UNBELIEVABLE LOVE Part 1

Los Angeles, 10 pm

#Jung Hee’s POV#

“Besok ada jadwal pemotretan untuk iklan ini, jam 8. Lalu jam 11 kau pemotretan iklan minuman ini. Lalu besoknya kau tebang ke Korea untuk menjadi cameo sebuah serial. Lalu jam 14 kau menjadi model MV artis Korea. Lalu besoknya, kau pemotretan minuman ini dan juga shooting iklannya bersama Super Junior. Dan mulai lusa hingga beberapa bulan kedepan kau akan berada di Korea.” Ucap asisten plus managerku yang cerewet. Ia terus saja menyebutkan kegiatanku yang padat.

Kapan, yah aku bisa beristirahat selama 1 bulan, paling tidak 1 minggu saja dari pekerjaanku ini? Selama ini aku hanya diberi kesempatan untuk beristirahat selama 1 hari saja. 1 hari itu pun tidak full. Aku masih harus bekerja pada pagi harinya.

“Araseo. Araseo. Sekarang kau tutup mulutmu. Aku pusing mendengarmu berceloteh.” Perintahku. Asisten plus managerku, Ae Sook, langsung terdiam.

“Tapi aku harus memberi tahu jadwalmu. Agar kau bisa membagi waktumu.” Ucapnya lagi.

“Tutup bukumu. Hari ini hari untuk aku beristirahat. Kau beritahu jadwalku lain waktu saja. aku sedang ingin beristirahat sekarang. Aku lelah.” Ucapku sambil menutup buku Ae Sook.

Ae Sook adalah orang yang paling aku percaya untuk menjadi managerku. Dia temanku sejak kita SMP. Kami berteman baik hingga sekarang. Usia kami hampir sama. Aku hanya tua beberapa bulan darinya. Dan kesukaan kami pun hampir semuanya sama.

“Hajiman…” ia membuka bukunya lagi.

“Ae Sook-ah. Mengertilah. Aku ingin tidur sekarang.” Bujukku.

“Ara, Jaessy-ah. Kalau begitu aku keluar dulu. Kau lanjutkan istirahatmu. Jika kau memerlukan sesuatu, panggil saja aku.” Ucap Ae Sook sambil pergi meninggalkanku.

“Ae Sook-ah. Panggil aku dengan nama asliku jika sedang dirumah. Aku merindukan nama itu.” ucapku yang membuat Ae Sook menghentikan langkahnya. “Hanya Yoo Chun Oppa yang selalu memanggilku dengan nama itu.”

“Huh? Weo? Apkah kau merindukan Yoo Chun-sshi?” tanyanya sambil kembali menghampiriku dan duduk di tepi kasurku.

“Ne. aku sangat merindukannya. Kau dapat kabar tentang Yoo Chun Oppa?”

“Ani. Akhir-akhir ini dia jarang menelefon atau mengirim pesan. Mungkin dia sibuk dengan pekerjaannya di London.”

“Huuuufffh… mungkin juga. Ae Sook-ah, apa kau tidak lelah mengikutiku terus?”

“Ani. Apa kau ingin aku berhenti jadi asisten plus managermu?” candanya.

“Ani. Aku tidak bisa mencari orang lain lagi. Kau yang paling aku percaya, Ae Sook-ah.

“Ara. Sudahlah. Kau tidur saja. curhatmu lain kali saja.” ucapnya sambil tersenyum.

“Ne.”

“Jal jayeo, Jung Hee Onnie.” Ucapnya sambil pergi keluar dari kamarku.

Akhirnya ada yang memanggilku dengan nama itu. aku sangat merindukan nama itu. Aku juga merindukan Appa dan Eomma-ku di London dan merindukan Oppaku, Park Yoo Chun yang juga bertugas di sana. Aku akan pulang ke Korea lusa. Dan yang paling aku rindukan adalah Joong Woon. Kim Joong Woon. Si Kacamata Tebal. Itu panggilanku untuknya sejak kami masih kecil. Dia murid baru di sekolah SD-ku. Dia juga suka menggangguku jika aku sedang bermain sendiri. Tapi kerena itu, aku jadi menyukainya.

Tapi, karena Appa dipindah tugaskan ke London, jadi aku, Eomma dan Oppa harus ikut ke London. Aku juga harus meninggalkan sekolahku dan Si Kacamata Tebal, Joong Woon.

“Joong Woon-ah. Apa kabarmu sekarang? Kau berada dimana sekarang? Aku harap kau tidak akan berubah. Aku harap juga kau masih seperti Si Kacamata Tebal yang selalu menggangguku dulu.” Ucapku lirih. Tak terasa mataku pun tertutup. Aku pun tertidur.

#Flashback#

*Author’s POV*

“Annyeonghasimnika. Je irumeun Kim Joong Woon imnida. Aku pindahan dari Incheon. Mohon bantuannya.” Ucap seorang anak laki-laki yang bernama Joong Woon memperkenalkan diri dihadapan teman barunya sambil membungkukkan badannya. Lalu ia membetulkan posisi kacamatanya yang turun.

“Baiklah. Kau boleh duduk di belakang Minji.” Perintah Seosaengnim pada Joong Woon. Joong Woon pun menurut dan segera pergi ke tempat duduknya di belakang Minji. Pelajaran pun segera dimulai.

In the rest time……

Saat temannya yang lain bermain salju diluar, Jung Hee malah menetap didalam kelas. Ia menggambar sesuatu diatas kertas kosongnya. Joong Woon yang masih di kelas juga melihat Jung Hee sedang asyik menggambar di pinggir tempat ia duduk. Tempat duduk  mereka hanya terhalang 1 bangku. Joong Woon yang bosan pun menghampiri Jung Hee.

“Ya! Kau menggambar apa?” Tanya Joong Woon tiba-tiba.

Jung Hee hanya diam saja.

“Apa kau tuli? Aku bertanya padamu.” Joong Woon tetap berusaha bertanya pada Jung Hee untuk mendapatkan teman.

Tapi Jung Hee tetap diam.

“Aku ingin mencari teman.” Joong Woon pun kembali bersuara.

Jung Hee akhirnya mengangkat kepalanya. Tapi ia lalu focus kembali pada gambarnya.

“Kau menyebalkan.” Joong Woon yang jengkel dengan tingkah Jung Hee langsung mengambil crayon Jung Hee dan mencoret-coret gambar Jung Hee.

“Ya! Apa yang kau lakukan? Kau menjengkelkan sekali? Apa maumu?” Jung Hee marah karena gambarnya dirusak  oleh Joong Woon.

“Aku mau kau berbicara. Dari tadi aku bertanya padamu, tapi kau diam saja.”

“Sekarang aku sudah bicara. Kau mau apa lagi? Kau mau aku menangis? Baiklah, aku akan menangis jika kau mau. Puas!?!?!?!?!” mata Jung Hee pun berkaca-kaca seketika.

“Ya! Ya! Ya! Uljima! Uljima! Ara. Aku akan pergi. Aku tidak akan menggangumu. Uljima.” Joong Woon mengalah dan pergi meninggalkan Jung Hee yang sudah akan menangis. Ia kembali ke tempat duduknya. Kembali merenung sendirian.

~~The Next Morning ~~

In the rest time…

“Wah, saljunya banyak sekali? Aku ingin membuat manusia salju, aahh.” Ucap Jung Hee yang segera berlari menju gumpalan salju. Ia pun menumpuk-numpuk 2 buah bola salju yang ia buat menjadi bentuk manusia salju. Ia lalu menempelkan beberapa hiasan lainnya yang membuat manusia salju itu terlihat seperti manusia.

Saat Jung Hee sedang asyik dengan manusia saljunya sendiri, Joong Woon yang baru keluar dari kelas karena bosan melihat Jung Hee sedang membuat manusia salju. Ia menghampiri Jung Hee. Lalu ia menendang manusia salju Jung Hee dengan kakinya, sehingga manusia salju Jung Hee berantakan dan sudah tidak berbentuk seperti manusia salju lagi.

“Hah? YA! Maumu itu apa? Kenapa kau selalu menggangguku? Kau tak ada kerjaan lain, yah?” amuk Jung Hee saat melihat ‘pelaku’ yang merusak manusia saljunya adalah Joong Woon.

“Terserah aku. Aku ingin menendang manusia saljumu. Lalu kenapa? Kau mau menangis lagi? Dasar cengeng.” Joong Woon membela dirinya. Lalu Ia pergi meninggalkan Jung Hee.

“Neo! Kau sangat menyebalkan Kacamata tebal!!!” ejek Jung Hee yang merasa tersinggung di ejek cengeng oleh Joong Woon.

“Apa kau bilang?” Joong Woon kembali menghampiri Jung Hee.

“Kacamata tebal!!! Wwweeeekkkk…” Jung Hee menjulurkan lidahnya, mengejek Joong Woon, lalu berlari ke belakang kelasnya.

“Ya! Kau berani sekali mengejekku? Dasar CENGENG!!!” Joong Woon balas mengejek Jung Hee sambil berteriak.

~~Few Months Later~~

After school…

“YA! Park Jung Hee! Kenapa kau menulis namaku di papantulis dengan sebutan ‘Kacamata Tebal’??? kau mau mencari masalah denganku?” teriak Joong Woon pada Jung Hee yang sedang menulis sesuatu di belakang kelasnya.

“Huh? Kenapa kau bisa tahu aku berada disini?” Tanya Jung Hee kaget.

“Kau selalu pergi kesini. Sudahlah. Sekarang aku ingin kau menghapus tulisanmu itu. kau membatku malu!” perintah Joong Woon.

“Shireo! Merong, weeeeekkkk!!!!” Jung Hee kabur entah kemana. Joong Woon pun mengikuti Jung Hee dengan mengendap-endap.

Jung Hee berjalan pulang seorang diri. Ia terlihat kedinginan, karena ia lupa memakai sarung tangan dan penutup kupingnya. Joong Woon yang merasa kasihan melihat Jung Hee ke dinginan, langsung menghampiri Jung Hee.

“Ini. Kau pakai saja milikku.” Joong Woon menyodorkan sarung tangan yang sudah ia buka.

“Huh? Jo.. Joong Woon-ah? Kenapa kau bisa ada disini?” Jung Hee heran.

“Tidak penting. Cepat pakai ini. Kalau tidak tanganmu bisa membeku.” Perintah Joong Woon lagi.

“Aniyo. Kau saja yang memakainya. Aku baik-baik saja.” tolak Jung Hee.

“Baik bagaimana? Tanganmu dingin seperti ini. Cepat pakai.” Joong Woon memegang tangan Jung Hee yang dikepalkan. Joong Woon lalu memakaikan sarung tangannya ke tangan Jung Hee.

“Gomawoyo.” Jung Hee tersenyum kearah Jong Woon.

“Ne. khaja.” Ajak Joong Woon.

“Khaja? Kau mau kemana?”

“Aku akan antarkan kau pulang. Khaja!”

Jung Hee hanya tersenyum, lalu meneruskan perjalanannya bersama Joong Woon. Di jalan, mereka hanya diam. tidak ada percakapan yang terlontar dari mulut masing-masing. Joong Woon pun terlihat sesekali meniup-niup tangannya yang kedinginan.

“Kau kedinginan? Kalau begitu aku kembalikan sarung tanganmu.” Jung Hee yang kasihan melihat Joong woon kedinginan membuka sarung tangannya.

“Ini.” Sodor Jung Hee.

“Ani. Kau pakai saja. aku rela kedinginan asal kau tetap hangat.” Tolak Joong Woon.

“Begini saja. kau pakai ini, aku juga pakai. Jadi kita sebelah-sebelah.” Jung Hee memberi solusi.

“Baiklah.” Joong Woon pun memakai sarung tangannya di sebelah kanan. Sedangkan Jung hee memakai sarung tangan itu di sebelah kiri.

Joong Woon memegang tangan kanan Jung Hee dengan tangan kirinya, lalu Joong Woon memasukkan tangan mereka kedalam saku jaket Joong Woon. Jung Hee yang kaget melirik kearah Joong Woon.

“Kita jadi tidak kedinginan lagi.” Senyum Joong Woon. “Aku akan bernyanyi agar tidak sepi.” Tawar Joong Woon. Ia pun mulai bernyanyi.

“And I will take…

You in my arms…

And hold you right where you belong…

Till the day my life is through…

This I  promise you… this I promise you…” *This I Promise You_’N Sync* Yesung memperdengarkan suaranya yang merdu. Jung Hee yang mendengar suara Yesung merasa nyaman berada disisi Yesung.

~~The Next Morning ~~

“Park Jung Bin?” Kahi seosaengnim mengabsen murid-muridnya.

“Hadir, Sein.” Jawab Jung Bin.

“Park Jung Bae?” Kahi seosaengnim kembali mengabsen muridnya

“Hadir, Sein.” Jawab Jung Bae.

“Park Jung Hee?” Kahi seosaengnim kembali mengabsen muridnya.

“…..” tidak ada yang menyahut.

“Park Jung Hee?” Kahi seosaengnim kembali memanggil Jung Hee.

“Dia pindah, Sein. Dia pindah ke London.” Jawab seorang murid yang baru sadar jika Jung Hee barusan di panggil.

“Pindah? Kenapa dia tidak bilang pada Sein atau kepala sekolah?” Tanya Kahi seosaengnim.

“Dia bilang, pamannya akan mengurus kepindahannya ke London. Mungkin nanti siang pamannya akan datang, Sein. Karena pagi-pagi sekali dia datang kerumah saya untuk memberi tahu bahwa dia akan pindah. Ayahnya di pindah tugaskan. Dan mereka berangkat pagi-pagi sekali. Mungkin sekarang Jung hee sedang berada di pesawat.” Jelas teman Jung Hee yang merangkap sebagai tetangga rumah Jung Hee.

“Oh. Baiklah kalau begitu. Kita lanjutkan mengabsennya.

“Shim Changmin?” Kahi seosaengnim kembali mengabsen.

#Joong Woon’s POV#

“Jung hee pindah? Dia pindah? Kenapa dia pindah? Kenapa dia tidak memberi tahuku? Kenapa pindahnya sejauh itu? aku masih kecil. Aku tidak bisa menyusulmu. Kumohon, Jung Hee, kembalilah.” Gumamku lirih saat mengetahui bahwa Jung Hee pindah hari ini.

Kenapa kau harus pindah? Aku masih membutuhkan teman untuk bercanda. Aku masih ingin kau memanggilku dengan sebutan ‘Kacamata Tebal’. Aku juga masih ingin mengejekmu ‘si cengeng’. Aku juga masih ingin pulang bersamamu dan menggenggam tanganmu yang lembut, Jung hee-ah.

Tak terasa air mataku jatuh tanpa aba-aba dariku.

“Aishhh… kenapa aku menangis? Hanya Jung Hee ini yang pindah. Masih banyak temanku yang lainnya. Temanku yang selalu mengacuhkanku… huhu…” ucapku pada diriku sendiri dengan pelan.

Aku tak kuasa menahan tangisku. Aku pun menangis sendirian saat pelajaran. Aku tak hentinya menangisi Jung Hee. Satu-satunya teman yang mau bersamaku. Si Kacamata Tebal yang aneh. Dan mungkin aku merasa menyukai Jung hee. Aiiissshhh…. Aku ini apa-apaan? Aku dan Jung Hee masih kecil.

“Jung Hee-ah, Aku akan menunggumu pulang ke Korea sampai kapan pun. Aku akan menunggumu. Aku harap saat kau pulang nanti kau tidak berubah. Aku harap kau tetap Jung Hee yang aku sukai. Jung Hee yang suka mengejekku dengan sebutan ‘Si Kacamata Tebal’.” Teriakku dalam hati.

#Joong Woon’s POV end#

#Flashback end#

“Akhirnya aku pulang ke Korea juga. Aku sangat merindukan Negara itu. Negara diamana aku dilahirkan. Aku sangat merindukannya. Sejak kepindahan kami ke London, aku tidak pernah pulang lagi ke Korea.” Gumamku pada diriku sendiri saat berada di pesawat yang mengantarkanku dan Ae Sook ke Korea.

“Weo, Jaessy-ah?” Tanya Ae Sook yang tiba-tiba terbangun.

“Huh? Ani. Kau terganggu, yah? Mianhae.” aku meminta maaf.

“Ani. Aku haus. Hehe. Pramugarinya mana? aku ingin minum. Aku cari dulu, deh. Sekalian ke kamar kecil. Kau mau ikut?” tanyanya lagi.

“Ani. Aku tidak ingin ke kamar kecil. Kau saja.” senyumku. Aku pun pura-pura tidur.

“Baiklah.” Ae Sook pun pergi ke kamar kecil.

Aku kembali membayangkan tentang Korea.

~~Few Hours Later~~

Kami sudah sampai di Korea. Saat aku berada di Bandara Incheon, ternyata ada banyak fansku di Korea yang datang untuk menyambutku.

Mereka membawa spanduk-spanduk yang bertukiskan huruf-huruf Hangeul. Untung saja aku masih ingat huruf-huruf itu. ternyata banyak juga fansku. Apakah diantara orang-orang itu ada Joong Woon? Semoga dia masih mengingatku.

Saat aku baru keluar, para fansku berteriak. Tapi, fans yang lain yang membawa spanduk bertuliskan ‘SUPER JUNIOR SARANGHAE!!!’ dan membawa balon berwarna biru sapphire berteriak lebih keras saat segerombolan namja datang dari belakangku. Mereka banyak sekali. Seperti rombongan anak sekolah pulang piknik. ^ ^

Aku kaget. Teriakan para fans yang sangat keras itu membuat telingaku hampir tuli. Para namja itu melambaikan tangan mereka pada fans. Lalu salah satu dari merka melihatku berjalan bersama Ae Sook, 4 orang dari mereka berjalan dengan cepat untuk menyusulku.

Saat kami sudah agak tak terlihat oleh fans, 4 orang itu mulai bertanya padaku.

“Kau Jaessy-sshi, ‘kan?” Tanya seorang namja yang mengenakan kacamata hitam, rambut cepak hitam berponi dan mengenakan kaos belang hitam-putih.

“Ne?” Tanyaku pura-pura tak mengerti.

“Aku rasa bukan, Eunhyuk-ah.” bisik salah satu dari mereka lagi. Orang ini agak tinggi dari orang yang pertama bertanya padaku. Dia mengenakan kacamata hitam juga. Kaosnya biasa dan ia memakai topi abu-abu.

“Benar, Chulli-ah. Dia Jaessy. Model terkenal asal Korea yang sukses di luar negeri.” Bisik namja yang lainnya lagi. Namja ini sama tingginya sama dengan namja yang pertama bertanya padaku. Pakaiannya serba putih. Hanya kemejanya saja berwarna abu-abu muda yang menutupi kaos dalamnya yang berwarna putih.

“Mereka terus saling berbisik. Aku tidak mengerti mereka berbisik mengenai apa.”

“Jaessy-ah. Ppallihe.” Teriak Ae Sook saat orang ke-empat sedang menarik nafasnya untuk bertanya padaku. Namja itu mengurungkan niatnya untuk bertanya kepadaku, karena aku sudah ditarik oleh Ae Sook untuk melaksanakan job-ku lagi.

#Jung Hee’s POV end#

“Sabar Yesung-ah. Dia akan membuat iklan bersama kita. Kau bisa bertanya sepuasnya. Haha.” Ejek Heechul pada Yesung.

Mereka lalu pergi dari Bandara Incheon itu. mereka *member Super Junior* baru pulang dari China. Mereka telah mengadakan jumpa fans di sana.

~~The Next Morning ~~

“Jung Hee Onnie. Cepatlah bangun. Kau bangun. Kau ada pekerjaan lagi.” Teriak Ae Sook untuk membangunkan Jung Hee.

“Ara. Ara. Aku bangun. Mana handukku?” Tanya Jung Hee yang masih membaringkan tubuhnya di kasur hotelnya dan masih dengan mata yang tertutup.

Ae Sook mengambil handuk Jung Hee. Ia lalu melemparkan anduk itu kemuka Jung Hee yang masih telelap. Tapi karena masih mengantuk, Jung Hee tidak merasa ada handuk yang jatuh dimukanya.

Ae Sook kembali membangunkan Jung Hee.

“Ya! Bangun. Ppalihae. Kau harus pemotretan lagi.” Teriak Ae Sook lagi. Jung Hee pun bangun dengan malas.

~~In Super Junor’s dorm lt. 11~~

“Hyung-ah. Hari ini kita ngapain?” Tanya Eunhyuk pada Yesung saat sedang makan pagi.

“Ngarit.” Jawab Sungmin dengan polosnya.

“Weeeeeeuuuuu…. Hyung gaje.” Balas Eunhyuk. *Reader: chakkaman… sejak kapan SuJu tau ngarit, terus Eunhyuk tau kata ‘gaje’???*

“Hehe…” Sungmin nyengir kuda. *Siwon: ada yang manggil saya???*  *Reader,Author,member SuJu: Huuuuuuuuuuuu….!!! Kaga nyambung!!!!*

“Kita pemotretan plus shoothing iklannya sama model nanti siang.” Jawab Yesung sambil tertawa.

“Modelnya siapa?” Tanya Eunhyuk lagi.

“Kudaaaaa….” Jawab Sungmin seenaknya. *Siwon: kenapa lagi manggil saya????*  *Reader, Author, Mmber SuJu: #$%&(^@!@$$%#$%*

“Masa Jaessy Park disamain sama kuda, Hyung?” Tanya Ryeowook innocent.

“Hah? Jaessy Park? Model yang kemaren ketemu kita di bandara? Model asal Korea yang sukses di Luar negeri, terus sekarang ke Korea lagi? Model yang cantik itu? Huuuuuuaaaaaaa…….. makannya yang cepet Hyung… biar kita makin cepet ke lokasi. Terus makin cepet juga ketemu sama Jaessy Park-nya.” Teriak eunhyuk bak kebakaran jenggot. *sejak kapan Eunhyuk punya jenggot???*

~~Dilokasi pemotretan~~

“Annyeonghasimnika. Jaessy Park imnida. Mohon bantuannya.” Sapa Jaessy Park a.k.a Jung Hee sambil membungkukkan badannya saat bertemu dengan para member Super Junior.

“Annyeonghaseyo, urri neun Syupeo Juni…” teriak Leeteuk sang Leader Super Junior bersemangat.

“OEO…!!!” jawab ke 10 member Super Junior tak kalah semangat.

Jaessy hanya tersenyum geli mendengar para member Super Junior berteriak seperti itu.

“Mohon bantuannya.” Ucap Jaessy sambil membungkukan badannya dan tertawa.

“Ne. mohon bantuannya.” Balas para member Super junior sambil membungkukkan badan mereka juga.

“Aaa… Jaessy-sshi, apakah kau mengenal kami?” Tanya Leeteuk membuka percakapan.

“Ne? oh, mianhae. aku tidak tahu. Hehe.” Jawab Jaessy malu-malu.

“Kami sangat terkenal. Masa’ kau tidak tahu?” protes Heechul.

“Araseo. Cek dis ot.” Ucap Heechul mengomando member yang lain untuk memeragakan dance Bonamana.

Merka pun mulai memeragakan dance bonamana dengan semangat.

“Kau ingat?” Tanya Heechul keukeuh.

“aniyeo.” Jawab jaessy polos.

“Baiklah. Ini yang paling baru. Kau harus tahu.” Heechul memaksa.

Sekarang mereka memeragakan dance No Other. Jaessy hanya tertawa saja melihat tingkah para member SuJU yang selék.

“Aaaa… aku rasa kau tetap tidak tahu siapa kami.” Heechul lemas.

“Ne.” jawab Jaessy tanpa dosa.

“Kau irit sekali berkata hanya ‘Ne’ dan ‘Ani’.” Protes Heechul.

“Kalau yang ini pasti kau akan tahu.” Leeteuk keukeuh.

Para member SuJu pun segera mengambil posisi dan langsung memperagakan dance andalan Sorry Sorry.

“Kau tahu?” Tanya Hee Chul.

“Nan mollayeo.” Jawab Jaessy sambil terkekeh.

“Aaaa… kenapa kau masih tidak tahu? Kami ‘kan sangat terkenal.” Protes Hee Chul.

“Bailkah, kami akan memperkenalkan diri kami satu persatu. Aku Angel Without Wings, Leeteuk imnida. Aku leader Super Junior.” Ucap Leeteuk memperkenalkan diri dengan humornya.

“Annyeonghaseyo.” Jaessy membungkukan badannya pada Leeteuk.

“Aku lelaki paling tampan di Super Junior, Heechul imnida.” Kini giliran Heechul yang memperkenalkan dirinya dengan kepercayaan diri yang teramat sangat besar.

“Annyeonghaseyo.” Jaessy membungkukan badannya pada Heechul.

“Yesung imnida, suara terindah di Super Junior.” Yesung membanggakan diri.

“Annyeonghaseyo.” Jaessy membungkukan badannya pada Yesung.

“Aku Dong Dongie, Shindong imnida…” ucap Shindong dengan ekspresi muka lucunya.

“Annyeonghaseyo.” Jaessy membungkukan badannya pada Shindong.

“Aaa… kau selalu membungkukan badanmu dan mengatkan ‘annyonghaseyo’ pada semua member. Apakah kau tidak cape’ melakukan itu sebanyak 10 kali?” protes Heechul sambil memperagakan tingkah Jaessy.

Jaessy hanya tertawa geli melihat tingkah Heechul.

“Baiklah, lanjutkan.” Heechul diam seketika.

“Aku King of Aegyo, Sungmin imnida.” Ucap Sungmin meneruskan perkenalan dengan menunjukkan muka imutnya.

“Sungmin-ah, coba kau tunjukkan aegyomu.” Pinta Leeteuk.

“Ne? aaa… Araseo.” Sungmin pun mengambil ancng-ancang untuk membuat mukanya selucu mungkin. Leeteuk lalu menutup wajah Sungmin dengan telapak tangannya.

“1,2,3…” aba-aba Leteuk dan member yang lain.

“Noona, aku lapar…” Sungmin pun mengeluarkan ekspersi aegyonya dengan sangat lucu.

“Ne. hehehehe…” jaessy malah tertawa malu, dan menutup mulutnya dengan telapak tangannya.

“Aaaaaoooooo….” Sorak para member Super Junior karena tingkah Sungmin.

“Annyeonghaseyo, Eunhyuk imnida. Aku fans-mu.” Ucap Eunhyuk sambil menyalami Jaessy.

“Annyeonghaseyo.” Jaessy membungkukan badannya pada Eunhyuk.

“Donghae imnida. Magashimnida.” Ucap Dongfhae sambil membungkukan badannya.

“Annyeonghaseyo.” Jaessy membungkukan badannya pada Donghae.

“Siwon imnida.” Siwon membungkukan badannya disertai dengan sikap gesturenya.

“Annyeonghaseyo.” Jaessy membungkukan badannya pada Siwon.

“Ryeowok imnida. Annyeonghaseyo.” Sapa Ryeowook ramah.

“Ne.” Jaessy membungkukan badannya.

“Magnae in Super Junior, Kyuhyun imnida.” Kyuhyun pun membungkukan badanya.

Setelah para member memperkenalkan diri mereka, sang asisten sutradara pun memberi tahu untuk segera berdandan untuk pemotretan.

Pemotretan pun dimulai. Para member Super Junior terlihat sangat Nyaman berfoto dengan model Jaessy Park. Jaessy Park pun begitu.

Hari itu para member Super Junior mengenakan pakaian hangat dari sponsor iklan. Mereka berfoto dengan riangnya. Mereka terlihat sangat nyaman dengan pakaian hangat mereka. Kerena saat ini di Korea sedang musin dingin. Begitu pun dengan Jaessy Park. Ia pun mengenakan pakaian hangat untuk wanita. Ia tetap terlihat cantik dengan pakaian hangatnya.

Setelah beberapa jam, pemotretan pun selesai. Para member Super Junior dan Jaessy Park pun beristirahat. Karena setelah mereka beristirahat, mereka akan segera pergi ke lolasi untuk shooting iklan pakaian hangat itu.

1 hari telah berlalu. Para member Super Junior dan Jaessy Park telah menyelesaikan shooting iklan hari pertama mereka. Keesokan harinya mereka akan bertemu kembali untuk melaksanakan shooting hari ke 2.

***Tobecontinued***

Note    :           annyeonghaseyo… sayah balik lagih… pada kangen sama sayah, ‘kan? *Reader: kagaaaaa…* *author manyun* biarin dah kaga kangen juga. Yang penting pada baca ff sayah… seperti biasa. Sayah harapkan komennya… agar ff inih bisa lanjut… heh heh ^ ^. Dan juga sayah mita maaf lagi kalo ff ini gaje ato kurang bagus.  Masih pemula soalnya. *Author: jawabannya di kertas selembar*  *Reader: #$&^$%###@@@@&* Dann juga ide cerita ff ini hasil pemikiran nae Onnie. Original. Tapi tetep sajoh sayah yang bikin ff-nye. Huh…

Oke lah… tak usah banyak cingcau. *cingcong maksudne. Ktauan dah otaknya penuh makanan.* Hatur taengkyu(min) all… selamat membaca…*3x bowed*

Author             :           Nidsha_MinieHae a.k.a Kwon Aesook  *ganti nama, thor? Heh heh*

15 Comments (+add yours?)

  1. ayaayaa
    Nov 29, 2010 @ 09:35:17

    Wow, aku penasaran sama lanjutannyaaa, lanjuuuut..

    Reply

  2. ivelkyujung
    Nov 29, 2010 @ 10:31:04

    hahaha.. perkenalan suju ma jaessy kocak 😀
    lanjut lanjut…

    Reply

  3. kyuin
    Nov 29, 2010 @ 11:16:41

    lanjut author…*hehehe*
    kyaknya asik menghabiskan waktu with suju…*ngimpi*

    Reply

  4. chris~wonnie~hyunnie
    Nov 29, 2010 @ 13:51:35

    Seruuu…!
    Lanjuuuutannya ditunggu ya, author……!!!

    Reply

  5. oliviahaejjong
    Nov 29, 2010 @ 14:16:22

    Penasaran
    Cepet lanjut thor

    Reply

  6. yoon minsae
    Nov 29, 2010 @ 15:18:25

    lanjut !

    Reply

  7. Chaca
    Nov 29, 2010 @ 16:11:54

    lanjutttt….
    pkoknye hrz lanjuttt *maksa*

    Reply

  8. wookayevil
    Nov 29, 2010 @ 21:09:21

    waah, lanjuut!
    ini sama authornya ama yang bikin ff sailor moon 2?
    *abis namanya sama*

    Reply

  9. Nurul Dolphin
    Nov 29, 2010 @ 23:03:54

    ‘Kacamata tebal’ & ‘sepasang Sarung tangan’, udah pernah baca FF pake 2 item ini, kirain republish, ternyata beda cerita, hehe..

    NICE.

    Reply

  10. hepyu
    Nov 30, 2010 @ 01:17:31

    bener kata chullie..ga pegel noh membungkuk sama member suju..
    wkwkwk

    Reply

  11. kimyoonri
    Nov 30, 2010 @ 05:14:37

    )) iyaa dh chul.. drimu mank trknl..
    wkwkwk..
    ngotot bgd bias q ntu,,
    sru neh ff’a.. lnjut yaaaa.. ^^

    Reply

  12. IsTi_KiHae
    Nov 30, 2010 @ 15:39:59

    lucu..
    lanjut…

    Reply

  13. Ocha
    Nov 30, 2010 @ 20:43:54

    Kocak deh, ichul ngambek gara-gara sj ga dikenalin…
    Lanjut…

    Reply

  14. nonnakim
    Dec 17, 2010 @ 21:18:34

    hahaha ff’a dah publish kude ^^

    Kocak nie ff, ,

    Reply

  15. NidshaMinieHae
    Dec 18, 2010 @ 09:09:28

    Author imnidaaa…
    Wah telat nih…
    Mian bru gbung.. Sy sbuk trus… Haha *so’ sbk pdhl kga*
    iyah.. Sy yg bkin sailor moon ma yg nii… Heh heh
    mksh udd mao bc… ^ ^ *bow*
    mksh jg atas komen.a… *bow*
    Jeongmal khamsha… *bow*

    Reply

Comment's Box

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: