Unperfect Girl Stories (Silent Sonata part4)

By : Monca
***
Zume’s part…
Aku mengajak Sonkyung untuk membeli gaun. Aku tidak mengerti gaun seperti apa yang harus dikenakan saat resital. Sebenarnya Ryeowook sudah menawarkan diri untuk menemani ku tapi aku kan malu kalau ditemani oleh seorang cowok. “Ahh Zume bagaimana dengan yang ini?”. Aku melihat gaun yang dipilihkan oleh Sonkyung. Sebuah gaun cantik berwarna hitam. Aku hampir berhenti bernafas ketika aku melihat bandrol harganya. Sekali lagi aku mengingatkannya bahwa aku hanya punya 1000 won. Dan harga baju ini 4 kali uang ku.
Aku dan Sonkyung terus menerus berjalan menjelajahi setiap pusat perbelanjaan yang ada di Seoul. Hasilnya sama saja. Akhirnya kami memutuskan untuk makan siang dulu. “Ya Tuhan. Maaf Zume aku harus segera pulang, adik ku kecelakaan. Mau pulang bareng atau kau lanjut nyari baju?”. Aku menggeleng dan menyuruhnya untuk segera pulang. Sekarang tinggalah aku sendiri disini. “Zume.”. Suara itu… aku langsung menoleh ke belakang dan menemukan sosok seorang cowok yang saat ini ga ingin aku temui. “Tadi aku berpapasan dengan Sonkyung. Dia bilang kau sedang mencari gaun untuk resital besok. Mau aku temenin?”.
Aku melihat wajah Sungmin oppa yang penuh harap menatapku. Akhir-akhir ini aku memang sengaja menghidar darinya. Tapi wajah teduh yang ada dihadapanku ini sedang terluka akibat perbuatanku. Jadi aku tersenyum dan meng-iya-kan ajakannya. Sungmin oppa akan berangkat 3 hari lagi. Aku tidak ingin Sungmin oppa berangkat dengan meninggalkan beban di Seoul. Setidaknya aku ingin Sungmin oppa tau aku baik-baik saja.

Ryeowook’s part…
Aku melihat pantulan diriku sendiri di cermin. Aku ga bisa tidur semalaman memikirkan Zume dan Sungmin. Kemarin dia curhat habis-habisan padaku tentang Zume yang masih ngambek padanya. Dan dengan bodohnya, aku menyuruh dia menemani Zume membeli gaun untuk resital. Padahal rencananya aku akan menyusulnya kesana dan pura-pura berpapasan dengannya. Haduh bodoh benar aku ini.
Tapi mungkin lebih baik begini. Jika kemarin aku tak menyuruhnya menemui Zume, orang itu akan berangkat dengan penuh penyesalan. Tapi masalahnya aku ini cemburu, bagaimanapun Sungmin itu menyukai Zume. Mengerti kan maksudku. Sekarang, dihadapan cermin ini aku berdoa agar mataku yang bengkak akibat kurang tidur tidak kelihatan.
Aku meminjam mobil Heechul lagi karena mobilku sedang menginap di bengkel. Dan tumben banget dia mau minjemin mobilnya tanpa harus perang dulu denganku. Pesannya hanya satu, “Mobilku jangan lecet sedikitpun. Jangan pulang lewat dari jam 11 malam titik!”.
Aku mengetuk pintu rumah Zume dengan dada berdebar kencang. Gaun yang seperti apa yang dipilihkan Sungmin untuknya?. Disamping mobilku ada mobil Sonkyung. Aku agak sedikit was-was ketika aku tau Zume akan didandani oleh Sonkyung karena dandanan Sonkyung itu gila!. “Oh ternyata kau Ryeowook. Masuklah, Zume sedang ganti baju.”. Aku tersenyum dan masuk. Sonkyung memakai gaun yang sepertinya masih belum selesai dijahit. Dandanannya juga membuat dia lebih tua 10 tahun dari umur yang sebenarnya, sekarang dia terlihat seperti wanita yang berumur 28 tahun sedang berburu cowok.
Aku mendengar suara langkah kaki menuruni tangga. Ternyata dugaan ku meleset jauh. Zume tidak terlihat seperti tante tente yang mencari mangsa, justru dia terlihat sangat anggun. “Gimana, cantik kan?” Aku langsung terkesiap kaget mendengar Sonkyung. “Aku berangkat duluan ya.” Ujar Sonkyung tak lama kemudian terdengar sura deru mobil meninggalkan rumah.
Zume menghampiriku dengan sedikit malu. “Ahh hemm wow, kau terlihat cantik.”. Zume tersenyum, terlihat sekali kalau wajahnya memerah. Aku mengulurkan tangan pada Zume. “Jadi, bisa kita berangkat sekarang nona?” Zume menggenggam tanganku dan mengangguk.
Penonton mulai memenuhi bangku yang ada. Mungkin penuh karena ini adalah salah satu resital besar yang pernah diadakan di Korea. Kami akan keluar dalam bentuk berpasangan. Aku melirik kearah Zume, dia terlihat sedikit nervous. Aku langsung menggenggam tangannya. Zume yang kaget langsung melirikku. “Jangan khawatir, aku ada disampingmu. Aku percaya kau bisa main dengan bagus karena ini adalah duniamu, biola ini adalah temanmu, dan aku ada disampingmu”. Zume mengangguk dan tersenyum.
“Baik tanpa membuang banyak waktu kami persembahkan resital Holly School Music with Enchanting Autumn.”. Kami pun berjalan menuju panggung, lalu setelah memberi hormat kami berjalan ketempat masing-masing. Semoga resital ini berjalan lancar. Apalagi ini adalah resital terakhir Sungmin di Seoul

Sungmin’s part…
Aku memeriksa barangku sekali lagi, semua sudah beres. Hari ini aku akan melangkah menuju Seoul airport, yang artinya tak akan melihat kampung halamanku lagi selama 3 tahun. Aku pasti rinidu sekali dengan suasana rumah ini, dengan murid dan staf Holly Music School, dengan Ryeowook, dengan masakan Zume, senyuman manis Zume, tatapan mata yang hangat dari Zume,…
Tak terasa air mataku meleleh. Kenapa semua yang kuingat hanya Zume? Terasa berat sekali untuk meninggalkannya. Setengah dari hatiku masih tidak merelakan Zume untuk Ryewook. Tapi aku lebih ga rela kalau dia jatuh ke tangan cowok lain, setidaknya aku mengetahui seperti apa si Ryeowook itu. Walau begitu tetap saja Zume bukan milik ku. Aaakkkhhhhh jadi dilemma sendiri memikirkanya.
Lantai Seoul airport terasa hangat. Dihadapan ku ada 80 orang murid dan staf Holly School Music, beberapa relasi di Seoul, Ryeowook, dan tentu saja Zume. Mereka yang akan mengiringi kepergianku. Selagi menunggu pesawat kami ngobrol banyak hal. Obrolan kami harus terhenti ketika pesawatku dipanggil, suara yang tidak ingin kudengar. Tuhan buatlah waktu berhenti saat ini juga. Namun tentu saja tidak mungkin kan?. Mereka mengantarku sampai ke gerbang keberangkatan. “Sepertinya mulai dari kami tidak bisa lagi mengantarmu.”ujar Ryeowook. Aku tersenyum. “Terimakasih kalian mau meluangkan waktu untuk mengantarku.”. Disaat yang bersamaan aku melihat Zume. Gadis itu sekuat tenaga menahan tangisnya.
Ketika aku mau menghampirinya, gadis itu menggenggam tangan Ryeowook erat. Sampai Ryeowook sendiri kaget. Setelah cowok itu meliahat raut wajah Zume, di memeluk Zume dan membisikan sesuatu di telinganya. Oh ya, aku lupa. Sekarang Zume punya Ryeowook.
Sekarang gadis itu menangis sesenggukan. Perlahan di menghampiriku dan memberikan Sesutu yang dia simpan di saku jaketnya, sebuah kotak musik kecil. “Jangan lupakan aku.” Ucapnya. Aku menggenggam kotak musik pemberian Zume sambil mencium keningnya. “Aku ga akan pernah melupakan mu.”

1 tahun kemudian……
Ryewook’s part…
Satu tahun telah berlalu. Zume sekarang menjadi guru TK di sebuah institute khusus tuna wicara. Aku sendiri masih menjadi seorang pianis yang suka keluar negri untuk resital. Oh ya bulan lalu aku bertemu Sungmin di London. Kami berkolaborasi dalam sebuah resital yang khusus diadakan untuk menyambut Ratu Elizabeth III di kerajaan. Sungmin menjadi konduktor yang disegani di dunia musik, sama seperti ayahnya.
Selama satu tahun itu juga banyak yang berubah dari kami, hubungan kami juga makin berkembang. Bertengkar pasti pernah, namanya juga orang pacaran. Namun setiap masalah bisa kami hadapi berdua. Aku sangat menyayangi Zume, berkali kali lipat disbanding saat pertama bertemu.
Aku mematut diri di cermin. Dari atas ke bawah sudah ok, siiiipp! Aku juga sudah mereservasi tempatnya. Aku merogoh sesuatu dari saku celanaku. Dalam genggamanku ada kotak cincin bludru berwarna hitam. Hari ini aku bermaksud melamar Zume di restoran tempat pertama kali kami bertemu. Aku tersenyum sendiri membayangkan bagaimana reaksi Zume. Aku sengaja memakai pakaian santai agar tidak terlalu mencolok. Lamaran ini juga sebagai kado hari jadian kami yang setahun.

Zume’s part…
Aku menerima sms dari Ryeowook pagi ini. Dia mengajak ku makan di restoran tempat pertama kali kami bertemu. Aiihhh dia tidak lupa hari jadian kami. Aku senang sekali dia meluangkan waktu untuk hari ini, sebab akhir-akhir ini dia selalu sibuk keluar negri untuk pertunjukan musiknya. Karena itu aku bertekat dandan secantik mungkin untuk Ryeowook.
Sambil memilih pakaian aku membayangkan apa kejutan istimewa dari Ryeowook. Coklat, bunga, boneka, tiket jalan-jalan, atau jangan-jangan… uuuhhh aku malu sendiri memikirkannya. Apa mungkin… apa mungkin dia mau melamarku?. Aku meraba muka ku sendiri. Hangat. Pasti sekarang muka ku udah kayak udang rebus.
PRAAAANNGGG!!!
Aku buru-buru ke dapur untuk memeriksa. Ternyata yang pecah adalah gelas yang kami buat berdua di Dongdaemon, aku menyimpan yang berinisial nama Ryeowook sedangkan Ryeowook menyimpan yang berinisial namaku. Aku melihat jendela dapur terbuka dan sekilas aku melihat ekor kucing hitam diantara pepohonan. Aku memungut satu persatu pecahan gelas. Karena kurang hati-hati jari manisku tergores pecahan kaca. Tiba-tiba ada perasaan aneh menyelimuti sekujur tubuhku. Firasat yang buruk.
Setelah aku memereskan kaca dan menempelkan plester di jari manis, aku menelpon Ryeowook. Dari layar handphone aku melihat Ryeowook diantara orang-orang dalam kereta. “Ada apa Zume?”. Aku menggeleng dan berkata hanya ingin mendengar suaranya saja. Ryeowook tersenyum. “Aku punya kejutan untukmu.” Ujarku. Aku berlatih ini selama 3 bulan, masih belum jelas sih.
Aku menarik nafas lalu menghembuskannya lagi. “Sss… ssaa…. Aaaa… rraaaangg… hhhhh…hhaaaaa…….” Duuuhhh susah sekali mengucapkannya!. Ryeowook tersenyum dan menempelkan jari telunjuknya di bibir. “Aku juga hadiah untuk mu. Tukerannya nanti aja di restoran, jadi impas.”. Setelah itu layar handphone berubah hitam, pertanda Ryeowook memutus sambungannya. Aku tersenyum, dia pasti baik-baik saja Soo Zume. Ryeowook itu kuat.
Sudah 10 menit aku menunggu Ryeowook disini. Sesekali aku melihat perempatan diluar. Hari ini lumayan rame. Maklum kan malam minggu. Tiba-tiba handphone ku berdering. Tunggulah di luar restoran. Dan kau tau apa? Ketika aku keluar restoran diluar telah ada beberapa pemain gitar memainkan lagu Marry U!. Aku menutup mulutku dengan kedua tangan. Dari kejauhan aku melihat Ryeowook di sebrang perempatan. Disaat itulah handphone-ku berdering. “Would you marry me.”. Air mataku langsung keluar. Tentu saja, tentu saja Kim Ryeowook!
Tiba-tiba mataku tertuju pada seekor kucing hitam yang berada di belakang Ryeowook yang saat itu sedang berjalan. Disaat yang bersamaan aku melihat sebuah truk dengan kecepatan tinggi menuju ke arah Ryeowook.
“Ryeowook!!!” teriak ku. Ryeowook menghentikan langkahnya karena kaget. Kalau dia berhenti truk itu akan… tanpa pikir panjang aku langsung berlari ke arah Ryeowook. Seketika itu juga mataku kabur dan semuanya berubah jadi hitam. Ryeowook…
Aku terbangun. Yang pertama kulihat adalah Sungmin oppa, lalu beralih ke Sonkyung. “Berbaringlah dulu disitu Zume.”. Mataku masih sedikit berkunang-kunang, kepalaku juga masih pening. “Semalaman kau mengigau. Menyebut-nyebut nama Ryeowook.” Ujar Sonkyung. Ya Tuhan berarti aku… aku dapat berbicara!. Perlahan-lahan otak ku mem-flashback kejadian tempo hari. Saat itu aku berteriak menyebut nama Ryeowook.
“Oppa, dimana Ryeowook?”. Raut wajah Sungmin oppa mendadak mendung. Aku berbalik melihat Sonkyung, dia juga berwajah sama mendungnya dengan Sungmin oppa. “Dia koma. Menurut dokter yang menanganinya seharusnya dia sudah tewas ditempat. Entah apa yang membuatnya terus bertahan.”. Air mataku kembali mengalir. “Sekarang ini keadaanya lebih tepat sperti tertidur dan tidak pernah bangun dari mimpinya.” Lanjut Sonkyung. Dia pasti menungguku.
Beberapa menit kemudian pintu kamarku dibuka oleh seseorang. Aku tidak mengenal siapa orang ini. “Heechul hyung.” Ujar Sungmin oppa. Ahh, dia kan kakaknya Ryeowook. Baru kali ini aku melihatnya secara langsung. “Bagaiman keadaan Ryeowook?”. “Belum ada kemajuan. Oh ya boleh aku bicara berdua saja dengan gadis ini?”. Seketika itu juga Sungmin oppa dan Sonkyung keluar dari kamar, meninggalkan kami beruda disini.
Heechul duduk disebelahku. Aku sedikit gugup. Apa dia menyalahkan ku atas semua kejadian yang menimpa Ryeowook?. Tapi aku tau, aku memang pantas disalahkan. “Bagaimana keadaan mu?” tanya Heechul. “Sudah baikan.”. Hening beberapa saat.
“Maafkan aku. Ryeowook jadi seperti ini gara-gara aku. Aku…”
“Sudahlah tidak ada yang perlu disalahkan. Ini sudah takdir. Tapi aku ingin minta tolang sedikit padamu Zume.”
“Ada apa?”
“Tolong lepaskan Ryeowook.” Aku terhenyak mendengarnya. Apa maksudnya??
“Aku tau kalian saling mencintai. Tapi saat ini Ryeowook tersiksa. Dia tidak bisa tenang meninggalkan dirimu. Itu sebabnya dia terus bertahan, semua untukmu. Jika kau benar-benar mencintainya biarkanlah dia pergi. Aku percaya jika memang jodoh, kalian akan bertemu lagi.” Mendengar penjelasan Heechul air mataku merembes keluar. “Antarkan aku menemuinya.”. Heechul tersenyum dan membantuku bangun dari kasur. Ketika aku keluar kamar Sonkyung kaget sekali. “Tidak apa-apa. Aku hanya ingin menemui Ryeowook.”
Aku menatap Ryeowook dengan pandangan nanar. Selang bertebaran di sekujur tubuhnya. Aku mendekatinya dan membelai wajahnya. “Ryeowook bangunlah. Aku ada disini.”. Tidak ada respon. Aku menggenggam tangannya erat. “Bangunlah Ryeowook. Aku mohon, demi aku.”. bisik ku sambil menyeka air mata.
Tiba-tiba aku merasakan tangan Ryeowook bergerak. Matanya perlahan-lahan terbuka. Salah satu tangannya mengambil sesuatu dari bawah bantal. Sebuah kotak cincin bludru berwarna hitam. Dengan susah payah dia membuka kotak itu, mungkin karena tangannya terlalu banyak selang infuse. “Soo Zume, menikahlah dengan ku.” Ujarnya. Dia mengambil cincin itu lalu memasangnya di jari manisku. Aku tak kuasa lagi menahan tangis. Aku mengangguk.
Ryeowook tersenyum lalu mencium lembut tanganku. “Sekarang kau bisa pergi dengan tenang.” Ujarku. Ryeowook tersenyum lalu menarik kerah bajuku.Setelah itu dia menciumku. Lalu terdengar bunyi suit panjang alat pacu jantung. Genggaman tangannya pun terlepas. Saat itu aku tau, ini yang terbiak bagi Ryeowook.

1 tahun kemudian……

Zume’s part…
Aku baru pulang dari super market ketika aku menemukan sebuah paket tergeletak di depan pintu. Aku membolak-balik paket tersebut dan aku begitu terkejut melihat nama pengirimnya.
Aku buru-buru masuk kedalam rumah untuk lari dari hawa dingin Seoul bulan Desember. Aku membuka paket itu. Di dalamnya ada sebuah DVD, sebuah kunci dan kartu ucapan. Semoga kita bersama sampai nanti aku jadi kakek-kakek dan kamu jadi nenek-nenek ^-^.
Aku lengsung menyetel DVD itu. Setelah itu aku langsung menutup mulut dengan kedua tanganku. Kim Ryeowook, dia mengirimnya satu tahun yang lalu!. Dia sengaja mengatur paketnya agar sampai di hari ini.
“Zume. Happy anniversary kita yang pertama!. Maaf jika selama ini aku tidak bisa menjadi suami yang baik untuk mu. Selalu meninggalkan mu sendirian dirumah. Oh ya, saat ini aku bertanya-tanya. Apa kita sudah punya anak? Aiiihhh hatiku berdebar-debar memikirkannya. Kalau cowok dia pasti ganteng seperti aku, tapi kalau cewek pasti cantik mirip mamanya.”
“Ahh? Apa?? Kau penasaran ini dimana???. Sebenarnya ini adalah rumah yang kubeli secara diam-diam sebelum aku melamarmu di restoran. Aku tau kau ingin rumah kecil yang cantik. Jadi aku mencarinya untukmu. Nah, ayo kita masuk kedalam.”. Air mata ku kembali meleleh. Ryeowook sengaja membuat paket ini datang tahun depan, persis di tanggal yang seharusnya menjadi anniversary kami. Aku tersenyum melihat segala kekonyolan Ryeowook di video, tapi tidak bisa berhenti menangis.
“Satu tahun dari sekarang aku seperti apa ya? Hemmmhh yang pasti tahun depan aku akan mencintaimu. Jauh menyayangimu dari saat ini. Apa kau juga akan mencintaiku lebih dari sebelumnya??.”. Setelah itu Ryeowook menunjuk dirinya sendiri, membuat tanda love di dada kiri, lalu menunjuk ke kamera. Aku juga membuat tanda yang sama di depan televise. Aku juga mencintaimu.

The end.

Nb: Coba deh baca ff ini sambil denger lagu Marry U Suju atau kazamidori Depapepe

9 Comments (+add yours?)

  1. liathespaniard
    Sep 07, 2010 @ 03:01:02

    Wookie keren d sini, romantis abis

    oia, jd zume g jadian nh ma umin, sy kr bkl jadian hehehe

    Reply

  2. haeny_elfishy
    Sep 07, 2010 @ 04:25:50

    kereeeen. . ! kirain, akhirnya sama umin. . .
    thumb up buat wookie,
    thumb up buat author !

    Reply

  3. shania9ranger
    Sep 07, 2010 @ 04:29:19

    Enternal magnae wookie bs romantis jg dsini. Nice ff!

    Reply

  4. syalala
    Sep 07, 2010 @ 04:38:50

    kenapa laki saya dibikin mati TT_TT
    what a sad story. Manis banget karakter wookie di ff ini, makin cinta deh walopun endingnya.. Huaaahuaaa. Keren!

    Reply

  5. weinara
    Sep 07, 2010 @ 05:39:59

    keren !
    wookie romantisnyaaa , tapi kenapa mati ?
    keren keren bikin nagis xDD

    Reply

  6. eunrima
    Sep 07, 2010 @ 05:56:52

    Aaah,, kenapa wookie mati? Tapi keren banget,, wookie disini juga romantis abis 🙂
    Buat epilognya juga ya author ,,hehehe

    Reply

  7. chacha cute girl
    Sep 07, 2010 @ 07:45:10

    hkhk
    wookie T________T

    Reply

  8. hansaera
    Sep 07, 2010 @ 10:03:40

    wokkie , jangan mati T.T
    kirain habis nglamar sembuh gitu , eh malah mati T.T
    siapa yang gak nangis kalo dikirim video kaya gitu , mbayanginnya uda gak tega T.T pokoknya keren banget deh ni ff ^^

    Reply

  9. Ocha
    Sep 07, 2010 @ 16:39:11

    Keren abissss…
    Tapi kenapa Wookie mesti matii…..

    Reply

Comment's Box

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: