THE RED ROSE CHAPTER 02 RUNAWAY

Kyuhyun duduk di atas kasurnya dalam diam. Pink bunny slipper di kakinya – hadiah dari Sungmin hyung di hari pertamanya datang ke Red Rose – menjejak ke karpet di bawahnya, dengan kedua siku bertopang di pahanya dan dagu bertumpu di telapak tangannya. Ia tau jam-jam seperti ini Hankyung dan Leeteuk sedang sibuk-sibuknya di café untuk melayani para penghuni hotel untuk makan malam. Dan dari suara kendaraan beberapa saat lalu, ia tau ada serombongan tamu baru yang datang dan Kangin serta Heechul pasti sedang sibuk di resepsionis. Sungmin hyung juga pasti masih sibuk dengan laundry jika belum juga datang jam segini, sementara Donghae dan Eunhyuk belum pulang dari berbelanja sehingga tidak ada yang membantunya. Kyuhyun mendesah, ia sangat ingin keluar dari ruangan ini dan membantu hyung-hyungnya mengurusi penginapan, tapi dimalam bulan purnama seperti ini, sangat berbahaya untuknya keluar ruangan, ia tidak ingin mengambil resiko terkena sinar bulan. Saat ini itulah yang paling ia takutkan, karena werewolf tidak punya kekuatan untuk mengontrol perubahan mereka.

Kyuhyun beranjak dari duduknya, mondar – mandir, ia selalu gelisah pada malam-malam seperti ini. Ia mengacak rambut peraknya, memutuskan untuk bermain piano saja untuk menghabiskan waktu. Ia bisa saja mengambil langkah ke kasur dan tidur sampai besok, tapi ia justru tidak ingin berada dalam keadaan tidak sadar. Ia selalu tidak sadar saat berubah, sama sekali hilang control akan dirinya dan ingatan tentang itupun hanya samar-samar. Tidur juga salah satu kondisi tidak sadarkan diri. Pada saat ia tidur ia menjadi lengah dan ia tidak suka itu.

Heechul hyung bilang cara pikirnya aneh, tapi ia tidak peduli.

Kyuhyun mulai memainkan jemarinya diatas tuts-tuts piano dihadapannya, memainkan sebuah lagu lullaby kesukaannya dari kecil sambil men. Lagu yang sering dinyanyikan oleh ibunya, yang ia tak pernah berhasil hafal liriknya, bahkan judulnya. Yang terpatri dalam ingatannya hanyalah seuntai nada-nada.

“Owah, Kyuhyunnie? Kau bisa main piano? Ah bodohnya aku, TENTU SAJA! Di dalam kamarmu ada piano mana mungkin kau tidak bisa main!!?”

Kyuhyun melirik seseorang yang masuk begitu saja tanpa permisi itu. sang tersangka membawa senampan hidangan untuknya.

“Donghae hyung, sebelum masuk akan lebih baik kalau kau mengetuk pintu lebih dulu,” protes Kyuhyun. Donghae hanya nyengir kecil dan garuk-garuk kepala. Tapi ia tidak berkomentar. Donghae segera meletakkan nampan di atas meja, lalu menghampiri Kyuhyun bermain piano.

“Kau bisa lagu apa saja?”

Kyuhyun berpikir sejenak, lalu menjentikkan jari. Ia kemudian memperbaiki posisi duduknya, bersiap untuk memainkan piano tersebut dengan serius. Kemudian ia mulai memainkan sebuah irama. “Love U More~” ia bersenandung. Ia memejamkan mata sesekali, hanya berpatokan pada instingnya, dan musik. Ia suka bermain piano, ia bisa melupakan sejenak kenyataan yang menyesakkan dan hanyut dalam alunan melodi. Ia juga suka bernyanyi. Saat dimana ia yang bersuara dan dunia yang mendengar. Saat ia punya control penuh terhadap sesuatu, suaranya sendiri. Saat ia bisa menulikan telinganya sesaat dan hanya mendengarkan suaranya sendiri. Ia suka bernyanyi. DI Red Rose hanya dialah sumber musik yang ada, karena seluruh penghuninya bukan manusia jadi mereka kurang begitu perhatian dengan musik. Tapi kyuhyun sempat menjalani hidupnya sebagai manusia biasa sebelum akhirnya darah werewolfnya bangkit. Setelahnya ia tidak lagi mendengarkan musik, lagu. Namun ia sempat kenal dengan seseorang yang juga sangat suka bermain piano dan bernyanyi seperti dirinya, dan mengajarinya memainkan lagu ini.

“Woah,” Donghae bertepuk tangan, matanya berkilat-kilat penuh kekaguman. “Kau bermain sangat bagus!! Dan suaramu sangat merdu! Aaahh, sudah lama sekali sejak aku mendengarkan lagu ballad seindah ini!!” lagi – lagi ia histeris, batin Kyuhyun. Hanya dalam dua kali pertemuan dan DOnghae selalu memenuhi kamarnya dengan kehisterisannya.

“Thanks,” jawabnya pelan. Ia tersenyum, senang karena ada yang menemaninya malam ini. Donghae menghampirinya, ikut memainkan jemarinya diatas tuts secara random. “Aku suka mencoba berbagai alat musik, tapi sampai saat ini yang ku kuasai baru gitar….” Ia tersenyum, senyum cerah dari hati yang hanya pernah Kyuhyun lihat dari Eeteuk dan Sungmin hyung. “Oh, aku juga dancing,” ia mengerjip, lalu mulai mencontohkan tarian bebas dengan hanya berpatokan pada ritme di otaknya. Kyuhyun tertawa. “Great hyung!” Donghae tersenyum malu-malu, “Thanks.”

“Baru pulang dari berbelanja?” Tanya Kyuhyun, tangannya masih memainkan piano secara random. Donghae mengangguk, ekspresinya berubah. “Dan aku dipelototi orang-orang yang menyangkaku bicara sendiri.” Kyuhyun tertawa. Donghae mengangkat bahu. “Tapi aku sih yang menyuruh dia menjadi transparan begitu, daripada sosoknya terlihat tapi melayang? Bisa kabur nanti orang-orang! Tapi kalo penjaganya ikut kabur jadi bagus juga, bisa ambil barang sesukanya! Tunggu, tapi itu artinya mencuri…. “ Donghae mengoceh sendiri, dengan ekspresi yang berubah-ubah disetiap kalimat. “ … lalu nanti bisa jadi masalah! Eh tunggu, aku ngoceh lagi ya? Aah, Kyuhyunnie! Kalo aku sudah kaya gini harusnya kamu hentikan!” seru Donghae lagi dan Kyuhyun hanya terbengong-bengong.

“Kamu aneh.”

“AKu gak aneh.”

Kyuhyun kembali bersenandung sendiri, sambil sesekali menjawab ocehan hyungnya yang satu itu yang kini sudah melantur kemana-mana.

“Kyuhyunnie, ini kenapa ditutup?”  Donghae mengangkat sebuah frame foto diatas meja yang tertelungkup. Ia menatap foto yang terpasang di dalamnya, foto dua orang pemuda saling berangkulan bahu, yang satu jelas sekali adalah Kyuhyun versi lebih muda, mungkin setahun yang lalu? Yang satu lagi adalah seorang pemuda yang lebih rendah dari Kyuhyun dengan beda tinggi yang cukup signifikan, dengan wajah dan ekspresi yang lebih childish dan lebih kekanakan. Dan Kyuhyun terlihat tersenyum lebar, sama sekali sebuah ekspresi yang tidak ia bayangkan bisa ia dapatkan dari Kyuhyun. Dibelakang mereka berdua beberapa anak laki-laki ikut berpose aneh dan melempar piece sign ke kamera sebagai background.

Donghae berbalik ke arah Kyuhyun ketika ia tidak segera mendapat jawaban dan dentingan piano terhenti. Ia memiringkan kepalanya samar dan mengerjapkan matanya tak mengerti. “Kyuhyunnie?” Sang werewolf terlihat terpaku, pandangannya menerawang. Donghae sadar ia sepertinya mengangkat topik yang sensitive.

“Urgh, Kyu….”

“Dia teman baikku kelas satu SMA dulu,” ia tersenyum miris, “tapi aku tidak pernah bertemu dengannya lagi.”

Kyuhyun beranjak dari bangku piano dan melangkah ke arah Donghae yang masih berdiri disamping jendela, mengambil frame foto itu dari tangannya. Ia pandangi lagi foto itu, seperti yang biasa ia lakukan disaat ia sedang kesepian.

“Apa yang terjadi?” Tanya Donghae hati-hati.

“Aku membuatnya terluka ketika aku berubah, dan setelah itu aku tidak bertemu dengannya lagi,” Kyuhyun menjawabnya dengan nada dingin. Donghae mengernyit. “Kenapa?”

Kyuhyun mengalihkan pandangannya dari foto itu, melirik Donghae dengan pandangan bukankah-itu-sudah-jelas? “Aku sudah menyakitinya, hyung. Aku menerkamnya saat aku menjadi srigala sampai ia luka-luka, bersimbah darah., hyung. Tentu saja aku tidak bisa bertemu dengannya lagi.”

Donghae masih memasang ekspresi clueless dengan mata membundar. “DIa membencimu Kyu?” Kyuhyun memelototinya, tapi Donghae tidak bergeming. “Bisa saja…, bisa saja ia tidak membencimu Kyu, karena dia tau itu diluar kendalimu, dan ia pasti sedih kau menghindarinya. Kyu kau….”

TENTU SAJA, HYUNG!! TENTU SAJA DIA MEMBENCIKU!!” potong Kyuhyun histeris. “God, hyung, coba pikir sendiri, apa kau mau tetap berteman dengan seseorang yang sudah membuatmu nyaris MATI?? Dan dia bahkan memberi tau seluruh sekolah!! Kau tidak tau bagaimana rasanya hyung, kau tidak melihat pandangan benci mereka ke arahmu hyung, HYUNG KAU BUKAN AKU KAU TIDAK AKAN MENGERTI!!” teriaknya tertahan. Geez, ia tidak ingin mengingat ini lagi dan orang ini tiba-tiba saja datang dan seenaknya saja ikut campur dengan hidupnya!?

Kyuhyun hampir menyesal ketika ia melihat Donghae menatapnya takut dengan mata memerah. Tapi belum sempat ia berkata-kata lagi, ia merasakan bulu kuduknya merinding. Tubuhnya membeku, namun ia bisa merasakan sesuatu dalam tubuhnya bergejolak, bergerak, ingin bangkit dan keluar. Kyuhyun mengerang, bertahan. Tapi ia tau ia tidak bisa menghentikan ini. Seluruh tubuhnya terasa aneh dan berbeda. Dan ia sangat tau apa yang akan terjadi. Ia menoleh ke arah jendela yang tirainya sedikit tersibak dan melalukan cahaya terang bulan penuh ke tubuhnya. Ternyata benar.

“-yung….”

“Kyu?”

Hyung cepat pergi, pergi sebelum….” Teriakan keras Kyuhyun menghentikan kata-katanya sendiri. Donghae menatapnya ngeri, terpaku ditempat. Ia ingin berlari, Kyuhyun sendiri sudah memperingatinya tapi kakinya tidak bisa bergerak. Kyuhyun berteriak, menggeram sampai terbungkuk-bungkuk. Tubuhnya perlahan mulai dipenuhi bulu berwarna abu-abu. Tubuhnya mengecil, dan kini ia telah bertumpu pada kedua kaki dan tangan yang segera beberapa saat kemudian berubah menjadi kaki pula. Bola mata Donghae langsung membesar melihat cakar-cakar tajam yang menyeruak. Tak lama kepala dan wajahnya pun berubah, hingga akhirnya yang berdiri didepannya sekarang adalah seekor srigala besar yang segera melolong.

Dan serigala itu, dengan taring-taring yang sekilas terlihat tersembunyi dalam mulutnya, kini menatap lurus ke arah Donghae.

Donghae meneguk ludah. Ia masih terpaku ditempat ketika serigala itu mengambil langkah pasti dan menerkamnya.

————————————————————–

BRAAKK!! BRAAAKKK!! PRAAANGG!!

Hankyung dan Heechul yang sedang berjalan bersisian keluar dari penginapan langsung terkesiap. Dari arah rumah mereka. Mereka bertukar pandang, terbelalak ketika ingat siapa saja yang tertinggal di sana. Kyuhyun.

“Hankyungie? Kau sudah mengganti jendela dan tirainya seperti yang kusuruh kan?” Heechul meliriknya curiga. Hankyung cemberut. “Hyung! Tentu saja!”

Dan tanpa banyak bicara lagi mereka pun berlari ke arah asrama. Sampai didepan kamar Kyuhyun baru saja sampai Kangin, dan ia terlihat pucat. Heechul mengernyit, merasa ada yang tak beres. Eunhyuk terlihat melayang di koridor ke arah yang sama, sementara Siwon terlihat baru keluar dari kamar dengan ekspresi terganggu.

“Hyung,” Kangin menyambutnya, menunjuk ke arah pintu yang biasanya terkunci yang sekarang terbuka. “Aku memberikan kunci pada Donghae untuk mengantar makanan ke Kyuhyun, aku benar-benar lupa kalau….”

Heechul terbelalak mendengarnya, membanting pintu terbuka. Eunhyuk, Kangin dan Hankyung terpaku melihat pemandangan yang menyambut mereka.

“Hyung? Aku mencium bau darah manusia yang….” Siwon yang baru saja melangkah ke dalam ruangan langsung terdiam. Donghae terduduk diatas kasur, bersimbah darah, terlihat luka besar menganga di lengan dan dadanya diantara bajunya yang tak lagi berbentuk. Seprai dan selimut yang berwarna putih robek-robek dan terkoyak-koyak. Kapuk-kapuk isi bantal berserakan dalam ruangan. Tirai jendela tergeletak di lantai. Meja kecil yang harusnya ada di sebelah jendela hancur dan patahannya berserakan. Salah satunya tergenggam ditangan Donghae dalam usahanya melindungi diri. Ia terlihat kesusahan mengambil nafas, berusaha sadar padahal sudah banyak mengeluarkan darah. Dan tatapannya tajam ke arah serigala Kyuhyun yang masih menggeram dan melolong ke arahnya.

“DONGHAE!!” Entah sejak kapan ia datang, Sungmin langsung menghambur masuk, tepat saat Kyuhyun melompat menerkam. Sungmin berhasil melindungi Donghae dan jatuh tersungkur, berhasil melindungi Donghae untuk terluka lebih parah. Sungmin bangkit perlahan, menghampiri Donghae yang tubuhnya langsung lemas dan tergeletak, meski masih berusaha untuk tetap sadar. Heechul langsung memojokkan Kyuhyun yang masih mengamuk, membentangkan sayapnya lebar. Suhu dalam ruangan langsung turun beberapa derajat, bulu kuduk berdiri, dan hawa terasa tidak enak hingga sulit bernafas. Setidaknya begitu yang dirasakan oleh Sungmin dan Donghae. Heechul dengan aura darknya yang penuh seperti ini bahkan bisa membunuh seorang angel. Tapi suasana ini justru menenangkan dan lebih nyaman bagi mahkluk-mahkluk kegelapan seperti Kangin, SIwon, Hankyung dan Eunhyuk. Kyuhyun pun menjadi lebih tenang, ia menggeram pelan, perlahan mulai diam di tempat. Donghae menatap terpesona pada sepasang sayap bulu yang sama seperti milik Leeteuk tapi berwarna hitam legam yang terbentang di depannya. “Hyung….” Dan ia pun tidak sadarkan diri.

Kangin datang menghampiri dan dengan sigap mengangkat tubuh Donghae dan membawanya keluar ruangan diikuti dengan Sungmin dan yang lainnya. Masalah menenangkan Kyuhyun yang sedang berubah cukup diserahkan pada Heechul, mereka punya dua orang ini untuk dikhawatirkan. Mereka segera membawa Donghae ke kamar Leeteuk, satu-satunya orang yang bisa diandalkan disaat genting seperti ini.

————————————————————————-

“Donghae masih berdiri disana?”

Hankyung menatap Leeteuk, lalu mengangguk sambil mendesah. “Setiap pulang sekolah dia pasti langsung berdiri  didepan kamar Kyuhyun, tapi tak peduli berapa kali pun dia mengetuk pintu dan meminta izin masuk, Kyuhyun tidak pernah menjawabnya.”

Leeteuk ikut menghela nafas panjang, meluruskan tangannya di atas counter café, mengistarahatkan kepalanya. “Kejadian setahun yang lalu terulang lagi,’ gumamnya. Hankyung mengangguk, tangannya dengan cekatan mengaduk butter. Ia berencana membuat Strawberry cake hari ini. Sedikit hadiah untuk hyungnya yang bersusah payah menyelamatkan nyawa Donghae, hingga ia pingsan karena terlalu banyak mengeluarkan kekuatan penyembuhnya, dan image Red Rose. Penginapan ini sudah cukup tua untuk terlihat angker, tidak perlu ditambah berita kematian dan serangan serigala segala.

“Kusangka Donghae akhirnya sadar dengan siapa ia berurusan setelah kejadian waktu itu dan memikirkan ulang keputusannya untuk tinggal disini,” Leeteuk tersenyum, “tapi ia sama sekali tidak lari. Kurasa ia malah tidak terpikir sama sekali untuk itu. ia hanya terpikir bagaimana untuk menemui Kyuhyun.” Hankyung tertawa kecil. “Kurasa cara pikirnya memang tidak biasa. “

Leeteuk mengangkat pandangannya. “Kyungie, dipipimu ada cream.”

Hankyung segera menyeka pipinya dengan lengannya. Bukannya hilang, cream itu kini malah jadi memanjang. Leeteuk menahan tawa.

“Tapi kurasa sudah saatnya Kyuhyun keluar, ia tidak bisa terus sembunyi. Kasihan Donghae, ia kelihatan super desperate. Aku mengerti perasaan Kyuhyun,” Hankyung mengernyit, “tapi dengan begini tidak akan menyelesaikan masalah.”

“Katakan itu pada Kyuhyun,” sahut Leeteuk. Hankyung cemberut ke arah hyungnya itu.

“Hyuuung! Kau tau kan bahkan aku tidak bisa masuk kekamarnya!”

Memang seminggu berjalan tanpa terasa. Sejak kejadian hari itu, Kyuhyun sama sekali tidak mau keluar kamar, padahal bulan sudah tak lagi purnama. Donghae yang keadaannya langsung pulih karena kekuatan Leeteuk, akhirnya memulai kehidupan sekolahnya, setiap hari ia berangkat bersama Sungmin yang ternyata satu angkatan dengannya namun beda kelas. Kyuhyun juga seharusnya sekolah, menurut Sungmin, tapi Kyuhyun benar-benar tidak mau keluar kamar. Untuk mengantar makanan saja hanya Eunhyuk yang bisa masuk (itu pun dengan menembus tembok). Kadang-kadang mereka khawatir, karena sering mendengar suara-suara benda pecah dan berjatuhan, tapi Heechul hanya angkat bahu dan berkata mungkin ada baiknya Kyuhyun dibiarkan berpikir sendirian.

——————————————————————–

Donghae mengerucutkan bibirnya seharian.

“Kyuhyun masih belum membukakanmu pintu?” wajah Sungmin muncul disebelahnya. Donghae hanya mengangguk, menekan tombol waktu sedikit lebih keras terbawa emosi. Sungmin meletakkan keranjang pakaian kotor di samping mesin cuci, lalu berdiri, bersandar pada mesin cuci yang berdengung pelan. Donghae menatapnya tampak frustasi. “Sebenarnya aku salah apa sih hyung?” ia mendesah,” ia pasti membenciku.”

Sungmin tidak mengerti harus bagaimana lagi menjelaskannya – ia sudah mencoba berkali-kali – pada Donghae bahwa hal ini bukan karena kesalahannya. Tapi dalam Donghae sudah tertanam prinsip bahwa Jika seseorang menjauhimu berarti kau pernah berbuat salah padanya yang akut dan sulit dipatahkan.

“Ia menyesal karena sudah melukaimu, Donghae-yah.”

Donghae mengernyit. “Kau selalu bilang begitu, tapi itu sama sekali bukan alasan untuk menjauhi orang lain! Lagipula bukankah itu salahku juga, yang tidak hati-hati dan tidak bisa menjaga diri! Aku tidak suka kenyataan bahwa seseorang menjauhi diriku.” Ia terlihat sedih. “Padahal kusangka kami bisa dekat karena ia satu-satunya dongsaeng yang ku miliki disini tapi aku malah merusak kesempatan itu.”

Sungmin hanya mengusap punggung Donghae pelan untuk menenangkannya. “Oh ya Hyung, hari ini aku bertemu dengan seseorang yang menyenangkan di kelas musik,’ wajah Donghae tiba-tiba cerah. Sungmin tersentak, mood dan jalan pikir Donghae memang terkenal sedikit sulit untuk diikuti. “Namanya Ryeowook! Ia pintar sekali bermain piano dan menyanyi, aku langsung ngefans dengannya.” Donghae tertawa. “AKu sebenarnya merasa sedikit familiar dengannya tapi aku tidak bisa ingat pernah melihatnya dimana….”

Sungmin terdiam. Ia sangat kenal nama itu, karena dulu ia pernah beberapa kali datang ke Red Rose. Dan ia nama yang tabu dibawa-bawa ke depan Kyuhyun. Yup, Kim Ryeowook adalah pemuda dalam foto, sahabat Kyuhyun yang juga menjadi korbannya. Kyuhyun sangat trauma dengan kejadian itu, karenanya ia sangat menghindari interaksi dengan orang lain dan mengurung diri disaat bulan purnama. Ia sangat merutuk ketidakberdayaannya untuk mengontrol perubahannya, ia takut melukai orang lain, terutama orang yang ia sayangi.

Sungmin menatap Donghae yang terlihat sedang melamun, mungkin anak ini bisa membantu Kyuhyun kelua dari jalan pikirnya yang sempit itu.

“Hey Donghae-yah,” Donghae menoleh mendengar namanya di panggil. “Apa kau tau kalau setiap kamar disini memiliki kunci master yang tersimpan di resepsionis?”

————————————————————–

“Lagu yang bagus.”

Pemuda berambut pendek dengan postur feminine itu menoleh, mendengar suara dari sampingnya. Jemarinya diatas tuts keyboard berhenti bergerak sementara.

“Oh, Donghae sshi,” ia mengangguk kemudian, mengenali orang yang memanggilnya, Lee Donghae, siswa satu tahun diatasnya yang masuk dalam kelas musik yang sama dengannya, anak baru yang banyak dibicarakan orang karena sifatnya yang periang dan karena ia tinggal di tempat itu. Yah, siapa sih yang tidak kenal Red Rose, penginapan di pinggiran kota dekat pantai dengan bangunan kuno yang dikelilingi taman yang cukup rimbun hingga terkesan angker dari luar. Hebatnya penginapan itu tak pernah sepi pengunjung, meski penduduk local sendiri tidak terlalu suka berurusan dengan tempat itu.

“Terima kasih,” ia tersenyum, kembali berkonsentrasi dengan notasi-notasi musik dihadapannya dan bermain dengan keyboardnya. “Buatanmu sendiri ya?” Donghae menarik kursi dan duduk disampingnya. Pemuda feminine itu kembali tersenyum, wajahnya sedikit memerah karena malu. “Hanya ada satu orang yang bisa memainkan lagu ini selain aku,” jawabnya lagi. Donghae mengangguk. “Aku pernah mendengarnya sekali di tempat lain.”

Kini perhatian Ryeowook terarah sepenuhnya pada Donghae, terdiam sejenak untuk berpikir. Beberapa saat kemudian ekspresinya berubah, kembali menghadapi keyboardnya.

“Kau pernah bertemu Kyuhyunnie?”

Donghae tidak menjawab. Ryewook terlihat sedih. “Aku tidak pernah lagi bertemu dengannya sejak kejadian itu.”

“AKu sudah mendengar ceritanya, tentang dia yang bukan manusia dan menyerangmu?”

Ryeowook mengangguk. Ia tidak begitu ingat dengan apa yang terjadi sebenarnya, ia hanya ingat ia diterkam oleh sesuatu yang jelas bukan manusia, dan ditengah pandangannya yang kabur karena kehabisan banyak darah, ia sempat melihat sekelebat sesuatu, sesuatu yang berkaki empat dengan moncong bertaring dan ekor yang panjang. Ia ingat menceritakan itu pada teman-temannya ketika sadar dirumah sakit, sambil menanyakan apakah Kyuhyun baik-baik saja karena saat itu ia bersamanya tapi setelahnya ia tidak pernah lagi bertemu dengannya. Dan semenjak itu kabar pun mulai merebak, bahwa Kyuhyun bukan manusia, ia monster yang telah menyerangnya hingga hampir tewas.

Ryeowook saat itu tidak mengerti bagaimana harus bersikap, mungkin saja apa yang orang katakan itu benar, hingga ia tak pernah mencari Kyuhyun. Meski setelahnya ia mendengar kabar Kyuhyun kini sekolah di JYP High school yang berada di kota sebelah, ia tak pernah mencoba menemuinya. Bahkan saat ia sadar kemudian, bahkan seandainya saja yang orang katakan orang itu benar, ia harusnya tidak peduli, ia tau bahwa Kyuhyun tak mungkin melakukannya dengan sengaja. Tentu saja ia tau, mereka berteman dekat, dekat hingga nyaris seperti saudara kembar yang selalu berdua kemana pun, hanya Kyuhyun yang mengerti passionnya akan musik dan bernyanyi, saat tak ada orang yang memahaminya bahkan orang tuanya.

Ia seharusnya tau itu, dan kini ia tau itu tapi ia takut semuanya sudah terlambat.

“Aku memang bertemu Kyuhyun, aku berteman dengannya,” ucapan Donghae memecah lamunan Ryeowook. “Aku pernah mendengarnya memainkan lagu ini,” sambung Donghae dengan senyum yang cerah. Ryeowook rasanya jadi mengerti kenapa ia disebut sunshine ball oleh siswa-siswa yang lain. ia tersenyum seperti tidak pernah ada kejadian buruk menimpanya.

“Dan aku juga pernah mengalami apa yang kau alami.”

Ryeowook tersentak. Donghae juga….

“Dan setelahnya ia tidak mau bertemu lagi denganku,” Donghae cemberut. Ryeowook tak urung jadi tersenyum melihatnya. “Aku tidak mau seperti ini, aku tidak mau dia menyalahkan dirinya sendiri, aku tau itu diluar keinginannya. Aku ingin dia tau bahwa aku sama sekali tidak menyalahkannya dan ia harus berhenti menjauhiku.”

Ryeowook berkedip-kedip memproses kata-kata Donghae.

“Dan aku ingin kau membantuku.”

—————————————————————-

Leeteuk sedikit menelengkan kepalanya ke kanan, ketika Donghae meminta master key padanya, mengira-ngira apa yang sedang ada dalam pikiran Donghae. Ia ingin bertanya, tapi ekspresi Donghae mengisyaratkan padanya untuk tidak berkata apapun. Leeteuk mengernyit, sejak kapan anak baru, dongsaengnya ini punya kekuasaan untuk membuatnya diam? Tapi ia tetap menyerahkan apa yang Donghae minta tanpa kata-kata. Ia masih selalu bisa menanyakannya nanti, lagipula di belakang Donghae sudah berdiri sepasang suami istri yang ingin check out.

Karena sibuk, Leeteuk tak melihat seseorang yang mengikuti dibelakang Donghae dengan langkah ragu-ragu.

Kyuhyun masih asyik duduk disamping jendela, hal yang selalu dilakukannya beberapa hari terakhir ini. Ia tidak punya banyak hal yang bisa ia lakukan dalam kamar, melihat isi kamar yang juga sangat minim. Tapi ia tidak punya keinginan dan keberanian untuk keluar kamar dan menjalani hidup seperti biasa, yah, karena, itu. kejadian itu.

Ia tidak percaya ia melakukannya lagi. Ia melakukannya lagi. Melukai seseorang yang sama sekali tidak bersalah hingga sekarat seperti itu. sudah setahun tidak pernah ada kejadian separah ini, tentu saja selama ia ada di Red Rose ia tidak bisa menyakiti manusia karena memang tidak ada manusia, dan beberapa penghuni Red Rose tidak terpengaruh dengan luka, kebanyakan bisa menyembuhkan lukanya sendiri, atau bahkan seperti Teukie hyung bisa menyembuhkan orang lain, dan Eunhyuk malah tidak bisa terluka. Ia sudah tau sejak awal, seharusnya, saat ada manusia masuk ke sini, untuk jangan pernah berurusan dengan mereka. Manusia adalah mahkluk yang rapuh, baik fisik dan perasaan. Monster sepertinya sangat berbahaya bagi keberadaan manusia.

Sudah lama sekali sejak ia mengalami perasaan khawatir seperti ini.

Karena itulah sekarang ia hanya bisa duduk disini, didalam kamar, menatap keluar dari balik jendela. Dari matahari masih bersinar, seperti saat Teukie hyung memarahi Kangin yang iseng menggonggongi tamu atau Sungmin hyung yang asyik menyirami tanaman sambil bersenandung, atau saat Teukie dan Sungmin hyung dengan santai memajang dan memamerkan sayap mereka di pagi buta, sampai saat matahari tenggelam dan taman hanya disinari lampu taman, saat Hankyung dan Heechul hyung mengobrol dengan santai di bangku taman, Eunhyuk yang kadang mencoba untuk berjalan dan bukan melayang di jalan setapak, atau kadang Siwon, yang hanya mondar mandir tanpa tujuan didekat air mancur.

Ia tidak menyebut Donghae, karena begitu Donghae muncul pada jarak pandangnya ia langsung menutup tirai secara refleks.

Kyuhyun mendesah, mungkin ia bisa tinggal dalam kamar ini terus sampai Donghae meninggalkan Red Rose, atau….

Cklek.

Rantai pikirannya terhenti oleh bunyi pintu terbuka, sebelum ia sempat berpikir bagaimana pintu itu bisa terbuka tanpa ia membukanya, sesuatu, atau seseorang berlari kearahnya, dan melompat memeluknya hingga ia hilang keseimbangan dan tersungkur ke lantai.

Nafasnya nyaris berhenti ketika ia melihat siapa yang memeluknya.

“Donghae hyung? Do, hyung, ba, bagaimana hyung bisa….”

“Kyuhyunnie?”

Dan nafas Kyuhyun, beserta jantungnya, benar-benar sempat berhenti sesaat ketika ia melihat asal suara yang berdiri dipintu kamarnya.

“Ryeowookie?”

Yang dipanggil mencoba tersenyum.

“Lama tak berjumpa, Kyuhyunnie.”

Kyuhyun terpaku di tempat tak tau harus berkata dan berbuat apa. Donghae melepas pelukannya dan kini menarik tubuh Kyuhyun ke atas kasur.

“Kyuhyun ah, kamu baik-baik saja kan? Aku takut kau berlumut dikamar terus menerus…. Kenapa kau tidak pernah keluar? Kenapa tidak mau bertemu denganku lagi? Kyuhyun marah padaku?” cecar Donghae. Kyuhyun mengerjipkan matanya beberapa kali, belum bisa menangkap kata-katanya secara penuh, masih shock.

“Hyung tidak takut padaku?” tanyanya setelah beberapa lama, menatap Donghae lekat. Yang ditanya balik mengarahkan pandangan tak mengerti ke arahnya. “Kenapa harus takut?

Kyuhyun terdiam. Tentu saja ia tidak bisa menjawab pertanyaan itu, bukan ia yang harus menjawabnya kan?

“Kenapa kau mengurung diri dalam kamar terus menerus? Sungmin hyung khawatir sekali kau tau,” ia melirik ke bibir pintu, dimana entah sejak kapan, Sungmin sudah berdiri disana, bersandar pada kusen pintu.

“Errr…. Itu… hyung….”

“Kau merasa bersalah padaku, Kyu?” Tanya Donghae langsung ke sasaran, “Kalau memang begitu, minta maaflah, jangan lari,” Kyuhyun menatap Donghae lekat, ekspresi hyungnya itu terlihat lembut dan perhatian, “Kalau kau tidak bilang bagaimana aku bisa tau? Bagaimana Ryeowook bisa tau? Bagaimana kami bisa bersikap seperti yang kau harapkan? Kami bukan paranormal, Kyuhyunnie….”

“Aku….” Kyuhyun meneguk ludah nervous, “AKu hanya tidak tau harus bersikap bagaimana bila bertemu kalian, hyung….” Ia berusaha mengatur kata-kata, matanya terasa panas. “Maksudku… aku sudah membahayakan kalian… ja, jadi, aku ti-tidak berani berharap kalian mau berteman denganku lagi, dan perasaan bersalah ini,” ia mendongak, menatap Ryeowook yang duduk di pinggir tempat tidurnya dari posisinya yang terduduk di lantai, “kau tidak tau bagaimana rasanya hyung…. Dan kupikir aku tidak akan sanggup kalau kalian menjauhiku… ja-jadi kupikir lebih baik aku yang menarik diri…,” ia terisak. Ia tidak peduli lagi dengan pridenya yang kadang menahan ucapannya. “Aku tidak ingin melukai orang yang kusayangi lagi….”

“Jangan menyalahkan diri Kyu, aku tidak menyahkanmu, DOnghae tidak menyalahkanmu, kami percaya, percaya, kalau ini semua diluar keinginanmu,” ucap Ryeowook, beranjak dari posisinya, lalu berlutut disamping Kyuhyun dan memeluk tubuhnya erat. “Kyuhyun ah, yang waktu itu paling membuatku sedih bukanlah karena kenyataan kau menyerangku atau apapun, tapi lebih karena kau menjauhiku… aku merasa kehilangan temanku yang paling mengerti aku saat kau tidak ada….”

Donghae pun balik mendekap dongsaengnya itu dari posisinya di pangkuan Kyuhyun sambil membisikkan kata-kata yang menenangkan. Sungmin langsung berlari masuk dan bergabung dengan mereka untuk menenangkan Kyuhyun. tapi senyum di wajah Sungmin berkembang begitu lebar, ia senang akhirnya Kyuhyun mau terbuka dengan orang lain dan semua berkat Donghae dan Ryeowook yang mau berbaik hati membuka jalan pikir Kyuhyun yang sempit.

Ia rasa itu lah salah satu mengapa ia menyukai manusia, mereka punya berbagai macam sudut pandang dan berpikiran lebih terbuka, dan mereka berani mengatakan apa yang mereka pikirkan saat mereka merasa benar. Tidak semua mahkluk dianugerahi perasaan yang rapuh tapi juga sensitive seperti manusia.

Tanpa mereka sadari, seluruh kejadian di dalam ruangan ditonton beramai-ramai oleh sekelompok mahkluk di luar pintu.

Leeteuk menutup mulutnya dengan tangannya, lalu mendekap lengan Kangin sambil terisak. “Anak-anakku begitu luuccuuu… aku terharuuuu~~~!!” Kangin hanya menatap hyungnya itu dengan pandangan takjub. “Tunggu, mereka itu anak-anakku!!” Heechul protes dari belakang mereka, berpegangan erat pada Hankyung disisi jauh koridor. Ia kemudian membenamkan wajahnya dibahu Hankyung sambil ikut-ikut berekspresi mellow, “my babies are grown up~~”

Siwon hanya mengangkat bahu dari kejauhan. Eunhyuk menatap hyung-hyungnya itu dengan ekspresi jijik, lalu langsung melayang masuk ke ruangan untuk bergabung dengan grup yang didalam.

“Kyuhyunnaaaahh~~!!” ia berteriak antusias menghampiri. Kyuhyun tersenyum padanya, dan Ryeowook pun ikut menoleh dan menatap seseorang yang melayang menghampiri. Eunhyuk tersenyum ramah pada tamunya, saat mata Ryeowook perlahan membesar, membulat penuh rasa takut dan wajahnya memucat.

“Ha… HANTUUUUUUUUU~~~~!!!”

Dan ia pun pingsan.

Seluruh penghuni Red Rose terpaku. Eunhyuk hanya nyengir kecil sambil menggaruk bagian belakang kepalanya.

“Oooupsss…??”

—————————————————————

“Hyunggg, kami berangkat sekolah dulu ya!” Donghae memeluk Leeteuk erat, sang angel mencium kening Donghae penuh sayang.

“Kalian membuat perutku sakit,” Kyuhyun yang berdiri disamping Donghae, memegang strap tas punggungnya sementara tangan yang lainnya berkacak pinggang, “sarapanku bergolak dalam perut nih.” Sungmin terkikik geli disampingnya mendengar komentar snarky Kyuhyun. Leeteuk melotot ke arah Kyuhyun, “Kau ini kenapa tidak bisa bersikap selayaknya magnae sih? Donghae lebih imut darimu!” protesnya.

Kyuhyun pura-pura mendesah pasrah, “Hyung! Kami sudah SMA, bukan anak kecil lagi!!” tapi lalu nyengir kecil, menarik tangan Donghae dari pelukan Leeteuk. “Ayo hyung, kita hampir terlambat!” Donghae pun melepas pelukannya, menyampaikan salam pada anggota rumah yang lain, lalu berjalan bersama Sungmin dan Kyuhyun ke stasiun bus terdekat.

“Kyuhyunnie, Donghae-yah, Sungmin ah,” baru beberapa menit mereka melangkah keluar dari gerbang Red Rose, terdengar seseorang memanggil dari belakang mereka. Kyuhyun nyengir lebar melihat siapa yang datang. Sudah beberapa hari ini mereka memang berangkat sekolah bersama Ryeowook, seperti dulu, batin Kyuhyun, hanya saja dulu tidak ada Donghae. Ryeowook masih belum berani sering-sering dekat dekat dengan Red Rose setelah kejadian dengan Eunhyuk itu. Apalagi ketika ia siuman, disambut oleh Leeteuk dan SUngmin masing-masing dengan sepasang sayap di belakang punggung, dan seekor anjing yang tiba-tiba berubah menjadi manusia dihadapannya.

“Memang seharusnya begitulah manusia bereaksi terhadap kami,” Kangin melirik ke arah manusia lain yang berada dalam ruangan. Tapi jelas sekali Donghae tidak merasa kalau kata-kata Kangin mengarah padanya, terus sibuk ikut panik bersama Leeteuk dan Eunhyuk mengurusi Ryeowook yang pingsan.

Ryeowook sepertinya akhirnya mengerti tentang apa yang terjadi dalam Red Rose dan Kyuhyun, ia tidak banyak berkomentar, bertanya dan tidak banyak mengungkit tentang itu, jadi Kyuhyun pun tidak memaksanya. Yang bisa ia lakukan hanya menjauhkan penghuni Red Rose dari Ryeowook ketika ia datang berkunjung – biasanya untuk mengerjakan tugas rumah bersama atau hanya sekedar memperlihatkan lagu buatannya yang terbaru. Meski takut-takut, ia tampaknya cukup lega dengan kehadiran Donghae disana, mengetahui ia juga manusia biasa sepertinya, dan Kyuhyun berharap, berharap, lama-kelamaan Ryeowook mau mengerti dan menerima dirinya dan keluarganya yang tidak biasa ini.

“Hyuung,” Ryeowook menyapa, berhenti berlari dan berjalan disamping ketiga orang temannya, beriringan. “Selamat pagi.”

“Selamat pagi Wookie ah!” Sungmin dan Donghae balas menyapa berbarengan. Ryeowook langsung mengeluarkan sesuatu dari tasnya, kearah dua orang hyungnya itu, sebuah kotak kecil berisi kue kering. Donghae dan Sungmin langsung memasang ekspresi senang yang sama, Satu hal yang selalu di tunggu oleh mereka setiap pagi, cookies buatan Ryeowook! (“Kenapa akhir-akhir ini sarapan kalian sedikit sekali sih?” Tanya Hankyung). dua orang yang sama-sama suka manis ini langsung lahap berbagi honey cookies itu, sementara Kyuhyun hanya geleng-geleng kepala pasrah. Ryeowook kembali menggeledah tasnya dan mengeluarkan beberapa lembar kertas dari dalamnya, mengulurkannya ke Kyuhyun dengan pandangan penuh arti. “Lagu baruku sudah selesai!!”

“Oh benarkah?” Kyuhyun tersenyum sambil mengamati notasi piano di tangannya. “Kau yang bernyanyi,” Ryeowook melirik kawan lamanya itu, “aku ingin mengiringimu bernyanyi.”

Kyuhyun tertegun. “Sungguh? Tapi….”

“Tidak ada tapi! Sudah DEAL! Kita akan berlatih setiap pulang sekolah, err, di Red Rose, untuk pertunjukkan pertengahan semester di sekolahku. Kurasa mereka tidak keberatan, toh kau mantan siswa disana,” ucap Ryeowook tegas. Kyuhyun tersenyum sedih, “tapi Wookie, teman-teman yang lain….”  “Tenang saja Kyunnie! Mereka sudah lupa sama sekali dengan kejadian itu! err, mungkin, hehe, tapi kurasa sekali mereka mendengar nyanyianmu mereka akan lupa!” sahut Ryeowook antusias. Baru kyuhyun akan menjawab, terdengar teriakan Donghae, “KYUUUU~~!! BISNYA SUDAH DATAAANG~~!”

“Ya, ya, aku datang hyung!!”

“Janji ya?” Tanya Ryeowook, dan Kyuhyun hanya mengangguk kecil sambil berlari ke arah bis tujuan sekolahnya dengan cepat. Ryeowook berkacak pinggang menatap kepergian Kyuhyun sebelum akhirnya bergabung dengan Sungmin dan Donghae yang sedang dalam taraf sugar high menunggu bis jurusan sekolah mereka yang akan datang dalam beberapa menit.

——————————————————————————–

TBC

By : Dian-chan

Tags : Donghae, Heechul, Hankyung, Leeteuk, Sungmin, Siwon, Kyuhyun, Eunhyuk, Kangin, SUPERJUNIOR

A/N : Hehe Gimana tentang cerita kali ini? sekedar memperjelas, Kyuhyun dan Ryeowook satu angkatan, SUngmin dan Donghae satu angkatan di atas mereka, artinya Kyuwook kelas 2 sekarang dan Haemin kelas 3. Aku awalnya rada ragu ama pengkarakteran Donghae yang happy puppy begini, tapi setelah ngeliat ulang Full House, EHB, trus yang paling nempel, acara yg Einstein2an itu, akhirnya aku mantap haha Donghae yang kaya gini yang aku suka >.<  ceritanya juga nantinya bakal jadi everyone x Hae, just because! *my bias is sooo strong lol*

Oh iya, karakter Kangin yg kmaren kubilang bias berubah jadi semua binatang kuganti Cuma bisa jadi anjing aja :p abis entar ribet hehe lagipula aku baru inget kalo shapeshifter Cuma bisa berubah jadi satu bentuk ^^

Chapter kali ini masih chapter pembuka, jadi tokohnya Cuma Kyu, hehe. Nanti-nanti bakal campur2 dan g khusus kaya gini, diikuti terus yaaahh~~! >.<

42 Comments (+add yours?)

  1. kuyunarha
    Sep 26, 2010 @ 06:54:51

    kereeeen …..
    Suka banget baca karakter dongdong disini .
    Gemeeees
    *diceburinkejurangmaauthor
    haha
    bayangin umin.wuki.ma kuyun pelukan jadi pengen ngikut dehh ..
    XD

    Reply

  2. DewiWonKyuHaELF
    Sep 26, 2010 @ 08:12:07

    Donghae lucu banget

    Reply

  3. chodictator
    Sep 26, 2010 @ 08:25:07

    wah Kyu menyerang si Donghae~
    kereenn ^^
    haha waktu si hyuk masuk si wook langsung pingsan..
    dtunggu part selanjuanya ^^

    Reply

  4. sinseonghan
    Sep 26, 2010 @ 08:51:02

    wii ,
    kereeeeeen~ ><d
    suka banged ma jalan crita+bhasany . hehe

    next part jangan lama" yy 😀

    Reply

  5. J.Hami
    Sep 26, 2010 @ 09:00:28

    Wahaaaa….!!!
    Keren~
    Suka banget sama penokohan di ff ini!
    Semuanya pas sesuai dengan karakter mereka di dunia nyata.
    Tapi sayang unyuk jadi hantu, jadi ga bisa kupeluk deh. Hehe~

    Reply

  6. jasmijn2903
    Sep 26, 2010 @ 09:19:41

    baguus~
    jalan pikiran Donghae aneh, tapi baik. *apadeh*
    part 3 ASAP, yaa! 🙂

    Reply

  7. LopeLopeKJW
    Sep 26, 2010 @ 09:48:20

    “my babies are grown up..”
    haha.. setan’a bisa bilang hal manis kaya gt,
    ahh oppaaa
    bagus bgd thor
    next chap jgn lama2 iaa

    Reply

  8. Mira~Hyuga
    Sep 26, 2010 @ 10:08:16

    Ya amyuun.. Oppa q (baca:Wookie) k’bagian peran jga akhirnya.. hehe~

    Lanjut, chingu..! ^^ Nice, nice ff!! pasti q ikutin terus deh..

    Reply

  9. HeeHwa
    Sep 26, 2010 @ 10:26:54

    -aaaa…..akhir.na kluar jga part2.na*popo author* #dibakar author
    -makin seruuuuu….^^d
    -yeobo q punya sayap item…..pdahal q ska.na sayap putih kek punya.na teukki oppa *dipelototin chullie*
    -aihhhh….aihhh….donghae ttp g takut ma kyu pdahal dah diserang kek gtu ..ckckck…emang aneh ni org

    part 3 cepetan y author….^^ddd

    Reply

  10. minday
    Sep 26, 2010 @ 10:34:57

    suka banget sama ff ini, sungmin jd fairy, heechul jd devil kerennnnn
    donghaenya cute bgt jd kyk magnae deh.. ^w^

    Reply

  11. pink_bubble
    Sep 26, 2010 @ 11:23:51

    bagus bgt,slalu penasaran ama lanjutannya
    update soon…^^

    Reply

  12. hansaera
    Sep 26, 2010 @ 12:44:05

    kyu kebawa nafsu serigalanya ya , takuuutt saiia kalo deket kyu di ni ff~~
    umiinnn , suka banget karakter umin disini , jadi fairy .. kekekekekekek
    wokkie kasian dah , pingsan ngeliat hyuk

    lanjutnya ditunggu authoorr ^o^

    Reply

  13. Vhia SuJu
    Sep 26, 2010 @ 12:46:09

    waaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa
    keren*nganga*
    lanjutkan chinggu!!!!!

    Reply

  14. ChiLiicious
    Sep 26, 2010 @ 13:42:31

    Huwaa,,akhrx da jg updtnx wlaupn lma bgt nunggux v rsax trbyar kn biar nunggu lma klo ffx critax kren bgt kyk gni *lebay*..^^

    q nunggu2 bgt lho ff nie..ff nie mnrut q qt bz brfantasi ria..seru bgt..>_<

    ya ampun,,da ja klakuan teuki n' heechul..-___-
    lebay bgt mrka..
    Ntar updtnx jgn lma2 ya..nie ff q tngu2 bgt lho..hwaiting bwt authorx..n_n

    Reply

  15. wirazhuho
    Sep 26, 2010 @ 14:21:48

    Okeh. Lanjut dhaa.

    Reply

  16. neeti jaboodiboodi
    Sep 26, 2010 @ 15:07:32

    aku suka banget nih yang genre beginian. yg imajinasi gitu, bukan romance *tapi aku suka romance juga sih ehehe*
    cepet ya lanjutannya~ 😀

    Reply

  17. shimi
    Sep 26, 2010 @ 16:54:43

    akhirnyaaaa….bisa baca part selanjutnya…kerennn….itu donghae sangat2 overreaktif,,,panik, histeris, seneng, ngamuk, cemberut….gileee…semua ekspresi ada.

    paling sedih pas bagian kyu…bawa beban sebanyak itu,,pantes dia kurus *sotoy*

    kerennn…..

    lanjut authir^^

    Reply

  18. haewonnieV
    Sep 26, 2010 @ 17:10:05

    kok disini siwon perannya jadi gak jelas…hehehe tapi over all ni cerita selalu aku tunggu-tunggu..

    Reply

  19. sungwookie
    Sep 26, 2010 @ 17:55:10

    hae kliatan polos sama lucu,, snang deh si kyu bsa baikkan lgi sama wookie 😉

    Reply

  20. Laurencia NIcole
    Sep 26, 2010 @ 18:18:47

    LANJUT!!!

    ini dia!! yg kutunggu2 !! akhirnya keluar juga chapter 2nya! hehehe

    Reply

  21. YoKyuWon
    Sep 26, 2010 @ 19:56:00

    kyu jd serigala tampan??!! hehehe…*plak*kereeeeennn!! lanjuut chingu!!

    Reply

  22. KyuKyung_Hyunrin
    Sep 26, 2010 @ 20:28:37

    seruu chingu . . .
    mantep bgt crt’a . . .
    lanjut Y . .

    Reply

  23. seohee
    Sep 26, 2010 @ 21:06:14

    hahaha.. lucu….seru.. ditunggu lanjutannya.. ^^

    Reply

  24. shinningdiamond
    Sep 26, 2010 @ 21:58:31

    Leeteuk menutup mulutnya dengan tangannya, lalu mendekap lengan Kangin sambil terisak. “Anak-anakku begitu luuccuuu… aku terharuuuu~~~!!”
    KYAAAAAA~~ <3333
    ada KANGTEUK!

    “Tunggu, mereka itu anak-anakku!!” Heechul protes dari belakang mereka, berpegangan erat pada Hankyung disisi jauh koridor. Ia kemudian membenamkan wajahnya dibahu Hankyung sambil ikut-ikut berekspresi mellow, “my babies are grown up~~”
    allahuabarditambahhanchulpulak *fangirling*

    yang di sunes udah tamat belum? males ngecek 😛 /plak

    Reply

  25. eunhae
    Sep 26, 2010 @ 22:07:55

    lanjutannya seru banget…..
    jadi pengen subscribe sama cerita ini biar tak ketinggalan… 😀
    jujur, ceritanya lebih bagus dan lebih menarik ketimbang serial twilight.. * emang lebay, tapi i really mean it..
    keep write buat authornya..
    your fanfic the only reason i go back to this blog.. 🙂

    Reply

  26. Dhikae
    Sep 26, 2010 @ 22:23:11

    kyaa wookie ma kyu baikkan disini.. kekeke
    lanjutt asap

    Reply

  27. Zubadis
    Sep 26, 2010 @ 22:38:33

    Lanjuuuut! ^^

    Reply

  28. Shinbi
    Sep 26, 2010 @ 23:31:23

    Kereeeennn~~
    blm baca part 1 nya c hehe..
    author bener bngt, aku jg suka ma karakter donghae yg cute ^^
    haha sempet ngakak pas baca adegan hyuk ngelayang trus wookie pingsan =))
    lanjut author~

    Reply

  29. Ocha
    Sep 26, 2010 @ 23:32:18

    Keren banget…
    Buruan lanjut…

    Reply

  30. lol
    Sep 26, 2010 @ 23:37:39

    KYAAA, suka bgt ma ni ff..
    Ceritanya bgs n bahasanya keren…
    Ditunggu part selanjutnya yah…

    Reply

  31. Chokyuta
    Sep 27, 2010 @ 04:41:34

    cerita’a keren..
    krakter tokoh2’a jg bgus..
    WAJIB d lanjut crita’a..
    🙂

    Reply

  32. ndeehyuk
    Sep 27, 2010 @ 07:32:28

    suka karakter donghae disini.
    Pas bgt !! ^^

    Reply

  33. mel
    Sep 27, 2010 @ 08:45:15

    kerennya poool!keren banget.nget.nget..
    bahkan saya ikutan terharu waktu baca ryewook ikutan nemuin kyu..
    saya ngakak pas leeteuk ama heechul ngaku kalo tu bocah” anak mereka,,
    great job,thor!

    Reply

  34. GaemKyuRhaa
    Sep 27, 2010 @ 19:38:42

    ngakak wktu bca bgian si Kyu dduk diem d’ats ksur.a mke pink bunny slipper,,,hahahaha xD ga kbyang dheee… LOL

    KangTeuk n HanChul couple ngeksis 😀

    Reply

  35. shania9ranger
    Sep 27, 2010 @ 22:03:22

    Kyaaa~ telat baca ff keren ky gini. Baca part 1’na dulu ah~

    Reply

  36. ilalang_navisa
    Sep 28, 2010 @ 10:35:47

    aaaaaaaaaa…….. sukaaaaaaa……..donghae sarangeee……

    Reply

  37. kyuholic
    Oct 03, 2010 @ 11:07:37

    ini the red rose yg dlu yah???

    lma bgt publishx….

    kyakx seru…..bca dulu ah….

    Reply

  38. haevia
    Oct 03, 2010 @ 23:49:36

    Gyaaaa! Ada kangteuk sma hanchul. Ckckckck! Suka bgt karakter Hae dsini ^o^

    Reply

  39. Trackback: My Brankas FF | gamefishydictator
  40. Resti Anisa
    Feb 13, 2012 @ 08:16:10

    Annyeonghasseo…
    joneun Lee Yong Mi imnida…
    author,boleh bilang sesuatu?
    jadi begini… saya udah buat satu cerita yang juga menggunakan karakter fantasi seperti vampire, werewolf, fairy, dll…
    Berhubung sekarang cerita saya sedang dalam proses pembuatan,saya memunculkan tokoh SuJu yang memiliki karakter berbeda dengan karakter milik author…
    namun,di dalam cerita saya, saya ingin menambahkan bagian saat makhluk-makhluk dari masa lalu muncul untuk membantu anggota SuJu dan main castnya. Makhluk-makhluk dari masa lalu tersebut saya ibaratkan sebagai 15 karakter milik author dalam cerita Red Rose.
    bolehkah saya menggunakan 15 karakter milik author di dalam cerita saya? mohon dibalas secepatnya. oh ya, ini akun facebook saya:

    Resti Anisa Lestari

    Reply

  41. afikahchokyu
    Mar 30, 2014 @ 12:09:43

    suka bngt ama FF’nya,!
    aku baru baca sih, dikasih tau eonni aku,
    tapi aku langsung suka di awal chap prtama,, ^^

    Reply

  42. huldamaknae25
    May 27, 2017 @ 09:44:23

    Heol daebak…pengen ada di red rose….next

    Reply

Comment's Box

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: