Unperfect Girl Stories (Silent Sonata part2)

By : Monca
***

Ryeowook’s Part…
Aku baru pertama kali melihat Sungmin tersenyum seperti itu, senyum yang penuh… entahlah, cinta mungkin??. Dari caranya tersenyum aku sudah tau bahwa Sungmin pasti menyukai gadis itu, Soo Zume. Bagaimanapun mereka kan ga punya hubungan darah.


Soo Zume, sedari tadi pikiran ku tidak bisa lepas dari gadis itu. Aku masih bisa mengingat caranya memainkan biola, menikmati permainannya sendiri, wajahnya, matanya, semua yang ada pada dirinya. Aaakkkhhhh sadarlah Kim Ryeowook!. Dia itu gebetannya sahabatmu. Kau gila mau merebutnya??. Kalau ia pasti kau sudah kehilangan akal sehat mu. Dan sekarang kau benar-benar gila. Aku menambah kecepatan mobilku, ingin buru-buru berbaring di kasur dan menjernihkan pikiran dari ‘virus’ ini.

Zume’s Part…
Aneh, kalau bukan hantu apa namanya??. Mahluk yang datang tiba-tiba lalu menanykan namamu? Itu hantu!. Tapi mana mungkin ada hantu se ganteng itu. Heemmmhh, Kim Ryeowook. Kalau ga salah itu namanya. Kata Sungmin oppa dia akan ikut recital untuk minggu depan. Yang lebih mengejutkan lagi, aku diminta Sungmin oppa untuk ikut dalam resital. Aku ulangi… IKUT DALAM RESITAL YANG AKAN DIADAKAN MINGGU DEPAN!!!. Asalnya aku menolak, tapi Sungmin oppa sampai memohon-mohon padaku. Jadi mau ga mau aku harus ikut. Lagipula dari dulu aku pengen banget ikut recital.
Sungmin oppa menjemputku pagi ini. Aku membawa serta biola keberuntunganku, warisan dari mendiang ibuku. “Siap untuk main di resital?” Tanya Sungmin oppa. Aku mengangguk dengan mantap, apapun demi resital.
Aku mengikuti Sungmin oppa dari belakang menuju ke gedung konser. Setibanya aku didalam gedung aku langsung mendengar suara musik yang mengalun indah. Gabungan dari biola, cello, flute, bass ganda, piano, dan macam-macam alat musik lainnya. Aku begitu terpesona sampai-sampai aku tidak ingin mereka berhenti bermain. Aku melihat mereka satu persatu hingga akhirnya aku melihat orang yang kemarin, Kim Ryeowook. Dia seperti penyihir piano, permainannya sangat menakjubkan. Lalu mataku bertemu. Disaat itu aku langsung membuang muka secepatnya. Aku memegang kedua pipiku, terasa hangat.
“Ok semuanya aku punya pengumuman. Kita kedatangan pemain biola baru, namanya Soo Zume. Dia akan mulai latihan bersamanya mulai hari ini.”. Semua pemain saling berbisik satu sama lain. “Dia tidak boleh ikut.”. Aku menoleh kearah datangnya suara, seorang pemain biola yang duduk paling depan. “Resital kita tinggal seminggu lagi. Jika dia masuk sekarang itu hanya jadi perusak.” Aku langsung terhenyak mendengar perkataannya. Perusak. Aku merasakan gemuruh dalam dadaku, jangan menangis Soo Zume…
“Dia harus ikut.” Kim Ryeowook??. “Aku pernah mendengarnya memainkan Pachelbels Canon in D. Itu adalah lagu yang biasa dimainkan oleh dua atau tiga orang. Tapi dia bisa memainkan semuanya sendirian.”. Gadis itu terlihat jengkel. “Aku juga tau itu. Jangan mentang-mentang kau pemain pro…”. “Jika kau sudah tau aku pemain pro, maka kau tau penilaian ku jauh lebih jeli. Aku tidak mudah terkesan mendengar permainan seseorang kecuali dia benar-benar memukau. Cewek ini akan menjadi nyawa dalam resital kita.”. gadis itu terdiam tidak bisa membalas perkataan Ryeowook.
Aku meniup peluit yang tergantung di leherku. Saat aku yakin semua orang benar-benar sudah melihatku aku melakukan bahasa isyarat. “Berhenti! Pertengkaran tidak akan menyelesaikan masalah!.” . Semua orang terheran-heran melihatku, apa Sungmin oppa belum memberi tahu mereka? Ahh tentu saja belum. “Kalau si bisu benar seperti apa yang kau katakana, suruh dia untuk bermain.” Ucap cewek itu sambil tersenyum, senyum merendahkan yang ga akan pernah kusuka.
Aku mengeluarkan biolaku lalu berjalan ketengah panggung, tepat di tempat berdirinya konduktor. Aku mengembuskan nafas lalu mulai menggesek biola, memainkan Pachelbels Canon in D. Ketika bermain biola aku tidak peduli lagi akan hal lain, karena aku sudah ada di duniaku.

Ryeowook’s Part…
Dengan percaya diri gadis itu melangkah maju kedepan. Sorot matanya mengatakan bahwa di yakin, yakin kalau semuanya bisa dilewati, yakin kalau apa yang dia mainkan benar-benar dunianya. Dia menghembuskan nafas sekali lalu mulai memainkan lagu. Pachelbels Canon in D, lagu yang membuatku tempo hari jatuh hati padanya.
Tanpa sadar jari-jariku sudah berada di tuts piano, memainkan lagu yang sama dengannya. Dia menoleh sebentar padaku lalu tersenyum dan membiarkan aku bermain bersamanya. Dia sangat berbeda dengan Soo Zume yang pertama kali kulihat. Orang yang sedang memainkan Pachelbels Canon in D ini adalah orang yang tenang dan berani disaat yang bersamaan. Oran yang benar-benar tau dimana dunianya dan siapa dirinya.
Setelah lagu tadi selesai semua orang terdiam. Lalu tepuk tangan yang pertama datang tentu saja dari Sungmin, lalu bertambah satu orang, lagi dan lagi. Sampai semua ruangan ini dipenuhi oleh suara gemuruh tepuk tangan, termasuk gadis yang tadi. “Sudah kubilang, cewek ini akan menjadi nyawa dalam resital kita.”. Semua orang saling berbisik, bedanya sekarang mereka tidak lagi membicarakan hal yang miring tentang Zume. Dan hal itu membuatku tenang.
Latihan hari ini selesai dengan baik. Ternyata Zume benar-benar seorang yang jenius, dia sudah bisa mengikuti permainan biola hanya denga latihan dalm sehari. Selain itu yang lebih mengejutkan lagi dia sudah berbaikan dengan cewek yang tadi mengejeknya, Han Sonkyung. Aku melihat mereka berdua dari kejauhan, sepertinya semua baik-baik saja.
Ketika aku sedang melihat mereka dari kejauhan seseorang menepuk pundak ku, Sungmin. “Aku tau kau menyukai Zume.” Ucapnya tiba-tiba. Sungmin memang orangnya blak-blakan banget, tapi jika sudah seperti ini artinya dia benar-benar serius.
“Ya, aku menyukainya. Kau juga kan?” Sungmin sepertinya kaget mendengar ucapanku.
“Jangan ngasal. Dari mana kau tau?”
“Lee Sungmin, kita sama-sama cowok. Aku tau tatapan mata macam apa itu.” Sungmin lebih terkejut lagi dengan perkataan ku yang ini, lalu tersenyum.
“Ok, kita bersaing secara sehat.” Ucapnya kemudian lalu menguluirkan tangan.
“Bagaimana, rival?” tanyanya. Aku tersenyum dan menjabat tangannya.
“Yup, kita saingan!. Zume pasti akan jadi milik ku.”
“Jangan sombong dulu. Karena aku tidak akan membiarkannya.”

Zume’s Part…
Aku benar-benar tidak percaya kalau tadi yang mengiringi ku adalah Kim Ryeowook, putra kedua Mozart-nya asia!. Aku mengetahui hal itu dari Sonkyung. “Zume, ayo kita pulang.” Panggil Sungmin oppa. Aku menoleh ke belakang, Sungmin oppa sedang bersama dengan Ryeowook. Aku mengangguk dan menghampiri mereka berdua. Aku menunduk sopan pada Ryeowook dan mengikuti Sungmin oppa ke mobil.
Saat di dekat mobil tiba-tiba Sungmin oppa berhenti. Aku menarik lengan bajunya dan bertanya. “Kenapa oppa? Ada yang tidak beres?”. Tiba-tiba Sungmin oppa menarik lengan ku dan memeluk ku erat. Aku kaget, tapi entah kenapa disaat yang bersamaan aku merasa senang. “Kumohon, biarkan seperti ini untuk sebentar saja.”. Aku tidak mengerti apa maksudnya tapi ya sudahlah. Aku juga menyukai Sungmin oppa.
Tunggu sebentar? Suka?? Apa maksudnya???. Padahal selama ini aku menganggap Sungmin oppa seperti kakakku sendiri. Sejak kapan perasaan ini muncul?. Sungmin oppa melepaskan pelukannya. “Maaf, pasti kamu kaget ya?” aku mengangguk kikuk. “Maafkan oppa-mu ini ya. Sebagai permintaan maaf hari ini kau aku traktir di tempat bulgogi yang paling enak di daerah Seoul.”
Aku masih memikirkan kejadian tadi malam. Makan bulgogi, buket bunga lili, dan yang lebih lagi pelukan yang di depan mobil. Semuanya membuat wajahku memerah, membuat jantungku berdetak lebih cepat. Sungmin oppa memang selalu mebuat kejutan-kejutan manis seperti itu, tapi yang ini beda. Tuhan, semoga Sungmin oppa tidak bisa mendengar detak jantungku.

Ryeowook’s Part…
Aku melihat Sungmin menarik lengan Zume dan memeluknya. Ya Tuhan, Sungmin yang pemalu itu bisa berbuat seperti itu?!!. Berarti kali ini lawanku adalah lawan yang berat. Aku buru-buru meninggalkan TKP dan memcu mobil dengan cepat ke rumah.
“Heechul aku ingin bertanya kepadamu.” Heechul yang sedang membaca majalah hanya menjawab dengan anggukan. Setelah itu dia menyeruput teh.
“Gimana caranya PDKT sama cewek?” tiba-tiba teh dalam mulutnya muncrat keluar, tepat mengenai muka ku, lalu kemudian terbatuk-batuk. “Hah? Apa aku ga salah dengar?. Adik ku ini lagi naksir cewek?”. Muka ku langsung bersemburat merah mendengar ucapannya. “Udah deh ga usah banyak nanya. Jawab aja sih apa susahnya!.”. Heechul mengentikan batuknya dan memasang wajah yang serius, aku jadi ngeri sendiri melihatnya. Heechul masang tampang serius, bisa masuk Guinness Book of Record.
“Apa kamu serius dengan cewek ini?” ucapnya dengan serius. Aku mengangguk mantap. “Kalau begitu aku ga bisa bantuin kamu. Selama ini cewek yang aku bawa ke rumah gampangan semuanya. Cewek yang kamu taksir ini pasti bukan cewek gampangan. Aku tau siapa dirimu Kim Ryeowook, karena aku adalah abang mu.”ucapnya panjang lebar sambil menjitak kepalaku.
“Wah rupanya hyung-ku ini sudah tobat ya?”
“Heii, sejak kapan kau jadi memanggil ku hyung?”
“Jadi sekarang ga mau main cewek lagi? Beralih ke lekong?” Heechul memukulku dengan bantal.
“Enak saja!. Tapi ga ada kata terlambat buat tobat kan? Lagi pula aku udah kena batunya.” Jawabnya sambil tersenyum. Senyuman penuh arti dari seorang Kim Heechul.

To Be Continued…

Monca nulis ini sambil dengar lagu Pachelbels Canon in D dari Depapepe. Bukan versi biola atau pianonya sih, tapi versi gitarnya. Bayangin aja kalau Sungmin yang main gitar hahaha ^-^

11 Comments (+add yours?)

  1. liathespaniard
    Sep 04, 2010 @ 03:01:22

    Klo umin maen gitar ckck dah melting aku hehehe

    Reply

  2. Lee Iseul
    Sep 04, 2010 @ 10:37:05

    ceritanya SUMPAH hampir mirip banget sama kejadian yg aku alamin sendiri,aduh gimanaya,tapi bedanya yg main canon pake piano itu aku…hueee nangis kejer aku baca fanfiction yg ini

    Reply

  3. HeeHwa
    Sep 04, 2010 @ 11:57:48

    hohohoho….q ska senyum penuh arti.na heechul…kkkkk
    umin oppa dri pd bersaing ma wookie oppa…mending kmu ma dongsaengmu ini…kkkk xD

    nice ff….lanjut chingu…cepetan…^^d

    Reply

  4. hansaera
    Sep 04, 2010 @ 20:28:23

    makin keren
    pengennya aku yang maen piano , cowonya biola , ohh so sweeett

    nice , lanjut ^^

    Reply

  5. Ocha
    Sep 04, 2010 @ 23:23:30

    Keren….
    Lanjut…

    Reply

  6. mochamonca
    Sep 05, 2010 @ 22:45:55

    Buat semuanya, maaf ya baru bisa dibalesin sekarang, 2 minggu terakhir ini sibuk sama mentas soalnya. Trims juga mau baca FF ini, baca terus yaaa (nyelipin promosi) =)

    Reply

Comment's Box

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: