L.O.V.E

Coffee’s House. Nama itu terpampang jelas di depan mataku kini. Yup! Saat ini aku sedang berada di depan sebuah cafe yang bernama Coffee’s House. Siang ini, aku punya janji dengan sahabatku, Myung-Hee, di sini.

”Mianhae, aku telat !” kataku memohon maaf, saat aku melihat Myung-Hee sudah menunggu di salah satu meja.

”Tak apa. Aku juga baru datang !” kata Myung-Hee.

Setelah itu, aku dan Myung-Hee langsung memesan minuman, Cappucinno Coffee.

”Jadi, apa masalahmu, sampai kamu harus curhat di depanku langsung. Biasanya saja, kamu curhat padaku lewat telepon,” tanya Myung-Hee.

”Siwon Oppa apa kabar yah ? Sudah lama dia tidak meneleponku,” kataku.

”Mengapa bertanya kepadaku ?” Myung-Hee jadi bingung.

”Yah, karena kamu kan saudara sepupunya,” balasku.

”Mungkin dia sibuk. Dia kan sudah di kelas 12, pasti sibuk belajar untuk ujian” kata Myung-Hee.

Siwon Oppa. Dia adalah cowok yang saat ini sedang aku taksir. Dia juga sepupunya Myung-Hee. Dia berbeda sekolah denganku dan Myung-Hee. Perkenalanku dengan Siwon Oppa terjadi sewaktu aku pergi ke Pentas Seni Seoul Senior High School. Di sana, dia menjadi salah seorang anggota band yang mengisi acara. Dia menjadi drummernya. Kesan pertamaku waktu melihatnya adalah, dia terlihat cakep, misterius dan cool. Sewaktu dia selesai tampil Myung-Hee menyapanya dan mengenalkan  Siwon Oppa kepadaku, sebagai sepupunya. Dari sana aku mulai bertukar nomor handphone dengannya. Yang paling membuatku senang, Siwon Oppa belum punya pacar, jadi aku bisa pedekate dengan dia. XD  Siwon Oppa juga sering meneleponkudan mengirimiku sms. Kami juga sempat beberapa kali jalan bersama. Aku juga nyambung kalau mengobrol dengannya. Semoga aku dan Siwon Oppa memang jodoh….Hehehehehe….

Namun, belakangan ini, aku dan Siwon Oppa tampak semakin jauh. Siwon Oppa sudah jarang menelepon dan meng-sms-ku.

”Myung-Hee, apa Siwon Oppa sedang  dekat dengan cewek lain yah ?” pikiranku mulai ngawur.

”Wah, nggak lah dia baik kok. Tidak mungkin dia berbuat seperti itu. Dia orangnya setia lho. Dan, kalau dia mendekatimu, kemungkinan besar dia memang menyukaimu,” Myung-Hee berusaha  membela sepupunya.

”Aduh bagaimana caranya  yah, biar bisa contact lagi dengannya ?”

”Oh iya, bagaimana kalo minggu depan, hari Sabtu kita sama-sama ke rumahnya. Sabtu minggu depan itu hari ulang tahunnya Siwon Oppa lho,” Myung-Hee memandangku dengan semangat.

”Boleh juga usulmu Myung-Hee!” aku menyetujui usul Myung-Hee tersebut.

Aku ingin sekali memeberikannya hadiah. Berhubung aku pintar memasak, sepertinya, aku akan membuatkannya kue ulang tahun untuknya.

Selama 2 hari ini aku mulai browsing di internet, mencari resep kue.  Mmm… sepertinya  Chocolate and Cappuccino Cake ini enak. Baiklah, aku akan membuat ini saja.

***

Sabtu ini, aku bangun jam 5 pagi , dan itu adalah rekor bangun terpagiku kalau sedang libur. Saat ini, aku sudah berada di dapur untuk membuat Chocolate and Cappuccino Cake yang akan aku berikan kepada Siwon Oppa hari ini. 2 jam sudah berlalu dan…. taraaa… kuenya sudah jadi. Baru selesai membuat kue, kira-kira jam 7, Grizzel tiba-tiba meneleponku.

“Yoboseyo, Mee-Yon ah… Sepertinya kita batalkan saja acara datang ke rumah Siwon Oppa hari ini,” kata Myung-Hee dengan nada datar di seberang telepon sana.

“Yah, kenapa begitu ?” aku kesal dengan pernyataan Myung-Hee tadi.

”Masalahnya…..masalahnya….dia sibuk katanya,” jawab Myung-Hee lagi dengan terbata-bata. Aku yakin pasti ada yang disembunyikan oleh Myung-Hee. Aku tahu caranya bicara kalau sedang berbohong.

”Kau bohong Myung-Hee ah…. aku tidak percaya dengan apa yang tadi kau katakan. Ayolah ! Ada apa sebenarnya ?” aku menjadi bingung di sini.

Tiba-tiba aku mendengar banyak suara menangis sesenggukan di sekitar tempat Myung-Hee sedang meneleponku.

”Hei, kau sedang ada di mana sekarang ? Kog banyak orang sedang pada menangis!” tanyaku bingung.

”Aduh, aku memang tidak pintar berbohong, apalagi berbohong padamu. Hiks…hiks…hiks…. ,” tiba-tiba suara Myung-Hee juga berubah jadi sesenggukan.

”Ka…kau…kenapa sih ?”aku jadi panik mendengar sesenggukan suara Myung-Hee.

”Si…Siwon Oppa…pingsan di rumahnya….A…aku… sedang bersama keluargaku di Seoul Hospital….Hu..hu..hu…,” kata Myung-Hee terbata-bata.

”Aku akan ke sana sekarang juga. Tunggu aku yah !” aku menenangkan Myung-Hee. Aduh aku panik. Aku segera masuk ke kamar mandi, dan mandi bebek.

***

”Myung-Hee !” panggilku ke arah Myung-Hee.

“Hu….hu…..hu…,” Myung-Hee menangis sesenggukan.

”Sebenernya Siwon Oppa kenapa sih ? Aku masih tidak mengerti,” aku bertanya pada Myung-Hee heran.

”Ternyata Siwon Oppa itu sakit parah dan aku baru tahu kemarin. Sebaiknya, kamu aku ajak menobrol dengan Bibi Kyung-Soon saja, Ummanya Siwon Oppa, biar jelas,” kata Myung-Hee.

Aku mengikuti langkah Myung-Hee, yang mendekati seorang wanita yang sedang duduk. Wajahnya keibuan. Dari air mukanya, aku tahu, beliau sedang panik. Ada air mata yang mengalir di pipinya.

”Bibi, Mee-Yon sudah datang,” kata     Myung-Hee pada Bibi Kyung-Soon sambil memegang pundak beliau.

”Oh, ini yang namanya Mee-Yon ?” tanya Bibi Kyung-Soon.

”Anyeonghasseyo Mee Yon imnida,”kataku sambil membungkuk ke arah Bibi Kyung-Soon.

”Kamu memang cantik seperti kata Siwon. Gomawo karena kamu sudah mau datang ke sini. Hhhhh…. ,” Bibi Kyung-Soon menghela napas.

”Sebenarnya Siwon sudah lama sakit leukemia. Sudah dari 2 tahun yang lalu. Sejak dia tahu dia terkena leukimia, dia jadi lebih pemurung. Dia membenci tubuhnya yang lemah karena penyakit ini. Tapi dia tidak mau menyerah karena penyakit ini, dia berusaha melakukan semua hal yang masih bisa dia lakukan sekarang ini. Termasuk, mengikuti kegiatan band di sekolahnya dan jadi drummernya. Dari kecil, Siwon memang suka bermain drum.”

”Sejak sebulan yang lalu, dia terlihat lebih ceria. Siwon cerita kepada Bibi kalau dia sedang dekat dengan seorang cewek yang namanya Mee-Yon. Siwon bilang, dia merasa senang saat sedang bersamamu. Bibi senang sekali karena dia bisa deket dengan seorang cewek. Bibi yakin sekali kalau Siwon sudah jatuh hati dan sayang kepadamu.”

”Menurut Bibi, kamu pasti cewek yang istimewa, karena  selama ini, dia nggak mau dekat dengan cewek manapun, karena Siwon tidak mau cewek yang dekat dengannya nanti akan repot mengurusi dia yang sakit dan menangis kalo tahu dia meninggal suatu saat nanti. Sejak bulan lalu, dia cerita pada Bibi, kalau dia memutuskan untuk menjauhi kamu. Karena dia kasihan melihatmu yang nanti harus repot mengurusi dia yang sakit dan menangis buatnya kalo dia meninggal nanti. Sejak saat itu juga, Siwon kembali jadi pemurung. Kemarin malam, Siwon tiba-tiba mimisan banyak, lalu pingsan. Bibi panik dan langsung membawa dia ke rumah sakit,” cerita Bibi Kyung-Soon.

Aku tidak bisa berkata apa-apa. Mataku berkaca-kaca. Aku sedih sekali mengetahui tentang hal ini. Ternyata Siwon Oppa sakit leukemia selama ini. Dan aku tidak tahu apa-apa. Sebenarnya, aku suka bingung melihat muka Siwon Oppa yang pucat kalau sedang jalan bareng bersamanya. Tapi aku mengabaikannya begitu saja. Padahal, itu petunjuk kalau dia sakit…..

”Di mana keluarganya Choi Siwon ?” tanya dokter yang keluar dari ruang UGD.

”Saya… saya Ummanya… ,” kata Bibi Kyung-Soon.

”Kondisinya sudah stabil saat ini. Perawat sedang memindahkannya ke ruang perawatan biasa. Sekarang dia sudah bisa ditemui”, kata  dokter.

”Gomawo, Dok !” kata Bibi Kyung-Soon.

”Mee Yon, ayo kita lihat kondisi Siwon,” kata Bibi Kyung-Soon, sambil memegang tanganku.

”Iya, Bi !” aku menyahut dengan sopan.

Bibi Kyung-Soon, aku, Myung-Hee, dan anggota keluarga Siwon Oppa yang lainnya, menuju ke ruang perawatan biasa. Di sana aku bisa melihat Siwon yang sedang berbaring. Muka cakepnya, terlihat pucat. Matanya tertutup, sepertinya ia sedang tertidur. Di tangannya ada infus yang terpasang.

”Siwon, Umma bersyukur banget kamu nggak apa-apa,” kata Bibi Kyung-Soon yang saat ini duduk di kursi yang ada di sebelah ranjang rumah sakit, sambil memegangi tangan Siwon Oppa.

”Siwon Oppa, aku sekarang di sini bersama Mee-Yon, kau harus cepat bangun yah,” kata Myung-Hee, sambil memegang pundakku.

Nggak lama kemudian, mata Siwon terbuka. Siwon melihat ke arah ummanya, lalu melihat ke arah anggota keluarganya yang sedang berkumpul, dan juga melihat ke arahku.

”Di mana ini ?” tanya Siwon Oppa bingung.

”Kemarin setelah mimisan kamu pingsan. Sekarang kamu ada di rumah sakit”, kata Bibi Kyung-Soon menjelaskan pada Siwon Oppa yang bingung.

”Oh gitu… Eh, mengapa kamu  bisa ada di sini juga, Mee-Yon ?” tanya Siwon Oppa kepadaku.

”Aku mendapat kabar kalau Oppa masuk rumah sakit”, jawabku.

”Pasti Myung-Hee deh yang minta kamu buat datang,” kata Siwon Oppa lagi.

”Nggak,  Umma yang minta Mee-Yon yang datang. Menurut Umma, seharusnya kamu jujur sama perasaan kamu sendiri. Kamu jangan menghindar dari Mee-Yon seperti ini terus dong !” kata Bibi Kyung-Soon sambil mengelus kepala Siwon.

”Bi, bagaimana kalau kita membiarkan mereka bicara berdua saja,” Myung-Hee berbisik pada Bibi Kyung-Soon. Aku menyikut Mee-Yon dengan sikuku. Aku bingung kalau aku ditinggal dengan Siwon Oppa, aku harus bicara apa dengannya.

”Iya, ayo kita semua keluar dulu,” Bibi Kyung-Soon menyetujui ide Myung-Hee.

Setelah semua orang keluar, ruangan ini jadi hening sejenak. Sampai akhirnya…

”Aku mau ngomong sama kamu !” kataku dan Siwon Oppa bersamaan.

”Kamu duluan saja Oppa…”kataku.

“Kamu duluan saja, cewek duluan…”kata Siwon Oppa.

“Gomawo Siwon Oppa. Gini, kenapa sih kau menghindariku  belakangan ini ? Aku tuh jadi ngerasa kehilangan kamu,” kataku langsung.

“Pasti Umma-ku sudah cerita ke kamu kan kalau aku sakit leukemia. Selama ini aku nggak mau deket sama seorang cewek pun. Aku takut dia sedih kalau nanti bakalan kehilanganku. Dan, saat aku ketemu denganmu, aku nggak bisa menghindarimu, karena aku merasa nyaman bersamamu,” kata Siwon Oppa

”Kalau gitu, please jangan hindari aku dong. Apa kau nggak tahu, aku bingung banget karena Oppa tiba-tiba menjauh dariku,”aku mulai menangis.

”Aku maunya nggak menghindarimu, tapi aku takut kalau cewek yang aku sayang, yaitu kamu, akan nangis, melihat kalau aku nggak ada lagi. Aku tahu sekali, penyakit leukemia ini bakal memperpendek umurku.”kata Siwon Oppa tegas.

”Oppa, jangan ngomong gitu dong. Buktinya hari ini umur Oppa bertambah kan. Ini hari ulang tahunmu. Aku tulus sayang sama Oppa. Aku pasti sanggup ngejagain Oppa dalam kondisi apapun. Aku nggak peduli walaupun kondisimu yang sakit akan membuatku repot.. Kau harus bisa bertahan demi aku yah, karena yang aku tahu, aku juga sayang sama Oppa”, aku berusaha meyakinkan Siwon Oppa.

“Iya, hari ini hari ulang tahunku. Dan, memang umurku bertambah. Tapi aku takut kalau tahun depan, aku nggak bakalan bisa ada di sisi kamu lagi. Bagaimanapun juga, sekarang aku nggak bisa lagi ngebohongin perasaanku, aku tersiksa. Jadi, sekarang mau nggak kamu jadi cewekku ?” kata Siwon Oppa yakin.

”Aku mau… ,” jawabku yakin juga.

Aku senang banget karena Siwon Oppa akhirnya percaya sama aku. Dan, sekarang akhirnya aku jadi ceweknya Siwon Oppa. Aku senang karena dia sudah mau jujur sama perasaannya. Aku janji, akan selalu ada di sisinya bagaimanapun keadaan dia.

”Saranghae Siwon Oppa….” ucapku dalam hati dengan gembira. Kemudian aku meraih tangan Siwon Oppa dan melihat ke arah matanya. Di matanya juga ada sorot kegembiraan.

***

2 hari ini, aku rajin menjenguk Siwon Oppa. Aku lebih sering menjenguknya pada sore hari sampai malam hari, karena sewaktu pagi sampai siang aku harus ke sekolah.

Malam ini, aku sedang berada di rumah sakit. Siwon Oppa mengajakku ke taman di belakang rumah sakit malam ini. Ternyata kalau malam hari, kita bisa melihat bintang dengan jelas dari sini. Malam ini bintang yang ada cukup banyak.

”Wah, romantis banget di sini !” aku terkagum-kagum.

”Yup. Kalau aku masuk rumah sakit. Tiap malam aku pasti ke sini ditemani Umma. Tapi sekarang, aku ke sini sama orang yang istimewa, yaitu kamu,” Siwon Oppa menjawab. Jujur saja, aku jadi tersanjung.

”Kalau gitu besok-besok kamu bisa lihat bintang-bintang ini sama aku lagi,” kataku.

”Aku gak yakin bisa melihat ini lagi sama kamu besok-besok,” tiba-tiba aku merasa kalau suasana di sini berubah.

”Kamu…jangan ngomong gitu dong. Kamu kan bakal bertahan demi aku dan aku yakin kamu bisa kok,” aku menanggapi Siwon Oppa.

”Jujur saja, aku semakin gak yakin kalau aku bisa bertahan lebih lama. Aku merasa badanku makin payah,”kata Siwon Oppa lagi.

”Kamu jangan ngomong gitu. Kamu kan janji akan bertahan demi aku,” aku menanggapi Siwon Oppa.

”Iya sih….” ucap Siwon Oppa pelan.

”Udah mulai dingin nih, kita masuk aja yuk !” aku mengalihkan pembicaraan. Aku takut kalau aku dan Siwon Oppa makin lama di sini, maka omongan Siwon Oppa akan semakin ngawur. Siwon Oppa setuju dan akhirnya kami kembali ke kamar.

Aku sudah mau tidur, tapi kata-kata Siwon Oppa tadi masih terngiang. Perasaanku jadi nggak enak. Aku sedih banget dengan kata-kata Siwon Oppa yang tadi. Kok bisa yah, dia sampai nggak yakin akan bertahan hidup lebih lama.

***

Jam 7 pagi, tiba-tiba handphone-ku berbunyi. Aku dengan refleks langsung mengangkatnya.

”Yeobosyo ! Gawat banget. Kamu ke rumah sakit sekarang yah !” suara Myung-Hee terdengar panik sekali di seberang telepon.

”Kenapa ? Siwon Oppa kenapa ?” aku kaget.

”Kondisi dia tiba-tiba gak stabil lagi dan sekarang dia ada di ruang ICU,” kata Myung-Hee. Ya ampun aku kaget dan kacau banget sekarang. Aku langsung ke kamar mandi, cuci muka, dan gosok gigi, lalu segera ke rumah sakit.

Saat aku tiba di rumah sakit, keluarga Siwon Oppa sudah ramai berkumpul

”Mee-Yon !” panggil Bibi Kyung-Soon saat melihatku di rumah sakit. Bibi Kyung-Soon langsung memelukku.

”Bi, Siwon Oppa kenapa ?” aku bertanya.

”Kemarin malam, tiba-tiba kondisinya gak stabil lagi,”kata Bibi Kyung-Soon. Aku bingung, sepertinya waktu kemarin aku dan Siwon Oppa melihat bintang bersama, kondisi Siwon Oppa baik-baik saja.

Tiba-tiba dokter keluar dari ruang ICU…

”Bagaimana keadaan Siwon, Dok ?” tanya Bibi Kyung-Soon langsung.

”Kami sudah berusaha sebaik-baiknya. Tapi Tuhan berkehendak lain,” dokter yang baru keluar itu menjawab pertanyaan Bibi Kyung-Soon. Aku shock dan benar-benar kaget. Apa maksud dokter ini ?

”Jadi…jadi….Siwon sudah….” Bibi Kyung-Soon mulai menangis.

”Dia sudah tidak tertolong…” Dokter itu menjelaskan lagi. Bibi Kyung-Soon pingsan dan dibopong oleh keluarganya yang lain. Bibi Kyung-Soon dibawa ke suatu ruangan. Air mataku langsung jatuh. Aku benar-benar kaget dan sedih. Kenapa Siwon Oppa pergi secepat ini ? Dia sudah janji sama aku kalau dia akan bertahan. Myung-Hee menghampiriku dan memelukku.

”Kenapa? Dia pergi secepat ini ?” aku menangis sambil dipeluk oleh Myung-Hee. Myung-Hee hanya diam sambil mengelus punggungku. Perasaanku sedih dan hancur. Kenapa sih Tuhan mengambil dia secepat ini?

***

Hari ini adalah hari Siwon dikubur. Saat ini aku ditemani Mama sudah berada di pemakaman. Bibi Kyung-Soon masih menangis. Aku ingin menangis, tapi rasanya, sudah tidak ada lagi air mata yang keluar. Setelah aku menaruh bunga di dekat batu nisan Siwon Oppa, aku dihampiri Bibi Kyung-Soon.

”Mee-Yon, ini ada surat dari Siwon buatmu,” kata Bibi Kyung-Soon.

”Gomawo, Bi,” kataku.

Dear Mee-Yon,

Aku gak yakin kalau kamu membaca surat ini aku masih ada atau nggak. Aku sengaja mengajak kamu malam itu melihat bintang-bintang karena aku ingin menikmati saat-saat terakhirku bersamamu sebelum aku pergi jauh. Terimakasih selama ini kamu sudah mau menemaniku melewati sisa hidupku. Kalau kamu membaca surat ini dan aku sudah tidak berada  di sisimu, please jangan bersedih. Jalanilah hidupmu seperti biasanya. Aku akan sangat sedih di sana kalau melihat kamu bersedih terus-menerus. Aku akan selalu menyayangi kamu Mee-Yon Aku minta maaf kalau aku nggak bisa bertahan lebih lama. Saranghae Chagiya…

Siwon

Aku nggak bisa bicara apa-apa. Aku cuman bisa menangis. Aku nggak bisa nggak nangis saat membaca surat ini. Hhhh… walaupun kamu sudah nggak ada, kamu akan selalu ada di hatiku. Sarangahe Siwon Oppa…

-The End-

14 Comments (+add yours?)

  1. TeukieWookieIn
    Feb 19, 2010 @ 15:04:26

    Aish…klo gw psti dah nangis darah klo d tinggal ma oppa siwon..haha
    *lbayy*

    Reply

  2. ThyBum
    Feb 19, 2010 @ 15:05:38

    Kaya nya FF ini udh prnah d publis deh, tpi lupa judul nya apa !!
    Mian yah klo salah !!

    Reply

  3. Shinta (NtaKyung)
    Feb 19, 2010 @ 15:10:32

    Siwon Oppa nya mati……..T__T
    Andwae……………………….

    Reply

  4. ciiciiminie
    Feb 19, 2010 @ 15:12:47

    sama kek thybum.
    ak kekx juga udah pernah baca ni FF.
    pii walo kek gtu.
    ni FF ttp mengharukan.
    🙂

    Reply

  5. yuee_chan
    Feb 19, 2010 @ 15:34:23

    sepertinya gue pernah baca…
    keanya uda pernah di publish dee..

    tpi judulnya lupa gue.. *pikun

    Reply

  6. thand Wonnie
    Feb 19, 2010 @ 16:37:20

    udah pernah di baca ..
    Cuman jdul na beda ..
    Tp ga tau juga ah ..
    Hehe

    Reply

  7. Abbie
    Feb 19, 2010 @ 20:38:43

    Love Pain bkn jdlx? Onnie,ganti lg dong ffx.dah dipublish nih *subuh2 marah gaje*

    Reply

  8. Abbie
    Feb 19, 2010 @ 20:59:40

    Eh,ralat ding.bkn love pain.aq dah cek td.kykx dg jdl yg lain deh

    Reply

  9. ozaa
    Feb 19, 2010 @ 23:41:35

    Iyaa, uda pernah nih

    Reply

  10. ami_cutie
    Feb 20, 2010 @ 04:25:09

    oya, yg judulnya Saranghar Siwon Oppa klu ga salah…

    Reply

  11. Gabbbyyy
    Feb 20, 2010 @ 04:33:43

    iya….
    aduh mianhae…
    ini ceritanya memang sama, cerita bikinan aku…
    Jadi, waktu itu, fanfic nya blom dipublish trus blom diconfirm juga
    Akhirnya aku kirim lagi cerita itu, dgn judul yang berbeda…

    Mianhae yah sklai lagi
    Ini salah aku yg ngirim double tapi judulnya beda..
    Besok2 ga gini lagi deh

    >.<

    Reply

  12. Nuna Anchovy
    Feb 20, 2010 @ 08:24:36

    p’rsaan kmrn q dch bc dch ne ff …
    judulx saranghae siwon oppa

    publish x dktn ma ff q al x ..
    bnr g ??

    Reply

Comment's Box

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: