Love Pain

Sydney, Australia.

“Sudahlah! Jangan menangis lagi!” seru seorang gadis kecil pada adiknya. Namun tetap sia-sia, sang adik tetap menangis terisak. “Sebentar lagi Omma datang, kok!”

“Aku… mau… balon…” pinta adiknya terbata-bata, menunjuk seorang penjual balon di seberang jalan.

“Nanti saja, ya. Saat Omma datang!” elak si kakak, sesekali melirik ibu mereka yang masih berbincang-bincang dengan beberapa temannya. Tapi dia merasa kasihan pada adiknya yang tetap tak mau berhenti menangis. Dia menghela nafas, lalu melihat isi saku jaketnya. “Baiklah. Kamu tunggu disini, ya!”

Anak itu mulai berhenti menangis, melihat kakaknya yang melintasi jalan raya sambil berdesak-desakan diantara orang yang lalu lalang. Dia menyeka air matanya dan tersenyum. Di saat itu juga, kakaknya berjalan cepat kembali menyeberangi jalan sambil memegang dua balon biru di tangannya.

Dia tak sadar, ‘sesuatu’ menghampirinya dengan secepat kilat. Dia tetap tersenyum pada adiknya sambil berjalan riang, tidak memerhatikan sekitar. ‘Sesuatu’ itu juga tak sadar, jika sebentar lagi akan ada kejadian besar karenanya. Daging dan tulang beradu dengan besi. Suara berdecit mobil membuat semua orang terfokus pada anak itu. Si gadis kecil melihat dua buah balon terlepas ke langit biru sebelum dia pingsan di jalanan aspal. Lalu segalanya mendadak kabur  dan hitam. Tak menyadari kalau si adik menyebutkan namanya sambil menangis, dan menghampirinya…

Seoul, Korea.

“Yah, telur gulung lagi. Bisa-bisa aku muntah makan telur terus…” keluh Hyunah saat membuka kotak bekalnya.

“Ini malah bibimbab pula.” Tambah Hara yang duduk di hadapannya, menghela nafas melihat nasi, sayur, dan daging yang diaduk aneh.

“Aigo… Yeonhee! Sepertinya makananmu yang paling enak!” Hyunah mengamati bekal makan siang Yeonhee yang tertata rapi.

“Ah, biasa saja.” Ucap Yeonhee cengengesan.

“Aish! Bekalku tinggal di rumah! Dasar babo!” umpat Sunkyu memukul-mukul kepalanya.

“Sekalipun bekalmu tinggal, aku yakin isinya tetap tidak enak juga!” ledek Hara sambil mengunyah makanannya. Sunkyu mencibir kecil mendengarnya.

Tiba-tiba seorang laki-laki bertubuh tinggi datang menghampiri mereka berempat, lalu menepuk kepala Sunkyu pelan. “Bekalmu tinggal di rumah! Untung ibumu menyuruhku membawanya. Dasar! Bisanya cuma merepotkan saja!”

“Ye, terimakasih Oppa…” jawab Sunkyu malas, merampas kotak bekalnya dari tangan lelaki itu. Lelaki itu bergumam kecil, lalu pergi keluar dari kelas mereka.

“Sunkyu, siapa cowok tadi? Pacarmu, ya?” tebak Hara curiga.

Sunkyu langsung tertawa, “Pacar?! Dia itu kakak sepupuku! Baru pindah dari Sydney, namanya Cho Kyuhyun!” Yang lain hanya manggut-manggut.

“Kelas tiga, ya?” tanya Hyunah, Sunkyu mengangguk cepat.

“Kalian tahu tidak, masa katanya Kyuhyun Oppa itu suka dengan orang berpenyakit AIDS, lho. Tapi ditolak, kasihan kan?” Sunkyu menghela nafas panjang.

“Hiiy… Liar, dong?” tuduh Hara meringis kecil.

“Hya! Nggak semua yang berpenyakit AIDS seperti itu, tahu!” tegur Hyunah menyikut lengan Gyuri. Hara tertawa kecil sambil meminta maaf, lalu kembali melanjutkan makannya. Sedangkan Hyunah kembali melihat keluar jendela, ke arah langit. Ingin membayangkan seolah-olah ada dua balon biru terbang ke awan, melayang bebas.

Sejak tadi Hyunah tak bisa berkonsentrasi pada pelajaran. Sekalipun sekarang ini adalah pelajaran Bahasa Inggris yang dianggapnya pelajaran termudah, dia tetap tak bisa fokus belajar. Di kepalanya masih terpenuhi pembicaraan antara dia dan sahabatnya saat istirahat makan siang tadi. Bukan, bukan tentang Cho Kyuhyun. Tentang penyakit ‘itu’. Hatinya tidak terasa sakit saat Sunkyu dan Haramengungkit hal itu, dia hanya tak bisa memikirkan hal lain selain itu. Di benaknya terlintas peristiwa sebelas tahun lalu, peristiwa yang sebenarnya disebabkan oleh dia sendiri. Sedangkan nanti sore, kakaknya akan pulang kembali ke Korea. Kembali menjumpainya dengan senyum manis yang selalu merekah di bibirnya, namun menyimpan kepahitan. Dia sudah dikabarkan tak memiliki kesempatan lagi, namun dia tetap semangat menjalani hidupnya. Walaupun Hyunah yakin kakak perempuan satu-satunya itu menyimpan air matanya hanya untuk dirinya sendiri.

“Kim Hyunah!” bentak Pak Lee memanggil Hyunah, Hyunah tersentak kaget.

“Y-ye, Songsaenim?” jawab Hyunah takut-takut. Dilihatnya guru Bahasa Inggris-nya itu sedang menatapnya tajam, seakan-akan siap untuk menelannya.

“Cobalah untuk—“ Tepat di saat itu bel tanda pulang berbunyi, Pak Lee tidak jadi memarahi Hyunah—setidaknya untuk hari ini. Dia bisa bernafas lega sekarang. Pak Lee melirik Hyunah sebentar, kemudian keluar dari kelas.

“Hyunah! Hampir saja tadi kau dibunuhnya!” sahut Yeonhee yang duduk di belakang Hyunah. Hara dan Sunkyu langsung mengerubunginya.

“Omona! Kau sedang apa sih tadi? Mengkhayal? Sudah tahu kalau Pak Lee itu guru killer, lagi!” Hara mengelus-elus dadanya.

“Aku saja tadi ikutan kaget!” tambah Sunkyu. “Hyunah-sshi, kau baik-baik saja?”

“Tenanglah, aku baik-baik saja.” Jawab Hyunah tersenyum simpul. “Ayo! Kita pulang!”

Hyunah menyusuri jalan sunyi sendirian. Rumah Sunkyu, Hara, dan Yeonhee berbeda arah dengan rumahnya. Jadi dia sudah biasa pulang sendirian.

Tiba-tiba ada seseorang mencengkram lengannya. Jantung Hyunah langsung berdebar-debar cepat. Heechul Oppa pernah mengatakan kalau jalan ini biasanya jadi tempat ‘orang-orang jahat’ saat sepi, apalagi waktu sore-sore begini. Hyunah yang mulai keringat dingin akhirnya memilih jalan kabur. Dia berlari secepat mungkin, tak peduli.

“Hya, berhenti!!! Aku ini sunbae-mu!!!” jerit orang itu sambil terus mengejar Hyunah. Hyunah berhenti dan menoleh ke orang itu.

“Ah, Kyuhyun Oppa. Kukira siapa.” tanya Hyunah menghampiri Kyuhyun yang sudah terengah-engah.

“Kau kira aku ini siapa? Pencuri?” protes Kyuhyun seraya menghapus keringatnya yang bercucuran.

“Maaf, Oppa. Daerah ini katanya rawan penjahat, aku jadi takut tadi…” jawab Hyunah terkekeh malu. “Ada apa?”

Entah kenapa air muka Kyuhyun langsung berubah. Mukanya sedikit memerah, dia menggaruk-garuk kepalanya. “Ehm… Kau tahu rumah Sunkyu ada dimana?”

Doeng! Hyunah mengira kalau Kyuhyun menanyakan sesuatu yang penting padanya. Ternyata hanya meminta menunjukkan jalan rumah orang. Padahal Hyunah sudah hampir menangis tadi. Hyunah terkikik kecil melihat tingkah laki-laki di hadapannya itu. “Kau sudah salah jalan, Oppa!”

Muka Kyuhyun makin memerah saat Hyunah tertawa, “Bisakah kau tunjukkan jalannya? Aku sering kebingungan dengan daerah dan jalanan kota Seoul ini.”

“Ya, memang. Jalanan kota Seoul dan Sydney memang berbeda…” ujar Hyunah menghentikan tawanya. “Kita lewat sini!”

“Oh, iya. Kenapa kau tahu aku datang dari Sydney? Sunkyu mengatakannya padamu?”

“Ye. Aku juga tinggal di Sydney dulu, karena itu aku tahu bagaimana perasaan Oppa saat baru pindah.” Kyuhyun mengangguk-anggukkan kepalanya mendengar jawaban Hyunah.

Mereka akhirnya sampai di depan kompleks rumah Sunkyu.

“Nah, Oppa sudah tahu jalannya sampai disini kan? Atau harus kuantar sampai rumah Sunkyu?” sindir Hyunah.

“Tentu saja aku tahu.” Kyuhyun tersenyum. Hyunah pun pamit dan balik badan. “Ah, ya!”

“Hhm?” Hyunah membalikkan badannya lagi.

“Aku lupa menanyakannya, siapa namamu?”

Hyunah tertawa mendengarnya, “Namaku Kim Hyunah.”

“Oh… Aku—“

“Cho Kyuhyun, aku sudah tahu. Aku duluan ya, Oppa!” seru Hyunah membungkuk lalu berjalan. Dia melirik jam tangannya, sudah jam setengah empat. Sedangkan kakaknya pulang jam lima. Dia langsung gelisah.

“Aduh! Hyunmi Onnie sebentar lagi akan pulang!” desahnya keras, lalu berjalan cepat.

Mata Kyuhyun melebar saat mendengar nama yang diteriakkan Hyunah. “Hyunah-sshi!”

Hyunah mendengar namanya dipanggil lagi. ‘Nih cowok kok demen banget sih manggil-manggil gue terus.’ Dia memutar bola matanya dan berbalik. Jantungnya hampir copot saat melihat Kyuhyun yang tiba-tiba sudah berdiri di hadapannya.

“O-oppa?” tanya Hyunah bingung. Kyuhyun mencengkram kedua sisi bahu Hyunah erat. Tangan yang memegang itu hangat, namun terasa berbeda dengan yang tadi. Seperti ada sesuatu yang hilang.

“Nama kakakmu, Kim Hyunmi?” Hyunah mengangguk sekali, masih takut dengan ekspresi Kyuhyun.

“Seumuranku? Dan tinggal di Sydney?” Hyunah mengangguk lagi, dia mulai merasa diintimidasi. Kali ini jantung Hyunah mulai berdetak cepat tak karuan, tangan Kyuhyun mulai menjalar ke lengannya dan Kyuhyun menaruh tangan Hyunah ke dadanya. Bahkan Hyunah bisa merasakan detakan jantung Kyuhyun yang tak kalah cepat.

“O-oppa? Ada apa?”

“Benarkah kakakmu itu, Kim Hyunmi, punya penyakit… AIDS?”

Hyunah seperti mau rubuh sekarang juga, kakinya bergetar hebat. Seakan-akan tak sanggup menopang tubuhnya lagi, dia langsung lemas. ‘Darimana dia tahu tentang Hyunmi Onnie?’ pikirnya dalam hati. Dia langsung mengingat omongan Sunkyu tadi siang.

“Kalian tahu tidak, masa katanya Kyuhyun Oppa itu suka dengan orang berpenyakit AIDS, lho. Tapi ditolak, kasihan kan?”

“Sebelum aku menjawabnya,” Hyunmi melepaskan tangannya dari genggaman Kyuhyun. “Aku ingin bertanya pada Kyuhyun Oppa.”

Kyuhyun terdiam, masih terus melihat Hyunah dengan tatapan dalam. “Benarkah Oppa menyukai kakakku yang sudah sekarat itu?”

By: monpin

26 Comments (+add yours?)

  1. Christi_d0nghae
    Jan 28, 2010 @ 11:19:29

    Waah,
    rame..
    Kirain kakak.a mati td..

    Reply

  2. princessnawon2
    Jan 28, 2010 @ 11:27:12

    monpin,,lanjottt,,,^__^

    Reply

  3. amelhenkyung
    Jan 28, 2010 @ 11:30:30

    itu ada yang salah tulis yah?

    “Sebelum aku menjawabnya,” Hyunmi melepaskan tangannya dari genggaman Kyuhyun. “Aku ingin bertanya pada Kyuhyun Oppa.”

    aturan hyunah kan?? kok hyunmi??

    tapi FFnya bagus~ hahahhaha rame tapinya~

    Reply

  4. Abbie
    Jan 28, 2010 @ 11:30:47

    Wah,apa2an ini? Kl bwt FF,jgn gantung kyk gini donk.masa qt hrs ngarang crt sdr sih?

    Reply

  5. Fani-ssi {haemin} love minnie
    Jan 28, 2010 @ 11:40:23

    Endingnya ngegantung!!

    Reply

  6. Fani-ssi {haemin} love minnie
    Jan 28, 2010 @ 11:45:48

    Ffnya ada lnjutannya toh? Ako kra one shoot..pntasan aja endingny ngegantung..

    Di lanjutin ya..

    Reply

  7. monpin
    Jan 28, 2010 @ 11:48:37

    masih ada lanjutannya kok!

    Reply

  8. yoorin92
    Jan 28, 2010 @ 11:51:34

    Annyong^^
    Penasaran, penasaran,
    Kykny bakal seru nih, hehe 🙂
    Masih ada kelanjutannya??
    Wookey, ditunggu kelanjutannya

    Reply

  9. Abbie
    Jan 28, 2010 @ 12:00:31

    Oh,ada lnjnx ya?kirain! Soalx g ada tlsn part atw chapter sih. Mianhee monpin ya *monpin : makax kl mau marah,liat dl dong komen brktx*

    Reply

  10. Abbie
    Jan 28, 2010 @ 12:08:34

    Kl gitu,udah g ada yg marah2an donk.mianhe kl kata2 sy td kasar soalx esmosi.crtx bgs tp kl ngegantung jd bikin ilfil.he5x

    Reply

  11. Jqlinecho
    Jan 28, 2010 @ 14:56:39

    Sumpah ak deg2an bc-ny

    Reply

  12. minheecho
    Jan 28, 2010 @ 15:27:19

    kyaaah~~~
    kirain kakaknya mokat,
    gyahaha~~~
    tapi bagus deh, nggak mati,
    lanjutin yoo,
    jangan bilang ini cerita nanti hyunna nya suka ma kyu,
    ahaha,
    sok tau ya,
    yaudahlah,
    biarkan author berkarya^^

    Reply

  13. beautylotusjade
    Jan 28, 2010 @ 15:28:44

    ff-nya bikin penasaran…ayo lanjutin yaaa

    Reply

  14. A Lin
    Jan 28, 2010 @ 16:05:23

    Keren ni ff.Lanjoot!

    Reply

  15. Dewi-ssi 'yoomin' luph d0nghae
    Jan 28, 2010 @ 16:24:39

    Kirain one shot…trnyta msh ad lnjtan’a y..

    Cpetan lnjtin y..
    Aq pnsaran..
    Aq kra tdi k2k’a hyunah udh mati…
    Hehehe
    monpin hwaiting!!
    ^o^

    Reply

  16. Ami_cutie
    Jan 29, 2010 @ 01:05:26

    kirain kakaknya hyunah dah mati, ternyata…

    ayo monpin, lanjutkan! (sksd)

    Reply

  17. Shinta (NtaKyung)
    Jan 29, 2010 @ 08:33:02

    Masih da lnjutannya nich…..??
    Q kira dah tamat…..??
    Ayo lanjutkan……..^^

    Reply

  18. ciiciiminie
    Jan 29, 2010 @ 13:30:03

    ni cerita kekx mengaru biru deh “sok tau bgt”
    kirain kakaknya dah mati . masih idup ternyata.
    good story.
    Lanjutkan.

    Reply

  19. fia
    Feb 17, 2010 @ 11:26:55

    keren b^^d
    penasaran dah ma yg nm na hyunmi..

    Reply

  20. taemfallin
    Sep 05, 2013 @ 07:56:08

    Kakaknya abis kecelakaan Κ̣̝̇o̶̲̥̅̊ҟ bisa kena aids Ɣää
    Penasaran nih

    Reply

Comment's Box

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: