UnLucky [Eps 5]

“Yesung-shi?”
Yesung menoleh, kerena merasa namanya dipanggil.
“Geurim shi?”

“Kau! Kenapa ada disini?” Tanya Yesung.
“apa? Apa ini alamat rumahmu?” Yesung menunjukkan kertas yang dari tadi di pegangnya.
“bukan, ini rumah ….”
“tunanganmu!” tebak Yesung sambil terkik.
“ya… kau benar …” jawab Geu rim tidak semangat.
“kau kenapa?” Tanya Yesung dia menghampiri Geu rim dan melihat wajah gadis itu.
“ah! Gwenchana, yesung-shi, kau bekerja sebagai pengantar makanan?” Geu rim balik bertanya sambil melihat rompi yang di pakai Yesung yang bertuliskan ‘Baejing Resturant’ dan keranjang makanan yang di bawanya.
“ah! Ye! Ini! pesanannya,” Yesung mengambil makanan yang ada di keranjang dan menyerahkannya pada Geurim.

“owh ya! Ini tagihannya,.. dan tanda tangani disini…” Yesung menyerahkan secarik kertas.
“e?”
“bayar!” Yesung menengadahkan tangannya.
“MWO?”
Yesung mengangguk pasti. Geu rim meraih kantung jaketnya dan menyerahkan selembar uang 10.000 won dan kertas tanda terima yang ditanda tanganinya tadi pada yesung.
“Kamsahamnida” Yesung memasukan uang itu ke kantong celananya.
“aku pergi duluya! Kebetulan sekali bertemumu disini” Yesung ingin kembali ke sepeda motornya tapi Geu rim menarik tangannya.
“eh?” Yesung melihat ketangan yang ditarik.

“chankaman”
“wae?” Yesung melepaskan tangannya. Geu rim jadi salah tingkah.
“umm… aku ingin kau bertemu dengan ….” Geu rim menghentikan kalimatnya, berusaha mencari kata yang benar.
“dengan?”
“Chinggu,..”
“a! Namja Chinggu!!” pekik Yesung.
“tutup mulutmu! Aku bukan pacarnyaa!”
“hahaha, baiklah terserah kau saja, memangnya orang itu ada disini?”
Geurim mengangguk.
“tunggu aku akan menelponnya”

Saat Geu rim sedang menelpon Jong woon, Yesung juga sedang menerima telepon.
“ah! Geurim-shi! Aku harus pergi sekarang, … bertemunya lain kali saja ya!” Yesung berlari kearah sepeda motornya dan langsung pergi begitu saja.
“YAK!!!”

Dan ketika Jong woon sampai sepeda motor yesung sudah melewati tikungan.
“aish!” desah Geu rim sambil menggaruk2 kepalanya.

“dia sudah pergi?”
Geu rim mengangguk lalu berbalik ingin kembali ke rumah. Jong woon menengok kearah tikungan tempat sepeda motor yesung menghilang.
“ada apa?? Ayo masuk aku lapar” Geu rim menepuk pundak jong woon mengajaknya masuk. Jong woon mengangguk mengiyakan.

***
Saat kembali ke restoran yesung menerima telpon dari MinGi.
“yeobseo?”
“o… o… oppa…” terdengar suara MinGi yang sedang ketakutan.
“wae? MinGi-a! ada apa???” tanya yesung panik.
“o… o… oppa… tolong aku… AA!!!” seketika itu juga telpon itu langsung mati.
“yak! Yeobseo? MinGi-a! jawab aku! Yeobseo?”
Yesung menutup telponnya dan berlari mengambil motor dan bergegas menuju rumah MinGi.

***
“AA!!!” MinGi menutup matanya karena ketakutan. Sekelompok lintah darat memaksa masuk kerumahnya. Para lintah darat itu mengamuk di rumahnya, rupanya ayah MinGi berhutang pada mereka. Para lintah darat itu menanyai MinGi, dimana ayahnya sekarang berkali kali dan memaksa. MinGi hanya bisa menjawab dengan menggelengkan kepalanya karena dia memang tidak tau dimana ayahnya sekarang.
“gadis manis! Cepat jawab dimana ayahmu? Kalau tidak kami akan membuatmu menderita!” ujar sang lintah darat yang agak gemuk.
“a… aku… tidak tau… sungguh…” jawab MinGi. Lintah darat itu mendekat kearahnya dan membelai rambutnya lembut.
“wah …. Wah… ternyata min cheol punya anak semanis dirimu, kenapa dia tidak gunakan dirimu untuk membayar hutang?” kata lintah darat itu lagi, dia semakin mendekat.
“AAAA!!” teriak MinGi, dia berusaha memberontak tapi seorang lintah darat yang agak kurus malah menarik t-shirtnya hingga sobek.
“wuah… kulitmu mulus sekali,… jika kau ikut kami kau akan mendapat uang yang banyak dan kami akan melupakan hutang – hutang ayahmu” ujarnya.
“aku tidak ingin ikut dengan kalian!” MinGi yang merasa terancam langsung meninju perut lintah darat itu dan bersiap pergi. Tapi sial, lintah darat yang lain berhasil mengepungnya berjalan mendekatinya dan menghimpitnya ke dinding sampai tiba – tiba…
“HENTIKAN!!!” teriak seseorang diambang pintu. Orang itu lalu berlari menghampiri MinGi dan meyelamatkan gadis itu. Orang itu memukuli para lintah darat itu sendirian.
“Yesung oppa!!!” pekik MinGi.
“MinGi-a kau tenang saja aku akan menyelamatkanmu…” yesung menendang para lintah darat itu sementara tangan kanannya masih menggandeng MinGi.
“KAU SIAPA??” teriak seorang Lintah darat.
“aku kakak MinGi! Teriak Yesung.
“ho? Benarkah? Ternyata MinCheol punya anak satu lagi” tambah seorang lintah darat lagi.
“apa mau kalian??”
“apa mau kami?? Hah… kami kesini untuk menagih hutang – hutang ayah kalian… ini surat hutangnya!” Lintah darat yang agak gemuk menunjukkan surat hutang yang telah di tandatangani ayah MinGi. Yesung mengambilnya dan membacanya sebentar.
“ayah kami sedang keluar, kalian bisa kembali lain kali” kata yesung dingin.
“kau menyuruh kami kembali lain kali? Tidak bisa! Ini sudah lewat batas waktu dan ayah kalian harus mengembalikan uang kami!!!” teriak lintah darat itu lagi.
“atau…. Adikmu sebagai gantinya…” seorang lintah darat botak menghampiri MinGi dan mengelus rambutnya.
“A!” pekik MinGi.
“jangan sentuh adikku!”
“ho! Kalau begitu kau bayar hutang mu sekarang!”

***

Geu rim duduk di kursi sebelah Jong woon dengan wajah masam. Jong woon menatapnya aneh.
“wae? Kau belum pernah melihat orang aneh sepertiku?” tanya Geu rim lalu membuka pintu mobil Jong woon pelan dan keluar dari mobil itu.
“ane… hanya saja kau kenapa?” Tanya Jong woon. Geu rim memutar tubuhnya.
“aniyo, gwenchana aku hanya cape” ujarnya lalu masuk kedalam rumah.

Saat Geu rim dan Jong woon masuk ke ruang tengah rumah itu, ternyata direktur kim sudah menunggu mereka berdua.
“hae bae! Kenapa ada di rumah? Ini kan baru jam 6?” tanya Jong woon langsung berjalan menuju kakeknya yang duduk santai sambil membaca koran sore.
“memang tidak boleh kakek ada di rumah jam segini?” Direktur kim melepaskan kaca matanya dan meletakkannya di atas meja.
“tidak,… maksudku, tidak biasanya…” Jong woon menggaruk – garuk kepalanya, bingung.
“tidak biasa ya,… Geu rim-shi bagaimana? Kau sudah lihat rumahnya? Bagus kan?” Direktur kim mengambil kopi hangatnya dan menyeruputnya sedikit. Geu rim mengangguk kikuk.
“baguslah kalau kau suka, umm … Jong woon kau sudah ajak Geu rim melihat gaun?” pandangan direktur kim beralih pada Jong woon.
“o? I … iye… besok”
“kau ini, pestanya tinggal 2 hari lagi…” kata direktur kim sambil menatap Jong woon.
“maaf Geu rim shi kau jadi tidak punya waktu untuk memilh gaun…” Direktur kim berdiri dan beranjak menuju ruang makan. Geu rim dan Jong woon mengikutinya, Geu rim menatap sinis Jong woon dan menyikut sikunya.
“wae?”
“apa maksudnya melihat gaun?”
Jong mengangkat bahunya, Geu rim kesal setengah mati. Sepertinya Jong woon sungguh – sungguh ingin menikah dengannya.

***

“oppa gwenchana?” MinGi membantu yesung membersihkan luka – luka di wajahnya bekas berkelahi dengan lintah darat tadi siang.
“ah! Ane… Gwenchana…” jawab Yesung sambil merintih.
“oppa mianhae…” Min Gi menundukkan kepalanya.
“aku sudah menyushkan oppa… dan membuat oppa menjadi seperti ini…” ujar MinGi lirih. Yesung mengusap kepala gadis di sampingnya ini lembut.
“oppa, apa oppa benar – benar akan membayar hutang – hutang appa?”
“ne…”
“wae? Oppa tidak perlu melakukan itu, sekarang lintah darat itu akan mengejar oppa… aku … aku takut terjadi sesuatu pada oppa…” isak MinGi, akhirnya dia menangis juga.
“aku tidak akan membiarkanmu di bawa oleh mereka…. Aku kan sudah bilang aku akan menyelamatkanmu….” Jawab yesung.
“tapi oppa…”
“sstt…”
“oppa… dimana oppa akan mendapatkan uang sebanyak 50,000,000 won?”
Yesung tampak berfikir keras untuk menjawab pertanyaan MinGi.
“kalau kita berusaha keras pasti akan mendapatkannya…” ujarnya.
“aku tidak ingin menyulitkan oppa, sebaikanya oppa batalkan saja perjanjian itu”
“sudahlah, aku tidak merasa terbebani… kalau aku batalkan perjanjian itu, bagaimana denganmu? Kau akan dibawa oleh mereka dan dijadikan pelacur… aku tidak ingin itu”
“oppa… tadi kau bilang pada mereka kalau kau kakaku?”
“e? a! kau adalah adikku… bukan begitu?? sudah malam sekarang kau tidurlah…” Yesung mengantarkan MinGi masuk kedalam rumah.
“oppa kamsahamnida…”
“tidur sana…”
Min Gi tersenyum simpul lalu masuk kedalam rumahnya dan melambaikan tangannya saat Yesung pergi.

“adik ya….”

***

Yesung membuka pagar rumah dengan hati – hati dan menutupnya kembali. Saat Yesung memasuki rumah nenek duduk sammbil minum kopi.
“yesung-a!” panggilnya.
“haelmeoni!” Yesung bergegas menghampiri neneknya dan memeluk wantia itu.
“yesung-a bagaimana? Kau temukan pekerjaan baru?”
“ne! tentu saja, aku bekerja di restoran milik han kyung!” jawab Yesung.
“Keurae? Wah… nenek senang…”
“haelmoni! Sebaiknya haelmoni tidur ini sudah malam” kata yesung sambil membantu neneknya berdri.
“aigo… a! yesung-a kenapa kau baru pulang?” tanya nenek.
“e? tadi aku kerumah MinGi dulu ada sedikit masalah” jawab Yesung jujur.
“keurae? MinGi… MinGi teman SMA mu itu bukan?”
“iye”
“nenek suka sekali dengan anak itu, yesung-a kalau kau ingin mencari istri menikah lah dengan wanita seperti dia, dia sangat baik dan dewasa” kata nenek. Yesung hanya tersenyum simpul.
“sekarang nenek tidur ya….” Yesung membaringkan neneknya ketempat tidur dan menyelimutinya.

***
Keesokkan harinya …

Geu rim duduk di ruang tengah rumah Jong woon, dia sedang memikirkan pertemuannya dengan yesung kemarin siang. Geu rim tersenyum saat mengingat dia memegang tangan yesung.
“Hei! Kau kenapa senyum – senyum sendiri?” tegur Jong woon. Geu rim menoleh kaget.
“yak! Kenapa kau ada disini?” kaget Geu rim.
“ini rumah ku kau tidak ingat?”
Geu rim terkekeh, dia lupa kalau dia sedang berada di rumah Jong woon.
“kapan aku pulang?” tanya Geu rim tiba – tiba.
“pulang? Ke paris? Kau jangan tanya pada ku, tanya saja pada kakek” jawab Jong woon polos. Geu rim mengendus kesal.
“ayo!” Tiba – tiba Jong woon menarik tangan Geu rim.
“wae? Kita mau kemana lagi?”
“kakek menyurhku untuk mengantarmu memilih gaun untuk pertunangan kita.” Jelas Jong woon.
“aku tidak mau!” Geu rim melepaskan tangannya dan membentak Jong woon dengan kasar.
“kau harus mau!” paksa Jong woon.
“kenapa aku harus mau? Jong woon-shi! Kali ini jawab pertanyaan ku!” bentak Geu rim. Jong woon memegang kepala belakangnya dan mengendus.
“ayo jawab!” teriak Geu rim lagi.
“kau bisa diam tidak?? kakek bisa mendengarnya!” Jong woon mengalihkan pertanyaan Geu rim.
“aku tidak mau diam! Biar saja beliau tau kalau aku tidak ingin di jodohkan dengan mu!!!” teriak Geu rim lagi. Jong woon mendekap mulutnya dan menyeretnya keluar.
“YAK!”

***

Yesung mengayuh sepedanya menyusuri komplek – komplek perumahan seperti pagi – pagi sebelumnya. Setelah semua susu dan koran diantar Yesung duduk di tempat favoritnya di sebuah taman bermain. Yesung duduk disana sambil memakan sarapan paginya yang di sediakan nenek. Yesung melemun sesaat, memikirkan kejadian kemarin.

“sekarang apa yang harus aku lakukan?” tanyanya pada dirinya sendiri.

Setelah selesai Yesung bangkit dan bersiap untuk pergi kerestoran Han Kyung untuk bekerja tiba – tiba ….

“OPPA!!” teriak MinGi. Yesung berbalik.
“wae?”
“oppa, aku menemukan pekerjaan mungkin ini bisa membantu”
“keurae?”
“ne! perusahan akan mengadakan pesta pertunangan oppa bisa membantu menjadi pelayan diacara itu…. bagaimana? Aku harap ini bisa membantu …” jelas MinGi. Yesung tampak berfikir, haruskah ia kembali ke perusahaan itu? Tapi … dia memang membutuhkan pekerjaan lain selain bekerja menjadi pengantar susu dan koran pagi, dan menjadi pelayan di restoran Han Kyung. Uang yang didapatnya dari kedua pekerjaan itu tidak seberapa, hanya bisa membiayai hidupnya dan membelikan obat neneknya. Belum lagi untuk sewa rumah, kemarin nenek memaksanya untuk ikut bekerja. Dan dengan berat Yesung mengijinkan neneknya juga berjualan pangsit untuk membantu mencukupi kebutuhan mereka. Apalagi, Yesung belum memberitahu neneknya perihal masalah hutang – piutang dan janjinya pada MinGi.

“keurae? Akan kupikirkan nanti, aku akan menghubungi mu… an-yeong!”
Yesung mengayuh sepedanya pergi.

***

Geu rim menekuk seribu wajahnya saat Jong woon membawanya kesebuah butik untuk mencoba gaun yang akan dikenakannya besok.
“bagaimana tuan?” seorang pelayan toko membuka tirai, dan munculah sosok Geu rim yang mengenakan gaun berwarna putih tulang yang sangat anggun. Gaun itu cocok sekali dengannya, dia akan terihat lebih cantik jika wajahnya tidak ditekuk.

“umm… baik kami ambil yang ini…” ujar Jong woon.
“baik tuan….” Pelayan toko itu kemudian menutup kembali tirai. Berberapa saat kemudian Geu rim keluar pakaiannya berganti dengan pakaian sebelumnya. Geu rim duduk disamping Jong woon.
“hey, geurim!” tegur Jong woon tapi geu rim tidak menyahut. Dia malah melihat kearah lain. Berberapa saat kemudian pelayan toko menghampiri mereka dan menyerahkan kotak berisi gaun serta perlangkapan lainnya. Jong woon menerimanya dan membayar gaun itu.
“kamsahamnida, semoga pestanya menyenangkan…” sapa pelayan toko itu saat Jong woon dan Geu rim pergi. Jong woon tersenyum ramah sedangkan Geu rim diam, tidak menunjukkan ekspresi apapun.

Jong woon membawa Geu rim kembali kerumah, tapi Geu rim merengek untuk diajak jalan – jalan.
“kau ini, seenaknya saja!!” keluh Jong woon, tapi Geu rin tidak memperdulikannya.
“Jong woon shi kau belum menjawab pertanyaanku…” celetuk Geu rim tiba – tiba.
“pertanyaan yang mana?” Jong woon pura – pura lupa.
“pertanyaan yang kutanyakan tadi pagi!”
“owh! Itu … itu …” Jong woon benar – benar tidak bisa menjawabnya.
“apa? Kau jatuh cinta pada ku?” Pertanyaan Geu rim langsung menembak ke inti masalah yang sedang di pikirkan Jong woon, apakah dia benar – benar jatuh cinta pada gadis itu? Dia belum menemukan jawaban yang pasti.
Jong woon menyetop mobilnya di tepi sungai han. Sekarang masih pagi, belum ada banyak orang. Jong woon turun dari mobilnya menuju tempat duduk di tepi sungai.
“Jong woon-shi! Ayo jawab!”
“er.. umm… aku tidak tau..” ujarnya akhirnya.
“e? Jong woon-shi, kau jangan coba – coba mempermainkanku, aku butuh jawaban mu agar kita bisa mengakhiri segalanya!” bentak Geu rim. Jong woon menatapnya heran lalu berdiri dan memegang pundak Geu rim.
“kalau aku bilang aku benar – benar jatuh cinta padamu… bagaimana kau, kita untuk mengakhirinya?”

***

“Yesung-shi, kau baik – baik saja? Kau terlihat aneh hari ini” tegur han kyung.
“han kyung-shi aku dalam masalah besar sekarang”
“masalah? Masalah apa?”
“aku tidak tau dari mana aku mulai menceritakannya pada mu, tapi initinya aku akan mati karena dikejar – kejar lintah darat!” pekik Yesung sambil membanting serbetnya ke meja.
“MWO? Kau berhutang?” pekik Han Kyung.
“ani… bukan aku…aku hanya menolong seseorang tapi … ini membuatku tercebur ke masalah besar!”
“menolong siapa? Yeoja chinggu?” tanya Han Kyung penasaran.
“aniyo, hanya seseorang yang aku anggap seperti adik ku sendiri” jawab Yesung lirih.
“a! apa MinGi?”
“bagaimana kau tau?”
“kau lupa kita kan teman SMA dan kau sering menyebut MinGi sebagai adik perempuanmu”
“a… ye! Mian… aku lupa itu….”

“Drrtt…. Drrrttt” tiba – tiba handphone Yesung bergetar tanda Sms masuk.

‘oppa eothokae’

Sms dari MinGi. Setelah membaca sms itu Yesung menutup Handphonenya.
“han Kyung shi aku butuh bantuan mu…” pinta yesung.
“ne! bantuan apa?”
“kau bisa pinjam kan aku uang 50,000,000 won?”
“MWO??? Aku tidak punya uang sebanyak itu!!!” pekik han kyung.
“keurae? Sekang aku harus bagaimana?” desah Yesung.
“maaf yesung-shi aku tidak bisa meminjamkan mu uang sebanyak itu….”
Yesung diam sebentar, sambil berfikir. Apa aku harus mengikuti pekerjaan itu? Tapi… kalau tidak? Yesung mengacak – acak rambutnya sendiri.
“ah! Gwenchana…. Sekarang bagaimana kalau kau izin kan aku tidak masuk kerja besok karena aku harus cari kerja tambahan….” Kata yesung sambil menatap Han Kyung.
“keurae? Baiklah, maaf aku tidak bisa membantu banyak”
“Gwenchana”

***
“kalau aku bilang aku benar – benar jatuh cinta padamu… bagaimana kau, kita untuk mengakhirinya?” Jong woon mendekatkan wajahnya. Geu ri yang tau apa yang akan dilakukan Jong woon langsung memalingkan wajahnya.
“Jong woon-shi jangan bercanda” Ucap Geu rim, dia agak gugup sekarang.
“aku tidak bercanda…” jong woon memegang wajah Geu rim dan memalingkannya menghadap wajahnya. Saat jarak wajah mereka hanya 5 centi Geu rim mendorong keras tubuh Jong woon dan berlari meniggalkannya.
“YAK!!!” Jong woon menarik tangan Geu rim tapi Geu rim berhasil melepaskannya.

“YAK!!!”

Geu rim berlari cukup kencang sampai kepinggir jalan kemudian dia berlari kejembatan sementar Jong woon terus mengejarnya.

“Geu rim-a!!!”

***

Sudah pukul 12 lewat 5 menit saatnya makan siang, Yesung duduk berdampingan dengan Han Kyung dan menyantap makan siang bersama tiba – tiba Handphone Yesung berbunyi.
“Yeobseo?”
“oppa! Oppa bagaimana?”
“o? aku rasa aku memang butuh pekerjaan itu”
“benarkah?”
“iye”
“oppa nanti akan aku telpon lagi ya… aku akan segera memberitahukan pak manager kalau kau ingin jadi pelayan disana!”
“gumawo mingi-a”
“ah! Ani aniyo! Gumawo oppa!”
“tit”
“Yesung- shi! Aku dapat kabar kalau nenekmu pingsan! sekarang sedang dibawa kerumah sakit!” Teriak Shindong sambil tersengal – sengal karena terus berlari.
“MWO??” Yesung meletakkan mangkuk supnya lalu bergegas menghampiri shindong.
“Keurae? Kamsahamnida Shindong – shi!” Yesung buru – buru berlari.

***
“Geurim-a!!!!” panggil Jong woon tapi Geu rim tidak menyahut dia terus berlari.

~ ~ ~
“itu dia….” Seseorang menunjuk Jong woon yang sedang berlari mengejar Geu rim dari dalam sebuah mobil sedan hitam yang terparkir di pinggir jalan. Sekelompok orang turun dari mobil itu dan mencegat Jong woon.
“ada … ada apa ini?” kaget Jong woon.
Geu rim berhenti berlari dia menoleh kearah Jong woon yang sedang di cegat oleh sekelompok orang berjas.
“ash troublmaker ini..” desahnya. Geu rim ingin mendekat tapi ia takut, takut ikut di culik atau dibunuh bersamaa Jong woon.

***

Yesung menaikki bus yang akan membawanya kerumah sakit saat bus yang di tumpanginya berhenti di sebuah halte bus dekat sungai Han, Yesung melihat seseorang yang dikenalnya. Geu rim yang berdiri sedang memperhatikan seseorang yang sedang dipukuli. Yesung melayangkan pandangannya pada sekelompok orang berjas. Dia mengenali seseorang diantaranya, yaitu lintah darat yang kemarin ada dirumah MinGi. Yesung ingin menolong Geu rim tapi… bagaimana dengan neneknya?? Tapi… Yesung memutuskan untuk meolong Geu rim terlebuh dahulu, karena masalah ini memang dia yang memulainya, tapi…. Kenapa lintah darat itu mengejar Geu rim??….

To Be Continue

22 Comments (+add yours?)

  1. ~OlivE~RyeonggoO~
    May 12, 2010 @ 14:04:52

    keren^^

    Reply

  2. nodQi eLf
    May 12, 2010 @ 14:18:22

    ayoooo Yesung Oppa… selamatkan mereka!!!
    -berasa Yesung jdi pahlawan untuk 3 cewek (MinGi, GeuRim, dan Neneknya)-

    Duwh tuh lintah darat nyusahin aja dh…
    di lanjuuuuuut… ^Y^

    Reply

  3. Ciitiii
    May 12, 2010 @ 14:18:33

    Yesung ktemu ma jong woon g’ y?
    Lanjoooooot

    Reply

  4. Naya_magnaekyu
    May 12, 2010 @ 15:17:20

    ayo lanjooooott ^^

    Reply

  5. kyuhae Rainie
    May 12, 2010 @ 15:57:34

    wah penasaran banget nih

    apakah yesung ntar ketemu ama jong won….?????

    di tunggu ya lanjutannya….

    Reply

  6. vanny
    May 12, 2010 @ 16:13:59

    seru……..

    Reply

  7. NiezHaeBum
    May 12, 2010 @ 17:01:52

    OMO~~

    lanjuutin… lg rame! >_,<

    lanjut scpatx!

    Reply

  8. jasmijn2903
    May 12, 2010 @ 17:46:07

    gyaaa~ itu para lintah darat salah target, ya?? harusnya Yesung tapi malah Jong Woon yang dikeroyok? Jong Woon, bener-bener unlucky deh, kalo gini ceritanya..
    Yesung baik banget mau bayarin utang MinGi.. gak tanggung-tanggung, 5 juta won.. kekeke.. 😀
    akankah Yesung dan Jong Woon bertemu muka di episode depan?? penasaraaaan~~
    episode 6 ASAP, yaa.. 🙂

    Reply

  9. Hyunsa
    May 12, 2010 @ 17:50:58

    PkokX ramE bgt. . .
    He he

    Reply

  10. jasmijn2903
    May 12, 2010 @ 17:51:31

    RALAAAT~!
    mian, mian.. bukan 5 juta won, tapi 50 JUTA WON!! stres mikirinnya.. waaa~ *kelimpungan cari duit buat bantuin Yesung*

    Reply

  11. leehaejin-nisya
    May 12, 2010 @ 18:03:18

    W-o-w…
    keren banget!
    seru, kayak telenovela…
    lanjut…

    Reply

  12. vany_elfishy
    May 12, 2010 @ 18:41:14

    keren bgt!! b(^,^)d
    seru !!

    wah aq jd pnasaran!!
    part slanjutx jgn lma2 y…

    Reply

  13. Vellyent
    May 12, 2010 @ 18:43:35

    Lanjut,ayo lanjut,cpatan…
    Jd makin penasaran..
    Mrk berdua ketemu gk y?

    Reply

  14. Viz_KyuHaelf
    May 12, 2010 @ 18:57:02

    keren kasihan yesung terlibat utang..

    Reply

  15. magnae-wandaa
    May 12, 2010 @ 20:05:54

    jong woon, kasihan sekali kamu. *digebukin jong woon*
    huwwooooo yesung the superherooo ! selamatkan jongwoon kembaranmu !!! yehaaa !
    KEREN BANGET INI FF ! lanjooot xD

    Reply

  16. chintya
    May 12, 2010 @ 20:10:58

    bagus 😀
    onni ato siapapun hehehe
    klo mu ngirim ff ksini gmna??
    tmn aku mu ngrim ksini cma dia bingung caranya
    mohon bantuannya ya gamsahamnida 😀

    Reply

  17. Neecha
    May 12, 2010 @ 20:23:07

    ayo lanjut-lanjut !!

    yesung ketemu jong woon nggak yy??

    Reply

  18. Mewo0kie
    May 12, 2010 @ 20:28:07

    Cepat lanjtkan,~0
    penasaran!
    Hahaha~
    bgus

    Reply

  19. Song Dong Hwa
    May 12, 2010 @ 20:49:42

    Akhirnya setelah lma ditunggu2 ^^ nice!
    Lanjutkan!

    Reply

  20. Park Eunsoo
    May 12, 2010 @ 22:10:17

    Hoooooooo…..
    Ceritanya karna mirip, jd lintah daratnya salah ngepung orang gt…???

    Next part ASAP ye…..

    Reply

  21. Trackback: Unlucky Eps 9 «
  22. 2425yy
    Nov 02, 2014 @ 06:05:49

    Kasian banget jongwoon malah dikeroyok lintah darat, y ampun, lucu bngett tp, hehehe

    Reply

Comment's Box

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: