Who Is the girl ? part 2

BY : Fishy Girl

6 Maret 2009

Aku Melihatnya… Gadis itu dari jendela kamarku..

Pagi-pagi…

Ku bangunkan ragaku yang masih sangat letih. Entah mengapa saat aku membangunkan diriku, pikiranku hanya tertuju pada jendela kamarku. Aku bergerak turun dari ranjangku menuju jendela itu. Dan…

Aku melihatnya. Gadis itu. Dia berada di luar dorm. Rambutnya yang panjang dan baju hangatnya yang bewarna hitam, lah yang membuatku langsung mengenalnya. Apa yang ia lakukan di bawah sana, di pagi hari seperti ini ? Dan mengapa firasatku mengajaku untuk melihatnya?

Tiba-tiba Hyung Sindong mengagetkanku dari belakang.

“Hei, Donghae apa yang kamu lakukan ?” menepuk pundakku.

“Hyung, kau mengagetkanku saja..Aku sedang melihat pemandangan pagi di luar.” Kataku bohong sambil menutupi jendela.

“ Ah, apa yang kau lihat. Tidak ada yang menarik. Enakan memandang dapur dan kulkas.”

“Aish kau ini hyung, tidak adakah yang ada didalam pikiranmu selain makanan?”

“Ah, ya sudahlah! Aku mau keluar dulu melihat si koki kita memasak apa untuk sarapan hari ini.”

Sindong pun keluar dari kamar. Mataku kembali menuju luar dorm. Tapi ternyata  aku tidak menemukannya lagi. Gadis itu telah pergi.

&&&&&&&

7 Maret 2009

Akhirnya aku mengetahui namanya…. Kim Haruna.. yah, dia lah malaikat penyelamatku.

Pagi ini aku menyempatkan diri bersama Siwon ssi untuk lari pagi. Sebelum kegiatan hari ini yang melelahka, lebih baik menyegarkan diri terlebih dahulu. Kami memutuskan mengambil rute mengelilingi taman.

Di taman…

Suasana taman sangat ramai pagi ini. Dari anak-anak, remaja, sampai orang tua semuanya berkumpul untuk melakukan aktivitas olahraga. Awalnya kami pikir, penyamaran kami tidak akan diketahui. Tapi gara-gara angin yang meniupkan topiku, akhirnya mau tidak mau, kami harus bermain petak umpet oleh para. E.L.F. Beberapa dari mereka, sempat kami layani. Tapi semakin lama, semakin banyak para E.L.F yang datang. Dan membuat kami tidak nyaman. Aku dan Siwon memutuskan untuk memencar.

Aku masih di kejar-kejar oleh beberapa E.L.F yang masih kuat mengikutiku.  Sepertinya aku benar-benar olahraga lari pagi hari ini (>//<). 10 menit aku berlari menghindar. Aish, aku sudah sangat capek dan tidak kuat untuk berlari . Dan aku sudah tidak dapat berpikir harus bersembunyi dimana. Aku berhenti sejenak. Mengambil nafasku yang tersengal- sengal. Sedangkan suara para E.LF semakin lama semakin terdengar.

Hah, sepertinya aku sudah pasrah. Di dalam keputus asaanku, tiba-tiba… seseorang menarikku ke belakang mobil orang yang sedang parkir. Lalu aku disuruh diam olehnya. Aku menurut. Saat itu aku benar-benar tidak dapat berpikir, apakah orang ini baik atau jahat. Aku terlalu lelah untuk berpikir. Namun saat aku memperhatikan wajahnya denagn sesakma.wajahnya itu.. wajah yang tidak asing bagiku. Dan aku baru menyadari sosok yang ada dihadapanku sekarang. Gadis itu….

Butuh waktu 5 menit untuk  kami bersembunyi. Akhirnya suara para E.LF sudah tidak terdengar lagi. Lalu kami keluar dari tempat persembunyian.

“ Gomaweo !” sambil membungkuk.

“Chonmaneyo..”

“ Mianhae, untuk waktu itu. Aku tidak sempat mengucapkan terimakasih. Aku terburu-buru.”

“Gwaenchana..” sambil tersenyum.

Lalu aku mengajaknya jalan bersama sampai taman. Taman kini sudah sepi. Aku tidak perlu takut lagi bertemu E.L.F. kami pun duduk di taman.

“ Lee Donghae ! “ sambil mengulurkan tangan.

“Annyeong.. Kim Haruna !”

“ Mannaseo bangabseumnida !”

“Gomaweo!”

Kemudian untuk beberapa menit kam saling terdiam. Aku mencoba memulai percakapan kembali.

“ Mm,, bagaimana keadaan kakimu?”

“Oh, sudah tidak apa-apa.”

“Syukurlah.”

“ Donghae-ssi, mianhae. Apa kamu menabrak orang lagi ?”

“ Mwŏ ? Aniyo..”

“  Mengapa perempuan-perempuan itu mengejarmu ?”

Aku sedikit bingung dengan pertanyaan gadis  itu. Apa benar dia tidak mengetahuiku? Identitasku?

“mm, kau tahu Super Junior?”

“Aniyo !” Jawabnya polos

Sudah kuduga dia tidak mengetahui Super Junior. Lebih baik aku tidak memberitahunya.

“Perempuan-perempuan itu menyangka aku salah satu member boy band itu.”

“Oh !!”

(Press the reset, press press the reset nan neol neomaneul bogo innunde)

Tiba-tiba Hp Donghae berbunyi.

Pik..

“Dongseng dimana kamu ? cepat pulang kita mau berangkat latihan !” Teuki yang menelepon.

“Mianhae Hyung ! Aku akan segera pulang. Apa Siwonssi sudah pulang?”

“Ne !” Ya,sudah cepat pulang !”

Pik..

“Mianhae, haruna-ah! Aku sudah ditunggu oleh oppa-oppa ku.”

“Oh, Ne..”

“Sekali lagi gomaweo yah untuk pertolongannya” aku membungkuk.

“Chonmaneyo.. Gwaenchana Donghae-ssi”

“Annyeong Haruna!”

“Choisme!”

Aku pun berpisah dengannya di taman. Sebenarnya banyak hal yang ingin aku tanyakan dengannya. Masalah kemarin pagi di dorm. Tapi aku tidak mau dimarahi oleh para member yang menungguku di Dorm. Setidaknya aku telah berkenalan dengannya. Ya, gadis itu bernama kim Haruna.

&&&&&&

8 Maret 2009

Hari ini kami kegiatan kami ada perform di salah satu stasiun TV.Dari pagi kegiatan kami sudah sangat padat.Pagi-pagi kami harus latihan dance dan vokal untuk acara nanti. Lalu memilih pakaian panggung dll. Siang harinya penguasaan panggung. Huft, sungguh melelahkan. Sore harinya kami perform. Untungnya semua berjalan lancar.

Setelah perform, kami lalu makan disebuah restaurant yang sudah di pesan oleh manager kami.

Megaeyo restaurant…

Semua sedang asik menikmati makanan. Begitu juga aku.Sampai Pada akhirnya, aku melihat nya, melalui jendela restaurant. Gadis yang kini tidak asing lagi bagiku, berada diseberang jalan. Kim Haruna. Dia melihatku. Kami saling bertatapan . Kemudian kulihat ia menyunggingkan seulas senyuman manis kepadaku. Tapi aku merasakan ada senyum keterpaksaan dari lekukan bibirnya. Ya, gurat kesedihan itu. Gurat kesedihan yang ada di dalam mimpiku. Aku mencoba membalas senyumannya dengan tulus.. Sampai sebuah mobil menghalangi pandangan kami berdua. Lalu setelah mobil itu pergi, aku tidak melihatnya lagi. Dia telah pergi.

Malam harinya, aku tidak bisa tidur dengan nyenyak. Aku terus kepikiran dengannya dan setiap pertanyaan-pertanyaanselalu terngiang di dalam pikiranku. Aku berharap bisa bertemu dengannya secepat mungkin.

&&&&&&&

9 Maret 2009

Waktu terasa begitu cepat. Rasanya aku baru memejamkan mataku beberapa menit. Tapi, tiba-tiba pagi sudah datang. Dan suara hyung Han juga sudah terdengar, membangunkan para member yang lain.

Dimeja makan…

Aku melihat semua member masih terlihat mengantuk. Bahkan eunyuk tidur sambil makan. Ada-ada saja (-__-‘). Dan Kangin bersimpati kepadanya. Ini jarang terjadi (cuman ada di FF. Wkwkwk). Hyungku yang satu ini menyuapi dongsengnya Eunyuk dengan penuh perhatian, sabar dan lembut. Entah makhluk apa yang telah memasuki tubuh hyung Kangin sampai ia berbuat seperti ini. Apa mungkin hyung juga ngelindur?? Entahlah aku juga tidak ingin menghabiskan tenagaku untuk memikirkan hal konyol ini. -_-‘’.

Karena kemarin tidak sempat belanja minggua, jadi belanja mingguan di gantikan hari ini. Dan yang tugas hari ini adalah si magnae kyuhuyn. Kebetulan kyu  mengajakku menemaninya belanja di Annyeong super market hari ini. Alasanku pergi sebenarnya, aku berharap bisa bertemu dengannya di sana.

&&&&&&&

Singkat Cerita…

Aish.. ternyata aku tidak menemukannya di supermarket maupun dijalan. Kemana dia ?

Aku membaringkan tubuhku di sofa. Mencoba merilekskan badanku yang pegal karena perform kemarin dan belanja mingguan hari ini. Kyuhyun pun datang…

“Donghae-ssi, minum air ini dulu.Gomaweo telah menemaniku belanja.”

Kyu menyerahkan minuman itu ke padaku.Lalu dudukdibawah sofa tempatku berbaring.

“Gwaenchana!”

“Dongahe-ssi..”

“ Aish, panggil aku hyung! Aku lebih tua darimu. Kemarin kau bisa memanggilku dengan sebutan hyung.”

“ Tidak mau. Aku lagi tidak ingin memanggilmu hyung.Lagi pula lebih baik aku memanggilmu dengan sebutan ssi. Bukankah terlihat lebih muda.” Kyuhyun pun terkekeh.

“Aish.. kau ini. Mwŏ?”

“ Tadi kau di Supermarket kenapa?seperti mencari seseorang?”

“ Ne. Aku mencari Haruna.”

“Haruna?”

“Iya, gadis yang tempo hari aku tabrak dan yang menemukan dompetku.”

“Kau tau namanya ?”

“oh, iya aku lupa menceritakannya kepadamu.Dia menolongku lagi2 hari yang lalu. Saat aku dikejar-kejar E.LF ketika lari pagi denag siwon-ah. Lalu akhirnya, aku berkenalan dengannya sembari meminta maaf dan berterimakasih.”

“ Kenapa kau mencarinya? Atau jangan-jangan kau menyukainnya? Kyuhyun menggodaku.

“Sejak kapan virus suka sok tahu Hyung Heechul menghindap ditubuhmu?”

“Mianhae hae ! aku cuman bercanda. Tapi jangan samakan aku dengan Heechul-ssi. Aku merinding mendengarnya. Lalu?”

“ hahahah… aku juga tidak tahu.Dia itu gadis yang misterius. Dia suka muncul disaat yag tidak terduga.Dan begitu juga sebaliknya.

“Mwŏ? Itu menyeramkan. Kau harus berhati-hati dengannya. Jangan-jangan dia E.L.F saiko.”

“Pikiranmu terlalu jahat, kyu ! aku pikir dia gadis yang baik. Lagipula dia tidak tahu Super Junior.” Kataku membela.

“Mungkin saja itu akal-akalannya saja, agar tidak dicurigai.”

“Terserah. Sepertinya aku salah membicarakan dia di depanmu.”

Entahlah aku tidak suka Kyuhyun menjelek-jelekan Haruna. Aku jadi marah dan meninggalkan Kyuhyun di sofa sendiri. Dia memanggil-manggilku. Tapi aku acuhkan.

“Donghae..!Donghae! kau mau kemana? Hyung-ah mianhamnida!” Teriak Kyuhyun . Namun tidak ku gubris.

&&&&&&&

10 Maret 2009

Aku masih marah dengan Kyuhyun karena ucapannya kemarin. Aku juga tidak tahu mengapa. Menagapa aku begitu marah saat Kyuhyun menjelek-jelekan Haruna. Sejak pagi aku mendiaminya. Dan dia juga tahu jika aku masih marah kepadannya. Jadi ia tidak mau mengangguku. Tapi pada saat aku ingin keluar, ia mencoba menyapaku.

“Hyung, mau kemana?” tanya Kyuhyun

“ Hei, Fishy kau mau kemana?” tanya Kangin juga

“ Jalan-jalan.” Jawabku singkat

“ Jangan pulang malam-malam atau kau mau tidur diluar!”

“ Ne… “ jawabku malas.

Aku pun pergi meninggalkan mereka. Aneh, rasanya aku ingin sekali hari ini keluar untuk menghirup udara malam.Meskipun aku tahu ini tidak baik untuk kesehatan. Aku mengendarai motorku dengan pelan. Menyusuri jalan lalu berhenti sebentar di Super market untuk membeli snack. Kemudian aku menuju taman. Taman begitu indah dilihat dimalam hari dan diterangi kelap-kelip lampu dan sinar bulan.

Tidak sengaja, mataku tertuju pada salah satu bangku taman. Dan sosok yang aku kenal sedang duduk di sana memandangi jutaan bintang di angkasa. Aku menghampirinya.

“Annyeonghaseyo!”

“Oh, Annyeong Donghae-ah!” sapa Haruna sambil tersenyum.

“Boleh au duduk disini ?”

“Tentu”

“Haruna, ini untukmu!”

Aku memberika Haruna sekaleng soft drink.

“Gomaweo!”

“Langit yang indah yah!” kataku

“ Iya” sambil tersenyum. Lalu minum soft drink

“Haruna, sedang apa kamu disini ?”

“Berbicara dengan bintang” jawabnya sambil memandang langit.

“Mwŏ?”

“Pasti kamu heran. Cuman bintang satu-satunya temanku.”

Aku memandang wajahnya. Raut mukanya berubah. Kini kesediahn itu benar-benar tampak. Aku panic.

“Haruna, mianhae.. a..a..ku tidak bermaksud membuatmu sedih.”

Haruna memandangku dengan wajahnya yang sendu. Aish, sebentar lagi aku akan membuatnya menguraikan air mata. Bagaimana ini ??? >//< aku coba menenangkannya.

“Haruna, sudahlah. Kau jangan sedih. Aku akan menjadi temanmu. Aku janji.” Mencoba meyakinkan. Memandangnya denag tatapan serius ( semoga berjasil > < tapi wajahku pasti sanagt aneh -//-)

Namun tiba-tiba haruna tertawa. Tertawa penuh kegembiraan. Karena telah berhasil membuat pajin pria disebelahnya itu. Donghae hanya bias terheran-heran melihat tingkah laku gadis itu.

“(laugh) Mianhae donghae-ssi! Tapi wajah panikmu itu lucu sekali. Aku tidak kuat melihatnya.” Kembali tertawa.

“aku tidak mengerti?”

“Mianhae,, mianhae,, aku cuman bercanda. Aku tidak sedih dan aku tidak apa-apa.”

“Aigoo.. kau mengerjaiku ?!”

“Mianhae, Donghae! Jangan marah!” sambil mengulurkan jari kelingkingnya. Lalu aku menyambut kelingkingnya juga.

“Ne! aiash, kamu tahu betapa paniknya aku meliahtmu hamper menangis.”

“Sekali lagi minta maaf..Entah mengapa , saat kamu datang, aku ingin menjahilimu. Tapi aku tahu kamu pria baik.”

“ Kalau aku boleh jujur,. Aktingmu bagus sekali.” Sambl mengacungkan jempol.

“gomaweo! Tapi perkataan ku tadi benar. Aku memang suka ke tempat ini untuk berbicara dengan bintang. Tapi aku sekarang tidak sedang bersedih. Justru aku sedang senang.” Ucapnya sambil tersenyum manis kepadaku.

Aku kembali memandang wajahnya. Kali ini aku tidak melihat senyum kesedihan itu. Bahkan aku melihat senyum kebahagiaan yang tulus.Tiba-tiba saja ada sesuatu yang aneh dengan jantungku. Jantungku berdegup dengan kencang. Aliran darahku mengalir dengan deras. Wajahku memanas. Aku tidak tahu apa yang terjadi. Tapi aku merasa nyaman dekat dengannya. Apa aku suka dengannya? Cepat-cepat aku tepis perasaan itu.

“W..wae, Haruna?” aku mencoba mengendalikan perasaanku

“Aku senang. Karena sebentar lagi, aku bisa kembali berkumpul dengan appa dan ummaku. Aku rindu dengannya. Aku juga senang sebelum aku pergi, aku bertemu denganmu. Dan saat kau bilang ingin menjadi temanku juga.”

Sekarang hatiku terguncang mendengar kata-katanya. Bahwa sebentar lagi dia akan pergi. Padahal kami baru bertemu. Tapi, secepat itu kami harus berpisah? Bukankah perasaan ini baru tumbuh. Aku melamun.

“Donghae-ssi ? Donghae-ssi?”

panggilan Haruna membangunkanku dari lamunan.

“Oh, Ne !”

“kamu melamun ?”

“Aniyo!”

“Oh, ya Donghaessi. Ucapanmu yang tadi benarkan? Kau mau menjadi temanku?”

“Kapan aku bilang seperti itu? Aku lupa?” aku tertawa kecil. Mencoba menghibur perasaanku sendiri.

“Aigo… kau jahat!” Haruna mengembungkan pipinya. Hal itu membuat ku semakin tertawa.

“(laugh) kamu lucu sekali. Aku tidak ingin menjadi temanmu. Tapi ingin menjadi chagiyamu.” Kataku bercanda sambil mengerlingkan mataku.

“Aish.. kalau itu aku yang tidak mau.” Jawab Haruna sambil memalingkan wajahnya.

Sekilas aku melihat wajahnya memerah. Apa dia juga memiliki perasaan yang sama denganku.

“ Aiah, iya-iya aku mau menjadi temanmu.”

“heheh, Gomaweo!” dia membalikan wajahnya lagi.

“Ngomong-ngomong kapan kamu pergi ? kemana?”

“Mm.. aku juga tidak tahu kapan. Tuhan yang menentukannya. Tempatnya sangat jauh donghae-ssi. “

Aku tidak mengerti maksud ucapannya barusan. Tapi aku enggan untuk menanyakannya. Lebih baik aku menanyakan hal yang selama ini ingin aku tanyakan.

“Haruna, aku mau Tanya.”

“Apa?”

“Apa yang kau lakukan pagi-pagi di halaman dorm xxxx ( author lupa nama dorm SJ. Mianhae ^^) waktu itu? Aku melihatmu di bawah sedang memandang dorm dengan tatapan sedih.”

“Oh, aku sedang lari pagi dan kebetulan aku beristirahat didekat dorm. Tapi aku tidak sedih. Apa wajahku terlihat selalu sedih yah ? kau tinggal di sana”

“Aniyo ! mungkin perasaanku saja. Ya, aku tinggal disana”

Entah mengapa jawabannya itu terlalu janggal di benakku. Tapi sekali lagi aku tidak ingin memikirkannya.

Udara semakin malam semakin dingin. Waktu menunjukan jam 9 malam. Sudah 2 jam aku duduk bersamanya di taman. Kami pun sudah mengobrol tentang banyak hal. ! hal yang aku ketahui. Ternyata tanggal lahir kami sama. Tapi hanya tanggalnya. Haruna lahir tanggal 15 Maret. Dan itu berarti 5 hari lagi, dia akan berulang tahun. Haruna juga sangat menyukai game. Sebelum dia pergi, aku akan mengenalkan kyuhyun kepadanya.

Udara malam membuat hidungku gatal. Aku berkali-kali bersin.

“Hacim.. hacim.. Haruna-ah, mianhae!”

“Tidak apa-apa. Kamu sakit ?”

“aniyo. Aku hanya alergi udara malam.” ( bersin lagi)

“Donghaega, kau ini nakal sekali. Sudah tahu alergi masih keluar malam.”

“Kalau aku tidak keluar, aku tidak akan bertemu denagnmu”( bersin)

Aish.. aku keceplosan. Bodohnya kau, fishy ! wajahku kembali memanas. Argh.. aku pasti terlihat bodoh didepannya. Apalagi bersinku tidak mau berhenti. Tapi sekali lagi aku melihat wajahnya pun ikut memerah.

“Pakai ini untuk sedikit menghangatkanmu.”

Haruna membuka syal yang melilit di lehernya, lalu memakaikan syal itu ke leherku. Aku sampai gugup saat Haruna memakaikan syalnya kepadaku. Tangannya yang lembut, denagn hati-hati mengalungkan syalnya itu keleherku dengan rapi. Jantungku kembali berdebar-debar.

“bagaimana?”

“Go..gomaweo, Haruna! Hangat !”

“Sepertinya sudah malam. Lebih baik kamu pulang.” Suruhnya.

“Bagaimana denganmu? Aku antarkan kamu pulang. Ok ?!”

“Tidak usah repot-repot. Rumahku dekat dari sini.”

“Ayolah, aku tidak tega melihat sahabatku pulang sendiri. Apalagi ini sudah malam. Tapi jika kamu masih menganggapku sahabatmu.” Pancingku

“Aish,, kau mengancamku? Mm, baiklah aku mau karena kamu sahabatku.”

Akhirnya kami pulang. Aku mengantarkan Haruna sampai rumah. Ternyata rumahnya tidak jauh dari taman.

“Donghae-ssi hati-hati yah!”

“Ne ! Sebelum aku pulang, kapan kita bisa bertemu lagi ?”

“Datang saja kerumahku.”

“ok.. aku pulang dulu yah ! selamat malam !”

“ Selamat malam !”

Aku pulang menuju dorm. Hari ini benar-benar menyenangkan.

Tapi saat di Dorm…

“Annyeong !! annyeong, Hyung !” bukakan aku pintu !

Aku Lupa aku tidak boleh pulang malam-malam. Aish… aku dikunciin. Sekarang aku diluar. Diman aku Tidur ??? hua!!!!

>>>continued<<<<

Mianhamnida… untuk part ke 3 nya.. mungkin akan lama di buat… wkwkwk gomaweo udah baca…

33 Comments (+add yours?)

  1. christi♥donghae
    Mar 15, 2010 @ 17:00:29

    Ya ampun.. Fishy kekonci..haha
    Sni,. *narik hae pulang ke rumah*

    Reply

  2. Kelteuk 'sangmi'
    Mar 15, 2010 @ 17:03:57

    Nah ud gw publish…

    Hr ni gw bs bobok dgn tenang, ntr ff laen author yg publish yo…gw hr mau bobok.

    Reply

  3. ami_cutie
    Mar 15, 2010 @ 17:06:05

    aduh kasian hae terkunci…
    jangan2 haruna itu…(sotoy mode:on)

    nice ff…
    btw mo ralat dikit, hae bilang oppa2ku, harusnya hyung2ku kali ya?
    lanjut!

    Reply

  4. jasmijn2903
    Mar 15, 2010 @ 18:13:11

    hmm.. Haruna mengidap penyakit mematikan, ya? terus ortunya udah gak ada? jadi dia bilang bakal ketemu ortunya lagi. haha. soalnya dia bilang tempat yang dituju Tuhan yang menentukan & sangat jauh. *sotoy*
    duh, Donghae kasian dikunciin..

    Reply

  5. lee heejien
    Mar 15, 2010 @ 18:49:35

    FFnya bagus!!

    Lanjutkan..
    Hehe

    Reply

  6. Putri
    Mar 15, 2010 @ 18:50:33

    Fishy^___^
    Annyeong
    Ga ad tukul neg d part neg!cekakakaka*dkeplak mah fishy
    Haha bcanda!
    Ayo part 3 na cepet!

    Reply

  7. Miumiumiii
    Mar 15, 2010 @ 19:01:54

    Nah loh , Donghae tidur dimana?
    Yaha aku bingung wkt Donghae bilang , “aku udah ditunggu Oppa-oppa ku”.
    Hyaa jangan bilang Haruna mau nyusul ortunya ke tempat jauh..
    Dan tempat jauhnya itu.. SURGA???
    Noooo , aaaiisssh..
    Part selanjutnya ditunggu 🙂

    Reply

  8. DJ.merr
    Mar 15, 2010 @ 19:17:07

    banyak salah pengetikan …
    but no problem >>>>> …
    kekekkeke…
    ayoayoo…
    aku penasaran nih..
    yakin deh si haruna nya nanti meninggal..
    kekekek..
    dia punya penyakit mematikan ya ?
    kyyyaa…
    heii aiden ! nginep di rumah aku aja ,,, *lari ! di kejar bini2nya hae*

    Reply

  9. abhie
    Mar 15, 2010 @ 19:24:54

    fishy….hiks hiks Hp Oenni ilang….(T_T)..jadi gag bs sms-an dulu yaks…nice ff^^ di tunggu part 3 na ya…

    Reply

  10. ozaa
    Mar 15, 2010 @ 19:46:01

    Uwaaa Hae tidur di rmh ku aja yuk *dikemplang ama siwon*

    fishy~ bagus! ditunggu part 3 nya

    Reply

  11. Putri
    Mar 15, 2010 @ 19:46:19

    Yah mank shw bnyk slh ngtik n ne pzt gr2 bgadang lg kan?ckck
    Ai sbrp lamakah part 3 ntu ckck?*ga sabar

    Reply

  12. NtaKyung&NtieKyu
    Mar 15, 2010 @ 19:51:06

    Lanjut, Lanjut, Lanjut…………….(^___^)

    Udah pnsaran sangad nich…….(>__<)
    Hehehehehehehhe…………^_^

    Reply

  13. ciiciiminie
    Mar 15, 2010 @ 21:14:49

    yah .
    si donghae kekurung di luar .
    kasiaaaannnn.
    lanjutt
    🙂

    Reply

  14. monpin
    Mar 15, 2010 @ 21:55:03

    jangan-jangan haruna itu hantu…? *digampar karena sotoy*

    Reply

  15. fishy1503
    Mar 16, 2010 @ 08:38:28

    hUA, Gomaweo buat reader yang udah sempat membaca FF ku ini… Gomaweo buat oni Yossy yang selalu aku nyusahin.. mianhe oni… Buat oni Kell, hua.. makasih udah sempat ngepost FF nya pas tepat di hari ulang tahunku yang ke 17.. Makasih semuanya ^^

    Reply

  16. yuee_chan
    Mar 16, 2010 @ 17:31:10

    haruma itu hantu yak???
    *diusir karna sotoy

    Reply

  17. ailovesfishy
    Mar 20, 2010 @ 07:30:50

    excuse me,, mw sdikit memberi masukan nih…
    bagian ini:
    “ Tidak mau. Aku lagi tidak ingin memanggilmu hyung.Lagi pula lebih baik aku memanggilmu dengan sebutan ssi. Bukankah terlihat lebih muda.” Kyuhyun pun terkekeh.

    kalo setau aku, pake sebutan ssi itu kesannya formal dan kurang dekat (-ssi = saudara … )
    kalo mau lebih informal, misalnya untuk umur sebaya, pake -ah.. donghae-ah sepertinya lebih tepat… ^^

    mianhae,, aku g bermaksud apa2, cuma pengen ngebantu menciptakan kesempurnaan suasana di tulisan kamu… soalnya fanfic bikinan kamu termasuk favorite aku.. hehe ^^
    lanjutkan!

    aduh, si donghae kekunci diluar,, bisa2 dia sakit >.< (kan katany dia alergi dingin..)

    Reply

Comment's Box

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: