The Musical of love

Author: Shin Hye Kyung/Ryeongri

“Anak ballet sepertimu mana bisa menari hip hop.” Kata Lee Donghae yang langsung membuat ekspresi Sunny masam. Sunny memang beberapa kali lupa tentang gerakannya, dan  kadang kesulitan mengikuti gerakan hip hop dance. Donghae sering meremehkannya karena menurutnya Sunny tidak cocok dengan dunia hip hop.

“Setidaknya aku berusaha,” jawab Sunny kesal dan berusaha mengimbangi gerakan Donghae. Sunny mencoba menahan amarahnya. Ini sudah keseribu kali ia dan Donghae harus adu mulut saat latihan, padahal dalam drama yang mereka perankan, mereka adalah sepasang kekasih.

“Lee Donghae, Kang Hye Sun!!” Teriak Shindong sang koreografer yang tidak tahan melihat mereka berdua bertengkar dan mengacaukan tarian. “Kalian ini bisa professional tidak? Jangan mengacaukan tarian dengan pertengkarang kalian. Jangan bicara saat menari kecuali untuk dialog drama.”

“Mianhae Hyung.” Ucap Donghae.

“Sekarang gerakannya ulang dari awal, aku tidak mau melihat tarian yang kacau lagi.” Beberapa teman-teman yang lain mengeluh karena mereka sudah capek dan tarian harus di ulang dari awal karena ulah Donghae dan Sunny.

*           *           *

“Geum Sun, saranghae, maukah kau menjadi kekasihku?” Donghae menatap Sunny sambil memegang kedua tangannya.

”Cut!” Teriak Leeteuk. Leeteuk naik ke atas panggung dan memukul kepala Donghae pelan dengan naskah yang di tangannya. “Kamu tidak bisa acting? Saat kau megucapkan saranghae, ekspresi kamu harus meyakinkan kalau kamu benar-benar jatuh cinta, atau seperti remaja yang sedang dimabuk cinta. Mengerti tidak?”

“Ne. Aku akan mencobanya lagi Hyung.”

“Ini sudah beberapa kali kau harus mengulang adegan ini. Sekarang beraktinglah dengan baik.” Kata Leeteuk galak memarahi Donghae dan kemudian kembali ke kursi penonton.

“Aku rasa, Leeteuk oppa ada benarnya. Kau memang tidak bisa acting, aktingmu payah sekali. Apa keunggulanmu hanya pada menari dan menyanyi?” Kata Sunny sambil tersenyum simpul bahagia karena Donghae kena marah sutradara.

“Mana mungkin aku bisa mengucapkan kata saranghae dengan ekspresi jatuh cinta pada cewek kayak kamu.”

“Kalau begitu keluar saja dari drama ini, banyak kok yang bisa mengantikan kamu. Yang lebih jago acting, menyanyi, menari, dan pastinya lebih profesional.”

“Kau pikir kau siapa? Berani menyuruhku keluar dari drama musical ini?”

“Donghae! Sunny!” Teriak Leeteuk mengagetkan mereka.

*           *           *

Sunny merenggangkan tubuhnya saat istirahat, hari ini ia merasa payah sekali karena lamban menghapal gerakan. Donghae selalu saja mencari kesalahan untuk meremehkannya, walaupun kadang hanya satu gerakan atau bahkah lupa satu kata lirik lagu saat menyanyi. Ia memang masih hijau dengan hip hop dance, berbeda dengan Donghae dan Eunhyuk yang sudah menjadi makan pokoknya.

“Sunny.” Eunhyuk menghampiri dan duduk di sebelah Sunny. “Kau kenapa? Lesu sekali.”

“Aku hanya capek setiap kali harus berurusan dengan Donghae, dia selalu saja mencari kesalahanku. Tadi saja, aku dimarahin oleh Leeteuk oppa gara-gara bertengkar dengan Donghae.”

“Sabarlah, mungkin dia hanya cari perhatian saja denganmu.”

“Sepertinya aku memang tidak terlalu berbakat di dunia hip hop, tariannya lumayan sulit.”

“Sunny hwaiting!!! Aku yakin kamu pasti bisa, ini karena kamu masih belum terbiasa dengan tarian hip hop. Aku mau menemanimu berlatih, gimana?”

“Benarkah? Ne, aku mau.” Mata Sunny berbinar-binar.

“Sekarang, ayo kita berlatih bersama.” Eunhyuk bangkit dan mengulurkan tangannya kepada Sunny, Sunny menyambut uluran tangan Eunhyuk dengan tersenyum.

*           *           *

“Tumben kau tidak melakukan kesalahan saat menari.”  Komentar Donghae saat mereka beristirahat.

“Itu karena aku berusaha, bagaimana? Aku bisa kan? Untung Eunhyuk oppa mau menemani dan mengajariku berlatih.”

“Eunhyuk? Aku tidak percaya dia mengajari cewek sepertimu.”

“Memangnya kenapa? Dia namja yang baik, berbeda sekali denganmu, yang selalu meremehkanku.”

“Itu karena aku lebih berbakat darimu.”

“Oh ya?? Kita lihat saja nanti saat latihan tarian walst, apa cowok hip hop sepertimu bisa menari walst?”

“Ne, aku pasti bisa lebih bagus menari walst dari pada dirimu.”

“Kalau begitu berusahalah berlatih yang keras agar kau mengalahkanku. Aku yakin kau tak akan bisa.”

“Oh ya? Lihat saja, Lee Donghae akan mengalahkan nona ballet. Ingat itu.” Kata Donghae sambil memajukan badannya ke arah Sunny dan menatap mata Sunny tajam. Jarak hidung mereka hanya beberapa senti, dan itu membuat dada Sunny tiba-tiba berdetak secara abnormal. Sunny mendorong wajah Donghae dengan telunjuknya yang ia tempelkan di ujung hidung Donghae.

“Itu tidak akan terjadi.”

“Kita lihat saja nanti, siapa yang paling cepat mengusai gerakan.” Jawab Donghae sambil menyingkirkan telunjuk Sunny dari hidungnya.

“Sunny!”  Teriak Eunhyuk saat menghampiri mereka. “Donghae, sedang apa kau memegang telunjuk Sunny?” Tanya Eunhyuk saat melihat tangan Donghae yang memegang telunjuk Sunny, Donghae terkejut saat sadar ia mengenggam telunjuk kanan Sunny dan langsung melepaskan tangannya.

“Ada apa oppa mencariku?”

“Aniyo. Aku hanya kangen saja denganmu.” Kata Eunhyuk manja sambil bergelayut memeluk lengan kiri Sunny dan menyenderkan kepalanya di bahu kiri Sunny.

Sunny tertawa melihat kelakuan Eunhyuk yang suka kekanak-kanakan, “Oppa, jangan begitu, aku malu dilihat teman-teman yang lain.”

“Biarkan saja. Sunny bagaimana kalau lusa malam kita nonton? Ada film bagus, bagaimana?”

“Em…” Sunny berpikir sejenak.

“Tidak bisa, lusa malam kita harus latihan.” Donghae mengingatkan, dan kemudian Sunny mengiyakan.

“Jumat malam saja.” Eunhyuk mengusulkan.

“Tidak bisa, nona ballet harus mengerjakan tugas kelompoknya.” Lagi-lagi Donghae menyela sambil mengibas-ngibaskan t-shirt putihnya yang penuh keringat dan berbau parfum maskulinnya yang khas.

Eunhyuk mengernyitkan dahinya dan menjadi kesal karena Donghae yang selalu menjawab. “Donghae, kau ini siapanya Sunny? Aku kan bertanya dengan Sunny, kenapa kamu yang menjawab? Sampai-sampai jadwal tugas kelompoknya saja kau tahu.”

“Iya, kenapa kau tahu jadwal tugas kelompokku? Kau memperhatikanku?” Sunny menatap Donghae penuh selidik, begitu juga dengan Eunhyuk yang merasa aneh dengan Donghae. Donghae menjadi salah tingkah.

“Itu… Itu.., jelas saja aku tahu karena kau menelpon teman sekolahmu nyaring sekali saat membicarakan tugas kelompok kalian.” Donghae akhirnya menemukan alasan yang tepat dan berhasil membuat Eunhyuk dan Sunny menatapnya curiga.

“Lho, ini minuman siapa? Kok ada di dalam tas ku?” Sunny keharanan saat ia membuka slingbagnya berwarna biru dan menemukan minuman isotonic rasa jeruk, padahal ia tidak pernah membawa minuman itu. “Donghae apa kau yang menaruh minuman ini di tasku?”

“Aku? aniyo, buat apa aku menaruh minuman itu di tasmu, mending buat aku.”

Sunny masih bingung, menerka-nerka siapa yang telah meletakan muniman itu di tasnya. “Aneh. Padahal hari ini aku tidak membeli minuman ini.”

“Itu aku yang meletakannya.” Kata Eunhyuk tiba-tiba. “Aku tahu kau berlatih keras, makannya aku memberimu minuman isotonic.”

“Benarkah? Gomawo, oppa tahu saja apa yag aku butuhkan. kenapa tidak langsung saja memberikan padaku?” Sunny membuka segel bottol dan menenguknya beberapa tegukan sampai hausnya mereda.

“Aku hanya ingin memberimu kejutan.”

“Kau baik sekali oppa.”

“Hei Donghae mau ke mana?” Tanya Eunhyuk saat Donghae bangkit dari duduknya, Donghae tidak menjawab pertanyaan Eunhyuk dan pergi berlalu tanpa sepatah katapun. “Kenapa dia? Aneh sekali.” Sunny mengangkat kedua bahunya tanda ia juga tidak mengerti dengan Donghae.

“Hay, kalian.” Eunhyuk dan Sunny menoleh ke arah sumber suara. Siwon menghampiri mereka dengan kamera yang tergantung di lehernya.

“Oppa, dari mana saja? Olaenmaniya.” Kata Sunny. Siwon duduk di antara mereka berdua, Eunhyuk mencubit pinggang Siwon karena mengeser posisi duduknya sehingga menjauh dari Sunny.

“Aku sedang sibuk mendesain untuk poster drama musical ini. Leeteuk sunbae sangat cerewet sekali tentang desain poster yang aku buat.”

“Bukan hanya cerewet, tapi dia juga galak.” Ucap Sunny sambil merentangkan kedua kakinya.

“Itu karena kau dan Donghae suka bertengkar saat latihan, jelas saja dia galak.”

“Siwon, sekarang kau alih profesi jadi fotografer?” Eunhyuk menunjuk kamera canon yang bergelantungan di leher Siwon.

“Sekarang aku hanya senang hunting foto. Aku juga suka memotret secara diam-diam. Coba lihat ini.” Siwon memperlihatkan hasil jepretannya kepada Sunny dan Eunhyuk. Sunny dan Eunhyuk sama-sama mendekatkan kepala mereka mendekati Siwon untuk melihat hasil jepretan Siwon.

“Hahahahaha, lucu sekali Shindong hyung saat dia marah-marah. Mulutnya seperti kuda nil.” Komentar Eunhyuk saat melihat gambar Shindong yang sedang marah dengan mulut terbuka lebar.

“Dan ini Leeteuk oppa kan? Oppa, jahat sekali kau memotretnya saat tidur, kalau dia tau pasti dia marah denganmu.” Sunny juga ikut berkomentar saat ia melihat gambar Leeteuk sedang tidur di kursi dengan mulut ternganga.

“Aku juga punya gambarmu hyung.”

“Mana?” Eunhyuk penasaran. “Astaga!!! Kenapa kau mengambil saat poseku seperti itu? Memalukan!” Jerit Eunhyuk saat melihat fotonya dengan pose sedang ngupil.

“Eunhyuk oppa, posemu lucu sekali. Siwon oppa, cetak satu untukku yah, buat kenang-kenangan.Hahahahaha….”

“Siwon!!!! Hapus fotonya sekarang.” Teriak Eunhyuk sambil berusaha merebut kamera di tangan Siwon, tapi Siwon secepat kilat beralih dari tempat duduknya dan menghindar dari terkaman Eunhyuk yang mencoba merampas kameranya.

*           *           *

“Donghae tegakkan badanmu, angkat dagumu.” Shindong membetulkan posisi Donghae dengan dengan menyikut punggung Donghae dengan lututnya. “Dekatkan lagi badanmu dengan Sunny.” Donghae menurut.

“Kau tidak mendengar apa yang diperintahkan Shindong oppa? Angkat dagumu,” Kata Sunny sambil mengangkat dagu Donghae.

Shindong menyalakan music klasik pengiring tarian walts. Donghae dan Sunny pelan-pelan mengerakan kaki mereka dengan anggun sesuai irama.

“Awwww…” Teriak Sunny tiba-tiba.

Shindong mematikan musiknya. “Ada apa?”

“Donghae menginjak kakiku.” Sunny mengelus-elus kaki kanannya.

“Donghae, bisakah kau menari dengan benar? Ini sudah ke-1000 kali kau melakukan kesalahan, waktu kita tidak banyak, pementasan tinggal satu bulan lagi. Apa kau masih belum menguasai tarian ini? Ini tarian yang penting untuk kalian berdua dan pementasan nanti.” Shindong mulai marah karena ia mulai lelah setelah seharian ia tidak makan dan kurang tidur.

“Mianhae hyung, aku hanya kurang fokus.”

“Pokoknya kalian dihukum, kalian tidak boleh pulang sebelum jam 11 malam. Aku tidak mau tahu, besok kau harus menguasai tarian ini. Kalian berlatih berdua, Leeteuk sunbae akan mengawasi kalian, aku pulang dulu.”

“Tapi oppa.” Sunny kecewa, tapi Shindong keburu pergi. “Ini semua salahmu!” Sunny menatap Donghae tajam, padahal ia sudah sangat lelah setelah seharian latihan menari, menyanyi dan berakting.

“Kenapa kau menyalahkanku?”

“Pertama, karena kesalahanmu yang terus berulang-ulang sehingga kita di hukum. Kedua, karena kelambatan otakmu untuk menghapal tarian.”

“Tapi aku sudah berusaha.”

“Itulah sebabnya tuan hip hop yang payah sepertimu tidak akan bisa mengalahkanku dalam tarian ini, karena aku sangat menguasai tarian ini. Aku sudah mengingatkanmu untuk berlatih keras kalau mau mengalahkanku.”

“Ne, aku memang mengaku kalah.” Donghae akhirnya mengakui kekalahannya untuk pertama kalinya dengan Sunny. Sunny tetap tidak merubah ekspresinya untuk menjadi ceria.

“Akhirnya kau mengaku juga kekalahanmu.”

“Hei, kau mau kemana?” Donghae menarik tangan Sunny saat Sunny pergi.

“Aku ingin istirahat, apa kau tidak lelah berjam-jam latihan menari?” Donghae melepaskan gengaman tangannya dan mengikuti Sunny dari belakang kemudian menghempaskan dirinya duduk di samping Sunny di pojok panggung sambil bersender pada dinding.  Donghae meraih tas ranselnya yang berada tak jauh dari tempat duduknya dan mengeluarkan minuman isotonic rasa jeruk kemudian meneguknya beberapa tegukan.

“Donghae.”

Donghae menghentikan kegiatan minumnya dan memandang Sunny. “Ada Apa?”

“Aku perhatikan, selama latihan kau selalu minum isotonic rasa jeruk itu. Apa kau yang menaruh minuman itu di tasku?”

“Mwo?” Donghae gelagapan. “Aniyo, kan Eunhyuk bilang kalau dia yang menaruh di tasmu.”

“Tapi, dia mengaku padaku kalau bukan dia yang menaruh minuman itu. Ngaku saja, pasti kamu kan?”

“Aniyo.”

“Eunhyuk tidak pernah meminum isotonic rasa jeruk, cuma kamu satu-satunya di sini yang selalu meminum minuman itu. Ayo ngaku.”

“Ne, memang aku yang menaruh minuman itu di tasmu. Kenapa? Tidak suka?”

“Sudah ku duga, kenapa tidak mengaku saja? Ternyata jurus bohongku tadi ada manfaatnya juga untuk membuatmu mengaku.”

“Mwo?”

“Mianhae, aku bohong kepadamu soal Eunhyuk yang mengaku tidak pernah memberiku munuman isotonic.” Sunny tersenyum menang saat meliahat wajah Donghae yang mulai merah. “Ternyata kau perhatian juga denganku.”

“Aku cuma kasihan melihat nona ballet sepertimu harus berusaha keras untuk menari hip hop, kau pasti sangat lelah.”

“Bisakah kau tidak memanggilku nona ballet lagi?”

“Baiklah, tapi aku akan memanggilmu dengan nona Barbie, hahahaha…”

“Itu tidak lucu.” Sunny mencubit lengan Doghae, Donghae meringis kesakitan dan kemudian tertawa. “Ayo.” Sunny bangkit dan mengulurkan tangan pada Donghae.

“Apa?”

“Ini saatnya latihan, nona Kang Hye Sun akan mengajari tuan hip hop yang payah. Aku tidak ingin besok kita dihukum lagi gara-gara kamu.” Donghae tersenyum sambil meraih tangan Sunny.

“Oppa, bisakah kau nyalakan musiknya?” Teriak Sunny kepada Leeteuk dari atas panggung. Leeteuk menyalakan music, dan musik mengalun lembut.

“Sekarang pasang sikap sempurna, rileks, tari nafas dalam-dalam dan keluarkan secara perlahan, jernihkan pikiran dan tatap mataku.”

Donghae menarik nafas dalam-dalam sambil terpejam dan mengeluarkannya pelan-pelan, kemudian ia mulai memasang posisinya, meletakan tangan kirinya di pinggang Sunny dan mengenggam tangan Sunny pada tangan kanannya. Sunny menyambut gengaman tangan Donghae dan meletakan tangan kanannya di bahu Donghae selayaknya orang yang sedang berdansa.

“Anggap saja sekarang kau sedang menari hip hop untuk versi yang berbeda, langkahkan kakimu secara pelan mengikuti irama.” Ucap Sunny sambil menuntun Donghae langkah-demi langkah. Donghae mulai rileks dan mulai bisa mengikuti irama dengan benar tanpa melakukan kesalahan. Sunny tersenyum saat meraka menari bersama dengan benar, tanpa suatu kesalahan dan tanpa pertengkaran.

“Tak kusangka, ternyata aku bisa menari walts tanpa melupakan gerakan.” Ucap Donghae disela mereka menari bersama.

“Itu karena kau rileks dan santai saat menari, tanpa beban omelan dari Shindong oppa. Donghae apa kau gugup?”

“Mwo? Aniyo.”

“Tapi aku merasa detak jantungmu cepat sekali.”

Wajah Donghae mulai memerah, “Bisakah kau tidak membuatku untuk mengacaukan tarian ini? Teruskan saja tariannya.” Donghae berusaha mengalihkan pembicaraan. Sunny hanya tersenyum melihat reaksi Donghae, ia bisa merasakan detak jantung Donghae yang begitu cepat karena tubuh mereka dekat sekali.

Kedua bola mata Donghae menatap Sunny dengan ukiran senyum saat melihat Sunny menari dengan anggun seperti angsa putih yang sangat cantik menari di musim semi. Sekarang Donghae merasa mereka benar-benar melakukan pertunjukan tarian yang akan membuat orang berdecak kagum nantinya, saat drama musical di pentaskan.

*           *           *

Donghae dan Sunny berlari sekuat tenaga mengejar bus yang mulai melaju. Mereka terhenti saat mereka menyadari tidak ada gunanya lagi mengejar bus yang telah jauh meninggalkan mereka.

“Sebaiknya kita tunggu bus selajutnya saja.” Saran Donghae sambil menuju tempat duduk di halte bus. Sunny mengikutinya dan duduk di samping kirinya.

“Padahal aku lelah sekali dan ingin cepat-cepat tidur. Hooam…” Kata Sunny sambil menguap dan menutup mulutnya dengan tangan. Ia melirik jam tangan yang menunjukan pukul 23.15, udara malam semakin dingin.

“Kau lapar? Di sana ada kedai makanan.” Donghae menunjuk kedai makanan yang masih buka tepat di depan halte bus yang jaraknya sangat dekat. Beberapa orang masih ramai mengunjungi kedai makanan yang terkenal enak itu.

“Kau tuli? Aku ini tidak mau makan, aku hanya ingin tidur. Chollimnida.”

“Aku kan hanya menawarimu saja, siapa tahu sehabis latihan kau lapar.”

12 menit sudah mereka menunggu di halte bus, tapi bus yang mereka tunggu tidak kunjung datang.

“Sunny, aku minta maaf karena selama ini aku selalu mencari masalah denganmu.” Donghae membuka pembicaraan, ia tidak berani menatap Sunny di sampingnya. “Mungkin kau kesal denganku, tapi sebenarnya… Sebenarnya aku sengaja selalu mencari masalah denganmu, itu karena aku hanya ingin banyak berbicara dengamu. Selama ini, selain kepentingan dari naskah kau tidak pernah mengobrol denganku, makanya aku berusaha agar bisa mengobrol banyak denganmu walaupun itu dalam bentuk pertengkaran.”

Sunny masih diam tak mengeluarkan sepatah kata pun. Donghae menjadi gugup karena tidak mendengar respon apa-pun dari Sunny, ia masih tidak berani menatap Sunny, ia takut kalau Sunny marah atau bahkan mentertawainya.

Donghae menarik nafas dalam-dalam dan mengeluarkannya secara pelan. “Kang Hye Sun, sebenarnya aku menyukaimu semenjak aku melihatmu saat audisi drama musical.”

Sunny tetap diam. “Ini memang terdengar aneh, biasanya aku selalu mengajakmu bertengkar, dan sekarang aku mengatakan kalau aku menyukaimu. Detak jantungku selalu lebih cepat saat aku di dekatmu, aku kadang merasa takut kalau kau mendengar detak jantungku yang abnormal seperti saat kita menari.” Donghae melanjutkan. Beberapa detik Donghae terdiam menunggu reaksi dari Sunny, tapi Sunny masih diam dan menyebabkan pertanyaan-pertanyaan berenang-renang di pikirannya. Apa Sunny marah? Apa Sunny akan mentertawai kata-kata konyolnya? Apa Sunny akan mencapnya sebagai namja yang aneh yang tiba-tiba menyatakan suka kepada orang yang selalu diajaknya bertengkar?

“Sunny, apa kau mendengarku?” Donghae menoleh ke arah Sunny. Ia tersenyum saat menyadari ketololannya karena mengajak bicara orang yang sedang tidur. Sunny bersandar pada kursi halte dan tertidur. Donghae meraih kepala Sunny secara pelan takut akan membangunkan Sunny yang kelelahan dan meletakan di bahu kirinya. Ia tersenyum sambil menatap wajah Sunny yang polos saat tertidur, tangan kirinya memegan tangan kanan Sunny. Sampai beberapa menit, ia masih tidak bisa melepaskan pandangannya dari wajah Sunny sampai akhirnya bus yang mereka tunggu datang.

“Sunny, Sunny, ayo bangun. Busnya sudah datang, apa kau ingin tidur di sini?” Donghae menepuk-nepuk lembut pipi Sunny dan membuatnya terbangun.

Ia mengucek-ucek matanya, “Donghae, apa kau mengatakan sesuatu tadi? Perasaan aku seperti mendengarkau berbicara, kau bilang apa?” Sunny merenggangkan tubuhnya sambil mengikuti Donghae masuk ke bus.

“Itu persaanmu saja, mungkin kau hanya mimpi, dari tadi aku hanya diam saja.”

“Aku tertidur ya?Hoaaam…” Sunny rada sempoyongan karena ngantuknya  masih tersisa.
“Dasar nona ballet tukang tidur. Seharusnya aku tidak membangunkanmu dan membiarkanmu tidur sendirian di halte.” Donghae menghempaskan pantatnya di kursi bus di pinggir jendela, Sunny duduk di sebelahnya.

“Selain menyebalkan, kau juga jahat. Jangan-jangan kau melakukan hal yang tidak-tidak padaku saat aku tidur.” Sunny menatap Donghae curiga.

“Selain tukang tidur sembarangan, pikiranmu selalu aneh-aneh. Mana mungkin aku melakukan sesuatu padamu, aku tidak tertarik padamu.”

Bus mulai melaju kencang menembus malam musim semi yang dingin.

*           *           *

Satu bulan kemudian…

Malam pementasan drama musical…

“Aduh, aku gugup sekali.” Sunny mondar-mandir sendirian di ruang make up.

“Nona ballet, bisakah kau duduk tenang?” Kata Donghae sambil membetulkan kotumnya.

“Bagaimana aku bisa tenang kalau akan di tonton ratusan orang.”

“Baru ratusan saja kok, belum ribuan.” Sunny mengacuhkan perkataan Donghae dan masih mondar-mandir untuk menghilangkan rasa gugupnya. Tiba-tiba Donghae menarik lengan Sunny dan menghadapkan Sunny ke arahnya. Sunny terkejut dengan yang dilakukan Donghae. Donghae menyentuh kedua pipi Sunny dan mengangkatnya, mata mereka saling bertemu.

“Sekarang tarik nafas dalam-dalam dan keluarkan secara perlahan. Dan bilang pada hatimu, kau pasti bisa melakukannya dengan baik.” Sunny menurut apa yang di perintahkan Donghae, ia menarik nafas dalam-dalam dan mengeluarkannya secara perlahan.

“Tidak bisa, tiba-tiba detak jantungku bekerja lebih cepat.”

“Ulangi sekali lagi.” Sunnny mengulangi sekali lagi.

“Masih tidak bisa, jantungku terasa aneh, aku jadi semakin deg-degkan.”

Donghae memutar otaknya agar bisa menenangkan Sunny.

“Kau ini menyusahkan sekali, awas kalau kau melakukan kesalahan.”

“Aku rasa ini karena kau?”

“Mwo? kenapa aku?”

“Bisakah kau melepaskan tanganmu dari wajahku? Jangan menatapku seperti tadi, aku jadi deg-degkan.” Kata Sunny polos. Donghae menurunkan tangannya sambil tersenyum.

“Jadi kau deg-degkan karena aku?” Donghae tersenyum nakal kepada Sunny sehingga membuat Sunny menyesali perkataannya.

“Aniyo. Aku tidak pernah bilang begitu.” Sunny pura-pura amnesia, kali ini ia benar-benar malu.

“Jangan-jangan kau menyukaiku.” Donghae tersenyum menang.

“Semuanya ayo kumpul!” Teriak Leeteuk yang membuat Sunny terselamatkan. Semua orang berkumpul menghampiri Leeteuk termasuk Sunny dan Donghae. “Pementasan tinggal 15 menit lagi, sekarang marilah kita berdoa menurut keyakinan masing-masing agar pementasan ini diberi kelancaran dan bisa sukses. Berdoa mulai.”

Semua orang tertunduk manghanturkan doa pada hati masing-masing untuk kelancaran drama musical yang meraka persiapkan selama tiga bulan.

“Selesai. Sekarang semuanya siap-siap.” Kata Leeteuk kemudian membubarkan.

“Sunny! Donghae!” Siwon menghampiri mereka.

“Ada apa oppa?”

“Bisakah aku memotret kalian berdua untuk dokumentasi? Kalian kenapa langsung pergi setelah foto bersama tadi. Sekarang pasang pose kalian.” Perintah Siwon sambil memasang pose seperti fotografer professional. Sunny dan Donghae sama-sama mengacungkan telunjuk dan jari tengah mereka yang membentuk huruf v.

“Kalian serasi sekali.” Komentar Siwon. “Oh ya, aku mau menunjukan sesuatu untuk kalian.” Siwon mengeluarkan selembar foto dari tasnya dan menyerahkan pada Sunny. Mata Sunny sama-sama terbelalak saat melihat foto yang Siwon berikan.

“Inikan… Saat di halte bus. Donghae kau memegang tanganku?”

“Sejak kapan kau mengambil foto itu?” Donghae tidak menjawab pertanyaan Sunny dan mengalikan pembicaraan pada Siwon.

“Saat itu aku sedang makan di kedai yang letaknya di hadapan halte. Kalian mesra sekali, apalagi saat kau meletakan kepala Sunny di bahumu saat ia tertidur dan mengenggam tangannya, kau menatapnya lama sekali. Membuatku iri saja.” Sunny ternganga mendengar penjelasan Siwon. Donghae lagi-lagi menjadi salah tingkah dan malu.

“Pantasan saja tanganku seperti ada yang memegang, ternyata itu kau. Donghae, untuk apa kau memegang tanganku dan menatapku lama? Jangan-jangan kau menyukaiku.” Kini giliran Sunny yang merasa menang.

“Aiishh… Pementasan sebentar lagi, aku mau siap-siap.” Donghae langsung pergi keluar ruangan tanpa menghiraukan Sunny dan Siwon.

Sunny meletakan foto itu di tasnya dan kemudian berlari mengejar Donghae. “Donghae! Tunggu! Kau belum menjawab pertanyaanku.” Teriak Sunny sambil tersenyum bahagia.

“Mungkin aku mulai menyukainya. Ini seperti sebuah sihir yang membuatku bisa menyukainya. It’s magic. It’s The musical of love.”

-The End-

22 Comments (+add yours?)

  1. Haeunla
    Dec 09, 2010 @ 07:30:17

    First..?so sweeet…

    Reply

  2. LopeLopeKJW
    Dec 09, 2010 @ 07:49:56

    nanti baca’a yaa..
    mu ada pemadaman, jadi gak bisa ol dulu /plakk

    Reply

  3. siheekiloveme
    Dec 09, 2010 @ 07:53:44

    ih abang ikan malu”…lucu deh ^_^

    yeobo,,qmu jail bgt c moto”,,tp bgus c jd bkin donghae sadar..xixixi
    *hug tight my lophly siwon*

    nice ff chingu,,dtunggu ff lainnya y..

    Reply

  4. Petalsha
    Dec 09, 2010 @ 09:09:36

    Ahh ..bagus ..
    After story dooongggg ..
    Sukanih sama castnyaaa

    Reply

  5. hepyu
    Dec 09, 2010 @ 09:44:53

    so sweet 😀
    malu-malu tapi mau ><

    Reply

  6. ecisarangHYUK 'ciHyuk'
    Dec 09, 2010 @ 09:50:08

    huah..ko ending?
    Blum jadian ni mrkany.
    Bkin after story y author.
    Hhehehe

    btw..aq mau fto nhyuk lg ngupil dong.blangin k swon oppa suruh nytak 1 y. #plak

    Reply

  7. alnadt
    Dec 09, 2010 @ 10:41:18

    wah so sweet >.< bikin mereka sampe jadian dong

    Reply

  8. Erika
    Dec 09, 2010 @ 10:59:59

    Ah kereeeeen!

    Reply

  9. calseycho
    Dec 09, 2010 @ 11:52:15

    idih, shy-shy cat gitu deh si donghae. hahaha. lucu.

    Reply

  10. Ghyee
    Dec 09, 2010 @ 12:05:01

    qo rada gantung y #plak,,,
    bagus qo,, abang hae malu-malu tp mau..hahahah

    Reply

  11. ChoiDongKyung
    Dec 09, 2010 @ 12:42:05

    kereen 🙂

    Reply

  12. chris~wonnie~hyunnie
    Dec 09, 2010 @ 15:51:59

    Kerennn…!
    Daebak author~~~!!!
    Hae malu malu tapi mau… *dikejer ELFish*
    Sweet……….!

    Reply

  13. OnkYuhYuk.CaEe
    Dec 09, 2010 @ 15:58:30

    langsung end?? huhu keren.. bikin lanjutannya dong!!

    Reply

  14. Peephz
    Dec 09, 2010 @ 16:10:15

    Mauu after story nya doonnnkkk.. Hehehe
    #maksa
    keyeeeennnn :))

    Reply

  15. honeyJung
    Dec 09, 2010 @ 17:07:46

    siwon jail ah *toel siwon* (?)

    Reply

  16. cemoymoy
    Dec 09, 2010 @ 17:58:43

    so sweet critany…
    tp koq nanggung akirny..blm nyatain tu bdua..
    dilanjut dnk ma after story..
    ya..ya..ya..*toel2author*

    Reply

  17. sevendreamworld
    Dec 09, 2010 @ 19:53:37

    Mereka lucu sekalai…saling brantem tp saling suka,sok jaim tp mau..hhe…

    Reply

  18. jungsungyoungkyu
    Dec 09, 2010 @ 20:16:21

    Hua….
    Tba2 the end…
    G bza c0ment crtanx bguz….
    Ikan…. Trnyta kw malu2 tpi mw yach ??

    Reply

  19. hanna aiden
    Dec 09, 2010 @ 21:36:53

    tokoh utamanya bias ku…sunny dan donghae…………..ceritanya bgs bangetttt

    Reply

  20. ilalang navisa
    Dec 10, 2010 @ 06:10:47

    uwaaah…lucu…seru…so sweet… 🙂
    good job, author.ehehe

    Reply

  21. Ocha
    Dec 10, 2010 @ 22:18:31

    Donge ama Sunny rada malu-malu gitu lucu deh, hahaha…
    Nice ff (y)

    Reply

  22. mrschokyuhyun
    Dec 14, 2010 @ 15:03:16

    Donghae malu-malu bener ah, bilang aja suka gitu 😀 hehe Sunny nya juga hehehe, lucu yah punya nick nya Sunny . kekeke

    Reply

Comment's Box

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: