SNAKES ON THE PLANE PART 3

Part 3
Markas Besar Cop Squad 08.45 AM
Eunhyuk mengambil jatah sarapannya di cafetaria. Sementara Donghae menunggunya di meja paling pojok. “ Annyeong, Donghae-ah,” sapa Saki. “ Annyeong…kau Saki atau Sakura?” tanya Donghae. “ Aku Saki. Kau sendirian?” Saki balik bertanya. Donghae menggeleng, menunjuk Eunhyuk yang sedang berjalan kearah mereka berdua. “ Annyeong, Eunhyuk-ah,” sapa Saki. “ Annyeong. Sedang apa kau disini?” tanya Eunhyuk. “ Menunggu teman-temanku. Ngomong-ngomong….mana Kyuhyun?” Eunhyuk dan Donghae saling pandang, mengangkat bahu tanda tidak tahu. “ Oh begitu ya. Aku mau ke sebelah sana saja deh. Gomawo,” Saki tersenyum pada mereka, lalu ia berbalik arah. Tak lama kemudian, Kyuhyun dan Ryeowook datang membawa jatah sarapan mereka. “ Kyu, tadi ada yang mencarimu,” kata Eunhyuk. “ Oh ya? Siapa?” tanya Kyuhyun. Donghae mengerling kearah Saki yang sedang menyantap kimchi. Saki menyadari keberadaan Kyuhyun, tersenyum kearahnya. Kyuhyun memalingkan muka, buru-buru melahap jjajangmyeon nya. Ryeowook menahan ketawa melihat Kyuhyun salah tingkah.


“ Ohayou gozaimasu, Suzaku-senpai,” sapa Saki. “ Ohayou,” balas Suzaku. Dibelakangnya ada seorang pemuda berambut pirang dan gadis jangkung yang juga berambut pirang. “ Ohayou gozaimasu, Byakko-senpai, Tomomi,” sapa Saki. “ Ohayou,” balas Byakko dan Tomomi bersamaan. “ Seperti biasa. Saki selalu ramah dan menyapa semua orang yang ia temui,” komentar Suzaku. Saki terkikik mendengar komentar Suzaku. Mereka kemudian mengobrol tentang pekerjaan mereka masing-masing.
TEEETTT!!!!! TEEEETTTT!!! *belnya makin aneh aja* Suara bel tanda panggilan berbunyi. “ Perhatian! Panggilan kepada anggota tim khusus, diharapkan segera menuju ruangan Jenderal Shin. Diulangi…” Saki menaruh sumpitnya, lalu ia berlari menuju ruangan Jenderal Shin. BRAK! “ Hhh…hhh…Jenderal memanggil kami?” tanya Saki terengah-engah. Didalam ruangan sudah ada Siwon, Seiryuu, Sakura dan Hankyung. “ Ah, Saki-shii. Silakan masuk,” Saki berdiri disebelah Seiryuu. Ia melihat dongsaengnya berdiri dipojokan, ada earphone terpasang di telinganya. BRAK! “ Maaf kami terlambat,” kata Donghae. Jenderal Shin menyuruh mereka semua masuk kedalam ruangan. “ Jenderal, ada apa memanggil kami?” tanya Siwon. Jenderal Shin menghela nafas, menunjuk ke layar TV Plasma yang terpasang di belakangnya. “ Ada kabar buruk. Park Yun Hee menghilang,” Ucapan Jenderal Shin mengejutkan mereka semua. Disaat yang bersamaan, muncul gambar wajah Yun Hee dari layar TV. “ Menurut Tuan Park, seharusnya Yun Hee tiba di bandara pagi ini. Tetapi, pihak bandara kehilangan kontak dengan pesawat pribadi Nona Yun Hee. Sejam yang lalu, pesawat itu telah mendarat di bandara. Akan tetapi, tidak ada jejak keberadaan Nona Yun Hee didalamnya. Tapi yang kami temukan hanya lubang besar disamping kursi penumpang. Selain itu, kami menemukan jasad pilot, co-pilot dan pramugari. Saat ini, penyebab kematiannya belum diketahui,” jelas Jenderal Shin. Semua anggota yang ada dalam ruangan itu terdiam. “ Lalu apa yang harus kami lakukan?” tanya Siwon. Jenderal Shin mengambil peta dunia, membukanya diatas meja kerjanya. “ Kalian akan mencari Park Yun Hee disini,” Jenderal Shin menunjuk salah satu wilayah yang tertera di peta. Seiryuu terkejut melihatnya. “ Ini…Amazon?” bisiknya. “ Pesawat terakhir mengadakan kontak didaerah Hutan Amazon. Kemungkinan besar Yun Hee berada disekitar sini,” Siwon mengangguk, tanda mengerti. Sakura seperti menggerutu dalam bahasa Jepang, setelah ia mendengar penjelasan Jenderal Shin. “ Nah, sekarang bersiaplah menuju lokasi. Ingat, bawa kemari Park Yun Hee dan lindungi dia!” perintah Jenderal Shin. “ SIAP, JENDERAL!!”
******************************************
~Yun Hee POV~
Srek! Ukh…dimana ini? Aw…kaki kananku…rasanya lumpuh. Sial.. Ukh! Aku tidak bisa berdiri. Hhh…hhh…apa ada sesuatu yang bisa ku gunakan? Itu…tongkat kayu! Ah, aku bisa memakai ini. Aku harus hati-hati. Ngomong-ngomong…ini dimana ya? Sekelilingku semuanya hijau. Seperti di hutan.
Kaki ku sulit digerakkan. Tapi aku harus terus berjalan. Semoga saja ada air untuk mengobati luka ku. Hhh…hhh…aku tak bisa melihat sekeliling. Chakkaman…aku kan bisa memakai jurus penyembuhan. Dasar babo aku ini. Baiklah… “ MEDICINE!!” Ada rasa dingin merayapi kaki ku. Setidaknya ini bisa membuatku bertahan selama beberapa menit. Aku harus mencari sumber air dulu. Aku pernah dengar dari rekan kerjaku, air bisa mempercepat kerja jurus penyembuhan.
Fuuh…aku sudah tak sanggup berjalan. Matahari semakin terik. Aku tak kuat menahan panas kalau sedang terluka begini. Coba ku lihat isi ranselku. Aiissh…ternyata aku cuma membawa satu termos. Aku tak yakin ini akan cukup. Apa ada obat di ranselku? Aigoo…cuma ada plester dan obat merah. Aku benar-benar lupa. Sudahlah. Aku sebaiknya mencari air dulu, lalu mencari buah-buahan untuk makan.
Lima jam kemudian…*author mulai lebay*
Hueeehhhh!!!!! Ini gila! Aku sudah berjalan lama tapi belum menemukan danau. Kaki ku mulai terasa sakit lagi. Sialan!!!! Akh! Terpaksa ku gunakan jurus penyembuhan lagi. “ MEDICINE!!” Hhh…hhh….rasa dingin kembali merayapi kaki ku. Sesaat aku merasa hilang harapan. Baru kali ini aku tersesat. Aaah…aku merindukannya…Aku merindukan orang itu. Disaat seperti ini, dia pasti membantuku. Meskipun dia sendiri terluka, tapi ia selalu siap untukku.
Uhuk…uhuk! Sepertinya racun ularnya mulai menyerang organ tubuhku. Aduuh…dimana ya sumber air itu? Apa sebaiknya ku pakai dulu air termosnya? Sudahlah, lebih baik ku pakai dulu air termosnya. Ku biarkan air mengaliri luka ku. Akh! Sakiittt….Aku tak terbiasa mengobati luka ku sendiri. Tapi kali ini aku harus berjuang sendiri. “ DOUBLE MEDICINE!!” Fuuuhhh….dengan ini, aku bisa bertahan lumayan lama. Ngomong-ngomong…sepertinya daerah ini mulai gelap. Aigoo…apa salahku?? Kenapa aku jadi dirundung kesialan seperti ini? Ini pasti karena kesalahanku tiga tahun lalu. Hhh…terpaksa membuat tenda disini. Sepertinya aku memasukkannya kedalam ranselku. Chakkaman…mana tendanya??….DASAR BABO!!! TENDANYA KETINGGALAAANN!!!! Hu…hu…hu…sepertinya aku harus tidur dengan jaket tebalku diantara pepohonan ini. Aku harus menerima nasib. Hhhh…selamat tidur…
***************************************
Angin malam terasa menusuk. Eunhyuk merasa kedinginan didalam helikopter. “ Hyung…kau merasa dingin tidak?” tanya Eunhyuk pada Donghae. “ Iya…aku menggigil,” jawab Donghae gemetaran. Hankyung melirik sinis pada mereka berdua. “ Heh, kalian ini anggota Cop Squad bukan sih? Lihat gadis-gadis itu! Mereka saja tidak mengeluh,” Hankyung menunjuk tiga robot besar yang mendampingi helikopter. Menurut Jenderal Shin, robot-robot besar yang dikendarai Divisi Assassin disebut Roboguard. Mereka merupakan robot pertahanan tercanggih yang dimiliki Cop Squad. Tak hanya itu, Roboguard seperti replika tubuh manusia. Jika Roboguard terkena serangan yang cukup parah, otomatis pilotnya juga terluka parah.
“ Seiryuu-ah, apa kau bisa mendengarku?” tanya Siwon. “ Bzz…Iya, aku mendengarmu, Siwon-ah,” jawab Seiryuu. “ Apa kau melihat ada yang aneh dibawah sana?” tanya Siwon. Seiryuu memperbesar zoom lensa mata Roboguardnya. “ Tidak ada apa-apa,” jawab Seiryuu singkat. Sakura terbang perlahan, mencoba melihat sekelilingnya. “ Cih. Terlalu gelap,” gerutu Sakura.
Perasaanku mengatakan, Yun Hee ada disini, batin Saki. Ia menurunkan Roboguardnya perlahan. Aku bisa merasakan keberadaannya, batin Saki. Ia melirik kearah helikopter dan Roboguard unnie nya. Perlahan ia menurunkan Roboguardnya seraya melirik kearah helikopter. Saki takut mereka akan mencegahnya mencari Yun Hee sendirian. “ Mianhae…unnie…” bisik Saki.
Deg! Kyuhyun merasakan firasat aneh. Entah mengapa, ia merasa gelisah. “ Kenapa, Kyu?” tanya Ryeowook. “ Anni…aku hanya…ah, lupakan. Mungkin cuma perasaanku saja,” ujar Kyuhyun. Siwon memperlambat laju helikopter. Hankyung meneropong sekeliling, namun hasilnya nihil. “ Hyung, bukankah ketiga gadis itu bisa memakai spirit mereka untuk mencari Yun Hee?” tanya Ryeowook polos. Ting! Siwon seperti mendapat pencerahan *kayak ada lampu pijar diatas kepalanya*. “ Seiryuu, bisakah kau dan kedua dongsaengmu memakai spiritmu?” tanya Siwon. “ Bisa saja. Tapi untuk apa?” Seiryuu balik bertanya. “ Perintahkan spirit kalian untuk mencari Yun Hee,” Mendengar perintah Siwon, Sakura mendengus kesal. “ Aiissh…aku tidak mau! Suruh saja Saki,” protes Sakura. Seiryuu menghela nafas. Ia memindahkan kontak ke Roboguard Saki. “ Bzz…bzzz…Saki, apa kau bisa mendengarku? Jawablah,” kata Seiryuu. Namun tak ada respon dari Saki. “ Saki-fukutaicho, apa kau bisa mendengarku? Fuku-taicho?” Seiryuu bingung. Tak ada respon dari Saki. Sakura mulai merasa kesal. Ia pun memindahkan kontak ke Roboguard Saki. “ Saki-unnie, jawablah!” seru Sakura. Tetap saja tak ada respon. “ Cih. Menyebalkan!” gerutu Sakura *ni orang demen amat gerutu gak jelas*. Seiryuu memutar balik Roboguardnya. Ia terkejut melihat ke belakang helikopter. “ Andwae…” Sakura penasaran saat mendengar suara unnie nya. Diputarnya Roboguard kearah belakang helikopter. “ Ya! Unnie, ada ap…HAH? SAKI MENGHILANG!!!!!”

T.B.C
Ohayou gozaimasu = selamat pagi
Fuku-taichou = wakil kapten
Senpai = senior
Credit: Evangelion 1.0
Created by: Aning/Hanaloveshankyung

19 Comments (+add yours?)

  1. hyunyoo-superkyuhaewon
    Aug 06, 2010 @ 06:35:26

    haha kyu malu2 gitu~ yah tbc pas seru =3=

    Reply

  2. yessiewon_mochimochi
    Aug 06, 2010 @ 08:30:28

    waaaa..,
    tambah seruu >.<
    enak kali ya gabung di divisi kya gtu..hahaha
    lanjutan nya ditunggu yaa 😀

    Reply

  3. yessiewon_mochimochi
    Aug 06, 2010 @ 08:31:05

    tumben gw 1st..
    wkakaka *plaak*

    Reply

  4. mei.han.won
    Aug 06, 2010 @ 11:04:15

    si saki kmna tuh????
    Lanjuttttt…..

    Reply

  5. Hanaloveshankyung
    Aug 06, 2010 @ 14:28:47

    @hyunyoo-superkyuhaewon trs mwnya TBC pas ap? Hoho…

    @yessiewon_mochimochi haha…kyknya sh enak, chingu. Aku sndiri jg pengen (?).

    @mei.han.won kemana y si saki?? Tunggu aj part 4 nya…hehe

    Reply

  6. haeny_elfishy
    Aug 06, 2010 @ 14:35:18

    Saki ngilang kmana tuh . . ?
    lanjoot. . .

    Reply

  7. tita.eunhaechullie
    Aug 06, 2010 @ 18:47:11

    penasaran
    lanjuuuut

    Reply

  8. Ocha
    Aug 06, 2010 @ 19:31:59

    Wakakaka…
    Kyu disenyumin aja udah salting…
    Lanjut, onn…

    Reply

  9. mochamonca
    Aug 07, 2010 @ 19:17:44

    Ya ampuuunn bisa-bisanya Saki menghilang disaat keadaan yg gawat (jerengjeeerreennngg- niat mau niru effect suara tegang-)

    Di tunggu lanjutan ke-4 =)

    Reply

  10. Trackback: Snakes On The Plane {17/?} | Superjunior Fanfiction 2010
  11. Trackback: Snakes On The Plane {18/?} | Superjunior Fanfiction 2010
  12. Trackback: {Snakes On The Plane’s Side Story} Don’t Go | Superjunior Fanfiction 2010
  13. Trackback: Snakes On The Plane {19/?} | Superjunior Fanfiction 2010
  14. Trackback: {Snakes On The Plane’s Side Story} Unexpected | Superjunior Fanfiction 2010
  15. Trackback: Snakes On The Plane {20/25} | Superjunior Fanfiction 2010
  16. Trackback: {Snakes On The Plane’s Side Story} Betrayal | Superjunior Fanfiction 2010
  17. Trackback: Snakes On The Plane {21/25} | Superjunior Fanfiction 2010
  18. Trackback: {Snakes On The Plane’s Side Story} Father’s Feeling | Superjunior Fanfiction 2010
  19. Trackback: Snakes On The Plane {22/25} | Superjunior Fanfiction 2010

Comment's Box

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: