throbbing SUPERJUNIOR part 64

[WARNING: NC-15]

BAB. 64

Yesung mulai menundukkan wajahnya dalam-dalam. Tidak tahu apa yg sebenarnya dirasakannya ketika mencicipi masakan perdana Tiza.

Karena penasaran, Tiza lalu ikut mencoba mencicipi masakan yang dimakan oleh Yesung barusan. Dan…

“Hyaaa!! Wae?!” gerutu Tiza manyun.

“Hihihi… Makanan yang enak begini tentu saja Princess juga harus ikut mencicipinya… Hmm…” tutur Yesung sambil tertawa.

“Cheongmal?? Hikz… Yesung oppa… Gomawoyo! Emmuacch….” seru Tiza lalu memberikan sebuah ciuman di bibir Yesung.

“Ne… Nado….” sahut Yesung kemudian berciuman.

Di kamar Jenderal Kangin ~

“Jenderal Kangin! Ayo kesini dan cicipi masakan yang baru saja kubuat untukmu…” ucap Line berseri-seri.

“MWOEE…!???” seru Kangin bingung dengan sikap Line yg tiba-tiba ini.

“Balli… Ayo kemari dan duduk disini…” pinta Line yg sudah gak sabaran.

“Ye, araseoh…” sahut Kangin dengan malu-malu.

Kangin lalu menghampirinya dan duduk agak menjauh dari Line. Melihat itu, Line langsung berinisiatif duduk di dekatnya. Tetapi Kangin malah segera berdiri dan tanpa basa-basi Line menarik tangan Kangin hingga terduduk lagi.

“Princess… Aku…!?”

“Sudah, sudah…! Jangan bicara lagi! Ayo,, dicicipi…” ujar Line sembari menyodorkan telur dadar gulung ke mulut Kangin.

“Princess,, aku bisa mengambilnya sendiri… Anda tidak perlu serepot ini kepada seorang bawahan seperti diriku…” tolak Kangin dengan halus.

“Aniya.. Gwaenchana! Cepat di makan! Aaa…”

Akhirnya Kangin pun menyerah pada pendiriannya.

“Gimana rasanya? Enak gak?”

“De… Masakan Princess semuanya pasti enak dan lezat…”

“Mwoe? Cheongmal??”

“De…” sahut Kangin sambil menundukkan kepalanya dalam-dalam.

Line tertawa kecil melihat sikap Kangin yg tiba-tiba berubah menjadi seekor turtle. Dia lalu menepuk pundak Kangin sambil masih terus tertawa.

Merasa malu, tanpa sadar Kangin segera menggenggam tangan Line erat.

“Gwaenchanayo…?” tanya Line bingung.

“Kalau boleh tahu, kenapa Princess begitu baik kepadaku…?” tanya Kangin dengan tatapan tajam ke Line.

“Menurutmu apa…?” goda Line.

Mereka berdua membisu dan saling menatap satu sama lain. Tidak tahu sejak kapan, wajah mereka dari jarak 50cm kini hanya berjarak 5cm saja.

Line perlahan-lahan memejamkan matanya. Kangin yg ingin mencium bibir Line langsung mengurungkan niatnya mengingat yg berada dihadapannya sekarang ini adalah seorang princess. Dia bergegas menarik dirinya yg membuat Line agak tersinggung.

“Waeyo? Apa kamu masih belum melupakan Kheynie onnie?”

“Aniya…”

“Lalu,,, kamu masih marah padaku karena menyamar menjadi pengantin pada pesta pernikahanmu dengan Kheynie onnie?”

“Ani! Bukan begitu, Princess ah… Aku, aku…”

“Yang tegas!!” bentak Line serius.

“Aku hanya merasa tidak pantas untuk Princess…”

“Aigooo… Aku kira kenapa… Mengagetkanku saja! Kangin sshi, lihat dan tatap mataku! Lalu katakan kepadaku dengan sejujur-jujurnya, apa kamu menyukai gadis yang sedang duduk di hadapanmu ini?”

“Aku…”

Kangin yg ragu akan jawabannya tampak membisu beberapa saat. Line yg kecewa hanya bisa menarik napasnya dalam-dalam supaya airmatanya tidak jatuh.

Begini-begini, dia juga seorang princess Serigala Putih yg terhormat. Dia tidak ingin mengemis cinta seperti ini yg hanya akan membuat semua orang memandang rendah kepadanya.

“Araseoh… Gak perlu dijawab! Kurasa aku sudah tahu apa jawabanmu… Mianhe sudah mengganggu waktumu… Aku permisi dulu!” ucap Line lirih.

Harga dirinya terluka. Begitu juga dengan perasaan cinta yang baru akan dimulainya.

Hampa…

Sejenak semuanya terasa hampa dan menyakitkan.

Line beranjak berdiri dan berjalan menuju pintu. Airmatanya telah meleleh dan membasahi kedua pipinya yg putih dan mulus.

Ketika ingin memutar gagang pintu, tanpa diduganya Kangin menarik tubuh Line dan langsung menyapu bibirnya dengan lembut.

Kedua bola mata Line hampir meloncat keluar saking kagetnya. Dia tidak menyangka sama sekali jika Kangin akan berbuat seperti itu.

“Kangin sshi!??”

“Mianhe, Princess ah… Mianhe telah membuatmu menangis!” ucap Kangin dengan perasaan bersalah.

“Aniya… Ini sudah cukup bagiku! Gomawo Kangin ah… Gomawo…” ucap Line berseri-seri lalu memeluk Kangin erat-erat.

Kangin pun membalas pelukannya dan kembali mencium bibir Line.
__  __  ___  __  __

Di kamar tamu ~

Kibum nampaknya masih asyik tidur-tiduran di atas ranjang yg empuk.

“Matahari sudah menjemur pantat masih enak sekali tidurmu! Aigooo… Ck, ck, ck…” gerutu Trisa yg baru saja masuk sambil membawa nampan berisi sarapan.

Trisa kemudian duduk disisi ranjang sembari memperhatikan wajah Kibum yg polos dan pulas. Lama dia memperhatikan wajahnya sambil menghela napasnya.

Karena tidak ingin mengganggu tidurnya, dia pun ingin beranjak pergi. Tetapi sepasang tangan kekar tiba-tiba menarik tubuhnya sampai jatuh terhempas ke ranjang.

Dengan gesit, Kibum segera meraih selimut dan menyelimuti dirinya bersama Trisa. Karena sulit bernapas, Trisa pun meronta sekuat tenaga untuk melepaskan pelukan Kibum dan menghirup udara segar diluar selimut.

“Tenang dikit dunk, chagi! Aku masih mau tidur nech…!” gerutu Kibum yg merasa terganggu.

“HYAAA…! Kamu mau tidur sampai kapan? Apa kamu sudah lupa hari ini hari apa?!! Semua pangeran sudah bersiap-siap dan menunggu di aula, kamu malah masih malas-malasan…” gerutu Trisa dengan sengit.

Kibum membuka matanya dan menatap wajah Trisa yg dari tadi sudah merah padam karena kekurangan oksigen.

“Lho!? Ada apa dengan wajahmu ini?” goda Kibum jahil.

“De!? Mangnya wajahku kenapa?” tanya Trisa kaget sembari memegang wajahnya.

Trisa yg ingin beranjak bangun langsung ditahan oleh Kibum lewat pelukannya. Bersama Kibum seperti ini benar-benar bisa membuat dirinya mati kaku karena jantungnya berhenti berdetak dan kekurangan oksigen.

Di dalam hatinya, kali ini Trisa sudah membulatkan tekadnya untuk segera memisahkan dirinya yg masih dipeluk erat. Jika tidak, bisa-bisa besok di istana Serigala Hitam diadakan upacara pemakaman a/n Trisa dengan penyebab kematian mati karena sesak napas di bawah selimut bersama kekasihnya.

Oleh karena itu, Trisa terus meronta-ronta sekuat tenaga menyingkirkan kedua lengan Kibum dari tubuhnya. Tetapi usahanya sia-sia.

Trisa benar-benar kewalahan menghadapi pangeran pertama kerajaan White Dragon ini. Akhirnya dia pasrah dan tertidur dipelukannya.

Merasakan tidak ada perlawanan lagi, membuat Kibum membuka matanya. Dia menatap wajah Trisa yg sedang tertidur pulas lalu menopang wajahnya dengan tangan kirinya.

Poni Trisa dibelainya dengan lembut beserta kedua alisnya. Setelah itu dia mengelus kedua mata, hidung dan terakhir bibirnya.

“Hyaaa!! Ayo cepat bangun!!” bentak Trisa yg terjaga.

Kibum yg pusing mendengar omelan demi omelan tersebut langsung melepas topangan di wajahnya dan menindih tubuh mungil Trisa. Dia mencengkram kedua tangan Trisa ke atas dan menatapnya dengan tajam.

“Yaaah!! Lepaskan!! Sakiiitt….!” rintihnya kesakitan.

“Aigoo… Kenapa semakin lama kamu jadi semakin cerewet? Rasanya aku…”

“Wae? Sudah menyesalkan…? Araseoh! Makanya segera lepaskan aku… Balli!! Sampai disini saja hubungan kita! Aku sudah capek…” seru Trisa yg sebenarnya merasa agak kecewa.

“Mmm,,, enak saja sampai disini! Perjalanan kita masih panjang, jadi kamu jangan coba-coba kabur dariku, araci?!!”

“Molla!! Molla! MOLLA…!! Huh…..” seru Trisa kesal.

“Hihihi… Ternyata kalau lagi marah wajahmu manis juga yach… Hmm…” goda Kibum lalu tiba-tiba melepas gaun yg dikenakan Trisa dengan sihirnya.

“GYAAAAA…!! Apa yang kamu lakukan?!! Lepaskan aku! BALLIII…!!” jerit Trisa histeris dengan wajah merah padam.

“Ssshhtt! Tenang dikit dunk… Semakin kamu bergerak, semakin berkurang oksigen yang akan kamu terima nantinya… Tapi tenang saja! Aku pasti akan memberikanmu napas buatan… Hehehe…” godanya lagi yg membuat Trisa semakin emosi.

Kibum lalu mulai mengecup kening, hidung dan leher Trisa. Ketika lehernya dikecup, Trisa merasa darah di tubuhnya langsung mendidih.

“Hentikan, Kibum ah! Cepat bangun yang lainnya sudah menung,,,”

Belum sempat menyelesaikan kata-katanya, Kibum menyapu bibirnya dengan haus. Trisa terus menolaknya karena disaat penting seperti ini menurutnya harus mementingkan kepentingan umum dan bukannya bermesraan.

“Wae? Waeile? Apa kamu tidak mencintaiku lagi?” tanya Kibum dengan lirih.

“Cinta! Aku tentu saja cinta padamu! Bukankah kamu sudah tahu jawabannya…?”

“Lalu kenapa kamu…!??”

“Kibum ah… Disaat genting seperti ini apa pantas kita bermesraan dan membiarkan yang lainnya menunggu…? Tidak kan? Cheballl… Bangun dan bersiap-siaplah, araseohyo…?” pinta Trisa dengan nada memelas.

Kibum memisahkan tubuhnya dari Trisa dan duduk sambil diam membisu. Seraut wajahnya kini tampak penuh kesedihan yang mendalam.

“Kita sudah dewasa dan sudah bisa membedakan mana yang penting, mana yang tidak…” jelas Trisa yg sudah duduk di ranjang sembari menghirup napas dalam-dalam.

“Pertempuran kali ini bukan pertempuran seperti biasa! Bisa kembali dengan selamat atau tidak, aku juga tidak berani menjaminnya…” ujar Kibum yg membuat Trisa shock.

“Maksudmu?”

“Arang… Dia adalah iblis kegelapan yang paling disegani oleh semua makhluk… Setiap makhluk mempunyai sisi gelap, dan keahlian Arang adalah memanfaatkan sisi gelap tersebut untuk menguasai dunia…”

“Neoh! Kamu berbicara seperti ini apa kamu juga punya sisi gelap? Hahaha.. Jangan bercanda! Mana mungkin pangeran White Dragon yang perfect sepertimu punya sisi kegelapan?” seloroh Trisa sambil tertawa kecil.

“Sarang…”

“Ne… Aku mencintaimu…”

“Tapi selama ini kamu tidak pernah mempedulikan bagaimana perasaanku…” ucap Kibum lirih.

Trisa terkejut sekali mendengar ucapan Kibum. Dia tidak mengerti kenapa Kibum berkata seperti itu.

“Kibum ah… Apa maksudmu berbicara seperti itu?” tanya Trisa sambil menatap Kibum dengan tajam.

[Tunggu next part yo ~]

14 Comments (+add yours?)

  1. Neecha
    Aug 31, 2010 @ 21:21:27

    kyaa~~ jadi Line sekarang sama Kangin?? Omonaa~~~

    Nahlo itu kibum kenapa lagi sama trisa? ayo lanjut lanjut!! ^^

    Reply

  2. chonsahae
    Aug 31, 2010 @ 21:32:55

    wah.baru

    Reply

  3. KFanfic
    Aug 31, 2010 @ 21:39:20

    lanjut , chingu ..
    >,< ditunggu !

    http://koreaff2010.wordpress.com/

    Reply

  4. Wirazhuho
    Aug 31, 2010 @ 22:21:03

    Ciah. Kibum nakal.
    Lanjut.lanjut ..

    Reply

  5. sujuff & diary
    Sep 01, 2010 @ 01:16:48

    Hehe..
    Saia lupa klo mc ad stockny ~ ^^

    Reply

  6. shania9ranger
    Sep 01, 2010 @ 04:41:46

    Wezzz. . .dah ada lanjutan’na nie..

    Reply

  7. jasmijn2903
    Sep 01, 2010 @ 06:32:00

    gyaa~ apa itu maksud Kibum??
    next part ya, Eonn! 😀

    Reply

  8. skjldjfkg
    Sep 01, 2010 @ 10:31:55

    makin seru ..

    d tnngu part slanjutnyaa

    Reply

  9. Siwonieai
    Sep 01, 2010 @ 14:23:15

    wew..
    lyne ma kangin…
    hehehe

    btw, kheyne kmana neh..??

    Reply

  10. mei.han.won
    Sep 01, 2010 @ 14:42:23

    bum2…acara di lanjutin shabis prang….ekeh…..
    Lanjut…

    Reply

  11. chodictator
    Sep 01, 2010 @ 15:18:12

    Kibum apa maksud mu? hahaha
    lanjut~~

    Reply

  12. song raerim
    Sep 01, 2010 @ 15:49:06

    onn….
    di tunggu klanjutn ffnya y onn…
    penasaran ne…^^

    Reply

  13. Vaniiy Hyesun Lee
    Sep 01, 2010 @ 21:02:08

    wah my yeobo bisa gt jg ! Wkwkwk
    hwaiting nae yeobo XD *digetok Trisa eonnie*
    next part ASAP eonn 😀

    Reply

  14. parksora
    Sep 10, 2010 @ 21:01:49

    waa…waa…waaa…
    penasaran
    lanjut eonn~^^

    Reply

Comment's Box

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: