Your Thoughts Destined For Me

Pagi tanpa bersekolah adalah hal langka yang tidak boleh disia-siakan oleh pelajar SMA yang sibuk sepertiku, aku merasa pagi ini seperti surga. Tak ada amma yang memaksaku bangun, atau oppa ‘fashionista’ku, Heechul yang selalu berkomentar tentang apapun yang aku pakai hari itu.

Pagi ini, aku ingin sekali berjalan-jalan disekitar kota Seoul, padahal suhu sudah menunjukan 10 derajat celcius. Sudah lama aku menginginkan saat-saat seperti ini, Sendiri. Ya aku lebih senang sendirian dari pada harus pergi bersama-sama, atau aku lebih suka membaca buku tebalku dari pada berjalan-jalan ke mall. Ya itulah aku, anak pendiam yang lebih suka menunjukan ekspresi wajah datar daripada tersenyum. Aku memakai mantel, sarung tangan, dan bootsku.

“Jae Ra, mau kemana kau?” tanya Heechul oppa yang tiba-tiba muncul dari balik pintu.

“Aku hanya ingin berjalan-jalan oppa.” jawabku sambil tetap berkonsentrasi memakai boots berpotongan tinggi ini.

“Kemana? Pagi ini kan dingin sekaliiii~” tanyanya lagi.

“Hanya berkeliling, sayang sekali kalau kita melewatkan salju di pagi ini.” aku merapatkan mantelku dan berjalan keluar.

Aku akan membuka pagar ketika Heechul oppa berteriak “Ya! Jae Ra!” aku menoleh. “Mantel dan boots mu tidak cocok!!!”

“Biar sajaaaa!” aku menjulurkan lidahku padanya dan langsung kabur.

Aku tahu orang-orang sepertinya lebih senang menghabiskan coklat panas mereka di rumah di pagi sedingin ini, tapi aku lebih senang menghabiskannya di café mungil milik Min Ah onnie, sunbaeku saat di SMP dulu. Ia sekarang berkuliah sambil membuka sebuah café yang langsung menjadi favorit masyarakat disini. Aku berjalan menyusuri pertokan ini sambil sesekali melihat benda apa saja yang dipajang di etalase toko-toko. Sekian detik perhatianku tertarik pada sebuah kamera Polaroid putih yang sangat manis. Sepertinya aku harus mulai menabung.

Aku sampai di sebuah café yang lumayan ramai. Saat ingin membuka pintu kacanya, seseorang mendahuluiku, ternyata dia adalah Ryeowook, adik Min Ah onnie yang seumuran denganku. “Pagi Jae Ra-sshi” sapanya ramah dengan seragam pegawai café ini. Kadang aku sangat kagum bagimana mereka bisa mengelola café ini hingga menjadi seperti sekarang.

“Pagi Ryeowook-sshi.” kataku sambil tersenyum tipis, aku hanya tersenyum ketika keadaan ‘memaksaku’ untuk tersenyum. Tidak mungkin aku tidak membalas senyum seorang namja polos dan tulus seperti Ryeowook. Aku menuju meja favoritku, meja yang berada persis disamping jendela besar yang menghadap ke jalan. Aku senang bisa memperhatikan warga kota Seoul yang berjalan lalu-lalang.

“Annyeong Jae Ra.” aku menoleh, ternyata Min Ah onnie, ia menghampiri mejaku.

“Annyeong onnie.” Min Ah onnie duduk didepanku. “Kau lihat namja disana?” mataku mengikuti arah yang diberikan Min Ah onnie.

“Yang sedang membawa banyak piring itu?” kataku mencoba menyakinkan.

“Iya. Dia murid SMA yang sedang part time disini, dia bekerja siang hari, tapi karena seluruh sekolah hari ini libur, maka dia mendapat jam pagi hari ini.”

“Lalu?”

“Lalu, aku minta bantuanmu untuk melihat kinerja namja bernama Cho Kyuhyun itu. Jebaaaal.. ” ujar Min Ah onnie sambil merapatkan kedua telapak tangannya, memohon.

“Caranya bagaimana?” tanyaku lagi. Min Ah onnie tersenyum lebar.

“Park Jae Ra, kau adalah salah satu pelanggan caféku yang paling setia. Tentu saja kau sudah sering melihat kinerja karyawan lain kan?” aku manggut-manggut. “Sedangkan Kyuhyun baru saja bekerja 5 hari disini. Aku tahu dia orang yang selalu bekerja keras dan mencoba menunjukan yang terbaik. Tapi masalahnya, dia itu sedikit ceroboh dalam melakukan apapun. Jadi untuk waktu kerja 5 hari, dia sudah cukup sering melupakan pesanan pelanggan, lupa memberi kembalian, memecahkan piring, ataupun salah menaruh serbet.”

“Jinja?” kali ini Min Ah yang manggut-manggut.

“Ne, padahal sebelum benar-benar bekerja part-time disini sebelumnya dia benar-benar diajari semuanya.”

“Kenapa onnie tidak mengeluarkannya saja?” kataku cuek.

“Ssssssttt!!” Min Ah onnie menutup mulutku.

“Ya onnie! Apa yang lakukan?” kataku setengah berteriak saat ia melepaskan tangannya.

“Mian hehe, jangan sampai ini semua terdengar oleh Ryowook, Kyuhyun itu sahabatnya. Ryeowook yang memaksaku menerimanya sebagai pegawai disini.”

“Lalu apa yang harus aku lakukan untuk membantumu?”

“Jika dongsaengku itu tahu aku ingin memberhentikannya dia bisa marah padaku, kau tahukan dia itu mudah ngambek.” ia menarik nafas panjang dan menghembuskannya pelan-pelan. “Jadi aku ingin kau memesan dengan gaya seperti biasa, namun dalam jumlah yang lebih banyak.”

“Gaya seperti biasa?” alisku saling bertaut.

“Ne, kau kan biasanya sangat perfeksionis. Seperti dua setengah sendok gula di tehmu, atau jangan memakai taburan coklat bubuk pada susu coklat pesananmu, melainkan memakai kayu manis.” Min Ah onnie berbicara dengan wajah berseri-seri.

“Kau mengingatnya?” tanyaku.

“Aniyo, Aku sangat hafal semua model pesananmu, bukan mengingatnya. Semua tersimpan rapi disini.” ia menunjuk dahinya. “Aku ingin kau memesan makanan dengan gayamu itu, tapi pesan lebih banyak. Dan aku akan meminta Kyuhyun yang mencatat dan membawakannya. Maka kau juga bisa membantuku membujuk Ryeowook dengan bercerita bagaimana dia lupa dengan pesanan-pesananmu.” katanya setengah berbisik.

“Onnie, kalau begini namanya, kau menjebak Kyuhyun, bukan mengetes kinerjanya.”

“Jebaaaaal~ aku sebenarnya tidak mau melakukan ini, jeongmal. Sebenarnya appaku tahu akan kinerja Kyuhyun dan memintaku mengeluarkannya.”

“Bagaimana appa-mu mengetahuinya?”

Ia menghela nafas lagi. “Kyuhyun itu sahabat Ryeowook dan ia sering main kerumah kami. Dirumah kami sedikitnya dia sudah memecahkan 2 gelas, 1 mangkok, dan yang paling parah dia tidak sengaja menyenggol guci kesayangan amma yang appaku berikan dari Cina.” sekarang kepalanya tertunduk. Aku jadi tidak tega.

“Ne arasso. Aku akan mencobanya.” Min Ah onnie langsung bangun dan memelukku.

“Annyeong, joneun Cho Kyuhyun imnida. Ada yang bisa saya bantu?” sekarang namja bernama Kyuhyun ada di depanku.

“Annyeong. Aku memesan teh hangat, tapi gulanya cukup dua setengah sendok saja, lalu aku ingin susu coklat yang di bawa pulang, tapi tolong tukar susu bubuk yang ditaburi diatasnya menjadi kayu manis, tolong bawakan pancake tapi jangan memakai sirup strawberry melainkan vanilla, oh iya aku juga ingin membawa pulang sebuah tiramisu tanpa cream dan terserah kau memakaikan coklat apa tapi jangan dark chocolate, karena biasanya tiramisu disini banyak menggunakan dark chocolate.” aku melihat wajahnya sekilas, ia sedang terlihat sibuk mencatat. Aku tersenyum kecil dan kembali melanjukan misiku. Aku sengaja berbicara lebih cepat. “Dan hem… bawakan aku telur mata sapi yang digoreng setengah matang dan jangan pakaikan saus apapun.”

“Sudah nona?” tanyanya terlihat kewalahan.

“Itu saja, ingat! Jangan ada yang kau lewatkan.”

“Arraseo. Jika kau perlu apapun panggil saja aku nona, aku akan membantumu.” katanya sambil tersenyum.

“Aku ingin kau yang mengantarkannya juga Kyuhyun-sshi.” aku membalas senyumannya. Tunggu?! Aku membalas senyumannya tadi?!

Lima belas menit kemudian Kyuhyun kembali membawa beberapa pesananku. Tapi kali ini, raut wajahnya agak, aneh. “Ini nona, teh hangat dengan dua sendok setengah gula, ini pancake dengan saus vanillanya, lalu ini adalah telur mata sapi setengah matang tanpa saus apapun.”

“Gomawo Kyuhyun-ssi.” ujarku. Kali ini aku tidak tersenyum, melainkan bingung. Ia membawakan semua pesananku dengan benar. Bukankah?

Tak berapa lama kemudian juga ia membawakan pesananku untuk dibawa pulang. Lagi-lagi, dia membawanya tanpa ada satupun pesanan yang terlewat dan tak ada yang salah.

Aku meninggalkan café itu dengan rasa penasaran yang memenuhi otakku. Mengapa dia bisa mengingat semuanya? Apakah Min Ah onnie hanya terlalu berlebihan tentang sifat pelupa dan cerobohnya itu?

Tak terasa aku sudah sampai didepan rumahku. Aku masuk dan memberikan sepotong tiramisu dan susu coklat untuk Heechul oppa, dia terlihat sangat senang karena tidak biasanya aku membawa oleh-oleh. Aku masuk ke kamarku dan membuka salah satu buku yang aku beli beberapa hari lalu dan mulai membaca satu persatu halamannya.

DRRT DRRT. Aku menoleh ke ponselku yang bergetar. Sesorang meneleponku, ternyata Min Ah onnie.

“Yoboseyo?” kataku.

Yoboseyo. Jae Ra? Bagimana tadi?”

“Onnie, sepertinya kekhawatiranmu berlebihan…” aku mulai menceritakannya. Bagimana Kyuhyun bisa membawakan semua pesananku tanpa ada yang terlewat. Tapi Min Ah onnie terlihat belum percaya.

Jae Ra, tak lama setelah kau pulang, Kyuhyun lupa untuk tidak mengolesi selai kacang di roti panggang seorang pelangganku yang alergi terhadap kacang. Padahal orang itu sudah mengingatkannya. Dan orang itu masuk rumah sakit.

“MWO?!” ujarku kaget dan nyaris tertawa.

Kalau begini caféku bisa bangkrut aaaaaaaa!

Sinar matahari perlahan masuk ke kamarku ketika amma membuka tirai jendela. Aku berdecak pelan dan mencoba melanjutkan tidurku. Hari ini jauh lebih hangat dari kemarin.

“Ya! Jae Ra cepat bangun! Hari ini kau sudah sekolah lagi.”

Dengan malas aku berjalan ke kamar mandi dan bersiap-siap. Aku memakai seragam musim dingin sekolahku, sarapan, dan berangkat. Tak lupa selama makan aku berusaha tidak mendengarkan Heechul oppa yang bilang bahwa aku harus mengganti tasku tiap musim dingin karena tidak cocok dengan seragamnya. Aku hanya hanya bisa bilang “Kalau begitu kau yang belikan tasnya.” dan langsung pergi.

Aku berangkat dengan bus dan melanjutkan sekolah seperti biasa.

Aku melihat jam tangan dipergelangan tangan kiriku, waktu menunjukan pukul 4 sore. Omona! Dengan cepat aku membereskan buku-bukuku dan keluar perpusakaan sekolah dengan tergesa-gesa. Aku memang sering lupa waktu kalau sudah ada di perpustakaan. “Gawat aku akan ketinggalan bis.” gumamku pelan.

Aku berlari menuju halte bis, dan benar saja, bis yang harusnya aku tumpangi sudah berangkat 7 menit yang lalu. Sekarang aku harus pulang berjalan kaki sambil membawa lima buku tebal ditanganku, tasku sudah terlalu penuh. Aku berjalan pelan menelusuri jalan yang sudah kembali keaslinya, tidak seperti kemarin-kemarin yang tertutup oleh salju.

Tiba-tiba sebuah sepeda motor berhenti didepanku. Aku tersentak dan nyaris menjatuhkan buku yang aku bawa.

“Ayo naik.” kata namja itu tanpa basa-basi. “Sepertinya kau harus meminta penjaga perpustakaan untuk mengingatkanmu kalau bismu akan tiba.” lalu ia tersenyum, satu-satunya senyum seorang namja yang baru aku kenal –lebih tepatnya dia yang mengenalkan diri- kurang dari 24 jam yang lalu yang tanpa sadar aku balas.

“Kyuhyun-sshi?” aku mencoba menerka-nerka wajah yang terhalang oleh helm hitam itu.

“Iya ini aku Jae Ra-sshi, ayo naik.” katanya masih tetap tersenyum, aku merasa wajahku panas.

Aku menaiki motornya, kami terbelenggu dalam diam selama dalam perjalanan. Lama-kelamaan aku menyadari sesuatu, inikan bukan jalan menuju rumahku? Jangan-jangan aku diculik?!

“Aku ingin membawamu kesebuah taman!” Kyuhyun berseru dibalik helmnya, mencoba mengalahkan suara bisingnya jalan kota Seoul sekaligus menjawab semua pertanyaanku.

Kami berhenti disebuah taman yang cukup ramai. Mobil penjual coklat panas dan makanan hangat lainnya terlihat dikerumuni anak kecil. Aku dan Kyuhyun duduk berdampingan di salah satu kursi kayu yang menghadap kesebuah ayunan berwarna-warni.

“Jadi kenapa kau membawaku kesini Kyuhyun-sshi?” tanyaku to the point. Aish sore ini mulai mendingin.

“Aku hanya—ah tunggu sebentar Jae Ra-sshi.” ia berlari kecil menuju motornya dan mengambil sesuatu. Dia kembali duduk disampingku dan memakaikan sesuatu yang hangat dileherku. Sebuah syal bahan rajutan yang sangat hangat sekarang terpasang rapi “Aku tahu aku ceroboh, tapi lebih baik menjadi orang yang ceroboh dari pada orang yang tidak menjaga kesehatankan?” apa maksudnya? Aku sama sekali tidak mengerti! “Aku ingin memberikan ini padamu.” sekarang dia mengeluarkan sebuah kotak karton putih kecil dari sebuah kantok plastik yang ia bawa bersamaan dengan syal itu.

“Apa ini?” tanyaku bingung.

“Sepertinya jika menunggumu untuk menabung, itu akan jadi hal yang lama.” katanya sambil tersenyum malu-malu. Sekarang aku benar-benar bingung.

Aku membuka kotak itu, “Polaroid?” aku menatapnya, dia tersenyum lebar. “Bagimana kau tahu?”

Dia masih tersenyum, dan sekarang mengelus rambutku lembut. “Aku tahu lebih banyak dari pada yang kau tahu, bahkan tentang dirimu sendiri.” aku merasa jantungku berdegup lebih cepat.

“Katakan siapa sebenarnya dirimu tuan Cho Kyuhyun.” kataku dingin dan menurunkan tangannya dari kepalaku. Aku bukannya tidak senang, malahan aku merasa nyaman di dekatnya, tapi aku sama sekali tidak suka cara diam-diam seperti ini. Siapa dia? Stalker?

“Aniyo, aku bukan seorang stalker. Yaaaa tidak sepenuhnya stalker maksudku.” jawabnya –lagi-lagi- menjawab pertanyaan yang ada di kepalaku.

“Katakan siapa dirimu sebenarnya!!” kataku setengah berteriak.

“Terkadang, ada beberapa hal yang tidak masuk diakal. Tapi malah menimpa diri kita sendiri.” sekarang dia menatap langit. “Aku bisa tahu semua keinginanmu Park Jae Ra, semua dari pikiranmu.”

“A-apa maksudnya?”

“Aku mendapat anugrah dari tuhan, untuk bisa membaca pikiran wanita yang aku cintai.” dia menatapku dalam.

Aku membatu sekarang, mencoba mencerna setiap kata yang Kyuhyun bilang diotakku. Aku menggelengkan kepalaku. “Aku tidak percaya, maaf Kyuhyun-sshi.” dengan cepat aku mengembalikan Polaroid yang aku pegang padanya. Dan langsung berlari sekencang-kencangnya.

Terdengar samar-samar suara dibelakangku, “Aku akan buktikan aku mengetahui semua keinginanmu Park Jae Ra!!”

Sudah tiga hari semenjak kejadian itu. Dan kau tahu apa? Aku sama sekali tidak bisa melepaskan namja bernama Cho Kyuhyun dari kepalaku. Apakah itu hanya lelucon? Apakah dia berbohong? Apakah dia hanya mempermainkanku? Tapi semua pertanyaanku itu seolah terjawab oleh kejadian-kejadian yang aku alami.

Pertama, saat dia berhasil mengantarkan semua pesananku yang merepotkan tanpa kekurangan suatu apapun di café Min Ah onnie waktu itu. Apakah saat itu ia membaca pikiranku? Tapi mungkin saja pegawai lain yang hafal gaya pesananku yang memberitahukannya.

Kedua, saat aku melewatkan bis ku. Dia tiba-tiba datang dan memberiku tumpangan, yaaa walaupun dia tidak mengantarku sampai rumah dan malah membuat sebuah pengakuan aneh ditaman. Pasti saat itu dia tak sengaja sedang berada di dekat situ dan melihatku, atau jangan-jangan, dia mengikutiku?! Dia juga bilang “Sepertinya kau harus meminta penjaga perpustakaan untuk mengingatkanmu kalau bismu akan tiba.” Apa dia mengikutiku dari semenjak di perpustakaan?

Ketiga, saat aku bertanya-tanya dalam hati akan dibawa kemana aku saat diantarkannya, dia langsung berkata “Aku ingin membawamu kesebuah taman!” Hem, mungkin itu hanya sebuah kebetulan kan?

Keempat, saat aku merasa sore semakin dingin di taman, dia kembali ke motornya dan membawakan aku sebuah syal –dan syal itu lupa aku kembalikan-. Lagi-lagi aku berpikiran bahwa itu adalah sebuah kebetulan.

Dan yang terakhir, saat dia memberiku sebuah kamera Polaroid. Sama persis seperti yang aku lihat di etalase toko kamera itu. Tunggu, bisa saja dia melihatku terus memandangi kamera itu saat membuntutiku. Tapi—aku memandangi kamera itu tak sampai lima detik. Bagaimana dia tahu?

AAAISSSSSSHHH! Aku mengacak-ngacak rambutku frustasi. “Ya Cho Kyuhyun! Aku nyaris gila memikirkan itu semuaaa!!!” teriakku dan langsung menenggelamkan diriku dalam selimut, dan aku tertidur.

Hari ini hari minggu, sejak pertemuanku dengan si ‘setengah stalker’ itu, aku tidak lagi berkunjung ke café Min Ah onnie. Aku baru bangun tidur dan tersadar bahwa amma, dan appaku sedang pergi ke rumah salah satu kerabatnya, sedangkan Heechul oppa menginap di rumah Hyukjae oppa temannya, untuk menyelesaikan tugas kuliahnya. Jadilah aku sendirian dirumah.

TING TONG, bel rumahku berbunyi. “Nugu?” Aku setengah berlari menuju pintu. Saat membuka pintunya, aku tidak melihat siapa-siapa. Aku bergidik ngeri. Aku mengedarkan pandanganku ke segala arah dan tidak menemukan siapapun, tapi aku menemukan sebuah kotak besar berwarna biru safir dengan tulisan “To: Park Jae Ra”. Sudut-sudut bibirku tertarik dan membentuk sebuah senyuman. Sepertinya aku tahu siapa pengirimnya. Kau mau membuktikannya kan? Aku langsung membawa kotak itu ke dalam kamarku dan membukanya.

Aku tercengang melihat dua benda yang ada didalam kotak itu. Lalu tersampir juga sebuah surat. Aku membacanya,

Annyeong Park Jae Ra ^^

Kenalkan, namaku Cho Kyuhyun. Kau sudah tahu kan? Hehe. Aku seorang pegawai part time di café Min Ah noona.

“Aku sudah tahu itu dasar pabo namja.” gumamku kecil sambil terkikik geli.

Aku bekerja di café itu sebagai hukuman dari appaku, karena aku tak sengaja menghabiskan uang jajanku selama satu bulan untuk membeli kaset game, jadi aku harus mengumpulkan uang jajanku sendiri. Ya, aku memang suka sekali game. Dan kau sudah tau juga kalau aku bisa… yaaaa kau tahulah, hal yang bahkan tak pernah diketahui adanya. Akupun kaget bukan main saat aku sadar aku bisa ‘melihat’ pikiranmu.

Pertama kali aku menyadarinya, saat kau memesan begitu banyak makanan. Daya ingat dan konsentrasiku tak begitu bagus kau tahu? Kecuali dalam game hehe. Kalau kau melihat catatan makananku saat itu, kau pasti akan tertawa karena aku hanya berhasil menulis setengah dari pesananmu saja. Saat aku mengulang pesananmu untuk di buat oleh Shin adjusshi (chef di café Min Ah noona) aku merasa mendengar suaramu lagi, suaramu saat mengulang semua pesanan itu. Aku sangat bingung dan memutuskan untuk tidak menghiraukannya.

Pantas saja wajahnya terlihat kebingungan saat mengantar makananku.

Tapi karena aku sangat penasaran dengan apa yang sebenarnya terjadi, maka aku menemui adjusshiku, karena seingatku dia yang selalu menceritakan semua mitos-mitos keluargaku saat aku masih kecil. Keluargaku memang berpegang erat pada budaya. Dia bilang, keluargaku –tetapi tidak semua- bisa membaca pikiran satu orang yang mereka cintai, itu dimulai saat hari itu tuhan sudah menakdirkan kita bertemu. Adjhussiku juga berkata bahwa yang bisa ‘melihat’ itu hanya orang-orang tertentu, dan aku salah satu yang beruntung ^^

Besoknya aku berniat menemuimu dan memberikan Polaroid yang kau inginkan itu, tapi maaf kalau pengakuanku membuatmu kaget ya Jae Ra-sshi.. Saat kau bilang kau tidak percaya padaku, aku bertekad untuk membuktikannya padamu. Tiga hari ini aku berkeliling mencari benda yang kau inginkan ^^

Mataku memanas, aku menangis. Aku menangis melihat semua tingkah tulusnya.

Pertama, ambilah boneka naga hijau di kotak itu.

Aku mengambilnya, sebuah boneka naga yang lucu sekali, ya aku pernah sangat ingin memiliki ini saat aku masih SD. Tapi ibuku tak kunjung membelikannya, bahkan sampai saat ini aku masih sering membayangkan betapa asyiknya jika aku memilikinya. Aku memeluk boneka itu senang dan tiba-tiba sebuah lagu anak-anak mengalun dari dalam boneka itu. Puff, the magic dragon, lived by the sea, and frolicked in the autumn mist in the land called Honah Lee~ ini adalah lagu anak-anak favoriteku dulu. Aku kembali memeluk boneka itu dan melanjutkan membaca surat dari Kyuhyun.

Bagaimana bonekanya? Semoga kau suka. Jika kau menekannya, akan keluar lagu. Dan sebenarnya, itu suaraku yang menyanyikannya Jae Ra-sshi keke. Aku tahu kau dulu sempat berfikir bahwa amma-mu jahat karena tak mau membelikannya, jangan berfikiran seperti itu lagi ya, kan sudah aku belikan ^^ nah ada satu benda lagi, benda yang sangat kau inginkan (menurut hatimu sih begitu) ini dia!!

Aku mengambil sebuah novel fiksi ilmiah, ya aku memang sangat menginginkan novel ini. Dan sekarang aku percaya semuanya, percaya tentang anugrah yang Kyuhyun miliki. Karena sama sekali tidak ada yang tahu tentang keinginanku untuk memiliki novel ini. Novel tebal ini sangat mahal sehingga aku tak memintanya pada amma. Aku menabung untuk membelinya, tapi saat aku pergi ke toko buku, semuanya sudah sold out, akhirnya aku hanya bisa menangis sendirian di kamarku.

Apa sekarang kau percaya? Kau harus tahu saat aku mengetahui orang ‘itu’ adalah kau, aku sangat bersyukur pada Tuhan. Aku sangat senang, dan sejak saat itu aku bersumpah akan terus memenuhi keinginanmu. Aku rasa kejutan dari ku sudah habis ^^ Tapi kalau kau masih belum percaya, aku sama sekali tidak keberatan. Aku mengerti perasaanmu, apalagi beberapa hari ini kau terus berfikir aku pembohong (maaf aku lancang terus membaca pikiranmu >.<) ah iya! Masih ada satu lagi yang ingin aku sampaikan, baliklah surat ini ^^

Aku membalik surat ini

Saranghaeyo Park Jae Ra, yeongwonhi sarangheyo.

Sekarang aku benar-benar menangis. Aku ingin meminta maaf  padanya, sangaaaaat ingin. Ah! Aku mendapat ide, kenapa aku tidak ‘memanfaatkan’ kelebihannya? Aku memejamkan mata dan mulai mengucapkan kalimat yang memang mestinya aku ucapkan. Na do saranghaeyo Cho Kyuhyun. Aku harap kau ‘membacanya’ juga.

TING TONG. Bell rumahku kembali berbunyi. Kuhapus air mataku dan berlari menuju pintu depan. Kali ini aku melihat seorang namja tampan berdiri di depan pintu rumahku, ya terlihat sangat tampan dengan kaos putih, jaket hitam, jeans berwarna gelap, dan kacamata hitam yang menutupi matanya yang tajam.

Dia melepas kacamatanya dan tersenyum, “Annyeong chagiya.”

Aku langsung menghambur memeluknya “Mianhaeyo atas semuanya.” ujarku sambil terisak.

“Kau tidak perlu meminta maaf atas apapun.” dengan lembut namja bernama Cho Kyuhyun itu mengusap puncak kepalaku.

“Lain kali, kau tidak boleh membelikan aku benda apapun, walaupun aku menginginkan benda itu. Arraseo?”

“Ne, arraseo.” ia menganggukan kepalanya. “Oh iya, Jae Ra.”

“Ne?” aku mengangkat kepalaku.

“Saranghaeyo.” katanya lagi sambil tersenyum lebar.

“Ya aku tahu itu.”

THE END

By       :           Park Jae Ra

Note    :           Ini ff pertama kami, jadi mohon kritik dan saran dari semuanya. Gomawo J

77 Comments (+add yours?)

  1. baboo
    Sep 12, 2010 @ 06:25:57

    huaaaaaaa so sweett….><
    nice ff authorr…
    kayak baca komik,crtanya ringan tp kerrreeeenn.

    Reply

  2. Hanaloveshankyung
    Sep 12, 2010 @ 06:30:16

    Err…Pesanan nya Jae Ra kelewat aneh. Perfeksionis atau ngerjain tuh? ==”

    Enak y Kyuhyun bisa baca pikiran org yg ia cintai. Jd pengen 🙂

    Reply

    • parkjaera
      Sep 12, 2010 @ 11:20:09

      hehe iya ceritanya dia perfeksionis, hm mungkin sekalian ngerjain juga 😀 gomawo udah bacaaa 🙂

      Reply

  3. ladyanchovy
    Sep 12, 2010 @ 06:39:11

    “Aku mendapat anugerah dari Tuhan untuk bisa membaca pikiran wanita (pria) yang aku cintai” >> Heedeeeh, pengen, >.< pasti seru bisa baca pikiran Unyuk #plak

    Nice ff author, 🙂

    Reply

    • parkjaera
      Sep 12, 2010 @ 11:54:00

      makasih ya udah mau baca 🙂 saya sih juga mau beneran bisa baca pikiran kyu hehe, semoga beneran terjadi ya amin (?)

      Reply

  4. mei.han.won
    Sep 12, 2010 @ 06:59:35

    unikkkkk bgt…..seru lagiiii….keren..keren…saia like,like sma ni FF….unik bgt alur cerita’x….

    Reply

  5. Cha Eunhae
    Sep 12, 2010 @ 07:04:55

    ehm..
    Daebak..
    Bkin lgy crita yg g kalah daebak.

    Reply

  6. Haeternally
    Sep 12, 2010 @ 07:11:46

    Aah. . Mau donk pkirnq bs d liat hae oppa, tp q jg hrus bs liat pkirnx. . Hehe. .
    Kyu keren dah!

    Reply

  7. aiiumischievous
    Sep 12, 2010 @ 07:16:56

    Wohoo,.
    Ni ff pertama,.
    Tp udah bgus kok, jln cerita’a jg mudah d mengerti,.ga pke beribet,.

    Hhe,.
    Aduuh sy suka kyu, dy so sweet,.

    Reply

  8. JinkiLover
    Sep 12, 2010 @ 07:36:28

    kerennn…. tapi agak ngeri juga kalo jadi Jae Ra. ntar susah kalo mau selingkuh 🙂

    btw, nice FF…….!! aku tunggu FF yang lainnya yaa.

    Reply

  9. MarcuSierra Cho
    Sep 12, 2010 @ 07:48:04

    so sweet kyuhyun aaaaaaaaaaa ..
    Coba dy bisa baca pikiran aku juga wkwkwk XDD
    aku suka FF.a seruu 🙂

    Reply

  10. eunrima
    Sep 12, 2010 @ 08:21:37

    Wah,, enaknya bisa punya kemampuan kayak kyu

    Reply

  11. neni
    Sep 12, 2010 @ 08:36:23

    keren =D author bikin lagi dong, he9

    Reply

  12. TataLuvKyu
    Sep 12, 2010 @ 08:52:32

    Autor Daebak
    Epep nx kren. . .

    Kyu kren. . .
    Hohoho

    Reply

  13. shania9ranger
    Sep 12, 2010 @ 09:29:54

    Coba s’andai’na Kyu mang bener pnya klebihan bs baca pikiran org, pasti bias’na ga usah susah2 bwt ngomong k dy, tinggal tu2p mata aja trz bilang ‘saranghae!’ >.<

    Reply

  14. monpin_
    Sep 12, 2010 @ 09:30:00

    Keren ^^~
    Ceritanya jarang tentang beginian

    Reply

  15. yOOn ~"mRs.cHOiLee"~
    Sep 12, 2010 @ 09:47:55

    Keren!!
    Bkin agy..bkin agy..

    Reply

  16. LopeLopeKJW
    Sep 12, 2010 @ 09:50:26

    kereennnnn…..
    gampang banget ngebayangin ceritanya, jadi berasa
    kekeke

    Reply

  17. Erika(chemistrylatte)
    Sep 12, 2010 @ 09:54:21

    Heheu suka,oia kalo marganya park,berarti jadi park heechul dong.heheu,usahakan marganya cari yg sama chingu ^^

    Reply

  18. HwangMinra
    Sep 12, 2010 @ 10:04:57

    Annyeong onnie!(sksd) ff nya keren…..
    enak bgt ya si jae ri pikiran nya bs di’baca’ sm kyu oppa…..
    coba org itu aku…..(ngarep)
    aku bakalan mikir “semoga ss3 dilaksanain di Indo jg…..” wkwkwk….

    Reply

  19. Nurul's Sea
    Sep 12, 2010 @ 10:17:18

    d(^_^)b nice!

    Reply

  20. Whieyevil
    Sep 12, 2010 @ 10:33:36

    Hwaaaaa…
    So sweet…
    Ff prtmaa????
    Tp nee udaaa bguushh eh slah mksd ny daebakk dh ne ff..
    Alur ny bgush bnget trtata rpi..
    Kt” ny rngan mdh d phmi, pndek tp dpat inti dr ff ne…
    Jujurr akk skaa bngett ne ff…
    Bwat lg yaa yg laen..

    Reply

  21. ichaFishyPetal
    Sep 12, 2010 @ 10:43:54

    After story DONGG!!!! KEREN!!!

    Reply

  22. aichan
    Sep 12, 2010 @ 11:11:06

    hwaaaa…so sweet…kreenn..><

    Reply

  23. sungwookie
    Sep 12, 2010 @ 11:41:35

    aq ska kyu dsni so sweet,, bgus ff’na dtunggu karya slanjutnya (¬_¬”)

    Reply

  24. Dwi_h@E
    Sep 12, 2010 @ 11:49:32

    Keren bgt kyuhyun bs bc pkiran org yg di cintai

    andaikan hae pun bs membc pkiranku aku mau minta dia disunat n’masuk islam kekekeke*lari sebelum di lempar ketupat ma opor sama istri2 hae yg lain*

    Reply

  25. parkjaera
    Sep 12, 2010 @ 11:49:45

    oke. makasih ya udah baca 🙂

    Reply

  26. chodictator
    Sep 12, 2010 @ 12:48:40

    wah :3 ff nya bagus~
    ceritanya jarang. like it author ! 😀

    Reply

  27. mrschokyuhyun
    Sep 12, 2010 @ 13:28:54

    andai itu kenyataan~aku ingin menjadi wanita yang dicintai Gyuhyun Jo 🙂

    Reply

  28. Vhia SuJu
    Sep 12, 2010 @ 13:40:27

    aaaaaaaaaaaaaaa
    Klo kyu yg bs bc pikiran q sih,q g nolak sm skaliiiii*plakk
    Cerita a. Keren chinggu…,!!!!
    Cba continue…,
    Ayoayoayoayoayo!!!!!!!

    Reply

  29. Zy
    Sep 12, 2010 @ 14:00:56

    Annyeong ^^
    Wew o.O
    Ff.a keren sngt >.<

    Reply

  30. Kanginia
    Sep 12, 2010 @ 14:11:38

    Aaaaa!so sweeeeet!like it! ^^

    Reply

  31. VayTeuk
    Sep 12, 2010 @ 14:43:24

    aq pngen deh aq ma teuki bs sling bc pkran. biar dy tw aq syng dy.

    Reply

  32. 1295hadira
    Sep 12, 2010 @ 15:55:56

    waaaa
    mau dong kaya kyu
    bisa bc pkiran,,,,

    Reply

  33. rachul
    Sep 12, 2010 @ 16:04:34

    wuaah .. bagus ffnya!
    ^^

    Reply

  34. hansaera
    Sep 12, 2010 @ 19:37:33

    pengen punya pacar kaya kyuuuu .. #mupeng
    bacas dari baris ke baris aku senyum terus loh .. kkkk~

    nice ff author ^^

    Reply

  35. MinmiCho^0^HeeGI
    Sep 12, 2010 @ 19:51:12

    kyuuuu ngiriiii!
    so sweet bgt!!!
    ngiri abis gw,,, >.<

    Reply

  36. gengdictator
    Sep 12, 2010 @ 20:46:56

    kya.. Mau kayak kyu.. XD..
    Hehehe..
    Nice author..

    Reply

  37. niebum
    Sep 12, 2010 @ 22:05:56

    Seru!!
    tp serem jg yah klo pny co yg bs bc pikiran qt, jd gag bs boong deh.
    hhe.

    Reply

  38. monchul
    Sep 12, 2010 @ 23:51:21

    Ceritanya gak diduga-duga, alurnya mulus sekali. Simpel diawal, ternyata ditengah-tengah jadi begituu! Suka banget. Kayak baca cerpen di koran gitu, keren deh. Bikin ff lagi ya, 🙂 berbakat nih.

    Reply

  39. nadiapras
    Sep 13, 2010 @ 00:06:38

    Aaa gila keren banget gila sumpah keren aaa envy mampus ama jae ra mau dooong dibaca juga pikirannya ama kyu hahahaha nice ff really ^^

    Reply

  40. Ozaa
    Sep 13, 2010 @ 00:29:53

    Kyuhyun kan bisa baca pikiranku 😀 (satu blog asah piso bareng bareng) XD

    Aku suka ffnya! bikin lebih bnyk lg yaaa ttg Kyuhyun XD

    Reply

  41. Vaniiy Hyesun Lee
    Sep 13, 2010 @ 10:31:23

    keren ffnya…
    Like this ><
    heran juga kok kyu bsa tau pesenanx jaera? Waah, trnytaa… Hehehe
    kyu jadi so sweet, senyum2 sndri ng.bayanginx, wkwkwk
    oiya, slam knal yaa buad authorx 😀

    Reply

  42. Yuyounji
    Sep 13, 2010 @ 17:31:33

    wuii keren!
    so sweet bgt

    Reply

  43. alnadt
    Sep 13, 2010 @ 21:49:42

    waaaa iri banget bacanyaa.

    Reply

  44. alnadt
    Sep 13, 2010 @ 21:51:40

    waaaa iri banget sama jae ra-_- kyu beliin aku SLR! iPad!*narik2 baju kyu*langsung ditarik yunho

    Reply

  45. Ocha
    Sep 13, 2010 @ 22:07:03

    Huaaa…
    So sweet >.<
    Nice ff (y)

    Reply

  46. arum
    Sep 14, 2010 @ 09:47:01

    so sweet…..
    ceritanya bagus, nice ff….

    Reply

  47. evin_kyu
    Sep 15, 2010 @ 02:04:08

    huaa keren..
    Kyuhyun-ah!! Nado saranghae.. #plakk

    Reply

  48. Cho Min Rin
    Sep 15, 2010 @ 19:37:54

    Keren banget. I like it. Ih, kyu tau aj apa mauku *dibejek ELF*

    Reply

  49. meLoVeSJ
    Sep 16, 2010 @ 00:25:24

    kereeeeen ooonnnnnn!!!!!!
    like thiiiis!

    Reply

  50. intaayu
    Sep 16, 2010 @ 08:31:52

    omoo~ kyu nya so sweet bangeeet
    kereeeen ^^

    Reply

  51. Seo Yoo Ri
    Sep 18, 2010 @ 02:26:35

    ceritanya ringan tapi keren bangeeeeet!!

    Reply

  52. Han Saerin
    Sep 18, 2010 @ 06:17:55

    Keren..so sweet..
    Kyaa!

    Reply

  53. ameirakyuhyun
    Sep 18, 2010 @ 20:52:18

    Bagus ceritanya~
    Ringan tapi keren buat di baca!

    Reply

  54. mutiamalindaELF
    Nov 26, 2010 @ 04:02:00

    Ffnya baguuuus! Ceritanya ringan,alurnya juga ga bertele-tele.simple tapi ngena bangeeet 😀 good ff! 😀

    Reply

Comment's Box

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: