Unperfect Girl Stories (After Dark part 2)

Aku berbaring diatas atap sambil memandang bintang diatas langit. Aku mengangkat tanganku, mencoba meraih bintang-bintang itu seakan-akan mereka sangat dekat denganku. Akhir-akhir ini pandanganku terhadap manusia sedikit berubah. Semuanya semenjak aku mengenal Han Sonyu. Dia memperkanalkan aku dengan sisi lain kehidupan manusia.

Aku pikir manusia itu mahluk yang sangat egois, perusak, pencemar dunia. Aku tersenyum miris. Padahal dulu aku sendiri manusia, tapi tidak ada kenangan sedikitpun yang tersisa dalam diriku sewaktu aku masih menjadi manusia. Aku sendiri sampai bingung kenapa Tuhan bisa menyayangi mereka. Padahal mereka menghancurkan apa yang Tuhan beri. Tapi Sonyu berbeda, dan aku harap banyak manusia-manusia lain seperti Sonyu.

“Sedang menghirup udara segar Azazel?”. Aku bangun dan menoleh ke belakang. Ternyata Yesung sedang berdiri sambil tersenyum. Matanya menatap langit yang penuh bintang. “Untuk apa kau kesini?” tanyaku ketus. “Hei, begitukah caramu menyapa atasan?. Pantas saja Henry tidak pernah suka padamu.” Jawabnya santai.

“Jadi, bagaimana tugasmu?” tanyanya santai.

“Apa kau menanyakan hal yang serupa pada Azazel yang lain?” Yesung tertawa renyah. Matanya tetap tertuju pada bintang-bintang diangkasa. Yesung menghela nafas lalu menyilangkan kedua tangannya di dada. “Kau pasti pernah mendengar kisah Azazel yang berhasil menebus jalannya kembali ke akhirat bukan?.” Aku diam bergeming. “Ayolah, kau pasti tahu. Semua Azazel pasti mengetahui kisah ini.”. Aku menyerah dan mengangguk.

“Tidak ada yang tau kisah pastinya. Ada yang bilang dia menyogok penjaga akhirat dengan wanita, ada juga yang bilang dia telah selesai mengirimkan semua perkamen kematian pada calon terputus. Menurutmu yang mana yang benar.” Tanyanya.

“Tentu saja yang kedua. Penjaga akhirat adalah seorang malaikat yang tidak mungkin tergoda oleh wanita. Tapi entah berapa banyak perkamen kematian yang harus dikirim olehnya.” Tawa Yesung meledak. Apa ada hal lucu yang aku ucapkan? Setelah berhasil menguasai dirinya dia menyeka air mata yang keluar dari sudut matanya.

“Apa ada yang lucu?” tanyaku.

“Tidak, tidak ada. Dari kedua pilihan diatas tidak ada yang benar. Entah siapa yang membuat rumor bodoh itu. Yang tahu kebenaran kisah ini hanya aku dan Tuhan. Apa kau ingin tau?”. Aku diam seribu bahasa. Tapi rasa ingin tauku membuncah. Yesung berjalan dan berhenti tapt disampingku. Dia mendekatkan mulutnya ke telingaku. Ada sedikit rasa geli dan ngeri saat dia melakukannya. “Dia mengalahkan-Nya.” Bisik Yesung. Setelah itu Yesung menghilang, seperti biasa.

Aku berjalan menuju rumah bercat putih itu dengan perasaan gugup. Ini pertama kalinya aku berpenampilan seperti manusia. Maksudku aku memakai pakaian manusia, sepatu manusia, menyembunyikan sayapku, dan ‘menahan’ kemampuanku untuk tidak terlihat oleh manusia. Aku mengetuk pintu perlahan. Seorang gadis membuka pintu, tapi bukan Sonyu. “Ahh kau pasti teman Sonyu yang dia ceritakan semalam. Perkenalkan, namaku Han Sonkyung, aku kakak Sonyu.”ucapnya sambil mengulurkan tangan. Aku menjabat tangannya dengan kikuk. Sonkyung mengantarku ke kamar Sonyu. Aku melihat Sonyu sedang membaca buku di balkon. “Baik-baiklah kau dengan adik ku.” Ucapnya lalu meninggalkan kami berdua.

Setelah Sonkyung pergi tawanya meledak. “Kenapa kau tertawa?. Pakaian ku aneh ya?” tanyaku sembari melihat ujung sepatuku. “Tidak. Hanya saja kau terlihat berbeda.” Ucapnya sembari menahan tawa. Aku melihat buku yang dia baca. “Gone With The Wind adalah cerita tentang perang saudara. Aku sangat suka cerita ini.”ucapnya seakan bisa membaca pikiranku. Sonyu mendorong kursi rodanya ke dalam kamar. Tanpa sengaja kursi rodanya menubruk kabinet dan membuat sebuah pigura foto jatuh. Aku berjalan kearahnya dan membantunya menjalankan kursi roda. Aku memungut pigura foto yang jatuh. Dalam foto itu ada  ada Sonyu, kakaknya beserta kedua orangtuanya. Terlihat mereka ada di pantai.

Sonyu mengambil pigura tersebut dari tanganku. “Ini waktu umurku 5 tahun. Berarti 12 tahun yang lalu. Kami ke pulau Cheju untuk merayakan ulang tahun Sonkyung yang ke 7. Aku masih bisa merasakan pasir yang menyentuh telapak kakiku atau panasnya matahari yang membakar kulitku. Seperti peristiwa itu terjadi kemarin.”. Aku menatap Sonyu lekat, wajahnya tersenyum walau sebenarnya di terluka. “Apa kau mau ke pulau Cheju?” tanyaku.

Aku mendekati pintu lemari Sonyu. Wahai penjaga bumi penguasa ruang dan dunia  yang mortal, biarkan perantara bisikan kematian merobek jalannya ucapku dalam bahasa mantra Mesopotamia kuno. Sonyu begitu terkejut saat aku membuka pintu lemarinya. Hamparan pasir putih yang halus dan pantai yang membelah horizon terpampang layaknya sebuah lukisan!. Sebelum dia sempat berkata apa-apa aku mendorong kursi rodanya, menuju ke pantai pulau Cheju.

Kami berjalan menyusuri pantai. Siang ini begitu terik, matahari berada di puncaknya. Kami memutuskan untuk berteduh di sebuah cerukan pasir yang dilindungi bayangan pohon kelapa. “Bagaimana bisa kau membuat sebuah pintu ke pulau Cheju?” tanyanya antusias. “Kami diberikan mantra untuk membuka pintu melewati batasan ruang. Ini mempermudah pekerjaan kami sebagai seorang Azazel yang harus mengirimkan perkamen kematian di tempat yang jauh.” Jawabku panjang lebar. Sonyu mengangguk-angguk, tanda mengerti. Setelah itu giliran dia yang bercerita panjang lebar.

Selama dia bercerita mataku tidak bisa lepas dari kaki-nya yang kurus kecil dan tertutup selimut. “Kau ingin tau kenapa aku bisa seperti ini?” tanyanya tiba-tiba. Gadis ini selalu saja bisa membaca pikiranku. “Kalau ga mau cerita juga ga apa-apa.” Jawabku.

Sonyu menghela nafas dan tersenyum. “Waktu itu usiaku 10 tahun. Saat itu aku melihat tanteku menarik Sonkyung ke depan kamar mandi. Karena gelagatnya mencurigakan aku mengikuti mereka. Tanteku bilang kepada Sonkyung bahwa aku bukanlah anak kandung ayah dan ibu. Saat itu aku shock sekali. Kaki ku lemas dan rasanya aku ingin ditelan saja ke bumi. Tapi Sonkyung tidak memberitahukan hal itu kepadaku. Dan aku terus menyimpan rahasia itu selama 2 tahun.”

“Pada suatu hari orangtuaku marah besar karena aku tidak memberitahukan tentang pertemuan guru dan orangtua disekolah. Asalnya aku hanya diam dan memalingkan muka ke arah jendela mobil. Tapi tiba-tiba ada sesuatu yang membuncah di hatiku. Saat itulah aku membeberkan rahasia yang aku pendam selama ini. Aku juga mengatakan bahwa munafik sekali mereka bisa berakting seolah-olah sayang padaku. Kata-kata itu meluncur begitu saja. Sakit, tapi tak mau berhenti. Mereka berdua diam, hanya diam. Ibu mulai mengucurkan air mata. Jadi benar bahwa aku ini bukan anak kandung mereka?. Padahal aku sempat berharap bahwa semuanya itu bohong dan mereka akan menyangkal habis-habisan.”

“Aku mulai berontak, aku ingin keluar dari mobil. Dengan berurai air mata ibuku berusaha menghentikan ku. Ayahku jadi tidak konsen menyetir. Mobil mulai oleng ke kanan dan ke kiri. Tiba-tiba mobil kami menabrak pembatas jalan dan meluncur bebas ke jurang.”

“Saat aku tersadar aku sudah ada di rumah sakit. Sonkyung memeluk ku erat. Sambil terisak dia berkata bahwa ayah dan ibu meninggal. Belum cukup dengan berita buruk itu dia juga berkata bahwa aku tidak mungkin bisa berjalan lagi Saat itu aku merasa marah kepada diriku sendiri. Tapi aku melemparkannya pada Tuhan. Dengan sejuta kata dan sumpah serapah aku menghujat-Nya. Kenapa dia mengambil orang tuaku? Mengapa dia membuatku tidak bisa berjalan lagi? Mengapa dia membuatku lahir ke dunia ini?.”

“Satu-satunya penguat hatiku hanya Sonkyung. Dia yang membuatku sedikit demi sedikit mengerti keberadaanku di dunia ini. Walaupun aku tidak tau siapa orang tuaku tapi aku masih beruntung bisa mendapatkan kasih sayang dari orang tua, meski mereka bukan orang tua ku. Masih banyak anak-anak yang tidak bisa merasakan bagaimana rasanya dicintai. Tapi apa penyesalanku ini diterima oleh Tuhan aku tidak tau. Menghujat Tuhan, apa dosa itu bisa terampuni?” ucapnya. Pertanyaan terakhirnya itu entah ditujukan untuk siapa. Tapi menghujat Tuhan memang merupakan dosa besar. Diampuni atau tidaknya itu urusan Tuhan.

“Aku juga dulu manusia, sama sepertimu.”. Sonyu langsung memasang telinganya baik-baik. Aku menarik nafas dan melanjutkan ceritaku. “Kami, para Azazel, dulunya adalah seorang manusia. Karena sebuah penyesalan yang sangat besar saat kami hidup kami terbangun dari kubur dan menjadi seorang Azazel. Saat terbangun di depan kami berdiri seorang Lucifer. Seorang Lucifer mempunyai satu daerah kekuasaan di bumi. Dia berkata bahwa kami adalah seorang Azazel yang bertugas mengantarkan perkamen kematian. Dia juga bilang bahwa tugas kami sebagai Azazel berarti diberi kesempatan kedua untuk menebus jalan kami ke akhirat. Dan kami dilarang mengucapkan nama kami sendiri. Karena itulah aku sendiri lupa siapa namaku sebenarnya. Pada awalnya aku banyak sekali pertanyaan dalam benakku. Sampai tiba-tiba pertanyaan itu menguap begitu saja, tanpa ada yang pernah terjawab satupun.”

“Lalu tersiar kabar dari mulut ke mulut. Bahwa dulu ada seorang Azazel yang berhasil menebus jalannya ke akhirat. Sampai saat ini ada dua versi yang beredar. Yang pertama dia menyerahkan makhluk yang paling rupawan untuk menyuap penjaga akhirat, yang jelas-jelas tidak mungkin. Yang kedua dan yang menurutku paling masuk akal adalah dia telah mengirimkan semua perkamen kematian pada calon terputus di daftarnya.”

“Entah mana yang benar aku tidak peduli. Yang pasti aku ingin cepat-cepat ke akhirat. Ingin mengetahui siapa sebenarnya diriku ketika menjadi manusia.” Jelasku panjang lebar. Matahari mulai merangkak ke peraduannya. Laut nan biru telah berubah warna menjadi oranye. Aku merasakan sebuah emosi yang tak pernah aku rasakan. Tidak, aku pernah merasakannya dulu duluuuu sekali. Mataku mengeluarkan sesuatu seperti. Butiran air. Aku bingung, apa aku sakit?.

Sonyu mentapku dengan pandangan nanar. Dia juga mengalami hal yang sama dengan ku. Air menetes dari matanya. Tangannya terulur lalu merengkuhku erat dalam pangkuannya. “Sonyu, apa kau bisa menjelaskan apa yang terjadi dengan kita?. Aku merasa sakit.” Ucapku. “Tidak, kau tidak sakit. Ini hanya perasaan lega.” Ucapnya sambil mengelus-elus punggungku. “Malang sekali ya nasib kita berdua.” Lanjutnya sambil mengecup keningku.

Sementara itu burung-burung terbang kembali kesarang masing-masing.

To Be Continued…

By : Mochamonca

NB: Panjang ga? Kalo kepanjangan mian yaaa (deep bow). Oh ya kira-kira siapakah si Azazel ini?. Ada yang mau coba tebak? (^-^)

10 Comments (+add yours?)

  1. theWingersIstriSahTeukieTeukieLeeTeuk(TeukieBikinGuePingsanDiBonamana)
    Oct 11, 2010 @ 07:02:30

    henry kann….

    Reply

  2. yokyuwon
    Oct 11, 2010 @ 07:05:38

    first? yeah….aku ska crita na…lanjuttt chingu.jd penasaran azazel tu sapa sih?

    Reply

  3. mei.han.won
    Oct 11, 2010 @ 09:43:52

    di tags’x ad henry…
    Mungkin henry!!!

    Reply

  4. JinkiLover
    Oct 11, 2010 @ 10:38:42

    siapa si azazel itu? henry udah jadi cerberus, yesung jadi lucifer. aku nggak bisa liat cast-nya TT_TT tapi kalo mau nebak2 mungkin kyu ato zhoumi.

    Reply

  5. Park Hyo Sang
    Oct 11, 2010 @ 16:21:02

    kayakx zhou mi deh azazel nya…

    lanjuuutt…

    Reply

  6. kuyunarha
    Oct 11, 2010 @ 19:27:33

    tukituki yak ?
    Haha
    *ngawur

    Reply

  7. park_whulandteukyu
    Oct 11, 2010 @ 20:46:43

    wa…..
    Jngn2 yg jdi azazel ntu si unyuk…!! Tpi mngkn z, cz unyuk tuch bnxk dosanx* d pelototin ma unyuk* gra2 ksenengan lhat yg yadong2 gtoe, truz dy nyesel n tobat dech….*d gmpar ma unyuk n bini2nya*. Tpi mna mngkn unyuk nyesel…? Pa age tmpangx unyuk g pntez bgt jdi azazel.* unyuk said: hey dah donk, jngn ng0lok2 aq truz, g kcian pa ?*.
    Atw mngkn teukie yach…
    Wa….. G tauk pcing*smbil ngacak2 rmbut*
    auth0r lnj0ot….

    Reply

  8. Ocha
    Oct 11, 2010 @ 21:56:29

    Wedeh, azazel nya siapa sich???
    Penasaran banget ni…
    Buruan lanjut ya…

    Reply

  9. Wii_kyu_hae_chul
    Oct 13, 2010 @ 20:31:58

    Pasti kyuhyun..
    *sok tau*
    wkwkwkwk
    ayo2 d tggu lanjutanny..
    ^^

    Reply

  10. LalaLuca
    May 24, 2011 @ 14:37:00

    hmm?
    bingung ndiri saya..
    lanjut aja deh thor..
    jangan lama-lama ya…

    Reply

Comment's Box

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: