Y I © U (why i love you) part 3

Part sebelumnya…

Kuedarkan pandanganku mencari bangku kosong untuk duduk. Tiba-tiba seseorang berteriak. “Badut!!!” Kulihat siempunya suara. Ah,, dia…

“Kau?? Yang kemarin ya?? Bagaimana keadaanmu?? Baik-baik saja kan setelah pingsan kemarin??” tanyaku sambil tersenyum.

End of Hangeng’s POV

Yui’s POV

Aku hanya tersenyum simpul. Seongsanim makin mempertajam matanya. Bola matanya mungkin akan keluar jika aku tidak segera menghentikan keributan yang kubuat dikelasnya. “Mianhae,, seongsangnim. Saya telah membuat keributan.” Aku membungkukan badanku.

Ia melihat kearahku. Kemudian ia lihat apa yang aku tatap. Ditatapnya wajah seongsangnim. Sepertinya dia menyadari perubahan wajah seongsangnim. Dia ikut membungkuk seperti yang telah kulakukan.

“Kau?? Siapa namamu??” tanya seongsangnim padaku.

“Yui. Namaku Yui seongsangnim.” Ucapku.

“Kau??” dia menunjuk Badut.

“Hangeng.”

“Hangeng cepatlah duduk,, aku akan segera memulai ulangan.”

“Mwo?? Ulangan,, seongsangnim??” tanya Kyu.

“Ini kan baru hari pertama seongsangnim.” ucap seorang anak yang kukenal bernama Eunhyuk.

Badut, maksudku Hangeng berjalan menuju bangkuku. Akhirnya dia duduk disebelahku. Memang dari tadi bangku itu kosong.

“Sudahlah cepat siapkan alat tulis kalian. Ini hanya untuk mengetes sejauh mana kemampuan kalian. Kita akan ulangan matematika.” Ucap seongsangnim.

Aku bisa melihat senyum evil dari wajah Kyu. Kuakui kehebatan Kyu dalam bidang ini. Ia telah berulang kali mewakili sekolah kami untuk mengikuti olimpiade matematika internasional.

Aku pun ikut tersenyum. Begini-begini,, aku adalah mantan yeoja-chingunya Kyu. Ilmunya pun menular padaku. Kyu lah yang menyebabkan aku juga menyukai pelajaran ini. Ugh,, aku jadi mengingat orang yang ada didepanku lagi… ‘Sebenarnya ada apa dengan Kyu? Kenapa dia harus melakukan ini padaku??’ pikirku.

Kukerjakan soal-soal yang ada didepanku. Ini sih,, bukan soal yang rumit.

“Rumit sekali sih soal ini.”

Kucari sumber suara itu. Ternyata dia Hangeng. Pikiran kami berbeda. Kutatap wajahnya. ‘Dipikir-pikir, kami memang sangat berbeda. Dia sangat suka sekali tersenyum, sedangkan aku tidak. Aku menguasai pelajaran matematika, sedangkan dia…’ kuperhatikan tingkahnya. ‘Rasanya, matematikanya buruk.’ Dia sadar aku memperhatikannya sejak tadi. Dia tersenyum. Lagi-lagi…

“10 menit lagi…” teriak seongsangnim.

‘Mwo?? Aish,, ini pasti karena aku memperhatikan Hangeng sejak tadi!!’ batinku. Aku masih belum menyelesaikan 2 soal terakhir dari 10 soal. Kulihat Kyu,, sepertinya sudah selesai. Dia tertidur sekarang. Kukerjakan 2 soal terakhir itu secepat mungkin.

“Kumpulkan!!” perintah seongsangnim.

“Fiuh,,” aku bernapas lega. “Selesai sudah…” Kukumpulkan lembar jawabanku pada seongsangnim. “Lain kali,, jangan buat keributan!!!” tegur seongsangnim. “Nde…” aku menjawab lesu. Kuperhatikan Hangeng lagi. Sepertinya,, dia masih sibuk dengan soal yang dipikirnya rumit.

“Yui!!!” teriak Young In saat aku keluar dari kelas.

“Ada apa??” tanyaku.

“Biasanya kau mengumpulkan paling pertama??” tanya Young In.

“Oh itu…” apa yang harus kukatakan?? Aku harus bilang kalau aku terlalu lama menatap Hangeng?? Itu memalukan!!

“Soal Hangeng…” ucap Young In.

Degg,, tepat sekali ucapannya.

“Kenapa kau panggil dia badut?? Apa dia badut yang kau ceritakan kemarin??”

“Ah,, kau ini.. Kukira apa…” Kupikir…

“Bukannya kukira apa… Jawab aku!! Apa benar dia itu badut yang kau ceritakan kemarin??”

“Iya,, kenapa sih?? Ngotot banget pengen tau…” tanyaku yang kesal karena Young In terus saja berteriak.

“Dia,, cakep juga.”

“Young In,, kamu suka ama dia??”

“Cuma simpatik,, dia kan uda jadi milik kamu Yui!! Aku gug akan ngerebut dia kok!!”

“Apaan si?? Nyebelin!!”

“Kira-kira,, kenapa ya dia mau jadi badut?? Apa keluarga dia segitu gug mampunya buat ngebiayain dia??”

“Oh soal itu…” tanyaku manggut-manggut.

“Kau tahu??”

“enggak!! Tanya aja sendiri!!” jawabku, aku segera berlari meninggalkan Young In.

“Yui,,, kau iniii…..” teriak Young In. Dia berlari mengejarku.

Aku tertawa puas. “Suruh siapa bilang kalau badut itu milik aku. Tau namanya juga baru tadi.” Ucapku pada Young In.

Kuhabiskan waktu istirahatku di kantin. Dan Young In, tidak ada henti-hentinya membahas Hangeng. Hingga akhirnya aku keceplosan bicara. “Gara-gara menatapnya terlalu lama,, aku hampir saja tidak dapat mengerjakan 2 soal terakhir.”

“Apa kau bilang??” tanya Young In.

‘Ups! Bagaimana ini?? Yasudahlah ceritakan saja.’ Aku ceritakan semua yang terjadi pada Young In. Temanku satu ini,, selalu ingin mengetahui apa yang terjadi padaku.

Selanjutnya,, tidak ada yang menyenangkan. Hingga akhirnya bel pulang pun berdering. Aku senang. Senang bisa pulang ke rumah. Senang bisa melepas lelah. Dan yang paling kusenangi adalah… tidak mendengar Young In yang terus-menerus mengoceh tentang aku dan Hangeng.

“Umma,, aku pulang!!!” teriakku saat membuka pintu rumah.

“Umma mau kemana??” aku bertanya karena melihat Ummaku yang sudah berpenampilan rapi, tumben.

“Ayo ikut Umma ke bandara… Jemput sepupumu,, Kibum…”

“Kibum Oppa pulang Umma??” tanyaku.

“Nde,, tidak usah ganti baju. Sudah telat…”

Kibum Oppa adalah sepupuku yang paling dekat denganku. Dia seumuran denganku. Aku sudah menganggapnya sebagai Oppaku sendiri. Umma pun mengerti,, karena aku anak tunggal. Kibum Oppa tinggal di Amerika, mengikuti orang tuanya. Awalnya aku keberatan,, tapi semua demi kebaikan Oppa. Dia berjanji akan kembali dan kuliah di Korea. Aku bingung. Aku keturunan Jepang dan tinggal di Korea. Kibum Oppa keturunan Korea tapi tinggal di Amerika. Kenapa kami berdua tidak tinggal di negara asal kami ya?? Inilah yang membuatku merasa memiliki kesamaan dengan Kibum Oppa. Tapi sekarang kan dia baru kelas XII SMA sepertiku. Apa yang dilakukannya disini??

“Umma,, kenapa Oppa pulang ke Korea sekarang?? Katanya waktu kuliah dia baru mau ke sini?? Apa cuma liburan Umma?? Tapi kan liburan uda lewat,, Umma..” aku bertanya pada Umma beruntun.

“Aduh,, tanyanya satu-satu dong!!! Kibum bilang,, dia mau lanjutin SMAnya disini. Supaya nyari kuliahnya gampang.” semua pertanyaanku hanya Umma jawab dengan satu jawaban.

Aku sampai di bandara. Kulihat sekelilingku. Kucari Oppaku. “Umma,, dimana Oppa??”

“Coba hubungi dengan handphonemu!!” perintah Umma.

“Yui!!” teriak seseorang. Kucari asal suara yang memanggilku.

“Kibum Oppa!!” aku berlari menghampirinya. Ia memelukku.

“Bagaimana kabarmu??” tanyanya. Belum sempat kujawab,, ia segera menyodorkan sekotak saphire blue. “Sanggil chukhaehamnida!!!”

“Oppa!!! Gomawo!!” Kupeluk lagi Oppaku.

“Ayo kita pulang!!” teriak Umma dari jauh.

Kibum Oppa merangkulku. Kami berjalan mendekati Umma.

“Kalian ini,, lebih terlihat seperti sepasang kekasih daripada sepupu.” Komentar Umma. Aku dan Kibum Oppa hanya tersenyum mendengar komentar Umma.

Kami bertiga segera pergi dari bandara dan melesat ke rumah. Aku tak sabar berbagi cerita dengan Kibum Oppa selama dia tak ada disini.

Sesampainya di rumah, segera kutarik Kibum Oppa kekamarku. Kuceritakan kisahku di arena bermain 2 hari lalu. Putusnya aku dengan Kyu, pertemuanku dengan badut, aku yang sekelas lagi dengan Kyu, dan badut yang ternyata teman sekelasku.

“Kau menyukai badutmu itu ya??” tanya Kibum Oppa padaku.

“Kenapa Oppa bilang begitu??”

“Matamu berbinar saat menceritakannya.”

“Kenapa sih Oppa dan Young In senang sekali menggodaku dengannya??”

“Young In?? Siapa dia??”

“ah,, aku lupa… aku belum menceritakan Young In pada Oppa. Dia adalah teman baikku sejak kelas sebelas Oppa…”

“Dia cantik tidak??” tanya Oppa.

“Oppa…” keluhku manja.

“Cemburu ya??” Oppa menggodaku,, sekalian saja kukerjai dia.

“Iya,, aku kan sudah menyukaimu sejak dulu!!” ucapku sambil merengek.

Pipi Oppa memerah. Ah,, kena kau!!

“Bercanda!!!” teriakku dan segera berlari keluar dari kamar.

“YUIIIII….” Oppa berteriak. Ia berlari mengejarku. Ia menangkapku. Tangannya melingkar di leherku. Dijitaknya kepalaku sampai puas.

“Ampun,, Oppa… Habiss,, aku kan sedang curhat… Oppa malah nyuekin aku.”

“Iya, iya…” Ia melepaskan tangannya. “Aku tidur duluan ya!!”

“Oppa,,” panggilku. Ia menoleh. “Masih marah??”

Ia tersenyum. Ah,, senyum ini… Aku merindukan senyumnya yang ini. “Tidak. Aku lelah. Kau kan tidak mengizinkanku istirahat dari tadi.” Jawabnya.

Ah,, sejak dari bandara aku tidak membiarkannya istirahat. Aku malah asyik menjadikannya tempat curhatku. “Mianhae…” ucapku.

Ia berjalan kearahku. Mengacak rambutku. Tersenyum. Lagi. Ia pun pergi meninggalkanku menuju kamarnya.

End’s of Yui POV

Kibum POV

‘Iya,, aku kan sudah menyukaimu sejak dulu!!’

Aku masih ingat perkataannya yang tadi. Yui. Kamu yang membuatku berada disini. Kau yang sejak dulu telah mencuri perhatianku saat pertama kali melihatmu. Dongsaeng-ku tercinta.

Aku terlelap. Memimpikan kejadian 6 tahun silam.

Flashback

Kuputuskan untuk menaiki pohon yang ada dirumah Halmoni. Di acara keluarga seperti ini,, kenapa aku harus ikut sih?? Membosankan. Tiba-tiba datang seorang anak mendekati pohon tempat aku berpijak.

“Kau Kibum??” tanyanya. Aku diam. Apa yang dilakukan anak ini?

“Kau Kibum kan?” tanyanya lagi karena aku masih diam.

“Iya. Apa maumu??” jawabku, akhirnya.

“Ayo main bersamaku!! Kita kan seumuran. Aku tidak ada teman.” Rengeknya.

“Tidak mau!!! Aku mau tidur disini.”

“Biarkan aku naik. Aku akan menemanimu Kibum…” ucapnya.

“Berapa umurmu??” tanyaku. Aku rasa dia lebih muda dariku, beraninya memanggilku hanya dengan sebutan nama.

“sebelas tahun.” jawabnya.

“Panggil aku Oppa… Aku lebih tua darimu,, umurku duabelas tahun”

“Umma bilang,, kita sama-sama kelas 6 SD…”

“Tetap saja aku lebih tua darimu… Panggil aku Oppa,, baru kau boleh naik kemari.” ucapku mengajukan syarat.

“Op,, Oppa… Kibum Oppa” ucapnya terbata-bata.

“Naiklah,, kalau kau bisa…” aku yakin dia tak akan bisa naik.

Ia langkahkan kakinya. Tidak bisa. Ia coba lagi. Satu, dua… jatuh lagi. Ia coba lagi. aku tertawa.

“Oppa,, apa yang kau tertawakan??” tanyanya.

“Sudah jelas tidak bisa,, kenapa terus dicoba??” dasar babo.

“Bisa kok!!” Ia naik,, bisa. Kini, ia hampir mendekati tempatku duduk. Tiba-tiba…

“AAAAAAA…..” dia jatuh. Aku kaget, aku langsung turun dan menghampirinya.

“Kenapa jatuh?? Mana yang sakit?? Kau tidak apa-apa kan??” tanyaku yang mulai khawatir.

“Hahahaha….”

“Kenapa tertawa??” tanyaku, bingung.

“Oppa,, wajahmu lucu kalau lagi khawatir. Aku tidak apa-apa kok!!”

“Yui,, ayo pulang…” teriak seorang ahjumma.

“Ah,, itu Ummaku. Oppa,, aku pulang dulu ya!! Lain kali kita main bareng lagi!!”

Ia pergi meninggalkanku. Ia berhenti sejenak. Membalikkan badannya padaku dan berteriak, “Oppa,, namaku Yui…” ia melambaikan tangannya dan berlari mengejar ibunya.

Sejak saat itu,, aku selalu bersemangat jika ada pertemuan keluarga. Disana aku bertemu dengan Yui. Bermain bersama Yui. Dongsaeng-ku tercinta.

End of Flashback

“AAAAAAA…. Umma,, kenapa tidak membangunkanku?? Aku sudah telat…”

Suara itu,, pasti Yui. Sudah siang ya?? Aku harus segera mandi… selesai mandi,, kukenakan seragam SMA-ku waktu di Amerika dulu. Sekolah baru, teman baru. Ini akan menjadi sesuatu yang baru.

Aku menuruni tangga dan segera menuju meja makan. Kududukan diriku di sebelah Yui. “Pagi Yui!” sapaku.

“Pagi,, Oppa!!!” Ia mengambil roti di depannya dan dengan gerakan cepat mengoleskan selai coklat diatasnya. Memakannya dengan lahap seperti orang tidak pernah makan.

“Pelan-pelan…” ucapku.

“Aku sudah telat Oppa. Nanti kita ngobrol lagi!!! Dah Oppa!! Bilang pada Umma aku sudah telat, ya!!” ucapnya sambil mengecup pipiku. Pasti sekarang pipiku memerah.

“Yui!!!” panggilku. Tapi dia sudah pergi meninggalkanku.

“Kibum,, Yui mana??” tanya ahjumma.

“Katanya sudah telat,,”

“Kenapa kalian gug berangkat bareng??”

“Entah,, padahal aku masih santai. Kalau naik motor sih,, jam segini masih jauh dari telat. Tapi kalau naik bis??”

“Apa sih yang dipikirin anak itu??”

“Mungkin dia belum tau kalo kita satu sekolah, Ahjumma…” ucapku.

“Kau belum memberitahunya??” tanya ahjumma.

“Tidak sempat… Ahjumma,, aku pergi dulu ya!!” kukecup pipi ahjumma. Dan melesat pergi menggunakan motorku.

End’s of Kibum POV

Yui POV

“Aish,, penyakit ini… Kenapa gug ilang-ilang si??” umpatku didalam bis. Kucari bangku kosong didalam bis. Hey,, itu kan….

“Badut!!! Eh,, Hangeng… Kau juga telat??” tanyaku.

“Iya…” dia tersenyum. Selalu. “Duduklah!!!” Hangeng mempersilahkan aku duduk ditempatnya.

“Tidak usah,, aku berdiri saja…”

“Sudahlah… duduk disini,, biar aku yang berdiri.” Ujarnya.

“Gomawo,,” ucapku.

“Sama-sama”

“Gomawo..” ucapku lagi.

“Sampai kapan kau akan mengatakan gomawo??” tanyanya.

“Yang pertama karena telah memberikanku tempat duduk. Dan yang kedua karena telah mengantarku pulang. Mianhae,, karena baru berterima kasih sekarang.” Ucapku.

“Tidak apa-apa…” ucapnya.

Hening sejenak.

“Hangeng,, kau ingat pembicaraan kita yang terpotong di arena bermain waktu itu??” tanyaku memulai pembicaraan.

“Yang mana??” sepertinya dia sudah lupa.

“Lupakanlah,,” kuingat lagi wajah sendunya saat itu.

“Kau,, kenapa kau bisa mengenaliku??” tanya Hangeng tiba-tiba.

“Maksudmu??”

“Kenapa kau mengenaliku meskipun aku tidak memakai riasan badut??” tanyanya kemudian.

“Benarkah?? Iya juga ya…” aku berpikir sejenak. “Entahlah,, mungkin karena senyummu.”

“Senyumku??”

“Dan matamu.”

“Memang ada apa dengan senyum dan mataku??” dia masih bingung dengan ucapanku.

“Menurutku,, senyum dan matamu itu mudah dikenali. Meskipun kau memakai topeng,, asalkan mata dan senyummu tidak tertutup, aku yakin aku masih bisa mengenalimu.” Ucapku.

“Begitukah??”

“Ya,,” aku menjawabnya dengan anggukan mantap.

“Kau tahu,, banyak orang bilang,, senyumku itu bisa membuat mereka yang melihatnya meleleh.”

“Kau ini… Boleh aku minta sesuatu??” tanyaku ragu-ragu.

“Apa?”

“Haruskah kita bicara seformal ini?”

Dia tersenyum.

“Kau ini,, kenapa sih sangat senang tersenyum?? Kau masih waras kan??”

“Tentu saja. Aku sangat senang tersenyum karena…” Hangeng menatap sekeliling. “Sudah sampai di halte. Ayo turun!!!” ucapnya.

“Lagi-lagi ucapanmu terpotong!”

“Kita lanjutkan lain kali saja,, jadi aku kan punya alasan untuk ngobrol bersamamu lagi.” matanya mengerling padaku. Yah,, aku tahu. Pesonanya terletak pada senyum dan matanya. Sudah kubilang kan?? Aku semakin yakin akan ucapanku pada Hangeng tadi.

“Ah,, gerbangnya!!!” teriakku.

“Ayo,, kita lari…” ia menggandeng tanganku, menarikku untuk berlari.

“Hangeng dan Yui… Kalian ini sampai kapan datang telat terus??” tanya adjushi sambil menggeleng-gelengkan kepalanya.

“Dia juga sering terlambat??” tanya kami pada adjushi berbarengan.

“Ya,, tapi Yui lebih cepat satu menit. Selalu begitu. Sampai kapan penyakit ini kalian pelihara sih??” tanya adjushi.

Kami hanya bisa tertawa mendengar ucapannya. Ternyata dari sekian perbedaan yang ada antara aku dan Hangeng, persamaan kami adalah… Kami sama-sama ngaret.

Kami segera pergi menuju kelas. Di depan kelas, Young In menahan kami.

“Kalian ini…” ucapnya.

“Ada apa??” tanyaku.

“Baru kenal empat hari saja hubungan kalian sudah sedekat itu.” Ucapnya sambil melihat tanganku.

Kulihat tanganku. Masih dipegang Hangeng sejak berlari tadi. Segera kulepaskan tanganku darinya.

“Mianhae…” ucapnya sambil tersenyum.

Kulihat Kyu menatapku dari bangku. Dengan pandangan evilnya. Apa sih maunya?? Memangnya aku telah berbuat salah??

“Seongsangnim belum datang??” tanyaku pada Young In.

“Ada murid baru. Katanya sih dia dari Amerika. Cakep lagi!!!”

“Ngomong-ngomong soal Amerika,, Kau tau kan sepupuku yang tinggal di Amerika?? Kibum Oppa!! Dia pindah ke Korea.” ceritaku antusias.

“Oya?? Kapan datang??”

“Kemarin…”

“Seongsangnim datang,, ayo masuk.” Ucap Young In memotongku.

Aku masuk kelas,, dan duduk dibangkuku. Seongsangnim masuk.

“Pagi anak-anak. Hari ini ada murid baru yang datang dari Amerika. Dia sudah cukup lama tidak tinggal di Korea. Jadi Bapak harap kalian membantunya. Silahkan masuk!!” seongsangnim mempersilahkan masuk.

Ah,, itu kan… “Kibum Oppa!!!” teriakku sambil berdiri. Semua pandangan tertuju padaku. Termasuk pandangan seongsangnim yang cukup tajam. Rasanya,, aku pernah mengalaminya. Apa ini de javu ya?? Dasar babo!! Kemarin, aku dengan si badut. Sekarang dengan Kibum Oppa. Kutatap lagi wajah seongsangnim. Ugh,, kini matanya berwarna merah. Sepertinya aku harus segera menyiapkan mangkuk untuk menangkap matanya yang sebentar lagi akan keluar.

“Yui,, apa yang kau lakukan?” tanya seongsangnim masih dengan matanya yang melotot.

“Mianhae,, seongsangnim…” ucapku. Aku tidak tahu lagi harus berkata apa.

Kulirik Kibum Oppa,, aku tak berani menatapnya karena pandangan tajam seongsangnim,, Kibum Oppa malah tersenyum. Ugh,, aku kesal. Rasanya dia senang melihatku dalam keadaan seperti ini. Di depan matanya lagi.

“Kan kemarin sudah kubilang,, jangan buat keributan lagi.” ucap seongsangnim mengingatkan janjiku kemarin.

“Mian…” ucapku,, lagi.

“Yasudah,, duduklah.” Ucap seongsangnim padaku. “Sekarang perkenalkan dirimu!!!” ucap seongsangnim pada Kibum Oppa.

“Kim Kibum imnida. Aku pindahan dari Amerika. Kuharap kalian mau menerimaku dengan senang hati.” Kibum Oppa memperkenalkan dirinya di depan kelas sambil membungkuk.

“Sekarang duduklah dimanapun kau suka.” Seongsangnim memerintahkan Kibum Oppa duduk. Akhirnya,, Kibum Oppa duduk di bangku paling belakang. Karena memang hanya bangku itulah yang kosong. Aku masih memperhatikan Kibum Oppa. Dia melihatku dan tersenyum. Aku hanya menggembungkan pipiku karena kesal. ‘Suruh siapa tidak memberitahuku kalau sekolah disini?’

tbc…

by : ~a.a sholiha~

22 Comments (+add yours?)

  1. Debbie_kyuwonhae
    Aug 12, 2010 @ 18:22:42

    1st?! baca dulu yak!!

    Reply

  2. firma
    Aug 12, 2010 @ 18:25:43

    Taammbah seeruuuu!!!
    Lanjuuuttt!!!

    Reply

  3. Tae Hyun
    Aug 12, 2010 @ 18:31:06

    Keren , keren , ,

    8 jempl bwt Author.a , , (pinjam jempl kyu oppa 4)

    lanjutan.a jgn lma” yah , ,

    Reply

  4. Vaniiy Hyesun Lee
    Aug 12, 2010 @ 18:34:13

    hahaha, yui uda 2x lakuin itu, wkwkwk
    waaa yeobo aku ternyta axis jg d epep, hahaha xP
    pasti pake sragam cakep amad, waduuuuuuuh kibummm~ i lop eu pull xD *gaje dah*
    waaah, kayakx kyu gag sng hbgn han gege ma yui ya? Mkn seru ne ! Lanjutanx jgn lma2 ya ! 🙂

    Reply

  5. meliameimei
    Aug 12, 2010 @ 18:38:37

    aaaaa seru banget banget!!!!!
    cpet yah lanjutannya 😀

    Reply

  6. mei.han.won
    Aug 12, 2010 @ 18:47:07

    kibum suka yui….kan sepupu’n….
    Mank klo geng dh senyum…lalat yg lwat pun bkalan lngsng mati*abaikan*
    next part…. 🙂

    Reply

  7. tita.eunhaechullie
    Aug 12, 2010 @ 18:56:39

    baguuus
    lanjut chingu

    Reply

  8. AiaiEunhae
    Aug 12, 2010 @ 20:06:29

    lanjooot,..lanjoot,.. 🙂
    tambh seru,.!!!

    Reply

  9. anonymous
    Aug 12, 2010 @ 21:39:41

    bagus….
    2 tumbs up buat author……
    Lanjoot….!!!!
    Don’t take too long,,, please…….. hehehe

    Reply

  10. Yori
    Aug 12, 2010 @ 22:25:24

    baguuus! lanjut ya chingu! penasaran! XD

    Reply

  11. shania9ranger
    Aug 12, 2010 @ 22:55:10

    Kibum oppa miss you *huge Kibum*. Nice ff chingu, lanjutan’na d tunggu ya.

    Reply

  12. liathespaniard
    Aug 13, 2010 @ 01:32:59

    Cm satu kt lanjt #d kejar author

    Reply

  13. haeny_elfishy
    Aug 13, 2010 @ 05:15:40

    seru seru !
    wah ki bum suka ma yui ya ? walah . . .
    lanjoot. . .

    Reply

  14. bumbusasa
    Aug 13, 2010 @ 13:02:33

    kerennnnnn…..

    Reply

  15. Ocha
    Aug 13, 2010 @ 16:12:48

    Makin seru aja ni…
    Lanjut…

    Reply

  16. aichan
    Aug 13, 2010 @ 19:10:10

    hahaha…mkin seruuu ja ni ff..>.<

    lnjuuutt..^^v

    Reply

  17. Sebastian Mamoru
    Aug 13, 2010 @ 23:42:07

    aaaaaa udah cocok sama Hangeng datanglah Kibum~
    huhuhu gw suka kata kata Yui pas Hankyung nanya kenapa dia bisa ngenalin Hankyung kalo lagi ga jadi badut, “Entahlah,, mungkin karena senyummu.”!!!!
    aaaa Hyung~ senyum mu memang membuatku meleleh~

    Reply

  18. sungwookie
    Aug 14, 2010 @ 14:51:16

    Uhh si bummie muncul,, ntar jdi gmna yaa,,!??
    Lanjutt

    Reply

  19. kokoblack
    Nov 24, 2010 @ 10:30:52

    annyong..
    kenapa part-nya ngga dilanjutin?
    padahal suka banget sama nih ff.
    udah 3 bulan gada lanjutannya. T___T
    semoga author yang baik hati yang bikin nih ff bersedia untuk melanjutkan jalan ceritanya.. ^^

    Reply

  20. Cinthya
    Jul 09, 2011 @ 16:32:44

    FF ny bguss….
    Seruuu…..
    Tp knp ga ad lanjutan ny ??? T^T
    yg ni jga ud lewat setaun tp msh blm ad lanjutan ny.. wae ???
    Ayo donk dilanjutin !!! ><

    Reply

Comment's Box

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: