Always Love You ~Part 2~

Aku mengunci pintu kamarku dan menghela napas panjang sekali. Akupun merebahkan diriku di kasur. Mengenang kejadian 6 tahun lalu. Saat itu aku sedang berwisata ke Mokpo bersama keluarga besarku. Di sana kami berlibur sekaligus merayakan ulang tahunku yang 14.

Aku, Heechul-oppa, Heejin-eonni, dan sepupu-sepupuku yang lain bermain-main di pantai. Dan orangtua kami berada di villa dekat pantai itu.

Saat aku ingin mengambil barangku yang ketinggalan di villa. Tanpa sengaja aku mendengar perbincangan appa, umma, dan ahjumma-ahjussi. Awalnya aku tidak mengerti apa yang mereka perbincangkan. Sampai mereka terus menyebut-nyebut namaku dan panti asuhan. Aku makin tidak mengerti apa yang mereka perbincangkan.

Langkahku untuk masuk villa jadi terhenti. Aku lupa akan niatku mengambil barangku yang tertinggal. Sampai Heechul-oppa datang dan menarikku pergi dari tempat itu. Tapi sepertinya appa, umma, dan ahjumma-ahjussi tidak menyadari keberadaan kami saat itu.

Aku tidak tahu ke mana Heechul-oppa membawaku. Karena sepanjang perjalanan aku hanya diam terpaku. Bengong karena masih tidak mau mempercayai itu semua.

Tidak mau mempercayai bahwa appa-umma yang sangat baik padaku itu bukanlah orangtua kandungku. Tidak mau mempercayai bahwa orang yang sedang membawaku kini bukanlah oppa-ku. Tidak mau mempercayai bahwa Heejin-eonni bukanlah eonni-ku.

Saat langkah Heechul-oppa terhenti, kami sudah berada di pantai dengan pemandangan yang sangat indah. Sekeliling pantai itu adalah tebing. Pantainya sangat sepi. Aku tidak tahu dari mana Heechul-oppa dapat mengetahui tempat itu. tiba-tiba saja Hechul-oppa menarikku duduk di sampingnya.

“Kalau ingin menangis, aku pinjamkan pundakku,” katanya sambil menepuk pundaknya. Aku hanya tertawa pelan dan meletakkan kepalaku di pundaknya. Tapi air mataku tidak ada yang jatuh. karena bosan, akupun bangkit dari duduk dan berlari kecil ke arah ombak.

“Hei, aku kira kau akan menangis!” kata Heechul-oppa mengejarku. “Buat apa?” tanyaku sambil bermain air. “Karna kejadian tadi,” tiba-tiba dia berhenti mengejarku. Aku membalikkan badanku dan menatapnya, “Jadi oppa sudah tahu hal ini dari dulu? Jahat!”

“Bagaimana aku tidak tahu? Kau itu di adopsi appa dan umma saat umurku 6 tahun. Saat itu aku memang masih anak kecil, tapi aku sudah mengerti hal itu,” katanya. Aku hanya terdiam saat Heechul-oppa mengatakan ‘adopsi’. Berarti benar aku bukanlah anak appa dan umma.

Heechul-oppa mendekatiku. “Mian,” katanya lembut sembari memelukku. Entah kenapa air mata yang sedari tadi tidak bisa keluar tiba-tiba mengalir deras, “Kenapa appa dan umma mengadopsiku?” “Karna kau adalah anak dari sahabat umma. Dan orangtua kandungmu meninggal karna kecelakaan, kuburannya dekat sini. Kau mau ke sana?” Heechul-oppa menenangkanku.

Aku hanya mengangguk pelan. “Besok, yah. Besok kita akan ke sana. Sekarang sudah sore,” kata Heechul-oppa sambil membawaku duduk di pinggir pantai. Dari sana kami dapat melihat sunset yang sangat indah. Kami duduk berdampingan. Kepalaku menyender di pundaknya. Dan tangannya mengelus pelan kepalaku.

“Kenapa oppa tahu banyak hal?” tanyaku saat kami sedang menikmati sunset. “Aku bertanya pada umma,” jawabnya. “Kenapa appa dan umma tidak mau jujur padaku?” tanyaku lagi. “Mereka tidak mau kau terluka dan karena mereka sudah menganggapmu sebagai anaknya sendiri,” jawabnya.

“Oppa, oppa akan terus menjadi oppa-ku kan..?” tanyaku lagi. Heechul-oppa menoleh ke arahku dan tersenyum lembut. “Tentu saja,” katanya sambil mengecup keningku.

“No.. Chouno..” panggil Heechul-oppa pelan. Saat kubuka mataku, sekeliling kami sudah berubah menjadi gelap. “Kita harus balik ke villa sekarang,” Heechul-oppa bangkit dari duduknya. Kamipun kembali ke villa. Keadaan di villa sangat heboh. Mereka mengira kami nyasar.

Saat kembali, umma memelukku hangat. Walau dia bukan umma kandungku, dia memperlakukanku layaknya anak kandungnya sendiri. Dan sejak itu aku bertekad untuk melupakan kejadian tadi. Aku akan pura-pura tidak tahu bahwa aku bukanlah anak kandung mereka.

Keesokan harinya. Villa sangat sepi. Hanya ada aku, Heechul-oppa, dan housekeeper. Aku lalu mendekati Heechul-oppa yang saat itu sedang membaca buku di sofa. “Oppa, oppa janji akan membawaku ke kuburan orangtuaku,” kataku sedikit berbisik. Takut housekeeper itu mendengarnya. Heechul-oppa menoleh ke arahku, “Kau mau pergi sekarang?” Aku mengangguk mantap.

Ternyata memang sangat dekat dengan villa kami, tidak ada 5 menit kami berjalan kaki, kami sudah sampai kuburan orangtuaku. Di atas nisan orangtuaku. Aku melihat banyak bunga yang masih segar. Saat kulihat tanggal yang tertera di nisan itu, ternyata mereka meninggal tanggal 12 november 1989, tepat hari ini, di hari ulang tahunku.

Tiba-tiba saja Heechul-oppa memakaikan kalung putih berliontinkan huruf ‘C’. “‘C’ untuk Chouno dan Chulie,” katanya terkekeh. Untung saja Heechul-oppa membelakangiku. Kalau tidak, dia pasti bisa melihat wajahku yang seperti kepiting rebus.

“Ngg.. Gomawo oppa.. Aku mau beli bunga dulu ya..” kataku sambil beranjak pergi. Tapi tiba-tiba saja tangan Heechul-oppa menahanku. DEG! Entah kenapa jantungku berdebar, “Ada apa, oppa?” “Eh, tidak kok, jangan lama-lama ya,” katanya gugup. Aku jadi heran dengan kelakuannya.

Setelah kami menaruh bunga dan berdoa, kamipun kembali ke villa. Ternyata di villa semua keluarga besar sudah berkumpul. Di tengah-tengah ruang tamu yang cukup luas itu terdapat kue yang sangat cantik. “Saeng-ireul chukahada, Chouno..!” kata mereka serempak.

Heejin-eonni menarikku dan mengambil posisi di depan kue. “Ayo, tiup lilinnya,” katanya. Saat aku ingin meniupnya, Heejin-eonni menghentikanku, “Chouno, make a wish dulu dong.” Aku hanya menyengir ke arahnya dan memejamkan mata, ‘Semoga aku selalu bisa bersama keluarga ini.’

Kami menghabiskan hari itu dengan bahagia. Saat malamnya, kami keluar villa dan bermain kembang api. Saat aku sedang duduk sendiri mengamati kembang apiku, tiba-tiba Heechul-oppa menghampiriku.

“Bagaimana hari ini?” tanyanya sembari mengambil posisi duduk di sampingku. Aku menoleh ke arahnya sebentar dan melanjutkan mengamati kembang apiku. “Senang,” jawabku singkat.

Karena kembang apiku sudah habis, aku ingin mengambil yang baru dari dalam villa. Tetapi tiba-tiba Heechul-oppa memanggilku, “Chouno.” “Ada apa, oppa?” aku menoleh ke arahnya. “Nan neol saranghaeyo..” katanya pelan. Tapi kata-kata itu mampu membuat jantungku berdebar kencang.

“Aku juga, oppa..” balasku sambil tersenyum. Aku lalu masuk ke dalam villa dengan langkah cepat. Mulai detik itu aku baru menyadari bahwa aku menyukai Heechul-oppa sebagai lelaki, bukan sebagai kakak.

Semenjak itu, aku dan Heechul-oppa  jarang bertemu karena pekerjaan Heechul-oppa yang mengharuskan dia keluar dari rumah kami. Kini dia memiliki apartemen sendiri bersama rekan-rekannya.

Sebetulnya, saat kuliah, aku ingin sekali keluar dari rumah itu, bukan karena aku tidak nyaman dengan appa dan umma, tapi karena aku ingin mandiri. Tapi karena Heejin-eonni pindah keluar negeri mengikuti suaminya, aku tidak tega meninggalkan appa dan umma berdua saja di rumah.

*** kembali ke zaman sekarang***

Aku terbangun dari tidurku. Saat kullihat jam, ternyata sudah jam 3 pagi. Dan karena aku haus, aku beranjak dari tempat tidurku dan menuju dapur. Saat aku melintasi kamar Heechul-oppa, kamarnya tidak tertutup rapat dan aku melihatnya tertidur di meja.

‘Kenapa dia tidak tidur di kasur,’ pikirku. Kerena tidak mungkin aku membopongnya ke kasur, aku berinisiatif untuk menyelimutinya. Saat aku menyelimutinya, aku melihat dia sedang memegangi foto kami berdua saat dia ingin menjalani audisi. Aku juga memajang foto yang sama di kamarku.

“Ung.. Chouno?” sepertinya dia terbangun. “Mian, oppa. Aku membangunkanmu, ya? Kenapa oppa tidak tidur di kasur?” tanyaku. “Uh.. Aku ketiduran. Jam berapa ini?” dia mengucek matanya. “Jam 3 pagi,” jawabku.

“Sedang apa kau jam segini?” tanyanya lagi. “Aku terbangun, oppa. Dan aku haus, aku baru mau ke dapur saat melihat oppa tertidur di meja,” “Dan kau memakaikanku selimut? Gomawo,” katanya memotong bicaraku.

Kami terdiam sesaat sampai akhirnya Heechul-oppa berkata, “Katanya kau haus, sana gih ke dapur. Mian, aku mau tidur lagi. Kali ini aku akan tidur di kasur kok. Good night.” Dia mengecup keningku. Entah kenapa, setiap kali dia bertindak seperti itu, jantungku berdetak lebih kencang dari biasanya. Rasa sukaku padanya belum berubah. Dari dulu, sampai sekarang. ‘Nan neol saranghaeyo, oppa’ kataku dalam hati.

to be continued..

created by : nurul a.k.a heenukyu~

nb : mkasi yah buat para admin yg uda mo publish^^

mkasi jg buat para reader~

10 Comments (+add yours?)

  1. Shinta (NtaKyung)
    Feb 19, 2010 @ 14:48:58

    Omo~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
    Ichul Oppa romantis bgt……^^
    Tumben dya mau necup kening cwe………
    Biasa uga nyosor mulu ke cwo…..
    wkwkwkwkwkwk……^_____^
    Lanjutkan………………….^^

    Reply

  2. ciiciiminie
    Feb 19, 2010 @ 15:10:55

    heechul oppa keren banget di ni FF.
    sio sweet banget.
    lanjutannya di tungggu .
    🙂

    Reply

  3. yuee_chan
    Feb 19, 2010 @ 15:41:06

    heechul oppa.. neol saranghaeyo~
    *dipeluk ichul erat2…
    *digampar chouno, narik2 ichul… jauhin ichul dri gue

    pokonya mah asal ff tentang hee oppa gue uda seneng+suka…
    thumbs up!! ^^

    Reply

  4. thand Wonnie
    Feb 19, 2010 @ 16:34:42

    omo !
    Icul oppa ..
    Udah tobat yak ?
    Hehehe ..

    Reply

  5. Abbie
    Feb 19, 2010 @ 20:33:23

    Oppa sweet bngt deh.aq jg cinta padamu oppa ^0^

    Reply

  6. Riery_Raiheechul
    Feb 19, 2010 @ 23:08:49

    Chul 0ppa baik bgt,lembut bgt, r0mantis bgt,,
    aku jg dikash kalung l0h ma chul 0ppa, li0ntnny ‘c’ jg, c untuk chulie n ci riery *mupeng n ngarep bgt,, smbl dij0t0sin ma istri2nya yg laen.

    Nice ff.
    Ditunggu lnjtnnya y,,

    Reply

  7. dwii_HanVi
    Feb 19, 2010 @ 23:26:15

    wuaa. . Romantis bgt chul oppa. .

    @riery. . Ci riery? Hhaha, brati aqu jg bs. . Ci dwi . . (dtampol riery smbl blg, ikut2an ajja u)

    Author-ssi, ayo lnjtkan. . ^_^

    Reply

  8. Ami_cutie
    Feb 20, 2010 @ 01:08:03

    kyaaa..chullie romantis bener di sini…
    so sweet

    lanjutkan!

    Reply

  9. Riery_Raiheechul
    Feb 20, 2010 @ 04:15:14

    @dwi : ntar ditamp0l di d0rm 0k,

    Reply

  10. princessnawon2
    Feb 20, 2010 @ 04:27:51

    Omo akhrna oppa gw 1 ne bisa agak normal jg*tampol ama bini2na wkwkwk

    Oppa hahaha mank genit ne dsini ckckck

    Reply

Comment's Box

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: