The Red Rose

Author : Dian-chan
Genre : SujuAU! Supernatural ^^
Rating : PG – 15
Character : Super Junior+M, main: Donghae, Heechul, Hankyung, Leeteuk, Sungmin, Siwon, Kyuhyun, Eunhyuk, Kangin
Disclaimer : If I own them, I wont write this, I’ll make a film of this, instead 😛
Summary : Heechul membawa pulang seseorang ke hotel yang ia kelola, seperti biasa. Namun seluruh penghuni hotel itu bingung, karena yang dibawa ketua mereka kali ini adalah manusia. Manusia.
Author’s note: : Dian yang mencoba menulis sesuatu yang tidak biasa… terinspirasi dari fanfic di Miracle livejournal yang tidak selesai… akhirnya kubikin versiku sendiri hehe Maaf, fanficku tidak akan jauh2 dari Donghae *my bias is way too obvious*, in fact dia lagi2 jadi main character disini, huhuhu Please let me know if I should continue this story or not, please comment!! ^^ enjoy reading~~

PROLOGUE

Langit masih mengucurkan hujan rintik-rintik, angin masih berhembus dingin menusuk kulit. Malam itu terasa lembab dan dingin, setelah hujan deras yang sebelumnya mengguyur Seoul . Bintang tidak nampak satu pun, terhalang kumpulan awan kumulonimbus yang masih mengancam turunnya hujan deras susulan. Tak banyak orang berlalu lalang di trotoar, orang-orang lebih memilih memakai kendaraan umum atau pribadi untuk bepergian dalam cuaca seperti ini.

Namun hujan rintik seperti ini sama sekali bukan halangan bagi seorang Kim Heechul untuk berjalan ke kota untuk mengisi kembali persediaan minuman beralkoholnya yang menipis. Ia mengenggam payung hitamnya erat, melawan angin kencang yang berkali-kali nyaris menerbangkannya. Satu tangannya menenteng keranjang berisi botol-botol alcohol. Karena kedua tangannya terpakai, ia terpaksa membiarkan saja rambut hitam kelamnya dimainkan angin, poninya yang panjang berjatuhan memenuhi wajah dan menutupi matanya. Sepatu kulit hitamnya menapaki trotoar perlahan menimbulkan bunyi gemercik samar. Ia tidak peduli percikan air itu mengotori jeansnya, ia hanya ingin segera sampai rumah dan bergulung bersama kucing peliharaannya di depan perapian. Ia memang tidak suka matahari tapi Ia juga benci cuaca seperti ini.

Ia semakin mempercepat langkahnya, nyaris berlari dan sedikit melompat, ketika suara petir mulai terdengar. Namun langkahnya terhenti ketika matanya menangkap gerak gerik samar dibalik rimbunnya semak didepannya. Ekspresinya tetap tidak berubah, namun kini ia memperlambat langkahnya.

Imaginasi Heechul bekerja. Ia mengira akan menemukan anjing yang terbuang, atau pejalan kaki lain yang kebetulan lewat, atau mungkin hanya kertas yang diterbangkan angin. Tapi imaginasi juga menyadarkan bahwa mungkin saja yang menantinya adalah seorang penjahat yang siap mengacungkan pisau ke arahnya berniat merampok. Karenanya, ia sedikit kaget ketika selurruh imaginasinya meleset dan ia memenemui pandangan yang mengarah kepadanya ternyata berasal dari seorang pemuda umur anak sekolah, yang duduk dipinggir trotoar, memeluk lutut. Ia basah kuyup dari ujung rambut sampai ujung kaki. Rambutnya yang kecoklatan basah acak-acakan, jatuh membingkai wajahnya dengan berantakan. Kaos merah dan jaket army-nya melekat badan karena basah. Air juga menetes dari ujung celana kargonya hingga ke sepatu ketsnya. Disampingnya teronggok ransel yang tampak menggembung karena cukup terisi.

Ia menatap Heechul dengan pandangan anjing yang dibuang.

Heechul menatap anak itu lagi, dan memutuskan sesuatu dalam kepalanya.

“Dimana rumahmu?” Tanya Heechul ragu pada pemuda yang mengigil didepannya. Ia hanya menggeleng. Heechul mengulurkan tangannya pada pemuda itu.

“Apa kau mau tinggal bersamaku?”

Dan tanpa disangka-sangka, pemuda itu mengangguk cepat, tanpa harus ditanya dua kali. Ia meraih tangan Heechul, yang menariknya dan membantunya berdiri.

Heechul menunggu pemuda itu meraih ranselnya dan memakainya dipunggungnya, ketika ia kemudian mengulurkan keranjang botol minuman tadi pada anak itu. Pemuda berambut coklat itu menerimanya, satu tangannya lagi digenggam oleh Heechul dan kini mereka berjalan bersisian ke tempat tinggal Heechul.

Selama perjalanan tak ada satu katapun yang diucapkan baik oleh Heechul maupun oleh pemuda itu. yang mengisi perjalanan mereka hanya desau angin dan bunyi hujan menerpa daratan, kadang disertai suara petir yang memekakkan. Hingga akhirnya mereka sampai didepan sebuah gerbang besi berukir yang cukup tinggi yang langsung terbuka secara otomatis. Mereka segera melangkah masuk.

Pemuda itu melempar pandangannya ke sekitar, ke bangunan asing disekitarnya. Ah, nyatanya, kota ini sendiri saja sangat asing baginya. Mereka memasuki sebuah halaman yang cukup luas. Samar-samar dengan bantuan lampu taman yang redup ia bisa menangkap siluet air mancur kecil dikejauhan diantara bayangan tanaman-tanaman yang memenuhi taman tersebut. Gemericik airnya juga terdengar. Ia juga sekilas melihat sepasang ayunan kayu dibawah pohon yang paling besar di taman itu.

Mereka pun sampai didepan bangunan utama. Ia harus menengadah untuk melihat bangunan keseluruhan. Sebuah bangunan tua bergaya Eropa jaman pertengahan dengan sepasang pilar besar dan pintu kayu tinggi. Pemuda itu memeluk tubuhnya refleks, merasakan sekilas hawa dingin yang tidak enak memenuhi bangunan yang terlihat rapuh dan menyeramkan itu. Pemuda itu menatap Heechul, yang dari tadi juga memperhatikannya. Heechul merentangkan tangannya ke arah bangunan itu, menyunggingkan suksso yang sempurna.

“Selamat datang di Red Rose.”

CHAPTER 01
Are you human?? Seriously, ONLY HUMAN?

“Oh iya, siapa namamu?” Tanya Heechul, mengalihkan perhatian pemuda itu, yang sedang asyik mengamati sekitarnya itu dengan pandangan antusias dengan bola matanya yang kecoklatan, sewarna dengan rambutnya. Ia memutar kepalanya dan memandang Heechul.

“Donghae. Lee Donghae. 18 tahun. ” Ia tersenyum. Heechul mengangguk. “Jadi, aku Hyung untukmu. Aish, Aku memang hyung untuk semuanya, ah tunggu, masih ada si Tua Leeteuk, jadi aku bukan yang tertua,” gumamnya pada Donghae, menariknya masuk ke dalam bangunan. Donghae hanya mengangguk sambil mencermati kata-kata Hyung barunya itu.

Bangunan bagian dalam juga sangat kentara sentuhan Eropanya, Donghae perhatikan. Mulai dari tangga kayu yang melingkar kokoh ke lantai dua, lukisan-lukisan besar dan langit-langit yang tinggi yang penuh dengan ukiran. Ruangan besar pertama yang mereka masuki tampaknya adalah ruangan lobi, sebuah counter dengan tulisan “Resepsionis” terletak di ujung ruangan sementara dalam ruangan diisi oleh sebuah Televisi, dua kursi kayu panjang menempel di dinding. Ditengah ruangan berdiri sofa berwarna coklat dengan meja kayu mengkilap sebagai pasangannya. Pot tanaman keramik besar berisi serumpun mawar yang tumbuh cukup tinggi berdiri masing-masing satu disamping counter. Dipojok-pojok ruangan juga diisi pot-pot bunga yang tidak Donghae kenal jenisnya. Mereka melewati counter resepsionis dan membelok ke samping, masuk ke sebuah ruangan luas lain yang dipenuhi dengan meja dan kursi dan sebuah counter panjang disampingnya.

“Hankyung, Hankyung,” panggil Heechul, masih menarik ke sana kemari DOnghae bersamanya. Seorang laki-laki bertubuh tinggi dan gagah menyembul dari dalam pintu di balik counter. Yang langsung menarik perhatian DOnghae jelas warna rambut pemuda itu yang berwarna putih keperakan yang terlihat seperti bersinar dalam keremangan ruangan. Terdengar bunyi switch lampu di tekan, dan ruangan pun menjadi terang. Kini Donghae bisa memperhatikan pemuda itu dengan jelas, saat Heechul menariknya mendekati pemuda itu.

“ Ada apa Heechul hyung?” Yang tadi dipanggil Hankyung terlihat mengelap tangannya pada apron putih yang ia pakai diluar kemeja lengan panjangnnya yang berwarna hitam. Donghae mengernyit, mungkin efek dari warna kemeja atau penerangan ruangan ini, tapi orang yang disebut Hankyung ini terlihat pucat, terlalu pucat untuk ukuran manusia sehat. Hankyung mengerjap, dengan cepat menyadari adanya seseorang yang asing disamping tuannya itu, namun ia tidak bertanya dan menunggu Heechul menjelaskan.

“Ini Lee Donghae, dia akan tinggal bersama kita mulai dari hari ini.” Donghae membungkuk memberikan salamnya yang pertama. Hankyung seperti merasakan sesuatu yang berbeda, mengernyit. Ia membuka pintu di ujung counter, dan berjalan menghampiri keduanya. Ia menatap Donghae lekat-lekat, dan gerak geriknya nyaris seperti mengendus. Uh, dia memang mengendus Donghae. Ia kemudian menatap Heechul masih dengan pandangan bingung.

“Hyung, dia manusia?”

Heechul hanya mengangguk dengan tampang innocent.

“Benar-benar hanya manusia?”

Heechul hanya mengangguk lagi. DOnghae hanya diam memperhatikan mereka. Apa salah menjadi manusia?

Hankyung terlihat frustasi, mengacak rambutnya sendiri. “Kau yakin membawa manusia kemari hyung? Kau sudah pikirkan masak-masak?”

“Tentu saja,” Heechul terlihat agak tersinggung. “Kau juga manusia Hankyungie.”

Hankyung mengernyit lagi. “Kau tau aku bukan manusia biasa, hyung.”

Donghae mengernyit mendengarnya. Apa ini semacam lelucon? Ia memperhatikan Hankyung, ia tidak terlihat seperti sedang melucu. Mungkin semacam sandi? Mata Donghae terbelalak. Atau jangan-jangan dia memang bukan manusia biasa? Manusia super?

Heechul hanya mengangkat bahu pada Hankyung. “Ya sudah, serahkan saja dia pada Leeteuk atau Sungmin untuk memperlihatkan bangunan ini. Aku lelah, aku akan tidur di ruanganku.” Ia menyerahkan tangan Donghae ke genggaman Hankyung, menatap Donghae yang masih hanya diam mendengarkan. “Donghae ah, ini Hankyung, dia juga hyung untukmu. Selanjutnya kuserahkan padanya ya.” Dan ia pergi melangkah menjauh begitu saja. Donghae menatapnya sosoknya yang perlahan menjauh sementara Hankyung masih frustasi ditempat.

Donghae kini mengalihkan pandangannya ke Hankyung.

“Kau benar-benar manusia? Hanya manusia?”

Donghae mengedipkan matanya beberapa kali sambil mengangguk, berbagai kemungkinan masih terus berkelebat dalam pikirannya. Hankyung mendesah. Baru kemudian ia menyadari keadaan Donghae yang basah kuyup, air menitik dari pakaiannya. Hankyung mengernyit, Teukie hyung bisa marah melihat lantai yang baru saja dipel sekarang basah dan berlumpur seperti ini. Ia akhirnya hanya mengangkat bahu pasrah, lalu memberikan isyarat pada Donghae untuk mengikutinya. Mereka berjalan kembali ke pintu mereka masuk dan kembali ke lobby, lalu terus berjalan melewati koridor dengan pintu disamping kanan dan kiri berjejer rapi. Uhm, Donghae seperti kembali diingatkan kalau mereka sedang di hotel. Sampai di ujung ruangan mereka membelok masuk ke gang sempit yang mengarah ke luar. Hankyung terus berjalan menyusuri pinggir bangunan hingga mereka sampai disebuah bangunan satu lantai berukuran sedang. Masih bergaya eropa yang kental, dengan cat putih pudar, dua pilar utama dan langit-langit yang tinggi.. Disekelilingnya dipenuhi tumbuhan merambat. Hankyung membuka pintu dan terus melangkah masuk.

Tiba-tiba seseorang menabrak Donghae dari belakang hingga ia tersungkur dan mencium lantai. Ia menahan tubuhnya dengan tangannya, memutar tubuhnya untuk mendapati si pelaku. “Ah, maaf,” ia menatap sosok tinggi besar yang kini berdiri didepannya. Tubuh Donghae langsung membeku ketika melihat sebercak darah mengalir dari ujung bibir lelaki didepannya menuruni cekungan lehernya. Pria dengan pakaian hitam-hitam itu tampak terkesiap, menatap Donghae sesaat, lalu ke arah Hankyung, mengernyit bingung. Hankyung hanya mengangkat bahu, dan pria it pun melangkah melaluinya, tampak lebih kesal dari sebelumnya.

“Siwonnie! Tunggu aku,” seorang laki-laki lain mengejar dibelakangnya, ia berperawakan sama besarnya dengan yang sebelumnya, namun lebih berisi.

“Kangin,” sapa Hankyung, “Apa kalian selesai berburu?”

Kangin hanya mengangguk. “Siwon lepas kendali lagi, hampir saja ia membunuh mangsanya. Untung aku bersamanya hari ini dan bisa menariknya menjauh.”

Donghae hanya membelalakkan matanya mendengarnya. Berburu? Mangsa? Apa yang sedang mereka bicarakan?

“Mana Teukie hyung?” Tanya Kangin lagi, Hankyung hanya mengangkat bahu. “Ia sudah tidur sepertinya, hari ini cukup berat baginya, mood Heechul hyung cukup buruk hari ini dan itu membuat aura gelapnya semakin kuat. Aku sampai harus mengirim Eeteuk dan SUngmin mengantar pengunjung agar bisa menjauh dari hyung,” Hankyung mendesah. “Dan malam ini masih bulan purnama, kau ingat? Kali ini ia melukai Teukie Hyung, jadi yah….” Kangin mengangguk angguk mendengarnya. “Padahal aku ingin minta bantuannya, tadi Siwon sempat menyerangku juga soalnya, aku terlambat untuk berubah” ia menunjukkan goresan yang cukup dalam dilengannya, “tapi kurasa lebih baik ku perban saja, karena Teukie hyung sepertinya lelah,” ia tersenyum pada Hankyung. baru kemudian ia menyadari sosok Donghae yang masih terduduk di lantai.

“Siapa dia?” ia menunjuk Donghae, matanya ke arah Hankyung. Yang ditanya hanya mendesah. “Heechul memungut seseorang lagi dari jalan ketika tadi membeli soju,” ucapnya. Donghae buru-buru berdiri. Disaat yang membingungkan seperti ini, ia lebih mengandalkan instingnya daripada otaknya. “Annyong, Lee Donghae imnida,” ia mengulurkan tangannya. Kangin menerimanya dan mereka berdua pun berjabat tangan.

“Manusia,” sambung Hankyung kemudian, dan Kangin terbelalak. “Kau yakin?” Hankyung mengangguk. “100%. Penciumanku sangat akurat, kau tau itu kan .”

Kangin menatap Donghae lagi, lalu kembali menatap Hankyung. “Apa Heechul hyung sudah bercerita padanya dengan siapa saja ia akan tinggal?”

“Mungkin sudah,” Hankyung melirik Donghae yang tampak kebingungan dan dari pancaran matanya, bahkan terlihat takut, menurutnya. Ia mendesah, “Mungkin juga ia sama sekali tidak tau.”

Tiba-tiba terdengar suara benda-benda dibanting dan benturan-benturan yang cukup keras, seperti seseorang sedang mengamuk. Kangin mengalihkan perhatiannya. “Sepertinya aku harus membangunkan Teukie hyung, saat seperti ini hanya Heechul hyung dan Teukie hyung yang bisa menghentikannya,” ia melirik Donghae lagi, “ia kau saja yang urus.” Dan ia pun berlari menjauhi mereka.

“Donghae, apa kau lelah? Apa aku bisa berbicara denganmu sebentar?”

Donghae hanya mengangguk. Hankyung mengisyaratkan padanya untuk duduk di kursi kayu panjang dalam ruangan. Ruangan itu cukup sunyi, tak ada suara apapun selain suara-suara binatang malam dari luar, dan kini Donghae menunggu Hankyung memulai pembicaraan.

“Donghae ah, apa Heechul hyung menceritakan padamu sesuatu, tentang siapa kami, dengan siapa kau akan tinggal?”

Donghae menggeleng, meski rasanya ia punya firasat aneh tentang hal ini. Hankyung menatapnya merasa prihatin.

“Dengarkan baik-baik Donghae ah, setelahnya kau boleh mentertawakan aku dan mengatakan aku bodoh, atau segera lari dari tempat ini demi keselamatanmu, terserah, tapi kau harus tau bahwa kau satu-satunya manusia di penginapan ini.”

Hankyung memperhatikan reaksi Donghae, ia mengernyit berusaha memproses informasi yang baru didapatnya itu. “Maksudnya?”

“Kau satu-satunya manusia disini,” ulang Hankyung, hati-hati. “Kau lihat Siwon tadi dan darah di bibirnya. Dia baru saja makan, dia vampire.”

————————————————-

Krrrrriiiingg!! Weker disamping tempat tidur Donghae berbunyi kencang. Terlalu kencang sampai ia bisa mendengar bunyi benda-benda berjatuhan dan gerutu-gerutu kesal di luar ruangannya. Rupanya bukan hanya dia yang terbangun oleh bunyi keras wekernya itu. Ia menguap lebar, sebelah tangannya mematikan sang weker. Ia merentangkan tangannya sesaat, lalu segera melangkah keluar dari kasurnya yang nyaman dan bersiap-siap untuk shower.

Selesai shower, Donghae tidak langsung keluar ruangan, melainkan langsung duduk di pinggir tempat tidurnya, terdiam. Ia menarik nafas, sedikit nervous. Masih teringat ucapan Hankyung hyung kepadanya tadi malam. ia nyaris tidak bisa tidur semalaman, jantungnya memutuskan untuk mengadakan konser dan berdegup kencang semalaman. Ia berusaha mengira-ngira seperti apa teman-teman yang tinggal bersamanya. Kadang-kadang terbersit, apa keputusan yang ia ambil benar? Apakah ia tidak hanya sedang pasrah dan menyerahkan diri pada mahkluk-mahkluk ini? atau ia hanya ketakutan hingga ia menerima saja tawaran tinggal disini? Atau justru karena terlalu antusias otaknya malah jadi tidak bekerja dengan benar?

“Kau satu-satunya manusia disini,” ulang Hankyung, hati-hati. “Kau lihat Siwon tadi dan darah di bibirnya. Dia baru saja makan, dia vampire.”

Donghae menjauhkan duduknya secara refleks, lalu terpaku. Ia bisa melihat dari pandangan Hankyung padanya, ia tidak sedang main-main. Donghae bisa merasakan kalau Hankyung mengharapkan reaksi dari dirinya, menabok Hankyung keras dan menganggapnya bercanda atau segera putar badan dan lari secepat mungkin tanpa pikir dua kali , tapi ia hanya membelalakkan mata dan terdiam, dengan mulut yang sedikit terbuka karena kaget. Donghae masih berusaha memutuskan dari kedua diatas yang mana yang akan ia lakukan tapi akhirnya ia malah terpaku dan terdiam.

Donghae meneguk ludah, merutuki dirinya, disaat seperti ini slow loading-nya malah kumat, ah tunggu, sepertinya ia malah mengalami brain-dead.

“Aku juga, vampire, Donghae ah. Kami berdua vampire halfbreed, vampire yang dilahirkan dari campuran manusia dan pure breed.” Ia menaruh jeda, masih memperhatikan reaksi Donghae. “KangIn yang tadi, dia adalah shifter, ia bisa berubah bentuk menjadi hewan apapun.”

Donghae masih terdiam, sementara Hankyung masih menatapnya dengan pandangan mungkin-sebentar-lagi-dia-akan-lari-dan-berteriak-kalau-aku-gila. Ia masih terus diam, otaknya menolak untuk membentuk kata apapun, sampai akhinrya Hankyung memutuskan untuk melanjutkan ceritanya. .

“Lalu ada juga Kyuhyun, dia werewolf asli, satu dari sekian yang tersisa. Ada juga Eunhyukkie, dia hantu, penghuni residen ini sejak sebelum perang dunia ke II. Tapi selain mereka tadi, disini juga tinggal seorang Angel, Teukie hyung yang disebut Kangin tadi, dia memang Angel, awalnya ia bertugas menangkap Heechul hyung, setan yang naik ke dunia manusia dan ditakutkan akan melakukan sesuatu yang buruk, tapi entah kenapa dan bagaimana, ia malah tinggal disini. Ia termasuk penghuni awal residen ini.” Hankyung menerawang, akhirnya larut sendiri dalam ceritanya. “Lalu ada juga SUngminnie, dia termasuk kaum fairy. Rumah aslinya ada dihutan dipinggir kota ini, tapi ia lebih memilih tinggal disini, Donghae ah. Kami semua tinggal bersama disini dengan Heechul hyung sebagai ketua kami,” Hankyung tersenyum. “Kami bersama tinggal disini, berusaha beradaptasi dengan kehidupan manusia, karena satu dan lain hal, kami tidak bisa kembali ke habitat dan kaum kami yang asli.”

Sejenak sunyi, baik Hankyung maupun Donghae tidak ada yang berbicara. Sementara ribut-ribut dari belakang gedung sudah lama menghilang.

“Wow.”

Hankyung menoleh, sedikit bingung dengan kilauan dimata Donghae dan senyum lebar yang tersungging diwajahnya.

“WOW.”

“Donghae ah, kau tidak apa-apa?”

“Hankyung hyung, kau serius dengan apa yang kau ucapkan tadi?”

“Tentu saja,” jawab Hankyung, masih kebingungan dengan reaksi Donghae.

“Woah…. “

Hankyung meneguk ludah.

“Kau masih minum darah Hyung?”

Hankyung terdiam sesaat, tidak menduga akan mendapat pertanyaan. “Errr tentu saja, tapi dibatasi sebulan sekali…. Lagi pula kami tidak pernah meminum darah orang sama sekali.”

Donghae mengangguk-angguk. Hankyung semakin dibuat speechless.

“Err… apa disini juga ada alien?”

Hankyung tercengang ke arah Donghae, menatapnya seolah-olah Donghae baru saja memuntahkan 100 ekor kodok dari mulutnya.

Donghae mendesah. Tidak, bukan. Ia tidak sedang pasrah dan menyerahkan diri, okay, dia memang sedikit takut, tapi juga antusias, sangat antusias, ia masih ingat dengan usahanya meyakinkan Henry bahwa Alien itu benar-benar ada, yang hasilnya nihil, dan kini sepertinya ia akan menghadapi mahkluk-mahkluk yang juga hanya dianggap orang hanya imajinasi belaka. Tentu saja ia antusias. Ia selalu percaya pada kehidupan lain selain manusia. Fairy, Angel, Demon, vampire, shifter, werewolf, ghost? Memang kurang Alien… Mungkin jika orang lain pertama kali mendengarnya akan menganggapnya sebuah candaan murahan, tapi Donghae sangat tau dari pengalaman bahwa hal-hal seperti ini memang ada. Tapi ketika ia akhirnya sendirian di kamar, ia dipaksa untuk berpikir dua kali, akan berbagai macam hal yang dapat terjadi dan bahaya yang sebenarnya mengintainya dari mahkluk-mahkluk yang akan menjadi house matenya. Ok, Donghae akui karena rasa antusiasnya ia sama sekali lupa dengan aspek itu, tapi mau bagaimana lagi? Ia sudah tidak bisa lari. Lagipula instingnya mengatakan ia bisa mempercayai Heechul. Entah, tapi ia percaya pada hyung barunya itu. Lagipula otaknya benar-benar mengalami kematian dadakan karena mau bagaimana juga informasi yang didapatnya kemarin sama sekali lepas dari logika. Jadi ia hanya bisa mengandalkan naluri dan instingnya. Nasibnya. Dan keberuntungannya.

Donghae mendesah, merutuki sifatnya yang spontan dan tidak berpikir panjang.

Well, tak ada salahnya mencoba, kalau hal tiba-tiba menjadi tidak terkendali, ia bisa lari kapan saja ia mau, seperti kata Hankyung kemarin malam, putus Donghae akhirnya.

“Kalau begitu, selamat datang di Red Rose Resident,” ia menyalami Donghae, yang langsung menerima tangannya dengan senang hati. Tapi hanya sesaat, Hankyung langsung menarik tangannya. Ia kurang begitu terbiasa dengan bau manusia di tubuhnya,

“Ayo, ku tunjukkan kamarmu.”

Donghae pun beranjak dari duduknya, dan melangkah mengikuti Hankyung menyusuri koridor. Hingga akhirnya mereka berhenti didepan sebuah pintu. Hankyung mengeluarkan sebuah kunci perak dan membuka pintu tersebut, sebuah ruangan sederhana dengan dua tempat tidur dan dua buah bangku kayu beserta meja dan satu lemari kayu besar menyambut mereka. Lampu tembok berbentuk tulip menempel di atas tempat tidur.

“Ini kamarmu, ganti baju dan tidurlah. Hari sudah sangat larut, besok saja kita lanjutkan perkenalannya. Agak berbahaya bagi manusia untuk berkeliaran disini di malam hari,” ucapnya, menyerahkan kunci perak tadi pada Donghae. Pemuda berambut coklat itu masih terpaku ditempat, tampak ragu-ragu untuk masuk. Hankyung mendesah.

“Kau bebas untuk tinggal selama yang kamu mau disini secara Cuma-Cuma. Kebanyakan penghuni disini juga sepertimu, diambil begitu saja oleh Heechul hyung dari jalanan. “ ia menatap Donghae yang kini juga menatapnya penuh perhatian. “Hanya dengan Bantu-bantu di hotel dan kafe, kau bebas sesukamu tinggal disini. Kurasa aku juga harus mengurus sekolahmu juga besok. Kau masih sekolah kan ?”

Donghae terlihat tidak suka ketika disebutkan kata sekolah, dan Hankyung memelototinya. “Kau harus sekolah. Heechul hyung juga pasti akan memaksamu untuk tetap sekolah. Sekolah bagi anak manusia memiliki arti yang sangat penting, jadi jangan coba-coba membantah.”

Donghae cemberut. Ia seperti mendengar nasihat dari orang tuanya. Hankyung mengacak rambut Donghae pelan, gerakannya agak kaku. Ia tidak biasa.

“Tidurlah. Kau akan perlu istirahat malam ini.”

Pemuda berambut coklat itu beranjak dari tempat tidurnya dan membuka jendela. Hmmm, udara disini sangat segar, batinnya. Jarang sekali untuk sebuah bangunan yang berada di kota Seoul . Ia melangkah lagi mendekati tempat tidur, pandangannya tertuju pada sebuah frame foto yang berdiri diatas meja kecil disana. Sepasang pria dan wanita separuh baya tersenyum ke arahnya. Duduk didepan pasangan itu, seseorang dengan wajah yang sama sepertinya namun beberapa tahun lebih muda melambai ke arahnya, dan disampingnya, merangkul bahunya, seorang pemuda yang terlihat lebih tua darinya namun tetap memiliki beberapa kesamaan perawakan dan wajah dengan dirinya, menatapnya dengan pandangan berbinar-binar.

“Omma, Appa, Hyung…,” Donghae menggumam pelan, matanya terasa panas. Ia tau akan sulit menghentikannya begitu ia memulai untuk menangis, tapi ia selalu seperti ini jika mengingat keluarganya.

“Sudah dua bulan,” ia menggumam lagi, “dan entah bagaimana aku sudah terdampar di Seoul.” Ia tersenyum samar. “AKu masih bisa bertahan,” lanjutnya singkat. Dan beberapa saat setelahnya, ia hanya bisa terdiam membiarkan air matanya mengalir.

Donghae keluar dari kamarnya beberapa menit kemudian, terlihat segar. Ia tidak terlihat seperti habis menangis, ia sudah mencuci wajahnya. Penampilannya terlihat lebih rapi dari kemarin, jelas sekali. Sekarang rambutnya tersisir rapi. Dengan kaos putih bertuliskan “The Music in Me” dan celana pendek selutut, ia terlihat fresh. Tepat ketika ia menutup pintu kamarnya, seseorang juga keluar dari ruangan disampingnya, yang begitu melihatnya langsung serta merta tersenyum lebar.

“Kau pasti Donghae kan ?”

Donghae mengangguk sambil tersenyum, orang itu langsung menghampirinya dengan antusias. “AKu Sungmin! Salam kenal! Weker yang sangat keras tadi milikmu? Sudah lama disini tidak mendengar suara sekeras itu,” ia menjabat tangan Donghae dengan semangat. Donghae hanya tersenyum lagi, oh ini, fairy yang diceritakan Hankyung hyung kemarin…. Ia merasakan tiba-tiba udara disekitarnya menjadi sangat bersih dan melegakan jadi ia menarik nafas dalam-dalam. Ia menghembuskan nafas lega, selain karena udara segar ini, tapi juga karena kenyataan bahwa orang yang pertama ditemuinya adalah Fairy yang ramah menerimanya.

Ia mengernyit, seandainya yang pertama ia temui adalah Siwon… ia terbayang kejadian kemarin dan bergidik.

“Ayo, kita sarapan! Hankyung hyung pasti sudah masak untuk kita.” Sungmin menarik tangan Donghae menuju pintu utama. Keluar dari bangunan, ia menangkap sesosok siluet disamping air mancur, sesuatu yang putih dan besar terbentang….

“Ah, itu, Leeteuk hyung pasti sedang menjemur sayapnya lagi sambil membaca. Semua Angel memang seperti itu. Kami Fairy hanya perlu merasakan hawa kehidupan tanaman dan lingkungan saja sudah cukup untuk bisa melewati hari.” Ia tersenyum pada Donghae. DOnghae melirik sekilas pada sosok yang terlihat berpendar itu. Ia pun terus mengikuti langkah cepat Sungmin yang nyaris seperti terbang. Ups, DOnghae melihat ke lantai. Mereka memang mengawang-awang di udara. Great. Donghae merasa aneh melayang-layang begini. Memang dalam cerita yang sering ia dengar, Fairy memiliki kemampuan untuk terbang. Tapi untuk mengalaminya sendiri ia merasa aneh sendiri.

Mereka sampai di café, tempat itu sudah terisi oleh beberapa orang yang sepertinya pengunjung hotel. Mereka berdua terus masuk ke dalam counter, lalu masuk ke dalam ruangan kecil didalam. Yang satu adalah seseorang yang dipanggil dengan ‘Kangin’ kemarin malam, dan yang satunya lagi dengan perawakan yang hampir setara dengannya, tapi orang itu jauh lebih kurus, terlihat samara-samar nyaris tembus pandang. Sungmin mengangkat tangannya melambai ke dua orang yang duduk menghadapi meja makan. “Pagi Eunhyukkie, Kangin Hyung…,” ia menoleh ke ruangan dapur kecil diseberangnya, “Pagi Hankyung hyuuung!!”

Sungmin mendudukkan Donghae disampingnya, dibagian paling ujung kanan meja sebelah dalam, tidak sadar bahwa ia tidak mendapat jawaban dari orang-orang yang ia sapa. Ia memutar pandangannya ke sekitar. “Siwonnie dan Kyuhyun masih tetap tidak ikut sarapan bersama? Uuh, sampai kapan sih mereka mau mengurung diri begitu,” Sungmin cemberut. Kangin memelototinya. “Sungmin, kau tau kan kalau kemarin Siwon dan Kyuhyun….”

Sungmin menjulurkan lidah, “Iya aku tau.”

“Ah, Heechul hyung juga sarapan dikamar seperti biasa ya?” Seseorang disampingnya hanya mengangguk.

“Oh iya, mereka belum kuperkenalkan. Donghae ah, yang diujung sana , itu Eunhyukkie, dia hantu penunggu hotel ini selama bertahun-tahun lho, malah sejak Perang Dunia ke II!! Didepan Eunhyuk, ada Kangin hyung dia shifter, bisa berubah menjadi hewan apa saja yang ia mau. Ah, kata Hankyung hyung kau sudah bertemu dengannya semalam?”

Sungmin kemudian mengarahkan tangannya ke dadanya sendiri. “Kalau aku fairy,. Oh iya, yang tadi kau lihat di luar itu Leeteuk hyung, dia satu-satunya angel disini, katanya juga keturunan terakhir Angel di bumi. Kamarnya yang paling ujung, karena ia harus jauh-jauh dari Heechul hyung! Karena dengan berdekatan saja, salah satu dari mereka bisa mati, tentu saja, yang satu Angel yang satu Pangeran Kegelapan!” Sungmin tak berhenti mengoceh.

Donghae hanya menyuap makanannya dengan santai sambil mengangguk. “Salam kenal semua, aku Lee Donghae, dan aku hanya manusia biasa,” ia terkekeh kecil.

“Kau tidak,,, takut tinggal bersama… er.. bukan manusia seperti kami?” Eunhyuk bertanya pelan. Donghae malah menatapnya seperti ia menanyakan hal yang sangat aneh.

“Seorang angel dan fairy bisa hidup disini, kenapa manusia tidak bisa? Dan kalian tidak akan melakukan apapun padaku kan ?” ia berusaha terlihat positive meski dalam hati ia juga gugup.

Kangin menatap Donghae, berusaha mengira-ngira jalan pikiran manusia yang satu ini, karena pada kenyataannya, ia sendiri tidak bisa menjawab pertanyaan, atau pernyataan, Donghae barusan.

“Donghae, habiskan makanmu, setelah itu kelilinglah sesukamu dan pilih pekerjaan yang kau suka,” seru Hankyung memotong tiba-tiba, mengangkat piring kotor ke dapur belakang. Sungmin melanjutkan sarapannya masih dengan semangat yang sama dengan sebelumnya, mengajak Donghae mengobrol ini dan itu, sementara Eunhyuk dan Kangin hanya saling berpandangan dalam diam, tidak begitu mengerti bagaimana harus mereka memperlakukan pendatang baru ini.

——————————————————

“Donghae ah, bagaimana kalau membantuku menyiram tanaman di taman?” Tanya Sungmin, menghampiri Donghae yang sedang membasuh piring kotor didapur sehabis sarapan. Ia terbiasa seperti itu dirumah, jadi sekalian saja ia menawarkan bantuannya menyuci piring pagi ini dan tidak ada yang menampik tawarannya itu.

“Hmm? Baiklah,” response Donghae, ia memang tidak ada alasan untuk menolaknya. Setelah ia selesai dengan tugasnya, ia pamit pada Hankyung yang sedang melayani tamu dan mengikuti langkah SUngmin ke taman. Disana sebenarnya sudah ada sprinkler, tapi beberapa tanaman di pojokan hanya bisa disiram dengan bantuang selang.

“Teukie hyuung!!” teriak Sungmin tiba-tiba, dan melangkah mendahului Donghae ke arah sesosok manusia di bangku taman, masih asyik membaca dengan atap putih membentang di belakangnya. Donghae mendekat, matanya memandang dengan kagum. Benar-benar sepasang sayap….

Sayap itu tumbuh melengkung dari punggung manusia didepannya ini, yang baginya terlihat memendarkan cahaya samar disekujur tubuhnya. Ia memakai pakaian serba putih, celana panjang putih di padu kemeja lengan 3/4 yang juga berwarna putih. Rambut coklat terangnya terlihat lembut disapu angin, dengan poni yang ditata ke kanan yang ujungnya tersisip rapi di belakang telinganya. Rambut bagian kirinya terlihat lebih panjang, sehingga ia hanya memakai anting salibnya di telinga sebelah kanan. Gerak-geriknya anggun dan lemah lembut.

“Teukie hyung, luka kemarin bagaimana? Sudah sembuh?” ia mengangkat lengan malaikat didepannya, yang ditanya hanya mengangguk, “SUdah kok, jangan khawatir.” Sungmin tersenyum, lalu mengarahkan matanya pada Donghae. “Teukie hyung, coba lihat siapa yang bersamaku!” ia duduk disamping seseorang yang dipanggil ‘Teukie hyung’ sedari tadi, dengan lirikannya ia mengisyaratkan Donghae untuk mendekat.

“Kau Donghae kan ? Penghuni baru disini? Heechul sudah bercerita padaku,” ia tersenyum ke arahnya sambil mengulurkan tangan. Donghae menerimanya dengan senang hati. “Namaku Leeteuk, tapi seperti yang bisa kau perhatikan, aku lebih sering di panggil Teukie hyung oleh oang-orang disini karena aku paling tua disini, “ ia tertawa “aku bahkan lebih tua dari Heechul yang sudah hidup 5 abad lamanya.” Mata Donghae membesar, namun kemudian ia juga tertawa, mengikuti tawa high-pitched orang didepannya.

Donghae bergerak mendekat, tangannya terulur ingin menyentuh sepasang sayap dengan bulu-bulu yang terlihat begitu lembut dan begitu putih yang terhampar didepannya….

“Kau boleh menyentuhnya kalau kau mau,” Leeteuk tertawa kecil. Donghae mengangguk malu-malu, mengusapkan jemarinya ke hamparan putih didepannya. benar saja, lembut dan halus seperti dugaannya. Sayap itu bergerak samar, ia perhatikan Leeteuk tampak menahan terkekeh menahan geli.

“Owaah, this is serious,” matanya masih membulat, masih tercengang, “ benar-benar sepasang sayap. Aku tidak pernah menduga dalam hidupku aku benar-benar akan pernah melihatnya bahkan menyentuhnya. “

Leeteuk kembali tertawa, sayapnya bergerak perlahan seiring irama tawanya. “Jangan memperlakukanku seperti isi museum begitu.” Donghae tersenyum ke arahnya, masih dengan ekspresi sangat antusias. “Kau bisa terbang dengan ini, hyung?”

“Tentu saja!” jawab Leeteuk pura-pura tersinggung, tapi masih sambil tersenyum. “Tapi aku tak banyak menggunakannya di dunia manusia, terutama di siang hari. Bisa-bisa langsung jadi headline di surat kabar.”

“Padahal hyung keren sekali lho kalau terbang,” Sungmin menimpali, dan Leeteuk terlihat malu oleh pujian itu.

“Aah Donghae ah, kita harus mulai menyiram! Matahari sudah semakin naik, tanaman-tanaman disini sudah berteriak kehausan!” ia berbalik kea rah Donghae dengan cepat. Donghae terdiam, menimbang-nimbang kalimat Sungmin apakah memang kenyataan atau hanya ungkapan. Meski ia punya perasaan bahwa hyungnya yang ini memang bisa berkomunikasi dengan tanaman.

Mereka pun melangkah menjauh dari Leeteuk diiringi senyuman sang angel yang nampak tak pernah pudar dari wajahnya. Donghae segera meraih selang yang ia lihat, teronggok disamping air mancur kecil, tapi ia terdiam ditempat begitu melihat apa yang dilakukan fairy didekatnya.

Sungmin mengayunkan pelan tangannya, lengannya terangkat dan jemarinya menari, dan meski tak ada angin, tapi dedaunan pepohonan bergerak mengiringinya. Tetesan air dari air mancur melayang dan menyemburat diantara tanaman-tanaman semak, sesuai dengan ayunan jemari Sungmin. Rahang Donghae serasa terjatuh. Sungmin menyadarinya dan tergelak.

“Aku punya sedikit kemampuan mengendalikan air,” ia kembali mengayunkan tangannya, kali ini di dekat sekuntum mawar, dan perlahan, bunga yang kuncup mekar dengan pasti. Ia mendengar bunyi kepakan sayap dan menyadari bahwa burung-burung merpati entah sejak kapan berkumpul disekitarnya.

“Wow,” gumam Donghae, hanya itu response yang bisa ia keluarkan, menatap sang fairy yang larut di dunianya sendiri dan membaur dengan lingkungan.

———————————————————————

Donghae mendesah, menatap baki berisi makanan ditangannya. Setelah scene dunia impian bersama Teukie dan Sungmin hyung ditaman tadi, kini ia harus dilempar kembali ke kenyataan. Hankyung hyung meneriakinya dan menyuruhnya membawa makanan ini untuk Kyuhyun dan Siwon yang ia perhatikan tak juga keluar kamar sedari pagi. Ia meneguk ludah, impresi pertamanya dengan Siwon kemarin malam tidak bisa dibilang baik. Dan Kyuhyun, orang yang belum pernah ia temui, tidak membuat perasaannya lebih baik, mengingat ia werewolf.

Ia menimbang-nimbang mesti ke kamar siapa lebih dahulu. Karena sekarang siang hari, tentunya keduanya tidak berbahaya kan ? Vampire bukankah takut dengan sinar matahari? Tunggu, Hankyung hyung tidak terlihat terganggu bekerja di siang hari begini… ia meneguk ludah, memutuskan untuk ke kamar Kyuhyun lebih dulu, karena setidaknya, sekarang bukan saatnya bulan untuk muncul.

Tok! Tok! Ia mengetuk pelan pintu kamar di hadapannya. Ia terlihat bingung ketika tak mendapat jawaban. Lalu mengetuk lagi, dan tetap tak ada jawaban.

“Masuk saja, Kyuhyun tidak pernah mengunci pintu,” Donghae langsung menoleh mendengar suara di belakangnya, dan mulutnya langsung terbuka begitu menyadari yang berbicara dengannya adalah seekor anjing Siberian Husky dewasa berwarna abu-abu, yang nyaris terlihat seperti serigala. Ia semakin terpaku ketika hewan dihadapannya itu kemudian perlahan berubah bentuk, jemari manusia mulai terlihat dari cakarnya, wajah manusia mulai terbentuk dari moncongnya, dan perlahan membentuk sosok tinggi dan berisi. Kini berdiri didepannya Kangin hyung, orang yang ditemuinya di meja makan tadi pagi. Hyungnya itu terlihat agak salah tingkah berubah bentuk dihadapan seseorang itu. Tapi mata Donghae malah berkilat-kilat penuh kekaguman dan terus terang Kangin tidak mengerti harus bersikap seperti apa. Dan Donghae hanya tersenyum.

“Kau yakin aku boleh masuk?”

Kangin mengangguk. “Ia tidak pernah mengunci pintu, selalu kami yang menguncinya dari luar.” Ia menatap pandangan penuh Tanya di mata Donghae. “DIa sendiri yang meminta, dimalam-malam bulan penuh seperti ini. dia ingin diyakinkan bahwa ia bisa keluar dan berubah.” Kangin mengangkat bahu, tak yakin sudah menjelaskan dengan benar atau tidak.

Donghae mengangguk. “Terima kasih hyung.”

Dan Kangin hanya berlalu masih dengan ekspresi canggung. Donghae memantapkan hati untuk membuka kenop pintu dan melangkah masuk. Yang menyambutnya adalah seorang pria tinggi langsing dengan rambut berwarna perak dan wajah yang pucat yang menatapnya sedikit terkejut. Donghae panic. “Ah, tadi aku sudah mengetuk pintu tapi tidak dijawab, dan Kangin hyung bilang aku boleh masuk jadi….”

Laki-laki di depannya hanya mengangguk, mempersilahkannya untuk masuk. Donghae nyengir lebar karena tidak dimarahi, dan ia pun melangkah masuk dengan hati-hati memegang nampannya. “Ini, makan siang hari ini Beijing Fried rice, hehe,” ia meletakkan isi nampan diatas meja. Ia melirik pada Kyuhyun yang tidak beranjak dari tempatnya berdiri disamping jendela. Ia sama sekali tidak menunjukkan itikad untuk mendekatinya bahkan tidak menunjukkan tanda-tanda akan menjawab kata-katanya. Uh, Donghae mendesah, bingung. Ia mengamati perawakan Kyuhyun, orang ini kurusnya benar-benar sampai taraf membahayakan. Dipindahkan pandangannya ke sekeliling ruangan. Sebuah piano? Wow. Sepasang sofa dan mejanya di sudut ruangan, lalu di depan tempat tidur terdapat sebuah TV. Hmm, kurang lebih saja dengan ruangannya, minim perabotan dan isinya, kecuali grand piano itu tentu saja. Ia mengangkat alisnya ketika menatap pecahan barang-barang pecah belah di lantai, heran.

Donghae memutuskan mengambil langkah mendekati Kyuhyun, yang tampak tidak menyadarinya.

“Woah, kau tinggi,” komentarnya ketika sampai disampingnya, membuat Kyuhyun terloncat di tempat karena terkejut. Donghae terbelalak menatap telapak tangan Kyuhyun yang terluka gores panjang dan sepertinya dalam, masih meneteskan darah.

“KAU TERLUKA!!” Donghae histeris. Ia panik, melihat sekeliling ruangan, memeriksa tubuhnya, kantongnya, mencari sesuatu yang bisa dipakai untuk membalut luka itu. Kyuhyun menatapnya bingung. “Aaahh!!” Donghae akhirnya menyerah, dan merobek ujung pakaiannya, membalutkannya diluka di tangan Kyuhyun.

“Err…. Donghae-sshi, kau tidak perlu panic, luka ini akan sembuh dengan sendirinya,” sela Kyuhyun. Donghae memelototinya, “tapi tetap saja kan , saat terbuka seperti ini bisa infeksi! Aish, kau ini, kenapa bisa luka!”

Kyuhyun terdiam melihat Donghae yang menceramahinya seperti mereka sudah berteman sejak lama.

“Karena aku melukai Teukie Hyung, aku pantas mendapat hukuman,” desisnya pelan. Donghae memiringkan kepalanya, menatap Kyuhyun tidak mengerti. “Itu bukan alasan untuk melukai diri sendiri,” sahutnya kemudian. Kyuhyun hanya menatapnya balik, berusaha menghimpun balik kata-kata untuk membalas Donghae, namun belum sempat ia menjawab, Donghae memotongnya, “Umurmu berapa?”

“Emm… 17 tahun…”

Mata Donghae terbelalak, ia spontan memeluk erat Kyuhyun. “Akhirnya! Aku punya dongsaeng!!” ia histeris. “Kupikir semua orang disini harus kupanggil hyung…. Heechul hyung katanya sudah hidup 5 abad lebih, dan Teukie hyung bahkan lebih tua dari itu! Eunhyukkie hantu dari perang dunia ke III! Tunggu, berarti mereka bahkan tidak bisa kupanggil hyung….:

Kyuhyun tertawa kecil. “Eunhyukkie meninggal saat seumuranmu, Donghae hyung…. Lalu kurasa Sungmin hyung juga seumuran dirimu hyung, aku tidak begitu mengerti hitungan umur peri tapi kurasa begitu… Tapi yang lainnya memang hyung, lagipula Heechul hyung tidak mungkin mau dipanggil ahjusshi,” ia terkekeh. Donghae terdiam. “Ah, itu benar….”

Tibaa-tiba ia terbelalak. “AH! Aku masih harus mengantar makanan ke Siwon-sshi!!” ekspresinya langsung gelap. “Dia akan menggigitku, positif.”

Kyuhyun tersenyum. “Siwon hyung memang sedikit tertutup, tapi coba saja Hyung, lagipula ia tidak sembarangan mengigit…. Lain hal dengan Kangin hyung….”

Donghae membulatkan matanya lagi. Tentu saja! Siberian husky!! Ia mendesah, untung tadi ia tidak panic karena ia baru sadar sekarang.

“Ya sudah ya Kyuhyunnie, aku ke tempat Siwon….”

——————————————————–

BRAK!!

Donghae mendesah, ia sudah bisa menduga, tentu saja, tentu saja. Kemungkinan untuk pintu dibanting didepan wajahnya memang 100%. Jelas sekali Siwon ini membenci manusia. Ia hanya sempat menyerahkan nampan sebelum akhirnya pintu didorong lagi ke arahnya dan dibanting di depan matanya. Ia cemberut, tidak harus seperti itu kan ? Memang apa yang salah dengan dirinya?

Setidaknya ia tidak digigit sungguhan.

“Hey.”

“HOWWAAAAA~~~!!” Donghae terlonjak kaget saat sesosok wajah tiba-tiba muncul dari samping ke hadapannya, spontan terlonjak ke belakang hingga punggungnya terbentur tembok koridor. Sesosok kepala yang melayang didepannya hanya tertawa, perlahan-lahan bagian-bagian tubuh yang tadi sepertinya tembus pandang mulai terlihat. Ia mengambang di udara. Mulut Donghae masih terbuka dan belum bisa kembali seperti semula.

“Hai, tadi kita ketemu di meja makan,” seseorang yang tadi diperkenalkan kepadanya sebagai Eunhyuk melambai ke arahnya. Donghae mengangguk. Eunhyuk mendarat didepannya, mengulurkan tangan padanya. Donghae meraihnya sambil tersenyum, tapi langsung mengernyit begitu merasakan yang ia sentuh hanya udara belaka.

“Ups,” Eunhyuk tersenyum malu, “aku lupa, manusia tidak bisa menyentuhku, hehe.” Donghae hanya tersenyum, tidak begitu paham bagaimana harus bereaksi. Ia pun mengangkat tubuhnya sendiri ke posisi berdiri. Ia kini memandang EUnhyuk dengan penasaran.

“Aku benar-benar tidak punya kesempatan untuk menyentuhmu? Jadi kau tidak bisa menyentuh apapun?”

EUnhyuk mengangguk. “Aku tidak bisa menyentuh apapun yang hidup, yang mati juga sebenarnya, tapi kalau aku mau, aku masih bisa menyentuh benda mati,” ia nyengir. “Oh ya Donghae ah, Bantu aku menguras air mancur yuk?” Matanya berkilat-kilat nakal. “Kita bisa sambil main!” Donghae langsung ikut nyengir lebar, mengerti maksud Eunhyuk. “TEntu saja! Ayo!!”

——————————————————-

“Anak itu, aku tidak mengerti jalan pikirannya,” Kangin memasuki ruangan café dan mendekati Hankyung, mengernyit dan mendesah kebingungan. Hankyung memutar tubuhnya menyambut Kangin, sepiring Beijing Fried rice dan segelas Orange jus diatas nampan di tangannya. Kangin mengangguk, “lunch untuk Heechul hyung ya?” dan ia mendapat anggukan dari Hankyung.

“Kau membicarakan Donghae?” Hankyung meletakkan nampan di atas meja, dan mulai menyiapkan satu porsi lagi untuk Kangin.

“Siapa lagi? Anak itu aneh, masa dia tadi malah menatapku dengan kagum ketika aku berubah didepannya? dan lihat, sekarang ia malah main air di kolam dengan Hyukjae. Apa dia benar-benar manusia? Ia terlalu cepat beradaptasi dengan kita,” Kangin mendengus. “Dia harusnya merasa aneh kepada kita tapi ia menganggap kita seperti manusia biasa. Susah memang jiwa anak muda, tidak waspada pada bahaya dan hanya melakukan apa yang mereka pikir menyenangkan dan menantang,” ia mulai mengoceh dan mendesah seperti orang tua. “Aku masih tidak bisa menerima keberadaan manusia disini,” keluhnya. “Ia membuatku khawatir setiap saat.”

Hankyung tertawa, “tentu saja semua jadi waspada, Kangin ah. Kita masih belum bisa beradaptasi dengan manusia, dan tiba-tiba saja harus hidup dengan salah satu dari mereka,” balasnya, masih membelakangi Kangin, sibuk dengan pekerjaannya. Tentu saja, keberadaan mereka memang masih menjadi momok bagi manusia, karenanya mereka berusaha sebisa mereka untuk menyembunyikan identitas mereka sambil menjalankan usaha penginapan mereka ini. Mereka berusaha untuk bisa berdampingan dengan manusia, dan masing-masing dari mereka memiliki alasan sendiri-sendiri. Sudah lama Heechul hyung tidak membawa orang lagi ke dalam penginapan ini, dan sekarang ia malah membawa manusia masuk ke sarang mahkluk-mahkluk supernatural seperti ini. Hankyung masih tidak mengerti apa yang dipikirkan hyungnya yang satu itu, tentu saja ia langsung tau bahwa Donghae manusia hanya dengan sekali lihat, kenapa ia membawanya kemari? Untung sekali Donghae ternyata tidak ambil pusing dengan kenyataan bahwa ia satu-satunya manusia disini. Tapi semua mahkluk disini masih dalam tahap belajar, tidak semua bisa menahan diri didepan manusia, bahkan bagi Hankyung sendiri, manusia adalah makanannya, korbannya. Dan masa lalunya dengan manusia tidak termasuk menyenangkan. Ia jadi teringat pembicaraannya tadi malam.

“Kau yakin dengan apa yang kau katakan Donghae?”

“Tentu saja!! Sudah lama aku berkeyakinan kalau Alien itu memang nyata! Dan ternyata kalian juga nyata! Tentu saja aku kagum!!” Donghae mengepalkan tangan dan menatap jauh, sperti orang yang baru menemukan tujuan hidup, batin Hankyung.

Hankyung terdiam, karena reaksi Donghae sama sekali tidak seperti yang ia perkirakan. “Apa kau yakin dengan ini Donghae ah? Kami bisa saja tak sengaja melukaimu, atau apapun, kau ini memilih untuk tinggal dengan mahkluk supernatural, lho Donghae, kau…”

“Tapi aku benar-benar perlu tempat tinggal, hyung.” Tiba-tiba pancaran matanya meredup, ia tersenyum pedih. “AKu benar-benar perlu tempat tinggal hyung,” ulangnya.

Hankyung memperhatikannya, sedikit terpaku. Ia jadi terpikir, apa yang sebenarnya terjadi dengan anak ini hingga ia memilih tinggal disini? Donghae menatapnya serius. “Aku memang shock hyung, tapi kurasa aku bisa berusaha, aku tidak punya pilihan. Dan entah kenapa, aku merasa Heechul hyung bisa dipercaya. Dan hyung, aku juga percaya padamu.”

Hankyung mendesah, ia masih hanya bisa tersenyum pasrah.

——————————————————–

A/N : hmmm ada yg inget ma author name ini? Broken Diary… 😛 hehe ni chaptered fic baru.. udah jalan 5 chapter sie.. sekrg lagi proses penulisan chapter 6…
enjoy!!
buat admin, thanks udah mau ngepublish…

61 Comments (+add yours?)

  1. tantigunadi
    Jun 23, 2010 @ 16:02:55

    Keren bgt!

    Reply

  2. Maddy Pertiwi
    Jun 23, 2010 @ 16:19:09

    Suka banget!!! Seneng membaca SuJu menjadi makhluk2 keren hehehe

    Reply

  3. tantigunadi
    Jun 23, 2010 @ 16:24:15

    Oh yg bikin broken diary toh? Wah ceritanya keren2 tuh.

    Reply

  4. CoolSiWon
    Jun 23, 2010 @ 16:30:16

    Lanjoooot dong..!!
    Aq suka banget ide critanya!
    Btw, mana wookie n yesung n shindong ni?

    Reply

  5. Phoelfish
    Jun 23, 2010 @ 16:33:47

    Huwaaa. . \(^o^)/

    super good . .

    Reply

  6. NaKyuHae
    Jun 23, 2010 @ 17:06:24

    kereenn!!!
    kyuhyun jadi werewolf!!
    waow!! ^o^

    Reply

  7. tikaarchie
    Jun 23, 2010 @ 17:08:48

    Kok aku ngerasa udah pernah baya ya ? Tapi dimana *lupa*

    Reply

  8. dhikae
    Jun 23, 2010 @ 17:34:59

    wow imginasi yg keren…
    ank suju brubah gitu..ckckkckckck
    good ff author

    Reply

  9. EunjaeLuphLeader
    Jun 23, 2010 @ 17:38:01

    Huwa!!keren,aku suka bacanya…:-)

    Reply

  10. yoana 이연찬
    Jun 23, 2010 @ 17:42:47

    waaa… kren…
    ad lnjutanny gk?

    Reply

  11. chris~wonnie~hyunnie
    Jun 23, 2010 @ 18:03:24

    kereeennnn abissss~~~~
    lannjjjjuuuutttt…..!!!
    won2 jd vampire? pasti kerenn
    kyu jd werewolf? pasti hebatt
    teuk jd angel? cocok bangett…!!!
    *dipeluk istri2 teuk*

    Reply

  12. kns
    Jun 23, 2010 @ 18:04:57

    keren (^.^)d

    Reply

  13. MinmiCho^0^HeeGI
    Jun 23, 2010 @ 18:18:49

    kerenn kerennn …
    gimana nasip hae ya tinggal bareng makhluk aneh *digampar*
    mana pada mengerikan semua *kecuali, teuki en sungmin*
    huuaaaaa penasaran!
    lanjot chinggu ^^

    Reply

  14. ciiciiminie
    Jun 23, 2010 @ 18:34:28

    kerenn banget ceritanya .
    dari manusia ampe hantu tinggal bareng .
    ckckckc
    lanjut

    Reply

  15. Ami_cutie
    Jun 23, 2010 @ 18:43:48

    inget..inget…ffnya bagus banget…
    menguras air mata..heheu

    ff yang ini juga keren…ada fairy, werewolf, ghost, shifter, vampire, angel, demon, halfbreed vampire…
    lanjut! like this ff!

    Reply

  16. Cibi_bume
    Jun 23, 2010 @ 19:14:40

    KereZz

    part berktnya asapnya!!

    Reply

  17. Haneul_Hae
    Jun 23, 2010 @ 19:33:53

    asik!!! keren bgt
    ngga ngebayang si Kunyuk jado ghost
    sekali nyegir pada kabuuuur!

    Reply

  18. pi
    Jun 23, 2010 @ 19:50:51

    nice ff!
    nggak dibikin lanjutannya ya?
    kyu kyu jd werewolf.. 🙂

    Reply

  19. Memel_ELF
    Jun 23, 2010 @ 19:56:10

    keren bangetttt..
    part 2nya ASAP yaaa
    love this ff

    Reply

  20. Laurencia Nicole
    Jun 23, 2010 @ 20:06:02

    AKU SUKA CERITANY!!!

    *pandangan kagum*

    oke… wahaha.. kyuhyun jdi werewolf?! keren!

    ah! dimanapun pasti da couple eunhae 😀

    Reply

  21. firma
    Jun 23, 2010 @ 20:28:40

    Uwwaaahhhh..
    Keereeennn!!!
    Pengen juga tinggal ma mkhluk aneh kaya mreka dech..
    Pasti seru..

    Reply

  22. ryumin
    Jun 23, 2010 @ 22:18:41

    aku udah pernah baca ff ini.. tapi bukan di blog ini..

    Reply

  23. Park Eunsoo
    Jun 23, 2010 @ 22:24:20

    kereeeeennnnnn~~~~~~~~
    lanjutannya asap ya……!
    ^^

    Reply

  24. Emma_HaeKyu
    Jun 23, 2010 @ 22:34:09

    Waah,dah lama gag baca fanfic yg da hubungan.a ma Angel,Demon cs..
    Akhir.a muncul fanfic kaia gini lagi,Hwaaa.. Senang.a.. ^^

    gag bsa byangin Kyu Oppa berubah jd werewolf,ntar ganteng.a ilang dunk?? Pan werewolf klu dah berubah jd serem bgt.. *begidik mode on*

    Reply

  25. Sebastian
    Jun 23, 2010 @ 22:48:58

    Gila keren banget….sedikit ngingetin gw sama Twlight Sga sih…tetapi lebih bagus ini!!!! cuma kayaknya belum semua anggota SuJu ada yah…
    Nice FF…Authornya salut!!!!!

    Reply

  26. Dhia
    Jun 23, 2010 @ 23:55:47

    wahh keren banget nih ff,gue udah ngebanyangin kalo ini bakal dibuat unuk film jadi terbawa suasana loh.. udah kayak ngebanyangin mereka di depan layar bioskop deh
    Nice ff (lebih dari ‘nice’)

    Reply

  27. sungwookie
    Jun 24, 2010 @ 01:12:10

    huuaaaa kereeeennnn…
    hae bsa tahan gg ya tnggal breng makhluk yg bbeda… umin jdi fairy unyuk cocok jdi ghost…
    author lanjutkan!!~~

    Reply

  28. cihuii kyuhyun
    Jun 24, 2010 @ 09:51:21

    lanjuuuut,
    aku suka FF nya,
    semuanya memrankan tokoh yang berbeda !!

    Reply

  29. dindidun
    Jun 24, 2010 @ 10:28:56

    huwaaaaaaaa cool!!! lanjut lanjuut

    Reply

  30. dhila_kudou
    Jun 24, 2010 @ 11:37:01

    Kuerren abis…saya suka ff beginian…
    heechul itu devil???cocok…
    perannya bagus semua…kyeak Twilight…
    jadi kepengen tinggal disitu…wkwk…
    lanjuuut…^^

    Reply

  31. Hanmeili
    Jun 24, 2010 @ 11:45:17

    Kereeen… 😀

    Reply

  32. -Lya-
    Jun 24, 2010 @ 15:23:04

    Kereeen >,,<
    Hihi^^

    Lnjot yaa ..
    Nice FF d^_^b

    Reply

  33. -Lya-
    Jun 24, 2010 @ 15:26:35

    Kereeen >,,< Hihi^^ Lnjott yaaa ..

    Reply

  34. sungheedaebak
    Jun 24, 2010 @ 17:24:01

    uwooooo keren sekaliii!!! i love it! berasa baca novel terjemahan, kata-katanya bagus sih. ckckck kok bisa ya bkinff sebagus ini? ff aku masih lebih jelek daripada ini. deskripsinya juga bagus. good job

    Reply

  35. naya_magnaekyu
    Jun 24, 2010 @ 17:48:05

    huwwwaaaa
    kerennnnn~~!!
    ayo lanjuuttt
    🙂

    Reply

  36. sarah_gamekyu
    Jun 24, 2010 @ 23:15:56

    AMAZING!!! lanjot^^

    Reply

  37. Song Eunwook..
    Jun 24, 2010 @ 23:38:10

    Huweee.. cuman bisa bilang.. GIVE ME MOREE..!!

    Wow,, werewolf?? keren,, tapi kalo aku milih,, aku mau jadi Shifter kaya kangin oppa… pasti keren ya???

    OMG.. Author,, Keren abiss…. Salam kenal.. n Hwaiting dalam ngeberesin FFnya ya.. ^^

    Reply

  38. hami
    Jun 25, 2010 @ 15:03:31

    d(^.^)b
    keren!!!
    Image nya pas sama anak2 suju (termasuk eunhyuk yang jasi hantu ;p)!!
    moga aja ada produser yang ga sengaja baca dan jadiin ini film. kekeke~
    lanjutgan!!

    Reply

  39. ndeehyuk
    Jun 25, 2010 @ 15:14:29

    yg model gini nih yg w demen…!!!!
    Mantap…!!!
    Hayu atuh terusin…=P

    Reply

  40. raito
    Jun 25, 2010 @ 15:49:28

    lumayan untuk permulaan
    ditunggu kelanjutannya…
    tapi member yang lain kok gak ada? apa nanti dibagian kedua munculnya?

    Reply

  41. heeShinju
    Jun 25, 2010 @ 16:00:36

    just one word… COOL!!

    Reply

  42. echa
    Jun 26, 2010 @ 13:43:56

    ni ff keren banget beneran!!
    nice ff
    ada lanjutannya gg?

    Reply

  43. a-chan
    Jun 27, 2010 @ 14:11:47

    rame bgt,,
    jgn lama2 lnjutannya….

    Reply

  44. miicherry
    Jun 28, 2010 @ 11:25:27

    ngakak banget pas baca eunhyuk jadi hantu lah, terus si leeteuk lagi ngejemur sayap..kebayang ngejemur sayap tuh sama kayak nyuci baju. direndem, dikucek, diperes terus dijemur! hahaha.
    good job author, walopun ada yg blg pernah baca dimana, tapi mungkin aja beberapa adegan terinspirasi kan? bukan plagiat beneran? hehe.
    yang penting karya sendiri..keep writing ^^

    Reply

  45. Gizelle
    Jul 09, 2010 @ 20:22:13

    lanjutin ajaaaaaa!!!! hehehe, seru kok jalan ceritanyaa… pengen tau kelanjutannya nih ><

    Reply

  46. Dian Elfishie
    Jul 18, 2010 @ 22:27:02

    hallow, i’m the author..
    makasih banyak buat komennya ya ^^ *nangis terharu*
    sbnrnya ini fic udh ampir slesai tinggal part trakhir ama epilogue.. smoga bisa cepet dipublish dhe
    buat yg bilang pernah baca ini fic disuatu tmpat, aku memang ngepost ni fic di fb ak n di forum sujunesia

    Reply

    • keira
      Sep 24, 2010 @ 11:17:26

      author mana lanjutannya aku udah baca ampe chapter 5,tp chapter 6nya kok masih belum dipublish?publush asap yah,aku penasaran bgt neh, ff ini bener2 daebak!

      Reply

  47. Embi_Teuki
    Jul 20, 2010 @ 12:15:32

    Eonni……bagus bgt ceritanya…serasa ada di situ juga..
    apalagi part suamiku mas Teukki..
    heheheh…
    kpn lanjutannya???
    udah gak sabar….
    * dilempar author nyuruh2*

    Reply

  48. heebum
    Jul 22, 2010 @ 10:52:41

    ayoo….kpan lnjutanx!!!ni ff bgus bana!!!

    Reply

  49. Prilikangin
    Jul 25, 2010 @ 09:17:33

    Udah dib

    Reply

  50. destari
    Aug 02, 2010 @ 22:59:11

    nice..
    Lanjut..
    Tp, mw nanya, brarti tamu hotel bkan manusia dunk?

    Reply

  51. DztharY Hyukkie
    Aug 06, 2010 @ 17:44:04

    bagus…
    jadi tamu hotel tu bukan manusia ya??
    lanjut

    Reply

  52. HeeHwa
    Aug 18, 2010 @ 14:27:36

    ni dah lama di post y???*maap bru tau, q readers bru d sni*
    knapa g dilanjutin ja bgus lho… 😀

    Reply

  53. mrs.fishy
    Aug 28, 2010 @ 23:16:09

    lanjutannya blm ada ya?
    ayo donk cepet…*reader maksa XD~

    Reply

  54. Han Saerin
    Sep 07, 2010 @ 06:22:50

    Kok gak nemu lanjutannya ya?

    Reply

  55. songhee
    Sep 15, 2010 @ 02:11:37

    keren bgt loh..
    ini blum ada lanjutannya yah??

    Reply

  56. nindy
    Oct 19, 2011 @ 17:31:29

    muantap,,
    gmana ya?
    susah d artikan.

    Reply

  57. entik
    Oct 28, 2014 @ 10:06:11

    Wow aku suka genre cerita fntasy.
    Ehm ku kira kyu bakal jutex tau nya bisa trima hae.

    Reply

  58. Shinji
    Oct 07, 2015 @ 14:37:50

    uri donghae.. :*

    Reply

  59. Brina
    Dec 25, 2018 @ 17:51:55

    Halo kak. Ini kedua kalinya aku baca setelah bertahun tahun yang lalu ^^. Seru banget huweeee . Boleh nggak kalo aku izin remake ke versi nct :(. Semua kreditnya bakal aku sertakan kok

    Reply

  60. Rerelf
    Feb 16, 2020 @ 19:15:01

    Ternyata udah 10 tahun sejak aku baca ini ff kereeeeenn, tiba2 inget dan kangen;(

    Reply

Comment's Box

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: