Blue Valentine

Fanfic by : Kim Minhee Namaku Kim Minhee. Aku gadis berusia 20 tahun. Anak tunggal dari keluarga Kim. Kedua orang tuaku sudah meninggal karena kecelakaan pesawat 2 tahun lalu. Aku kini hidup sendiri di kota Seoul, Korea Selatan dan ini kisah cintaku. Semua berawal dari pertemuanku dengannya di Rumah Sakit Seoul saat aku sedang ingin menjenguk sahabatku. Flashback Aku berlari menyusuri koridor Rumah Sakit karena aku dengar kondisi sahabatku sedang kritis. Namun aku menghentikan lariku saat aku melihat dia mencoba bangun dan kembali duduk di kursi rodanya. Koridor memang terlihat sepi saat ini. Aku menghampirinya dan membantunya untuk kembali duduk. “lain kali hati-hati ya..aku harus pergi sekarang..biar kupanggilkan perawat untuk membantumu..”tuturku lembut padanya. “ne..gomawo..” jawabnya lemah. Akupun berlalu pergi dan meminta tolong pada salah satu perawat yang ku temui untuk membantunya. Setelah memastikan bahwa kondisi sahabatku baik-baik saja, akupun pamit pulang karena masih ada pekerjaan rumah yang harus ku selesaikan. Aku melihatnya lagi. Sedang duduk termenung di taman Rumah Sakit. Hatiku merasa bahwa aku harus menghampirinya. Akupun melakukannya. “jigiyo,,annyeonghasseyo..” sapaku sambil membungkukan badanku di sampingnya.. Dia menoleh ke arahku dan tersenyum. “annyeonghasseyo..” balasnya dengan senyuman yang hampa. “boleh aku menemanimu?” pintaku padanya. “boleh..silakan” balasnya sambil tetap menatap lurus ke depan. Pandangannya terlihat kosong. Seperti ada sesuatu yang mengganjal di pikirannya. Akupun duduk di sampingnya. “aka…kenapa kau bisa jatuh dari kursi rodamu?” tanyaku padanya. Dia hanya merogoh saku bajunya dan menunjukkan sebuah benda padaku. “cincin ini tadi jatuh..aku ingin mencoba mengambilnya namun ternyata aku tersungkur ke lantai..dan kau datang menolongku..sekali lagi terima kasih untuk itu.” Jelasnya padaku. Matanya kembali menatap lurus ke depan. “kalau boleh tahu,,cincin apa itu? Apa itu cincin pernikahanmu?” tanyaku. “ani,,ini cincin pernikahan ommaku..keunde,,sebelum meninggal omma berpesan padaku bahwa cincin ini harus ku sematkan di jari pengantin wanitaku nanti sebagai cincin pernikahanku dengannya..” terangnya. “jwaesunghamnida,,aku tidak tahu tentang ibumu. Lalu apa masalahmu? Apa kekasihmu itu tidak suka dengan cincin bekas ibumu ini?” aku bertanya lebih dalam. “aniyo..masalahnya,,aku tidak memiliki kekasih itu..mana ada seorang perempuan yang mau menikah dengan laki-laki penyakitan sepertiku?” katanya putus asa. “omo~,,jwaesunghamnida..aku tidak bermaksud untuk membuatmu sedih..kau tidak boleh berkata seperti itu,,setiap manusia di dunia ini sudah memiliki jodohnya masing-masing..jadi kau tenang saja,,pasti akan ada cinta sejati untukmu..” aku memberinya sedikit semangat. “kalau boleh tahu,,kau mengidap penyakit apa?” sambungku. Dia menoleh dan menatapku. Aku menjadi salah tingkah, takut kalau dia tersinggung dengan pertanyaanku barusan. “ani,,kau tidak perlu menjawabnya kalau…..” ucapanku terputus olehnya. “leukemia stadium awal..”jelasnya lagi-lagi sambil menatap lurus ke depan yang membuatku merasa bersalah telah bertanya itu padanya. Aku hanya bisa terdiam menatapnya. Dia menoleh ke arahku. “kau tahu?? Ommaku meninggal karena penyakit ini juga. Dia pergi dengan meninggalkanku satu penyakit yang paling aku takutkan. Terkadang aku merasa marah terhadap omma,,tetapi aku berpikir bahwa ini memang sudah takdirnya..aku harus kuat menerimanya…” jelasnya padaku. Aku tetap terdiam menatapnya. “betul kan? Tak akan ada wanita yang mau menikah dengan seorang lelaki pengidap leukemia sepertiku ini..hehe..”katanya sambil berusaha tertawa Aku hanya bisa bilang… “pasti ada..nal midobwayo..!” aku tetap menyemangatinya. Dia hanya menatapku bingung. Mungkin dia berpikir bagaimana aku bisa begitu yakin sementara dia saja tak yakin? Kemudian dia mengangguk yakin dan tersenyum. Kali ini senyuman yang penuh arti, bukan senyuman hampa yang beberapa saat lalu ku lihat. “HWAITING!!!” teriaknya seraya mengepalkan tangan kanannya. “hwaiting!!” aku mengikuti gerakannya. “omo~~,,aku lupa menyebutkan namaku..Kim Minhee imnida..mannaseo bangabseumnida” “joneun,,Lee Sungmin imnida..bangabseumnida” balasnya. End of flashback Ya, sejak saat itu aku merasa aku menyayanginya dan ingin menjaganya serta terus memberinya semangat. Sejak saat itu pula aku sering mengunjunginya di Rumah Sakit. Senyumannya yang hampa semula, kini mulai pudar. Aku mulai bisa melihatnya tersenyum bahagia. Aku bahagia melihatnya seperti itu. Sesekali ayahnya menjenguknya. Ayahnya seorang militer. Sungmin memaklumi ayahnya yang jarang mengunjunginya karena di sibukkan oleh kewajibannya. Ayahnya menitipkannya padaku. Dengan kata lain aku harus benar-benar merawat Sungmin. Sungmin juga memiliki seorang kakak perempuan yang sekarang sedang bekerja di Jepang. Sungmin bilang, kakaknya akan pulang 1 bulan lagi. Dia tidak sabar menanti kedatangan kakaknya. Sungmin sering bercerita tentang keluarganya, menceritakan hal-hal lucu yang pernah terjadi semasa dia kecil. Kami berdua sering tertawa terbahak-bahak bila Sungmin menceritakan hal yang benar-benar lucu sampai-sampai aku suka lupa kalu ternyata Sungmin bukanlah seorang yang sehat. Hal itu yang kadang membuatku menangis saat sedang melihatnya tertidur pulas pada malam hari. Flashback 1 bulan kemudian “Minhee-ah,,hari ini noona pulang dari Jepang..aku tidak sabar ingin memeluknya..”ucapnya sambil tersenyum. “oya?? Baguslah kalau begitu..noonamu pulang bersamaan dengan hari kepulanganmu dari Rumah Sakit yang semakin hari semakin bau busuk ini..hehe..”aku berkata seraya membereskan pakaian-pakaian Sungmin. Hari ini Sungmin dinyatakan sudah bisa pulang karena kondisinya yang semakin hari semakin baik dan bahkan sekarang dia sudah bisa berjalan sendiri tanpa bantuan kursi rodanya lagi. Aku senang mendengar berita itu. Ayah Sungmin tidak bisa hadir karena tugasnya keluar kota, tapi beliau sudah ku beritahu tentang kepulangan Sungmin. Beliau bilang beliau akan mempercepat kepulangannya. Di rumah Sungmin. “Sungmin-ah……” teriak seorang wanita yang sepertinya adalah noonanya Sungmin. “Noona……” balasnya. Wanita itu menghampiri Sungmin dan langsung memeluknya erat. “kwaencano??” Tanya wanita itu. “ne,,noona..nan jeongmal kwaencana..semua berkat dia..” Sungmin menoleh ke arahku. “annyeonghasseyo..Kim Minhee imnida..” sapaku pada wanita itu. “ne,,annyeonghasseyo..Lee Younghyun imnida..gomawo telah menjaga dongsaengku ini..pasti sangat merepotkanmu ya??” tanyanya seraya mengacak-acak rambut Sungmin. Sungmin memonyongkan bibirnya. Aku hanya bisa tertawa kecil melihat tingkah laku kakak beradik ini. “aniyo onnie..tidak repot untuk menjaganya..aku senang melakukannya..”kataku seraya tersenyum pada Younghyun onnie. End of flashback Hari itu merupakan hari yang paling bahagia bagi Sungmin. Senyumnya yang hampa kini sudah pergi menghilang. Akupun semakin dekat dengannya dan keluarganya termasuk bibi Jung pengurus rumah keluarga Lee. Sampai pada suatu hari Sungmin menyatakan cintanya padaku. Flashback 14 February 2006 “Minhee-ah,,coba kau lihat bintang-bintang itu..”Sungmin menunjuk kea rah langit malam yang memang saat ini dipenuhi bintang-bintang. “waahh,,nomu yeepuhta…” aku terkagum. “ya,,bintang-bintang itu seperti dirimu..coba kau bayangkan langit malam tanpa bintang,,sangat tidak indah..tapi,,dengan bintang-bintang itu langit malam menjadi salah satu hal favoriteku..layaknya kau yang hadir dalam hidupku yang kelam,,andai saja aku tidak bertemu kau saat itu,,mungkin hidupku sudah sangat kelam..tapi kau hadir membawa semangat baru untukku dan menerangi hidupku serta membawa balik senyumku yang sempat hilang..kadang aku bertanya pada Tuhan,,kaulah wanita itu?? Kaulah wanita yang sudah Tuhan ciptakan untukku?? Aku selalu berdoa pada Tuhan agar kau selalu berada didekatku sampai aku mati..aku selalu berharap bahwa kaulah wanita pilihan Tuhan untukku..” Sungmin menatapku dalam. Aku tertegun mendengar kata-katanya. Airmatapun mulai membasahi pipiku. Namun Sungmin lagsung menyekanya. “aku tidak ingin melihatmu menangis..kau adalah bintangku,,kalau kau menangis berarti cahayamu akan redup dan hidupku tak akan bersinar lagi..selama ini aku selalu melihatmu tersenyum,,itulah semangatku..senyummu adalah semangatku..semangat hidupku..jangan menangis yah..”ucapnya lembut sambil menggenggam erat tanganku. Aku mencoba menahan tangisku di hadapannya. Aku mencoba untuk tegar di hadapannya. Sebisa mungkin aku harus bisa. “Ne,,oppa..aku tidak akan menangis lagi..” aku mencoba untuk tersenyum. Tiba-tiba Sungmin berlutut di hadapanku dan menggenggam tanganku. Aku terkejut. “Minhee-ah,,no nae yeoja haejullae??” pintanya padaku. Aku semakin terkejut mendengar permintaannya. Memang benar aku sangat mencintainya tapi aku tak pernah berpikir bahwa Sungmin juga memiliki perasaan yang sama denganku. “ne,,oppa..aku mau..” aku mengangguk kecil sambil tersenyum bahagia. End of flashback Sejak saat itu aku mengawali hariku sebagai kekasih Sungmin. Kami menjalani hari bersama-sama. Aku selalu menemaninya untuk check up ke Rumah Sakit. Kondisinya dinyatakan semakin baik. Kami semua bahagia mendengarnya.. Oya, mulai saat itu aku juga tinggal di rumah Sungmin. Ayahnya yang memintaku, karena bibi Jung sudah sangat repot mengurus rumah yang lumayan besar itu. Terkadang aku juga membantu bibi Jung mengurus rumah. Keluarga ini sudah kuanggap seperti keluargaku sendiri. Aku mencintai keluarga ini. Younghyun memutuskan untuk memutasikan pekerjaannya dari Jepang ke Korea agar dia juga bisa dekat dengan Sungmin dan bisa mengawasinya. Terkadang Younghyun yang membantuku merawat Sungmin saat aku sedang membantu bibi Jung walaupun kadang Sungmin suka menolak bila Younghyun yang merawatnya. Sungmin memang lucu, dia hanya mau jika aku yang merawatnya. Itu sebabnya ayah Sungmin menyuruhku untuk tinggal di rumahnya. Tapi Younghyun tidak pernah marah atau cemburu padaku, dia mengerti bahwa Sungmin sangat mencintaiku dan hanya dengan akulah Sungmin mau berbagi. Aku juga selalu memberinya pengertian bahwa aku tidak bisa selalu menjaganya karena aku harus membantu bibi Jung. Tidak enak jika harus membiarkan Younghyun membantu pekerjaan bibi Jung sementara aku hanya bersantai-santai menjaga Sungmin.. Itu sebabnya saat itu Sungmin sudah bisa menerima bila Younghyun yang harus menjaganya. Aku dan Sungmin selalu merayakan Valentine. Sudah 2 kali Valentine kami rayakan bersama. Valentine pertama kami lewati bersama saat dia menyatakan perasaannya padaku. Valentine kedua kami rayakan dimana pertama kalinya aku membuatkan pudding cokelat untuknya dan ternyata dia menyukainya. Dia bilang valentine berikutnya aku harus membuatkan pudding cokelat untuknya lagi. Hubungan kami berjalan lancar sampai pada saat memasuki tahun ke-2, sesuatu terjadi. Flashback 1 February 2008 Kami sedang tertawa malam ini bersama di balkon rumah Sungmin. Sungmin terlihat tertawa sangat lepas seperti sedang membuang segala masalah-masalahnya. Tapi aku melihat ada yang aneh dengannya. Wajahnya sangat pucat. Apa yang terjadi? Tak lama kemudian darah segar keluar dari hidungnya. Dengan cepat aku menyekanya dan membawanya masuk ke dalam kamar untuk berbaring. Aku panik setengah mati. Dirumah sedang tidak ada orang. Bibi Jung pulang kampung karena anaknya sakit, Younghyun masih berada di kantornya sedangkan ayah Sungmin sedang keluar kota menjalani tugasnya. Aku memutuskan untuk menelepon Younghyun. “Yoboseyo..onnie,,ppali wa….Sungmin oppa mimisan..aku bingung harus berbuat apa..ppali wa,,onnie..aku membutuhkanmu sekarang..” aku menjelaskan panjang lebar pada Younghyun. “Ne,,aku segera pulang sekarang juga..tunggu aku..sekarang kau bersihkan saja darahnya dan suruh dia berbaring serta sumpal hidungnya dengan tissue..itu akan membantu menghentikan darahya..”ucap Younghyun. “Ne,,onnie” aku memutuskan pembicaraanku. Aku mengambil tissue dan menyumpalkannya ke hidung Sungmin. Sungmin hanya tersenyum menatapku. “kau begitu panik..tak perlu panic,,nan kwaencanayo..jeongmal kwaencana..”jelasnya. “bagaimana aku tidak panik?? Ini pertama kalinya kamu mimisan. Besok kau harus check up lagi..arasseo??” “ne,,arasseo..aku ikut padamu saja jagiya..hehehe..” Sungmin mengerlingkan sebelah matanya padaku. “kau ini..sekarang bukan saatnya untuk becanda..sudah,,sekarang cepat tidur..besok pagi kita harus ke Rumah Sakit..” jelasku padanya. 2 February 2008 “bagaimana,,Dok??” tanyaku cemas. Aku merasa ada yang tidak beres. Dan benar saja. “Leukimianya sudah mencapai stadium akhir..”jelas Dokter. DDUUARRRR!!!!! Petir seperti menyambar tubuhku saat kudengar penjelasan Dokter. “keunde…..” “ya,,aku tahu. Sebelumnya kondisi Sungmin memang sangat baik,,ini yang membuatku bingung. Ternyata sel kankernya telah menyebar luas. Aku menyesal harus berkata seperti ini tapi,,waktunya memang tidak lama lagi.” Dokter memotong ucapanku.. “kkotjimal…andwae..andwae..” aku hanya bisa menggelengkan kepalaku sambil memeganginya. “bersabarlah..kami akan melakukan yang terbaik untuk Sungmin..”Dokter mencoba menenangkanku. “bagaimana dengan kemo, Dok?” usulku padanya. Dokter itu menggelengkan kepalanya. “sudah terlambat untuk kemo..bahkan operasi juga terlalu berisiko untuk di lakukan..tapi saya akan memberinya obat agar sel kankernya tidak bertambah banyak..” ucap Dokter. “saya menyarankan agar Sungmin ssi di rawat disini.” Sambungnya. “baiklah, Dok. Lakukan apa yang menurut Dokter terbaik untuk Sungmin. Kamsahamnida.” Aku membungkukkan badanku dan keluar dari ruangan Dokter. Apa yang harus aku katakan pada Sungmin? Bagaimana jika dia mengetahui bahwa Leukimianya sudah mencapai stadium akhir? Oppa,,mianhae. Aku harus mengatakan ini padamu. Ini semua demi kamu, oppa. “jagiya,,kenapa kau termenung seperti itu? Ada apa? Apa ada yang salah dengan kesehatanku? Katakanlah padaku!” Sungmin terlihat panic. “oppa,,aku tidak tahu harus berkata apa. Oppa,,maukah kau menuruti satu permintaanku?” pintaku padanya. “ya, aku mau. Tapi jelaskan dulu padaku ada apa sebenarnya!” pinta Sungmin. “Oppa,,aku mau kau bersedia untuk di rawat lagi di sini..aku mohon,,Oppa..” aku menatap matanya. “mwo?? Kenapa aku harus di rawat? Aku baik-baik saja kan?? Katakan yang sebenarnya!!” pintanya padaku. “oppa,,leukimiamu…..leukimiamu sudah memasuki stadium akhir. Dokter bilang kau harus di rawat di sini..aku mohon agar kau bersedia..karena itu yang terbaik untukmu..aku tahu ini berat untukmu,,untukku juga..tapi kita harus tetap semangat menghadapinya..arasseo??” aku menggenggam erat tangannya seraya mencoba untuk tetap tersenyum di hadapannya. “andwae..andwae…gak mungkin..aku baik-baik saja,,jagi..aku tidak mau di rawat disini..” Sungmin melepaskan genggamanku dan terduduk lemah di kursi koridor Rumah Sakit. Aku duduk di sebelahnya. “ini untuk kebaikanmu juga,,oppa..mengertilah..” bujukku. “baiklah..aku mungkin bisa menerima kenyataan pahit ini tapi tolong,,jangan pinta aku untuk di rawat disini lagi..aku tidak mau,,jagi..aku mau di rawat di rumah saja,,di rawat olehmu. Hanya itu mauku. Aku tahu waktuku hanya sebentar lagi,,makanya aku ingin menghabiskan sisa waktuku hanya denganmu..aku mohon padamu,,jagi..turuti permintaanku kali ini saja..” Sungmin menatap mataku dalam. Aku tidak sanggup lagi mendengar perkataannya. Aku berusaha keras menahan air mataku yang hampir jatuh di hadapannya. Aku memutuskan untuk menuruti permintaannya. Aku meminta izin pada Dokter agar Sungmin boleh di rawat di rumah tetap dengan pengawasan Dokter. Satu minggu lebih Sungmin di rawat di rumah. Aku terus berkonsultasi dengan Dokter tentang kondisi Sungmin. Jujur saja, kondisinya semakin parah. Lingkar hitam mulai tampak di bawah matanya. Wajahnya semakin memucat. Aku takut. Aku belum siap untuk kehilangannya. Setiap malam aku berdoa. Tuhan,,cobaan yang Engkau berikan terlalu berat untuk ku lalui. Jangan kau ambil lagi orang yang ku sayang dan ku cinta. Hanya Sungmin semangat hidupku. Jangan kau ambil dia Tuhan. Tunjukkan kebesaran-Mu. Berikan mukjizat-Mu padanya. Namun,,bila memang Kau harus mengambilnya tolong jangan berikan dia rasa sakit yang teramat sangat. Aku terluka bila melihatnya menderita. Jangan siksa dia Tuhan. Bila memang Kau harus mengambilnya,,nerikan aku kekuatan untuk menerima kepergiannya. Aku mohon Tuhan. Hanya padaMu lah aku memohon. Kabulkan permintaanku ini. Setiap malam aku berdoa dan menangis setiap kali aku melihatnya tertidur. Aku takut dia tidak akan terbangun lagi dari tidurnya. Aku takut untuk kehilangannya. 13 February 2008 Malam ini suhu tubuh Sungmin sangat tinggi. Hampir mencapai 40 . Aku sangat panik. Younghyun mencoba untuk menenangkanku tapi tak berhasil. Aku sangat takut melihat kondisinya. Aku terus mengompresnya sampai panasnya turun, namun suhu tubuhnya tak kunjung turun. Bagaimana ini? Aku duduk di pinggir tempat tidurnya dan menggenggam tangannya erat. “jagiya,,kau tidak perlu repot lagi mengompresku. Biarkan aku pergi..aku sudah bahagia bersamamu..” ucap Sungmin. Air mataku sontak mengalir deras mendengar pernyataannya. ‘oppa,,ijinkan aku menangis kali ini saja..’batinku. “oppa bertahanlah..besok hari Valentine..aku akan membuatkanmu pudding cokelat kesukaanmu..bertahanlah,,oppa..aku mohon,,bertahanlah..”aku menyeka air mataku dan mencoba untuk tersenyum padanya. Aku harus tetap memberinya semangat walaupun itu sulit untuk kulakukan. Genggamanku semakin erat padanya. “jagiya,,menangislah kalau kau memang ingin menangis..sini biar ku peluk..” Sungmin menarikku untuk tidur di pelukannya. Sungmin’s POV Tuhan,,biarkan aku bertahan sampai besok saja. Jangan ambil aku malam ini. Besok aku ingin melamarnya. Ijinkan aku melamarnya sebelum aku pergi meninggalkannya Tuhan. Aku mohon. Aku sangat mencintai wanita dalam pelukanku ini. Aku harus menyematkan cincin itu ke jari manisnya. Beri aku kesempatan untuk melakukannya Tuhan. Sekarang aku percaya bahwa dialah wanita itu. Dialah wanita yang kau ciptakan untukku. Akupun menangis sejadi-jadinya di pelukan orang yang aku cinta itu. Sampai akhirnya Sungmin tertidur pulas. Aku pergi ke kamarku untuk beristirahat. 14 February 2008 Pagi-pagi sekali aku sudah bangun untuk membuat pudding cokelat untuk Sungmin. Hari ini hari Valentine sekaligus Anniversary 2 tahun hubunganku dengannya. Sungmin pasti sangat senang. Aku membawa pudding cokelat berbentuk hati kesukaannya ke dalam kamarnya. Namun saat aku membuka pintu kamarnya. PRRAANNKKKK Piring yang kubawa jatuh ke lantai. Aku melihatnya sudah terduduk lemah di lantai dan bersimbah darah. Lantai di sekitarnya juga penuh darah. Darah mengalir deras dari hidung dan mulutnya. Aku tak tahu harus bagaimana? Aku menghampirinya dan memeluknya. “oppa,,ada apa ini?? Kenapa ini bisa terjadi??” lagi-lagi di rumah tidak ada orang. Akupun tidak terpikir untuk menelepon Younghyun karena yang aku pikirkan adalah bagaimana caranya agar Sungmin selamat. “jagi,,kau tidak perlu melakukan apa-apa..ini saatnya..berikan tanganmu..” Sungmin yang terlihat lemah berusaha menarik tanganku. Cincin itu. Ya, dia menyematkan cincin peninggalan almarhum ibunya ke jari manisku. “aku sudah melamarmu sekarang..kaulah wanita itu..jawaban dari pertanyaanku..wanita yang sanggup menerima keadaanku apa adanya..jaga cincin ini baik-baik yah..Tuhan,,terima kasih atas kesempatan yang kau berikan..kau boleh mengambilku sekarang..”ucapnya sangat lembut. Genggaman tangannya semakin lemah. Dia jatuh di pelukanku. Ya, dia sudah tak bernapas lagi. “oppa!!! Oppaaaa!!!!! Kajimarayo!!!!!!!” tangisku pecah sambil menguncang-guncangkan tubuh Sungmin yang sudah tak bernyawa itu. End of flashback Itulah kisah cintaku. Tanggal 14 February memiliki banyak arti di hidupku. Tanggal dimana pertama kalinya Sungmin menyatakan cintanya padaku, tanggal dimana pertama kalinya aku membuatkan pudding cokelat kesukaannya yang hanya sempat sekali dia makan, tanggal dimana dia melamarku dan tanggal dimana dia pergi meninggalkanku dengan sejuta kenangan indah. Lee Sungmin,,you are my Valentine…… THE END

33 Comments (+add yours?)

  1. Kyu_Vie "SpaIcHi"
    Feb 13, 2010 @ 23:30:33

    (T_T),,,,
    g’ tw mw coment pa!!!

    nice ff!!!

    Reply

  2. Kelteuk
    Feb 13, 2010 @ 23:38:15

    Jiah….akhrny kok begini ?
    Huhuhu

    Reply

  3. qhaa
    Feb 13, 2010 @ 23:42:46

    hiks ..
    hiks ..
    HUWAAAAAAAAH ..
    sad ending ,

    T,T

    Reply

  4. Haemin love minnie
    Feb 13, 2010 @ 23:58:01

    Aku jga tak tau hrus brkta apa..
    OPPA!!DON’T LEAVE ME, PLEASE!!

    Reply

  5. DJ.merr
    Feb 14, 2010 @ 00:13:30

    Sad ending.!
    Huuaaah *nangis d pojokan*

    Reply

  6. Raeminshi-wonie
    Feb 14, 2010 @ 00:47:19

    Hiks, hiks.. Crta’y sdih,. Mngharukan… TOT

    Reply

  7. ntakyungdanntiekyu
    Feb 14, 2010 @ 01:49:51

    Hwa…. Hikz, Hikz……T_T
    Koq sad Ending sich….??>o<

    Reply

  8. Minnielf
    Feb 14, 2010 @ 02:44:18

    Annyeong smua..
    Gmn ffku? *author kluar..hihi*
    sdih ya?? Huhu..ak jg bkin’y mpe mewek”..hiks..
    Gomawo udh comment ya..tar ak kirim ff”ku slanjut’y..smoga pd suka..^^

    Reply

  9. Minnielf
    Feb 14, 2010 @ 02:53:19

    Btw..ffku kok uncategorized + gak ada tags’y ya? Hihi..*protes aja lw*

    Reply

  10. A Lin
    Feb 14, 2010 @ 03:30:06

    Aish! I HATE VALENTINE!
    Tp ffny bgs kok.

    Reply

  11. Ami_cutie
    Feb 14, 2010 @ 04:17:50

    hils..hiks..huaaaaaa!!!!!!

    asli bener2 dah ni ff…
    untung belum ampe mewek..

    share more..nice ff…

    Reply

  12. thand Wonnie
    Feb 14, 2010 @ 04:32:34

    Umin oppa .. T,T

    Reply

  13. dwii_HanVi
    Feb 14, 2010 @ 04:58:16

    T__T
    Beuh, nglamar + ninggalin d’hr yg sm. . Yg bnr aja. . -__-”
    Hx

    Reply

  14. rhie_chul
    Feb 14, 2010 @ 06:59:35

    waduuhhh….
    ending’a bikn t’haru…. TT_TT
    kbahagiaan am kesdihan dtang d’saat itu j9a….

    Reply

  15. Minnielf
    Feb 14, 2010 @ 07:10:10

    Gomawo buat yg udh comment 1st ffku nie ya..^^

    Reply

  16. cii_miinie
    Feb 14, 2010 @ 14:11:58

    umin oppa !!
    kenapa kau meninggalkan ku.

    bgus baget ni cerita.
    ampe nangis bacanya.

    kok kbanyakan FFnya umin oppa sedih trus y . .?!

    Reply

  17. heechie
    Feb 14, 2010 @ 14:52:38

    agak susah bacanya, g da space sih~~~

    tapi~~~
    sumpah, menyentuh ffnya~~~

    agak g suka ma sad ending sih, *benci musti nangis2 di depan laptop*
    tapi it’s okelah~~~

    nice ff, sharemore

    Reply

  18. Minnielf
    Feb 14, 2010 @ 16:04:27

    @heechie: mianhae,,sbnr’y ak bkin’y udh d ksh spasi + enter tp gak tw knp pas d publish jd kya gni..
    Ak bkin’y paz lg melow,,jd sad ending deh..hehe..
    Mian klo jelek ff’y cz 1st ff..
    Gomawo udh comment yaa..^^

    Reply

  19. sungmin-lover
    Feb 15, 2010 @ 12:32:26

    hiks…hiks…jadi kangen ama akang umin…

    Reply

  20. fishy
    Feb 15, 2010 @ 14:00:50

    hua. nice ff on.. sedih bgt ceritanya..

    Reply

  21. Minnielf
    Feb 15, 2010 @ 14:32:06

    Gomawo..jeongmal gomawo..^^
    klo pd sk ffku,,tar ak kirim lg k blog nie..hehe..
    Mdh”an pd suka ya..^^
    slm knal..ak dinda..19 y.o..^^

    Reply

  22. fishy
    Feb 17, 2010 @ 08:17:39

    iya… kirim yang banyak.. tentang sungmin yah… heheh salam kenal namaku pipit… baca ff Q yah yang judulnya 5 days with you.. hahah promosi

    Reply

  23. kyuhae_rainie
    Feb 18, 2010 @ 05:47:15

    hikkkk hikkkkk *nangis bombay*
    sdih bngt nih ff nya
    kren kok…. gw gak bisa byangin lihat wajah sungmin pucat.
    gak gw gak mw bayanin

    Reply

  24. arachocolateumin*
    Feb 24, 2010 @ 08:54:08

    huaaa!! ak nangis!! parahh, g mau uminku mati. huhu. krain happy ending, tauny sedih bgni. T.T

    Reply

  25. minnielf
    Feb 25, 2010 @ 13:03:58

    mianhae readers..ff’y mngecewakan ya?? huwaaa…mianhae..nie ff ptamaku..tar ak coba kirim yg lbh baik lagi ya..

    hajiman,,gomawo for the comments..^^

    Reply

  26. ebbeehh
    Jul 09, 2011 @ 23:01:32

    1 kata :
    GREAT!

    Reply

  27. Nurul Lathifah Kidiw (@cassielf3424)
    Aug 21, 2011 @ 02:31:50

    author…!!!
    author udah buat aku nangis2 subuh2 neh.. kamar aku banjir skrg huahaaaaa T_T …

    ffnya great!! daebak bgt!! 😥 :’)

    Reply

  28. iin
    Oct 13, 2011 @ 10:44:44

    huaaa………nangis…

    Reply

  29. Wonnie
    Dec 30, 2011 @ 17:13:36

    Ffx bgus thor.

    Hikz hikz hikz ;( sdihx
    ni ff prtma yg bkin aq ngiz
    sad ending

    Reply

  30. kim_yonghee
    Jun 01, 2012 @ 15:57:48

    hwaaaa!!!

    Reply

  31. retha_chan
    Jun 22, 2012 @ 13:30:56

    sedih…. T_T”

    Reply

  32. Pink Sista
    Jul 06, 2013 @ 01:15:29

    Uuuhhh sedih bgt sih ceritanya u,u
    Bagus bgt thor! Bikin lagi donk tapi tokoh utamanya kyuhyun pliss wkwk
    Ceritanya di sedihin aja ya..
    Sekali lagi, keren dan feelnya dapet bgt!!!

    Reply

  33. Icha
    Mar 02, 2015 @ 21:39:41

    Hwaa.. sad ending..
    Tapi ceritanya bagus, nyentuh banget..

    Reply

Comment's Box

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: