THE DAYS I LOVE YOU PART 1

Author : KyuTeuk_EunHae

Aku memarkirkan mobilku di lapangan parkir sebuah kantor yang mengurus penjualan rumah. Makelar rumah istilah tepatnya. Ah, sudahlah, aku juga tidak tahu apa istilah tepatnya. Yang pasti aku akan menjual rumah lamaku dan membeli rumah baru.
Oh, sampai lupa. Aku Min-Young. Sim Min-Young. Itu nama Korea-ku. Nama asliku Chiara Alamanda. Biasa dipanggil Ara. Nama yang aneh. Makanya aku lebih menyukai nama Korea-ku. Aku single. Baru satu bulan. Maksudku… aku batal kawin. Yah, kalau tidak terjadi sesuatu, aku sudah jadi Nyonya Cho sekarang. Ah, repot! Ya sudahlah, aku jelaskan saja.
Aku orang Indonesia dan memutuskan untuk bekerja di Korea setelah menamatkan kuliahku. Pekerjaanku adalah desainer interior. Keren sekali! Aku bekerja di sebuah EO (Event Organizer) dan Cho Kyuhyun itu atasanku. Dua bulan kenal kami langsung pacaran. Dia itu… jenis pria yang akan membuat wanita menoleh berkali-kali dengan kemungkinan menabrak sesuatu dalam upaya untuk melihatnya 70%. Dia tampan sekali. Nilainya A++. 100 kalau bisa. Tapi ada satu kekurangan, dia itu dingin sekali. Aku, aku yang pacarnya saja tidak pernah diperlakukan romantis.
Singkat saja, satu bulan sebelum pernikahan kami, aku datang ke rumahnya. Bermaksud meminta maaf atas pertengkaran besar kami yang disebabkan atas kesalahpahamanku. Aku melihatnya pergi dengan seorang wanita ke toko perhiasan dan mereka membeli cincin berlian. Bayangkan saja, cincin berlian!!! Kami bertengkar besar-besaran waktu itu. Aku mulai berfikir ulang tentang pernikahan kami. Maksudku… aku sebenarnya trauma pada pernikahan. Orang tuaku bercerai. Belum lagi begitu banyaknya percaraian di Indonesia akhir-akhir ini. Aku, yang dengan segala ketakutan itu bersedia menikah dengannya, tapi dia dengan seenaknya berselingkuh di hadapanku, karena saat aku meneleponnya menanyakan keberadaannya, dia malah menjawab sedang ada di rumah. Dan dalam pertengkaran kami, dia sama sekali tidak berusaha untuk membela diri.
Kemudian wanita itu datang padaku. Dia… ternyata hanya meminta Kyuhyun menemaninya membeli cincin untuk pernikahannya yang akan diadakan 1 bulan lagi. Calon suaminya sedang berada di luar negeri dan Kyuhyun adalah sahabatnya sejak kecil, makanya dia meminta Kyuhyun yang menemaninya.
Karena itu aku datang ke rumah Kyuhyun pada hari itu dengan maksud meminta maaf. Tapi tepat saat aku datang, aku melihat seorang wanita di depan pintu rumahnya. Aku bersembunyi di balik pagar dan melihat dengan mata kepalaku sendiri saat wanita itu meloncat ke pelukan Kyuhyun, memeluk dan mencium pipinya kiri kanan. Kyuhyun sendiri tersenyum senang dan ikut mencium pipi wanita itu. Aku tidak pernah melihat dia tertawa seperti itu sebelumnya dan itu sudah cukup menjelaskan padaku apa yang terjadi. Aku berbalik tepat saat wanita itu naik ke punggung Kyuhyun yang langsung menggendongnya masuk ke dalam rumah.
Terlalu banyak wanita. Lebih baik diakhiri sekarang daripada terjadi perceraian nantinya. Aku tidak bisa memikirkan seberapa banyak kecemburuan yang bisa aku tanggung nanti saat kami menikah. Dan saat aku mengatakan itu kepadanya, dia hanya mengangguk. Dulu, aku senang sekali karena dia tidak pernah mengatakan tidak kepadaku. Tapi untuk kali ini sja, dia malah sama sekali tidak berusaha menjelaskan ataupun mempertahankanku. Jadi yah, sampai disitu saja. Dia sama sekali tidak pernah berusaha menghubungiku. Itu memang kemauanku, tapi… sudahlah, berhenti membicarakan dia!
Sekarang aku bekerja di kantor temanku yang baru saja membuka usaha EO sekaligus WO (Wedding Organizer) sendiri. Aku sudah terlanjur menyukai Korea dengan segala keindahannya, jadi sangat berat rasanya untuk kembali ke Indonesia. Aku butuh suasana baru, jadi aku sudah menjual rumahku dan berencana membeli rumah baru. Untuk sementara aku tinggal di rumah temanku itu.
Aku mematikan mesin mobil dan mencabut kunci kemudian melangkah masuk ke kantor itu. Aku berhenti di depan meja resepsionis.
“Bisa bertemu dengan Tuan Kang In-Ha?” tanyaku.
“Bisa, Nona. Lantai 2, ruangan pertama yang Anda temukan.”
“Gamsahamnida,” ucapku.
“Cheonmaneyo,” ucap resepsionis itu ramah.
Aku naik ke lantai 2 dan langsung menemukan kantornya.
“Tuan Kang In-Ha?” tanyaku memastikan.
“Oh, Nona Min-Young? Silahkan masuk!” ujarnya.
Aku duduk di hadapannya lalu tersenyum.
“Apakah rumah yang saya inginkan sudah ditemukan?”
“Kebetulan sekali Nona, semua hal yang Anda sebutkan dengan sangat kebetulan sekali ada pada rumah ini. Bahkan hal-hal yang waktu itu Anda utarakan kepada saya, tapi Anda tidak berharap terlalu banyak untuk menemukannya. Pemiliknya baru saja menghubungiku kemarin lusa dan aku langsung mengatakan bahwa sudah ada yang tertarik dengan rumahnya. Dia bilang jual saja pada pembeli pertama jika dia adalah seorang wanita. Dan kebetulan lagi Anda adalah wanita. Dia juga tidak mempermasalahkan harga. Dia mengatakan agar saya saja yang mengurus semuanya dan tinggal mengirimkan uang pembayaran ke rekeningnya. Saya saja belum pernah bertemu dengannya, hanya dengan sekretarisnya saja.”
“Aneh sekali. Kenapa harus wanita?”
“Mungkin rumah itu memang didesain khusus untuk seorang wanita?”
“Mungkin. Jadi kapan saya bisa melihat rumahnya?”
“Sekarang, kalau Anda tidak keberatan.”

***

Di sepanjang jalan, mataku dimanjakan oleh pemandangan pantai, pohon pinus, kebun teh, benar-benar indah sekali. Udaranya juga sejuk. Saat sudah memasuki kawasan rumah itu, pemandangannya lebih indah lagi. Di sebelah kiri adalah padang bunga mawar merah, kuning dan putih, dan di sebelah kanan adalah padang bunga-bunga berwarna kuning yang sampai sekarang tidak juga aku ketahui namanya. Sekitar 100 m ke depan, rumah itu mulai tampak. Aku menghentikan mobilku tepat di depan pagar kayu setinggi pinggang.
Rumah itu putih. Dengan desain unik yang setiap sentinya merupakan wujud dari semua mimpiku tentang sebuah rumah. Di dekat pintu masuk ada air mancur dan jembatan berkelok menuju pintu rumah. Di bawahnya mengalir sebuah sungai kecil cantik yang….
“Jangan bilang kepadaku bahwa di halaman belakang ada danau!”
“Benar.”
Pria separuh baya itu tersenyum dengan tampang yang juga sama herannyaa denganku. Tidak ada kebetulan seperti ini.
Aku langsung berlari ke halaman belakang melewati samping rumah. Ada taman bunga lagi. Kali ini bunga matahari. Ada jalan setapak kecil yang berkelok. Di sekelilingnya banyak pohon rindang yang menyejukkan.
Nafasku tertahan saat melihat danau itu. Airnya begitu tenang dan ada beberapa helai daun yang berguguran di permukaannya. Ada 3 ekor angsa yang berenang disana.
Di depan danau itu ada kursi besi panjang dan sebuah meja.
“Tidak ada kebetulan seperti ini,” ucapku tertahan.
“Saya juga sangat terkejut saat pertama kali melihatnya,” akunya.
Kami beranjak lagi ke pintu depan dan masuk ke dalam rumah. Ruangannya didominasi warna abu-abu dan merah. Warna kesukaanku. Warna yang kuinginkan ada di rumahku.
Mataku langsung terbelalak lebar saat melihat furniture di setiap sudut ruangan rumah itu. Sofa, meja, ruang makan, dapur, semuanya adalah barang yang kuinginkan.
“Pemiliknya bilang kalau Anda mau mengganti furniturnya, tolong furniture-furnitur ini disumbangkan saja, karena semua barang-barang ini tidak dimasukkan ke dalam harga rumah.”
Aku berjalan ke arah kamar utama dan tersentak kaget. Salah satu dinding ruangan itu dipenuhi lukisan. Lukisan padang bunga kuning yang aku lihat tadi dan di belakangnya ada pantai dengan bukit-bukit hijau di sekelilingnya. Langitnya biru dan ada kilau sinar matahari memantul di permukaan laut itu. Lukisan dinding yang indah sekali. Mimpiku. Satu per satu mimpiku tentang rumah idamanku terwujud dengan sangat sempurna.
“Dia juga bilang kalau Anda boleh menghapus lukisan ini dan mengecat ulang.”
Di sisi lain, sebuah pohon plastik besar dengan dedaunan hijau yang rimbun menutupi dinding. Aku mendekat, dan benar saja… setiap dahannya bisa digunakan untuk mengaitkan foto.
Tempat tidur king-size putih, lemari yang tertanam di dinding, televise, kulkas kecil, komputer dan kamar mandi. Aku teringat akan sesuatu dan langsung membuka pintu kamar mandi itu. Dindingnya dipenuhi lukisan pohon pinus.
Aku menutup mulutku dan berbalik masuk ke kamar, membuka pintu kaca yang langsung terhubung ke arah danau tadi.
Aku berbalik menatap Kang In-Ha dengan tatapan tak percaya.
“Apa semua ini nyata?”
“Ada satu hal lagi….”
“Aku tahu,” ujarku, memotong kata-katanya. “Berikan remotenya padaku.”
In-Ha tersenyum dan mengambil sebuah remote yang terletak di atas meja di samping tempat tidur dan menyerahkannya padaku. Aku memegang remote itu dengan tangan gemetar. Aku mendongak ke atas lalu memencet salah satu tombol di remote itu. Atap di atasku bergeser dan tampaklah kaca yang langsung memberikan pemandangan ke atas langit. Aku memencet tombol sekali lagi dan kaca itu juga bergeser membuka.
“Siapa pemilik rumah ini?”
“Seorang pria. Namanya… Lee Donghae.”
“Apa aku bisa bertemu dengannya?”
“Saya rasa tidak, Nona. Dia sudah pindah ke Amerika, makanya dia menjual rumah ini.”
“Aku menginginkan rumah ini. Berapapun harganya.”

***
Aku hanya membawa tiga koper baju-bajuku dan dua kardus barang-barangku ke rumah itu. Aku memang menjual rumah lamaku dengan semua isi-isinya, jadi aku berencana membeli furniture baru. Tapi ternyata rumah ini sudah menyediakan segalanya. Segala hal yang kuinginkan.
“Ini mengerikan. Kau yakin nama pemiliknya Lee Donghae?”
“Hmm…” gumamku mengiyakan.
Sahabatku, Han Ye-Jin, mendecak-decakkan lidahnya tak percaya melihat rumah ini.
“Kalau kau tidak bilang bahwa namanya Lee Donghae, aku akan berpikir bahwa rumah ini dibuatkan khusus oleh Cho Kyuhyun untukmu.”
“Sayangnya aku juga berpikir begitu.”
Yang tahu rumah idamanku hanyalah Kyuhyun dan Ye-Jin, jadi aneh sekali ada seseorang yang membuat rumah yang persis sama dengan yang kuinginkan. Sampai ke perabot-perabotnya.
“Tapi kan kau tahu, walaupun aku jadi menikah dengannya, mana mungkin dia mau membangun rumah seperti ini untukku,” kataku dengan nada pahit. Masih sakit kalu harus berbicara tentangnya, karena walau bagaimanapun dia cinta pertamaku.
“Sudah, jangan diingat-ingat lagi. Seharusnya kau senang bisa mendapatkan rumah ini. Astaga, ini keren sekali!”
Aku tersenyum melihat tingkah Ye-Jin yang sibuk berlari mengelilingi rumah, memeriksa setiap ruangan yang ada.
“Hei, kalau aku jadi kau, aku akan mencari pria yang membangun rumah ini lalu mengajaknya menikah.”
“Bagaimana kalau dia sudah tua Bangka?” candaku.
“Tidak mungkin! Paling tua pasti baru berumur 35 tahun. Mana mungkin ppria tua membangun rumah seindah ini? Eh, menurutmu kenapa pembelinya harus wanita? Jangan-jangan nanti dia akan datang kesini dan mengincarmu!”
“Jangan gila! Dasar kau!”

***
Aku terbangun pagi-pagi sekali. Setelah shalat Subuh, aku memutuskan untuk lari pagi sebentar. Aku mencari-cari jaket tebalku di lemari. Selesai mandi aku langsung keluar rumah, dengan semangat yang langsung terisi penuh saat udara pagi yang sejuk menerpaku. Kicauan burung memecah keheningan pagi ini. Aku berjalan-jalan sekitar satu jam dan memutuskan kembali ke rumah.
Aku memeriksa kotak pos, siapa tahu ada surat untuk pemilik sebelumnya, lagipula In-Ha bilang dia akan mengirim surat rumah lewat pos saja karena tidak sempat kesini.
Benar, ada surat. Satu dari In-Ha dan satu lagi….
“Untukku?” gumamku bingung.
Di amplop surat tertulis “Untuk penghuni baru rumahku”. Tidak ada alamat apapun. Amplopnya juga besar dan tebal. Aku merobek amplopnya sambil berjalan masuk ke dalam rumah.

Annyeong, jeoneun Lee Donghae imnida.
Selamat datang di rumah barumu! Aku akan memberikan sedikit pengarahan padamu. Ini gratis! Tenang saja!
Pertama, aku akan menjelaskan tentang sejarah rumah ini. Pasti kau bertanya, kenapa pembeli rumahku haruslah seorang wanita. Itu karena rumah ini dibuat untuk seorang wanita. Aku merancang setiap sentinya dengan tanganku sendiri.
Aku membangunnya seindah mungkin karena ini adalah tempat dimana kami akan menua bersama. Tapi sepertinya aku tidak cukup baik untuknya, makanya dia meninggalkanku.
Lalu aku memutuskan untuk menjual rumah ini. Bukan untuk melupakannya, tapi tempat ini tidak bisa disebut rumah jika tidak ada dia di dalamnya. Rumah tempatku pulang adalah hatiinya, tapi rumah itu sudah terlepas dari genggamanku.
Kau tahu, aku sudah menyerah untuk berusaha melupakannya. Semakin berusaha, malah semakin ingat. Jadi kupikir percuma saja. Hei, tapi aku sempat melupakannya sekitar 10 menit, karena waktu itu sekretarisku merecokiku terus tentang pekerjaan. Hahaha….
Mmm… sekarang aku akan menjadi pemandumu…. Pasti banyak sekali hal yang ingin kau ubah dari rumah ini. Ganti saja sesukamu. Tidak masalah. Karena aku membuatnya sesuai keinginan gadisku, dan sekarang rumah ini adalah milikmu, jadi semua terserah padamu.
Aku akan menjelaskan padamu hal-hal yang sangat menyenangkan untuk dilakukan disana. Mmm… aku suka sekali duduk di pinggir danau setelah hujan reda. Bau tanah dan rumput setelah hujan itu khas sekali. Jangan lupa, lap dulu kursinya. Aku suka membaca buku disana sambil meminum secangkir teh yang diberi sedikit perasan jeruk lemon, ditemani music alam, kicauan burung, gemerisik dedaunan dan gemercik air.
Matahari terbit dan juga matahari terbenam di danau itu indah sekali. Kapan-kapan bangunlah pagi-pagi, kau pasti akan suka.
Kamar. Pada malam hari aku suka sekali menghabiskan waktu di kamar. Rasanya seperti tidur langsung di bawah sinar bintang. Itu keinginan gadisku. Membuat atap seperti itu.
Oh iya, apakah kau menyukai lukisan di kamar? Itu aku yang membuatnya. Bagus tidak? Kalau kau tidak suka, cat ulang saja!
Pada musim panas, paling enak makan samgyetang. Itu bisa menambah nutrisi. Raeng myon juga enak. Kalau musim dingin makan ramyeon saja. Makan langsung dari pancinya. Buatlah sepedas mungkin! Keringatmu akan keluar banyak dan suhu tubuh akan terasa hangat.
Oh iya, aku meninggalkan bukuku disana. Sepertinya terjatuh entah dimana saat aku mengepak barang. Buang saja. Dan satu lagi, aku menyimpan sesuatu di rumah itu. Aku sudah menyimpannya di tempat yang paling rahasia. Tapi jika kau menemukannya, aku mohon, biarkan saja tetap disana.
Ng… aku rasa sudah tidak ada lagi. Terimakasih sudah mau meluangkan sedikit waktumu untuk membaca surat ini. Dan semoga kau menyukai rumahnya. Maaf merepotkan.

-Lee Donghae-

Aku tersenyum kemudian melipat surat itu kembali. Pria yang menyenangkan. Sayang dia tidak memberikan alamatnya, padahal aku ingin sekali mengenalnya. Ada begitu banyak hal yang ingin kutanyakan. Huh, wanita itu, masa bisa-bisanya berpikir pria ini tidak cukup baik? Pasti dia bodoh sekali.
Ngomong-ngomong barang apa yang ditinggalkannya di rumah ini? Aku jadi penasaran dengan apapun yang berhubungan dengannya, orang yang telah mewujudkan impian-impianku.
Aku beranjak ke kamar, mulai membereskan barang-barangku yang masih belum sempat kususun kemarin. Setelah selesai aku berencana untuk menyapu rumah, tapi sebelumnya aku mau mengisi perutku dulu. Aku memutuskan untuk membuat roti bakar dan segelas susu saja. Aku tidak terlalu suka makan makanan yang terlalu berat di pagi hari.
Sambil menggigit roti bakar, aku mengambil sapu dan langsung menyapu kamarku. Aku sedang menyapu bagian bawah tempat tidurku saat aku melihat sebuah buku kecil yang tergeletak di lantai di sudut meja rias. Bergegas aku mengambilnya, siapa tahu ini buku yang dimaksud Lee Donghae tadi. Buku apa ya kira-kira?
Sampul buku itu berwarna cokelat, terbuat dari kulit tipis. Kertasnya terbuat dari sesuatu seperti daun kering.
“The days I love you….” Aku membaca judul yang tertera di halaman pertama. Tunggu, apa ini buku harian? Hmmfh… tiba-tiba saja jantungku terasa berdetak cepat. Sebentar lagi aku akan mengetahui banyak hal tentang dia.

31 November 2008…

Hari ini melelahkan sekali. Ibu lagi-lagi merecokiku tentang pernikahan. Memangnya siapa yang mau menikah? Aku sama sekali tidak tertarik dengan pernikahan. Menyebalkan sekali!
Gara-gara hal itu, aku mulai bosan berada di kantor. Aku memutuskan mengganti baju kantorku dengan jaket dan celana jins, lebih baik aku jalan-jalan sebentar. Aku memilih pergi ke kebun binatang. Lucu sekali. Seperti kembali menjadi anak-anak.
Aku berhenti di depan kandang penguin. Aku selalu suka cara jalan mereka. Hahaha… benar-benar menggelikan!
“Hmmmm….”
Aku mendengar suara hela nafas yang keras. Aku menoleh ke samping. Seorang gadis. Dia meletakkan dagunya di pagar besi pembatas. Matanya mengamati penguin-penguin itu, sedangkan mulutnya meniup poninya sesekali. Wajahnya menunjukkan kebosanan yang sangat.
Tiba-tiba dia menoleh ke arahku, kemudian menatapku penuh minat.
“Biar kutebak, pasti hari ini menyebalkan sekali, ya?” ujarnya.
“Apa?” tanyaku bingung.
“Hmmh… kau pasti kesini karena sedang merasa bosan. Mana ada orang dewasa ke kebun binatang sendirian dan berhenti di depan kandang penguin. Penguin itu kan binatang yang membosankan. Heh, kau hitung tidak sudah berapa kali aku mengucapkan kata bosan dari tadi? Hoaaaahhh… benar-benar membosankan! Lihat, aku mengucapkannya lagi! Kau tahu tidak, ibuku bilang, kalau tidak ada masalah bukan hidup namanya. Ah, sudahlah, aku pergi dulu. Jal isseo! (Selamat tinggal!)” ujarnya sambil melambaikan tangan.
Aku masih melongo menatapnya selama beberapa saat, kemudian tertawa terbahak-bahak. Gadis aneh.
Aku memutuskan untuk pulang. Di gerbang keluar aku melihat gadis itu lagi. Dia sedang mengobrol dengan gadis lain, sepertinya itu temannya. Kemudian aku melihatnya tertawa lepas. Anak-anak rambutnya tergerai dihembus angin.
Mendadak aku merasa… betapa senangnya jika bisa menatap senyum itu setiap hari….

Aku menjatuhkan buku itu ke lantai, saking gemetarnya tanganku saat memegangnya. Kyuhyun oppa….

***

34 Comments (+add yours?)

  1. RossiMinnie
    Dec 23, 2010 @ 06:45:14

    binguuuuuung -_-

    tapi keren… ternyata donghae itu kyu… ckckck… minta maaf yg tak terduga…

    Reply

    • KyuTeuk_EunHae
      Dec 23, 2010 @ 09:43:53

      Aq kasih penjelasan d kalo pd bingung. Ng… Kyu oppa itu g tw kok kl Min Young yg beli rumahnya. Dia cuma g mau ada org yg tw kalo dia yg punya rumah itu, makanya dia nyamar pake nama lain. Karena aku suka Hae oppa, maka aq memutuskan utk make nama Hae oppa. hehe… Kalo mau baca lanjutannya ini udh dipublish jg kok di blog aq, http://sapphireblueoceanforsuju.blogspot.com/. Makasih udh baca. Hehe….

      Reply

  2. kyucanasoofishy
    Dec 23, 2010 @ 06:51:20

    Bnguuuung jg….
    Mungkinkah donghae itu kyuhyun…
    Ato kisah cinta mereka aja yg sma…
    Eeeeeemmmm mending nunggu part 2 aja dech 🙂

    Reply

  3. Love Kyu
    Dec 23, 2010 @ 07:50:21

    Feeling ku sihh,, kykny yg bikin ntu rumah Kyuhyun,, kan cuma Kyuhyun yg tahu rumah idealny si Min-Young, kykny Kyuhyun nyamar gt deh, jd Donghae itu nama samarannya Kyu,,,

    Hahahaha,,, semoga feelingku ini benar!
    Kekekekeke~~

    Reply

  4. siheekiloveme
    Dec 23, 2010 @ 08:08:33

    Kyaknya emg Kyu dh,,dy pke nama Donghae cm tkt klo ktauan minyoung,,dy monitorin minyoung tuh smpe tw klo dy nyari rmh bru.. *reader sotoy* kekeke~

    lanjut lanjut chingu ^^

    Reply

    • KyuTeuk_EunHae
      Dec 23, 2010 @ 14:08:16

      Ah, dia g ngintai Min-Young, kok! Dia aja g tw kalo Min-Young pindah rumah. Cuma dia g mau aja kalo ada org yg tw rumah itu punya dia. Hahaha… mgkin aq babo bgt sampe bikin reader g ngerti. Hehe… Mian.

      Reply

  5. arum
    Dec 23, 2010 @ 08:35:18

    masih belum paham, jd penasaran
    ayo buruan dilanjut….

    Reply

  6. leedantae
    Dec 23, 2010 @ 08:47:55

    Huwaaa…
    Kyuhyun disini misterius yaa?
    Neomu neomu chowa.. 🙂
    Gimana tuh kelanjutanny?
    Cepat2 ya dipublish ya onn 🙂

    Reply

  7. chris~wonnie~hyunnie
    Dec 23, 2010 @ 09:04:22

    Huah~! Seruuu……..
    Penasaran bgt~!
    Lanjuuutannya ditunggu~~~~~~

    Reply

  8. Lolo
    Dec 23, 2010 @ 09:06:17

    Author wajib lanjutannya sepecatnya! *maksa akut hahaha

    smpt mkir donghae itu sbnrny namja yg mncintai minyoung tpi minyoungny lbh mlih kyu
    eh tpi malah mncul nama kyu pas minyoung selesai bca diari itu (??)
    apa sbnerny hae itu kyu???
    Penasaran bgt!!!
    ASAP ah

    Reply

  9. Lolo
    Dec 23, 2010 @ 09:08:01

    Author wajib lanjutannya sepecatnya! *maksa akut hahaha

    smpt mkir donghae itu sbnrny namja yg mncintai minyoung tpi minyoungny lbh mlih kyu
    eh tpi malah mncul nama kyu pas minyoung selesai bca diari itu (??)
    apa sbnerny hae itu kyu???
    Penasaran bgt!!!
    ASAP ihh

    Reply

  10. elfb2utyshawol
    Dec 23, 2010 @ 09:32:48

    jangan-jangan…
    donghae ntu kyuhyun??
    pusing,bikin bingung..tp ceritanya menarik..
    tolong dilanjutin ya author!

    Reply

  11. hana
    Dec 23, 2010 @ 09:45:29

    waaaah penansaran kayanya donghae itu kyu deh *semoga aja bener. author lanjutin secepatnyaaa harus, wajib !!

    Reply

  12. Deunryelysma
    Dec 23, 2010 @ 10:02:42

    Sudah kuduga rumah itu kyu yg design krn sesuai bgt sm yg minyoung mau..
    Tp knp dijual?
    Jgn2 ada salah paham..
    *sotoy*

    Reply

  13. Deunryelysma
    Dec 23, 2010 @ 10:07:01

    hadehhhh…. komenku gak masuk2..
    Jgn2 mereka pisah krn salah paham.
    Dan tuh rumah berarti memang didesign utk Min Young coz sesuai bgt sm keinginan Min Young..

    Reply

  14. eunrimhae
    Dec 23, 2010 @ 10:20:27

    hahaaaa .. bagus baguuuus . lanjutannya di tunggu xD

    Reply

  15. ivelkyujung
    Dec 23, 2010 @ 11:00:39

    keren ffnya..
    lanjut ^^

    Reply

  16. nellminsungie
    Dec 23, 2010 @ 13:44:50

    bagus bnged!!
    donghae thu ternyata kyu~
    kyu romantis deh.
    bkinin rumah min young~
    huuuwwwaa~
    next part ASAP!!

    Reply

  17. lady elf
    Dec 23, 2010 @ 19:23:25

    Ahhh…pantesan aku ngerasa dejavu baca ff ini..
    Bagus ><

    Reply

  18. =princess cho=
    Dec 23, 2010 @ 20:54:22

    Waaaaaaaaaaaaaaaaaahhhh.. Aq sungguh ta sbr mnanti klanjutan’a~

    Reply

  19. tanziea
    Dec 23, 2010 @ 21:00:41

    aku ngerti chingu..
    lanjuttttt rameeeeeee………..

    Reply

  20. melialasmana
    Dec 23, 2010 @ 21:39:44

    gaaaah. jadi kyu itu donge? ahahaha ~
    untunglah bukan donghae beneran (?)
    lanjut !

    Reply

  21. lee_kyumin
    Dec 24, 2010 @ 15:29:15

    ceritanya bgus..
    Dah baca ampe tamat tpi gk bsa komen d sana,,

    author orang padang??
    Aku juga
    hahaha

    Reply

    • KyuTeuk_EunHae
      Dec 24, 2010 @ 19:43:12

      G bisa komen? Ambil select profile trus pilih yg name/URL, masukin nama qm, URLnya kosongin aja. Hehe… Blogspot emg rada ribet. Mian.
      Hehe… iya, aku orang Padang. Salam kenal. Makasih udh ngunjungin blog aq. Lain kali komen, ya! Kekeke…

      Reply

  22. indria
    Dec 24, 2010 @ 19:17:53

    bagus,
    kyu prov.nya jarang, jd bkin tmbah penasaran readers, gmn perasaan sbenernya si kyu, 😀
    ak mau baca ah di blog author, :p

    Reply

  23. Ocha
    Dec 24, 2010 @ 22:33:00

    Ohhhhhh….
    Jadi Donge itu nama samaran Kyu, ya???
    Lanjut…

    Reply

  24. puputeuk
    Dec 26, 2010 @ 08:44:42

    ini udah selesai?

    Reply

  25. neul diah
    May 12, 2013 @ 16:50:12

    kerenn banget . tapi bingung asli ,arrghh sebenarnya itu rumah Kyuhyun ato Donghae sih?

    Reply

  26. sity kyeopta
    Apr 23, 2017 @ 21:30:24

    Waaahhhh….
    ternya itu semua ulah kyu ya …
    dy ingin mengwujudkan keinginan min young…

    Reply

Comment's Box

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: