When It Rains Part 2

# # #

Super Junior’s Dorm

“Siwonnie, ini surat – surat untukmu. Pilih satu yang kamu suka ya,” sahut Leeteuk sambil meletakkan kardus berisi surat – surat tepat di ruang tamu. Saat ini, Super Junior berkumpul di ruang tamu dengan kertas dan kardus – kardus yang memenuhi ruangan. Mereka sibuk menyortir surat yang menarik perhatian mereka. Cekakan, ringisan, dan berbagai ekspresi mereka membuat Siwon tertawa geli. Ide Leeteuk hyung untuk meminta E.L.F menulis seperti ini memang menyiksa. Tapi melalui surat ini, kami semangat kembali karena kami tahu ada yang memperhatikan dan mendukung kami.

Siwon membuka 2 kardus berisi kertas warna – warni. Ia membayangkan wajah E.L.F menulis ini. Ia memulai membaca satu persatu.

Tapi sampai surat ke 300, ia tetap tidak menemukan yang menarik perhatiannya. Lagipula semuanya menyebutkan alasan yang sama seperti ‘Oppa baik sekali. Cakep. Ramah. Perhatian.’ Dan segala yang sudah biasa aku dengar.

Jarang sekali ada yang menyebutkan performaku di panggung. Mereka hanya melihat penampilan luar saja. Sedikit kecewa menyelip di hatiku. Aku berusaha sedemikian keras agar bakatku diakui. Bukan ketampanan atau kekayaanku saat ini.

Tampaknya anggota lain sudah menemukan surat yang paling menarik. Sisa aku, Kyu, dan Ryeowook yang masih sibuk mencari. Aku mengambil acak dari kardus dan menarik sebuah kertas yang tampak biasa saja.

Ditulis menggunakan tangan, kertasnya tidak berwarna – warni. Hanya kertas putih yang ditulisi dengan rapi. Tulisannya juga tidak sepanjang tulisan E.L.F yang lain.

To : Choi Si Won ssi

Annyeong haseyo oppa. Saya menyukai oppa ketimbang anggota lain karena suara oppa bagus sekali. Aku sangat menyukai suara oppa waktu oppa menyanyikan ‘Who Am I’ di SuperShow 2. Aku menangis mendengar bait demi bait yang oppa nyanyikan. Aku jadi teringat dengan masa kecilku dan aku bertekad untuk menjadi anak yang kuat dan tidak cengeng. Karena aku tahu, Tuhan melihatku dari atas.

Berkat suara oppa, aku memiliki keberanian untuk melangkah maju. Aku tidak akan menyia – nyiakan hidup ini. Meski sesulit apapun aku akan tetap maju. Berkat oppa aku belajar untuk mandiri. Terima kasih banyak untuk semuanya oppa. Aja aja fighting!!

God Bless You,

C.C.

Siwon membaca surat tulisan C.C. itu lama – lama. Ia merasakan rasa senang yang melebihi apapun. Melebihi rasa bangga dan senang ketika ia dan Super Junior memenangkan penghargaan pertama mereka. Atau karena tawaran menjadi bintang utama sebuah drama.

Siwon meneteskan air matanya ketika ia membaca surat itu. Baru kali ini ada seseorang yang berkata bahwa suaranya mampu membuat hidupnya berubah. Tanpa pikir – pikir lagi, Siwon mendatangi Leeteuk.

“Kau sudah memilih? Kardusmu masih banyak surat lho..” ujar Leeteuk menatap heran kardusku yang baru 2/3nya kukeluarkan isinya. “Tidak apa hyung. Surat ini yang paling bagus menurutku,” jawabku sambil menghapus air mataku. Member lain nampak penasaran dan ikutan melihat isi surat itu.

“Whooaa… ini baru E.L.F sejati.. Tidak melihat penampilan!” komentar Leeteuk. Ryeowook malah terharu dan Eunhyuk yang biasanya jejingkrakan melihat tulisan – tulisan yang agak puitis malah memeluk Donghae erat. *apa hubungannya??*

“Cewek ini aneh.. Namanya dibuat inisial. Surat – surat yang kubaca tidak ada satupun yang menyebut inisial,” celetuk Donghae. Siwon hanya mengangkat bahu.

Leeteuk mencari nomor yang tertera di belakang surat itu di daftar pembeli tiket dan menuliskan sesuatu di belakang surat itu. Cheryl Conrad.

 

# # #

Fanmeeting tengah berlangsung. Gegap gempita fans – fans ketika satu persatu anggota muncul membuat telingku nyaris budeg. Yuri, Estelle, dan juniorku berada di barisan eksklusif a.k.a di kursi V.I.P. Estelle yang gila memborong semua tiket itu dan mengajak junior serta angkatan kami untuk menonton. Kontan saja, tiket yang diborongnya laku keras bak jajangmyeon di toko Harabouji Kim kesukaanku.

Hampir deretan V.I.P didominasi oleh murid International Senior High School of Korea. Mereka nampak bersemangat meneriakan nama idola masing – masing. Aku geleng – geleng kepala mendengarnya.

E.L.F berteriak histeris memanggil satu persatu anggota SJ untuk keluar dari backstage. Dan riuh gemuruh itu makin kencang ketika semua anggota muncul dengan senyum mautnya *aku gak bisa berhenti meringis waktu lihat mereka di fanmeeting XD*

E.L.F. larut dalam kebahagiaan sembari ikut menyanyikan lagu – lagu yang dibawakan.

Dan tak terasa, host mengumumkan bahwa fanmeeting memasuki penghujung acara. Gerutuan membahana dari sisi kanan, kiri, dan belakangku. Suara – suara tidak setuju dan meminta penampilan kembali membuat host tampak kewalahan. Lalu satu persatu anggota Super Junior naik ke atas panggung. Leeteuk mengambil alih.

Mereka mengucapkan banyak terima kasih kepada E.L.F. dan apapun itu. Aku tidak terlalu memperhatikan. Sosok Siwon menyita banyak perhatianku. Mata kami bertemu dan sudut bibirnya membentuk senyuman manis ke arahku. Aku tidak tahu untuk siapa senyuman itu tapi aku membalas dengan senyum kecil. Senyumnya makin lebar, membuatku meringis.

“Cieileeehhh, disenyumin Siwon niiyee,” goda Yuri. Tatapan matanya tidak lepas dari sosok seorang Cho Kyuhyun yang memang berada di sebelah Siwon. Mata Kyuhyun dan sudut bibirnya melancarkan ‘evil smile’nya. Estelle lagi, ia terus menatap terharu pada Leeteuk seakan Leeteuk pangeran dari negeri antah berantah dan ini adalah kesempatan sekali seumur hidupnya untuk bertemu dengan seorang Leeteuk. Ia juga terus meneriakkan nama Leeteuk bersama – sama Juniorku yang menyukai Angel without Wings itu.

“Halah, biasa kali. Gua kan imuut dari lautan manusia ini,” jawabku asal. Batuk disengaja Yuri membuatku tertawa. “Yuri-chan nyantai aja kali. Lebih baik kau berdoa semoga suratmu dipilih sama Kyu oppa,”

Ia mengangguk heboh dan komat – kamit berdoa. Aku meringis kecil mendengarnya.

“Nah, untuk semua yang sudah membeli tiket kami, petugas meminta kalian membuat karangan untuk kami benar?” tanyanya disambut suara histeria berkata ‘NEEE~~’ dan anggukan kepala serta tepukan balon berwarna biru yang heboh.

“Kami sudah memilih masing – masing 1 surat yang menurut kami menarik dan kami akan menyebutkan nomor serta nama pemenangnya,” kata Leeteuk diiringi sontakan riang dan jeritan yang kembali membuat telingaku sakit. Rasanya Kyuhyun sakit di telinga mungkin karena terlalu sering menerima konsumsi suara diatas desibel yang dianjurkan. =_=

Mulai dari Leeteuk, ia menyebutkan nomor dan nama E.L.F beruntung itu. Estelle sontak melonjak karena namanya tidak disebut. Ia mengguncang tubuhku dengan heboh, “Cheryyylll!!! Oppa tidak memilih suratkuu,,,, Huweeeee,” rengeknya.

Aku hanya diam menerima perlakuan Estelle yang sudah terlalu sering kuterima. Sebelum kesini saja ia sudah mengguncangku heboh!! “Yah, mau bilang apa? Yang penting Leeteuk oppa menerima suratmu, ia baca suratmu, dan ia senang menerima surat darimu! Kau harus bersyukur!” teriakku ketika Leeteuk memberinya hadiah dan pelukan hangatnya. Estelle tambah menjerit – jerit. Kemudian ia mendadak diam membisu.

Begitu giliran yang lain, aku tidak begitu memperhatikan. Yuri malah serius melototi nomor tiketnya yang sampai jaman berlalu gak bakal ganti itu.

Giliran Siwon membuatku siaga. “Pertama – tama, saya mengucapkan terimakasih atas surat yang kalian berikan. Saya senang sekali menerimanya,” Jeritan ribuan orang memenuhi stadion tempat kami berkumpul.

“Surat kalian membuat saya semakin berusaha memberikan yang terbaik. Sulit bagi saya untuk memilih satu dari ratusan surat yang kalian kirim. Dan saya memilih,” Ia membuka lipatan surat berwarna putih itu.

Nafasku tercekat melihat surat yang dibuka Siwon. Aku mengenali surat itu diantara ratusan kertas warna – warni waktu aku memasukkannya ke kotak bening.

“Nomor 253… Dengan inisial C.C.” ujarnya.

Yuri dan Estelle berteriak heboh ditelingaku. “Cheryl!!! Nomormu!!!” teriak Yuri. Siwon menyebutkan kembali nomor itu dan Estelle menarik tiketku dan mengacungkannya. “Ayo maju Cheryl!! How lucky you are!!” jerit Estelle sambil menarikku untuk berdiri. Aku berjalan gontai ke depan panggung. Rasa malu, gugup dilihat orang sebanyak ini membuat langkahku makin lama makin cepat.

Aku berdiri di depan Siwon. Ia tampak sedikit terkejut namun ia menyembunyikannya dengan baik. “Terima kasih, suratmu membuatku bersemangat lagi,” ujar Siwon seraya menyunggingkan senyumnya. Kakiku seakan tidak berpijak lagi dibumi.

Dari ekor mataku, seorang staf tampak sibuk di belakang mencari hadiah dan tampak panik di belakang. “Siapa namamu? Mengapa kau memberi inisial pada suratmu?” ia bertanya sambil mengedipkan matanya. Ia menyerahkan mikrofon kepadaku. “Choneun Cheryl Conrad imnida. Aku memberi inisial karena aku malu pada suratku. Terdengar konyol. Aku tidak menyangka Siwon ssi memilih surat itu,” jawabku malu – malu.

Ia tersenyum lebar dan menatap mataku. Lalu, seorang staf membisikkan sesuatu di telinga Leeteuk, Host, dan Siwon. Aku menatap mereka bergantian dengan sorot heran. Aku hampir mati mendengar teriakan E.L.F dan teman – temanku di kursi depan. Apa aku dikerjai ya?

Host tampak sedikit panik, tapi ia berusaha tenang. Namun, Siwon tiba – tiba berbisik pada host itu lalu berkata, “Wah, maafkan aku nona Cheryl. Hadiah anda sepertinya hilang. Saya benar – benar minta maaf. Bagaimana baiknya ya?”

E.L.F yang hadir terdiam dan aku menunduk malu. Sudah jadi tontonan, hadiahnya hilang sehingga aku tidak bisa cepat kembali ke tempat dudukku lagi. Yuri dan Estelle melancarkan tatapan – tatapan mendukungku. Entah gimana artinya begitu.

“Kalau begitu, sebagai ganti hadiah yang hilang, bagaimana kalau kau menerima ini,” Ia merogoh saku jasnya dan mengeluarkan sebuah gelang perak dengan berbagai bentuk alat musik. Aku terkejut melihatnya. Apalagi ia juga memakai gelang yang sama di lengan kirinya. Ia memakaikannya ke lenganku yang kurus.

Histeria E.L.F mulai membahana ke seluruh stadion. Tatapan iri, geraman kesal bisa kurasakan. Siwon tidak segera menyuruhku kembali membuatku makin salah tingkah. Ia malah melepas kalung yang dipakainya dan memakaikannya ke leherku. Kalung dogtag dan cincin kecil melingkar di tengah kalung. Mataku berbinar – binar saat sorot lampu menimpa dogtag dan cincin kecil itu. “Indah sekali,” gumamku.

“Maaf, masalah hadiah itu. Jadi ini yang bisa kuberikan,” ungkap Siwon sambil membungkukkan badannya. Aku mengangguk – angguk kikuk sampai host mempersilahkanku duduk. Ketika aku hendak berbalik, Siwon memelukku dari belakang. Ia membisikkanku sesuatu, lalu melepasku. Ia tersenyum kecil sambil mengedipkan mata. “Hadiah ketiga,”

Habis acara ini datang ke backstage ya lewat pintu Selatan, nanti staf akan menuntunmu. See you

Kupingku serasa panas ketika Siwon mengucapkannya di telingaku. Berani bertaruh, aku sudah meleleh disana kalau host tidak mempersilahkanku kembali. Tatapan Donghae ssi dan Eunhyuk ssi lagi. Ia menahan tertawa sampai aku cemberut ke arah mereka.

Yuri dan Estelle berteriak heboh di telingaku. “Heei!!! Dapat barang pribadinya Siwon!! Woooww, keren bangeet,” kata Yuri sambil mengelus gelang pemberian Siwon. Estelle menanggapi, “Hei, kamu tidak menyinggung masalah pertemuan pertamamu dengannya!”

“Mwwwo?? Masak mau aku bilang ‘oppa ini aku yang kau tabrak’ apa jadinya E.L.F. disini? Aku gak bisa keluar hidup – hidup!!” jawabku sedikit keras. Tapi tak ayal, wajahku sudah sama persis dengan kepiting rebus kesukaan Sungwoon. Atau sudah seperti Kimchi buatan Ibu dengan tingkat kepedasan diluar kewajaran?

Kami bahkan tidak memperhatikan lagi apa yang terjadi sampai – sampai SJ menyanyikan lagu penutupan. Tatapan Siwon selalu tertuju ke arahku membuatku sedikit jengah. Yuri dan Estelle menyadarinya sampai – sampai mereka menggodaku terus.

 

# # #

Aku berjalan menuju pintu Selatan yang terkunci. Disana, seorang staf meminta pengenalku. Aku memberikan tiketku karena tidak tahu harus menjelaskan bagaimana dan ia menunduk hormat serta mempersilahkanku masuk.

Di balik pintu besar itu, lorong besar seakan tak berujung terbuka untukku. Aku berjalan dibelakang staf itu. Memperhatikan arsitektur lorong itu.

“Nona, disini tempatnya,” ujarnya membuyarkan lamunanku.

“Oh iya, terima kasih ahjussi,” jawabku terbata – bata. Tulisan ruang ganti Super Junior membuatku sedikit tegang. Aku mengetuk pintu dengan hati berdebar – debar. Tampak Siwon membukakan pintu.

“Oh, Conrad ssi!! Kau datang!” sahutnya senang.

“Annyeong oppa. Eng,, oppa bisa memanggilku Cheryl saja kok,” kataku menutupi kegugupanku. Ia tersenyum kecil. “Kau benar – benar datang,”

Aku mengernyit heran dan Siwon menarikku masuk. Aku memperkenalkan diriku sekali lagi dan mereka membalas dengan ‘Super Junioeo’ nya.

Tidak butuh waktu lama untuk berbicara akrab dengan mereka. Aku jadi punya alasan lain  selain suara mereka yang bagus.

Siwon menarik telapak tanganku dan menyusuri luka yang masih membekas. “Oh, bekas luka waktu itu masih ada ya? Maafkan aku,” sesalnya. Aku menarik tanganku perlahan. “Tidak apa kok. Ini bukan apa – apa. Hehe,”

Ia menyodorkan alamat email padaku, “Aku jadi tertarik denganmu. Mau jadi temanku?” tanyanya tanpa ragu – ragu. Mataku membulat tak percaya. Sungguh suatu kehormatan terbesar untukku. Aku mengangguk kecil. “Memangnya apa dalam diriku yang membuat oppa tertarik?” tanyaku penasaran.

Ia tersenyum iseng, “Suratmu. Seperti curhat saja. Tapi sungguh, aku belum pernah menemukan orang yang karena suaraku mengubah hidupnya. Itu merupakan kehormatan terbesar untukku,”

Aku terperangah mendengar jawabannya. Aku hanya tersenyum – senyum gak jelas sampai member lain juga ikut menggodaku.

 

# # #

Aku memasuki rumahku dengan perasaan riang gembira. Kakak sampai heran melihatku yang berbunga – bunga itu.

“Woooii, mawarmu jatuhan tuh. Ni anak juga kok mesem – mesem habis fanmeeting?” candanya setengah meringis mendengarkanku menyanyi Shake It Up! sambil menggoyangkan tanganku seperti mengocok milkshake.

“Bah! Lu sirik aja bang! Mana ada juga mawar beramburan, yang ada juga suaraku yang bertebaran. Tau gak bang.. tadi aku dapat.. GYAAA!!” sahutku gembira setengah mati. Aku merebahkan tubuhku ke tempat tidurku.

“Apaan?”

“Tau Choi Siwon kan? Yang kukirimin surat kemaren itu.. yang abang ketawain!” kataku sedikit kesal mengingat ia cekakak guling – guling begitu membaca surat buatanku itu. “Iya iya. Aku inget. Emang kenapa? Diketawain juga sama Siwon?” ejeknya setengah meringis.

“Sialan! Ya enggaklah! Malahan dia milih suratku sebagai surat terbaik!! Plus dapat gelang ama kalung miliknya lagi!! Kyaaaaa,” teriakku sambil berguling – guling di tempat tidur. Kakakku menatapku dengan sorot yang tak bisa ditebak. *Gimana mau nebak, wong aku guling – guling heboh!*

“Terus?”

Aku bangkit dan duduk di ujung tempat tidurku. “Oppa bilang aku menarik dan kami tukaran alamat e-mail!!” sahutku cepat sambil tersenyum.

Tidak ada tanggapan dari kakak. Biasanya ketawa gaje atau yah setidaknya ia pasti memberikan KOMENTAR PEDAS untukku.

Aku kaget ketika aku membuka mataku. Kakak tersenyum. Entah seperti apa senyumannya itu. Antara ikut bahagia. Namun terselip rasa rindu yang luar biasa.

“Syukurlah.. Kamu sudah bisa tertawa lagi,” gumamnya pelan. Masih dengan senyum yang belum pernah kulihat itu.

Aku jengah. Aku tidak menyangka, kakak sedemikian rupa mengkhawatirkanku.

 

# # #

Tak terasa, sudah 2 bulan sejak kepergian Dad ke Jerman. Ibu terkadang pulang dalam keadaan mabuk *lagi* dan aku mengurusnya selama ia di rumah.

Herannya, sepagi ini ia tidak pergi keluar ataupun meneguk sojunya. Aku memutuskan untuk bolos sekolah saja. Ini momen paling langka ketimbang aku bertemu Siwon oppa. Aku mengendap – endap masuk kamar Ibu. Aku melihatnya terbaring di tempat tidur.

Wajah Ibu menyiratkan keletihan luar biasa. Raut – raut kaku di puncak kepalanya membuatku semakin tidak ingin meninggalkannya sendiri.

Aku menarik kursi dan membawanya ke sisi tempat tidur. Aku mengambil tangannya dan mengecupnya pelan.

Aku menarik nafas berat sebelum bicara, “Ibu.. kau tahu? Aku dan kakak sangat sayang padamu. Dad juga masih peduli sama Ibu. Tak pernahkah terlintas di pikiran Ibu betapa aku dan kakak sangat kesepian dan menderita? Ayah semakin sering pergi dinas keluar dan Ibu tidak pernah ada untuk kami. Aku dan kakak bekerja keras untuk memenuhi kebutuhan kami.. Memang tercukupi. Tapi hati kami selalu memiliki lubang besar. Lubang besar yang menyesakkan.”

Aku mengusap ujung mataku yang mulai meneteskan air mata, “Ibu.. kumohon jangan keluar malam lagi. Jangan tinggalkan kami sendiri bu. Kami perlu ibu..” Suaraku bergetar ketika mengucapkannya.

Aku mencium dahi ibu. Memperhatikan guratan wajahnya dan berlalu dari situ.

Kapan kami akan kembali seperti dulu? Apakah harapan ini hanya harapan kosong?

 

TO BE CONTINUED

Note : Hoho.. Balik lagi dengan saya.!! Cho Indriana Suhendra.! Hahaha, panjang banget ya? Nama commentku saja kusingkat jadi Cho Min Rin ^^

Ini kelanjutannya.. Maaf ya kalau – kalau gaje ganyambung *deep bow*

Buat readers, aku pengen banget bisa kontak dengan kalian, sekaligus nambah ide buat FF ^^ silahkan follow aku di @choindri99 ß Please mention me if you already follow me! Dan FB : Cho Indriana Suhendra ^^

See ya in next Chapter!! ^^

8 Comments (+add yours?)

  1. mei.han.won
    Nov 20, 2010 @ 14:36:45

    woow seruuu….envy cma chaery….di ksih klung,gelang…*mupeng*
    part 3 d tunggu…

    Reply

    • glowindri
      Nov 20, 2010 @ 20:03:39

      huahahahahhahaha.. makasih yaaa

      FF lanjutannya masih ngantri d kotak inbox XD
      aahh.. ralat! twitterku ganti username jadi @glowindri
      follow follow jik berkenan XD

      Reply

  2. chris~wonnie~hyunnie
    Nov 20, 2010 @ 16:19:30

    Sumpah, envy banget ama Cheryl~!
    Dikasih gelang ama kalung Won2?? *pingsan*
    Lanjuuuutanya sangat ditunggu, author…..!!!

    Reply

  3. alnadt
    Nov 20, 2010 @ 18:15:49

    astaga dipeluk -____- iri kk

    Reply

  4. shilla_park
    Nov 20, 2010 @ 19:43:43

    Hwaaaaa…
    mau dipeluk wonnie juga….
    lannjutttt…

    Reply

  5. Yokyuwon
    Nov 20, 2010 @ 20:57:45

    haaahhhh…wonnie ~ a…..hug me tooooo….*plaak*(ditabok bini wonnie) lanjuuuuttt chingu!!!!

    Reply

  6. leedantae
    Nov 20, 2010 @ 23:32:10

    Bagus onn,, lanjut aja,, 🙂

    Reply

Comment's Box

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: