Devils Beside Me

Aku langsung berlari menuju kamarku ketika baru tiba di rumah. Aku mencari laptop

Apple milikku, tapi aku tidak menemukan laptop milikku yang biasanya aku letakan di atas meja belajar. Langsung saja aku berlari ke kamar sebelah, kamar Leeteuk oppa.

“Oppa!!!!” Teriakku ketika membuka pintu kamarnya. Benar saja dugaanku, ia yang memakai laptopku tanpa ijin. “Oppa, sini laptopku, laptopmu kan ada, jangan suka pinjam punyaku sembarangan,” aku merampas laptopku yang ia gunakan untuk main game. Dia suka sekali memakai laptopku tanpa minta ijin hanya untuk main game atau mengotak-atik fileku.

“Pinjam bentar doang kok, pelit amat,” ia memanyunkan bibirnya.

“Pinjam sih pinjam, tapi bilang dong.” Aku mencibir kemudian membawa laptopku kembali pulang ke kamarku. Sekarang sudah 15 menit aku telat untuk online, biasanya aku selalu tepat waktu. Kebiasaanku selama satu bulan ini adalah chating dengan seseorang lewat Yahoo! mesangger, entah kenapa tiba-tiba aku merasa seperti sedang addicted dengan chating di dunia maya, biasanya aku kurang begitu tertarik dengan chating.

Aku langsung mengkoneksikan laptopku dengan internet, dan hanya perlu hitungan detik aku sudah bisa masuk ke dunia maya, benar saja yang aku duga, dia sudah online.

Bummie23: Hey,^^ aku kira gag online.

Sapanya saat aku online, jari-jariku mulai menari di atas keyboard untuk membalasnya.

IceGyu:Mian, tadi aku baru dari rumah teman, wae? Kangen ya denganku? Hahahaha…^^

Bummie23:Kau paranormal ya?

IceGyu:Mwo?

Bummie23:Kau bisa membaca pikiranku^^ hohoho…

IceGyu: Hohoho iya, aku masuk ke pikiranmu belajar dari prof.Snape.Maklum, aku pernah sekolah di Hogwart*ngayal*

Bummie23: Miina, kau sedang apa?

Aku tersenyum saat membaca sebuah kata yang tertera, dia suka sekali menyebutku ‘miina’, melihat wajahku saja belum pernah.

IceGyu:Sedang apa ya? Aku juga tidak tahu… Aghhh… aku amnesia!!! Heh? Kau siapa?*pura-pura amnesia*

Bummie23: Aku pangeran tampan!!!^^

IceGyu:Agh, aku mau pingsan membacanya. Heh Bummie, siapa sih namamu sebenarnya? Kau curang, tidak mau memberitahukanku namamu sebenarnya..V_V aku juga tidak pernah melihat fotomu, dan kau juga melarangku memberitahukan namaku sebenarnya. Kau ini aneh sekali…

Bummie23:Rahasia dong, nanti saja saat kita bertemu, aku akan mengatakan namaku sebenarnya. Aku kan suka rahasia,,,,hohoho…

IceGyu:Kau ini aneh dan terlalu misterius, aku jadi penasaran denganmu… Kapan kita akan bertemu?

Bummie23:Kau ini tidak sabaran sekali, sudah tidak sabar ya melihat rupaku bagaimana?

IceGyu:Iya, rupamu seperti apa? Seperti monyet, badut, atau setan?

Bummie23:Yang pasti kuatkan fisik, jiwa dan ragamu saat bertemu denganku nanti, karena aku pangeran yang sangat tampan melebihi Choi Siwon super junior.hahahaha…*narsis*

IceGyu:Hahahaha…aku jadi pengen muntah, hueekkk :-p

Bummie23: Bagai mana kalau kita bertemu besok?

IceGyu:Jinja? Eodieyo?

Bummie23: Em… sore pukul 15:00 di taman Gyungsang sebelah barat. Bagaimana?

IceGyu:Oke..d(^_^)b

Bummie23:Dandan yang cantik ya…hohoho, aku akan pakai t-shirt, jaket, dan sneakers putih. Ingat, cari pangeran tampan yang tingginya 179 cm.^^ Kau besok pakai baju apa?

IceGyu:aku akan pakai dress ungu selutut, memakai flat shoes, bando ungu, dan rambutku panjang sepunggung.

Bummie23:Besok siap-siap kuatkan mentalmu yah untuk bertemu pangeran tampan sepertiku.hahahaha, heh miina kau ngantuk tidak?

IceGyu:Yah…lumayan, soalnya tadi siang aku ada pertandingan basket. Lelah sekali…V_V

Bummie23:Istirahatlah, ayo tidur sana. Sepertinya aku juga akan tidur dan memimpikan seperti apa rupamu nanti.

IceGyu:Ne, sepertinya aku juga akan tidur…zzzzzz

Bummie23:Heh, jangan tidur dulu sebelum aku kirimkan mantra… EXPECTO PATRONUM!!!! itu akan melindungimu saat sedang tidur dari dementor dan mimpi buruk.

IceGyu:Gomawoyo^^ aku juga akan mengirimmu mantra …EXPECTO PATRONUM!!!Jal hayo bummie…^^

Bummie23:Jal hayo IceGyu…^^ zzzzzz….


Aku mengakhiri percakapan kami yang membuat hatiku berbunga-bunga. Besok aku akan bertemu dengannya!!! Akhirnya besok rasa penasaranku akan terbayar juga, dia adalah namja yang misterius yang selalu membuat otakku terus bekerja untuk menebak-nebak siapa dirinya.

Bummie…Bummie…Bummie… Sepertinya aku menyukai namja itu walaupun aku belum pernah bertemu dengannya, ah, mungkin aku rasa aku juga jatuh cinta dengannya. Yang aku tahu darinya adalah, usianya 17 tahun, dan banyak kesamaan di antara kami berdua, mulai dari suka membaca novel, mendengarkan music, ngedance, bahkan kami berdua sama-sama suka memasak. Dia namja yang sangat unik sekali.

Aku melingkari dengan spidol merah pada tanggal 27 Juli, dan menuliskan kata ‘pertemuan pertama’ di bawahnya, aku tak sabar menunggu esok, tanggal 27 Juli yang akan bersejarah bagiku.

“Heh, kenapa senyum-senyum? Kau gila?” Tanya Leeteuk oppa yang tanpa aku sadari sudah berpose di atas tempat tidurku sambil memainkan PSPnya. Aku merebahkan diri di sampingnya.

“Oppa, malam ini aku sangat senang sekali.”

“Wae?”

“Kau tahu si Bummie? Dia mengajakku ketemuan besok, akhirnya aku akan tahu siapa dirinya sebenarnya.”

“Baguslah, dari pada telingaku pusing mendengar curhatanmu tentangnya yang selalu membuatmu penasaran. Menurutmu dia itu cakep atau tidak?”

“Menurut feelingku sih dia cakep.”

“Tapi kalau fisiknya tidak sesuai harapanmu jangan curhat membabi buta ya denganku. Siapa tahu aja selama ini ia merahasiakan identitasnya karena ia tidak PD.”

“Aku tidak peduli kalau misalnya fisiknya tidak sesuai dengan harapanku, rasanya aku sudah jatuh cinta dengannya.”

“Aneh sekali kau ini, jatuh cinta dengan orang yang belum pernah kau lihat.”

“Cinta itu ajaib oppa. Heh, oppa kau mau terus-terusan di sini? Sana, aku mau tidur.” Aku mendorong tubuhnya yang besar.

“Aku mau tidur di sini saja.”

“Anio, nanti aku mimpi buruk. Aku mau memimpikan Bummie.”

“Gag mau!”

“Tapi ingat ya, jangan usik, jangan mengambil wilayah tidurku, jangan ngorok, jangan ngiler di bantalku, dan jangan mengangguku saat tidur.”

“Ne…Ne.” Katanya yang masih saja sibuk dengan PSPnya.

Aku akhirnya pasrah membiarkannya tidur bersamaku, dia memang suka tidur berdua denganku, aneh sekali punya oppa seperti dia.

“Oppa, ada seseorang di pojok situ yang sedang memperhatikanmu,” bisikku.

“Gyu!!!!! Jangan menakut-nakutiku.” Katanya, aku rasa ia sudah tahu apa maksudku.

*          *          *

Aku menatap monitorku, dari tadi Bummie23 belum online. Rasanya aku sangat sedih, karena Bummie tak datang tadi sore, ia mengingkari janjinya dan membuatku menunggu hingga jam enam sore. Kemana dia? Bahkan sekarangpun ia belum online. Apa ia sengaja mempermainkanku? Bummie… Kalau kau memang tak mau bertemu denganku, setidaknya kau online sekarang, beri penjelasan padaku, jangan buat aku bertanya-tanya sendiri seperti ini.

“Heh, nuna kau sedang sedih ya?” Tanya sebuah suara yang mengagetkanku. Dia berdiri di pojok kamarku dengan kaki yang tak berpijak pada lantai, wajahnya pucat, tingginya sekitar 175 cm, sebuah bercak darah memenuhi baju putihnya, dan usianya sekitar 15 tahun, hanya muda satu tahun dariku. Aku sangat benci dengannya yang selalu muncul sesuka hatinya dan selalu mengagetkanku. Ku ambil bantal dan aku lemparkan ke arahnya, tapi bantal itu menembus tubuhnya yang semi-transparan.

“Tidak kena! Weeekkk…” ejeknya sambil memeletkan lidahnya.

“Heh, setan, kenapa muncul saat-saat seperti ini? Pergi sana! Jangan ganggu aku!”

Dia setan menyebalkan selalu saja mengangguku. Kadang aku benci dengan kelebihanku yang bisa melihat mahluk halus dari dunia lain, kelebihanku ini sudah aku miliki sejak aku masih kecil, bayangkan saat anak-anak lain tertawa riang tanpa beban, sedangkan aku selalu menangis ketakutan karena belum terbiasa melihat bentuk mereka yang bermacam-macam dan kadang ada yang mengerikan bagiku. Tapi sekarang aku sudah terbiasa dengan apa yang bisa aku lihat, bahkan untuk ukuran yang paling ngeri sekalipun, makanya sekarang aku tidak pernah takut kalau nonton film horror yang kadang setan di film itu hanya aku tertawakan kerena menurutku konyol. Kemampuan ini hanya diketahui oleh keluargaku, dan aku selalu bersikap normal saat bersama teman-temanku walaupun saat itu aku sedang melihat sebuah penampakan.

Dan setan aneh di hadapanku ini adalah korban dari pembunuhan yang pernah terjadi di rumah ini, sebenarnya bukan hanya dia, tapi juga kakak perempuannya yang lebih tua dua tahun dariku yang juga menjadi korban. Entah kenapa Appa memilih rumah ini untuk tempat tinggal kami saat baru pindah dari Busan, mungkin karena harga sewanya yang murah, yaiyalah harga sewanya murah karena rumah ini pernah terjadi insiden pembunuhan kakak beradik oleh perampok beberapa bulan yang lalu, dan korban pembunuhan itu sekarang menjadi arwah gentayangan.

“Nuna, kau sedih ya?” Ia mendekatiku dengan cepat, langkahnya sangat ringan seperti udara yang langsung membuatku merinding.

“Bukan urusanmu! Pergi sana! Kau pikir aku senang apa diganggu oleh setan sepertimu!” Ujarku masih cemberut karena kesal ia mengangguku saat hatiku sedang sedih.

“Yah, Nuna, suka sekali menyebutku setan, namaku kan Sungmin. Padahal aku cuma ingin main denganmu. Habis aku kesepian, tidak ada yang bisa aku ajak main di rumah ini selain dirimu.”

“Aku gag mau main denganmu, lagian siapa yang mau main dengan setan sepertimu. Weeekkk…”

“Oh ya Nuna, aku punya teman baru lho.”

“Nugu? Sadako?”

“Anio. Dia sunbaeku di Junior High school dulu, dia baru mati tadi sore karena di tabrak mobil, kau mau kenalan tidak dengannya? Dia cakep lho… Aku baru saja bertemu denganya beberapa jam yang lalu, kasihan sekali dia harus mati semuda itu dan ia sangat terpukul dengan keadaannya sekarang. Tadinya aku ingin mengajaknya kemari, tapi ia menolak dan memilih untuk kembali kerumahnya, padahal kalau dia di sini kan bisa menemaniku main kalau Nuna gag mau main denganku.”

Setan di sampingku ini ternyata babo, dia mengasihani orang lain yang mati, tapi tidak mengasihani dirinya sendiri yang mati di usia 15 tahun, masih mending sunbaenya mati di tabrak mobil, dari pada dia? Mati di bunuh perampok. Dan si setan bobo itu ingin mengajak satu setan lagi kerumah ini? Memangnya rumah ini penampungan setan apa?

“Enggak!!! Ngapain kenalan sama setan? Kayak gag ada manusia lain saja, heh, cepat sana pergi!!!”

“Ah, Nuna, selalu saja mengusirku, ya sudah aku pergi dulu, dah Nuna jelek…Wekkkk,” oloknya kemudian menghilang keluar kamar dengan menembus pintu kamarku, enak sekali setan sepertinya yang selalu pergi dan datang seenak jidatnya menembus tembok atau pintu.

*          *          *

Satu bulan kemudian…

Aku masih setia mengecek apakah Bummie23 masih online atau tidak, sudah sebulan ini ia tidak pernah online lagi. Kadang aku berpikir apakah aku kena karma? Karena dulu aku pernah chating dengan seseorang dan kami memutuskan untuk bertemu, saat aku tahu kalau teman yang akan aku temui itu sangat jauh dari harapanku, aku langsung pergi meninggalkannya tanpa menemuinya terlebih dahulu, dan aku tidak pernah chating lagi dengannya. Apakah Bummie juga memperlakukanku seperti itu?

“Heh, kau masih setia saja dengan si Bummie itu?” Kata Leeteuk oppa yang mengagetkanku, biasanya si setan itu yang selalu mengagetkanku. “Sudahlah, lupakan saja dia, besokkan kamu mau masuk sekolah hari pertama, jadi cari cowok sebanyak-banyaknya di sekolah barumu.” Aku langsung melemparkan boneka yang ada di dekatku ke arah Leeteuk oppa yang meletakan box penuh dengan komik dan novelku di samping tempat tidur.

“Aku bukan tipe cepat melupakan orang tahu, beda dengan oppa yang suka gonta-ganti pacar.”

“Biarin, weeekkk…”

“Oppa, tuh si Min Young masih mengikutimu di belakang, kayaknya dia naksir oppa.”

Ia langsung melempariku dengan bantal yang langsung mendarat di wajahku, “Heh, kau ini suka sekali mengerjaiku.” Katanya cemberut kemudian langsung pergi keluar kamarku. Aku hanya terkekeh dengan ekspresinya, padahal tadi aku hanya bohong kepadanya. Min Young adalah kakak perempuan Sungmin yang ku lihat selalu berada di dekat Leeteuk oppa saat di rumah lama dulu, aku rasa setan wanita itu naksir dengan Leeteuk oppa. Dan sekarang kami sekeluarga pindah ke rumah baru yang ukurannya lebih besar dan pastinya di rumah ini tidak ada lagi setan menyebalkan itu yang selalu mengangguku. Saat mengetahui rencana kepindahanku, Sungmin si setan menyebalkan itu bahkan sampai menangis karena tidak mau berpisah denganku, dan selama tiga hari ia terus saja mengekoriku kemana-mana, kemanapun aku pergi dia selalu ikut kecuali saat aku mandi atau ke toilet saja. Selain pindah ke rumah baru, aku juga pindah ke sekolah baru yang lumayan dekat dengan rumah baruku, karena jarak antara rumah baruku dan sekolah lamaku sangat jauh, memakan waktu 35 menit mengunakan mobil untuk sampai. Karena kebiasaanku yang susah bangun, aku tidak mau mengambil resiko.

Bummie, kau sedang apa sekarang? Bogoshipoyo…

*          *          *

Hari ini adalah hari pertamaku masuk sekolah, risih sekali rasanya dengan suasana dan lingkungan baru. Untungnya tadi aku sudah mempunyai teman baru, namanya Kim Yoon Ah, dia sekelas denganku, dan orangnya sangat ramah. Tapi sayangnya saat istirahat ini ia tidak bisa menemaniku karena ada rapat kesiswaan, jadinya aku memilih menyendiri di bawah pohon di belakang gedung music, aku kurang bisa bersosialisasi dengan cepat saat di lingkungan baru dan aku juga kurang menyukai keramaian.

Aku menyenderkan punggung dan kepalaku di bawah pohon maple sambil memejamkan mataku, menikmati angin sepoy-sepoy yang sangat menyejukan. Tapi tiba-tiba saja sesuatu terjatuh dari atas pohon, saat aku lihat, ternyata itu adalah sebuah kepala laki-laki dengan rupa yang hancur, lidah yang menjulur panjang dan mata yang melotot. Huh, ketemu setan lagi hari ini, emang aku takut apa? Langsung saja ku tendang kepala itu hingga menjauh, dan ia menggelinding beberapa meter dariku.

“Awww… Dasar yeoja kasar, jangan menedangku sembarangan, sakit tahu!” Makinya.

“Siapa suruh mengangguku.”

“Kamu tidak takut denganku?”

“Anio, ngapain aku takut dengan setan kepala sepertimu? Mau aku tendang lagi?”

“Anio. Huh, dasar yeoja aneh,” gerutunya kemudian mengelinding pergi. Dasar setan kepala yang aneh, mana mungkin aku takut sama setan gituan?

“Kau siapa?” Tanya sebuah suara, mataku langsung menemukan sesosok namja yang berdiri di depanku, matanya lembut, dan dia tampan.

“Kau siapa?” Tanyaku balik.

“Aku Ki Bum, kau siapa? Kau siswi baru?”

“Ne. Jeoneun Park Gyu Min imnida, kau sedang apa di sini?”

“Harusnya aku yang tanya kepadamu, ini adalah tempat favoritku.”

“Oh, mianhae, kalau begitu sebaiknya aku pergi saja.”

“Jangan, tidak apa-apa kalau kau di sini.” Katanya mencegahku pergi saat aku berdiri, aku kembali duduk dan ia juga duduk si sampingku dengan menyandarkan punggungnya di pohon.

“Kau bisa melihat mahluk halus?” Tanyanya mengagetkanku, mungkin ia juga bisa melihat mahluk halus atau ia cuma menebak karena mendengarku bercakap dengan setan kepala itu?

“Ne,” kataku agak ragu, ini pertama kalinya orang lain tahu tentang kemampuanku selain dari orang tua dan oppaku, “kau sendiri? Kau bisa melihat mahluk halus?”

“Ne. Kau kenapa sendirian di sini? Kenapa kau tidak kumpul bersama teman-teman baru mu?”

“Aku kurang bisa bersosialisasi dengan lingkungan baru dan kurang suka dengan keramaian, kau sendiri? Apa kau suka menyendiri di tempat seperti ini?”

“Ye, sama sepertimu, aku juga tidak suka dengan keramaian. Aku lebih suka menyendiri di sini. Bagaimana hari pertamamu? Menyenangkan?”

“Yah, begitulah, biasa saja.”

Baru tujuh menit aku ngobrol dengannya, bel yang menandakan masuk berbunyi.

“Ki Bum ssi, aku ke kelas duluan ya, senang berkenalan denganmu.” Aku beranjak dari tempat dudukku dan melambai padanya, ia membalas lambaianku dengan senyumnya.

*          *          *

“Hey,” sapa Ki Bum tiba-tiba muncul di sampingku saat aku melahap sandwich di taman sekolah sambil melihat orang yang hilir-mudik.

“Heh, kau mengagetkanku saja.” Ia tersenyum seperti biasa dengan senyum menawannya dan duduk di sampingku. “Kau mau?” Tawarku kepadanya saat sandwichku tinggal satu potong di kotak bekalku.

“Aniyo, terima kasih, kau makan saja,” tolaknya halus. Sudah tiga hari aku berteman dengannya, di orang yang menyenangkan, dan entah kenapa aku langsung bisa akrab dengannya seperti orang yang sudah lama kenal.

“Ki Bum, kenapa wajahmu selalu pucat? Kau sakit?”

“Aku punya penyakit anemia, makanya aku selalu pucat. Kau masuk club apa?”

“Aku masuk club tari, kau sendiri?”

“Aku masuk klub sains.”

“Oh,” kataku sambil mengunyah sandwichku, “Ki Bum, kau tahu, kenapa orang-orang melihat ke arah kita? Aneh sekali.”

“Jangan dihiraukan, mereka pasti takjub karena kau ngobrol dan duduk dengan orang paling tampan se-Korea.”

“Hahahaha… Kau narsis sekali,” aku memukul lengannya, ia pun ikut tertawa. Tawanya sangat manis sekali, entah kenapa jantungku tiba-tiba berdetak cepat? Apa aku mulai menyukainnya? Aish, kalau aku menyukainya mau di kemanakan Bummie?

“Ki Bum, kenapa aku jarang sekali menemukanmu? Pasti kau yang selalu menemukanku.”

“Kau mencariku? Kau pasti kangen denganku, hahahaha…”

“Kau GR sekali.”

Teeng…Teng…Teng…

“Tuh sudah bel, cepat sana masuk kelas.”

Aku membenahi bekas makanku, “Aku ke kelas dulu ya, dah…” aku pergi meninggalkannya. Oh iya, aku kelupaan menanyakan sesuatu kepadanya, dia kelas berapa ya?

“Ki Bum, kau kelas berap…” aku tak menyelasaikan pertanyaanku, karena orang yang akan ku tanyakan sudah tidak ada di tempat. Cepat sekali dia pergi.

*             *             *

Setelah belajar aku langsung mengkoneksikan laptopku dengan internet. Berharap Bummie23 online kembali, aku tak tahu kenapa aku masih penasaran dengannya, seharusnya aku sudah melupakannya. Aku menghela nafas saat username itu tidak menunjukan tanda online. Akhirnya aku memutuskan untuk browsing lagu-lagu KPOP saja untuk memperbaharui lagu-lagu di laptopku.

“Nuna!!!!” Teriak sebuah suara yang membuatku jantungku hampir lepas. Agh!!!! Setan menyebalkan itu lagi, kenapa ia datang kemari??? Dan selalu muncul tiba-tiba???

“Heh, setan! Ngapain kamu menemuiku lagi?” Aku melemparnya dengan buku kamus bahasa Inggrisku dan kamusku berhasil melewati tubuhnya yang semi-transparan, babo, kenapa aku masih melakukan hal bodoh itu, harusnya aku sudah hapal kalau aku akan percuma saja melemparinya dengan barang apapun karena akan menembus tubuhnya.

“Emang enggak boleh ya? Aku kan kangen berat dengan Nuna, sudah hampir seminggu tidak melihatmu rasanya seperti beribu-ribu tahun, aku kangen tauk.”

“Bodo.”

Tiba-tiba saja tubuh dinginnya langsung memelukku. “Ya! Lepasin!”

“Nuna jahat, padahal aku cuma ingin memeluk Nuna.”

“Kok kamu bisa memelukku? Padahal saat aku melemparmu, kamusku menembus tubuhmu. Kenapa tubuhmu enggak semi-tarsparan lagi? Kok bisa?”

“Bisa dong, kalau aku mau tubuhku bisa berubah menjadi seperti tubuh manusia dan bisa menyentuh barang-barang layaknya seperti manusia biasa,” ujarnya sembari memungut kamus yang tergeletak di lantai untuk mencontohkan,“ tapi tetap saja manusia biasa tidak bisa melihatku walaupun aku merubah tubuhku seperti tubuh manusia. Tapi kebanyakan dari kami lebih suka dengan tubuh yang semi-trasparan atau transparan karena lebih mudah pergi kemana-mana.”

“Jadi…” aku mengantungkan kataku karena masih belum paham dengan yang dijelaskannya.

“Nuna, kamu lambat sekali untuk mencerna kata-kataku. Jadi, kalau misalnya tubuh kami seperti manusia, artinya segala sesuatu akan kami lakukan seperti manusia, termasuk berjalan, tidur, membuka pintu, mengangkat barang, bisa merasakan sentuhan, dll. Makanya kami lebih suka dengan tubuh yang semi-trasparan atau transparan karena lebih mudah pergi kemana-mana, bisa menembus tembok tanpa membuka pintu, bisa melayang tanpa perlu capek-capek jalan, tapi kami tidak bisa merasakan lapar.”

“Oh… Tapi kalian bisa merasakan sakit tidak?”

“Bisa dong.”

“Jinjja?” Aku langsung mengambil bantal dan memukulnya membabi buta kepada Sungmin, aku dendam padanya karena selalu mengangguku.

“Nuna!!! Hentikan!” Teriaknya, tapi aku tidak perduli dan masih memukulnya membabi buta hingga ia berubah ke tubuh semi-transparannya kembali.

“Rasakan pembalasanku!!!”

“Gyu! Ada apa sih ribut-ribut? Berisik tauk,” kata Leeteuk oppa yang tiba-tiba membuka pintu kamarku. “Heh, kau sudah gila ya? Teriak-teriak gag keruan malam-malam begini?”

“Ini nih, Sungmin menyebalkan!” Kataku sambil menunjuk Sungmin di depanku.

“Hey, Hyung!!! Sungmin here,” Sungmin mendekati Leeteuk oppa dan melambai-lambaikan tangannya sambil meloncat-loncat seperti cacing kepanasan di depan Leeteuk oppa.

“Sungmin, Sungmin, emang setan itu masih mengikutimu sampai kemari?” Tanya Leeteuk oppa yang tak melihat Sungmin di depan wajahnya, yaiyalah… Diakan tidak punya kelebihan sepertiku.

“Yah, aku dibilang setan,” keluh Sungmin sedih.

“Iya si setan menyebalkan itu masih mengikutiku, bahkan Min Young pun juga mengikuti oppa.” Leeteuk oppa mendengus kesal dan kemudian menutup pintu kamarku, hahahaha… padahal aku hanya bercanda, dia selalu sensitive kalau aku menyinggung Min Young yang selalu mengikutinya.

“Nuna, jahat…” katanya sambil menangis. Dasar, selalin jadi hantu menyebalkan, dia juga jadi hantu yang cengeng.

“Itu belum seberapa tauk, siapa suruh menyebalkan. Dasar cengeng. Weeekkk… Heh, cepat pulang sana, pasti Nunamu mencari.”

“Anio, aku tidak mau pulang, Nuna di sana tidak asik diajak main, dia sepertinya sedang sedih karena ditinggal pindah oleh kalian. Dia naksir Leeteuk hyung…”

“Hahahaha… Lucu sekali kalau hantu naksir manusia, emang setan seperti kalian masih bisa jatuh cinta?”

“Bisa dong, hantu seperti kami kan juga punya perasaan karena kami pernah jadi manusia. Nuna, kau sekarang mau apa? Main yuk!”

“Dasar setan, gag tau malam apa? Sekarang manusia sepertiku ingin tidur, ini sudah malam.”

“Ikut!!! Nuna, aku tidur denganmu ya, aku kan kangen.”

“Mwo? Anio!!! Emangnya kau bisa tidur?”

“Bisa sih kalau aku mau, saat aku berubah menjadi tubuh manusia biasa aku bisa tidur kok layaknya manusia biasa, tapi aku tidak bisa bermimpi. Nuna, jebal… ”

“Baiklah, tapi kau tidur di lantai saja,” aku melemparkan sebuah bantal ke lantai.

“Nuna, pinjam piamamu dong, rasanya aneh sekali tidur dengan baju seperti ini,” ia melihat bajunya yang penuh bercak darah.

“Ambil saja di lemari.” Ia membuka lemari pakaianku dan mencari-cari piyamaku yang pas dengan tubuhnya yang lebih tinggi 7 cm dari tinggi tubuhku.

“Nuna, ini apa? Bisa aku pakai tidak?” Ia menunjukan bra hitamku yang ia ambil dari lemari, dan langsung saja tanganku refleks melemparnya dengan boneka Mario bross yang bertekstur keras hingga mendarat di wajahnya. Kalau saja ada pisau di dekatku, mungkin aku akan melemparinya dengan pisau.

Ia menangis, “Nuna, jahat, menganiayaku terus, padahal aku cuma bercanda.”

Lima menit kemudian ia sudah menganti pakaiannya dengan piyama pink yang bergambar hello kitty, dia terlihat lucu memakai piyamaku yang pas di tubuhnya.

“Ingat ya, awas kalau kau sampai macam-macam denganku, akan aku pangil paranormal untuk memusnahkanmu.”

“Ne, aku enggak akan macam-macam, aku kan sayang dengan Nuna.”

Ya Tuhan, apa salahku sampai harus ditempeli oleh setan sepertinya? Kalau setiap hari melihat hantu sih aku tidak apa-apa, tapi kenapa harus ditempeli oleh setan penasaran menyebalkan sepertinya?

“Sungmin, bolehkan aku bertanya denganmu?”

“Apa?”

“Kenapa kau dan kakakmu masih saja di bumi? Kenapa kalian jadi arwah yang penasaran dan terus bergentayangan di bumi?”

“Itu karena masih ada yang masih belum selesai di bumi sewaktu kami masih hidup, makanya arwah kami masih penasaran. Misalnya Min Young nuna, ia penasaran karena masih menunggu kekasihnya yang tidak pernah kembali.”

“Kalau kau? Kenapa?”

“Karena aku masih belum menemukan orang tua asliku, aku sangat ingin bertemu mereka.”

“Jadi kau dan Min Young bukan saudara kandung?”

“Ne, aku di adopsi dari panti asuhan saat aku bayi.”

Kasihan dirimu Sungmin, sudah diadopsi, tidak pernah bertemu dengan orang tua kandung dan sekarang kau jadi arwah yang penasaran. Mungkin jika aku mati, pasti aku akan jadi arwah penasaran juga, karena aku tak pernah bertemu dengan Bummie, dan aku sangat penasaran dengan Bummie.

“Tapi, kalau misalnya suatu saat kau sudah menemukan orang tua kandungmu, apa kau akan pergi meninggalkan bumi?”

“Terserah, kalau aku masih mau tinggal di bumi juga tidak apa-apa walaupun aku sudah menemukan orang tua kandungku. Sepertinya aku akan tinggal di bumi terus.”

“Waeyo?”

“Aku kan pengen dekat dengan Nuna terus.”

Aku melemparkan boneka dinosaurusku ke arahnya, “Kau ini, senang sekali mengangguku, tidak ada kerjaan apa? Sudah, aku mau tidur, besok aku harus sekolah.”

“Nuna,” panggilnya pelan.

“Taemin, tidur! Kau mau aku usir?”

“Anio. Nuna, saranghae, jal hayo.”

Aku tak memperdulikan kata-kata setan tengil itu dan memilih untuk tidur.

*          *          *

“Ki Bum, kau kemana saja? Tadi aku mencarimu tapi kau tidak ada.”

“Mian, aku tadi sedang sibuk. Wae?”

“Anio, aku hanya ingin ngobrol saja denganmu.”

“Kau mau pulang?”

“Ne.”

“Kita pulang sama-sama yuk,” katanya yang langsung menarik tanganku, tangannya terasa dingin. Kami berjalan pulang bersama sambil bergandengan tangan, entah kenapa aku merasa nyaman dengan keadaan ini, tangannya yang dingin terasa hangat olehku. Apa aku benar-benar menyukainnya? Tapi aku tidak bisa melupakan Bummie begitu saja dari hatiku…

“Eh, kita ke taman sebentar yuk,” ajaknya saat kami dalam perjalanan pulang. Kami menuju ke sebuah ayunan kosong terdekat, untungnya cuaca hari ini mendung, jadi kami bisa bermain ayunan tanpa takut kepanasan. Aku langsung duduk di ayunan, dan ia mendorong tubuhku pelan, rasanya kami seperti orang yang sedang kencan saja.

“Ki Bum, kau kelas berapa? Kita satu angkatan atau kau adalah sunbaeku?”

“Tebak, aku kelas berapa?”

“Em… Umurmu berapa?”

“Tebak saja sendiri.”

“Kau curang, selalu menyuruhku menebak, kau ini misterius sekali, kadang suka muncul dan menghilang tiba-tiba, seperti hantu saja.” Kataku yang langsung teringat pada Sungmin, si hantu tengil yang menyebalkan yang suka muncul dan pergi seenak jidatnya.

“Umurku 17 tahun, dan aku adalah sunbaemu.”

“Oh, pantasan, aku lihat ke semua kelas kelas dua aku tidak pernah menemukanmu.”

“Jadi kau mencariku? Kau pasti menyukaiku hingga mencariku, ya kan?” Perkataannya itu seakan menusuk hatiku dan menyebabkan wajahku memerah, aduh… aku malu sekali.

“Anio,” jawabku berbohong.

“Benarkah, yah… Aku kecewa, padahal aku menyukaimu.”

Mwo??? Dia menyukaiku? Aku rasa wajahku sudah semerah tomat sekarang. “Saranghae,” bisiknya tiba-tiba di telingaku dan membuat jantungku abnormal. Ia tiba-tiba langsung berpindah ke hadapanku.

“Tuh kan, wajahmu merah, pasti malu, hahahaha…” ia terkekeh melihat wajahku yang sudah semerah tomat masak. “Tidak usah dijawab, aku tahu kau pasti tidak bisa ngomong sekarang. Entah kenapa sepertinya kata itu meluncur saja dari mulutku, aku merasa kau adalah seorang yang sedang aku cari selama ini.”

“Ki Bum,” aku sebenarnya ingin membalas dari ucapannya, tapi aku masih bingung dengan hatiku. Di satu sisi aku menyukai Ki Bum, dan satu sisi lain aku masih belum bisa melupakan Bummie, aku ini memang aneh, kenapa masih bisa mencintai namja yang tidak pernah aku temui dan aku lihat wajahnya? Kenapa aku harus mencintai namja dari dunia maya seperti Bummie?

“Ya sudah, ayo kita pulang, aku akan mengantarmu pulang.” Tangan dinginnya mengenggam tanganku lagi, dan aku hanya mengangguk saja tanpa mengeluarkan sepatah katapun.

*          *          *

Aku berbaring di tempat tidurku, mataku menatap langit-langit kamarku yang ditaburi glow in the dark bentuk bintang, sedangkan pikiranku terus saja melayang ke sana-kemari memikirkan perkataan Ki Bum tadi. Baginya aku adalah seperti seseorang yang sedang ia cari? Maksudnya apa? Apakah aku adalah wanita idamannya yang baru ia temukan? Aish… kenapa perasaanku jadi campur aduk begini?

“Nuna!!!!” Lagi-lagi teriakkan itu membuat rohku ingin lari terbirit-birit.

“Heh, setan tengil, bisa tidak datang dengan mengetuk pintu biar nyawaku tidak melayang karena terus-terusan kaget dengan kemunculanmu?”

“Mianhae, habis Nuna sepertinya sedang melamun. Kau sedang memikirkan apa? Memikirkan aku ya? Hahahaha…”

“Ngapain aku memikirkan setan sepertimu?”

“Trus kenapa? Wae sani?”

“Tadi ada namja yang menyatakan cinta padaku.”

“Jinja??? Nugu? Ah, aku jadi cemburu. Hahaha…”

“Dasar setan tengil.”

“Trus Nuna balas apa?”

“Aku gag balas apa-apa.”

“Mwo? Wae?”

“Aku masih bingung dengan perasaanku.”

“Kau suka dengannya?”

“Aku rasa iya. Aku hanya ragu dengan perasaanku.”

“Dari pada ragu dengannya, lebih baik aku kenalkan dengan sunbaeku aja, mau tidak?”

“Heh, kau ini ngotot sekali ingin mengenalkan aku dengan sunbaemu, aku enggak tertarik dengan setan tauk. Aish, kayaknya aku telat…” aku menyadari kalau sekarang sudah pukul 15:14, aku ada janji untuk ke rumah Yoon Ah.

“Nuna mau kemana? Terburu-buru sekali?” Tanya Sungmin saat aku kalang kabut memasukan buku-buku yang aku perlukan ke dalam tas biruku.

“Aku ada kerja kelompok di rumah temanku.”

“Nuna, aku ikut!!!”

“Heh, jangan!!! Nanti kau menganggu.” Jawabku kemudian langsung ngacir keluar kamar.

*          *          *

“Hua…. Akhirnya tugas kita selesai juga, Gyu kau lapar tidak? Akan aku ambilkan cemilan, tunggu sebentar ya,” kata Yoon Ah saat kami selesai mengerjakan tugas bahasa Jepang. “Kalau kau lelah, istirahat saja di tempat tidurku, anggap saja seperti kamarmu sendiri.”

“Ne.”

Aku menyandarkan punggungku di tepi tempat tidurnya, mataku menjelajahi isi kamarnya. Kamarnya yang di cat pink dan ungu sangat rapi dan bersih, terdapat banyak boneka di atas tempat tidur dan raknya, koleksi DVDnya tersusun rapi, terdapat sebuah poster boyband Super Junior yang tingginya 1 m lebih, di kaca rias dan meja belajarnya banyak tertempel foto-fotonya bersama teman-temannya, dan di rak buku paling atas terdapat tiga piala yang tersusun rapi. Kamarnya sangat nyaman dan terkesan feminine.

“Makanan datang!” Kata Yoon Ah sambil membawa nampan yang berisi dua gelas orange juice dan black forest. Ia memberikan segelas orange juice dan sepiring black forest yang di potong besar padaku. “Makan lah, jangan malu-malu, kalau mau tambah, bilang saja padaku.”

“Ne, gomawoyo.”

“Gyu Min, kau harus sering-sering kemari, rasanya kalau di rumah aku suka kesepian.”

“Ne, kalau kau merasa kesepian jangan sungkan main ke rumahku. Oh ya, novel yang ingin ku pinjam mana?”

“Tuh ada di rak meja belajar, ambil aja.”

Aku beranjak menuju meja belajar Yoon Ah dan mengambil novel yang aku inginkan. Tapi saat aku mengambil novel itu, mataku tertuju pada sebuah foto ukuran 3R yang berbingkai manis bentuk kucing berwarna ungu. Itu foto Yoon Ah bersama seorang namja yang aku kenal. Di foto itu mereka berdua berangkulan dan tersenyum bahagia sambil berpose dengan V sigh.

“Yoon Ah, ini foto kau dan siapa?” tanyaku.

*          *          *

Aku berlari-lari menyusuri setiap sudut taman sekolah, dan menyusuri setiap wilayah sekolah. Aku harus bertemu dengannya, aku harus bertemu, titik. Kemana dia sekarang? Kenapa setiap aku mencarinya dia selalu tidak ada?

Akhirnya aku tiba juga di bawah pohon yang tempat biasa kami bertemu, dia tetap saja tidak ada, aku mengedarkan mataku ke segala penjuru berharap ia keluar untuk menemuiku.

“Hey, kau mencariku?” Tanya seorang namja yang muncul dari balik pohon, ia tersenyum kearahku. Langsung saja aku berlari kearahnya dan memeluknya, terasa sebuah hawa dinging menyentuh kulitku saat aku memeluknya.

“Bummie23,” kataku yang langsung membuatnya terkejut, tangannya merengkuh wajahku dan ia menatapku.

Flash back…

“Gyu Min, kau harus sering-sering kemari, rasanya kalau di rumah aku suka kesepian.”

“Ne, kalau kau merasa kesepian jangan sungkan main ke rumahku. Oh ya, novel yang ingin ku pinjam mana?”

“Tuh ada di rak meja belajar, ambil aja.”

Aku beranjak menuju meja belajar Yoon Ah dan mengambil novel yang aku inginkan. Tapi saat aku mengambil novel itu, mataku tertuju pada sebuah foto ukuran 3R yang berbingkai manis bentuk kucing berwarna ungu. Itu foto Yoon Ah bersama seorang namja yang aku kenal. Di foto itu mereka berdua berangkulan den tersenyum bahagia sambil berpose dengan V sigh.

“Yoon Ah, ini foto kau dan siapa?” Tanyaku. Aku mengambil foto itu dan menunjukannya pada Yoon Ah.

“Itu foto aku dan oppaku.”

“Ini Ki Bum kan?”

“Ne, dia Ki Bum, tapi kalau di rumah kami memanggilnya Bummie… Kau tahu dari mana?”

Bummie… ah mengingatkanku pada Bummie23.

“Dia temanku.”

“Oh ya? Kapan kalian kenal?”

“Sejak aku hari pertama aku masuk sekolah, saat kau tidak bisa menemani aku istirahat, aku pergi ke belakang gedung music, di sanalah aku berkenalan dengannya. Dia sangat baik dan juga mempunyai selera humor yang bagus, makanya aku lebih sering menghabiskan waktu istirahatku untuk ngobrol dengannya.”

“Hah? Kau berkenalan dan ngobrol dengannya?” Ekspresi Yoon Ah terlihat shock. Apa dia tidak suka kalau aku kenal dan ngobrol dengan oppanya?

“Ne, waeyo? Kau tidak suka ya aku berteman dengan oppamu?”

“Aku sangat shock, ini tidak mungkin. Tidak mungkin kau ngobrol dengannya.”

“Tidak mungkin apanya? Bahkan hubungan kami lumayan dekat, dan kau tahu dia menyatakan cintanya padaku sepulang sekolah tadi.”

“Apa?!” Lagi-lagi Yoon Ah shock, kenapa dengan anak ini? Aneh sekali sikapnya.

“Gyu! Kau tahu? Oppaku sudah meninggal sebulan lebih yang lalu! Tidak mungkin kalau kalian berkenalan beberapa hari yang lalu!”

“Hah!? Jadi… Dia sudah meninggal? Tidak mungkin…” Sekarang aku sama shocknya dengan Yoon Ah. Key yang aku kenal sudah meninggal sebulan lebih yang lalu? Rasanya tidak mungkin, lalu yang ngobrol dan menyatakan cinta kepadaku itu siapa? Apa itu arwah Ki Bum yang penasaran seperti Sungmin dan Min Young? Waeyo?

“Sebulan lebih yang lalu saat tanggal 27 Juli, ia meninggal karena ditabrak mobil. Saat itu kami sedang rapat kesiswaan hingga sore, dia terlihat sangat gelisah sekali, katanya ia sedang ada janji dengan sesorang di taman Gyungsang, tapi rapat baru selasai jam setengah empat sore. Makanya ia buru-buru pulang karena tidak mau mengecewakan orang yang akan di temuinya, dan saat keluar dari gerbang sekolah tiba-tiba saja ia tertabrak mobil yang melaju dengan kecepatan tinggi, dan saat itulah ia meninggal dunia. Padahal malamnya ia bercerita kepadaku dengan penuh semangat kalau tanggal 27 Juli adalah hari bahagianya karena ia akan bertemu dengan wanita yang disukainya yang ia kenal lewat dunia maya, tapi ternyata… hari itu bukan hari bahagianya, melainkan hari dimana ia pergi tanpa pernah bertemu dengan orang yang ia sukai.” Cerita Yoon Ah sedih mengingat kematian oppanya, air matakupun jatuh dengan derasnya.

“Apakah usernamenya itu Bummie23?”

“Ne, dari mana kau tahu?”

“Karena aku adalah IceGyu, orang yang harusnya ia temui pada tanggal 27 Juli. Padahal sore itu aku terus menunggunya hingga jam enam sore, tapi dia tidak pernah muncul-muncul dan tak pernah online lagi, aku pikir ia sengaja tak mau lagi berhubungan denganku, tapi ternyata…”

OMONA! Ternyata Ki Bum adalah Bummie23 orang yang selama ini aku tunggu-tunggu.

“Tapi kenapa kau bisa bertemu dengannya? Padahal dia sudah tidak ada.”

“Sejak kecil aku sudah bisa melihat sesuatu dari dunia lain.”

“Maksudmu kau bisa melihat hantu atau arwah?” Aku mengangguk membenarkan dengan air mata yang masih berlinang. “Jadi, Bummie oppa arwahnya masih di bumi. Pasti ia penasaran karena belum pernah bertemu denganmu, apakah dia tahu kalau kau adalah IceGyu?” Aku menggeleng.

“Mungkin nanti aku akan menemuinya dan menceritakan kepadanya kalau aku adalah IceGyu.”

Flash back end…

Ki Bum masih menatapku tajam seakan tidak percaya dengan panggilanku padanya.

“Bummie23, akhirnya aku bertemu denganmu juga,” kataku yang mulai menangis.

“Kau… Kau IceGyu?” Tanyanya tak percaya, aku mengangguk. Ia langsung memelukku erat. “Akhirnya aku bertemu juga denganmu, ternyata benar apa yang aku rasakan selama ini, kau adalah seseorang yang aku cari selama ini, mianhae karena aku tidak menemuimu saat itu, mianhae jongmal mianhae.”

“Gwaechana, yang penting sekarang kita akhirnya bertemu juga walaupun sepertinya dunia kita sudah berbeda.”

“Yah, dunia kita memang berbeda.”

“Saranghaeyo.” Bisikku di dadanya karena ia masih memelukku. Ia melepakan pelukannya dan menatap mataku.

“Na do saranghae. Sepertinya dunia kita tak berbeda, karena kita berada di satu dunia yang sama, dunia dimana aku mencintaimu dan kau mencintaiku,” katanya tersenyum kemudian mengecup keningku. Sepertinya aku memang ditakdirkan untuk tidak mencintai seseorang dari dunia nyata, pertama, aku mencintai Bummie23 teman mayaku. Kedua, aku mencintai Bummie23 yang ternyata adalah Ki Bum, dan sekarang Ki Bum bukanlah manusia sepertiku, dia sudah menjadi roh yang terpisah dari jasadnya, aku tak mau menyebutnya setan seperti aku menyebut Sungmin.

“Nuna!!!!” Teriak sebuah suara yang sangat aku hapal. “Nuna!!! Kangen!!!”

“Heh, setan tengik,ngapain kau ke sekolahku?”

“Ah, Nuna, akukan kangen. Hey, Hyung.” Sapa Sungmin sambil melambai pada Ki Bum.

“Dari mana kau kenal Ki Bum?”

“Dia itu sunbaeku, dia juga yang ingin aku kenalkan padamu, tapi Nuna enggak mau. Kalian sudah kenal? Bagaimana? Dia cekepkan?”

OMO!!! Ternyata sunbae Sungmin yang meninggal tertabrak mobil yang ia ceritakan hari itu adalah Ki Bum? Rasanya dunia ini selalu penuh kejutan. Dan sekarang rasanya aku sangat bersyukur dengan kemampuanku ini, kalau seandainya aku tidak punya kemampuan seperti ini, mana mungkin aku bisa melihat roh Ki Bum?

*          *          *

Seminggu kemudian…

“Heh, Jagiya, kau sedang apa?” Tanya Ki Bum yang muncul tiba-tiba saat aku sedang asik-asik browsing di internet. Sekarang sudah satu minggu aku dan Ki Bum berpacaran, ia selalu datang ke kamarku setiap malam hanya untuk menemaniku belajar, membacakan cerita, atau menemaniku tidur, yah… seperti Edward yang selalu menemani Bella Swan, tapi kadang kami masak bersama di dapur. Aneh juga rasanya pacaran dengan arwah seperti dia, berpacaran dengan seseorang yang tak kasat mata oleh orang lain. Tapi aku tidak perduli, yang aku tahu sekarang kalau aku merasa bahagia bersamanya, tak perduli keadaannya bagaimana.

“Kau chating ya? Awas, jangan chating dengan orang lain, nanti kau jatuh cinta.” Ia memelukku dari belakang dan terasa dingin oleh sentuhan kulitnya.

“Aku cuma browsing resep masakan kok, aku ingin mencoba membuat masakan Prancis, sepertinya enak.” Ia tiba-tiba membalikan badanku untuk menghadapnya, kedua tanganya merengkuh wajahku, dan tatapan kami sama-sama bertemu. Ia mendekatkan wajahnya pada wajahku untuk menciumku. Semakin mendekat, dan sangat-sangat dekat, bibir kami cuma tinggal beberapa senti lagi untuk saling bertemu, tapi tiba-tiba….

“Ya!!! Jangan berciuman di depanku!” Sungmin si setan tengil itu langsung menjauhkan wajah kami dengan tangannya, membuat semuanya batal. Dasar bocah penganggu!

“Heh, ngapain kamu kemari? Menganggu saja,” kata Ki Bum.

“Akukan kangen Nuna,” Sungmin langsung saja memelukku manja dengan melingkarkan tangannya di leherku dari samping.

“Ya! Lepasin, dasar bocah, sana pergi! Setan di larang masuk ke kamarku.”

“Heh, Nuna lupa ya kalau Ki Bum hyung juga setan?” Ia melirik Ki Bum yang duduk di tepi tempat tidurku sambil memainkan bonekaku di tangannya.

“Kalian berdua sama-sama setan, cepat sana pergi, jangan ganggu aku.”

“Gag mau. Wekkk…” Ia memeletkan lidahnya untuk mengolokku. “Hyung, kita main yuk!”

“Main apa?”

“Kita main PS3, aku lihat kemaren Nuna baru beli kaset game Star combat! Yuk main!”

“Jinja? Yuk!” Mereka langsung mengobrak-abrik peralatan PS3 dan TV yang berada di dekat tempat tidurku.

“Heh, jangan pinjam kasetku sembarangan, aku belum pernah memainkannya.”

“Bodo, weeekkk!!!” olok Sungmin. Dasar bocah tengil, semenjak tahu Ki Bum sering berkunjung ke tempatku, dia semakin sering datang ke kamarku, bahkan kadang seharian dan tidak mau disuruh pulang. Sekarang bertambah lagi setan yang menempel denganku, pertama, si Sungmin setan tengil, dan kedua, Ki Bum si setan menawan. Tapi sepertinya aku merasa bahagia ditempeli oleh setan-setan seperti mereka. Devils beside me.

-THE END-

Note:

Ini sebenarnya FF SHINee dan SS501 jadi aku ubah jadi FF Suju.

Key=Ki Bum

Taemin=Sungmin

Jung Min=Leeteuk

sebenarnya aku gag mau ngerahin karakter Taemin ke Sungmin oppa, karena berhubung FF Suju, yo wes lah…Mianhae karena FFnya gaje.

Kalau mau lihat FF saia yang lainnya silahkan kinjungi bebekbothi-bothi.blogspot.com

19 Comments (+add yours?)

  1. mei.han.won
    Jan 12, 2011 @ 12:53:15

    seruuuu….
    Kocak nih….
    Umin….lucu bgttttt…..setan ganjen..hehe

    Reply

  2. dhekyu
    Jan 12, 2011 @ 13:15:09

    huwaa
    kren nich percintaan 2 org yg brasal dri dunia lain,,
    ho.ho
    kren,,
    author daebak,,

    Reply

  3. allaboutstory
    Jan 12, 2011 @ 13:17:10

    Bukannya ni ff sudah pernah di publish???

    Reply

  4. yeapy yeap
    Jan 12, 2011 @ 13:17:42

    udah pernah di posting,,,

    Reply

  5. allaboutstory
    Jan 12, 2011 @ 13:18:04

    Bukannya ni ff sudah pernah di publish???
    ?

    Reply

  6. Anastasia
    Jan 12, 2011 @ 13:23:55

    bukannya udah pernah di publish yaa ??

    Reply

  7. chris~wonnie~hyunnie
    Jan 12, 2011 @ 13:42:43

    Bukannya dah pernah dipublish??
    Tapi ttp daebak……….!!!
    Ada kata ‘Taemin’ dan ‘Key’ jg disitu…
    Nice ff, author……!!!

    Reply

  8. aneeminiechem08028박동림
    Jan 12, 2011 @ 15:28:46

    udah pernah dipublish nih ^^

    Reply

  9. Nymphaprincess
    Jan 12, 2011 @ 18:13:01

    iyaa udah pernah dipublish lho thor…

    Reply

  10. kyucanasoofishy
    Jan 12, 2011 @ 18:57:12

    udah pernah nie kan, udah pernah dpublish kan ya….
    aissss serem ah, masa pacaran ama setan seh…
    tp seru ceritanya 🙂

    Reply

  11. Love Kyu
    Jan 12, 2011 @ 19:15:32

    ini kan udah di publish,,

    Reply

  12. chodictator
    Jan 12, 2011 @ 19:45:37

    udah pernah dipublish.. tapi tetep komen dah..
    pokok nya tetep bagus~ ^^

    Reply

  13. 13LIEVE AND PROM15E bini Teuki
    Jan 12, 2011 @ 20:07:03

    hwaaaaa… aku nangis thor *Sumpah* T^T
    tapi cuma dua tetes , setelahny langsung ketawa pas bca partny Umin ;D
    aaaah jdi kngen chat am tmn #abaikan
    ckckck Teuki oppa takut yaaa? hayoo

    umin oppa ama aku aja klo Gyu ga mau :p
    yah The end -_-‘ afterstoryny dong thooor… sampe nikah atau engga tuh GyuBum 😮

    udh pernah di publish ya? gatau aku thor 😀

    Reply

  14. Nurul Dolphin
    Jan 12, 2011 @ 20:57:18

    Repost ya..
    Tetap seru 🙂

    Reply

  15. minhyunkey
    Jan 12, 2011 @ 22:09:46

    wah bagus…bagus…
    ceritanya sangat menarik,, q suka
    pacaran ma hantu??? mmm……

    Reply

  16. vikoss
    Jan 13, 2011 @ 02:31:40

    lucu…..
    tp kdg ada muncul taemin sm key nya, hahahaha,
    tp lucu…. suka…..

    Reply

  17. HwangFie
    Jan 13, 2011 @ 09:19:09

    wah.. dh pnah dPUblish yah :3 nyempil keluar lagi

    Reply

  18. sungheedaebak
    Jan 14, 2011 @ 20:54:53

    sbnernya aku tau ini repost, tapi aku blm baca. jadi aku komen skrg aja y..keke

    ceritanya ringan, seru. meskipun alurnya udah byk yg kyk gni, tpi endingnya beda. aku suka. namanya masih ada yg blm rubah y? hohoho

    bgus kok ffnya

    Reply

  19. leesungminworld
    Jan 14, 2011 @ 22:13:01

    SUMPAH !!!
    Ni ff keren banget! Aku suka yang alurnya begini, lebih BEDA!!!

    Sering2 buat yg arwah2 gini, hoho… #nangis inget kibum#

    Reply

Comment's Box

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: