Your Eyes

Pria itu duduk disalah satu kursi lipat yang berderet rapi di dalam sebuah tenda. Beberapa orang berseliwiran di hadapannya, terkadang menyapanya atau terkadang tak menyapanya. Sisanya, segerombolan para gadis dari berbagai usia berdiri di luar tenda, menatapnya dengan tatapan ”wah”. Pria itu hanya diam, serius dengan sebundel kertas naskah.

Langit hari itu begitu cerah, matahari bersinar begitu terik. Musim panas telah datang. Berulang kali pria itu meneguk air mineral yang di suguhkan untuknya. 15 menit kemudian ia bangkit dari duduknya dan keluar dari tenda, tersenyum kearah segerombolan perempuan yang kemudian berebut mengulurkan tangan kearahnya untuk meminta bersalaman dengannya. Pria itu pun mengulurkan tangannya ke beberapa perempuan yang mudah di jangkaunya dan tersenyum.

”Terima kasih telah menyempatkan datang,” ucapnya tulus dengan senyuman khasnya.

Akhir pekan akhirnya datang juga, kini saatnya Kim Kibum pergi ke toko bunga langganannya. Entah apa yang ia lakukan disana, tapi ini sudah rutinitas untuknya. Membeli bunga dan kemudian bunga itu ia berikan untuk penata riasnya atau beberapa kru yang ia kenal. Tapi untuk hari ini, sepertinya ada yang berbeda dengan toko bunga langganannya. Ia mendapati seorang florist baru.

”Permisi,” sapanya dengan keramahan. Gadis itu membalikkan tubuhnya dan tersenyum.

”Ada yang bisa saya bantu ?” tanya gadis itu masih dengan senyumannya. Kibum terdiam, menikmati senyuman itu dengan diam. Sepertinya gadis ini tak memperhatikanku.

”Apa Anda masih disana ?” tanya gadis itu yang belum melepaskan senyumannya dan membuyarkan lamunan Kim Kibum.

”Ya, aku masih disini,” jawab Kibum ringan. ”Maaf … sepertinya aku baru melihatmu, apa kau florist baru disini ?” tanyanya.

”Aku bukan florist baru, aku pemilik toko ini. Ini hari pertamaku kembali menjaga toko ini, bersama adikku …” jawabnya yang menunjuk seorang laki – laki kearah belakang pundaknya. Kibum bisa melihat seorang laki – laki yang sibuk merapihkan beberapa pot kosong.

”Jadi, apa yang bisa saya bantu ?” tanya gadis itu.

”Err … aku mencari Azalea …”

”Azalea ? Tunggu sebentar,” gadis itu berjalan menuju adiknya. Kedua tangannya menggenggam erat setiap barang yang ada di sampingnya, seakan berusaha mencari sesuatu untuk menuntunnya. Bruk !! Adiknya berlari kearah gadis itu yang hampir tersungkur jatuh dan memegang kedua sikunya agar tak jatuh.

”Noona, kau baik – baik saja ?” tanya laki – laki yang memapahnya untuk duduk di kursi.

”Mengapa kau membawaku untuk duduk ? Aku ingin mengambil Azalea,” gerutu gadis itu tanpa ekspresi.

”Aku yang akan mengambilnya,” ”Jangan !” larangnya yang menarik lengan laki – laki itu. ”Kau tidak tahu Azalea mana yang baru saja datang,” gadis itu kembali bangkit dari duduknya dan berjalan menuju rumah kaca. Kibum melihatnya dengan diam. Tanpa ia sadari, alisnya berkerut.

”Maaf Tuan, silahkan menunggu terlebih dahulu. Mungkin agak lama,” laki – laki itu membungkukkan tubuhnya kearah Kibum kemudian berlari kecil menyusul kakaknya menuju rumah kaca. Aku duduk di sebuah bangku tempat si gadis tadi duduk sebelumnya. Ada sebuah buku yang terbuka. Di cover-nya tercetak dengan huruf timbul, ’Kim Sojoong’. Nama yang bagus, pikirnya. Ketika ia akan membolak – balikkan buku bercover kulit cokelat tua tersebut gadis itu kembali dengan beberapa tangkai bunga azalea segar di papah oleh adiknya.

”Aku akan membungkusnya jika kau menginginkan buket bunga yang bagus,” kata gadis itu ketika Kibum bangkit dari duduknya.

”Boleh,” jawab Kibum singkat seraya tersenyum.

”Aku akan segera mengambilkannya, Noona diam saja disini,” sela laki – laki yang sejak tadi memegang sikunya. Laki – laki itu segera berlari mengambil beberapa peralatan yang dibutuhkan. Gadis itu tersenyum sambil menggelengkan kepalanya. Kibum memperhatikannya dengan tatapan hangat.

”Maaf membuat Anda menunggu. Tolong, tulis nama Anda disini,” pinta gadis itu seraya menyodorkan sebuah buku beserta bolpoin kepada Kibum yang duduk di seberangnya. Kibum menerimanya, menulis namanya dan nama bunga yang ia beli hari ini.

”Aku baru melihatmu disini,” kata Kibum membuka percakapan.

”Ya ?”

”Aku baru melihatmu disini,” Kibum mengulang kata – katanya. ”Kemana perginya florist yang dulu ?” lanjutnya.

”Mooyong maksud Anda ? Ah, dia kembali ke Gwangju. Ada urusan yag harus ia selesaikan. Sepertinya Anda sering datang ke toko bunga kami,”

”Ya. Aku datang setiap akhir pekan untuk membeli bunga. Itu sudah menjadi rutinitasku,”

Gadis itu tersenyum dan kemudian menundukkan kepalanya. Kibum menatapnya lebih dalam. Entah apa yang merasukinya sehingga ia ingin duduk lebih lama di kursi itu sambil menatapi gadis di depannya.

”Siapa namamu ?” tanya Kibum yang tiba – tiba mendapati mulutnya berbicara.

”Ya ?” gadis itu mendongakkan kepalanya dengan spontan, namun tatapan matanya tetap tak fokus pada sosok Kibum di hadapannya.

”Namamu …” ”Sojoong. Kim Sojoong,” potong gadis itu tersenyum. Kibum mengangguk. Buku itu miliknya, pikirnya. Laki – laki tadi sambil membawa beberapa barang yang di perlukan oleh Sojoong.

”Noona, aku membawa semuanya. Mungkin aku bisa memilihkannya ?” tawar laki – laki itu.

”Pilihkan yang paling bagus untuknya Jong Hun,” pinta gadis itu masih tersenyum.

”Apa Anda akan memberikannya untuk kekasih Anda, Tuan ?” tanya laki – laki bernama Jong Hun tadi.

Kibum yang mendengar pertanyaan tersebut menyambutnya dengan tawa, membuat Jong Hun dan Sojoong bingung.

”Apanya yang lucu ?” tanya Sojoong kepada adiknya. Adiknya hanya mengangkat kedua bahunya tak mengerti.

”Aku membeli bunga setiap minggu bukan untuk kekasihku. Aku memberikannya kepada orang – orang terdekatku atau bahkan mengirimkannya untuk keluargaku, lagi pula …” suaranya merendah. ”… aku tak punya kekasih,”

”Anda tak punya kekasih ? Tunggu – tunggu … bukankah Anda … Kim Kibum ? Aktor terkenal itu ?” tanya Jong Hun tak percaya. Kibum hanya tersenyum. Sojoong sibuk merangkai bunga meskipun matanya tak tertuju pada bunga tersebut.

”Tolong gunting disebelah sini, Jong Hun,” pinta Sojoong yang menunjuk ujung pita yang ia tunjuk dengan telunjuknya. Jong Hun memotong pita sesuai permintaan Sojoong. Kibum kembali mengernyitkan alisnya. Bingung dengan tingkah kedua kakak-adik ini. Setelah menanti 10 menit, akhirnya buket bunga azalea yang ia pinta pun siap.

”Terima kasih, silahkan datang kembali !” seru Jong Hun yang mengantar kepergian Kibum dari toko bunganya. Sojoong yang berdiri disamping adiknya hanya tersenyum, namun lagi – lagi matanya tak fokus pada orang yang akan pergi meninggalkan mereka. Kibum masuk ke dalam mobilnya dan membawanya pergi meninggalkan toko bunga tersebut.

”Apa aku pernah bertemu dengannya sebelumnya ? Sepertinya aku kenal dengan suara itu …” tanya Sojoong yang dituntun masuk ke dalam toko oleh Jong Hun.

”Ah Noona …, kau ini jangan bergurau. Dia itu Kim Kibum. Aktor terkenal saat ini. Ia selalu digandrungi oleh banyak fangirl dari berbagai usia,” jelas Jong Hun.

”Apa ia sangat tampan ?” tanya Sojoong menggoda adiknya.

”Hei hei, jangan bilang kau mencoba untuk mendekatinya,” Sojoong tertawa mendengar adiknya berbicara seperti itu.

”Mana mungkin … tapi, ia mengingatkanku pada Seung Ho,”

BRAK !  ”Jong Hun ? Kau baik – baik saja ?” tanya Sojoong khawatir.

”Noona, dengarkan aku. Jangan sebuat – sebut pria keparat itu lagi terutama di hadapanku ! Aku benci pria itu dan aku tak akan memaafkannya seumur hidupku, karena ia telah membuatmu buta seperti ini Noona !” bentak Jong Hun yang membuat Sojoong berdiri kaku ditempatnya. Tangan kanannya memegang erat kursi disampingnya. Jong Hun menghembuskan napasnya dengan berat ketika melihat kakaknya berdiri membeku ditempatnya. Dadanya sakit. Ia menyesal telah membentak kakaknya seperti itu, tapi ia juga kesal setiap mendengar nama itu disebut.

”Maafkan aku, Noona …” ujarnya serak sambil mendekati Sojoong. Namun Sojoong menepis tangan adiknya yang mencoba untuk memapahnya.

”Aku bisa sendiri,” elak Sojoong yang berjalan tertatih – tatih lalu membuka pintu, masuk dan kembali menutup pintunya. Jong Hun berdiri di tempatnya, memegangi kepalanya dengan sebelah tangan dan menghembuskan napasnya dengan dramatis.

16 Comments (+add yours?)

  1. Disney
    Oct 11, 2010 @ 13:04:49

    dimanakah lanjutannya ????
    ff yang bagus…..

    Reply

  2. ivelkyujung
    Oct 11, 2010 @ 13:40:03

    ini br part 1 yaa??

    Reply

  3. ChoiYongRaIstriSahTeukieTeukieLeeTeuk(TeukieSuksesBikinGuePingsanDiBonamana)
    Oct 11, 2010 @ 13:51:21

    ffx bgs
    Tp lnjutanx kmn?

    Reply

  4. Ciielf
    Oct 11, 2010 @ 14:03:47

    ini tbc ya??

    kerend..
    😀

    Reply

  5. fishy >
    Oct 11, 2010 @ 14:30:28

    ohh..baruu nyadar cweknya g bisa liat…
    Kerreeeeeen,lanjut yaak!

    Reply

  6. hyukjaewel
    Oct 11, 2010 @ 14:36:27

    lanjuuut . jadi critanya sojoong buta yaa ? udah kudugaa bwahaha . thoooor lanjuut >,<

    Reply

  7. LopeLopeKJW
    Oct 11, 2010 @ 15:02:26

    ini tbc iaa??
    udahan aja, ahahaha..
    lanjutan’a dunk

    Reply

  8. mei.han.won
    Oct 11, 2010 @ 15:56:48

    seru!
    Lanjut!

    Reply

  9. Lee Iseul
    Oct 11, 2010 @ 16:53:59

    hah?tbc nih?lanjut

    Reply

  10. Dhikae
    Oct 11, 2010 @ 17:29:05

    LAnjutttt
    seru ffnya ^^

    Reply

  11. kuyunarha
    Oct 11, 2010 @ 19:12:12

    ayo lanjut ayo lanjutt ,.
    Janganlamalama .
    XD

    Reply

  12. eunrima
    Oct 11, 2010 @ 20:27:26

    Kirain one shoot,,
    Bagus onnie,, lanjutannya?? Hahahha :p

    Reply

  13. deedee
    Oct 11, 2010 @ 20:51:27

    L.A.N.J.U.T!! Kereeen~

    Reply

  14. park kyuchi
    Oct 11, 2010 @ 22:44:47

    aku kira one shoot….
    lanjutannya aku tunggu…

    Reply

  15. Ocha
    Oct 12, 2010 @ 18:56:11

    Ini bakal lanjut kan???
    Lanjut ASAP ya…

    Reply

  16. yessiewon_mochimochi
    Oct 13, 2010 @ 00:26:56

    kirain oneshot..
    tp keren onn, ada kibum jga..kangen ma dy..
    lanjut yaa 😀

    Reply

Comment's Box

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: