The Messenger

Aku mengetuk sebuah pintu di hadapanku. Tak lama kemudian, seorang wanita membukakan pintu dan ia tersenyum ke arahku. Aku langsung memberikan seikat mawar putih yang sejak tadi ku pegang.

“Seo Sangmi?” tanyaku.

Dia mengangguk.

Aku langsung menarik napas panjang dan mulai menyanyikan sebuah lagu untuknya.

‘naega deo saranghalge naega deo akkyeojulge

nunmuri nago himi deul ttaemyeon apeul ttaemyeon hamkke apahalge

pyeongsaengeul saranghalge pyeongsaengeul jikyeojulge

neomankeum joheun saram mannan geol

gamsahae maeil neoman saranghago sipeo

narang gyeolhonhae jullae’

(Lee Seunggi – Will U Marry Me?)

Saat aku selesai menyanyikan lagu itu, aku mengambil sebuah kartu dari dalam saku jasku lalu memberikannya pada wanita yang bernama Sangmi itu. Ia langsung membuka kartu itu lalu membaca tulisan dalam kartu itu sambil tersenyum.

“Gamsahamnida…” ujarnya.

“Cheonmaneyo. Ini memang sudah menjadi tugasku…”

Sangmi mengambil selembar uang dari dalam dompetnya dan memberikannya padaku. Setelah mengucapkan terima kasih, aku langsung pamit. Karena memang tugasku sudah selesai.

***

Namaku Yesung. Mungkin kalian bertanya-tanya apa yang aku lakukan tadi malam. Tidak! Aku tidak melamar wanita bernama Seo Sangmi itu. Aku hanya mengantarkan sebuah pesan untuknya. Pesan dari seorang pria bernama Park Jungsoo yang ingin melamarnya. Ya, aku adalah seorang kurir pesan dan aku menyampaikan pesan itu lewat sebuah lagu.

Pekerjaanku memang terhitung unik. Aku bernyanyi untuk orang yang tidak ku kenal dengan tujuan menyampaikan sesuatu. Tadi malam aku mendapatkan uang tip dari orang yang aku beri pesan. Itu karena isi pesannya sebuah hal baik. Tapi, saat aku menyampaikan pesan yang tidak menyenangkan seperti permintaan putus atau pengakuan perselingkuhan, aku juga akan kena damprat! (-__-“)

Aku adalah seorang kurir pesan yang bertugas menyampaikan perasaan seseorang. Tapi aku sendiri tidak pernah berani untuk mengakui perasaanku. Aku hanya bisa memandang dari jauh seorang yeoja yang sudah berdiam di hatiku sejak musim semi tahun lalu.

Seperti yang aku lakukan sekarang, aku duduk di sebuah halte bis. Tapi aku tidak sedang menunggu bis jurusan manapun. Aku sedang asik melihat ke arah restoran di seberang jalan. Di sana seorang yeoja yang mengenakan seragam pelayan sedang melayani salah satu pengunjung di restoran itu. Dialah yeoja yang ku ceritakan tadi. Kalian jangan bertanya padaku siapa namanya. Karena aku sendiri juga tidak tau. ^^

“Hyung…” seseorang menepuk pundakku. “Jangan melamun di sini… Orang-orang bisa mengira hyung orang gila karena sejak tadi sudah lebih dari 10 bis berhenti di halte ini dan hyung tidak naik bis manapun.”

Aku tertawa, “Dan kenapa kau mau menemani orang gila itu?”

“Nanti kalau ada yang menculik hyung kan gawat! Aku bisa dimarahi ajumma…”

“Eunhyuk ah~… memangnya siapa yang mau menculikku, hah?” tanyaku sambil mengacak-acak rambutnya.

Eunhyuk mengangkat kedua bahunya, “Siapa tau tiba-tiba ada alien yang mendarat di bumi dan tertarik untuk mengoleksi manusia berkepala besar dan berjari-jari pendek seperti hyung…”

Aku meninju pelan lengannya, “Yak! Sebelum dia tertarik mengoleksiku, dia akan lebih dulu mengolahmu menjadi anchovy bubuk…”

Eunhyuk terkekeh mendengar perkataanku. Aku kembali melayangkan pandanganku ke arah pelayan restoran itu. Dan Eunhyuk mengibas-ngibaskan tangannya di depan wajahku.

“Aiish! Jangan menggangguku…” ujarku sambil menepis tangannya.

“Mau sampai kapan hyung menjadi stalker?”

“Sampai batas waktu yang belum ditentukan…” jawabku tanpa mengalihkan pandanganku.

Terdengar Eunhyuk menghela napas, “Kalau begini terus aku yang repot! Menemani hyung duduk di sini berjam-jam. Pantatku sudah mulai berakar, hyung!”

“Sikkeurowo…”

“Mendekati gadis itu tidak sulit hyung!” ujarnya sambil menggoyang-goyangkan jari telunjuknya. “Watch me…”

Eunhyuk beranjak dari tempat duduknya dan berjalan menuju restoran itu. Mau apa dia?

Aku mengawasi Eunhyuk dengan seksama. Dia menghampiri yeoja itu dan yeoja itu tersenyum ramah padanya. Aku melihat mereka berjabat tangan dan terlihat seperti terlibat dalam suatu obrolan yang menarik. Tak lama kemudian, Eunhyuk membungkukkan badannya lalu melambaikan tangannya. Ia berbalik dan berjalan kembali ke arahku.

“Namanya Junghee, Kim Junghee. Orangnya sangat ramah… Aku rasa hyung tidak akan kesulitan mendekatinya,” ujar Eunhyuk sambil duduk di sampingku.

Semudah itukah? Atau apakah ini memang sudah saatnya untukku mengatakan semuanya? Baiklah, besok aku akan mengatakannya pada Junghee. Tapi aku ragu…

Malam semakin larut dan angin malam mulai tak bersahabat. Aku merapatkan mantel yang kukenakan lalu beranjak dari tempat dudukku. Aku berjalan meninggalkan Eunhyuk yang melihatku dengan penuh tanda tanya.

Eunhyuk berteriak, “Hyung, eodiga?”

“Pulang…” jawabku ringan.

***

Aku melangkahkan kakiku menuju restoran tempat Junghee bekerja. Aku sudah memutuskan untuk mengatakan semuanya. Semua tentang perasaanku kepadanya. Lama aku berdiri di depan pintu masuk restoran itu dan mengumpulkan keberanianku.

Akhirnya aku membulatkan tekadku dan menghampiri Junghee yang sedang asik ngobrol dengan beberapa temannya.

“Junghee-sshi?” tanyaku.

“Nde…”

“Boleh ikut aku sebentar?”

Dia mengangguk lalu berjalan mengikutiku keluar dari restoran itu. Aku mengajaknya menuju samping restoran.

“Ada apa?” tanya Junghee kebingungan.

“Yesung imnida. Aku adalah pengantar pesan,” aku tersenyum lalu mulai menyanyikan sebuah lagu untuknya.

‘niga useumyeon nado joha neon jangnanira haedo

neol gidaryeotdeon nal, neol bogo sipdeon bam naegen beokchan haengbok gadeukhande

naneun honjayeodo gwaenchanha neol bol suman itdamyeon

neul neoui dwieseo, neul neol baraboneun geuge naega gajin mogsin geotman gata’

(Super Junior – Good Person)

“Aku ingin menyampaikan sesuatu…” ujarku sambil merogoh kantong jasku dan mengambil sebuah kartu untuknya. Kartu yang bertuliskan perasaanku padanya.

Tiba-tiba seorang pria menghampiri kami.

“Jagiya… sedang apa kau di sini?” tanya pria itu.

“Ah, oppa! Ada yang mengirim pesan untukku…”

“Nugu?” tanyanya lagi.

“Molla… Sudah! Oppa masuk saja dulu. Nanti aku menyusul…” Junghee sambil mendorong pria itu menjauh darinya.

“Jangan lama-lama, arasseo?”

“Arasseo…” jawab Junghee. “Nah, apa pesannya dan dari siapa, Yesung-sshi?”

Aku malah balik bertanya, “Pria tadi?”

“Oh, Heechul oppa? Dia nae namja chingu…” jawabnya.

What? Namja chingu? Dia sudah punya namja chingu? Aku langsung meremas kertas yang tadi ku pegang.

“Jadi apa pesannya?” tanya Junghee.

“Ah, aniyo! Sepertinya aku salah orang…”

“Mwo?” Junghee terlihat bingung.

“Apakah kau Park Junghee?” aku berbohong.

“Aigoo! Ternyata kau memang salah orang. Aku Kim Junghee bukan Park Junghee…” ujarnya sambil tersenyum.

“Jinjja? Ah, jweseonghamnida… maaf sudah mengganggumu!”

“Jadi, pesan itu bukan untukku? Ah, sayang sekali…” dia terlihat kecewa.

“Sekali lagi, aku minta maaf. Gamsahamnida…” ujarku sambil membungkukkan badan berkali-kali.

Aku langsung berbalik lalu berjalan menjauhi Junghee dan pulang dengan langkah gontai.

***

“Ddangkoma… ternyata dia sudah punya namja chingu…” ujarku sambil mengelus cangkang kura-kura peliharaanku. “Aku  patah hati… kau juga bisa merasakannya kan? Apa kau pernah patah hati juga?”

Kura-kura peliharaanku itu hanya mengedip-ngedipkan matanya. Aku menghela napas.

Sebuah suara muncul dari arah ruang tamu, “Hyung, makin hari kau semakin aneh! Masa kura-kura di ajak ngobrol…”

Bocah itu selalu saja menggangguku.

“Hyung, meskipun kau berbicara pada ddangkoma berjuta-juta kalipun, dia tidak akan bisa menjawab…”

“Terserah!” aku menaruh kembali kura-kura itu ke dalam kandangnya.

“Waeyo?” tanya Eunhyuk sambil menepuk pundakku.

“Junghee sudah punya pacar…” jawabku ketus.

Eunhyuk tertawa puas mendengar perkataanku. Aku langsung mendaratkan jitakan di kepalanya. Diapun berhenti tertawa.

“Sakit tau!” ujar Eunhyuk sambil mengusap-usap kepalanya.

“Salahmu sendiri! Dongsaeng macam apa yang menertawakan hyung-nya yang sedang kesusahan?” aku mendengus kesal.

“Ara…ara…” Eunhyuk mengangguk-anggukkan kepalanya.

“Eh, kenapa kau ke sini?” tanyaku.

“Aku mengantarkan daftar pesan yang harus hyung antarkan besok…” jawabnya sambil memberikan selembar kertas.

Aku mengangguk lalu mengambil kertas itu dari tangan Eunhyuk. Aku membaca kertas itu…

1.      Pesan ulang tahun untuk Jung Aesook dari Lee Sungmin,

2.      Pesan ulang tahun pernikahan untuk Park Yoonhee dari Choi Siwon,

3.      Permintaan putus untuk Kim Junghee dari Kim Heechul.

Tunggu… aku tidak salah baca kan? Kim Junghee?

Aku menunjuk isi kertas itu lalu bertanya pada Eunhyuk, “Permintaan putus untuk Kim Junghee dari Kim Heechul? Kim Junghee?”

Eunhyuk mengangguk, “Ne… Junghee yang itu!”

Aku tidak tau apakah aku harus merasa senang atau sebaliknya.

***

Apakah aku benar-benar harus mengantarkan pesan ini untuk Junghee? Tapi tentu saja pesan ini akan menyakiti hatinya dan membuatnya sedih. Na eotteohke?

Malam ini aku kembali duduk di halte tempat aku memperhatikan Junghee seperti biasa. Aku akan menunggu sampai Junghee selesai bekerja dan aku akan menyampaikan pesan dari Heechul untuknya.

Aku melirik jam di tanganku, jarumnya sudah menunjukkan pukul 11.10 pm.  Sudah saatnya Junghee pulang. Tebakanku benar, tak lama kemudian Junghee berjalan keluar dari pintu restoran itu. Ia melambaikan tangan pada beberapa temannya lalu berjalan menjauh dari restoran itu. Malam ini dia mengenakan mantel rajut berwarna biru safir. Di lehernya terpasang scarf dan dia juga mengenakan sarung tangan dengan warna senada. Kali ini dia membiarkan rambutnya yang panjang tergerai begitu saja. Yeppeuda!

Aku berlari mengejar Junghee yang mulai menjauh. Ternyata jalannya cepat juga! Dan akhirya aku bisa menyamai langkahnya.

“Junghee-sshi…” panggilku.

Dia menoleh, “Do?! Kau pengantar pesan itu kan?”

Aku mengangguk, “Yesung imnida…”

“Nah, kali ini apakah pesan itu benar-benar untukku?” tanya Junghee.

Aku mengangguk lagi.

“Baiklah… apa pesannya?” Junghe tersenyum. Senyum paling manis yang pernah ku lihat.

Senyumnya membuatku ragu, apakah aku akan menghapus senyum itu dengan pesan yang aku bawa?

“Yesung-sshi… aku masih menunggu…” ujarnya.

Aku tidak akan membuatnya bersedih. Biarlah hanya aku yang tau apa pesan yang sebenarnya, “Mmmm… pesan ini dari seseorang yang mencintaimu. Sangat mencintaimu!”

‘Sarangeun… Michildeut eojireoun kippeum

Hanareum… Hyangiro chaewojun saram

Geureon neoreul saranghae neoreul gidaryeowasseo

Ijeneun deoisang chameulsuga eopneun nae ma eum’

(SS501 – You’re My Heaven)

Saat nyanyianku berakhir, Junghee bertepuk tangan. Aku tersenyum…

“Suaramu sangat bagus, Yesung-sshi…”

“Gamsahamnida!” jawabku. “Kau boleh memanggilku Yesung…”

“Ah, geurae… jadi, siapa yang mengirimkan pesan itu?” tanya Junghee.

“Aku kan sudah bilang. Pesan ini dari seseorang yang mencintaimu…”

“Pasti dia punya nama… nugu?”

Ingin sekali ku katakan kalau aku orangnya. Akulah yang mengirim pesan ini untukmu. “Bimil…” ujarku.

“Waeyo? Aku kan ingin tau…”

“Nanti juga kau tau!”

“Ah, terserah kau saja lah… aku mau pulang! Annyeong…” ujarnya lalu berbalik dan melanjutkan perjalanannya.

“Junghee…” panggilku.

Junghee menghentikan langkahnya lalu menoleh, “Nde…”

Aku sangat berharap Junghee akan mengatakan ya  saat aku bertanya, “Boleh aku mengantarmu pulang?”

Dan aku hampir berteriak kegirangan saat Junghee mengangguk sambil tersenyum.

***

Mengantarnya pulang malam itu, membuatku semakin dekat dengannya. Sudah beberapa kali aku mengajaknya keluar. Entah itu untuk makan siang atau hanya ngobrol-ngobrol.

Tapi kuakui kalau aku merasa bersalah padanya. Setiap kali melihatnya tersenyum, rasa bersalah itu akan muncul. Aku merasa bersalah padanya karena tidak menyampaikan yang sebenarnya. Aku tidak menyampaikan pesan dari Heechul yang ingin mengakhiri hubungan dengannya.

Junghee mengibas-ngibaskan tangannya di depan wajahku, “Yesung ah~… kau kenapa?”

Aku yang tersadar dari lamunanku langsung menggelengkan kepala, “Aniyo… aku hanya sedikit tidak enak badan…”

“Omo~! Kau sudah minum obat?”

“Tidak usah berlebihan… aku tidak apa-apa!”

Aku menghela napas. Perhatiannya membuatku semakin merasa bersalah… haruskah aku menyampaikan pesan itu sekarang?

“Junghee ah~… ada yang mau aku katakan,” ujarku.

“Marhaebwa!”

“Sebenarnya pesan yang harus aku sampaikan hari itu adalah…” belum selesai aku berbicara, Junghee memotongnya.

“Jamkanman… sepertinya aku melihat Heechul oppa!” Junghee bangkit dari tempat duduknya.

Aku menarik lengannya, “Tunggu dulu… tunggu sampai aku selesai bicara.”

“Mothae! Aku sudah tidak bisa menghubungi Heechul oppa akhir-akhir ini. Aku harus bertanya padanya tentang semua ini,” Junghee melepaskan tangannya dan berlari mengejar sosok Heechul yang mulai menjauh.

Aku membiarkannya berlari mengejar Heechul karena aku memang tidak bisa berbuat banyak. Sebentar lagi Junghee akan mengetahui kebohonganku. Dan aku akui kalau ini semua memang salahku. Aku siap apapun yang akan terjadi.

Dari tempatku berdiri, aku melihat Junghee menarik lengan Heechul, tapi Heechul menepisnya. Aku tidak bisa mendengar apa yang mereka bicarakan, tapi aku tau kalau kata-kata terakhir yang diucapkan oleh Heechul benar-benar melukai hati Junghee. Karena setelah Heechul berbalik dan pergi, dia langsung duduk begitu saja di pinggir jalan dan menenggelamkan wajahnya di balik kedua lututnya.

Saat aku berjalan mendekatinya, aku melihat bahunya bergetar. Junghee menangis…

“Junghee ah…~” aku menyentuh bahunya.

Dia diam.

Aku memanggilnya lagi, “Junghee ah~…”

“Kenapa kau berbohong?” Junghee mendongakkan kepalanya.

Sekarang aku yang diam. Aku tidak tau harus menjawab apa.

“Kenapa tidak kau katakan saja yang sebenarnya?”

Aku masih diam.

“Kau pembohong! Kenapa pesan itu tidak pernah sampai padaku?” tanya Junghee setengah berteriak.

“Aku hanya tidak ingin kau bersedih…” jawabku lemas.

“Sudahlah! Aku sudah tidak percaya apa yang kau ucapkan…” Junghee berbalik dan berjalan menjauhiku.

Aku menarik tangannya, “Aku bisa menjelaskan semuanya…”

“Aku tidak peduli! Dan satu hal lagi… Jangan pernah ganggu aku!” Junghee melepaskan tangannya dan berlari meninggalkanku yang masih terpaku melihat kepergiannya.

***

“Hyung, ddangkoma akan merasa risih kalau hyung memandanginya terus seperti itu dari sejak pagi,” ujar Eunhyuk sambil masuk ke dalam kamarku.

“Mau apa lagi kau ke sini? Keluar!” aku mendorong Eunhyuk ke arah pintu kamarku.

“Eh, tunggu! Ajumma yang menyuruhku ke sini. Dia bilang hyung mengurung diri di kamar dan hanya memandangi ddangkoma seharian. Waeyo?”

“That’s not your business…” jawabku.

“Pasti ada hubungannya dengan Junghee lagi kan?”

Aku menggeleng.

“Geojitmal! Palli cerita padaku…” ujar Eunhyuk sambil duduk di tempat tidurku.

Lalu aku menceritakan semuanya dari awal sampai kejadian kemarin.

“Aku salah ya?” tanyaku.

Eunhyuk mengangguk, “Tentu saja hyung salah! Hyung harus minta maaf…”

“Mwo?! Tapi kan ini bukan sepenuhnya salahku. Niatku kan baik…”

“Tetap saja hyung yang salah. Sudah menyembunyikan sesuatu yang harusnya hyung sampaikan. Itu melanggar yang namanya kode etik profesi…”

Aku memikirkan perkataan Eunhyuk, “Na eotteohke?”

“Hyung harus minta maaf!” jawab Eunhyuk mantap.

“Caranya?”

Eunhyuk tersenyum lalu membisikkan sesuatu di telingaku. Aku pun langsung mengangguk menyetujuinya. Aku akan melakukannya nanti malam…

***

Aku pergi ke rumah Junghee. Setelah cukup lama aku berdiri di depan rumah Junghee, aku masih belum yakin apakah aku akan melakukannya atau tidak. Tapi aku harus melakukannya!

“Junghee….” panggilku.

Tidak ada jawaban.

“Kim Junghee… Keluarlah!” panggilku lagi.

Tak lama kemudian, Junghee keluar dari dalam kamarnya yang terletak di lantai 2 dan berdiri di balkon.

“Mau apa kau ke sini? Bukankah sudah ku katakan jangan pernah ganggu aku lagi!” ujar Junghee.

“Tapi aku ke sini untuk minta maaf…” jawabku.

Kemudian aku menarik napas panjang dan mulai melantunkan sebuah lagu…

‘niga animyeon andwae, neo eobsin nan andwae

na ireoke haru handareul tto illyeoneul

na apado joha, nae mam dachyeodo joha nan

geurae nan neo hanaman saranghanikka…

nae meongdeun gaseumi, neol chajaorago, sorichyeo bureunda

neon eodinneungeoni, naui moksori deulliji annni… naegeneun…

na dasi sarado, myeot beoneul taeeonado

harudo niga eobsi sal su eomneun na

naega jikyeojul saram, naega saranghal saram nan

geurae nan neo hanamyeon chungbunhanikka…

neo hanaman saranghanikka…’

(Yesung – It Has To Be You)

“Aku tau… aku salah! Tapi aku melakukan semua ini karena aku tidak mau melihatmu bersedih. Aku hanya ingin melihatmu tersenyum…” ujarku. “Mianhae… Jeongmal mianhae…”

Aku kecewa, karena Junghee tidak menanggapi permintaan maafku. Ia malah berbalik dan masuk kembali ke dalam kamarnya.

“Biarlah… mungkin dia memang tidak bisa memaafkanku!” ujarku sambil berjalan menjauh dari rumah Junghee.

Tiba-tiba sebuah suara menghentikan langkahku, “Yesung ah~… Jamkanman!”

“Mwo?”

Saat aku berbalik, aku melihat Junghee berdiri di depan pintu rumahnya.

“Marhaebwa! Kenapa kau harus berbohong?” tanya Junghee.

Aku masih menimbang-nimbang apa yang harus aku katakan.

“Palli… marhaebwa!” pinta Junghee.

Aku berjalan mendekatinya dan berdiri di hadapannya. Aku menatap lekat kedua bola matanya dan berkata, “Saranghamnida…”

Junghee menundukkan wajahnya. Aku mengangkat dagunya, agar aku bisa menatap wajahnya lagi. “Jinjja saranghaeyo! Aku tidak mau menyakiti hati orang yang aku cintai. Percayalah! Semua yang aku sampaikan itu benar. Itu adalah isi hatiku…”

Aku terkejut saat Junghee tiba-tiba memelukku.

“Gomawo…” bisik Junghee.

“For what?” tanyaku bingung.

“Karena kau mencintaiku, Yesung ah~!”

“So, would you be mine?”

Junghee menganggukan kepalanya. Sekarang aku yang memeluk erat tubuhnya. Kemudian aku menggenggam tangannya dan menatap wajahnya yang memerah karena malu. Saat aku mendekatkan wajahku, dia memejamkan matanya. Aku merasakan tangannya dingin, dia gugup.

Aku mengurungkan niatku. Aku hanya mencium keningnya. “Masuklah… sudah malam!” ujarku.

Dia mengangguk, “Arasseo…”

Kemudian Junghee berjalan menuju pintu rumahnya.

“Annyeong!” aku melambaikan tanganku. “Chaljayo…”

Tapi Junghee berlari kembali ke arahku dan mencium pipi kananku.

“Annyeong….” ujar Junghee. “Hati-hati…”

 

~F.I.N~

 

By. Han Daehyun a.k.a _nui

Note    :           This Fan Fiction is inspired by Maliq and d’Essential – Pilihanku (MV)

27 Comments (+add yours?)

  1. ladyomona
    Nov 24, 2010 @ 06:28:36

    nice ff……………..

    Reply

  2. raito
    Nov 24, 2010 @ 06:55:00

    so sweet…
    (guling2 gj)

    Reply

  3. Erika
    Nov 24, 2010 @ 07:36:27

    Huaaaaa kereeen!

    Reply

  4. leedantae
    Nov 24, 2010 @ 07:43:06

    Kayaknya pernah dipublish deh

    Reply

  5. arum
    Nov 24, 2010 @ 07:54:56

    bagus, so sweet…..

    Reply

  6. mei.han.won
    Nov 24, 2010 @ 08:22:23

    very…very nice….yesungie sampaikn slam cinta ku untuk gege di china #plakkkkkk….
    Aq suka ni FF…..

    Reply

  7. irenecho
    Nov 24, 2010 @ 08:43:05

    nice ff :)))))

    Reply

  8. Putri_key
    Nov 24, 2010 @ 10:14:51

    So sweet bngt

    Reply

  9. afro
    Nov 24, 2010 @ 12:58:04

    deeeeeeuh gaya amat si yesung. sooo sweet 🙂

    Reply

  10. sungwookie
    Nov 24, 2010 @ 15:01:47

    End na so sweett,, aii sih yesung klmaan,, untunglh d’trima,, nice ff 😉

    Reply

  11. Neni
    Nov 24, 2010 @ 15:44:52

    Keren kereeeem =Do

    Reply

  12. mrschokyuhyun
    Nov 24, 2010 @ 15:54:24

    hahaha kocak amat waktu Unyuk bilang nanti ada alien nyulik makhluk berkepala besar, dan berjari kecil
    wkwkwkw dasar dongsaeng kurang ajar~~ wkakaakak!
    so sweet deh, dinyanyiin lagu it has to be you di depan rumah

    Reply

  13. HeeHwa
    Nov 24, 2010 @ 16:25:32

    sooo sweeeeettt…
    mau… klo yg jdi pengirim pesan.na chulie oppa…

    Reply

  14. Jung Mischa
    Nov 24, 2010 @ 17:31:57

    Huweee aku mau dpt pesan nyanyian yesung…

    Reply

  15. kyuhyesung
    Nov 24, 2010 @ 18:07:16

    huwaa
    yesung so sweet >.<

    Reply

  16. anggunnidya
    Nov 24, 2010 @ 18:52:00

    “So, would you be mine?”

    Oooooow yesung..

    Cinta cinta cinta …

    Reply

  17. chris~wonnie~hyunnie
    Nov 24, 2010 @ 19:32:30

    Sweeeeeetttt…!!!
    Daebak buat authornya~!
    Nice FF~~~!!!!

    Reply

  18. sabiinyukk
    Nov 24, 2010 @ 22:19:17

    swiiiiitt.. plg swiit pz unyukk bilang alien ngincer manusia berkepala besar+bertangan pendek macam yesung //plak// hehe. nice ff thorr.!!

    Reply

  19. yetiff
    Nov 24, 2010 @ 22:39:36

    so sweetttt
    Omo
    Aku mau kaya gt dong
    *digaplak orang se wp*
    Intinya,nice lah!

    Reply

  20. kang sang woo
    Nov 24, 2010 @ 22:52:56

    wah..romantis…tp syg di.indonesia gag ada cr ngrm pesen gtuan..kalo ada aku mau donk…kekeke

    Reply

  21. ndeehyuk
    Nov 25, 2010 @ 02:13:00

    “Siapa tau tiba-tiba ada alien yang mendarat di bumi dan tertarik untuk mengoleksi manusia berkepala besar dan berjari-jari pendek seperti hyung…”
    sumpah ni kalimat bikin aku ketawa ngakak ampe kayang *lebay*

    ceritanya manis banget….
    jadi gemes sendiri deh….

    Reply

  22. yeapy yeap
    Nov 25, 2010 @ 15:26:53

    oppa ku bisa romantis juga,,, ya walaupun sifat anehnya masiih ada,,
    haha,,,

    Reply

  23. Ocha
    Nov 25, 2010 @ 22:05:12

    So sweet…
    Nice ff (y)

    Reply

  24. nonnakim
    Nov 26, 2010 @ 08:43:37

    uih beib ff muh dah publish, , aach bc ff nie brkali2 ttp bkn q senyum2 geje, , yesungie saranghae ^^

    Reply

  25. _nui
    Nov 26, 2010 @ 12:05:36

    author datang….

    akhirnya ni ff publish juga
    setelah melalui penantian dari bulan agustus
    kkkkkkk

    buat yg udah baca + ninggalin jejak d sini
    jeongmal gamsahamnida ^^

    Reply

  26. SpecialRin
    Nov 27, 2010 @ 14:46:32

    eh…
    muncul jg akhirnya ni ep ep

    dah ngantri d draft

    suka ama ni ff

    gw g prnah bisa bikin ffnya yesung

    Reply

  27. 황윤헤--->韩真♥EvilYuuElf
    Nov 27, 2010 @ 21:03:51

    Nice FF
    ^^b

    Reply

Comment's Box

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: