Unperfect Girl Stories (After Dark part 1)

Aku menatap laki-laki itu. Wajahnya yang ketakutan sudah menjadi hal yang biasa bagiku. “Apa ini mimpi?” tanya laki-laki tersebut. Aku menatap tajam matanya, jari telunjuk kananku menyentuh dahinya. “Terserah.” Jawabku.

40 hari setelah perkamen pemberitahuan itu ku berikan kepada Kim Ryeowook (Unperfect Girl Stories- Silent Sonata) namanya muncul perlahan tapi pasti di buku hitamku. Dia sudah mati, persis seperti apa yang dituliskan Tuhan untuknya. Kim Ryeowook, kematianmu sungguh tragis. Dunia tidak adil, Tuhan juga…

Disaat aku sedang merenungi ke-tidak adilan di dunia atas maupun di duniaku, dunia bawah, Cerberus area 78, Henry, memanggilku. “Tugas baru untukmu, Azazel.” Ucapnya sembari memberikan perkamen kematian padaku. “Ingat bahwa tugasmu adalah menyampaikan perkamen kematian 40 hari sekali. Memang bukan pekerjaan yang menyenangkan tapi ini adalah satu-satunya cara untuk ‘membeli’ jalanmu kembali ke akhirat.” Ucapnya seperti bisa membaca pikiran ku. Aku tersenyum sinis. “Ini jauh lebih menyenangkan dibandingkan menjadi peliharaan Lucifer, benarkan?”

Seketika itu jaga matanya memerah. Secara cepat wujud Henry berubah menjadi seekor anjing berkepala tiga. Cerberus dengan bulu hitam yang terbakar api neraka. Henry menerkam ku, membuatku jatuh. Aku kembali tersenyum, senyum kemenangan. “Aku seorang Azazel. Kau tidak boleh membunuh seorang Azazel.”. Mata buasnya meredup, wujudnya pun kembali seperti semula. Namun dia belum mau melepaskan terkamannya. “Jika kau bukan Azazel.” Ucapnya dingin. Seketika sosok Henry menghilang diantara jilatan api neraka yang dikeluarkannya.

Aku melihat rumah ini dengan seksama. Rumah besar ber cat putih dengan tanaman Alamanda merambat di pagar balkon. Tidak jauh dari sana terdapat pohon Akasia tua yang rindang. Suasana yang tenang dan menyejuk kan. Aku membuka perkamen kematian. Namanya Han Sonyu. Umurnya 17 tahun. Aku terdiam sejenak. Detil kematiannya tidak dituliskan. Apa Lucifer lupa menuliskannya? Karena aku yakin Tuhan tidak akan mungkin lupa. Ketika aku hendak memutar langkahku, ada sesuatu dalam hati yang menggelitik. Sesuatu itu menyuruhku untuk menuju rumah gadis yang bernama Han Sonyu tadi. Dengan sekali hentakkan kaki aku melompat menuju balkon.

Jendela besar itu terbuka lebar sehingga tirai putihnya melambai ditiup angin. Diantara tirai yang tertiup angin aku melihat sosok seseorang sedang berbaring di atas kasur. Dengan perlahan aku mendekati sosok itu. Sekarang dihadapanku ada seorang gadis cantik tengah tertidur dengan wajahnya yang tenang. Aku menyentuh pipinya, halus dan lembut. Aku penasaran, apa penyebab kematian gadis ini?

Tiba-tiba gadis itu bangun. Aku sontak menjauh beberapa langkah. Gadis itu menatapku, tanpa ada rasa takut sedikitpun terlihat diwajahnya. “Kau punya sayap yang berwarna hitam. Apa kau malaikat pencabut nyawa?”. Aku menggeleng. “Aku hanya pengantar surat.”. Gadis itu duduk dan meraih kursi roda yang ada disampingnya. Dengan susah payah akhirnya gadis itu berhasil duduk di kursi roda. “Jadi pak pos bersayap, aku tidak bermimpi kan?”. Aku menggeleng. “Tapi perkamen mu cacat. Ada beberapa hal yang tidak dituliskan Lucifer.”. Gadis itu tersenyum kecut.

Selama beberapa menit kami berdua terdiam, tak ada satupun yang berbicara. “Siapa namamu?” tanya gadis itu. Aku terdiam. Selama ini tak ada satupun yang pernah menanyakan namaku, bahkan diriku sendiri. “Aku adalah seorang Azazel.”. Gadis itu mendorong kursi rodanya mendekat kepadaku. “Aku tidak menanyakan pekerjaan mu. Yang ingin aku tau itu namamu.”. Aku diam. Bahkan aku sendiri pun lupa siapa namaku. Kami, para Azazel, dilarang menyebutkan nama kami. “Baiklah kalau kamu ga mau ngasih tau siapa nama kamu. Namaku Han Sonyu, senang berkenalan denganmu, Azazel.” Ucapnya sambil mengulurkan tangan. Aku kaget, sangat sangat kaget. Aku berbalik dan dengan sekali hentakan kaki melompat keluar dari kamar lalu terbang.

“Kau meragukan Lucifer?!!” tanya Henry marah.

“Aku hanya ingin kau mengembalikan ini kepada atasanmu. Karena surat ini cacat.”.

“Tidak mungkin surat ini cacat. Lucifer tidak mungkin membuat kesalahan sekec…”

“Lucifer itu bukan Tuhan.” Bantahku cepat. Mata Henty berubah menjadi merah. Huuh, jangan mulai lagi. Aku sudah malas berurusan dengan anjing berkepala tiga.

“Ada apa ribut-ribut di dunia manusia, Henry?”. Henry menoleh ke belakang dan menemukan sosok Lucifer area 78, Yesung. Entah kapan dia datang. “Dia bilang perkamen yang anda tulis cacat”. Henry menyerahkan gulungan perkamen itu pada Yesung. “Tidak ada yang cacat. Sekarang kembali kerjakan tugasmu, Azazel.” Ucap Yesung santai sambil pergi berlalu. “Oh ya, ada satu hal lagi.” Ucapnya sembari menoleh kebelakang, kearahku. “Tuhan itu kadang suka bercanda.” Ucapnya sambil menyunggingkan senyum misterius.

Aku melihat gadis itu dari atas pohon Akasia yang tumbuh tidak jauh dari rumahnya. Gadis itu sedang ngobrol dengan dua orang temannya. Entah apa yang mereka bicarakan, tapi terlihat begitu seru. Tiba-tiba gadis itu tersenyum kepadaku, dia tau keberadaanku. Setelah semua temannya pergi dia melambai kearahku.

Aku melompat dari pohon. “Maaf lama menunggu. Ayo masuk.” Ucapnya dari atas balkon. Aku ‘melompat’ menuju balkon. “Jadi apa suratku telah selesai diperbaiki?” tanyanya. “Tak ada yang cacat pada suratmu.” Ucapku. Gadis itu menjalankan kursi rodanya ke arah rak buku. Dia mengambil beberapa buah buku lalu memangkunya. “Aku tidak menemukan catatan tentangmu di buku manapun. Di internet juga tidak ada.” Ucapnya sambil tersenyum kepadaku.

“Apa kau… memberitahukan orang lain tentang keberadaanku?”tanyaku.

“Tidak.”

“Keberadaanku tidak boleh diketahui orang lain selain penerima perkamen.”

“Itu sebabnya catatanmu tidak ada dibuku manapun. Termasuk di bible.”. Aku mengangguk.

“Jadi aku orang pertama yang diberikan perkamen?”

“Kau adalah orang yang kesekian. Entah yang keberapa.”

“Berarti orang-orang yang kau berikan perkamen tidak menceritakan keberadaanmu kepada orang lain?”

“Aku menghapus ingatan mereka tentang keberadaanku.”. Gadis itu menyandarkan punggungnya ke kursi.

“Jadi, setelah aku membaca perkamen kematianku ingatanku akan… dihapus?”. Aku mengangguk. Aku mendekatinya dan memberikan perkamen kematian padanya. Gadis itu hanya diam sambil menatap perkamen kematiannya sendiri. “Tidak sekarang. Aku… aku belum siap melihat perkamen kematianku sendiri.” Ucap gadis itu sembari tersenyum kearahku. “ 40 hari sekali.” Ucapku sambil membalikan badan. “Dikurang dua berarti sisanya 38. Aku memberimu waktu sampai 37 hari kedepan. Hari 38 aku mengantarkan perkamen untuk orang lain.” Gadis itu mendorong kursi rodanya ke balkon. Memandang matahari terbenam dibalik pohon Akasia yang melambai tertiup angin.

“Azazel. Dalam waktu 38 hari itu kau tidak ada pekerjaan bukan?”tanyanya.

“Ya. Memangnya kenapa?”

“Aku ingin kau menemaniku dalam waktu 37 hari kedepan. Apa kau keberatan?” tanyanya?. Aku terdiam, bingung harus menjawab apa. “Aku anggap itu sebagai iya.” Ucapnya. Matahari perlahan mulai terbenam di balik pohon akasia. Aku memandang gadis tersebut, yang tertimpa sinar matahari yang segera menghilang. Dadaku bergemuruh. Perasaan apa ini?

To Be Continued…

By : Mochamonca

NB: Monca nulis cerita ini sambil dengerin lagu “After Dark” punyanya Asian Kungfu Generation. Semoga feel yang Monca rasain nyampe ke kalian semua. Nama Azazel ini dapet dari komik Evangel tapi wataknya beda jauh dengan yang dikomik.

25 Comments (+add yours?)

  1. ilalang navisa
    Oct 01, 2010 @ 07:34:03

    1st?!
    Haa…seru! Seru!
    Btw,aku jg suka afterdark. Yg ost bleack kan? Hihihi…itu keren bgt. *plak!ngoceh kmn2
    Btw, nice ff.
    Lanjot…

    Reply

  2. ilalang navisa
    Oct 01, 2010 @ 07:35:19

    Maksodku bleach.maaph,maaph…
    Ini ada yg sesi donghae gx?hehehe

    Reply

  3. LopeLopeKJW
    Oct 01, 2010 @ 08:23:45

    oke.. dtunggu klanjutan’a

    Reply

  4. cho eunmi
    Oct 01, 2010 @ 08:31:20

    wew , fantasi .
    jarang jarang , jangan ampe gantung di tengah jalan yak .
    ditunggu next chapter .

    Reply

  5. mei.han.won
    Oct 01, 2010 @ 08:53:57

    lanjutin deh….

    Reply

  6. chubi
    Oct 01, 2010 @ 09:57:25

    ish binun deh itu azazelnya cewe pa cowo sih?

    Reply

  7. summer13plus2
    Oct 01, 2010 @ 13:17:43

    seru!!
    lanjut!! ^^

    Reply

  8. dhila_あだち
    Oct 01, 2010 @ 14:32:45

    keren penggambarannya..
    lanjuut…^^

    Reply

  9. ichan
    Oct 01, 2010 @ 16:50:04

    azazel itu cwo y? lanjut yaaaa 😀

    Reply

  10. HeeHwa
    Oct 01, 2010 @ 19:23:33

    azazel.na thu cwo pa cwe sih???
    waktu liat judul.na langsung kepikiran lagu.na asian kungfu generation….t’nyata bner lgu.na….kkkk…lagu.na thu yg bwat ost.na bleach yg dulu kan yg masih awal”.. klo sekarang kan dah ganti ost lgi…*kok curcol xD*

    Reply

  11. ndeehyuk
    Oct 02, 2010 @ 05:24:18

    wedew…
    Minta ditemenin ape tuh…

    Reply

  12. Ocha
    Oct 02, 2010 @ 20:12:31

    Wah, kayaknya bakal seru banget ni…
    Ayo lanjut cepet…

    Reply

  13. tiffany
    Oct 24, 2010 @ 23:10:09

    ya tuhan..
    Keren..!
    Ada yang versi yesung ga?
    Masa yesung jadi lucifer sih?
    Wkkwkwkwk
    Lanjot

    Reply

  14. innda
    Nov 13, 2010 @ 14:09:33

    cool, aku suka fantasy nya

    Reply

Comment's Box

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: