Try To Let You Go Part 1

“Ya! Hari ini kau tidak ada acara kan?” kata Youngwoon

Aku mengambil ipod dari dalam tasku dan menatapnya sekilas.

“Sepertinya tidak ada…” jawabku sambil menghentikan langkahku, duduk di salah satu bangku yang ada di pinggir jalan, memasang earphone ke telingaku dan mulai mendengarkan musik dari ipod kesayanganku.

Youngwoon duduk di sampingku dan terus menatapku.

Aneh terus-terusan ditatap seperti itu olehnya, akhirnya kusimpan ipod ku ke dalam tas. Ku ubah posisi dudukku hingga akhirnya berhadapan dengannya.

“Aku sudah tidak main lagi sekarang dan siap mendengarkanmu, sekarang bicaralah…” kataku. Sebagai sahabatnya sejak kecil aku sudah hapal kebiasaannya itu. Bila dia ingin bicara dengan seseorang tapi orang itu tidak mendengarkannya, dia akan menatap orang itu terus-terusan sampai akhirnya orang itu terpaksa mendengarkannya.

Youngwoon hanya tersenyum mendengar perkataanku.

“Baiklah kalau kau tidak ada acara hari ini, ayo ikut aku…” katanya sambil menarik tanganku.

“Kita mau kemana?” tanyaku.

Lagi-lagi ia hanya menjawab pertanyaanku dengan senyumnya.

Ternyata dia membawaku ke sebuah cafe. Cafe yang terkenal cukup mahal. Buat apa dia membawaku ke sini?

Kami memilih duduk di dekat jendela.

“Anda mau pesan apa?” tanya seorang pelayan.

Aku memandang Youngwoon dengan tatapan apa-aku-boleh-memesan-sesukaku.

Lagi-lagi dia hanya menjawabnya dengan senyuman. Baiklah kalau dia sedang bisu hari ini. Aku simpulkan itu artinya aku boleh memesan apa saja.

“Aku pesan tenderloin steak dan orange juice saja…” kataku pada pelayan itu.

“Hamburger dan orange juice…” kata Youngwoon.

“Baik…” kata pelayan itu dan berjalan meninggalkan aku danYoungwoon.

“Kau bawa uang kan? Jangan bilang kalau ini salah satu leluconmu lagi Kim Youngwoon! Aku benar-benar tidak bawa uang sekarang…” kataku sambil menatapnya tajam.

“Tenang saja, aku yang traktir…” katanya santai.

“Baguslah. Kalau boleh aku tau, dalam rangka apa? Hari ini bukan ulang tahunku, bukan ulang tahunmu juga, hasil rapotmu tadi juga tidak begitu bagus, jadi?”

“Atau jangan-jangan kau sudah punya pacar ya? Jadi kau mentraktirku unuk merayakannya?” tanyaku lagi.

Jangan sampai dia bilang iya, jangan sampai dia bilang iya. Asal kau tahu saja Kim Youngwoon, aku sudah lama menyukaimu.

“Tebakanmu salah semua…” jawabnya.

Hehehehehe, baguslah.

“Terus apa donk?” tanyaku lagi.

“Ini sebagai tanda permintaan maafku…”

“Minta maaf kenapa?”

“Aku tidak bisa menepati janjiku..”

“Janji yang mana?”

“Ya! EunYong tak kusangka kau sudah pikun! Coba ingat-ingat lagi! Janjiku padamu waktu masih kecil dulu itu…”

“Janjimu kan banyak. Seingatku kau pernah janji akan mengajakku liburan ke Hawai, sampai sekarang belom ditepatin tuch. Terus janji beliin aku rumah yang gede, terus…”

“Kenapa janjiku yang aneh-aneh semua yang kau ingat sich?” sela Youngwoon.

“Siapa suruh bikin janji aneh-aneh terus…” jawabku sambil memajukan bibirku.

“Ingat terus, janji paling serius yang pernah aku buat. Waktu kita pertama ketemu itu…” kata Youngwoon tidak sabar.

Flashback

“Huhuhuhu….”

“Hei kau anak kecil ngapain nangis sendirian di sini…”

Aku segera membalikkan badanku dan melihat siapa yang berbicara tadi.

“Seenaknya aja ngatain aku anak kecil, kamu sendiri juga masih kecil…” kataku sambil mengusap air mataku.

Anak itu lalu duduk di sampingku.

“Capek-capek aku datang ke taman ini mau istirahat, malah mendengar suara tangisanmu. Mengganggu sekali…”

Ih, jahat banget ini orang.

“Siapa namamu?” tanyanya sambil memberikan sebuah sapu tangan berwarna pink.

“Kim EunYong. Kalau kamu?” jawabku sambil mengambil sapu tangan itu.

“Kim Youngwoon…” jawabnya.

“Kenapa kau menangis?” tanyanya.

“Dongsaengku terkena penyakit leukimia. Dia harus dirawat di Belanda. Untuk itu Eomma ku ikut ke Belanda untuk menemaninya, sedangkan aku akan di sini bersama Appa. Aku jadi kesepian sekarang. Di rumah sepi sekali. Appa terlalu sibuk bekerja, selalu pulang malam. Teman-temanku di sekolah juga tidak ada yang mau kuajak main…”

“Cengeng. Begitu saja nangis…” ejeknya.

“Ya! Kau jahat sekali sich! Coba kau jadi aku…”

“Sudah diam jangan ribut! Aku mau jadi temanmu. Beritahu saja rumahmu dimana. Aku akan datang setiap hari. Kita bakal main sama-sama…” potongnya.

“Jinja?” tanyaku.

Youngwoon hanya mengangguk dan mengulurkan jari kelingkingnya.

“Aku janji aku bakal nemenin kamu terus biar kamu gak kesepian lagi, selamanya. Janji jari kelingking….”

Dengan ragu akhirnya kuulurkan juga jari kelingkingku dan mengaitkannya ke jarinya.

End of flashback.

“Sudah ingat?” tanya Youngwoon.

“Sudah, memangnya kau mau pergi kemana sampai gak bisa nemenin aku lagi?”

Tiba-tiba pelayan tadi sudah datang membawa pesananku dan Youngwoon.

“Gamsahamnida…” kataku pada pelayan itu.

“Nah, ayo katakan, Youngwoon, kau mau pergi kemana?” desakku setelah pelayan itu meninggalkan kami.

“Aku tidak akan pergi kemana-mana… hanya saja…”

“Hanya saja apa?”

“Aku baru saja mendapat kesempatan untuk mewujudkan cita-citaku dari kecil. Jadi aku tidak bisa menemuimu untuk sementara waktu…”

Kata-kata Youngwoon kali ini membuat pikiranku hilang. Tidak bisa menemuiku lagi untuk sementara waktu? Apa-apaan itu?

“Ya! Apa maksudmu? Kita masih SMA! Mewujudkan cita-cita itu masih  lama Youngwoon, kita harus tamat SMA dan kuliah dulu…”

“Jeongmal mianhae, EunYong. Tapi aku memang benar-benar mendapat kesempatan untuk mewujudkan cita-citaku. Aku janji kau adalah orang pertama yang akan kutemui kalau aku sudah berhasil nanti…”

Aku hanya bisa mengulaskan senyum terpaksa. Setelah selama ini menghabiskan waktu bersamanya, kini aku harus berpisah sementara dengannya. Susah memang, tapi ini adalah cita-citanya. Keegoisanku tidak boleh merusaknya.

“Ayo, makan steak mu…” suruh Youngwoon.

Makan? Bahkan steak yang paling enak di dunia pun tak bisa membangkitkan nafsu makan ku sekarang.

“EunYong….EunYong….” panggil Youngwoon..

“Ne, ne, aku akan menghabiskan steak nya tenang saja…”

**********

“Hari ini adalah hari terakhirku mengantarmu pulang, kuharap kau baik-baik saja selama aku pergi…” kata Youngwoon ketika mengantarku pulang.

“Tentu aku akan baik-baik saja. Aku kan bukan anak kecil cengeng lagi sekarang…” jawabku sambil meninju lengannya.

“Aku akan segera menemuimu, tenang saja…” kata Youngwoon.

Tangannya mengacak rambutku.

Aku hanya bisa menjawabnya dengan senyum.

“Aku pulang dulu ya, annyeong EunYong!!!”

Perlahan punggung Youngwoon berjalan menjauhiku. Baru aku sadar. Selama ini aku tidak pernah tau apa cita-citanya. Dia tidak pernah menceritakan cita-citanya itu padaku. Tapi apapun cita-citanya itu kuharap dia akan segera kembali.

Bagaimana kalau Youngwoon tidak kembali lagi? Aku bahkan belum sempat mengutarakan perasaanku padanya. Dasar babo!

Awas saja kau Kim Youngwoon! Kau tidak boleh mengingkari janjimu kali ini! Kau harus kembali! Harus!!

**********

TBC

By : Ocha

9 Comments (+add yours?)

  1. wirazhuho
    Sep 29, 2010 @ 18:44:08

    Kalo gag kembali gag lanjut donk critanya.
    Cita.cita appakah itu ?? Serius bgt mpe pegi pdhl blum lulus sma.

    Reply

  2. mei.han.won
    Sep 29, 2010 @ 19:24:28

    cta2’x apa yahh???
    Lanjuttt…

    Reply

  3. LopeLopeKJW
    Sep 29, 2010 @ 19:46:26

    heh? citacita’a mu ngajarin dongsaeng’a feminim?? *reader oon #abaikan
    kekeke.. eii youngwoon, mu kmana drimu? bikin sedih aja

    Reply

  4. Mentari Lacamara
    Sep 29, 2010 @ 19:53:44

    appa mau kmna?
    wamil bkn? /plaaakk
    lanjut!!

    Reply

  5. Lietha
    Sep 29, 2010 @ 22:59:25

    ayo ayo cpet publish part 2! GPL !
    *author:cerewet bgt sih lu!*
    hehe..
    Penasaran jg ama cita cita si doi :p

    Reply

  6. imunk_elfishykyu
    Sep 30, 2010 @ 11:47:42

    wahhhh…apa tuch cita-citanya Youngwoon oppa??

    Reply

  7. ichan
    Sep 30, 2010 @ 17:10:29

    mesti balik dong tu yongwoon
    kalo g balik,ceritanya ntar nyandet deh 😀
    hehehehe

    Reply

  8. park kyuchi
    Oct 05, 2010 @ 07:20:17

    cita2 youngwoon apaan ya?
    apa dia bakal d trainee n jadi penyanyi?
    *sotoy kumat*
    lanjutannya aku tunggu..

    Reply

  9. pramis ♪♬ (@prmsy)
    Oct 29, 2011 @ 08:20:49

    penasaran dia mau kemana dan ngapaiin.
    lanjuut

    Reply

Comment's Box

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: