I Will Forget

Annyeong!!

Ini aku buat fanfic buat kak carine ^_^

Sebelumnya aku minta maaf telat ngepostnya TT__TT

Mian juja klo ceritanya membosankan >.<

aku bikin fanficnya abis baca novel Isabella wkwkkwkwk *ga ada hubungannya*

Ok! Aku harap banyak yang suka ^^_^^

~ Trim’s ~

Aku duduk di bangku ini menunggunya, dia berjanji akan menemuiku 7 tahun lalu. Tapi sudah 7 tahun pula menunggu, dia tak kunjung datang, apakah aku harus berhenti?? Aku harus berhenti menunggunya disini??”

“Wookie oppa!!!” aku mendengar suara seseorang memanggil nama ku, aku menoleh. Aku tersenyum melihat gadis yang memanggiku ini, sudah lama sekali…. Penantianku tidak sia – sia dia datang …. Dia datang!!

“cerine!!” seruku riang. Carine berlari kecil menghampiriku, setelah sampai di depan ku dia langsung memelukku erat. Aku rindu pelukkan ini … aku rindu ….

7 tahun lalu ….

Aku tak percaya saat mendengarnya, akankah itu semua karenaku?? Aku rasa mereka tidak bercanda. Aku rasakan air mataku mulai jatuh dari pelupuk mataku, ah.. kenapa aku jadi secengeng ini?? aku menyeka air mataku, kemudian menjauh dari tempat ini, aku ingin menghilang …..

**

“AAAARRRGGGHHH!!” teriakku. Kenapa ini terjadi padaku?? Aku duduk di pinggir danau ini sambil menatap nanar pantulan bayanganku di air. Aku mengambil batu di dekat tempat ku duduk lalu melemparnya ke danau itu.

Aku mengacak – acak rambut ku sendiri. Aku mulai capek duduk di sini, aku berdiri dan berbalik aku sungguh terkejut saat melihatnya disini, duduk di bawah pohon itu sambil tersenyum padaku. Aku menghampirinya lalu memegang tangan dinginnya.

“oppa ….” Panggilnya. Aku memeluknya.

Carine, gadis buta yang ku temui berberapa bulan yang lalu, aku tak pernah menyangka bahwa dia adalah sahabat kecilku, aku sungguh tidak mengenalinya sampai pernyataan yang barusan ku dengar menungkap semuanya ….

Aku bertemu carine di danau ini, ya … di danau kecil ini. kami bertemu dengan tidak sengaja saat itu aku melihatnya hampir jatuh ke danau dan aku menyelamatkannya. Setelah ke jadian itu, kami sering bertemu di danau ini. aku tak pernah mempermasalahkan ke kurangannya sebagai gadis buta, … entah mengapa aku pernah mengenalnya sebelumnya …

“oppa …” panggil carine lagi setelah aku melepaskan pelukkanku..

“carine-ya …. Mianhae, jeongmal mianhaeyo, …. Aku telah melupakanmu .. maafkan aku….” Isakku carine mengambil tanganku dan meletakkannya di dadanya.

“ryeowook oppa, harusnya aku bisa berlari lebih cepat, …” jawabnya. Lalu meraih wajahku.

“mianhae, sungguh aku tidak dapat mengingatnya mianhae …” ucapku lirih.

Carine,… dia sahabat ku dan juga cinta pertamaku, umur kami terpaut 2 tahun. Aku tidak dapat mengingat dengan jelas masa kecilku, karena saat aku pindah ke London aku mengalami kecelakaan yang cukup hebat hingga aku mengalami amnesia dan melupakan semuanya …. Satu – satunya yang ku ingat di masalalu hanyalah danau ini, yaa danau ini, aku sering mengunjungi danau ini selagi di korea seingatku ….. dan saat aku kembali ke korea tempat ini lah yang pertama kali ku tuju.

Tanpa sengaja aku bertemu dengan carine di sini, lama aku berteman dengannya sampai rasa itu muncul dengan sendirinya …. Bukan rasa kasihan yang ku tanamkan dan bukan hanya rasa sayang terhadap teman yang kurasa.

Aku menyatakan perasaan cintaku padanya di danau ini dengan memainkan lagu kesukaannya dengan piano. Dia tertawa riang, sampai akhirnya aku memberikan ciuman pertamanya yang indah di tempat ini. aku masih ingat jelas ….

“KAU!!!” teriak seseorang di belakang kami. Aku melihatnya, dia terlihat marah lalu mengambil langkah seribu menuju kearah kami, dia lalu menarik paksa carine dari dekapanku.

“Eomma!!! Apa yang eomma lakukan???!!” pekik carine.

“ahjumma mianhae…” isakku.

“KAU!!! Kau telah membuat anakku buta! Ingat itu! Buta!!” pekiknya geram. Aku menundukkan kepalaku, tidak ada yang bisa ku perbuat selain mengucapkan kata maaf ribuan kali.

**

Aku duduk di bibir tempat tidur sambil menunduk lesu tanpa semangat hidup. Aku teringat perkataan itu, kalimat – kalimat yang di lontarkan ibu carine pada kakakku.

adikmu membuat anak kami buta!! Bahkan adikmu tidak ingat sama sekali padanya!!” teriak ibu carine. Ryeowoon tersenyum ciut.

ahjumma! Mengertilah ryeowook mengalami kecelakaan saat di London maka dari itu dia tidak dapat mengingat semuanya,…” ryeowoon berusaha menjelaskan.

Carine mengejarnya saat kalian pindah ke London sampai – sampai cerine harus mengalami kecelakaan dan matanya buta!!!” pekik ibu carine histeris.

Aku berusaha mengingat kembali setiap pengalaman yang aku alami di masa kecil, tentang sahabat dan cinta pertamaku, argghhh….. tetap tidak bisa otak ini sungguh tidak bisa di ajak berkompromi. Aku merebahkan tubuhku di atas kasur. Aku mencoba memejamkan mataku saat ku ingat sekarang sudah pukul 2 pagi dan aku tak kunjung kantuk. Semua masalah yang ku hadapi hari ini memang membuatku pusing tujuh keliling sampai – sampai aku tak dapat memejamkan mata ….

**

ke esokkan harinya, ….

Aku memberanikan diriku menengok rumah carine di balik pagar rumah kami. Aku melihat ibu carine sedang menyirami bunga di taman kecilnya. Selepas itu aku melihat carine keluar dari rumah mereka. gadis itu mengenakan t shirt putih dan celana pendek selutut dan berjalan tertatih – tatih dengan tongkatnya. Aku merasa kesihan saat melihatnya, aku merasa iba sekaligus aku tak henti – hentinya mengutuk diriku sendiri setelah aku mengetahui semuanya,…. Tentang masa laluku dan carine ….

Aku melihat carine keluar dari rumahnya aku tau dia pergi kemana, pasti ke danau itu. Aku mengikutinya dia sampai di danau itu,, seolah – olah sudah hafal jalannya dia menghampiri sebuah bangku di bawah pohon itu dan duduk di atasnya. Aku mengikutinya, kemudian aku bersemunyi di balik pohon besar itu. Dia duduk termangu tanpa melakukan apapun, biasanya dia kemari sepulang sekolah dan duduk berlama – lama hingga senja tiba.

Aku telah puas memandangi gadis itu di balik pohon meskipun hati ku ingin memeluknya. Aku menjauh dari pinggiran danau itu, sudah tengah hari aku buru – buru kembali kerumah sebelum ibu carine melihat aku memperhatikan anaknya.

Saat aku ingin menoleh tiba- tiba seseorang menepuk pundakku pelan. Aku terkejut saat melihat orang itu, ibu carine dia tampak menahan amarah yang luar biasa.

“KAU!!!! AKU SIDAH BILANG PADA MU AGAR TIDAK MENDEKATI ANAKKU LAGI!!!” teriak wanita itu geram. Aku mengangguk ciut. Tiba – tiba aku mendengar carine berteriak dia menghadap aku dan ibunya.

“EOMMA!!!” teriaknya kemudian dia ingin bangkit dari tempat duduknya dan berjalan menghampiri kami, tapi tubuhnya terperanjat dan terjatuh hingat terguling ke danau.

Tanpa pikir panjang lagi aku berlari bermaksud menyelamatkannya. Carine terus berteriak minta tolong aku menceburkan tubuku ke dalam danau dan berenang menghampiri carine yang hampir tenggelam. Aku berhasil mendapatkannya lalu menarik tubuhnya ke tepian danau. Aku melihat ibu carine tampak panik.

Aku memapah carine menjauhi danau itu, ibu carine memeluk putri semata wayangnya sambil terisak. Kakakku, yang kebeltulan lewat langsung menghampiri kami dan segera memanggil ambulance.

Carine tak sadarkan diri! Ini yang aku takutkan, wajahnya tampak pucat pasi bibirnya membiru. Apa yang terjadi padanya??

Ambulance itu membawa carine ke rumah sakit aku ingin ikut! Tak pungkin aku meninggalkan carine dalam ke adaan seperti itu. Ibu carine mendorong kasar tubuhku hingga terjerambab ke tanah. Tapi perlakuan itu tidak membuat aku gentar aku tetap ingin menemani carine. Aku beranjak lalu mengambil sepedaku di rumah lalu mengejar mobil ambulance itu.

**

carine belum sadar! menurut dokter air memenhi paru parunya hingga terseumbat dan dia tidak bisa bernafas dengan normal hingga harus di Bantu oleh alat pernapasan. Aku tidak berani memasuki kamar rawatnya aku hanya melihat tubuh mungilnya di balik pintu. Aku buru – buru bersembunyi saat aku melihat ibu carine beranjak ingin meninggalkan kamar rawat itu.

“keluarlah …” panggilnya. Aku melongo, beribu pertanyaan bergejolak di dalam kepalaku.

Aku keluar dari balik lorong rumah sakit dengan wajah tertunduk.

“sebelumnya terimakasih telah menyelamatkan nyawa putriku” ucapnya. Aku mengangguk ragu.

“asal kau tau, carine mengejarmu saat kau pergi ke London, dia berlari mengejar mobil keluargamu sampai akhrinya dia mengalami kecelakaan …. Kecelakaan itu membuat kornea matanya rusak dan dia harus buta,…” jelas ibu cerine dengan suara bergetar.

“mianhae….” Ucapku lirih. Aku tak berani menatap wajah wanita paruh baya itu.

Dia menepuk pundakku lalu berjalan menjauhiku sambil berucap.

“aku tidak akan semudah itu memaafkanmu, kau telah membuat hidup putriku hancur”

aku tertunduk dan duduk di kursi ini sambil terisak, aisshh…. Tuhan! Kaluhku.

**

aku masih berada di rumah sakit ini sampai pukul 11 malam. Sebenarnya besok aku harus sekolah ryeowoon noona beribu – ribu kali menghubungiku tapi aku tetap kekuh atas pendirianku, aku baru dapat bernafas lega setelah carine sadar.

saat aku tertunduk kantuk di kursi rumah sakit seorang menepuk pundakku. Aku menoleh lalu aku cepat – cepat berdiri dan memberi hormat.

“pulanglah” ucap ibu carine, nada bicaranya terdengar agak memaksaku. Aku menggeleng keras.

“ahjumma, apa yang dapat aku lakukan untuk menebus kesalahanku…” ucapku. Beliau diam sambil menatap tajam ke arahku.

“kau pikir dengan menunggui carine semalaman disini aku akan memaafkanmu?? Tidak semudah itu.” Ucapnya.

“aku akan memaafkanmu jika kau bisa membuat carine bisa melihat lagi, sekarang pergilah!!!” perintahnya. Aku tertenduk lesu lalu melangkahkan kakiku keluar rumah sakit ini.

**

membuat carine melihat kembali? Bagaimana caranya? Aku bukan tuhan yang bisa menghidupkan atau menyembuhkan orang sakit….

Perkataan ibu carine kemarin malam mengusik pikiranku hingga terbawa ke sekolah aku tak dapat berkonsentrasi dengan baik hingga pulang sekolah tiba.

“kyuhyun!” panggilku. Kyuhyun yang sibuk memakan sisa bekal makan siangnya yang tak sempat di habiskannya tadi siang. Kyuhyun menoleh padaku sebentar.

“wae?” tanyanya. Aku berpaling menatapnya. Dia tampak bingung.

“menurutmu bagaimana caranya membuat orang buta bisa melihat kembali??” tanyaku penuh perhatian. Kyuhyun tersedak.

“apa?? Memangnya siapa yang ingin kau Bantu??” kyuhyun balik bertanya.

“seseorang, aku harus menemukan caranya untuk menebus kesalahanku… sekaranag kau katakana saja apa yang harus aku lakukan??” aku mendesak kyuhyun agar menjawab pertanyaanku segera tampa berbelit – belit.

“begini, kaa orang kalau korneanya yang mengalami kerusakkan biasanya akan di lakukan pencankokkan, dan tentu saja jika kau ingin, kau harus menyumbangkan korneamu untuknya dan kau yang akan buta…” jelas kyuhyun bagaikan ahli kesehatan mata.

“benarkah begitu??”

**

Jadi pencankokkan kornea ya?? Kalau aku mendonerkan korneaku mugnkin ibu carine dapat memafkanku. Tapi … jika itu ku lakukan aku akan kehilangan pengelihatanku….

Tapi bagaimanapun aku harus melakukannya, aku akan berkonsultasi dengan dokter besok. Pikirku mantap.

**

“apa katamu??? Ryeowook apa kau gila???!!! Kau tidak bisa melakukan perbuatan atas dasar pemikiran sesingkat itu!!!” teriak ryeowoon noona di lorong rumah sakit ini. aku menceritakan bahwa aku akan mendonorkan koreneaku pada carine.

“tapi noona, ini bisa menebus kesalahanku …. Noona, aku mohon izinkan aku…” pintaku dengan harap.

Dokter sudah menyatakan mata ku sehat dan bisa di donorkan. Untuk itu aku memohon pada kakakku untuk mengijinkannya. Tapi ryeowoon noona tidak mengijinkanku. Dia menganggapku orang bodoh, ya aku memang bodoh, aku tak dapat berfikir sehat karena kesalahanku di masalalu.

**

Aku kembali memandang tubuh kaku carine di balik pintu tanpa ke beranian masuk kedalam. Seorang wanita menghampiriku, matanya sembab seperti habis menangis. Aku terkejut ada apa dengan ibu carine? Apa aku melalukan kesalahan lagi?

Beliau menepuk pundakku lalu mengajakku masuk kedalam ruang rawat caine.

“ahjumma, waeyo??” Tanya ku ragu – ragu. Beliau tersenyum getir.

“maafkan ahjumma, telah melebih – lebihkan masalah ini, sungguh aku sangat terharu atas ke sungguhanmu, aku tau niat baikmu, tapi kau tidak perlu mengorbankan matamu untuk anakku, kau tidak perlu lakukan itu, aku sidah meilahat cukup ke sungguhanmu, maaf ryeowook sshi….” Isak ibi carine dengan sungguh sungguh, aku tertegun mendengarnya.

“benarkah itu? Apa kau sudah memaafkan aku??” tanyaku antusias. Wanita itu mengangguk pasti sambil menyeka airmatanya. Aku tersenyum lega, tapi air mukaku kembali suram saat ku tatap tubuh kaku carine yang masih terbaring lemas.

“eomma….” Panggil seseorang aku menoleh dan terbelalak saat aku mendengar carine berucap. Ibu carine langsung menghampirinya lalu memeluknya erat. Aku memanggil dokter.

Tubuh carine yang tertidr lemas selama 2 hari ini kembali normal seperti semula hanya saja carine mengalami sedikit gangguan pernapasan. Dia bahagia sekali saat mengetahui bahwa ibunya telah memaafkanku dan merestui kami.

2 hari setelah sedar carine di perbolehkan pulang dan mengikuti rutinitasnya seperti biasa.

**

1 bulan kemudian ……

kami telah menemukan pendonor mata yang bersedia memberikan kornea matanya pada carine, pendonor bernama Lee Donghae itu mendrita leukemia, sebelum dia meninggal dia mewasiatkan pada keluarganya untuk mendonorkan kornea matanya pada orang lain. aku bahagia sekali saat mendengar kabari itu, semoga orang yang bernama lee donghae itu di terima di sisi-Nya.

Aku sudah tidak sabar ketika carine dapat melihat dunia ini kembali, aku tidak sabar menunggu reaksinya saat melihatku. Tuhan….. terimakasih …

**

hari itu tiba, hari dimana oprasi pencangkokkan kornea itu di mulai, aku was – was bagaimanapun aku tetap khawatir aku tidak ingin operasi ini gagal dan memperburuk ke adaan carine. Aku mengantar carine yang telah siap di operasi, aku memgenga tangan dinginnya karena gugup. Dia memanggil namaku.

“oppa…” panggilnya dengan suara parau. Aku meraih wajahnya dan mengelus pipinya lembut.

“ne, wae?” tanyaku.

“anni, aku hanya ingin mendengar suaramu,… oppa apa aku kelihatan gugup?” tanyanya. Aku mengelus pungung tangannya.

“ya! Tanganmu dingin dan gemetaran, percayalah! Aku yakin operasi ini berhasil, apa kau tidak ingin melihat wajahku??” tanyaku agk sedikit narsis. Dia tersenyum, berberapa saat kemudian dokter memanggil kami. Operasi akan segera di laksanakan. Ibu carine memeluk putrinya dengan penuh kasih sayang. Ah! Aku rindu ibuku, aku menoleh noona yang tersneyum manis padaku lalu merangkul pundakku.

**

CarinePOV

Aku sangat gugup! Setelah 1 minggu mataku di tutup dengan perban putih dan hari ini perbain itu akan di buka, aku tidak sabar! Aku ingin segera melihat dunia ini yang aku sudah 8 tahun aku hidup dalam kegelapan.

Aku mendengar grasak – grusuk dokter yang bersiap membuka perban di mataku. Aku memegang erat tangan ibuku yang keriput.

Eomma tunggu aku, aku harap aku akan segera bisa melihatmu, tunggu aku,…. Aku semakin tidak sabar apalagi saat aku mendengar ucapan salam dari ryeowook oppa. Ah! Aku tidak sabar melianya lagi, bagaimana rupanya sekarang?? Apa kah selucu 8 tahun lalu??

Dokter perlahan membuka perban di mataku lilitan demi lilitan, aku menutup mataku rapat – rapat dokter mengusapkan obat di sekeliling mataku.

“coba kau buka matamu” ujar sang dokter, perlahan aku membuka mataku, ah! Silau! Agak kabur tapi aku bersyukur aku sudah bisa melihat sekarang aku menoleh kearah eomma. Walau kabur aku melihat tangis bahagia di air wajahnya. Aku memeluknya

Setelah memeluk eomma aku menoleh kearah seorang laki – laki yang berdiri tempat di samping eomma, dia kah ryeowook oppa? Aku mengamatinya, dia tersneyum senang lalu memelukku. Dia belum berubah, wajah imut dan polosnya sama seperti 8 tahun lalu. Aku membalas pelukkannya. Hangat ….

**

“eomma…. Apakah kita harus pergi secepat ini?” Tanyaku pada eomma.

Kami memutuskan untuk pindah ke jepang, bagaimana mungkin aku bisa pergi sekarang??? Ini terlalu cepat aku baru saja bisa melihat dengan normal dan memiliki ke bahagiaan yang luar biasa, dan dalam waktu 3 hari ini aku harus melepaskan semua kenangan manisku dengan ryeowook oppa?? Aku hanya bertatap muka dengannya selama 2 bulan!

“maaf carine, kau tau kan?? Eomma sangat membutuhkan pekerjaan ini, dank au dari dulu ingin kuliah di jepang benarkan??” ucap eomma bersusaha meyakinkan ku. Aku memang sangat ingin kuliah di jepang dan tinggal disana. Tapi apakah secepat ini??

“carine…. Kau tidak ingin mengecewakan eomma bukan?? Kau tau eomma butuh pekerjaan ini, untuk membiayai hidup kita berdua! Kau tau itu???”

“tapi, eomma….”

**

aku tak mungkin menentang keinginan eomma, aku atau eomma sudah lama menginkan pekerjaan ini. ah,….. aku bahkan tidak tau kapan aku akan kembali ke sini lagi.

saat aku memberitahukannya pada ryeowook oppa dia tersenyum kaku padaku, aku tau ini berat bagi kami. Dulu dia yang meninggalkanku dan sekarang aku lah yang akan meninggalkannya.

“oppa, mianhae,…” ucapku. Ryeowook menarikku kedalam pelukkannya.

“aku tak apa, asalkan kau berjanji akan kembali!!” ucap riang sambil tersenyum penuh arti. Aku mengangguk pelan, lalu menyeka air mataku.

“terimakasih oppa,…. Aku akan kembali 7 tahun lagi” Aku memeluk ryeowook oppa erat.

**

7 tahun kemudian ….

Aku ragu, … apakah dia masih menungguku atau sudah memiliki orang lain di sisinya? Aku menyempatkan pulang ke korea di liburan musim dingin untuk menepati janjiku. Aku berjanji padanya untuk menemuinya di danau itu. Sebelumnya aku ingin kerumahnya dulu menemui ryeowoon onnie yang baru saja menikah 6 bulan lalu.

Setelah berpamitan dengan ryeowoon aku memtuskan untuk langsung pergi ke danau saja aku tidak ingin membuatnya menunggu lebih lama.

Aku mengintip di balik pohon besar di pinggir danau. Aku melihat ke sekeliling tidak ku temukan, bangku itu, kemana pindahnya?

Aku bergerak menuju sisi danau yang lain. Aku melihatnya…. Bersiap berdiri meninggalkan danau ini. melihat hal itu aku langsung berlari memanggil namanya.

“WOOKIE OPPA!!!!” panggilku keras. Dia menoleh kearahku dengan senyuman yang begitu ku rindukan. Aku menghambur ke pelukannya.

“aku kira kau tak akan datang….” Ucapnya. Aku menggeleng keras.

“aku pasti menepati janjiku” ujarku mantap. Lalu ryeowook oppa memelukku lagi. ah! Aku tidak ingin melepaskannya lagi.

~the end~

32 Comments (+add yours?)

  1. qhaa
    Feb 26, 2010 @ 05:18:44

    happy ending ..
    menyenangkan ..

    hum ..

    Reply

  2. Riery_Raiheechul
    Feb 26, 2010 @ 05:30:18

    S0 sweet..
    Tp, kesian amat c, d0nghae, skt leukimia+buta..
    Hehe.
    Bagus bgt minmi ffnya. *lam knal y,

    Reply

  3. DJ.merr
    Feb 26, 2010 @ 06:33:13

    Kenapa gg d lanjutin ampe wookie ma carine onn nya nikah? Trus punya 2 anak yg satu cewe yg satu lagi cowo.. *d tbok ngerusak skenario*
    ahahaha.
    Keren ff nya!

    Reply

  4. A Lin
    Feb 26, 2010 @ 06:38:12

    Kereeen Minmi!

    Reply

  5. leonyquarius
    Feb 26, 2010 @ 07:02:43

    Happy ending memang selalu mengharukan *susut air mata bahagia* ^^

    Reply

  6. yuee_chan
    Feb 26, 2010 @ 07:30:12

    semoga dong hae terima disisinya krna jasanya yg mau mendonorkan kornea di akhir hidupnya….
    amiieen…
    *dikejer kejer bini2 dong hae..
    *bini2 dong hae: lu nyumpain dong hae isdet??

    Reply

  7. Kheynie Hae
    Feb 26, 2010 @ 09:09:10

    Sungguh penantian yg panjang……!!

    Coba z d dunia in msh ada cow yg mau menunggu dgn sabar,,, lsg gw tarik k kamar pengantin….!!
    Hakhakhak……

    *waras mode on*

    Nice ff…..
    Hwaitiiiiing….!!

    Reply

  8. carine ~ wookie
    Feb 26, 2010 @ 10:05:44

    WUAAAAAHHH
    MINMI
    Aq suka..
    Aq suka..

    Lanjutin
    Haha
    *banyak maunya*

    MinMi Gomawo..
    Gomawo ud d buatin ff sebagus ini..
    d^^b
    Two thumbs up

    Reply

  9. Shinta (NtaKyung)
    Feb 26, 2010 @ 10:14:44

    Hmmm~~~~~~~~~

    Good ff…..d^_^b

    Aku suka yg Happy Ending….^____^

    Reply

  10. Minmi
    Feb 26, 2010 @ 10:29:13

    @ka carine, mian kak lama ngepostnya t,t

    Reply

  11. carine ~ wookie
    Feb 26, 2010 @ 10:36:43

    Gak ap2 koq MinMi
    Hehe
    Aq tetep suka..

    Lanjutin ampe meried
    Hahaha

    Reply

  12. Minmi
    Feb 26, 2010 @ 11:30:26

    Hehehehe
    buat istri2 donghae gw lupa minta maap klo hae ako bikin penyakitan, ako minta maaf sma smw istri donghae ekekekek ^^v

    Reply

  13. Riery_Raiheechul
    Feb 26, 2010 @ 12:34:51

    @Minmi : ku blh request g,
    klo bkn ff lg, tentang pnyktn, jgn leukimia y,
    yg laen aja..
    Hehe *digapl0k kbnykn pr0tes.

    Reply

  14. LyasarangSJ
    Feb 26, 2010 @ 12:53:05

    Setia amat ngu 7 taon..
    Kga lumutan ya??
    *digaplok*
    Mndgn Wookie sma ak aja sni..
    Hahaha^^
    *ditendang Carine onnie ke Pulau Jeju*
    *SKSD ma Carine onnie*

    Reply

  15. Minmi
    Feb 26, 2010 @ 13:13:47

    @riery, bole mw apa? Penyakit apa? Gagal ginjal? Jantung? Alzhimer? Wkwkwk
    ako bingung bgt waktu bikin ne ep ep d kepala gw tiba2 az nyangkut tu nama penyakit wkwkwk

    Reply

  16. Lee Ariel Hae (Ariel Lee)
    Feb 26, 2010 @ 13:25:10

    yayaya penyakit berbau kanker memang lagi marak!boleh juga tuh penyakit laen jangan leukimia terus apa kek penyakit sakit hati gitu!*di lempar tong sampah karena cuma bisa ngoceh*.lagipula ni ff blom aq baca juga!*di lempar bom atom*

    Reply

  17. Minmi
    Feb 26, 2010 @ 13:30:18

    @shinta, bener juga ya sma parahnya, ganti az jd TBC, malaria, kaki gajah, busung lapar, kurang gizi wkwkwkwk

    Reply

    • Shinta (NtaKyung)
      Feb 26, 2010 @ 13:32:39

      Jiahhhhh, Andwae…….
      Suju gax boleh da yg sakit kyak gitu Onn….
      Please, Jangan membuat ff tntang mereka yg sakit seperti itu…..
      Hehehehehehe…..^_~V

      Reply

    • Lee Ariel Hae (Ariel Lee)
      Feb 26, 2010 @ 13:49:13

      Sekalian aja Katarak ,Flu Burung/babi,dllll

      lebih baik sekarang kita doakan Eunhyuk kunyuk yang lagi sakit saja yachhh!!!! bukanya malah nyari penyakit^#$&*%

      Reply

  18. Minmi
    Feb 26, 2010 @ 13:37:29

    @shinta, ya ga bakalan lah! Emang mw nulis berita d koran? Wkwkwkwk

    Reply

  19. Lee Ariel Hae (Ariel Lee)
    Feb 26, 2010 @ 13:44:29

    Ternyata yang leukimia itu Donghae sayangku KURANG HAJar!!!!*di lempar ke Pluto sama pengunjung satu Blog karena dari tadi hanya mengoceh*

    Good ff!!!! banyakin ff yang Happy ending yach!!!

    Reply

  20. Minmi
    Feb 26, 2010 @ 13:49:26

    Ep be?
    Nma ep be ko cho minmi hehehehe
    mw add? Hahahai silahkan dengan senang hati dan lapang dada *lebay* wkwkwk

    Reply

  21. Shinta (NtaKyung)
    Feb 26, 2010 @ 13:54:27

    Ok, Thank’s yah Onn…..^_~b

    Reply

  22. dwi andar
    Feb 26, 2010 @ 14:18:09

    huahh keren keren..
    happy ending…
    ^_^

    Reply

  23. choikha wonnie
    Feb 27, 2010 @ 06:36:45

    aiggo~~~
    nice ff chingue …
    ak jja ampe mrinding bcanya .. >.<
    * Lgsung dii pLuk ma wonnie *

    Reply

  24. Ami_cutie
    Feb 27, 2010 @ 18:02:34

    minmi!!!
    hhe ga sia2 ngaku2 jadi adek iparmu…ceritamu bagus bener…like this!
    (hae..malang benerrr nasipmu)

    Reply

  25. sisri91
    Aug 06, 2012 @ 04:06:39

    happy ending

    Reply

  26. choconlycha
    Mar 08, 2015 @ 12:01:31

    nice story…
    suka ceritanya..

    Reply

Comment's Box

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: