You Meant to Me

Author :: Jhyaz

Disclaimer :: They belong to them self. I don’t make money from this. Please don’t sue me.

 

Aku membuka kembali album foto itu. Mengingatkan memory 10 tahun lalu. Kutelusuri potret wajahmu yang kurindu. Wajah cantikmu ketika tersenyum. Rambut hitammu yang terbang terbawa angin. Kulit lembutmu. Bahkan cintamu yang selalu tercurah untukku. Ku ingat semuanya.

Kau ingat sewaktu aku hanya bisa melihatmu dari kejauhan? Memperhatikanmu yang selalu duduk di dekat jendela yang menghadap langsung ke arah kebun mawar kami. Dan kau selalu memesan frappucino dan strawberry cheesecake. Menghirupnya dan kemudian menyesapnya dengan penuh nikmat. Dan aku, hanya bisa melihatmu. Memendam rasa yang muncul bahkan waktu pertama kali aku melihatmu. Kau percaya love at the first sight? Mungkin terdengar picisan, tapi ini yang kurasakan. Jantung ini semakin berdetak lebih cepat setiap aku melihatmu. Ada rasa yang ingin membuncah  keluar.

Jujur, ku ingin tau semua tentangmu. Namamu, alamatmu, dimana kau kuliah, darimana kau berasal. Tapi aku tidak punya keberanian untuk bertanya padamu. Tapi ternyata Tuhan baik padaku. Agendamu tertinggal di meja. Ku buka agendamu dengan hati-hati. Semua terpampang jelas informasi tentangmu. Nama Han Ji Hee lahir di Busan 8 Februari dan sekarang kuliah di jurusan music di Kyunghee. Di sana pun tertera alamat apartemen mu. Tapi…. Aku tidak punya keberanian untuk mengantarkan agendamu. Ku putuskan untuk menunggumu ke esokan harinya. Tapi yang ku tunggu tak kunjung datang. Aku sungguh khawatir ketika kau tak datang. Tidak tahukah kamu, betapa khawatirnya aku ketika tidak melihat mu sehari saja!

Keesokan harinya, kau datang lagi dan aku langsung menyerahkan agendamu dan kau pun memintaku untuk menemanimu.

“agenda ini sangat penting.” Kau tersenyum padaku. Senyum yang setiap hari ku rindukan.

“kenapa?”

“semua jadwalku tertulis disini.” Aku tahu itu. Aku sudah membaca agendamu berulang-ulang. Bahkan jadwal sepele kau masukkan dalam agendamu. Aneh! Tapi aku suka. Itu artinya kau orang yang teliti, kan?

Kau memandang ke arah kebun mawar. “kau tau, terkadang aku ingin menjadi mawar.”

Dahiku menggerut. Heran. “kenapa? Bukannya mawar hanya sekali pakai. Maksudku, orang-orang memetiknya lalu membuangnya.”

Kau tersenyum dan menggeleng. “itu resiko bagi sang mawar. Kau tahu, hanya setangkai kehadirannya, dia mampu membuat seorang wanita tidak bisa tidur karena bahagia. Maka dari itu aku ingin menjadi mawar. Dia rela berkorban untuk kebahagiaan orang lain tanpa mengharap imbalan apapun.”

Aku terperanggah. Ya kau benar. Tapi kau takkan pernah menjadi `sang mawar` itu. I promise. Karena kau tak perlu berkorban apapun untuk membuat orang lain bahagia. Karena aku yang akan membahagiakanmu selalu.

“kau ingin aku memetik mawar itu untukmu?”

Kamu memandangku. “tidak. Mereka lebih indah jika di lihat berumpun seperti itu. Aku menikmatinya. Karena ini yang aku suka dari café mu.”

Kita terdiam hening. Suasana canggung menyeruak. Ayolah, Donghae katakana apa yang ingin kau katakan. Katakan tentang perasaanmu padanya! Ayo! Ini kesempatan yang bagus. Masa bodoh kalo dia menolak ato bahkan menganggapmu gila. Yang terpenting usahamu Donghae. Ayo katakana sekarang!

“ah, Ji Hee sshi, kau percaya cinta pada pandangan pertama?”

Kau memandanku dengan pandangan penuh Tanya. “kenapa kau tiba-tiba Tanya seperti itu?”

“aku hanya ingin tau.”

“aku…sebenarnya percaya. Walau itu terdengar picisan. Tapi, bukannya tuhan sudah menetapkan kita jodoh masing-masing. Mungkin orang yang baru pertama kau lihat itu adalah jodohmu dan tuhan langsung memberimu cinta untuknya?” kau tersenyum.

“aku… jujur aku merasakan itu… padamu Ji Hee sshi.”

Ji Hee terperanggah. “kau tau apa yang paling menyakitkan Donghae?” ujarnya mengalihkan pembicaraan. Apa ini caramu menolakku?

“melupakan. Mungkin bagi sebagian orang di lupakan adalah hal yang paling menyakitkan. Tapi bagiku, melupakan lebih menyakitkan.”

Apa yang sebenarnya dia bicarakan??

“aku … di vonis terkena Alzheimer Donghae. Kau tahu apa itu?”

Alzheimer??? Itu kan…

Kau menghela nafas. “ aku punya penghapus dalam otakku. Memori ku perlahan tapi pasti terus menerus berkurang. Bahkan sekarang, aku lupa kapan hari ulang tahun orang tuaku, adikku dan aku sendiri. Menyedihkan bukan? Kemarin, aku pun tersesat saat akan kesini. Padahal ini rute rutin yang aku lewati selama 3 bulan ini.”

“mungkin sekarang hanya itu yang aku lupakan. Tapi lama-lama semua memori akan menghilang Donghae. Aku akan lupa café ini. Akan lupa kau. aku akan melupakanmu Donghae. Semua tentangmu. Bahkan tentang cintamu, aku akan lupa itu.”

“biarkan aku yang membantumu mengingat semuanya, Ji Hee.”

“kalau itu tidak berhasil?”

“aku yang akan mencintaimu.”

“aku bukan membicarakan tentang temporary amnesia Donghae. Aku tidak akan pernah ingat lagi siapa kau, tidak akan pernah ingat lagi bahkan kau mencintaiku, aku tidak akan pernah bisa membalas cintamu sampai kapanpun! Kau paham maksudku Donghae??”

“biarkan aku mencintaimu tanpa pernah mengharap balasan darimu Ji Hee. Aku akan melakukan itu.”

“kau gila Donghae.”

that’s what love mean’s, right? Mencintai tanpa mengharap imbalan. Aku sudah senang, hanya dengan kau tau apa yang aku rasakan sekarang walaupun kau berkata tidak untuk cintaku.”

“tapi….”

“aku sudah senang kau mau membagi rahasia kecilmu padaku. Itu sudah cukup untukku. Yang kumau hanya, kau mengijinkan aku untuk tetap mencintaimu bagaimanapun keadaanmu.”

Kau tersenyum kearahku dan airmatamu menetes.

“Ji Hee sshi,kenapa….”

“terima kasih Donghae.” Kau memotong ucapanku. “maaf kalau nanti aku akan lebh sering menyakitimu.”

“jadi?”

Kau mengangguk.

Dan mulai saat itu aku menjadi kekasihmu. Kau ingat waktu kita berkencan untuk pertama kali? Kau terlambat 2 jam karena kau lupa. Berulang kali kau meminta maaf. Tapi, apa aku marah? Tidak sama sekali. Untukku, tidak ada alasan untukku untuk marah padamu.

Setiap menit aku bersama mu, selalu aku abadikan kedalam kamera ini. Sudah tak terhitung berapa ratus lebar foto yang kucetak. Kau selalu protes ketika melihatnya. Kau selalu menganggap itu sama sekali tak berguna. Tapi bagiku? Itu sangat amat berarti.

Sampai pada suatu saat, aku harus meninggalkanmu ke Jepang, karena omma sakit. Aku kembali menemuimu setelah satu minggu aku meninggalkan korea. Tapi apa yang ku dapat? Kau melupakanku Ji Hee! Kau melupakan semua tentangku. Kau tak ingat siapa aku. Bahkan kau akan menamparku kalau saja ahjusshi tidak keluar menahanmu.

Orang tuamu menceritakan semuanya. Kau sudah melupakan semua orang kecuali keluargamu. Dan aku pun sudah kau lupakan. Sakit rasanya. Aku menangis di depan orang tuamu. Aku meminta untuk merawatmu. Awalnya mereka menolak. Namun aku bersikukuh untuk tetap merawatmu. Akhirnya mereka setuju dan akhirnya aku pindah ke rumahmu.

Awalnya kau menolak. Kau tidak mau ku rawat. Kau selalu berlaku kasar padaku. Aku hanya bisa maklum menghadapimu. Sampai akhirnya kau sama sekali tak berdaya. Kau mulai mengompol, kau lupa bagaimana cara mandi, kau lupa bagaimana cara makan. Kau lupa segala hal. Kau bahkan lupa orang tuamu.

Aku yang melakukan itu semua untukmu. Menjadikan diriku bagian dari dirimu. Semua orang mencemoohku karena aku terlalu menyia-nyiakan hidupku dengan merawatmu. Yah, terserah orang lain berkata apa. Tapi ini adalah caraku untuk mengungkapkan bahwa aku cinta kau.

Tapi tiba-tiba, malam itu kau sesak nafas. Memang belakangan ini tubuhmu terus melemah. tapi menghadapi keadaanmu yang seperti ini membuatku sangat kalut. Dengan segera aku mengantarmu ke rumah sakit. Kau langsung di masukkan ke ruang ICCU. Dan ternyata flu ringan yang kau rasakan 2 hari ini berdampak buruk untukmu. Kau terkena pneumonia. Aku bodoh tidak tanggap dengan keadaanmu. Yang bisa ku lakukan sekarang hanya berdoa dan…. Menangis. Air mata ini sangat mudah turun untukmu Ji Hee. Aku mencintaimu.

2 hari setelah kau koma, kau pun sadar dan yang mengejutkan untukku. Kau ingat aku! Kau ingat semua orang Ji Hee! Kau sembuh! Dan airmata ini kembali turun. Tapi ini ungkapan kebahagiaanku!

“ya! Donghae. Kenapa kau kurus sekali?”

“aku hanya tidak doyan makan.”

“aku tidak suka dengan tubuhmu yang sekarang. Makan yang banyak Donghae. Jadi Donghaeku yang dulu lagi. Ara?”

Aku mengangguk. “asal kau tetap seperti ini.”

Kau tersenyum. “apa aku masih bisa berjanji untukmu Donghae?”

“masih.” Ujarku mantap.

Ji Hee menghela nafas. “apa aku masih punya waktu untuk menepatinya?”

“tentu saja masih.”

“Tuhan baik padaku. Mengembalikan ingatanku tentang semua orang. Kau tau Donghae. Ini sangaaaattt menyenangkan!”

Aku tersenyum mendengarnya.

“kau mau berjanji satu hal padaku?” tanyamu.

“apa?”

“tapi kau harus menepatinya.”

“baiklah… katakan.”

“cari gadis yang lebih baik dariku. Yang mencintaimu seperti kau mencintaiku.”

“Ji Hee!”

“kau sudah berjanji akan menepatinya Donghae.”

“tidak! Aku tidak mau. Kau tahu…”

“aku tahu.” Kau memotong ucapanku. “tapi orang-orang juga benar. Kau masih punya kehidupan yang panjang. Apa kau akan menyia-nyiakannya hanya untuk merawatku?”

“aku tetap ingin merawatku.”

“kau, ku perbolehkan merawatku sampai waktu itu tiba.” Ujarmu mantap.

“waktu apa?” jangan katakan Ji Hee. Aku tau maksudmu, tapi aku tetap berusaha mengingkarinya. Aku, tidak sanggup untuk membayangkannya.

Kau tersenyum. “ aku lelah. Aku ingin tidur. Kau tetap disini,yah. Menemaniku.” Aku mengangguk.

Aku memandang wajahmu, damai sekali ketika kau tertidur. Sampai aku sadar ada yang tidak beres. Detak jantungmu melemah. aku mematung, apa ini sudah saatnya? Kau akan meninggalkanku?

Suara berdenging panjang terdengar dari mesin itu. Beberapa dokter dan perawat masuk ke dalam ruanganmu. Aku menyingkir, melihatmu yang sedang di periksa oleh mereka. Mereka memakai alat kejut jatung padamu. Tapi mesin itu tak menunjukkan perubahan apapun. Garis lurus masih tergambar jelas disana. Dokter menutupi wajahmu dengan selimut putih dan Orang tuamu menangis histeris. Aku hanya bisa mematung, belum bisa menerima keadaan yang sebenarnya.

Kau lihat Ji Hee? Apa akibat yang telah kau lakukan? Kau membuat semua orang menangis! Apa kau bisa melakukan hal yang lain selain membuat orang lain bersedih hah! Aku tidak pernah marah padamu tapi kali ini kau keterlaluan! Kau…entah apa yang ada di pikiranmu sampai kau tega meninggalkan kita semua! Selamanya!!

Kau boleh merepotkanku selama hidupmu. Kau boleh tak mengingatku. Kau boleh berlaku kasar padaku. Kau boleh melakukan apapun padaku. TAPI JANGAN PERNAH MENINGALKANKU SEPERTI INI! Kau membuatku kehilangan separuh nyawaku. Entah apa yang akan kulakukan setelah ini.

“Donghae-ah, Ji Hee menitipkan ini padamu.” Ahjusshi menyerahkan amplop padaku.

“gomawo, ahjusshi.”

Ahjusshi menepuk bahuku. “terima kasih karena sudah mencintai putriku.”

Air mataku menetes kembali. Ku buka surat darimu.

Donghae…

Kau tau apa yang ku rasa sewaktu aku ingat semuanya? Aku bahagiaaaa sekali. Aku tak mau menyianyiakannya.maka dari itu, aku menulis ini untukmu. Perasaanku tentangmu.

Terima kasih telah merawatku dengan segenap hatimu. Mencintaiku dan terus bersabar dengan segala kelemahanku. Bahkan kau tetap sabar ketika aku sedang berlaku kasar terhadapmu.

Maaf karena aku tak bisa mencintaimu sebesar kau mencintaiku. Melupakan semua tentangmu. Membiarkanmu mencintaiku tanpa pernah bisa aku membalasnya. Maaf karena aku hanya bisa membuatmu sakit hati.  Dan membiarkanmu sebagai satu-satunya yang mencurahkan cinta.

Aku memang gadis yang paling beruntung di dunia hanya dengan memilikimu. Seandainya aku punya sedikit waktu bersamamu, aku ingin membalas semua cintamu padaku Donghae. Tapi sayang, kontrakku di dunia sudah habis.

Terima kasih untuk semuanya Donghae…

Saranghae…

I will always love you forever and ever.

Ps :: tepati janjimu Donghae.

End

 

Ps :: aslinya saiia bukan bias donghae sama sekali, tapi 50% FF saiia di buat dengan tokoh si odong *di bantai bini nya fishy* soalnya entah kenapa karakternya dia gampang buat di mainin \plak

Dan buat semua yang udah baca, tengkyuuuuu…

STILL COMMENTS ARE LOVE!

 

 

27 Comments (+add yours?)

  1. ecisarangHYUK
    Jan 04, 2011 @ 16:00:51

    huah..mantep ni FF..
    Sad ending..tp kayany enak kalo dbkin after story..nyeritain ttg hae dan pcar bruny.kkk
    cma usul doang ko.he
    author jjang

    Reply

  2. ilalang navisa
    Jan 04, 2011 @ 16:03:20

    atulaahh…aku nangis beneran. T,T
    daebak!!!
    Author, bikin ff tentang hae lbh byk ya.ehehe…
    Donghae itu nasibnya kok sering sengsara kalo di ff.xexexe…

    Reply

  3. liathespaniard
    Jan 04, 2011 @ 16:43:10

    Haebo gampang d mainin??? Kekekeke good opinion *istri durhaka*

    Reply

  4. Love Kyu
    Jan 04, 2011 @ 18:09:15

    HUWAA,,,
    dikira waktu Ji hee nya inget lagi, Ji Hee bakalan sembuh total,, ternyata jauh dr feelingku,, ckck,,

    Sedih ceritanya,, TT^TT

    Reply

  5. choiyongjin_chi_elf
    Jan 04, 2011 @ 19:01:51

    sad ending T^T

    Reply

  6. leedantae
    Jan 04, 2011 @ 19:24:48

    Sedih banget,, kasihan donghae
    Onnie, aku setuju bgt sama onnie. Aku juga bukan fans nya donghae, tapi tiap kali buat ff, yg kepikiran malah dia..
    Abis dia punya karakter sendiri, menurutku malah dia bisa jadi apa aja..hehehe

    Reply

  7. 13LIEVE AND PROM15E for SpecialFishy
    Jan 04, 2011 @ 19:29:48

    SAAADDD,
    hae oppa ! yg sabaar ? *ngmong noh ma pohon
    hiks terharu..

    Reply

  8. kyualways
    Jan 04, 2011 @ 19:36:00

    kerennnn………..!!!!!!!

    Reply

  9. len2_kyung
    Jan 04, 2011 @ 19:37:33

    Ff nya sedih bgt..
    Hampir nangis baca..
    Donghae so sweet…

    Reply

  10. haniMINTS
    Jan 04, 2011 @ 20:44:28

    hiks hiks author ny harus tanggung jawab nih.. ak ngabisin 1 kotak tissu gra2 baca ff ini… *dicekek author*

    kata-kata ny baguuuus bgt 😀
    si abang ikan emang the best deeeh

    great ff ~^^

    Reply

  11. zubadis
    Jan 04, 2011 @ 21:40:27

    sediih..,

    Reply

  12. HyukjaEunhyuk
    Jan 04, 2011 @ 22:05:03

    Sedih gilak!!
    Emag bang donge ccok dgn ff ginian,,
    Ff cengen kata aku *digampar donge*
    kren thor!!!!

    Reply

  13. May4teukie
    Jan 04, 2011 @ 22:24:08

    Sumpah ini nyesek beud..
    Sad bgt dah

    Reply

  14. Nanda
    Jan 04, 2011 @ 23:16:07

    Akh dikira pas udh inget bakal happy end ternyata sad ..
    Kawinin dong donghaenya sama tuh cewek

    Reply

  15. yokyuwon
    Jan 04, 2011 @ 23:19:03

    hiks – hiks..ada yg pnya tissue gk?! punyaku hbs..sad story..sedih bangett..yg sabar ya mas ikan,ada aQ kok disini..*plak – plak* nice ff ching..

    Reply

  16. Loveflamingcharm
    Jan 05, 2011 @ 00:50:40

    Sad ending..
    😥

    Reply

  17. mei.han.won
    Jan 05, 2011 @ 05:48:40

    kerennnn….
    Nice….

    Reply

  18. chris~wonnie~hyunnie
    Jan 05, 2011 @ 13:59:25

    Daebak…!
    Tapi sad ending… Selalu bikin nyesek~ ><
    Nice ff, author………….!!!

    Reply

  19. honeyJung
    Jan 05, 2011 @ 19:12:49

    baru bisa komen pdhal dah bca dr kmren..

    Halo author yg bqin ni ff!
    Ff nya baguussss
    sukse bqin nangis *walopun ga nangis2 amat* hehe

    Dunge emang pantes dimainin jd ap aj ko
    Jd playboy ok, penyakitan ok, sengsara ok,, nyahaha *istri durhaka* /plak

    Pokok,y kereeeeennnn

    Reply

  20. Naa..
    Jan 05, 2011 @ 23:12:31

    Sedih.. :’-(

    Reply

  21. parkhaesoo
    Jan 08, 2011 @ 07:11:06

    Huaaaaa *peluk kyu teuk*
    Sedih bangeeeet..kasian hae,demi cewenya mau ngurus sampe gitunyaaa..tuluss banget donghaeeee..
    AUTHORRR!LANJUTKAN BIKIN CERITA BEGINI (??)

    Reply

  22. fishae
    Jan 08, 2011 @ 09:24:58

    sedihnya…Hae setia bgt!
    q jg maw dunkz dirawat Hae, tp ga mw sakit! #plak
    hehehe

    Reply

  23. wirazhuho
    Jan 10, 2011 @ 20:17:39

    Adduu syapa yg menawarkan cinta sebesar itu k gwe ..

    Reply

  24. Vita
    Mar 28, 2011 @ 19:20:56

    Sedih dan bagus banget ceritanya.. 🙂
    bikin nangis..

    Reply

  25. Pcafar
    Jun 16, 2012 @ 16:34:48

    Hiksss…. Terharu bacanya… Kalo ada yg sebaikk itu saya maooo… Nice ff

    Reply

  26. IU
    Oct 05, 2012 @ 18:11:30

    huahhh..,
    sedih.,
    kesian dong-dong oppa………..

    Reply

  27. ifaraneza
    Mar 31, 2013 @ 19:46:07

    I’m cry… T___T
    huaaaa~~~
    authorrrrrr~ I’m cry ! T^T

    Reply

Comment's Box

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: