Y I © U (why i love you) part 1

Yui POV

Aku duduk meratapi nasibku di arena permainan ini. Disekelilingku anak-anak bermain dengan riang, bukan anak-anak saja, berpasang-pasang kekasih juga menikmati suasana di arena bermain ini. Tentu saja, tempat ini kan bukan arena bermain untuk anak-anak saja, ini adalah arena permainan terbesar yang ada di korea. Dan sekarang, aku malah menangis disini??

“Huwaaa….” Aku menangis sejadi-jadinya mengingat apa yang telah dilakukannya padaku. Oke,, ini sungguh memalukan. Aku tahu. Tapi,, tapi…

“Hei!!! Apa yang sedang kau lakukan??” tanya seseorang,, tunggu ,, bukan seseorang tapi…. badut??

“Bukan urusanmu!!! Pergilah!! Aku sedang tidak ingin diganggu!!!” bentakku. Lagipula,, aku kan bukan anak kecil yang harus dihibur oleh seorang badut??

“Tapi tangisanmu membuat anak-anak disini takut… Berhentilah menangis,, kalau anak-anak itu juga ikut menangis, pekerjaanku akan bertambah…” Aku menoleh ke sekitarku…

“Eh, tapi… aku” Aku bingung, tidak tahu harus berkata apa.

“Tersenyumlah…” Dia menunjukkan senyumnya yang lebar. Senyumnya bertambah lebar karena lipstik merah mencolok yang menghiasi wajahnya.

Aku semakin bingung. Apa sih maunya badut ini?? Wajahku tetap datar dan tidak menunjukkan niat untuk tersenyum,, tapi dia bersikeras. “Baiklah, kalau kau tetap tidak mau tersenyum,, bagaimana kalau kutunjukkan sedikit trik kecil??” tanyanya sambil duduk disebelahku.

“Trik kecil??” Apa? Trik kecil apa? Aku tidak mengerti.

Sambil terus tersenyum, badut itu mengeluarkan dua koin. Kedua koin itu, dia selipkan antara jari-jari tangannya yang ramping. Keningku semakin berkerut tanda tidak mengerti. Dengan gerakan secepat kilat, koin itu bertambah menjadi tiga buah. Ia gerakan lagi tangan rampinganya, koinnya bertambah menjadi 4 buah. Aku terperangah, akhirnya aku tersenyum.

“Bagaimana pendapatmu tentang trik kecil ini?? Biasanya,, anak kecil akan langsung tertawa melihat trikku yang satu ini, padahal ini trik yang sederhana.”

“Kau… hebat. Kau pantas menjadi badut yang menghibur anak kecil.” Aku memujinya. Tapi,, tunggu… ‘anak kecil akan langsung tertawa melihat trikku yang satu ini’ aku mengingat kata-katanya lagi. “Kau pikir aku anak kecil??”

“Hahahaha… Aku kan hanya bercanda. Baiklah,, apa mau kubelikan ice cream?”

“Cukup,, hentikan, jangan perlakukan aku seperti anak kecil!!!” aku sudah mulai muak. Setidaknya, umurku sudah menginjak 17 tahun hari ini. Hari ini?? Tunggu… Hari ini hari ulang tahunku??

“Omo!!!” teriakku sambil berdiri.

“Ada apa? Kau mengagetkanku saja!!”

“Tega-teganya dia!! Memutuskanku dihari ulang tahunku??” aku berteriak semakin kencang.

“Jadi kau menangis karena diputuskan oleh namja chingu-mu??”

“Jangan menguping pembicaraan orang!!” Aku kesal,, sungguh kesal. Badut satu ini benar-benar mempermainkan perasaanku. Membuatku tersenyum dan membuatku kesal diwaktu yang sama. Ugh,,

“Kau berteriak sekencang itu,, mana mungkin aku tidak mendengarnya??”

Benar juga,, kenapa aku babo ya?? “Lalu apa yang kau lakukan disini??” well,, aku sudah lelah dipermainkan olehnya.

“Bukankah aku tadi menghiburmu??”

“Hmmm,, menghiburku…” Aku berpikir sejenak. “Baiklah,, kuucapkan kansamhamnida…” kataku sambil menundukkan kepalaku. Aku berdiri dan segera berlalu dengan langkah gontai,, aku tidak ingin menyia-nyiakan keberadaanku disini hanya untuk menangis,, setidaknya aku ingin bermain hingga aku puas. Tapi langkahku tercegat,, karena cengkraman tangan seseorang yang melingkar di pergelangan tanganku. Oke,, lagi-lagi bukan seseorang melainkan… badut.

“Ada apa?” tanyaku.

“Mianhae…”

“Untuk apa??”

“Mengupingmu??”

“well,, kuakui itu salahku karena aku berteriak keras-keras. Jadi untuk apa kau meminta maaf padaku??”

“Kalau begitu tersenyumlah…” ucapnya seraya tersenyum. Huh,, aku tak habis pikir,, mengapa ia senang sekali tersenyum dan menyuruh orang lain tersenyum seperti dirinya?? Aku pun menyunggingkan senyumku. Dia tersenyum lebih lebar. Seperti melihat anak kecil yang tersenyum karena dihibur olehnya. Anak kecil?? Lagi-lagi…

“Terima kasih…” untuk apa aku mengucapkan terima kasih??

“untuk apa??” tanyanya. Aku bingung…

Aku kembali tersenyum. “Karena kau telah menghiburku.” Setidaknya di hari ulang tahunku ini,, aku tersenyum karena dia.

“Kubelikan ice cream ya??”

“Jangan perlakukan aku seperti anak kecil.” Aku memohon padanya.

“Hadiah ulang tahunmu…” matanya mengerling padaku dan segera pergi. Aku kembali duduk di bangkuku saat pertama kali bertemu dengan badut tadi. Kuingat-ingat kembali perkataannya. ‘Hadiah ulang tahunmu…’ Hadiah ulang tahun?? Kalau begitu, ini adalah hadiah ulang tahun pertama yang aku terima hari ini. Dan hadiah ini dari seseorang yang bahkan aku tidak tahu namanya.

Tak lama,, ia pun kembali. “Ini…” katanya sambil menyodorkan ice cream yang ia belikan untukku.

“Gomawo… Ini adalah hadiah ulang tahun pertama yang kuterima hari ini,,” aku mengerutkan dahiku, berpikir “yah,, setelah pemutusan dari namja chinguku,, mantan namja chingu tepatnya. Tunggu,, apa itu termasuk hadiah ulang tahun??”

“Hahaha..” dia tertawa. Kenapa tertawa?? Setidaknya orang lain akan bersimpati padaku dan menghiburku. Dan dia,, dia malah menertawaiku.

“Kenapa tertawa? Hibur aku!! Bukannya menertawakanku!!”

“Kau pikir aku ini penghibur??” Penghibur?? Ugh,, jijik aku mendengarnya. Kesannya seperti… Yah,, kau tau lah maksudku apa.

“Bukan begitu,, tapi…” Aku bingung harus berkata apa. Aku merasa bersalah. Maksudku bukan seperti itu…

“Iya,, aku mengerti. Aku hanya merasa… Nasibmu masih lebih baik daripada aku. Tapi kenapa kau yang terus-menerus mengeluh dan aku yang terus-menerus tersenyum?”

Aku tertegun.

“Memangnya ada apa denganmu??” aku masih segan untuk bertanya terlalu gamblang padanya. Tapi rasa penasaranku yang tidak tahu pada tempatnya ini memaksa mulutku untuk berbicara. Wajahnya mendadak berubah mejadi sendu. Betapa babonya diriku ini!! Siapa tahu aku membangkitkan masa lalu yang tidak ingin dia ingat.

“Aku…”

“Huwaaaaa…..” seorang anak kecil menangis. Membuat perkataan badut terpotong.

“Pekerjaan memanggilku. Aku pergi dulu. Kau juga,, jangan menangis terus. Tersenyumlah!!!” Dia pergi meninggalkanku dalam kebingunganku. Aku menjilat ice cream ku hingga habis. Enak…

Aku termenung. Mengingat kembali apa yang terjadi tadi. Nasibku tidaklah seburuk nasibnya. Ya, itulah intinya. Ketika dia mau bercerita,, seorang anak kecil menangis sehingga memotong ucapannya. Membuatku penasaran saja… Tunggu,, Dasar babo!! Kenapa aku tidak menanyakan namanya?? Babo!!

Argh,, Just forget it!! Nikmatilah hari ini!! Sayang kan, sudah bayar tiket masuk mahal-mahal tapi tidak menaiki wahana apa pun. Meskipun si brengsek satu itu yang membayarnya, tapi tak apa lah. Aku heran,, dia mengajakku kesini, hanya untuk memutuskanku. Memang brengsek!! Apa sih maksudnya??

Rumah hantu. Boleh juga,, Haha… untuk menguji nyaliku. Aku memasukinya. Apa yang terjadi??

Oke,, ini membosankan… tidak ada satu pun yang dapat membuatku berteriak. Jangankan berteriak,, membuat jantungku berdegup kencang saja tidak. Padahal aku sedang ingin berteriak. Melepas stressku yang ingin segera keluar dari tempatnya ini.

Aku keluar dari rumah hantu yang membosankan. Menatap sepasang kekasih. Otakku berputar. Mengingat. ‘Rasanya aku mengenalnya’ batinku. Barulah otakku yang rasanya lebih-lebih rendah dari pentium satu ini bekerja. Oke,, kuakui yang satu ini sukses membuatku jantungku berdegup kencang, pipiku memerah, dan kesabaranku habis. Alhasil aku berteriak. Semua orang menatapku. Pandanganku beradu dengannya. Dengan si brengsek itu. Ya, namja chingu-ku. Mantan namja-chinguku tepatnya. Tapi dia malah pergi berlalu seolah tak mengenalku. Ya, pergilah. Sebelum aku mengejarmu dan menghajarmu.

Ugh,, perasaanku benar-benar dipermainkan hari ini. Aku lelah. Tapi aku bersikeras untuk menikmati wahana yang ada. Sekalian, pikirku. Perasaanku sudah benar-benar dalam kondisi lelah. Sekalian saja fisikku.

Kulirik semua wahana yang ada. Benda satu ini. Jet coaster. Aku takut tinggi. Tergolong phobia malah. Tepat sekali untuk perasaanku satu ini. Aku menimbang-nimbang, apakah aku benar-benar akan menaiki wahana ini? Aku nekat menaikinya. Masa bodoh apa yang terjadi setelah ini.

“Huwaaa……” Ini sungguh menyeramkan. Pelan-pelan,, aku dibawa pada ketinggian yang tak pernah aku rasakan sebelumnya. Hingga pada puncak tertinggi,, aku menuruni lintasan dengan kecepatan yang tidak dapat dibayangkan oleh otakku yang lemot ini. Belum lagi tikungan yang tajam. Aku segera pergi ke toilet untuk membenahi dandananku. “Wahana satu ini memang benar-benar… sudah membuat kepalaku pusing, perutku mual dan lagi…” belum selesai aku menyelesaikan kalimatku,, tiba-tiba… “Huweee…” aku muntah. Iyaksss,, ini benar-benar menjijikkan. Untunglah,, ini di toilet. Tidak terbayang dikepalaku apabila aku muntah di wahana tadi. Belum lagi rasa maluku. Mau disimpan dimana wajahku yang memerah karena malu ini.

Aku keluar dari toilet dan memaki diriku. “Sialan!!! Aku benar-benar phobia sama ketinggian!” Kulihat sekitarku. “Hmm sudah malam ya?? Banyak sekali bintang yang berkeliaran disekitar kepalaku.” Aku limbung dan jatuh. Kupikir aku akan jatuh ke tanah perkerasan, tapi rasanya seseorang yang memegang tubuhku erat-erat. Oke,, dan lagi-lagi bukan seseorang melainkan… “Badut??” Aku tersenyum. Setelah itu semuanya gelap.

End’s of Yui POV

Hangeng’s POV

Akhirnya selesai juga pekerjaanku hari ini. Anak tadi, bagaimana ya kabarnya?? Rasanya dia seumuran denganku. Kasihan sekali dia.

“Hangeng,, kau belum pulang??” tanya Teukie hyung.

“Baru selesai ganti baju hyung. Hyung sendiri??” kulihat ia akan mengganti seragamnya dengan pakaian casualnya.

“Aku baru selesai. Hari ini banyak sekali pengunjungnya. Cukup melelahkan.”

“Tentu saja. Ini kan hari liburan. Jadi, sudah pasti akan ramai sekali.” Aku melihat kearah jam dinding yang menempel di ruang ganti. Sudah sore. “Hyung,, aku duluan ya!! Sudah sore.”

“Iya. Hati-hati ya!!” ucapnya.

Aku melangkah keluar dari ruangan ganti. Merenggangkan tanganku yang pegal-pegal karena bekerja seharian ini. Kupandangi sekeliling yang nampak masih ramai. Mataku terfokus pada sesosok gadis yang rasa-rasanya aku kenal. ‘Ah!! Anak tadi!!’ batinku. Apa yang sedang dia lakukan?? Dia seperti mau….

Badanku bergerak lebih cepat dari otakku. Kini tubuhnya yang mungil tertangkap tanganku. “Badut??” panggilnya seraya tersenyum.

Aku memapahnya ke bangku yang ada didekatku. Sekarang suasana sudah sepi. Matahari sudah tidak terlihat. Bulan juga belum datang. Kupandangi wajahnya. Manis. Apa yang terjadi padanya ya?? Lalu sampai kapan aku harus menemaninya?? Ini sudah terlalu malam.

Kuraih tas kecil yang ia bawa. “Mianhae karena tidak sopan..” ucapku. Kubuka isinya,, dan mengaduk tas kecil itu hingga mendapatkan apa yang aku mau. Dompet. Aku bukan pencuri. Kutekankan,, aku bukan pencuri. “Kartu identitas dimana ya?? Ah!! Ini dia!!” Kupandangi fotonya. Benar-benar manis.

Kuperhatikan dengan seksama kartu pelajar yang ada di tanganku itu. Sepertinya aku mengenalnya. Ini seperti kartu pelajar yang aku punya… “Mwo??” aku berteriak. Untung dia tidak bangun. “Jadi, kami satu sekolah.” Kulihat namanya yang tertera di kartu pelajar itu. “Namanya aneh juga untuk orang korea. Mungkinkah keturunan Jepang??” Kuperhatikan tempat tanggal lahirnya. “Ah,, iya. Dia lahir di Osaka. Alamat rumahnya… mmm,,,” Kutelusuri kartu pelajar itu dengan telujukku,, mencari alamat rumahnya. “Ketemu!!!”

Kutatap wajahnya sekali lagi. “Sepertinya aku akan pulang telat hari ini.” Kugendong ia di bahuku. Tubuhnya ringan sekali. Kuputar lagi kejadian tadi di otakku.

‘Badut??’ panggilnya. Kenapa ia bisa mengenaliku yang tanpa riasan badut sama sekali ini ya?? Padahal wajahku kan tampak sangat berbeda dengan riasan badut yang tebal. Teman-temanku yang dekat denganku saja tidak mengenaliku ketika bertemu aku yang mengenakan kostum dan riasan badut. Nah dia?? Baru sekali ini aku bertemu orang yang mengenaliku meski tanpa aksen badut sama sekali. Anak ini benar-benar menarik. Entah kenapa aku tersenyum. Hei,, aku kan memang senang tersenyum??

“Sampai juga,, Tunggu… Apa benar ini rumahnya??” Mulutku menganga karena terkagum-kagum. “Wah,, besar sekali!!” Kutekan belnya dengan tangan kananku. Sedangkan tangan yang lain masih menggendongnya di bahuku. Tunggu,, aku baru sadar…“Apa yang harus aku katakan pada orang tuanya?” tapi terlambat,, bel sudah berbunyi.

tbc…

by : ~a.a sholiha~

note : ini ff pertamaku,, mohon bantuannya…

24 Comments (+add yours?)

  1. shania9ranger
    Aug 07, 2010 @ 15:49:24

    miss you gege Han, seneng rasa’na baca yg ada oppa’na. Mau dong d gendong sama oppa? Hihi..

    Reply

  2. dhikae
    Aug 07, 2010 @ 16:03:16

    ayo author
    ditunggu lanjutannya yah
    aduh jdi kgn han..ckkkk
    nice ff

    Reply

  3. hanamikaoru
    Aug 07, 2010 @ 16:19:29

    Ditunggu lanjutannya… ^^

    Reply

  4. fani
    Aug 07, 2010 @ 16:49:41

    keren..lanjuutt..

    Reply

  5. rachul
    Aug 07, 2010 @ 16:49:49

    rameee!
    lanjoooot
    nice ff! ^^

    Reply

  6. Vaniiy Hyesun Lee
    Aug 07, 2010 @ 17:52:58

    kirain badutnya sapa, taunya si gege 😀
    yui nekat, ud tau phobia malah ttp naik, ckckck, pantesan aja pingsan,hahaha
    nice ff deh ! Lanjut yaaa XD

    Reply

  7. liathespaniard
    Aug 07, 2010 @ 18:01:48

    Wahh, kwrendh gege jd badut, jd kangen, oppa bogoshippoyo huhuhu

    Reply

  8. firma
    Aug 07, 2010 @ 18:29:05

    Baguuuuusssss!!!!
    Lanjutannya jangan lama2..
    Okeh….???!!!

    Reply

  9. parksora
    Aug 07, 2010 @ 18:45:41

    Author… badutnya keren kirain siapa sih
    ternyata gege
    rame deh
    lanjutannya jgn lama-lama ya

    Reply

  10. meliameimei
    Aug 07, 2010 @ 21:51:30

    ditunggu lanjutannya :DDD

    Reply

  11. jasmijn2903
    Aug 07, 2010 @ 22:00:47

    baguuus~~ aku suka FFnya.. 🙂
    part 2 ASAP, yaa! 😀

    Reply

  12. cho_nee_ya
    Aug 07, 2010 @ 23:55:09

    g sbr nggu lnjutan nyh x))

    Reply

  13. sorajune
    Aug 08, 2010 @ 01:18:42

    pndek bgt ya… lanjut ya say…. kgn ma han han ^^

    Reply

  14. mei.han.won
    Aug 08, 2010 @ 05:53:47

    si ank china jdi badut….seruuuu niii….
    Ehmm….part 2 jgn lma2… 🙂

    Reply

  15. mrschokyuhyun
    Aug 08, 2010 @ 11:38:34

    hhahaha~dari awal baca penasaran sama si ‘badut’ wkwkwk~!
    Tau-taunya badut itu adalah dirimu―hangege >.< sempet kepikiran donghae yang jadi badut 😛

    Reply

  16. sungwookie
    Aug 08, 2010 @ 14:35:05

    tdi pkir bdutnya spa tnyata koko han,,
    Lanjutt ya

    Reply

  17. Sebastian Mamoru
    Aug 08, 2010 @ 18:19:59

    Lanjutttt suka banget bagian Hangeng jadi badut…*sekarang jarang ada ff tentang Hangeng nih hehehe*…ck ck ck …..lanjut yah ~

    Reply

  18. Ocha
    Aug 08, 2010 @ 20:15:57

    Kangen ama Hangeng dech…
    Nice ff…

    Reply

  19. Nabilacho
    Aug 08, 2010 @ 20:48:18

    Keren..
    ada hangeng..
    miss hangeng…:'(
    lanjut…

    Reply

  20. aichan
    Aug 08, 2010 @ 22:21:12

    lnjuuutt…like this ff….miss you hanggeng…>.<

    Reply

  21. intanintan
    Aug 27, 2010 @ 01:49:52

    Emang senyumannya hangeng gege paling pure dan bikin damai..
    Jadi kangenT_T

    Reply

Comment's Box

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: