6 Years for Nothing~1


Part 1

Namaku Kim Yoora, aku adalah seorang manager di bagian training and development HRD pada salah satu perusahaan ponsel terbesar di Seoul. Aku tinggal di sebuah apartemen yang ada dipinggiran kota Seoul bersama kakak sepupuku yang bernama Han Eun Ji dan adikku Kim Iseul. Kakak sepupuku adalah seorang manager pemasaran di salah satu perusahaan penerbangan asing, sedangkan Iseul adikku, saat ini baru saja masuk kuliah di Jungang University jurusan perfilman. Kami bertiga tinggal terpisah dari orang tua kami yang saat ini tinggal di Itali.

Saat ini  kami bertiga sedang liburan selama seminggu di villa milik keluarga Eun Ji yang ada di Busan. Kami semua berkumpul di villa ini karena om dan tanteku, orang tua Eun Ji merayakan hari jadi perkawinan mereka yang 30 tahun, yang jatuh pada akhir pekan lalu. Sudah menjadi tradisi di keluarga kami, apabila ada yang merayakan hari jadinya kami semua akan berkumpul di villa tersebut. Awalnya setelah menghadiri acara perayaan hari jadi om dan tanteku itu, aku ingin langsung kembali ke Seoul. Namun, Eun Ji dan Iseul memaksaku untuk menginap lebih lama lagi.

Dan disinilah aku saat ini, duduk seorang diri dipinggir pantai sambil mendengarkan lagu dari i-podku. Aku sangat menikmati suasana pantai yang saat ini sedang sepi. Matahari sudah hampir tenggelam, sehingga meninggalkan sebuah senja yang indah, dan burung-burung camar berterbangan kembali ke sarangnya. Saat sedang asyik menikmati senja dipinggir pantai, tiba-tiba ada seorang gadis yang memanggil namaku.

“Hya! Kim Yoora! Mau sampai kapan kau duduk disana?!” teriak seorang gadis itu sambil menghampiriku. Aku menoleh dan langsung tersenyum melihat kakak sepupuku Han Eun Ji.

Onnie, kau menggangguku saja,” keluhku.

“Mengganggu apaan? Aku disuruh amma untuk menjemputmu, dia khawatir karena kau belum pulang juga, dia takut kau menghilang,” Eun Ji lalu duduk disampingku. Dia lalu mengambil salah satu headset dan ikut mendengarkan lagu yang berasal dari i-podku.

“Yoora-ya, coba kau lihat kearah sana!” Eun Ji menunjuk kearah seorang pria yang sedang asyik bermain kejar-kejaran ombak bersama seorang gadis kecil. Aku melihat kearah mereka. Pria itu sangat manis pada gadis kecil yang aku perkirakan adalah adiknya. Saat gadis kecil itu terjatuh, pria itu segera menggendong dan menenangkan gadis kecil tersebut. Setelah gadis kecil itu tenang, mereka berdua kembali bermain kejar-kejaran dengan ombak. Melihat pemandangan itu aku tiba-tiba langsung menitikan airmata.

“Yoora-ya, Gwaenchanayo?” tanya Eun Ji saat melihatku menangis.

Anio,” jawabku lemah.

“Hei! Jangan bilang, saat ini kau ingat pada sie brengsek itu?!” Eun Ji lalu menatapku tajam.

Mianhae onnie. Aku membayangkan kalau pria itu adalah Jin Hun,” ucapku sambil menghapus airmataku.

“Huh! Pria itu dan sie brengsek sangat jauh berbeda,” ujar Eun Ji dengan kesal.

“Sie brengsek tidak pernah bisa sebaik dan semanis itu pada anak kecil, apakah kau tidak ingat bagaimana dia bersikap pada Shin Hye saat Shin Hye menangis? Dia bukannya menenangkan tapi dia malah memarahi Shin Hye, untung saat itu disana ada aku. Kalau tidak, mungkin Shin Hye akan menangis seharian,” tambah Eun Ji. Semenjak aku putus dengan Jin Hun, Eun Ji tidak mau lagi menyebut nama Jin Hun, dia lalu ganti memanggil Jin Hun dengan sebutan sie brengsek.

Aku lalu membayangkan kejadian dimana Hwang Na ajumma menitipkan Shin Hye pada Jin Hun. Saat itu Shin Hye dan Jin Hun sedang bermain kejar-kejaran dipinggir pantai, dan tiba-tiba Shin Hye terjatuh dan Shin Hye langsung menangis, bukannya menenangkan Shin Hye, Jin Hun malah memarahi Shin Hye, yang tidak berhati-hati sehingga dia terjatuh. Eun Ji yang kebetulan ada disana, buru-buru mengendong Shin Hye dan menenangkannya.

Jin Hun adalah mantan kekasihku, kami berdua bertemu saat kami masih sama-sama berkuliah. Jin Hun adalah seniorku dikampus, sejak pertama kali bertemu dengannya, aku sudah menyukainya, begitu juga dengan Jin Hun, setelah berkenalan selama satu bulan, kami memutuskan untuk berpacaran. Kami berpacaran cukup lama, semua keluarga besarku sudah mengenalnya. Saat itu aku hanya menyayanginya, dan berusaha selalu mencintai Jin Hun. Eun Ji kakak sepupuku yang senang sekali berganti-ganti kekasih sejak masih sekolah, sangat kagum dengan sifat setiaku pada Jin Hun. Eun Ji selalu memuji hubungan kami yang masih tetap awet sampai bertahun-tahun, berbeda dengannya yang tidak pernah berpacaran lebih dari satu tahun.

Awal hubungan kami, berjalan dengan sangat menyenangkan. Kami sering menghabiskan akhir pekan bersama. Aku selalu mengajak Jin Hun dalam setiap acara pertemuan keluarga yang selalu diadakan di villa milik keluarga Eun Ji, sehingga dia dapat berkenalan dengan keluarga besarku yang tinggal terpencar-pencar dibeberapa Negara. Semua keluarga besarku sangat menyukai sifat Jin Hun yang baik, namun lama kelamaan Eun Ji mengetahui sifat Jin Hun yang sebenarnya. Sifat yang sangat jauh berbeda dengan yang selalu Jin Hun perlihatkan didepanku dan juga keluarga besarku. Pernah suatu hari Eun Ji memergoki Jin Hun sedang asyik jalan berdua dengan seorang gadis cantik. Eun Ji lalu memberitahuku dan memintaku untuk segera memutuskan hubunganku dengan Jin Hun, namun aku tidak menanggapi permintaan Eun Ji tersebut. Saat itu Eun Ji benar-benar marah padaku dan mengatakan kalau suatu saat, aku akan menyesal karena selalu setia mencintai Jin Hun yang jelas-jelas tidak pernah setia.

Perkataan Eun Ji tersebut akhirnya terbukti juga, empat bulan yang lalu Jin Hun mengajakku bertemu dan memintaku untuk mengakhiri hubungan kami yang sudah terjalin selama enam tahun. Aku benar-benar terkejut dengan permintaan dari Jin Hun tersebut, saat aku tanya apa alasannya meminta hubungan kami diakhiri, dia hanya menjawab bahwa sudah beberapa bulan belakang perasaan cintanya terhadapku hilang, dan dia tidak mau terus memaksakan untuk melanjutkan hubungan kami. Saat itu hatiku benar-benar sakit. Aku tidak menyangka Jin Hun yang sudah enam tahun ini bersamaku, ternyata meminta mengakhiri hubungan kami hanya karena dia sudah tidak memiliki perasaan cinta lagi terhadapku. Aku sedih sekaligus kesal dengan sikap Jin Hun tersebut, karena aku merasa dia terlalu cepat menyerah, dan tidak mau berusaha untuk memperbaiki hubungan kami ini. Sebulan setelah kejadian itu, aku dan Eun Ji tanpa sengaja melihat Jin Hun sedang menggandeng seorang gadis cantik di salah satu pusat perbelanjaan di Kangnam. Saat itu Eun Ji marah sekali, dia hampir saja melabrak Jin Hun dan gadis tersebut, namun dengan cepat aku melarangnya dan segera membawanya pergi dari pusat perbelanjaan itu.

Setelah kejadian itu, sifatku sedikit berubah, aku mulai menyibukan diriku dengan pekerjaanku. Aku ingin segera melupakan Jin Hun dari pikiranku, namun hal itu tidak mudah, terkadang aku masih suka mengingat Jin Hun. Apabila aku sudah mulai mengingat Jin Hun, Eun Ji dan Iseul selalu datang untuk menghiburku. Aku merasa sangat beruntung bisa memiliki mereka berdua.

-oo0oo-

Hari ini aku terlambat masuk kerja, aku terlambat bangun karena semalam aku terlalu lelah setelah mengerjakan bahan-bahan training yang akan aku berikan pada karyawan-karyawan baru di perusahaan tempatku bekerja. Aku berlari kearah lift yang sebentar lagi akan tertutup, karena terlalu tergesa-gesa, aku tidak memperhatikan jalan yang ada dihadapanku, sehingga aku bertabrakan dengan seseorang yang juga tergesa-gesa menuju lift.

“Aiisshh!!! Kalau jalan hati-hati dong, semua barang bawaanku kan jadi jatuh semua,” keluhku sambil memunguti barang-barangku yang berserakan.

Cheosonghamnida,” ujar orang tersebut langsung membantuku merapikan bawaanku yang jatuh berserakan. Saat akan mengambil buku agendaku yang juga ikut terjatuh, aku melihat wajah orang yang bertabrakan denganku. Ternyata orang yang menabrakku adalah seorang lelaki, aku melihat tanda id visitor menggantung di jas yang dikenakan olehnya.

“Paling salah satu mahasiswa yang akan magang disini,” batinku.

“Adik kecil, lain kali kalau jalan, hati-hati yah,” ujarku sambil berjalan meninggalkannya, sempat kulihat kening lelaki itu berkerut saat mendengar aku memanggilnya adik kecil.

Ne, sekali lagi cheosonghamnida nona,” jawabnya sambil membungkukan badannya. Aku lalu masuk kedalam lift yang akan membawaku ke lantai 11 dimana ruang kerjaku berada.

“Yoora-ssi, kenapa anda datang terlambat? Tuan Kang mencari anda dari tadi,” ujar Hyun Ah assistenku.

“Kenapa tuan Kang mencariku?” tanyaku sambil meletakkan semua bawaanku.

“Sepertinya ada sesuatu yang penting, lebih baik sekarang anda ke ruangan tuan Kang saja,” saran Hyun Ah.

“Baiklah kalau begitu, aku keruang tuan Kang sekarang, dan kau tolong serahkan semua bahan training ini pada Yumi-ssi, agar dia bisa segera memberikan training pada para karyawan baru,” ujarku sambil menyerahkan bahan-bahan training yang semalam aku kerjakan.

“Baik Yoora-ssi,” jawab Hyun Ah. Aku lalu pergi menuju ruangan atasanku. Aku mengetuk halus pintu ruangan tuan Kang, dan tak lama terdengar jawaban dari tuan Kang yang menyuruhku untuk masuk.

“Yoora-ssi, akhirnya kau datang juga, aku sudah menunggumu dari tadi,” ujar tuan Kang.

Cheosonghamnida tuan Kang, saya datang terlambat,” jawabku sambil membungkuk meminta maaf. Aku melihat seorang lelaki duduk dihadapan tuan Kang, namun aku tidak dapat melihat wajah lelaki tersebut.

“Ah, sudahlah tidak apa-apa, lebih baik sekarang kamu duduk, aku ingin mengenalkanmu pada rekan kerja barumu,” ujar tuan Kang mempersilahkan aku duduk. Aku pun langsung duduk disamping lelaki tersebut, dan betapa terkejutnya aku saat melihat wajah lelaki yang duduk disebelahku. Ternyata lelaki yang duduk disebelahku adalah lelaki yang baru saja aku tabrak tadi.

“Hey adik kecil, kenapa kamu ada disini? Bukankah seharusnya kamu ikut berkumpul bersama karyawan baru di lantai 2?” tanyaku dengan wajah polos. Kening lelaki itu mengerut lagi, sedangkan tuan Kang langsung tertawa mendengar perkataanku itu.

“Hahahahaha… Yoora-ssi, pasti anda mengira dia adalah salah satu mahasiswa magang yah?” tanya tuan Kang disela tawanya. Aku mengangguk, aku benar-benar heran, kenapa tuan Kang atasanku tertawa mendengar perkataanku pada lelaki itu.

“Hahahahaha… wajahmu benar-benar menipu Sungmin-ssi, banyak yang menyangka bahwa kau masih kecil, padahal usiamu sudah lebih dari 25 tahun,” ujar tuan Kang pada lelaki itu. Lelaki itu pun tersenyum kecil.

Annyeonghaseo nona Kim, perkenalkan namaku Lee Sungmin, dan anda bisa memanggilku Sungmin. Aku adalah seorang psikiater yang akan bergabung di department HRD,” Sungmin berdiri dari duduknya dan membungkuk memberi salam padaku.

Annyeonghaseo, Kim Yoora imnida, panggil aku Yoora saja. Maafkan aku Sungmin-ssi, aku kira kau salah satu mahasiswa magang disini,” ujarku malu sambil membungkukan badanku juga.

“Tidak apa-apa, banyak orang yang mengira aku masih kecil kok, aku sudah biasa dengan hal tersebut,” jawab Sungmin sambil tersenyum padaku.

“Baiklah kalau kalian berdua sudah berkenalan. Yoora-ssi, mulai sekarang Sungmin-ssi akan bergabung di dalam department kita, dan aku harap kalian berdua bisa bekerja sama dengan baik,” ujar tuan Kang. Aku dan Sungmin mengangguk mengerti.

“Sepertinya sekarang kau bisa kembali ke ruang kerjamu Yoora-ssi, dan aku harap anda bisa membantuku untuk mengenalkan Sungmin-ssi pada seluruh karyawan di department kita dan sekaligus menunjukkan dimana ruang kerja untuknya,” tuan Kang menambahkan.

“Baiklah kalau begitu, saya permisi dulu tuan Kang,” ujarku sambil membungkukan badan memberi salam.

“Mari Sungmin-ssi, aku antar kau ke ruang kerjamu,” ajakku pada Sungmin. Sungmin lalu beranjak dari duduknya.

“Permisi tuan Kang,” Sungmin membungkukan badan dan mengikutiku yang sudah lebih dulu keluar dari ruangan tuan Kang.

“Sungmin-ssi, aku benar-benar minta maaf, aku sama sekali tidak menyangka kalau usiamu lebih tua dariku,” ujarku saat kami sudah berada diluar ruangan tuan Kang.

“Tidak apa-apa Yoora-ssi, aku sudah biasa dianggap masih anak kecil oleh banyak orang,” jawab Sungmin sambil tersenyum lagi padaku.

“Perhatian semuanya!” ujarku kepada semua karyawan department HRD. Para karyawan yang sedang sibuk dengan urusannya sendiri langsung menghentikan kesibukannya dan memperhatikan aku dan Sungmin.

“Ada karyawan baru yang bergabung di department kita, dan untuk lebih jelasnya, aku persilahkan Sungmin-ssi langsung memperkenalkan dirinya,” ujarku mempersilahkan.

Annyeonghaseo, Lee Sungmin imnida, aku harap kita bisa bekerja sama dengan baik,” Sungmin memperkenalkan dirinya. Semua karyawan bertepuk tangan dan beberapa dari mereka berjalan menghampiri Sungmin dan menyalaminya.

“Aku rasa cukup perkenalannya, sekarang aku akan mengantarkan anda menuju ruang kerja anda,” ujarku, Sungmin mengangguk setuju. Lalu kami berdua berjalan menuju ruang kerja Sungmin yang berada disebelah ruang kerjaku.

“Sungmin-ssi, ini ruang kerjamu yang baru, dan kalau kau membutuhkan bantuan, kau bisa langsung keruanganku yang berada disebelah,” ujarku.

Gamsahamnida Yoora-ssi,” jawab Sungmin.

Ne, Cheonmanyeo Sungmin-ssi. aku permisi keruang kerjaku dulu kalo begitu,” aku lalu berjalan menuju ruang kerjaku untuk menyelesaikan pekerjaanku yang lain.

To be continue

by: the_cuties

10 Comments (+add yours?)

  1. dwii_HanVi
    Feb 13, 2010 @ 02:24:52

    pmlhn kata di crta ini bgs. .
    Tp lbh bgs lg klo bykin dialog’y. Hhe^__^

    Reply

  2. Kelteuk
    Feb 13, 2010 @ 07:34:20

    Sungmi sering dianggep anak kecil…iy seh..abisny dia imut

    Reply

  3. Ami_cutie
    Feb 13, 2010 @ 11:44:31

    umin wajahnya baby face sih..makanya dikira anak kecil..

    lanjutkan! like this!

    Reply

  4. Shinta (NtaKyung)
    Feb 13, 2010 @ 11:59:50

    Sungmin kau itu memang Baby Face bgt…..>o<

    Reply

  5. cii_miinie
    Feb 14, 2010 @ 13:26:49

    umin oppa .
    wajahmu mengalihkan duniaku.
    🙂

    lanjutannya di tunggu.
    🙂

    Reply

  6. the_cuties
    Feb 17, 2010 @ 02:22:37

    Gomawo bwt semuanya yang udah comment…lanjutannya bakalan segera dikirim deh…^^

    Reply

  7. kyuhae_rainie
    Feb 18, 2010 @ 07:07:23

    di tunggu ya lanjutannya…

    Reply

  8. LeeYoora
    Feb 18, 2010 @ 13:14:51

    wahhhhhh gw banget nehhhh secara nama aj sama YOORA wkwkwkwkwwk
    suka….suka….suka…..
    sungmin sarang haeeee
    buat the cuties kamsamhamnida!
    luv uuuu……^_^

    Reply

  9. sungkyulin
    Aug 15, 2011 @ 19:03:00

    umin kn imut2..
    Mka’a sring d sngka ank kcil..
    Kkkkkk~
    Kren chinguu.
    Next part’a q tunggu yahh..
    ^^

    Reply

Comment's Box

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: