Try To Let You Go Part 2

3 tahun kemudian

“Kau mau pulang ya? Bareng yuk…”

Kata-kata itulah yang banyak terdengar di telingaku sekarang. Tapi sayangnya semua itu bukan ditujukan untukku. Semenjak Youngwoon pergi, aku tidak punya teman sama sekali. Selama 3 tahun aku kembali kesepian. Sungguh menyebalkan.

Hanya saat liburan tahun baru saja aku punya teman. Dongsaengku dan Eomma memang selalu pulang saat akhir tahun untuk sekedar liburan dan menghilangkan bosan. Selama di Belanda dongsaengku hanya diperbolehkan berjalan-jalan di area rumah sakit.

Aku menggeleng pelan. Tenang EunYong! Sebentar lagi Youngwoon pasti akan kembali!

*********

Baru saja aku sampai di depan pagar rumah. Terlihat seseorang sedang berdiri di samping pintu. Ya! Dia kan…

Aku menggeleng-gelengkan kepalaku. Tidak mungkin. Mataku pasti salah liat.

Saat kuarahkan kepalaku ke depan pintu orang itu masih berdiri. Malahan dia melambai ke arahku sekarang.

Aku hanya bisa mematung dan menghembuskan nafas. Aku belum gila kan?

“Annyonghaseo, onnie!”

“Ini beneran kamu, YongAh?” tanyaku.

“Onnie?” tanya  YongAh keheranan.

“Kenapa kau bisa ada di sini sekarang?” tanyaku cepat.

“Kenapa aku bisa ada disini? Ini kan rumahku juga, Onnie…”

“Bukankah kau seharusnya ada di Belanda?”

YongAh menatapku bingung.

Aku mempertimbangkan haruskah aku melanjutkan pertanyaanku di luar atau membiarkannya masuk rumah. Bisa saja kan dia orang jahat yang menyamar jadi YongAh. Soalnya kalau benar dia YongAh, tidak mungkin dia datang sendiri, Eomma pasti selalu menemaninya.

“Kita masuk yuk, Onn…” ajak YongAh.

Aku mengangguk pelan sebelum akhirnya membuka pintu dan membiarkannya masuk.

“Kenapa Onnie lama sekali datangnya? Pintu rumah dikunci lagi. Aku kan capek nunggu di luar…” kata YongAh sambil menghempaskan diri ke sofa.

“Mana Eomma?”

“Eomma ke kantor Appa mau minta kunci rumah….”

“Oh, artinya kau benar-benar YongAh. Baguslah, kukira kau orang jahat yang menyamar…” kataku pelan.

“Pantas tadi Onnie jutek banget, Onnie kebanyakan nonton film sich…”

“Kenapa kau bisa ada di sini sekarang? Biasanya kau pulang saat liburan tahun baru saja…”

“Aku sudah sembuh, Onn. Kejutan!!!”

Refleks aku langsung memeluknya.

“Lepaskan, onnie! Aku tidak bisa bernafas…” kata YongAh dengan nada jengkel.

“Perjuangan mu selama ini tidak sia-sia…” kataku sambil melepaskan pelukanku.

“Iya, untunglah…” sahut YongAh.

“Kalau begitu ayo temani aku beli sesuatu…” kataku.

“Beli apa?”

“Beli hadiah untukmu…” jawabku sambil menatapnya sebentar.

“Untukku?”

“Ne, ayo cepat…”

YongAh menggeleng pelan.

“Aku belum tau apa yang kuinginkan sekarang. Lebih baik kita belinya nanti-nanti saja, onn. Lagipula aku juga sedang capek sekali…”

“Baiklah kalau begitu…”

YongAh menatapku sambil memamerkan senyum mautnya. Yah, walaupun tubuhnya sekarang sangat kurus dan rambutnya pun rontok akibat obat-obatan yang harus diminumnya selama perawatan. Wajah YongAh tetap tidak berubah. Masih saja cantik.

“Bilang saja kalau kau ingin sesuatu nanti. Aku pasti akan membelikannya untukmu. Asal jangan mahal-mahal ya….”

YongAh hanya mengangguk dan tersenyum lalu menyalakan televisi.

“Anyeonghaseo yeorebeun! Uri neun Syupeojunioyo!!!”

“Siapa mereka, Onnie?” tanya YongAh.

“Entahlah. Boyband baru sepertinya…” sahutku sambil ikut duduk di sampingnya.

“Oh iya, boyband baru. Cakep-cakep ya, Onn….”

“Hmm…” sahutku singkat.

Sekarang di televisi memang sedang disiarkan sebuah acara yang biasanya memperkenalkan boyband atau girlband baru. Kali ini acara itu sedang membahas Super Junior. Satu persatu member Super Junior memperkenalkan diri.

“Wah, dia leadernya, imut banget, Onn…” komentar YongAh.

“Ne, namanya Leeteuk, ya…”

“Kalo yang ini kayak cewek banget ni….”

“Wah, yang namanya Hankyung ini hebat sekali cuma dia satu-satunya orang Cina yang terpilih…” kataku saat Hankyung memperkenalkan diri.

“Yesung, kalau tidak salah artinya suara yang artistik kan? Apa benar suaranya bagus?” cibir YongAh.

“Kita dengar saja…” sahutku.

Ternyata memang benar. Suara orang itu memang sangat indah. YongAh yang tadinya meremehkan langsung terdiam begitu mendengarnya bernyanyi.

Setelah orang itu selesai bernyanyi kini giliran Shindong memperkenalkan diri.

“Endut banget…” kata kami bersamaan.

Sekarang Sungmin yang memperkenalkan diri. Walaupun wajahnya imut-imut dan terlihat sedikit feminim, kemampuan seni bela dirinya tidak diragukan lagi.

Setelah itu Eunhyuk sang dancing machine memperkenalkan diri dan menunjukkan kehebatannya menari. Aku dan YongAh tidak bisa berkata apa-apa saat melihatnya.

“Ya! Yang namanya Donghae ini cakep sekali, ya, Onn…”

“Lumayan, tapi aku lebih suka Siwon. Coba dengar, tadi pembawa acaranya bilang dia yang paling alim sama paling tajir di Super Junior. Perfect banget….”

“Kalau Ryeowook imut, Kibum senyumnya itu, ih, gak nahan…” oceh YongAh terus-terusan.

“Mana membernya yang ke 12? Rasanya di awal acara tadi pembawa acaranya bilang di Super Junior ada 12 member….” selaku.

“Itu dia, Onn. Baru datang…” kata YongAh sambil menunjuk ke arah televisi.

Saat aku kembali melihat ke televisi terlihat seorang yang sangat kukenal. OMO, dia kan…

“Kim Youngwoon namanya. Tapi sering juga dipanggil Kangin. Ya! Onnie, walaupun kelihatannya kasar, aku yakin dia sebenarnya orang yang lembut. Terlihat dari caranya memperlakukan dongsaeng-dongsaengnya. Aku jadi suka dia, Onn…”

Kata-kata YongAh tadi membuatku terkejut. Dia suka Youngwoon. Kami sama-sama menyukai Youngwoon. Tidak boleh. Ayolah! Semoga saja rasa suka YongAh kepada Youngwoon hanya rasa suka seorang fans ke idolanya saja. Tidak seperti rasa suka ku kepada Youngwoon.

“Ehm, YongAh, kita jalan-jalan, yuk. Kamu pasti bosan kan selama di Belanda terkurung di rumah sakit terus…”

“Jalan-jalan kemana? tanya YongAh.

“Yang deket sini aja, ke mall, mau gak?”

YongAh mengangguk.

“Ya sudah, ayo cepat. Kamu udah gak capek lagi, kan?”

“Ne, ayo…”

**********

Akhirnya aku dan YongAh pergi ke salah satu pusat perbelanjaan di Seoul. YongAh terlihat senang. Tentu saja, ini kali pertama dia jalan-jalan setelah bertahun-tahun menjalani pengobatan.

Tiba-tiba langkahku terhenti di salah satu toko, di etalase toko itu terpajang gaun yang sangat cantik dan mahal pastinya. Cukup mengaguminya dari luar. Aku yakin tidak akan berani melangkahkan kaki masuk ke toko itu.

YongAh mencondongkan badan dan ikut mengamati gaun itu.

“Kalau kau suka gaun itu beli saja, ngapain diliatin dari luar doank…” kata seseorang di belakangku.

“Aku yakin harganya mahal…” sahutku.

“Kalau begitu aku saja yang membelinya…” kata orang itu lagi.

“Silahkan saja…” jawabku.

Ya! Tunggu sebentar, dari suaranya orang tadi itu seperti seorang cowok, ngapain dia beli gaun? Buat pacarnya mungkin, atau jangan-jangan dia bencong? Ah, berpikir positif sajalah, EunYong. Cowok itu beli gaun buat pacarnya bukan bencong.

“YongAh, kenapa kau diam saja?” tanyaku pada YongAh.

YongAh tetap tidak menjawab. Matanya tertuju pada cowok yang sedang membuka pintu toko itu.

“YongAh, waeyo?” tanyaku lagi.

“O…orang itu, sepertinya aku pernah melihatnya, Onnie…”

Aku mengangkat bahu.

“Mungkin kau salah lihat. Ayo kita pulang. Kita sudah cukup lama muter-muter di sini…” kataku sambil menarik tangan YongAh.

************

“Sebenarnya kalian dari mana saja?” tanya Eomma begitu kami pulang ke rumah.

“Kami cuma jalan-jalan kok, Eomma…” kataku sambil mencium tangannya.

“Lain kali bilang dulu sama Eomma kalau mau pergi, biar Eomma gak panik nyari kalian kayak begini…” kata Eomma dan masuk ke dapur.

“Hei! EunYong!”

Aku dan YongAh serentak menoleh ke arah seruan yang penuh semangat itu.

“Apa kabar?” sapa orang itu dan menepuk punggungku.

Aku mundur perlahan dan membiarkan otakku bekerja sebentar. Dia itu….

“Ya! Kau ganti nomor ponselmu ya?” tanya orang itu lagi.

“Ne…” jawabku pelan.

“Pantes, kemarin aku gak bisa-bisa nelepon kamu…” kata orang itu sambil melepas topi dan kacamata hitamnya.

Aku menutup mulut dengan sebelah tangan.

“Kau pasti tidak mengenaliku tadi…” kata orang itu sambil mengerucutkan bibirnya.

“Tidak mungkin, kau…” kata YongAh.

“Mian, kalau aku boleh tau, kau siapa ya?” tanyanya pada YongAh.

YongAh menatapku penuh selidik.

Orang itu mengangkat alis melihat aku yang terus terdiam sambil menutup mulut dan YongAh yang terus menatapku.

“EunYong! Kau kenapa?”

Aku menahan napas.

Orang itu kembali terlihat bingung.

Dia betulan…..

“Kau Kangin kan? Kangin Super Junior…” kata YongAh.

Orang itu tertawa.

“Yup, seratus buatmu!”

“Kau benar-benar ?” tanyaku.

“Mmmm….”

“Kau jadi lebih tampan sekarang…” kataku tanpa sadar.

Youngwoon memandangku, lalu bergumam pelan, “Hebat sekali. Bisa-bisanya lupa pada teman lama…”

“Hmmm?”

“Ah, aniyo…”

“Apa yang kau lakukan di sini?” tanyaku sementara Youngwoon dengan santainya berjalan masuk rumah dan duduk di salah satu sofa di ruang tamu.

“Ya! Jawab aku!” pintaku sambil ikut duduk di sampingnya.

“Mwo?”

Youngwoon sibuk melihat-lihat semua perabotan yang ada di ruang tamuku.

“Apa yang sedang kau lakukan disini?” tanyaku lagi.

“Aku hanya menepati janjiku…” sahut Youngwoon sambil menatapku.

Aku membalas tatapannya dengan pandangan bingung.

Youngwoon mendesah keras dan berkacak pinggang.

“Pasti nenek tua ini lupa…”

Aku mencibir, “Oke, aku memang pelupa. Tapi bisakah kau bilang saja padaku janji apa itu….”

“Aku malas mengingatkanmu terus! Cobalah ingat sendiri…” kata Youngwoon.

“Aah, benar juga. Aku harus melatih ingatanku. Tunggu sebentar, aku ingat-ingat dulu…”

Beberapa menit sudah berlalu, aku masih belum ingat tentang janji Youngwoon, sedari tadi ia terus menatapku dengan pandangan tidak sabar.

“Kenapa kau terus-terusan menatapku seperti itu?” tanyaku.

“Sudahlah kalau kau memang tidak bisa mengingatnya!”

Youngwoon menoleh dan menunjuk bungkusan yang tadi dibawanya.

Aku mengambil bungkusan itu.

“Buka!” perintah Youngwoon yang tiba-tiba sudah berdiri di belakangku.

Aku membuka bungkusan itu, isinya adalah gaun yang ada di mall tadi.

“Bagus?” tanya Youngwoon.

Aku menoleh kebelakang dan mengelus-elus gaun itu.

“Tentu saja bagus…”

“Coba kau pakai…” suruh Youngwoon.

Aku mengangguk dan membawa gaun itu ke kamarku. Kubuka satu-persatu pakaian ku dan mengenakan gaun tersebut.

“Memang bagus, cocok untukmu…” kata Youngwoon saat aku keluar kamar.

Aku melihat bayanganku di cermin dan harus mengakui aku memang terlihat keren sekali dengan gaun itu.

“Ini buatku, kan? Gowamo Youngwoon ah…” kataku sambil mengalihkan pandangan.

“Ne, chunmaneo…” kata Youngwoon sambil beranjak dari sofa.

“Kau adalah orang pertama yang akan kutemui bila aku sudah sukses nanti, itulah janjiku. Aku sudah menepatinya sekarang. Gaun itu adalah hadiah sebagai permintaan maafku sudah terlalu lama meninggalkanmu. Kalau kau tanya aku sukses sebagai apa, lebih baik kau segera menonton televisi atau membaca majalah…”

“Aku sudah tau. Chukkhae Youngwoon ah! Aku yakin Super Junior akan menjadi boyband terhebat di Korea nanti…” selaku.

“Baguslah kalau kau sudah tau. Aku pergi dulu, Leeteuk Hyung sudah menelponku dari tadi. Annyeong!” kata Youngwoon dalam satu tarikan napas dan berjalan ke luar.

“Ne, annyeong!” jawabku sambil masuk kamar dan kembali mengganti pakaianku.

“Onnie! Laki-laki yang di mall tadi ternyata Kangin Oppa! Pantas aku merasa pernah melihatnya…” seru YongAh sambil menerobos masuk kamarku.

“Kau tau darimana itu dia?”

“Buktinya dia beliin Onnie gaun yang tadi Onnie liatin..”

“Oh…”

“Onnie jahat sekali sich! Gak bilang-bilang kalau Onnie temenan sama Kangin Oppa!” kata YongAh dengan nada kesal.

“Mianhae, YongAh…” kataku sambil memandangnya dengan tatapan bersalah.

“Ne, gwenchanayo, Onnie. Ngomong-ngomong benar kan yang aku bilang tadi, walaupun Kangin oppa bersikap agak kasar sama Onnie, tapi dia sebenernya baik! Oh ya, Onnie aku tahu apa yang kuinginkan sekarang…”

“Apa?” tanyaku.

“Comblangin aku sama Kangin Oppa donk…” kata YongAh manja.

Aku menahan napas. Aku tadi gak salah dengar, kan? YongAh minta dicomblangin sama Kangin? Aku sendiri juga suka sama Kangin, tau!

“A….”

Tidak. Kau tidak boleh egois, EunYong! Dongsaengmu sedang sakit parah begitu masa’ kau tega menolak permohonannya. Lagipula cowok di dunia ini masih banyak. Kau masih bisa menemukan cowok lain nanti…

“Ne…” jawabku akhirnya.

“Ye….. Onnie memang baik!!!” seru YongAh sambil memelukku.

Aku hanya bisa tersenyum pahit. Bisakah aku melupakan Kangin dan merelakannya untuk YongAh?

**********

TBC

By : Ocha

6 Comments (+add yours?)

  1. sungwookie
    Oct 03, 2010 @ 18:38:02

    Horee ada kangin na,!! jgan smpe YongAh sma kangin ntar ksian kk na
    Author lnjut!

    Reply

  2. Mentari Lacamara
    Oct 03, 2010 @ 20:01:38

    appa jangan sma yg sakit, ntar dtinggalin lg! /plaak..
    lanjut!

    Reply

  3. LopeLopeKJW
    Oct 03, 2010 @ 20:36:16

    ya! kangin oppa, pilih yg sehat aja. tar dibantai teman saia yg dongsaeng oppa kalo milih yg sakit.
    haha, apaan sih gue

    Reply

  4. Lee Iseul
    Oct 03, 2010 @ 22:33:03

    gue jantungan bacanyaaaaaaa~ aduh itu anak keciiil ngerebut cowok orang(?) uwaaa uri racoon!!! Oppa,balik dong cepet wamilnya,kangen niiih*digampar* ffnya bagus looh,lanjut yaa

    Reply

  5. noviiwhiteukii
    Oct 05, 2010 @ 03:19:44

    Ak sukaa castny kangin!!ceritany jg bagus!
    Part 3 nya cpt yaaaa 😀

    Reply

  6. park kyuchi
    Oct 06, 2010 @ 22:26:59

    yaaaa….
    kenapa yong ah suka sama kang in?
    kasian eun yong…
    lanjutannya jangan lama2 ya..

    Reply

Comment's Box

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: