The Meaning of My Wings

By : Nam Hee Rin
***

Di suatu interview bersama Super Junior..
“Selamat datang para member Super Junior, terimakasih telah meluangkan waktu kalian untuk mengikuti interview ini.”, ucap salah satu MC.
“Tidak apa-apa, lagipula kami turut senang bisa memeriahkan acara ini.”, jawab Leeteuk.
“Baiklah langsung saja kita mulai interviewnya, mengenai album keempat yang baru kalian luncurkan.”, kata MC lainnya.
Interview membahas album keempat super junior pun berlangsung dengan menyenangkan dan mereka membahas hampir segala hal tentang album keempat.
“Tak terasa kita telah melaksanakan interview selama hampir 2 jam, dan seluruh hal tentang album keempat telah kita bahas. Namun, saya masih ingin membahas tentang nama panggilan yang kalian dapat, meski ini tidak ada hubungannya dengan album keempat, bisakah?”, tanya salah satu MC.


“Tentu saja, silakan.”, sahut Heechul.
“Baiklah, mari kita mulai dari sang magnae, Kyuhyun.”, kata sang MC.
Mereka pun mulai saling bercerita tentang asal mula nickname masing-masing, sampai tiba saatnya membahas nickname Leeteuk.
“Baiklah, sekarang giliran member terakhir, yaitu sang leader Leeteuk. Seperti yang kita semua tahu, Leeteuk memiliki julukan ‘Angel without wings’, dan semua orang berasumsi kau mendapat nickname itu karena ka sangat baik hati seperti malaikat, namun karena kau dalam wujud manusia maka kau tak memiliki sayap. Tapi sepertinya bukan itu alasan utamanya karena bila kuperhatikan wajahmu terlihat mencerah jika mendengar sebutan itu. Apakah memang ada alasan lain?”, tanya si MC.
“Memang itu bukan alasan utamanya.”, jawab Leeteuk sambil tersenyum.
“Lalu, apa kau bersedia memberitahu alasan utamanya pada kami?”, tanya MC lainnya.
“Ceritanya cukup panjang.”, sahut Leeteuk.
“Tak apa, lagipula jadwal berikutnya masih cukup lama.”, canda MC.
“Tapi, ada beberapa hal yang tak boleh dishoot karena ini turut menceritakan masa lalu orang lain.”, pinta Leeteuk.
“Tak masalah, nanti kau bisa bantu kami mengedit dan pilih mana yang boleh ditayangkan. Kami sangat penasaran dengan ceritamu.”, sahut sang MC.
“Baiklah.”, kata Leeteuk.
Leeteuk bertukar senyum dengan member lain, yang sepertinya juga mengetahui alasan utamanya, kemudian ia mulai bercerita..
[flashback]
“Jungsoo-ah, kau mau kemana? Hari sudah mulai gelap!”, ucap Eomma dari ruang keluarga saat melihat anak lelakinya melangkah menuju pintu rumah mereka.
“Sebentar eomma, ada barang yang harus kubeli untuk perlengkapan training besok.”, sahut Jungsoo.
“Baiklah, hati-hati, segera pulang setelah dapat!”,kata Eomma.
“Ya, aku pergi dulu.”, kata Jungsoo lalu menghilang di balik pintu.
-selesai membeli perlengkapan-
“Langit sungguh indah, sayang jika aku hanya bisa melihatnya dari kamar. Lebih baik aku menuju taman dulu sebentar sebelum pulang, toh belum terlalu malam.”, gumam Jungsoo yang kemudian segera berlari menuju taman di dekat rumahnya.
Beberapa saat kemudian ia tiba di taman dan mencari bangku yang kosong, namun semua bangku telah diisi oleh pasangan yang sedang berbahagia, atau para orang jalanan yang tak memiliki tempat tinggal. Ia mendesah kecewa. Saat hendak kembali untuk pulang, ia melihat sebuah bangku yang hanya diduduki oleh seorang wanita yang terlihat seumuran dengannya. Jungsoo pun menghampiri gadis itu.
“Permisi, boleh aku duduk disini?”, tanya Jungsoo.
Wanita itu menoleh dengan mimik agak terkejut lalu segera tersenyum, meski terlihat dari matanya bahwa ia baru saja menangis.
“Tentu saja, silakan.”, ucap wanita itu.
“Terimakasih.”, sahut Jungsoo. Wanita itu hanya mengangguk lalu kembali menatap langit.
Setelah beberapa saat puas menatap langit, Jungsoo bersiap pulang. Namun ia penasaran dengan gadis di sebelahnyayang malah menatap langit dengan tatapan hampa dan raut muka yang sedih.
“Langit yang indah bukan?”, kata Jungsoo membuka percakapan.
“Ya.”, sahut wanita itu sambil tetap melihat ke arah langit.
“Kalau kau berpikir begitu, mengapa kau menatapnya seperti itu?”, tanya Jungsoo.
“Karena langit ini juga yang telah merenggut kebahagiaanku.”, jawab wanita itu.
“Kenapa?”, Tanya Jungsoo terkejut.
Wanita itu hanya terdiam dan wajahnya terlihat semakin suram.
“Kau tak perlu memberitahuku jika kau tak ingin. Lagipula kita baru saling bertemu tak lebih dari 30menit. Maaf jika aku berlaku tak sopan padamu.”, ucap Jungsoo.
Wanita itu lagi-lagi hanya terdiam dan tak menunjukkan tanda-tanda hendak berbicara.
“Emm.. Kupikir hari sudah mulai malam, aku harus segera kembali ke rumah, kau juga jangan berlama-lama di sini. Hati-hati, aku permisi.”, kata Jungsoo.
Jungsoo sudah hendak berjalan menjauh ketika ia mendengar suara wanita itu memanggilnya.
“Tolong temani aku sebentar di sini.”, ucap wanita itu.
Jungsoo pun menoleh dengan terkejut, kemudian berjalan dan duduk kembali di samping wanita itu. Hampir semenit mereka berdua saling hanyut dalam pikirannya masing-masing.
“Sampai 2 tahun yang lalu, aku masih memiliki sayap yang terbentang lebar, yang berarti aku merasa sangat bebas dalam kehidupan ini. Namun, hari itu tiba,merobek sayapku menjadi serpihan-serpihan yang tak berarti.”, kata wanita itu memulai pembicaraan.
“Dulu aku merupakan seorang wanita yang pemberani, merasa bisa melakukan segala sesuatu dengan baik, meski aku baru pertama kali melihatnya. Tak ada hal yang kutakuti dan tak bisa kulakukan.
“Aku memiliki seorang kekasih, kami saling mencintai dan ia sangat mengerti diriku. Kami hendak melaksanakan pertunangan, meski kami baru lulus SMA, jika saja hal itu tak terjadi.
“Kami sedang berlibur ke sebuah pulau bersama keluarga kami, kemudian aku mellihat lapangan terbang dan pesawat jet pribadi yang berada di pojok lapangan itu. Aku merasa tertantang dan hendak mencoba pesawat itu. Keluarga kami tentu menentang, karena hal itu dapat membahayakan nyawa, namun aku tetap bersikeras ingin melakukannya. Kemudian, kekasihku mengatakan pada keluarga kami bahwa ia akan mendampingiku mencobanya dan memastikan bahwa kami akan baik-baik saja. Dan setelah melalui beberapa perdebatan akhirnya kami diijinkan.
“Aku mulai mencobanya dan berhasil menerbangkannya di udara. Kami bersenang-senang di atas sana sambil melihat langit yang indah persis seperti saat ini, sampai …”, ucapan wanita itu terpotong dengan seguk tangisnya.
Jungsoo segera memegang pundak wanita itu dan berusaha menenangkannya.
“Kau tak perlu menceritakannya lebih lanjut jika itu membangkitkan luka hatimu lagi.”, kata Jungsoo.
“Tidak, aku harus melakukannya agar bebanku berkurang.”, sahut wanita itu.
Wanita itu pun menenangkan dirinya dan setelah mengambil napas panjang, ia kembali bercerita.
“Dan kemudian, saat kami hendak kembali menuju lapangan, kendali pesawat tak bisa dikontrol, sehingga pesawat melaju ke tanah dengan kecepatan tinggi. Disana pun tak tersedia jaket keselamatan. Kami semakin tegang, namun ia tak menunjukkan ketakutannya, malah berkata bahwa ia akan melindungiku. Ia memelukku dan pelukan itu tak terlepas saat aku merasa ada guncangan hebat yang menandakan bahwa pesawat kami telah menabrak tanah. Setelah itu aku tak sadarkan diri.
“Beberapa hari kemudian, saat sadar, aku mengetahui bahwa ia tak dapat diselamatkan. Memang, tak ada yang menyalahkanku atas kematiannya, namun aku berpikir jika saja aku tak bersikeras ingin mencobanya, jika saja ia tak berusaha melindungi diriku,mungkin ia masih hidup dan aku yang berada di sana. Kupikir akan lebih baik jika seperti itu.”, ucap wanita itu sambil tersenyum pahit.
“Kau tak boleh berkata seperti itu, mungkin itu memang sudah takdirnya dan kau dibiarkan tetap hidup agar kau bisa menjadi lebih baik dan tak membiarkan kejadian itu menghantuimu terus menerus. Ia juga tak akan suka jika pengorbanannya hanya akan membuatmu menjadi seperti ini.”, hibur Jungsoo.
“Keluargaku juga terus mengatakan hal itu, tapi entah mengapa jika kau yang mengatakannya aku benar-benar merasa mungkin memang itu maksud aku dibiarkan terus hidup. Kau adalah orang pertama yang mendengar ceritaku ini langsung dari mulutku, karena tak tahu mengapa, aku merasa nyaman berada di dekatmu. Maaf jika aku mengganggumu dengan cerita ini.”, kata wanita itu.
“Tidak, aku malah merasa mendapat kehormatan dapat mendengar cerita pertama ini.”, jawab Jungsoo sambil tersenyum tulus.
Kemudian mereka terdiam cukup lama.
“Emm.. Kurasa sudah waktunya kau kembali, aku takut keluargamu mencarimu. Tenang saja, mulai saat ini aku akan berusaha berubah menjadi orang yang lebih baik dan takkan mengecewakan orang di sekitarku. Terimakasih atas kehadiranmu, kau seperti malaikat yang datang ke dalam kehidupanku yang suram.”, ucap wanita itu.
Wanita itu mulai merapikan barangnya dan bersiap untuk pergi.
“Semoga kita dapat bertemu lagi di kemudian hari.”, kata wanita itu sambil menunduk dan berjalan menjauh.
“Hei, jika kau merasa aku adalah malaikat, aku akan memberikan sayapku padamu sehingga kau bisa merasa lebih bebas dan ingat bahwa ada malaikat yang pernah menghiburmu.”, seru Jungsoo.
“Terimakasih.”, sahut wanita itu kemudian melanjutkan jalannya.
“Ah, aku lupa menanyakan namanya! Yah, jika memang takdir kami akan bertemu lagi.”, batin Jungsoo.
Ia pun hendak berjalan menjauh saat ia merasa menginjak sesuatu. Ia mengambilnya dari tanah, sebuah kalung dengan inisial huruf. Ia pun tersenyum melihatnya, menyimpannya dalam sakunya dan melanjutkan perjalanannya ke rumah.
[end of flashback]
“Jadi begitulah ceritanya, cukup panjang bukan?”, jelas Leeteuk.
“Eomo, sungguh menyayat hati. Apa kau pernah bertemu dengannya lagi setelah kejadian itu?”, tanya salah satu MC.
“Tidak, selama 6 tahun ini aku tak pernah bertemu dengannya. Lagipula aku tak tahu wajahnya karena hari telah cukup gelap saat itu. Aku hanya melihat siluet tubuhnya saja. Biarlah, yang penting aku tetap mengingatnya di dalam hatiku.”, ucap Leeteuk.
“Apa kau masih menyimpan kalung berinisial itu? Memang ada huruf apa disana?”, tanya MC yang lain.
“Masih, kujadikan salah satu jimat keberuntunganku.”, kata Jungsoo sambil mengeluarkan sebuah untaian kalung dari saku celananya.
“Inisialnya N.H.R. , mungkin inisial namanya.”, sambung Leeteuk.
Tiba-tiba terdengar suara benda terjatuh ke lantai dengan cukup keras. Semua orang segera melihat ke arah pemilik benda itu.
“Oh, HeeRin-sshi, giliranmu masih 15 menit lagi, tapi kalau kau mau bergabung disini silakan.”, sapa salah satu MC.
“Apa kau saking gugupnya bertemu langsung dengan Super Junior sampai menjatuhkan tas tanganmu? Bagaimana bila ada barang berharga?”, canda MC lain sambil membantu mengambilkan tas tangannya yang terjatuh dan memberikannya pada HeeRin, tapi ia tetap terpaku disana.
“Oh iya, perkenalkan, ia adalah salah satu supermodel Korea yang sudah terkenal di luar negeri, namun baru kali ini ia kembali kemari karena selama ini ia berdomisili di Eropa, selama ini dijuluki ‘Double Wings’, banyak orang memperkirakan karena karirnya sangat mulus. Namanya adalah Nam Hee Rin.”, ucap MC.
“Nam Hee RIn?”, tanya Leeteuk memastikan.
“Ya, memangnya kenapa? Apa ia wanita yang tadi kau maksud? Tapi kan inisialnya NHR… loh? Nam Hee Rin itu NHR kan? Tapi mana mungkin bisa kebetulan seperti ini?”, sang MC menjadi bingung dengan ucapannya sendiri.
Leeteuk berjalan menuju HeeRin, lalu mengambil tas tangannya yang berada di tangan salah satu MC, kemudian menyerahkannya pada HeeRin.
“Ini tas tanganmu.”, ucap Leeteuk.
“Oh, iya, terimakasih.”, jawab HeeRin sambil tersenyum.
“Boleh kutahu mengapa kau dijuluki ‘Double Wings’ ?”, tanya Leeteuk.
“Karena dulu ada seorang malaikat baik hati yang bersedia memberikan sayapnya untukku.”, jawab HeeRin.
“It’s you…”, ucap Leeteuk dengan senyum mengembang dibalas senyum tulus HeeRin.

-The End-

28 Comments (+add yours?)

  1. hani_han hyun rin
    Aug 10, 2010 @ 14:13:16

    keren bgt ceritanyaaa..
    bahasanya bgus^^

    great ff

    Reply

  2. hani_han hyun rin
    Aug 10, 2010 @ 14:16:04

    oh, 1st ternyata

    Reply

  3. Little_eunhae
    Aug 10, 2010 @ 14:20:50

    Nyentuh bgt ceritanya aku sampe sedih bacanya, two thumbs buat author bT.Td

    Reply

  4. Kyufie_jelegh
    Aug 10, 2010 @ 14:21:42

    wuaaaahhhh.. kereeeeennnnnn…

    gw sampe ketawa2 sndiri bacanya…

    sweeeettt bangeeett….

    akhirnya double wings ngari salah satu wingnya sama without wing trus isa terbang bersamaaa. *gaje kumat*

    jiaahh.. brasa ngomongin pem**lut aja gw, pake wingwingan sgala *digampar author*

    Reply

    • Kyufie_jelegh
      Aug 10, 2010 @ 14:24:07

      huhuhu.. revisi dikit.. bukan ketawa.. tapi senyum2.. huhuhu…

      *jiahh bahasa gw makin aneh*

      heran, komen atas gw sedih kuk gw malah ngrasa sneng yah? ~_~
      romantis soalnya >.<

      Reply

  5. meliameimei
    Aug 10, 2010 @ 14:26:48

    bagus 😀

    Reply

  6. haeny_elfishy
    Aug 10, 2010 @ 14:29:05

    waa, so sweet n nggak nyangka bakal ketemu. . .
    jd bayangin gimana kalo teuk punya pacar supermodel . . . kekeke
    nice ff chingu^^

    Reply

  7. Siwonieai
    Aug 10, 2010 @ 14:29:08

    T.T

    hwaaaa..!
    Seandainya aku yg berada di posisi si NHR..*uuuuuu ngareppppp*

    Reply

  8. chris~wonnie~hyunnie
    Aug 10, 2010 @ 15:10:19

    seandainya aku bisa bertemu salah satu member suju di tmn…
    *kabur ke taman terdekat*
    kerennn…
    ceritanya menguras hati….!!!
    simple but nice……………………!

    Reply

  9. Ryeo-Kyu
    Aug 10, 2010 @ 15:38:52

    daebak… bahasanya sopan tp g terlalu kaku… jalan critanya jg gampang di mngerti… ^^ lanjutin trs ya, onnie! (klo bsa d buat yg seri-an..) hehe

    Reply

  10. niebum
    Aug 10, 2010 @ 15:40:31

    keren cerita’y…
    ^^

    Reply

  11. May4teukie
    Aug 10, 2010 @ 17:19:47

    Critana bagus chingu~
    bahasa’a juga bagus..^^

    Reply

  12. ~OlivE~RyeonggoO~
    Aug 10, 2010 @ 17:37:40

    cie~

    Reply

  13. a-chan
    Aug 10, 2010 @ 17:43:49

    keren ceritanya,, onn…
    like this…

    Reply

  14. Park Eunsoo
    Aug 10, 2010 @ 17:45:30

    Keren~~~
    Idenya bgs…..
    Like this…..^^

    Reply

  15. jasmijn2903
    Aug 10, 2010 @ 17:49:38

    waa~ baguuuus~~!
    so sweet bangeeet~
    love this one. 🙂

    Reply

  16. monchul
    Aug 10, 2010 @ 17:58:41

    “it’s you…” ooohh lanjut dong “oh oh only for you, oh oh only for you” wkwkwk~ #gaje *ditimpuk*
    suka euy! share more lagi ya. aseek ketemuan lagi, ciee teukie… #gajelagi *dibakar*

    Reply

  17. ╭♥ Itsxokyulatee╭♥
    Aug 10, 2010 @ 18:09:19

    great~
    like it!

    Reply

  18. rachul
    Aug 10, 2010 @ 19:06:52

    keren ceritanya ..
    kok bisa dapet ide kaya gini? hebaaaat ..
    kreatif!
    nice ff ^^

    Reply

  19. secretev
    Aug 10, 2010 @ 19:11:54

    gomawo buat semua yg uda baca ^^

    Reply

  20. strawberrymilk
    Aug 10, 2010 @ 19:42:42

    wooo…
    so sweet.. like it..^^

    Reply

  21. dwihae
    Aug 10, 2010 @ 20:25:28

    wah bagusnya………kebetulan yang sangat berharga…. apa itu benar…????

    Reply

  22. Putri Melyana
    Aug 10, 2010 @ 20:49:07

    FF’a bagus. 🙂
    Hwiting yah buat Author. 😉

    Reply

  23. Niendha
    Aug 10, 2010 @ 21:52:01

    ahahahahaaaaa… kbetulan mngerikan yg mngharukaaann ~~ hahaha~~ aku suka ffnyaaa

    Reply

  24. shania9ranger
    Aug 10, 2010 @ 22:56:10

    Nice ff chingu, i like it. Pengen ikutan ngalamin kbetulan yg ky gitu sm teukie oppa. *d gaplok Sangmi*

    Reply

  25. ndeehyuk
    Aug 11, 2010 @ 08:09:09

    it’s you….
    Uwowh…..

    Reply

  26. Sebastian Mamoru
    Aug 12, 2010 @ 21:54:47

    Astaga!!!!
    gw suka sama ceritanya!!!
    kerennnnnnn dan amat sangat romantis
    salut sama authornya -)

    Reply

  27. eundhy
    Aug 21, 2010 @ 17:50:12

    g belom komen ya?
    bagus ceritanya…
    wiw.. teukie sm supermodel?
    kbanting tnggi nya ahhaha
    /plakkk

    dtnggu next ff nya

    Reply

Comment's Box

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: