To Be With You (Part 1)

KIM SOO YUN POV

Aku baru satu bulan berada di sekolah ini.Tapi,entah mengapa,aku merasa,sekolah lamaku lebih baik.Di sini,semuanya bergabung dengan kelompoknya masing-masing.Aku seperti tidak dipedulikan.Ah,buatku tak masalah.Lagipula,aku sudah biasa begini.Temanku hanya sedikit.Dan yang akrab denganku hanya satu orang.Choi Sun Hee.Dia memang sangat baik padaku.Aku bersyukur,setidaknya masih ada yang ingin berteman denganku.Namun,tetap saja,aku merasa suasana kelasku tidak begitu nyaman.Entah mengapa.

Tempat di mana aku bisa merasa nyaman hanyalah bagian belakang sekolah yang sepertinya tidak pernah dipedulikan orang-orang di sini,Choi Sun Hee sekalipun tidak pernah kuajak kemari.Dia sendiri nampaknya tidak tahu tentang keberadaan taman ini.Daun-daunan kering tersebar di mana-mana dan rumput-rumput liar tumbuh.Namun,aku menyukai bunga-bunga kecil yang ikut tumbuh bersama rumput-rumput liar itu.Juga pohon besar ini.Aku suka duduk di bawahnya.Dan merasakan angin yang bertiup.

Seperti biasa,setiap pulang sekolah,aku selalu mampir sebentar ke taman ini untuk menulis.Aku menulis apapun yang aku inginkan.Dan banyak inspirasi yang kudapatkan di taman ini.Aku terlalu stress untuk berada di rumah.Orangtuaku sepertinya tidak memedulikan keberadaanku.Dan aku tertutup pada mereka.Yah biarlah,aku tidak peduli.Saat aku sedang asyik-asyik menulis,sebuah suara menegurku.

“Apa yang kau lakukan di sini?”tanya suara tersebut.

Aku menoleh ke arah sumber suara tersebut.Seorang remaja laki-laki berpakaian seragam yang sama denganku.Tapi,aku tidak mengenalnya.Perlahan dia mendekati tempat aku duduk.Gayanya cool sekali,tangannya dimasukkan ke dalam saku celananya dan di telinganya tergantung earphone.

“Aku bertanya sedang apa kau di sini?Apa kau tidak mendengar?Kau tidak punya telinga?”dia mulai bertanya-tanya lagi namun kata-katanya terdengar tajam.

“Apa kau tidak lihat?Aku sedang menulis!”aku membalas kata-katanya yang tajam dengan ketus.Huh,kenapa kata-kata orang ini kasar sekali sih.

“Pergi sana!Aku mau sendirian di sini!”ia berkata dengan ketus juga kepadaku.

Aku melihat dasinya.Di setiap dasi anak sekolah ini terdapat tulisan tingkat kelasnya.Dan aku melihat di dasi anak itu ada tulisan 11.Wah,kacau..dia adalah seniorku.Setingkat di atasku.Karena aku hanya berdiri dan tidak beranjak pergi,ia melihatku dari ujung rambut hingga ujung kaki.

“Cih!Masih kelas satu saja sudah seberani itu,”katanya dengan nada arogan.

Aku terpaksa pergi dari hadapan kakak kelasku itu sambil berlari.Yah…andai dia masih kelas satu juga,mungkin aku berani melawannya.

********

Aku pikir,aku tidak akan bertemu kakak kelasku yang kemarin lagi.Dan aku memutuskan untuk tetap ke taman itu,seperti hari ini.Sesudah pulang sekolah,aku kembali mampir ke taman favoritku.Tempat aku biasa sendirian.

“Soo Yun,kuperhatikan,kau setiap pulang sekolah tidak langsung pulang.Ke mana dulu kau sebenarnya?”tanya Sun Hee saat aku dan dia bersama-sama membereskan buku-buku kami sebelum keluar kelas.

“Hah?Em,tidak ke mana-mana kok.Sungguh..”kataku.

Aku tidak mau tempat favoritku disinggahi orang lain.Aku takut,kalau mereka mengetahui tempat itu,mereka hanya akan membuat tempat itu tambah berantakan saja.Sun Hee hanya menatapku penasaran.

“Ah,selesai juga.Ayo pulang,”kataku sambil tersenyum dan berusaha meyakinkannya bahwa aku tidak ke mana-mana dulu.

Namun,buka Soo Yun namanya kalau tidak bisa melarikan diri.Setelah keluar dari gerbang dan melihat Sun Hee naik ke mobilnya.Aku memutari sekolah.Ada pintu tembus ke taman belakang yang terhalang oleh tembok yang sangat tinggi dari jalan samping sekolah.Aku masuk melalui pintu itu.Namun,ketika aku masuk ke sana.Di kursi tersebut sudah ada seseorang yang sedang tidur di atas kursi itu,dengan earphone di telinganya.Ah,kakak kelas lagi kakak kelas itu lagi..Suka sekali sih dia ke sini?Aku jadi tidak bisa menulis.Aku mendengus kesal.Aku berbalik arah hendak pergi dari tempat itu.

“Hei anak kelas satu yang kemarin!”Kakak kelas itu tiba-tiba memanggilku dan aku menghentikan langkah dengan terpaksa.Huh,aku benci kalau harus mendengar kata-katanya yang tajam itu lagi.

Aku berbalik dan melihat wajahnya.Dia melepas earphone-nya dan merubah posisi dari tadinya tiduran di kursi menjadi duduk.

“Kau suka sekali menggangguku sih?Kau naksir padaku?”tanya kakak kelas itu.

Cih,pede sekali dia!

“Tidak,aku pikir aku tidak mengganggumu.Aku rasa,aku tidak mengeluarkan suara yang mengganggu tidur siangmu.Dan maaf,aku tidak naksir padamu,sunbae,”jawabku.

Dia tertawa kecil.Kemudian dia berjalan menghampiriku.Jarak kami menjadi sangat dekat.

“Kau yakin tidak naksir aku?Banyak gadis di sekolah ini yang tergila-gila padaku loh,”kata kakak kelas itu.

Aku tidak bisa menjawabnya.Atau lebih tepatnya aku menunggu ucapan kakak kelas ini selanjutnya.Dia berjalan berbalik dan kemudian memutar pandangannya lagi padaku.

“Aha!(sambil menjentikkan jarinya)Kau suka pada temanku ya?”katanya lagi sambil tersenyum setan.Evil prince charming?Mestikah aku memberi julukan itu pada kakak kelas ini?

“Teman?Teman yang mana?”tanyaku.Aku memang tidak terlalu mengetahui siapa saja yang populer di sekolah ini.Bahkan aku tidak tahu bahwa kakak kelas di depanku ini populer.Maklumlah,aku masih anak baru.

“Hahaha…baiklah kalau kamu tidak tahu.Sepertinya aku tidak pernah melihat adik kelas sepertimu.Kau anak baru ya?”tanyanya.

Aku menganggukkan kepalaku pelan.Kakak kelas itu tersenyum misterius.Aku suka cowok yang tersenyum misterius tapi,rasanya senyum orang di depanku ini terlihat menyebalkan.Kakak kelas itu memungut sesuatu dari kursi tempat aku duduk.

“Ini punyamu?”tanyanya sambil menunjukkan benda yang dia pungut.Selembar kertas,dan di atasnya tertuang tulisan yang sangat kukenal,tulisanku!!AH!ISI DIARY-KU!!Aku hanya kaget.Aku berusaha meraih kertas itu namun kakak kelasku tersenyum setan lagi dan dia malah menaikkan kertasnya hingga tidak tergapai olehku.Huh,dasar,mentang-mentang dia tinggi!

“Kembalikan!”kataku sambil menatap kakak kelasku tajam.

“Hahaha…tidak semudah itu,adik manis!”katanya sambil tertawa kecil.

Aku semakin kesal.Ingin sekali kucekik orang di depanku ini.

“Akan lebih baik kalau aku memajangnya di mading sekolah,pasti semakin banyak yang mau menjadi temanmu.Ya kan?”katanya lagi sambil menatapku dan tersenyum licik.

“Jangan Sunbae!”seruku.Aku merampas kertas itu dari tangannya.Dia nampaknya kaget sekali karena aku berani merampas kertas ini.Kertas ini nampak lecek setelah itu.Ah,dia pasti sudah membaca semua isi diary-ku kemarin.

“Aku tahu memang sebuah keputusan yang salah pindah ke sekolah ini.Aku kesepian walaupun sebenarnya ada Sun Hee yang menjadi temanku.Tetapi,aku lebih nyaman berada di sekolahku yang dulu..”Seniorku mengutip salah satu kalimat dalam diary-ku.Aku hanya mampu terdiam.Pasrah.

“Dan semua ini ditambah dengan orangtuaku yang tidak peduli kepadaku.Tuhan,apa salahku sehingga aku diperlakukan seperti ini?”Seniorku mengutip salah satu kalimat lagi.

Ah,semoga seniorku ini pendiam.Tidak banyak bicara.Huh,pelajaran berharga Soo Yun,cek segala sesuatu agar tidak ada yang tertinggal.

“Huh,memang semua orang sama saja.Kupikir,hanya aku yang mengalami hal tersebut..Ternyata ada yang lain lagi,”kata seniorku tiba-tiba.

Aku sedikit kaget.”Maksudnya?”

“Tidak dipedulikan oleh orangtuamu sendiri rasanya memang menyakitkan.Tapi kadang kau akan bersyukur karena kau akan dilepas begitu saja.Kau bisa pergi ke manapun yang kau suka.Kau bisa berjalan-jalan tanpa peduli apakah mereka mencarimu atau tidak.Ya kan?”katanya dengan nada pesimis.Aku menangkap rasa sedih yang mendalam dalam nada bicaranya.Aku dan dia akhirnya duduk di kursi di bawah pohon itu.

“Tapi tetap saja lebih enak kalau diperhatikan,”kataku memprotes pendapatnya.

“Kau masih anak kecil.Makanya belum menikmatinya,hihihi…”

“Enak saja..”

“Namaku Cho Kyuhyun.Siapa namamu?”tanyanya sambil menatapku dengan senyum.

“Aku Kim Soo Yun,”jawabku.

Kupikir,orang ini dingin dan cuek,tapi dia lebih ramah daripada yang kubayangkan.

“Untuk remaja seusiaku,tidak diperhatikan orangtua adalah hal yang bagus.Mereka terkadang terlalu peduli dengan urusan kita sehingga mereka ikut campur di dalamnya.Huh,aku benci sekali yang seperti itu.Urus saja urusan mereka sendiri,”kata Kyuhyun.

“Tapi,mereka bagiku sangat penting.Walaupun mereka tidak pernah peduli padaku.”kataku.

“Kenapa kau pindah ke sekolah ini?”

“Mereka pindah tugas.Ya aku sudah mempertahankan pendapatku untuk tetap tinggal di sekolahku yang lama.Namun,gagal.Mereka seringkali memaksakan keinginan mereka tanpa memikirkan bagaimana keinginanku.”

“Ah,kau hebat kalau bisa mempertahankan pendapatmu.Menurutku,melawan pendapat orangtua adalah salah satu hal tersulit untuk dilakukan,”kata Kyuhyun sambil tersenyum.

Angin sore bertiup sepoi-sepoi.Kesunyian terjadi di antara kami.

“Kupikir,aku pun lebih baik menjauh dari teman-temanku,atau mereka yang menjauhiku ya?”kata Kyuhyun lagi sambil tersenyum getir.

Aku sedikit bertanya-tanya.Dia bilang dia populer,mustahil kan ada yang menjauhinya?

“Yah,sahabat macam apa yang tega mengkhianati sahabatnya sendiri?Sahabat macam apa yang tega menyakiti hati orang yang kusayangi?”kata Kyuhyun dengan mata berkaca-kaca.

Ah,kenapa dia?Apa dia mau menangis?Aku buru-buru mengambil tisu di tasku dan menyerahkan padanya.Dia melihat ke arah tisu itu dan menolaknya.Sebelum air matanya jatuh,dia menghapusnya dengan lengan jas-nya.

“Yah,entahlah aku harus bilang apa,tapi karena suatu peristiwa,aku tidak bisa memercayai orang lain lagi.Ya makanya aku sulit untuk berteman.Sunbae,apa kau juga suka menulis?”tanyaku pada Kyuhyun.

Kyuhyun hanya tersenyum sambil mengangguk.Airmata yang sempat terlihat tidak ada lagi.

“Aku menulis dalam hati dan otakku..hehehehe…”demikian candanya.

“Dasar..”kataku sambil ikut tertawa.

“Bertemanlah denganku,”kata Kyuhyun sambil tersenyum.

“Yeah,chingu..”sahutku juga dengan senyuman.

Kami berjabat tangan dan tertawa bersama.Aku berteman dengan Kyuhyun Sunbae sejak saat itu.Karena persamaan nasib di antara kami.

Sejak hari pertemuanku dengan Kyuhyun,aku pikir,hari-hariku sedikit lebih baik.Mengobrol dengannya membuatku merasa nyaman.Dan dia pintar.Aku selalu minta diajari Matematika,pelajaran yang paling aku benci dan tidak bisa.Ia mengajariku di taman tempat kami pertama kali bertemu.Tapi itu hanya kadang-kadang saja.Namun,kata-kata yang keluar dari mulutnya memang sedikit tajam.Tidak segan-segan dia akan mengataiku bodoh jika aku tidak bisa mengerjakan sebuah soal yang dia berikan.Kalau sudah begitu,aku biasanya hanya diam.Masih bagus ada yang mau mengajariku.Dan kesenangan kami sama.Rubik!Aku dan dia sama-sama menyukai kubus berwarna-warni itu.

********

CHO KYUHYUN POV

Aku bertemu dengan seseorang yang bernasib sama sepertiku.Setahun lebih muda dariku.Adik kelasku yang bernama Kim Soo Yun.Ah,aku pikir,gadis itu sama seperti gadis-gadis biasa yang nge-fans aku.Ya,itu karena aku memergoki dia dua kali berada di taman tempat aku biasa merenung.Tempat aku biasa menyingkir dari kehidupan luar sana.Kupikir,sejak hari kemunculannya itu,dia akan segera berkata pada teman-temannya yang lain (yang mungkin nge-fans denganku) bahwa taman belakang sekolah adalah tempat di mana Cho Kyuhyun selalu berada.Tapi ternyata,dia juga sama sepertiku.Tujuannya pergi ke taman ini adalah untuk menyingkir,dan lebih tepatnya untuk menulis apa yang dia sukai.Sejak aku membaca salah satu kertas berisi diary-nya,aku mengerti.Apa yang dia rasakan sama seperti apa yang kurasakan.Aku tidak pernah memercayai teman lagi setelah sebuah kejadian menimpaku.Aku jarang berteman dengan banyak orang karena trauma mereka akan mengkhianati kepercayaanku pada mereka.Namun,aku merasa aku bisa berteman baik dengan Kim Soo Yun.Dia tampaknya juga tidak bermasalah dengan sifatku yang dingin,cuek,dan bermulut tajam ini.

Sejak hari pertemuanku dengan Soo Yun,aku pikir,hari-hariku sedikit lebih baik.Mengobrol dengannya membuatku merasa nyaman.Dan dia bodoh.Aku selalu diminta mengajarinya Matematika,pelajaran yang paling aku sukai dan sangat aku bisa.Aku mengajarinya di taman itu.Tapi itu hanya kadang-kadang saja.Namun,kemampuannya berhitung dan menggunakan logikanya sangat payah.Tidak segan-segan aku akan mengatainya bodoh jika dia tidak bisa mengerjakan sebuah soal yang kuberikan.Kalau sudah begitu,dia biasanya hanya diam.Aneh,kok sepertinya dia tabah sekali menerima kata ‘bodoh’ dariku itu.Dan kesenangan kami sama.Rubik!Aku dan dia sama-sama menyukai kubus berwarna-warni itu.Kami berdua bisa benar-benar lupa waktu kalau sudah memainkan rubik.Dia memang tidak bisa matematika,namun dia bisa membuat rubik kembali ke bentuk semula.Aku sedikit kagum.Pernah sekali dia mengalahkan waktuku untuk membuat rubik kembali ke bentuk semula.

“Sunbae,hidup ini seperti kubus ini bukan?”katanya hari itu.Di tangannya dan tanganku terdapat rubik.Kami asyik memutar-mutar rubik tersebut.

“Wae?”tanyaku.Pikiranku tertuju pada rubik di tanganku ini.Ah,apa ini?Kenapa susah sekali mengembalikannya ke warna-warna semula?

“Ya,seperti rubik.Tuhan telah membuat dasar hidup kita,sama seperti kita menentukan dasar rubik tersebut sebelum menyelesaikan warna selanjutnya.Lalu,kita akan menentukan hidup kita,sama seperti kita memutar-mutar rubik ini.Terkadang ketika kita berada di satu kesulitan,kita akan mencoba mencari jalan lain.Kita memutar-mutar untuk mencapai tujuan kita,yaitu mengembalikannya menjadi seperti semula.Yang warna putih bersama yang warna putih,yang hijau bersama yang warna hijau..”jelasnya.

Aku sedikit tidak mengerti dengan kata-katanya.Namun,sambil memutar-mutar rubik ini,aku mengerti.Ya,menurutku hidupku sama seperti rubik ini.Penuh dengan teka-teki dan aku mencoba menjalani hidupku,menyelesaikan teka-tekinya dan mencapai tujuan akhir.Sama seperti membuat rubik ini.Kesunyian terjadi.Kami berdua memang orang yang introvert.Kalau sudah diam begini,salah satu harus membuka percakapan.Biasanya sih dia.Aku sih jarang-jarang..

“Ah,sulit sekali!”serunya mengagetkanku.

“Bodoh!Kau mengagetkanku!”seruku menegurnya.

“Mianhe sunbae..”katanya.Dia kemudian memutar-mutar rubik itu lagi.Aku gemas sendiri.Rubik-ku baru saja selesai sementara rubiknya belum jadi juga sejak tadi.Aku merampas rubik itu dari tangannya.Aku memutar-mutarnya dan mencoba menyamakan warna-warnanya.

“Sini Sunbae biar aku selesaikan sendiri!”kata Soo Yun keras kepala.Dia berusaha merebut rubik itu dari tanganku.

“Ah sudahlah!Akui saja kalau kau tidak bisa bermain rubik!”kataku sambil asyik memutar-mutar rubik lagi.Aku sengaja membalik badanku berlawanan dengan Soo Yun agar rubik tersebut tidak direbut olehnya.Namun,dia keras kepala.Ia mencoba mengambil rubiknya dari tanganku.Aku semakin melindungi rubik itu hehehe…

“SELESAAI!”seruku gembira seperti anak kecil saat rubik tersebut sudah kususun dengan baik.

Soo Yun tampak cemberut.

“Huh,sudah kubilang biar aku saja yang menyelesaikannya.Kau malah seperti itu..”Soo Yun ngambek.

Aku malah tertawa jahil.Aku menaruh rubiknya di bangku dan memasukkan rubikku ke dalam tas.

“Ayo pulang,sudah sore.Aku antarkan kau pulang hari ini,”kataku sambil membawa tasku.

Kami ke parkiran sepeda.Kami berdua sama-sama menaiki sepeda untuk pergi atau pulang ke sekolah.Rumahku dan rumahnya memang cukup dekat.Dan kami baru tahu setelah waktu itu kami pulang bersama.Sehari-hari di sekolah,kami bertemu hanya di taman.Ya selebihnya tidak pernah bertemu.Itu karena kelasku dan kelasnya jaraknya berbeda jauh.Aku malas keluar kelas dan dia juga malas.Jadi kami nyaris tidak pernah bertemu.Alasanku malas keluar kelas adalah,setiap kali keluar kelas,pasti akan banyak cewek yang membuatku tidak nyaman.Huh,fans sih fans..tapi aku kan juga ingin bebas dari mereka.

“Kenapa kau sering ke sana?”tanyanya tiba-tiba saat kami di jalan.

“Ke mana?”aku bertanya balik.

“Taman belakang sekolah.”

“Oh,apa itu urusanmu?”

“Please,Ceritakan padaku,aku ingin tahu,”

“Sama sepertimu.Aku lebih suka menyendiri.Itu semua karena tidak ada yang menemaniku.Aku tidak peduli lagi pada mereka dan mereka juga tidak peduli lagi padaku.Dan aku suka kesunyian.Dalam kesunyian itu,aku bisa tidur siang sebelum pulang ke rumah dan aku suka angin yang bertiup.Hehehehe…”jawabku.

“Oh,karena hal itu…”sahutnya pelan.

“Nah,sudah sampai.Sana masuk ke rumahmu!”kataku ketika kami sudah sampai di gerbang depan rumah Soo Yun.

“Ah,aku malas kembali.Karena tidak ada yang menemaniku lagi kalau sudah di rumah,”katanya.

“Sudah,masih ada hari esok!Kita masih bisa bertemu kan?Bye Soo Yun!”kataku padanya.Aku meneruskan sepedaku.Kudengar suara gerbang dibuka dengan malas.Entah kenapa,aku merasa sifatku yang kasar dan dingin ini hilang kalau sudah bersama dengan anak itu.

*******

Keesokkan harinya…

Aku tengah menaiki tangga menuju lantai 3,tempat di mana ruang kelasku berada setelah tadi aku ke tempat fotokopi di lantai 1.Aku melihat sebuah situs pertemanan dari handphone-ku.Di tanganku juga ada beberapa lembar kertas fotokopi.Tiba-tiba,aku melihat Soo Yun sedang berjalan ke arah yang berlawanan denganku bersama seorang temannya.Adik Siwon sepertinya.Siwon pernah bercerita,dia mempunyai seorang adik yang akan masuk ke SMA ini juga.Mungkin itu adiknya,sebab matanya sangat mirip dengan Siwon.Soo Yun dan aku nampak kaget.Namun,aku segera mengalihkan mataku ke layar handphone-ku.Aku malas kalau nanti menyapanya,adik Siwon itu akan menggoda Soo Yun.Dan nanti,fans-fans-ku di kelas lain akan menyangka Soo Yun dan aku punya hubungan khusus.Dan kalau sampai hal itu terjadi,Soo Yun bisa jadi korban,dan aku bisa terganggu.Aku terus saja menaiki tangga tersebut tanpa peduli.Dan Soo Yun juga melewatiku begitu saja.

To Be Continued…

By : leonyquarius/Leony HK

21 Comments (+add yours?)

  1. princessnawon2
    Feb 01, 2010 @ 14:36:20

    lanojoott,,ga pake lama,,hehehe

    Reply

  2. Rae min shi-wonie
    Feb 01, 2010 @ 14:50:55

    Uuuuh… Enak’y soo yun bsa tmenan ma kyu… Mauuu., T.T..
    Rubik?? Weew… Prmainan yg ssah mrurutku, soo yun n’ kyu hbt, bsa nylesain prmainan tuh.. ^^..
    Guut ff.. d^^b.. Next part’y d tgu y…..

    Reply

  3. monpin
    Feb 01, 2010 @ 15:01:37

    huahaha, kyuhyun kok kayak ke-geeran banget ya karna punya banyak fans? *dilempar*

    Reply

  4. cii_miinie
    Feb 01, 2010 @ 15:35:07

    Kyu oppa narsis banget di FF ini.
    lanjutannya di tunggu!

    Reply

  5. cii_miinie
    Feb 01, 2010 @ 15:37:46

    Kyunya narsis banget .
    lanjutannya di tunggu.

    Reply

  6. cii_miinie
    Feb 01, 2010 @ 15:41:55

    wuaaah .
    Kyu narsis banget ternyata.
    FFnya bagoes.
    ditunggu lanjutannya.

    Reply

  7. amelhenkyung
    Feb 01, 2010 @ 16:18:47

    agaknya kyuhyun is sangat pede sekali~ huahahhahaha
    itu blm ketauan2?? waaah~ hebat2

    Reply

  8. A Lin
    Feb 01, 2010 @ 16:27:13

    Bgs bgs … Lanjoot!

    Reply

  9. cii_miinie
    Feb 01, 2010 @ 16:27:50

    narsis abis keknya si Kyu oppa ini.
    FFnya bagus.
    lanjutkan.
    gag pake lama.

    Reply

  10. Haemin love minnie
    Feb 01, 2010 @ 17:07:31

    Kyuhyun narsis!!tp gw ska co narsis*minnie:aku jga narsis kok, kagak klah ma kyunnie*

    Sok qt lnjut ke part 2..jgn lma2 yo.!

    Reply

  11. Christi_d0nghae
    Feb 01, 2010 @ 22:38:43

    Kirain gw d0nghae..
    Haha..*tenang*
    s0alny pk earph0nE
    *kyu pr0tes: emank.a gw kagak blh pk earph0ne?!*

    *nangis k d0nge: hae, kyu jaad..*
    hha..
    Lnjt ych! Ff.a kren..
    Mrka pra2 ga knal ych?

    Reply

  12. minheecho
    Feb 02, 2010 @ 04:41:49

    aduh, oppa, geer banget sih kamu!!!
    oppa,
    aku jga mau diajarin matematika dong!!!
    nice ff, lanjut ya^^

    Reply

  13. Shinta (NtaKyung)
    Feb 02, 2010 @ 07:50:33

    Nice ff lanjut,,,, lanjut……^^

    Reply

  14. Ami_cutie
    Feb 02, 2010 @ 08:31:37

    nice ff leony!!! (sok kenal..hho)
    tapi hobi soo yun ma kyu persis banget ma hobi adekku, rubik n matematika…
    (ga kaya kakaknya yg dodol abis di 2 bidang itu…)

    aku suka ff yg isinya ttg orang introvert…
    lanjutkan!

    Reply

    • yoorin92
      Feb 02, 2010 @ 12:45:09

      Annyong^^
      Rubik semakin maerajalela, di kelasku ajj tiap hari selalu ada rubik,
      Tiada hari tanpa rubik 🙂
      Hehe, Mi, jujur sekali dirimu, nak. *sama dink, Mi, aku juga lemah bgd di segala jenis itung2n >.<* *tosss, ckakakak*
      FF-ny bagus, aiio lanjutttt 😀

      Reply

      • Ami_cutie
        Feb 03, 2010 @ 08:14:40

        iya, yoorin..di skul adekku yg sekarang (skulku yg dulu) rubik itu merajalela bgt…
        ada yg megamix-lah..apalah..ga ngerti aku…

        kemampuan matematik n visual-spasial aku cetek banget soalnya…(jujur mode:on)

        *toss yoorin juga

    • christi♥donghae
      Feb 02, 2010 @ 13:57:15

      matematika??
      gw aja kagak ngerti..

      gw cuman bisa bikin ff!!
      hahaha

      Reply

    • leonyquarius
      Feb 02, 2010 @ 16:36:48

      Iya rubik sedang menjamur saat seperti ini hohoho..matematika??kalo boleh jujur,saya memang lemah dalam bidang itu..haha..*gak ada yang nanya le*

      Reply

  15. leonyquarius
    Feb 02, 2010 @ 09:16:36

    Annyeong haseyo yeorobun!^^
    Kamsahamnida onnie,dongsaeng,oppa atau siapapun yang sudah membaca FF saya yang gaje ini hehe..makasih udah comment dan gak jadi silent reader…makasih untuk admin SuJu FF 2010 yang mau menerbitkan ff ini…
    karena akan ada perubahan pada part 2-nya,jadi mungkin bakal agak lama terbit nih kayaknya hehe…mianhe yaa…

    kalo banyak kesalahan dalam FF ini,mohon dimaafkan dan dimaklumi..*bow*
    ^^

    Reply

  16. thand Wonnie
    Feb 02, 2010 @ 13:46:41

    aku suka ff ne ..
    Tulisannya mudah d mengerti en enak d bc !
    Keren.. Keren..

    Reply

  17. han_nadiia
    Aug 12, 2010 @ 14:52:43

    kren chingu …..
    aq ska ……….

    critanya bkin aq pnsarn ………
    d tnggu d part slnjutnya …………

    Reply

Comment's Box

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: