We Broke Up Today (Part 2)

2nd Piece : I see my future in an Instant

“Kyuhyun-ah!” Ryeowook memanggilku dengan nada sedikit kesal, mungkin karena sudah sedari tadi dia memanggilku tapi aku tak merespon apapun.

“Hmm?” aku akhirnya merespon sambil memalingkan mukaku dari layar Nitendo DS-ku dengan muka yang tidak kalah kesalnya.

“Cobalah kau telpon lagi. Apa kau tidak khawatir sedikit pun?” muka Ryeowook pucat. Aku melihat sekelilingku. Bukan hanya Ryewook yang pucat, semua member berwajah sama dengannya, kecuali aku yang masih terlena dengan game. Keadaan itu berlangsung sejak Kangin-hyung bilang kalau ponselku yang berisi foto bugil mereka tertukar oleh gadis yang tidak dikenal.


Semua memandang ke arahku seolah mereka menghujamkan pisau tepat ke rusukku. Mereka menyalahkanku.

“Hajima!” kataku sambil membenarkan letak dudukku yang terlalu bungkuk karena keasyikan bermain game.

“Aku sudah mencoba ratusan kali hingga jari-jariku nyaris jebol menekan keypad hanya untuk menghubungi gadis itu, kalian juga sudah mencobanya, bukan?” belaku.

Bukannya berhenti menatapku, mereka malah semakin menjadi-jadi menatapku dengan tatapan “menyalahkan”. Seolah-olah mata mereka berkata “Jari-jarimu baik-baik saja kalau untuk bermain game, atau kau menunggu kami patahkan dulu jari-jarimu?”

“Dan Heechul-hyung berhentilah memandangku dengan tatapan depresi seperti itu!” kataku muak. Tapi Heechul-hyung tetap menampilkan muka orang ingin bunuh diri. Aku mengerti perasaannya. Di antara member Super Junior lainnya dialah satu-satunya yang punya foto bugil eksklusif. Foto bugilnya yang sedang mandi di bathtube bersama kucingnya Heebum.

“Aku akan mencoba menghubunginya nanti, aku akan pulang ke apartemenku saja . . “ kataku sambil memasukkan nintendo dan ipodku yang tergeletak di coffee table. Menginap di dorm bukan ide bagus. Entah kenapa aku paranoid kalau-kalau ketika aku tidur Heechul-hyung akan membekapku dengan bantal hingga mati kehabisan nafas.

***

Aku membeli apartemen ini tepat ketika kami menyelesaikan album ke-4 kami. Sudah dua tahun lebih, tapi aku sepertinya masih asing saja dengan apartemenku sendiri. Kalau saja Eomma tidak memaksaku membeli apartemen ini, aku mungkin masih belum punya tempat tinggal selain rumah orang tuaku. Ahra-noona saja sudah punya tempat tinggal sendiri, begitu kata Eomma. Dan satu hal lagi yang Eomma bilang padaku kalau aku tidak mungkin hidup bersama para hyung-ku selamanya. Sebuah kenyataan yang paling aku benci.

Aku jarang menempati apartemen ini, aku memang lebih suka tinggal di dorm. Ada Ryeowook yang selalu membuatkan aku makanan yang cepatnya mengalahkan makanan saji siap antar. Heechul-hyung yang siap jadi partner game-ku, dan semua hyung yang menjagaku.

Aku berbaring di sofa. Tempat tidurku terlalu jauh, aku malas kalau di suruh berjalan lebih lama lagi, jadi aku menjatuhkan diriku di sofa putih pilihan Leeteuk-hyung ini. Tangan kananku menggapai tas yang aku jatuhkan tepat di samping sofa. Aku mencari hape yang tertukar tadi.

Aku iseng membuka-buka feature hape itu. Hape android besutan Google yang banyak dibicarakan orang ternyata memang keren. Aku kira aku ingin menjajal gamenya terlebih dahulu, tapi entah kenapa aku malah membuka galeri fotonya. Tidak banyak self camera, gadis ini tidak terlalu narsis rupanya. Kebanyakan fotonya hanya memfoto dirinya yaang tidak utuh. Kadang hanya jari-jarinya saja, kadang hanya kakinya, dan kadang close up. Close up, tapi hanya bagian hidung ke atas atau hidung ke bawah. Dan entah kenapa aku merasakan pipiku jadi panas ketika melihat bibir yang berwarna peach mengkilat itu. Aku jadi teringat kalau hapeku sedang berada di tangan gadis itu. Satu pertanyaan terngiang di kepalaku beribu kali. Bagaimana kalau gadis itu melakukan hal yang sama seperti yang aku lakukan saat ini? Membuka galeri fotoku ?

Aku segera meloncat bangun dari sofa. Dan mencari telepon di dekat dapur. Aku menekan nomor ponselku sendiri yang tercatat di balik kertas putih yang di berikan Ryeowook padaku. Aku tidak hapal nomorku sendiri, bukannya aku tidak mau menghapalkannya, aku malas melakukannya karena ini adalah nomor hapeku yang ke-10. Sebelum-belumnya nomorku ternyata berhasil di lacak oleh E.L.F. , jadi aku harus mengganti nomorku. Aku juga tidak tahu nomor ini akan bertahan berapa lama. Mengingat nomor ponsel sendiri bagi seorang artis adalah pekerjaan yang sia-sia.

Lagi-lagi teleponku tersambung ke operator. Sebenarnya apa yang dilakukan gadis itu sehingga menonaktifkan ponselku. Aku mencobanya beberapa kali tapi hal yang sama terus terjadi. Aku mengumpat pelan sebelum menyerah dan meletakkan gagang telepon ke tempatnya semula.

Nyaris bersamaan dengan diletakkannya gagang telepon itu, ponsel yang ada di tanganku berdering. Nomor itu tidak ada namanya, mungkinkah gadis itu mencoba menghubunginya.

“Yeoboseyo ? Nuguseyo?” sapaku.

“Hallo…? Who’s this?” jawabnya sambil melemparkan pertanyaan yang sama tapi menggunakan bahasa yang berbeda.

“Who are you?” tanyaku lagi, bahasaku langsung berubah begitu diajak bicara dengan bahasa Inggris.

“I’m Jung Yoora, mmm…the one who had that mobile phone.” Aku membuang nafasku lega. Setelah menghabiskan pasokan tenagaku untuk menekan tombol redial berulang kali, akhirnya gadis ini menghubungiku juga.

“Why I can’t reach my number? My finger has numb because i dialed it all day” tanyaku penasaran.

“Your battery was running out and i don’t have the charger. I’m sorry . .” katanya dengan nada bersalah.

“I need my phone, when you can return it?”

“How about in three days?”

“Are you kidding me? I need all my contact and that phone is really important for me.” Nadaku meninggi, kehilangan ponsel itu jelas akan membuatku kelimpungan. Setidaknya butuh waktu sehari untuk mengurus ponsel baruku, belum lagi memasukkan daftar kontak baru.

“I know how important it is . .” aku mendengar nadanya yang penuh simpati. Tapi entah kenapa bulu kudukku langsung berdiri. Apa dia sudah melihatnya? Jangan-jangan dia mau minta tebusan, semakin mahal harga yang kutawarkan,semakin cepat aku mendapatkan ponselku. Gadis pintar.

“You know that?”

“All people know it, how important self phone are . . . your contacts, your relatives, your works. All things conected by that small machine.”

Huh? Gadis ini sedang mempermainkan aku?

“Then, yours? It is as importans as mine, right? But why you don’t rush to get it ?”

“I don’t have any single contact, just one, my mom. I don’t get enough friend, I’m new in Korea. And… I have more important thing to do.”

“Are you being selfish? How about me, that thing is really important . .” aku menyalak.

“Of course not, but I’m not in Seoul right now. I’m in Jeju Island.”

“Mwo?” aku keceplosan menggunakan bahasa ibuku.

“If you want yours immediately, you can come here. But I don’t force you” dia menambahkan kalimat terakhir cepat-cepat. Tidak memaksaku? Dia sadar atau pura-pura tidak sadar? Secara dia tahu betapa penting ponsel itu untukku.

“Are you set this up so you can make me on flight to Jeju Island?”

“Oh, please Mr. I-don’t-know-you-yet, how can you judge me like that. FYI, I do Seon in this Island. And I’m not trying to attract your attention!” rupanya si gadis muai kesal karena sedari tadi nadaku tidak bersahabat dengannya.

“Just make sure you send me the hotel’s address”

***

Tidak ada yang mau menemaniku ke pulau Jeju. Kangin-hyung dengan kaki seperti itu tidak mungkin ikut, Ryeowook sedang menyelesaikan materi lagunya untuk album para hoobae, Shinee. Cuma dua orang itu yang alasannya bermutu, yang lain terutama Heechul-hyung, sangat keliatan kalau dia tidak mau menemaniku. Dia mengutarakan alasan yang sama sekali di luar logika manusia, dia sedang menunggu Heewoo, kucingnya yang baru, melahirkan. Padahal kami semua tahu Heewoo berjenis kelamin sama dengan kami ber-13, dia adalah seorang kucing jantan. Sejak kapan kucing jantan menggantikan peran kucing betina dalam urusan melestarikan keturunan mereka?

Kini aku sudah berada di lobby hotel tempat si gadis yang bernama Jung Yoora itu menginap. Dan aku melihat sosoknya di restaurant hotel kali ini mengenakan dress flower print di atas lututnya, yang entah kenapa membuat kakinya tampak lebih indah dari yang sebelumnya aku lihat. Aku mengedikkan kepalaku, takut beberapa imajinasi liar mulai mencemari pikiranku di siang hari seperti ini.

Aku mendekati meja di mana ia duduk bersama sesorang pria berumur awal 30-an. Aku bukannya tidak tahu kalau suasana di meja itu sedang suram, tapi aku hanya tidak peduli, yang kupedulikan sekarang ini adalah ponselku.

“Yoora-ssi?” panggilku sambil berdiri tepat di samping mejanya. Gadis itu menoleh. Dari wajahnya dapat aku lihat dia sedikit kaget mendapati aku berada di sana.

“Oh…Who are you ?” tanyanya. Aku menaikkan alisku. Gadis ini bercanda khan? Baru sehari insiden itu terjadi dan dia sekarang melupakannya? Wajahku ini tipe wajah yang tidak gampang dilupakan, bukan? Oh, mungkin karena topi dan kacamata yang kukenakan. Tidak mungkin khan aku berjalan dengan santai tanpa menggunakan penyamaran?

“My phone..” aku hanya berkata itu tapi sepertinya sudah mebunyikan lonceng di kepala Yoora. Dia berdiri dan menggeretku menjauh dari meja dan si pria yang bersamanya.

“Are you that Mr. Coffee, aren’t you?” aku mengerutkan dahi ketika Yoora-ssi melabeliku dengan sebutan Tuan Kopi. Tapi aku mengangguk saja, mengiyakan sebutan yang sebenarnya terdengar konyol di telingaku.

“Can you wait a minute, let me finish my Seon first, then I’ll give you your phone.”

“Why you don’t give me right now?” salakku. Aku benci menunggu.

“Your phone is in my room, and my room on the 25th floor.” Katanya meberi penjelasan.

“Just give me your key!” kataku sambil mengadahkan tangan.

“Yoora-ssi, stop your acting, please!” aku mendengar sahut orang berbicara dari arah belakangku. Pria yang kulihat duduk bersama Yoora-ssi sekarang sudah berdiri di belakangku.

“You said you cant pregnant and have deathly disease? You hope I will believe it? That sounds riddicolous! Just say you have this jerk!” aku tidak tahu kenapa pria ini marah-marah dan menunjuk-nunjuk aku sebagai seorang brengsek.

“Jungtae-ssi, this people has nothing to do with that.” Yoora-ssi membelaku. Dan aku merasa seperti di tengah orang-orang yang sedang membicarakanku tapi aku tidak tahu apa yang mereka bicarakan.

“You know what, I have gave my 10% shares of my company to your bitch mom! And now you want leave with this jerk?”

‘PLAAAAK’

Aku bisa melihat tangan Yoora-ssi melayang di depanku dan mendarat dengan cepat di pipi si pria yang mulutnya penuh dengan omongan sampah itu. Aku bisa melihat Yoora-ssi sedang menahan emosinya dengan tidak menangis, walaupun demikian aku bisa melihat kubangan air mata yang siap meluncur dari matanya.

“You bitch!” si pria tadi tampaknya marah sekali dan melayangkan tangannya ke arah Yoora-ssi, si pria jelas tidak terima ditampar oleh Yoora-ssi dan ingin membalasnya. Tapi entah kerasukan setan dari mana tanganku begerak begitu saja untuk mencekal tangan si pria tadi yang hendak membalas perlakuan Yoora-ssi. Rasanya seperti tidak tega melihat gadis itu disakiti.

“Tidak seharusnya kau memukul perempuan” kataku.

“Jadi menurutmu siapa yang pantas aku pukul?” tanyanya sambil melayangkan tinju ke arahku.
Aku bisa merasakan rasa amis yang meluncur ke mulutku. Sialan! Pria ini tidak tahu siapa yang dihadapinya rupanya. Bukan masalah sakit atau tidak sakit, tapi masalah harga diri karena dia berhasil membuat mulutku sobek. Sangat tidak adil bila aku belum membuat tangan atau paling tidak jarinya patah.

“Kita lihat siapa yang pantas kena pukul!” kataku sambil mengahtamkan tanganku ke rahangnya. Untungnya Kangin-hyung memberitahuku di mana tempat latihan boxing yang bagus, sehingga aku bisa menunjukkan uppercut-ku kepada si bajingan ini.

To Be Continued

 

by : ambellminumkopi

25 Comments (+add yours?)

  1. niidasparkyu
    Oct 23, 2010 @ 18:13:03

    akhirnya di publish juga…. ^^

    lanjut jg lama lama!!

    Reply

  2. putz_putz
    Oct 23, 2010 @ 18:48:36

    akhirnya d publish juga….
    lanjuttttt…..

    Reply

  3. Erika(chemistrylatte)
    Oct 23, 2010 @ 18:52:10

    Ah makin penasaran!

    Reply

  4. ivelkyujung
    Oct 23, 2010 @ 19:41:51

    oalah kyu.. kerreeeeennn!!!!
    lanjutkan 😉

    Reply

  5. hansaera
    Oct 23, 2010 @ 19:45:06

    pendek author, uda bagus sih ^^

    Reply

  6. hyun-jae
    Oct 23, 2010 @ 19:45:47

    ahhh part 3’a cepetan!!!!!!!
    penasaran..penasaran…

    Reply

  7. LopeLopeKJW
    Oct 23, 2010 @ 20:30:50

    kyu pinter english! #gapen
    haha.. rame!

    Reply

  8. aulia
    Oct 23, 2010 @ 21:00:44

    lanjutttttttt

    harus lanjut!!!

    penasaran nih,,
    jangan lama2 ya…

    Reply

  9. aulia
    Oct 23, 2010 @ 21:04:07

    lanjutttttttt

    penasaran nih,,
    jangan lama2 ya lanjutannya…

    Reply

  10. Lee Iseul
    Oct 23, 2010 @ 22:06:12

    ini authornya yg demen kopi apa adminnya yg demen kopi?namanya minumkopi gtXD *ganyambung* menarik looh lanjut ya

    Reply

  11. mei.han.won
    Oct 23, 2010 @ 22:13:56

    lanjuttttt…..

    Reply

  12. shin sun yong
    Oct 23, 2010 @ 22:22:41

    lanjuuuuuttt…
    next par asap ya…

    Reply

  13. yokyuwon
    Oct 23, 2010 @ 22:44:00

    akhir na publish jg…

    Reply

  14. sungwookie
    Oct 24, 2010 @ 04:33:30

    lngsung bca part 2,, sgra mlncur k’part 1,, authir lanjuttt!!

    Reply

  15. ChoAidhaKyu
    Oct 24, 2010 @ 07:05:57

    Keren…Keren… Ini salah satu ff yang paling ku tunggu2 kehadirannya,bwt yg part selanjutnya jgn lama2 ya thor*pletak,di jitak authour gara2 nyuruh2 seenakx jidat kyu* 😀

    Reply

  16. Chaca
    Oct 24, 2010 @ 10:03:00

    Keren…keren..keren …
    Tp d pnjangin yy

    Reply

    • ambellminumkopi
      Oct 24, 2010 @ 12:11:04

      actually part yg ke-3 bakal lebih pendek . . mianhe *bowing*
      tapi di part selanjutnya lumayan panjang kok 😀

      Reply

  17. ambellminumkopi
    Oct 24, 2010 @ 11:30:15

    pertama mau ngomong maaf . .
    ada yang sadar nggak ya kalo di part 1 tokoh utama ceweknya aku pake nama Saerha-ssi tapi di sini namanya Jung Yoora . .

    aku lupa buat ganti nama di part 1 . . . mianhe reader *bowing*

    makasih buat komennya 😀

    Reply

  18. Ocha
    Oct 24, 2010 @ 17:13:32

    Hajar terus Kyu!!!
    Lanjut ASAP ya…

    Reply

  19. vanny
    Oct 25, 2010 @ 13:01:19

    finally, publish jg….

    like this…
    lanjutannya jgn lama2 ya hehehehe

    Reply

  20. Wirazhuho
    Oct 25, 2010 @ 15:18:16

    Akang kyu gwe diapain ?? Omo. Dipukul !! Kurang ajja. Sypa yg mukul .. Sini hadapi gwe dlu ..

    Reply

  21. shinhyunrin
    Apr 23, 2011 @ 19:20:21

    it’s ok author . . soal nm ga masalah . .

    tp jujur ff’a cerita’a bgs bgt bhasa juga . .
    aku sukaaaa . . .
    Pa lagi s’Kyu’a hehehe
    Lanjut k’part 3 ah . . #ga penting

    Reply

  22. Minkijaeteuk
    Sep 30, 2011 @ 01:05:45

    aku rada heran kok cwe beda nama y tau y d ganti..
    makin seru aja, ngenayangin kyu berantem gagah banget……
    yoora y d jodohin sama eomma y ya?? penasaran sama penyakit yh diderita ma dia, setiap ngobrol.sama cwo yg mau nikahin dia pasti nolak n alesan y ngak bisa hamil….?????
    Lanjut part 3!!!!!!!

    Reply

Comment's Box

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: