THE RED ROSE CHAPTER 04 HUMANITY

“Percuma Donghae, selembar benang pun tidak akan bisa bertahan ditubuhku,” desah Eunhyuk untuk kesejuta kalinya, namun Donghae hanya menggeleng cepat – untuk kesejuta kalinya pula setiap kali Eunhyuk protes.

“Hyuk, kita pasti menemukan cara untuk bisa membuatmu memakai baju ini, aku yakin!! Oke, berbagai macam baju sudah kita coba tapi tidak berhasil… mungkin harus kita tambahi err… magnet? Lem?” DOnghae mengernyit, serius berpikir. Eunhyuk mendesah lagi.

“Hae, tidak ada benda yang bisa menyentuh tubuhku, kalau aku tidak meniatkannya… Aku juga tidak bisa melepas bajuku yang sekarang, dan oh please…Hae, LISTEN TO ME!”

Giliran Donghae yang menghela nafas. “Iya sih… tapi apa kau tidak bosan pakai baju itu terus-terusan? Dan lagi kostum itu sangat menipu!!” Donghae menunjuk kostum ala Eropa yang dipakai Eunhyuk. Eunhyuk hanya geleng-geleng.

“Apa?? Jadi kau bukan hantu dari perang Dunia ke II?” Donghae terperanjat. Eunhyuk menggeleng, “Kau percaya ucapan Sungmin? Apa aku terlihat sekuno itu? kalau tentang pakaian yang kupakai… ini hanya kostum! Aku dulu seorang anggota klub dance sekolah dan waktu itu kami sedang tampil dalam sebuah pertunjukkan drama musical Romeo dan Juliet… dan saat kami beres-beres waktu pertunjukkan, lampu panggung menimpaku dan beginilah, aku menjadi hantu gentayangan, dan itu baru terjadi 10 tahun yang lalu!!” jelas Eunhyuk. Donghae hanya angguk-angguk dengan mulut terbuka, yang lalu mengerucut kembali, “berarti Sungmin hyung berbohong padaku….”

Eunhyuk tertawa. “Kamu juga, gampang aja dibohongi…,” dan saat itu Eunhyuk merasa beruntung menjadi benda transparan karena bantal yang dilempar Donghae sebagai bentuk kekesalan hanya melewati tubuhnya seperti melewati udara.

“Huff… sepertinya memang tidak ada cara…” Donghae meniup ujung poninya kesal. Ini sudah baju terakhir yang ia punya yang hanya tetap berakhir sama ditubuh Eunhyuk, hanya sesaat menggantung, lalu jatuh kembali ke lantai seperti melalui udara terbuka. Eunhyuk hanya tersenyum sedih. Suasana hening sesaat, Donghae sibuk berpikir akan cara lain untuk membuat Eunhyuk berganti pakaian sementara Eunhyuk diam memikirkan kapan DOnghae akan menyerah melakukan semua ini.

“AH!” Donghae tiba-tiba menjentikkan jari dan berseru tiba-tiba, membuat Eunhyuk kaget setengah mati. Donghae menatap Eunhyuk dengan mata berkilat-kilat nakal, “Aku pernah dengar kasus kerasukan, apa kau juga bisa merasukiku Hyuk?”

Eunhyuk terpaku, well, dia memang bisa merasuki manusia, dulu saat ia masih meninggali gedung opera tempatnya meninggal ia sering sekali melakukannya. Tapi semenjak Heechul menemukannya dan mengajaknya ke Red Rose, ia tidak pernah lagi melakukannya.

Donghae menganggap kebisuan Eunhyuk berarti jawaban ‘Ya’, ia pun tersenyum penuh arti pada sahabat hantunya itu.

“Kita coba saja, gimana?”

———————————————————-

“Siwon, tumben sekali kau keluar kamar?” Hankyung mengerjip, mendapati temannya sesama vampire itu duduk di ruang tamu dorm Red Rose, membaca majalah dengan ekspresi bosan. Siwon mengangkat bahu. “Ruangan disebelahku berisik sekali sedari tadi. ”

Hankyung mengangkat satu alisnya, ruang disebelah Siwon… Eunhyuk? Berulah apa lagi dia kali ini?

“Hyung, sebenarnya mau sampai kapan manusia itu tinggal disini?” ucap Siwon tiba-tiba, melirik hyungnya dengan ekspresi yang menunjukkan seberapa tidak sukanya ia akan kenyataan itu. Hankyung hanya mengendikkan bahu. “Entahlah, selama yang ia mau… kurasa…”

Siwon mendesah. “Aku sudah cukup menahan diri, untuk tinggal satu bangunan dengan manusia tanpa menyerangnya, dengan tinggal dalam kamar selama mungkin. Tapi dia itu terlalu sering terluka, peristiwa Kyuhyun dan Sungmin kemarin benar-benar memerlukan segala upayaku untuk tidak langsung menerkamnya karena bau darah yang terbuka benar-benar….” Siwon terhenti, bingung bagaimana mendeskripsikannya, lalu akhirnya mendesah pasrah. Hankyung hanya tersenyum bersimpati.

“Terima kasih sekali kau sudah mau berusaha, Siwonnie. Mengenai ini aku dan Heechul sebenarnya juga sedikit heran. Maksudku, kedua hal ini terjadi terlalu kebetulan, tirai jendela yang tersibak padahal jendela tidak terbuka, dan kompor yang tiba-tiba meledak… entah kenapa sepertinya… ada yang sengaja ingin mencelakakan Donghae… yah mungkin hanya perasaan kami saja, tapi….”

“Yaah apapun lah!” Siwon menyahut ketus, melambaikan tangan dengan sikap tidak peduli, “yang penting jauhkan dia dariku.”

“HYUUUUUNGGGGG~~~!!” Hankyung terjengit mendengar namanya diteriakkan dengan keras secara tiba-tiba.

“Donghae?” ia menatap teman satu dormnya yang berlari ke arahnya dengan ceria itu.

“Hankyung hyung, tebak ini siapa?” Donghae berdiri diam dengan ekspresi dan pose yang dilebih-lebihkan. Hankyung mengernyit. “Errrr… Donghae?” jawabnya ragu. Donghae menyahut cepat dan keras, “SALAH!! INI EUNHYUK!!”

Ekspresi Donghae tiba-tiba berubah, alisnya bertaut dan wajahnya sedikit memerah, “Hae… kau tidak perlu berteriak seperti itu, ini kan hal yang biasa saja…”

Kemudian ekspresinya berubah lagi, “TENTU SAJA AKU EXCITED HYUK!! KAU DALAM TUBUHKU!!’ ia terkikik geli sendiri.

“Donghae… Eunhyuk?”

Ekspresi Donghae kembali tenang, dengan tiba-tiba, “Maaf hyung, sepertinya kekuatan merasukiku berkurang karena lama tidak melakukannya, dan mungkin karena Donghae sendiri kesadarannya sangat kuat jadi tidak bisa kurasuki sepenuhnya… jadi begini deh…,”

“INI BENAR-BENAR AJAIB!!” Donghae berteriak lagi, dan Hankyung tidak bisa menahan tawa melihat ekspresi yang berubah-ubah dari dongsaengnya itu.

Tiba-tiba kepala Donghae menjadi dua, ah, bukan, tetapi kepala Eunhyuk menyembul keluar dari kepala Donghae, terus keluar hingga akhirnya ia sepenuhnya berada diluar tubuh Donghae. Donghae langsung menggelengkan kepalanya, mengerjap-ngerjap bingung.

“Eurgh, rasanya aneh sekali,” Donghae terlihat memegangi perutnya menahan rasa mual yang mendadak dan wajahnya seketika memucat. Eunhyuk mendesah. “God, karena itulah aku tidak mau melakukannya Hae… Efeknya untuk manusia yang kurasuki terlalu besar… bahkan jika terlalu lama kurasuki kau bisa… kau bisa…”

Donghae menatap Eunhyuk penuh Tanya, Eunhyuk terdiam, lalu mengacak rambutnya pasrah. Ia tidak yakin Donghae harus tau kenyataan itu. “Ah Sudahlah, hanya jangan minta aku melakukannya lagi Hae.” Dan ia pun melayang pergi menembus tembok ruangan.

Donghae terdiam tidak mengerti, menatap Eunhyuk yang menghilang di depannya, lalu ke arah Hankyung, berharap mendapatkan penjelasan. Namun Hankyung hanya tersenyum padanya. “Sudahlah Hae, jangan paksa dia lakukan hal itu lagi ya? Bagaimana kalau kau bantu aku, bawa nampan ini ke kamar no.10? ia meminta untuk khusus dibawakan untukmu makanya aku kemari mencarimu…”

Donghae mengernyit, “Oh? Tamu yang membawa binatang peliharaan kura-kura itu ya? Boleh! Aku juga ingin mengunjungi kura-kura itu!!” Donghae menerima nampan dari Hankyung dengan riang lalu berlalu keluar ruangan. Hankyung langsung mengalihkan pandangannya ke Siwon yang diam sedari tadi. “Siwon, hentikan itu.”

Vampire berambut hitam itu terlihat tidak sadar, matanya memerah dan taringnya menyembul keluar, baru dengan kata-kata Hankyung ia terlihat tersentak, lalu menggelengkan kepalanya secara kasar untuk mendapatkan kesadarannya kembali. Ia mendesah kemudian, merutuki nalurinya yang tak terkendali, lalu beranjak dari duduknya dan kembali ke ruangannya.

Tepat saat sosok Siwon menghilang dari pandangannya, pintu ruangan terbuka dan menampakkan sosok seekor anjing Siberian putih… yang berlumuran darah. Hankyung terkesiap, langsung menghampiri sosok hewan yang berjalan terpincang-pincang ke dalam ruangan itu.

“KANGIN!!”

Dan anjing itu tergeletak lemas di pangkuan Hankyung yang kebingungan. “Kangin… omo Kangin… apa yang terjadi…?? Apa  manusia lagi-lagi…”

Anjing itu hanya mendengking lemah mengiyakan. Hankyung menggigit bibir, lagi-lagi, manusia mempermainkan anjing, kalau sampai luka begini mungkin lagi-lagi dilempari batu….

“Kali ini ada apa Kangin? Tidak mungkin mereka menyerangmu tanpa alasan…”

“Aku hanya… menolong seorang anak kecil dari penindasan… namun orang-orang mengira aku yang menyakitinya hingga ia menangis, hingga mereka marah dan melempariku dengan batu… manusia sungguh picik….” Desis Kangin perlahan. Hankyung hanya menggelengkan kepala menyayangkan kejadian itu. Hal ini hanya akan menambah kebencian dongsaengnya pada manusia….

“Aku panggilkan Leeteuk hyung dulu ya?” ia meletakkan tubuh lemah si anjing dengan hati-hati, lalu langsung melesat ke penginapan mencari bantuan sang malaikat.

“Hankyung hyuuung, ada yang menyalakan bel room service tapi tidak ada yang….,” Donghae menyeruak masuk lagi ke dalam dorm, terkesiap melihat apa yang terpampang didepan matanya. “OMO KANGIN HYUNG!!”

————————————————————————

“Euuuuuuunnngggggg!!!!” terdengar dengkingan keras anjing dari ruangan di ujung lorong. “DOnghae, pelan-pelan,” Sungmin menabok kepala Donghae pelan sebagai peringatan, satu tangannya yang lain masih membentang diatas baskom air yang kini terlihat bersinar samar. Donghae hanya menyunggingkan cengiran kecil sambil meminta maaf. Leeteuk ternyata sedang keluar kota untuk mengurus surat-surat Kyuhyun yang tersisa disekolahnya yang lama, membuat Donghae bersikeras untuk merawat Kangin dulu sebelum Teukie hyung datang agar lukanya tidak semakin parah dan Kangin tidak semakin lama berada dalam rasa sakit. Sungmin dengan senang hati ikut membantu dan membuat air penyembuh meski kekuatannya tidak sebanding dengan healing power seorang angel. Sudah selama kurang lebih setengah jam Donghae dan Sungmin sibuk menyeka luka-luka ditubuh sang anjing abu-abu tersebut di kamarnya, dengan diiringi dengkingan dan gonggongan keras saat salah satu dari mereka tidak sengaja menyeka dengan kasar. Kyuhyun menemani mereka sambil mengerjakan PRnya di meja disudut ruangan bersama Ryeowook. Meski beberapa kali Ryeowook nyaris terlompat dari meja karena dikagetkan dengkingan keras Kangin.

“Sekarang tinggal diperban!!” Donghae menepuk tangannya dengan ekspresi puas, Sungmin mengangguk sambil tersenyum, sementara si anjing yang tidak berdaya berusaha membantah sebelum dijadikan bulan-bulanan oleh dua orang yang antusias sendiri ini. “Kenapa tidak tunggu Teuki hyung saja sih? Mana mempan semua obat manusia ini padaku,” jawabnya ketus. Donghae hanya menggoyangkan telunjuknya sambil mendecak, “ck ck ck, Kangin hyung, jangan remehkan ramuan masa kini.” Sungmin tertawa. “Tapi Donghae, memang benar-benar tidak pengaruh lho, obat itu sama Kangin hyung, kita perban untuk menutup luka saja, tidak perlu dikasih obat.” Mendengarnya, Donghae tertunduk dengan wajah memerah, lalu menuruti saja apa yang dikatakan hyungnya itu.

Ryeowook menghentikan gerakan tangannya, melirik dua orang yang asyik sendiri itu dan sang korban yang hanya terbaring diam. “Tapi aku tidak mengerti, kenapa orang-orang itu melakukannya?”

“Pelemparan itu maksudmu?” Tanya Kyuhyun, Ryeowook mengangguk. “Kebanyakan orang menganggap anjing besar seperti Kangin hyung itu berbahaya, dan karenanya melihat ia bersama anak kecil yang sedang menangis, orang akan langsung mengambil asumsi bahwa Kangin hyung melakukan sesuatu yang buruk padanya. Lebih parah lagi, hyung kan tidak bisa membela diri, ia tidak bisa berbicara,” Kyuhyun menjawab matter-of-factly. Kangin hanya mendengus pelan mendengarnya.

“Sulit memang kalau tidak ada komunikasi,” Ryeowook mengangguk. Kyuhyun mencibir, “dan manusia memang suka menarik kesimpulan sendiri.”

Ryeowook mengernyit, “Kyu, kau juga manusia kan?”

Kyuhyun mengangkat bahu. “AKu sudah lama tidak menganggap diriku sendiri manusia, kurasa.”

Ryeowook tidak mengerti bagaimana harus menjawab untuk perkataan itu, dan ia terdiam.

“Sayang sekali mereka tidak pernah mengerti niat baikmu hyung,” SUngmin bergumam pelan pada Hyungnya yang terbaring, sepertinya berusaha untuk tidur. Kangin memang selalu sarkastis jika berhubungan dengan manusia, tapi Kangin tidak pernah punya masalah khusus ataupun dendam yang mendalam pada mereka. Kangin memang terlihat keras dan kaku di luar, tapi dari pengalaman Sungmin tau hyungnya yang satu ini sangat peduli dengan orang lain. Tapi ia tidak pernah mendapat perhatian yang selayaknya untuk perbuatannya. Kangin juga tidak pernah meminta perhatian lebih,  ia selalu menganggapnya sesuatu yang memang harus ia lakukan. SUngmin sering mendengar Leeteuk mengeluh, kapan manusia bisa mengerti dan tidak menjudge sesuatu dari luar, dan SUngmin sangat setuju untuk hal itu.

“Kadang aku juga suka mengambil asumsi sendiri,” Donghae tiba-tiba berbicara, menarik perhatian baik Kyuhyun, Ryeowook, Sungmin dan Kangin. Donghae melirik sekitarnya dengan pandangan malu, “Aku pernah memukul anjing yang kukira menggigit kakakku hingga terluka,” Donghae mengigit bibir, ia terlihat merasa sangat bersalah, “tapi kemudian hyung bilang, anjing itu tidak salah, dan ia yang salah karena sudah menginjak ekor anjing itu, dan ia mengajari aku untuk tidak memperlakukan hewan seperti itu,” Donghae kemudian tersenyum. “Tapi aku sangat khawatir dan panic melihat hyung terduduk berlumuran darah di kaki dan tanpa sadar aku memukul anjing itu, menganggapnya bersalah. Kurasa kalau kita dalam keadaan panic seperti itu kita tidak akan berpikir dua kali lagi,” ia terkekeh malu. Ketiga temannya pun mengangguk, sangat mengerti.

“Manusia punya berbagai cara untuk menunjukkan mereka peduli, “ Donghae melirik Kangin, “dan kurasa Kangin hyung juga mengerti itu kan? Makanya hyung tidak pernah protes….”

“Jangan sok tau.” Kyuhyun Ryeowook dan SUngmin tergelak mendengar jawaban singkat dari hyung mereka.

“Yang penting Kangin hyung, adalah kenyataan bahwa kau peduli,” Sungmin menimpali. “Suatu saat orang-orang itu akan mengerti hyung.”

—————————————————————-

“Kau yakin aku tidak apa-apa dibawa kemari?” Eunhyuk mengigit bibir cemas, menatap sekitarnya dengan pandangan takut-takut. Donghae hanya tersenyum, “tidak apa-apa! Toh tidak ada yang bisa melihatmu, hehe. Sebentar lagi Kyuhyun, Sungmin dan Ryeowook akan kemari, tunggu saja.” Ia berlari kecil keatas panggung, nyaris berseluncur dilantai keramik yang licin. Eunhyuk hanya tersenyum, ikut melakukan tour dalam ruangan auditorium besar itu. Ia melayang tinggi ke langit-langit yang memang cukup tinggi, menatap keseluruhan ruangan.

Setelah beberapa cerita tentang masa lalu Eunhyuk sebagai pemain opera, dan ternyata ia juga seorang dancer, membuat Donghae memaksa mengajaknya ke ruangan auditorium sekolahnya tempat berbagai pertunjukkan biasa diadakan. Bagian dalam dinding panggung adalah cermin besar setinggi sekitar 2 meter yang biasanya dipakai untuk latihan. Jadi tempat itu dapat digunakan untuk pertunjukkan sekaligus latihan, saat pertunjukkan ada sebuah tirai dari langit-langit yang menutupi semua cermin dari pandangan penonton.

EUnhyuk mengelilingi ruangan dari atas dengan antusias, kenangan-kenangannya sedikit demi sedikit mulai mengalir dikepalanya. Ia sangat menyukai panggung, dimana ia bisa mengekspresikan dirinya sesuka hatinya. Ia suka bermain opera, ia suka acting. Tapi diatas semuanya ia paling mencintai dance, dan ia waktu itu cukup dikenal sebagai dancer terbaik disekolahnya. Sudah lama sekali.

“Hyukkie!! Coba perhatikan aku!!”  Donghae melambaikan tangan pada Eunhyuk yang masih melayang memutari ruangan itu, bernostalgia. Donghae memutar sebuah lagu upbeat dan mulai bergerak mengikuti irama. Eunhyuk tersenyum. Ternyata Donghae cukup bagus! Ia gesit, dan gerakannya berisi. Eunhyuk sedikit asing dengan gerakan-gerakan baru jaman sekarang, sebenarnya. Namun diatas semuanya, senyum yang terukir diwajah Donghae itulah yang terpenting, ia terlihat sangat menikmati dance, dan ia ingat, ia dulu juga pernah seperti itu. Ia mendesah. Sudah lama sekali. Ia sudah tidak ingat bagaimana rasanya. Sudah lama sekali.

“Hyuk?” Donghae menghentikan gerakannya melihat Eunhyuk menatap menerawang sambil melayang di udara. Eunhyuk tersentak, lalu tersenyum kea rah Donghae berusaha memperlihatkan bahwa, ya, dia baik-baik saja.

“Apa kau… mau mencoba?”

Eunhyuk tersentak. “Apa? Mencoba… dance? Tidak… tidak bisa Hae…” ia tertawa kecil. “Aku bahkan tidak bisa menjejak tanah dalam waktu lama sebelum akhirnya mengambang lagi, jadi tidak… tidak bisa…” Tidak peduli bagaimanapun aku menginginkannya, sambung Eunhyuk dalam hati. Tapi Donghae masih tersenyum kearahnya.

“Kau bisa memasuki tubuhku.”

Eunhyuk terdiam. “Donghae… kan sudah kubilang….”

“Aku tidak apa-apa, sungguh! Kau harus merasakannya lagi, Hyukkie. Dan juga aku ingin melihat dancemu! Eh, meskipun aku tidak tau harus bagaimana melihatnya kalau aku berada dalam tubuhku sendiri, TAPI yang penting, kau bisa dance lagi!” Donghae mencerocos antusias. Eunhyuk jadi ikut terpancing. 10 tahun adalah waktu yang sangat lama, ia masih ingat bagaimana rasanya menggerakkan seluruh tubuh sesuka hati, mengikuti alunan lagu dan mengekspresikannya dengan gerakan.

“Kau yakin?” mata Eunhyuk berkilat-kilat, ia tidak bisa menahan senyum. Donghae mengangguk, merentangkan tangannya lebar sebagai tanda ia siap. Eunhyuk melayang mendekat, dan perlahan, mulai masuk ke dalam tubuh sahabatnya itu.

Perlu beberapa saat sebelum akhirnya kesadaran Eunhyuk mengambil alih tubuh Donghae dan, Eunhyuk menatap jemari tangan yang ia gerakkan ke depan tubuhnya. Sudah lama sekali.

Kali ini kesadaran Donghae sama sekali tidak muncul ke permukaan. Eunhyuk sendiri tidak sadar akan hal itu, terlalu excited dengan keadaannya sekarang. Ia mencoba melangkah, sesuatu yang sangat ia inginkan selama 10 tahun ini, untuk bisa melangkah dan menjejak ke bumi, menjadi mahkluk yang masih dipengaruhi gravitasi dan merasakan bagaimana berat tubuh memantapkan hentakkannya ke permukaan lantai. Sudah lama sekali.

Ia mengangkat dan merentangkan kedua tangannya dengan ekspresi tidak yakin, kemudian mencoba mengayunkannya ke atas, kanan, kiri, diikuti langkah kaki, sedikit lompatan, hingga akhirnya seluruh tubuhnya bergerak, diiringi music upbeat yang masih terus berputar diruangan auditorium itu. Memorinya melintas cepat di kepalanya, masa-masa ia masih menjadi manusia, dan ia masih memiliki tubuh yang sempurna. Ia masih ingat tepuk tangan riuh itu, yang selalu mengiringi pertunjukkannya. Ia masih ingat wajah terpana itu, yang selalu mengikuti jalan cerita dengan berbagai perubahan ekspresi. Ia masih ingat music-musik yang mengalun, mengiringi dialognya, mengiringi gerakannya, mengiringi ayunan langkahnya. Ia masih ingat peluh yang menetes, hawa yang pengap dan suhu tubuh yang meningkat secara signifikan oleh rasa antusias dan semangat yang bergelora dalam dadanya. Ia masih ingat detak jantung yang berdentum didalam dadanya dan nyaris menulikan telinganya sendiri. Ia masih ingat ketika ia masih punya control penuh terhadap seluruh bagian tubuhnya. Ia masih ingat ketika dadanya terasa sesak karena rasa excited dan excessive move yang membuatnya sulit bernafas.

Ia masih ingat.

Musik terus berputar, irama upbeat, kemudian slow, hip hop, seluruh track dalam cd yang Donghae putar terus mengiringi gerakan Eunhyuk yang tiba-tiba saja lupa bagaimana caranya berhenti. Nafasnya tersengal-sengal tapi ia tetap bergerak. Hingga total 30 menit, lagu berhenti di track paling akhir, baru akhirnya Eunhyuk ingat untuk berhenti. Ia kontan collapse terduduk di lantai, berusaha mengatur nafasnya. Dadanya terasa terbakar, tubuhnya terasa panas, tapi ia tidak pernah merasa lebih hidup dari ini.

Ia baru menyadari bahwa sejak tadi yang menetes di pipinya bukan hanya keringat. Ia segera menyeka pipi dan matanya yang basah.

Donghae…” panggil Eunhyuk dalam hati. Tidak ada reaksi. Eunhyuk terdiam sesaat, masih dalam taraf high.

“Donghae,” kali ini ia mengucapkannya keras. Siapapun yang melihat pasti akan merasa aneh melihat Donghae menyebutkan namanya sendiri seperti itu. Ketika Eunhyuk mulai panic karena tidak ada jawaban dari sang pemilik tubuh, tiba-tiba ada yang berbicara dikepalanya. “Oh,  hai Hyukkiee!!!”

“Apa yang terjadi? Kenapa kesadaranmu sama sekali tidak muncul?”

Eunhyuk membayangkan bahwa saat ini mungkin Donghae akan mengangkat bahu dengan ekspresi lost-nya.

“Benarkah? Entahlah… awalnya aku masih bisa merasakan tubuhku, meski ia sepenuhnya kau control. Tapi lama kelamaan semua menjadi gelap… hingga akhirnya aku mendengar suaramu…”

“Jadi kau tidak melihat danceku??!” Eunhyuk cemberut, Sama sekali luput dalam pikirannya tentang keanehan yang baru saja Donghae utarakan.

Maaafff!!! Maaf, aku hilang arah, haha. Tapi diawal-awal saja aku sudah bisa merasakan kalau gerakanmu sangat bagus Hyukkie!!”

“Hehe… benarkah?” Eunhyuk tersipu sendiri. Baru kemudian ia sadar bahwa ia masih dalam tubuh sahabatnya itu, dan ia pun segera melayang keluar dari tubuh Donghae setelahnya. Tubuh Donghae langsung condong kebelakang hingga akhirnya ia terhempas terlentang dilantai, kepalanya membentur lantai cukup keras, wajahnya pucat. Eunhyuk panic.

“Donghae!!”

“Ehehehe~” yang dikhawatirkan malah menjawab dengan tertawa tanpa dosa. “Aku hanya kaget kok tiba-tiba diserahkan tubuhku kembali, aku belum siap…” sahut Donghae menjawab pandangan cemas Eunhyuk. “UUUhhh… rasanya lemas sekali….” Ia mengerang. Eunhyuk hanya tersenyum miris meminta maaf. Donghae hanya terkikik geli.

“Tidak apa-apa Hyuk!! Kau tadi kelihatan senang, dan aku senang kalau kau senang!”

Eunhyuk hanya tersenyum pada sahabatnya itu, ingin memeluknya tapi ia tau itu sangat percuma. Ia bisa merasakan matanya kembali berlinang dan panas.

“Terima Kasih Donghae….”

—————————————————————-

Kangin melangkah, setengah melompat, toh tubuhnya terasa sangat ringan dan fleksibel, sambil menggerutu panjang. Ia sedang diperintahkan Heechul untuk mengecek bagaimana keadaan Hankyung yang tidak juga kembali setelah disuruh berbelanja dengan alasan ia punya sesuatu yang harus ia bicarakan dengan Leeteuk. Ternyata Hankyung sedang tertangkap kerumunan ibu-ibu yang terkena efek feromonnya dan mengajaknya ngobrol dengan antusias. Kangin tau Hankyung terlalu baik untuk menolak ajakan ibu-ibu itu dan ia hanya memberi isyarat Kangin untuk memberi tau Heechul bahwa ia baik-baik saja dan akan segera mencari cara untuk kabur dari perkumpulan ibu-ibu ini.

“Kangin hyung, jangan buru-buru!” Oh iya, Kangin mendesah, ia nyaris lupa bahwa ia sedang bersama seorang peri yang tadi dengan senang hati menawarkan untuk menemaninya pergi. Mungkin sungmin sendiri tidak sadar, tapi dengan berjalan bersama sungmin orang lain jadi tidak melihatnya berbahaya, mungkin mereka menganggap kangin sebagai anjing peliharaan yang sedang berjalan dengan majikan. Meski kangin bersikeras bahwa hal itu tidak diperlukan.

Anjing Siberian itu melompati tangga penyebrangan, dua sekaligus sekali melompat, masih dalam keadaan kesal karena merasa diri sendiri sebagai kurir. Ia teringat dengan kata-kata Ryeowook akan adanya penemuan bernama telepon genggam yang bisa dipakai disaat seperti ini dan memutuskan untuk mencoba mengusulkannya pada Heechul hyung malam ini. Turun dari tangga penyebrangan, mereka melewati sebuah kawasan rumah elit yang berarti mereka hanya 10 menit lagi sampai ke Red Rose. Dan Kangin sangat mengenal kawasan ini, tempat ia kemarin mendapatkan luka-lukanya.

“Aaah~ Doggie~” ia mendengar suara anak kecil perempuan dari belakangnya. Anjing itu menoleh. Oh, anak kecil kemarin? Yang ia selamatkan dari bullying yang berakhir dengan ia sendiri babak belur dikeroyok warga? Ia segera bersiap mengambil langkah cepat menjauh dari anak ini sebelum ia terlibat dengan masalah lainnya, namun terlambat, ia merasakan tubuhnya sudah dipeluk dengan lengan kecil dan pendek melingkar di tubuhnya. Ia mendengking pelan.

“Ooh, kamu anak kecil yang ditolong hyung kemarin?” Sungmin berjongkok disebelah anak perempuan yang meskipun terlihat tidak mengerti ucapannya itu, mengangguk. Sungmin mengacak rambutnya penuh rasa sayang.

“Anjing… baik…” anak umur 4 tahun kembali memeluk Kangin, berucap terbata. Kangin masih terdiam, bingung harus berbuat apa. “Terima kasih… anjing… baik…” anak itu mengusap-usap bulu Kangin sambil terkekeh geli. Kangin terpaksa mengakui bahwa hanya dengan ucapan polos sederhana dari anak kecil ini sudah berhasil membuatnya melupakan rasa kesalnya. Penghargaan sesederhana ini saja sudah cukup untuknya, bahwa ada yang menyadari bahwa ia memang peduli.

Sementara Sungmin hanya tertawa kecil melihat scene didepannya itu. ia senang akhirnya Kangin hyung mendapatkan perlakuan baik. Anak sekecil ini belum bisa berpikir banyak, dan hanya menilai sesuatu secara insting kekanakannya.

“Doggie~ ke rumah…yuk?” anak perempuan kecil itu menarik kalung di leher Kangin dan berusaha menariknya meskipun anjing itu sendiri sama besar dengan tubuhnya. Kangin terkekeh dalam hati, mengalah dan membiarkan tubuhnya ditarik oleh anak itu. Mereka pun menghabiskan beberapa saat dihalaman rumah anak itu bersama Sungmin. Dan saat akhirnya mereka pulang, Kangin memutuskan, untuk mencoba lebih mengerti manusia karena seperti kata Donghae, manusia punya berbagai cara untuk memperlihatkan kepedulian mereka.

——————————————————–

“Donghae?”

“Salah!! Eunhyukk!!” Donghae tertawa lebar, dengan cara tertawa dan suara yang memang terdengar sedikit berbeda daripada Donghae yang biasanya.

Leeteuk menggeram frustasi, sudah ke 5 kalinya dalam hari ini ia salah memanggil mereka. Beberapa hari terakhir Eunhyuk memang semakin sering merasuki Donghae, bahkan dalam occasion yang sebenarnya tidak terlalu penting. Siwon hanya bisa geleng-geleng kepala sebelum akhirnya beranjak kembali ke kamar, karena ia tau sebentar lagi akan terdengar keluhan-keluhan hyung angelnya itu yang merutuki sensenya yang tidak lagi bekerja dengan benar sementara Donghae dan Eunhyuk akan berlari pergi dan menggerecoki anggota Red Rose yang lain.

“Kangin hyuuuung!!!” Siwon mendesah mendengrnya, Eunhyuk dan Donghae menemukan mangsa baru. “Hai, Hae, Hyukkie.”

Dan langkah Donghae terhenti ditempat, begitu juga Siwon yang tiba-tiba tertarik mendengar Kangin langsung bisa merasakan kehadiran Eunhyuk.

“Aaahh!! Tidak seru! Bagaimana hyung bisa tau!!?” Donghae menghentakkan kakinya beberapa kali ke lantai dengan ekspresi cemberut dan tangan terlipat didepan dada. Siwon terkekeh sendiri melihatnya.

Kangin hanya tertawa mendengar rajukan dongsaengnya itu. “Kalian lupa! Sense binatang itu sangat tajam, aku memang tidak bisa mencium bau Eunhyuk, tapi aku bisa merasakannya. Anjing bukankah juga terkenal dengan indra keenamnya?” ia nyengir lagi, bangga.

“Kangin hyung sedang senang ya? Dari tadi senyum-senyum terus?” kesadaran Donghae tiba-tiba menyeruak, dapat langsung dikenali dari logat Mokponya yang kental. Kangin terdiam, wajahnya sedikit memerah. Ia hanya menyunggingkan senyum kecil, lalu berlalu sambil menepuk pundak Donghae, menggumam sesuatu seperti ‘ternyata kalian benar’ yang bahkan tidak tertangkap oleh pendengaran Eunhae.

Kangin meninggalkan mereka dengan setengah bersenandung, sementara Donghae menatapnya dengan pandangan lost puppy, “Prank kita sudah terbongkar Hyukkie~” Donghae akhirnya memutuskan untuk tidak mengindahkan hyungnya yang aneh, berbicara pada Eunhyuk dalam pikirannya. Eunhyuk mengangguk, menggunakan kepala Donghae tentunya. Baru beberapa detik kemudian ia mengerti maksud kata-kata Donghae yang mengisyaratkannya untuk keluar dari tubuhnya, karena, Hey, it has no meaning anymore, prank mereka tidak berhasil.

Eunhyuk melayang keluar dari tubuh Donghae dengan sedikit enggan. Donghae langsung collapse terduduk dilantai, tangannya bertumpu pada dinding seperti mencari pegangan. Eunhyuk merasakan rasa kehilangan yang sangat besar, kehilangan perasaan bahwa ia memiliki tubuh, tubuh yang bisa ia control. Ia mendesah.

“Donghae, besok aku boleh ikut kesekolahmu lagi?”

Donghae menatap Eunhyuk sesaat, kemudian ia tersenyum. “Oh, untuk ikut latihan drama lagi? Tentu saja!!”

Dan Eunhyuk tidak bisa tersenyum lebih lebar lagi.

———————————————————————–

“Kyuhyuuuun, kita tidak punya waktu untuk itu… Ayo cepaat!!” Sungmin berusaha menarik tangan Kyuhyun yang seperti dipatok ditempatnya berdiri, didepan sebuah toko game disamping department store yang sedang mereka datangi. Tapi Kyuhyun tidak bergeming dan matanya terus terpaku pada sebuah game console jenis baru yang terpajang di display. Eunhyuk dan Donghae mengompori Kyuhyun dengan membacakan keras-keras fitur-fitur game yang tertera dikertas kecil disamping display, sementara Ryeowook hanya menonton dengan wajah antusias menanti siapa yang menang dalam pertarungan ini.

Kangin hanya tertawa. Meski dalam hati ia berseru senang. Setidaknya ia jadi tidak perlu lagi kebingungan mencari tempat untuk melarikan ketiga orang ini selama Heechul, Hankyung dan Leeteuk sibuk mempersiapkan sesuatu di Red Rose. Ia ditugaskan untuk membawa Donghae dkk berada diluar bangunan selama mungkin sampai Heechul menghubunginya dan melapor bahwa persiapan kejutan di Red Rose sudah selesai, dan untuk itulah ia menjemput mereka sepulang sekolah dengan van milik hotel dan memaksa mereka membantu membeli beberapa keperluan garment untuk Red Rose dan dorm mereka.  Mereka menghabiskan waktu cukup lama pada saat memilih wallpaper baru untuk masing-masing kamar, dimana Sungmin dibantu Ryeowook histeris kebingungan memilih diantara wallpaper berwarna pastel dan bermotif bunga, sementara Donghae merecoki Kyuhyun berusaha menghasutnya untuk memilih wallpaper dengan warna biru tua dengan motif alien hijau. Eunhyuk tidak merasa memerlukan wallpaper baru, ia bahkan tidak memerlukan kamar, sebenarnya, dan berusaha membantu Kangin memilih tirai baru untuk penginapan. Meski beberapa saat kemudian ia langsung diusir oleh Kangin karena orang-orang mulai menatap aneh dirinya yang berbicara dengan sesuatu yang tidak ada, sehingga akhirnya Eunhyuk memilih untuk ikut melawan Donghae dengan merekomendasikan wallpaper warna dasar hitam dengan bulatan besar seperti bulan purnama ditengahnya.

Lalu setelah keluar dari departemen store, langkah mereka kembali terhenti, terutama Kyuhyun yang seperti membatu ditempat begitu melihat display di toko game sebelah departemen store, dan sudah setengah jam lebih Sungmin berusaha menariknya menjauh dari tempat itu tanpa hasil yang signifikan.

Kangin nyengir kecil, ia senang membuat kejutan. Ia tidak terlalu mengerti dan peduli dalam rangka apa, sudah beberapa hari ini hyung-hyungnya itu merencanakan sesuatu, tapi ia suka melihat ekspresi terkejut dari orang yang dijadikan target.

“Mamaaa~! aku mau bola tadi, bola!” Kangin langsung berbalik mendengar suara yang sangat ia kenal, ternyata benar, itu anak kecil yang biasanya. Senyum kangin seperti tersungging secara otomatis.

“Oh, itu anak kecil yang hyung selamatkan waktu itu ya?”

Kangin menoleh, dan menemui Donghae menatap balik ke arahnya sambil tersenyum. Tapi Kangin langsung mengernyit. “Eunhyuk?”

Eunhyuk cemberut, memang Kangin tidak bisa dibohongi. Damn that animal instinct!

“Habis, kalau aku bicara pada hyung dalam wujud hantu nanti hyung marah-marah lagi dan mengusirku lagi,” Eunhyuk cemberut. Kangin mengangkat alisnya. “Kurasa kau terlalu sering merasuki Donghae akhir-akhir ini Hyukkie….” Eunhyuk berusaha memasang ekspresi bahwa ia tidak menyadari bahwa ia memang melakukannya, “Oh? Gitu ya? Aku tidak sadar hyung….”

Kangin mendesah. “Kau tau kan Hyuk, kalau kau terlalu lama berdiam pada tubuh seseorang, orang itu bisa….”

“Iya, iya aku tau, kesadaran orang itu bisa hilang selamanya kan? Iya aku tau! Aku tidak pernah berdiam di tubuh Donghae terlalu lama kok hyung! Lagi pula kesadaran Donghae sangat kuat, kadang-kadang ia tidak hilang saat tubuhnya aku masuki….” Sanggah Eunhyuk, berusaha membela diri.

Kangin mengangkat bahu. “Yah, asal jangan kelewatan saja Hyukkie… jangan sampai, errr, ketagihan.”

Eunhyuk menggigit bibir, ia tidak bisa bilang bahwa, ya, ia sudah sampai taraf addictive.

Tapi yaah, aku akan berhenti saat aku sudah tidak menginginkannya lagi kok, pikir Eunhyuk polos, tidak mengerti bahwa hal seperti ini harusnya dikendalikan dari awal.

Pikirannya terhenti ketika tiba-tiba sosok disampingnya menghilang ke sebuah gang kecil, dimana beberapa saat kemudian yang keluar dari sana sama sekali bukan Kangin hyungnya yang tadi cerewet padanya tapi seekor anjing Siberian husky berwarna abu-abu. Eunhyuk mengernyit, dalam rangka apa hyung tiba-tiba berubah? Pertanyaannya terjawab saat tiba-tiba seorang anak kecil berlari ke arah mereka dan memeluk Kangin. Ia sudah mendengar ceritanya dari Sungmin dan ia tidak bisa menahan senyumnya saat menyaksikan semuanya dengan mata kepalanya sendiri. Orang tua anak itu tampak memperlakukan Kangin sama baiknya dengan anaknya. Ia jadi menduga-duga siapa yang sebenarnya memulai melempari hyungnya dengan batu.

Ibu anak itu membelikannya dua buah bola kecil. Ia melempar-lemparnya dengan senang, berteriak pada kangin untuk mengambilnya. Mata Eunhyuk tiba-tiba membelalak ketika bola yang satunya lagi menggelinding ke tengah jalan raya dan si anak kecil melangkah mengejarnya. Sebuah mobil melaju kencang ke arah anak itu dan Eunhyuk hanya sempat terpaku sesaat sebelum Donghae mengambil alih kesadaran tubuhnya dan dengan sigap melompat ke tengah jalan untuk menyelamatkan anak itu. Ryeowook yang akhirnya bosan menatap Kyuhyun dan Sungmin berseteru melihat kejadian itu, menyadarkan Kangin yang sedang menangkap bola di kejauhan, Kyuhyun dan Sungmin, serta kedua orang tua sang anak kecil.

Sang pengemudi mobil melambaikan tangan dari jendela dengan panic dan berteriak bahwa rem mobilnya tiba-tiba rusak. Anak itu menangis dalam dekapan Donghae, sementara sang manusia hanya terpaku ditempat menatap kearah kendaraan yang melaju cepat ke arah mereka. Dan semua berlangsung dengan cepat setelahnya, Kangin berlari secepat mungkin ke arah tempat kejadian dan mendorong Donghae dan anak itu ke trotoar tepat sedetik sebelum mobil itu menggilas mereka. Mobil itu berhenti dengan menabrak lampu lalu lintas, dimana Kyuhyun dan SUngmin memutuskan untuk lebih dulu menolongnya, sementara orang-orang berkumpul mengelilingi Donghae, si anak kecil dan sang anjing yang mendapatkan tepuk tangan riuh dari penonton dan usapan dikepala serta pelukan erat dari kedua orang tua sang anak.

Kangin tidak bisa menahan cengirannya menerima perlakuan yang pertama kali dalam seumur hidupnya ini. bukannya ia merasa sombong atau apa, tapi pengakuan akan keeksistensian seseorang adalah hal yang bisa mendorong seseorang untuk tetap bertahan pada saat sesulit apapun, hal yang tidak pernah Kangin duga akan ia dapat dengan cara seperti ini. ia menatap Donghae masih dengan cengiran ala anjingnya, berterima kasih karena Donghae terus mendukungnya untuk mencoba mengerti. Ia mengernyit dalam hati begitu menyadari, bukan, itu bukan Donghae, ekspresinya itu….itu Eunhyuk. Tapi ia cukup yakin yang tadi berteriak dan langsung berlari ke tengah jalan adalah Donghae, lalu kenapa tiba-tiba…

“Hyung!!” ia mendengar Sungmin, Kyuhyun dan Ryeowook mendatangi mereka dengan wajah cemas. Kangin hanya mendengking pelan untuk menunjukkan ia tidak apa-apa.

“Donghae hyung!!” Kyuhyun menghampiri Donghae yang masih terduduk dengan wajah memucat dan ekspresi panic. “Kau tidak apa-apa hyung?”

Namun yang menjawab pertanyaannya hanya pandangan mata kebingungan dan ketakutan, dengan air mata yang mengalir di kedua pipinya. Kyuhyun panic. “HYUNG!!”

“Kyuhyun ah,” terdengar isakan Donghae, “Aku tidak bisa menemukan Donghae.”

Kyuhyun mengernyit mendengar logat Seoul yang tidak dimiliki oleh Donghae.

“Donghae menghilang… kesadarannya menghilang… dari tadi kupanggil ia tidak menjawab…. Donghae tidak….”

Baik Sungmin, Kyuhyun dan Kangin membelalak ke arah manusia itu mendengar ucapannya. Sementara Ryeowook menatap teman-temannya itu dengan bingung, “Hey? Apa yang terjadi?”

———————————————————————

“Shit!! Kita terlambat!!” Zhou Mi menggeretakkan gigi sambil melempar kepalan tangannya ke udara tanda frustasi. Seseorang yang mengikuti dibelakangnya hanya menghela nafas panjang. Mereka baru saja sampai ditempat kejadian, sedikit jauh dari kerumunan orang.

“Kenapa kau tidak memeriksa kristalmu lebih cepat!!” Zhoumi menunjuk temannya itu kesal. Yang ditunjuk tidak terima, “Mana aku tau! Kali ini semua diluar rencana!”

Zhoumi mendesah, menatap ke arah kerumunan. “Gawat, semakin gelap, auranya semakin gelap, kita harus berbuat sesuatu!”

“Dan kau sudah tau apa itu?” temannya menjawab sinis, dan Zhoumi hanya bisa mengeluarkan geraman kesal sebagai jawaban.

————————————————-

“Jadi, tolong ulangi sekali lagi?” Heechul menggertak ke arah tubuh Donghae yang terisak memeluk lutut dipojok ruangan. Sungmin mengusap punggung kawannya itu bersimpati, dan menjawabkannya untuk hyungnya, “Kesadaran Donghae menghilang sama sekali dari tubuhnya saat Eunhyuk merasukinya, hyung.”

“Dan boleh aku dengar sekali lagi alasan kenapa kau merasukinya, Hyukkie?!” nada suara Heechul semakin meninggi. Yang diteriaki hanya bisa menelan isakannya dan mencoba menjawab.

“A.. aku.. hanya… I,iseng merasuki… Hae… t,tidak ad….”

“Kan sudah kubilang jangan merasuki manusia tanpa alasan!” pekik Heechul dan Eunhyuk pun menangis semakin keras. Hankyung melingkarkan tangannya kepinggang Heechul dan menariknya ke sofa, mencoba menenangkan hyungnya yang meledak ledak. Leeteuk terlihat siap menangis ditempat saat itu juga, “aku.. a, aku tidak bisa, me-melakukan apapun… a,aku t-tidak berguna.. saat s-seperti ini…” dan ia pun akhirnya membenamkan wajahnya ke pundak Kangin yang berdiri disampingnya dan terisak pelan. Kangin mengusap kepala sang angel penuh perhatian lalu kembali mengarahkan pandangannya pada manusia yang kini dirasuki hantu itu. “AKu juga sudah memperingatkanmu kan Hyukkie….”

“Ma, maafkan aku….” Hyuk terpuruk semakin dalam dan menangis semakin keras, dan Sungmin melirik ke arah Kangin sambil menggerakkan mulutnya tanpa suara, “Kau tidak membuat keadaan menjadi lebih baik hyung!”

“Sudah, sudah… jangan malah saling menyalahkan,” Hankyung mengambil alih menenangkan yang lain, saat Heechul masih meledak-ledak seperti sekarang. Jarang sekali hyung ini seperti ini sebenarnya, batin Hankyung, mungkin karena tanpa sadar, Heechul sudah terlalu menyayangi Donghae?

Siwon menggeram sambil memijat kepalanya, “Mau sampai kapan anak ini membawa masalah untuk kita sih?”

Kyuhyun melemparkan pandangan tajamnya pada Siwon, tidak begitu suka dengan ucapnnya itu.

“Bagaimana ini?” terdengar isakan Leeteuk. “Jika ini terlalu lama terjadi, bisa bisa ia menghilang sama sekali…” Ia terbatuk sesaat karena tangisannya yang excessive, “Hyukkie….”

“Aku tidak tau!” teriak Eunhyuk frustasi. “Aku tidak bisa pergi dari tubuhnya… karena kalau tubuhnya ditinggalkan tanpa ada yang menempati…ia bisa… Donghae, Donghae bisa mati…” ia membenamkan wajahnya lagi ke lipatan tangannya, memeluk lututnya nyaris histeris.

“Apa kita tidak bisa melakukan sesuatu?” Tanya Sungmin mencoba memberikan harapan.

Heechul mendesah, menggeleng, lalu keluar ruangan, “aku akan mematikan panggangan.”

Sungmin menatap Hankyung, mencoba meminta jawaban yang tidak ia dapatkan dari devil hyungnya. Hankyung hanya bisa melemparkan senyum pasrah. “Tidak ada Sungmin ah, tidak ada yang bisa kita lakukan…. Kita hanya bisa menunggu… sampai ia kembali…”

——————————————————————

Sakiit…. Sakiiiit… gelap…. Dingin…

Donghae mengerang, seluruh tubuhnya terasa remuk berantakan, sakit yang menusuk terasa disemua bagian tubuhnya terutama kepalanya. Dadanya terasa sesak, ia mencoba bernafas tapi sangat sulit ia lakukan. Ia mencoba membuka mata tapi tidak juga berhasil, sekitarnya gelap dan ia sangat menginginkan cahaya tapi tetap ia tidak bisa membuka matanya. Berulang kali bayangan mobil yang melaju kencang ke arahnya melintas di kepalanya, ah tidak, ia seperti mengalami itu berkali-kali dan tidak tau bagaimana cara untuk berhenti.

ia merasa sangat familiar akan semua ini. ia pernah berada dalam keadaan ini, tapi, benarkah demikian? Ia tidak yakin lagi dengan apapun, yang ia inginkan hanyalah segera keluar dari tempat ini situasi ini….

“Hae…”

“HAEE AH!!”

“Donghae….”

Ia kenal suara-suara itu, sangat familiar tapi ia tidak tau siapa saja. Hyung? Omma? Appa?

Henry?

“Sekarang kau adalah milikku untuk selamanya….”

Siapa??

“Donghae…” tiba-tiba semua suara itu hilang, dan sebuah suara terdengar sangat jelas dan menggema.  Donghae mencoba bergerak, mengulurkan tangannya ke arah darimana suara itu berasal, dan ternyata ada yang menangkap tangannya dan menariknya dari sana.

“Hyu… Hyukkie?”

Kangin tersentak, dan mengarahkan pandangannya pada tubuh manusia yang tidak beranjak dari tempatnya tadi dan tertidur karena kelelahan secara fisik dan mental. Ia langsung menyadari bahwa tubuh itu telah berganti penghuni.

“Donghae?”

Leeteuk yang tertidur di samping Kangin mengangkat kepalanya yang awalnya bersandar pada sang shapeshifter begitu mendengar nama itu, dan ia langsung terjaga setelahnya begitu menyadari perkataan Kangin.

“DONGHAE~~!???”

Dan ia berhasil membangunkan seluruh penghuni Red Rose yang semuanya memilih tidur di ruang tamu dorm untuk menemani EUnhyuk yang tertidur masih dengan tubuh Donghae dengan teriakannya. Semua juga langsung terjaga, begitu melihat perlahan Eunhyuk keluar dari tubuh Donghae. Sungmin sigap menangkap Donghae yang langsung lemas dan nyaris tersungkur ke lantai, pandangannya lemah dan lelah. Sang angel langsung menubruk Donghae dan memeluknya, sementara Heechul hanya bisa terdiam dan menghela nafas panjang.

“Apa… yang terjadi?” Donghae menggumam lemah, tapi yang menjawabnya hanya Kyuhyun yang tertawa kecil disampingnya. “Tidak apa-apa hyung, tidak ada apa-apa….”

——————————————————–

Donghae terperangah melihat suasana dihadapannya. Bulan bersinar penuh menerangi malam yang biasanya sunyi di Red Rose. Donghae kini berdiri takjub didepan pintu dorm dan melihat taman didepan dorm sudah penuh dengan berbagai peralatan barbeque, dari panggangan lebar, meja panjang dan kursi kayu, bahkan api unggun! Leeteuk menarik lengan Donghae yang terpaku di tempat dan mendorongnya untuk duduk di ujung satu kursi kayu, sementara Hankyung dan Ryeowook sibuk membolak balik daging diatas panggangan. Heechul dan Kangin duduk disekitar api unggun, berusaha membuat api unggun tetap menyala dengan melemparkan beberapa ranting kecil kedalam kobaran api. Siwon duduk bersama Kyuhyun di teras rumah, well, hari itu bulan purnama dan Kyuhyun tidak ingin menghancurkan acara dengan dirinya berubah menjadi werewolf. Mereka asyik mendengarkan lagu-lagu dari IPOD milik Donghae.

“Saat malam cerah seperti ini, biasanya kami mengadakan barbeque bersama tetangga sekitar rumah. Para ayah duduk mengelilingi api unggun masing-masing dengan segelas alcohol di tangan, para ibu mengelilingi panggangan sambil menggosip, sementara kami, aku, Donghwa hyung, Junsu dan Henry biasanya heboh bermain kembang api.”

Donghae berusaha bersikap dan berkata-kata seolah dia tidak tersentuh namun terlihat jelas ia berusaha untuk tidak menangis. Eunhyuk mengatainya sensitive dan berakhir dengan pengejaran disekitar api unggun dengan Sungmin sebagai provokator.

Sudah 3 hari sejak kejadian yang bikin panic seluruh Red Rose itu, dan Donghae yang kembali pulih bahkan sudah berhasil meyakinkan Eunhyuk bahwa bukan, semua ini bukan salahnya, dan memintanya berhenti menjauhinya karena mereka teman dekat dan tidak seharusnya saling menjauhi. Dan setelahnya, Eunhyuk nyaris menjadi saudara kembar dengan Donghae melihat ia sama sekali lengket dengan sang manusia dan sangat sulit dipisahkan.

“Ayo, dagingnya sudah mataang!!” teriak Hankyung mengangkat piring lebar berisi penuh daging bertusuk yang diiringi dengan cheers dari seluruh penghuni Red Rose. Ryeowook mengangkat mangkok salad ke atas meja dan Sungmin menuang wine ke gelas para hyung sementara untuk yang dibawah umur hanya boleh minum jus jeruk. (“Ooh, ironis, dramatis. Biasanya aku minum darah tapi sekarang aku hanya dibolehkan minum jus jeruk,” ucapnya sinis, dan Sungmin menjawabnya dengan tabokan kecil di dahinya). Heechul langsung duduk disamping Donghae dan menolak untuk beranjak sama sekali sambil terus merangkul sang manusia dengan possessive. Leeteuk duduk dihadapannya, dan mereka berdua terus berlomba mendapatkan perhatian sang manusia. Hankyung duduk disamping Heechul, tertawa melihat bagaimana semua orang berusaha membuat Donghae senang dan terus menempel pada si manusia. Nyaris semua mahkluk disini immortal, dan karenanya baru sekali ini mereka merasakan kekhawatiran akan kehilangan. Hankyung merasa ikatan dalam Red Rose seperti menjadi semakin erat.

Selesai makan mereka terus berkumpul mengelilingi kembang api sambil ngobrol kesana kemari, bahkan membicarakan hal yang non-sense sambil tertawa. Sungmin menemani Kyuhyun diteras sambil bermain kembang api sampai akhirnya semua juga ingin melakukannya. Donghae merasa mala mini sangat meriah, seandainya saja ia tidak kepikiran dengan sesuatu yang baru saja ia temukan saat ia bercermin di kamar mandi tepat setelah kejadian nyaris tertabrak itu.

Dilengan kirinya bagian atas, entah bagaimana terdapat sebuah tattoo, tattoo bergambar kuntum mawar yang mekar berwarna biru tua.

“Sekarang kau adalah milikku untuk selamanya….”

TBC

By : Dian-chan

51 Comments (+add yours?)

  1. mrs.leesungmin
    Sep 28, 2010 @ 10:56:54

    huuuuuaaahhhh
    tambah seruu..

    laanjjoooottt..
    🙂

    Reply

  2. mmmm
    Sep 28, 2010 @ 10:57:36

    keren krenn..Lanjuooot authorrr…
    asik bacanya kalo update tepat waktu

    Reply

  3. arum
    Sep 28, 2010 @ 11:08:54

    wah tambah keren ceritanya,
    ayo buruan dilanjut,
    dah ga sabar nunggu part selanjutnya nih…….

    Reply

  4. ilalang_navisa
    Sep 28, 2010 @ 11:33:18

    lanjut, lanjut, lanjut….baguuuussss…. donghaeeee……..

    Reply

  5. ilha
    Sep 28, 2010 @ 11:37:23

    hua suka banget dgn peran heechul disini….
    seandainya didunia ini ada devil kyk ichul apa yg akn terjadi ya….
    biar warewolf kecintaan kyu pada game gak berubah ya…
    next partx ditunggu…

    Reply

  6. princekyu
    Sep 28, 2010 @ 11:55:17

    lake it…
    next part…

    Reply

  7. J. hami
    Sep 28, 2010 @ 13:07:58

    haya…. keren banget!!
    Suka, kalo eunhae dijadiin sodara kembar begitu>.<
    Donghae nya lucu. omo~

    Reply

  8. j-hi
    Sep 28, 2010 @ 13:12:51

    author, sy penasaran siapa teman mimi itu~~
    next chap ^^

    Reply

  9. ChiLiicious
    Sep 28, 2010 @ 13:56:32

    Kyaa,,q ska ff nie >0<..
    g da kta2 laen..

    Q pnsran ma peranx zhoumi,,yesung,,n' henry d'sni..

    D'tngu bgt next chaptx ya author..^^

    Reply

  10. kuyunarha
    Sep 28, 2010 @ 14:30:17

    wah ..
    Kog aq mncium bau busuk yah .
    *apasih
    smua kjadian ga enak tu keanya ada yang ngebuat dehh
    *author:yaiyalah ada yg ngebuat . Kalo ga ada ya ga bkal jadi ni ff*
    maksutnya tu keq ada yg sngaja ngejebak gtu luh ..
    *sotoi

    Reply

  11. parkyoung
    Sep 28, 2010 @ 14:36:44

    unnie, lanjutin lgi ff na. like this , 2 jmpol buat ff na. 🙂

    Reply

  12. hansaera
    Sep 28, 2010 @ 14:49:44

    hoaaaa ..
    makin keren aja deh ni ff , saia sukaa
    ^^

    Reply

  13. sinseonghan
    Sep 28, 2010 @ 14:50:01

    huwooo~
    keren keren ><d

    tyab hari n tyab detik slalu mnantikan ff ini *lebay*

    aku pnasaran sama peranny zhoumi , temannya+si yesung 😀

    lanjut author ! xD

    Reply

  14. LopeLopeKJW
    Sep 28, 2010 @ 14:56:31

    kekeke.. sumpah! dosen aja dicuekin gara2 neh epep..
    hahaha,
    keren bgd thor!
    ayo ayo lanjoottt…
    aish, itu yg pnya kura2 yesung oppa iaa?

    Reply

  15. Devi YeojaChingu MagnaeSuju
    Sep 28, 2010 @ 15:38:22

    wooaahhh…
    seruu

    Reply

  16. eternalmagnae
    Sep 28, 2010 @ 15:38:35

    seru~ apalagi kalo update teruss.. 😀
    Tapi nanti jadi cepet abis ffnya.. 😦

    Reply

  17. Mira~Hyuga
    Sep 28, 2010 @ 15:42:33

    hyaa~
    Tatto itu mksud.a apa?! *panik*
    ayo!! Part brikut.a!! *plakk*

    Reply

  18. mei.han.won
    Sep 28, 2010 @ 16:17:42

    aihhhh makin seruuuu aza nihhh….nyok cepet lanjutinnn…

    Reply

  19. Zubadis
    Sep 28, 2010 @ 16:44:08

    Lanjuuutt!! Penasaraaaaann! Authornya manteb deh,uda kyk “la petite Rowling” =D

    Reply

  20. Dhikae
    Sep 28, 2010 @ 17:29:37

    kyaaaa
    lanjutkan
    makin seruuuu ><

    Reply

  21. mel
    Sep 28, 2010 @ 17:37:36

    makin keren!

    Reply

  22. ichan
    Sep 28, 2010 @ 17:49:36

    dlu bca ini wkt di blog lama yaa
    stela pnasaran sekian lma
    publish juga lanjutannya
    next chapternya ASAP yaaaaaaa

    Reply

  23. HeeHwa
    Sep 28, 2010 @ 17:57:18

    -kyu….kyu…dah jdi warewolf koq y masih ska ma game *kyu: suka” gw dong*
    -donghae.. muach… q makin sayang *sayang lho bkn cinta* ma abang q yg 1 ni
    -siwon….sabar tahn nafas#plakk…maksud q tahan nafsu….jgn gigit hae dlu kasian dia…
    -yesung masih ja dikaitin ma kura” yak??
    -zhoumiiiiii…..lu sbener.na jdi paansihd sni???
    -henry….hmmmm…..kmu dah kliatan d sini *mank paan pake kliatan” sgala*
    -author kpn si bumma kluar???….*author: sabar kek!!!*…kkk xD
    lanjutttttttttt….part 5 scepat.na y….b^^d

    Reply

  24. shimi
    Sep 28, 2010 @ 18:04:04

    wah,,,beneran nih makin nagih..lanjutttt^^

    Reply

  25. eunhae
    Sep 28, 2010 @ 19:40:12

    WAAAAHHHH!!! *speechless.
    awal baca sempat kecewa, karena bagian tengahnya kok dataaaar ya, tanpa konflik. eh, begitu udah ke bawah-bawah, ternyata masih sebagus kemaren..
    salut deh buat author yang tau mesti potong cerita dimana. soalnya, sumpah gw penasaran banget sekarang jadinya.
    buruan di update ya.. 😀

    Reply

  26. (Claudina-Park Chan Rin)
    Sep 28, 2010 @ 20:04:05

    BURUAN LANJUTAANNNYAAA!!!!!! huwa huwa huwa penasaran $___$ (cry……….. AAAAAAA

    Reply

  27. chemistrylatte
    Sep 28, 2010 @ 20:40:18

    Wew keren lah! Lanjuut

    Reply

  28. Park Hyo Sang
    Sep 28, 2010 @ 20:56:32

    Waaa seperti nya Hae sudah diterima oleh penghuni Dorm Red Rose ^^ tinggal Siwon aja tuh… fighting Hae ^^

    Reply

  29. Chokyuta
    Sep 28, 2010 @ 22:24:26

    Next part..
    uda g sbar..
    🙂

    Zhoumi ma Yesung jd antagonis ia?? *sotoy*

    bwa2 Junsu, JaeJoong nya kluarin dunx..
    hehe..
    ^^v

    Reply

  30. shania9ranger
    Sep 29, 2010 @ 05:07:26

    paling suka baca epep ini! >o<
    sangat puas jg baca'na. Lanjutkan. . .

    Reply

  31. Ocha
    Sep 29, 2010 @ 19:15:11

    Makin seru…
    Buruan lanjut…

    Reply

  32. KyuKyung_Hyunrin
    Sep 29, 2010 @ 20:38:27

    keren . .
    bagus . . seru bgt chingu . .

    Reply

  33. ailovesfishy
    Sep 29, 2010 @ 21:51:20

    Waaaaaaaaa.. ceritanya keren bgt!! ^o^
    wajib dilanjutin y.. coz aku udah kebawa bgt ama cerita ini.. xD
    kyaaaaa! aku jatuh cinta yg kesekian kaliny ama abang donghae.. .<3333

    Reply

  34. haevia
    Oct 07, 2010 @ 10:36:18

    Lanjuuuuut

    Reply

  35. songhee28
    Jan 06, 2011 @ 19:49:15

    wuih~ makin kesini makin seru >.<
    ada eunhae.. akhirny dua soulmate ini menyadari klo mereka soulmate.. hehe

    Reply

  36. Trackback: My Brankas FF | gamefishydictator
  37. nindy
    Oct 22, 2011 @ 11:11:26

    hoho…
    q dah bc ni tp tetep trhru lg…
    omo!

    Reply

  38. Resti Anisa
    Feb 13, 2012 @ 08:18:09

    Annyeonghasseo…
    joneun Lee Yong Mi imnida…
    author,boleh bilang sesuatu?
    jadi begini… saya udah buat satu cerita yang juga menggunakan karakter fantasi seperti vampire, werewolf, fairy, dll…
    Berhubung sekarang cerita saya sedang dalam proses pembuatan,saya memunculkan tokoh SuJu yang memiliki karakter berbeda dengan karakter milik author…
    namun,di dalam cerita saya, saya ingin menambahkan bagian saat makhluk-makhluk dari masa lalu muncul untuk membantu anggota SuJu dan main castnya. Makhluk-makhluk dari masa lalu tersebut saya ibaratkan sebagai 15 karakter milik author dalam cerita Red Rose.
    bolehkah saya menggunakan 15 karakter milik author di dalam cerita saya? mohon dibalas secepatnya. oh ya, ini akun facebook saya:

    Resti Anisa Lestari

    Reply

  39. huldamaknae25
    May 27, 2017 @ 10:30:22

    Tatto mawar?? Agak curiga sama hyung yg dipanggil hae waktu masih di mokpo…next

    Reply

  40. huldamaknae25
    May 27, 2017 @ 10:30:22

    Tatto mawar?? Agak curiga sama hyung yg dipanggil hae waktu masih di mokpo…next

    Reply

  41. gorden rumah sakit solo
    Sep 18, 2018 @ 07:23:37

    You actually make it seem so easy ᴡith your presentation ƅut I find
    thiѕ matter to be actuаlly ѕomething whicһ I
    think I woᥙld never understand. It seеms too complex and very broad for
    me. I’m l᧐oking forward fоr your next post, Ι wiⅼl trʏ tߋ get the hang of
    it!

    Reply

  42. harga kitchen set minimalis per meter
    Jan 31, 2019 @ 06:33:21

    yoᥙ’rе truly ɑ јust right webmaster. Ꭲhe web site loading velocity іs incredible.
    Ιt ѕeems tһat you arе doing any distinctive
    trick. Also, The contеnts are masterwork. you’ve performed a ɡreat activity іn thiѕ
    topic!

    Reply

  43. bahan gorden rumah sakit
    Jan 31, 2019 @ 07:32:36

    Aw, tһis was an incredibly nice post. Takіng the time and actual
    effort t᧐ produce a top notch article… Ьut wһat can I ѕay… I procrastinate ɑ wһole
    lot and never manage to get nearly аnything ԁone.

    Reply

  44. bahan gorden rumah sakit
    Feb 01, 2019 @ 10:33:21

    Whɑt i do not realize is if truth be toⅼd how you’re
    not really much more neatly-appreciated tһɑn you
    may be right now. Ⲩ᧐u’re very intelligent. You know thus considerably relating to tһіs
    topic, produced me in my vieᴡ imagine it from numerous
    varied angles. Ιts ⅼike mеn ɑnd women d᧐n’t seem to be involved ᥙntil it’ѕ one thing to do wіth Lady gaga!
    Your individual stuffs nice. Alⅼ the tіme handle іt up!

    Reply

  45. gorden untuk rumah sakit
    Feb 07, 2019 @ 07:14:09

    magnificent publish, very informative. I ponder why
    the opposite specialists оf this sector do not realize this.
    You sһould proceed yoᥙr writing. I’m confident, you һave а
    huge readers’ base already!

    Reply

  46. gorden rumah sakit murah
    Mar 21, 2019 @ 10:13:53

    It’s impressive tһat yoս are getting ideas fгom thіs
    piece of writing аs ѡell аs from our dialogue mɑɗe
    at this timе.

    Reply

  47. spesifikasi gorden rumah sakit
    Apr 24, 2019 @ 10:47:54

    Great post. I wɑs checking constantly this weblog and Ι’m impressed!
    Extremely helpful info specially tһe remaining pаrt :
    ) I handle ѕuch info a lot. I was lookіng for tһіѕ
    particular info fοr ɑ very long timе. Тhanks and
    beѕt of luck.

    Reply

  48. gambar gorden rumah sakit
    Apr 24, 2019 @ 10:52:51

    Hi to every body, it’s my fiгst visit of tһis website;
    tһis weblog carries amazing and genuinely fine іnformation іn favor of readers.

    Reply

  49. Jual Gorden Pondok Benda
    Jul 10, 2019 @ 10:11:33

    It’s very trouble-free tо find ᧐ut any matter
    on net as compared to textbooks, аs I fօund this article at this site.

    Reply

  50. Jual Gorden Pondok Karya
    Jul 10, 2019 @ 11:27:34

    I juѕt ⅼike the valuable info you provide on yоur articles.
    Ι’ll bookmark yоur blog and tаke a lߋ᧐k at once m᧐re here frequently.

    Ӏ am moderately sure I wіll Ьe told mɑny neԝ stuff
    гight riցht һere! Beѕt of luck foг the following!

    Reply

  51. Kitchen set Kademangan
    Jul 20, 2019 @ 13:28:45

    Excellent post. І’m experiencing a few of these issues ɑs welⅼ..

    Reply

Comment's Box

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: