Choice

“ah! Sakit …. sakit ….” Desahku sambil memegangi mataku yang berdarah Karena terkena serpihan kaca.

“seul na!!!” panggil seseorang, aku mendengar suaranya, suara jung soo oppa. Tapi aku tidak dapat melihat apapun, gelap…..

**

“seul na….” panggil seseorang tepat di samping sebuah tubuh yang terkulai lemas di tempat tidur rumah sakit.

“oppa ….” Panggilku. Aku berjalan mendekatinya lalu memeluk pungungnya yang hangat.

“seul na ….. bangunlah….” Ucap jung soo oppa lirih. Aku tersentak kaget dan reflek melepaskan pelukkanku, lalu aku mengamati tubuh yang terkulai lemas itu. Itu tubuhku!!

“tapi kenapa?? Oppa!! Aku disini!!!” teriakku aku ingin meraih jung soo oppa, tapi anehnya aku tidak mendapatkannya. Aku pikir jung soo oppa menjauh dariku tapi ternyata memang aku yang tidak dapat menyentuhnya.

“oppa! Aku ada disini!” teriakku lagi. tapi nihil, sekuat apapun aku berteriak aku tidak akan membutnya menoleh padaku. Jung soo oppa terus terisak di samping tubuhku.

“apa yang terjadi?? Kenapa seperti ini??” tanyaku pada diri sendiri. Pikiranku melayang pada kejadian 6 jam yang lalu.

♥ ♥ ♥ ♥ ♥

“oppa! Oppa!! Kau jahat!!! Kenapa??? kenapa kau menghianatiku?? Kau tau 1 minggu lagi kita akan menikah!” tangis ku pecah saat itu juga. Hati ku hancur, aku berfikir untuk apa aku hidup untuk melihat calon suamiku bermesaraan dengan wanita lain.

“SEUL NA!! dengarkan aku!!!” jung soo oppa mencoba menenangkanku, tapi aku menolak aku menangis di taman itu, aku tidak memperdulikan tatapan orang, mungkin mereka menganggapku gila.

“Seul Na! aku bisa jelaskan, tolong jangan seperti ini” bujuk jung soo oppa lagi, tapi aku tidak memperdulikannya. Dia berusaha meraih tanganku dan ingin memlukku tapi aku menolaknya, aku menjambak rambutku sendiri. aku gila!

“SEUL NA!!!” pekik jung soo oppa untuk kesekian kalinya. Aku mengeleng keras, aku sempat menatap wanita yang bersama jung soo oppa. Ya! Aku mengenalnya dia adalah kakak sepupuku …. Seo sangmi.

Tidak ada yang dapat kulakukan, aku tidak kuasa mengangkat tangan untuk menjambak rambutnya atau mencela sepupuku itu. Aku tidak sanggup!

Aku berlari dari taman itu sekuat yang kubisa sungguh aku merasa ingin mati saja. Aku tau jung soo oppa mengejarku,…

Aku terus berlari Tanpa memperdulikan teriakannya yang terus memanggil namaku. Aku berlari melewati banyak orang. tiba – tiba aku menabrak 2 orang yang sedang berusaha memindahkan sebuah kaca besar kedalam sebuah toko.

“PRANK!!!” kaca itu pecah, aku terjatuh. Kemudian aku merasa ada pecahan kaca yang menusuk mataku hingga aku merasakan sakit yang teramat sangat.

♥ ♥ ♥ ♥ ♥

“aku …. Aku harus masuk!!” gumamku.

Aku berulang kali mencoba masuk kedalam tubuhku kembali, tapi tidak bisa. Aku hampir putus asa, mungkin aku tidak akan bisa.

tiba – tiba ….

“kau tidak dapat melakukannya, tunggu 1 minggu lagi, kau harus memilih” celetuk seseorang di ambang pintu, aku menoleh ke arahnya, aku perhatikan setiap senti tubuhnya.

“KAU??!!!” pekikku saat melihat orang itu, kemudian aku bergantian menatap Jung soo oppa dan orang yang berdiri di ambang pintu itu.

“oppa….??”

Orang itu mendekat ke arahku, keningnya berkerut bingung. Aku bernajak dari tempat tidur dan berjalan menghampirinya. Ku sentuh ujung jarinya. Bisa! Aku bisa menyentuhnya!

“kkau siapa??” Tanya ku padanya. Kemudian dia tersenyum lalu berjalan menghampiri jasad ku dan duduk di samping teuki oppa.

“aku mirip dengannya??” tanyanya padaku. Aku mengangguk.

“hahhaa …. Kenapa bisa mirip ya???” tanyanya sambil tertawa, aku tidak tau ia bertanya pada siapa apakah pada ku? Kalau dia bertanya padaku aku tidak akan memberi jawaban karena aku juga tidak tau.

Orang itu kemudian berdiri lalu menghampiriku, dia mengulurkan tangan kanannya padaku, aku rasa dia mengajakku berkenalan. Aku menatapnya bingung.

“annyeong! Leeteuk iminda!” sapanya ramah. Aku melihat tangannya kemudian membalas jabatan tangannya. Lalu menatapnya dengan tatapan bingung.

“seul na-ya! Kenapa kau bengong begitu??” tanyanya padaku, aku kaget mengapa dia bisa tau namaku.

“ke … kenapa kau tau nama ku?? Aku belum menyebutkannya…”

“kau lama sekali sich, sambil bengong segala, jadi aku panggil saja nama mu” jawanya enteng. Aku semakin bingung.

“dari mana kau tau namaku?” Tanya ku padanya.

“hhahaha! Mana mungkin aku tidak tau nama orang yang akan di tugaskan padaku!” ucapnya.

“tugas??” aku mengerutakan dahi ku, apa maksud orang ini dengan tugas?.

“yup! Tugas! Aku adalah seorang malaikat yang di utus untuk memberi kau pilihan untuk menentukan hidupmu , owh iya asal kau tahu setiap hari aku mengikutimu!!” Jawabnya enteng. Kemudian dia meelihat kearah jasadku lalu tersenyum manis.

“mengikutiku???” tanyaku histeris.

“hahaha! Tenang aku tidak mengikutimu sampai ke kamar mandi!!” jawabnya sambil cengesan, aku menarik nafas lega.

“jadi aku akan memberimu waktu satu minggu untuk menentukan masa depanmu sendiri, apa kau ingin hidup atau mati??” lanjut malaikat yang bernama leeteuk itu.

“pilihan hidup??”

“yup! Pilihan!”

aku berfikir sejenak, aku memang dalam keadaan kritis saat ini. dalam saat – saat seperti ini aku hanya bisa memikirkan pilihan hidup ku sendiri. Aku mendongkak menatap kea rah leeteuk yang sudah tidak sabar menunggu kalimatku selanjutnya.

“bagaimana?? Sudah kau pikirkan??” tanyanya.

“umm…. Kalau aku memilih hidup apa yang akan terjadi padaku???” tanyaku padanya.

“kau akan hidup tapi, kau buta…” jawabnya, aku kaget.

“buta??”

“iya! Buta karena matamu terkena pecahan kaca jadi kau tidak dapat melihat” jawabnya lagi.

“kalau aku memilih mati??”

“kau tau sendiri bagaimana orang mati,…” jawabnya. Aku berfikir.

“ah! Kurasa sudah cukup, kau sudah mengertikan?? Kau tinggal memilih saja! Kau mau mati atau hidup …. Kalau begitu aku pergi dulu sampai jumpa minggu depan! Aku akan mencatat pilihanmu, see you!!” ujar malaikat itu lalu pergi dari hadapanku, perlahan lahan dia menudar lalu menghilang tanpa bekas dari mataku.

“tunggu ….” Tahanku tapi terlambat dia menghilang dari hadapanku sekarang.

**

2 hari kemudian ….

Aku lelah, banyak sekali pertanyaan yang ada di kepalaku, bagaimana aku bisa keluar dari tubuhku sendiri dan bertemu dengan seorang malaikat yang mengaku – ngaku adalah malaikat pelindungku?? Lalu kenapa malikat itu mirip sekali dengan tunanganku?? Park jung soo???. Semua pertanyaan itu membuatku pusing.

aku berjalan di lorong – lorong rumah sakit ini, sepi …. Sunyi sekali … aku tidak dapat menyapa orang – orang yang lalu lalang di lorong – lorong rumah sakit karena mereka tidak melihatku tapi….. tidak terkecuali satu orang!

“HEI!!! KAU!!” panggil orang itu, aku menoleh sepertinya dia memanggilku, tapi tunggu dulu apa dia memanggilku?? Aku menoleh kearah lain siapa tau ada orang lain, tapi tidak hanya aku di lorong ini.

“aku??” tanyaku. Apa orang ini hantu? Pikirku tapi kenapa hantu keluar siang – siang? Apa dia sama sepertiku?? Menunggu kematian??

“iya! Kau!! Kemari!!” perintahnya. Aku menurut aku berjalan mendekatinya.

“annyeong!” sapanya ramah.

“ne, annyeong …. Umm kau siapa?? Kenapa kau bisa melihatku??” tanyaku padanya, dia tersenyum lalu menunjuk kesebuah jendela ruangan pasien. Aku mengikuti arah jari telunjuknya.

“aku juga sedang berfikir untuk memilih….” Ujarnya. Dia mengajakku memasuki ruangan tempatnya dirawat. Aku membaca papan namanya. ‘Im Yee Jin, 23 tahun’

dia seumuran denganku, aku mantapnya dia terlihat sedih saat memandangi tubuhnya sendiri.

“memangnya apa yang terjadi?” tanyaku.

“aku dan ibuku mengalami kecelakaan” jawabnya, aku melihat matanya berkaca – kaca.

“lalu?? Ibumu??” Tanya ku.

“ibuku… dia selamat, dan mungkin sebentar lagi dia akan datang” jawab yee jin.

Dan benar saja setelah yee jin mengatakan ibunya akan datang, ada seorang wanita paruh baya yang memasuki ruangannya.

“dia ibuku” ucap yee jin lirih.

Wanita paruh baya itu membawa satu buket bunga lili putih kemudian menganti bunga yang ada di samping ranjang yee jin dengan bunga lili putih yang di bawanya.

“mari kita keluar…” ajaknya aku menurut dan mengikutinya.

Kami berdua sampai di sebuah taman yang berada di tengah rumah sakit tepatnya di sebrang kamar rawat yee jin.

“owh ya! Maaf aku tidak berntanya, siapa namamu??” tanyanya padaku, tatapannya tidak sesedih saat aku menemuinya pertama kali.

“aku seul na, han seul na” jawabku sambil tersenyum.

“kau baru masuk siang ini?? tanyanya padaku.

“ah tidak sejak 2 hari yang lalu” jawabku.

“berarti kau masih punya waktu untuk menentukan pilihan hidupmu” ujar yee jin, aku berbalik menatapnya.

“dan kau??” Tanya ku, dia tersenyum.

“aku harus menentukan pilihanku hari ini, waktu ku tersisa 30 menit lagi” jawabnya liirih.

“dan? Apa keputusanmu?” Tanya ku. Yee jin mengangkat bahunya lalu berjongkok kemudian ia duduk ditanah dan berbaring menatap langit. Aku mengikutinya berbaring di taman ini.

“aku ingin mati …. Tapi aku juga tak rela meninggalkan eomma sendiri” jawabnya sambil terus menatap langit siang yang cerah, tidak berawan. Aku terdiam.

“owh ya yee jin kau pasti bertemu dengan seorang malaikat bukan??” tanyaku. Dia mengguk lalu mantap ke arahku.

“memangnya ada apa?? Kau bingung?? Kenapa orang itu mirip dengan orang yang kau cintai??” tanyanya. Aku duduk lalu mengguk pasti.

“hahaha! Kau tau?? Malaikat apa yang menghampiriku??” Tanya yee jin kali ini dia duduk. Aku menggeleng.

“malaikatku adalah seorang anak laki – laki …. Lucu sekali buakan?? Hahahha” jawab yee jin sambil tertawa cekikkan. Aku penasaran dengan anak kecil yang di sebutkan yee jin tadi.

“memangnya dia orang yang kau cintai??” Tanya ku, dia mengangguk lalu tertawa lagi.

“ya! Dia memang orang yang kucintai saat umurku 10 tahun, aku tidak dapat berhenti mencintainya” jawab yee jin.

“aku tidak tau kenapa dia bisa muncul lagi menjadi seorang malaikat??” lanjut yee jin.

“nah …. Seul na – sshi bagaimana rupanya malaikatmu??” tanyanya. Aku menoleh memandang jung soo oppa yang berjalan, sepertinya menuju ke kamarku aku melihatnya membawa sebuket bunga mawar putih. Yee jin mengikuti pandanganku lalu tersenyum.

Berberapa saat kemudian aku melihat sangmi onnie yang berjalan di belakang jung soo oppa. Buru – buru aku memalingkan wajahku.

“itu malaikatmu??” Tanya yee jin. Aku mengguk.

“dia sangat tampan!” pekik yee jin kagum, aku tersenyum pahit.

“dia orang yang kau cintai??” Tanya yee jin. Aku kembali mengangguk ku rasakan pipiku basah karena aku kembali menangis.

“YAK!! Seul na … kenapa kau manangis??” Tanya yee jin panik. Aku menghapus air mataku dan tersenyum padanya.

“aku tidak apa – apa” jawabku. Yee jin sepertinya masih khawatir dengan keadaanku yang tiba – tiba menangis seperti itu.

“sungguh kau tidak apa – apa??” tanyanya lagi. aku menggeleng keras.

“anni ….”

Tiba – tiba …

“Noona!!” panggil seorang anak kecil, dia berlari menghampiri kami.

“donghae ya!” yee jin memeluk anak kecil yang berlari kearah kami tadi. Aku rasa anak ini adalah malaikat yee jin.

“Noona sudah putuskan??” Tanya anak kecil yang bernama donghae itu. Yee jin mengangguk lalu mengusap kepala donghae lembut.

“iya noona sudah putuskan” jawab yee jin.

“noona akan ikut denganku??” Tanya donghae. Yee jin terdiam.

“maaf donghae, noona tidak bisa ikut denganmu, noona harus menemani omma” jawab yee jin. Donghae cemberut tapi berberapa saat kemudian ia tersenyum.

“benarkah begitu?? Tapi noona akan lupa …” ucap donghae. Yee jin berfikir sejenak.

“memangnya kecelakaan itu membutamu amnesia??” Tanya ku pada yee jin. Yee jin mengangguk.

“kepalaku terbentur hebat dan mengalami pendarahan, kemungkinan aku akan amnesia …” jawab yee jin lirih, matanya berkaca – kaca tidak ada yang dapat aku katakan saat ini.

“tapi, jika aku memilih untuk pergi aku tidak sanggup untuk meninggalkan ibuku sendiri, hanya aku lah satu – satunya baginya di dunia ini …. Sungguh aku tak sanggup” kali ini pertahanan yee jin runtuh, dia menangis tak bersuara, aku dapat merasakan kepedihan dan kebingungannya sekarang. Donghae menyeka air mata yee jin dengan lembut.

“noona jangan menangis” ujar donghae, kemudian dia memeluk yee jin.

“noona tidak menangis….” Jawab yee jin sambil sesegukan.

“noona, kalau itu keputusan noona ayo ikut aku …” ajak donghae sambil menarik yee jin agar mengikutinya. Donghae mengajak yee jin kembali ke kamar rawat yee jin. Disana, donghae menyuruh yee jin berbaring di tempat tidurnya.

“noona siap??” Tanya donghae. Yee jin menatap nanar donghae yang tersenyum lemah.

“mianhaeyo donghae-ya” ucapnya lirih. Donghae tersenyum lalu mengambil tangan yee jin dan mengelusnya lembut.

“noona sekarang pejamkan matamu” ujar donghae, yee jin menurutinya dia memejamkan matanya.

Donghae mengusap pelan ubun – ubun yee jin dengan tangan kanannya sambil mejamkan matanya. Berberapa saat kemudian muncul cahaya putih yang terang dari tangannya. Perlahan – lahan cahaya itu memudar dan wujud donghae pun perlahan – lahan memudar dan menghilang seiring hilangnya cahaya putih itu.

Hening ….

Tubuh yee jin yang tadinya tidak menunjukkan tanda – tanda kehidupan sekarang tanda – tanda itu mulai ada perlahan jari – jari di tangan kanan yee jin mulai bergerak. Aku melihat semua ke jadian itu saat donghae mengembalikan kembali yee jin kedalam tubunya dan saat yee jin kembali membuka matanya.

Wanita paruh baya yang membawakan yee jin bunga tadi tersenyum bahagia. Aku dapat merasakan kebahagiaannya juga. Tak terasa aku kembali menangis, bukan menangis karena sakit hati yang kurasakan tapi karena kebahagian.

Tapi seketika senyum yang merekah di bibirku pupus, saat aku mendengar yee jin berkata ‘aku siapa?’

**

aku keluar dari kamar yee jin sambil menyeka air mataku, meninggalkan yee jin dan ibunya. Aku tau ini berat bagi ibu yee jin, tapi beliau pasti bersyukur tida kehilangan orang yang di kasihinya.

Aku berjalan menuju ruanganku sendiri saat itu aku berpapasan dengan sangmi yang berlari keluar kamar rawatku sambli menangis. Aku berhenti berjalan, aku melihat sangmi duduk di bangku rumah sakit sambil terisak.

“YAK!!” panggil seseorang, aku mengenal suaranya suara jung soo oppa, bukan saat aku melihat siapa yang berteriak tadi, bukan jung soo oppa tapi leeteuk. Dia berjalan menghampiriku.

“ayo ikut aku” ujarnya sambil menarik tanganku, aku teringat saat jung soo oppa menarik tanganku saat aku belum jadi seperti ini.

“Hei, kau sudah lihat tadi??” Tanya leeteuk, aku mengerutkan dahi ku bingung,

“lihat apa??” Tanya ku. Dia menghentikan langkahnya lalu berbalik menatapku.

“kau sudah lihatkan bagaimana nantinya jika aku memasukkan kau lagi kedalam tubuhmu…” ujarnya. Aku mengangguk.

“yee jin, dia amnesia …” ucapku lirih. Aku lihat leeteuk mengangguk.

“dan kau akan buta…” ucapnya lirih, aku mantap matanya segurat mata kesedihan terpancar dari matanya saat dia mengatakan bahwa aku akan buta.

“aku …. Aku bingung…” ucapku. Leeteuk menatapku laagi kemudian tersenyum.

“tidak ada orang yang tidak bingung jika menentukan pilihan” ujarnya lalu mengacak – acak rambutku. Aku tertegun berberapa saat, sepertinya dia sadar kalau aku sedang tertegun. Dia buru – buru berhenti mengacak – acak rambutku dia terlihat canggung. Aku tersenyum lalu pergi keruang rawatku.

Aku tahu leeteuk mengikutiku, aku berhenti saat kulihat jung soo oppa sedang memeluk sangmi. Sang mi menangis di pelukkan jung soo oppa. Hati ku sakit,… sakit aku ingin menangis lagi air mataku jatuh lagi walaupun tidak sederas sebelumnya. Tiba – tiba aku merasa ada sebuah tangan menggengam tanganku erat, leeteuk, dia menggengam tanganku lalu menarikku masuk kedalam ruang rawatku.

“jangan dipikirkan” ucapnya lirih. Aku masih sesegukkan kemudian teuk memutar tubuhku sehingga menghadapnya, lalu leeteuk mengangkat wajahku dan menyeka air mataku.

“aku bilang jangan dipikirkan, lagi pula kau kan punya orang lain” ucapnya. Aku tersentak ‘punya orang lain?’ aku mendongkak menatapnya. Leeteuk tersenyum manis.

“seul na, kau tidak lapar?” tanyanya. Aku mengerutkan kening lapar? Aku memang tidak makan saat aku keluar dari tubuhku kemarin sore. Aku menggeleng.

“hahahaha! Kau benar roh tidak merasa lapar bukan??” lee teuk berusaha membuatku tersenyum. Aku menatapnya dan tersenyum semanis yang ku bisa.

“oppa, aku tidak bisa … ini salahku salahku aku tidak kuat melihat seul na seperti ini bagaimanapun aku menganggapnya sebagai adik kandungku sendiri aku tak tega menghianatinya oppa aku mohon akhiri semua ini setelah seul na bangun nanti aku akan menjelaskan semuannya padanya….” Ujar sangmi sambil sesegukkan di pelukan jung soo. Jung soo melepaskan pelukannya dan menatap sangmi.

“kenapa?? aku mencintaimu sangmi-a….” ucap jung soo. Sangmi menggeleng.

“tidak oppa tidak … kau tidak boleh seperti ini …. Aku …” belum sempaat sang mi melanjutkan kalimatnya jung soo mencium bibirnya.

Aku melihat semuanya di balik pintu, leeteuk menarik tubuhku lalu memelukku. Aku rasa aku akan menangis lagi, tapi, entah mengapa air mata ini engga turun. Leeteuk terus memelukku, hangat, aku ingat saat jung soo oppa dulu juga melakukannya padaku. Ah, mengapa saat seperti ini aku kembali merasakan perasaan itu?? Perasaan saat jung soo oppa memelukku untuk pertama kali, perasaan saat aku mulai jatuh cinta padanya.

Leeteuk melepaskan pelukannya lalu menunduk melihat wajahku.

“kau tidak menangis??” tanyanya.

“baguslah ….” Lee teuk mengusap kepalaku lagi. entah mengapa aku merasa lebih tegar sekarang.

“oppa,…” panggilku. Lee teuk terlihat bingung kemudian tersenyum.

“ne?”

“ah, leeteuk sshi! Gumawo!” akhirnya kata ini terucap juga dari mulutku.

“ah untuk apa kau berterimakasih padaku?? Aku adalah malaikat penjagamu jadi sudah sepantasnya aku menjagamu..” jawab leeteuk. Aku tersenyum.

Seharian ini aku bersama leeteuk setelah tadi pagi aku bertemu dengan yee jin dan sekarang dia sudah hidup menjadi manusia biasa tidak menjadi roh lagi.

Sudah pukul 8 malam aku dan leeteuk berbaring di tengah taman rumah sakit sambil menikmati semilir angin malam. Aku tidak pernah merasa sesenang ini sebelumnya, seperti bermimpi saja. Aku memejamkan mataku, menikmati angin malam yang kembut menyentuh kulitku. Aku marasa leeteuk terus memperhatikanku, aku membuka mataku menoleh ke arahnya. Lee teuk buru – buru memalingkan wajahnya.

“leeteuk sshi kau merasa dingin tidak??” Tanya ku. Leeteuk berbalik menatapku.

“kau kedinginan??” tanyanya. Aku mengangguk aku memeluk diriku sendiri.

“kalau begitu mendekatlah” ucapnya. Aku mendekat tiba – tiba saja leeteuk memelukku, tentu saja aku kaget.

“bagaimana?? Hangat??” ucapnya. Aku mengguk, tidak ada yang akan ku katakan aku terus mendekap di pelukannya. Hening! Aku merasakan mataku berat dan akhirnya aku tertidur.

**

Hoamh…

Aku membuka mataku dan melihat kesekelilinngku. Aku masih di taman, aku meliah di samping kananku, ada lee teuk dia duduk membelakangiku. Kemudian leeteuk berbalik dan mantapku.

“kau sudah bangun??” tanyanya. Aku mengangguk.

“kau tidak tidur??” Tanyaku, lantas leeteuk tertawa kencang.

“hei! Kau lupa? Aku malaikat mana bisa tidur” jawabnya sambil terus tertawa.

“ha? Benarkah?” tanyaku, dia menghampiriku lalu mengusap kepalaku pelan.

“hei, kau tau? Aku tidak pernah tidur karena aku tidak memiliki hasrat untuk itu aku hanya di tugaskan menjagamu, melindungimu, termasuk mengikuti kemanapun kau pergi, entah kau sadar atau tidak sadar aku dilahirkan saat kau dilahirkan, aku ditakdirkan untuk menjagamu” jelas leeteuk panjang lebar. Aku mangangguk mengerti.

“leeteuk sshi,…” panggilku.

“ne?”

“dapatkah aku menjadi malaikat??” Tanyaku. Leeteuk tampak kaget.

“memangnya kau ingin?” tanyanya aku mengguk.

“jika aku dapat”

“aku pernah dengar itu, roh yang menjadi malaikat tapi aku tidak tau cerita ini benar atau tidak, kau dapat menjadi malaikat tapi kau harus menemukan orang yang harus kau jaga sendiri di kehidupan berikutnya dari orang itu, kalau malaikat sepertiku aku tak perlu lagi melakukan seperti itu takdirku sudah di tentukan, dan lagi, kalau kau memilih menjadi malaikat kau tidak mengalami reangkarnasi apa kau ingin mencobanya??” jelas lee teuk.

“mungkin, tapi aku tak yakin saat ini aku masih bingung untuk menentukan hidupku sendiri …” jawabku lirih. Pikiranku melayang ke kehidupan nyataku.

Ayah dan ibuku meninggal saat aku masih kecil aku tinggal bersama keluarga seo, ibu seo adalah kakak kandung ibuku. Beliau merawatku sebagaimana merawat anaknya sendiri, dan seo sangmi, dia sudah ku anggap sebagai onnieku sendiri. Aku begitu menyayangi mereka. saat ini ibu seo dan ayah seo sedang berada di jepang dan aku tinggal bersama sangmi onnie disini. Rencananya ayah dan ibu seo akan datang hari ini, untuk mempersiapkan pernikahanku. Tapi gagal, aku telah menjadi seperti ini, jadi roh yang menunggu kematian. Haah …. Tinggal 4 hari lagi, ya 4 hari lagi aku harus memutuskannya dengan tepat.

“leeteuk sshi, apa aku bisa pergi keluar? Aku kan bosan berada di dalam rumah sakit terus” pintaku, leeteuk agak tercengang.

“keluar?? Kalau terjadi sesuatu padamu bagaimana??” leeteuk tampak cemas.

“ternyata memang tidak bisa ya…” aku menunduk lesu.

“memangnya kau ingin kemana??”

**

aku duduk mengamati orang – orang yang lalu lalang di taman ini. ada banyak orang, maklum ini kan akhir pekan ditambah lagi saat sore – sore begini ada banyak orang yang berdagang di taman ini.

“kau senang sekarang?? Dari tadi pagi kau hanya mengajakku berputar – putar lalu duduk kemudian berputar – putar lagi, apa kau tidak lelah??” Tanya teuki. Aku mengangguk, aku memang lelah tapi aku lebih lelah lagi jika berputar – putar di taman rumah sakit karena membosankan.

“leeteuk sshi, apa malaikat mempunyai cinta??” Tanyaku, leetek tertegun mantapku.

“cinta?? Aku pikir ada…” jawabnya.

“benarkah?? Lalu siapa atau apa yang kau cintai??” tanyaku lagi, aku melihat leeteuk gelagapan, bingung. Wajahnya merona merah saat aku menatapnya.

“aku … aku, … ah! Seul na! ayo kita pulang sudah hampir senja” ajaknya lalu menjauh pergi.

“hei! Jangan menghilang aku tidak bisa pulang!” teriakku saat aku melihat lee teuk memudar.

“kau bisa melakukannya, pejamkan matamu kemudian bayangkan tempat yang ingin kau tuju!!” teriaknya lalu menghilang.

“ah! Sial” umpatku.

“pejamkan mata lalu bayangkan tempat yang ingin di tuju, aku rasa aku bisa!” aku memejamkan mataku mengikuti apa yang dikatakan leeteuk tadi.

**

hari ini ….

Aku harus memilih hari ini, aku duduk di tepi ranjang dan menatap tubuhku sendiri. Aku yakin sebentar lagi jung soo oppa akan datang. Berberapa saat kemudian, pintu ruang rawatku terbuka, jung soo oppa masuk bersama dengan sangmi serta ayah dan ibu seo.

Ibu seo menghampiri jasadku sambil terisak dia mengambil tanganku dan menciumnya lalu meletakkan tanganku di pipinya.

“seul na … mianhae ahjumma baru menjengukumu sekarang …. Mianhae” ucap ibu seo, aku merasakan kesediahan dari nada bicaranya.

‘aku mencintai mu ahjumma …’ batinku.

“seul na mianhae…” sangmi menghampiri jasadku aku memperhatikannya. Aku sakit hati setiap melihatnya tapi aku tidak bisa membencinya.

“maaf, aku tau kau benci padaku, tapi bagiku kau adalah dongsaengku yang tersayang… mianhae”

‘aku tidak membencimu onnie sungguh’ batinku aku menyeka air mataku.

Jasadku juga ikut mengeluarkan air mata satu demi satu.

“mianhae….”

Aku ingin sekali bangun, memberitahu mereka bahwa aku baik – baik saja. Tapi dengan keadaanku sekarang …. Ah…. Aku melihat jung soo oppa yang berjalan menjauh dari ruang rawatku. Aku berjalan mengikutinya, aku tau hari ini hari terkahirku, aku telah memutuskan untuk meninggalkan semuanya …..

“jung soo oppa …” panggilku. Kali ini jung soo oppa mengentikan langkahnya lalu berbaik, mungkin dia mendengar seseorang memanggilnya tapi tak tampak.

Kemudian leeteuk tiba – tiba muncul di sisi kananku dan tersenyum.

“aku pergi ..” ucapku lirih, leeteuk tersenyum lalu mengamit tanganku.

“SEUL NA!!” teriak jung soo oppa seakan – akan mendengarnya. Aku tersenyum lirih padanya. Leeteuk terus membawaku menjauh dari sana, entah kemana tiba- tiba saja dia menarikku ke dalam cahaya putih yang terang di ujung lorong rumah sakit ini.

**

Author POV

“SEUL NA!!” teriak jung soo seakan – akan mendengar suara gadis itu. Jung soo lalu buru – buru berlari kedalam ruang rawat seul na.

saat itu, …

“SEUL NA!!! jangan tinggalkan kami!!!” teriak ibu seo sambil terisak. Sangmi memeluk ayahnya yang berdiri di sampingnya.

“ada apa?? Dia benar – benar pergi??” Tanya jung soo. Sangmi mengangguk dia tidak dapat lagi menjelaskan semuanya.

“seul na sempat mengucapkan nama mu, kamudian dia bilang ‘aku pergi’ seketika itu dia benar – benar pergi …” jelas ayah seo sambil menangis sesegukkan.

“aku … aku mendengarnya … SEUL NA!!!” pekik jung soo.

Jung soo menghampiri jasad seul na, dan mengguncang – guncang tubuh kosong itu.

“mianhae, jeongmal mianhaeyo …”

**

“kau siap?? Kau tidak boleh mundur sekarang” ucap leeteuk.

“ya! Aku siap, …” jawab seul na mantap.

“aku akan menunggumu disini, kau harus menyelesaikan tugasmu dengan baik” pesan leeteuk. Seul na mengangguk pasti.

“ne! gumawo aku berjanji akan kembali lagi!!” ujar seul na pasti. Kemudian seul na memeluk leeteuk sebelum dia pergi melaksanakan tugas. Seul na sudah menemukan orang yang akan di jaganya. Setelah meninggal seul na memutuskan untuk menjadi malaikat karena ia ingin terus bersama leeteuk, malaikat pelindungnya.

“aku pergi” seul na berubah menjadi cahaya putih lalu terbang menuju bumi dan masuk kedalam sebuah rumah.

“hueeeee…..”

~The End~

ga ngerti??? Ako yang nulis juga ga ngerti wkwkk~ *di timpuk kerupuk sama yg baca* wkwkwkk

22 Comments (+add yours?)

  1. qhaa
    Feb 26, 2010 @ 05:19:44

    hummm ..

    Reply

  2. qhaa
    Feb 26, 2010 @ 05:20:35

    dapatkah kau menjadi malaikat ??
    hum ..
    mau ..

    Reply

  3. A Lin
    Feb 26, 2010 @ 05:46:52

    Minmiiiii, aku dah brp kali nangis siang ini!

    Reply

  4. yuee_chan
    Feb 26, 2010 @ 07:16:27

    hiks hiks hiks….

    Reply

  5. leonyquarius
    Feb 26, 2010 @ 08:07:06

    kok sedih terus sih ff nya beberapa hari terakhir ini??tisunya abis buat ngelap air mata nih *lebay* hiks…nice but sad ending TT__TT

    Reply

  6. thand wonnie
    Feb 26, 2010 @ 08:22:46

    Minmi,
    aku,
    akuu.. AKU NANGIS BACANYA !
    HUAA…
    Syukur aja seul na jadi na sama Leeteuk..

    Reply

  7. Shinta (NtaKyung)
    Feb 26, 2010 @ 10:13:29

    Hikz, Hikz, Hikz, Hikz……..

    Hari ini koq, Bnyak ff yang Sad Ending……T_T

    Reply

  8. christi♥donghae
    Feb 26, 2010 @ 10:41:10

    gw jg ga ngerti..
    hahaha

    Reply

  9. sung_wookie_hae
    Feb 26, 2010 @ 10:42:41

    keren ide ceritanya :”)

    Reply

  10. Kheynie Hae
    Feb 26, 2010 @ 11:03:31

    Buat kelanjodanny lg dunk…..!!

    Suka bnget dg ff ini…!!

    Coz dpt bnget am feelny….

    2thumbs up….!!

    Hwaitiiing bt lanjodanya…!! ^^

    Reply

  11. ndeehyuk
    Feb 26, 2010 @ 11:18:56

    ceritanya bagus banget….
    Okeh…!!!
    Terharu dehh….hiks…

    Reply

  12. icha_leeteuk
    Feb 26, 2010 @ 12:23:48

    *cengo*
    minmi..
    hwaaaa
    km teh bneran buatin aq ff?
    aih..
    gomawo..*peluk minmi mpe penyet*

    TAPI AQ TERAKHIRNYA MA SAPA? N KNP NASIB GW TRAGIS BGT?*histeris*
    *dtendang*
    ud bwtin ff,msh crewet lg, LOL
    tp gantung eh,
    buat lg sekuelx..
    *alesan! pdhal mank pngn mnta bwtin lg*hahaha

    n bwt spupuq sangmi..
    aq g bnci ma km koq,
    aq t syaaaang bgt ma km
    *mata mlotot smbil ngasah piso*
    roflmao..kidding honey

    thanx y cintaaaa, ud bwtin aq ff..
    luv u, MUACH

    Reply

  13. cii_miinie
    Feb 26, 2010 @ 12:48:35

    weits
    keren abis dah.
    aku suka banget ni FF.
    🙂

    Reply

  14. LyasarangSJ
    Feb 26, 2010 @ 13:10:59

    Bgus !!
    LeeTeuk n JungSoo..
    AngelTeuk is come back !!^^
    *manx drmna buu?? psar Senen?? psar Flamboyan??*
    Share more ya^^

    Reply

  15. Ami_cutie
    Feb 27, 2010 @ 18:09:16

    minmi….kenapa????wae???

    tapi ni ff bagus bgt, n feelnya dapet (niru komen kak khey)
    bikin yg banyak!

    Reply

  16. heechie
    Feb 27, 2010 @ 21:34:07

    beneran deh,
    lagi pada suka sad ending ya?

    eh, idenya keren,
    malaikat penjaganya adalah orang yang kita sayangi,
    jadi pengen ngeliat, siapa malaikat penjaga aku,,,

    k icha, lama g muncul,
    cuma muncul kalo ada ff tentang dirimu,
    aku kangen komen k icha~~~
    *ngerengek narik2 k icha*

    lupa, nice ff minmi,
    sharemore~~~

    Reply

  17. Nona Won
    Feb 28, 2010 @ 06:41:37

    Wah..bagus bagus.. Keren ceritax..

    Reply

  18. Wookie~Luphly~
    Mar 02, 2010 @ 23:12:28

    waaaaa
    apa nti kl uda gitu namany jg seul na yy???

    Reply

  19. Laurencia Nicole
    Jun 27, 2010 @ 08:13:03

    *nangis*

    gila sedih… hix.. hix…

    tpi keren! ah! jungsoo oppa! kapan kau mau mengubah sifat playboymu?! *disate*

    hahaha

    Reply

  20. eunjomelody
    Apr 22, 2011 @ 15:40:38

    Keren T.T

    Reply

  21. babymiu
    Jul 25, 2012 @ 11:07:08

    itu akhirnya sama leeteuk jd malaikat? ><

    Reply

Comment's Box

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: