Untitled Part 3

“Ah arasseo. Aku, ehem.. Aku adalah yeoja yang waktu itu sedang dicium Kyuhyun.”
Deg. Aku yang berusaha tidak mengingat kejadian itu, dipaksa mengingatnya lagi. Aku menelan ludahku dan menghembuskan nafas. Menahan agar air mataku tidak turun.
“Ne, aku ingat. Ada apa?” Jawabku dingin.
“Jeongmall mianhae, Hyunmei-ssi. Aku tidak mengetahui maksud oppa. Aku hanya menurutinya, dan baru sekarang aku bisa menemuimu.” Jelasnya sambil menunduk.
“Musunmariseyo, Rigi-ssi?” Tanyaku bingung.
“Oppa.. Kyu oppa.. Sakit..”

Deg.. Hatiku seperti di tusuk pisau yang tajam. Sakit sekali ketika aku mendengarnya. Aku tidak dapat menahan air mataku yang sudah turun perlahan.
“N-ne?” Tanyaku gugup.
“Ne, geurae.. Oppa sakit.” Jawabnya.

*flashback*
“Rigi-ah, kau kan temanku yang paling baik dan cantik juga paling kusayang. Aku minta tolong satu hal saja kepadamu. Jebal~”
“Ne? Mwoya, oppa?”
“Tolong kau berpura-pura menjadi kekasihku.”
“MWO? Apa maksudmu oppa?!”
“Ne. Aku akan menjelaskannya setelah kau melakukannya. Ayolah, bantu aku sekali ini saja.”
“Kau yakin? Ada apa dengan yeoja chingu-mu?”
“Aniyo. Jebal~”
“Ne, ne, arasseo!”

Dirumah Kyuhyun.
“Hya! Dia sudah sampai! Kesini.”
Kyuhyun menarik Rigi ke kamarnya, dia menyuruh bibi Shin diam di kamar.
“Apa yang harus kulakukan?”
“Aku akan berpura-pura menciummu! Pkoknya kau diam saja menurutiku. Ara?”
“N-ne.”
Kyuhyun membuka kancing bajunya dan membuatnya terlihat acak-acakan. Lalu memasang posisi seperti sedang berciuman dengan Rigi.
“O-o-ppa?” Hyunmei memanggil Kyu.
Kyuhyun yang sedang pura-pura berciuman mesra dengan Rigi langsung berdiri dan pura-pura terkejut. Rigi hanya berbalik dan menunduk.
“Hyunmei-ah! Ini bukan seperti yang kau lihat.” Jelas Kyuhyun sambil membereskan kancing baju yang tadi dia buka.
“OPPA! KAU JAHAT!!!” Teriak Hyunmei lalu berlari keluar rumah Kyuhyun.
Kyuhyun sudah hampir menangis dan dia mengejar Hyunmei. Dia merasa tidak tega.
“Hyunmei-ah! Jagi!”
*brugh!!*
Kyuhyun terjatuh saat mencoba mengejar Hyunmei, Rigi yang memperhatikan Kyuhyun dari belakang langsung menghampirinya.
“Kyuhyun-ah, kau tidak apa-apa? Omo! Kau pingsan! Eottohke?”

***********
Rumah Sakit.
Rigi tadi meminta tolong orang sekitar untuk mengangkat Kyuhyun dan memasukannya ke taxi.
Sekarang Kyuhyun sedang diperiksa oleh Dokter. Rigi bulak-balik di lorong Rumah Sakit.
*klek*
Dokter keluar. Rigi langsung menhampirinya.
“Kyuhyun mengalami gagal jantung.” Ucap Dokter itu sebelum pergi meninggalkan Rigi yang terbengong-bengong.
Setelah sadar, Rigi langsung masuk ke ruangan tempat Kyuhyun dirawat. Banyak alat-alat yang menempel pada tubuh Kyuhyun. Rigi duduk disamping ranjang Kyuhyun.
“Kyuhyun-ah, jadi ini alasanmu? Huhhu.. Aku mengerti maksudmu, tapi bukankah hatimu juga sakit Kyu? Uhuhuh~”
*ends of flashback*

Aku hanya terbengong mendengar cerita Rigi, malah aku mencubit tanganku sendiri untuk memastikan apa ini mimpi atau kenyataan. Aku meringis ketika aku mencubit tanganku sendiri. Berati ini kenyataan…
“Hyunmei-ssi. Jeongmall mianhae. Kyuhyun bilang jangan sampai hal ini diketahui oleh orang lain. Terutama kau. Tapi aku tidak bisa menahannya lagi. Kondisi Kyuhyun semakin hari semakin buruk.”
Aku ingat kalau Taemin oppa pernah berkata Kyuhyun sekarang pendiam dan tidak jarang masuk sekolah. Inikah alasannya?
“Kyu babo. Uhuhu~” Aku mulai menangis lagi.

*********
Saat ini aku sudah didepan pintu kamar tempat Kyuhyun di rawat. Tanganku bergetar. Tapi Taemin oppa mengenggam tanganku. Aku menatapnya, dia hanya tersenyum sambil mengangguk.
*klek*
Aku melihat seorang namja yang terkulai lemas, banyak kabel yang menghubungkan tubuh Kyuhyun dengan beberapa alat yang tidak kuketahui.
Kurasakan mataku mulai berair, aku duduk disebelah Kyuhyun oppa. Taemin oppa, Junsu oppa, Jaejoong oppa, dan Ryeowook ada disini juga. Mereka merasa bersalah atas apa yang mereka lakukan tempo hari.
Aku mengenggam tangan Kyu sambil menatapnya. Kemana senyum manisnya? Kemana tangannya yang hangat? Kemana tubuhnya yang kekar yang selalu melindungiku? Kemana kata-katanya yang selalu menghangatkan hatiku?
“Uuhuhuhu~ Kyu oppa. Ireona. Kyu babo. Kenapa kau begini? Uhuhuhu~” aku menangis sejadinya sambil terus mengenggam tangan Kyu. 4 namja yang menemaniku tadi sudah keluar, mungkin mereka memberiku kesempatan untuk berdua dengannya.
“Oppa~ Kajima~ Jebal~ Siapa yang akan menemaniku lagi, oppa? Saranghae~ Uhuhuhu~”

********
Sejak hari itu, aku selalu menemaninya dan mengajaknya bicara. Ini adalah hari ke-14 dan kulihat jari Kyu bergerak! Aku langsung keluar memanggil dokter.
Akhirnya Kyuhyun pun sadar. Terima kasih Tuhan. Aku menangis dihadapannya, menangis bahagia karena Kyu sudah sadar.
“Op-pa. Bogo shipeo.” Aku mengenggam tangannya sambil menatapnya.
“Hyunmei-ah. Jeongmall mianhae karena kau harus melihatku dalam keadaan seperti ini.”
“Aniyo oppa, gwaenchana. Yang penting kau sembuh.” Aku berusaha tersenyum, tiba-tiba muncul lagi sesuatu yang kutakutkan….
Kehilangan.

Sejak hari itu, keadaan Kyuhyun sudah mulai membaik. Dia sudah bisa tersenyum seperti biasa. Walau keadaannya jauh dari sembuh.
Malam itu. Aku tidur dirumah. Sebagai gantinya Taemin oppa dan Junsu oppa yang menjaga Kyu. Mereka bilang aku terlihat sangat lelah. Aku sempat menolak, tapi pada akhirnya aku mengalah.

It’s gonna be me! Yung won hee neh gyut eh suh~
“Hmmh, yoboseo?”
“Hyunmei-ah! Cepat ke Rumah Sakit! Keadaan Kyuhyun kritis! Aku sudah meminta Jaejoong untuk menjemputmu! Palli!”
Tut..tut..tut..
Aku belum sempat mencerna apa yang dikatakan Taemin oppa.

It’s gonna be me! Yung won hee neh gyut eh suh~
“Ne?”
“Ini Jaejoong, aku didepan rumahmu. Palli!”
“Ne, oppa.”
Aku menyambar jaketku yang digantung dan langsung keluar rumah.
“Kajja!”
Aku langsung naik ke mobil Jaejoong oppa, Ryeowook sudah di dalam mobil. Dia menatapku dan tersenyum singkat.

Rumah Sakit.
Aku langsung berlari ke ruangan gawat darurat. Kulihat Taemin oppa dan Junsu oppa sedang duduk di depan ruangan itu.
“Oppa!”
“Hyunmei-ah, tiba-tiba saja keadaan Kyuhyun kritis tadi. Tapi dokter langsung datang dan menanganinya.” Jelas Taemin oppa sambil merangkulku.
Aku mengepalkan tanganku dan berdoa untuk keselamatan Kyuhyun oppa.
“Tuhan. Tolong selamatkanlah dia.”

***********
RIP
Our Beloved,
Cho Kyuhyun

Hari ini adalah hari pemakaman Kyu oppa. Malam itu, Kyu oppa tidak berhasil diselamatkan.
Selama pemakaman berlangsung, hujan tidak berhenti mengiringi kepergiannya. Sepertinya langit pun ikut bersedih atas kepergiannya.
Saat pemakaman selesai, Taemin oppa mengajakku pulang. Aku hanya menurutinya.
Ketika sampai rumah, Taemin oppa menyerahkan selembar surat padaku.
Aku duduk di meja belajar sambil menatap surat bewarna sapphire blue itu. Aku membukanya.

To: Naui Hyunmei ♥
Hyunmei-ah. Jeongmall mianhae.
Aku tidak memberitahumu tentang penyakitku. Aku malah menyakitimu.
Rigi itu adalah sahabatku dari kecil, dia selalu membantuku. Makanya aku meminta bantuannya.
Hatiku sakit sekali saat aku harus melakukan itu. Mianhae~
Aku hanya tidak ingin kau merasa sedih jika waktuku telah tiba, tapi ternyata aku salah.
Gomawo kau sudah menjagaku selama aku sakit. Mian sudah merepotkanmu. Jeongmall gomawo, jagi.
Dalam surat ini ada kalung, untukmu. Mian aku tidak bisa memberikannya langsung padamu, padahal aku ingin sekali.
Aku harap kau akan selalu ingat padaku.
Hyunmei-ah, saranghae~
Jalanilah hidupmu dengan baik, demi aku, arasseo? ^^
Cho Kyuhyun
.

Aku mengeluarkan kalung itu dari dalam surat. Kalung itu sudah basah karena air mataku.
“Kyu oppa, saranghae~ yeongwonhi saranghae~”

********
Sudah setahun berlalu sejak kepergiannya, namja yang sangat kucintai, baik sekarang maupun nanti.
Aku menuruti permintaan Kyu oppa. Aku menjalani hidupku dengan baik. Kenangan bersamanya adalah kekuatanku.
Hari ini adalah hari kelulusanku. Aku akan menjadi seorang mahasiswi.
“Hyunmei-ah! Dongsaeng-ku tersayang! Chukkae!” Taemin oppa memelukku erat, aku balas memeluknya.
“Gomawo, oppa.”
Taemin oppa melepaskan pelukannya dan menunjuk ke arah aula, “Hya, masuklah~ akan ada pertunjukan.”
Aku mengerutkan keningku, aku berjalan ke arah aula tempat siswa-siswi berkumpul. Di aula ada sebuah grand piano bewarna hitam dan seorang namja sedang bersiap memainkan piano itu.

Love U More Love U More
Love U More nae mam soge inneun neol
Love U More Love U More
ne sumgyeori nae mamsoge inneun geol

nopeun haneul araeui jageun jeom hanaga sarangeul noraehane Yeah~
yeojeonhi geudae eomneun naui moseup nae yeopui geurimjaman bangine
honjamanui saenggangmaneuro i sigan chaeul su eopgo
geudaeui misoga gaseumsok (gipi) gadeuk chaeuneun geol

geudae mamsogeneun sarangi eomneungeol
gidarim soge geudaewa geudaewa (I Pray For You)
naui mamsogeneun modeunge sarangingeol
ne sumgyeori nae mamsoge inneun geol (neol gidarineun geol)

geu sarangi chajaolgeora mitneun gidarim soge jageun seolleim
jogeumssik geudaega naege maemdoneun dalkomhan kiseu cheot neukkimcheoreom
malhal su eomneun nae maeum sok i sarang jeonhal gil eopgo
geudaega ul ttaemyeon maeum sok (gipi) gamssajugopeungeol

geudae mamsogeneun sarangi eomneungeol
gidarim soge geudaewa geudaewa (I Pray For You)
naui mamsogeneun modeunge sarangingeol
ne sumgyeori nae mamsoge inneun geol (neol gidarineun geol)

nae mamsoge sumswineun neol yeongwonhi I Love U
eonjena geudaereul geuriwohaneungeol
geu manheun naldeurui gieokdeulkkajido
nanara neomani sarangingeol

naui mam sogeneun yeongwonhi neoppuningeol
nal barabwajun geu nari oneun nal (I Pray For You)
geudae mamsogeneun modeunge sarangingeol
ne sumgyeori nae mamsoge inneun geol (neol gidarineun geol)

Love U More Love U More
Love U More nae mam soge inneun neol
Love U More Love U More
ne sumgyeori nae mamsoge inneun geor

Semua siswa yang ada disana bertepuk tangan untuknya, dia adalah Ryeowook.
Dia membungkuk dan berjalan ke arahku. Semua mata memandangnya.
***ends of Hyunmei’s flashback***

“Hyunmei-ah, a-apa kau mau menjadi yeojachingu-ku?” Dia berlutut di hadapanku.
Semua orang bersorak dan bertepuk tangan. Aku hanya mematung.
“Hyunmei-ah, ayo terima!”
“Hyunmei-ah! Jangan diterima! Akan kubunuh kau!”
“Huaaa cintaku bertepuk sebelah tangan!”
Seperti itulah tanggapan mereka. Aku masih mematung. Kuputuskan untuk meninggalkan ruangan itu.
Aku berlari ke taman belakang sekolah. Aku terduduk dibawah pohon besar. Dipohon besar itu terdapat ukiran.

Hyunmei


Kyuhyun

Saranghae~ Jeongmall saranghae~

“Kyuhyun. Bogo shiepo. Kenapa kau meninggalkanku? Kyu babo. Saranghae~ Uhuhuhu……” Aku menangis di bawah pohon itu.
Kami yang membuat ukiran itu. Saat dia menyatakan cintanya padaku. Aku masih ingat jelas waktu itu.
“Hyunmei-ah~”
Aku berbalik dan menghapus air mataku. Aku melihatnya menghampiriku dan duduk disebelahku.
“Kau menangis lagi yah? Hmmh.” Tanyanya sambil menatap langit, aku hanya mengangguk pelan.
“Jangan menangis lagi. Kyuhyun tidak suka melihatmu menangis. Seperti aku.” Dia menatapku, “Saranghae~”
Aku balas menatapnya, dia mendekatkan mukanya padaku dan dia mengecup keningku singkat. Dia tersenyum lalu meninggalkanku.
Aku mengenggam kalung yang selalu kupakai, kalung berbentuk kristal salju pemberian Kyuhyun.
hanya angin dari tadi menemaniku. Tiba-tiba aku mendengar suara orang yang sangat kurindukan. Suara Kyu oppa.
“Terimalah~ Dia bisa membahagiakanmu~ Saranghae~”
Aku berbalik tapi tidak mendapati siapapun —- atau apapun.
Aku tersenyum singkat, “naddo saranghae, oppa~”
Aku mengehembuskan nafasku dan berlari mengejarnya.
“RYEOWOOK-AH!” Panggilku, dia berbalik.
*brugh!*
“Aissh, kenapa ada batu disini, merusak suasana aja.” Gumamku pada batu yang membuatku terjatuh.
“Hyunmei-ah, gwaenchana?” Ryeowook sudah ada dihadapanku.
Aku menatapnya dan memeluknya.
“Ryeowook-ah, beri aku satu kesempatan. Aku ingin belajar mencintaimu.”
Ia terdiam, tapi tidak lama ia membalas pelukanku dengan erat.
“Gomawo, Hyunmei-ah~”
Aku melepaskan pelukanku dan menatapnya, tidak lama ia tertawa.
“Waeyo?”
“Aniyo. Kau babo. Kenapa bisa jatuh? Kekeke~”
“Aissh! Bukan mau-ku, habis ada batu disini.”
“Muahaha~ Hyunmei babo.” Dia terus tertawa, aku berdiri dan menjauh darinya. Tapi dia memelukku dan mengangkatku.
“Hyunmei-ah! Saranghaeyo~ Aku harap kau bisa membalas perasaanku.”
Aku hanya tersenyum.
“Kyu oppa, sepertinya kau benar. Gomawo, oppa. Saranghae~”

The End.

By: melia @ryeomei

Notes: finished!! Kaloada yang ngerasa pernah baca, berarti itu dari blog saya.. saya udah post di blog sndiri.. hehhehe..

Mian yaa kalo jelek *bow*

Gomawoyo ^^

14 Comments (+add yours?)

  1. hyun jae
    Dec 03, 2010 @ 12:10:06

    kereen ..
    ryeowook jadi pengganti kyu ..
    uaah ^^

    Reply

  2. May4teukie
    Dec 03, 2010 @ 13:03:47

    Yah evil’a mati dh

    Reply

  3. Rere
    Dec 03, 2010 @ 13:20:16

    Keren

    Reply

  4. Yeapy yeap
    Dec 03, 2010 @ 13:53:40

    Ya., kaya na pernah baca deh
    He.,he.,
    Coba pas part dimana kyu na mw meninggal dibuat lbh mellow., pasti bs bikin banjir airmata
    He.,he.,
    Tp ending na dah bgus kok., da wooky yg gantiin kyu
    He., mian dah komen

    Reply

  5. wookayevil
    Dec 03, 2010 @ 15:16:25

    ga relaa! ga relaa! ga relaa!
    halaah, kyu emg image penyakitan ga bsa lpas dr dri mu!
    nice ff! banyak2 bikin nae yeobo maen epep yak!

    Reply

  6. kyucanasoofishy
    Dec 03, 2010 @ 16:15:46

    Tuch kan tuch kan….
    Kyuhyunny meninggal, hikzzzzz…..
    Sedih ak T__T

    Reply

  7. yokyuwon
    Dec 03, 2010 @ 19:02:13

    hikzzz – hikzzz…..

    Reply

  8. chris~wonnie~hyunnie
    Dec 03, 2010 @ 19:37:19

    Wuahh… Daebak, author…!!!
    Eternal magnae menggantikan true magnae~
    *dibunuh SparKYU ama Ryeosomnia*
    Nice FF……….!!!!!!!!!!!

    Reply

  9. hepyu
    Dec 03, 2010 @ 19:42:28

    aduh..kyu seneng banget sih dibikin mati di ff…
    wookie, kamu selingkuh *plakkk

    Reply

  10. Sooheekyu
    Dec 04, 2010 @ 13:51:09

    Nice 🙂 tapi kyu oppa meninggal T.T

    Reply

  11. Ocha
    Dec 04, 2010 @ 20:52:03

    Akhirnya Wookie ngegantiin Kyu…
    Nice ff…

    Reply

  12. kang sang woo
    Dec 06, 2010 @ 20:20:01

    hihihi…..
    udah lewat 3th…si kyu masih bisa aja nongol

    Reply

  13. Reira
    Jan 26, 2011 @ 18:19:28

    keren…aku suka..
    author(pipi fishy), kamu jadi salah satu author favoritku,,ehhehe

    Reply

  14. Reira
    Jan 26, 2011 @ 18:50:26

    cingu . .mianhe . .aku salah coment. hbis judulnya sama

    Reply

Comment's Box

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: