Yeongwonhi Saranghae, Chagiya.. – Part 3


Tag :    Cho Kyuhyun

Lee Donghae

(Kyuhyun POV)

“Kyuhyun-ah,” panggil sebuah suara, membangunkanku dari tidurku.

Aku membuka mata dan melihat HyeonJi tengah tersenyum kepadaku dari sampingku. Aku langsung bangkit dan menatapnya kaget. Bagaimana bisa ia berada di atas ranjangku?

HyeonJi agaknya mengerti kebingunganku. Ia tersenyum dan mulai menjelaskan bagaimana ia bisa berada di kamarku.

Ia menjelaskan bahwa ia masuk ke rumah menggunakan duplikat kunci rumah yang kuberikan padanya, untuk menengokku yang tadi siang pulang awal karena tidak enak badan.Saat ia masuk, aku sedang tidur. Jadi ia memutuskan masuk ke kamarku dan mengompres dahiku. Tapi, aku menangkap tangannya dan menariknya hingga ia jatuh ke atas ranjangku. Sudah begitu, aku memeluknya dengan erat hingga membuatnya tak bisa melepaskan diri.

Awalnya HyeonJi mengira aku bercanda. Tapi, begitu melihatku yang tertidur pulas, ia akhirnya sadar bahwa aku tengah mengigau, dan semua tindakan itu kulakukan tanpa sadar. Akhirnya, setelah lama berkutat melepaskan diri dan tetap tidak bisa lepas dari pelukanku, ia menyerah. Ia memutuskan menungguku bangun, tetapi lama-lama ia jatuh tertidur pula.

Mendengar penjelasannya, aku tersipu. Sejak dulu, aku memang sering mengigau jika sedang tidur. Tapi tak kusangka, kali ini aku sampai menarik orang dan memeluknya, bahkan tak mau melepaskannya. Aku berkali-kali menggumamkan kata maaf pada HyeonJi.

“Sudahlah, tak masalah,” kata HyeonJi, tertawa kecil. “Lagipula, kau kan tak sadar saat melakukannya. Itu bukan salahmu,” katanya, tersenyum manis. HyeonJi kemudian keluar dari kamarku.

Aku mengikutinya keluar kamar dan duduk di ruang keluarga. Sekilas, aku melihat jam dinding. Pukul 6.

“Chagiya, apakah SangEun sudah pulang?” tanyaku pada HyeonJi yang sedang menyiapkan makan malam di dapur.

“Setahuku, belum. Barusan aku sudah mengecek kamarnya, tetapi tak ada orang di sana,” balas HyeonJi.

Aku mengerutkan kening. Biasanya, SangEun sudah berada di rumah jam segini, karena ia selalu pulang kerja jam 4. Apa dia terjebak macet?

Beru saja aku hendak meneleponnya, terdengar dering telepon dari meja di sampingku.

“Yeoboseyo?” Aku mengangkat telepon.

“Yeoboseyo,Oppa,” jawab sebuah suara di seberang sana.

“SangEun-ah,” kataku, mengenali suara SangEun.

“Oppa, maaf mendadak. Tapi hari ini, aku tidak pulang. Aku menginap di rumah temanku. Jadi, Oppa makan di luar saja, tidak usah menungguku,” katanya dengan suara serak. Apa dia habis menangis?

“SangEun-ah, gwenchanayo?”

“Ne, nan gwenchana. Jangan khawatir, Oppa.”

“Jankanman. Tadi, kau bilang kau menginap di rumah temanmu, kan? Di rumah siapa?”

Sejenak hening.

“Uhmm.. Aku..” SangEun terdengar ragu-ragu. Dan entah mengapa, firasatku mengatakan bahwa saat ini dia ada di rumah Lee Donghae. “Aku.. akan menginap di rumah Donghae..”

“MWO??” kataku keras, membuat kaget HyeonJi yang masih ada di dapur hingga menjatuhkan sendok sayur yang ia pegang. “Tidak boleh! Pulang sekarang juga!” kataku geram.

“Oppa kenapa sih, melarangku menginap di rumahnya? Tenang saja, kami tidak akan berbuat macam-macam, kalau itu yang Oppa khawatirkan,” balas SangEun, terdengar kesal.

“Bukan itu,” Aku menjawab dengan nada tajam. “SangEun-ah, kau ini perempuan. Terlebih lagi, statusmu saat ini adalah istriku. Mana boleh seorang wanita menginap di rumah seorang pria yang bukan suaminya? Apalagi pria itu tinggal sendiri! Kau harus pulang!”

“Shireo,” kata SangEun keras kepala. “Biar saja, toh tetangga Donghae juga tidak ada yang mengenalku ataupun Oppa, kok. Kalau Oppa mau tahu, sebagian besar tetangga Donghae adalah orang-orang kaya individualis yang tidak suka mencampuri urusan orang lain. Jadi, jangan khawatirkan kami jadi omongan orang, ataupun nama baikku tercemar karena digosipkan orang sebagai istri yang tidak benar.”

“SangEun-ah,” kataku jengkel, nyaris frustasi. “Sejak kapan sih, kau jadi bandel begini? Pokoknya, aku sebagai Oppa-mu, memerintahkanmu untuk pulang. Saat.. ini..  juga..” kataku, menekankan tiga kata terakhir.

Kembali hening.

“Kurasa, umurku yang sudah 23 tahun memberiku hak untuk melakukan apapun juga,” kata SangEun dingin, membuatku kaget. Selama ini ia tidak pernah bersikap dingin padaku, bahkan selalu bermanja-manja padaku.

“Aku sudah dewasa,Oppa! Aku berhak mengatur urusanku sendiri. Dan untuk Oppa ketahui,” SangEun menekankan kata-katanya padaku,” aku menelepon bukan untuk meminta ijin dari Oppa, melainkan sebagai pemberitahuan agar Oppa tahu di mana aku, dan tidak mencemaskanku. Selamat malam, Oppa.”

“Sang– “ belum sempat aku melanjutkan kata-kataku, sambungan telepon sudah diputus.

Kubanting telepon, melampiaskan kekesalanku.

“SangEun kenapa?” tanya HyeonJi cemas.

“Dia menginap di rumah teman prianya,” jawabku geram,” dan parahnya lagi, dia tak mau mendengarkan kata-kataku untuk pulang.”

“Kyuhyun-ah,” HyeonJi menyentuh pundakku dan memelukku dari belakang, mencoba meredakan emosiku,” Sudahlah, SangEun sudah dewasa. Dia sudah bisa menentukan kehidupannya sendiri.”

“Dia baru 23 tahun!” bantahku.

“Tidakkah kau berpikir kalau 23 tahun itu sudah merupakan waktu yang tepat untuk mulai memikirkan masa depan? Kyuhyun-ah, kau tak adil kalau terus-menerus mengekangnya. Kau bisa mempunyai kehidupanmu denganku, kenapa dia tak boleh mempunyai kehidupannya sendiri? Cobalah berpikir dari sudut pandangnya,” balas HyeonJi lembut.

Aku terdiam. Meskipun enggan, kuakui bahwa kata-kata HyeonJi benar. Sudah waktunya bagi SangEun mencari kebahagiannya. Kami toh, tak mungkin selamanya terikat dalam pernikahan pura-pura ini.

Tapi membayangkan ia pergi dari kehidupanku, terlebih lagi bersama dengan pria lain, membuatku sedih. Hatiku sakit. Aku merasa tidak rela.

Apa sebenarnya yang kurasakan?

Sejenak, aku memikirkan hal yang mengerikan.

Tidak mungkin, kan kalau aku jatuh cinta pada SangEun, adikku sendiri?

*****

Hari ini, entah kenapa aku terbangun pagi-pagi. Padahal saat ini akhir pekan, yang berarti bukan waktunya untuk bekerja. Meskipun aku berusaha memejamkan mata, tetap saja aku tidak bisa kembali terlelap. Akhirnya kuputuskan untuk bangun dan sarapan.

Sembari mengunyah roti bakar buatanku sendiri, bayangan HyeonJi dan SangEun bergantian muncul di kepalaku. Aku masih tidak bisa menafsirkan perasaanku sendiri.

Aku mencintai HyeonJi, itu jelas. Kalau tidak, untuk apa aku memintanya jadi kekasihku? Tapi entah kenapa, akhir-akhir ini, saat memeluk ataupun menciumnya, aku mati rasa. Tak ada lagi debaran-debaran kecil ataupun perasaan hangat yang kurasakan dulu. Mungkin, perasaanku mulai mendingin.

Lalu SangEun?

Entahlah. Selama ini, aku menganggapnya sebagai dongsaengku yang manis, adik kecilku yang berharga. Tetapi jika perasaanku kepadanya memang hanya sebatas perasaan seorang Oppa kepada dongsaengnya, mengapa aku merasa tidak suka saat melihatnya dekat dengan pria lain? Mengapa aku selalu ingin mengikatnya, dan tak pernah ingin membiarkan ia pergi jauh dariku?

Apakah itu karena aku mencintainya? Atau hanya keegoisanku semata?

Tapi.. Bukankah salah satu tanda mencintai adalah menjadi egois kepada orang yang dicintainya?

“Arrgghh..” aku mengacak-acak rambutku, frustasi karena tetap tidak menemukan jawabannya.

Tak berapa lama, kudengar suara mobil berhenti di depan rumahku. Aku beranjak ke jendela dan membuka tirainya sedikit, mencoba melihat siapa yang datang.

Seorang pria dan seorang wanita keluar bersamaan dari dalam mobil. Dan aku menyadari, wanita itu SangEun! Kalau begitu.. Pria itu Donghae? Kulihat mereka berdua berbincang di depan gerbang.

Lalu tiba-tiba saja, Donghae menarik SangEun mendekat dan.. Apa yang mereka lakukan?

Aku menyipitkan mata, berusaha melihat lebih seksama. Aku tersentak saat akhirnya menangkap jelas yang mereka lakukan.

DONGHAE MENCIUM SANGEUN?!

*****

(SangEun POV)

Aku melepaskan sabuk pengamanku dan turun dari mobil Donghae. Saat aku menoleh ke seberang, aku tersenyum melihat bahwa Donghae sudah turun dari mobilnya. Donghae membalas senyumku dan memutari mobilnya, menuju ke tempatku berdiri.

“Gomawo..” kataku tulus, menatap matanya langsung. “Jeongmal gomawo, Donghae-ya.. Aku tidak tahu harus bagaimana lagi kalau kau tak pernah ada di sampingku..”

Donghae hanya tersenyum lembut mendengar kata-kataku.

“Kau benar-benar temanku yang paling baik, Donghae-ya..” kataku tulus.

Senyum di wajah Donghae tersaput mendung.

“Teman?” tanyanya lirih.

Aku mengangguk, masih tersenyum, walaupun agak bingung dengan sikapnya. Donghae menghela napas, berat. Kemudian tiba-tiba saja dia menarikku mendekat dan.. menciumku, tepat di bibir.

Aku membeku, terbelalak tak percaya menatapnya. Perlahan, Donghae melepaskan ciumannya dan menatapku, lembut dan dalam.

“Aku tak pernah ingin menjadi temanmu, SangEun-ah..” katanya pelan, menatap lurus ke bola mataku,”karena aku mencintaimu.. Aku menginginkanmu menjadi milikku..”

Aku masih mematung, terlalu terkejut atas pengakuannya,” Donghae-ya..”

“Mianhae,” Donghae memotong kata-kataku,” Aku tahu, ini bukan waktu yang tepat untuk menyatakan perasaanku.. Terlebih lagi, dengan semua masalahmu saat ini.. Dan juga perasaanmu padanya..” Ia memalingkan muka dan menghela napas. Kemudian ia kembali menatap mataku. “Tapi aku akan menunggu, SangEun-ah. Aku akan selalu menunggu sampai kau juga mencintaiku.”

Ia menghentikan kata-katanya sejenak.

“Aku sudah mencintaimu sejak kita masih anak-anak dulu, SangEun-ah. Aku sudah menunggumu sejak saat itu, menunggu sampai kau menyadari perasanku dan menjadi milikku. Tapi aku tak pernah mengungkapkannya hingga saat ini, karena aku terlalu pengecut,” Donghae menatapku, kali ini dengan tatapan sendu dan rindu. ”Sekarang, saat aku sudah bisa mengatakan perasaanku padamu, kurasa tak masalah bila aku harus menunggu sedikit lagi, sampai kau bisa melupakan perasaanmu padanya dan menjadi milikku seutuhnya..”

Donghae mengangkat daguku dan kembali mendekatkan wajahnya padaku. Entah kenapa, meskipun aku tahu apa yang akan dia lakukan selanjutnya, aku tak bisa memalingkan wajahku. Aku seperti terhipnotis pada tatapan matanya.

“Saranghae..” katanya, sebelum kembali mencium lembut bibirku. Setelah itu, ia berbalik dan masuk ke dalam mobilnya, kemudian pergi.

Aku terpaku menatap kepergiannya. Sesaat kemudian, aku meraba bibirku dan menyadari bahwa ia baru saja mengambil ciuman pertamanku. Begitu fakta ini menghantam kesadaranku, tanpa kusadari air mataku mengalir. Aku menaruh kedua telapak tanganku di mulut, menghalau keinginanku untuk tersedu-sedu.

Kenapa aku menangis?

Apakah itu karena aku baru menyadari perasaan tulus Donghae dan merasa bersalah karena tanpa sadar telah melukainya selama bertahun-tahun?

Atau karena aku merasa bersalah karena mengkhianati Kyuhyun yang, sekalipun hanya pura-pura menikah denganku, bagaimanapun juga tetap berstatus sebagai suamiku? Suami pura-pura yang.. Sebenarnya sangat kucintai?

Aku benar-benar tak tahu.

“SangEun-ah..” panggil seseorang dari balik punggungku. Aku berbalik dan langsung membeku saat berhadapan dengan Kyuhyun.

“Oppa..” kataku lirih. Perasaan panik tiba-tiba melandaku. Apakah Kyuhyun melihat semua yang dilakukan Donghae tadi?

Kyuhyun tak berkata apapun. Ia mengusap air mataku dengan kedua tangannya, kemudian menarikku ke dalam pelukannya. Saat aku berada di pelukannya yang hangat, aku tak bisa menahan diriku lagi. Aku terisak hebat, menangis tersedu-sedu.

*****

(Kyuhyun POV)

Tangis SangEun meledak di pelukanku. Mungkin dia syok. Dan tak ada yang bisa kulakukan, selain memeluknya semakin erat.

Tak kupungkiri, saat ini aku merasa benci luar biasa pada Lee Donghae. Beraninya ia mencium SangEun, bahkan hingga dua kali! Ingin rasanya kuremukkan rahangnya dan mematahkan tulangnya sekalian.

Aku menarik napas dan mengeluarkannya perlahan, berusaha rileks.. Kucoba membuang pikiran gila itu dari otakku.

Tak lama kemudian, tampaknya SangEun mulai bisa mengendalikan diri. Meskipun tangisnya belum reda sepenuhnya, setidaknya punggungnya tidak lagi terguncang hebat seperti tadi. Aku melepaskan pelukanku dan meletakkan tanganku di kedua pipinya, mengangkat wajahnya. Ia balas menatapku. Sendu. Entah kenapa, melihat wajahnya yang tak berdaya ini, aku ingin sekali menciumnya. Tapi aku mengendalikan diriku, dan berusaha menjaga agar pikiranku tetap waras. Sebagai gantinya, kulepaskan tanganku dari wajahnya dan kugenggam kedua tangannya.

“Ayo kita masuk,” ajakku. Ia hanya mengangguk dan mengikuti langkahku.

Kuarahkan langkahku ke ruang keluarga dan mendudukkannya di salah satu sofa. Kemudian aku ke dapur dan membuatkan 2 cangkir cokelat hangat untuk kami berdua.

“Ini, minumlah,” kataku, menyodorkan salah satu cangkir kepadanya.

SangEun menatapku sebelum menerima cangkir yang kuberikan. “Gomawo,Oppa..” katanya, terdengar lirih dan lelah. Setelah itu, ia meneguk isi cangkir itu pelan-pelan. Aku duduk di sampingnya.

“Jadi.. Apa yang terjadi?” tanyaku hati-hati.

SangEun menatapku, tampak lelah.

“Aku bodoh..” katanya, hanya berupa gumaman. Ia tertunduk dan menggigit bibirnya. “Aku tak pernah tahu perasaan Donghae padaku dan terus menerus melukai hatinya tanpa sadar. Sahabat macam apa aku ini? Aku bahkan tak pantas disebut sebagai temannya. Aku hanya bisa memberikan dia kesedihan, bukan kebahagiaan, seperti yang selayaknya diberikan oleh seorang sahabat. Babo.. Naega jeongmal babo..” SangEun kembali menatapku. Air mata menggenangi pelupuk matanya.

Aku melingkarkan lengan kiriku ke pundaknya dan menariknya, memeluknya dengan sebelah tanganku.

“Bukan salahmu..” kataku lembut, mencoba meredakan rasa bersalahnya, “Ia berada di sisimu atas kemauannya sendiri. Ia sendiri yang merelakan dirinya terluka dengan menjadi tempat curhatmu. Terlebih lagi, selama ini dia tak pernah mengatakan perasaannya padamu secara langsung. Jadi, sama sekali bukan salahmu kalau dia terluka atas perasaannya padamu. Salahnya sendiri yang tidak pernah jujur mengakui perasaannya padamu.”

SangEun melepaskan diri dari pelukanku dan menatapku nanar. “Jadi menurut Oppa, jika dia terluka karena sikapnya sendiri yang tak pernah mengakui perasaannya padaku, maka aku sama sekali tidak perlu merasa bersalah karenanya?” tanyanya, ragu dan tak percaya.

“Tentu saja,” anggukku tegas.

Sesaat SangEun tak berkata apa-apa. Ia hanya terdiam, menatapku dengan pandangan sedih, seakan-akan perkataanku tentang Lee Donghae tadi kutujukan untuknya. Kemudian ia meletakkan cangkir cokelatnya di meja.

“Gomawo cokelat panasnya, Oppa. Aku mau ke kamarku..” katanya pelan, kemudian beranjak menuju kamarnya..

Aku hanya bisa terdiam menatap kepergiannya.

*****

Setelah kejadian itu, sikap SangEun kepadaku berubah.

Ia tak pernah lagi bermanja-manja padaku, bahkan bersikap sangat sopan. Memang ia tetap bersikap ramah dan hangat. Tapi aku merasa ia menghindariku, membuatku bingung dan bertanya-tanya sendiri. Apa salahku sampai dia bersikap begitu?

Aku tak pernah tahu, karena jika aku bertanya langsung pada SangEun, dia selalu tersenyum dan menjawab,”Oppa tidak salah apa-apa. Tak usah khawatir.”

Tapi jika memang aku tidak berbuat salah, mengapa aku merasa dia sengaja menjaga jarak denganku?

Dan ini bukan hanya keparanoidanku semata. Banyak bukti yang bisa kuberikan sebagai dasar argumenku. Misalnya saja, kejadian kemarin malam.

Saat itu kami berdua sedang menonton bersama di ruang keluarga.

Lelah dengan posisi dudukku, aku menyandarkan kepalaku ke bahu SangEun, seperti yang biasa kulakukan. Tapi tak seperti biasanya, kali ini, dengan lembut ia mengangkat kepalaku dari bahunya, dan menyandarkannya pada sandaran sofa.

SangEun berkata lembut,”Oppa, jangan seperti ini. Aku tak mau membuat HyeonJi Onnie salah paham.” Setelah itu, ia beranjak dan duduk di sofa lainnya.

Lihat, kan? Dia tak pernah begitu sebelumnya. Sikapnya itu benar-benar membuatku bingung.

Tapi aku sama sekali tidak tahu bahwa sikap anehnya itu hanya awal.

*****

to be continue~~

by : Im SangEun aka Lyra

42 Comments (+add yours?)

  1. syalala
    Oct 24, 2010 @ 18:18:45

    huaaa, bikin geregetan XD lanjut authooor

    Reply

  2. minkiii
    Oct 24, 2010 @ 18:19:39

    chingu. .
    aigoo,chingu.
    gak tau mau ngoment apa saking sukanya sama ff ini. .
    kyuhyun plin plan nich ah.maunya hyeonji sama sangeun.maruuk. .
    aku kasian ma donghae kenapa selalu jadi tokoh yang tersakiti?yang selalu memendam perasaannya ke istri orang? ?
    LANJUUT CHINGU

    Reply

  3. mei.han.won
    Oct 24, 2010 @ 18:33:59

    kyu…bimbang!!!!
    Lanjutttt….

    Reply

  4. sungwookie
    Oct 24, 2010 @ 18:36:10

    Uaahh hae smpe 2x!! Ahh kyu g peka nih!! Klo ska sma sangeun lpsin aj hyeonji,, lanjutt pnsaraann ^^

    Reply

  5. Azty SUJU 4EVER
    Oct 24, 2010 @ 19:01:52

    Waaaa… Author na bkin penasaran setengah mati reader na nih!!!^^

    ayo dong author jgn lama2 y lnjtan na…klo bsa bzok!!hehehe

    Reply

  6. lalala
    Oct 24, 2010 @ 19:02:13

    pengen baca lanjutannya… udh g sbr nih oenni….

    Reply

  7. Ayaayaa
    Oct 24, 2010 @ 19:09:09

    Ayooo..lanjut..aku pnasaraaan..

    Reply

  8. ddangkoma19
    Oct 24, 2010 @ 19:46:27

    Keren bgt 🙂
    lanjut 😀

    Reply

  9. iantae
    Oct 24, 2010 @ 19:51:25

    astagaa!chinguu
    kereenn cepetaann

    Reply

  10. leeeunhye aka hae's wife
    Oct 24, 2010 @ 19:58:25

    wowww…
    Mkin seruuu..
    D tnggu lnjtan na..

    Reply

  11. niebum
    Oct 24, 2010 @ 20:13:06

    ih kyu babo bgt sie masa gag sadar2 juga,, kcian sang eun.
    lanjut author dah penasaran nie.
    hhe.

    Reply

  12. irenecho
    Oct 24, 2010 @ 20:30:46

    lanjuuuut thoorrr. bikin penasaran banget. kyu sama sangeun ajaaa. sama2 suka jugaa.

    Reply

  13. len2_kyung
    Oct 24, 2010 @ 20:43:00

    Seru… Lanjut chingu…

    Reply

  14. merr
    Oct 24, 2010 @ 20:48:39

    chingu lanjut..
    aduh gga sabar…

    Reply

  15. marshafishy
    Oct 24, 2010 @ 21:01:27

    Lanjuuut chingu, gak sabar sama next partnya. Hehe 🙂

    Reply

  16. LopeLopeKJW
    Oct 24, 2010 @ 21:18:43

    awawaw..
    udah mulai plinplan, udah ada rasa
    ahay.. #apaansih?
    kyu, choose one! jgn maruk yee

    Reply

  17. meLoVeSJ
    Oct 24, 2010 @ 21:20:07

    aaaaa….
    akhirnyaaa…..
    lanjut2

    Reply

  18. kyu :)
    Oct 24, 2010 @ 22:26:54

    waaaahh tambah seru aka nih
    aku chingu cepetan lanjutin yaa
    entar kalo lama lama jd ga seru lagi
    hehe

    sekalian juga tolong happy ending yaa
    please..
    hehe 😀

    Reply

  19. Soona
    Oct 24, 2010 @ 22:29:34

    Penasarannn..
    Dtggu kelanjutan’a..
    ^^

    Reply

  20. shin sun yong
    Oct 24, 2010 @ 22:47:34

    lanjuuuuuuuuuuttt….
    part selanjutnya di tunggu…
    makin penasaran..

    Reply

  21. ivelkyujung
    Oct 24, 2010 @ 23:31:43

    huhu.. bacany sedih 😦 kasian sangeun.. kyu knp ga tega gitu siyy??
    lanjut author 🙂

    Reply

  22. ivelkyujung
    Oct 24, 2010 @ 23:33:44

    mian typo.. maksudny kyu ga tegas..

    Reply

  23. Wirazhuho
    Oct 25, 2010 @ 00:36:31

    Good sangeun. Bgus agus. Cuekin akang kyu. Ceraikan akang kyu. Dan akang kyu merried dgn gwe.*coment macam appa ini.

    Reply

  24. yokyuwon
    Oct 25, 2010 @ 00:47:04

    dasar kyu paboo!! udh tau ska,tp msh plin – plan…aishh jd penasaran!!

    Reply

  25. lyrasymphony
    Oct 25, 2010 @ 05:26:15

    @All: Gomawo uda meninggalkan jejak d ff ni! ^__^
    Mian,komen.a g bs dbls skrg,coz aQ lg ol lewat HP.. (_ _) *deep bowing*
    Nnt mlm deh y,klo aQ ol dr lappy,pasti Q bls satu2! ^~^
    Luv U,all~~ 😀
    *hug2 all reader*

    Reply

  26. Chaca
    Oct 25, 2010 @ 08:09:19

    lanjoot part selanjutx ditunggu …

    Reply

  27. vanny
    Oct 25, 2010 @ 11:04:07

    jiah… cepet bgt TBCnya
    hehehehehehe

    Reply

  28. Dhangkyurin0327
    Oct 25, 2010 @ 16:36:40

    lanjut author . . .
    oh kyu cptn sadar dong klo sangeun tu sayang ma oppa ??? -.-

    Reply

  29. melsy
    Oct 25, 2010 @ 17:53:05

    lanjut Chingu!!!

    Reply

  30. Lolo
    Oct 25, 2010 @ 18:19:58

    Wah, seru seru!
    Ayo lanjutanny dtggu scptnya ya,,

    oiy, mo tnya dong, klo mau bca ff yg di protected itu gmn ya? Paswordny apa?
    Gomawo

    Reply

  31. princess lee
    Oct 25, 2010 @ 19:16:16

    waduuuh sangeun jangan begitu laaahh… masa kyu kamu gituin.. ckckck
    lanjutannya asap yaaa author 😉

    Reply

  32. Ocha
    Oct 25, 2010 @ 20:28:50

    Penasaran dech, ntar SangEun sama Kyu apa Hae…
    Lanjut donk…

    Reply

  33. VinnLawliet
    Oct 26, 2010 @ 09:50:02

    Waw kasian donge..

    Reply

  34. KyuLee
    Oct 28, 2010 @ 02:14:30

    whoooaa…ga bsa ngomen..lanjuttt
    btw kasihan mereka bertiga,,

    Reply

  35. siyoung
    Jan 01, 2013 @ 02:05:25

    kyuhyun pabbo ga nyadar2 sama perasaannya sendiri T_T

    Reply

  36. mira
    Feb 28, 2013 @ 06:10:51

    Kyu knpa blum sadar jg kl sangEun cinta ma kyu,,
    kasian sangEun..

    Reply

  37. Kodok
    Mar 24, 2013 @ 12:17:21

    geheheheh…darbakkk….keren kerennn….haenya manly bgt

    Reply

  38. vany
    Jan 18, 2014 @ 00:09:21

    duhh kereeennn^^ penasarann

    Reply

  39. yoon eun Hae
    Apr 30, 2014 @ 12:06:28

    sangeun nnti sama siapa donghae atau kyuhyun ??

    Reply

  40. Kim Jihyun
    May 17, 2014 @ 14:16:51

    -,-huft! kyuhyun PHP nih..-,-

    Reply

  41. esakodok
    Jun 12, 2015 @ 22:31:10

    euhhh..bang kyu g pema banget dahhh…kasihan sang eun..dia kena oukulan telak dr kata katanya kyu

    Reply

  42. esakodok
    Aug 12, 2016 @ 22:15:38

    tuh kan..kyuhyun trlalu banyak verspekulasi..hiii..jd gemes

    Reply

Comment's Box

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: