Why Have I fallen for you?

Author : Shin Hye Kyung/Ryeongri

Gyun Su dan Leeteuk saling menatap tajam saat tangan mereka sama-sama

memegang sebuah high heels berwarna silver.

“Neo! Lepaskan tanganmu, aku yang melihatnya duluan.” Gun Su berusaha menarik high heels itu, tapi Leeteuk tak mau melepaskannya.

“Anio, tapi aku yang lebih dulu memegannya. Seharusnya kau yang melepaskan tanganmu.”

“Aigoo… Kau yang seharusnya melepaskan tanganmu. Untuk apa kau ingin high heels ini? Ini tidak cocok untuk namja sepertimu.”

“Bukan urusanmu.”

Gyn Su dan Leeteuk masih saling tarik-menarik, berusaha untuk mendapatkan hak milik dari High heels itu.

“Maaf, high heelsnya hanya ada satu, mohon ada yang mengalah.” Kata pegawai toko yang melihat tingkah kekanakan mereka berdua.

“Ini milikku!!!!!” Bentak mereka berdua kepada pegawai toko itu. Pagawai toko itu menjadi ciut karena baru saja di bentak dua orang yang sama-sama keras kepala.

“Gyun Su, mengalah saja, kita cari sepatu yang lain saja.” Kata Eomma Gyun Su yang serba salah untuk melerainya. Gyun Su tidak memperdulikan omongan Eomma-nya, yang penting baginya adalah, ia harus mendapatkan high heels itu yang sudah membuatnya jatuh cinta saat pertama kali melihatnya. High heels itu akan ia pakai saat acara pernikahannya minggu depan, makanya ia sangat menginginkan high heels itu.

“Kau tidak malu di lihat orang lain? Dasar namja aneh.” Leeteuk melihat kesekelilingnya, beberapa pembeli di toko itu dan pegawai melihat mereka dengan tatapan aneh dan seling berbisik-bisik tetangga.

“Awwww….” Pekik Leeteuk saat gigi putih Gyun Su mendarat mulus di tangannya dan menyisakan bekas gigitan, Leeteuk melepaskan gengamannya pada high heels itu dan mengelus-elus tangannya yang sakit akibat digigit Gyun Su.

“Sepatu ini miliku.” Gyun Su merasa menang dengan cara curangnya.

“Aish… yeoja aneh, bisa-bisa aku kena rabies karena gigitanmu.” Kata Leeteuk sebelum ia keluar dari toko itu. Gyun Su hanya tersenyum-senyum senang karena memenangkan high heels itu.

*           *           *

Gyun Su menatap dirinya di cermin sambil tersenyum. Hari ini ia sangat cantik dengan gaun putih yang ia kenakan, bahkan high heels yang ia dapatkan minggu lalu sangat serasi dan cantik di kakinya. Hari ini ia akan menikah dengan Jae Eun Seuk, pria 25 tahun, mapan, dan tampan. Walaupun sebenarnya pernikahan mereka adalah hasil dari perjodohan dari kedua orang tua mereka yang sama-sama relasi bisnis, tapi Gyun Su dan Eun Suk sudah lama saling mengenal. Eun Suk adalah kakak tingkat Gyun Su saat di Chung Hakyo sampai Kodeung Hakyo, dan Gyun Su sudah lama menyukai Eun Suk, maka dari itu ia sangat senang saat tahu mereka di jodohkan.

“Onnie,” panggil adik Gyun Su yang berusia 10 tahun saat ia masuk ke dalam ruang rias.

“Ne, ada apa Gyun Ji?”

“Eun Suk oppa, menyuruh aku untuk memberikan ini padamu.” Gyun Ji memberikan sebuah surat yang di balut amplop putih pada Gyun Su.

“Gomawo.”

“Onnie, kau sangat cantik hari ini.” Pujinya sebelum ia meninggalkan ruangan. Gyun Su heran dengan amplop yang di berikan Eun Suk, buat apa ia memberikan surat? Gyun Su membuka dan mulai membaca surat dari Eun Suk.

Dear Gyun Su

Mianhae… Jongmal mianhae… Mungkin 1000 kali kata maaf tak akan membuat semuanya reda atau tak akan membuatmu memaafkanku. Maaf kalau aku tega melakukan ini padamu, tapi sungguh ini harus ku lakukan karena sebelumnya aku berusaha untuk mencegah pernikahan ini agar tidak terjadi, tapi aku tidak bisa karena orang tuaku terlalu berkuasa untukku. Tapi, tadi malam aku berpikir 1000 kali, dan ini harus aku lakukan. Mianhae, aku tidak bisa menikahimu, karena aku tidak pernah mencintaimu, dan aku hanya mencintai kekasihku. Aku tidak bisa menikah dengan orang yang tidak aku cintai, aku tidak bisa mencampakan kekasihku begitu saja. Selama ini kau hanya aku anggap sebagai adik saja, tidak lebih.

Sekali lagi aku minta maaf, aku kembalikan cicin pernikahan kita, aku harap kau bisa menemukan namja yang lebih baik dariku, yang bisa menemanimu menghabiskan hidupmu, namja yang baik hati, namja yang mencintaimu dengan tulus, namja yang tak akan meninggalkanmu di hari pernikahan seperti diriku. Selamat tinggal, semoga kau bahagia….

By: Jae Eun Suk

Air mata Gyun Su berjatuhan melewati pipi mulusnya, ia tak menyangka ini akan terjadi. Eun Suk mencampakannya di hari pernikahan??? Ia tak menyangka Eun Suk yang di kenalnya lebih dari 12 tahun tega-teganya mencampakannya di hari penting yang dia dambakan seumur hidupnya. Ia mengeluarkan cincin pertunangan mereka dari amplop itu, dan menyebabkan tangisnya semakin pecah.

“Gyun Su, kau kenapa menangis? Nanti riasanmu rusak.” Kata sepupu perempuan Gyun Su yang berusia 20 tahun, yang hanya selisih tiga tahun darinya. Gyun Su semakin sengukan karena terlalu shock.

“Jae Geum, apa kau melihat Eun Suk? Dia menghilang.” Kata kakak laki-laki Jae Geum yang terlihat panik mencari Eun Suk yang tidak ia temukan di mana-mana, padahal acaranya akan di mulai 10 menit lagi. Jae Hyuk heran saat melihat Gyun Su menangis dan menghampirinya.

“Gyun Su, kenapa kau menangis? Ada apa?” Tanyanya. Gyun Su menyerahkan surat dari Eun Suk kepada Jae Hyuk. Saat Jae Hyuk membaca surat itu, terpancar raut amarah seaakan menyiratkan kata ‘Eun Suk, akan ku bunuh kau’. Jae Geum yang heran melihat amarah kakak laki-lakinya langsung merebut surat di tangannya dan melahap setiap kata yang tertulis.

Sementara itu, Gyun Su yang masih terisak segera mengambil kunci mobil Lamborgini putihnya dari tasnya.

“Gyun, Gyun!!! Kau mau kemana?” Teriak Jae Geum yang memanggilnya saat Gyun Su keluar dari kamar. Gyun Su tak menghiraukan pangilan sepupunya atau bahkan orang-orang yang melihatnya yang sedang berlari sambil menangis. Ia segera menuju tempat parkir mobilnya dan memacunya secepat mungkin.

Ia mengendarai mobilnya seperti orang yang kesetanan atau seperti buronan yang di kejar-kejar polisi. 15 menit kemudian ia memberhentikan mobilnya di dekat sungai Han. Ia keluar dan langsung menuju tepi sungai Han.

“Babo!!!!!!! Namja sialan!!!” Teriaknya histeris dan kemudian melepaskan high heels dan melemparkannya ke segala arah.

“Awwwww!!!!” Pekik sebuah suara. “Hey, kau jangan melempar high heelsmu sembarangan. Kepalaku hampir bocor karenamu.” Namja itu menghampiri Gyun Su dan memegang pundaknya. Gyun Su membalikan badannya.

“Neo!!!!!” Pekik mereka berdua yang sama-sama terkejut.

“Kau! Kenapa selalu membuat masalah padaku? Dulu kau mengigit tanganku, dan sekarang kau hampir saja membuat kepalaku bocor, kau mau tanggung jawab?”

“Kau yang kenapa muncul di hadapanku?!!!” Teriak Gyun Su yang masih labil sambil mengeluarkan air mata dan hidung yang memerah. Leeteuk menjadi serba salah, ia tak tega kalau melihat seorang yeoja menangis.

“Mianhae. Kau kenapa?”

“Babo! Kenapa tanya begitu?!”

“Memang itu kan yang harus aku tanyakan? Masa aku bertanya ‘apa kau manusia?’ ketika melihatmu menangis.”

“Aku tidak menangis!” Bentak Gyun Su.

“Tapi air matamu keluar, hidungmu juga memerah?” Leeteuk menunjuk hidung Gyun Su.

“Kau mau menertawaiku?! Babo yeoja, yang baru saja di campakan oleh calon suaminya saat hari pernikahan?! Kau mau tertawa? Silahkan saja!” Gyun Su menangis semakin menjadi-jadi, ia menutup wajahnya dengan kedua tangannya. Leeteuk diam, tapi kemudian ia membawanya duduk di tangga pembatas sungai Han. Leeteuk membiarkan Gyun Su menangis sepuasnya sampai air matanya tak mau keluar lagi. 20 menit kemudian tangis Gyun Su berhenti, Leeteuk memberinya coklat yang ia ambil dari saku jaketnya.

“Makanlah.”

“Gomawo.” Kata Gyun Su sambul membuka kulit coklat yang di berikan leeteuk dan kemudian memakannya.

“Jadi kau menangis karena itu? Kurang ajar sekali namja itu yang tega meninggalkanmu di hari pernikahan kalian, aku harap dia mendapat karma. Sekarang kau harus tegar.”

“Mungkin kami memang bukan jodoh, seharusnya aku sudah tahu kalau dia tidak mencintaiku, dan hari memalukan ini tidak akan terjadi. Oh ya, mianhae atas kejadian minggu lalu, aku mengigit tanganmu, tapi sekarang kau malah menghiburku, bahkan memberiku coklat.”

“Tidak apa-apa. Nama kamu siapa? Jeneun Park Jung-soo imnida, kau bisa memanggilku Leeteuk.” Leeteuk mengulurkan tangannya, dan Gyun Su menyambutnya.

“Goong Gyun Su imnida.”

“Kau tidak di cari keluargamu? Mereka pasti hawatir, seorang pengantin melarikan diri.”

“Mantan calon pengantin.” Koreksi Gyun Su. “Biarkan saja mereka hawatir, aku masih ingin di sini. Kalau kau mau pulang silahkan saja.”

“Aniyo, aku akan menemanimu di sini sampai kau mau pulang. Aku takut kalau kau bunuh diri, di Korea kan sedang marak kasus bunuh diri.”

“Aish… Kau pikir pikiranku sependek itu?” Gyun Su cemberut, dan Leeteuk hanya tertawa saja melihat ekspresinya. Dan mereka menghabiskan waktu bersama sampai matahari terbenam.

*           *           *

Gyun Su melirik jam tangannya berkali-kali kerena ia menunggu Gyun Ji, adiknya yang masih belum keluar, padahal anak-anak lain sudah banyak yang keluar dari gerbang sekolah. Akhir-akhir ini semenjak kejadian yang memalukan sekaligus menyedihkan empat hari yang lalu, Eommanya sering menyuruhnya ini-itu hanya untuk menyibukan dirinya agar tidak terlalu sedih karena dicampakan Eun Suk saat hari pernikahan itu, Eommanya takut kalau Gyun Su terlalu sedih yang mendalam sehingga ingin mengambil jalan pintas untuk hidupnya. Padahal bagi Gyun Su ia tidak seperti yang Eomma-nya pikirkan, ia lebih tegar dan kuat atas kejadian itu, walaupun di hatinya masih tertinggal rasa sakit dan kecewa, tapi sekarang ia masih bisa tersenyum. Dan sekarang, Eommanya menyuruhnya menjemput Gyun Ji di sekolah, padahal biasanya itu tugas dari sopir.

Sepuluh menit kemudian, Gyun Ji belum muncul juga, padahal bel pulang sudah 15 menit yang lalu. Ia bersender di depan Lamborgini putihnya sambil celingukan berharap adiknya muncul.

“Eonni!!!!” Teriak Gyun Ji yang berlari menghampirinya. “Mianhae, aku habis dari pengumuman untuk drama musical. Kau tahu Onn, aku terpilih menjadi pemeran peri hutan!!!!” Teriaknya kegirangan sambil melompat-lompat seperti cacing kepanasan.

“Gyun Ji.” Panggil seseorang.

“Oppa!”

“Kau meninggalkan naskahmu.” Gyun Ji mengambil naskahnya dramanya.

“Neo?” Gyun Su heran saat orang yang di pangil ‘Oppa’ oleh Gyun Ji adalah Leeteuk.

“Kau kakanya Gyun Ji? Pantasan nama kalian mirip, dan wajah kalian mirip sekali.” Komentar Leeteuk saat Gyun Su dan Gyun Ji berdekatan.

“Kau sedang apa di sini?”

“Aku jadi guru tari dan music di sini.”

“Oh, begitu. Kau mau pulang bersama kami? Aku akan mengantarmu.” Tawar Gyun Su.

“Aniyo. Terima kasih atas tawarannya, aku masih harus menyelesaikan sesuatu. Hati-hati di jalan…”

“Ne. Ayo Gyun Ji, kita pulang.”

Leeteuk melambaikan tangannya saat Gyun Su mulai menjalankan mobilnya secara pelan, Gyun Su membalas lambaian tangan Leeteuk.

“Eonni, bagaimana dengan Leeteuk oppa? Orangnya cakepkan?”

“Aish… Kau masih kecil begini sudah bisa bicara cowok cakep. Kenapa kau memanggilnya oppa? Padahal dia itu seongsaenim-mu” Komentar Gyun Su dengan mata yang fokus ke depan saat ia menyetir.

“Kalau jam pelajaran aku memanggilnya seongsaenim, kalau di luar jam belajar aku lebih suka memanggilnya oppa. Dia orangnya juga baik loh Onn, suaranya juga bagus. Kalau aku seperti Eonni, mungkin sudah aku gebet dia.”

“Kau ini kecil-kecil sudah centil. Belajar yang benar.” Gyun Su mencubit lengan Gyun Ji yang duduk di sampingnya.

*           *           *

Dua minggu sudah berlalu, Gyun Su sangat menikmati pekerjaan barunya yaitu menjemput adiknya, Gyun Ji di sekolah seusai latihan drama. Kadang Gyun Su kagum dengan ketelatenan dan kesabaran Leeteuk yang melatih anak-anak, ia tidak pernah marah saat Gyun Ji dan teman-temannya melakukan kesalahan berulang-ulang dalam sebuah adegan. Bahkan, Gyun Su selalu melihat Leeteuk selalu tersenyum saat bersama anak-anak, dan anak-anak itu menganggap Leeteuk bukan seongsaenim, tapi mereka lebih suka memangilnya dengan pangilan ‘Oppa’ atau ‘Hyung’. Dan selama dua minggu itu pula mereka menjadi akrab satu sama lain, kadang mereka mengabiskan waktu sore bersama sambil duduk-duduk di pinggir sungai Han, saat pertemuan kedua mereka.

“Hey, jangan melamun!” Leeteuk memukul kepala Gyun Su pelan dengan naskah drama di tangannya. Ia duduk di sebelah Gyun Su di kursi deretan dua dari depan.

“Aish, sakit tauk. Latihannya sudah selesai?”

“Tuh kan melamun, latihannya sudah selesai. Adikmu berbakat sekali di bidang acting, aku rasa suatu saat dia bisa jadi aktris terkenal.”

“Gyun Ji itu kalau sudah menyukai sesuatu dia akan mendalaminya dengan serius. Waktu luang saja dia latihan acting sendiri, sampai-sampai Eomma mengira dia ada kelainan jiwa.”

“Hahahaha…” Leeteuk terkekeh. “Oh ya, besok minggu tidak ada latihan, kau ada waktu luang?”

“Em… Ada, waeyo?”

“Bagai mana kalau kita jalan-jalan sambil naik sepeda?”

“Kau mengajakku kencan?”

“Aish… Kau GR, kalau begitu tidak jadi deh.”

“Kenapa begitu? Dasar tukang ngambek.” Gyun Su menjulurkan lidahnya untuk mengolok-olok Leeteuk yang cemberut. “Kalau kau ingin mengajakku, kau harus traktir aku ice cream.”

“Boleh, asal kau yang memboncengku, bagaimana?”

“Curang.” Gyun Su memukul lengan Leeteuk di sebelahnya.

“Eonni.” Gyun Ji menghampiri mereka dengan tersenyum-senyum melihat tingkah laku kakaknya kepada Leeteuk.

“Eh, Gyun Ji. Ayo kita pulang.” Gyun Su bangkit dari kursi dan mengandeng tangan Gyun Ji.

“Besok aku jemput jam tiga sore ya.” Kata Leeteuk seraya bangkit.

“Ne, kalau begitu kami pamit dulu. Selamat tinggal.” Leeteuk tersenyum sambil melambaikan tangannya.

“Eonni, kau mau kencan dengan Leeteuk oppa?” Tanya Gyun Ji saat mereka keluar dari ruang teater.

“Aniyo, kami hanya ingin menghabiskan sore bersama saja.”

“Kalian serasi sekali.”

“Hus, anak kecil jangan banyak komentar urusan orang dewasa.” Gyun Su menjitak kepala adiknya, seperti kebiasaannya.

*           *           *

“Hey! Hati-hati, kau bisa tidak membocengku?” Tanya Leeteuk was-was saat Gyun Su yang mengemudikan sepeda, dan Leeteuk dibonceng oleh Gyun Su. Sepeda yang dikendarai oleh Gyun Su jalannya tak tentu, kadang ke kiri-kadang ke kanan, bahkan ia nyaris saja menabrak penjual buah dan anak kecil. Dan itu menjadikan sport jantung bagi Leeteuk.

“Aish… Kau cerewet sekali, aku bisa kok. Badanmu saja yang berat, jadi aku susah mengemudikan sepedanya.” Bela Gyun Su, ia tidak mau kemampuannya di remehkan orang lain, padahal ia belum terlalu mahir mengunakan sepeda yang sudah sepuluh tahun sudah tidak ia jamah.

“Berhenti.” Gyun Su menekan rem tangan dengan seketika sehingga membuat wajah Leeteuk terbentur dengan punggung Gyun Su. Leeteuk turun dan mengambil alih posisi kemudi.

“Biar aku saja yang memboncengmu, skil mengemudi sepedamu payah sekali.”

“Aku kan sudah lama tidak mengunakan sepeda, jadi harap di maklumi.”

“Sekarang pegang pinggangku, nanti kamu hilang.” Gyun Su melingkarkan kedua tangannya di pinggang Leeteuk dan menyenderkan kepalanya. Ada rasa hangat yang ia rasakan saat memeluk pinggang dan menyenderkan kepalanya pada punggung Leeteuk, entah kenapa ia merasakan nyaman dan kembali bahagia bersama Leeteuk. Saat bersama Leeteuk ia bisa melupakan masa lalunya bersama Eun Suk. Dan mungkin ia merasakan ia mulai suka dengan Leeteuk, namja yang pernah menjadi rivalnya dalam merebutkan high heels.

“Hey, nona.” Tegur Leeteuk. “Kenapa diam? Biasanya kau cerewet, kau tidur? Jangan tidur saat-saat seperti ini.”

“Aniyo, aku tidak tidur.”

“Kau mau ice cream?”

“Ne.”

Leeteuk menghentikan sepedanya tepat di depan kedai ice cream yang berjualan di dekat sungai Han.

“Ice cream dua, rasa coklat mix strawberry.” Pesan Leeteuk pada penjualnya. Beberapa menit kemudian pesanan mereka sudah bisa mereka nikmati. Sambil menikmati ice cream dan duduk di tangga pembatas sungai, tempat yang biasa mereka tempati, mereka sama-sama menatap sungai Han.

“Menyenangkan sekali bisa menikmati sore seperti ini, kepalaku rasanya mulai error gara-gara tugas kuliah yang menumpuk.”

“Kau masih kuliah?”

“Ne, aku melanjutkan program S2.”

“Aku kira kau jadi pekerja rumah tangga, yang setiap hari mengantar jemput Gyun Ji latihan drama.”

Gyun Su memukul lengan Leeteuk. “Ga lucu.” Oh ya, bolehkah aku bertanya sesuatu padamu? Sebenarnya aku sudah lama ingin tanya kepadamu.”

“Ne. Kau inggin tanya apa?”

“Saat kita berebut high heels, sebenarnya high heels itu untuk siapa? Kau ngotot sekali ingin high heels itu, jangan-jangan itu untukmu, siang kau jadi laki-laki, dan malam kau berubah menjadi perempuan. Hiiiyyyy…” Gyun Su bergidik ngeri dengan fantasinya yang membayangkan Leeteuk berubah menjadi yeoja jadi-jadian saat malam hari dan mengoda om-om kaya yang kesepian, seperti di film yang ia tonton.

Leeteuk menjewer kuping Gyun Su. “Babo, pikiranmu terlalu berlebihan, kau pikir aku ada kelainan hormon? Aku ini normal. Sebenarnya high heels itu ingin aku hadiahkan untuk adikku yang berulang tahun ke-17, dia sangat menginginkan high heels itu sejak pertama kali melihatnya. Tapi aku tidak berhasil mendapatkan high heels itu gara-gara kecuranganmu yang mengigit tanganku.”

“Mianhae, harusnya aku mengalah saja saat itu, toh saat aku memakainya ternyata bukan saat hari bahagiaku.”

“Gwaenchanayo, lagian aku sudah mendapat penggantinya. Aku membelikannya sepatu ballet.”

“Geuraeyo?” Gyun Su menatapnya sejenak. “Teuki ssi.” Pangilnya kemudian.

“Waeyo?”

“Aku rasa kau orang yang menyenangkan.”

Leeteuk memukul kepala Gyun Su dengan kepalan tangannya secara pelan. “Babo, harusnya kau bilang itu sejak pertemuan kedua kita. Saat aku menenangkanmu yang lagi menangis membabi buta.”

“Aish… Kapan aku menangis secara membabi buta? Wajarkan kalau aku mengungkapkan kekecewaan aku.”

“Gyun Su ssi.” Panggil Leeteuk. Gyun Su menoleh dan mata mereka saling bertemu untuk sesaat, Gyun Su menatap mata elang Leeteuk yang seakan ingin bicara.

“Apa?”

Leeteuk mengalihkan pandangannya. “Aniyo.” lidahnya Leeteuk seakan tercekat, hatinya sedang meresa bimbang.

“Oppa!!!”

Leeteuk menoleh pada suara yang memanggilnya, begitu juga Gyun Su. Seorang yeoja yang mengenakan blazer hitam dengan skiny jeans menghampiri mereka.

Leeteuk terkejut saat melihat yeoja yang sudah berdiri di dekat mereka. “Yeo Jin?”

“Oppa, aku sudah mencarimu kemana-mana. Oh ya, oppa siapa dia?” Tanya yeoja itu saat melihat Gyun Su yang usianya sebaya dengannya.

“Ini Gyun Su, temanku.” Yeo Jin membungkuk dan kemudian tersenyum, Gyun Su melakukan hal yang sama yang dilakukan Yeo Jin. “Gyun Su, ini Yeo Jin.”

“Kalian kakak adik, akrab sekali.” Komentar Gyun Su saat melihat Yeo Jin bergelayut manja di lengan Leeteuk.

“Aniyo, kami bukan kakak adik, aku tunangannya.” Yeo Jin menunjukan sebuah cincin yang melingkar di jari manisnya.

“Tunangan?” Gyun Su terkejut, ia menatap Leeteuk yang hanya menunduk saja.

“Ne, dan sebentar lagi kami akan menikah.”

“Oh, chukkae.” Terdengar seperti nada kecewa. “Kalau begitu aku pulang duluan ya, aku masih ada urusan. Mungkin kalian juga masih ada urusan. Dah…” Pamit Gyun Su.

“Gyun!” Panggil Leeteuk, tapi Gyun Su tidak menghiraukannya dan pergi dengan langkah kaki secepat mungkin. Air matanya tiba-tiba saja menetes, sepertinya ia kecewa untuk kedua kalinya. Baru saja lukanya akan kering, tiba-tiba luka itu menganga lagi dan semakin parah. Ia baru saja hampir melupakan tentang Eun Suk dengan kehadiran Leeteuk yang mulai mengisi ruang hatinya, dan sekarang ia mendapati kenyataan kalau Leeteuk sudah mempunyai tunangan dan sebentar lagi ia akan menikah. Hatinya terasa sakit, ia akan menagis lagi untuk sebuah cinta yang tak pernah berakhir bahagia.

Leeteuk… Kenapa aku bisa menyukaimu? Kenapa aku bisa jatuh cinta padamu?

*           *           *

Tok… Tok… Tok…

“Eonni, bolehkah aku masuk” Tanya Gyun Ji yang hanya kepalanya saja yang muncul di balik pintu.

“Masuklah.”

Gyun Ji langsung menghempaskan dirinya di atas ranjang di samping kakaknya.

“Eonnie, kau kenapa? Akhir-akhir ini kau terlihat sedih. Kau juga tak mau menjemputku latihan drama lagi.”

“Gwaechana.”

“Apa ini berhubungan dengan Teuki oppa?” Tebak Gyun Ji. Tapi Gyun Su tak menjawab, dan itu membuat Gyun Ji semakin yakin bahwa yang membuat eonninya murung selama satu minggu ini adalah karena Leeteuk. “Semenjak eonni tak menjemputku lagi, Teuki oppa sering menanyakanmu.”

“Dia menanyakan apa?” Gyun Su membalikan badannya dari posisi tengkurapnya dan menatap langit-langit kamarnya yang berwarna ungu.

“Dia tanya kenapa kau tak menjemputku lagi? Aku bisa lihat ada raut kesedihan di wajahnya. Aku rasa dia menyukaimu Onn.”

“Sok tau.” Gyun Su memasukan boneka beruang yang berukuran dengang ke dalam baju Gyun Ji, dan Gyun Su tertawa karena ia merasa senang kalau menjahili adiknya. Tapi di balik senyumnya masih tersisa raut kesedihannya.

*           *           *

Malam pementasan drama musical…

Gyun Ji duduk di kursi deretan ke dua dari depan, ia duduk di samping Eommanya. Malam ini ia menghadiri pementasan drama musical yang di bawakan oleh siswa dan siswi dari sekolah adiknya, Gyun Ji. Ia masih memikirkan saat ia bertemu dengan Leeteuk di belakang panggung saat ia mengantar Gyun Ji dua jam yang lalu, ia melihat saat itu Leeteuk ingin menghampirinya, tapi ia buru-buru pergi karena tidak ingin bertemu dengannya. Sesekali Gyun Su menghela napasnya.

Pukul 19: 20 Semua kursi penonton hampir terisi semua, bahkan lampu mulai di matikan dan hanya menyisakan lampu redup yang berasal dari panggung. Beberapa menit kemudian tirai besar berwarna merah di buka dengan di iringi music, dan setting latar sebuah hutan, babak pertama di buka dengan enam orang anak kecil dengan kostum pohon, bunga, kupu-kupu, monyet dan seorang peri hutan yang di perankan oleh Gyun Ji. Mereka menari-nari riang seakan mencerminkan hutan itu penuh keceriaan. Gyun Ji tampak cantik dengan balutan busana peri berwarna hijau yang kira-kira lima jari diatas lututnya, sepatu ballet dengan warna senada dengan bajunya, sayap kecil, serta sebuah tiara kecil di rambutnya. Ia menari-nari dengan riangnya seakan tak ada beban, dan dia seperti peri kecil sungguhan. Judul dari musical ini adalah Save The Earth, yang mengangkat tema tentang global warming, pementasan ini juga di gunakan untuk pengalangan dana untuk membatu penghijauan hutan di Seoul.

Dua jam kemudian, pementasan usai diiringi oleh gemuruh tepuk tangan penonton untuk anak-anak berbakat yang berhasil menyihir penonton dengan akting, tarian, dan suara mereka. Gyun Su melirik kearah orang tuanya yang sangat bersemangat dalam memberikan tepuk tangan kerena bangga dengan penampilan adiknya.

“Eomma! Appa! Eonnie!” Pekik Gyun Ji kegirangan saat melihat kami menghampirinya saat di belakang panggung. “Bagai mana aktingku? Kerenkan?”

“Keren!” Ucap Appa sambil mengacungkan kedua jempolnya dan langsung membuat Gyun Ji tersenyum kegirangan.

“Oh ya, Eomma dan Appa harus pulang duluan, kamu pulang bersama Eonni.”

“Ne.”

Appa dan Eomma kemudian pergi, sekarang hanya aku yang menunguinya. “Ayo, cepetan ganti baju sana.”

“Ne.”

Baru beberapa langkah Gyun Ji pergi Leeteuk menghampiri Gyun Su yang bersender di dinding. Gyun Su ingin mengindar tapi Leeteuk lebih dulu mencegat lengannya. “Kau mau kemana? Aku ingin bicara, boleh?”

“Ne. Bicaralah.”

“Aku rasa tidak di sini, karena terlalu banyak orang. Ayo ikut aku.”

Gyun Su mengikuti Leeteuk di belakangnya, saat mereka menuju tempat yang di pilih Leeteuk untuk bicara. Mereka menuju panggung yang masih di penuhi oleh properti dan hanya di terangi oleh satu lampu.

“Kau ingin bicara apa?”

“Kenapa kau akhir-akhir ini menjauhiku?” Tanya Leeteuk to the poin.

“Tidak, aku tidak menjahimu.”

“Tapi kenapa telpon dan SMSku tak pernah kau balas? Bahkan saat aku ingin menghampirimu, kau selalu ingin menghindar. Ada apa? Apa aku pernah berbuat salah padamu? Kau marah padaku?”

“Aniyo. Aku tidak marah padamu.”

“Jangan bohong.”

Gyun Su menarik nafasnya dan mengisi penuh paru-parunya, kemudian menghembuskannya secara perlahan. Ia diam sejenak. “Aku yang salah, karena berani menyukaimu. Dan aku marah kepadamu, kenapa kau datang di kehidupanku? Aku marah kepadamu, karena kau menghiburku saat aku sedang sedih, aku marah kepadamu karena kau selalu membuatku tersenyum. Aku marah kepadamu karena kau, aku bisa melupakan sakitku karena dihianati oleh Geun Suk. Aku marah padamu, karena kau bisa membuatku jatuh cinta padamu. Tapi aku sadar, kalau aku tidak boleh mencintaimu karena kau adalah milik orang lain.”

Leeteuk tercengang akibat dari kata-kata Gyun Su yang seperti menyihir dirinya. Leeteuk langsung menarik Gyun Su kedalam pelukannya dan memeluknya erat.

“Saranghaeyo.” Bisiknya. “Aku sangat senang saat kau bilang kau jatu cinta kepadaku. Tak apa kalau kau marah kepadaku karena telah membuatmu jatuh cinta. Saranghae…”

Gyun Su melepaskan pelukan Leeteuk dan menatapnya. “Tapi bagai mana dengan tunanganmu? Kau tak seharusnya mengucapkan itu padaku.”

“Sebenarnya, aku dan dia sudah memutuskan pertunangan kami.”

“Waeyo?”

“Sebenarnya pertunangan kami di dasari oleh perjodohan orang tua kami. Tapi kami sama-sama berpikir kembali, kalau pernikahan kami tidak di dasari oleh cinta akan terasa sulit, dan saat ia bertemu denganmu ia semakin yakin kalau pertunangan kami takbisa di lanjutkan lagi. Dan aku sadar, kalau aku telah menyukaimu sejak aku menghiburmu, saat aku pertama kali melihat kau menangis, dan saat pertema kali kita duduk di pinggir sungai Han. Sekarang, nae yeojachinguga doe-eojullaeyo?”

Gyun Su berpikir sejenak sambil menatap Leeteuk. Tergambar raut ketegangan dari wajah Leeteuk yang menunggu jawaban, seperti seseorang yang menunggu keputusan hakim di meja hijau.

“Ne.” Jawab Gyun Su mantap yang langsung membuat Leeteuk tersenyum lebar yang meampakan lesung pipinya.

“Hore!!!!” Teriak sebuah paduan suara, Gyun Su dan Leeteuk menoleh ke arah suara, dan saat lampu dinyalakan dari sebuah pohon berukuran besar yang semua dahannya di gantungi oleh lampu-lampu kecil yang di jadikan property pementasan, barulah mereka bisa melihat siapa yang menjadi pengintip. Gyun Ji dan teman-temanya cengengesan saat mereka ketahuan mengintip dari samping panggung. Leeteuk dan Gyun Su hanya tertawa saja melihat tingkah laku mereka.

-THE END-

Note:Mianhae… FFnya Gaje sangat… Soalnya bingung mau bikin endingnya gimana? Akhirnya otak di paksa-paksain, jadinya ending kayak gini. Semoga tak terlalu buruk.,,,

27 Comments (+add yours?)

  1. Love Kyu
    Dec 17, 2010 @ 06:40:18

    Onn,, ff ny bagus sangad…!!! d^^b


    *gk tau pgn comment ap lg hehe

    Reply

  2. ecisarangHYUK 'ciHyuk'
    Dec 17, 2010 @ 06:49:29

    kyaaaa..keren..
    Suka endingny pas anak2 pda ngintip…hhehe
    ff yg ckup menemani untk pagi har inii.hhehe
    author jjang!!

    Reply

  3. @claudinaZ
    Dec 17, 2010 @ 06:51:13

    DAEBAKIYAA :* AUTHOR I HEART YOU:** HEHE TETEP BUAT KARYA2 YANG BAGUS YAA :D:D
    1st??? ihiiyy ;))

    -audin / ChanRin-

    Reply

  4. leedantae
    Dec 17, 2010 @ 07:31:49

    Keren,, jadi kayak nonton drama 🙂
    Author jjang. 🙂

    Reply

  5. hye ra
    Dec 17, 2010 @ 07:52:34

    wah…
    keren chingu.
    bwt yg bnyk lg chingu

    Reply

  6. LopeLopeKJW
    Dec 17, 2010 @ 07:58:16

    depan’a eun suk, kenapa pas di bawah jadi geun suk?? wkwkwk…
    walopun nyangka ending’a bakal hepi end,
    tapi gak nyangka itu teukie oppa pet tunangan sama orang lain dulu…
    bagus chingu 🙂

    Reply

  7. nellminsungie
    Dec 17, 2010 @ 08:17:50

    thor,
    masih banyak yg typo^^
    soo~ nya keren bgd d sni.
    skak !! 😉

    Reply

  8. ivelkyujung
    Dec 17, 2010 @ 08:33:46

    msh ada yg typo.. tp keren koq ^^

    Reply

  9. Erika
    Dec 17, 2010 @ 10:07:12

    Kereen!

    Reply

  10. chris~wonnie~hyunnie
    Dec 17, 2010 @ 10:07:33

    Seruuu…!!!
    Daebak bgt author……..!
    Love it so much~~~
    Nice FF…………………….!!!!!!!!!!!!

    Reply

  11. Tissa ardiana
    Dec 17, 2010 @ 10:51:17

    Onnie..ceritanya bagus..onnie pinter bikin ff nya..aku iri deh

    Reply

  12. choiyongjin_chi_elf
    Dec 17, 2010 @ 12:01:18

    nice epep 🙂

    Reply

  13. 황윤헤--->韩真♥EvilYuuDKHELF
    Dec 17, 2010 @ 13:53:39

    aih-aih….
    pada genit ngintip-ngintip org….
    khekhekhe..
    nice FF^^b

    Reply

  14. Neni
    Dec 17, 2010 @ 13:57:27

    Seru onn he8

    Reply

  15. MiiKyu
    Dec 17, 2010 @ 14:28:06

    jadi peri hutan? Pasti lucu !!

    Reply

  16. kyucanasoofishy
    Dec 17, 2010 @ 14:51:40

    Hahahaha itu gyun ji jaiiiiL bgt….
    Bagooossss ffnya, kereeen

    Reply

  17. arum
    Dec 17, 2010 @ 18:55:11

    msh ada beberapa yg salah tulis,
    tp ceritanya keren koq.
    good job author……

    Reply

  18. kyualways
    Dec 17, 2010 @ 19:06:21

    nice ff ……….bagus banget………!!!!!!!!!!!

    Reply

  19. niebum
    Dec 17, 2010 @ 19:36:25

    aq sk cerita’y. seru. ^^

    Reply

  20. ddangkoma25
    Dec 17, 2010 @ 23:22:59

    Keren d^^b
    ceritanya bgs 😀

    Reply

  21. fishae
    Dec 18, 2010 @ 00:16:55

    critanya kerennn…..
    tnyata teuki dijodoin juga toh!hahaha

    Reply

  22. vikos
    Dec 19, 2010 @ 06:42:43

    hahahahaha, gyun ji jail bgt si….

    Reply

  23. sungwookie
    Dec 19, 2010 @ 09:05:37

    Unik,, duh masih kecil uda pda ngintip y?? brasa gyunji dwasa ϑ’sni,, ωqωqωq

    Reply

  24. KyuLee
    Dec 19, 2010 @ 17:10:03

    huft…untung aja.
    untung aja tunanganx teuki ngerti, jadi ga maksain nikah mereka…
    yoi..hepi ending^^

    Reply

  25. yuki.chan
    Dec 20, 2010 @ 08:21:19

    wuah.. keren eonni ceritanyaa… klo Gyun Suny dganti aku psti lbh kren lagi *ngayal sndiri*
    aku suka bca ff2 eonni cz alur n bhsany bagus.. jd pgn publish ff dsni jga.. tp gk tau crany.. hehehe.. ^^

    Reply

  26. fha_special1004
    Dec 21, 2010 @ 14:42:05

    waaah, daebakk!!
    Teuki oppa akhirnya bahagia ! ^_^

    Reply

  27. ranniesobu
    Dec 27, 2010 @ 21:15:01

    author, kau membuat ku tersenyum” gaje .
    hhaa . 😀
    daebak !

    Reply

Comment's Box

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: