UnLucky ♥ [Eps 2]

Paris, 02:45 AM

Jong woon masih terjaga, dia tidak dapat tidur malam ini. Jong woon beranjak dari tempat tidurnya lalu duduk di balkon kamar hotelnya.

“kenapa aku selalu sial?” pikir jong woon, sekarang lamunannya melayang pada kejadian saat dia makan malam dengan kim geu rim wanita yang akan menjadi calon isterinya, sungguh kencan yang kacau. Jong woon menuang segelas wine lalu meminumnya sedikit.

Paris, 07:00 AM

Geurim mengulum sarapan paginya dengan majah di tekuk seribu, dia kesal luar biasa atas kejadian tadi malam.

“bagaimana kencannya kemarin malam?” Tanya tuan kim membuka pembicaraan.

“apanya yang bagaimana?? Appa teganya appa menikahkan aku dengan si trouble maker itu!!” protes geurim.

“itu hanya kesialan sesaat, eomma yakin kau akan bahagia” ujar nyonya kim.

“tapi kan!!! Aisshh, bagaimana aku bisa menikah dengna orang seperti itu?? Appa, aku tidak mau!!!!” bentak geurim lalu berdiri lalu pergi dari ruang makan.

Geu rim keluar dari ruang makan sambil menggurutu tidak jelas. Kemudian geurim naik ke kamarnya di lantai atas untuk mengambil tasnya, dia bersiap pergi kuliah.

‘TING …. TONG!!!’ bel rumah keluarga kim berbunyi seorang pelayan membukakan pintu.

“selamat pagi saya kim jong woon bolehkah saya bertemu dengan kim geurim?” sapa jong woon ramah di balik pintu. Pelayan itu menyuruh jong woon masuk dan membiarkannya menunggu di dalam rumah. Jong woon duduk manis di ruang tamu, matanya menyapu setiap senti ruangan tersebut.

‘rumah yang indah’ gumam jong woon. Tak lama kemudian tuan kim keluar keluar dari ruang makan dan melihat jong woon duduk manis di ruang tamu. Beliau langsung tersenyum senang dan menyapa jong woon dengan ramah.

“jong woon sshi!” sapa tuan kim.

“annyeong ahjusshi sudah lama tidak bertemu dengan anda” balas jong woon sambil terus mengulum senyum manisnya.

“wah! Bunga yang indah!” celetuk nyonya kim. Jong woon kembali tersenyum.

“aku ingin memberikan ini pada geurim sebagai tanda perminta maafan ku soal kejadian tadi malam” jawab jong woon.

“benarkah? Kau benar – benar laki – laki yang baik” puji tuan kim. Tak lama setelah itu geurim turun dari kamarnya dengan wajah kusut apa lagi saat dia melihat jong woon dia tambah menekukkan wajahnya.

“YAK!! Troublemaker! Apa yang kalu lakukan disini!!!” pekik geurim kesal.

“ah, aku ingin minta maaf atas kejadian tadi malam, ini aku membawakan bunga ini untuk mu” jong woon menunduk minta maaf lalu menyerahkan sebuket bunga lavender pada geurim. Geu rim tidak menjawab dia masih melotot sangar pada jong woon.

“ini, aku bawakan gaun lain untuk mengganti gaun mu yang kotor kemarin aku harap kau suka” ujar jong woon lagi sambil menyerahkan sebuah kotak berwarna pink dengan pita ungu.

Geu rim mengambil kotak itu dengan hati – hati, kemudian geurim membukanya untuk melihat isi di dalamnya. Geu rim terkejut bukan kepalang saat melihat gaun yang ada di dalam kotak tsb, gaun coklat selutut tanpa lengan yang di taksirnya dari bulan lalu. Awalnya geu rim berniat membeli gaun seharga 200 euro tersebut dengan uang tabungannya sendiri. Jong woon tersenyum saat melihat geurim yang tampak kagus dengan gaun yang di bawakannya.

“wah! Nak jong woon ini baik sekali sampai – sampai membelikan geurim gaun segala” ujar tuan kim sambil tersenyum bahagia.

“ini sebagai bentuk penyesalanku saja” jawab jong woon. Geurim mengangkat wajahnya menatap jong woon.

“ini! ambil kembali gaun mu! Aku tidak butuh!!” kata geurim ketus sambil mengembalikan kembali gaun yang di pegangnya.

“ah, geurim kau tidak boleh seperti itu pada jong woon, ayo minta maaf” kata tuan kim sambil tersenyum manis pada jong woon.

“appa! Dia yang salah!! Aku tidak mau minta maaf!!!!” protes geurim.

“benar ahjusshi aku yang salah aku yang seharusnya minta maaf …. Tolong maafkan aku!” jong woon meminta maaf dengan sungguh – sungguh denga menundukkan badannya 90 derjat. Hati geurim agak melunak sekarnag saat melihat kesungguhan jong woon untuk minta maaf padanya.

“baik … baik aku maafkan kau kali ini” jawab geurim akhirnya. Jong woon tersenyum.

“nah gitu dong! Jong woon kau benar – benar laki – laki yang baik” sahut tuan kim sambil menepuk pundak jong woon.

“gumawo!” jong woon tampak senang kemudian dia menyerahkan kembali gaun dan sebuket bunga yang di bawanya pada geu rim.

“apa ini??”

“ah! Aku ingin kau menerima ini, aku sudah membelikannya untukmu” kata jong woon sambil tersenyum penuh arti. Geu rim menolaknya tapi jong woon terus memaksa.

“baik – baik terimakasih” geu rim menerima gaun dan bunga itu dengan wajah kesal padahal dia sangat senang karena berhasil memiliki gaun yang di taksirnya selama berbulan – bulan, walaupun ini hadiah.

“kalau begitu jong woon sshi kau bisa antarkan geurim ke kampusnya??” pinta tuan kim. Jong woon tersenyum lalu mengangguk. Geurim kembali menekuk wajahnya kesal.

“aku bisa pergi sendiri!!!” kata geurim sengit.

“lagi pula aku punya mobil” tambahnya.

“tidak apa – apa aku bersedia menjadi supirmu hari ini” jawab jong woon sambil tersenyum manis. Tuan kim berbalik menatap geurim dengan tersenyum manis pula.

“aish!! Kau!!!”

**

Seoul, 15: 55 PM

Yesung membersihkan benrberapa washtafel di toilet pria setelah itu dia berapil mengambil pembersih kaca untuk membersihkan kaca toilet. Sambil bersenandung riang yesung mengelap kaca – kaca itu.

Setelah selesai, yesung lalu keluar dari toilet itu dan bergegas akan mengerjakan pekerjaan yang lain. Saat bergegas masuk ke gudang peralatan, tanpa sengaja yesung bertabrakan dengan salah seorang sataf wanita.

“ah!! Mian!! Aku tidak sengaja” elak yesung lalu menunduk meminta maaf pada wanita itu. Wanita itu berdiri kemudian juga menunduk minta maaf.

“maaf harusnya aku hati – hati,” ujar sang wanita, dia juga merasa bersalah akibat bertabrakan dengannya baju yesung jadi basah karena tertumpah air bekas lap kaca.

“ah!! Ini tidak apa – apa bukankah jatuh lebih sakit??” ujar yesung.

“anni, aku baik – baik saja” elak sang wanita lagi.

“ah! Tunggu dulu kau bukannya lee min ji??”

**

Paris 7:35 PM

‘Siinggg…..’

Hening, hanya terdengar deru kenderaan saja. Dua orang yang berada di dalam sebuah sedan putih yang sedang melaju kencang itu sibuk dengan pikiran mereka masing – masing. ‘dia baik juga’ pikir geurim sambil melirik jong woon yang sedang menyetir.

“ada apa?? Melihatku seperti itu?” Tanya jong woon rupanya dia menyadari bahwa sedari tadi geurim memperhatikannya. Geurim buru – buru memalingkan wajahnya yang memerah karena malu.

“siapa yang memperhatikanmu?” elak geurim. Jong woon tersenyum lalu mengelus – elus rambut geurim.

“YAK!! Apa yang kau lakukan??” protes geu rim dengan kasar dia menepis tangan jong woon. Jong woon tersenyum lalu melanjutkan kembali kegiatan menyitirnya.

‘orang ini!! benar – benar mentebalkan’ batin geu rim kesal.

**

Jong woon memakirkan mobilnya di halaman sebuah kampus. Geu rim turun dari mobil tersebut dengan wajah kusut.

“Geurim-a …” panggil jong woon. Geu rim yang sedang sibuk mengambil bukunya ingin mendongkak menatap yesung tapi kepalanya malah terenbentur pintu mobil.

“wae??” Tanya geu rim kesal, dia kembali terkena getahnya jong woon.

“gwenchana??” kata jong woon panik lalu bergegas mengahampiri geu rim. Jong woon mencoba melihat jidat geu rim yang terbentur tapi geu rim menepis tangannya, tapi jong woon berkeras untuk melihatnya dan geu rim terus menolak sampai akhirnya geu rim mendorong dengan kasar tubuh jong woon hingga terjerambab ke tanah, tapi naasnya jong woon malah menarik tas geu rim hingga mereka jatuh bersama.

“YAK!!!!” pekik geu rim kesal sambil memegangi jidatnya yang memar kerena tebentur gigi jong woon.

**

“kata ayahmu kau akan ikut bersama ku pulang ke korea 2 hari lagi” ujar jong woon.

“MWO??” pekik geu rim histeris.

“aku tidak akan ikut! Kuliahku masih tersisa 2 semester lagi!!” protes geu rim.

“aku tau, kau masih ingin melanjutkan S2 mu disini tapi ini perintah ayahmu dan juga kakek ku, mereka sudah mengurus acara pertunangan kita” terang jong woon. Geu rim menghela nafas berat sambil terus merintih, jidatnya benar – benar sakit.

“mereka seenaknya saja” desah geu rim lalu keluar dan menutup pintu mobil yesung dan bersiap pergi.

“JANGAN LUPA 2 HARI LAGI!!” teriak jong woon. Geu rim menoleh sekilas lalu mengangguk.

**

Seoul 19:46 PM

Yesung duduk di sebuah kursi di depan ruang ganti pegawai di kantornya, yesung sedang menunggu min gi, teman SMA nya dulu, tidak menyangka mereka akan bertemu lagi di tempat kerja.

Yesung meilirik jam tangannya, tak berapa lama terdengar suara langkah kaki dari sepatu highheels seorang wanita menghampiri yesung.

“maaf menunggu lama” ujar wanita itu yang ternyata min gi.

“anni … ayo aku antar kau pulang” kata yesung. Min gi tersenyum lalu mengangguk.

Yesung dan min gi 2 orang teman lama sewaktu SMA. Sudah 5 tahun mereka tidak bertemu ….

Mereka berdua duduk di sebuah halte bis untuk berbicara sejenak, yesung memakirkan sepedanya di samping halte bis tepatnya di bawah papan – papan iklan.

“sungie, bagaimana keadaan nenekmu??” Tanya min gi membuka pembicaraan.

“beliau sedang sakit, aku harus mencari uang lebih untuk membiayai pengobatannya” tutur yesung lirih.

“benarkah? Apa separah itu?” Tanya min gi. Yesung mengnagguk.

“huuuhhh…. Uang yang ku dapatkan sebagai kuli bangunan tidak cukup untuk membiayai pengobatannya, untuk itu aku mencari pekerjaan lain yang gaji nya tetap dan bisa membiayai hidupku dan nenek …” jelas yesung lirih. Min gi mengangguk mengerti.

“min gi-a! bagaimana dengan keluargamu?? Bagaimana dengan ayahmu??” Tanya yesung. Min gi mengangkat bahunya dan mengehela nafas berat.

“ayah mu belum berubah?” Tanya yesung, min gi menganggukan kepala berat.

Min gi memiliki seorang ayah yang merupakan seorang pemabuk dan penjudi, kerjanya tiap hari berjudi dan berjudi setiap hari. Saat SMA min gi pernah ingin bunuh diri tapi yesung menggagalkan rencananya itu.

Untung saja min gi adalah anak yang pintar dan tegar dia dapat bertahan dalam situasi keluarga yang kacau balau.

“aku tidak tau kapan semua ini akan berakhir” ucap min gi lirih.

“kau harus percaya …” yesung menyemangati min gi.

“kalau begitu apa kau mau kopi panas??” tawar yesung. Min gi menoleh kea rah yesung yang tersenyum manis lalu mengangguk.

“tunggu sebentar aku akan belikan untuk mu …” yesung menjauh dari halte bis dan berlari kecil untuk membeli kopi panas.

**

“terimakasih sudah mengantarku pulang” min gi menundukkan kepanya sekilas.

“kau masih tinggal di sini??” Tanya yesung tersenyum dan mengamati sebuah apartemen kecil di depan mereka.

“ah iya aku masih tinggal disini bersama appa, eummm. Oppa mau masuk dulu??” tawar min gi.

“ah! Tidak usah lain kali saja! Aku harus segera pulang! Annyeong!!” tolak yesung halus lalu menaikki sepedanya dan meninggalkan kawasan itu. Min gi memandangi punggung yesung yang menajuh dari hadapannya sambil tersenyum.

**

Seoul, Incheyon Air Port 12 : 30 PM

Seorang gadis keluar dari bandara dengan seorang pria yang mengenakan t shirt putih dan jas hitam. Mereka berdua berjalan mendatangi sebuah mobil hitam yang di kemudiakan seorang supir. Mereka berdua masuk ke dalamnya dengan tenang.

“Hei!! Kim Geu rim bisakah kau lepas iphone-mu itu?? Sungguh tidak sopan jika kau mengenakannya saat bertemu kakekku…” tegur jong woon matanya tak beralih dari buku yang di bacanya. Geu rim mengendus kesal dan melepas earphone dari telinganya.

Jong woon dan geu rim telah sampai di rumah mewah milik keluarga jong woon. Dengan langkah malas geu rim mengikuti jong woon masuk kedalam rumah tsb. Jong woon berjalan memasuki ruang tengah di sana sudah ada seorang kakek yang duduk di sofa matanya tidak henti – hentinya memeriksa setumpukkan kertas.

Jong woon menunduk memberi hormat di ikuti geu rim. Pria paruh baya itu menurunkan kacamatanya lalu meletakkan kertas yang tadi di bacanya. Serta mempersilahkan geurim dan jong woon duduk.

“hai kim geu rim bagaimana ke adaan orang tuamu sekarang??” sapa tuan kim ramah. Geu rim memeberikan senyum manisnya dan menjawab.

“ah! Mereka baik – baik saja” jawabnya.

“baguslah, …. Begini, aku memanggil kalian ke sini adalah untuk membicarakan acara pertunangan kalian, bukan kah kalian telah mengenal satu sama lain?” ucap tuan kim. Geu rim dan jong woon terdiam, mereka bertukar pandang sejenak sampai akhirnya jong woon berkata.

“ah! Benar kami memang sudah saling mengenal, tapi kek, apakah tidak terlau cepat untuk bertunangan sekarang?”

“hanya tunangan, kalian tak usah khawatir kami tidak akan cepat – cepat menikahkan kalian sebelum kau jong woon memimpin perusahaan” jawab sang kakek mantap sambil menatap jong woon.

**

“Bapak kepala bagian bisakah anda memberikan data – data pekerja baru di perusahaan kita?” pinta seornag laki – laki bertubuh jangkung.

“ah! Baikalah,” jawab sang kepala bagian.

“saya minta semuanya ya…”

“ne ,…”

Yesung baru saja selesai mengantarkan segelas kopi pada salah satu karyawan kemudian yesung beranjak ke dapur untuk melanjutkan kembali pekerjaannya. Tanpa sengaja yesung bertemu seorang laki – laki yang meminta daftar pekerja baru. Orang itu mengamati yesung dengan teliti lalu menundukkan sedikit kepalanya memberi hormat. Yesung tampak bingung dan mengerutkan dahi.

“ada apa dengan orang itu?” gumam yesung.

**

“pak! Ini data – data yang anda minta,” ujar seornag laki – laki bertubuh jangkung sambil menyerahkan sebuah amplop coklat.

“ah! Terimakasih sekertaris jung” jawab pemimpin perusahaan lalu mengambil ampop coklat berisi berberapa data karyawan. Tuan kim memeriksanya sejenak, setelah menmukan apa yang di carinya, tuan kim mencermati isi data itu.

“jung! Kau pecat karyawan bernama kim yesung itu dan jamin dia tidak akan memunculkan dirinya kembali di perusahaan ini”

“tapi,….”

“aku tidak ingin semua orang tau ada dua pewaris perusahaan SLCC, sekarang kau laksanakan saja perintahku!!” perintah kim young min. sekertaris jung mengangguk mengerti lalu undur diri untuk melaksanakan tugas.

Kim young min mengambil sebuah foto di atas meja kerjanya.

“maafkan aku, aku sungguh tidak ingin melakukan ini, aku terlau kejam membuang cucuku sendiri,… aku harap kau memaafkan aku young wook …”

**

geu rim merengek – rengek pada jong woon untuk mengantarnya jalan – jalan. Tapi jong woon tidak menanggapinya, dia asik membaca buku tanpa mendengarkan ocehan geu rim.

“baiklah! Kalau kau tidak mau mengantarku aku akan pergi sendiri!!” ujar geu rim kesal. Jong woon mengangkat wajahnya dan tidak mengatakan apapun.

“huh! Dasar! Aku bisa pergi sendiri, dari pada di antar oleh si troublemaker itu!” gerutu geu rim sambil berlalu menuju mobil.

Setelah sampai di depan mobil geu rim berfikir sejenak. Kemudian geu rim menyuruh supirnya untuk tidak mengantarnya karena dia ingin naik bus saja. Awalnya supir itu ragu tapi geu rim tidak menanggapi keragu – raguan tersebut dia malah berlari keluar rumah jong woon.

**

“yesung! Pak lee memanggilmu!” teriak kang in. yesung buru – buru menghentikan pekerjaannya lalu bergegas menghadap atasannya.

“ne? ada apa sunbae?” Tanya yesung. Pak lee mengambil sesuatu dari kantung jasnya, sebuah amplop berwarna putih lalu menyerahkannya pada yesung. Yesung menatap pak lee dengan tatapan bingung. ‘kok perasaan ku jadi ga enak gini?’ keluh yesung dalam hati.

“sungie, ini gajih pertama dan gajih terakhirmu” ujar pak lee. Yesung terperangah.

“apa maksuh sunbae? Aku di pecat?? Tapi kenapa???” Tanya yesung histeris. Pak lee mengelengkan kepalanya tanda dia juga tidak tau apa alasannya, dia hanya mengikuti perintah.

“ini perintah pak direktur” jawab pak lee.

“tapi kenapa??? aku tidak melakukan kesalahan apapun, ini tidak adil! Aku harus bicara dengan direktur itu!” pekik yesung kesal lalu keluar dari ruangan itu dengan kesal.

Yesung bermaksud pergi mencari direktur itu, mengapa orang itu tiba – tiba memecatnya.

Yesung menaiki lift menuju lantai 25 dari gedung tsb. Tanpa pikir panjang yesung langsung menghampiri sekertaris dari direktur kim.

“aku ingin bertemu direktur sekarang!!” perintah yesung geram.

“ah! Baik tuan muda!” ujar sekertaris itu lalu dengan cakap menelpon direktur kim bahwa cucunya ingin bertemu.

“tuan muda?” pikir yesung bingung.

“ah! Silahkan tuan muda” sekertaris itu membuakakan pintu dengan sopan. Yesung masuk kedalam ruangan itu dengan peunuh tanda Tanya di kepalanya.

Yesung berjalan menghampiri direktur kim yang sedang duduk menghadap dinding. Yesung berdehem sejenak. Direktur kim memalingkan kursinya, dan ….

“KKAU!!!!” pekik direktur kim histeris.

To be continue

12 Comments (+add yours?)

  1. NiezHaeBum
    Mar 22, 2010 @ 13:41:50

    huwaaaa!!!!!

    seru!!!!!

    dasar kakek!! sm cucu kok gitu sch… misahin jong woon n yesung… kembar itu kan slg melengkapi…

    lanjuuuuuut!!! jgn lma2!!!! ^___^

    Reply

  2. jasmijn2903
    Mar 22, 2010 @ 14:04:13

    waaa~ penasaran!
    tuh kan, makanya, Kek, harusnya dulu gak usah misahin Jong Woon sama Yesung, kan jadi repot sendiri.. gak sayang cucu banget. *kesel sendiri*
    lanjutannya jangan lama-lama, yaa!

    Reply

  3. A.P
    Mar 22, 2010 @ 14:47:03

    minmi..
    nama q salah tu.. hehe

    Reply

  4. yuee_chan
    Mar 22, 2010 @ 18:32:38

    wach…
    salah satu FF ug kutunggu..
    buruan post lagi ya!

    Reply

  5. ciiciiminie
    Mar 22, 2010 @ 19:16:42

    seruu .
    makin seru ni FF.
    lanjutt.
    🙂

    Reply

  6. Shinta (NtaKyung)
    Mar 22, 2010 @ 20:05:10

    Kya~~~~~~~~~
    Lanjut terus ntu ff………
    Pnsaran bgt nich…..(>__<)

    Reply

  7. wandapunyaff
    Mar 22, 2010 @ 21:41:49

    KEREN! lanjutiin!

    Reply

  8. sung_wookie_hae
    Mar 23, 2010 @ 19:18:00

    lanjut.. lanjut 🙂

    Reply

  9. min_gyo
    Mar 23, 2010 @ 22:24:03

    lanjutin dong! penasaran nih! jangan lama” ya.

    Reply

  10. kyuhae Rainie
    Apr 15, 2010 @ 10:37:13

    ^____^

    Reply

  11. Trackback: Unlucky Eps 9 «
  12. 2425yy
    Nov 02, 2014 @ 05:16:25

    Si kakek jahat banget sm yesung, alasannya jg g msuk akal, mereka kn sm2 kembar…sm2 darah daging ny gtu…
    Kan kasian yesung 😦

    Reply

Comment's Box

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: