanya .</p>
<p>“ Siapa yang bertamu ? “ Tanya Yesung . Eun Ji mengangkat kedua bahu nya . “ Biar aku yang buka kan pintu , Kau ke dapur saja “ Ujar Yesung lagi pada eun Ji . Eun Ji pun hanya mengangguk .</p>
<p>Yesung berjalan ke arah pintu . KLIK ! Pintu terbuka . Yesung mengangkat wajah nya malas .</p>
<p>“ SUNGIE ! “ seru seseorang di depan pintu . “ Noona ! “ Ujar Yesung setengah berteriak .</p>
<p>“ Kau sudah makan ? Igo,,Aku baru saja membeli Dak Gang Jung . Tadi aku tidak sengaja melihat nya di Sebuah Restoran kecil . Aku berpikir untuk membawakannya untuk mu . Otte ? Bolehkah aku masuk untuk makan bersama ? “ Ujar Yeoja yang ternyata Hyuna itu menenteng sebuah bungkusan kecil . Yesung masih menatap Terperangah ke arah Hyuna .</p>
<p>“ No.Noona,, Kau, Tahu darimana , kalau di sini Nomor kamar Apartemen ku ? “ Tanya Yesung gugup .</p>
<p>“ Yak ..  Kalau sudah tahu dimana Apartemen mu . Bukankah malah lebih mudah menemukan Kamar Mu ? Tadi , aku bertanya pada Pengurus Apartemen yang ada di bawah . Awalnya mereka tidak mau mengatakan Dimana kamarmu , dengan alasan Privasi pemilik Apartemen . Tapi , setelah ku bilang aku kekasih mu , Mereka memang sedikit terkejut . Lalu dengan ragu mereka memberiku Nomor Kamar mu ,, Ya sudah , Aku langsung ke sini ,, “ Ujar Hyuna lagi menceritakan .</p>
<p>“ Mwo ? ! Ta, tapi, kenapa tidak menghubungi ku dulu kalau mau ke Apartemenku,,“ Ujar Yesung terkejut bukan main . “ Yak Sungie, Kau ini banyak Omong , Palli wa,, nanti Dak Gang Jung nya dingin,, “ Ujar hyuna menerobos masuk .</p>
<p>“Yak Yak ,No, Noona ,Noona,, “ Ujar Yesung berusaha menahan Hyuna masuk ke Apartemen nya . Namun Hynuna sudah terlanjur masuk ke dalam Apartemen nya .</p>
<p>“ Uwa,, Apartemen mu bagus sekali,, Sangat sesuai dengan gaya mu . “ Ujar Hyuna terus masuk ke dalam Apartemen .</p>
<p>Yesung terlihat gelisah dan panik . Dia takut , Kalau Hyuna melihat Eun Ji yang ada di dapur . Begitu juga sebaliknya , Dia takut Eun Ji kembali bersikap aneh kalau Hyuna ke Apartemen mereka .</p>
<p>“ Eoh ? Itu,, Apa ? “ Tunjuk Hyuna ke arah dinding . Dia menunjuk ke arah Sebuah Foto Figura besar . Foto Pernikahan Yesung dan Eun Ji yang di pajang oleh Kedua Eomma mereka saat Berkunjung Ke Apartemen mereka .</p>
<p>Yesung menatap Lebar Ke arah foto . Wajahnya  terlihat semakin panik . Segera di berlari dan meloncat loncat juga mengangkat tangannya menutupi Foto besar itu .</p>
<p>“ No,No,Noona,, Ini bukan apa apa . Ja, Jangan salah paham “ Ujar Yesung panik .</p>
<p>Hyuna melangkah mendekat ke arah Foto besar itu . Sedang Yesung berusaha menutup nutupi .</p>
<p>“ Itu , Bukankah foto pernikahan ? Itu ,, Di situ,, Bukan kah itu kau ,, Sungie ? “ Tanya Hyuna terbata bata .</p>
<p>“ A,Ani,Aniyo,, Itu ,, Itu,, “</p>
<p>“ Yesung ! Kau ribut sekali ! Ada ap .. “ Tiba tiba Eun Ji dari arah dapur berjalan hendak menuju Ruang tengah . Langkah nya terhenti saat mengetahui ternyata ada seseorang yang berada di Ruang tengah .</p>
<p>“ KAU ? “ Ujar Hyuna dan eun Ji berbarengan . Mereka saling melempar tatapan terkejut .</p>
<p>Hyuna melempar tatapannya ke arah Foto Figura tadi . Kemudian kembali menatap ke arah Eun Ji . Yesung yang saat itu bingung tingkat dewa hanya berdiri kaku , memandang Eun Ji dan Hyuna bergantian .</p>
<p>“ Su ,Sungie ,, Ini , Sebenarnya apa yang terjadi ? Bu , Bukankah kau bilang Yeoja ini sepupumu ? Bukankah , Kau bilang kalian tinggal terpisah ? Lalu bagaimana kau menjelaskan Foto pernikahan ini ? Bukan kah Yeoja yang ada di foto itu dia ? “ Tunjuk Hyuna mulai kesal mengetahui nya dirinya di bohongi .</p>
<p>“ E, E, Igo,,Igo,, “ Ujar Yesung panik . Otak nya benar benar buntu . Dia bingung harus menjelaskan bagaimana .</p>
<p>“ Kau keterlaluan ! “ Ujar Hyuna melemparkan Bungkusan yang ada di tangan nya ke arah Yesung . Kemudian berbalik dan berlari keluar Apartemen Yesung . Yesung yang gelagapan bingung harus mengejar nya atau mengurusi Eun Ji yang sedang menatap Nya tajam .</p>
<p>“ Yaish ! No ,Noona ! Chamkam ! “ Ujar Yesung akhirnya memutuskan untuk mengejar Hyuna yang sudah pergi .</p>
<p>Eun Ji hanya menatap Sendu ke arah punggung Yesung yang berlari mengejar Hyuna . Di pegangnya dada nya pelan .</p>
<p>“ Kenapa, Rasanya sakit ? “ Lirihnya dengan mata merah . Sesuatu Hendak mendesak keluar dari pelupuk matanya . Tapi , Berusaha di tahan oleh Eun Ji .</p>
<p><b>TO BE CONTINUE~</b></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/superjuniorff2010.wordpress.com/45694/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/superjuniorff2010.wordpress.com/45694/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=superjuniorff2010.wordpress.com&#038;blog=11405649&#038;post=45694&#038;subd=superjuniorff2010&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://superjuniorff2010.wordpress.com/2013/05/23/hey-my-cousin-saranghae-812-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/089808d533df09426de8934b5d63dafd?s=96&#38;d=monsterid&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ELF4SUJU</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://superjuniorff2010.files.wordpress.com/2013/04/ff-hey-my-cousinsaranghae.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">FF HEY MY COUSIN,SARANGHAE</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>RIGHT AS RAIN</title>
		<link>http://superjuniorff2010.wordpress.com/2013/05/22/right-as-rain/</link>
		<comments>http://superjuniorff2010.wordpress.com/2013/05/22/right-as-rain/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 22 May 2013 13:00:51 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ELF4SUJU</dc:creator>
				<category><![CDATA[로맨스 ♥ Romance]]></category>
		<category><![CDATA[fanfiction]]></category>
		<category><![CDATA[한방 ♥ One Shot]]></category>
		<category><![CDATA[Cho Kyuhyun]]></category>
		<category><![CDATA[Super Junior]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://superjuniorff2010.wordpress.com/?p=45406</guid>
		<description><![CDATA[Title : RIGHT AS RAIN Author : Karin Casts : Cho Kyuhyun, HyeonRi (OC) Genre : Romance Rating : Teen  *** =RIGHT AS RAIN= by Karin When the rain is blowing in your face  And the whole world is on your case  I could offer you a warm embrace  To make you feel my love  [&#8230;]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=superjuniorff2010.wordpress.com&#038;blog=11405649&#038;post=45406&#038;subd=superjuniorff2010&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p><img class="aligncenter  wp-image-45407" alt="Right as rain A" src="http://superjuniorff2010.files.wordpress.com/2013/05/right-as-rain-a.jpg?w=280&#038;h=401" width="280" height="401" /></p>
<p><strong>Title : RIGHT AS RAIN</strong></p>
<p><strong>Author : Karin</strong></p>
<p style="text-align:center;">
<p><strong>Casts : Cho Kyuhyun, HyeonRi (OC)</strong></p>
<p><strong>Genre : Romance</strong></p>
<p><strong>Rating : Teen</strong></p>
<p style="text-align:center;"><strong> ***</strong></p>
<p><strong></strong><strong>=RIGHT AS RAIN=</strong></p>
<p>by Karin</p>
<p><em>When the rain is blowing in your face </em></p>
<p><em>And the whole world is on your case </em></p>
<p><em>I could offer you a warm embrace </em></p>
<p><em>To make you feel my love </em><br />
<span id="more-45406"></span><br />
<em>When the evening shadows and the stars appear </em></p>
<p><em>And there is no one there to dry your tears </em></p>
<p><em>I could hold you for a million years </em></p>
<p><em>To make you feel my love </em></p>
<p><em>(adele &#8211; make you feel my love)</em></p>
<p><em> </em></p>
<p>===</p>
<p><strong>#Friday</strong></p>
<p>“Satu, dua, tiga, empat, lima, e-enam, tu-tujuh. “HyeonRi menghitung lembaran kertas essai yang sudah di kerjakannya. “Lengkap, tujuh halaman.” Dia tersenyum puas melihat hasil jerih payahnya selama satu minggu menulis essai yang ditugaskan oleh Kim Haesa, guru sastra Inggris nya.</p>
<p>“Hya! Kyuhyun dihajar lagi!” Park Minji berteriak didalam kelas dan kembali keluar kelas dan disusul oleh murid-murid yang lain.</p>
<p>HyeonRi juga tidak ketinggalan berlari keluar kelas dengan penasaran. Dan benar saja, di lorong depan kelas mereka Lee Hyukjae sedang menarik kerah Cho Kyuhyun dan mendorongnya ke dinding dengan keras.</p>
<p>“Pukul! Pukul!” terdengar suara beberapa murid pria yang mulai memanasi keadaan. “Pukul!” keadaan makin riuh.</p>
<p>Kyuhyun tersenyum mengejek Hyukjae, dengan bibir yang sudah mengeluarkan darah, dia tidak gentar dengan tatapan Hyukjae dan tangannya yang sudah terangkat dan terkepal, siap menghujamkan sebuah tinjunya lagi.</p>
<p>“Wae? Kenapa tidak kau lakukan?” Kyuhyun menantang Hyukjae yang makin membuat keadaan makin riuh. “Ayo lah, semua nya sudah meminta kau memukulku. Sayang kalau mereka nanti kecewa.”</p>
<p>“Tutup mulutmu Cho Kyuhyun!” ucap Hyukjae marah.</p>
<p>Buk&#8230;.</p>
<p>Sebuah pukulan keras menghantam wajah Kyuhyun. Dia berangsur terduduk lemas setelah Hyukjae melepaskan kerahnya. Keadaan tidak riuh, tapi senyap, mereka memasang mata dan telinga melihat reaksi Kyuhyun yang kesakitan tapi masih menyimpan senyuman mengejek.</p>
<p>“Jauhi Haeyeon!”</p>
<p>Kyuhyun mengusap bibirnya yang berdarah dengan punggung tangannya masih tersenyum mengejek, “aku sudah menjauhinya, tapi dia tetap saja mengejar-ngejarku.”</p>
<p>Buk&#8230;</p>
<p>Kembali sebuah tendangan kaki Hyukjae mngenai badan Kyuhyun. “Aku peringatkan kau! Jauhi adikku!!” Hyukjae meninggalkan Kyuhyun yang masih teduduk kesakitan dan bersandar pada dinding lorong.</p>
<p>Seiring dengan perginya Hyukjae, bel pun berbunyi, dan murid yang lain pun membubarkan diri, tapi mereka masih mengomentari kejadian yang mereka saksikan untuk kesekian kalinya.</p>
<p>HyeonRi menatap bingung dengan kejadian barusan. Dia hanya berdiri menatap Kyuhyun yang masih terduduk dengan lebam, hidung dan mulut berdarah.</p>
<p>“HyeonRi!” Henry memanggil HyeonRi. “Kau tidak masuk?” tanyanya melihat HyeonRi yang masih berdiri mematung menatap Kyuhyun yang mendongak dan menatap balik HyeonRi.</p>
<p>“Ya.” Jawab HyeonRi kaget dengan panggilan Henry dan tatapan Kyuhyun. HyeonRi segera berlari masuk kekelasnya.</p>
<p>===</p>
<p>“Kau tidak apa-apa kan, pulang sendiri?” tanya Henry saat jam sekolah sudah berakhir.</p>
<p>HyeonRi menggeleng dengan tersenyum, “tidak apa-apa. Aku sudah ingat jalan pulangnya.” Jelas nya dengan percaya diri.</p>
<p>“Ok! Take care, see you at home.”</p>
<p>“See you at home.” jawab HyeonRi.</p>
<p>“Be a good girl, stay out of trouble, ok .”</p>
<p>HyeonRi tertawa, “I will.” Sambil melambai pada Henry.</p>
<p>Henry balas melambai sambil menjalankan motornya dan meninggalkan HyeonRi yang berjalan sendiri ke halte bis.</p>
<p>HyeonRi mengamati daftar bis yang akan mampir dihaltenya. “005, 122, 356, emm.” HyeonRi kembali bingung dengan jurusan bis nya.</p>
<p>Ini adalah pertama kalinya HyeonRi pulang kerumah sendirian. Selama seminggu ini dia pulang dan pergi bersama Henry.</p>
<p>“Di halte sini apa yang satu lagi ya?” HyeonRi menimbang-ragu pikirannya sendiri. “Sepertinya lebih baik jalan kaki saja.” Gumam nya.</p>
<p>Dan keputusan itu lah yang diambil HyeonRi, membatalkan menggunakan bis dan lebih memilih berjalan kaki saja.</p>
<p>“Satu&#8230; dua&#8230; tiga&#8230;” HyeonRi menghitung tiang lampu jalan yang dilewatinya sambil menyentuh tiang lampu tersebut. “Empat&#8230; lima&#8230; enam&#8230;” Dan terus berjalan.</p>
<p>“Lima belas&#8230; enam belas&#8230; tujuh belas&#8230; delapan belas&#8230; sembilan be &#8230;“ HyeonRi berhenti mendadak sebelum dia menabrak seorang pemuda yang berdiri bersandar disalah satu tiang yang hendak di sentuhnya.</p>
<p>Cho Kyuhyun, bersandar dengan kedua tangannya dimasukan kesaku celananya, dia mendongakkan kepalanya menatap langit. Reflek HyeonRi juga mengikuti arah pandang Kyuhyun. Tapi yang dilihat HyeonRi hanya langit yang cerah. Sesaat jatung HyeonRi berdetak lebih kencang dari semestinya. Sebuah kenangan mulai merasukinya, kenangan yang tidak pernah sempat dia temukan jawabannya.</p>
<p>Tanpa memperhatikan HyeonRi, Kyuhyun kemudian menunduk dan membenarkan berdirinya. Selanjutnya dia berjalan meninggalkan HyeonRi yang masih mengamatinya.</p>
<p>Entah apa yang menggerakkan kakinya, HyeonRi malah mengikuti Kyuhyun dari belakang. Dia berjalan perlahan untuk menjaga jarak pandangnya dari punggung Kyuhyun yang juga berjalan santai. Tampak sesekali Kyuhyun kembali mendongak ke langit.</p>
<p>Kenapa dia melakukannya lagi? Itu lah pikiran HyeonRi yang juga ikut mengamati langit saat Kyuhyun melakukan hal tersebut.</p>
<p>Sudah setengah jam HyeonRi mengikuti Kyuhyun. Dan akhirnya Kyuhyun berbelok dan masuk kedalam sebuah toko komik ‘Kome’.</p>
<p>HyeonRi berhenti mengikuti Kyuhyun masuk kedalam toko itu. Seperti tersadar dari mantra Kyuhyun, HyeonRi mengamati tempatnya berdiri dengan bingung.</p>
<p>Berselang beberapa menit, Kyuhyun keluar dari toko tersebut dan mendapati HyeonRi yang kebingungan melihat keadaan sekitar.</p>
<p>“Apa&#8230; ?” Kyuhyun hendak bertanya apa yang dilakukan HyeonRi disana. Tapi semua itu terpotong dengan teriakan seorang pria dari dalam toko.</p>
<p>“JANGAN LARI KAU CHO KYUHYUN!” teriak pria itu dengan badannya yang gempal berlari keluar toko. “HYA!” pria itu terus berteriak.</p>
<p>Kyuhyun menoleh kebelakang dan wajahnya tersenyum puas, “AKU AKAN MENGEMBALIKANNYA BESOK!” teriak Kyuhyun sambil tertawa.</p>
<p>Dengan majalah yang terbungkus plastik masih dipegang ditangan kirinya, Kyuhyun tanpa pikir panjang dengan tangan kanannya menarik lengan HyeonRi secara paksa. HyeonRi yang terlihat takut saat melihat pria yang terus berteriak pada Kyuhyun akhirnya pasrah mengikuti tarikan tangan Kyuhyun yang menarikknya pergi, berlari, melarikan diri.</p>
<p>Beberapa kali HyeonRi ingin mengintrupsi Kyuhyun yang masih menarik lengannya, tapi selalu tertunda disaat Kyuhyun menoleh sedikit melihat kebelakang untuk memastikan pria yang pemarah itu makin memperkecil jarak diantara mereka. Dengan senyuman tipis yang mengejek dan sekaligus puas, HyeonRi makin tidak kuasa untuk melepaskan pandangannya dari Kyuhyun.</p>
<p>====</p>
<p>Kyuhyun memelankan langkah kakinya, saat dia yakin si pria pemarah itu, tidak mengejar mereka lagi. Kyuhyun melepaskan tangan HyeonRi, dan dengan nafas yang tersengal-sengal Kyuhyun menunduk dan kedua tangannya bertumpu pada kedua lututnya, dia menunduk mengantur nafasnya.</p>
<p>HyeonRin pun juga mengatur hembusan nafasnya dan debaran jantungnya agar kembali tenang. Tapi matanya tak berpaling dari wajah Kyuhyun.</p>
<p>Kyuhyun menatap balik HyeonRi sambil tersenyum, “kwencana?” tanyanya kembali berdiri tegak. HyeonRi hanya mengangguk gugup, jantungnya kembali berdegup mesti nafasnya sudah berangsur teratur. Kemudian Kyuhyun menarik tas ransel dipunggungnya, membukanya kancingnya dan menjejalkan majalah yang diambilnya dari toko komik secara paksa. Kemudian dia mengambil sebuah botol minuman kecil dari dalam tasnya dan memberikannya kepada HyeonRi. “Ini, minumlah.” HyeonRin tampak ragu menerima botol tersebut. “Hanya air mineral.” Jelas Kyuhyun membaca reaksi HyeonRi yang ragu-ragu. “Masih tersegel, kau lihatkan?” Kyuhyun menggoyang-goyangkan botol tersebut. “Aku membelinya, jadi kau tidak dosa meminumnya.” Sambil tertawa menggoda HyeonRi. HyeonRi akhirnya menerima minuman itu, dan dengan perlahan menegaknya. “Nah itu lebih baik.”</p>
<p>“Gomawo.” ujar HyeonRi pelan sambil menunduk.</p>
<p>“Wah, ternyata kau punya suara?” Kyuhyun menunduk sedikit untuk menyamakan tinggi nya dengan HyeonRi dan memandang wajahnya dari bawah. “Aku kira kau ini gadis bisu.” Kyuhyun tersenyum.</p>
<p>“Aku tidak bisu.” jawab HyeonRi dan mundur selangkah menjauh dari tatapan pria yang membuatnya salah tingkah.</p>
<p>“Kan hanya aku kira. Kenapa kau marah?”</p>
<p>HyeonRi mendongakkan wajahnya, “Aku tidak marah.”</p>
<p>“Ah, bagus kalau begitu.” jawab Kyuhyun sambil berbalik dan meninggalkan HyeonRi.</p>
<p>Tapi HyeonRi tetap mengikuti Kyuhyun dari belakang….</p>
<p>Kyuhyun berbalik karena merasa diikuti oleh HyeonRi, “Hya. kenapa mengikutiku?”</p>
<p>“A-aku.” HyeonRi kehabisan kata.</p>
<p>Seperti bisa membaca pikiran HyeonRi. Kyuhyun bisa merasakan bahwa gadis ini tersesat. “Rumahmu dimana?”</p>
<p>“Di Hongsang.” jawab HyeonRi.</p>
<p>“Hongsang bagian mana?”</p>
<p>HyeonRi kembali diam, dia memikirkan kembali alamat tempat tinggalnya. “Yang ada gerbang hijaunya.”</p>
<p>“Heh?”</p>
<p>“Ini!” HyeonRi memberikan secarik kertas yang tersimpan didalam kantong jaketnya.</p>
<p>“Hongsang-Selatan.” Kyuhyun membaca alamat rumah HyeonRi. “Ini jauh sekali, kenapa kau bisa sampai kesini?”</p>
<p>“Hmm.”</p>
<p>“Ah,” Kyuhyun menggaruk belakang kepalanya dan kembali melihat langit.“</p>
<p>“Apa yang kau lihat?”</p>
<p>“Hm?”</p>
<p>“Apa yang kau lihat disana?” HyeonRi menunjuk ke atas.</p>
<p>“Langit.” jawab Kyuhyun pendek.</p>
<p>“Untuk apa melihat langit?”</p>
<p>Kyuhyun melangkah mendekati HyeonRi, “kau ini terlalu banyak ingin tahu ya?” Sambil menempelkan jari telunjuknya di hidung HyeonRi yang mungil.</p>
<p>HyeonRi melangkah mundur, menjauhkan wajahnya yang tersipu malu, “hanya penasaran. Ya sudah, kalau tidak mau beritahu juga tidak apa-apa.” HyeonRi memberanikan diri menantang tatapan Kyuhyun. Dan dengan cepat menyambar kertas alamatnya lalu berlari pergi. Tapi HyeonRi yang tidak mengenal daerah itu, malah makin tersesat.</p>
<p>Langit sudah makin gelap, HyeonRi makin panik dengan keberadaan sekarang. Dia masih terpaku dipingggir jalan, menimbang-nimbang akan menggunakan taxi. Tapi HyeonRi sendiri begitu enggan menggunakan taxi seorang diri.</p>
<p>“Hallo~.” Sebuah sapaan nakal terlontar dari dua pemuda yang mengganggu HyeonRi.</p>
<p>“Sendirian?” ujar seorang lagi. Membuat HyeonRi bergidik ngeri dan berusaha melangkah menjauh.</p>
<p>“Mau kemana manis?” Seorang lagi merentangkan tangannya untuk menghalangi HyeonRi lari dari pandangan mereka.</p>
<p>HyeonRi tidak menjawab dan malah makin ketakutan, “Manis, kau punya uang tidak? Kami ingin minum.” Mereka terus mendesak HyeonRi ke tiang lampu.</p>
<p>“A-aku t-tidak punya uang.” Jawab HyeonRi yang terdengar seperti bisikan.</p>
<p>“Apa?” tanya mereka.</p>
<p>“Katanya dia tidak punya uang. Apa kalian tuli?” Suara dari belakang kedua pemuda itu membuat kaget.</p>
<p>“Hya!”</p>
<p>Kyuhyun terlihat santai tapi tatapan matanya cukup membuat kedua pemuda itu terasa terancam, “Dia tidak punya uang, kau dengar tidak, heh?” Kyuhyun menepuk salah satu kepala pemuda itu.</p>
<p>“Hya!”</p>
<p>“Wae?!” Kyuhyun menepuk lagi kepala pemuda satunya. “Kau tidak suka di pukul?” ejek Kyuhyun.</p>
<p>“Sialan!” Mereka berdua mengepung Kyuhyun dan mendorong Kyuhyun sampai terjatuh.</p>
<p>“Ah! Cuma segini saja tenaga kalian?” Kyuhyun kembali berdiri dan merapikan jaketnya.</p>
<p>“Kau siapa, huh? Berani menatang kami!”</p>
<p>“Aku Cho Kyuhyun, murid kelas 12-C Seoul International School.” Jawab Kyuhyun tanpa beban.</p>
<p>“Ah, murid sekolah international, berarti kau punya uang?” tanya pemuda satunya.</p>
<p>“Sayang, kalian terlambat. Aku baru saja memberikannya pada pereman di ujung jalan sana.” Kyuhyun berbohong.</p>
<p>“Ah, dasar kurang ajar.”</p>
<p>Buk&#8230;</p>
<p>Sebuah pukulan mengenai perut Kyuhyun dan membuatnya terjatuh, tapi Kyuhyun hanya tersenyum mengejek. Dan pemuda satunya lagi mulai menendang badan Kyuhyun dengan kesal. HyeonRi yang menyaksikan semua itu menjadi ketakutan dan merogoh kantong jaketnya dengan panik.</p>
<p>“INI!” teriaknya. “I-ni.” HyeonRi menyerahkan beberapa uang lembaran. “Ini uangnya!” katanya lagi mengulurkan tangannya dengan gemetar.</p>
<p>“Aish, dasar bodoh, kenapa tidak dari tadi.” Mereka mengambil uang yang diberikan HyeonRi dan menghitungnya. “Apa ini!”</p>
<p>“Hanya itu yang aku punya!”</p>
<p>“Aish, gadis ini! Sekolah nya international, masa uang saku nya hanya segini.” Si pemuda itu mendekati HyeonRi yang melangkah mundur ketakutan. “Ayo berikan lagi, kalau tidak pacarmu akan kami hajar.”</p>
<p>“Jangan! Jangan lakukan itu.” HyeonRi memohon.</p>
<p>“Ayo berikan lagi uangnya!”</p>
<p>HyeoRi berpikir keras, kemudian tangannya membuka gelang rantai yang ada dipergelangan tangan kanannya. “Ini!” sebuah gelang rantai putih polos diserahkannya pada mereka. “Ini ambil ini!”</p>
<p>“Apa ini?”</p>
<p>“Ini emas, emas putih. Harganya lebih mahal dari uang sakuku. Ambil dan pergi!”</p>
<p>“Ok, sepertinya ini cukup.” Ujar mereka tersenyum puas.</p>
<p>Setelah pemuda preman itu pergi, HyeonRi mendekati Kyuhyun yang masih terduduk dan berusaha berdiri. “Kwencana?!” tanya HyeonRi membantu Kyuhyun berdiri.</p>
<p>“Ah, bodoh! Kenapa kau berikan pada mereka?”</p>
<p>“Tidak apa-apa, itu hanya gelang.”</p>
<p>“Sebenarnya aku bisa menghajar mereka, kau tahu?” HyeonRi hanya menunduk dan diam. “Wae? Kau kenapa?” Kyuhyun ikut menunduk dan mencoba melihat wajah HyeonRi. “Kwencana?” HyeonRi menggeleng. “Ah, mereka sudah pergi, kenapa kau menangisnya sekarang?”</p>
<p>“Aniyo, aku tidak menangis.” HyeonRi masih menunduk tapi tangannya mencoba menghapus bulir air mata yang menetes.</p>
<p>“Haah!” Kyuhyun menggaruk belakang kepalanya. “Uljima. Jangan menangis. Nanti hujan akan turun.”</p>
<p>HyeonRi mendongak menatap Kyuhyun, “apa hubungannya dengan hujan?”</p>
<p>“Tidak ada. Ayo!” Kyuhyun tidak menjawab dan malah menarik lengan HyeonRi. “Aku antar kau pulang.”</p>
<p>HyeonRi tidak membantah, dia hanya mengikuti tarikan Kyuhyun pada lengannya. Ada perasaan aman yang dirasakan HyeonRi saat Kyuhyun menariknya, dan ada kesan sedih saat Kyuhyun tersenyum memandangnya kebelakang. HyeonRi mengamati begitu dalam sosok Kyuhyun yang membuatnya tidak bisa berpaling.</p>
<p>===</p>
<p>Kyuhyun dan HyeonRi duduk bersebelahan didalam bis, dan hari sudah mulai malam.</p>
<p>“Ehem.” Kyuhyun terbatuk kecil, bukan tanda dia haus dan tenggorokannya kering, tapi hanya ingin memecahkan suasana.</p>
<p>HyeonRi yang bendengar batuk kecil Kyuhyun segera mengambilkan air mineral yang diberikan Kyuhyun sebelumnya. “Ini.” lanjut HyeonRi.</p>
<p>“Ah, gomawo.” jawab Kyuhyun terpaksa menerima botol minumannya. Kyuhyun menegaknya dan HyeonRi kembali diam. “Hm, kau tidak haus?” tanya Kyuhyun. HyeonRi menggeleng tanpa suara. “Ahh, kau ini irit sekali.” HyeonRi menoleh menatap Kyuhyun bingung. “Apa suaramu terlalu mahal? Kau sepertinya malas sekali mengeluarkan suara!”</p>
<p>“T-tidak.” jawab HyeonRi terbata.</p>
<p>“Siapa namamu?” tanya Kyuhyun lagi.</p>
<p>“HyeonRi.”</p>
<p>“Aku Kyuhyun.”</p>
<p>“Aku tahu.”</p>
<p>Kyuhyun tersenyum bangga dan membuat wajah HyeonRi merah karena malu. “Kenapa kau bisa tersesat begini jauh, hah?” tanyanya.</p>
<p>“Hmm~” HyeonRi menunduk malu. “Karena mengikutimu.”</p>
<p>“Apa?” Kyuhyun mendekatkan kepalanya pada HyeonRi agar bisa mendengar lebih jelas.</p>
<p>“Mengikutimu.” ulangnya lagi.</p>
<p>“Kau, mengikutiku?” HyeonRi mengangguk, “Dari sekolah?” HyeonRi menggeleng. “Hya, kemana lagi sekarang suaramu? Jangan hanya mengangguk dan menggeleng. Obrolan kita jadi sangat membosankan.”</p>
<p>Dan saat itu pun terjadi, momen dimana HyeonRi mengangkat wajahnya dan Kyuhyun pun sedang menatapnya dari jarang yang sangat dekat. Mereka bertatapan ‘eyes to eyes’.</p>
<p>Seakan waktu berhenti, membiarkan mata mereka saling beradu, saling menjelajahi, saling membaca dan terperangkap dengan keindahan mata mereka masing-masing.</p>
<p>“Em~. Sepertinya kita sudah sampai.” Kyuhyun memalingkan wajahnya, menjauh dari sepasang mata indah HyeonRi yang bisa menenggelamkannya lebih jauh. Kyuhyun berdiri dan berjalan duluan, “kau tidak mau pulang?” tanyanya pada HyeonRi yang masih duduk dan memandangnya. “Hya!” HyeonRi kaget dan reflek berdiri.  “Hya, kau ini sudah irit suara, ternyata pendengaranmu juga terganggu ya?”</p>
<p>“Aniyo.” jawab HyeonRi kesal, dan itu membuat Kyuhyun malah tertawa.</p>
<p>Setelah turun dari bis mereka berdua menyusuri jalan komplek perumahan. HyeonRi kembali mendapati Kyuhyun melihat langit.</p>
<p>“Apa yang kau lihat dilangit?” tanya HyeonRi spontan.</p>
<p>Kyuhyun menoleh padanya, “Hmm, menurutmu?” lanjutnya sambil kembali melihat langit.</p>
<p>“Aku tidak tahu.” HyeonRi juga melihat langit yang sudah hitam tanpa bintang. “Kau selalau melihat ke langit? Apa yang kau tunggu?”</p>
<p>“Menunggu hujan.” Kyuhyun tersenyum.</p>
<p>Sesaat hati HyeonRi berdesir. “Hujan?”</p>
<p>“Iya, hujan?”</p>
<p>“Kenapa hujan?”</p>
<p>“Kau tidak akan mengerti.”</p>
<p>“Wae?” HyeonRi menarik lengan Kyuhyun hingga dia berhenti melangkah. “Katakan kenapa?”</p>
<p>“Lihat, sekarang kau sudah berani menarik tanganku.” ledek Kyuhyun. Dan kembali reflek HyeonRi berubah, kembali menunduk dan melepaskan tangan Kyuhyun. “Hya!” Kyuhyun menatap bingung dengan tingkah HyeonRi yang menurutnya aneh.  “Ah, cuacanya mulai dingin.” lanjut Kyuhyun sambil merapatkan jaketnya. “Kenapa disini sepi sekali, rumahmu sudah dekat belum?”</p>
<p>HyeonRi mengamati daerah tempat dia berdiri, lalu menunjuk kekanan. “Sepertinya disebalah sana.”</p>
<p>“Sepertinya disebelah sana? Kau ini pernah tinggal disini atau tidak? Rumah sendiri juga tidak yakin.”</p>
<p>“Aku baru pindah, baru satu minggu.”</p>
<p>“Satu minggu itu sudah cukup membuatmu mengingat seluk beluk kompek ini. Jadi selama ini bagaimana kau kesekolah?”</p>
<p>“Aku pergi dengan Henry.”</p>
<p>“Henry?” Kyuhyun berpikir sebentar, “Cuma ada satu Henry disekolah. Henry Lau maksudmu?” HyeonRi mengangguk. “Hya, kau gadis yang sering di boncengnya itu? Gadis yang~” Kyuhyun tertawa sendiri, “Ah, kau anak baru itu.”</p>
<p>HyeonRi menatap Kyuhyun bingung. “Kenapa rupanya?”</p>
<p>“Aniyo,” Kyuhyun menggeleng tapi tampak jelas dia tersenyum.</p>
<p>“Kau bohong. Kenapa rupanya?”</p>
<p>“Aku tidak bohong.”</p>
<p>“Tapi kau tersenyum.”</p>
<p>“Aku tidak tersenyum.”</p>
<p>“Kau bohong lagi!” Tanpa sadar HyeonRi memukul dada kiri Kyuhyun.</p>
<p>“Hya! Kau ini gadis pemarah juga. Jangan memukul disini.”Kyuhyun memegang dada kirinya. “Ini tempat hatiku yang paling berharga. Kalau rusak apa kau mau menggantinya?”</p>
<p>HyeonRi kembali menunduk, “Mianhae.” ujarnya pelan.</p>
<p>“Hya, kau ini kenapa? Hemm.” Kyuhyun memiringkan badannya agar bisa melihat wajah HyeonRi yang menunduk. “Tidak apa-apa aku sudah biasa dipukul. Aku hanya bercanda.”</p>
<p>“Mianhae.” HyeonRi kembali mengangkat wajahnya.</p>
<p>“Kwencana.” Kyuhyun menepuk lembut kepala HyeonRi. “Ayo, kau harus cepat sampai dirumah, cuacanya makin dingin, sebentar lagi hujan.”</p>
<p>Mereka berdua kembali diam dan terus berjalan, sampai HyeonRi berhenti didepan rumahnya.</p>
<p>“Ini?”</p>
<p>“Iya.”</p>
<p>“Kau yakin?” Kyuhyun memandang rumah tingkat dua yang sederhana. “Rumah ini tidak seperti rumah yang lain. Ini terlalu kecil.”</p>
<p>“Ini memang rumahku, kami hanya bertiga, untuk apa rumah besar.”</p>
<p>“Ah, kau benar juga.” Kyuhyun mengangguk, “Rumahmu sepi sepertinya.”</p>
<p>“Iya, paman dan Henry pasti belum pulang.”</p>
<p>“Apa?! Henry?!” Khyuhyun terkaget, “Kau tinggal bersama Henry?”</p>
<p>“Iya, kenapa?”</p>
<p>“Kalian masih pacaran tapi sudah tinggal serumah?”</p>
<p>“P-pacaran?” Mata HyeonRi membesar. “Maksudmu?”</p>
<p>“Iya, kau pacar nya Henry.”</p>
<p>“Apa?!”</p>
<p>“Hya! Kau tidak perlu kaget begitu, satu sekolah juga sudah tahu. Pacar Henry pindah dari Kanada. Makanya setiap hari kau selalu bersama Henry kan?”</p>
<p>“Tidak.”</p>
<p>“Apanya yang tidak?”</p>
<p>“Aku tidak pacaran dengan Henry.”</p>
<p>“Heh?”</p>
<p>“Kau tidak percaya?”</p>
<p>“Aku tidak bilang tidak perca~”</p>
<p>“Henry dan aku.”</p>
<p>“Ya, kau dan Henry tinggal serumah.”</p>
<p>“Aku menumpang hidup dirumahnya.”</p>
<p>“Eh, maksudmu?”</p>
<p>“Kau tidak akan mengerti.”</p>
<p>“Ok, sepertinya juga tidak menarik.” Kyhyun menyengir tidak perduli.</p>
<p>“Ayah Henry mengadopsiku. Ya tidak secara legal, tapi seperti wali selama aku belum 17 tahun.” HyeonRi akhirnya menjelaskannya juga.</p>
<p>“Orangtuamu?”</p>
<p>“Mereka meninggal karena kecelakaan.”</p>
<p>“Oh.”</p>
<p>“Tidak apa-apa. Kau tidak perlu merasa tidak enak.” HyeonRi membaca air muka Kyuhyun yang salah tingkah. &#8220;Aku sudah biasa mendapatkan pandangan kasian dari orang lain.&#8221;</p>
<p>“Aku juga begitu.”</p>
<p>“Maksudmu?”</p>
<p>Kyuhyun menatap langit dan kemudian tersenyum pada HyeonRi, “Ibu juga meninggal. Dia menderita kanker hati. Penyakit itu benar-benar menggerogotinya tanpa ampun. Besok adalah setahun dia meninggal dunia.”</p>
<p>Perlahan HyeonRi menggapai tangan Kyuhyun dan menggenggamnya pelan. Tidak ada penenangan yang lebih baik yang pernah dirasakan Kyuhyun sebelumnya. Sentuhan lembut HyeonRi bukan hanya membuatnya tenang, tapi dia merasakan sebuah pengertian, sebuah pemahaman, bukan sebuah belas kasihan yang sering diterimanya dari teman dan orang disekitarnya.</p>
<p>“Gomawo.” ujar Kyuhyun.</p>
<p>“Untuk apa?” tanya HyeonRi</p>
<p>“Untuk mengikutiku.” jawabnya tersenyum memandang HyeonRi. Wajah HyeonRi bersemu merah, dia kembali bungkam tapi tidak menunduk, dia hanya tersenyum.</p>
<p>===</p>
<p><strong>#Saturday</strong></p>
<p>Pagi hari yang cerah, HyeonRi duduk di depan meja makan, setelah mengelesaikan suapan terakhir sarapannya, Henry muncul  dengan wajah penuh keringat setelah habis jogging.</p>
<p>“Morning.” sapa Henry langsung mengambil sebotol jus jeruk didalam kulkas.</p>
<p>“Morning.” jawab HyeonRi riang.</p>
<p>“So, what happen last night?” tanya Henry setelah duduk didepan HyeonRi.</p>
<p>“Last night?”</p>
<p>“Aku melihat kau diantar seseorang.”</p>
<p>“Oh, hanya Kyuhyun.”</p>
<p>“Kyuhyun? Cho Kyuhyun? That Cho Kyuhyun?” Henry berkata tidak percaya. “How, why?”</p>
<p>“Aku tersesat dan Kyuhyun mengantarkan aku pulang.”</p>
<p>“Kau tersesat? Harusnya kau meneleponku HyeonRi.”</p>
<p>“Aku tidak mau mengganggu acaramu Henry, lagi pula sudah terjadi, aku pulang dengan selamat, kan?”</p>
<p>“Ya, sepertinya aku berhutang terima kasih pada Kyuhyun.”</p>
<p>“Aku akan menyampaikannya nanti.” HyeonRi bangkit dan menyambar tasnya.</p>
<p>“Ho, ho, hold on for second.” Henry menarik lengan HyeonRi. “kau akan bertemu dengannya lagi?”</p>
<p>“Hm, maybe?”</p>
<p>“Kau tidak tahu pria macam apa Kyuhyun itu HyeonRi.”</p>
<p>“Ya, aku tidak tahu. Makanya aku harus menemuinya untuk mencari tahu.”</p>
<p>“Ah, gee. Kau ini.”</p>
<p>“Santai saja Henry. I’ll be fine.” HyeonRi menepuk lembut pipi Henry dan selanjutnya berlari menuju pintu keluar. “Henry.” panggil nya sebelum menutup pintu. “Aku sudah memaafkanmu, karena menyebarkan rumor kita pacaran.” HyeonRi tersenyum sambil menutup pintu.</p>
<p>“What?!” Henry hanya menepuk kepalanya sendiri.</p>
<p>===</p>
<p>HyeonRi berjalan kaki melewati rumah-rumah mewah. Tepat didepan pintu gerbang komplek, HyeonRi bisa melihat Kyuhyun sudah berdiri disana. Cho Kyuhyun yang mengenakan jeans dan kemeja biru kotak-kotak yang dilapisi jaket coklat, berdiri bersandar pada salah satu tembok dengan kedua tangannya masuk kedalam saku celana. HyeonRi tahu Kyuhyun sedang menunggunya dan melihatnya datang, meski Kyuhyun saat itu menggunakan kaca mata hitamnya.</p>
<p>“Anyong.” sapa Kyuhyun saat HyeonRi tesenyum tepat didepannya.</p>
<p>Hati HyeonRi kembali berdesir, ada sesuatu yang membuatnya begitu bahagia melihat Kyuhyun dan menyapanya hangat. “Anyong,” jawabnya. &#8220;Kenapa matamu?&#8221; HyeonRi melihat warna lebam pada pinggiran matanya yang tidak tertutup kaca mata.</p>
<p>&#8220;Tidak apa-apa.&#8221;</p>
<p>&#8220;Kau berkelahi lagi? Kapan? Semalam? Setelah mengantarkanku?&#8221;</p>
<p>“Ini?” Kyuhyun memberikan sebuah kotak kecil, tanpa ingin menjawab pertanyaan HyeonRi lebih lanjut.</p>
<p>“Apa ini?” tanya HyeonRi sebelum berani menerimanya.</p>
<p>“Untukmu.” jawabnya lagi. “Ambil dan lihat sendiri.” Tapi HyeonRi masih ragu. “Ini tidak menggigit.” Kyuhyun menarik tangan HyeonRi dan meletakkan kotak biru muda itu ditangannya.</p>
<p>HyeonRi membuka tutupnya dengan perlahan, sebuah gelang rantai yang sama persis yang telah diberikannya secara terpaksa pada dua preman kemarin.</p>
<p>“Mungkin  mutunya tidak sama dengan milikmu, tapi ini yang terbaik yang aku temukan.”</p>
<p>“Temukan?” HyeonRi menaikan alisnya.</p>
<p>“Ya semacam itu.” Kyuhyun menekannya kalimatnya. “Kau tidak suka.”</p>
<p>“Sebenarnya gelang yang kuberikan kemarin itu adalah gelang yang ingin aku buang. Jadi waktunya tepat sekali saat dua preman datang.”</p>
<p>“Oh,” respon singkat Kyuhyun yang kecewa.</p>
<p>“Tapi~”</p>
<p>“Tidak mengapa, aku bisa memberikannya pada orang lain.” Kyuhyun mengambil benda tersebut dari tangan HyeonRi.</p>
<p>“Andwae.” HyeonRi mengambil kembali dari tangan Kyuhyun.</p>
<p>“Wae? Kau kan tidak suka.”</p>
<p>“Siapa bilang tidak suka. Aku bilang tidak suka dengan yang lama, kalau yang ini aku suka.” wajah HyeonRi bersemu merah.</p>
<p>“Benarkah?” Ada senyman bahagian terukir dibibir Kyuhyun. Dan itu makin membuat wajah HyeonRi yang makin bersemu malu. “Sini, biar aku pakaikan. Sebelum kau berubah pikiran.”</p>
<p>Kyuhyun mengambil gelang rantai tersebut dan dengan perlahan memasangkannya di pergelangan tangan kanan HyeonRi.</p>
<p>HyeonRi memperhatikan gelang rantai barunya, “Ini benar-benar mirip dengan punyaku, tapi yang ini ada mainannya.” sambil menunjuk mainan yang tergantung. “Apa ini, seperti tetesan air?” HyeonRi memutar dan mengamati mainan gelang rantainya yang seperti tetesan air.</p>
<p>“Air hujan.” Kyuhyun tersenyum, “Kau tahu, ibuku sangat penyuka hujan, dia selalu berkata hujan itu adalah pengantar harapan dan penghapus kesedihan paling ampuh. Makanya aku sering melihat langit, menunggu hujan. Menunggu hujan untuk menghapus kesedihanku atas kepergian ibu dan sekaligus pengantar harapan baru untuk kulalui selanjutnya.”</p>
<p>HyeonRi kembali tertegun, dia masih memegang mainan tetesan air hujan dengan perlahan. Desiran dihatinya kini makin menjadi, rasanya seperti semilir angin yang berhembus dan menenangkan jiwa. Tapi ada asa yang menghimpit dan mengaburkan kebahagiaannya itu. HyeonRi tidak berdaya membendungnya, lubang kesedihannya kini kembali terbuka.</p>
<p>“Aku benci hujan.” kata itu akhirnya terlontar dari bibir HyeonRi yang bergetar.</p>
<p>Kyuhyun kaget dengan reaksi yang berbeda dari HyeonRi. “Wae?” ada sedikit kekecewaan dihatinya saat kembali mengingat apa yang harus dilakukannya agar gelang itu kembali.</p>
<p>“Mianhae Kyuhyun, aku tidak bisa terima ini.” HyeonRi dengan kasar membuka gelang rantainya dan memberikannya kembali pada Kyuhyun. “Aku harus pergi.” HyeonRi berlari meninggalkan Kyuhyun, yang hanya bisa diam melihat HyeonRi  makin lama menjauh darinya.</p>
<p>===</p>
<p>HyeonRi duduk diatas tempat tidurnya memeluk kedua lututnya. Matanya nanar menatap keluar jendela. Henry mengetuk perlahan pintu kamar HyeonRi, tapi HyeonRi tidak mendengarnya. Dengan perlahan Henry membuka pintu kamar HyeonRi.</p>
<p>“HyeonRi, bagaimana bisa kau duduk disana dalam gelap, huh?” Henry mengamati HyeonRi yang tidak bereaksi. Kemudian dia menghidupkan lampu disudut tempat tidur HyeonRi yang cahanya tidak terlalu terang. “Dad, membuat Spaghetti kesukaanmu, kau tidak lapar?” Henry duduk disamping HyeonRi. “Hey, what’s going on?” tanya Henry pelan. “Tadi pagi kau begitu ceria. Tell me something?”</p>
<p>“I hate rain.”</p>
<p>“Ah, me too.” jawab Henry. “Hujan membuatmu basah dan kedinginan. “Tapi hujan juga mengingatkanku pada ibumu.”</p>
<p>HyeonRi secara dramatis memandang Henry. Wajahnya mengeras, “maksudmu kecelakaan itu?”</p>
<p>Henry menggeleng, “Orangtuamu memang meninggal karena kecelakaan mobil saat hujan, tapi bukan itu. Kau ingat kan, dia selalu memandang langit dan menanti hujan turun. Dan disaat hujan akhirnya turun dia akan merentangkan tangannya, memejamkan matanya dan menikmati setiap tetesan hujan yang turun mengenai wajah dan kulitnya. Lalu ayahmu akan datang dengan membawa payung dan memanyungi ibumu. Seperti kesatrian yang datang untuk menyelamatkan kekasihnya.”</p>
<p>“Kau masih mengingatnya?”</p>
<p>“Jelas sekali. Itu bukan peristiwa yang sekali terjadi kan?”</p>
<p>“Hampir setiap hujan turun.” jawab HyeonRi pelan.</p>
<p>“Benar, hampir setiap hujan turun. You know what, aku pernah bertanya pada ibu mu, kenapa dia begitu menyukai hujan? Dia bilang, hujan itu seperti penghapus yang menghapus semua duka dan menghilangkan segala kesedihan. Saat hujan reda, langit akan cerah,  sama seperti hati yang menemukan harapan baru. dan itu tepat saat ayahmu datang dengan payungnya, sebuah cinta yang tulus yang siap melindungi ibu mu dari apapun.”</p>
<p>HyeonRi menatap wajah Henry. Dia tahu Henry berkata benar, “tapi karena hujan mereka meninggalkanku.”</p>
<p>“Bukan,” Henry mengahapus butiran air mata HyeonRi. “Tapi hujan menjemput mereka untuk membawa mereka ketempat yang lebih baik.”</p>
<p>“Dan aku? Sendirian.”</p>
<p>“You are not. Don’t be silly. Jadi kau anggap apa aku dan Dad, huh? Kau punya kami yang selalu mencintaimu. Dan Cho Kyuhyun, mungkin.” HyeonRi memandang Henry yang tarsenyum penuh maksud. “Well, he just showed up in the gym, dan bertanya begitu banyak tentangmu. Dan mengapa kau benci pada hujan, dan membuang gelang rantai ini.” Henry mengeluarkan gelang rantai dengan mainan berbentuk tetes hujan itu. “Dia memintaku untuk memberikan ini padamu. Dia cukup keras kepala saat aku bilang, kau pasti akan membuang gelang ini ditempat sampah. Tapi dia tetap memaksa. Dia bilang ini adalah milikmu, dia mendapatkannya dari dua pemuda preman, dan hanya menambahkan mainan ini untuk mu.”</p>
<p>HyeonRi mengamati gelang rantai itu yang diletakkan Henry diatas telapak tangannya. Gelang rantai milik ibunya yang diterimanya saat ulang tahunnya ke enambelas.</p>
<p><em>&#8220;Omma, kenapa hanya rantainya saja, kenapa tidak ada mainannya. Ini terlihat tidak menarik.&#8221;</em></p>
<p><em>&#8220;Akan ada saatnya nanti gelang ini penuh dengan mainan yang tergantung dan menjadi lebih cantik.&#8221;</em></p>
<p><em>&#8220;Kapan?&#8221;</em></p>
<p><em>&#8220;Kau akan tahu kapan itu.&#8221;</em></p>
<p>===</p>
<p><strong>#Sunday</strong></p>
<p>HyeonRi duduk dibangku kayu di halaman rumahnya. Dia menatap gelang rantai  beserta mainan tetesan hujan yang kini melingkar di pergelangan tangan kanannya. Sesekali HyeonRi melihat kejalan masuk, berharap seseorang akan datang walau hanya untuk menyapanya. Henry memang tidak mengatakan kalau Kyuhyun akan datang hari ini. Tapi seperti ada perasaan yang membuat HyeoRi menunggu kedatangan Kyuhyun.</p>
<p>“Satu… dua …” HyeonRi mulai menghitung detakan detik pada jam tangannya. “tiga… empat… lima… enam…”</p>
<p>HyeonRi menutup matanya, menikmati hembusan angin yang mengisir rambutnya yang lurus yang menyentuh lembut di kulit wajahnya. Sambil masih mengihitung detik yang dilewatinya untuk menunggu, HyeonRi merasakan tetesan air mengenai wajahnya. Dia membuka matanya perlahan, dan hujan gerimis mulai turun.</p>
<p>“Hujan.” gumamnya sambil mendongak memandang langit.</p>
<p>HyeonRi tidak beranjak dari duduknya, dia malah memejamkan matanya lagi, menikmati tetesan air hujan yang turun dan mengenai wajahnya dengan lembut. Semua kenangan kembali muncul, seperti sebuah film yang memutar bagian-bagian kebahagian ayah dan ibunya.</p>
<p>“Appa, omma. Apa hujan akan menghapus dukaku?” ucap HyeonRi. “Aku mengerti kenapa omma sering melihat langit, menebak-nebak kapan hujan akan turun. Karena pada saat hujan turun appa pasti datang membawakan payung untuk omma. Membawakan segenap cintanya untuk melindungi omma dari apapun.” suara HyeonRi terdengar lirih, tapi dia tersenyum.</p>
<p>“Kau tahu hujan itu terkadang bisa membuatmu sakit.”</p>
<p>HyeonRi membuka matanya, dan Kyuhyun sudah berdiri tepat didepannya. HyeonRi berdiri dengan cepat dan salah tingkah karena tertangkap sedang menikmati hujan.</p>
<p>“Mianhae, aku tidak membawa payung seperti appa-mu lakukan pada omma-mu.”</p>
<p>HyeonRi hanya menatap Kyuhyun yang wajahnya basah oleh tetesan hujan. “Mianhae membuatmu menunggu.” ucap Kyuhyun sambil menggeser rambut HyeonRi yang basah menutupi pipinya.</p>
<p>Kyuhyun menggapai tangan HyeonRi lembut dan perlahan, meletakkan nya di dada kiri Kyuhyun. “Ini, disni.” lanjut Kyuhyun.  “Aku hanya membawa hatiku untukmu.”</p>
<p><em>I didn’t know at first</em></p>
<p><em>Why your gaze, looking at me</em></p>
<p><em>Made me feel so flustered</em></p>
<p><em>I always wanted to ask</em></p>
<p><em>If you understood just a little of my feelings</em></p>
<p><em>Although I never told you</em></p>
<p><em>Now I know, how you were as lost</em></p>
<p><em>And wandering as I was</em></p>
<p><em>How you hurt so much, it kept you from sleep</em></p>
<p><em>Hold my hand, I won’t let go of you again</em></p>
<p><em>I love you, as long as I breathe…</em></p>
<p><em>I won’t cry</em></p>
<p><em>Now that you’re by my side</em></p>
<p><em>Thank you…for giving me the gift of you</em></p>
<p><em>(as one-white love story)</em></p>
<p><strong>-The End-</strong></p>
<p>=====================</p>
<p><em>created by karin</em></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/superjuniorff2010.wordpress.com/45406/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/superjuniorff2010.wordpress.com/45406/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=superjuniorff2010.wordpress.com&#038;blog=11405649&#038;post=45406&#038;subd=superjuniorff2010&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://superjuniorff2010.wordpress.com/2013/05/22/right-as-rain/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>36</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/089808d533df09426de8934b5d63dafd?s=96&#38;d=monsterid&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ELF4SUJU</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://superjuniorff2010.files.wordpress.com/2013/05/right-as-rain-a.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Right as rain A</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
