UNDERDOG TO WONDERDOG Part 1

Gubrak!
Badanku serasa habis dibanting ke lantai. Sakit sekali. Aku mencoba membangunkan kepalaku dan melihat sekelilingku. Kepalaku pusing, serasa ada burung-burung mengitari kepalaku. Pandanganku tidak jelas, samar-samar. Aku juga mendengar suara orang-orang tertawa dengan samar-samar. Apa mereka menertawakanku?   “Hey yeoja babo, dengar ya, kau jangan sombong deh mentang mentang kau ini juara

kelas dan dapat beasiswa. Kau tidak ingat aku siapa? Aku ini Shin Songyin,putrinya Shin Songhan yang punya sekolah ini. Sementara kau tidak ada apa-apanya denganku. Ku akui kau pintar, tapi tidak usah pakai menghina ku segala! Pakai menyebarkan isi diary-ku di mading dan bilang kalau aku ini pernah tidak naik kelas. Kurang ajar sekali kau!” ujar seorang gadis yang mengaku Songyin.

“Betul, dan asal kau tahu, Songyin ini lebih hebat darimu tau!” kini temannya Songyin yang angkat bicara. “Hmmm,, karena Ayahku yang punya sekolah ini dan aku juga berwenang disini, bagaimana jika kau kukeluarkan dari sekolah ini sekarang?” tanya Songyin.

“S…Songyin, aku mohon, jangan lakukan itu. Aku sangat ingin sekolah disini, dan beasiswa masuk sini aku dapatkan susah payah. Jangan keluarkan aku.” Pintaku.

“Hm. Sepertinya rayuanmu tidak berlaku bagiku. Keputusan tetap keputusan. Jadi kuputuskan bahwa kau……” Songyin belum selesai bicara tiba-tiba ada sesuatu yang memotong perkataannya.

“Stop!” suara seorang laki-laki memotong perkataan Songyin. “Hei Songyin apa-apaan kau ini? Yang memutuskan keluar tidaknya siswa bukan kau, tapi berdasarkan persetujuan dari pihak yang lainnya. Sebaiknya kau berkaca diri dulu, tidak usah menilai orang lain. Semua bubar sekarang!” kata laki-laki itu. Semua siswa yang tadi menontonku di hina oleh Songyin pergi, dan kini tinggal aku dan laki-laki tadi. Ternyata ia Yesung, kakak kelasku dan kapten tim sepakbola sekolah.

“Gwenchanayo Sungchi-ah?” tanya Yesung Hyung. Ia membantuku bangun. “Ne, Hyung, jangan cemaskan aku,” jawabku. Ia menyapu noda noda sepatu yang menempel di seragamku karena tadi di injak injak oleh Songyin dkk.

“Kau ini apa-apaan sih pakai menghina dia segala? Melawannya sama saja mencari mati, Sungchi!”

“Yesung Hyung, itu bukan aku yang melakukannya. aku tidak pernah dekat dengan Songyin, apalagi tahu isi buku hariannya,” jawabku.

“Tapi disana tertulis namamu, Sungchi. Lalu siapa yang melakukannya?”

“Tidak tahu. Mianhae aku mau ke toilet.” Aku kemudian pergi kearah toilet. Ingin membersihkan bajuku yang kotor ini.

Hari ini bukan hariku. Bagaimana tidak, pagi tadi aku dihukum Kim Songsaenim untuk menulis “aku janji tidak akan terlambat lagi” sebanyak 40 kali dengan tulisan hangul di papan tulis, saat istirahat aku kena fitnah telah menyebarkan isi diary Songyin di mading tentang penderitaannya tidak naik kelas. Padahal jujur aku tidak pernah kenal dekat dengan mereka. Tapi kenapa aku dituduh sebagai pelakunya? Memang namaku ditulis sebagai penyebar namun itu bukan aku. Pasti ada orang iseng yang ingin menjatuhkanku. Kalau mereka sih, menurutku sudah jatuh karena terlalu sombong. Sombong akan kecantikan, kekayaan dan kekuasaan mereka di sini.

Waktunya pulang. Duh apa yang harus kukatakan pada Umma nih? Jika aku dikira berkelahi gimana? Umma pasti marah dan kecewa. Aku takuuuttt. Kini aku masih duduk di bangku bawah pohon di depan sekolah. Masih takut untuk pulang.

“Belum pulang Sungchi? Biasanya kau pulang lebih awal.” Suara itu membangunkan lamunanku. Ternyata itu Hyukjae, teman sekelasku “Kau sendiri belum pulang, Hyukkie?” tanyaku balik. Aku biasa memanggilnya Hyukkie, kadang juga Hyukjae. Tapi Hyukkie bukan panggilan kesayangan atau cinta.

“Aku mah biasa ngaret dulu. Oh aku tahu, kamu pasti takut dimarahin gara gara..”

“Aisssshhh!” aku memotong omongan Hyukjae,”Iya gara-gara itu. Aku takut dibilang berkelahi sama Umma.” Ujarku.

“Tuh kan benar. Aku tahu itu pasti bukan kerjaanmu kok. Lagian aku tahu betul kamu bukan orang yang kurang kerjaan,” kata Hyukjae. “Sudah tidak usah dijadiin beban, kebenaran akan terungkap kok. Gimana kalau kita jalan-jalan dulu sebelum pulang?”

Mwo? Jalan-jalan? Aduh tumben sekali dia mengajakku jalan. Biasanya dia jalan bareng teman-teman cowoknya, atau diajakin cewek-cewek. “Engh, emmm, gimana ya…Besok kan aku ada ulangan kimia, kayaknya nggak bisa deh. Aku harus belajar,” aku menyatakan alasan agar tidak jadi jalan.

Hyukjae malah tertawa,”Hahaha kamu gimana sih, kamu lupa kalau kita sekelas? Lagipula ulangan kimia kan ditunda jadi minggu depan. Haha ada ada saja alasanmu ini.”

Sial aku lupa hal itu. Malu bangeeettt.

“Jadi gimana, mau nggak?Janji deh gak pulang kemalaman.” ia menawari untuk yang kedua kalinya. Aku mengiyakan tawarannya itu jika pulang tidak kemalaman. Kemudian ia menarik tanganku ke parkiran motor. Semua pandangan tertuju pada kami berdua. Ya Tuhan, kuharap ini tidak menjadi bencana untukku lagi.

Hyukjae mengajakku ke taman tengah kota . Taman di dekat danau yang bersih dan sejuk bebas polusi. Kita bisa mengitarinya menggunakan sepeda. Duh senang sekali aku berada disini. Tapi perasaanku juga agak agak was was, takut ada yang mengikuti aku dan Hyukjae kemudian membuat gosip kalau kami ini pacaran.

“Sungchi, kau daritadi diam saja. Ada apa? Kau tidak senang kuajak kesini?” tanya Hyukjae

“Bukan gitu. Senang sih senang cuma…”

“Ah sudah, tidak usah takut difitnah lagi. Gausah mikir yang enggak enggak deh. Mending kita main sepeda aja yuk!” ajaknya sambil menarik tanganku lagi. Heran deh, kenapa ia bisa tahu apa yang kupikirkan? Atau jangan-jangan ia ini pelajar, pemain sepakbola sekaligus mentalist?  Sudah daritadi dia tahu apa isi pikiranku.

Akhirnya kami mengelilingi taman dengan sepeda. Sekarang aku tidak terlalu was was karena terobati dengan sejuknya udara disini. Apalagi ditemani oleh seorang cowok tampan seperti Hyukjae, eeeh salah maksudku ditemani semilirnya angin yang berhembus. Yah, emang sih, aku akui Hyukjae memang tampan. Sudah tampan, pintar matematika, jago olahraga terutama sepakbola. Sudah gitu bisa baca pikiranku… yah kalau itu sih aku belum tahu. Banyak cewek-cewek yang ingin dekat sama dia. Di kelas ia menjadi rebutan kebanyakan cewek. Tapi dia orangnya agak dingin, kecuali ya… sama aku. Sudah 3 tahun kami sekelas dan kedekatan kami juga belum lama, sejak masuk tahun ajaran baru ini. Aku sih tidak terlalu berharap bisa lebih dekat lagi sama dia. Menjadi teman rasanya sudah cukup.

Gubrak!

Badanku terasa dibanting lagi. Sakit maaakkk, rasanya seperti tertimpa beban berat.

“Sungchi? Omonaa Sungchi gwenchanayo?” tanya Hyukjae padaku.

Alamak, aku jatuh dan tertimpa sepedaku. Pasti gara-gara melamun tentang Hyukjae. Aduh jangan sampai ia tahu..

“Omonaaa, kok kamu bisa jatuh sih? Ckckck…. Lihat tuh, lututmu sampai berdarah.” Kata Hyukjae. Lututku berdarah terus hingga membasahi betisku. Ia kemudian membantuku berjalan ke bawah pohon kemudian mengobati lukaku.

“Pelan pelan Hyukkie, sakiitt!” aku menahan sakit ketika ia mengobati lututku.

“Ssst, kamu ini. Jangan bawel deh, mau sembuh gak?” Hyukjae mulai marah.”Lagian sih kamu nggak hati-hati. Mikirin apa sih kamu sampai bisa jatuh segala?”

“Emmhh aku….aku tadi… gak lihat kedepan. Aku tadi lihat kanan kiri. gak konsen gitu..” aku mencari alasan lagi. Kuharap kali ini ia tidak bisa tahu pikiranku.

“Aigooo… kamu ini kok gak hati hati sih? Untung ketiban sepeda, kalau ketiban bajaj gimana?”*eh emang di Korea ada bajaj haha lagian juga ga mungkin,*

Aku terdiam. Hyukjae masih mengobati lukaku, kali ini ia meniup lututku yang telah dikasih obat merah agar cepat kering. Kemudian menempelkan kapas pada lukaku.

“Sudah diobati. Jalannya hati hati ya. Ingat, lain kali konsen kalau lagi naik sepeda. Kuharap ini yang terakhir,” kata Hyukjae. “Maksudmu yang terakhir?”

“Kalau kau hati hati setelah kejadian ini, kuharap kau tidak akan jatuh tertimpa tangga lagi.” Jelasnya. Ya ampun nih cowok tumben sekali perhatian padaku. Kalau Songyin atau cewek lain menjadi aku pasti berbunga-bunga.

“Ayo pulang. Gak jadi main lagi deh.” Hyukjae sebal. Kemudian ia mengantarku pulang

“Ya ampuuuunn, Sungchi, darimana saja? Jam segini kok baru pulang?” Umma kaget ketika aku pulang jam 7 malam. Padahal seharusnya aku pulang jam 3 sore jika tidak pergi sama Hyukjae dan jatuh dari sepeda. “Sungchi kakimu kenapa?” tanya Umma.

“Aku.. aku tadi jatuh dari sepeda Umma, ditaman. Jadi begini, deh.” Jawabku. “Tapi Umma jangan salahkan Hyukjae, dia tidak salah apa-apa.”

Umma menggeleng-geleng kepala,”Ya sudah, Sungchi kamu masuk sana ganti baju, lihat baju kamu kotor. Hyukjae masuk juga ajumma buatkan minum, kamu pasti capek kan ,” kata Umma sok manis di depan Hyukjae. Dasar.

“Ohh, aniyo, aniyo. Saya mau langsung pulang saja ajumma.” Kata Hyukjae sok nggak mau ngerepotin.

“Ah, kau yakin?” tanya Umma. “Iya. Saya pamit dulu. Gamsahamnida ajumma. Gamsahanida Sungchi.” Kata Hyukjae. Umma menyuruhku mengantarnya ke depan. Sepertinya ia senang jika aku dekat sama Hyukjae.

“Sudah kamu masuk saja, tidak perlu mengantarku sampai sini. Kaki mu tidak boleh dipakai jalan terlalu jauh,” katanya.

“Ih, biasa aja kali, aku kan gak jalan jauh sampai Seoul Tower . Lagipula sebentar lagi juga sembuh.” Ujarku.

“Yasudah terserah kau. Aku pulang dulu ya. Salam buat kakakmu,” kata Hyukjae. Ia menyalakan motornya kemudian pergi.

“Hati-hati yaaa!” seruku ketika Hyukjae mulai jauh.

Entah mengapa aku merasa senang hari ini, meski aku sempat kena sial juga. Mungkin kalau aku menolak ajakan Hyukjae untuk pergi aku tidak akan senang. Tapi, jangan sampai aku mencintainya, aku hanya ingin berteman dengannya. Karena jika aku mencintainya, itu akan menjadi masalah bagiku.

***************

To be continued…

by= Setianita Dyah Tsamara/Kang Soosang

note= FF pertamaku, di kritik aja sepuas2nya kalo mau, gak papa. hehehe .. makasih ya udah di publish.

19 Comments (+add yours?)

  1. ryesanmine
    Aug 07, 2010 @ 10:47:05

    wahhh simpen dlu baru baca ^^

    Reply

  2. fani
    Aug 07, 2010 @ 10:54:38

    bagus, chingu.. ^0^ aku juga mau diajak jalan2..tapi sama Donghae..hehehehe..

    nice FF^^ dtunggu lanjutannya ya.. =D

    Reply

  3. liathespaniard
    Aug 07, 2010 @ 12:24:50

    Keren, unyuk jd beda d sini
    ayo lnjtkan…

    Reply

  4. anggra
    Aug 07, 2010 @ 12:26:32

    wah seru
    lanjut

    Reply

  5. sungwookie
    Aug 07, 2010 @ 12:29:17

    ahh UєnªK jlan2 sma eunhyuk tpi lbih enk breng yesung,, ehh kok tdi blang yesung hyung bukan yesung oppa,,
    selebihnya udah bguss lanjutt yoo!!

    Reply

  6. meliameimei
    Aug 07, 2010 @ 12:31:55

    dia kan yeoja? koq manggil yesung pake hyng sih? harusnya kan oppa.,
    apaaku salah baca? /plak

    Reply

  7. NtaKyung&NtieKyu
    Aug 07, 2010 @ 12:47:37

    Bikin penasaran aja nieh….
    TBC pas agy seru2nya….
    Lanjut2……
    Penasaran sangad nieh….>,<

    Reply

  8. firma
    Aug 07, 2010 @ 12:57:52

    Eh yeoja kok panggil hyung yah??bingung…
    Tapi critanya bagus!!
    Hyuk baiiiiikkkk!!!keren!!!

    Reply

  9. mei.han.won
    Aug 07, 2010 @ 13:15:37

    seruu..seruu.. lanjuttt

    Reply

  10. shania9ranger
    Aug 07, 2010 @ 16:03:01

    Author ralat sdikit nie, klo untuk yeoja manggik k Kaka cwo itu oppa, bkan’na hyun. But nice FF, Lanjut!

    Reply

  11. Song Eunwook
    Aug 07, 2010 @ 16:15:05

    ya ampun kasian banget jadi si sungchi.. teraniaya..

    tenang,, pasti hyukjae nyelametin,, *alay*.. kren.. TBC~~

    Reply

  12. tita.eunhaechullie
    Aug 07, 2010 @ 18:56:16

    mauuu jalan jalan sama eunhae *maruk amat*

    lanjuut chingu

    annyeong saya reader baru di sini

    Reply

  13. mochamonca
    Aug 07, 2010 @ 19:36:42

    wow berantemnya frontal juga yaa pake injek-injekan segala.
    Image eunhyuk jadi beda dari yang asli yaa =)

    Reply

  14. Ocha
    Aug 07, 2010 @ 22:40:40

    Wah, keren ff nya…
    Lanjut ya…

    Reply

  15. nisYA-DONGhae
    Aug 07, 2010 @ 23:45:52

    *ngakak*
    hyukjae itu sudah tampan, pintar matematika, jago olahraga…
    mwhahahahahahah…
    #plakk digampar bini2 kunyuk…

    tapi bagus nih ceritanya 🙂 lanjutkan author

    Reply

  16. haeny_elfishy
    Aug 08, 2010 @ 16:22:31

    Ngakak pas hyuk d bilang pinter mtk, bwahaha
    padahal . , *dgampar hyuk*
    tu bukannya harusnya oppa ya ?
    tp seru ! lanjoot. . .

    Reply

  17. Sebastian Mamoru
    Aug 08, 2010 @ 18:13:53

    Suka suka kasian juga si Sungchi sial kali nasib mu nak kekeke…Eunhyuk dikira mentalist..tidak!!! jangan ngga cocok mending jadi lead dancer aja deh…*kok jadi ngawur*
    Lanjut yah cingu -)

    Reply

  18. aichan
    Aug 09, 2010 @ 10:54:33

    kreeennn..lnjuut chingu…^^v

    Reply

  19. Setianita Tsamara
    Sep 25, 2010 @ 19:09:05

    thanks all….ini nih authornya, maaf baru komen. part 2 sudah hadir tuh. silahkan dibaca yaa. ini ff pertamaku hehehe

    Reply

Comment's Box

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: