UNBELIEVABLE LOVE Part 3 (end)

#Yesung’s POV#

Tak ku sangka, Jaessy terlihat sangat bahagia sekarang. Permainanpun selesai begitu saja. Jaessy terus saja memainkan air dan menyipratkannya padaku yang berlari dibelakangya.

Aku berlari mendahuluinya, lalu aku memeluk tubuhnya dari belakang dan memutar-mutar tubuhnya. Jaessy tertawa bahagia. Aku pun menurunkanya dan dia kembali berlari. Aku mengejarnya lagi.

“Ya! kau tidak cape? Berhentilah!” teriakku.

“Aku tidak lelah sama sekali. Aku sangat senang ayolah. Kejar aku!”

Aku megejarnya lagi walau pun aku sudah merasa lelah.

****

#Author’s POV#

Yesung menghentikan larinya. Ia duduk di pasir pantai yang putih. Lalu ia merebahkan tubuhnya disana. Jaessy yang melihat Yesung tidak mengejarnya lagi, langsung berjalan menghampiri Yesung dan duduk disebelah Yesung.

“Ya! kenapa kau berhenti? Ayolah. Kita bermain lagi.” Ajak Jaessy.

“Aku lelah. Kau berlari sangat cepat.” Ucap Yesung sambil bangun dan duduk disebelah Jaessy.

“Aku juga lelah. Kita istirahat saja.”

Mereka duduk bersama sambil melihat ombak di pantai yang terus menderu dan matahari yang mulai tenggelam. Angin laut terus menghempaskan rambut Jaessy yang tergerai panjang. Mata Jaessy pun tidak pernah lepas dari ombak. Tanpa Jaessy ketahui, Yesung terus memperhatikannya.

~~Jaessy Park’s apartement~~

“Onnie-ah? Sampai kapan kau mau tidur? Siwon-sshi datang untuk menjengukmu.” Teriak Ae Sook didepan kamar Jaessy.

“……………………” tidak ada jawaban dari dalam. Aesook mengetuk pintu kamar Jaessy lagi.

“Onnie-ah? Siwon-sshi datang untuk menjengukmu. Keluarlah.” Teriak Aesook lagi. Ia lalu membuka pintu kamar Jaessy. Pintunya tidak terkunci.

“Onnie-ah?” Aesook masuk dan mecari keberadaan Jaessy dikamar. Tapi ternyata Jaessy tidak ada di dalam. Kamarnya kosong. Aesook mencoba mencari Jaessy di kamar mandi tapi kamar mandi pun kosong. Ia berlari keluar dengan tergesa-gesa.

“Jaessy Onnie tidak ada di kamarnya. Dia kabur.” Ucap Aesook pada Siwon yang sedang menunggu di ruang tengah.

“Mwo? Kau sudah cari dia disemua tempat?” Tanya Siwon panic.

“Di kamarnya tidak ada. Di kamar mandi juga.”

“Mungkin dia pergi ke kamar mandi di dapur?” Tanya Siwon.

“Ani. Sejak kemarin Onnie tidak mau keluar dari kamarnya. Makan pun aku yang antarkan ke kamarnya.”

“Kalau begitu aku akan mencarinya.” Siwon pun langsung keluar dari apartemen Jaessy dan langsung menyalakan mobilnya dan pergi entah kemana.

“Kemana perginya dia? Jika dia ingin keluar, aku bisa antarkan dia. Kemana aku harus mencarinya?” Tanya Siwon pada dirinya sendiri. Ia pun terus menyusuri jalanan tanpa tahu harus mencari Jaessy kemana.

~~At the beach~~

“Jaessy-sshi, apakah kau  merindukan Si Kacamata Tebal?” Tanya Yesung tiba-tiba.

“Ne? kenapa kau tiba-tiba menanyakan hal itu?” Jaessy balik bertanya dengan perasaan heran.

“Kau ingat dengan lagu ini?” Yesung lalu mengambil napas untuk menyanyikan sebuah lagu.

“And…” Tapi baru saja dia mengatakan satu kata, seseorang memangil namanya dari arah belakang.

“Yesung Hyung, apa yang kau…” Tanya seseorang itu terpotong ketika melihat Jaessy disebelah Yesung.

“Jaessy Noona? Apa yang kau lakukan disini? Dan kenapa kau bisa bersama Yesung Hyung? Aesook sedang kebingungan mencarimu.” Tanya Siwon bertubi-tubi sambil menghampiri Yesung dan Jaessy.

“Siwon-sshi? Bagaimana kau bisa tahu aku disini?” Tanya Jaessy heran.

“Kenapa kau bisa ke sini, Siwon-ah?” kini giliran Yesung yang bertanya dengan pertanyaan yang sama.

“Aku melihat mobilmu di pingir jalan. Karena aku penasaran, makanya aku mencari Hyung. Lalu apa yang kalian lakukan disini? Dan kenapa kalian bisa bersama?” Tanya Siwon.

“Ka… kami… kami hanya kebetulan bertemu. Dan aku akan pulang sekarang.” Ucap Jaessy ia lalu pergi meninggalkan Siwon dan Yesung menuju mobil Yesung.

“Hyung-ah?” Siwon masih bingung.

“Kau antarkan Jaessy pulang.” Ucap Yesung. Ia lalu mengajak Siwon menuju Jaessy yang sedang menunggu didepan mobil Yesung.

“Jaessy-sshi. Kau pulanglah dengan Siwon. Aku ada urusan dulu.” Ucap Yesung sambil tersenyum.

“Ne? na?” Tanya Jaessy.

“Ne. Siwon-ah, antarkan Jaessy-sshi pulang. Kau ‘kan lebih mengenalnya.” Perintah Yesung.

“Ne. araseo, Hyung-ah.” Ujar Siwon mantap. Tapi Jaessy tidak. Karena ia masih canggung dengan Siwon. Ia masih bingung dengan perasaannya. Tapi dengan terpaksa, ia pulang dengan Siwon.

Didalam mobil tidak terjadi percakapan sedikit pun. Siwon maupun Jaessy tidak berbicara sepatah kata pun.

“Noona-ya, bagaimana keadaanmu?” Tanya Siwon basa-basi.

“Ne? gwenchana.” Jawab Jaessy singkat. “Siwon-sshi…” panggil Jaessy.

“Ne?”

“Tentang kejadian di sungai Han itu, aku… aku minta maaf karena sudah bersikap kurang sopan.”

“Ne? oh. Gwenchana. Aku mengerti kau sedang lelah waktu itu.” Siwon tersenyum.

“Aku juga minta maaf lagi karena…” perkataan Jaessy terhenti.

“Karena?”

“Karena… karena… karena aku masih belum bisa menjawab pertanyaanmu itu.”

“Gwencahana. Kau bisa menjawab itu kapan pun kau mau.” Ujar Siwon lembut. “Noona-ya, bagaimana caranya kau bisa bersama dengan Yesung Hyung tadi?”

“Ne? aku hanya kebetuan saja bertemu dengannya diparkiran.” Jawab Jaessy

“Parkiran? Kenapa kau bisa ke parkiran? Aku yakin Aesook tidak tahu kau pergi ke parkiran, ‘kan? Kenapa kau kabur?”

“Ne? aku..aku bukan kabur. Aku…” Jaessy bingung menjawab pertanyaan Siwon. “Huh.. baiklah. Aku akan mencaritakan semuanya. Tapi kau janji tidak akan menceritakan alasanku ini kepada Aesook atau yang lainnya? Yaksok?” Ucap Jaessy mengalah.

“Yaksok!” ucap Siwon.

Jaessy pun akhirya menceritaka alasannya kabur dari apartemanya.

~~Few days later~~

“Onnie-ah, palli! Kita sudah terlambat.” Teriak Aesook.

“Ara. Jhamkaman!” balas Jaessy.

Jaessy pun keluar dari kamarnya dengan tergesa-gesa dan repot dengan barang-barang yang dia bawa.

“Aigo! Sudah aku bilang barang-barag itu jangan kau keluarkan dari mobil agar sekarang tidak repot.” Aesook menggeleng-gelengkan kepalanya.

“Aesook-ah, kau menemukan sarung tangan yang bisa aku bawa?” Tanya Jaessy panic.

“Sarung tangan? Oh, sarung tangan yang kecil dan kucel itu? Sarung tangan yang selalu kau pegang dan kau bawa kemana pun?”

“Ne. kau melihatnya? Mana?”

“Tidak.” Jawab Aesook singkat. “Mungkin terjatuh di mobil. Kita cari dimobl saja. Khaja.” Ajak Aesook sambil membantu Jaessy  membawa barang-barangnya.

Saat sampai di mobil, Jaessy terus saja mencari sarung tangan kecilnya. Dimulai dari bagasi, jok tengah, jok depan, sampai dikolong mobil dia cari. *kaya nyari tikus aje ampe ke kolong*

“Ya! jika kau masih mencari sarung tangan itu, bagaimana kita bisa sampai ke lokasi shooting? Kita sudah terlambat.” Aesook mulai kesal pada Jaessy.

“Jhamkaman. Sarung tangan itu harus aku temukan. Itu sangat berharga.”

“Sarung tangan kecil seperti itu bisa kau beli dimana pun. Bahkan kau bisa membeli yang lebih bagus dari itu.”

“Ani. Sarung tangan itu teramat sangat berharga dan tidak bisa digantikan.” Jaessy mulai berteriak.

“Sarung tangan lusuh seperti itu masih saja kau harapkan. Kalau aku pasti sudah membuangnya.”

“Aesook-ah, coba kau pikirkan. Jika orang yang kau sukai memberikan sesuatu untukmu, lalu barang itu hilang entah kemana, apa yang akan kau lakukan? Kau pasti akan mencarinya, ‘kan? Hal tu yang terjadi padaku sekarang. Meskipun sarung tangan itu sudah lusuh atau apa pun, tapi sarung tangan itu tetap berharga. Karena sarung tangan itu milik Joong Woon. Kau tahu Joong Woon? Orang yang aku sukai sejak aku masih kecil!”  Jaessy berteriak.

“Ara. Aku mengerti. Tapi professional-lah. Kau juga harus memikirkan pekerjaanmu. Semua sedang menunggumu. Aku janji akan membantumu mencari sarung tangan itu.” Aesook mulai membujuk Jaessy.

“Huh! Baiklah. Aku mengerti. Kita berangkat sekarang.” Akhirnya Jaessy pun mengalah dan mereka berdua pun langsung pergi meninggalkan parkiran apartement menuju ke lokasi shooting untuk pemotretan.

~~At 10 pm in images location~~

Jaessy dan Siwon masih bergaya di hadapan kamera. Mereka menjadi pasangan lagi untuk baju model terbaru ini. Mereka megenakan pakaian baru rancangan Andrew Kim. Pemotretan pun sempat tertunda beberapa jam karena ada accident tertentu.

“Haaahh… melelahkan.” Ujar Jaessy sambil merebahkan tubuhnya diatas kursi empuk di ruang ganti.

“Aku tadi sudah mencari sarung tanganmu di mobil, tapi hasilnya nihil. Aku malah menemukan kaos kakiku yang hilang. Akhirya kaos kaki ini ketemu. Kaos kaki ini sangat hangat, lho.” Ucap Aesook begitu bahagia kaos kakinya bisa ia temukan.

“Jangan promosikan kaos kaki baumu itu disini. Memalukan. Apakah kau sudah mencarinya sungguh-sungguh? Benar tidak ada dimobil?”

“Geurae. Mungkin kau menjatuhkannya di kamarmu atau terjatuh di tempat lain?”

“Ani. Aku tidak pernah mengeluarkan sarung tangan itu dari tas. Aku hanya mengeluarkanya jika di rumah. Jika aku akan bepergian pun aku tidak akan lupa untuk membawanya.” Bantah Jaessy.

“Mungkin tasmu pernah jatuh?”

“Aku tidak pernah… Hei? Tas jatuh? Geurochi. Tasku pernah jatuh di mobilya Siwon-sshi. Mungkin sarung tanganku ada padanya.” Jaessy langsung keluar dari ruang ganti baju menuju ruangan Siwon tanpa mengganti baju rancangan Andrew Kim terlebih dahulu.

“Jaessy-sshi! Ganti dulu pakaianmu! Ya! Jaessy-sshi!” Aesook berteriak, tapi Jaessy tetap berlari. “Dasar anak itu.” Gumam Aesook.

“Siwon-sshi?” Jaessy membuka pintu ruang ganti baju Siwon dan langsung mencari keberadaan Siwon. Tapi sepertinya Siwon tidak ada di ruangannya.

“Siwon-sshi? Eodiga? Siwon-sshi?” Jaessy terus mencari, tapi Siwon tetap tidak ada. “Mungkin dia sudah pulang? Mungkin masih di parkiran. Aku susul saja. Semoga masih bisa.”  Gumam Jaessy dalam hatinya.

Tapi saat Jaessy pergi ke parkiran Siwon pun tidak ada. Bahkan mobilnya pun tidak terlihat.

“Aku terlambat. Pasti dia sudah pulang. Ini salahku juga menyuruhnya utuk pulang terlebih dulu tadi. Huft!” Ucap Jaessy dalam hatinya lagi.

Dia pun kembali keruang gantinya dengan lemas.

“Ketemu?” Tanya Aesook begitu Jaessy sampai di ruang ganti bajunya.

“Eopseo.” Jawab Jaessy lemas.

“Telefon saja dia. Tanyakan apakah dia tau dimana sarung tanganmu.” Ujar Aesook memberi solusi.

“Geurochi! Kau punya nomornya?”

Aesook mengangguk. Lalu ia memberikan nomor ponsel Siwon pada Jaessy. Jaessy pun segera menghubungi Siwon detik itu juga.

Setelah telefon tersambug, Jaessy langsung menanyakan tentang sarung tangannya yang hilang.

“Eottokhae?” Tanya Aesook.

“Ada padanya. Tapi dia bilang dia tidak tahu dimana sarung tangan itu.” Jawab Jaesyy lemas.

“Lalu?”

“Aku suda kehilangan harapan.” Jaessy menyenderkan punggungnya di sandaran kursi dengan lemas.

****

~~3 days later~~

“And I will take…

You in my arms…

And hold you right where you belong…” suara ponsel Jaessy berbunyi. Aesook mengangkatnya karena Jaessy masih sibuk difoto. Kali ini dia membintangi iklan makanan.

“Hallo? Jaessy Park’s Manager’s speaking. Who’s this?” Sapa Aesook.

“Hallo. Aesook, it’s me, Micky. How are you?” Tanya seseorang diseberang telefon.

“Yoo Chun Oppa? Hi! i’m fine. How about you? i miss you.” ucap Aesook semangat.

“Hi! i’m fine. yeah, me too. How’s Korea?”

“It’s great! we enjoy our time in here.”

“That’s good. How about Jaessy? Is she ok?”

“Of course. She’s very happy. When will you come to Korea? we miss you very much.”

“I have plan, but not now. Maybe in the few weeks.”

“Really? we’ll wait for it.”

“Ok! Send her my regard.”

“Ok! Take care. Bye”

“Bye.”

Aesook pun menutup telefonnya.

Saat Jaessy selesai pemotretan, ia langsug menanyakan siapa yang menelefonnya.

“Nugu?” Tanya Jaessy sambil duduk di kursi yang kosong untuk beristirahat sejenak.

“Yoo Chun Oppa. Dia bilang dia akan datang kesini minggu depan.” Jawab Aesook bersemangat.

“Jinja? Yoo Chun Oppa? Kenapa kau tidak bilang padaku? Aku ingin berbicara dengannya.”

“Ya! Kru disini bilang jika kau sedang shooting, aku tidak boleh mengganggu. Jadinya aku tidak berani memanggilmu.” Ucap Aesook sambil berbisik.

“Oh. Ara. Ya! benarkah Yoo Chun Oppa akan pulang ke Korea? Yeah, daebak! Semoga aku sedang free.” mohon Jaessy bahagia.

****

~~Few weeks later~~

“Annyeonghaseyo…” ucap seseorang dari luar pintu apartement Jaessy.

“Ne. chakkaman…” teriak Aesook dari dalam.

“Annyeonghaseyo. Yoo Chun Oppa?!” Aesook berteriak karena terkejut melihat seorang namja yang sudah ia anggap seperti kakak kandungnya sendiri.  Jaessy yang sedang menonton TV tersentak kaget dan langsug menghampiri Aesook ke depan pintu.

“Annyeong. Bagaimana kabarmu?” sapanya ramah.

“Oppa?! Bogoshipoyo!” Jaessy langsung memeluk kakaknya yang baru datng dari London. Aesook pun ikut memeluk Yoo Chun. *Author: wah, lumayan meluk Micky Yoo Chun. Hihihihi (smirk)*

“Hi! miss you too. Wah, bahasa Koreamu lancar juga, yah? Bagaimana keadaanmu.” Tanya Yoo Chun sambil melepas pelukan adiknya.

“I’m fine. kau masih bisa berbahasa Korea, ‘kan? Hmm? Ini siapa?” Tanya Jaessy begitu ia melihat seorang wanita bule yang sedang berdiri dibelakang Yoo Chun.

“Tentu saja aku masih bisa. Oh, kenalkan ini calon istriku. Hehe.” Cengir Yoo Chun sambil memparkenalkan calon istrinya.

“Annyeonghaseyo. Verra imnida.” Ucap gadis itu menggunakan bahasa Korea.

“Annyeong. Jung Hee imnida. Do you speak Korean?” Tanya Jaessy heran.

“Ne.” gadis bernama Verra itu tersenyum ramah.

“Sepertinya tidak enak jika kita mengobrol disini. Bagaimana jika kita masuk kedalam saja?” ajak Aesook.

Mereka pun masuk kedalam apartement Jaessy dan berbincang-bincang disana.

~~5 days later~~

#Yesung’s POV#

Aku datang lagi ke apartementya. Apartement Jaessy, tapi aku lebih suka memanggilnya Jung Hee. Aku masih duduk di jok mobilku di parkiran. Aku masih ragu. Apakah aku harus masuk atau aku batalkan saja?

Tapi ketika aku akan keluar, aku melihat Jung Hee keluar bersama seorang namja dan seorang yeoja. Namja dan yeoja itu terpisah oleh Jung Hee. Mereka terlihat senang dan bergembira. Siapa mereka? Mungkin itu kakaknya. Tapi yang mana? Sudahlah. Lebih baik aku batalkan saja. Mungkin ia sedang bersama kakaknya. Tidak sopan jika aku mengganggu.

Aku pun menyalakan mesin mobilku dan pergi dari parkiran apartement itu menuju pantai yang pernah aku kunjungi bersama Jung Hee secara tidak sengaja.

****

Kenapa pantai ini selalu sepi? Padahalkan pantai ini begitu indah. Ombaknya indah. Sunsetnya juga. Apalagi Jung Hee yang tertawa dengan lepasnya. Senyum dan tawanya begitu indah sama dengan pemandangan pantai ini. Bahkan lebih indah senyumannya. Aku baru melihatnya tertawa selepas itu. Dia terlihat sangat bahagia.

Aku mengambil sebelah sarung tangan masa keciku dari kantong celanaku, dan sebelah lagi yang aku berikan kepada Jung Hee dari kantong jaketku. Sarung tangan ini mengalami perubahan ternyata. Semakin kecil. Tentu saja, karena tanganku sudah besar sekarang. Huft!

“Andaikan saja Jung Hee mengatakan padaku jika dia akan pergi ke Los Angeles, aku akan memberikan ini untukya.” Aku mengeluarkan sebuah kotak kecil berisi kalung yang bebandul hati dan didalam hati itu ada huruf ‘JJ’. Kalung ini aku ambil dari inisial nama kami berdua. Dulu kalung ini pendek, tapi aku sudah menggantinya dengan tali yang panjang.

“Jika aku bertemu dengan Jung Hee disini, aku akan memberikan kalung ini padanya. Jika hari ini dia tidak datang, aku akan melemparnya kelaut. Aku akan mencoba untuk melupakanya. Karena mungkin dia lebih memilih Siwon dari pada si Kaca mata Tebal.” Aku menudukan kepalaku sambil memperhatikan sepasang sarung tangan kecilku dan kalungku.

“Yesung-sshi?” panggil seseorang dari belakangku.

Aku kaget dan langsung menoleh kebelakang.

“Jung Hee? Ah, maksudku Jaessy-sshi? Apa yang kau lakukan disini?” tanyaku heran.

“Jika aku sedang free atau pulang lebih awal, aku selalu menyempatkan diri untuk datang kesini. Pantai ini sangat indah. Dan juga jarang orang yang datang kesini.” Jawabnya sambil tersenyum. Ah, senyumnya begitu cantik. Pantas saja Siwon bisa menyukainya. Huft!

“Oh. Tapi bukankah kau tadi sedang bersama seseorang?” Tanyaku hati-hati.

“Ne? Oh, Yoo Chun Oppa? Dia sudah pulang lebih dulu, Verra Onnie kelelahan. tapi, bagaimana kau bisa tahu aku pergi bersama Yoo Chun Oppa?” tanyanya menginterogasi.

“Ne? Ah, aku.. aku tadi melihatmu sedang bersama seseorang. Apakah itu namja chingumu? Hehe.”

“Nugu? Yoo Chun Oppa? Dia kakakku. Aku tidak punya namja chingu.” Jawabnya menjelaskan. Ia lalu melihatku sedang memegang sesuatu ditanganku.

Aku langsung memasukkan kalungku kedalam saku jaketku.

“Chogiyo. Itu… apakah itu sarungtangan?” tannyanya.

“Ne. ini sarung tanganku waktu aku kecil.” Jawabku.

“Mwo? Itu milikmu? Tapi sarung tangan itu persis sekali dengan milikku.” Jung Hee terkejut. Ia mengambil sarung tangan yang aku pegang.

#Yesung’s POV end#

“But it’s same. Sarung tangan ini sama dengan milikku. Ini persis sekali.” Jaessy terkejut.

“Aku harap kau masih ingat dengan lagu ini.” Yesung mulai menyanyikan sebua lagu.

“And I will take…

You in my arms…

And hold you right where you belong…

Till the day my life is through…

This I  promise you… this I promise you…” *This I Promise You_‘N Sync* Yesung menyanyikan sepenggal lagu yang pernah ia nyanyikan untuk Jung Hee ketika ia kecil.

“Joo.. Joong Woon? Kau Joong Woon? Kim Joong Woon? Kau Si Kacamata Tebal?” Tanya Jaessy terbata.

“Ne. ternyata kau masih ingat. Aku kira kau sudah lupa dengan lagu itu.”

Jaessy pun langsung memeluk Yesung yang berada didepannya.

“Aku tidak mungkin melupakannya. Tapi bagaimana bisa sarung tangan itu ada padamu?” Tanya Jaessy yang masih tetap memeluk Yesung.

“Kau menjatuhkannya di mobil Siwon. Aku menemukannya lalu mengambilnya.”

“Jadi kau yang mengambilnya? Aku mencari sarung tangan itu kemana-mana tahu! Aku kira aku menghilangkan sarung tangan itu.” Jaessy pun melepas pelukannya.

“Kenapa kau menjatuhkannya? Itu salahmu.”

“Kenapa jadi salahku? Itu salahmu. Kenapa kau tidak langsung memberikannya padaku begitu kau menemukan sarung tangan itu?”

“ Bagaimana caranya aku memberikan ini padamu? Kau selalu sibuk. Aku juga sibuk.”

“Kita ‘kan pernah kesini. Kenapa kau bukan memberikan sarung tangan itu padaku? Kau malah mengajakku bermain.”

Yesung dan Jaessy malah bertengkar ketika mereka mengetahui jika mereka adalah teman semasa kecil. Mereka masih sama seperti dulu, suka bertengkar. Meskipun hal kecil, tapi mereka selalu membesar-besarkan hal itu.

#Yesung’s POV#

“Sudahlah. Aku rasa kita malah bertengkar. Seharusnya kita berubah. Kita sudah besar.” Aku mengeluarkan sesuatu dari kantong jaketku. Aku mengeluarkan kalung yang aku bawa untuk aku berikan pada Jung Hee hari ini. aku lalu menggantungkan kalung itu di jari telunjuku.

“Kau jahat. Kau pergi ke London tanpa memberi tahuku dulu.” Protesku yang masih menggantungkan kalung itu dijariku.

“Ne? aku pergi karena Appa ada tugas dadakan. Lagi pula bagaimana caranya aku menghubungimu? Zaman kita sekolah belum ada alat komunikasi yang bisa aku pakai.” ucap Jaessy membela dirinya. “Lagi pula kenapa kau berkata seperti itu? Bukankah kau membenciku?”

Sebenarnya aku bukan membencinya. Justru aku sangat menyukainya. Tapi aku tidak tahu bagaimana caranya berteman dengan gadis secantiknya.

“Aku kesepian tanpamu disekolah.”

“Just that? Kau tetap menyebalkan.” Jaessy memonyongkan bibirnya tanda ia kesal.

“Ya! apa itu? “ tunjuknya.

Aku berjalan kebelakang Jung Hee. “Ya! kau tahu? Aku menangis semalaman ketika kau pindah.” Ucapku sambil memakaikan kalung itu di leher Jung Hee yang tertutup oleh rambut panjangnya.

“Kalung ini untuku?” Jaessy heran. “Mwo? Kau menangis saat aku pindah? Weo?”

“Saranghamnida.” Akhirya aku berani membisikan kata itu.

“Mworago?” Jaessy tersentak kaget dengan ucapanku.

“Ternyata blitz kamera bisa membutmu tuli, yah?” aku tertawa kecil. “Ya! Park Jung Hee! Saranghamnida.” Ucapku sedikit berteriak.

“Mwo?!?” teriaknya lagi.

“Kau tuli atau kau tidak bisa berbahasa Korea lagi?” aku mulai gemas.

“Ani. aku hanya tidak yakin dengan pendengaranku.” Jug Hee mengusap-ngusap telinganya.

Aku lalu menarik Jung Hee kedalam pelukanku. Dia terlihat keget. Tapi aku tetap memeluknya.

“Jaessy Park, atau Park Jung Hee-ah, aku yakin jika pendengaranmu itu benar. listen! I Love you.” ucapku lagi tepat dipinggir telinganya.

“You? You love me? Gotjimal!”

“Jinja. Saranghamida.”

“Nado saranghae.” Akhinya Jung hee mengatakan jika ia menyukaiku juga. Aku sangat bahagia mendengar kata-kata itu darinya.

“Mwo?” teriaku membalas sambil melepas pelukanku.

“Kenapa jadi kau yang tuli?” canda Jung Hee padaku. Lalu ia tersenyum. Senyum yang menurutku sangat manis. “Nado saranghae, Joong Woon Oppa!” Aku pun memeluknya lagi.

Tidak bisa dipercaya. Cinta yang aku pendam sejak dulu tenyata bisa bertahan hingga sekarang, cinta pertama dalam hidupku. Dan juga cintaku ini bisa terbalaskan olehnya. Gadis yang sejak dulu aku cintai itu. Gadis kecil yang selalu aku ganggu ketika disekolah. Gadis yang bisa membuatku menangis ketika ia meninggalkanku dulu. Dan gadis yang selalu memenuhi fikiranku. Kini gadis itu ada dalam pelukanku. Dan tak akan aku lepaskan untuk selamanya. This is unbelievable love.

Aku memeluknya dengan erat agar dia tidak bisa pergi meninggalkanku lagi. Kami berpelukan dihiasi oleh sunset di pantai yang sangat indah. Seindah cinta kami berdua yang tidak akan pernah pudar untuk selamanya. Aku melepaskan pelukan itu dan aku mengecup bibir mungilnya dengan lembut, ia pun menyambut kecupan hangatku.

Saranghamnida, Jung Hee-ah. I Love You…

~~~THE END~~~

Note                :           wah… taengkyu(min) all… ^ ^ karena kalian semua udah mau luangin waktunya untuk baca dan komen di ff sayah. Akhirnya ff sayah ada yang tamat juga.. hoho

Sayah minta maaf lagi kalo misalnya endingnya rada tidak nyambung, Atau kata-katanya kurang puitis, atau authornya terlalu imut. *maksud lo?!?!* heh heh ^^ dan hatur taenghkyu(min) all… *bowed*

PS: jangan bosen baca ff yang sayah buat… hohoho ^ ^ *dan ff author yang lainnya ^ ^ (sekalian promoin.. :p)*

Author            :  Nidsha_MinieHae a.k.a Aesook

18 Comments (+add yours?)

  1. SJ Girls
    Dec 05, 2010 @ 16:10:53

    Aaaaaa… akhirnya selesai juga…

    So sweeeeeeeett… 😀

    Reply

  2. rachul
    Dec 05, 2010 @ 17:00:29

    sukaaaa .. aku suka ceritanya ..
    nice ff! ^^

    Reply

  3. leedantae
    Dec 05, 2010 @ 18:16:30

    Kurang panjang onn 😦
    Epilog ! Mau ada epilog …
    Buat pernikahan yesung,hehe

    Reply

  4. hyun jae
    Dec 05, 2010 @ 19:30:30

    Happy ending .. ^^

    Reply

  5. Erika
    Dec 05, 2010 @ 19:44:38

    Wah nasib siwon??

    Reply

  6. deedee
    Dec 05, 2010 @ 20:21:16

    Iya… Nasib siwon gimana tuh, thor? (?). Udah siwon sama aku aja.. (?) #ngarep. Keren ff nya.. Romantiiiis.. (Y)

    Reply

  7. yeapy yeap
    Dec 05, 2010 @ 21:36:32

    wah oppa ku akhirnya bahagia ma Jung Hee,,,
    chukkae oppa

    Reply

  8. arum
    Dec 06, 2010 @ 11:22:53

    ternyata yesung bisa romantis jg ya….
    nice ff…..

    Reply

  9. -deewookyu-
    Dec 06, 2010 @ 11:23:30

    gmn dengan ….siwonnn…………….
    buat after story nya duuung….. dmn jessy nya dibawa ke dorm dikenalin ke anak anak SUJU….. biar sekalian siwon tau…!!!

    Reply

  10. ryu minako
    Dec 06, 2010 @ 11:25:37

    .huaaaaaaaaaaaaaaaa………….
    . chingu bagus…bagus.^^ b
    . hahaha kerenzz…
    .oh iya lam kenal ya…

    Reply

  11. meeoci
    Dec 06, 2010 @ 11:34:53

    oke alurnya.. tapi knapa suka ada kalimat2 gak jelas disela-selanya,, saat lagi serius kn jd agak terganggu,, n englishnya diperbaiki lg y honey..

    Reply

  12. fanficsujushineebeast
    Dec 06, 2010 @ 13:45:02

    Kereeeen.. Akhirannya keren. Good, good, good…^^

    Reply

  13. Lee Iseul
    Dec 06, 2010 @ 18:39:18

    after story as usuall dong :D:D really nice endingnya:D

    Reply

  14. Ocha
    Dec 06, 2010 @ 22:57:36

    Weleh, Siwon nya gimana tu???
    Sama aku kan??? *ngedip-ngedip gaje*
    Nice ff (y)
    Bikin epilognya dong…

    Reply

  15. nonnakim
    Dec 17, 2010 @ 21:22:57

    wah siwonnya gimana tuh. .
    yesung so sweet ^^

    kude bikin after story’a dong ^^

    Reply

  16. wominsafanfic
    Jan 02, 2011 @ 09:20:11

    Hey…
    Min… ff.nya nice ^^
    good joob^^
    Tapi gimana tuh nasib siwon?
    sama saya saja, ya? *lirik author sambil melotot* *ngancem*
    kekekek ^^

    Reply

  17. ebbeehh
    Jul 14, 2011 @ 21:51:40

    greaaat!!! XDD

    Reply

Comment's Box

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: