Yeongwonhi Saranghae, Chagiya.. – Part 4


Tag :    Cho Kyuhyun

Lee Donghae

(Kyuhyun POV)

“Aku pulang,” seruku setelah membuka pintu.

“Selamat datang,” Seperti biasa, suara lembut SangEun menyambut kepulanganku. Tapi tidak seperti dulu, ia tidak segera beranjak mengambil tasku dan membantuku melepas dasi. Aku mendesah. Hari ini, tepat sebulan sejak dia mulai bersikap aneh padaku.

“Oppa, aku sudah menyiapkan makan malam di meja,” katanya, tersenyum manis begitu melihatku muncul dari ruang depan. “Setelah makan dan mandi nanti, tolong langsung ke ruang keluarga, ya. Ada yang ingin kubicarakan,” katanya, tiba-tiba bersikap serius.

Aku mengangkat alis. Tumben dia bersikap serius. Biasanya juga, dia selalu bersikap kekanak-kanakan.

“Memangnya kau tidak ikut makan?” tanyaku.

SangEun tersenyum dan menggelengkan kepala. “Aku sudah makan tadi,” jelasnya.

“Oh,” kataku, tak tahu harus mengatakan apa lagi.

Aku segera menuju kamar mandi. Kemudian, setelah menyelesaikan makan malamku, aku segera ke ruang keluarga, menuruti permintaannya. SangEun tersenyum menyadari kehadiranku.

“Jadi, apa yang ingin kau bicarakan?” tanyaku langsung, segera setelah aku duduk di sampingnya.

Sesaat SangEun menggigit bibir bawahnya, tampak ragu-ragu. Tapi kemudian ia menghela napas dan menatapku lurus.

“Oppa, aku ingin kita bercerai,“ katanya tegas.

Aku membeku mendengar ucapannya.

Bercerai??

Apa-apaan ini??

*****

(SangEun POV)

“Apa maksudmu, SangEun-ah??” Kyuhyun menatapku dengan pandangan kaget dan tak percaya. Yah, siapapun juga pasti akan kaget kalau tiba-tiba dihadapkan pada perceraian, terlebih lagi, selama ini kami baik-baik saja.

Aku menghela napas, mencoba mengungkapkan argument yang kupersiapkan semalam.

“Dari awal, kita tidak pernah benar-benar menikah, Oppa. Kita tidak pernah saling mencintai. Masing-masing kita memiliki orang yang kita cintai sendiri. Jadi, apalagi yang perlu dipertahankan dari pernikahan sandiwara ini, Oppa?” kataku.

“Tapi itu bukan alasan bagi kita untuk bercerai,” Kyuhyun menatapku tajam.

Aku mengangkat alis. Dua orang yang tidak saling mencintai disatukan dalam sebuah pernikahan, dan menurutnya itu bukan alasan yang tepat untuk berpisah? Ke mana sisi logika Kyuhyun?

Aku mendesah. Tampaknya, akan butuh cukup lama malam ini untuk berdebat dengannya, untuk menyakinkannya menuruti permintaanku : mengakhiri semua ini.

“Perlukah kuingatkan pada kesepakatan kita dulu, saat Oppa bertanya padaku bagaimana kita mengakhiri semua sandiwara ini?” tanyaku, mencoba mengingatkannya pada kesepakatan awal kami. Ekspresi Kyuhyun  langsung berubah, tampaknya ia ingat. Aku tersenyum dan melanjutkan,” Saat itu kita sepakat. Kapan pun salah satu dari kita merasa mantap dan yakin telah bertemu dengan orang yang tepat bagi kita masing-masing, maka itulah saatnya kita bercerai, mengakhiri semua kepura-puraan ini.”

Kyuhyun masih terlihat tak setuju. Tapi sebelum ia mengatakan apapun lagi sebagai reaksi penolakkannya, aku sudah keburu berbicara lagi.

“Oppa sudah punya HyeonJi Onnie, kan?” kataku mengingatkan. ”Dan aku.. Aku punya Donghae,” kataku pahit, mengingat kembali peristiwa tadi malam saat aku menerima lamaran Donghae. Walaupun sejujurnya, aku belum mencintai Donghae, aku tak mau membuatnya menunggu lebih lama lagi, ataupun terluka lebih banyak lagi. Jadi, saat ia melamarku semalam, aku menerimanya tanpa berpikir lagi.

Maka untuk mewujudkan janjiku menikah dengannya, hal pertama yang harus kulakukan adalah mengakhiri pernikahan sandiwaraku dengan Kyuhyun, sesuatu yang sedang kuusahakan saat ini.

“ Lihat? Kita berdua sudah menemukan pasangan masing-masing. Apalagi yang harus diteruskan dari sandiwara ini?” lanjutku.

Ekspresi Kyuhyun berubah datar, tanpa emosi. Aku menghela napas melihatnya. Ekspresi itu selalu muncul bila ia sedang marah, tetapi secara tersirat mengakui bahwa lawan bicaranya benar.

“Aku ingin minta bantuan Oppa untuk menyelesaikan semua ini,” kataku pelan. “Sudahlah.. Hentikan semua kepura-puraan ini.. Dan kita berdua bisa hidup di jalan kita masing-masing,” lanjutku, memaksakan sebuah senyuman.

Kyuhyun terus menatapku tajam, membuat senyumku perlahan lenyap. Aku menundukkan kepalaku, tak berani membalas pandangannya.

“Shireo,” katanya tegas. Aku mengangkat kepalaku dan menatapnya kaget.

“Mwo?” tanyaku memastikan.

Kyuhyun menghela napas dalam,”Aku tidak mau.”

“Waeyo?” tanyaku spontan.

Kyuhyun tidak menjawab pertanyaanku.

“Cho SangEun,” katanya, memanggil namaku dengan marganya. “Aku menolak bercerai denganmu.” Ia menegaskan ucapannya sekali lagi.

Aku menatapnya tak percaya. Setelah semua keberanian yang kukumpulkan, ia menolak permintaanku??

“Kenapa Oppa begitu keras kepala mempertahankan pernikahan ini, sih?” kataku, tak bisa lagi menyembunyikan kekesalan dalam nada suaraku. “Kenapa Oppa mau-maunya terus terikat denganku dalam pernikahan sandiwara ini?? Untuk apa terus-menerus berada di sisiku?? Oppa bahkan tak mencintaiku!! Oppa–“

“Siapa bilang aku tak mencintaimu?” potongnya, langsung membuatku terpaku dan tak meneruskan lagi kata-kataku.

*****

(Kyuhyun POV)

“Siapa bilang aku tak mencintaimu?” Aku memotong kata-kata SangEun. Bisa kurasakan ia terkejut, dan terpaku menatapku.

Aku membuang muka dan mendesah, menyadari bahwa aku kelepasan bicara.

“Apa maksud Oppa?” tanya SangEun pelan.

Aku mengangkat wajahku dan menatapnya lurus, langusng ke kedua matanya. “Saranghae, SangEun-ah.”

SangEun tampak benar-benar bingung.

“Tapi.. Sejak kapan? Lalu.. HyeonJi Onnie?” tanyanya lagi. Susunan kata-katanya terdengar kacau, sekacau perasaan yang terbaca di wajahnya saat ini.

“Aku sudah putus dengan HyeonJi tiga minggu yang lalu, setelah aku menyadari perasaanku kepadamu,” jawabku tenang. “Dan saat itulah, aku benar-benar yakin tentang perasaanku padamu… Setelah mendengar kata-kata HyeonJi…”

“Memangnya HyeonJi Onnie bilang apa?” tanyanya, masih penasaran.

“Waktu aku minta putus darinya, HyeonJi hanya tersenyum sedih. Dia bahkan bilang bahwa dia sudah menduga, akan tiba saatnya ketika aku menyadari bahwa aku aku tak pernah mencintai HyeonJi.. Bahwa satu-satunya gadis yang ada di hatiku –sekeras apapun aku berusaha menyangkalnya– adalah kau, SangEun-ah. HyeonJi sudah tahu sejak pertama kali ia melihatku bersamamu. Caraku menatapmu, caraku bicara padaku, juga caraku melindungimu dari setiap lelaki yang kuanggap akan merebutmu dariku… Dia sudah lama tahu kalau sebenarnya aku mencintaimu, meskipun aku sendiri baru saja menyadarinya,” jawabku.

“Tapi, kalau begitu.. Kenapa HyeonJi Onnie tetap mempertahankan hubungan kalian kalau ia tahu Oppa tak pernah mencintainya? Bukankah ia hanya akan terluka pada akhirnya?” SangEun menatapku tak mengerti.

“Kata HyeonJi, itu karena ia mencintaiku,” jawabku sederhana. “Dan ia berharap, jika ia terus bersamaku, maka suatu saat aku akan berbalik mencintainya juga.” Aku menghela napas berat. “Tapi pada akhirnya, dia sadar bahwa dia tak akan pernah bisa menggeser posisimu di hatiku. Dia pun memutuskan merelakanku,” lanjutku.

SangEun terdiam sekarang, tampak tak yakin tentang apa yang harus dia lakukan.

“SangEun-ah,” panggilku, meraih kedua tangannya,”Setelah aku mengakui perasaanku seperti ini, masihkah kau ingin bercerai denganku?”

SangEun menatapku. Sorot matanya penuh keraguan. “Oppa, aku–“

“Jangan berbohong padaku dengan mengatakan bahwa kau tidak mencintaiku,” potongku segera. “SangEun-ah, aku tidak buta. Meskipun kau tak mau mengakuinya, aku bisa melihat bahwa sebenarnya kau juga cemburu waktu aku melihatku bersama HyeonJi. Benar, kan?” tanyaku, memastikan.

SangEun menggigit-gigit bibirnya sambil menundukkan kepalanya.

“Ya, aku mencintaimu. Sejak pertama kali bertemu denganmu, aku sudah mencintaimu. Kalau Oppa mau tahu, alasan utamaku mengusulkan pernikahan ini bukanlah untuk menghindari tekanan kedua orang tuaku, melainkan agar bisa terus bersamamu,” jawabnya pelan.

Aku tersenyum kepadanya,”Kalau begitu, tidak ada alasan bagi kita untuk mengakhiri pernikahan ini, kan?”

SangEun mengangkat wajahnya, menatapku sedih.

“Kalau saja Oppa mengatakan semua ini kemarin, mungkin aku tetap bisa mengatakan bahwa kita tidak perlu bercerai,” ucapnya pelan. SangEun menghela napas sebelum melanjutkan kata-katanya, ”Tapi saat ini, aku tidak bisa menarik kata-kataku lagi. Aku tetap ingin kita bercerai.”

Senyumku langsung lenyap mendengar kata-katanya.

“Kenapa?” tanyaku dengan suara bergetar. “Bukankah kita saling mencintai?”

“Oppa, aku sudah berjanji pada Donghae untuk menikah dengannya..” SangEun menjawab sedih. Ia menarik napas dan terlihat menguatkan diri ketika melanjutkan perkataannya,”Aku sudah menerima lamaran Donghae kemarin.”

Sesaat, aku tak bisa mempercayai telingaku sendiri.

“Tapi, bukankah kau mencintaiku?” kataku, bingung dengan kata-kata SangEun yang kontradiktif.

SangEun kembali menghela napas.

“Dia sudah mengorbankan segalanya untukku, Oppa.. Bagiku, dialah penyelamatku..” jawab SangEun lirih, memalingkan wajah. “Selama ini, dialah satu-satunya tempatku bersandar. Dialah satu-satunya yang setia menemaniku, dalam keadaan seperti apapun. Ia juga selalu melindungiku, bahkan sejak saat kami masih anak-anak dulu,” SangEun kembali menatapku.” Mungkin saat ini, aku memang tidak mencintainya. Tapi kurasa, tak akan lama bagiku untuk bisa benar-benar jatuh hati padanya. Aku menyayanginya. Tak akan sulit mengubah perasaan sayang menjadi cinta, kan?”

Aku menatapnya nanar, tak mampu berkata apapun lagi. Kekecewaan melandaku, terlebih lagi saat SangEun melepaskan tangannya dari genggamanku dengan lembut.

“Jeongmal mianhae, Oppa..” katanya pelan. Hendak beranjak.

Tiba-tiba sebuah ide tebentuk di benakku. Bukan untuk membuatnya berubah pikiran, tapi untuk mengikatnya, agar ia tetap di sisiku selamanya.

Segera kuraih tangannya dan menariknya untuk duduk kembali.

“Oppa?” panggilnya, tampak bingung dengan sikapku.

Aku  menatapnya, dalam.

“Aku tak akan membiarkanmu pergi,” kataku, pelan namun tegas.

*****

(SangEun POV)

“Aku tak akan membiarkanmu pergi,” kata Kyuhyun, pelan namun tegas.

Sebelum aku sempat bertanya, ia menarik tanganku dan menuntunku –menyeretku, lebih tepatnya– ke kamarnya. Ketika pintu kamarnya sudah tertutup rapat, tanpa peringatan, ia menciumku. Mataku membelalak tak percaya dengan tindakannya ini.

Sesaat kemudian ia melepaskan ciumannya.

“Aku tak akan membiarkanmu menjadi miliknya, SangEun-ah,” pelan Kyuhyun berkata. “Kau milikku,” ucapnya dengan nada berbahaya.

Lalu tanpa kuduga, ia menerjangku hingga kami jatuh di atas ranjangnya. Kyuhyun segera menunduk dan mencium leherku.

Aku tersentak, mulai menyadari maksud Kyuhyun.

“Oppa, jangan!” seruku panik. Kyuhyun tak menghiraukanku, ia kembali menciumku bibirku, sebelum akhirnya beralih kembali ke leherku, menggigit-gigitnya pelan. Tanpa bisa kutahan, aku mendesah.

“Oppa–“ Kyuhyun menghentikan kata-kataku dengan kembali mencium bibirku. Kali ini, ia bahkan leluasa memasukkan lidahnya ke langit-langit lidahku, karena mulutku sudah separo terbuka ketika dia memotong ucapanku tadi, saat aku mencoba menghentikannya. Sementara bibirnya melumat bibirku, tangannya mulai masuk ke dalam t-shirt yang kupakai.

“Hen.. ti.. kan..” pintaku pelan sewaktu ia melepaskan ciumannya sesaat, mencoba tetap waras di antara semua yang dilakukan Kyuhyun. Aku berusaha menghalanginya, tapi aku kalah kuat. Tenagaku tak bisa mengimbanginya.

Putus asa, kutatap wajahnya yang dingin. Ia balas menatapku, pancaran matanya penuh tekad dan amarah. Saat itu aku sadar, aku tak akan menang melawannya.

Aku menutup mataku dan menangis, merasa pasrah dan tak berdaya.

Malam itu, Kyuhyun benar-benar mencabik harga diriku.

*****

Aku terbangun saat merasakan sinar matahari menimpa wajahku. Melihat wajah Kyuhyun yang terbaring di sebelahku, aku tersentak dan langsung duduk. Air mataku kembali mengalir saat menyadari bahwa yang dilakukan Kyuhyun tadi malam bukanlah khayalanku semata.

Berhati-hati agar tidak membangunkan Kyuhyun yang masih terlelap, aku turun dari atas tempat tidur. Perlahan, kupakai semua pakaianku. Setelah itu aku keluar dari kamar Kyuhyun dan berjalan limbung, menuju kamar mandi.

Kunyalakan shower, sementara aku hanya duduk di bawahnya, sama sekali tidak berniat mandi. Kurasakan aliran air yang menyirami tubuhku, dan kubiarkan bajuku basah. Tiba-tiba saja, tangisku pecah.

Aku tak percaya Kyuhyun bisa tega melakukan itu padaku. Padahal, dia selalu bersikap lembut padaku. Tapi Kyuhyun yang tadi malam sangat menakutkan, sama sekali bukan Kyuhyun yang kukenal.

Sedu sedanku semakin menjadi saat mengingat kembali sosok diriku yang tidak bisa melawan. Aku benci diriku sendiri, yang tak berdaya menghalangi Kyuhyun, hingga ia leluasa menikmati tubuhku. Dan aku lebih benci lagi pada bagian diriku, yang diam-diam menikmati perlakuan Kyuhyun itu.

“SangEun-ah,” Kyuhyun mengetuk pintu kamar mandi dan memanggilku. Aku tak menjawab, hanya terus terisak. Perlahan, pintu kamar mandi terbuka dan sosok Kyuhyun terlihat di ambang pintu.

“SangEun-ah,” Kyuhyun melangkah masuk dan mematikan shower, kemudian berlutut di sampingku. Aku menatapnya sayu. “Gwenchanayo?” tanyanya khawatir.

Aku tertawa, pelan namun sangat sinis.

Setelah yang ia lakukan semalam, ia masih berani bertanya apakah aku baik-baik saja? Huh.

Aku mengacuhkannya dan mencoba bangkit. Kutepiskan tangannya yang terulur, hendak membantuku.

“Jangan menyentuhku,” kataku, pelan namun tegas.

*****

(Kyuhyun POV)

“Jangan menyentuhku,” kata SangEun, pelan namun tegas.

Aku tahu, dia pasti sangat marah padaku setelah apa yang kulakukan semalam. Tapi aku mengacuhkan kata-katanya, dan tetap menopang pinggangnya agar dia bisa berdiri stabil.

Lagi-lagi, ia menepis tanganku.

“Aku tidak butuh bantuanmu,” katanya dingin. Ia terhuyung-hyung keluar kamar mandi menuju kamarnya sendiri. Tidak ingin memancing emosinya, aku hanya mengikutinya dari belakang, menjaganya tanpa menyentuhnya.

Ketika ia nyaris ambruk di dekat ranjangnya, secara refleks aku menangkapnya. Tapi tidakanku itu malah membuat emosinya meledak.

“KUBILANG JANGAN SENTUH AKU!!” serunya histeris.

“Lepaskan aku!!”  SangEun memberontak, berusaha melepaskan tanganku yang kini melingkar di pinggang dan punggungnya.

Kulingkarkan lenganku semakin erat, tak peduli pada tangan lemah SangEun yang berusaha membebaskan diri dariku. Tak tahan lagi, kucium bibirnya yang basah.

SangEun langsung berhenti bergerak. Kulepaskan ciumanku dan aku melihatnya menatapku nanar. Tak lama kemudian, air matanya mengalir deras. Aku segera memeluknya erat.

“Kenapa..” tanyanya dengan suara bergetar, di antara isakannya. “Kenapa kau tega melakukannya padaku?” SangEun menangis semakin keras.

Aku terdiam, membiarkannya menumpahkan kekecewaannya padaku. Setelah tangisnya mereda, aku melepas pelukanku dan menatapnya. Ia balas menatapku, dan beragam emosi tergambar jelas di sana. Marah, kecewa, sakit hati. Semuanya emosi negative. Wajar saja, sebenarnya. Bagaimana mungkin kau bisa merasa senang ketika seseorang merenggut hal yang berharga darimu begitu saja?

“Maafkan aku..” kataku pelan. “Maafkan aku karena telah memaksamu melakukannya. Tapi aku tidak pernah menyesal melakukannya denganmu. Karena, aku mencintaimu,” kataku, menatapnya tulus.

SangEun menatapku hampa.

“Kalau kau mencintaiku, kau tak akan pernah menyakitiku, kan?” tanyanya retoris. “Tapi kenapa kau malah menyakitiku, bahkan secara fisik dan psikis sekaligus di waktu bersamaan?” SangEun terdengar sakit hati.

“Karena kau yang memaksaku melakukannya,” jawabku lembut. “Sudah kubilang kan, aku tidak mau bercerai darimu. Tidak ada alasan untuk itu. Toh, kita berdua saling mencintai. Terlebih lagi selama ini kita baik-baik saja. Sama sekali tidak ada alasan untuk melepasmu pergi dariku. Dan di saat kau bersikeras untuk menjauh dari hidupku, hanya itulah satu-satunya cara yang terpikirkan olehku untuk membuatmu terus bersamaku.”

“Kau egois!!” seru SangEun. Matanya menatapku penuh amarah.

“Ya, aku memang egois,” sahutku tenang,” tapi keegoisanku merupakan bukti bahwa aku mencintaimu.”

Tatapan mata SangEun meredup, dan ia menatapku sendu.

“Kau mengacaukan semuanya, Oppa,” katanya lirih. “Harus bagaimana sekarang bila aku bertemu dengan Donghae? Padahal aku baru saja menerima lamarannya,” SangEun menutup wajahnya dengan kedua tangannya, kembali terisak. Air mata tampak mengalir di sela-sela jemarinya yang lentik.

Aku meraih kedua tangannya dan meraihnya dalam pelukanku. Sesaat kemudian, kulepaskan pelukanku dan kutatap ia, penuh kelembutan.

“Biar aku yang mengatakannya pada Donghae,” kataku, sembari mengusap lembut pipinya.

“Jangan,” cegah SangEun segera. “Biar.. Biar aku sendiri yang mengatakannya,” SangEun menatapku ragu, tapi kemudian ia bicara dengan nada mantap. “Aku yang menerima lamarannya, jadi aku harus berani menghadapinya untuk membatalkan pernikahan kami.”

Sejenak aku tertegun pada kata-kata SangEun tentang ‘membatalkan pernikahan kami’.

“Apa itu berarti.. Kau memaafkanku? Dan.. Menyetujui untuk tetap terikat pada pernikahan ini?” tanyaku ragu.

Mata bening SangEun menatapku putus asa.

“Memangnya, aku punya pilihan lain?” katanya pelan, menundukkan kepala. “Walaupun tak kupungkiri, aku merasa kecewa karena kau memaksaku melakukannya, tapi aku juga tak bisa menafikan kenyataan bahwa ada sebagian diriku yang merasa senang. Karena setidaknya aku melakukannya dengan orang yang kucintai.” Suara SangEun semakin lemah sekarang. Ia menatapku dengan pandangan lembut,”Karena setelah kau melakukannya, aku menjadi yakin pada perasaanku sendiri.. Bahwa aku mencintaimu.”

Sekejap saja, aku langsung merasa dadaku hangat. Kupeluk ia, erat.

“Gomawo,” kataku, memeluknya semakin erat. “Saranghae, SangEun-ah.”

“Na do saranghae, Oppa..” kata SangEun, lirih dan lembut. SangEun membalas pelukanku.

Sesaat kemudian, kulepas pelukanku dan kembali menciumnya, lembut dan lama.

“SangEun-ah,” Aku menatap matanya lurus setelah aku melepaskan ciumanku,” Aku akan tetap menemanimu menemui Donghae.”

“Jangan, Oppa,” SangEun menggelengkan kepalanya mendengar ucapanku. “Akan lebih menyakitkan baginya bila kita datang berdua untuk mengabarkan pembatalan pernikahan kami. Ia mungkin akan berpikir bahwa kita pamer kemesraan di depannya, dan mungkin akan membenci kita. Aku tak mau ia membenciku, Oppa,” lanjut SangEun, lirih dan sedih.

“Dengarkan aku,“ Aku mengangkat dagu SangEun. ”Donghae itu lelaki. Sebagai sesama lelaki, aku tahu bahwa harga dirinya pasti terluka jika kau mendatanginya untuk membatalkan rencana pernikahan kalian, padahal kau baru menerima lamarannya,” Aku menghela napas. “Tak ada yang tahu apa yang bisa dilakukan oleh orang yang sakit hati, SangEun-ah. Aku takut ia menyakitimu nanti,” ucapku khawatir.

“Jangan khawatir, Oppa,” kata SangEun lembut. “Donghae tidak akan pernah menyakitiku. Aku percaya padanya,” ucapnya yakin.

Aku hendak membantah, tapi urung kulakukan melihat keteguhan dalam pancaran matanya. Aku mendesah. Tampaknya tak ada yang bisa kulakukan selain membiarkannya menyelesaikan sendiri masalahnya dengan Donghae.

*****

to be continue~~

by : Im SangEun aka Lyra

45 Comments (+add yours?)

  1. sania
    Oct 26, 2010 @ 06:13:16

    waw…. kyu ah bringas euy. untung nc g dmasukin…. kkkkk. lanjut!

    Reply

  2. mei.han.won
    Oct 26, 2010 @ 06:28:45

    gmna nsib donghae….
    Hae-ya….kwin sma aq az uk #plakkk

    Reply

  3. yessiewon_mochimochi
    Oct 26, 2010 @ 06:52:20

    kyu hebat..
    akal nya oke bgt..hahaha
    tp ksian ma hae..
    lanjut yah, tmbh keren 😀

    Reply

  4. minkiii
    Oct 26, 2010 @ 06:59:35

    wooow. .
    akhirnya kyu mengakui perasaannya.tapi kasian donghaenya. .
    tapii,aku suka caranya kyu mempertahankan sangeun.hehehe
    apakah nanti akan happy end? ?
    lanjutkan.

    Reply

  5. thaonkyu
    Oct 26, 2010 @ 07:07:46

    makin seru aja ni, nice ff.
    lanjut ya. .

    Reply

  6. Cha Eunhae
    Oct 26, 2010 @ 07:28:38

    Hae oppa kshan sx drimu..
    Tp tnang Lah aqw akan slalu dsisimu..
    Hhe
    lebay bgd ceh..

    Reply

  7. firma
    Oct 26, 2010 @ 07:31:02

    Kasihan hae….

    Reply

  8. ivelkyujung
    Oct 26, 2010 @ 08:16:38

    merinding bacany..
    kyu,daebakk! hehe..
    lanjuut…

    Reply

  9. Atikah
    Oct 26, 2010 @ 08:49:11

    Kerennnn. .
    Kyu.
    Trnyata kau bringas jga. . 😀

    Reply

  10. vien
    Oct 26, 2010 @ 09:05:07

    kyu.. dasar evil magnae egois… kkkk…

    Reply

  11. eunrima
    Oct 26, 2010 @ 09:14:13

    Kenapa ga nc aja? *ditendang author*
    Hae kasian sekali, sini sini, sama aku aja, *dilirik marah umin* ,

    Reply

  12. Dhangkyurin0327
    Oct 26, 2010 @ 09:15:57

    yaaa to be con lagi . .
    lanjuut author . . .

    Reply

  13. Dewie
    Oct 26, 2010 @ 10:01:44

    Next ff..ffnya bgus
    Ku tunggu ff selanjutnya , kasian bgt donghae.

    Reply

  14. VinnLawliet
    Oct 26, 2010 @ 10:32:26

    weh kyu! jangan sadis dong, kasian thu anak orang..

    Reply

  15. naychaa
    Oct 26, 2010 @ 11:09:13

    haaah Kyu… bner2 evil drimu..

    Reply

  16. LopeLopeKJW
    Oct 26, 2010 @ 11:30:46

    hoho..
    donge sama aku ajah, gpp.. /plakplakplakk

    Reply

  17. princess lee
    Oct 26, 2010 @ 11:51:50

    kyuuuu akhirnya kamu bilang saranghae…dan sangeun…hemmm..ckckck
    aku suka banget part ini. tapi kasian donghae tuu
    sini hae sama aku aja~ 😉

    Reply

  18. leeeunhye aka hae's wife
    Oct 26, 2010 @ 12:00:54

    wooowww…
    Kyu napsoong jga eaa/plak d getok biaskyu/
    qren..
    Dtnggu lnjtn na

    Reply

  19. ajengcho
    Oct 26, 2010 @ 12:27:30

    akhirnya, sangeun dan kyuhyun bersatu juga

    Reply

  20. yokyuwon
    Oct 26, 2010 @ 12:50:00

    seeruuuu bow!!! ayo..cepetan next part na chingu!!

    Reply

  21. cha2
    Oct 26, 2010 @ 13:22:46

    waw..
    kyu maksa de.
    hae ksian jd’y.
    ksi pair jg dunk dy..
    lanjut!!

    Reply

  22. east sea
    Oct 26, 2010 @ 14:20:27

    AYO LANJUUUT!
    ceritanya tambah seru jadinya bikin tambah penasaran^^

    Reply

  23. park rae bin
    Oct 26, 2010 @ 14:39:55

    jangan lama-lama ya next part nya…:D

    Reply

  24. shindictator
    Oct 26, 2010 @ 14:41:38

    kayanya pernah baca tpi dimana yah?
    haha lupa
    *abaikan saja abaikan*

    Reply

  25. Wirazhuho
    Oct 26, 2010 @ 15:02:50

    Yha akangkyu ma sangeun baekan.nya cepet neh .. Enaknya pake beberapa hr gtu. Byar lbh dramatisir gmna gttu. Haha*ngaco ..

    Reply

  26. Victoria
    Oct 26, 2010 @ 15:57:14

    Wahh, evilkyu, lanjut cpetan

    Reply

  27. sungwookie
    Oct 26, 2010 @ 16:30:15

    omo kyuu!! pnsaran ama nsib hae,, lnjut^^

    Reply

  28. hansaera
    Oct 26, 2010 @ 16:48:15

    kyu menakutkan, untung gak NC >.<
    lanjutkan author, hae sama saya saja #ditimpuk

    Reply

  29. Cho Chae Hyun
    Oct 26, 2010 @ 16:50:49

    Like this
    next part ASAP yo..

    Reply

  30. evil_magnae
    Oct 26, 2010 @ 16:51:58

    wah seru…
    Lanjut…

    Kyu idenya gila,, tapi diriku tetap setia padamu…
    Hhaha

    Reply

  31. Vaniiy Hyesun Lee
    Oct 26, 2010 @ 17:52:47

    Akhirnya, saling mngakui juga 😀
    o.O ?? OMO~ EVILKYU XD
    hahaha
    dasar Kyu !! X)
    kasian bgd hae… Yaudah, hae oper aja k aku #plak *dilirik taemin XP*

    Reply

  32. merr
    Oct 26, 2010 @ 17:57:11

    kyu oppa..
    nafsu banget dah..
    tapi keren….^^
    lanjutttttttt
    donghae kasian *sama aku jjja hae*
    (plakkk..ditabok massa)

    Reply

  33. riza861015
    Oct 26, 2010 @ 18:58:11

    aaaaa ikan hiu ikan cucut.. LANJUT!!?? *apadeh* itu kyu ganas amaaat,wkwkwk

    Reply

  34. Ocha
    Oct 26, 2010 @ 21:57:19

    Weleh, si Kyu jadi beringas gitu…
    Ditunggu lanjutannya ya…

    Reply

  35. KyuLee
    Oct 28, 2010 @ 02:25:35

    wedew cara bangKYU mantabs abissss…hahhaha

    Reply

  36. anggi lianaputi
    Sep 23, 2011 @ 20:33:41

    wah kyu keren banget, .aq suka cara kyu pertahanin sangeun, . Aq suka deh

    tapi kasian hae . . Yg tabah yah donghae, masih ada aq ko, .hehe *di tabok elf*

    Reply

  37. cho gi na
    Oct 29, 2012 @ 14:09:07

    kyu oppa caranya jitu banget dah

    Reply

  38. siyoung
    Jan 01, 2013 @ 02:14:04

    waaaa kyuhyun cepet kalo yang begituan -_-

    Reply

  39. mira
    Feb 28, 2013 @ 06:28:12

    Akhirnya kyu sadar jg,,
    sampe jamuran nunggunya,
    #lebay

    smoga donghae bsa merelakan sangEun ma kyu,,

    Reply

  40. Leen leyna
    Mar 19, 2013 @ 15:15:03

    Ohhhh kasihan hae oppa..:(

    hae oppa ma jessica eonni ajha dehhh…

    Reply

  41. Kodok
    Mar 24, 2013 @ 12:28:56

    kyunya keterlaluan..huaa..tp emang mentok juga sie cranya

    Reply

  42. yoon eun Hae
    Apr 30, 2014 @ 12:20:10

    gimana nasip donghae

    Reply

  43. Kim Jihyun
    May 17, 2014 @ 14:28:37

    heol ._. yadong>< akhirnya sadar sama perasaan masing2 ya hoho

    Reply

  44. parkjaein
    Jan 30, 2015 @ 15:13:09

    ow ow ow kyuhyun egois nich,, poor donghae 😦

    Reply

  45. esakodok
    Aug 12, 2016 @ 22:22:03

    kyuhyun nekat..menyakiti sangeun seperti itu..hadih

    Reply

Comment's Box

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: