WITHOUT YOU

“Gajima….”
“Gajimaaa”
Nhaah…haah…haah, nafas ku memburu. Keringat membasahi keningku, mimpi yang sama lagi. Sudah seminggu ini bunga mimpiku selalu tentang dia.
Tiiiiiit…tiiiit… sebuah pesan masuk ke handphoneku. Ku coba duduk, lalu mengambil segelas air di meja kecil yang ada di samping tempat tidurku. Ku teguk dengan perlahan. Ini memang kebiasaanku. Sebelum tidur dan setelah bangun aku selalu meminum segelas air. Kuraih ponsel yang masih berkedip itu. Manajerku. Jam 10 di ruang rapat perusahaan. Begitu yang tertulis di sana . Ah, jadwal minggu depan. Keputusanku di tunggu hari ini.


Setelah meninggalkan Korea , aku mulai merintis karir sendiri. Belakangan ini selain bernyanyi dan menari, impianku menjadi seorang actor sudah terwujud. Aku bukan Hangeng yang dulu lagi. Aku sudah keluar dari sangkarku dan terbang bebas di langitku sendiri.
Di perusahaan.
“Bagaimana keputusanmu Geng? Apa kau akan datang pada acara itu?” Direktur dari label perusahaan tempat aku bernaung kini menanyaiku.
“Mmm… aku sudah memikirkanya seminggu ini, walau berat aku harus tetap datang. Aku tak ingin mengecewakan semua pendukungku selama ini.”
“Apa kau akan baik-baik saja?”
“Entahlah, ku harap semua akan berjalan lancar.”
“Kuserahkan segalanya padamu. Dua hari lagi kau berangkat bersama manajermu. Persiapkan dengan baik.”
“Yah, aku mengerti.

Di kamarku.
Aku tercenung memandang gambar besar yang ada di dinding atas tempat tidurku. Tiga belas pria bergaya memandang ke arahku. Tak ada kata yang dapat melukisakan apa yang kurasakan. Aku sangat…
Tok…tok…
“Geng?”
“O…mama?” Kuseka air mataku cepat.
“Kau memikirkan mereka lagi?”
“O….” Mama selalu mengerti aku.
“Turunlah, papa sudah menunggu di meja makan.”
Aku mengagguk.

Di meja makan.
“Geng, jadi berangkat?”
“Ya pa.”
“Kapan?”
“Besok.”
“Apa kau akan menemui mereka?”
“Entahlah pa?”

Di bandara.
Kupejamkan mataku. Kutarik nafas dalam-dalam. Seoul , aku maerindukanmu. Di dalam mobil, manajerku membentangkan segenap jadawal yang harus kupenuhi. Kubuka kaca jendela. Barisan penggemar yang telah menungguku melambaikan tangan. Kubalas lambaian mereka. Para penggemarku tak berkurang. ELF yang setia, masih mendukungku walau aku tak lagi bersama mereka. Aku pernah merasakan besarnya kekuatan ELF untuku, dan aku tak akan pernah melupakan mereka semua.
“Sampai di hotel istirahatlah, nanti sore ada latihan untuk gladi resik.”
Manajerku membuyarkan lamunanku.
“O…” Aku mengiyakan lesu.
“Kenapa? Kau ada masalah?”
Aku diam, dia menatapku.
“Tenang saja aku sudah mengatur kau tidak latihan bersama dengan mereka.”
Kutatap matanya, sejauh ini dia berusaha untuk mengerti aku.
“Xie..xie.”

Di Tempat latihan.
Latihan hari ini sangat melelahkan. Kini selain dance, olah vokalku akan kupertaruhkan. Aku tak mau lagi di caci para netizen dan anti fans seperti waktu dulu. Aku tak ingin mengecewakan mereka yang senantiasa mendukungku sampai hari ini. Aku termenung lagi.
“Hankyong…hankyong…hankyong.” Para ELF, betapa rindunya aku dipanggil dengan nama itu lagi.
Walau manajer ku bilang mereka tak ada, tapi mataku tetap mencari-cari siapa tahu ada salah satu dari mereka yang tak sengaja bisa kutemui. Tapi sampai akhirnya aku harus meninggalkan gedung latihan, aku tak melihat bayangan mereka satupun.

Di ruang ganti artis.
Kukenakkan stelan jas hitam dengan kemeja putih di dalamnya yang telah disiapkan tim artisku. Kuikat dasi pelengkap pakaian malam ini. Namun aku teringat percakapan kami waktu itu. Anganku melayang.

“Kyong, lepaskan dasi itu, jangan kau ikat, kita akan membiarkannya terlepas hari ini, biar lebih gaya . Arasso?’
“A…ani, sangat tidak bagus terlihatnya, berantakan.”
“Apa kau bilang? Awas kalau kau pasang.” Dia mengancamku dengan tinjunya.
“Ne, arasso.”

Aku kembali di dalam ruang ganti. Kuikat dasi ini dengan baik. Seperti eksekutif muda. Tak ada senyumku di dalam kaca.
Aku berjalan ke tempat duduk yang telah dipersiapkan manajer untukku. Mataku menangkap seseorang yang duduk sepuluh bangku di sebelah kananku. Dia mengamatiku dari atas sampai ke bawah. Lau menarik dasi yang telah tergantung rapi di lehernya menjadi berantakan. Bibirnya menyunggingkan segurat senyum mengejek padaku. Ini pertama kalinya aku bertemu dia langsung setelah hari itu.
Aku mencoba tersenyum tapi perasaanku tersakiti. Malam itu aku mendapat dua penghargaan favorit. Tapi mereka mendapat lima penghargaan sekaligus. Kebanggaan yang lama terselubung bersama mereka kurasakan kembali. Entah kenapa saat aku mengucapkan terima kasih di atas panggung, aku malah menarik dasi yang telah rapi tadi menjadi berantakan seperti dia. Air mata yang menggenang di pelupuk, kutahan sekuat mungkin.
Pulang ke hotel aku benar-benar lelah. Tidak hanya secara fisik, namun mentalku benar-benar tertekan dengan kebohongan ini.
“Geng, kalau kau merasa bisa menata hati, dan ingin menjumpai mereka bawalah ini besertamu.” Mama mengangsurkan sekotak kue kesukaan Heechul yang sering kubawa saat kami masih satu dorm. Dia akan makan dengan lahap bila ku katakan kalau mamaku sengaja membuatkannya untuk dia. Heechul, apa aku harus menemuinya? Tadi dia begitu sinis kepadaku.

“Heechul Hyong menumpuk semua foto-foto kalian ke dalam gudang. Juga baju-bajumu yang tertinggal. Bahkan ranjangmu di kamar juga di suruhya buang. Sepertinya dia tak ingin mengingatmu lagi.” Kibum bercerita tiga tahun yang lalu saat terakhir aku menghubunginya.

Aku tak ingin percaya yang dikatakannya. Heechul memang orang yang aneh. Dia bisa berubah pikiran kapan saja. Mungkin ini adalah puncak kekesalannya padaku. Aku mencoba untuk mengerti. Sejak hari itu meskipun dia tak menginginkan aku, aku selalu mengikuti berita tentangnya dan super Junior. Aku tahu manajerku berusaha untuk membuatku nyaman dan tak terbebani lagi. Karena itu dia menutup semua berita dan info tentang super junior dariku, namun aku akan mencari tahu dengan sembunyi-sembunyi.
Malam-malam jarang bisa kulalui dengan nyenyak. Ku tempelkan foto kami berukuran besar di kamarku. Aku berharap tetap bisa merasakan kehadiran mereka dalam hidupku setelah pemutusan kontrak itu. Aku sering menangis diam-diam di tengah malam. Aku akan teringat Heebum bila melihat seekor kucing. Aku juga mendinginkan nasi sebelum makan. Aku tak suka lagi minum soju tanpanya. Bila tak sibuk, aku menyempatkan diri untuk mendengar celotehannya di radio sebelum tidur. Dia benar-benar telah merampas setengah jiwaku. Dan aku sangat merindukannya. Aku tak tahan lagi.
Kujinjing keranjang kue itu. Aku melangkah keluar.
“Kemana Geng.” Manajerku bertanya.
“Cari angin.”
Aku bergegas meninggalkannya.
Kini aku telah berdiri di atas lantai dua belas dorm SUJU di kawasan Chungdamdong. Ragu untuk menekan bel, ku tarik ulur tanganku. Dari dalam kudengar suara gelak tawa. Mungkin sedang merayakan pesta keberhasilan mereka. Aku juga ingin merasakan hal yang sama. Kuputuskan untuk mencoba.
Ting..tong….
“Wookie-ya buka pintu.” Kudengar suara Eetuk Hyong meminta Ryewook membuka pintu. Jantungku berdebar kencang, keringat membasahi tanganku. Ah kunjungan ini membuatku ketakutan.
“O…hyong.” Suara Ryewook masih dari dalam terdengar olehku. Mungkin dia sedang menatapku dalam layar. Ting…ting.. ting. Pintu terbuka.
Aku menatap mata Ryewook. Dia sedikit terkejut. Dia tak berubah banyak masih sama seperti saat kutinggalkan.
“Nuguseyo wookie-ya?
Suara Heehul disertai kepalanya mengintip ke arah pintu.
“O…”
Mata kami beradu. Lama tak ada suara, keheningan dalam suasana. Semua member menatap kami, jelas tanpa suara. Bahkan kodok lewatpun ku pastikan akan terdengar.
Tiba-tiba.
“No…..” Dia menatapku dalam. Kerah bajuku ditariknya, leherku terjepit. Dia menyeretku seperti bangkai di jalanan. Tak perduli kakiku tersandung atau kesakitan dia terus menarikku sampai keruang tengah.
“Tutup pintu dan jangan biarkan seorangpun kecuali member kita masuk. Akan kuberi pelajaran si xxx ini.”
Eetuk Hyong yang juga tak kalah terkejut hanya berdiri kaku.
“Ryewook tutup pintunya, apa kau tak mendengarku?” Heechul berteriak.
Kuletakkan keranjang yang ku bawa tadi.
“Mau apa kau kesini?” Dia meremas-remas tangannya bersiap-siap.
Aku menunduk. ”Annyong.”
Buk..!! Bogem mentahnya mengahantam perutku.
“Apa yang kau inginkan lagi?” Buk satu lagi menghantam lambungku.
“Hyong….” Ryewook histeris. Kyuhyun dan Kibum hanya bergerak sedikit seperti ingin menahan kami.
Eetuk Hyong malah memperingatkan mereka untuk berhenti. “Biarkan saja. Dia pantas mendapatkannya.”
“Hyong…!!” Mereka bertiga berteriak.Yesong berusaha mencegah Ryewook mendekatiku. Shindong, Siwon, Donghae dan Eunhyuk hanya memandang kami.
“Jangan ada yang mendekat” Eetuk Hyong memperingatkan members lain.
Buk… buk… pukulan tendangan menghantam tubuhku.
Mereka membenciku ternyata. Pintu terbuka Songmin masuk melihat pertengkaran kami.
“Kangin Hyong, palli wa . Heechul Hyong bertengkar. “
“Ais… Heechul Hyong kenapa lagi.”
Aku hanya mendengar suara mereka berdua. Saat memasuki ruangan tengah, Kangin melihatku. Tanpa permisi, dia memasuki arena pertarungan, lalu… buk. Pukulannya menambah rentetan bogem yang mengenai ku.
“Kangin-a, tinggalkan kami, aku akan mengurusnya sendiri.” Heechul memberi perintah.
“Hei xxx. Kenapa kau tidak melawan. Bukankah kau selalu bangga dengan wushumu itu, kenapa diam saja? Apa kau sudah melemah sejak meninggalkan kami. Ya… xxx sialan, kau benar-benar sudah menjadi ayam sayur ya?”
Aku merasa dia benar-benar, membenciku.
“Ayo lawan aku.” Pintanya
Aku terpancing. Padahal kedatanganku bukan untuk ini. Kulayangkan pukulan sansou menghantam mukanya. Bukk!! Tepat sasaran, poin untukku kalau dalam pertandingan. Darah mengalir dari pinggir bibirnya. Dia terjatuh.
“Oh rupanya kau harus dibangunkan dulu ya.” Ejeknya.
Pertarungan kali ini aku akan melawannya.
Hampir setengah jam. Kami sudah babak belur. Huh…huh… aku menarik nafas. Dia juga. Kami terduduk di lantai. Tiba-tiba dia tertawa mengejek.
“Kenapa kau datang lagi? AKU SUDAH MELUPAKANMU. KAU BUKAN SIAPA-SIAPA KU LAGI. Kau perusak semua yang kumiliki?”
Aku meliriknya. Keringat membasahi wajahku. Kukira dia juga.
“Kenapa kau kembali. Tidak. KENAPA KAU BARU KEMBALIIII…..” Dia berteriak.
Aku terkejut dengan apa yang baru ku dengar. Aku berdiri menatapnya. Kami saling bertatapan.
“Tahukah kau berapa banyak kali aku melongokkan kepala ke pintu setiap kali ada yang datang?”
“Tahukah kau betapa susahnya aku memejamkan mata setiap malam saat menatap ranjangmu yang kosong?”
“Tahukah kau betapa kesepiannya aku duduk di meja makan, bahkan sebotol sojupun tak habis olehku?”
“Tahukah kau betapa seringnya aku menjadi gila karena menirukan gayamu saat on air di radio?”
Aku mengagguk.
“Tahukah kau betapa aku sangat membenci semua hal yang berhubungan denganmu. Foto, tempat tidur, pakaian-pakaianmu aku muak melihatnya, Pernah aku berfikir kalau kau hanya kelelahan dan ingin beristirahat sebentar dan bodohnya aku meyakini kau akan kembali dengan cepat.”
Dia berhenti bicara, lalu menatapku.
“Tapi apa? Apa…? Empat tahun menunggumu, kau tak pernah datang sekalipun. Tiba-tiba kau muncul di depan pintu memasang tampang xxxmu. Kau… kau xxx, xxx, xxx, aku benci kau. Tapi kenapa? KENAPA AKU SANGAT MERINDUKANMU???”
Aku memandangnya lelah. Di wajahnya bukan keringat tapi air mata. Pertahanannya rubuh setelah menumpahkan segalanya. Terduduk dengan tangis pilu. Aku melangkah, mendekat dengan pelan.
“Heechul-a, miyanhe…miyanhe…membiarkanmu melewati semua ini sendirian.”
“Heechul-a. Saranghaeyo, saranghae.”Aku mengangkat wajahnya.Dia mentapku.
“Hankyongaa, na bogoshippooooo. “ Dia menarikku dalam pelukannya. Aku tak ingin mengecewakannya lagi. Kupeluk erat tubuh yang selama ini ku rindukan.
“Na doo..”
Air mata menjadi saksi dua hati kami yang terpisah selama ini.
Para member menempel dalam pelukan kami seperti bola. Malam itu aku menginap di Dorm.Heechul dan para members lainnya mengangkat selimut keluar untuk tidur bersama di ruang tengah. Heechul memelukku sepanjang malam. Aku tahu dia tak ingin melepaskanku lagi. Aku juga.

THE END
by : kkotsujulovers
Give me comment please.

29 Comments (+add yours?)

  1. NtaKyung&NtieKyu
    Aug 01, 2010 @ 10:53:19

    humm~~~
    endingnya bkin aku mewek dewh…
    haufht… aku kangen koko…

    Reply

  2. hyuchan
    Aug 01, 2010 @ 11:29:10

    jd kngen gege…
    T___T
    like it!

    Reply

  3. handubu
    Aug 01, 2010 @ 11:33:30

    baca dulu deeh~

    Reply

  4. handubu
    Aug 01, 2010 @ 11:35:39

    TT TT
    aisssh~ hankyung-ah, neomu bogoshipo 😦

    Reply

  5. jasmijn2903
    Aug 01, 2010 @ 11:53:39

    huee~ kaget pas baca Heechul nonjok Hangeng.. 😦
    miss Hangeng..

    Reply

  6. L
    Aug 01, 2010 @ 12:26:38

    Sukses bikin mewek…
    kangen ma koko…

    Reply

  7. LeeHyoRin
    Aug 01, 2010 @ 12:32:24

    nice ff…. 😉

    Reply

  8. hyesung 13
    Aug 01, 2010 @ 14:28:48

    T.T
    jadi nangis inget hangeng.
    miss him so much.

    Reply

  9. mita
    Aug 01, 2010 @ 14:33:40

    semoga hankyung benar-benar kembali.
    tp jangan ampek selama itu..
    hehe. maksa.
    ffnya bagusss..
    ^.^

    Reply

  10. shania9ranger
    Aug 01, 2010 @ 14:54:25

    Huwaaa. . . sedih bngt. Jadi inget masa2 dimana masih ada Hankyung. Hiks . . .hiks . . .

    Reply

  11. hani_han hyun rin
    Aug 01, 2010 @ 15:12:40

    T____T

    sangat menyayat hati~

    Reply

  12. mei.han.won
    Aug 01, 2010 @ 15:38:44

    huh…..
    Jdi kangen ank emas’x china….
    Nice FF….sukses make me cried….

    Reply

  13. Erika
    Aug 01, 2010 @ 17:57:12

    Huaaaaa mewek #brbnangis

    Author,bls komen2nya dong,kan pingin dket sama authornya,hehe

    Salam kenal,erika disini,biasanya pake id chemistrylatte,tp brhubung d hp jd erika aja.salam kenaaaaal ^^ *bowing*

    Reply

  14. Erika
    Aug 01, 2010 @ 17:57:55

    Huaaaaa mewek #brbnangis
    Nice,hiks2 #brbnangis lg

    Author,bls komen2nya dong,kan pingin dket sama authornya,hehe

    Salam kenal,erika disini,biasanya pake id chemistrylatte,tp brhubung d hp jd erika aja.salam kenaaaaal ^^ *bowing*

    Reply

  15. Dewi-ssi 'yoomin' elfishy fishfishae
    Aug 01, 2010 @ 18:10:42

    Huweee~~ koko…
    Hikshikshiks…mewek lgi….
    Seandai’a koko bner2 ngunjungn dorm suju..,aq psti sneng bgt !! Koko~~ kmu pst kngen ichul …
    TT^TT

    Reply

  16. Ami_cutie
    Aug 01, 2010 @ 19:32:44

    kaget, coz heechul ga langsung meluk hangeng, tapi nonjok dia dulu, tp endingnya bagus…
    aku suka ffnya…kangen hangeng gege bareng2 member suju yg laen lagi..
    btw, aku mau kritik dikit, kalo mau lebih tepatnya lagi harusnya bukan hyong, tp hyeong , hankyeong, bukan hankyong..
    hhe..mian kalo menyinggung…

    Reply

  17. Sebastian Mamoru
    Aug 01, 2010 @ 20:13:32

    mungkin gw udah ngomong kalimat ini berkali kali di FF yang bergenre sama..tapi gw tetap ga bosen nulisnya~

    Andai aja kenyataannya seperti ini….

    Andai aja…

    akhir kata gw nangis……………….hueeeeeeeee

    Reply

  18. liathespaniard
    Aug 01, 2010 @ 21:02:05

    Stlh bc nh ff, langsung liat vid pas mash ada hangeng, tmbh bnjr dh kmr gw

    Reply

  19. sungwookie
    Aug 01, 2010 @ 21:06:47

    Keliatan bener si heechul kangen sama han gege,,
    aku juga masih brharap gege balik sama suju,,
    Endnya bkin nangis biarpun ada adegan bonyok2an,,
    Ayoo spa authornya??

    Reply

  20. DJ.merr
    Aug 01, 2010 @ 21:45:19

    Merr nangis~
    author tanggung jawab.. T.T

    Reply

  21. t3ukt4ct0r
    Aug 01, 2010 @ 22:22:13

    hiks hiks…

    han han oppa ayo balik!!! *tarik-tarik han han oppa ke chullie oppa*

    TTT_TTT

    epep ini bener-bener bikin kangen ngeliat han han oppa ngumpul bareng suju oppa lainnya…

    ^_______________^b

    Reply

  22. ndeehyuk
    Aug 02, 2010 @ 09:04:36

    gege….
    😥

    Reply

  23. chuldhiel_あだち
    Aug 02, 2010 @ 09:37:40

    telat ngomen…T_T
    sukses besar..
    sukses besar bikin air mataku tumpah…

    cba ini benar2 kenyataan pada taon ini…
    tpi nggak ampe serah terima bogem kayak gini..
    tapi kalo benar2 beginian nggak papa juga…
    hehe…^^

    lam knal author..^^

    Reply

  24. _deewookyu__
    Aug 04, 2010 @ 11:12:27

    huhuhu…sedih tau…!!!!!!!!!!!!!

    Reply

  25. rosa
    Aug 05, 2010 @ 14:47:19

    d a e b a k k.. i’m crying now T T

    Reply

  26. haevia
    Aug 06, 2010 @ 08:25:19

    Aku nangis bcanya .., pdhl masi dskolahan .. T.T

    Reply

  27. Maddy Pertiwi
    Aug 12, 2010 @ 16:19:38

    HUAAAAA!!! Aku,,, SEDIH!!!
    Wow Heechul bisa juga ya nonjok Hangeng,,,
    Ceritanya sukses bikin aku terharu dan menangis pedih *padahal di kantor*
    Bentar ya mojok ke toilet dulu biar gak ketauan hampir mewek

    Reply

  28. dhaniar13
    Aug 12, 2010 @ 18:46:14

    Hiks hiks hiks… T.T

    Huaaaaa….gege oppa..bogoshippeoyo..aq hrap oppa menysal dan mndrita stlah mninggalkan suju oppa,especially heechul oppa..jahatkah do’aq..?memang,i2 spya oppa kmbli lagi bersma suju dan elf.. T.T

    Reply

  29. صبرينة SABRINA
    Apr 19, 2011 @ 00:28:04

    My Girlfriend Is a Gumiho bautifull saranghae oppa yesong

    Reply

Comment's Box

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: