UnLucky Eps 6

Yesung bergegas turun menghampiri Geu rim.

“Geu rim-a!” panggilnya. Geu rim langsung menoleh dan berlari kearah Yesung, dengan was was kali saja lintah darat itu menangkapnya.
“aish… kenapa bisa begini?” desah Yesung.
Yesung melihat kesekiling, lintah itu semakin mendekat… lalu yesung menangkap ada seseorang yang sedang di pukuli dan wajahnya… mirip sekali dengannya!
Tanpa berkata apapun Yesung langsung menghampiri sekelompok lintah darat yang memukuli Jong woon tadi.
“YAK!! Kalian salah orang aku disini!!” teriak Yesung. Para lintah darat itu menoleh kearahnya. Mereka menjadi bingung. Jong woon yang sudah babak belur menatap lemah kearah Yesung, dengan wajah kaget yang luar biasa.

“KEJAR DIA!!” teriak salah seorang lintah darat saat melihat Yesung lari sambil menarik Geu rim bersamanya. 5 orang lintah darat mengejar Yesung dan Geu rim sedangkan 3 lainnya tetap memukuli Jong woon. Jong woon berusaha melawan dengan kemampuan bela dirinya. salah satu lintah darat itu meninju perut Jong woon sampai pria itu terjatuh ketanah. Jong woon berusaha bangkit dan kembali melawan lintah darat itu.

Sementara itu…
5 lintah darat mengejar Yesung dan Geu rim. Mereka berdua lari semakin kemcang sampai seorang lintah darat menarik tangan Geu rim dan merebutnya dari Yesung.
“GEURIM!!!” teriak Yesung.
“jangan mendekat!” Lintah darat itu menarik Geu rim dan meletakkannya didepan nya sementara di leher Geu rim di acungkan sebuah pisau.
“jangan sentuh dia!” teriak Yesung sambil mengepalkan tangannya. Saat yesung bersiap akan memukul lintah darat itu tapi lintah darat itu malah mengancamnya.
“jika kau maju selangkah lagi maka wanita ini akan kubunuh!” ancamnya. Yesung mundur dia tidak ingin mengambil resiko kalau Geu rim akan terbunuh hanya karena kesalah pahaman konyol ini.

“apa mau kalian??” gertak yesung masih dalam posisi siaga.
“apa mau kami? Tentu saja kami ingin uang kami kembali…” ucap Lintah darat yang menyekap Geu rim.

Geu rim terkejut, dia melirik lintah darat yang menyendranya. Geu rim bukan gadis pemberani tapi dia cukup nekat melakukan ini….

“AAAWWW!!” pekik Lintah darat itu saat Geu rim menggit tangannya. Geu rim langsung menarik tangan yesung dan lari dari tempat itu.

Sementara itu… Jong woon berhasil mengalahkan ke tiga lintah darat itu dan berlari secepat mungkin mencari Geu Rim. Jong Woon terus berlari, matanya terus mencari Geu Rim tapi gadis itu tidak di temukannya dan saat dia berlari melewati sela – sela gedung pertokoan, sebuah tangan menarik nya masuk kedalam.
“Aww!”
“sssttt!” Geu rim menempelkan jari telunjuknya ke bibir menyuruh Jong Woon diam. Jong woon menatap kearah Geu rim lalu berganti menatap Yesung.
“KAU!!!” pekiknya. Geu rim menutup mulut Jong woon dengan tangannya.
“sssttt… ini Yesung, bagaimana? Dia mirip kan denganmu?”
Yesung menyembunyikan wajahnya di balik telapak tangannya.
“dia sungguh tidak mirip denganku!” bantah Jong woon.
“siapa yang mau mirip denganmu?” balas Yesung.
“ssssttt! Kalian diam lah lintah darat itu akan menemukan kita!”
Seketika itu Jong woon tak lagi berdebat dengan Yesung, begitu juga Yesung dia memilih diam.

“kemana Mereka?” ujar salah satu lintah darat ketika mereka sampai di dekat Jong woon, Geurim dan Yesung bersembunyi.

“tidak tau! Mereka pasti bersembunyi! Ayo kita cari di sebelah sana!” ujar lintah darat yang lain lalu 8 lintah darat itu pergi.
“Hufth!” lega Geu rim sambil menyapu keringat dingin yang bercucuran di dahinya. Mereka bertiga lalu keluar dari persembunyiannya sambil terus berhati – hati siapa tau para lintah darat itu menemukan mereka.

Jong woon menatap Yesung dengan sorot mata kebencian dan juga kebingungan. Aku belum pernah ikut kloning! Pikir Jong woon.
“KAU!!! Jong woon menunjuk Yesung dengan jari telunjuknya.
“sebenarnya siapa kau?” selidiknya. Yesung menatapnya bingung. Apa yang sebenarnya terjadi? Siapa aku sebenarnya? Pertanyaan – pertanyaan itu masih berkecamuk dikepala Yesung. Kemudian dia teringat foto yang dilihatnya di ruangan Direktur Kim, di foto itu ada seseorang yang mirip dengannya.
“HEY!!! Apa kau tuli??!!! Jawab pertanyaanku! Kau siapa??!!!” Jong woon semakin mengacungkan jari telunjuknya di depan wajah Yesung, tapi Yesung masih sibuk dengan pertanyaan – pertanyaan di kepalanya.
“Cukup!” Geu rim menyingkirkna tangan Jong woon dari wajah Yesung.
“Jong woon –a, apa kau tidak bisa tenang??!!!”
“Geu rim shi! Bagaimana aku bisa tenang dalam situasi seperti ini?? Gara – gara dia! Kita hampir mati tadi!!!” Jong woon berteriak – teriak pada Geu rim sementara jari telunjuk kanannya menunjuk – nunjuk Yesung.
“maaf…” ucap Yesung sambil menatap kedua orang di depannya ini.
“heh! Kau!!!” Jong woon menarik kerah baju Jong woon dengan kasar.
“Jong won- a!!! hentikan!!” Geu rim berusaha melepaskan Yesung.
“kau! Sebenarnya siapa kau??? Tiba – tiba muncul! Dan membahayakan nyawa kami!!!” Jong woon terus berteriak – teriak di wajah Yesung. Yesung mengenggam tangannya dengan kuat dia dorong tubuh Jong woon.
“maaf …” ucapnya sekali lagi lalu bersiap pergi. Dalam pikirannya kali ini pasti Min Gi dalam bahaya dan juga neneknya….
“tunggu!” Geu rim menarik tangan Yesung, menahannya pergi.
“kau jelaskan dulu, sebenarnya apa yang terjadi?”
“maaf aku tidak bisa jelaskan,…. Masalah ini terlalu rumit dan… kalian tak kan mengerti…”
“aku memang tidak mengerti!!!” teriak Jong woon. Yesung menatap Jong woon dan Geu rim, dia melepaskan tangan Geu rim dan menunduk meminta maaf pada kedua orang itu.
“maaf, ini semua salah paham…” ucap Yesung lalu pergi dari tempat itu.

***

Yesung masuk kesebuah ruang rawat rumah sakit, dia bergegas menghampiri neneknya yang sedang berbicara dengan seorang perawat. Neneknya tampak terkejut saat melihat Yesung.
“yesung-a… ada apa?? Apa yang terjadi??” Nenek itu memegangi pipi Yesung yang memar bekas berkelahi tadi.
“kau berkelahi??” tanya neneknya lagi. Jong woon mengangguk lemah, lalu neneknya menjiitak kepalanya.
“dasar anak nakal!! Kenapa kau berkelahi? Sementara nenekmu sendang sakit!!” teriak neneknya. Yesung meringis sambil memegengi kepalanya.
“Halmae… mianhae…” Yesung memgangi tangan neneknya.
“kenapa kau berkelahi? Bukannya menolong nenekmu yang sedang sakit..” ucap neneknya lagi, membuat yesung merasa bersalah.
“mianhae… nenek kenapa bisa pingsan? aku kan sudah bilang tidak usah berjuan pangsit… aku saja yang bekerja…” kata Yesung.
“nenek tidak apa – apa…”
“apanya yang tidak apa apa? Sekrang buktinya nenek sakit lagi kan?? Pokoknya aku tidak akan membiarkan nenek bekerja lagi! Araseo?” Yesung mengacungkan telunjuknya ke wajah neneknya.
“eh! Beraninya kau mengacungkan tangan pada nenekmu sendiri!” Nenek menjitak kepala yesung lalu menarik hidung yesung. Yesung merintih.

***

Sudah pukul 17.00 sudah lewat 5 jam berlalu sejak kejadian yang mengejutkan itu, Jong woon bertemu dengan Yesung, saudara kembarnya yang tak pernah di temuinya. Jong woon dan Geu rim telah mengganti pakaian mereka yang kotor. Hanya tinggal bekas memar luka di sekitar wajah dan tubuh Jong woon, tapi sebelumnya dia telah mengobatinya ke rumah sakit.
Di dalam mobil ini, tidak satu suara pun terdengar kecuali suara mesin mobil yang menderu kencang. Jong woon dan Geu rim sibuk dengan pikiran mereka masing – masing. Geu rim menatap tas merah di pangkuannya. ‘Yesung-shi…’ gumam Geu rim. Jong woon menolah menatapnya.
“wae?” Geu rim balas menatapnya dengan wajah tanpa dosa.
“apa kau sangat mengenal pria bernama Yesung itu?” tanya Jong woon matanya fokus kejalanan.
“aniyo aku hanya bertemu dengannya 3 kali” jawab Geu rim jujur.
“kenapa para lintah darat itu mengejarnya?? Apa kau tau sebabnya?”
“aniyo…” Geu rim menggeleng. Dia memang tidak mengetahui apa yang sebenarnya terjadi.
Kembali hening…

‘sebenarnya siapa orang bernama Yesung itu? Kenapa dia mirip sekali dengan ku?’ batin Jong woon.
‘apa kakek tau soal ini?’

Mobil berwarna orange itu memasuki halaman rumah Jong woon dan berhenti tepat di depan pintu masuk. Geu rim dan Jong woon turun dari mobil itu. Tiba – tiba direktur kim datang menemui mereka.
“halbae waeyo?” tanya Jong woon.

“Jong woon-a ada apa dengan wajahmu? Kau habis bereklahi?” tanya Direktur Kim.
“ah, tadi aku menyelamatkan Geu rim yang hampir kecopetan dan aku di pukuli pencurinya..” jawab Jong woon berbohong.
“benarkah?! Geu rim-shi? Kau tak apa?”
“ah, gwenchana..” jawab Geu rim.
Direktur kim lalu mengajak Geu rim dan Jong woon untuk makan malam.

“geu rim- shi bagaimana gaunnya? Kau suka?” tanya Direktur Kim. Geu rim yang sedang melamun hampir menjatuhkan minuman yang di pegangnya karena kaget.
“ah… i… iye..” jawabnya.
“baguslah… owh iya! Kalian berdua harus tidur lebih awal untuk memulihkan tubuh sebelum pesta pertunangan,..” kata Direktur kim lagi, Jong woon dan Geu rim mengangguk patuh.

Setelah makan malam Jong woon dan Geu rim pergi kekamar mereka masing – masing tentu dengan sejuta pertanyaan di kepala mereka.

***
Jong woon turun dari lantai 2 ruamahnya menuju lantai dasar. Jong woon ingin mencari kakeknya. Jong woon berjalan menuju ruang kerja Direktur Kim. Saat ia masuk keruangan itu Jong woon melihat kakeknya yang sedang berada di depan laptop.
“kau belum tidur?” tanya Direktur Kim.
“kakek sendiri? Kenapa masih bekerja??” Jong woon balik bertanya. Direktur Kim menatap Jong woon sambil membearkan letak kaca mata.
“ini adalah kewajiban sebagai pemimpin perusahaan kau juga harus bekerja keras jika nanti menggantikan kedudukkan kakek di perusahan” kata Direktur Kim lagi sambil beranjak dari tempat duduknya.
“hal bae… ada yang ingin ku tanya kan padamu…” kata Jong woon. Direktur Kim menoleh mentap cucunya.
“ada apa?”

Baru saja Jong woon akan memulai ceritanya tiba- tiba Direktur kim merintih sakit sambil memegangi dadanya. Dia berteriak – teriak pada Jong woon untuk mengambilkannya obat. Dengan cepat Jong woon mengambil obat di atas meja dan segelas air putih lalu dia membantu kakeknya meminum obat. Direktur Kim yang merasa lebih baik lalu berjalan menuju sofa sambil di bantu Jong woon.
“Halbae, gwenchana??” tanya Jong woon khawatir.
“aniyo, kakek sudah tidak apa – apa…” kata kakeknya masih dengan nafas tersengal – sengal.
“ada apa? Apa yang ingin kau tanya kan?” kata kakek lagi. Jong woon berfikir sejenak, lalu dia memutuskan untuk tidak menanyakan perihal Yesung pada kakeknya, dia tidak ingin mengambil resiko akan kehilangan kakeknya yang sekarang memang sedang menderita sakit jantung.

“ah! Aniyo,” katanya cepat.
“Jong woon-a.. kau harus bersiap – siap besok kakek akan mengumumkan kalau kau adalah pewaris utama Succes Light Country Company…” kata kakeknya lirih.

***

Yesung berlari cepat menuju apartemen Min Gi. Dia kahawatir terjadi sesuatu pada gadis itu semenjak kejadian dia diserang tadi siang. Yesung takut para lintah darat itu menemui MinGi dan melakukan sesuatu padanya.
“MINGI-A!!!” teriak Yesung saat sampai di depan pintu apartemen itu.
“oppa waeyo?” Min Gi tiba – tiba muncul di belakang Yesung sepertinya dia baru saja pulang kerja. Yesung langsung menanyai MinGi.
“MinGi-a apa kau baik – baik saja?” tanya Yesung khawatir.
“anniyo, Oppa aku tidak apa – apa…” jawab Min Gi sambil memutar kunci pintu dan membukanya.
“oppa mau masuk dulu?” tanya Min Gi. Yesung menggeleng, dia kesini hanya untuk mengecek keadaan MinGi, setelah itu dia harus kembali ke Rumah sakit untuk menemani neneknya.
“tidak usah syukurlah kau tidak apa – apa…. Aku pergi dulu ya…” ucap Yesung pamit.
“oppa! Chankaman!”
“wae?”
“oppa jadikan besok kerja di acara pertunangan itu?” tanya MinGi. Yesung mengangguk.
“kau juga ikut kan?”
Min Gi mengangguk lalu memberikan nomor telpon manager lee.
“telpon manager lee untuk menanyakan apa yang oppa butuhkan? Oppa kenal beliau kan?? Aku sudah bicara dengannya tadi” ujar MinGi. Yesung mengangguk mengerti lalu pergi.

Berberapa saat seteleah Yesung pergi, Min Gi masuk keapartemenya saat ingin menutup pintu….

***

Geu rim berdiri didepan cerimin setinggi 2 Meter. Gadis itu terlihat cantik dengan gaun pertungangannya. Ya.. hari ini Geu rim akan bertunangan dengan Jong woon. Geu rim tidak habis pikir, ada apa dengan Jong woon? Bukan kah dia telah berjanji untuk membatalakan perjodohan ini? Apa mungkin benar yang dikatan Jong woon? Kalau dia benar – benar telah jatuh cinta pada Geu rim?. Pertanyan – pertanyaan itu membuat Geu rim sakit kepala, badannya panas sejak tadi malam, wajahnya pucat pasi karena kurang tidur.
“geu rim-shi apa kau sakit?” tegur sang penata rias. Geu rim tersenyum.
“sedikit, …” jawabnya.

“GeuRim-a…” panggil seseorang, Geu rim mengenal suara ini, ini suara ibunya.
“Eomma!!” teriak Geu rim lalu berlari memeluk ommanya.
“Geu rim-a… kau cantik sekali…” puji omma, Geu rim tersenyum malu – malu.
“eomma… aku rindu pada mu…” kata Geu rim lalu memeluk ibunya lagi.
“sudah – sudah ayo turun pestanya segera di mulai…” kata appa.

Geu rim dan ibunya beserta ayahnya segera menuju tempat pertunangan.

“eomma…” panggil Geu rim.
“ada apa?”
“aku ke toilet sebentar,… sepertinya aku masuk angin” kata Geu rim.
“hm.. tapi jangan lama – lama!” kata omma. Geu rim segera berlari ke toilet, dia merasa perutnya mual dan kepalanya sakit.

***

Yesung melirik jam tangannya terus sejak 1 jam yang lalu.
“Yesung-a! tolong kau ambil tissue di gudang!” teriak manager lee. Yesung lalu melaksanakan perintah itu dia berlari menuju gudang belakang.
‘MinGi,.. kemana?? Kenapa belum datang?’ Pikir Yesung, dia sangat Khawatir jika terjadi sesuatu pada MinGi. Yesung berhenti berjalan, dia segera merogoh handphonenya dan menelpon MinGi.

‘nomor yang anda tuju sedang tidak aktif…’

“aishh… tidak diangkat…” gerutu Yesung. Lalu dia bergegas mengambil tissue di gudang belakang sambil terus mencoba menghubungi MinGi.

Saat Yesung kembali dia melewati toilet saat itu tanpa sengaja dia menabrak seseorang.
“Yesung-shi…”
“Geu rim-shi? Kau? Kau yang bertunangan hari ini??” tanya Yesung kaget saat melihat dandanan Geu rim.
“ya… begitulah… tapi…”
“Geu rim-shi sepertinya kau sakit?” tanya Yesung.
“sedikit…”
“pasti gara – gara kemarin… Geurim-shi! Aku meminta maaf…” Yesung menundukkan kepalanya. Tiba – tiba saja Geu rim melayang, dia tidak mampu lagi menopang berat tubuhnya dan akhirnya pingsan di pangkuan Yesung.

***
Min Gi tertunduk lemah di sebuah kursi, tangan dan kakinya di ikat. Min Gi membuka matanya yang berat dan melihat kesekiling. Tempat itu sangat gelap dan tidak ada orang disana. Tiba – tiba seseorang membuka pintu, para lintah darat itu!
“kau sudah bangun nona manis??”

To Be continue….

23 Comments (+add yours?)

  1. May4teukie
    May 31, 2010 @ 19:31:27

    1st? Yes.

    Reply

  2. anee parkdongrim박동림
    May 31, 2010 @ 19:31:37

    ist???? *digoroks*
    baca dulu ahh

    Reply

  3. anee parkdongrim박동림
    May 31, 2010 @ 19:37:01

    sedih ga 1st

    Reply

  4. Ciitiii
    May 31, 2010 @ 19:46:35

    Kyaaa… Mingi tu d culik y… Bgaimana prnikahan geurim?
    Laaannnjjjooottt 😀

    Reply

  5. DJ.merr
    May 31, 2010 @ 19:50:11

    hoh ?! kok bisa ada lintah darat sih ? *garuk2 pala*
    wah~

    Reply

  6. May4teukie
    May 31, 2010 @ 19:52:56

    Capa ciy para lintah darat ntu?

    Reply

  7. A.P
    May 31, 2010 @ 19:53:17

    Minmi~
    kykx si Min Gi nsibx bruk trz ya? Udh brtepuk sbLah tngan, skrang d.cuLik.
    Tp, Lnjut eps 7 !

    Reply

  8. MinMI_heegi^0^
    May 31, 2010 @ 20:04:18

    @A.P, hahahaha
    ntar ad ceritanya si mingi, nasipnya lebih sial dr di ne epsode tp smw nya berakhir bahagia kok, tenang az ya, lu ga bkalan gw bikin mati kok hahahaha

    Reply

  9. Naya_magnaekyu
    May 31, 2010 @ 20:05:24

    Huah
    ntu min gi mo d apain??
    Penasaran~~
    >.<
    lanjoot
    ^^

    Reply

  10. A.P
    May 31, 2010 @ 20:13:37

    Ha??
    Ada yg Lbh siaL? Ckck.
    Tp tak apaLah, ntar sama sapa aq? Wkwk

    Reply

  11. jasmijn2903
    May 31, 2010 @ 20:19:38

    hhuaaa~ akhirnya Yesung dan Jong Woon ketemu juga walaupun cekcok..
    duh, pertunangannya Geurim gimana, itu? MinGinya tak apakah??
    episode 7 ASAP, yaa.. 🙂

    Reply

  12. MinMI_heegi^0^
    May 31, 2010 @ 20:30:13

    @A.P, rahasia! Tunggu eps selanjutmya! Hahaha *berasa sinetron* jiakakak

    Reply

  13. firma
    May 31, 2010 @ 21:01:39

    Hhhhuuuuuaaaa!!!
    Yey ne FF kluar jga,,
    Yey akhirnya yesung ma jongwoon
    Ktemu jga..
    Yaaahh ksihan min gi..yesungie
    Cpet tlongin min gi tuch..
    Llllaaaannnjjjooottt…

    Reply

  14. Park Eunsoo
    May 31, 2010 @ 22:28:07

    huwaaaa…..
    lanjut…
    lanjut…
    lanjut…
    *demo mode on *

    Reply

  15. A.P
    May 31, 2010 @ 22:57:41

    Iya Minmi~
    asaL jngn Lama2 *d.getok minmi*

    Reply

  16. sungwookie
    May 31, 2010 @ 23:15:07

    akhr.a yesung ma jongwoon ktmu ja
    Mingi d’clik..,
    Pesta prtngan.a bklan lnujut ngga y..,
    Tuh kakek.a bklan ngku ngga y..,
    Jdi tmbah pnsaran..,
    Lanjoot part 7…o_O

    Reply

  17. nodQi eLf
    May 31, 2010 @ 23:27:18

    penasaran…
    kenapa harus tbc d saat yg seperti itu???
    lanjut author!!! -dgeplak, nyuruh2-
    seruuu…

    Reply

  18. haejinnisya
    Jun 01, 2010 @ 00:35:58

    ayo lanjutkan lanjutkan…
    makin seru aja ini kisah dua orang kembar itu…
    mingi pake diculik segala, pas geurim pingsan…
    hwaiting!
    unlucky selalu ditunggu.

    Reply

  19. ami_cutie
    Jun 01, 2010 @ 06:32:09

    minmi…lanjut!
    gimana nasib min gi ama geurim ama yesung ama jongwoon?
    (sekalian aja semuanya…hihi)

    Reply

  20. Ttangkoma
    Jun 01, 2010 @ 08:20:41

    Cepetan onn…lanjooot….

    Reply

  21. KyuHae Rainie
    Jun 01, 2010 @ 09:06:41

    wah lagi seru2nya tp TBC,,,,,,,
    ayo di tunggu lanjutannya ya….

    Reply

  22. Trackback: Unlucky Eps 9 «
  23. 2425yy
    Nov 02, 2014 @ 06:15:20

    semoga min gi g knp napa…
    gmn pertunangan jongwoon geu rim???

    Reply

Comment's Box

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: