UNDERDOG TO WONDERDOG PART 2

“Sungchi, lututmu kenapa?” tanya salah seorang teman padaku.

“Oh, ini, kemarin aku jatuh dari sepeda. Makanya begini, deh.” Jawabku. Aku tidak menyebutkan dimana aku jatuh dan dengan siapa.

“Ya ampun, makanya lain kali hati-hati,” kata temanku yang lain. Aku mengangguk saja.

Tiba-tiba ada suara orang orang heboh. Apa yang terjadi? Mudah mudahan aku tidak terlibat. Mudah-mudahan bukan berita aku dan Hyukjae.

Dengan susah payah, aku berjalan ke mading yang sedang dikerumuni banyak orang. Kakiku masih agak sakit.

Aku membaca memo putih yang di tempel itu, yang membuat heboh sekolah:

IKUTI SEGERA

AUDISI KLUB KESENIAN SEKOLAH

Hari/Tanggal: Senin – Kamis,  26-29 Juli 2010

Waktu: 10.00 – 16.00

Tempat: Aula Utama Korean-England International High School .

PERSYARATAN:

  1. Siswa/i Korean-England High School ,solo, grup band atau vocal maksimal 5 orang.
  2. Memiliki kemampuan dalam kesenian. Misal; bisa bernyanyi, menari, memainkan alat musik, atau mampu berakting,
  3. Memiliki kesehatan fisik,
  4. Mengisi formulir yang telah di sediakan. Formulir dapat diambil di ketua ekskul seni atau ketua OSIS.

45 besar yang terpilih akan di seleksi, dipilih menjadi lima belas terbaik yang dimasukkan ke klub musik dan seni sekolah.

Untuk info lebih lanjut, hubungi Park Jungsoo atau Kim Hyunjoong

Hah?? Audisi klub seni? Wah, menarik sekali. Ini sudah menjadi impianku sejak dulu. Ya, aku sangat senang seni, terutama seni musik. Meski aku tidak bisa bernyanyi dengan bagus, tapi aku sering mengarang lagu dan menyanyikannya diiringi petikan gitarku. Tapi, aku juga tidak terlalu jago bermain gitar. Menari juga tidak bisa. Apalagi berakting?

Aku mundur dari kerumunan di mading. Berjalan menuju kelas. Sepertinya aku tidak bisa ikut audisi ini. Lebih baik aku beri kesempatan yang lain saja, yang lebih berbakat dariku. Kini aku ada di kelas. Duduk. Membayangkan bagaimana ketika aku ikut audisi kemudian masuk 45 besar. Lalu 30 besar, 20, hingga 15 besar. Tapi aku bukan orang dengan tingkat percaya diri yang tinggi. Paling aku hanya bisa masuk 45 besar jika ikut. Atau tidak masuk.

“Ehem,,,” terdengar suara dari belakangku. “Mesem amat mukanya, Noona. Ada apa?”

Sepertinya aku kenal suara itu, aku menoleh, dan”Mwaaa!! Kau ini, mengagetkan aku saja. Ngapain kau disini?” tanyaku. Ternyata itu Hyukjae. Aish.

“Ini kan kelasku, terserah aku dong. Lagian kamu ngapain ngelamun dengan muka mesem gitu? Tambah jelek aja,” ugh, kurang ajar sekali dia.

“Kau tidak perlu tau,” jawabku singkat.

“Jutek sekali kau. Ntar cepet tua aja, nyesel,” balas Hyukjae. Ih namja yang satu ini ngeselin ya, “Hei, Noona, kau sudah baca pengumuman di mading itu?” tanya Hyukjae.

“Pengumuman? Mmm, pengumuman audisi klub seni?”tanyaku.

“Iya, kenapa sih semua orang pada heboh tentang itu? Padahal menurutku biasa saja. Membosankan. Iya tidak?”

Hah, membosankan? Hey namja, justru seni musik itu menyenangkan! Kalau tidak tahu tentang seni mending tidak usah berkomentar, batinku kesal.

“Ah! Mianhae, aku lupa kalau kamu senang musik. Tapi tetap saja bagiku itu membosankan.” ujarnya,”Oh iya, kau tidak ikut audisi itu?” tanyanya.

Aku menggeleng.

“Mwo? Kenapa tidak? Ini kan kesempatan buatmu, musik itu hobimu kan Sungchi?” aku tetap menggeleng. “Aku tidak mau saja. Kenapa? Masalah?” tanyaku jutek.

Hyukjae maju dan duduk di depanku“Lho, kok tidak mau? Aneh sekali. Hei Sungchi, aku sering sekali mendengarkanmu menyanyi sambil main gitar. dan bagiku, itu lumayan bagus. Jadi apa salahnya jika kau ikut audisi itu? Lagipula, menjadi musician itu kan impianmu juga kan ?”

Apa, dia bilang lumayan bagus? Hah, pasti bohong. “Bagus dari mana, kalau di sandingkan dengan yang lain aku tidak ada apa-apanya tahu,” sahutku.

“Hmm…” Hyukjae memandangku sambil menggetuk-getuk dagunya dengan telunjuknya. “Wae, Hyukkie?” tanyaku. Ia kemudian menarik tanganku (lagi) keluar kelas dan berlari. Haduh aku mau dibawa kemana? Ah Hukjae, bagaimana kalau sampai yang lain lihat? Aku bisa kena masalah tau! Aish….

Kami berhenti di depan ruang OSIS yang penuh antrian. “Hyukkie ngapain kita kesini?”

“Pakai nanya lagi, ya ambil formulir audisi lah,” jawabnya.

“Hah, tidak ah, kubilang aku tidak mau ikut. Jangan dipaksa dong!” ucapku ketus. Antrian berjalan dan kini kami sudah paling depan. “Hyung, 1 formulir ya,” pinta Hyukjae pada si ketua OSIS, Hyunjoong. Hyunjoong memberinya dua lembar.

“Kok dua, Hyung? Satu aja satu,” kata Hyukjae. Ketua OSIS diam, kemudian berteriak “Next!” untuk mempersilahkan yang lainnya mengambil. Budek kaliya tuh ketua OSIS.

Hyukjae memberikan formulirnya satu untukku,”Nih buat kamu. Kamu isi tuh selengkap-lengkapnya. Jangan ada yang kelewat,”

Ih ini namja gimana sih, dibilang aku tidak mau ikut ya tidak mau! Maksa amat sih.

Aku menyerahkan kembali formulirnya. “Nggak mau.” Ujarku.

“Ambil gak,”

“Gak,” aku menyodorkan formulir itu. Hyukjae menolak. Aku memberi, dia menolak,”Ambil dan isi, Sungchi,” aku tetap menolak. “Pokoknya aku tidak mau, titik.” Aku meninggalkannya di depan ruang OSIS. Dia terlalu memaksa, aku tidak suka.

Kini aku dirumah. Mengerjakan PR kalkulus-ku yang bikin repot. Untung sudah dikerjakan sebagian sabtu lalu, jadi tinggal lanjut ke beberapa yang belum. Tiba tiba aku ingat akan kejadian tadi siang tentang penolakan formulir. Hm, aku jadi merasa tidak enak sama Hyukjae. Dia sudah mengambilkan untukku, tapi aku menolaknya dengan keras. Apa dia sakit hati? Sepertinya. Ah, aku jadi menyesal, pokoknya besok aku harus meminta formulir itu kembali. Ya, harus. Meski tidak ku isi tapi aku harus memintanya.

***************

“H..Hyukjae, “ aku memanggilnya dengan nama aslinya. Ia sedang anteng dengan komik barunya. “Wae?”

“A..aku boleh minta formulir audisinya? Audisi klub seni,” aku terbata-bata. “Tunggu sebentar,” ia kemudian mengambil formulir itu di dalam tas dan memberikan kepadaku.

“Mwoooo?!?!”

“Wae? Kaget. Aku dapat datamu dari abangmu, Sungmin. Kemarin kita ketemu dan sekalian saja aku tanya sama dia. Bener gak itu?” tanyanya. Sial, dia mengisi formulir itu dengan data-ku. Hampir semua benar. Namaku, tanggal lahirku, penyanyi favoritku, hingga hobiku ia tulis menyanyi, bermain gitar dan menari. Menari? Itu bukan hobiku! Bang Sungmin pasti bohong. Aku sih pernah dulu menari untuk perpisahan SD, tapi itu hanya sekali, hanya sekali! Dan itu bukan hobi namanya.

“Ughh..” aku menggerutu kesal. “Sungmin bilang aku hobi menari?”

“Ne. Katanya kau sering menari dikamar, menari dari tari tradisional hingga modern. Ya aku tulis saja di situ. Aku juga baru tau kalau kau hobi menari. Haha,”

“Ugghhhh,, Bang Sungmiiinn, awas ya kau nanti..”gerutuku ”Kau juga, ngapain ngisi-ngisi formulir ini pakai dataku tanpa seijin aku?!”

“Haha, di dukung bukannya senang malah marah. Sudah tidak usah bohong, aku yakin kau pasti ingin ikut audisi ini.” ujarnya. Kemudian ia berdiri,”Audisinya mulai minggu depan, persiapkan lagu yang bagus dan tarian yang keren biar bisa lolos, oke?” ia kemudian pergi keluar kelas.

Aaahh! Apa-apaan sih ini? Aku belum siap untuk ikut audisi, apalagi harus menari? Tapi jujur saja, aku sangat ingin mengikuti audisi ini, dan masuk 45 besar. Ya. Pokoknya aku harus berusaha sekeras mungkin agar lolos audisi. Aku juga akan usahakan untuk menari dengan baik, meski aku tidak bisa menari.

********

“Mencari sesuatu?” tanya seseorang yang sepertinya aku kenal suaranya. Tapi ini bukan Hyukjae. Aku mengeluarkan kepalaku yang tadi tersembunyi di loker.

“Ah, Yesung Hyung. Mm, lagi nyari flashdisk-ku, bentuknya pisang,” kemudian aku memasukkan kepalaku ke loker lagi,

“Ini maksudmu?” Yesung Hyung menunjukkan ku flashdisk, bentuknya pisang.

“Hyaa, benar. Kok Hyung tahu? Padahal kan aku…”
”Flashdisk kamu jatuh tadi. Aku ambil aja. Daripada kamu nyari di loker ga ketemu-temu,” ujarnya, ah ini namja baik banget siiihhh. Beda sama Hyukjae yang jutek.

“Oh, enghh, hehehe. Gomawo ya Hyung,” ucapku sedikit malu.

“Ne. Oh iya jangan manggil Hyung ya, Yesung aja atau Oppa. Kalau Hyung kelihatannya gimanaa gitu,” katanya. “Oke, Yesung Oppa, gomawo,”

“Cheonmaneyo. Eh Sungchi, kau ikut audisi klub seni minggu depan?” tanyanya.

“Emm, iya Hyung, eh, maksudku Oppa. Oppa sendiri pasti ikut kan ?”

Ia mengangguk. “Kau sudah siap?”

“Belum. Ada satu yang belum ku persiapkan.” Ujarku sambil menutup pintu loker.

“Aku belum bisa menari dengan baik,” jawabku. Ia tertawa. Manis sekali kelihatannya.

“Kok tertawa? Memang lucu?”

“Aku tak menyangka, seorang sepertimu tidak bisa menari. Kalau orang tahu kau tidak bisa pasti kaget.” Katanya. Aku kemudian menceritakan semuanya tentang ‘salah tulis hobi’ pada Yesung Oppa.

“Oh jadi gitu, tapi Hyukjae tahu kalau kau tidak suka menari? Aneh, tidak tahu tapi malah ditulis.” Katanya. Kali ini kami berada di lapangan sepakbola sekolah.

“Memang dia aneh. Jadinya kan aku harus belajar menari dulu. Waktunya tinggal 6 hari lagi, itu tidak lama. Sementara belajar menari butuh waktu lama. Ah dia benar benar menyebalkan.” Gerutuku.

“Hm, kau salah Sungchi.” Ujarnya. “Maksud Oppa?”

Ia kemudian menarikku pergi dari lapangan. Kali ini beda orang yang menarikku, aku lebih senang ditarik Yesung Oppa daripada Hyukjae. Tangannya lembut sekali, rasanya ingin mengenggamnya terus. Yesung Oppa menarikku ke ruang koreografi. Mau ngapain?
”Oppa ngapain kesini?” tanyaku.

“Aku ingin membuktikan bahwa belajar menari itu tidak sesulit yang kau bayangkan.” Ujarnya. Ia kemudian menyalakan radio dan musik mulai menyala. Yesung Oppa mulai menari dengan sangat keren sambil menyanyi lagu yang diputar. Ya ampun ini namja luwes sekali menarinya, Entah ini gerakan karangannya atau apa, tapi ini keren sekali. Sudah pintar, kapten sepakbola, suaranya bagus, pintar nari, tampan lagi! Benar-benar cowok ideal yang aku inginkaan!

Aku bengong melihatnya. Padahal ia sudah selesai menari.

“Sungchi? Sungchi-ah, kok bengong?!?”

Aku kaget,”Eh, emm, udah selesai ya? Wah ckckck,,,, Oppa keren sekali tadi,” aku bertepuk tangan karena kagum.

“Now, it’s your turn. Ikutin nih ya,” katanya. Iya kemudian mengulang gerakan yang tadi pelan pelan dan aku mengikutinya. Ia menari dengan bagus dan aku sangat kaku.

“One two three four, five six seven eight,” Yesung Oppa berhitung sambil menari. Begitu seterusnya. Aku yang mengikuti agak kewalahan. Aku sudah afal sedikit gerakan yang diberikan, tapi aku tidak pede.

“Nah, sekarang kau sendiri, tanpa lagu dulu. 1,2,3 mulai!”

Kemudian aku mulai menari. Mengingat ingat gerakan yang diberikan tadi. Aku ragu ragu dan masih kaku. Tapi Yesung Oppa selalu bmengingatkanku agar jangan ragu. Gerakkan apa yang kau ingat, katanya.

“ Yap . Cukup. Sekarang kita putar lagunya,” katanya kemudian menyalakan tape dan memutar lagu,”Ok, siap, 1,2,3 mulai!”

Aku lalu menari seperti yang tadi kulakukan. Hanya saja ini lebih cepat karena ada lagunya. Begitu seterusnya hingga lagu itu diputar 5 kali. Dan hasilnyaa..

“Hmm, lumayan juga. Besok kita ketemu disini lagi. Jam istirahat pertama dan jam pulang. Lebih sering latihan lebih baik.” Jelasnya,” See you tomorrow,”

Ah, yang benar? Apa aku mimpi? Bisa belajar menari sama orang seperti Yesung Oppa? Waaaahh aku harus berterima kasih sama abangku nih, kalau dia tidak bilang hobiku menari pada Hyukjae, aku tidak akan sesenang ini.

“Aku pulang!” seruku ketika sampai rumah. Aku langsung berlari ke kamar Abangku. Mau berterimakasih.

“Masuk!” seru seseorang di kamar yang sepertinya Abangku,

“Bang Sungmiiiiiinnnn!!!! Aaaaaaa,” aku berlari menghampirinya kemudian memeluknya, ia kaget dan melepaskan pelukanku.

“Eh eh eh, kenape sih nih anak? Heboh banget kayak orang menang lotere.” Cetusnya kemudian melanjutkan tugasnya yang tadi dikerjakan.

“Aaaaaaa,,, Bang sungmiin, makasih ya bang. Kalau abang gak bohong, aku ga akan segirang ini, Bang!” ujarku sambil mencubit pipi abangku. “Hah, boong, boong apaan?” tanya Bang Sungmin

“Bohong kalau aku hobi nari, sama Hyukjae. Abang tau gak, tadi aku belajar nari sama Yesung Oppa, Bang! Yesung Oppaaaaa gitu loh bang,” ceritaku semangat.

“Yesung? Yesung Super Junior?” tanyanya. “Bukan bang, Yesung kakak kelasku. Yaaa pokoknya makasih banget ya Bang, lop yu dah bang!” ujarku dengan logat Betawi yang lumayan kacau. Aku mempelajarinya dari dia tentunya.

“Anak aneh,” gumamnya,”Dah sono belajar aja lu!” ia mengusirku. Yah biarin, lagipula urusanku dengannya juga sudah selesai. Kuharap besok akan lebih baik dari hari ini, ya. Ayo Sungchi, semangat!

to be continued

by: Setianita Dyah Tsamara a.k.a Kang Soosang

8 Comments (+add yours?)

  1. Setianita Tsamara
    Sep 25, 2010 @ 18:48:05

    hehe ini authornya 🙂

    Reply

  2. syalala
    Sep 25, 2010 @ 20:28:22

    bwahahaha, yesungie oppa jago nari? In fact, he’s pretty good in octopus dance. Hehe
    kereeeeen!

    Reply

  3. hansaera
    Sep 25, 2010 @ 20:38:46

    sungchi tu namja atau yeoja ? bingung saiia , diatas tadinya dipanggil hyung n oppa , gimana nih authoorr ?

    ceritanya bagus , cuma masi bingung sama yang diatas *nunjuk koment saya*

    lanjut authoor~

    Reply

  4. mel
    Sep 25, 2010 @ 22:46:52

    lucuuu..hehe
    tp iya tuh,agak bingung awalnya sama kata-kata ‘hyung’
    tapi lucu kok..ayo ayo lanjuuut..

    Reply

  5. HeeHwa
    Sep 26, 2010 @ 11:13:16

    -‘hyung’…..maksud author thu ‘sunbae’ y*reader sotoy*….abis q bingung…dri manggil pke ‘hyung’ kok ganti ‘oppa’??
    -yesung hebat nge-dance!!!….WOW!!! #dibakar yesung+cloud
    -lanjut part 3….^^d

    Reply

  6. Setianita Tsamara
    Sep 26, 2010 @ 11:16:54

    thankyou all. ga itu emang hyung maksudnya hehe, ntar aku lanjutin deh part 3 nya yaa 🙂

    Reply

  7. Ocha
    Sep 26, 2010 @ 22:55:46

    Yesung ngajarin dance apaan tu???
    Dance octopus ya???
    Lanjut…

    Reply

  8. desyeunhyuk
    Sep 28, 2010 @ 21:59:05

    yesung ngajarin dance apa lu bang???
    kwakakakakaaa kagak bisa bayangin….
    pasti aneh#plak

    Reply

Comment's Box

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: