UnLucky Eps 8 ^0^

“ARRGHH…” Jong woon terus berusaha menarik Min Gi yang terjepit.
“ARRGGHH…” Jong woon berusaha melepaskan jok mobil yang menindih Min Gi. Dan akhirnya Jong woon berhasil mengeluarkan tubuh Min Gi. Jong woon memapah Min Gi agak menjauh dari mobil itu yang sebentar lagi akan meledak.

“DUAAARRR!!!!”
Jong woon menutup kedua matanya saat ledakan itu terjadi. Mobil itu terbakar seluruhnya sekarang. Jong woon meraih ponselnya, tapi ponsel itu rusak, layar LCD nya pecah.
“aisshh…” desahnya. Jong woon melirik Min Gi yang masih pingsan. Jong woon memeriksa denyut nadi Min Gi di pergelangan tangan kirinya. Masih ada denyut nadi itu berarti Min Gi masih hidup.
“Hey!! Kau!! Kenapa aku sial sekali?? Sekrang apa yang harus ku lakukan??” gumam Jong woon sambil mengguncang – guncang tubuh Min Gi.

***

Yesung berlari keluar ruangan UGD. Yesung takut terjadi sesuatu pada Jong woon. Para lintah darat itu mungkin saja mengejarnya.

Yesung melihat – lihat ke seluruh penjuru tempat parkir rumah sakit, dia memastikan bahwa mobil Jong woon ada atau tidak. Tapi ternyata Yesung tak menemukan mobil milik Jong woon.

“apa lintah darat itu mengejarnya?” gumam Yesung.

Yesung kemudian kembali ke ruang UGD.

“Bagaimana?? Apa kau temukan?” tanya Geu rim. Yesung menggeleng.
“mobilnya tidak ada, aku takut kalau dia di kejar – kejar oleh lintah darat itu…” ucap Yesung.
“lalu kita harus bagaimana??”
“coba kau telpon dia!”
Geu rim meraih ponselnya dan langsung menekan nomor telpon Jong woon.

~ ~ ~

Jong woon masih meringis menahan sakit di sekujur tubuhnya. Terlebih lagi di kaki kananya, kemungkinan kaki itu patah. Jong woon melirik ponselnya yang sedang berdering. Jong woon tidak dapat mengetahui siapa yang menelponnya. Jong woon mengangkat telpon itu.
“yeobseo??” ucapnya lirih.
“Jong woon-a!!!” terdengar suara Geu rim.
“kau dimana?? Apa terjadi sesuatu dengan mu??” terdengar suara Geu rim yang sangat khawatir.
“aku… aku… Tutt” Telpon terputus.
“bagaimana?? Apa yang terjadi??” tanya Yesung.
“telponnya mati…”

***

Jong woon memapah Min Gi menuju ke pingggir jalanan. Tapi dia tidak kuat, mereka terperosok hingga tidak bisa keluar. Berberapa saat kemudian datang mobil polisi lalulintas yang akan menyelamatkan mereka. Berberapa saat kemudian 2 buah mobil ambulance datang Jong woon dan Min Gi di masukkan kedalam ambulance itu. Mereka akan segera di bawa kerumah sakit.

Mobil ambulance memasuki halaman rumah sakit. Jong woon dan Min gi segera di bawa keruang UGD. Yesung yang menyadari sedang terjadi sesuatu langsung keluar dari ruangan Geu rim.
“MIN GI-A!!!” teriaknya saat melihat ranjang darurat yang lewat bersama berbarapa perawat.. Berberapa saat kemudian lewat ranjang yang membawa Jong woon.
“jo.. jong…wo on?”
Yesung langsung berlari menghampiri Geu rim.
“di.. di sana! Jong woon!!” Yesung menunjuk kearah segerombolan perawat yang melewati ruangan Geu rim.
“jong woon?”

Direktur Kim berjalan tergesa – gesa menuju kamar rawat Geu rim bersama tuan kim dan nyonya kim. Beliau berjalan melewati segerombolan perawat dan polisi. Manager jung yang penasaran memberanikan diri untuk bertanya pada salah seorang polisi.

“telah terjadi sebuah kecelakaan dan korban luka parah” jawab polisi itu.
“benarkah?”
Polisi itu mengangguk mengiyakan.
“owh iya! Apa anda kenal dengan orang ini?” Polisi itu menunjukkan kartu identitas milik Jong woon.
“ini…” Kaget manager Jung.
“apa anda mengenalnya?”
“tentu saya bekerja untuknya… ada apa?” ucap Manager Jung.
“kebetulan sekali yang kecelakaan itu adalah tuan kim”

~ ~ ~

Sekertaris jung buru – buru menghampiri direktur kim dan membisikkan sesuatu padanya.
“apa??!” ucap Direktur Kim dengan sura teriakan tertahan. Sekertaris Jung mengagguk. Direktur Kim menatap Yesung yang sedang berbincang dengan Geu rim, dengan tatapan membunuh.
“jadi dia…”
Sekertaris Jung mengagguk lagi. Kemudian Direktur Kim bergegas pergi dari ruang Geu rim di rawat menuju resepsionis rumah sakit, setelah menanyakan kebenaran peristiwa kecelakaan itu Direktur Kim bergegas melihat Jong woon yang sedang di obati oleh berberapa perawat dan dokter.

“sekertaris Jung kau urus orang itu!” perintah direktur kim.
“tapi pak, diakan cucu bapak juga…”
“dia bukan cucuku! Cepat kau urus dia dan singkirkan dia dari hadapanku untuk selama – lamanya!” Perintah Direktur Kim lagi.
“baik pak..” Sekertaris Jung segera pergi kesuatu tempat untuk menelfon seseorang. Direktur Kim menatap tubuh kaku Jong woon yang terbaring di ranjang operasi dari balik tembok kaca rumah sakit.

~ ~ ~

“kau jangan bercanda!” pekik Geu rim tertahan. Yesung menggeleng.
“benar! Itu Jong woon…” jawab Yesung. Geu rim menutup mulutnya kaget.
“sekarang lebih baik aku pergi, sebelum direktur kim tau kalau aku bukan jong woon…” Yesung berdiri dan langsung beranjak keluar ruangan Geurim.
“kau mau kemana?? Yesung-ssi!!!” panggil Geu rim. Berberapa detik kemudian Geu rim langsung menyadari kesalahannya. Ayah dan ibunya yang berada di ruangan itu langsung menoleh padanya.
“Jong woon-ssi!!” Geu rim buru – buru meralat ucapannya berberapa detik yang lalu.
Yesung menoleh sebentar ke pintu ruang rawat Geu rim.
‘Geu rim-ssi sepertinya kita tidak akan pernah bertemu lagi setelah ini’ Gumam Yesung lalu segera pergi.

Saat Yesung berjalan menuju sepeda motornya, tiba – tiba sekelompok orang mengenakan jas hitam dengan tubuh besar menghampirinya. Yesung berusaha menghindar tapi orang – orang itu menghalnginya.
“maaf” ucap Yesung sambil terus berusaha pergi.
“ap…” belum sempat Yesung menyelesaikan kalimatnya, salah satu orang yang menghadangnya telah memukul perutnya.
“arggh..” rintih Yesung sambil berusaha berdiri. Yesung belum berdiri sempurna tapi tangan lain telah memukul perutnya kembali sampai dia terjatuh ketanah. Dari mulut Yesung keluar darah, Yesung menyapu darah di mulutnya dengan lengan bajunya dan berusaha bangkit kembali tapi semakin banyak tangan – tangan yang memukulinya. Yesung berusaha melawan dan ingin memukuli mereka tapi tubuhnya di tahan oleh seorang dari mereka. Yesung terus di pukuli sampai wajahnya lebam.
Yesung berniat kabur. Dia menginjak kaki orang yang menahannya lalu menyeruak dari segerombolan orang – orang yang memukulinya tadi. Seorang di antaranya berusaha meraih ujung baju Yesung tapi Yesung segera manghindar dan dengan cepat naik ke motornya dan melesat pergi. Orang – orang itu masuk kesebuah mobil dan mengikuti sepeda motor Yesung.

Yesung memacu sepeda motornya semaikin cepat kejalanan kota Seoul yang mulai basah karena rintik hujan yang mulai deras. Yesung membelokkan sepeda motor itu kesebuah gang sempit. Mobil yang mengejar Yesung berjalan lurus dan belok kesebuah jalan besar dan segera mengikuti Yesung yang keluar dari sebuah Gang sempit di sisi kanan jalan. Yesung yang menyadari dirinya masih di ikuti lalu masuk kesebuah jalan yang ramai dan banyak mobil – mobil barang berlalu lalang. Yesung mengintip di balik kaca spionnya. Mobil yang mengikutinya tertinggal di belakang karena jalanan penuh dnegan truk – truk barang yang parkir disisi kiri dan kanan jalan yang memang tidak terlalu lebar. Yesung masuk kedalam sebuah gang yang berada di sela – sela ruko dan memarkirkan sepeda motornya disana. Yesung segera menutupi sepeda motornya dengan kotak – kotak kosong yang ada disekitar situ. Kemudian Yesung segera masuk lebih dalam kedalam jalanan sempit itu.

Orang – orang yang mengejar Yesung turun dari mobil mereka dan berpencar mencari Yesung. Salah seorang dari mereka masuk gang sempit dimana Yesung menyembunyikan sepeda motornya. Sementara itu Yesung sedang menaiki tangga putar di belakang sebuah ruko dan masuk kedalam pintu belakangnya.

Seorang memakai baju putih khas koki menghampiri Yesung.
“Yesung-ssi? Kau dari mana??” ucap orang itu yang ternyata Han Kyung.
“ah? Han Kyung-ssi… mian..” ucap Yesung.
“minta maaf untuk apa??” tanya Han Kyung bingung. Saat Yesung akan membuka mulutnya tiba – tiba salah satu karyawan di sana berteriak – teriak memanggil Han Kyung.
“bos! Ada sekelompok orang yang menggeledah restoran kita!” teriak keryawan itu. Han Kyung buru – buru menuruni tangga kelantai dasar tapi sebelumnya Yesung sempat menarik tangannya.
“Han Kyung ssi sebenernya sekarang aku sedang di kejar – kejar orang, jika orang – orang yang di bawah itu menanyakan ku kau bilang tidak tau, atau tidak mengenalku” kata Yesung.
“kenapa?? Apa mereka lintah darat itu??” tanya Han Kyung bingung. Yesung menggeleng.
“anniyo! Aku juga tidak tau mereka siapa… Han Kyung ssi, mianhae… aku pergi dulu!” Yesung bergegas pergi kembali ke pintu belakang ruko dan keluar dari sana. Han Kyung menatapnya khawatir.
“bos!” panggil keryawan Han Kyung dari bawah. Han Kyung segera turun ke bawah.

Berberapa orang mengenakan jas hitam sedang mengacaukan di restoran milik Han Kyung, orang – orang itu mengenakan kaca mata hitam dengan tubuh besar.
“maaf ada yang bisa kami bantu?” tanya Han Kyung selaku pemilik restoran.
“apakah anda mengenal orang ini??” orang berjas hitam itu menunjukkan foto seseorang. Han Kyung terkejut, tapi dia berusaha menyembunyikan ketakutannya.
“tidak…” ucapnya. Orang itu memandang Han Kyung dengan tatapan ‘apa kau tidak bohong?’
“aku memang tidak mengenal orang yang ada di foto itu…” ucap Han Kyung menyakinkan sekakan akan dapat membaca pikiran orang itu.
“benarkah?… baik.. ayo kita pergi!” ucap orang itu pada teman – temannya yang lain mereka pun segera pergi dari restoran Han Kyung.

~ ~ ~

Geu rim sudah di perbolehkan pulang dan sekarang dia bersama ayah dan ibunya duduk di dalam mobil. Keadaan Geu rim telah membaik walaupun wajahnya masih terlihat pucat. Nyonya kim terlihat sibuk sedang menerima telpon dari seseorang. Berberapa saat kemudian nyonya kim menutup telponnya dan berbalik menatap putrinya.
“Geu rim-a…. Jong woon kecelakaan!” pekiknya dengan wajah khawatir. Geu rim menoleh sebentar lalu kembali menoleh menatap jalanan.
“Geu rim-a kau tidak khawatir pada Jong woon??” tanya Nyonya Kim. Geu rim menoleh lagi.
“tentu saja aku khawatir, tapi apa boleh buat …” ucapnya datar.
“tapi… yang bersama dengan mu tadi siang siapa??” Nyonya Kim mulai menyadari ke anehan yang terjadi. Geu rim berfikir keras, apakah dia harus membertahu ibunya kalau Jong woon kembar? Atau tidak?? Geu rim masih menimbang – nimbangnya sampai sebuah suara yang berasal dari ponsel milik ayah Geu rim.
“kata sekertaris Jung, Jong woon keritis…” ucap ayah Geu rim. Geu rim terkejut bukan kepalang… ‘Kritis?? Separah itu kah?’ batin Geu rim. Geu rim jadi teringat Yesung, dia belum menceritakan kenapa kemarin dia di kejar – kejar oleh lintah darat.
“benarkah??!!” kaget Nyonya kim membuyarkan lamunan Geu rim.
“tapi, geu rim-a siapa orang yang bersama kita tadi siang??” kali ini ayah Geu rim yang bertanya.
“molla…” jawab Geu rim sekenanya.

~ ~ ~

Direktur Kim masih berada di ruang tunggu rumah sakit, sudah pukul 21.00 itu berarti sudah lewat 6 jam sejak kecelakaan yang menimpa Jong woon. dokter yang membantu menyelamatkan Jong woon mengatakan kalau Jong woon sedang mengalami masa kritis. Direktur Kim tidak berniat meninggalkan Jong woon sedetik pun, bahkan dia telah membatalkan semua jadwal kerjanya. Pria tua itu duduk sambil membenamkan wajahnya di telapak tangannya. Dia teringat wajah Yesung sewaktu di peluknya tadi siang, sangat mirip dengan Jong woon.

Kejadian 25 tahun lalu kembali membayang – bayangi pikirannya.

25 tahun lalu…

“ARRGGHH!!!” terdengar erangan dari seorang nona muda yang sedang berjuang melawan maut untuk melahirkan anak tercintanya. Sementara itu ….

“pukul dia!!” teriak seorang pria paruh baya kepada sekelompok orang. Orang – orang itu lalu memukuli seorang pria yang lebih muda.
“a…appa…” ucap pria muda itu di sela – sela rintihan kesakitannya.
“jangan panggil aku!!! Kalian cepat bunuh dia!!!” teriak tuan Kim murka.
“a… appa… kau ingin membnuhku sekarang?? Lalu bagaimana dengan Young Ip?? Dia sedang melahirkan… aku tidak mungkin membiarkan anak kami lahir tanpa ayah…” ucap Pria muda itu lagi. tuan kim tidak menjawab dia masih memperhatikan Young wook yang di pukuli oleh orang suruhannya sendiri. Tuan kim terlanjur murka pada young wook, anak itu berani menghianati kepercayaannya dengan menikah dengan seorang wantia miskin bernama young ip.

Direktur Kim bangkit dari tempat duduknya, dia tidak ingin mengingat kejadian 25 tahun silam. Direktur Kim menatap tubuh Jong woon yang sedang terbaring di balik kaca. Tiba – tiba sekertaris Jung datang menghampiri Direktur Kim.
“pak…” panggilnya. Direktur Kim menoleh sebentar.
“Ada apa?”
“lebih baik anda beristirahat sudah 6 jam anda berada disini, makan malam pun tidak…” ujar sekertaris Jung Khawatir.
“anniyo.. aku ingin menungguinya..” kata direktur kim kembali mentap kedalam ruangan ICU.
“tapi pak…”
“apa kau sudah menangkap orang itu?” tanya Direktur kim memotong ucapan sekertaris Jung.
“belum, mereka belum menemukan jejaknya… tapi, tuan kenapa anda setega itu pada cucu anda sendiri?”
“kau jangan banyak omong! Apa mau kau ku pecat??”
“maaf pak…” ucap Sekertaris Jung sambil menunduk.
“sekarang kau tinggalkan aku sendiri dulu, kau selesaikan saja tugas mu…”

**

Yesung membuka pintu rumahnya dengan tergesa – gesa.
Drrtt …. Drrtt… ponsel yesungg bergetar. Yesung buru – buru mengambil ponselnya, telpon dari rumah sakit, ah! Dia lupa menjenguk neneknya.
“yeobseo?” jawab yesung.
“yesungie… kau kemana? Kenapa kau tidak kerumah sakit?” tanya neneknya dari sebrang sana.
“ah! Mianhae, tadi terjadi sedikit masalah, aku sedang bersiap – siap ke rumah sakit..” jawab yesung.
“keurae? Nenek akan menunggumu…”

“nan othokke?” batin yesung panik. Dia segera menuju lemari pakaiannya, mencari sesuatu yang bisa di pakai untuk menyamar. Yesung menemukan stelan jas hitam milik paman uhm. Yesung mengambil jas itu dan bergegas memakainya.
Yesung mengambil berberapa keperluan neneknya selama di rumah sakit dan memasukkannya kedalam sebuah tas jinjing. Yesung berjalan keluar kamar tapi sebelumnya di kembali untuk mengambil kaca mata hitam bututnya.
“lumayan” ucapnya pada dirinya sendiri di depan cermin.
“aku sudah terlihat seperti anak pejabat” ucapnya. Yesung bergegas keluar rumah dan mengunci pintu dengan rapat. Yesung menuruni tangga dan segera mengambil sepeda bututnya di bawah. Sebelum pergi Yesung mengamati keadaan sekitar, hmm… tidak ada tanda – tanda lintah sarat atau orang suruhan tuan kim. Yesung mengayuh sepedanya dengan cepat dan agak buru – buru.

To be continue …

PS : mian kalau part yang ini ngaco, gw keabisan ide =,= otak gw mampet pet pet pet…
jangan lupa komen yoo, krtik dan saran sangat di perlukan, gumawooo~

18 Comments (+add yours?)

  1. azra chitra
    Jun 29, 2010 @ 11:28:48

    bagos bagos..
    Lanjutane jgn lama yow..
    Kok rasanya unlucky eps 7 nya aku belum baca ye?
    Aishhh..
    Ublek dulu ah eps sblumnya

    Reply

  2. pymincha91
    Jun 29, 2010 @ 11:34:24

    lanjoooooot…….

    Reply

  3. May4teukie
    Jun 29, 2010 @ 11:37:57

    Makin menegangkan aja niy~
    ayo lanjot!

    Reply

  4. eBbe_luphsuju
    Jun 29, 2010 @ 12:00:20

    makin seruu..
    lanjut onn..

    Reply

  5. firma
    Jun 29, 2010 @ 12:56:01

    makin seru…malangnya nasib yesung…

    Reply

  6. michiko.ELF
    Jun 29, 2010 @ 13:01:11

    Makin baguuuussss..
    Lanjutannya jangan lama-lama ya onn^^

    Reply

  7. Mentari
    Jun 29, 2010 @ 13:28:28

    mkn seru! lanjutannya jangan lma2 ya!

    Reply

  8. ichabuncaca
    Jun 29, 2010 @ 14:22:56

    ttiddaaaaaakk… yesung, eh jong woon jangan mati!! huweeeeee

    Reply

  9. SarangHAE
    Jun 29, 2010 @ 14:37:56

    Nggak ngaco kok, lanjut

    Reply

  10. ami_cutie
    Jun 29, 2010 @ 14:52:59

    minmi..keren ffnya…
    semoga idenya g mampet lagi deh..
    lanjut!

    Reply

  11. ciiciiminie
    Jun 29, 2010 @ 15:51:55

    seruubanget pasrt ini .
    pa lagi adegan kejar – kejarannya
    lanjutt
    🙂

    Reply

  12. A.P
    Jun 29, 2010 @ 18:20:57

    Minmi,
    min gi ga ada gunanya d part ini ya? Wkwk
    eh, yesung pke kcamata htam? Ckep euy..

    Reply

  13. Niesha 인은헤
    Jun 29, 2010 @ 19:39:19

    wow! semakin seru!

    itu c kakek tua knapa sih, sgitux ma cucux ndiri… ckckckck… mpe ankx jg dbunuh… ckckckckck…

    lanjut… next next! ^^

    Reply

  14. Park Eunsoo
    Jun 29, 2010 @ 22:28:32

    authornya beneran ga ada ide niy…
    isinya kejar2an semua….
    btw….
    itu….
    kakek tega amat anak sendiri dibunuh…..
    apa ga terlalu kejam ya….???
    pelanggaran HAM thu…..
    *malem2 waras kumad*

    Reply

  15. aichan
    Jun 30, 2010 @ 16:24:04

    lnjuuuuuuuuutttttt….^^v

    Reply

  16. Trackback: Unlucky Eps 9 «
  17. zaniey
    Dec 09, 2012 @ 14:20:56

    knp datuk yesung kejam sngt smpai snggp bnh ank sndiri?

    Reply

  18. 2425yy
    Nov 02, 2014 @ 06:43:18

    kakekny itu knp ya jahat banget, rasa2ny penyebab unlucky mereks smw ni y kakeknya…

    Reply

Comment's Box

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: