Try To Let You Go Part 3

“Onnie! Kemari!!!” panggil YongAh.
Kami sedang ada di taman sekarang. Aku duduk santai di salah satu bangkunya sedangkan YongAh berlari kesana-kemari sambil memetik bunga.
“Aniyo! Aku disini saja!” seruku.
YongAh mengangguk sambil tersenyum dan melanjutkan kegiatannya.
Kusenderkan bahuku di kursi tersebut dan mulai menutup mata. Pagi-pagi sekali YongAh sudah membangunkanku dan mengajakku ke sini. Sekarang aku bisa melanjutkan tidurku yang sempat tertunda tadi.
Baru saja beberapa menit aku tidur terdengar panggilan YongAh sambil mengguncang-guncang tanganku.

“Onnie, ayo pulang…” kata YongAh.
“Mwo? Kita baru saja sampai, masa’ kau sudah mau pulang…” kataku dengan mata yang masih terpejam.
“Aku juga sebenernya masih mau di sini. Tapi liat, onn, kayaknya bentar lagi hujan, dech…”
Akhirnya kubuka mataku dan melihat ke langit. Yah, memang sudah mendung sich.

“Ne, kkaja…” kataku sambil menarik tangan YongAh.
Tin Tin….
Tiba-tiba sebuah mobil putih berhenti di depan kami.
“Ayo, masuklah kalian kalau tidak mau kehujanan…” kata seseorang yang sedang mengemudi mobil itu sambil membuka kaca mobilnya.
“Kangin Oppa…” seru YongAh.
Yah, mungkin inilah saatnya aku membuat YongAh dekat dengan Kangin.
“Masuklah, YongAh…” kataku sambil mendorongnya masuk ke mobil Kangin.
“Kau juga, masuklah…” kata Kangin.
“Aniyo, aku baru ingat ada janji dengan temanku. Dia akan menjemputku di sini sebentar lagi…”
“Jinja?”
Aku hanya mengangguk dan tersenyum.
Tak lama kemudian Kangin menggas mobilnya. Perlahan mobil itu berjalan menjauhiku.
“Semoga saja berhasil…” gumamku.
Berat memang rasanya, merelakan Kangin untuk YongAh.
Tes tes
“Aduh, beneran hujan. Gimana nich? Aku gak bawa jaket atau payung…” kataku pada diriku sendiri.
Akhirnya kuputuskan untuk pulang ke rumah lewat jalan yang memutar. Memang jalan itu membuat jarak dari taman ini ke rumahku cukup jauh. Tapi setidaknya aku tidak akan berpapasan dengan Kangin nanti…
Brrrrr…
Tinggal beberapa kilometer lagi, tapi tubuhku sudah menggigil begini…
Tin Tin
“Ya! EunYong!” seru seseorang dari dalam mobil tersebut.
Kubalikkan tubuhku dan mencari asal suara tersebut.
“Youngwoon? Bukankah kau…”
“Aku sudah mengantar dongsaengmu ke rumah tadi. Apa yang kau lakukan di tengah hujan deras begini? Cepat masuk…” serunya.
Karena hujan yang semakin deras, cepat-cepat kubuka pintu mobil Kangin dan masuk ke dalamnya.
“Mana temanmu itu?” tanya Kangin sambil mengobrak-abrik barang-barang yang ada di jok belakangnya.
“Dia tidak bisa datang karena hujan” jawabku cepat.
“Orang aneh seenaknya saja membatalkan janji hanya karena hujan…” gumam Kangin.
“Ini, keringkan dulu tubuhmu…” kata Kangin sambil melemparkan sebuah handuk kecil.
“Gomawo Youngwoon ah..”
“Hmmm…” jawab Kangin. Perlahan dia mulai menjalankan mobilnya.
Tiba-tiba Kangin mengeluarkan ponselnya dan memberikannya padaku.
“Masukkan nomormu yang baru…” katanya dengan tatapan yang terus mengarah ke depan.
“Ne, sudah ni…” kataku dan mengembalikan ponselnya.
“Sudah sampai, cepat turun sana, cepet-cepet ganti baju, minum yang hangat-hangat,jangan sampai kau masuk angin nanti…”
“Ne, Eomma…”
“Ya! Sudah bagus aku perhatian begitu malah dipanggil Eomma, inget ya, kalau aku gak nganter kamu pulang tadi kau itu sudah mati kedinginan di jalan tadi…” omel Kangin.
“Lebay…” jawabku sambil memeletkan lidah dan buru-buru masuk rumah sebelum kena omelannya lagi.

**********

“Onnie….”
“Waeyo YongAh?”
“Kangin oppa mau bicara sama onnie….” jawab YongAh sambil memberikan ponselnya padaku.
“Yobseyo…”
“Ya! Kau tidak ingat nomor ponselmu sendiri ya? Aku kan kemarin minta nomor ponselmu bukan nomor YongAh!!!!!” oceh Kangin.
Kemarin aku memang sengaja memasukkan nomor YongAh ke dalam ponsel Kangin. Tujuannya? Tentu saja untuk mendekatkan mereka.
“Gitu doank marah, biasa aja kale…” kataku.
“Cepat sebutkan nomormu sekarang!” perintah Kangin.
“Aku lupa. Tanya saja YongAh…” jawabku asal-asalan.
“Kau ini! Coba kalau aku ada di sampingmu sekarang! Kujamin pipimu tidak akan lolos dari cubitanku….” geram Kangin.
“Sudah ah, aku ngantuk mau tidur dulu. Annyeong…”
“Ya! Aku…”
Belum sempat Kangin meneruskan kata-katanya, aku sudah memutuskan sambungan teleponnya.
“Ini…” kataku sambil mengembalikan ponsel YongAh ke pemiliknya.
“Onnie sengaja memberikan nomorku ke Kangin oppa?” tanya YongAh.
Aku hanya mengangguk sambil berjalan menjauh darinya. Bisakah aku merelakan Kangin untuknya? Jujur, aku bingung sekarang. Apakah aku harus melanjutkan membantu YongAh? Atau berhenti membantunya dan mengatakan perasaanku yang sesungguhnya pada Kangin?”

**********

BYUR
“Argh…”teriakku.
Tidur nyenyakku terganggu karena seseorang tiba-tiba menyiramkan air tepat di wajahku.
Kukerjap-kerjapkan mataku dan mencoba melihat orang yang sedang berdiri di hadapanku sekarang.
“YOUNGWOON” pekikku sambil melemparkan bantal ke arahnya.
“Apa yang kau lakukan?” bentakku.
“Aku cuma mau membangunkan orang malas saja kok…”jawabnya dengan wajah yang sok innocent.
Kuarahkan pandangan mataku untuk melihat jam dinding yang tergantung di depanku.
“Kau lihat itu?” tanyaku sambil menunjuk jam tersebut.
“Sekarang baru jam 3 tau! Hari ini juga hari libur! Aku harusnya masih bisa tidur sampai siang nanti!!!!! Eomma!!!” teriakku sambil bergegas bangun dari tempat tidur dan keluar kamar.
“Jangan teriak-teriak EunYong!” kata Eomma dari dalam dapur.
Segera saja aku masuk dapur.
“Eomma! Kenapa Eomma mengizinkan orang itu masuk kamarku?” tanyaku sambil menunjuk Kangin yang sekarang sedang bersender santai di pintu dapur.
“Dia bilang kau sudah bersahabat dengannya sejak kecil, dia juga bilang dia sudah sering masuk kamarmu…” jawab Eomma santai.
“Eomma percaya aja? Kalau dia sebenarnya orang jahat bagaimana?”
Eomma memandang Kangin sekilas.
“Tidak mungkin orang dengan wajah seperti itu bisa berbuat jahat…”
Aku hanya bisa ternganga mendengarnya. Justru wajah orang seperti Kangin itu sangat bisa berbuat jahat tau!!!! Eomma payah!!!
Kangin memandangku dengan wajah penuh kemenangan.
“Cepat mandi! Temani aku jalan-jalan…”
“Jalan-jalan? Pagi-pagi buta begini?”
Kangin mengangguk lalu berkata, “Tidak ada fansku yang keluar subuh-subuh begini. Aku jadi bisa bebas jalan-jalan. Sudah cepat mandi makanya!”
“Memangnya kau punya fans?” cibirku.
Kangin tidak menjawab apa-apa. Dia hanya berjalan mendekatiku dan tiba-tiba membopongku seperti karung beras.
“Ya! Turunkan aku!!!!”
Kangin hanya diam dan menurunkanku di kamar mandi.
“Cepat mandi!” katanya sambil memberi penekanan pada setiap kata.
Akhirnya dengan terpaksa aku menuruti perkataannya.

**********

Selesai mandi, aku sibuk memilih pakaian.
YongAh masih tidur. Jadi ini adalah kesempatanku jalan berdua Kangin. Jahat memang, tapi bagaimanapun aku masih belum bisa menghilangkan rasa suka ku pada Kangin.
Karena aku tidak pintar dalam hal memilih pakaian, akhirnya kuputuskan untuk memakai kemeja merah kotak-kotak gombrong dengan celana panjang jeans dipadu dengan sneakers merah kesayanganku. Kukuncir satu rambut panjangku dan memasukkannya ke dalam celah di topiku.
“Aku siap…” kataku begitu keluar kamar.
“Bagus, ayo cepat..” kata Kangin sambil menarik tanganku masuk ke mobilnya.
“Kita mau kemana?” tanyaku.
“Diam sajalah. Nanti kau juga akan tau sendiri…” sahutnya.
Tak berapa lama kemudian Kangin menghentikan mobilnya.
“Ini kan taman yang kemarin. Kau membangunkanku pagi-pagi buta hanya untuk pergi ke taman di dekat rumahku?” tanyaku gusar.
“Cepat turun…”
Dengan malas, akhirnya aku turun dari mobilnya, duduk di salah satu bangku yang ada di taman itu, dan menutup wajah dengan topiku.
Kangin mengikutiku.
“Kau marah?”
“…”
“Bisa saja kau menganggap taman ini biasa saja dan sungguh menyebalkan bangun subuh-subuh hanya untuk jalan-jalan ke taman ini berdua denganku. Tapi untukku taman ini adalah taman yang istimewa. Di taman inilah aku pertama kali bertemu dengan sahabat sejatiku, dan aku tidak menyesal bangun pagi untuk pergi ke taman istimewa ini, apalagi berdua dengan sahabatku yang paling baik…” kata Kangin.
Aku melepas topiku dan menoleh ke arahnya.
Kangin hanya tersenyum dan mengacak rambutku.
“Sekarang kau mengerti kan, kenapa aku membawamu ke sini. Kalau kita pergi siang atau sore, akan banyak orang yang melihat kita. Aku tidak mau ada gosip yang aneh-aneh muncul nantinya….”
Aku benar-benar tidak percaya kalau orang yang ada di hadapanku sekarang adalah Kim Youngwoon. Dia begitu berbeda sekarang.
Hening.
Inilah saat-saat yang paling kubenci. Hanya duduk diam tanpa obrolan.
“YongAh. Bagaimana menurutmu?” tanyaku mencoba membuka obrolan.
“Hmm?”
“Bagaimana pendapatmu tentang YongAh?”
“Dia gadis yang cantik. Kenapa kau tiba-tiba menanyakan hal ini padaku?”
“Aniyo, aku cuma ingin tanya saja. Kau suka padanya?” tanyaku pelan.
Kangin tampak terkejut dan membelalakkan matanya.
“Hahaha….Tidak mungkin! Aku sudah suka pada yeoja lain…” katanya.
“Mwo? Apa aku kenal orang itu?” tanyaku penasaran.
Youngwoon hanya tersenyum dan mengalihkan pandangannya.

TBC

By : Ocha

9 Comments (+add yours?)

  1. anggra
    Aug 14, 2010 @ 03:00:35

    makin seru, siapakh itu ??? #partanyaan gapen/abaikn
    lanjut

    Reply

  2. Qha Chibum
    Aug 14, 2010 @ 03:52:58

    judul’a buat aku mau nangis ..

    Reply

  3. Wie_wookie
    Aug 14, 2010 @ 04:34:40

    Wah! Gw bru nemu ff yg kang in jd cast utama!

    Reply

  4. Pho
    Aug 14, 2010 @ 04:41:06

    Lanjutkan!
    Baca nih ff jd kangen Kangin. .

    Reply

  5. haeny_elfishy
    Aug 14, 2010 @ 04:56:09

    waa,
    YongAh ? sama kaya namkorq , hehehe
    tumben kangin jd main cast,
    lanjoot chingu. . .

    Reply

  6. Lee iseul
    Aug 14, 2010 @ 07:06:25

    Penasaran,saya penasaraan,jadi lanjutkan(?)

    Reply

  7. shinningdiamond
    Aug 14, 2010 @ 08:21:24

    aigoooo~
    lanjuuut! XD
    kangen ama FF yang peran utamanya suami saya kangin

    kakak adik yang menyukai pria yang sama
    nice theme :3

    Reply

  8. mei.han.won
    Aug 14, 2010 @ 08:52:00

    kanginnn…
    Jd kangen…
    Wait next part chingu… 🙂

    Reply

  9. shania9ranger
    Aug 14, 2010 @ 09:18:34

    Kangin oppa bogoshipo. *huge Kangin* nice ff chingu..

    Reply

Comment's Box

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: