~The Meaning of ‘True Love’~

Aku mengerjapkan mataku perlahan. Seberkas cahaya membuat mataku silau. Perlahan-lahan mataku membuka. Aku bisa melihat ruangan serba putih yang asing bagiku. Aku merasakan sesuatu yang mengganjal pada tangan kiriku. Infus? Jadi, aku di rumah sakit? Tapi, kenapa? Aku juga merasakan kepalaku dibalut perban tebal. Sebenarnya, apa yang terjadi padaku?

Sebuah suara membuat pandanganku teralih. Ternyata, suara itu berasal dari arah pintu. Aku melihat kenop diputar dan seseorang pun masuk. Ia adalah seorang pemuda yang asing bagiku. Wajahnya cukup manis dan tampan. Ia memakai baju hitam dengan rompi putih. Celananya jeans biru dan sepatunya bewarna putih. Nampaknya, ia sangat terkejut saat melihatku.

“Kau sudah sadar, Rin-ah? Bagaimana keadaanmu? Apakah ada yang sakit? Aku benar-benar khawatir padamu tau. Syukurlah kau sudah sadar…!” katanya panjang lebar seraya memeriksa seluruh tubuhku. Aku hanya bisa tertegun. ‘Rin-ah? Siapa itu? Apakah itu namaku? Tapi, kalau bukan, namaku siapa? Dan nampaknya orang ini sangat mengenalku. Tapi, siapa dia?’ batinku dalam hati.

Aku pun memberanikan diriku berbicara. “Nuguseyo?” tanyaku kebingungan. “Udahlah Heerin-ah, jangan bercanda di saat seperti ini. Kau membuatku takut tau…” katanya khawatir. “Apakah namaku Heerin?” tanyaku lagi. Ia pun terkejut. Ia keluar ruangan dan mencari dokter. Beberapa menit kemudian, ia datang dengan wajah lesu. Pandangannya kearahku sangat dalam. Seakan memberi sinyal bahwa ia sangat sedih sekarang.

“Gwenchana, Rin-ah. Kata dokter, kamu mungkin sedikit mengalami amnesia atau hilang ingatan. Tapi, tenang saja. Aku akan membantu mengembalikan ingatanmu. Oh ya, Kim Ryeowook imnida. Dan namamu adalah Kang Heerin.” katanya panjang lebar seraya berusaha tersenyum memamerkan kedua lesung pipinya yang dalam. “Mian, tapi kita punya hubungan apa ya?” tanyaku penasaran. “Kita adalah suami-istri.” jawabnya yang membuatku kaget.

“Suami-istri? Tapi, bukankah kita masih muda ya?” tanyaku bingung. Nampaknya, wajahnya yang masih sangat muda itu tidak kelihatan seperti seorang pria yang sudah menikah. Tapi, entah kenapa, aku merasa senang saat pemuda itu mengatakan bahwa aku adalah istrinya. “Kita memang menikah muda. Sekarang aku dan kamu adalah siswa SMA. Kita menikah akibat perjodohan.” jelasnya yang membuat hatiku serasa tersambar petir.

“Perjodohan? Berarti kita tidak saling mencintai dong?” tanyaku kecewa. “Ani… Nan joengmal saranghaeyo. Tapi, sepertinya kamu tidak mencintaiku.” jawabnya dengan wajah tertunduk. Aku menjadi lebih kaget. Aku tidak mencintainya? Dengan wajah semanis dan seimut dia, aku tak mencintainya? Pasti aku adalah orang yang sangat bodoh.

Beberapa minggu kemudian, aku diperbolehkan pulang. Ia senantiasa membantuku dalam segala hal. Ia selalu menghiburku dan menceritakan kisah hidupku sejak awal. Aku merasa nyaman saat berada di sampingnya. Ia adalah pemuda yang baik, ramah, dan sangat sayang kepadaku. Tak sadar perasaanku kepadanya berubah menjadi perasaan sayang. Aku merasa sangat beruntung dapat menjadi istrinya.

“Rin-ah…! Sudah selesai?” tanyanya kepadaku setelah aku pulang sekolah. Seragam SMA-nya berkilau di atas matahari terik. Aku pun tersenyum dan mengangguk riang. Aku masuk ke mobil yang adalah mobilnya. Ia mengacak rambutku perlahan. “Kita jalan-jalan dulu ya, Rin? Aku bosan di rumah…” ajaknya senang. “Ehmm… Boleh…! Aku juga lagi bosen nih, Wookie-ah.” kataku masih tersenyum.

Ia pun menginjak rem dan mobil pun berjalan dengan cepat. “Kita mau kemana?” tanyaku penasaran. “Aku ingin membawamu ke salah satu tempat favoritmu dulu.” jawabnya tanpa mengalihkan pandangannya dari jalan. Aku pun mengangguk senang. Beberapa menit kemudian, kita telah sampai. “Jadi, tempat favoritku dulu adalah taman ria?” tanyaku kepadanya yang dibalas anggukan kecil darinya.

Tanpa banyak bicara, ia menarik tanganku dan berlari membawaku masuk ke taman ria itu. Kita melakukan banyak permainan disana. Nampaknya hari ini adalah hari terbaik ku. Setelah sore menjelang, kita beristirahat dan memutuskan untuk duduk di salah satu bangku seraya memakan eskrim. Aku tersenyum melihat wajahnya yang polos menjilati eskrim dengan riang. Mata coklatnya membuatku terpesona. Rambut hitam kecoklatannya melambai riang.

“Kenapa kau melihatku seperti itu, Heerin-ah?” tanyanya bingung. Aku yang melihat pandangan bingungnya menjadi tertawa terbahak-bahak. “Aniyo…” jawabku disela-sela tawa yang makin memuncak. “Kalau begitu kenapa kau tertawa seperti itu? Ayo katakan padaku…!” katanya menambah ekspresi bingungnya yang membuatku semakin tertawa.

“Benar-benar tidak ada apa-apa…” jawabku yang masih tertawa. “Ayo katakan padaku. Kalau tidak, aku akan mengelitikimu lho…” ancamnya seraya bersiap-siap. Aku pun berlari-lari yang kemudian dikejar-kejar olehnya. ‘Terima kasih Tuhan… Kau telah memberikan kegembiraan pada hidupku dengan memilihnya menjadi pendampingku…’ batinku riang.

Kejar-kejaran kita berlangsung lama. Aku semakin mempercepat lariku karena ia hampir menangkapku. Aku melihat kebelakang dan melihat ekspresi wajahnya yang sangat kaget. Ia menunjuk-nunjuk kearahku. Aku pun menoleh kedepan. Kulihat sebuah mobil sedang berjalan kearahku. Aku berhenti berlari dan menutup mataku. Aku sudah pasrah sekarang. Tapi, setelah sekian lama menutup mata, mengapa aku merasa tidak terjadi apa-apa denganku? Apakah begini rasanya mati?

Aku pun membuka mataku perlahan. Bisa kulihat jelas bahwa aku belum di surga. Aku masih hidup dan tidak terjadi apa-apa padaku. Aku justru melihat seseorang yang sangat aku sayangi, sedang tergeletak tak berdaya. Di sekitar tubuhnya, terdapat cairan lengket bewarna merah. Aku tidak bisa bergerak sama sekali. Namun, sebuah cairan bening mengalir dari sudut mataku yang mulai kabur. Kakiku lemas dan aku pun terduduk. Jutaan memori mulai membludak masuk ke pikiranku. Samar-samar memoriku menggambarkan kejadian yang tidak aku ketahui.

%$%$%$%$%$%$

Aku ada di kamar sekarang. Air mataku berjatuhan dan keadaanku acak-acakan. Aku bisa mendengar ibuku memanggil namaku dan mengetuk pintu dengan keras. Tapi, aku tidak peduli dengan hal itu. Bayangkan, bagaimana rasanya jika anak remaja sepertiku ingin dijodohkan dengan pemuda yang bahkan tak kukenal?

Sekarang aku berada di kamar yang telah dirias indah. Wajahku penuh dengan make-up yang mulai luntur akibat tangisanku yang tak mau berhenti. Aku memakai gaun indah yang aku tau adalah gaun pengantin. Tiba-tiba seseorang yang baru saja menjadi suamiku datang. Ia tersenyum manis dan menghampiriku. Namun, aku menepis tangannya dengan kasar. Aku menyuruhnya untuk tidak mengajakku bicara.

Hari ini, aku sedang mengendarai mobil merah mudaku ke sekolah. Suamiku sudah berkali-kali menyuruhku agar aku diantar olehnya saja. Tapi, aku menolak. Dari awal, aku sudah sangat benci perjodohan ini. Malah aku sudah punya pacar di sekolahku. Aku tak pernah mengatakan kepada siapapun bahwa aku telah menikah. Tiba-tiba, handphoneku berbunyi. Aku pun melihatnya. Ternyata, pacarku yang menelepon. Saat aku sedang mengangkat teleponnya dan menyetir dengan satu tangan saja, sebuah truk bergerak kearahku.

^%^%^%^%^%^%^%^%

Air mata masih menyelimuti mataku yang telah bengkak dan merah. Perlahan-lahan aku berlutut dan menyentuh tanah yang masih basah di hadapanku. Aku bisa melihat namanya yang tercetak di batu nisan. ‘Kim Ryeowook’. Saat aku menutup mata, aku masih dapat melihat jelas senyumannya yang hangat. Mianhamnida, Wookie. Maafkan aku yang sangat egois dan bodoh ini.

Aku tak menyadari bahwa ada seseorang yang menyanyangiku lebih dari apapun. Seseorang yang rela berkorban demi orang yang sama sekali tak menganggapnya. Semoga kau tenang disana. Setidaknya, aku telah sadar sekarang. Gomapta Ryeowookie-ah… Kau telah mengajarkanku arti ‘cinta’ yang sebenarnya. Aku akan selalu mengenangmu dalam lubuk hatiku yang terdalam.

~FIN~

By : Chris~wonnie~hyunnie (Christina).

Tags : Ryeowook, Super Junior.

%^%^%^%^%^%^%

FF ini aku dedikasikan untuk semua fans Ryeowook oppa~ Mian, klo rada aneh dan sad ending ya… Gak tau kenapa pengen bikin sad ending aja. ^__^

24 Comments (+add yours?)

  1. Pho
    Aug 19, 2010 @ 03:22:08

    Huweee T.T
    Knp km hrs mati wook?!
    Sahur air mata niy gw. .

    Reply

  2. liathespaniard
    Aug 19, 2010 @ 03:36:19

    Waduh, kok pendek bgt sh, tp bgs ff nh

    Reply

  3. xiaoshu
    Aug 19, 2010 @ 03:55:09

    yaaaaaa,,knp wookie oppa rus mati siiiiih????
    nice ff,,,
    hiks2,,,,jdi g semangat sahur niih,,,

    Reply

  4. mei.han.won
    Aug 19, 2010 @ 04:07:01

    sdihhhh….
    Wook’x mninggal!!!
    Bgus nichhh…

    Reply

  5. mrschokyuhyun
    Aug 19, 2010 @ 04:09:23

    Wookieeeee~~kamu itu lucu,imut, ngegemesin, ganteng nak!*?*
    Kenapa wookie harus―? 😦

    Reply

  6. May4teukie
    Aug 19, 2010 @ 04:37:49

    Huwe~sedih..T.T
    koq mati?

    Reply

  7. HeeHwa
    Aug 19, 2010 @ 05:32:22

    huuuwwwaaaa…..sdih bgttt…kasian di wooki…:'(

    Reply

  8. jasmijn2903
    Aug 19, 2010 @ 06:46:17

    huee~ kenapa harus mati Wookie-nya?? hiks
    bagus ceritanya. like it. 🙂

    Reply

  9. syalala
    Aug 19, 2010 @ 07:57:10

    gomawo author, udah mendedikasikan ff ini buat aku hehe *berasa fans wookie cuma aku aja ^^v
    Love wookie so much >,<

    Reply

  10. ingung
    Aug 19, 2010 @ 09:23:06

    tragis sekali nasibmu wookie….
    ceritanya bagus…..

    Reply

  11. meliameimei
    Aug 19, 2010 @ 10:25:11

    Omo~
    Wookie kok mati? Uhuhu..
    Sedih ceritanya, bagus *thumbs up*

    Reply

  12. lady elf
    Aug 19, 2010 @ 10:25:29

    Wookie-ya..wae? Wae? *ala siwon di oh my lady*
    Hiks hiks knp musti meninggal wookie’y??

    Reply

  13. Wie_wookie
    Aug 19, 2010 @ 10:37:42

    Jiaah.. Kok wookie mati sih? Author kejam.. T.T *digetok*

    Reply

  14. Vaniiy Hyesun Lee
    Aug 19, 2010 @ 12:35:02

    sad ending T^T
    mau nangiis, tapi tahen, ntar batal puasa, wkwk .
    kasian bgd wookie ketabrak mobil .
    keren kok epepnya ! Hehehe 😀

    Reply

  15. sarangHyuk
    Aug 19, 2010 @ 14:41:21

    huwee T.T huhu .

    Reply

  16. cho_hyunji
    Aug 19, 2010 @ 14:48:01

    yahh.. knapa wookie’y mati T___T , harusny hilang ingatan lgi biar impas ~ngarang konyol *plakkk~..
    ff’y keren ^^b,
    cuma ya itu tadi “hrusny wookie hilang ingatan jga” ~jiahh masih aj~ hhehe ^^V

    Reply

  17. chris~wonnie~hyunnie
    Aug 19, 2010 @ 18:42:30

    Gomawo ya bagi semua yg dah baca… ^^
    ‘N gomawo jg buat author / admin yg publish-in…
    Mian ya bagi bias Wook oppa… T__T
    Gak tau knp cuma Wookie yg ada dipikiranku pas nulis ff ini…
    *Hug ‘n bow para readers*

    Reply

  18. hansaera
    Aug 19, 2010 @ 19:54:20

    wokkie jangan matii *guling3 di atas aspal* *dilempar panci 1 kampung*

    bagus sih , tapi kependekan T.T

    hehehe

    Reply

  19. aichan
    Aug 20, 2010 @ 06:11:31

    hwaaa…hikss..hikss…T_T
    koq matiii c…T_T

    Reply

  20. ryeonggu9
    Aug 20, 2010 @ 08:34:47

    waaa!!! nice ff! bgus bgt ceritanya tapi kok wookie meninggal sih, hiks T___T kasian sekali~~~

    Reply

  21. Ocha
    Aug 20, 2010 @ 16:12:10

    waaaa….
    Kenapa Wookie oppa mesti mati T_T
    Nice ff…

    Reply

  22. parksora
    Aug 20, 2010 @ 22:14:22

    huwaaa….
    napa harus sad ending T^T
    napa wookie yg harus mati T_T
    nice ff~^^

    Reply

  23. Sebastian Mamoru
    Aug 20, 2010 @ 23:54:03

    Tidak!!!!!
    kok akhirnya begini!!!! sedih banget!!!!
    hueeeeeeeeeeee

    Padahal dia mulai bisa mencintai Ryeowook..eh malah wookienya meninnggal hueeeeeeeeeeeeeeee

    Reply

  24. wookayevil
    Nov 08, 2010 @ 23:45:49

    binun, nginjak rem kok mobil.a jln?
    *elus dada*
    makhluk manis 2 kok mati sie?

    Reply

Comment's Box

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: